Anda di halaman 1dari 18

1

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)


(INSTITUTE OF HEALTH SCIENCES)
BANYUWANGI
Kampus 1 : Jl. Letkol Istiqlah 40 Telp. (0333) 421610 Banyuwangi
Kampus 2 : Jl. Letkol Istiqlah 109 Telp. (0333) 425270 Banyuwangi
Website : www.stikesbanyuwangi.ac.id

FORMAT PENGKAJIAN
( KEPERAWATAN ANAK )

A. PENGKAJIAN
1. Biodata
a. Nama : An. A
b. Umur : 8 Tahun
c. Jenis Kelamin : Laki-laki
d. Agama : Islam
e. Suku/ Bangsa : Indonesia
f. Alamat : Salamrejo 2/6, Desa Sumbergondo Glenmor
g. Pekerjaan : -
h. Nomor Register : 275541
i. Tanggal MRS : 8 Mei 2019 (16.00)
j. Tanggal Pengkajian : 8 Mei 2019 (17.00)
k. Diagnosa Medis : Kejang Demam Sederhana

Biodata Penanggungjawab
a. Nama : Tn. A
b. Umur : 42 Tahun
c. Jenis Kelamin : Laki-laki
d. Agama : Islam
e. Pekerjaan : Wiraswasta
f. Pendidikan : SMA
g. Status Perkawinan : Menikah
h. Suku Bangsa : Indonesia
i. Alamat : Salamrejo 2/6, Desa Sumbergondo Glenmor

2. Keluhan Utama/ Alasan Masuk Rumah Sakit


a. Keluhan saat MRS
Ayah pasien mengatakan pasien kejang 1x dirumah

b. Keluhan saat Pengkajian


Ayah pasien mengatakan pasien badannya panas
2

3. Riwayat Penyakit Sekarang (PQRST)


Keluarga pasien mengatakan sekitar pukul 14.00 pasien mengalami
kejang di rumah 1x, kejang seluruh tubuh dengan mata melotot, lama
kejang kira-kira 1 menit, sebelum kejang tubuh pasien panas sejak pagi,
dirumah sudah minum sirup parasetamol, kemudian keluarga membawa
pasien ke IGD RSUD Genteng didapatkan suhu; 37,9ºC, ada panas, mual
muntah tidak ada, makan/minum mau. Pasien dianjurkan untuk rawat
inap, kemudian pasien dipindah keruang anak pukul 16.00. Saat
pengkajian pukul 17.00 keluarga mengataka pasien sudah tidak kejang,
tetapi badan masih panas, saat dicek suhu: 38,3ºC dan akral hangat

4. Riwayat Penyakit Masa Lalu


Keluarga pasien mengatakan pasien pernah masuk rumah sakit pada
tahun 2016 dengan penyakit yang sama (Kejang Demam)

5. Riwayat kesehatan keluarga


Keluarga pasien mengatakan di keluarga tidak ada pernah menderita
kejang demam, atau penyakit epilepsi. Keluarga pasien juga
mengatakan tidak ada yang menderita penyakit turunan seperti kencing
manis, juga tidak ada yang menderia penyakit menular seperti TBC

6. Riwayat Psikososial dan Status Spiritual


a. Riwayat Psikologis
Keluarga pasien mengatakan pasien dirumah tinggal bersama ayah dan
ibunya, hubungan antar anggota keluarga baik, pasien diasuh oleh ayah
dan ibunya.

b. Aspek Sosial
Keluarga pasien mengatakan pasien dirumah bermain bersama teman-
teman sebayanya, hubungan antar anggota keluarga, saudara, dan
tetangga baik.

c. Aspek Spiritual/ Sistem Nilai Kepercayaan


Pasien mengatakan beragama islam dan setiap sore mengaji.

