Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKS ANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Sekolah : SMK MUHAMMADIYAH 4 KLATEN TENGAH


Mata Pelajaran : KONSTRUKSI BATU
Kompetensi Keahlian : BISNIS KONSTRUKSI DAN PROPERTI
Kelas / Semester : XI / GASAL
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Alokasi Waktu : 6 JP (pertemuan 1)

A. Kompetensi Inti (KI)


3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional lanjut, dan kognitif secara multi disiplin sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Bisnis Konstruksi dan properti pada tingkat
teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konsteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kerja Bisnis Konstruksi dan Properti. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan
dengan mutu dan kuantits yang terukur sesuai dengan standard kompetensi
kerja.
Menunjukan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait denang pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


3.3 Mendeskripsikan unsur-unsur pengelolaan pekerjaan konstruksi batu sesuai
ketentuan.
4.3 Membuat laporan pengelolaan pekerjaan pada kontruksi gedung,bangunan air
terdiri dari: pengelolaan material, tenaga kerja, peralatan dan waktu pekerjaan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menjelaskan pengelolaan pekerjaan pada konstruksi gedung, bangunan air
sesuai ketentuan.
2. Menjelaskan pengelolaan material/bahan pada konstruksi gedung, bangunan air
sesuai ketentuan.
3. Menjelaskan pengelolaan tenaga kerja pada konstruksi gedung, bangunan air
sesuai ketentuan.
4. Menjelaskan pengelolaan peralatan pada konstruksi gedung, bangunan air
sesuai ketentuan.
5. Menjelaskan pengelolaan waktu/scedule pekerjaan pada konstruksi gedung,
bangunan air sesuai ketentuan.

D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah membaca materi, dijelaskan dan mencari informasi siswa
dapat memahami pengelolaan pekerjaan, pengelolaan material/bahan,
pengelolaan tenaga kerja, pengelolaan peralatan, dan pengelolaan waktu/
scedule pada konstruksi gedung, bangunan air sesuai ketentuan.
2. Setelah membaca materi, dijelaskan dan mencari informasi siswa akan
dapat menalar tentang pengelolaan pekerjaan, pengelolaan material/bahan,
pengelolaan tenaga kerja, pengelolaan peralatan, dan pengelolaan waktu/
scedule pada konstruksi gedung, bangunan air sesuai ketentuan.
3. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat
mempresentasikan tentang pengelolaan pekerjaan, pengelolaan material/bahan,
pengelolaan tenaga kerja, pengelolaan peralatan, dan pengelolaan waktu/
scedule pada konstruksi gedung, bangunan air sesuai ketentuan.
4. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat
mempresentasikan tentang pengelolaan pekerjaan, pengelolaan material/bahan,
pengelolaan tenaga kerja, pengelolaan peralatan, dan pengelolaan waktu/
scedule pada konstruksi gedung, bangunan air sesuai ketentuan.
5. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat
menerapkan ilmu yang didapat disekolah dalam kehidupan sehari-hari.

E. Materi Pembelajaran
(Materi pembelajaran terlampir)
F. Pendekatan, Model dan Metode
Pendekatan : Saintifik
Metode : Ceramah, diskusi.

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan 20 menit
Dalam kegiatan pendahuluan, guru :
Kegiatan berdoa, guru memberikan salam kepada siswa kemudian
berdo’a.
Guru mengecek kehadiran siswa.
1. Guru mempersiapkan media pembelajaran.
2. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir
kritis, siswa diajak menbaca atau mencari informasi terkait unsur-
unsur pengelolaan pekerjaan konstruksi batu sesuai ketentuan.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Inti 230 menit
1. Mengamati
Mengamati dan membaca informasi tentang pengelolaan material,
tenaga kerja, peralatan dan waktu pekerjaan.
2. Menanya
- Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan
pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang pengelolaan material,
tenaga kerja, peralatan dan waktu pekerjaan.
- Mengarahkan siswa agar diskusi tentang unsur-unsur pengelolaan
pekerjaan konstruksi batu sesuai ketentuan.
(Dalam hal ini siswa terbangun rasa ingin tahu sehingga dapat
mensyukuri angugerah Tuhan).
3. Mengeksplorasi
Mengumpulkan informasi yang dipertanyakan dan menentukan
sumber (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk
menjawab pertanyaan yang diajukan tentang pengelolaan pekerjaan
konstruksi batu sesuai ketentuan.
4. Mengasosiasi
Mengkatagorikan informasi dan menentukan hubungannya,
selanjutnyanya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana
sampai pada yang lebih kompleks tentang pengelolaan pekerjaan
konstruksi batu sesuai ketentuan.
5. Mengkomunikasikan
- Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang pengelolaan material,
tenaga kerja, peralatan dan waktu pekerjaan.
- Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan
hasil pengukuran sesuai dengan prinsip-prinsip ukur tanah.
- Memberikan penguatan kepada siswa dan menyampaikan hasil
konseptualisasi tentang pengukuran sesuai dengan prinsip-prinsip
ukur tanah.
(dalam hal ini dapat menumbuhkan rasa jujur dan percaya diri)

