Anda di halaman 1dari 35

1

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH PAPUA BARAT
RESOR SORONG
Jl. Klamono Km. 19 Aimas Kab Sorong

HTCK

Aimas, 01 Januari 2016


2

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................

1. UMUM .....................................................................................................
DASAR .........................................................................................................
2. MAKSUD DAN TUJUAN ...............................................................................
3. RUANG LINGKUP ........................................................................................
4. TATA URUT ..................................................................................................

BAB II TUGAS DAN FUNGSI .......................................................................................

5. SATUAN RESERSE KRIMINAL ................................................................


6. UR BIN OPS RESKRIM .............................................................................
7. UR IDENTIFIASI……………………………………………….………...……..
8. UR MINTU………………………………………………………….……………
9. UNIT I RESUM .........................................................................................
10. UNIT II EKONOMI ....................................................................................
11. UNIT III TIPIDKOR ....................................................................................
12. UNIT IV TIPITER………………………………………………………………..
13. UNIT V INDAGSI………………………………………………………………..
14. UNIT VI RESMOB………………………………………………………………
15. UNIT VII PPA……………………………………………………………………

BAB III POKOK – POKOK HTCK ………………………………………………………….

16. HUBUNGAN INTERNAL ..............................................................................

a. Hubungan Kasat Dengan Kaur Bin Ops


b. Hubungan Kasat Dengan Kaur Mintu
c. Hubungan Kasat Dengan Kaur Identifikasi
d. Hubungan Kasat Dengan Para Kanit
3

17. HUBUNGAN EKSTERNAL ......................................................................….

a. Hubungan Sat Reskrim Dengan Kapolres


b. Hubungan Sat Reskrim Dengan Wakapolres
c. Hubungan Sat Reskrim Dengan Bag Ops
d. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Binmas
e. Hubungan Sat Reskrim Dengan Bag Sumda / Sarpras
f. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Intelkam
g. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Reskrim
h. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Sabhara
i. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Lantas
j. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sie Keu
k. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Tahti
l. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sie Propam
m. Hubungan Sat Reskrim Dengan Bag Ren
n. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sie Um
o. Hubungan Sat Reskrim dengan Siwas
p. Hubungan Sat Reskrim Dengan Satwil/Polsek

18. HUBUNGAN ANTAR INSTANSI ..................................................................

19. HUBUNGAN JALUR ADMINISTRASI ..........................................................

BAB IV PENGAWAS PENGENDALI ............................................................................

BAB V PENUTUP .........................................................................................................


4

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum
a. Sat Reskrim merupakan bagian yang sangat menentukan
bagi keberhasilan tugas-tugas Kepolisian dibidang
Penyelidikan / penyidikan tindak pidana termasuk kejahatan
terorganisir serta penyuluhan dan pembinaan dalam rangka pembinaan
terhadap masyarakat yang belum mengerti tentang proses hukum yang
berlaku Negara republic Indonesia kususnya di wilayah hukum polres
sorong.

b. Dalam pelaksanaan tugasnya Sat Reskrim Polres sorong


menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
1) Pembinaan fungsi Penyelidikan / Penyidikan tindak pidana yang
dilaksanakan oleh Unit-unit Satuan Reskrim Polres sorong

2) Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan penyelidikan /penyidikan tindak


pidana dengan memberikan pelayanan / perlindungan khusus
kepada korban / pelaku remaja, anak dan wanita sesuai ketentuan
hukum yang berlaku.

3) Penyelenggaraan pembinaan / penyuluhan dalam rangka


pencegahan dan pembinaan terhadap masyarakat tentang ketentuan
hukum yang berlaku di NKRI.

2. Dasar

a. Undang – undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002


tentang Kepolisian Negara RI.
b. Kep. Kapolri Nomor : Kep/366/VI/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor
(Polres);
c. Keputusan KaPolri No. Pol. : Kep / 44 / X / 2005, tanggal 31 Desember
2005 tentang Sistem Perencanaan Strategis KePolisian Negara republik
Indonesia;
d. Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2010
tentang susunan organisasi dan tata cara kerja pada tingkat Kepolisian
Resor dan Kepolisian Sektor;
e. Keputusan Kapolri Nomor : Kep / 425 / VII / 2010 tanggal 5 Juli 2010,
tentang Pedoman Penyusunan hubungan dan tata cara Kerja (HTCK) di
lingkungan Polri.
f. Keputusan Kapolri Nomor : KEP/366/VI/2010 TGL 16 JUNI 2010
tentang HTCK.
5

3. Maksud dan Tujuan

a. Maksud
Penyusunan HTCK ( Hubungan Tata Cara Kerja ) Sat.
Reskrim polres sorong dimaksudkan untuk
dijadikan pedoman bagi seluruh Pejabat / anggota di
lingkungan Satuan Reskrim Polres Sorong.

b. Tujuan
Penyusunan HTCK ( Hubungan Tata Cara Kerja ) Sat.
Reskrim Polres Sorong bertujuan agar ada keseragaman tindakan dan
langkah dalam mekanisme kerja pelaksanaan tugas secara efektif dan
efisien serta harmonis.

c. Ruang lingkup
Hubungan Tata Cara Kerja Sat. Reskrim Polres Sorong merupakan
uraian tugas, fungsi dan pokok-pokok hubungan dan tata cara kerja
yang meliputi hubungan internal dan eksternal baik yang bersifat
vertikal, horizontal maupun diagonal dilingkungan
Sat Reskrim Polres Sorong.

d. Tata urut

BAB I PENDAHULUAN

1. Umum
2. Dasar
3. Maksud dan tujuan
4. Ruang Lingkup
5. Tata Urut

BAB II TUGAS DAN FUNGSI

6. SATUAN RESERSE KRIMINAL


7. KASAT RESKRIM
8. KA UR BIN OPS
9. KA UR IDENTIFIKASI
10. KA UR MINTU
11. PARA KANIT
6

BAB III POKOK-POKOK HTCK

12. Hubungan Internal


13. Hubungan Eksternal
14. Hubungan Antar Instansi
15. Penataran jalur Administrasi

BAB IV PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

BAB V PENUTUP
BAB II
TUGAS DAN FUNGSI

e. Satuan Reserse Kriminal

a. Satuan Reskrim selaku pembantu pimpinan dan unsur


pelaksana utama Polres yang berada dibawah Kapolres Sorong.
b. Satuan Reskrim bertugas menyelenggarakan dan membina
fungsi Sat Reskrim meliputi penyelidikan/penyidikan tindak
pidana umum, kusus, dan korupsi.
c. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penyelidikan/penyidikan
tindak pidana dengan memberikan pelayanan/perlindungan
kepada korban/pelaku remaja, anak dan wanita sesuai
ketentuan hukum yang berlaku.
d. Penyelenggaraan pembinaan / penyuluhan dalam rangka
e. pencegahan terjadinya tindak pidana di wilayah hukum polres
sorong.
f. Satuan reserse kriminal dipimpin oleh Kepala Satuan reserse
criminal, disingkat Kasat Reskrim yang bertanggung jawab
kepada Kapolres sorong, dalam melaksanakan tugas
kewajibannya dibantu, Kaur Bin Ops dan Para Kanit.

f. Tugas Pokok Kasat Reskrim, meliputi :

1. Menerapkan rencana dan kegiatan Sat. sat reskrim polres sorong


serta mengerahkan,mengawasi dan mengendalikan
pelaksanaannya guna menjamin tercapainya sasaran.