7. Pola Kebiasaan Sehari – hari


a. Pola Nutrisi
1). Sebelum Sakit
Keluarga pasien mengatakan sebelum sakit pasien makan 3x/hari
dengan porsi sedang dan dihabiskan, pasien makan dengan nasi,
lauk-pauk, sayur, kadang-kadang makan buah dan minum susu.
Pasien minum air putih 6-7 gelas /hari.
2). Saat Sakit
3

Keluarga pasien mengatakan saat sakit pasien makan 3x/hari dengan


diit yang disediakan RS. Makan ¾ porsi, kadang dihabiskan. Pasien
minum air putih 5-6 gelas /hari.

b. Pola Eliminasi
1). Buang Air Besar
a). Sebelum Sakit
Keluarga pasien mengatakan sebelum sakit pasien BAB 1x/hari di
pagi hari, dengan konsistensi lunak dan warna kuning, bau khas
feses.

b). Saat Sakit


Keluarga pasien mengatakan saat dirawat di RS pasin belum BAB

2). Buang Air Kecil


a). Sebelum Sakit
Keluarga pasien mengatakan sebelum sakit pasien BAK 5-6x/hari,
dengan warna kuning jernih dan bau khas urin

b). Saat Sakit


Keluarga pasien mengatakan saat sakit pasien BAK 5-6x/hari dengan
warna kuning jernih dan bau khas urin

c. Pola Kebersihan diri


1). Sebelum Sakit
Keluarga pasien mengatakan sebelum sakit pasien mandi 2x/hari,
pagi dan sore hari, megganti pakaian 1x/hari, menggsok gigi 2x/hari,
keramas 3x/minggu.

2). Saat Sakit


Keluarga pasien mengatakan saat sakit pasien tidak mandi dan
hanya diseka oleh ibunya, menggati pakaian 1x/hari.

d. Pola Aktivitas, Latihan dan Bermain


1). Sebelum Sakit
Keluarga pasien mengatakan sebelum sakit pasien beraktivitas
sebagai pelajar, pulang sekolah bermain denga teman-temannya.

2). Saat Sakit


Keluarga pasien mengatakan saat sakit pasien lebih banyak
berbaring di tempat tidur.
4

e. Pola Istirahat dan Tidur


1). Sebelum Sakit
Keluarga pasien mengatakan sebelum sakit pasien tidur ±10 jam/hari
dan tidak mengalami gangguan tidur.

2). Saat Sakit


Keluarga pasien mengatakan saat sakit pasien tidur ±8 jam/hari,
kadang terbangun karen ada yang berisik saat ada yang membesuk.

8. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
a. Keadaan Sakit
KU lemah

b. Tanda – tanda Vital


Tensi : 100/60 mmHg Nadi : 120x/menit
RR : 20x/menit Suhu : 38,3ºC
BB : 25 kg

c. Pemeriksaan Cepalo Caudal


1). Kepala dan Rambut
 Inspeksi: kepala simetris, tidak ada lesi, tidak ada edema,
rambut hitam tersebar merata, tidak ada ketombe.
 Palpasi: tidak ada edema, tidak ada nyeri tekan.

2). Hidung
 Inspeksi: hidung simetris, tidak ada lesi, tampak bersih, tidak
ada pernafasan cuping hidung
 Palpasi: tidak ada edema, tidak ada nyeri tekan.

3). Telinga
 Inspeksi: telinga simetris, tampak serumen, tidak ada lesi dan
tidak ada benjolan
 Palpasi: tidak ada edema, tidak ada nyeri tekan.

4). Mata
 Inspeksi: mata tampak simetris, tidak juling, konjungtiva merah
muda, sklera putih, pupil isokor.
5

5). Mulut, Gigi, Lidah, Tonsil dan Pharing


 Inspeksi: mukosa bibir kering, gigi tampak karies, lidah bersih,
tidak ada tanda-tanda peradangan pada tonsil dan paru.
 Palpasi: tidak ada edema, tidak ada nyeri tekan.

6). Leher dan Tenggorokan


 Inspeksi: tidak ada lesi, tidak tampak pembesaran vena
jugularis, tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid.
 Palpasi: tidak ada edema, tidak ada nyeri tekan.

