Anda di halaman 1dari 41

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III ANGKATAN XXXI
PROVINSI KALIMANTAN BARAT

OPTIMALISASI PELAYANAN RESEP PASIEN RAWAT JALAN


DI PUSKESMAS SATAI

DISUSUN OLEH :

DEDI RAHADI, S.Farm., Apt


NIP 19900401 201902 1 004
NOMOR ABSEN: 03

BKPSDMAD KABUPATEN SAMBAS


BEKERJA SAMA DENGAN
BPSDM PROVINSI KALIMANTAN BARAT
TAHUN 2019
i
ii
iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan curahan rahmat dan
nikmat-Nya. Shalawat serta salam kita panjatkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW
sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Pegawai
Negeri Sipil Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Pemerintah Kabupaten Sambas dengan
judul “Optimalisasi Pelayanan Resep Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Satai”.
Keberhasilan Rancangan Aktualisasi ini terwujud tidak terlepas dari bantuan, dorongan
serta bimbingan dari berbagai pihak. Maka dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak H. Sutarmidji, S.H., M.Hum selaku Gubernur Provinsi Kalimantan Barat
beserta jajarannya yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk
berpartisipasi dalam pembangunan Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten
Sambas.
2. Bapak H. Atbah Romin Suhaili, Lc selaku Bupati Pemerintah Kabupaten Sambas
beserta jajarannya yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk
berpartisipasi dalam pembangunan Kabupaten Sambas, khususnya di bidang
kependudukan dan pencatatan sipil.
3. Bapak Drs. Alfian, MM selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
(BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat yang telah memberi kesempatan kepada penulis
untuk mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten
Sambas tahun 2019.
4. Ibu Fatma Aghitsni, S.TP, M.Si selaku Kepala Badan Kepegawaian dan
Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sambas yang telah
memberi kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Sambas tahun 2019.
5. Bapak dr. Fatah Maryuani selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.
6. Bapak Hot Jungjungan Simamora, SH, MH selaku penguji yang telah memberikan
masukan guna perbaikan rancangan ini.
7. Bapak Apriyandi, S.STP, M.Si selaku coach yang senantiasa dengan sabar, cermat
dan sepenuh hati membimbing penulis dalam menyusun Rancangan Aktualisasi ini.
8. Bapak Purwadi, S.Tr.Kep sebagai mentor yang telah banyak membantu dalam
memberikan saran dan masukan mengenai isu dan rencana kegiatan dalam
pelaksanaan Rancangan Aktualisasi di unit kerja.
iv
9. Para Widyaiswara Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Sambas Angkatan XXXI, yaitu
Bapak Drs. Alkap, M.Si, Bapak Koramil Sambas, Ibu Hj. Yati Rohayati, SE, MM,
MM, Bapak Ir. H. Christian Tobing, dan Bapak Drs. Robertus Isdius, M.Si yang telah
memberikan materi dan pemahaman tentang ANEKA serta memberikan inspirasi dan
motivasi kepada para peserta Pelatihan Dasar CPNS.
10. Segenap staf BPSDM Provinsi Kalimantan Barat yang telah membantu dan
mendukung peserta selama masa on campus Pelatihan Dasar CPNS di Unit Pelatihan
DIKLAT Kabupaten Sambas.
11. Segenap staf BKPSDMAD Pemerintah Kabupaten Sambas yang telah membantu dan
mendukung peserta selama masa on campus Pelatihan Dasar CPNS di Unit Pelatihan
DIKLAT Kabupaten Sambas.
12. Para panitia Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Sambas yang telah bekerja keras
dalam mensukseskan penyelenggaraan kegiatan ini.
13. Teman-teman Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XXXI Kabupaten Sambas tahun 2019
yang telah memberikan perhatian, bantuan dan selalu kompak selama kegiatan
pelatihan.
Penulis menyadari bahwa Rancangan Aktualisasi ini masih jauh dari sempurna.
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan rancangan ini.
Semoga rancangan ini dapat bermanfaat dan dapat penulis realisasikan seluruhnya dengan
baik.

Sambas, 11 Juni 2019


Penulis

Dedi Rahadi, S.Farm., Apt

v
DAFTAR ISI

Hal

LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................. i


BERITA ACARA ................................................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iv
DAFTAR ISI ........................................................................................................ vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................. vii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. viii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2. Tujuan ........................................................................................... 2
1.3. Manfaat ......................................................................................... 3

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI


2.1. Keadaan Organisasi ...................................................................... 4
2.2. Visi, Misi dan Motto Organisasi .................................................
2.2.1. Visi ...................................................................................... 5
2.2.2. Misi ..................................................................................... 5
2.2.3. Motto ................................................................................... 5
2.3. Nilai-nilai Organisasi ................................................................ 5
2.4. Struktur Organisasi .................................................................. 6
2.5. Tugas dan Fungsi .................................................................... 7
2.6. Uraian Tugas .......................................................................... 8

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS


3.1. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS ................................ 9
3.2. Peran dan Kedudukan PNS dalam Kerangka NKRI................ 11
3.3. Identifikasi Permasalahan dalam Pelaksanaan Tugas dan Analisis Isu12
3.4. Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS ................................ 16
3.5. Jadwal Implementasi ..................................................................... 28
3.6. Strategi Pembimbingan ................................................................... 29
3.4.1. Pembimbingan Dengan Mentor............................................ .. 29
3.4.2. Pembimbingan Dengan Coach.............................................. . 30

BAB IV PENUTUP ................................................................................................ 31

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 32

vi
DAFTAR TABEL

Hal

Tabel 3.1 Isu Aktual di Puskesmas Satai ........................................................... 14

Tabel 3.2 Identifikasi Masalah dari Isu Aktual ........................................................ 14

Tabel 3.3 Analisis Masalah dengan Teknik USG............................................ ...... 15

Tabel 3.4 Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS ..................................... 16

Tabel .3.5 Jadwal Implementasi Aktualisasi......................................................... 28

Tabel .3.6 Jadwal Konsultasi dengan Mentor ..................................................... 29

