Anda di halaman 1dari 9

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA Negeri Alor Kecil


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : XII
Semester : 1
Jumlah pertemuan : 2
Standar Kompetensi :
2. Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-
hari.
Kompetensi Dasar
2.2. Menjelaskan reaksi oksidasi-reduksi dalam sel elektrolisis

Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Mengamati reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada reaksi elektrolisis melalui percobaan
2. Menuliskan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada larutan atau cairan dengan elektroda aktif
ataupun elektroda inert

I. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru, demonstrasi dan penugasan, peserta
didik dapat mengamati reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada reaksi elektrolisis melalui
percobaan dengan benar
2. Melalui diskusi kelompok, mendengarkan penjelasan guru dan penugasan, peserta didik dapat
menuliskan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada larutan atau cairan dengan elektroda aktif
ataupun elektroda inert dengan benar

Karakter peserta didik yang dikembangkan:


Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab.

II. Materi Pembelajaran


Elektrolisis
Elektrolisis artinya penguraian suatu zat akibat arus listrik.Zat yang terurai dapat berupa padatan,
cairan, atau larutan. Arus listrik yang digunakan adalah arus searah (direct current =dc ). Tempat
berlangsungnya reaksi reduksi dan oksidasi dalam sel elektrolisis sama seperti pada sel volta, yaitu anode
(reaksi oksidasi) dan katode (reaksi reduksi). Perbedaan sel elektrolisis dan sel volta terletak pada kutub
elektrode. Pada sel volta, anode (–) dan katode (+), sedangkan pada sel elektrolisis sebaliknya, anode (+)
dan katode (–). Pada sel elektrolisis anode dihubungkan dengan kutub positif sumber energi listrik,
sedangkan katode dihubungkan dengan kutub negatif. Oleh karena itu pada sel elektrolisis di anode akan
terjadi reaksi oksidasi dan dikatode akan terjadi reaksi reduksi.
Bagian-bagian sel elektrolisis
Sel elektrolisis adalah adalah seperangkat alat yang berfungsi untuk merubah energi listrik
menjadi energi kimia. Rangkaian sel elektrolisis dapat digambarkan sebagai berikut.
Sumber arus

elektroda
Gambar: Rangkaian Sel Elektrolisis elektrolit
Fungsi dari Bagian-bagian Sel Elektrolisis
1. Sumber arus : berfungsi sebagai sumber energi listrik yang menyebabkan terjadinya reaksi
kimia
2. Dua buah elektroda dalam satu tempat (tabung/gelas kimia) : berfungsi sebagai tempat
terjadinya reaksi. Elektroda dapat dibedakan menjadi 2 yaitu elektroda inert (tidak reaktif atau
tidak bereaksi) yang contohnya Pt, C, Au dan elektroda tidak inert (reaktif atau mengalami
reaksi) yang contohnya selain Pt, C, Au. Elektoda pada sel elektrolisis ada yang bermuatan
negatif (Katoda) dan bermuatan positif (Anoda). Disingkat dengan ELKNAP (elektrolisis :
katoda bermuatan negatif dan anoda bermuatan positif).
3. Elektrolit : berfungsi sebagai tempat ion-ion. Elektrolit juga dibedakan menjadi 2 yaitu
elektrolit larutan dan elektrolit lelehan.
Sel elektrolisis dapat dikelompokan menjadi 3 jenis yaitu sel elektrolisis dengan elektrolit
berupa lelehan, sel elektrolisis dengan elektrolit berupa larutan dan elektroda inert, sel elektrolisis
dengan elektrolit berupa larutan dan elektroda tidak inert (selain Pt, C, Au).

Reaksi yang Terjadi pada Sel Elektrolisis


Sel elektrolisis dapat dikelompokkan menjadi 3 berdasarkan elektrolit dan elektrodanya.
Pada ketiga sel elektrolisis tersebut terjadi reaksi yang berbeda-beda. Hal ini didasarkan pada
persaingan ion-ion yang ada pada larutan dan kereaktifan elektodanya.