Penutup 20 menit
1. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang hasil kesimpulan
dari kegiatan pembelajaran.
2. Guru memberikan tugas atau PR.
3. Guru memberi motivasi kepada siswa agar tetap rajin belajar.
4. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan salam.
(Untuk menumbuhkan rasa syukur kepada Alloh SWT)

H. Penilaian Pembelajaran
a. Soal test atau tugas
No Soal Bobot Nilai
Apakah yang dimaksud dengan Manajemen proyek
1 10
konstruksi?
2 Tuliskan unsur-unsur pengelola proyek? 10
Jelaskan tugas dan kewajiban dari para unsur-unsur
3 20
pengelola proyek?
Gambarkan hubungan kerja antara unsur-unsur penhelola
4 30
proyek?
Tuliskan dan jelaskan secara singkat tahap-tahap
5 30
manajemen proyek?
Jumlah 100

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media : Papan tulis, bahan tayang.
2. Alat : Alat tulis, LCD.
3. Sumber Belajar : Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Jilid 1 (Tamrin), Buku
Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung, Modul Teknik
Konstruksi Batu & Beton.

Mengetahuii Klaten, September 2017


Guru Mata Pelajaran, Mahasiswa,

Lasimin, S.Pd Yunus Jamaludin


NIP. 197409182008011002 NIM. 14505241053
LAMPIRAN I

Uraian Materi
A. Pendahuluan
Manajemen Proyek adalah tata cara atau sistem pengelolaan pekerjaan
konstruksi dalam mengelola sumber daya dan dana suatu proyek untuk mencapai
tujuan dengan menggunakan metode-metode dan sistematika tertentu. Manajemen
suatu proyek pembangunan mempunyai tujuan menyelesaikan proyek sesuai batas
waktu dan biaya yang direncanakan dengan kualitas bangunan yang optimal. Oleh sebab
itu kerjasama yang baik antar unsur pendukung dalam melaksanakan tugas dan
kewajibannya berdasarkan batas ruang lingkup dan wewenang masing-masing mutlak
diperlukan, dan merupakan modal dasar dari kelangsungan suatu proyek menuju
keberhasilan.
Keberhasilan suatu proyek sangat tergantung dari perilaku atau kegiatan
satuan-satuan pendukung pelaksana organisasinya yang dikoordinasikan dalam suatu
sistem manajemen. Untuk itu dituntut agar individu-individu atau satuan-satuan dalam
organisasi pengelola dapat bekerja sama secara terorganisir untuk mewujudkan sesuai
dengan keinginannya, jadwal kegiatan, anggaran keuangan, monitoring dan laporan
kemajuan serta segera mengambil langkah-langkah perbaikan bilamana dibutuhkan.
Sistem manajemen proyek memberikan tata cara kepada individu-individu dengan
berlainan tugasnya, agar mampu bekerja sama untuk mencapai harapan tertentu
proyek.
Secara keseluruhan, seorang kepala proyek hanyalah sebagai salah satu unsur
pelaksana saja, kepala proyek merupakan penanggung jawab secara keseluruhan
daripada mobilitas pelaksanaan proyek. Terdapat struktur organisasi untuk dipilih pada
pelaksanaan proyek sesuai jenis proyeknya. Pengelola proyek bertanggung jawab untuk
menyelesaikan suatu tujuan organisasi sesuai dengan batas menurut spesifikasi sumber
daya, dana, waktu, peralatan, teknologi, manusia dan material untuk mencapai standar
kualitas kesepakatan sehingga tercapai suatu keuntungan bagi semua belah pihak. Oleh
karena itulah maka diperlukan adanya manajemen, perhitungan, perencanaan secara
sistematis dan tersusun rapi dalam suatu wadah berbentuk organisasi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibuat suatu sistem hubungan kerja sesuai
dengan kondisi pekerjaan seperti berikut:
1. Tugas pokok dari organisasi.
2. Pengelompokan dalam satu sistematika tertentu.
3. Pekerjaan dari tiap-tiap petugas dari organisasi itu.
4. Tanggung jawab dari tiap-tiap petugas dalam rangka pelaksanaan
tugas yang dibebankan kepadanya.
5. Kekuasaan atau wewenang dari tiap-tiap petugas.
6. Pelimpahan tanggung jawab kepada bagian-bagian dalam organisasi
itu.
7. Ukuran-ukurannya yang diperlukan didalam menilai berhasil atau
tidaknya pelaksanaan tugas tiap tiap petugas dalam organisasi.