Tabel .3.5 Jadwal Konsultasi dengan Coach ...................................................... 30

vii
DAFTAR GAMBAR

Hal

Gambar 1 Susunan Organisasi............................................................................. 6

viii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Aparatur Sipil Negara adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja pada instansi pemerintah. Aparatur
Sipil Negara (ASN) lebih lanjut akan bekerja untuk membantu pemerintah
melayani masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat, ASN dituntut mempunyai
kompetensi pelayanan yang professional. Sejalan dengan telah ditetapkannya
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN)
dan merujuk pada ketentuan Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) UU ASN, CPNS wajib
menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan
terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi
nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan
bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Sesuai dengan Peraturan Kepala LAN-RI Nomor 12 Tahun 2018 tentang
Pelaksanaan Pelatihan Dasar ini diharapkan agar peserta dapat
mengaktualisasikan nilai- nilai dasar PNS yang di sebut ANEKA yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi, serta
dapat memahami tentang nilai Wawasan Kebangsaan dan mengerti tentang
peran dan kedudukan PNS.
Fasilitas kesehatan merupakan hal penting yang harus ada di suatu
daerah demi terwujudnya program Indonesia Sehat. Fasilitas kesehatan tingkat I
yang harus ada ialah puskesmas yamg merupakan pusat kesehatan di suatu
Desa atau daerah. Salah satu komponen sumber daya manusia pada
puskesmas ialah Apoteker. Apoteker sebagai pegawai ASN yang bertugas di
puskesmas, memiliki tugas pokok melaksanakan pekerjaan kefarmasian yang
meliputi penyiapan rencana kerja kefarmasian, pengelolaan perbekalan farmasi,
pelayanan farmasi klinik, dan pelayanan farmasi khusus. Tugas utama apoteker
tersebut juga harus sejalan dengan tugas pokok dan fungsi apoteker dalam
fasilitas kesehatan dan tidak bertentangan, dalam melaksanakan pekerjaan
kefarmasian sesuai dengan aturan yang mengacu kepada Permenkes No. 74
tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut, apoteker sebagai ASN harus

1
dapat mengaktualisasikannya sesuai dengan nilai-nilai dasar ANEKA yang telah
didapatkan selama masa pelatihan dasar CPNS.
Pelayanan kesehatan di Puskesmas Satai meliputi beberapa bagian
salah satunya ialah pelayanan pasien rawat jalan. Pelayanan rawat jalan
merupakan pelayanan umum yang dilakasanakan pada hari kerja dan jam kerja
pelayanan Puskesmas Satai. Dalam pelaksanaan pelayanan rawat jalan, terdiri
dari bebarapa alur dari mulai pasien datang sampai pasien pulang. Dari alur
tersebut, salah satunya adalah pelayan resep. Pelayanan resep pasien rawat
jalan dimulai dari resep diterima dari dokter, dilakukan skrining resep,
memyiapkan obat, menyerahkan obat kepada pasien dan memnerikan informasi
obat kepada pasien. Selain itu, pelayanan resep juga meliputi pencatatan kartu
stok pengeluaran obat dan pengarsipan resep per setiap bulannya. Dalam
pelaksanaan pelayanan resep tersebut terkadang belum dilakaukan secara
optimal, ada beberapa tahapan terlewati ataupun tidak dilakukan dikarenakan
beberapa kendala,anatara lai tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP)
pelayan resep pasien rawat jalan di Puskesmas Satai. Sehingga secara garis
besar permasalahan yang ada dalam pelayanan resep di puskesmas Satai ialah
“rendahnya mutu pelayanan resep pasien rawat jalan di Pukesmas Satai”. Oleh
karena itu penulis membuat rancangan aktualisasi berjudul “Optimalisasi
Pelayanan Resep Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Satai” untuk membantu
menyelesaikan permasalahan tersebut.

1.2. Tujuan
Tujuan dari kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN adalah :
1. Meningkatkan kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam
melaksanakan tugas.
2. Meningkatkan nasionalisme dalam melaksanakan tugas.
3. Meningkatkan kemampuan mewujudkan etika publik dalam
melaksanakan tugas.
4. Meningkatkan kemampuan mewujudkan komitmen mutu dalam
melaksanakan tugas.
5. Meningkatkan kemampuan mewujudkan anti korupsi dalam
melaksanakan tugas.

2
1.3. Manfaat Aktulisasi
Dengan adanya aktualisasi dan habituasi dalam kegiatan yang akan
dilakukan,
1. Mewujudkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme,
etika public, komitmen mutu, dan antikorupsi dalam melaksanakan tugas
dan fungsi jabatannya.
2. Memberikan pelayan resep pasien rawat jalan di Puskesmas Satai denag
lebih optimal dan seuai dengan standar yang ada
3. Meningkatkan kualitas pelayanan pasien rawat jalan di Puskesmas Satai
sesuai dengan memberikan pelayanan sesuai Standar Operasional
Prosedur (SOP) yang telah di buat dan dilaksanakan.

3
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI

2.1. KEADAAN ORGANISASI


Puskesmas Satai merupakan salah satu Puskesmas induk selain
Puskesmas Subah di Kecamatan Subah. Puskesmas Satai terletak di desa Bukit
Mulya Kecamatan Subah. Jarak antara Puskesmas Satai dengan Kota
Kecamatan ± 12 km dan Kota Kabupaten (Sambas) ± 52 km. Puskesmas Satai
mempunyai wilayah kerja dengan luas wilayah seluruhnya 20.680 Ha yang terdiri
dari 6 Desa yang terletak di Kecamatan Subah. Puskesmas Satai berdiri tahun
1984 yang mana sebelumnya merupakan Balai Pengobatan Transmigrasi Satai
C di bawah Departemen Transmigrasi. Pada Tahun 2013, Puskesmas Satai
menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layananan Umum Daerah
secara Bertahap. Penerapan pengelolaan keuangan sesuai PP nomor 23 tahun
2005 dan Permendagri nomor 61 tahun 2007. Pola Pengelolaan Keuangan
(PPK) Puskesmas Satai mengusulkan RBA (Rencana Bisnis dan Anggaran)
yang disusun berdasarkan basis kinerja dan perhitungan akuntansi. Pada
Tanggal 26 Februari 2014, berdasarkan SK Bupati No. 64/DINKES/2014
Puskesmas Satai menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan secara Penuh dan
Pelayanan UGD Puskesmas Perawatan 24 jam. Selanjutnya berdasarkan Surat
Keputusan Bupati Sambas Nomor 10 tertanggal 1 April 2016 Puskesmas Satai
ditetapkan sebagai Puskesmas Rawat Inap.