7). Dada/ Thorak


a). Pemeriksaan Paru
(1). Inspeksi
Bentuk dada normal chest, tidak ada lesi, tidak ada retraksi dinding
dada

(2). Palpasi
Ekspansi paru sama, tidak ada edema, tidak ada nyeri tekan

(3). Perkusi
Seluruh lapang paru sonor

(4). Auskultasi
Terdengar vesikuler, tidak ada ronchi, tidak ada wheezing

b). Pemeriksaan Jantung


(1). Inspeksi
Ichtus cordis tidak tampak

(2). Palpasi
Ichtus cordis berada di ICS V midklavikula sinistra

(3). Perkusi
Batas Jantung
 Batas kanan atas: ICS II parasternal dextra
 Batas kanan bawah: ICS IV parasternal dextra
 Batas kiri atas: ICS II parasternal sinistra
 Batas kiri bawah: ICS V midclavikula sinista
6

(4). Auskultasi
Bunyi jantung 1 dan 2 terdengar tunggal, tidak ada suara jantung
tambahan.
8). Payudara
(a). Inspeksi
Tampak simetris, tidak ada lesi

(b). Palpasi
Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan

9). Pemeriksaan Abdomen


(a). Inspeksi
Warna kulis sama dengan warna sekitar, tidak ada lesi, tidak ada
asites.

(b). Auskultasi
Bising usus 8x/menit

(c). Palpasi
Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan

(d). Perkusi
Kuadran kanan atas pekak(hepar)
Kuadran kiri atas timpani (gaster)
Kuadran kiri dan kanan bawah timpani

10). Ekstrimitas, Kuku dan Kekuatan Otot


Tangan kana terpasang infus HSD 20tpm
Akral hangat
CRT <2detik
Keluatan otot :
5 5

5 5

11). Genetalia dan Anus


Bersih, tidak ada lesi

12). Pemeriksaan Neurologi


Kesadaran composmetis, GCS 456
7

9. Pemeriksaan Penunjang

Peneriksaan Hasil Nilai Normal

Darah lengkap
HB 11,6 g/dL 11-16 g/dL
ERITROSIT 500 sel/µL 4,5-5,5 juta sel/µL
LEUKOSIT 5000 sel/µL 4000-10.000 sel/µL
HCT 34,1% 35-45%
TROMBOSIT 176.000 sel/µL 150.000-450.000
sel/µL
Glukosa Darah
GDA 97 mg/dL
SGOT 13 U/L 74-100 mg/dL
SGPT 11 U/L L<35; P<31
L<45; P<34

10. Penatalaksanaan
 Infus HSD 20 tpm
 PO: Parasetamol 3x1/2 tablet
 PO: Diazepam 3x 1mg

11. Harapan Klien/ Keluarga sehubungan dengan Penyakitnya


Keluarga dan pasien berharap agar cepat sembuh dan bisa segera pulang
dan peraktivitas seperti biasanya

12. Genogram

Keteraangan :
: laki-laki
: perempuan
: meninggal
: pasien
: garis keturunan
: garis perkawinan
8

: tinggal dalam 1 rumah

13. Skrining risiko malnutrisi (berdasarkan adaptasi STRONG –Kids)


No Parameter Skor
1. Apakah pasien tampak kurus
a. Tidak 0
b. Ya 1
2. Apakah terdapat penurunan berat badan selama 1 bulan
terakhir? (berdasarkan penilaian objektif data berat badan
bila ada/penilaian subjektif dari orang tua pasien atau
untuk bayi <1 tahun berat badan naik selama 3 bulan
terakhir) 0
a. Tidak 1
b. Ya
3. Apakah terdapat salah satu dari kondisi berikut?
 Diare >5x/hari atau muntah >3x/hari dalam
seminggu terakhir
 Asupan makanan berkurang selama 1 minggu
terakhir 0
a. Tidak 1
b. Ya
4. Apakah terdapat penyakit atau keadaan yang
mengakibatkan pasien beresiko mengalami malnutrisi
(lihat keterangan di bawah) 0
a. Tidak 2
b. Ya
skor 0

Tabel 1: Daftar penyakit/keadaan yang beresiko mengakibatkan


malnutrsi
 Diare kronik (lebih dari 2  Keadaan anatomi di daerah
minggu) mulut yang menyebakan
 (tersangka) penaykit kesulitan makan (misal: bibir
jantung bawaan sumbing)
 (tersangka) infeksi human  Trauma
immunodeficiency virus  Kelainan metabolik bawaan
(HIV) (inborn error metabolism)
 (tersangka) kanker  Retardasi mental
 Penyakit hati kronik  Keterlambatan perkembangan
 Penyakit ginjal kronik  Recana/pasca operasi mayor
 TB paru (misal : laparatomi,
 Luka bakar luas orakokotomi)
 Lain-lain berdasarkan  Terpasang stoma
pertimbangan dokter
 .....................................
9

Banyuwangi, ………, ………….. 20….