B. Tahap-Tahap Manajemen Proyek


1. Planning (Perencanaan)
Proses dimana terdapat perencanaan atas semua pekerjaan yang akan dilaksanakan
dari mulai awal sampai akhir termasuk tujuan-tujuan yang akan dicapai dari proses
pembangunan proyek.

2. Organizing (Organisasi)
Organisasi merupakan sarana yang memungkinkan orang bekerja secara efektif dan
terkoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang telah disepakati bersama.

3. Actuating (Pelaksanaan Kegiatan)


Pelaksanaan merupakan realisasi dari proses perencanaan yang dilakukan oleh
semua anggota kelompok dengan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan-
ketentuan yang berlaku.

4. Controlling (Pengawasan)
Agar hasil pekerjaan sesuai dengan rencana dalam pelaksanaan perlu adanya
pengawasan sebagai control dan koreksi terhadap segala penyimpangan yang
mungkin terjadi.

5. Coordinating (Koordinasi)
Agar pekerjaan berjalan dengan lancar maka perlu adanya koordinasi yang baik antar
semua pihak yang terlibat didalamnya.
Manajemen proyek yang baik dan didukung oleh kegiatan administrasi yang
baik pula, akan dapat dengan mudah memonitor suatu kegiatan proyek dilapangan,
mudah untuk memantau tingkat kemajuan proyek dan akan memudahkan dalam
menentukan kebijaksanaan atau langkah-langkah yang harus diambil oleh pelaksana
proyek.
Sedangkan ketentuan-ketentuan demi terjaminnya pelaksanaan organisasi adalah
sebagai berikut:
1. Pemberian tanggung jawab yang tegas dan cermat kepada tiap-tiap petugas.
2. Pemberian tanggung jawab harus disertai dengan pelimpahan-pelimpahan
wewenang yang memadai.
3. Petugas dalam suatu jabatan tertentu hanya mengenai perintah dari seorang
atasan saja.
4. Petugas dalam bagian-bagian tertentu sesuai luasnya tanggung jawab pekerjaan,
perlu diberikan tenaga pembantu yang diperlukan.
5. Petugas bagian tertentu hanya mempunyai bawahan secara langsung tidak lebih
dari jumlah yang dapat dikuasainya atau diawasinya.
6. Pembagian tugas didasarkan pada analisa tentang aktivitas-aktivitas pekerjaan,
harus dilaksanakan dan kemudian dikelompokkan menjadi satu tim.

