Anda di halaman 1dari 15

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK

(LKPD) KD 3.7 - HEREDITAS


KELOMPOK 3 HAF

LKPD 1 KEGIATAN DISKUSI


HUKUM I MENDEL

Sekolah :
Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XII/Genap
Kelompok :
Anggota : 1.
2.
3.
4.

A. PENDAHULUAN
Hereditas berarti penurunan sifat-sifat genetik dari orang tua ke anak. Ilmu yang mempelajarinya
disebut genetika. Perkawinan akan menghasilkan keturunan yang mempunyai bentuk fisik dan
sifat yang mirip dengan orang tua. Hal ini terjadi karena sifat yang terdapat pada gen dalam
nukleus sel sperma akan bergabung dengan gen dalam nukleus sel telur. Dari perkawinan itu,
akan menghasilkan suatu individu yang didalamnya terdapat gabungan dari sifat-sifat gen
tersebut.

Gregor Johan Mendel adalah tokoh genetika yang diakui sebagai penemu hukum-hukum
hereditas atau pewarisan sifat dalam bukunya Theory of Partieulate Inheritance. Mendel
menerangkan adanya fenomena faktor keturunan (gen) yang secara kekal diwariskan dari induk
kepada keturunannya melalui hukum pemisahan. Teori ini dibangun penyilangan kacang kapri,
sifat suatu individu yang genotipnya terdiri atas gen gen yang sama dari tiap jenis gen misalnya
RR, rr, AABB, aabb disebut homozigot. Dari sifat individu yang genotipnya terdiri atas gen-gen
yang berlainan dari tiap jenis gen disebut heterozigot, misalnya Rr, Ab, Bb.

Hibrid merupakan perkawinan dua individu yang mempuinyai sifat beda, hibrid dibedakan
menjadi monohibrid (satu sifat beda, Aa), dihibrid (dua sifat beda, Aa, Bb), trihibrid (tiga sifat
beda, AaBbCc)

Hukum I Mendel (Hukum Segregasi)


Hukum I Mendel diperoleh dari hasil perkawinan monohibrid yaitu persilangan dengan satu sifat
beda, hukum I mendel mengatakan bahwa pada waktu pembentukan gamet terjadi segregasi
(pemisahan) alel-alel suatu gen secara bebas dari diploid menjadi haploid.
Contoh perkawinan mohohibrid
P : BB (biji bulat) x bb (biji berkerut)
Gamet :B
F1 : Bb (biji bulat)
F1 x F2 : Bb x Bb
Gamet : B,b B,b
F2 : B b
B BB (bulat) Bb (bulat)
b Bb (bulat) bb (berkerut)
Perbandingan fenotip = bulat : berkerut = 3 : 1 dan genotip = BB : Bb : bb = 1 ; 2 : 1
Dari perkawinan monohibrid tersebut dapat disimpulkan :
1. Semua individu F1 adalah seragam
2. Jika dominan nampak sepenuhnya, individu F1 memilik fenotip seperti induknya yang
dominan.
3. Pada waktu individu F1 heterozigot membentuk gamet, terjadilah pemisahan alela sehingga
gamet hanya memiliki salah satu alel saja.
4. Jika dominasi penuh akan menghasilkan dengan perbandingan fenotip 3 : 1 perbandingan
genotip 1 : 2 : 1
Kadang-kadang individu hasil perkawinan tidak didominasi oleh salah satu induknya. Dengan
kata lain, sifat dominan tidak muncul secara penuh. Peristiwa ini menunjukkan adanya sifat
intermediat.

B. TUJUAN
Setelah selesai mempelajari LKPD 1 ini diharapkan kalian mampu:
1. Mengidentifikasi Persilangan Monohibrid
2. Menentukan sifat intermediet pada makhluk hidup
C. ALAT DAN BAHAN
1. Stoples dua buah
2. Kancing berwarna merah 6 biji
3. Kancing berwarna putih 6 biji

D. CARA KERJA
1. Pada masing-masing stoples masukkan 6 kancing putih dan 6 kancing merah. Dua stoples
tersebut mewakili dua individu pada generasi F1 pada percobaan, kancin merah mewakili
gen dominan (M) dan kancing putih mewakili gen resesif (m).
2. Kocok masing-masing stoples h ingga semua kancing bercampur.
3. Masukkan satu tangan ke dalam satu stoples dan tangan satunya ke stoples lain. Ambil
kancing tersebut secara bersamaan dan acak (jangan memilih waktu mengambil). Letakkan
kedua kancing tersebut di atas meja (kancing mewakili zigot). Catat hasilnya apakah
kombinasi kancing berupa merah- merah, merah-putih, atau putih-putih.
4. Ulangi proses ini 10 kali

Tabel hasil 1 :
Pengambilan Kancing yang terambil
ke MM (merah) Mm (merah) mm (putih)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah

Pertanyaan :
1. Hitunglah frekuensi fenotip dan genotipnya dari 10 kali pengambilan, bandingkan pula
dengan perbandingan menurut Mendel!
Jawab : ..............................................................................................
2. Buatlah diagram persilangannya!
Jawab : ..............................................................................................