Mahasiswa

ANALISA DATA

Nama Pasien : An. A


No. Register : 275541

NO KELOMPOK DATA MASALAH ETILOGI


1. DS : keluarga pasien mengatakan Hipertermi Infeksi bakteri,
badan pasien panas virus dan parasit

DO: Reaksi inflamasi


- K/U lemah
- Akral hangat Proses Demam
- Mukosa bibir kering
- TTV : Merangsang
- TD : 100/60 mmHg hipotalamus
- N: 120x/menit untuk
- S: 38,3ºC meningkatkan
- RR: 20x/menit suhu tubuh

Hipertermi

2. DS : keluarga pasien mengatakan Resiko trauma Infeksi bakteri,


pasien 2 tahun yang lalu virus dan parasit
mempunyai riwayat kejang yang
didahului dengan panas tinggi, Reaksi inflamasi
pasien dirawat di RSUD Genteng
selama 3 hari, kemudian pada Proses Demam
tanggal 8/5 2019 pasien kembali di
rawat di RSUD Genteng karena Pengeluaran
kejang yang didahului dengan mediator kimia
panas tinngi. epineprin dan
prostaglandin
DO:
- K/U lemah Merangsang
- Akral hangat peningka
- Mukosa bibir kering tan reaksi
- TTV : potensi aksi pada
- TD : 100/60 mmHg neutron
- N: 120x/menit
- S: 38,3ºC Merangsang
- RR: 20x/menit perpindahan ion
K+ dan N+
secara cepat dari
luar sel menuju
ke dala sel
10

Meningkatkan
fase depolarisasi
neuron dengan
cepat

Kejang

Kejang kurang
dari 15 menit

Penurunan suplai
O2 ke otak

Resiko kerusakan
sel neuron otak

Resiko trauma

DIAGNOSA KEPERAWATAN
11

Nama Pasien :An. A


No. Register :275541

TANGGAL TANGGAL TANDA


DIAGNOSA KEPERAWATAN
MUNCUL TERATASI TANGAN
8/5 2019 Hipertermi b.d proses penyakit yang ditandai
dengan keluarga pasien mengatakan badan
pasien panas, Akral hangat , Mukosa bibir
kering, TD : 100/60 mmHg, N: 120x/menit, S:
38,3ºC, RR: 20x/menit

8/5 2019 Resiko trauma b.d riwayat kejang yang ditandai


dengan keluarga pasien mengatakan 2 tahun
yang lalu mempunyai riwayat kejang yang
didahului dengan panas tinggi, pasien dirawat
di RSUD Genteng selama 3 hari, kemudian
pada tanggal 8/5 2019 pasien kembali di rawat
di RSUD Genteng karena kejang yang didahului
dengan panas tinngi. Akral hangat. Mukosa
bibir kering. TD : 100/60 mmHg. N:120x/menit.
S: 38,3ºC. RR: 20x/meni
12

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : An. A


No. Register : 275541
TGL NO DX KEPERAWATAN TUJUAN NOC NIC T
T
8/5/ 1 Hipertermi b/d Setelah dilakukan Thermoregulation 1. Ukur suhu tubuh
19 proses penyakit tindakan keperawatan 2. Ukur tekanan darah, nadi, dan RR
selama 3x24 jam tidak Kriteria Hasil : 3. Tingkatkan sirkulasi udara dengan
terjadi peningkatan 1. Suhu tubuh dalam rentang membatasi pengunjung
suhu tubuh normal 4. Anjurkan menggunakan pakaian yang
2. Nadi dan RR dalam rentang tipis dan menyerap keringat
normal 5. Anjurkan untuk minum sedikit tapi
3. Tidak ada perubahan warna sering
kulit dan tidak ada pusing, 6. Kolaborasi dengan tim medis dalam
merasa nyaman pemberian penurun panas