2. Memberi bimbingan tehnis atas pelaksanaan tugas lidik/ sidik tindak


pidana baik terpusat maupun di Polsek-polsek.
7

3. Menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam rangka


memimpin anggota serta mengarahkan fungsi tehnis guna
menjamin terselenggaranya fungsisecara menyeluruh.
4. Memelihara disiplin, tata tertib dan kesadaran hukum serta
meningkatkan kemampuan personil dan materiil,guna mempertinggi
kemampuan berorgaisasi.
5. Mengadakan koordinasi dan supervisi anggota terhadap segala
kegiatan bidang pembinaan di lingkungannya.
6. Menyelenggarakan administrasi penyidikan berdasarkan
Administrasi penyidikan Sat Reskrim.
7. Menyampaikan laporan tentang pelaksanaan tugas dan
kewajibannya kepada Kapolres sorong sebagai atasan penyidik.

g. Ur Bin Ops

a. Ur Bin Ops Sat Reskrimselaku Unsur Pembantu Pimpinan /


pelaksana Staf yang berada dibawah Kasat reserse kriminal.

b. Ur Bin Ops Sat Reskrim selaku Unsur Pembantu Pimpinan /


pelaksana Staf dan organisasi sat reskrim membantu Kasat
reskrim dalam rangka mendukung administrasi operasional
satuan reskrim serta mencatat, mengolah data dan menyajikan data
khususnya pengendalian kegiatan administrasi penyidikan
tindak pidana.

c. Ur Bin Ops dipimpin Kepala Urusan Pembinaan Operasi,


disingkat Kaur bin Ops yang bertanggungjawab kepada Kasat
reskrim, dalam melaksanakan tugas kewajibannya dibantu
oleh Ba Min dan Ban Um.

d. Tugas pokok Kaur Bin Ops, meliputi :

1) Merumuskan dan mengembangkan prosedur tata cara


kerja bagi pelaksanaan penyelidikan / penyidikan
tindak pidanan serta mengawasi, mengarahkan dan
mengevaluasi pelaksanaannya.
2) Menyiapkan rencara dan program kegiatan termasuk
pelaksanaan operasi khusus bidan penegakan hokum di wilayan
hukum polres sorong.
3) Mengatur penyelenggaraan dukungan administrasi
untuk pelaksanaan operasional.
4) Menyelenggarakan administrasi operasional Sat.
Reskrim polres sorong.
8

5) Menyelenggarakan administrasi penyidikan


berdasarkan ketentuan juklak/juknis penyidikan dan
didukung dengan tata pengarsipan yang baik.
6) Melaporkan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan
tugas dan kewajibannya kepada Kepala Satuan Reserse
Kriminal polres sorong.

h. Ur Mintu

a. Bertugas Membantu pimpinan dalam bidang administrasi, dan Surat


menyurat. Sebagaimana berikut :
1) Menerima Surat dari Sub Satker,
2) Membaca surat yang akan diajukan ke Kapolres / Kasat Reskrim
untuk di tanda tangani.
3) Meneliti surat yang akan diajukan ke Kapolres / Kasat Reskrim.
4) Mencatat surat apabila sudah benar untuk diajukan kepada
Kapolres / Kasat Reskrim.
5) Mencatat surat kedalam buku agenda surat masuk.
6) Menyimpan Arsip Surat.
7) Menerima surat masuk.
8) Membuka dan mencatat surat masuk.
9) Mencatat kedalam buku agenda surat masuk.
10) Mendistribusikan surat ke unit-unit sesuai disposisi Kasat Reskrim.
11) Menakahkan surat (bila penting)
12) Melarang orang selain petugas untuk mengambil arsip.
13) Mencatat surat yang dipinjam.
14) Menjaga kerahasiaan surat.

b. INTERNAL
1) Koordinasi dengan unit-unit yang membuat surat.
2) Koordinasi dengan Bag / Sat / Sie dan Polsek Jajaran Res. Sorong.
c. EKSTERNAL
1) Koordinasi dengan Pihak / Instansi terkait.
2) Koordinasi dengan Biro Jasa Pengiriman Surat.

i. Ur Identifikasi
Membantu pimpinan dealam Melakukan olah tkp dan pengambilan sidik jari.
Melakukan Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana PPA.
a. INTERNAL
1) Koordinasi dengan Kaur Bin Ops
2) Koordinasi dengan Kaur Mintu
3) Koordinasi dengan Kanit Reskrim sesuai dengan sasaran kegiatan.
4) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan hasil pelaksanaan
tugas kepada Kasat Reskrim
9

b. EKSTERNAL
1) Turun Langsung ke TKP.
2) Pelayanan Sidik Jari.
3) Mendata Jumlah Pramuria.

j. Unit I Resum
Bertugas Membantu Pimpinan di bidang Pidana Umum
Melakukan Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Umum.
Membangun kerja sama secara :
a. INTERNAL
1) Koordinasi dengan Kaur Bin Ops
2) Koordinasi dengan Kaur Mintu
3) Koordinasi dengan Kanit Reskrim sesuai dengan sasaran kegiatan.
4) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan hasil pelaksanaan
tugas kepada Kasat Reskrim
b. EKSTERNAL
1) Koordinasi dengan Jaksa dan Pengadilan.
2) Membuat surat kepada Korban, Saksi dan Tersangka.
3) Membuat surat kepada Instansi – Instansi Terkait Tindak Pidana
Umum.

k. Unit II Tindak Pidana Ekonomi


Bertugas Membantu Pimpinan di bidang Pidana Ekonomi
Melakukan Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Ekonomi.
Membangun kerja sama secara :
a. INTERNAL
1) Koordinasi dengan Kaur Bin Ops
2) Koordinasi dengan Kaur Mintu
3) Koordinasi dengan Kanit Reskrim sesuai dengan sasaran kegiatan.
4) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan hasil pelaksanaan
tugas kepada Kasat Reskrim
b. EKSTERNAL
1) Koordinasi dengan Jaksa dan Pengadilan.
2) Membuat surat kepada Korban, Saksi dan Tersangka.
3) Membuat surat kepada Instansi – Instansi Terkait Tindak Pidana
Ekonomi.

l. Unit III Tindak Pidana Korupsi


Bertugas Membantu Pimpinan di bidang Pidana Korupsi
Melakukan Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana korupsi
Membangun kerja sama secara :
a. INTERNAL
1) Koordinasi dengan Kaur Bin Ops
2) Koordinasi dengan Kaur Mintu
10

3) Koordinasi dengan Kanit Reskrim sesuai dengan sasaran kegiatan.


4) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan hasil pelaksanaan
tugas kepada Kasat Reskrim
b. EKSTERNAL
1) Koordinasi dengan Jaksa dan Pengadilan.
2) Membuat surat kepada Korban, Saksi dan Tersangka.
3) Membuat surat kepada Instansi – Instansi Terkait Tindak Pidana
Korupsi.

m. Unit IV Tindak Pidana Tertentu


Bertugas Membantu Pimpinan di bidang Pidana Tertentu
Melakukan Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Tertentu.
Membangun kerja sama secara :
a. INTERNAL
1) Koordinasi dengan Kaur Bin Ops
2) Koordinasi dengan Kaur Mintu
3) Koordinasi dengan Kanit Reskrim sesuai dengan sasaran kegiatan.
4) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan hasil pelaksanaan
tugas kepada Kasat Reskrim
b. EKSTERNAL
1) Koordinasi dengan Jaksa dan Pengadilan.
2) Membuat surat kepada Korban, Saksi dan Tersangka.
3) Membuat surat kepada Instansi – Instansi Terkait Tindak Pidana
Tertentu.

n. Unit V Indagsi
Bertugas Membantu Pimpinan di bidang penyidikan dan penyelidikan
Tindak Pidana Bid Indagsih
Melakukan Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Bid Indagsi.
Membangun kerja sama secara :
a. INTERNAL
1) Koordinasi dengan Kaur Bin Ops
2) Koordinasi dengan Kaur Mintu
3) Koordinasi dengan Kanit Reskrim sesuai dengan sasaran kegiatan.
4) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan hasil pelaksanaan
tugas kepada Kasat Reskrim
b. EKSTERNAL
1) Koordinasi dengan Jaksa dan Pengadilan.
2) Membuat surat kepada Korban, Saksi dan Tersangka.
3) Membuat surat kepada Instansi – Instansi Terkait Tindak Pidana
Bid Indagsi.
11

o. Unit VI Obsnal Resmob


Bertugas Membantu Pimpinan di bidang Penyelidikan, Penyidikan,
Pemanggilan, Pemeriksaan, Penyitaan, Penangkapan dan Penahanan.
Melakukan Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana.
Membangun kerja sama secara :

a. INTERNAL
1) Koordinasi dengan Kaur Bin Ops
2) Koordinasi dengan Kaur Mintu
3) Koordinasi dengan Kanit Reskrim sesuai dengan sasaran kegiatan.
4) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan hasil pelaksanaan
tugas kepada Kasat Reskrim

b. EKSTERNAL
1) Koordinasi dengan Jaksa dan Pengadilan.
2) Membuat surat kepada Korban, Saksi dan Tersangka.
3) Membuat surat kepada Instansi – Instansi Terkait Tindak Pidana
yang terjadi di wilkum polres sorong.

p. Unit VI PPA (pelayanan perempuan & anak)


1) Bertugas Membantu Pimpinan dalam pelayanaan terhadap
permasalahan yang terjadi, yang melibatkan Perempuan dan
anak.dalam lingkup rumah tangga atau umum
2) Melakukan Penyelidikan dan Penyidikan
3) Membangun kerja sama secara :

a. INTERNAL

1) Koordinasi dengan Kaur Bin Ops


2) Koordinasi dengan Kaur Mintu
3) Koordinasi dengan Kanit Reskrim sesuai dengan sasaran kegiatan.
4) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan hasil pelaksanaan
tugas kepada Kasat Reskrim

b. EKSTERNAL

1) Koordinasi dengan Jaksa dan Pengadilan.


2) Membuat surat kepada Korban, Saksi dan Tersangka.
3) Membuat surat kepada Instansi – Instansi Terkait Tindak Pidana
PPA yang terjadi di wilkum polres sorong.
12

BAB III
POKOK-POKOK HTCK
12. Hubungan Internal
a. Hubungan Ka Sat Reskrim dengan Kaur Bin ops :
1) Hubungan bersifat struktural dan bentuk hubungan
adalah garis menerima perintah / laporan.
2) Menyelenggarakan rapat staf secara rutin / periodik
dalam membahas permasalahan tugas yang harus
diselesaikan.
3) Memberikan perintah baik secara langsung maupun
melalui disposisi tentang pelaksanaan tugas kepada
Kaur Bin ops.
4) Memberikan arahan / petunjuk dan koreksi terhadap
hasil tugas yang dilaksanakan oleh para anggota staf.

b. Hubungan Ka Sat Reskrim dengan para Kanit Reskrim.


1) Hubungan bersifat struktural dan bentuk hubungan
adalah garis menerima perintah / laporan.
2) Menyelenggarakan rapat / APP secara rutin/periodik
dalam membahas permasalahan tugas yang harus
diselesaikan.
3) Memberikan perintah baik secara langsung maupun
melalui disposisi tentang pelaksanaan tugas kepada
Kanit Reskrim Polres Sorong.
4) Memberikan arahan/petunjuk dan koreksi terhadap
hasil tugas yang dilaksanakan oleh para anggota Unit.
13. Hubungan Eksternal
c. Hubungan Sat. Reskrim dengan Kapolres.
1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan
adalah garis menerima perintah/laporan.
2) Melaksanakan perintah Kapolres yang berkaitan
dengan bidang tugasnya baik yang bersifat
operasional, pembinaan dan khusus baik secara
langsung maupun melalui disposisi.
3) Memberikan saran pendapat terhadap tindakan dan
keputusan yang akan diambil oleh Kapolres baik intern
maupun ekstern sesuai dengan tugas dan fungsi Sat. reskrim.
4) Menandatangi surat-surat atas nama Kapolres
terutama surat yang bersifat segera dan ada
kaitannya dengan tugas fungsi Satuan Reserse kriminal dan
menandatangani administrasi Penyidikan Tindak Pidana.
13

5) Mewakili Kapolres apabila berhalangan pada rapat rapat


yang ada kaitannya dengan tugas pokok Satuan Reserse kriminal
maupun tugas umum Kepolisian lainnya.

d. Hubungan Sat. Reskrim dengan Waka Polres


1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan
adalah garis menerima perintah/laporan.
2) Melaksanakan koordinasi dalam rangka pelaksanaan
Tugas yang berkaitan dengan Tindak Pidana.
3) Memberikan saran pendapat terhadap tindakan dan
keputusan yang akan diambil baik bersifat intern
maupun ekstern sesuai dengan tugas dan fungsi Sat.
Reskrim.
4) Mewakili Waka Polres apabila berhalangan pada Rapat Rapat
yang ada kaitannya dengan tugas pokok Sat.
reskrim maupun tugas umum Kepolisian lainnya.

e. Hubungan Sat. Reskrim dengan Bag Ops.


1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
2) Melaksanakan koordinasi dalam rangka pelaksanaan
tugas umum Kepolisian baik pelaksanaan Operasi
Rutin maupun Operasi Khusus Kepolisian.
3) Memberikan masukan kepada Bag Ops apabila
Di perlukan sesuai dengan tugas dan fungsi Sat
Reskrim .
4) Memberikan informasi kepada Bag Ops tentang
rencana kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan
tentang kesadaran hukum kepada masyarakat.
5) Memberikan data / laporan hasil pelaksanaan tugas
dibidang penyelesaian kasus pidana baik Harian, Mingguan
maupun Bulanan.

s. Hubungan Sat. Reskrim dengan Bag Ren


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
2) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
penyalahgunaan Narkotika guna dilakukan
penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.
3) Mengirimkan Rencana Anggaran Sat Reskrim selama
satu tahun
5) Mengirimkan laporan mingguan 100 hari Kapolri.
14

6) Mengirimkan Laporan bulanan pengungkapan dan


penyelesaian tindak pidana.

f. Hubungan Sat. Reskrim dengan Bag Sumda


1. Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
2. Pengurusan hak-hak anggota yang menyangkut Bin Pers dan
Wat Pers antara lain UKP, UKG, Tanda Jasa, Dikjur Lan / Bang,
Mutasi, dan akhir Dinas.
3. Koordinasi dalam menentukan kebijakan masalah Bin Pers dan
penyusunan Pilun-pilun.
4. Koordinasi dalam hal alut dan alsus (Sarpras).
5. Berkoordinasi dalam kegiatan pelayanan kesehatan
personil Sat Reskrim.
6. Berkoordinasi dalam kegiatan pelayanan kesehatan
Tahanan Reskrim yang menderita sakit.

g. Hubungan Sat. Reskrim dengan Sat Binmas.


1) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
2) Melaksanakan koordinasi dalam rangka pelaksanaantugas umum
Kepolisian khususnya bidang Kemitraan dengan masyarakat.
3) Memberikan masukan kepada Bag Bina Mitra apabila diperlukan
sesuai dengan tugas dan fungsi Sat.Reskrim.

h. Hubungan Sat Reskrim dengan Sat. Intelkam


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
2) Mengundang Gelar Perkara yang menonjol guna
mendapatkan saran pendapat.
3) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
guna dilakukan penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.

i. Hubungan Sat. Reskrim dengan Sat. Narkoba


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
2) Mengundang Gelar Perkara yang menonjol guna
mendapatkan saran pendapat.
3) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
penyalahgunaan Narkotika guna dilakukan
penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.
15

j. Hubungan Sat. Reskrim dengan Sat. Sabhara


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
2) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
guna dilakukan penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.
3) Memberikan informasi kepada Sat. Samapta sesuai
dengan bidang tugasnya ( TURJAWALI ) untuk
diketahui dan ditindak lanjuti.

k. Hubungan Sat. Reskrim dengan Sat. Lantas


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi. Menerima informasi tentang terjadinya
tindak pidana guna dilakukan penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.
2) Memberikan informasi kepada Sat. Lantas sesuai
dengan bidang tugasnya ( TURJAWALI dan Gakkum
Lantas ) untuk diketahui dan ditindak lanjuti.

l. Hubungan Sat. Reskrim dengan Sie Was


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi Menerima informasi tentang terjadinya tindak
pidana guna dilakukan penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.
2) Memberikan laporan setiap bulannya.

m. Hubungan Sat. Reskrim dengan Sitipol


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi. dalam kegiatan telekomunikasi dan
mendapatkan produk-produk berupa pilun-pilun yang
vali maupun yang baru.

n. Hubungan Sat. Reskrim dengan Sie Propam


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi, Memberikan informasi kepada P3D tentang
adanya penyimpangan prilaku dan tindakan yang dilakukan
oleh anggota Sat. Reskrim untuk dilakukan pembinaan
disiplin dalam rangka penegakan hukum dan pemulihan
profesi.
o. Hubungan Sat. Reskrim dengan Sie Tahti
1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi, tentang Tahanan dan Barang Bukti.
Melaporkan setiap ada pengungkapan kasus tindak pidana dalam
(Laporan harian, mingguan,bulanan).
16

p. Hubungan Sat. Reskrim dengan Sie Um


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.dalam kegiatan administrasi yang
menyangkut surat menyurat baik intern maupun eksternal
Polres.
2) Mendapatkan produk-produk berupa pilun-pilun yang
valid maupun baru sebagai regerensi

q. Hubungan Sat. Reskrim dengan Siwas


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi, dalam kegiatan gelar perkara kasus
tidak pidana.
2) Mendapatkan pengawasan terhadap anggota dalam hal
lidik/sidik berkas.
3) Pelaporan terhadap kasusTindak Pidana.

r. Hubungan Sat. Reskrim dengan Satwil / polsek


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis
koordinasi, Sebagai pembina fungsi Satuan Reskrim di tingkat
Polsek.

14. Hubungan antar Instansi


s. Dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik
Indonesia ( Badan POM RI ), dalam pemeriksaan
Laboratorium Barang Bukti Narkotika, Psikotropika dan Obatobat
yang berbahaya lainnya. Guna proses penyidikan
t. Dengan Pus Labfor Mabes Polri, dalam pemeriksaan
Laboratorium Barang Bukti.
u. Dengan Rumah sakit Umum kota Sorong, dalam pemeriksaan /
perawatan Tahanan yang menderita Sakit.
v. Dengan Kejaksaan Negeri Tangerang, dalam Perpanjangan
Penahanan, Pengiriman Berkas Perkara dan Pengiriman
tersangka dan Barang Bukti.
w. Dengan Pengadilan Negeri Tangerang, dalam Penetapan
Penggeledahan dan Penyitaan serta Perpanjangan
Penahanan.

15. Penataan Jalur administrasi


a. Kaur Bin Ops mengatur mekanisme surat menyurat yang
masuk dan keluar pada Sat. Reskrim sesuai dengan petunjuk
administrasi Polri.
17

b. Jalur surat menyurat Dinas menggunakan sistem satu pintu (


one door system ) dengan pengaturan sebagai berikut :
1) Surat yang dibuat dan ditandatangani oleh Kasat
Reskrim yang disiapkan oleh konseptor (Kaur Bin Ops).
2) Surat yang akan ditandatangani oleh Kapolres / Waka
Polres, surat setelah diparaf oleh Kasat Reskrim,
selanjutnya diajukan kepada Kapolres / Waka Polres
melalui Ka Taud.
3) Surat yang dikirim keluar instansi, ditanda tangani oleh
Kapolres atau Wakapolres atas nama Kapolres.
4) Surat yang dikeluarkan oleh Sat. Reskrim ( administrasi
Penyidikan ) ditanda tangani oleh Ka Sat Reskrim atas
nama Kapolres.
5) Pedoman surat dan Cap jabatan diatur sebagai berikut:
a. Surat yang ditandatangani oleh Kapolres atau
Waka Polres atas nama Kapolres, penomoran
dan Cap Jabatan dilakukan oleh Taud.
b. Surat yang ditandatangani oleh Kasat Reskrim
atas nama Kapolres ( Administrasi Penyidikan
dan surat intern ) penomoran dan distribusinya
oleh Ur Bin Ops.

BAB IV
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

1. Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar suatu


tujuan yang telah ditentukan dapat berjalan sesuai dengan prosedur
yang telah ditetapkan, guna memperoleh hasil yang maksimal.
2. Pengawasan dan pengendalian dilingkungan Satuan Reserse Kriminal
Polres Sorong dilaksanakan oleh Ka Sat Reskrim dibantu oleh
Kaur Bin Ops dan Kanit Reskrim.
3. Dalam melaksanakan tugas pengawasan dan pengendalian sebagai
berikut:
a. Mengawasi bawahannya apabila terjadi penyimpangan agar
mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Mengelola sumber daya yang tersedia secara efektif dan
efisien serta meningkatkan kemampuan dan daya gunanya.
c. Menjamin ketertiban administrasi keuangan/perbendaharaan
yang harus ditanggung jawabkan dengan menggunakan
seoptimal dan efisien mungkin bagi keberhasilan pelaksanaan
tugas.
18

4. Para pejabat dilingkungan Sat. Reskrim melakukan pengawasan


secara rutin terhadap bawahannya yang dalam melaksanakan
tugasnya tidak sesuai dengan HTCK yang telah ditetapkan.
5. Pengawasan dan pengendalian hubungan internal, eksternal dan
lintas sektoral dilaksanakan para pejabat dilingkungan Sat. Reskrim
Polres Sorong.