Sifat Dominasi Tidak Penuh (Intermediat)


Lakukan seperti kegiatan di atas, tetapi pada kegiatan ini memiliki kemungkinan sifat
intermediat, bila diperoleh 1 kancing merah dan 1 kancing putih, zigotnya memiliki genotif Mm
dan fenotipnya merah muda (intermediat).
Catat hasilnya pada tabel 2 di bawah ini.
Pengambilan Kancing yang terambil
ke MM (merah) Mm (merah) mm (putih)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah

Pertanyaan
1. Berapakah perbandingan fenotip dan genotipnya pada F2.
2. Samakah perbandingan tersebut dengan perbandingan yang dikemukakan Mendel?
LKPD 2 KEGIATAN PENGAMATAN
FENOTIP DAN GENOTIP PADA MANUSIA

Sekolah :
Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XII/Genap
Kelompok :
Anggota : 1.
2.
3.
4.

A. PENDAHULUAN
Seperti yang telah kita ketahui, hereditas merupakan penurunan sifat (inheritansi) dari suatu
generasi ke generasi berikutnya melalui proses perkawinan. Kita dapat melihat suatu sifat pada
diri kita yang akan hampir sama dengan orang tua kita, misalnya warna kulit, rambut keriting,
mata sipit, warna mata dll. Sifat-sifat seperti ini merupakan hasil dari ekspresi gen yang
diwariskan dari generasi sebelumnya. Di dalam gen tersimpan informasi- informasi yang telah
terkode secara rapi dalam unit-unit herediter. Ada puluhan rigu gen yang diwariskan oleh orang
tua kita, walapun jenis genotipnya sama, ternyata dalam kenyataannya gen-gen tersebut akan
menunjukan fenotip yang berbeda pada setiap individu.

Sifat-sifat manusia diwariskan kepada keturunannya mengikuti pola tertentu. Sifat-sifat tersebut
diwariskan melalui gen yang terdapat didalam sel kelamin.

Umumnya hanya satu gen yang bertanggung jawab pada penentuan sifat tertentu
(allelomorf=allele) dan terdapat dalam sel kelamin. Setiap individu yang terjadi sebagai hasil
fertilisasi sel telur oleh spermatozoid, memiliki sifat yang ditentukan 50% oleh sel telur dan 50%
oleh kelamin jantan.

Gen yang menetukan sifat manusia ini ada yang dominan (D) dan ada pula yang resesif (R). ciri-
ciri warisan ditentukan oleh pengaruh gen dominan dan gen resesif ini.

Untuk mengamati genotip seseorang diperlukan data tentang fenotipnya, yaitu sifat yang tampak
dan dapat diobservasi. Fenotip ada yang dengan mudah dapat diobservasi menggunakan mata
biasa, namun fenotif yang lain memerlukan alat dan bahan tambahan untuk menetukannya.
Misalnya sifat peras PTC, golongan darah, kekebalan dan sebagainya.

B. TUJUAN
Setelah selesai mempelajari LKPD 2 ini diharapkan kalian mampu:
1. Mengidentifikasi sifat Genotype
2. Mengidentifikasi sifat fenotipe
3. Membandingkan antara sifat genotype dengan penotipe
4. Membuat model cakram genetika berdasarkan hasil pengamatannya.