C. Unsur-unsur Pengelola Proyek


Proyek adalah suatu rangkaian kegiatan yang memiliki dimensi waktu, biaya dan
mutu. Keberhasilan di dalam suatu proyek diukur berdasarkan tiga hal yaitu tepat
waktu, tepat biaya dan tepat mutu. Proyek merupakan suatu kegiatan yang memiliki
awal dan akhir di dalam mewujudkan gagasan yang timbul. Pada proyek-proyek yang
besar masalah-masalah yang dihadapi semakin besar dan juga kompleks.
Di dalam penyelenggaraan pembangunan proyek dilakukan secara menyeluruh
mulai dari tahap perancangan, perencanaan, dan pembangunan hingga tahap
pemeliharaan di mana hal tersebut merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dapat
dilakukan secara sistematis dan melibatkan berbagai unsur yang saling terkait antara
yang satu dengan yang lainnya. Unsur-unsur tersebut membentuk suatu organisasi
proyek di mana masing-masing mempunyai peranan, fungsi dan tanggung jawab yang
jelas.
Organisasi proyek dalam suatu pelaksanaan proyek sangat diperlukan sebagai
bagian dari manajemen suatu proyek yang sesuai dan saling berhubungan dan tentunya
harus selalu berjalan pada peraturan-peratuaran/tata tertib yang telah ditentukan.
Sedangkan manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk
mengelola sumber daya dan dana suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan
menggunakan suatu metode dan sistematika tertentu agar tercapai daya guna yang
sebesarnya. Dengan adanya manajemen proyek yang baik dan teratur di dalam suatu
proyek diharapkan akan dapat menunjang keberhasilan dan kelancaran proyek hingga
tujuan dari proyek akan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Secara garis besar unsur-unsur pengelola proyek yang terlibat di dalam sebuah proyek
adalah sebagai berikut:
1. Pemberi Tugas/Pemilik/Owner
2. Konsultan Perencana
3. Konsultan Pengawas
4. Kontraktor Pelaksana

D. Fungsi dan Peranan Unsur-unsur Pengelolaan Pekerja Konstruksi


Fungsi dan peranan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemberi Tugas / Pemilik / Owner
Pemberi tugas atau lebih dikenal dengan istilah bouwheer adalah badan
hukum/instansi atau perseorangan yang berkeinginan mewujudkan suatu proyek dan
memberikan pekerjaan bangunan serta membayar biaya pekerjaan bangunan.

Adapun tugas dan wewenang dari owner/pemilik proyek adalah sebagai berikut:
a. Mempunyai ide/gagasan sesuai denagn rencana-rencananya.
b. Menyediakan dana dan lahannya.
c. Mengambil keputusan terakhir yang mengikat mengenai pembangunan proyek.
d. Mempunyai wewenang mutlak dalam menentukan dan mengangkat manajemen
konstruksi, perencana serta pelaksana proyek.
e. Menangani dan menandatangani surat perintah kerja dan surat perjanjian dengan
pelaksana proyek.
f. Bersama-sama manajemen konstruksi ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan,
berhak memberi instruksi-instruksi kepada pelaksana proyek secara langsung
maupun tidak langsung (melalui manajemen konstruksi).
g. Mengesahkan semua dokumen pembayaran atas pembayaran yang harus diberikan
kepada pelaksana proyek.
h. Mempunyai wewenang penuh terhadap proyek sehingga berhak menerima/menolak
perubahan-perubahan pekerjaan serta pekerjaan tambah dan pekerjaan kurang.
i. Berhak menolak pekerjaan-pekerjaan bila tidak sesuai dengan gambar rencana,
bilamana perlu mencabut tugas pelaksana proyek tersebut bila dianggap tidak
mampu melaksanakan pekerjaan.
j. Meminta pertanggung jawaban pada semua unsur terkait sebelum masa
pemeliharaan habis bila terjadi kerusakan, sebagaimana ditetapkan bersama.

Sedangkan tanggung jawab owner/pemilik proyek adalah sebagai berikut:


a. Memelihara hubungan kerja secara professional.
b. Membuat keputusan yang tepat sesuai dengan waktunya.
c. Memberikan dana yang dibutuhkan proyek.