BAB V
PENUTUP

Demikian Hubungan dan Tata Cara Kerja Satuan Reserse Kriminal Polres Sorong ini
disusun untuk dijadikan pedoman dalam Pelaksanaan tugas dilingkungan Sat.
Reskrim Polres sorong.

Aimas, 01 Januari 2016


KEPALA SATUAN RESERSE KRIMINAL

BERNADUS OKOKA, SE
AJUN KOMISARIS POLISI NRP 72010356
19

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH PAPUA BARAT
RESOR SORONG
Jl. Klamono Km. 19 Aimas Kab Sorong

HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK)


SAT RESERSE KRIMINAL POLRES SORONG
TH. 2016
20

Aimas, 01 Januari 2016

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... (1)

20. UMUM ..................................................................................................... (1)


21. DASAR .................................................................................................... (1)
22. MAKSUD DAN TUJUAN ...................................................................... (1/2)
23. RUANG LINGKUP .................................................................................. (2)
24. TATA URUT ............................................................................................ (2)

BAB II TUGAS DAN FUNGSI .................................................................................. (3)

25. SATUAN RESERSE KRIMINAL .............................................................. (3)


26. UR BIN OPS RESKRIM .................................................................... (4)
27. UR IDENTIFIASI…………………………………………………………..(5)
28. UR MINTU…………………………………………………………………(6)
29. UNIT I RESUM ....................................................... (4/5)
30. UNIT II EKONOMI ...................................................... (5/6)
31. UNIT III TIPIDKOR ........................................................ (6)
32.

BAB III POKOK – POKOK HTCK ……………………………………………………. (7/8)

33. HUBUNGAN INTERNAL ...................................................................... (7/8)

b. Hubungan Kasat Dengan Kaur Bin Ops


c. Hubungan Kasat Dengan Kaur Mintu
d. Hubungan Kasat Dengan Kaur Identifikasi
e. Hubungan Kasat Dengan Para Kanit Narkoba
21

34. HUBUNGAN EKSTERNAL ................................................................ (8/11)

q. Hubungan Sat Reskrim Dengan Kapolres


r. Hubungan Sat Reskrim Dengan Wakapolres
s. Hubungan Sat Reskrim Dengan Bag Ops
t. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Binmas
u. Hubungan Sat Reskrim Dengan Bag Sumda / Sarpras
v. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Intelkam
w. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Reskrim
x. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Sabhara
y. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Lantas
z. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sie Keu
aa. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sat Tahti
bb. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sie Propam
cc. Hubungan Sat Reskrim Dengan Bag Ren
dd. Hubungan Sat Reskrim Dengan Sie Um
ee. Hubungan Sat Reskrim dengan Siwas
ff. Hubungan Sat Reskrim Dengan Satwil/Polsek

35. HUBUNGAN ANTAR INSTANSI ...................................................... (11/12)

36. HUBUNGAN JALUR ADMINISTRASI ................................................... (12)

BAB IV PENGAWAS PENGENDALI ..................................................................... (13)

BAB V PENUTUP .................................................................................................. (13)


22

BAB I

PENDAHULUAN

1. Umum
i. Sat Reskrimmerupakan bagian yang sangat menentukan
bagi keberhasilan tugas-tugas Kepolisian dibidang
Penyelidikan / penyidikan tindak pidana penyalahgunaan
Narkoba termasuk kejahatan terorganisir serta penyuluhan
dan pembinaan dalam rangka pencegahan dan rehabilitasi
korban penyalahgunaan Narkoba.

5) Dalam pelaksanaan tugasnya Sat ReskrimPolres Metro


Tangerang Kota menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
6) Pembinaan fungsi Penyelidikan / Penyidikan tindak
pidana Narkoba dilaksanakan oleh Unit-unit Narkoba
Polres Metro Tangerang Kota.

7) Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan penyelidikan /


penyidikan tindak pidana Narkotika dengan
memberikan pelayanan / perlindungan khusus kepada
korban / pelaku remaja, anak dan wanita sesuai
ketentuan hukum yang berlaku.

8) Penyelenggaraan pembinaan / penyuluhan dalam


23

rangka pencegahan dan rehabilitasi korban


penyalahgunaan narkotika.
2. Dasar

g. Undang – undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002


tentang Kepolisian Negara RI.
h. Undang – undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009
tentang Narkotika.
i. Keputusan Kapolri Nomor : KEP/366/VI/2010 TGL 16 JUNI 2010
tentang HTCK.

3. Maksud dan Tujuan

a. Maksud
Penyusunan HTCK ( Hubungan Tata Cara Kerja ) Sat.
Narkoba Polres Metro Tangerang Kota dimaksudkan untuk
dijadikan pedoman bagi seluruh Pejabat / anggota di
lingkungan Sat. Narkoba Polres Metro Tangerang Kota.

b. Tujuan
Penyusunan HTCK ( Hubungan Tata Cara Kerja ) Sat.
Narkoba Polres Metro Tangerang Kota bertujuan agar ada
keseragaman tindakan dan langkah dalam mekanisme kerja
pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien serta harmonis.

9) Ruang lingkup
Hubungan Tata Cara Kerja Sat. Narkoba Polres Metro Tangerang
Kota merupakan uraian tugas, fungsi dan pokok-pokok hubungan
dan tata cara kerja yang meliputi hubungan internal dan eksternal
baik yang bersifat vertikal, horizontal maupun diagonal dilingkungan
Polres Metro Tangerang Kota.
10) Tata urut

BAB I PENDAHULUAN

1. Umum
2. Dasar
3. Maksud dan tujuan
24

4. Ruang Lingkup
5. Tata Urut

BAB II TUGAS DAN FUNGSI

6. Satuan Narkoba
7. Wakasat Narkoba
8. Ur bin Ops Sat Narkoba
9. Unit I Sat. Narkoba
10. Unit II Sat. Narkoba
11. Unit III Sat. Narkoba

BAB III POKOK-POKOK HTCK

12. Hubungan Internal


13. Hubungan Eksternal
14. Hubungan Antar Instansi
15. Penataran jalur Administrasi

BAB IV PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

BAB V PENUTUP
BAB II
TUGAS DAN FUNGSI
11) Satuan Narkoba

a. Satuan Narkoba selaku pembantu pimpinan dan unsur


pelaksana utama Polres yang berada dibawah Kapolres Metro
Tangerang Kota.
12) Satuan Narkoba bertugas menyelenggarakan dan membina
fungsi Sat. Narkoba meliputi penyelidikan/penyidikan tindak
pidana penyalahgunaan Narkoba.
13) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penyelidikan/penyidikan
tindak pidana penyalahgunaan Narkoba dengan memberikan
pelayanan/perlindungan kepada korban/pelaku remaja, anak
dan wanita sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
14) Penyelenggaraan pembinaan / penyuluhan dalam rangka
pencegahan dan rehabilitasi korban penyalahgunaan Narkoba
15) Satuan Narkoba dipimpin oleh Kepala Satuan Narkoba yang
disingkat KaSat Reskrimyang bertanggung jawab kepada
Kapolres Metro Tangerang Kota, dalam melaksanakan tugas
kewajibannya dibantu oleh Wakasat, Kaur Bin Ops dan Para
25

Kanit Narkoba.