C. Alat dan Bahan


1. Siswa dengan berbagai fenotif
2. Buku dan alat tulis (Kertas HVS, jangka, cat warna, penggaris, pulpen)
3. LKPD

D. Langkah kerja
1. Praktikum ini dilakukan secara kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 - 8 orang ( terdiri
dari wanita dan pria ) ;
2. Lakukan candra pada sifat-sifat yang tampak pada setiap anggota kelompok.
3. Tuliskan hasil pengamatan pada tabel , tentukan kemungkinan genotip dan sifat tersebut
dengan mengingat sifat dominan dan resesifnya masing-masing ;
4. Ambil 6 sifat yang teramati mencakup: jenis kelamin, kemampuan menggulung lidah,
lesung pipi, rambut, cuping telinga, dan golongan darah. Buat cakram genetika berdasarkan
pengamatan dari karakteristik anggota kelompok tersebut ( tiap individu dalam kelompok
diberi warna yang berbeda)

E. PENGAMATAN

Tabel 1. Keterangan Tabel Hasil Pengamatan


Jenis Kelamin
Ciri yang diamati
Laki-laki Perempuan
1. Kemampuan Dapat (R-) Tidak (rr) Dapat (R-) Tidak (rr)
menggulung lidah
2. Lesung pipi Ya (P-) Tidak (pp) Ya (P-) Tidak (pp)
3. Ibu jari dapat Dapat (B-) Tidak (bb) Dapat (B-) Tidak (bb)
dibengkokkan
4. Rambut Keriting Lurus (kk) Keriting Lurus (kk)
(KK,Kk) (KK,Kk)
5. Tapak kaki Leper (L-) Melengkung Leper (L-) Melengkung
(ll) (ll)
6. Cuping telinga Bebas Melekat (bb) Bebas (BB,Bb) Melekat (bb)
(BB,Bb)
7. Tinggi badan Tinggi Pendek (tt) Tinggi (TT,Tt) Pendek (tt)
(TT,Tt)
8. Golongan darah A, B AB, O A, B AB, O
9. Warna Iris mata Cokelat (C-) Hitam (cc) Cokelat (C-) Hitam (cc)
10. Bentuk mata Sipit Tidak sipit (ss) Sipit (SS,Ss) Tidak sipit (ss)
kelopak (SS,Ss)

Tabel 2. Hasil Pengamatan kelompok


Anggota Kelompok
Ciri yang diamati
1. Jenis Kelamin
2. Kemampuan
Menggulung
lidah
3. Lesung pipi
4. Rambut
5. Cuping telinga
6. Golongan
darah
7. Tapak kaki
8. Cuping telinga
9. Warna iris
mata
10. Bentuk
kelopak mata

Pertanyaan:
1. Sifat yang mana yang memiliki persamaan terbanyak diantara anggota kelompok kalian?
2. Sifat yang mana yang memiliki perbedaan terbanyak diantara anggota kelompok kalian?
3. Berdasarkan persamaan dan perbedaan tersebut, bagaimana tingkat kekerabatan populasi
dalam kelompok anda? jelaskan!

Kegiatan II : Merumuskan Pedigree / Peta silsilah suatu keluarga.


Bacalah cerita keadaan sebuah keluarga dibawah ini:

Nama saya darto, usia 25 tahun. Saya memiliki kulit tubuh yang sangat putih (kemerahan)
dan rentan dengan cahaya matahari langsung. Saya tidak tahu mengapa ini terjadi pada diri saya.
Padahal kedua orang tua, paman, bibi, maupun kakek-nenek saya berkulit normal. Begitu juga
dengan kedua adik perempuan dan satu adik laki-laki saya. Saya sudah menikah dengan istri
saya, yanti (23 tahun) yang berkulit normal.
Sekarang kami sudah dikaruniai sepasang anak yang normal. Berdasarkan cerita diatas
buatlah pedigree yang mungkin terjadi pada keluarga tersebut!
Pertanyaan:
1. Berapa generasi yang dapat anda temukan pada cerita diatas dan apa nama sifat yang
diturunkan dalam keluarga tersebut!
2. Apakah penurunan sifat tersebut berkaitan dengan jenis kelamin? Jelaskan!
3. Jika sifat yang anda amati bersifat negatif (buruk), bagaimana cara anda mencegah
kemunculan sifat tersebut pada generasi selanjutnya!

Jawaban
1. 4 generasi
2. tidak, albino merupakan penyakit yang menurun dari autosom resesif. Albino terjadi karena
adanya kegagalan dalam pembentukan pigmen melanin yang berfungsi untuk melindungi
sinar UV. Genotip albino adalah aa. Berbeda dengan genotip normal yaitu AA dan genotip
normal dengan gen albino yaitu Aa.
3. cara pencegahan, penderita albinisme disarankan untuk melakukan konsultasi dengan ahli
genetika. Konsultasi ini bertujuan untuk memahami peluang terjadinya albinisme kepada anak,
cucu, cicit, atau keturunan berikutnya.