1) Elektrolit berupa leburan/lelehan dengan elektroda inert


Katoda:
Ion positif (kation) tereduksi dengan reaksi:
Ln+(aq) + ne → L(s)
Anoda:
Ion negati (anion) teroksidasi dengan reakasi:
2X-(aq) → X2(s) + 2e

2) Elektrolit berupa larutan dengan elektroda inert (Pt, C, Au)


Katoda:
- Kation logam aktif (golongan IA, IIA, Al3+, Mn) tidak direduksi. Yang mengalami reduksi
adalah air karena Eo air lebih besar. Reaksi reduksi air adalah sebagai berikut.
2 H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)
- Kation selain golongan IA, IIA, Al3+, Mn mengalami reduksi.
Ln+(aq) + ne → L(s)
- Ion H+ dari asam akan direduksi menjadi gas hidrogen (H2)
2H+(aq) + 2e → H2(g)
Anoda:
- Anion sisa asam oksi (SO4-2, NO3-, PO4-3) tidak mengalami reaksi. Senyawa yang
mengalami oksidasi adalah air.
2H2O(l) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e
Anion sisa asam Halida (X-) contohnya F, Cl, Br, I mengalami oksidasi.
2X-(aq) → X2(s) + 2e
- Ion OH- akan dioksidasi menjadi gas oksigen (O2)
4OH-(aq) → 2H2O(l) + O2(g) + 4e

3) Elektrolit berupa larutan dengan elektroda tak inert (selain Pt, C, Au)
Katoda:
- Kation logam aktif (golongan IA, IIA, Al3+, Mn) tidak direduksi. Yang mengalami reduksi
adalah air karena Eo air lebih besar. Reaksi reduksi air adalah sebagai berikut.
2 H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)
- Kation selain golongan IA, IIA, Al3+, Mn mengalami reduksi.
Ln+(aq) + ne → L(s)
+
- Ion H dari asam akan direduksi menjadi gas hidrogen (H2)
2H+(aq) + 2e → H2(g)
Anoda:
- Elektroda aktif atau elektroda tidak inert (selain PT, C, Au) mengalami oksidasi.
L(s) → Ln+(aq) + ne

III. Metode Pembelajaran


Metode Pembelajaran: demonstrasi, diskusi kelompok, ceramah, tanya jawab.

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran


Pertemuan Ke-1
No Kegiatan Aktivitas Alokasi
waktu
1. Pendahuluan - Salam dan doa 10 menit
- Mengecek kehadiran peserta didik
- Apersepsi: guru mencontohkan sel elektrolisis dalam
kehidupan sehari-hari untuk menarik miinat peserta didik.
- Motivasi
Guru memotivasi peserta didik tentang materi yang akan
dipelajari yaitu tentang sel elektrolisis
(bagaimana proses penyepuhan? Bagaimana orang
menempelkan emas pada perhiasan emas?)
- Menyampaikn tujuan pembelajaran
2. Kegiatan Inti Eksplorasi: 115 menit
- Guru bertanya tentang bagaimana suatu larutan elektrolit
dapat menghantar listrik.
- Guru menyampaikan bahwa sel elektrolisis memiliki
perbedaan dengan sel volta yang sudah dipelajrai sebelumnya
- Guru membagi peserta didik dalam kelompok yang terdiri
dari masing-masing 4-5 orang peserta didik
- Masing-masing peserta didik diberi nomor dari 1 - 5
- Guru menampilkan demosntrasi rangkaian sel elektrolisis dan
bagaimana reaksi bisa terjadi pada sel elektrolisis
- Dengan bantuan LKS yang diberikan oleh guru peserta didik
mengekplorasi (mencari di buku atau sumber bahan ajar lain),
sehingga mampu menggambarkan sel elektrolisis, menjelaskan
fungsi masing-masing bagiannya, dan menjelaskan reaksi
reduksi-oksidasi yang terjadi pasa sel elektrolisis dengan
elektroda inert maupun non inert, dalam kelompok.
Elaborasi
- Peserta didik melakukan diskusi kelompok
- Guru membimbing peserta didik dalam diskusi kelompok dan
membantu peserta didik yang mendapat kesulitan
- Setelah selesai, hasil diskusi disampaikan dengan seluruh kelas
(presentasi). Pada saat presentasi ini, guru memanggil nomor
dari 1-5 dan peserta didik dengan nomor yang dimaksud
ditugaskan untuk menjawab/mempresentasikan hasil
diskusinya.
Konfirmasi
- Memberikan tambahan informasi terhadap hasil eksplorasi dan
elaborasi peserta didik dengan bantuan power point
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap hasil
belajar peserta didik
3. Penutup - Guru membantu peserta didik membuat kesimpulan 10 menit
- Peserta didik diberi PR
- Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya
- Salam