2. Konsultan Perencana
Konsultan perencana adalah perseroan atau badan hukum yang bergerak pada jasa
konstruksi bidang perencanaan pekerjaan pembangunan. Konsultan perencana menerima
pendelegasian/penyerahan pekerjaan dari pemilik proyek/owner dengaan dua tahapan,
yaitu:
a. Rekayasa dan design awal
Rekayasa dan design meletakkan penekanan pada:
1) Konsep arsitektur
2) Pengevaluasian alternatif-alternatif proses teknologi
3) Keputusan-keputusan mengenai ukuran serta kapasitas
4) Tahapan konsep dan kelayakan
5) Aspek fungsional
6) Aspek teknis
7) Aspek kinerja bangunan (building performance)
8) Aspek ekonomis
b. Rekayasa dan design detail/perincian
Melibatkan suatu proses analisa dan perencanaan struktur serta
komponennya secara berurutan sehingga sesuai dengan standar konstruksi,
keamanan maupun peraturan-peraturannya.
Kegiatan-kegiatan konsultan perencana dalam melaksanakan rancang bangun
meliputi:
1) Perencanaan anggaran dan biaya pekerjaan
2) Gambar-gambar detail, maket design
3) Rencana kerja dan spesifikasi pelaksanaan pekerjaan

Selain itu, divisi perencana mempunyai tugas dan wewenang adalah sebagai berikut:
 Perencana berkewajiban untuk berkonsultasi dengan pihak proyek, pada tahap
perencanaan dan menyusun dokumen proyek.
 Membuat gambar perencanaan proyek secara keseluruhan yang meliputi gambar
struktur, arsitektur serta mekanikal dan elektrikal sesuai dengan permintaan
pemberi tugas denagn mempertimbangkan segi kekuatan, keindahan dan
ekonomis serta peraturan daerah setempat.
 Perencana berkewajiban pula untuk mengadakan pengawasan berkala dalam
bidang arsitektur dan struktur.
 Membuat estimasi/perhitungan biaya pembangunan secara garis besar yang
akan menjadi acuan dalam penentuan biaya selama pelaksanaan pekerjaan (bila
terjadi perubahan rencana).
 Bertanggung jawab penuh terhadap hasil perencanaan sehingga perencanaan
tersebut terlaksana.
 Bertugas menghadapi kontraktor/pelaksana, dalam hal memberikan
penjelasan/konsultasi dalam bidang arsitektur, struktur konstruksi serta mekanikal
dan elektrikal.
 Merencanakan setiap perubahan dari rencana semula.
 Mempertanggung jawabkan hasil perencanaan kepada pemilik proyek.
 Mengadakan pengawasan secara berkala untuk melihat kemajuan pekerjaan
maupun membantu mengatasi permasalahan di lapangan yang terkait dengan
perencanaan.
 Berperan pula sebagai konsultan pengawas dan berhak menegur
kontraktor/pelaksana proyek secara langsung maupun tertulis apabila ternyata
pelaksanaan tidak sesuai dengan bestek.
 Meminta pemeriksaan pekerjaan secara khusus apabila diperlukan untuk
menjamin pelaksanaan sesuai dengan isi dokumen kontrak.
 Menghadiri maupun menyelenggarakan rapat-rapat koordinasi pengelolaan
proyek.
Supaya mendapatkan hasil perencanaan yang berkualitas dan sesuai dengan
tujuannya maka perencana harus mempunyai tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu
dengan kemampuan dan pengalaman yang cukup memadai dalam bidangnya
masing-masing.

3. Kontraktor Pelaksana
Kontraktor Pelaksana adalah perseroan atau badan hukum yang mewujudkan ide
pemberi tugas ke dalam bentuk tiga dimensi yaitu sesuai dengan gambar kerja
rencana.
Adapun tugas dan wewenang dari pelaksana proyek adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan tugas yang diberikan dengan mematuhi peraturan dalam
dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan bangunan.
b. Mengadakan konsultasi dengan divisi perencana serta mendapatkan bimbingan
maupun pengarahan dari divisi pengawas mengenai pelaksanaan pekerjaan.
c. Menyusun rencana kerja proyek.
d. Menyediakan tenaga kerja, barang peralatan dan prasarana kerja kerja yang
memadai.
e. Membuat detail pelaksanaan (shop drawing) dan membuat gambar akhir
pekerjaan (asbuilt drawing).
f. Menjamin keamanan dan keselamatan kerja.
g. Membuat laporan harian, mingguan, dan bulanan.
h. Mengadakan pengujian terhadap hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan.
i. Mengadakan perbaikan, perubahan, rekonstruksi dan pembetulan terhadap
segala kesalahan selama masa pemeliharaan
E. Hubungan Kerja Antara unsur-unsur Pengelola Proyek
Maksud dari hubungan kerja adalah hubungan yang terjadi dalam suatu
kontrak kerja yang didalamnya terdapat penjelasan mengenai pembagian tugas,
kewajiban, wewenang, hak dan tanggung jawab dalam suatu proyek yang harus dipatuhi
dan dilaksanakan. Hubungan kerja didalam mengelola dan melaksanakan suatu proyek
terutama pada proyek-proyek yang berskala besar sangatlah perlu adanya ketegasan
dan pembagian kerja sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing dimana satu
dengan lainnya dapat bekerja dengan baik.
Dengan adanya pola hubungan kerja yang tegas maka diharapkan masing-
masing pihak menjalankan peran dan kewajibannya tanpa terjadi overlapping. Untuk
lebih jelasnya hubungan pihak-pihak yang terkait dengan proyek adalah sebagai proyek:
Hubungan kerja antara pemilik proyek dengan konsultan pengawas.
1. Pengawas menyerahkan hasil pengawasannya kepada pemilik proyek.
2. Pengawas kemudian menyerahkan hasilnya kepada pemilik proyek.