Kegiatan III :
Merumuskan teori kemungkinan jenis kelamin
Pada manusia, jenis kelamin ditentukan berdasarkan tipe XY. Gonosom Y merupakan
faktor penentu jenis kelamin laki-laki. Jika sel tubuh seseorang mengandung gonosom Y, berarti
orang tersebut berjenis kelamin laki-laki, meskipun memiliki beberapa kromosom X. Sementara
itu, jika sel tubuh seseorang hanya mengandung satu macam gonosom X (tanpa Y), orang
tersebut berjenis kelamin wanita. Lengkapilah bagan berikut ini..!

Teori kemungkinan pada jenis kelamin adalah perbandingan antara peristiwa yang
diharapkan dengan peristiwa yang mungkin terjadi pada kemunculan jenis kelamin dalam suatu
perkawinan. Rumus teori kemungkinan adalah sebagai berikut.

( l + p )n

l = kemungkinan lahir anak laki-laki = 50% = ½


p = kemungkinan lahir anak perempuan = 50% = ½
n = jumlah anak yang diharapkan

Pertanyaan:
1. Roni menikah dengan Rini. Mereka merencanakan mempunyai 3 anak, dua laki-laki dan
satu perempuan. Berapa persen kemungkinan harapan keluarga tersebut?
Jawab :
l= 2
p= 1
n= 3
maka, ( l + p )n = (2 + 1)3
LKPD 4 KEGIATAN DISKUSI
SIMULASI PENGARUH GEN LETHAL

Sekolah :
Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XII/Genap
Kelompok :
Anggota : 1.
2.
3.
4.

A. PENDAHULUAN
Gen lethal merupakan gen yang menyebabkan kematian individu yang memilikinya bila dalam
keadaan homozigot. Ada dua jenis gen lethal, yaitu lethal dominan dan lethal resesif.

B. TUJUAN
Setelah selesai mempelajari LKPD 3 ini diharapkan kalian mampu:
a) Mengidentifikasi gen letal pada manusia
b) Melakukan percobaan simulasi mekanisme gen lethal pada makhluk hidup
c) Menyajikan data simulasi kemungkinan peristiwa gen lethal pada makhluk hidup
d) mempresentasikan mekanisme gen letal pada makhluk hidup

C. ALAT DAN BAHAN


Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan ini adalah:
- Bola kertas 2 warna (hitam dan putih) (berjumlah 10 tiap kelompok)
- Kotak
- Lembar Pengamatan

D. CARA KERJA
1) Buatlah kelompok praktikum dengan jumlah anggota tiap kelompok 4 orang
2) Setiap kelompok menyiapkan bola kertas, kotak, lembar pengamatan, dan alat tulis yang
dibutuhkan
3) Isilah tiap-tiap gelas dengan 5 bola kertas warna hitam dan 5 bola kertas warna putih Setelah itu
lakukan kegiatan sebagai berikut:
Untuk kasus Letal dominan (gen letal pada ayam redep)
a) Bola kertas hitam diumpamakan sebagai gen dominan (C) dan bola kertas putih diumpamakan
sebagai gen resesif (c)
b) Ambil satu bola kertas dari gelas A dan satu bola kertas dari gelas B (Catatan: pengambilan
harus dilakukan tanpa melihat)
c) Catat hasil pertemuan kedua bola kertas pada tabel pengamatan, tuliskan fenotif yang terbentuk!
d) Dengan mengembalikan bola kertas yang telah terambil, lakukan pengocokan bola kertas pada
kotak. Kemudian ulangi pengambilan sebanyak 5 kali!
Untuk kasus Letal resesif (gen letal pada jagung)
a) Bola kertas hitam diumpamakan sebagai gen dominan (G) dan bola kertas putih diumpamakan
sebagai gen resesif (g)
b) Lakukan langkah (b) sampai (d) seperti pada kasus letal dominan
4) Pindahkan tabel hasil percobaan pada kolom yang telah disediakan untuk dipresentasikan di depan
kelas!
E. HASIL PERCOBAAN
Letal dominan
No Pengambilan Ke- Genotif Fenotif

Letal Resesif
No Pengambilan Ke- Genotif Fenotif

F. PERTANYAAN DISKUSI
a. ada berapa macam fenotif dan genotif yang muncul dalam persilangan?
Jawab:

b. Bagaimanakah perbandingan fenotif keturunannya?


Jawab:

c. Berapakah persentase keturunan yang hidup dan mati?