8/5/ 2 Resiko trauma b/d Setelah dilakukan a. Knowledge : Personal Safety 1. Menyediakan lingkungan yang aman
19 riwayat kejang tindakan keperawatan b. Safety Behavior : Faal untuk pasien
selama 3x24 jam Prevention 2. Menghindarkan lingkungan yang
diharapkan pasien c. Safety Behavior : Falls berbahaya (misalnya memindahkan
tidak mengalami occurance perabotan)
kejang d. Safety Behavior : Physical Injury 3. Memasang side rail tempat tidur
Kriteria hasil: 4. Menyediakan tempat tidur yang
1. tidak terjadi serangan kejang nyaman dan bersih
berulang 5. Membatasi pengunjung
2. suhu tubuh dalam rentang 6. Menganjurkan keluarga untuk
normal (36,5˚-37,5˚C) menemani pasien.
3. RR dalam rentang normal (18- 7. Mengontrol lingkungan dari kebisingan
24x/menit) 8. Memindahkan barang-barang yang
4. Nadi dalam rentang normal (80- dapat membahayaka
120x/menit) 9. Kolaborasi dengan tim medis dalam
5. Kesadaran composmentis pemberian obat anti kejang
13

CATATAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : An. A


No. Register : 275541
NO T
TANGGAL JAM TINDAKAN KEPERAWATAN
DX T
8/5/2019 16.0 1& 1. Melakukan BHSP
0 2 R/ keluarga pasien kooperatif, pasien
bernama An. A
2. Mengobservasi TTV
16.0 1& R/ TD 90/60 mmHg
5 2 Suhu 38,3ºC
RR 22x/menit
Nadi 120x/menit
3. Meningkatkan sirkulasi udara dengan
batasi pengunjung
16.1 1& R/ pasien lega dan dapat
0 2 beristirahat dengan tenang
4. Menganjurkan menggunakan pakaian
yang tipis dan dapat menyerap
keringat
16.3 1 R/ pasien an keluarga mengerti dan
0 mau melakukan
5. Melakukan kolaborasi dengan tim
medis dalam pemberian obat
1 antipiretik (PO paracetamol 3 x ½
17.0 tablet)
0 R/ pasien tampak kooperatif
6. Menganjurkan pasien untuk minum
1 banyak
R/ pasien kooperatif
18.0 7. Menyediakan lingkungan yang aman
0 2 untuk pasien
R/pasien dan keluarga kooperatif
8. Memasang side rail tempat tidur
18.0 2 R/pasien dan keluarga kooperatif
9. Menganjurkan keluarga untuk menemani
5
pasien
2 R/keluarga pasien mengerti dan mau
melakukan
18.1 10.Melakukan Kolaborasi dengan tim medis
0 2 dalam pemberian obat anti kejang (PO
diazepam 3 x 1 mg)
18.1 R/pasien kooperatif
5

9/5/2019 1. Melakukan BHSP


20.0 R/ keluarga pasien kooperatif, mau
0 menjawab salam perawat
1& 2. Mengobservasi TTV
2 R/ TD 90/60 mmHg
Suhu 37,7ºC
RR 20x/menit
1& Nadi 100x/menit
2 3. Meningkatkan sirkulasi udara dengan
batasi pengunjung
08.0
14

0 R/ pasien lega dan dapat


beristirahat dengan tenang
1& 4. Menganjurkan menggunakan pakaian
08.0 2 yang tipis dan dapat menyerap
5 keringat
R/ pasien an keluarga mengerti dan
mau melakukan
1 5. Melakukan kolaborasi dengan tim
medis dalam pemberian obat
08.1 antipiretik (PO paracetamol 3 x ½
0 tablet)
1 R/ pasien tampak kooperatif
6. Menganjurkan pasien untuk minum
banyak
09.0 R/ pasien kooperatif
0 1 7. Menyediakan lingkungan yang aman
untuk pasien
R/pasien dan keluarga kooperatif
2 8. Memasang side rail tempat tidur
12.0 R/pasien dan keluarga kooperatif
9. Menganjurkan keluarga untuk menemani
0
pasien
2 R/keluarga pasien mengerti dan mau
melakukan
2 11.Melakukan Kolaborasi dengan tim medis
12.1 dalam pemberian obat anti kejang (PO
5 diazepam 3 x 1 mg)
R/pasien kooperatif
2
10/3/201 12.2
9 0

1. Melakukan BHSP
12.2 R/ keluarga pasien kooperatif, mau
0 menjawab salam perawat
1& 2. Mengobservasi TTV
12.2 2 R/ TD 90/60 mmHg
5 Suhu 36,3ºC
RR 20x/menit
1& Nadi 100x/menit
2 3. Meningkatkan sirkulasi udara
14.0 dengan batasi pengunjung
0 R/ pasien lega dan dapat
beristirahat dengan tenang
4. Menganjurkan menggunakan
1& pakaian yang tipis dan dapat
2 menyerap keringat
R/ pasien an keluarga mengerti dan
mau melakukan
08.0 5. Melakukan kolaborasi dengan tim
0 1 medis dalam pemberian obat
antipiretik (PO paracetamol 3 x ½
tablet)
08.0 R/ pasien tampak kooperatif
5 6. Menganjurkan pasien untuk minum
banyak
1 R/ pasien kooperatif
15

7. Menyediakan lingkungan yang aman


untuk pasien
09.0 R/pasien dan keluarga kooperatif
0 1 8. Memasang side rail tempat tidur
R/pasien dan keluarga kooperatif
9. Menganjurkan keluarga untuk
menemani pasien
2 R/keluarga pasien mengerti dan mau
09.3 melakukan
0 10.Melakukan Kolaborasi dengan tim medis
2 dalam pemberian obat anti kejang (PO
diazepam 3 x 1 mg)
2 R/pasien kooperatif

10.0
0 2

10.3
0

10.4
5

11.0
0

12.3
0

14.0
0
16

CATATAN PERKEMBANGAN

Nama Pasien : An. A


No. Register : 275541

NO TANGGAL TANGGAL TANGGAL


DX 8/5/2019 9/5/2019 10/5/2019
1 S : keluarga pasien S : keluarga pasien S : keluarga pasien
mengatakan badan mengatakan badan mengatakan pasien
pasien panas pasien masih panas sudah tidak panas
O : K/U lemah O : K/U lemah O : K/U cukup
Akral hangat Akral hangat Akral dingin
TTV TD 90/60 mmHg TTV TD 90/60 mmHg TTV TD 90/60
Suhu 38,3ºC Suhu 37,7ºC mmHg
RR 22x/menit RR 20x/menit Suhu
Nadi 120x/menit Nadi 100x/menit 36,3ºC
A : masalah belum A : masalah belum RR
teratasi teratasi 20x/menit
P : Lanjutkan intervensi P : Lanjutkan intervensi Nadi
1.2.3.4.5.6.7 1.2.3.4.5.6.7 100x/menit
A masalah teratasi
P : hentikan
intervensi, pasien
pulang
KIE:
1. Mengompres
anak dengan air
hangat pada
dahi dan ketiak
19-15 menit
2. Pakaikan baju
dan selimut
yang tipis dan
longgar
3. Memberikan
obat penurun
panas
17

paracetamol

2 S : keluarga pasien S : keluarga pasien


mengatakan pasien 2 mengatakan pasien
tahun yang lalu sudah tidak kejang
mempunyai riwayat O : K/U lemah S : keluarga pasien
kejang yang didahului Akral hangat mengatakan pasien
dengan panas tinggi, TTV TD 90/60 mmHg sudah tidak tidak
pasien dirawat di RSUD Suhu 37,7ºC kejang
Genten selama 3 hari RR 20x/menit O : K/U cukup
pada tanggal 8/5/2019 Nadi 100x/menit Akral dingin
pasien kembali kejang A : masalah belum TTV TD 90/60
dengan didahului panas teratasi mmHg
tinggi P : Lanjutkan intervensi Suhu
O : K/U lemah 1.2.3.4.5 36,3ºC
Akral hangat RR
TTV TD 90/60 mmHg 20x/menit
Suhu 38,3ºC Nadi
RR 22x/menit 100x/menit
Nadi 120x/menit A : masalah teratasi
A : masalah belum P : hentikan
teratasi intervensi, pasien
P : Lanjutkan intervensi pulang
1.2.3.4.5 KIE :
1. Tetap tenang
dan jangan
panik ketika
kejang
berulang
2. Jangan
memasukkan
benda apapun
kedalam
mulut saat
kejang
3. Jika terjadi
kejang
letakkan anak
ditempat
yang aman
dan rata
4. Bawa ke
18

dokter tau RS
bila kejang
terjadi selama
5 menit atau
lebih