Wilayah kerja Puskesmas Satai terdiri dari 20 Dusun dan 113 Rukun
Tetangga (RT), dengan batas wilayah
Utara : Kecamatan Sejangkung

Selatan : Kecamatan Subah

Barat : Kecamatan Sambas

Timur : Kabupaten Bengkayang

4
2.2. VISI, MISI DAN MOTTO ORGANISASI
2.2.1. Visi
Menjadi Puskesmas Pilihan Masyarakat Demi Terwujudnya Masyarakat
Satai Yang Sehat Menuju Sambas Hebat
2.2.2. Misi
1. Meningkatkan Mutu dan Jenis Pelayanan Puskesmas
2. Meningkatkan Mutu Manajemen Puskesmas
3. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Puskesmas
4. Meningkatkan Sumber Daya Manusia Puskesmas
5. Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dan Kerja Sama Lintas
Sektoral.
2.2.3. Motto
“ Memberikan Pelayanan Terbaik ”
2.3. NILAI NILAI ORGANISASI
Nilai-nilai dasar yang dianut Puskesmas Satai adalah ‘ ASRI” yang
merupakan singkatan dari tata nilai sebagai berikut:

1. Adil
2. Santun
3. Religius
4. Indah

5
2.4. STRUKTUR ORGANISASI

KEPALA PUSKESMAS
PURWADI, S.Tr.Kep

KASUBBAG.T.U
KASMIYATI,A.Md.Kep

KEPEGAWAIAN SIMPUS/IT KEUANGAN ASET RUMAH TANGGA


KASMIYATI, A.Md.Kep ONAL OFRADINATA, S.Kom : HERY, A.Md.Kep HERY, A.Md.Kep MEDIS : SRI WAHYUNI, A.Md. Keb
PEMASUKAN
: WIWIK HERMAWATI, A.Md.Keb UMUM : SUTRIYAH
PENGELUARAN : SHAHIBUL FIKRI, A.Md.Kep
PPTK : M.RIZAL, A.Md.Kep

UKM ESENSIAL DAN KEPERAWATAN KESMAS UKM PENGEMBANGAN UKP, KEFARMASIAN & LABORATORIUM JEJARING & JARINGAN PUSKESMAS
M.RIZAL, A.Md.Kep AHMAD MUSTOLIH, SKM dr. ANJAS PRADA HERY

PUSTU SEI DEDEN A


KESLING P2P GIZI KIA/KB KEPERAWATAN KESMAS PROMOSI KESEHATAN PIS-PK KESEHATAN JIWA PELAYANAN PEMERIKSAAN UMUM POSKESDES SEI DEDEN A KLINIK PT.MISP
HALIDI M.RIZAL, A.Md.Kep ANDI LAJUARDI, A.Md.Gizi DUWI NENI, A.Md., Keb NUR PUTRI, A.Md. Kep AHMAD MUSTOLIH SAFARI KASMIYATI SRI WAHYUNI
PUSTU SEI DEDEN B
KESEHATAN OLAH RAGA PELAYANAN KIA KB POSKESDES SEMPURNA PRAKTIK PERAWAT MANDIRI
IMUNISASI KIA PHBS NUR PUTRI, A.Md. Kep MUTMAINAH
NURFAIZIN, A.Md., Kep DUWI NENI, A.Md., Keb AHMAD MUSTOLIH PUSTU SPD
KESEHATAN KERJA PELAYANAN GIZI POSKESDES SEI SAPAK BPM SRI WAHYUNI (SPB)
P2 TB KB UKS AHMAD ANDI LAJUARDI, A.Md.Gizi
M.YASIN, A.Md., Kep DUWI NENI, A.Md., Keb AHMAD MUSTOLIH PUSTU SAPAK HULU
KESEHATAN HAJI PELAYANAN KEFARMASIAN POSKESDES KABILEK BPM DESI HARINA (SEI SAPAK)
FLARIASIS KESPRO SAKA BHAKTI HUSADA RUDI DEDI RAHADI, S.Farm, Apt
NURFAIZIN, A.Md., Kep SITI NURHAYATI, A.Md., Keb MANTO PUSTU SEMPURNA
PENGOBATAN TRADISIONAL PELAYANAN LABORATORIUM POSKESDES MUKTI RAHARJA
KUSTA POSYANDU LANSIA FIKRI HENY TRY WINARSIH, A.Md.Ak
M.YASIN, A.Md., Kep ERVI PUSTU MUKTI RAHARJA
KELOMPOK DONOR DARAH PELAYANAN GAWAT DARURAT POSKESDES KERABAN
P2 CAMPAK & AFP POSYANDU BALITA HENY Ns. AYUNI KARTIKA, S.Kep
RIRIN FAIZ PUSTU KERABAN
MAJLIS TAKLIM IBU HAMIL PELAYANAN RAWAT INAP
P2 DBD, ISPA, MALARIA, DIARE POSYANDU REMAJA NENY Ns. AYUNI KARTIKA, S.Kep
SAFARI, A.Md., Kep RETNO
PELAYANAN PERSALINAN
SURVEILAN PTM POSBINDU PTM NI MADE SARTIKA, A.Md., Keb
HENY TRY WINARSIH, A.Md.Ak RETNO 6
2.5. TUGAS DAN FUNGSI

Berdasarkan Permenkes No. 75 Tahun 2014, Puskesmas mempunyai


tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan
sehat.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Apoteker sebagai ASN
sebagaimana dimaksudkan, Apoteker di Puskesmas menyelenggarakan tugas
pokok dan fungsi sebagai berikut
1. Tugas pokok, sebagai Fungsional Apoteker yang bertugas untuk :
a. Melakukan pelayanan resep mulai dari menerima resep,
menyerahkan obat sesuai resep dan menjelaskan kepada pasien
tentang pemakaian obat,
b. Memberikan KIE kepada pasien,
c. Merencanakan kebutuhan obat dan perbekalan kefarmasian baik
bulanan dan tahunan,
d. Mengelola pemasukan obat dan alkes (alat kesehatan) baik dari
Gudang Farmasi, JKN
e. Mengelola pengeluaran / pendistribusian obat kepada Puskesmas
Pembantu, Pos Kesehatan Desa, Polindes, Posyandu maupun
kegiatan Puskesmas Keliling,
f. Menyusun dan menyimpan arsip resep serta
g. Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi.
2. Fungsi :
Sebagai apoteker yang membantu pekerjaan atau tugas kepala
puskesmas dalam pengelolaan dan pencatatan obat dan perbekalan
kefarmasian di puskesmas yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh
asisten apoteker.
3. Uraian tugas / tanggung jawab :
a. Mengkoordinir kegiatan kefarmasian di puskesmas,
b. Mengkoordinir pelaporan obat dan alkes (LB2),
c. Memastikan kegiatan kefarmasian di puskesmas berjalan dengan
baik dan

7
d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai bidang
tugas untuk kelancaran pelaksanaan tugas
4. Tugas tambahan :
a. Membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu Lansia
b. Sebagai pemegang Program PSM (Peran Serta Masyarakat) yang
bertugas untuk membina peran serta masyarakat dalam bidang
kesehatan, khususnya di bidang kefarmasian.
2.6. URAIAN TUGAS
Berdasarkan Peratuan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016,
Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas meliputi standar pengelolaan sediaan
farmasi dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik.
Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis sebagaimana
dimaksud meliputi:
a. Perencanaan Kebutuhan Sediaan Farmasi
b. Permintaan Sediaan Farmasi
c. Penerimaan Sediaan Farmasi
d. Penyimpanan Sediaan Farmasi
e. Pendistribusian Sediaan Farmasi
f. Pengendalian Stok Sediaan Farmasi
g. Pencatatan, pelaporan, dan pengarsipan dan
h. Pemantauan dan Evaluasi Pengelolaan Sediaan Farmasi

Pelayanan farmasi klinik sebagaimana dimaksud pada peraturan tersebut


meliputi:

a. Pengkajian resep, penyerahan Obat, dan pemberian informasi Obat


b. Pelayanan Informasi Obat (PIO)
c. Konseling, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat
d. Visite pasien (khusus Puskesmas rawat inap)
e. Pemantauan dan pelaporan efek samping Obat
f. Pemantauan terapi Obat dan
g. Evaluasi penggunaan Obat.