Jawab:

d. Buatlah diagram persilangannya jika kedua induk heterozigot pada dua kasus gen letal diatas!
Hitung pula rasio fenotif dan genotifnya
Jawab:

e. Berilah contoh lain gen lethal dominan dan gen letal resesif yang dapat terjadi pada makhluk hidup!
Jawab:

G. KESIMPULAN
Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kalian lakukan!

Jawaban
Contoh gen letal pada makhluk hidup
 penderita sicklemia
 talasemia
 tumbuhan albino
 ekor pendek mencit
 tikus berambut kuning
LKPD 4 KEGIATAN DISKUSI
HEREDITAS GOLONGAN DARAH

Sekolah :
Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XII/ Genap
Kelompok :
Anggota : 1.
2.
3.
4.

A. PENDAHULUAN
Salah satu sifat menurun pada manusia adalah golongan darah. Menurut Landsteiner, terdapat
beberapa macam golongan darah, salah satunya adalah system ABO.
Menurut sistem ini, golongan darah manusia dibedakan atas 4 macam, yaitu sebagai berikut.
1) Golongan darah A apabila dalam sel darah merahnya terdapat antigen A. Adanya antigen
tersebut dikendalikan oleh gen IA.
2) Golongan darah B apabila dalam sel darah merahnya terdapat antigen B. Adanya antigen
tersebut dikendalikan oleh gen IB.
3) Golongan darah A dan B apabila dalam sel darah merahnya terdapat antigen A dan B,
masing-masing kemunculannya dikendalikan oleh gen IA dan IB.
4) Golongan darah O apabila dalam sel darah merahnya tidak terdapat antigen A atau B.
Keadaan ini timbal balik karena dikendalikan oleh gen IO yang bersifat sensitif, baik
terhadap gen IA maupun gen IB.
Jadi, gen IA dan IB adalah 2 gen yang bersifat kodominan, artinya sifat yang dibawa oleh
kedua gen itu akan muncul secara bersama-sama bila gen itu ada.

TUJUAN
Setelah selesai mempelajari LKPD 4 ini diharapkan kalian mampu:
1. Menganalisis Penggolongan darah menurut system A,B,O pada manusia
2. Memprediksi genotif dan fenotip golongan darah orang tua, jika diketahui genotif kedua
anak-anaknya

Alat dan Bahan


3. Siswa dengan berbagai golongan darah
4. LKPD
5. Buku dan alat tulis

Aktivitas
1. Genotip orang bergolongan darah B adalah sebagai berikut :
Jawab:………………………………………………………………………………………
Orang yang bergolongan darah O dengan yang bergolongan darah A homozigot, maka
kemungkinan golongan darah anak-anaknya adalah:

P : ………………………………………………………………………………………….

G :………………………………………………………………………………………….

F1:………………………………………………………………………………………….

Jadi keturunan pertama akan selalu bergolongan darah A heterozigot.

2. Bila terjadi perkawinan antara orang bergolongan darah O dengan orang bergolongan darah
AB. Buatlah digram persilangannya pada tempat berikut:
P : …………………………………………………………………………………………….

G :…………………………………………………………………………………………….

F1:…………………………………………………………………………………………….

3. Kemungkinan anaknya memiliki golongan darah A = ………………………….………. %

Kemungkinan anaknya memiliki golongan darah B = …………………………………. %

Kemungkinan anaknya memiliki golongan darah AB = ………………………………. %

Kemungkinan anaknya memiliki golongan darah O = …………………………………. %

4. Seorang anak bergolongan darah A, maka kemungkinan darah pasangan orang tuanya adalah :

Jawab:…………………………………………………………………………………………
………………………………………..

5. Pasangan golongan darah orang tua yang memberi kemungkinan lahirnya anak-anak dengan
golongan darah lengkap (artinya mempunyai kemungkinan untuk melahirkan semua macam
golongan darah) adalah pada pasangan:

Jawab: …………………………………………………………………………………………
…………………………………………

Jawaban

1. Genotip orang bergolongan darah B adalah IBIB dan IAIO


P : golongan darah O X golongan darah A homozigot
G : IO X IA
F1 : IAIO

2. P : golongan darah O X golongan darah AB


G : IO X IA IB
F1 :

IA IB

IO IAIO IBIO

3. Kemungkinan anaknya memiliki golongan darah A = 50 %

Kemungkinan anaknya memiliki golongan darah B = 50 %

Kemungkinan anaknya memiliki golongan darah AB = 0 %

Kemungkinan anaknya memiliki golongan darah O = 0 %

4. Anak golongan darah A, kemungkinan orang tuanya bergolongan darah :


a. ayah A homozigot, ibu A homozigot
b. ayah A heterozigot, ibu A homozigot
c. ayah A homozigot, ibu A heterozigot
d. ayah A homozigot, ibu O
5. Pasangan orang tua yang memiliki golongan darah A heterozigot dan B heterozigot
memungkinkan anak akan lahir dengan variasi golongan darah A, B, AB, dan O.