Hubungan kerja antara pemilik proyek dengan kontraktor:


1. Ada ikatan kerja.
2. Kontraktor melaksanakan proyek kemudian menyerahkan hasilnya kepada pemilik
proyek.
3. Pemilik proyek membayar biaya pelaksanaan dan imbalan jasa konstruksi kepada
kontraktor sesuai dengan perjanjian yang disetujui dalam tender.
4. Terjadi kerjasama berdasar hak, kewajiban, dan tanggung jawab masingmasing unsur
pengelola proyek.
5. Terjadi hubungan harmonis dalam kerja sama.

a. Hubungan Kerja antara Unsur-unsur Proyek


1. Pemberi Tugas dengan Divisi Perencana
Hubungan tersebut tertuang dalam surat perjanjian perencanaan. Perencana
memberi jasa perencanaan baik perencanaan bangunan maupun perencanaan biaya
imbalan jasa perencanaan.
2. Pemberi Tugas dengan Divisi Pengawas
Hubungan tertuang dalam surat perjanjian melaksanakan tugas divisi pengawas.
Pemilik Proyek memberikan mandate kepada konsultan pengawas untuk mewakili
dalam pengawasn pelaksanaan pekerjaan.
3. Pemberi Tugas dengan Kontraktor Pelaksana
Hubungan tersebut dituangkan dalam surat perjanjian pelaksana proyek. Pemberi
tugas memberikan sejumlah biaya imbalan yang telah disepakati sedangkan
kontraktor wajib melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan menyerahkan hasil pekerjaan kepada pemberi tugas.
4. Divisi Pengawas dengan Divisi Perencana
Hubungan keduanya tidak dalam suatu perjanjian khusus, tetapi masing-masing
mendasarkan kepada peraturan pelaksanaan yang ada. Bila dipandang perlu divisi
pengawas dapat berkonsultasi dengan divisi perencana mengenai kesulitan yang
mungkin timbul di lapangan. Konsultan pengawas memberikan pengendalian
teknis pelaksanaan proyek yang akan dikerjakan kontraktor.
5. Divisi Pengawas dengan Kontraktor Pelaksana
Hubungan diatas juga tidak terbentuk dalam suatu perjanjian khusus tetapi masih
mendasarkan kepada peraturan pelaksanaan yang ada.
6. Divisi Perencana dengan Kontraktor Pelaksana
Hubungan keduanya tidak dalam suatu perjanjian khusus, tetapi masing-masing
mendasarkan pada peraturan pelaksanaan yang ada. Bila dipandang perlu
keduanya dapat bekarja sama mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang mungkin
timbul di lapangan.

b. Struktur Organisasi Pelaksanaan Proyek


Organisasi proyek atau organisasi pelaksanaan dibentuk dalam rangka
penentuan, pengelompokan dan pengaturan berbagai kegiatan untuk mencapai
tujuan. Hal di atas meliputi penugasan terhadap orang-orang dalam kegiatan serta
menunjukkan hubungan kewenangan yang dilimpahkan kepada setiap orang yang
ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Mengenai tugas dan peranan tiap personil tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemilik Proyek ( Owner )
a. Pengguna Anggaran
b. Ketua Tim Teknis Pembangunan
c. Sekertariat
d. Bendahara
e. Tim Teknis