8
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

3.1. IDENTIFIKASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS


Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN)
No. 12 Tahun 2018 (LAN, 2018) Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil, untuk dapat membentuk sosok PNS professional, perlu
dilaksanakan pembinaan melalui jalur pelatihan. Selama ini pelatihan
pembentukan CPNS dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, dimana
praktik penyelenggaraan pelatihan yang pembelajarannya didominasi oleh
ceramah sulit membentuk karakter PNS yang kuat dan profesional. PNS
yang berkarakter terbentuk oleh sikap prilaku bela Negara, nilai-nilai dasar
PNS, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam Negara
Kesatuan Republik Indonesia, serta menguasai bidang tugasnya, sehingga
mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai
pelayan masyarakat.
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara
menyatakan bahwa dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa
sebagaimana dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun Aparatur Sipil Negara yang
profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi,
dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi
masyarakat serta mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat
persatuan dan kesatuan bangsa, berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Untuk mencapai
terciptanya Aparatur Sipil Negara sebagaimana yang disebutkan di atas,
maka perlu adanya penerapan nilai-nilai dasar profesi PNS melalui Pelatihan
Dasar CPNS.
Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 12
tahun 2018 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil,
penyelenggaraan Pelatihan Dasar untuk membentuk PNS sebagai pelayan
masyarakat yang berkarakter dan profesional yaitu PNS yang karakternya
dibentuk oleh sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS, kedudukan

9
dan peran PNS dalam NKRI sehingga mampu melaksanakan tugas dan
perannya secara profesional sebagai pelayan publik.
Nilai-nilai dasar PNS tercermin dalam ANEKA yang merupakan
landasan dalam menjalankan profesi ASN.Adapun nilai-nilai dasar PNS
tersebut adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
dan Anti Korupsi. Berikut ini penjelasan masing-masing nilai dari ANEKA
dimaksud, adalah:

1. AKUNTABILITAS
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah
seorang PNS adalah terwujudnya nilai-nilai publik, yaitu:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor,
kelompok dan pribadi;
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan PNS dalam politik praktis;
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik;
d. Menunjukkan sikap dan perilaku konsisten dan dapat diandalkan sebagai
penyelenggara pemerintahan; dan
e. Indikator nilai dasar akuntabilitas mencakup tanggung jawab, jujur,
kejelasan target, netral, mendahulukan kepentingan publik, adil dan
transparan, konsisten serta partisipatif.

2. NASIONALISME
Dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta
yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain.
Indikator nilai dasar nasionalisme mencakup religius, hormat menghormati, kerja
sama, tidak memaksakan kehendak, jujur, amanah (dapat dipercaya), adil,
persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang
rasa, membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air,
memelihara ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati
keputusan, tanggung jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak

10
menggunakan hak yang bukan miliknya, hidup sederhana dan kerja keras serta
menghargai karya orang lain.

3. ETIKA PUBLIK
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/ norma yang menentukan
baik/ buruk, benar/ salah prilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Indikator nilai dasar dari etika publik adalah jujur, bertanggung jawab, integritas
tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada perundang-undangan, taat
perintah dan menjaga rahasia.

4. KOMITMEN MUTU
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain
adalah mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan
yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara kualitas pelayanan.
Adapun indikator yang terdapat pada nilai dasar komitmen mutu yaitu efektivitas,
inovasi, dan berorientasi mutu.

5. ANTI KORUPSI
Penanganan korupsi perlu diselesaikan secara komperensif karena korupsi
adalah masalah kehidupan, dampak dan bahayanya dapat berpengaruh secara
jangka panjang dan merusak kehidupan.Oleh karena itu, ASN perlu dibekali nilai
dasar anti korupsi agar bisa menghindari dan mencegah terjadinya tindak pidana
korupsi.Indikator nilai dasar anti korupsi adalah jujur, disiplin, tanggungjawab,
kerja keras, sederhana, mandiri, adil dan berani serta peduli.

3.2. PERAN DAN KEDUDUKAN PNS DALAM KERANGKA NKRI


1. Manajemen ASN
Manajemen kepegawaian adalah suatu proses pengelolaan pegawai/
karyawan mulai dari perekrutan/ rekruitmen sampai PHK (Putusan Hubungan
Kerja) supaya pegawai memberikan andil besar dalam lembaga untuk mencapai
tujuan individu, lembaga dan masyarakat. Ada beberapa indikator untuk Pegawai
yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proposionalitas, keterpaduan, delegasi,

11
netralitas, akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan,
kesatuan, keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan.

2. Whole Of Government (WOG)


Whole Of Government (WOG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya kolaboratif pemerintahan
dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna
mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan
pelayanan publik. Di dalam whole of government terdapat beberapa nilai
indikator yaitu koordinasi, komunikasi, integritas, singkronisasi dan simplikasi.

3. Pelayanan publik
Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang dan atau
pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggaraan publik.Di dalam
pelayanan publik terdapat beberapa nilai indikator yaitu kesederhanaan,
kejelasan, kepastian waktu, keamanan, kelengkapan sarana dan prasarana,
kemudahan akses, disiplin/ sapa/ ramah, dan kenyamanan.

3.3. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS


Isu-isu aktual yang dapat ditemukan di Puskesmas Satai, Kecamatan
Subah ialah sebagai berikut:
1. Rendahnya mutu pelayanan resep pasien rawat jalan
Pelayanan resep di Puskesmas Satai masih rendah mutu pelayanannya,
hal ini dikarenakan belum ada standar pelayanan yang harus dilakukan agar
tercipta pelayanan yang sama kepada setiap pasien yang datang. Selama ini
pelayanan resep pasien rawat jalan terkesan tidak sama pada pasien yang
berbeda. Hal ini terjadi dikarenakan keterbatasan waktu berbanding jumlah
kunjungan pasien per hari. Sehingga ketika pasien datang dalam jumlah
banyak akan berbeda pelayanannya dengan ketika pasien datang dalam
jumlah sedikit, karena ketika ramai petugas akan mengutamakan kecepatan
pelayanan tetapi tahapan pelayanan resep akan ada yang terlewati.
Sehingga perlu adanya suatu standar operasional prosedur (SOP) yang jelas