LKPD 5 KEGIATAN DISKUSI


CACAT DAN PENYAKIT MENURUN PADA MANUSIA

Sekolah :
Mata pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XII/ Genap
Kelompok :
Anggota : 1.
2.
3.
4.

A. PENDAHULUAN

Penyakit menurun pada manusia ada yang terpaut pada kromosom tubuh (autosom), dan ada pula
yang terpaut pada kromosom X maupun kromosom Y. hemophilia dan butawarna adalah contoh
penyakit dan cacat menurun yang dibawa oleh gen resesif. Gen-gen tersebut terpaut pada
kromosom kelamin X. Wanita heterozigot dari factor ini dikatakan sebagai pembawa (carier)
artinya dia tidak menderita hemophilia, tetapi membawa atau mengandung gen hemophilia.

B. Tujuan:

Setelah selesai mempelajari LKPD 5 ini diharapkan kalian mampu:


1. Menganalisis penyebab terjadinya Buta warna
2. Menganalisis penyebab terjadinya Hemofilia
3. Membuat peta silsilah penyakit atau cacat menurun pada manusia

C. Alat dan bahan:


1. LKPD
2. Buku dan alat tulis menulis

D. Aktivitas:
Amatilah peta silsilah keluarga ratu Victoria berikut:

1. Bila gen hemophilia dibawa oleh gen yang diberi symbol huruf h, maka genotip ibu
pembawa (carier) adalah :
Jawab:……………………………………………….……………………………………
…………………………………………………
2. Genotip laki-laki hemophilia adalah ……………………………………………………
3. Genotip perempuan hemophilia adalah …………………………………………………
4. Anak-anak Helena dan Leopold tidak ada yang hemophilia, mengapa? Jelaskan!
Jawab:………………………………………………………………………………………
…………………………………
5. Mengapa pada peta silsilah tersebut di atas tidak pernah dijumpai wanita hemophilia?
Jawab:………………………………………………………………………………………
……………………………
6. Buatlah suatu persilangan untuk memperlihatkan munculnya wanita hemophilia?
Jawab:………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
……………………………..

Faktor buta warna diberi symbol cb. Untuk lebih jelasnya perhatikan genotipe dan
fenotipe berikut :
Genotipe XX : menunjukkan wanita normal.
Genotipe XcbX : menunjukkan wanita carrier buta warna
cb cb
Genotipe X X : menunjukkan wanita buta warna
Genotipe X Y : menunjukkan laki-laki normal
cb
Genotipe X Y : menunjukkan laki-laki buta warna.

7. Bagaimana halnya jika ibu buta warna XcbXcb, kawin dengan pria normal (XY). Buatlah
diagram persilangan dan tentukan fenotip keturunannya.

Jawaban
1. Genotip wanita carier hemophilia adalah XHXh
2. Genotip laki-laki hemophilia adalah XhY
3. Genotip perempuan hemophilia adalah XhXh
4. Karena
5. Pada peta silsilah diatas dapat kita lihat, bahwa tidak ada anak wanita hemophilia yang
lahir sebab tidak ada orang tua laki-laki hemophilia yang menikah dengan wanita carier,
sehingga tidak pernah ada anak wanita yang hemophilia.
6. Diagram Persilangan hemophilia
P : wanita normal (carier) X pria hemophilia
H h
Genotip : X X X XhY
Gamet : XH , Xh X Xh , Y
F1 :

Xh Y

XH XHXh XHY

Xh XhXh XhY

Pada tabel diatas genotip wanita hemophilia adalah XhXh, yang didapat dari hasil
perkawinan antara wanita carier dengan pria hemophilia.

7. Diagram persilangan buta warna


P : Wanita buta warna X pria normal
Genotip : XcbXcb X XY
cb
Gamet : X X X,Y
F1 :

X Y

Xcb XcbX XcbY

dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa perbandingan fenotipnya adalah 50% wanita
normal (carier) : 50% laki-laki buta warna, dengan genotip 50% XcbX : 50% XcbY.