16) Tugas Pokok Kasat Narkoba, meliputi :

1. Menerapkan rencana dan kegiatan Sat. Narkoba sertamengerahkan,


mengawasi dan mengendalikanpelaksanaannya guna menjamin
tercapainya sasaran.

2. Memberi bimbingan tehnis atas pelaksanaan tugas lidik/ sidik tindak


pidana pemyalahgunaan Narkoba baikterpusat maupun di Polsek-
polsek.

3. Menentukan kebijakan dan pengambilan keputusandalam rangka


memimpin anggota serta mengarahkanfungsi tehnis guna menjamin
terselenggaranya fungsisecara menyeluruh.

4. Memelihara disiplin, tata tertib dan kesadaran hukumserta


meningkatkan kemampuan personil dan materiil,guna mempertinggi
kemampuan berorgaisasi.

5. Mengadakan koordinasi dan supervisi anggotaterhadap segala


kegiatan bidang pembinaandilingkungannya.

6. Menyelenggarakan administrasi penyidikanberdasarkan administrasi


penyidikan Narkoba.

7. Menyampaikan laporan tentang pelaksanaan tugas dankewajibannya


kepada Kapolres.

17) Wakasat

x. WakaSat Reskrimselaku Unsur Wakil Pimpinan / pelaksana


dibawah Kasat Narkoba.

y. WakaSat Reskrimselaku Unsur Wakil Pimpinan / pelaksana


Staf dan organisasi Narkoba membantu KaSat Reskrimdalam
rangka mendukung administrasi operasional Narkoba serta
mencatat, mengolah data dan menyajikan data khususnya
pengendalian kegiatan administrasi penyidikan tindak pidana
penyalahgunaan Narkoba.

z. WakaSat Reskrimselaku unsur wakil pimpinan mengadakan


pengawasan terhadap pelaksanaan penyelidikan dan
penyidikan tindak pidana penyalahgunaan narkoba yang
dilakukan oleh unit-unit narkoba Polres dan Polsek

aa. Tugas pokok wakasat, meliputi :


26

a. Mengkoordinir para kanit dan staf dalam pelaksanaan


tugas sehari-hari.
b. Dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab
kepada Kasat Reserse Narkoba.
c. Mewakili Kasat Reserse Narkoba Narkoba apabila
Kasat berhalangan.

18) Ur Bin Ops

bb. Ur Bin Ops Sat Reskrimselaku Unsur Pembantu Pimpinan /


pelaksana Staf yang berada dibawah Kasat Narkoba.

cc. Ur Bin Ops Sat Reskrimselaku Unsur Pembantu Pimpinan /


pelaksana Staf dan organisasi Narkoba membantu Kasat
Narkoba dalam rangka mendukung administrasi operasional
Narkoba serta mencatat, mengolah data dan menyajikan data
khususnya pengendalian kegiatan administrasi penyidikan
tindak pidana penyalahgunaan Narkoba.

dd. Ur Bin Ops dipimpin Kepala Urusan Pembinaan Operasi,


disingkat Kaur bin Ops yang bertanggungjawab kepada Kasat
Narkoba, dalam melaksanakan tugas kewajibannya dibantu
oleh Ba Min dan Ban Um.

ee. Tugas pokok Kaur Bin Ops, meliputi :

7) Merumuskan dan mengembangkan prosedur tata cara


kerja bagi pelaksanaan penyelidikan / penyidikan
penyalahgunaan Narkoba serta mengawasi,
mengarahkan dan mengevaluasi pelaksanaannya.
8) Menyiapkan rencara dan program kegiatan termasuk
pelaksanaan operasi khusus fungsi Narkoba.
9) Mengatur penyelenggaraan dukungan administrasi
untuk pelaksanaan operasional.
10) Menyelenggarakan administrasi operasional Sat.
Narkoba.
11) Menyelenggarakan administrasi penyidikan
berdasarkan ketentuan juklak/juknis penyidikan dan
didukung dengan tata pengarsipan yang baik.
12) Melaporkan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan
27

tugas dan kewajibannya kepada Kasat Narkoba.

19) Unit I Sat. Narkoba

a. Unit I Sat. Narkoba adalah Unsur Pelaksanan Utama


Operasional Sat. Narkoba yang berada dibawah Kasat
Narkoba.
20) Selaku Agen Utama dan Agen Pelaksana operasional
Narkoba membantu KaSat Reskrimdalam rangka mendukung
operasional Narkoba khususnya dibidang
penyelidikan/penyidikan penyalahgunaan Narkotika.

21) Unit I Sat. Narkoba dipimpin oleh Kepala Unit, disingkat Kanit
yang bertanggung jawab kepada Kasat Narkoba, dalam
melaksanakan tugas kewajibannya dibantu oleh sejumlah
Bintara Unit ( Banit / Penyidik Pembantu).
22) Tugas Pokok Kanit I Sat. Narkoba, meliputi :
ff. Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kasat
Narkoba khususnya mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan bidang tugasnya khususnya
bidang penyelidikan / penyidikan penyalahgunaan
Narkoba.
gg. Menyelenggarakan komunikasi baik dengan anggota
maupun dengan pimpinan ( KaSat Reskrim).
hh. Mengadakan koordinasi kerjasama dengan instansi
terkait dalam rangka proses penyelidikan / penyidikan
sesuai dengan prosedur yang berlaku.
ii. Melaksanakan tugas sesuai dengan perintah pimpinan.
jj. Bertanggung jawab dan melaporkan pelaksanaan tugas
kewajibannya kepada Kasat Narkoba.

23) Unit II Sat Narkoba

a. Unit II Sat. Narkoba adalah Unsur Pelaksanan Utama


Operasional Sat. Narkoba yang berada dibawah Kasat
Narkoba.
b. Selaku Agen Utama dan Agen Pelaksana operasional
Narkoba membantu KaSat Reskrimdalam rangka mendukung
operasional Narkoba khususnya dibidang
penyelidikan/penyidikan penyalahgunaan Psikotropika.
c. Unit II sat. Narkoba dipimpin oleh Kepala Unit, disingkat Kanit
yang bertanggung jawab kepada Kasat Narkoba, dalam
melaksanakan tugas kewajibannya dibantu oleh sejumlah
Bintara Unit ( Banit / Penyidik Pembantu).
d. Tugas Pokok Kanit II Sat. Narkoba, meliputi :
1. Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kasat
28

Narkoba khususnya mengenai hal-hal yang


berhubungan dengan bidang tugasnya khususnya
bidang penyelidikan / penyidikan penyalahgunaan
Narkoba.
2. Menyelenggarakan komunikasi baik dengan anggota
maupun dengan pimpinan ( KaSat Reskrim).
3. Mengadakan koordinasi kerjasama dengan instansi
terkait dalam rangka proses penyelidikan / penyidikan
Melaporkan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan
tugasnya kepada Kasat Narkoba.
4. Melaksanakan tugas sesuai dengan perintah pimpinan.
5. Bertanggung jawab dan melaporkan pelaksanaan tugas
kewajibannya kepada Kasat Narkoba.