Pertemuan Ke-2
No Kegiatan Aktivitas Alokasi
waktu
1. Pendahuluan  Salam dan doa 10 menit
 Mengecek kehadiran peserta didik
 Apersepsi: guru menanyakan materi sebelumnya
 Motivasi
 Menyampaikn tujuan pembelajaran
2. Kegiatan Inti Eksplorasi: 70menit
 Guru bertanya tentang bagaimana suatu larutan elektrolit
dapat menghantar listrik.
Elaborasi
 Peserta didik dihimbau untuk merancang percobaan untuk
memenyelidiki reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada
elektrolisis,dalam kelompok
 Peserta didik mendiskusikan hasil percobaanya, dalam
kelompok.
 Guru memantau diskusi kelompok
 Guru sebagai moderator fasilitator diskusi kelas
Konfirmasi
 Guru meminta peserta didik menyimpulkan hasil diskusi
3. Penutup - Guru membantu peserta didik membuat kesimpulan 10 menit
- Peserta didik diberi tugas membuat laporan
- Guru menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya
- Salam
V. Sumber, Alat dan Bahan Pembelajaran
a. Sumber Pembelajaran
Sunarya, Yayan. (2007). Kimia Umum Berdasarkan Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Bandung: Alkemi
Grafisindo Press.
Purba, Michael. (2006). Kimia Untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
b. Alat dan Bahan Pembelajaran
1. Worksheet
2. Lembar diskusi
3. Laptop dan materi dalam power point

VI. Penilaian
1. Aspek Afektif
i. Teknik penilaian: observasi
ii. Bentuk intrumen: skala lajuan
iii. Instrumen penilaian:
Lembar Pengamatan Penilaian Afektif peserta didik

bertanyaKemampuan

Ketepatan menjawab
Kemampuan
berpendapat
Kehadiran

Rata-rata
No Nama

Keterangan:
Skala lajuan tersebut diisi dengan menuliskan angka 1 sampai dengan 5 sesuai kriteria berikut:
1. Sangat baik (A) 4. Kurang (D)
2. Baik (B) 5. Sangat kurang (E)
3. Cukup (C)
2. Aspek Psikomotorik:
a. Teknik Penilaian: observasi
b. Bentuk Penilaian : Skala Lajuan
c. Instrumen penilaian: Lembar Pengamatan Observasi
Skala nilai
No. Aspek yang diamati Skor
5 4 3 2 1
1. Cara menyiapkan alat
2. Cara menggunakan alat
3. Cara menyiapkan bahan
4. Cara melakukan pengujian
5. Cara mengamati perubahan yang
terjadi
6. Kebenaran menarik kesimpulan
Skor total
i. Jumlah skor maksimal = 30

ii. Nilai =
iii. Kriteria penilaian:
No Nilai Kuantitatif Nilai Kualitatif Keterangan
1. ≥ 86 A Sangat baik
2. 76 < nilai < 86 B Baik
3. 60 < nilai < 76 C Cukup
4. 46 < nilai < 60 D Kurang
5. < 46 E Sangat kurang