2. Konsultan Pengawas
Divisi Pengawas adalah suatu organisasi atau perorangan yang bersifat
multi disiplin yang bekerja untuk dan atas nama pemilik bangunan, dan harus
mampu bekerja sama dengan perencana untuk mencapai hasil yang optimum dari
suatu proyek.
Sebagai pihak yang mewakili owner dalam pelaksanaan proyek, divisi pengawas
mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Menjalankan pengawasan dan pengendalian dalam melaksanakan proyek di
lapangan serta mengontrol kualitas dan kuantitas dari alat-alat dan bahan
bangunan yang digunakan apakah sudah sesuai dengan Rencana Kerja dan
Syarat-syarat (RKS).
b. Memberikan persetujuan mengenai laporan harian, laporan mingguan, dan
laporan bulanan, dan menyusun Berita Acara Kemajuan Pekerjaan (BAKP) yang
merupakan laporan penelitian pengawas atas kemajuan pekerjaan serta
mempertanggung jawabkan hasil-hasil tersebut kepada pemilik proyek.

3. Konsultan Perencana
Perencana adalah suatu pihak yang ditunjuk oleh owner sebagai pihak
yang bertindak selaku perencana dalam pekerjaan pembuatan gedung ini dalam
batas-batas yang telah ditentukan baik secara teknis maupun administratif.
Konsultan Perencana mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Membuat rencana pelaksanaan dan gambar kerja, merencanakan alat dan
bahan yang digunakan serta metode pelaksanaan, dan membuat Rencana
Anggaran Biaya (RAB) sesuai ide dan gagasan dari owner, baik untuk
perancangan struktur, arsitektir, maupun mekanikal elektrikal berdasarkan
peraturan-peraturan dan syarat-syarat kerja yang telah ada di Indonesia.
b. Merencanakan setiap rencana perubahan dari rencana semula akibat adanya
kendala-kendala fisik di lokasi proyek dan mempertanggung- jawabkan hasil
rencana perubahan kepada Pemilik Proyek (owner).

4. Kontraktor Pelaksana
a. Project Manager
Project Manager adalah penanggung jawab pada organisasi kontraktor
pelaksana.
b. Site Manager
Site Manager merupakan wakil dari Project Manager yang bertugas membantu
Project Manager dalam mengendalikan jalannya proyek di lapangan.
c. Site Engineer (Koordinator Pelaksana Proyek)
Koordinator pelaksana proyek adalah seorang tenaga ahli yang mengkoordinir
berbagai pekerjaan di lapangan dan bertanggung jawab kepada Ketua tim
teknis pembangunan atas kemajuan pelaksanaan pekerjaan.
d. Keuangan dan Administrasi
Bagian Keuangan dan Administrasi adalah seorang tenaga ahli yang
bertanggung jawab dan mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan
pengadaan barang, peralatan dan material untuk pelaksanaan proyek.
e. Logistik
Tugas dan kewajiban dari bagian logistik adalah:
 Mengatur dan mengawasi keluar masuknya barang dari gudang.
 Membuat pembukuan untuk semua barang yang keluar masuk gudang
serta mencatat semua barang di dalam gudang untuk selanjutnya
dilaporkan kepada kepala pelaksana proyek.
 Mengatur tempat penyimpanan material dan merawat barang-barang di
dalam gudang.
 Membuat pembukuan pembelian dan persewaan alat-alat.
 Mencari informasi sumber dan harga bahan dan mengatur jumlah uang
yang digunakan dalam pembelian bahan.

f. Pelaksana
Pelaksana adalah seorang tenaga ahli yang membantu kepala pelaksana dalam
mengerjakan fisik secara keseluruhan.
g. Surveyor
Surveyor adalah tenaga ahli yang membantu kepala pelaksana dalam masalah
pengukuran.
h. Opperator
Opperator adalah tenaga ahli yang bertanggung jawab atas operasi dan
pemeliharaan peralatan di dalam proyek agar seluruh peralatan selalu siap
pakai dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan.
i. Keamanan
Keamanan proyek sangat dibutuhkan sekali karena pada suatu proyek
kemungkinan besar terjadi gangguan-gangguan yang tidak diinginkan.
j. Mandor/ Pembantu Pelaksana
Mandor adalah orang yang membantu pelaksana dan memimpin beberapa
pekerja untuk menyelesaikan suatu bagian pekerjaan dalam proyek.
k. Pekerja
Pekerja adalah tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan proyek sesuai
dengan perencanaan dan dibawah mandor.