24) Unit III Sat. Narkoba

a. Unit III Sat. Narkoba adalah Unsur Pelaksanan Utama


Operasional Sat. Narkoba yang berada dibawah Kasat
Narkoba.
b. Selaku Agen Utama dan Agen Pelaksana operasional
Narkoba membantu KaSat Reskrimdalam rangka mendukung
operasional Narkoba khususnya dibidang
penyelidikan/penyidikan penyalahgunaan Narkoba.
c. Unit III Sat. Narkoba dipimpin oleh Kepala Unit, disingkat Kanit
yang bertanggung jawab kepada Kasat Narkoba, dalam
melaksanakan tugas kewajibannya dibantu oleh sejumlah
Bintara Unit ( Banit / Penyidik Pembantu).
d. Tugas Pokok Kanit III Sat. Narkoba, meliputi :
1) Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Kasat
Narkoba khususnya mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan bidang tugasnya khususnya
bidang penyelidikan / penyidikan penyalahgunaan
Narkoba.
2) Menyelenggarakan komunikasi baik dengan anggota
maupun dengan pimpinan ( KaSat Reskrim).
3) Mengadakan koordinasi kerjasama dengan instansi
terkait dalam rangka proses penyelidikan / penyidikan
sesuai dengan prosedur yang berlaku.
4) Melaksanakan tugas sesuai dengan perintah pimpinan.
5) Bertanggung jawab dan melaporkan pelaksanaan tugas
kewajibannya kepada Kasat Narkoba.

BAB III

POKOK-POKOK HTCK
29

12. Hubungan Internal


a. Hubungan KaSat Reskrimdengan Kaur Bin ops
1. Hubungan bersifat struktural dan bentuk hubungan
adalah garis menerima perintah / laporan.
25) Menyelenggarakan rapat staf secara rutin/periodik
dalam membahas permasalahan tugas yang harus
diselesaikan.
26) Memberikan perintah baik secara langsung maupun
melalui disposisi tentang pelaksanaan tugas kepada
Kaur Bin ops.
27) Memberikan arahan/petunjuk dan koreksi terhadap
hasil tugas yang dilaksanakan oleh para anggota staf.

a. Hubungan KaSat Reskrimdengan para Kanit Narkoba.


1. Hubungan bersifat struktural dan bentuk hubungan
adalah garis menerima perintah / laporan.
2. Menyelenggarakan rapat / APP secara rutin/periodik
dalam membahas permasalahan tugas yang harus
diselesaikan.
3. Memberikan perintah baik secara langsung maupun
melalui disposisi tentang pelaksanaan tugas kepada
Kanit Narkoba.
4. Memberikan arahan/petunjuk dan koreksi terhadap
hasil tugas yang dilaksanakan oleh para anggota Unit.

a. Hubungan Eksternal

c. Hubungan Sat. Narkoba dengan Kapolres.

5. Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan


adalah garis menerima perintah/laporan.

6. Melaksanakan perintah Kapolres yang berkaitan


dengan bidang tugasnya baik yang bersifat
operasional, pembinaan dan khusus baik secara
langsung maupun melalui disposisi.

7. Memberikan saran pendapat terhadap tindakan dan


keputusan yang akan diambil oleh Kapolres baik intern
maupun ekstern sesuai dengan tugas dan fungsi Sat. reskrim.

8. Menandatangi surat-surat atas nama Kapolres


terutama surat yang bersifat segera dan ada
kaitannya dengan tugas fungsi Sat. Narkoba dan
30

menandatangani administrasi Penyidikan Narkoba.

9. Mewakili Kapolres apabila berhalangan pada rapatrapat


yang ada kaitannya dengan tugas pokok Sat.
Narkoba maupun tugas umum Kepolisian lainnya.

d. Hubungan Sat. Narkoba dengan Waka Polres

1) Hubungan bersifat vertikal dan bentuk hubungan


adalah garis menerima perintah/laporan.
2) Melaksanakan koordinasi dalam rangka pelaksanaan
Tugas yang berkaitan dengan Tindak Pidana Narkoba.

3) Memberikan saran pendapat terhadap tindakan dan


keputusan yang akan diambil baik bersifat intern
maupun ekstern sesuai dengan tugas dan fungsi Sat.
Narkoba.
b. Mewakili Waka Polres apabila berhalangan pada rapatrapat
yang ada kaitannya dengan tugas pokok Sat.
Narkoba maupun tugas umum Kepolisian lainnya.

e. Hubungan Sat. Narkoba dengan Bag Ops.

6) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan


adalah garis koordinasi.
7) Melaksanakan koordinasi dalam rangka pelaksanaan
tugas umum Kepolisian baik pelaksanaan Operasi
Rutin maupun Operasi Khusus Kepolisian.
8) Memberikan masukan kepada Bag Ops apabila
Di perlukan sesuai dengan tugas dan fungsi Sat
Narkoba.
9) Memberikan informasi kepada Bag Ops tentang
rencana kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan
Narkoba kepada masyarakat.
10) Memberikan data / laporan hasil pelaksanaan tugas
dibidang Narkoba baik Harian, Mingguan maupun
Bulanan.

kk. Hubungan Sat. Narkoba dengan Sat Binmas.

4) Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan


adalah garis koordinasi.
5) Melaksanakan koordinasi dalam rangka pelaksanaantugas umum
Kepolisian khususnya bidang Kemitraandengan masyarakat.
31

6) Memberikan masukan kepada Bag Bina Mitra apabiladiperlukan


sesuai dengan tugas dan fungsi Sat.Narkoba.

ll. Hubungan Sat. Narkoba dengan Bag Sumda

1. Hubungan bersifat diagonal dan bentuk hubungan


adalah garis koordinasi.
2. Pengurusan hak-hak anggota yang menyangkut Bin Pers dan Wat
Pers antara lain UKP, UKG, Tanda Jasa, Dikjur Lan / Bang, Mutasi,
dan akhir Dinas.
3. Koordinasi dalam menentukan kebijakan masalah Bin Pers dan
penyusunan Pilun-pilun.
4. Koordinasi dalam hal alut dan alsus (Sarpras).

5. Berkoordinasi dalam kegiatan pelayanan kesehatan


personil Sat. Narkoba.
6. Berkoordinasi dalam kegiatan pelayanan kesehatan
Tahanan Narkoba yang menderita sakit.

mm. Hubungan Sat Reskrimdengan Sat. Intelkam


4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
5) Mengundang Gelar Perkara yang menonjol guna
mendapatkan saran pendapat.
6) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
penyalahgunaan Narkotika guna dilakukan
penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.

nn. Hubungan Sat. Narkoba dengan Sat. Reskrim


4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
5) Mengundang Gelar Perkara yang menonjol guna
mendapatkan saran pendapat.
6) Memberikan informasi kepada Sat. Reskrim tentang
terjadinya suatu tindak pidana yang meresahkan
masyarakat untuk dilakukan penyelidikan/penyidikan
lebih lanjut.
7) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
penyalahgunaan Narkotika guna dilakukan
penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.

oo. Hubungan Sat. Narkoba dengan Sat. Sabhara


4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
32

adalah garis koordinasi.


5) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
penyalahgunaan Narkotika guna dilakukan
penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.
6) Memberikan informasi kepada Sat. Samapta sesuai
dengan bidang tugasnya ( TURJAWALI ) untuk
diketahui dan ditindak lanjuti.

pp. Hubungan Sat. Narkoba dengan Sat. Lantas


3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
4) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
penyalahgunaan Narkotika guna dilakukan
penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.

5) Memberikan informasi kepada Sat. Lantas sesuai


dengan bidang tugasnya ( TURJAWALI dan Gakkum
Lantas ) untuk diketahui dan ditindak lanjuti.

qq. Hubungan Sat. Narkoba dengan Sie Was


3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
4) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
penyalahgunaan Narkotika guna dilakukan penyelidikan/penyidikan
lebih lanjut.
5) Memberikan laporan setiap bulannya.

rr. Hubungan Sat. Narkoba dengan Sitipol


2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
3) Koordinasi dalam kegiatan telekomunikasi dan
mendapatkan produk-produk berupa pilun-pilun yang
vali maupun yang baru.

ss. Hubungan Sat. Narkoba dengan Sie Propam


2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
3) Memberikan informasi kepada P3D tentang adanya
penyimpangan prilaku dan tindakan yang dilakukan
oleh anggota Sat. Narkoba untuk dilakukan pembinaan
disiplin dalam rangka penegakan hukum dan pemulihan
profesi.

tt. Hubungan Sat. Narkoba dengan Sie Tahti


2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
33

adalah garis koordinasi.


3) Berkoordinasi tentang Tahanan dan Barang Bukti.
Melaporkan setiap ada pengungkapan Narkoba
a. (Laporan mingguan).

uu. Hubungan Sat. Narkoba dengan Sie Um


3) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
4) Berkoordinasi dalam kegiatan administrasi yang
menyangkut surat menyurat baik intern maupun ekstern
Polres.
5) Mendapatkan produk-produk berupa pilun-pilun yang
valid maupun baru sebagai regerensi

vv. Hubungan Sat. Narkoba dengan Siwas


4) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
5) Berkoordinasi dalam kegiatan gelar perkara kasus
Narkoba.
6) Mendapatkan pengawasan terhadap anggota dalam hal
lidik/sidik berkas.
7) Pelaporan terhadap Tindak Pidana Korupsi.

ww. Hubungan Sat. Narkoba dengan Satwil / polsek


2) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan adalah garis
koordinasi.
3) Sebagai pembina fungsi Narkoba di tingkat Polsek.

14. Hubungan antar Instansi

xx. Dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik


Indonesia ( Badan POM RI ), dalam pemeriksaan
Laboratorium Barang Bukti Narkotika, Psikotropika dan Obatobat
yang berbahaya lainnya.
yy. Dengan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN
RI), dalam pemeriksaan Laboratorium Barang Bukti
Narkotika, Psikotropika.
zz. Dengan Pus Labfor Mabes Polri, dalam pemeriksaan
Laboratorium Barang Bukti Narkotika, Psikotropika.
aaa. Dengan Rumah Umum Tangerang, dalam pemeriksaan /
perawatan Tahanan Narkoba yang menderita Sakit.
bbb. Dengan Kejaksaan Negeri Tangerang, dalam Perpanjangan
Penahanan, Pengiriman Berkas Perkara dan Pengiriman
34

tersangka dan Barang Bukti.


ccc. Dengan Pengadilan Negeri Tangerang, dalam Penetapan
Penggeledahan dan Penyitaan serta Perpanjangan
Penahanan.

15. Penataan Jalur administrasi


c. Kaur Bin Ops mengatur mekanisme surat menyurat yang
masuk dan keluar pada Sat. Narkoba sesuai dengan petunjuk
administrasi Polri.
d. Jalur surat menyurat Dinas menggunakan sistem satu pintu (
one door system ) dengan pengaturan sebagai berikut :
6) Surat yang dibuat dan ditandatangani oleh Kasat
Narkoba yang disiapkan oleh konseptor (Kaur Bin Ops).
7) Surat yang akan ditandatangani oleh Kapolres / Waka
Polres, surat setelah diparaf oleh Kasat Narkoba,
selanjutnya diajukan kepada Kapolres / Waka Polres
melalui Kataud.
8) Surat yang dikirim keluar instansi, ditanda tangani oleh
Kapolres atau Wakapolres atas nama Kapolres.
9) Surat yang dikeluarkan oleh Sat. Narkoba ( administrasi
Penyidikan ) ditanda tangani oleh KaSat Reskrimatas
nama Kapolres.
10) Pedoman surat dan Cap jabatan diatur sebagai berikut:
a. Surat yang ditandatangani oleh Kapolres atau
Waka Polres atas nama Kapolres, penomoran
dan Cap Jabatan dilakukan oleh Taud.
b. Surat yang ditandatangani oleh Kasat Narkoba
atas nama Kapolres ( Administrasi Penyidikan
dan surat intern ) penomoran dan distribusinya
oleh Ur Bin Ops.

c. Hubungan Sat. Narkoba dengan Bag Ren


1) Hubungan bersifat horizontal dan bentuk hubungan
adalah garis koordinasi.
2) Menerima informasi tentang terjadinya tindak pidana
penyalahgunaan Narkotika guna dilakukan
penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.
3) Mengirimkan Rencana Anggaran Sat Reskrimselama
satu tahun.
4) Mengirimkan laporan mingguan 100 hari Kapolri.
5) Mengirimkan Laporan bulanan pengungkapan dan
penyelesaian tindak pidana Narkoba.

BAB IV
35

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

1. Fungsi pengawasan dan pengendalian dimaksudkan agar suatu


tujuan yang telah ditentukan dapat berjalan sesuai dengan prosedur
yang telah ditetapkan, guna memperoleh hasil yang maksimal.
2. Pengawasan dan pengendalian dilingkungan Sat. Narkoba Polres
Metro Tangerang dilaksanakan oleh KaSat Reskrimdibantu oleh
Kaur Bin Ops dan Kanit Narkoba.
3. Dalam melaksanakan tugas pengawasan dan pengendalian sebagai
berikut:
a. Mengawasi bawahannya apabila terjadi penyimpangan agar
mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Mengelola sumber daya yang tersedia secara efektif dan
efisien serta meningkatkan kemampuan dan daya gunanya.

c. Menjamin ketertiban administrasi keuangan/perbendaharaan


yang harus ditanggung jawabkan dengan menggunakan
seoptimal dan efisien mungkin bagi keberhasilan pelaksanaan
tugas.
4. Para pejabat dilingkungan Sat. Narkoba melakukan pengawasan
secara rutin terhadap bawahannya yang dalam melaksanakan
tugasnya tidak sesuai dengan HTCK yang telah ditetapkan.
5. Pengawasan dan pengendalian hubungan internal, eksternal dan
lintas sektoral dilaksanakan para pejabat dilingkungan Sat. Narkoba
Polres Metro Tangerang.

BAB V
PENUTUP
Demikian Hubungan dan Tata Cara Kerja Satuan Reserse Narkoba Polres
Metro Tangerang Kota ini disusun untuk dijadikan pedoman dalam
pelaksanaan tugas dilingkungan Sat. Resnarkoba Polres Metro Tangerang
Kota.

Aimas, 01 Januari 2016


KEPALA SATUAN RESERSE KRIMINAL

BERNADUS OKOKA, SE