12
untuk mengatur tahapan pelayanan resep pasien rawat jalan harus
dilaksanakan secara sama dan sesuai aturan yang ada. Hal ini dikarenakan
pelayanan resep pasien rawat jalan berpengaruh terhadap kualitas
pelayanan Puskesmas Satai.
2. Lemahnya pengelolaan kartu stok obat di gudang
Pengelolaaan kartu stok di gudang Puskesmas Satai belum terlaksana
secara optimal, dikarenakan kartu stok yang ada terkadang tidak diisi
sebagaimana mestinya. Kartu stok tersebut hanya diisi seperlunya saja,
namun hal ini masih dapat terkendali dengan pendataan yang dilakukan
secara rutin per hari ataupun per minggu sehingga antara jumlah fisik obat
dan kartu stok sesuai.
3. Lambatnya pendistribusian obat di sarana pendukung puskesmas
Pendistribusian obat di sarana pendukung Puskesmas Satai belum
dilakukan secara optimal. Selama ini pendistribusian obat dilakukan
berdasarkan permintaan dari petugas di sarana pendukung puskesmas
kepada petugas penanggung jawab gudang di puskesmas induk.
Permintaan tersebut terkadang tidak terdata dengan baik dikarenakan
petugas di sarana pendukung puskemas melakukan permintaan tidak
terjadwal sehingga membuat petugas penanggung jawab kewalahan.
Sehingga petugas penanggung jawab membuat jadwal permintaan sehingga
petugas di sarana pendukung dalam melakukan permintaan harus mengikuti
jadwal yang ada. Namun dalam pelaksanaannya masih belum terlaksana
secara maksimal dikarenakan petugas di sarana pendukung masih tidak
disiplin dengan jadwal permintaan sehingga terkesan pendistribusian
menjadi lambat.

Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual tersebut serta tantangan perubahan


dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas pokok dan fungsi tenaga
kefarmasian di puskesmas, perlu ditentukan prioritas yang akan ditangani.
Penentuan isu aktual prioritas dilakukan dengan menggunakan skala dengan
rentang angka dari 1-5 yang menyatakan bahwa isu tersebut : “(1) Tidak
Penting”, “(2) Kurang Penting”, “(3) Cukup Penting”, “(4) Penting” dan “(5) Sangat
Penting”. Skala penilaian ini berpedoman pada 4 (empat) kriteria isu yaitu isu

13
yang bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa di singkat
APKL. Adapun penentuan isu aktualnya sebagai berikut :

Tabel 3.1 Isu Aktual di Puskemas Satai


KRITERIA 
NO ISU AKTUAL RANK
A P K L
1 Terbatasnya aturan dan petunjuk teknis 5 5 5 5 20 I
pelayanan resep pasien rawat jalan di
Puskesmas Satai

2 Lemahnya pengelolaan kartu stok obat di 3 3 3 3 12 III


gudang di Puskesmas Satai

3 Lambatnya pendistribusian obat di sarana 3 3 4 4 14 II


pendukung di Puskesmas Satai

Berdasarkan table Skala Likert diatas, maka isu aktual yang menjadi
prioritas adalah ”Terbatasnya aturan dan petunjuk teknis pelayanan resep pasien
rawat jalan di Puskesmas Satai”, isu ini saya angkat karena lebih aktual terjadi di
Puskesmas Satai dan berpengaruh pada pelayanan publik terhadap pasien
rawat jalan.

Selanjutnya dari isu aktual tersebut dapat di identifikasi masalah sebagai


berikut:
Tabel 3.2 Identifikasi Masalah dari Isu Aktual
NO Kondisi Saat Ini Kondisi Yang Di Harapkan
1 Belum adanya Standar Operasional Sudah ada Standar Operasional
Prosedur (SOP) pelayanan resep Prosedur (SOP) pelayanan resep
pasien rawat jalan pasien rawat jalan

2 Tidak dilakukannya pengkajian resep Petugas melakukan pengkajian resep


pasien rawat jalan pasien rawat jalan

3 Belum digunakan etiket obat pada Telah digunakan etiket obat pada resep
resep pasien rawat jalan pasien rawat jalan

14
Selanjutnya permasalahan tersebut akan ditentukan prioritasnya
menggunakan kriteria Urgency (urgensi), Seriousness (keseriusan) and Growth
(perkembangan) atau biasa disingkat USG dengan skala 1 sampai dengan 5
sebagai berikut:

Tabel 3.3 Analisis Masalah dengan Teknik USG

NO Masalah U S G ∑ Rank
1 Rendahnya mutu pelayanan resep
5 4 5 14 I
pasien rawat jalan
2 Tidak dilakukannya pengkajian resep
4 3 4 11 III
pasien rawat jalan
3 Belum digunakan etiket obat pada
4 4 4 12 II
resep pasien rawat jalan

Berdasarkan tabel USG, maka diperoleh prioritas permasalahan yaitu


“Rendahnya mutu pelayanan resep pasien rawat jalan”.
Adapun kegiatan aktualisasi yang sesuai dengan tupoksi saya adalah
sebagai berikut:

1. Membuat rancangan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan


resep pasien rawat jalan
2. Menyusun format Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan resep
pasien rawat jalan.
3. Melakukan pelayanan resep pasien rawat jalan
4. Melakukan pengkajian resep pasien rawat jalan
5. Menyerahkan obat kepada pasien rawat jalan
6. Memberikan informasi obat
7. Mencatat pengeluaran obat.
8. Mengarsipan resep pasien rawat jalan di puskesmas

15
3.4. RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PNS

Tabel 3.4 Tabel Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS

Unit Kerja Puskesmas Satai

Identifikasi Isu Rendahnya mutu pelayanan resep pasien rawat


jalan di Puskesmas Satai

Isu yang diangkat Terbatasnya aturan dan petunjuk teknis


pelayanan resep pasien rawat jalan di
Puskesmas Satai

Gagasan Pemecahan Optimalisasi Pelayanan Resep Pasien Rawat


I di Puskesmas Satai
Jalan
s
u

16
Keterkaitan Kontribusi
Tahapan Penguatan Nilai
No Kegiatan Output/Hasil Substansi Mata Terhadap Visi
Kegiatan Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi
1 Membuat • Mencari referensi • Contoh SOP dari Saya akan mencari Membuat Dengan membuat
rancangan draft rancangan SOP. puskesmas lain referensi dari sumber rancangan rancangan SOP
Standar • Menyiapkan sebagai terpercaya standar bersumber dari
Operasional rumusan rancangan pembanding (Menerapkan nilai operasional referensi terpercaya
Prosedur (SOP) SOP • Contoh naskah dasar Akuntabilitas dalam memberikan
pelayanan resep • Melakukan rancangan SOP dengan indikator pelayanan kontribusi nilai
pasien rawat konsultasi dengan • Dokumentasi Tangung Jawab dan dalam organisasi yaitu
jalan kepala puskemas konsultasi dengan Partisipatif) pelayanan resep Indah dalam
mengenai kepala puskemas Saya akan melakukan pasien rawat penyusunan
rancangan SOP • Naskah rancangan kosultasi dengan jalan di dokumen puskesmas
• Membuat format SOP yang akan kepala puskesmas puskesmas
rancangan SOP. diajukan mengenai rancangan sesuai dengan
SOP (Menerapkan misi
nilai dasar meningkatkan
Nasionalisme mutu
dengan indikator manajemen
Musyawarah) puskesmas.
Saya akan membuat
rancangan SOP
dengan teliti
(Menerapkan nilai
dasar Etika Publik
dengan indikator
Cermat)
Saya akan membuat
rumusan rancangan
dengan mencari
sumber terpercaya
(Menerapkan nilai
dasar Komitmen
Mutu dengan
indikator