c. Pengendalian Proyek
Pengendalian dalam setiap aspek dituntut untuk memberikan hasil yang optimal dan
sesuai standart dan spesifikasi yang ada. Dengan demikian efesiensi, efetifitas waktu,
mutu dan biaya dapat tercapai. Suatu keadaa yang menyimpang dari standart dan
spesifikasi yang ada harus diatasi. Pada pelaksanaan pembangunan ini phak kontraktor
berusaha untuk mencapai unnsur-unsur pengendalian proyek.
Yang diantaranya adalah:
1. Pengendalian Kualitas Bahan dan Pekerjaan
Pengendalian kualitas bahan dilakuka dengan cara emeriksaan dan pengujian bahan
bangunan yang dipkai dalam proyek. Sebagai contoh adalah pengujian mutu beton
yang digunakan dalam pengecoran dengan compression test.
2. Pengendalian Biaya
Pengendalian biaya dimaksudka agarbiaya yang dikeluarkan proyek tersebut sesuai
dengan anggaran yang telah direncanakan dan telah disetujui. Pengendalian biaya ini
dilakukan dengan cara pengontrolan masing-masing bagian pekerjaan dengan
perhitungan dari analisa harga satuan. Dari perhitungan dan pengntrolan setiap saat
maka akan terlihat jika ada penyimpangan yang tdak sesuai dengan anggaran yang
telah direncanakan.
3. Pengendalian Waktu
Pelaksanaan suatu proyek harus tepat waktu sesuai dengan rencana sehingga
mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Pengendalian waktu dimaksudkan untuk
megetahui apakah proyek berjalan sesuai dengan waktu yang telah direncakan atau
tidak. Pengendalian waktu dialkukan dengan menggunakan Time Schedule, Bar Char
dan Network Planning.

Agar pelaksanaan proyek dapat tercapai sesuai dengan tujuan yaitu target dan
rencana dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus tepat waktu, biaya
ekonomis dan kualitas yang maksimal, maka seorang ketua tim teknis pembangunan
harus dapat melaksanakan fungsi manajemen dengan baik, yang meliputi hal-hal
sebagai berikut :
1. Perencanaan
Meliputi penentuan strategi, kebijaksanaan proyek, program maupun metode
yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yang meliputi
perencanaan waktu, gambar, pengadaan bahan, pengadaan peralatan, dan
perencanaan keuangan.
2. Pengarahan
Merupakan bagian dari koordinasi proyek yang bertujuan agar masing-masing
bagian mengetahui tanggung jawabnya masing-masing.
3. Pengawasan
Untuk mengetahui apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan
perencanaan mutu, biaya, dan waktu.
4. Evaluasi
Menilai hasil pekerjaan apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum.
5. Perencanaan Ulang
Dilakukan terhadap pekerjaan yang menyimpang dari perencanaan dengan
tujuan untuk merumuskan penyelesaian yang terbaik, agar kesalahan yang sama
tidak terulang kembali.
RANGKUMAN

a. Manajemen Proyek adalah tata cara atau sistem pengelolaan pekerjaan konstruksi
dalam mengelola sumber daya dan dana suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan
menggunakan metode-metode dan sistematika tertentu.
b. Tahap-Tahap Manajemen Proyek
1. Planning (Perencanaan)
2. Organizing (Organisasi)
3. Actuating (Pelaksanaan Kegiatan)
4. Controlling (Pengawasan)
5. Coordinating (Koordinasi)
c. Secara garis besar unsur-unsur pengelola proyek yang terlibat di dalam sebuah proyek
adalah sebagai berikut:
1. Pemberi Tugas/Pemilik/Owner
2. Konsultan Perencana
3. Konsultan Pengawas
4. Kontraktor Pelaksana
d. Hubungan Kerja antara Unsur-unsur Proyek