3. Aspek kognitif:
a. Teknik Penilaian: Ulangan harian
b. Bentuk Penilaian : Soal objektif, benar salah, dan uraian.
c. Instrumen penilaian: terlampir
d. Tindak Lanjut : Bagi peserta didik yang telah mencapai KKM diberikan pengayaan
sedangkan bagi peserta didik yang belum mencapai KKM diberikan remedial.

Lefokisu, 18 Juli 2016


Mengetahui,
Kepala SMA Negeri Alor Kecil Guru Mata Pelajaran

Rahmad Kapitan, S.Pd Siti Qomariyyah Sado, S.Pd


NIP: 19770310 200212 1 011 NIP : -
Lampiran
Instrumen Penilaian Kognitif

I. Pilihlah satu jawaban yang benar !

1. Pada elektrolisis larutan NaCl dengan elektrode karbon, zat yang terjadi pada katode adalah ....
A. gas O2 D. gas Cl2
B. gas H2 dan NaOH(aq) E. NaCl
C. logam Na
2. Pada elektrolisis larutan tembaga(II) sulfat dengan elektrode tembaga, di anode terjadi reaksi ....
A. Cu2+(aq) + 2e  Cu(s)
B. Cu(s)  Cu2+(aq) + 2e
C. H2O(l) + 2e  2OH─(aq) + H2(g)
D. 2H2O(l)  4H+(aq) + O2(g) + 4e
E. SO42─(aq) + H2O(l)  H2SO4(aq) + O2(g) + 2e

3. Elektrolisis zat manakah yang menghasilkan gas hidrogen di anode?


A. NH3(l) D. HCl(aq)
B. Na2SO4(aq) E. KHSO4(aq)
C. NaH(l)

4. Pada elektrolisis lelehan NaCl, pada katode dan anode berturut-turut dibebaskan ....
A. H2 dan Cl2 D. Na dan H2
B. H2 dan O2 E. Na dan O2

II. Essay
1. Tuliskan reaksi elektrolisis pada:
a. Lelehan NaCl dengan elektrode C
b. Larutan CuSO4 dengan elektrode Ni
c. Larutan AgNO3 dengan elektrode Ni
d. Larutan KI dengan elektrode Pt

2. Larutan KBr dielektrolisis dengan elektroda Pt.


a. Gambarkan rangakaian sel elektrolisisnya!
b. Tuliskan reaksi yang terjadi pada anoda dan katoda!
c. Apakah fungsi sumber arus, elektroda, dan elektrolit pada sel elektrolisis?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

A. Tujuan
Mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan garam natrium sulfat (Na 2SO4)
dan kalium Iodida (KI).
B. Alat dan Bahan
1. Seperangkat alat elektrolisis
2. Larutan Na2SO4
3. Larutan KI
4. Indikator universal
C. Cara Kerja
Elektrolisis larutan garam natrium sulfat (Na2SO4)
1. Pasanglah alat elektrolisis seperti terlihat pada gambar
2. Tambahkan 10 tetes indicator universal ke dalam kira-kira 50ml larutan Na2SO4 0,5 M, kemudian
masukkan larutan itu ke dalam tabung U.
3. Elektrolisislah larutan itu sampai terlihat suatu perubahan pada sekitar kedua elektrode. Catat
pengamatan anda.
Elektrolisis Kalium Iodida (KI)
1. Elektrolisis larutan KI 0,5 M sampai terlihat perubahan pada kedua elektrode.
2. Dengan menggunakan pipet tetes, pindahkan larutan dari ruang katode kedalam dua tabung massing-
masing kira-kira 2ml. tambahkan 2 tetes larutan fenolftaliein ke dalam tabung 1, dan tambahkan 2
tetes larutan amilum/kanji ke dalam tabung 2. Catat pengamatan anda. Lakukan hal yang sama
terhadap larutan dari ruang anode.
D. Data Hasil Pengamatan
Elektrolisis larutan garam natrium sulfat (Na2SO4)
1. Warna larutan sebelum di elektrolisis :
2. Sesudah dielektrolisis :
a. Perubahan pada ruang katode:
b. Perubahan pada ruang anode :
Elektrolisis Kalium Iodida (KI)
Cairan dalam ruang Perubahan selama Perubahan setelah Perubahan setelah
elektrolisis ditambah fenolftalein ditambah amilum
Anode
Katode
LEMBAR DISKUSI