17
Berorientasi Mutu )
Saya akan membuat
rancangan SOP
sesuai dengan
referensi yang ada
(Menerapkan nilai
dasar Antikorupsi
dengan indikator
Jujur)
2 Menyusun format • Mengajukan draft • Draft Naskah SOP Saya akan membuat Membuat Dengan melakukan
Standar naskah SOP yang Pelayanan Resep SOP dan mengajukan standar Koordinasi bersama
Operasional akan diajukan ke Pasien Rawat Jalan ke Kepala operasional Kepala Puskesmas
Prosedur (SOP) Kepala Puskesmas • Naskah SOP Puskesmas Satai, dalam maka memberikan
pelayanan resep • Naskah SOP di Pelayanan Resep (Menerapkan nilai pelayanan kontribusi terhadap
pasien rawat tanda tangani oleh Pasien Rawat Jalan dasar Akuntabilitas dalam nilai-nilai organisasi
jalan Kepala Puskesmas yang telah ditanda dengan indikator pelayanan resep berupa Adil dan
tangani Kepala Tangung Jawab dan pasien rawat Santun yaitu dalam
Puskesmas Partisipatif) jalan di penerapan
Saya akan puskesmas keputusan harus adil
mendiskusikan sesuai dengan tanpa ada
mengenai draft SOP misi kepentingan pribadi
dengan Kepala meningkatkan dan santun dalam
Puskesmas Satai. mutu berkomunikasi
(Menerapkan nilai manajemen dengan kepala
dasar Nasionalisme puskesmas. puskesmas
dengan indikator
Musyawarah)
Saya akan membuat
SOP dengan teliti
agar tidak terjadi
kesalahan
(Menerapkan nilai
dasar Etika Publik
dengan indikator
Cermat)

18
Saya akan membuat
SOP dikarenakan
belum ada SOP
sebelumnya
(Menerapkan nilai
dasar Komitmen
Mutu dengan
indikator Inovasi)
Saya akan membuat
SOP sesuai aturan
yang ada, bukan
dikarenakan
kepentingan tertentu
(Menerapkan nilai
dasar Antikorupsi
dengan indikator
Adil)
3 Melakukan • Pasien rawat jalan • Tersedianyan resep Saya akan melakukan Melakukan Dengan melakukan
pelayanan resep menyerahkan resep obat pelayanan resep pelayanan resep pelayanan resep
pasien rawat kepada petugas dengan menerima pasien rawat mendukung nilai-
jalan sesuai farmasi. resep sesuai antrian jalan nilai organisasi
dengan SOP • Melakuakan yang ada. mendukung misi berupa Adil dan
pelayanan resep (Menerapkan nilai puskesmas yaitu Santun yaitu dalam
pasien rawat jalan dasar Akuntabilitas meningkatkan melakukan
yang datang ke dengan indikator mutu dan jenis pelayanan resep
puskesmas. Adil) pelayanan harus
Saya akan melakukan puskesmas. mengutamakan
pelayanan resep keadilan tanpa
dengan tidak membedakan pasien
membedakan status dan haruslah santun
pasien. (Menerapkan dalam melayani.
nilai dasar
Nasionalisme
dengan indikator
Tidak Diskriminatif)

19
Saya akan melakukan
pelayanan resep
dengan menyapa
pasien terlebih dahulu
dan memberikan
senyum.
(Menerapkan nilai
dasar Etika Publik
dengan indikator
Hormat dan Sopan)
Saya akan melakukan
pelayanan resep
dengan menerima
resep secara cepat.
(Menerapkan nilai
dasar Komitmen
Mutu dengan
indikator Efektivitas)
Saya akan melakukan
pelayanan resep
secara maksimal
tanpa mengharapkan
imbalan dari pasien.
(Menerapkan nilai
dasar Antikorupsi
dengan indikator
Tanggung Jawab
dan Kerja Keras)
4 Melakukan • Menerima resep Tersedianya Form Saya akan melakukan Dengan Dengan melakukan
pengkajian resep dari pasien skrining resep. pengkajian resep melakukan pengkajian resep
pasien rawat • Melakuakan secara jelas dan pengkajian sesuai SOP
jalan sesuai SOP skrining resep sesuai aturan yang resep berkontribusi
ada. (Menerapkan berkontribusi terhadap nilai-nilai
nilai dasar dalam organisasi berupa
Akuntabilitas melaksanakan Adil dan Indah yaitu

20
dengan indikator misi puskesmas melaksanakan
Kejelasan Target yaitu skrining secara sama
dan Konsisten) Meningkatan kepada semua
Saya akan melakukan mutu pasien, dan
pengkajian resep manajemen membuat dokumen
sesuai dengan apa puskesmas lebih rapi.
yang tertulis di resep.
(Menerapkan nilai
dasar Nasionalisme
dengan indikator
Amanah)
Saya akan melakukan
pengkajian resep
secara teliti.
(Menerapkan nilai
dasar Etika Publik
dengan indikator
Cermat)
Saya akan melakukan
pengkajian resep
secara baik sesuai
dengan aturan yang
ada. (Menerapkan
nilai dasar Komitmen
mutu dengan
indikator
Berorientasi Mutu)
Saya akan melakukan
pengkajian resep
tanpa mengubah hasil
pengkajian yang ada.
(Menerapkan nilai
dasar Anti Korupsi
dengan indikator
Jujur)

21
5 Menyerahkan • Menyiapkan obat • Obat yang tertulis Saya akan Dengan Menyerahkan obat
obat kepada sesuai yang tertulis pada resep menyerahkan obat menyerahkan kepada pasien
pasien rawat pada resep • Etiket penggunaan kepada pasien sesuai obat kepada sesuai dengan SOP
jalan sesuai • Menuliskan aturan obat urutan yang ada. pasien sesuai dapat berkontribusi
dengan SOP penggunaan pada (Menerapkan nilai SOP terhadap nilai-nilai
etiket dasar Akuntabilitas berkontribusi organisasi berupa
• Memberikan obat dengan indikator melaksanakan Adil dan Santun
kepada pasien Adil) misi puskesmas yaitu dengan
Saya akan yaitu melakukan tanpa
menyerahkan obat meningkatkan melihat status pasien
tanpa melihat status mutu dan jenis dan dilakukan
pasien. (Menerapkan pelayanan dengan sopan.
nilai dasar puksemas
Nasionalisme
dengan indikator
Tidak Diskriminatif)
Saya akan
menyerahkan obat
dengan tersenyum
dan memerikasa
kembali obat yang
akan diserahkan.
(Menerapkan nilai
dasar Etika publik
dengan indikator
Sopan dan Cermat)
Saya akan
menyerahkan resep
secara cepat dan
tepat. (Menerapkan
nilai dasar Komitmen
Mutu dengan
indikator Efektivitas
dan Berorientasi
Mutu

22
Saya akan
menyerahkan obat
kepada pasien sesuai
yang tertulis di resep
tanpa mengurangi
jumlahnya.
(Menerapkan nilai
dasar Anti korupsi
dengan indikator
Jujur dan Tanggung
Jawab)
6 Memberkan Memberikan informasi • Pasien mengerti Saya akan Dengan Dengan memberikan
informasi obat obat berdasarkan obat dan paham memberikan informasi memberikan informasi obat
kepada pasien yang di terima pasien mengenai aturan kepada pasien secara informasi obat kepada pasien rawat
rawat jalan penggunaan obat lengkap dan jelas kepada pasien jalan sesuai SOP
sesuai SOP • Form pemberian serta menggunakan rawat jalan telah berkontribusi
informasi obat bahasa yang mudah mendukung misi terhadap nilai-nilai
dipahami pasien. puskesmas yaitu organisasi Adil dan
(Menerapkan nilai meningkatan Santun yaitu telah
dasar Akuntabilitas mutu dan jenis memberikan
dengan indikator pelayanan di informasi secara
Partisipatif dan Adil) puskesmas jelas dan benar
Saya akan kepada semua
memberikan informasi pasien serta
obat sesuai dengan memberikan
fungsi obat tersebut. informasi dengan
(Menerapkan nilai bahasa yang mudah
dasar Nasionalisme dimengerti oleh
dengan indikator pasien
Jujur dan Amanah)
Saya akan
memberikan informasi
obat secara jelas
tanpa ada kesalahan.
(Menerapkan nilai

23
dasar Etika Publik
dengan indikator
Sopan dan Cermat)
Saya akan
memberikan informasi
obat secara jelas dan
menggunakan
bahasa yang mudah
dipahami pasien.
(Menerapkan nilai
dasar Komitmen
Mutu denga indikator
Efektivitas dan
Berorientasi Mutu)
Saya akan
memberikan informasi
obat secara lengkap
dan tidak
mengharapkan
imbalan.
(Menerapkan nilai
dasar Anti Korupsi
dengan indikator
Jujur dan Kerja
Keras)
7 Mencatat Melakukan pencatatan • Tersedianya kartu Saya akan melakukan Dengan Dengan melakukan
pengeluaran dan pengeluaran obat stok obat pencatatan melakukan pencatatan
obat sesuai sesuai resep yang pengeluaran obat pencatatan pengeluaran obat
dengan SOP diterima sesuai yang pengeluaran dapat berkontribusi
diserahkan ke pasien obat sesuai terhadap nilai-nilai
dan mencatat sesuai dengan SOP organisasi berupa
tanggalnya. telah Indah yaitu telah
(Menerapkan nilai mendukung misi mebuat dokumen
dasar Akuntabilitas puskesmas yaitu yang tertata dan
dengan indikator meningkatkan tersimpan secara

24
Jujur, Transparan mutu rapi di puskesmas.
dan Konsisten) manajemen
Saya akan melakukan puskesmas
pencatatan
pengeluaran obat
secara jelas.
(Menerapkan nilai
dasar Nasionalisme
dengan indikator
Tanggung Jawab)
Saya akan melakukan
pencatatan
pengeluaran obat
secara teliti tanpa ada
kesalahan.
(Menerapkan nilai
dasar Etika Publik
dengan indikator
Cermat)
Saya akan melakukan
pencatatan
pengeluaran obat
secara jelas dan
mudah dibaca.
(Menerapkan nilai
dasar Komitmen
mutu dengan
indikator Efektivitas
dan Berorientasi
Mutu)
Saya akan melakukan
pencatatan
pengeluaran obat
tanpa memanipulasi
data yang ada.

25
(Menerapkan nilai
dasar Anti Korupsi
dengan indikator
Jujur dan Tanggung
Jawab)
8 Mengarsipkan Mengarsipkan data • Arsip data resep Saya akan melakukan Dengan Dengan pengarsipan
resep pasien resep pasien rawat jalan pengarsipan resep mengarsipkan resep pasien rawat
rawat jalan di sesuai urutan tanggal resep pasien jalan dapat
puskesmas dan bulan. rawat jalan berkontribusi
sesuai dengan (Menerapkan nilai sesuai SOP terhadap nilai-nilai
SOP dasar Akuntabilitas telah organisasi berupa
dengan indikator berkontribusi Indah yaitu
Transparan dan dalam membuat arsip yang
Konsisten) melaksanakan tertata dan tersusun
Saya akan melakukan misi puskesmas rapi.
pengarsipan resep yaitu
secara baik dan meningkatan
sesuai aturan. mutu
(Menerapkan nilai manajemen
dasar Nasionalisme puskesmas
dengan indikator
Amanah)
Saya akan melakukan
pengarsipan resep
sesuai dengan SOP
dan aturan yang ada.
(Menerapkan nilai
dasar Etika Publik
dengan indikator Taat
Peraturan dan
Perundang-
undangan)
Saya akan melakukan
pengarsipan dengan
disusun secara rapi di

26
tempat yang sesuai.
(Menerapkan nilai
dasar Komitmen
Mutu dengan
indikator Efektivitas
dan Berorientasi
Mutu) Saya akan
melakukan
pengarsipan tanpa
mengubah data yang
ada. (Menerapkan
nilai dasar Anti
Korupsi dengan
indikator Jujur dan
Tanggung Jawab)

27
3.5. JADWAL IMPLEMENTASI
Jadwal implementasi kegiatan-kegiatan aktualisasi dijelaskan pada tabel berikut
ini.
Tabel 3.5
Jadwal Implementasi Aktualisasi
Pendidikan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XXXI

Nama Peserta Dedi Rahadi, S.Farm., Apt


Instansi Puskesmas Satai
Tempat
Puskesmas Satai
Aktualisasi
Dokumen Kegiatan / Bukti
No. Tanggal Kegiatan Output
Fisik
1 13-15 Juni Membuat Naskah rancangan Dokumen rancangan SOP
2019 rancangan draft SOP yang akan yang telah di konsultasikan
Standar diajukan kepada kepala puskesmas
Operasional
Prosedur (SOP)
pelayanan resep
pasien rawat jalan

1. 16-18 Juni Menyusun Standar 1 dokumen SOP Dokumen SOP pelayanan


2019 Operasional pelayanan resep resep pasien rawat jalan
Prosedur (SOP) pasien rawat jalan yang sudah di cetak dan
pelayanan resep disahkan oleh Kepala
pasien rawat jalan Puskesmas

2. 19,21,24.26 Melakukan Tersedianya resep Dokumen resep obat


dan 28 Juni pelayanan resep Obat
2019 pasien rawat jalan
sesuai dengan SOP

3. 19,21,24.26 Melakukan Tersedianya form Dokumen form skrining


dan 28 Juni pengkajian resep skrining resep resep.
2019 pasien rawat jalan
sesuai dengan SOP
4. 19,21,24.26 Menyerahkan obat Obat yang tertulis 1. Foto penyerahan obat
dan 28 Juni kepada pasien 2. Etiket penggunaan obat
pada resep dan Etiket
2019 rawat jalan sesuai 3. Foto obat yang
denagn SOP penggunaan obat diserahkan

5. 19,21,24.26 Memberikan Pasien mengerti dan 1. Foto kegiatan


dan 28 Juni informasi obat pemberian informasi
paham mengenai
2019 kepada pasien obat
rawat jalan sesuai aturan penggunaan 2. Form pemberian
dengan SOP informasi obat
obat dan Form
pemberian informasi
obat
6. 19,21,24.26 Mencatat Tersedianyan kartu Dokumen kartu stok obat
dan 28 Juni pengeluaran obat

28
2019 pasien rawat jalan stok obat
sesuai dengan SOP
7. 1 Juli 2019 Mengarsipkan resep Terdapat Arsip resep Foto arsip pasien rawat
pasien rawat jalan di jalan
pasien rawat jalan
puskesmas sesuai
dengan SOP

3.6. STRATEGI PEMBIMBINGAN


3.6.1. Pembimbingan dengan Mentor
Tabel dibawah ini menggambarkan kegiatan konsultasi mengenai rancangan
aktualisasi bersama mentor.

Tabel 3.6 Jadwal Konsultasi dengan Mentor

Nama Mentor : Purwadi, S.Tr.Kep


Nama Peserta : Dedi Rahadi, S.Farm., Apt
Instansi : Puskesmas Satai
Tempat Aktualisasi : Puskesmas Satai

Media
No Tanggal Kegiatan Output Paraf
Komunikasi
1 24 Mei Pengajuan Judul Persetujuan Judul Online
2019 Rancangan dari Mentor selaku (WhatsApp)
Aktualisasi Kepala Puskesmas

2 1 Juni Pengajuan draft Hasil Koreksi Online


2019 Rancangan Rancangan (WhatsApp)
Aktulialisasi Aktualisasi

3 9 Juni Konsultasi Persetuan Online


2019 perbaikan hasil Rancangan (WhatsApp)
Koreksi Aktualisasi
Rancangan
Aktualisasi

29
3.6.2. Pembimbingan dengan Coach
Tabel dibawah ini menggambarkan kegiatan konsultasi mengenai rancangan
aktualisasi bersama coach.

Tabel 3.7 Jadwal Konsultasi dengan Coach

Nama Coach : Apriyandi


Nama Peserta : Dedi Rahadi, S.Farm., Apt
Instansi : Puskesmas Satai
Tempat Aktualisasi : Puskesmas Satai

Media
No Tanggal Kegiatan Output Paraf
Komunikasi
1 28 Mei Pertemuan pertama Penetapan Tatap Muka
2019 dan konsultasi Isu dan Format
format penulisan Penulisan
Rancangan Rancangan
Aktualisasi Aktualisasi
2 4 Juni Konsultasi Isu dan Hasil Koreksi Online
2019 kesesuaian Rancangan (WhatsApp)
Rancangan Aktualisasi
Aktualisasi

3 9 Juni Konsultasi Hasil Perbaikan Tatap Muka


2019 Koreksi Rancangan Rancangan
Aktualisasi Aktualisasi

30
BAB IV
PENUTUP

Melalui kegiatan aktualisasi, peserta pelatihan dasar dapat memahami lebih dalam
nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi. Sehingga mampu diterapkan di tempat tugas untuk mewujudkan
birokrasi pemerintah yang lebih baik lagi terutama di bidang pelayanan kesehatan.
Adapun proses kegiatan optimalisasi pelayanan resep pasien rawat jalan sesuai
dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) di puskemas satai dapat diuraikan dalam
tahapan sebagai berikut:
1. Membuat rancangan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan resep
pasien rawat jalan
2. Menyusun format Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan resep pasien
rawat jalan.
3. Melakukan pelayanan resep pasien rawat jalan
4. Melakukan pengkajian resep pasien rawat jalan
5. Menyerahkan obat kepada pasien rawat jalan
6. Memberikan informasi obat
7. Mencatat pengeluaran obat.
8. Mengarsipan resep pasien rawat jalan di puskesmas

Dengan mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA, diharapkan terdapat


peningkatan pelayanan resep pasien rawat jalan sesuai dengan SOP yang telah di
buat sehingga dapat meningkatkan kepuasan pasien dan kualitas kinerja petugas
farmasi di Puskesmas Satai pada khususnya dan mendukung terwujudnya program
kecamatan sehat.

31
DAFTAR PUSTAKA

Fatimah, E. & Irawati, E., 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Dalam: Manajemen
Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Kumorotomo, W., Wirapradja, N. R. D. & Imbaruddin, A., 2015. Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Dalam: Etika Publik. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Kusumasari, B., Dwiputrianti, S. & Allo, E. L., 2015. Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Dalam: Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Latief, Y., Suryanto, A. & Muslim, A. A., 2015. Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan
Golongan III. Dalam: Nasionalisme. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Purwanto, E. A., Tyastianti, D., Taufiq, A. & Novianto, W., 2017. Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS. Dalam: Pelayanan Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Suwarno, Y. & Sejati, T. A., 2017. Pelatihan Dasar Calon PNS. Dalam: Whole Of
Goverment. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi, 2015. Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Dalam: Anti Korupsi. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Utomo, T. W. W., B. & Purwana, B. H., 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Dalam:
Habituasi. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Yuniarsih, T. & Taufiq, M., 2015. Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan
III. Dalam: Komitmen Mutu. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Undang-Undang Nomor 5, Tahun 2014, Tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN)

Permenkes No. 75, Tahun 2014, Tentang Puskesmas

Permenkes No. 74, Tahun 2016, Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas

Peraturan Kepala LAN-RI Nomor 12, Tahun 2018, Tentang Pelaksanaan Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil

32

Anda mungkin juga menyukai