Tuliskan reaksi elektolisis berikut :


a. Elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektrode grafit
b. Elektrolisis larutan CuSO4 dengan katode besi dan anode platina
c. Elektrolisis lelehan MgCl2 dengan elektrode grafit
Kunci Jawaban
a. Elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektrode grafit
AgNO3(aq) → Ag+(aq) + NO3-(aq)
Ag+ bukanlah dari logam aktif, jadi kation itu akan direduksi. Karena anoda bersifat inert (C) sedangkan
anion dari sisa asam oksi, maka air yang teroksidasi di anode.
Katode : Ag+(aq) + e → Ag (s) (x 4)
Anode : 2 H2O (l) → 4 H+(aq) + O2(g) +4e (x 1)
4Ag+(aq) + 2 H2O (l) → 4Ag (s) + 4 H+(aq) + O2(g)
b. Elektrolisis larutan CuSO4 dengan katode besi dan anode platina
CuSO4 (aq) → Cu2+ (aq) + SO42- (aq)
Cu2+ bukan dari logam aktif, jadi kation itu akan direduksi, karena anode inert (Pt) sedangkan anion dari
sisa asam oksi, maka air teroksidasi di enode.
Katode : Cu2+(aq) + 2e → Cu (s) (x 2)
Anode : 2 H2O (l) → 4 H+(aq) + O2(g) +4e (x 1)
Cu2+(aq) + 2 H2O (l) → 2 Cu (s) + 4 H+(aq) + O2(g)
c. Elektrolisis lelehan MgCl2 dengan electrode grafit
MgCl2 (l) → Mg+ (l) + 2 Cl- (l)
Pada elektrolisis lelehan senyawa ion dengan elektrode inert, maka kation direduksi di katode sedangkan
anion dioksidasi di anode.
Katode : Mg2+(l) + 2e → Mg (s)
Anode : 2 Cl-(l) → Cl2 (g)
Mg2+(l) + 2 Cl- (l) → Mg (s) + Cl2(g)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
A. Tujuan
Mempelajari korosi pada besi
B. Alat dan Bahan
pemanas air Air
tabung reaksi minyak tanah
Amplas aquades
Paku CaCl2 (higroskopis atau menyerap air)
Kapas
C. Cara Kerja
1. Ambil 4 tabung reaksi dan beri nomor 1 sampai 4.
2. Tabung 1, masukkan 5 ml aquades.
3. Tabung 2, masukkan 2 gram kristal CaCl2, di atasnyadiletakkan kapas kering.
4. Tabung 3, masukkan air yang sudah didihkan hinggapenuh.
5. Tabung 4, masukkan 10 ml minyak tanah (lebih tinggi dar tinggi paku).
6. Amplas 4 batang paku hingga bersih, kemudian masukkan ke dalam masing- masing tabung.
7. Tutup tabung 2 dan 3 dengan sumbat karet hingga rapat
8. Simpan semua tabung selama 2 hari, kemudian amati apayang terjadi.
D. Data Hasil Pengamatan
Tabung Pengamatan (korosi / tidak)
1
2
3
4
E. Pertanyaan
1. Bagaimana cara pencegahan korosi pada besi?
2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi?