Anda di halaman 1dari 65

PT.

Trakindo Utama
Training Center
Tembagapura Division

Next Step Ahead for Human Resources Development

Training Center Tembagapura

Jl. Kuala Tembaga Lot E-3


PO BOX. 7014 Light Industrial Park
Kuala Kencana – Timika 99920
Papua Indonesia

i
Phone: +62901438250
Fax: +62901302166 / 438101

ii
Trakindo Utama Training Center Service Technician Module

Fastener

Diterbitkan oleh Training Center Dept. PT Trakindo Utama


Jl. Kuala Tembaga Lot E-3
PO BOX. 7014 Light Industrial Park
Kuala Kencana – Timika 99920
Papua Indonesia
Oktober 2007

Training Center Cileungsi


Ucapan Terima Kasih
Terimakasih kepada semua fihak untuk kontribusi yang telah diberikan untuk program ini,
khususnya:
 Para staf dan Instructor Training Center Dept. Trakindo Utama, Tembagapura - Papua
Indonesia
 Caterpillar Inc USA

iii
iv
Fastener

PENJELASAN MODUL

Judul Modul
Fastener

Uraian Modul
Modul ini mencakup pengetahuan dan keterampilan yang digunakan dalam aplikasi Fastener. Setelah
menyelesaikan modul ini dengan memuaskan siswa akan mampu untuk secara kompeten
mengidentifikasi dan mengaplikasikan berbagai jenis Fastener yang digunakan pada alat bergerak
kendaraan berat.

Pra-Syarat
Module berikut ini merupakan prasyarat yang harus diikuti sebelum pelaksanaan dari modul ini:

 Tidak ada prasyarat

Pembelajaran & Pengembangan


Penyampaian modul berfasilitasi ini mengharuskan akses terhadap Buku Kerja Penilaian Fastener,
tempat kerja yang relevan atau lingkungan tempat kerja dan alat yang disimulasi untuk
mengembangkan/mempraktekkan keterampilan.

Referensi yang di perlukan

 Tidak ada

Sumber Referensi

 Training Center PT Trakindo Utama

Metode Penilaian
Kelas dan Practical

Untuk memberikan hasil kerja yang memuaskan dari modul ini, anda harus menunjukkan bahwa anda
sudah mampu dalam semua materi pelajaran. Sebagai konsekwensinya, setiap hasil pekerjaan dan
penilaian akan menjadi ukuran dari penilaian modul tersebut.
Dalam modul ini, anda diharuskan untuk berpartisipasi di dalam kelas dan tempat kerja.

Hasil Pembelajaran :
 Mengidentifikasi, menerangkan dan menyebutkan aplikasi berbagai jenis Bolt yang digunakan
pada mesin Caterpillar .

Training Center Cileungsi


Fastener

 Mengidentifikasi, menerangkan dan menyebutkan aplikasi berbagai jenis Nut pada mesin
Caterpillar.
 Mengidentifikasi, menerangkan dan menyebutkan aplikasi berbagai jenis washer, sekrup dan lock
yang digunakan pada mesin Caterpillar.
 Mengidentifikasi, menerangkan dan menyebutkan aplikasi berbagai Fastener yang digunakan
pada mesin Caterpillar
 Mengidentifikasi Metric Fastener dan Imperial Fastener
 Mengidentifikasi dan menyebutkan aplikasi sealant dan perekat (adhesive)

Training Center Cileungsi


Fastener

Training Center Cileungsi


Fastener

DAFTAR I SI
Halaman

TOPIK 1: JENIS-JENIS FASTENER

Training Center Cileungsi 4


Fastener

Spacer dan Shim............................................................................................................. 30


Turnbuckle....................................................................................................................... 30

TOPIK 2 : IDENTIFIKASI BOLT DAN PENGENCANGAN


Pendahuluan.................................................................................................................... 31
Istilah-istilah thread screw….…………………………………………………………………..33
Bentuk dan ukuran ulir V yang umum………………………………………………………...34
Mengidentifikasi Bagian-Bagian Metrik dan Inchi dengan Benar………………...............39
Penggunaan tool yang benar..………………………………………………………………...41

TOPIK 3 : SEALANT DAN PEREKAT


Semen............................................................................................................................. 47
Depend No-Mix Adhesive................................................................................................. 47
Epoxy Mixercup-Kit yang Masak (cure) Secara Penuh....................................................48
Form-A-Gasket Sealant #1,#2,#3....................................................................................48
Gasket Cair...................................................................................................................... 49
Gasket Maker................................................................................................................... 50
RTV Silicone (Red) High Temperature Sealant................................................................50
RTV Silicone (Clear) General Purpose Sealant...............................................................51
RTV Silicone (Blue) General Purpose Sealant.................................................................51
RTV Silicone (Black) General Purpose Sealant...............................................................52
RTV Silicone (White) General Purpose Sealant..............................................................52
Fuel Tank Repair.............................................................................................................. 53
Radiator Repair................................................................................................................ 53
Liquid Filled Tyre Sealant.................................................................................................54
Manifold Sealant.............................................................................................................. 54
Moderate Temperature Anti-Seize Temperature ..............................................................55
High Temperature Anti Seize-Compound ........................................................................55
Sealant Repair Kit............................................................................................................ 56
Thread Lock..................................................................................................................... 57

Training Center Cileungsi 5


Fastener

TOPIK 1
Jenis-Jenis Fastener

BOLT

Gambar 1 – Bolt, Nut.

Bolt umumnya terbuat dari baja, baja stainless atau kuningan. Bolt dibuat sebagai rod
dengan ulir pada satu ujung dan kepala di ujung lain. Ulir dapat berupa alur (groove)
yang dalam untuk membuat ulir yang kasar atau groove yang halus untuk membuat ulir
yang halus. Kepala pada Bolt standar memiliki sisi yang datar yang beraturan agar
wrench dapat digunakan untuk memutar Bolt. Panjang Bolt diukur dari dasar kepala
sampai ujung Bolt. Ukuran Bolt adalah diameter luar ulir Bolt. Panjang grip adalah
bagian Bolt diantara dasar kepala dimana ulir mulai. Panjang grip tidak memiliki ulir.

Training Center Cileungsi 6


Fastener

Bolt dapat dibuat dengan berbagai kekuatan yang berbeda. Kekuatan Bolt terendah
adalah “grade 1”. Bolt dengan kekuatan tertinggi adalah “grade 8” dan memiliki tanda
radial (slash) pada kepala Bolt imperial dan nomor dicetak pada kepala pada Bolt
metrik untuk identifikasi. Fastener digunakan untuk menahan komponen dalam posisi
yang khusus. Komponen-komponen ini harus memiliki lubang yang cukup besar agar
tepat mengenai sekeliling Bolt namun lebih kecil dari kepala Bolt. Komponen terakhir
yang diletakkan pada setiap Bolt harus memiliki ulir (internal) dalam yang sama dengan
ulir Bolt. Bagian yang telah terpasang ini dapat diputar kuat dengan spanner pada
kepala Bolt.
Bolt mendapatkan kemampuan untuk menahan jika diputar dengan kencang. Ini
membuat Bolt (merentang) lebih panjang dan meletakkan seluruh komponen di antara
kepala dan bagian yang dipasang (fixture) terakhir dibawah tekanan. Jumlah torsi yang
diberikan pada Bolt saat dikencangkan tercantum dalam buku manual perakitan. Bolt
dengan ulir yang halus digunakan jika torsi yang spesifik sangat penting atau Bolt
digunakan untuk penyetelan yang teliti.
Beberapa Bolt memiliki karakteristik khusus untuk aplikasi khusus. Beberapa Bolt
memiliki resistansi terhadap korosi, kekuatan tekanan longitudinal tinggi tambahan,
khususnya kepala, atau beberapa karakteristik khusus lain. Periksa buku manual
perakitan untuk pilihan Bolt yang benar. Pastikan bahwa ada cukup ulir Bolt yang
diputar ke dalam fixture untuk menahan seluruh komponen secara kuat saat Bolt
kencang. Lihat buku manual perakitan untuk memastikan bahwa Bolt dikencangkan
dengan torsi yang benar. Gunakan tool yang benar untuk mengencangkan atau
melonggarkan Bolt.

Reguler Bolt

Gambar 2 – Istilah-Istilah Bolt.

1. Ulir
2. Shank
3. UnderHead fillet
4. Washer face
5. Head

Training Center Cileungsi 7


Fastener

Gambar 3 – Tiga area tekanan tertinggi pada Bolt.

Patch Lock Bolt

Gambar 4 – Patch lock bolt.

Patch lock bolt diidentifikasi dengan perekat ulir tambalan nilon yang diaplikasikan pada
satu sisi Bolt, seperti ditunjukkan dalam Gambar 4. Patch lock bolt digunakan untuk
penggunaan dalam aplikasi vibratory karena senyawa (perekat) pengunci. Senyawa ini
menyerap getaran tanpa memecahkan, mempertahankan torsi yang diaplikasikan pada
Bolt, dan dapat digunakan ulang. Disarankan setelah tiga kali pelepasan, Bolt ini di-
ganti dengan yang baru.

Gambar 5 - Adhesive lock bolt.

A) Tidak ada perekat (adhesive) pada ulir 2±1.


B) Perekat harus berada pada ulir 6±2.

CATATAN:
Penggunaan Adhesive lock bolt ulang dapat menyebabkan Bolt melonggar yang mengakibatkan
kerusakan komponen.

Training Center Cileungsi 8


Fastener

Bolt yang memiliki perekat ulir yang telah dipasang sebelumnya dengan cakupan 360
derajat tidak dapat dipakai ulang (Gambar 5). Akan sangat sulit untuk secara akurat
mengaplikasikan senyawa adhesive locking pada Bolt. Namun, Bolt yang sudah di-
buang bisa dibersihkan dan di-pakai ulang dalam aplikasi lain yang membutuhkan
senyawa pengunci (locking compound) yang berbeda.

Shank Bolt Berdiameter Kecil (Reduced-Diameter Shank Bolt)

Gambar 6 - Reduced-Diameter Shank Bolt.

(6) Panjang Shank berdiameter kecil.


Reduced-Diameter Shank Bolt (Gambar 6) adalah Bolt khusus yang dirancang untuk
merentang lebih dari Bolt standar agar memberikan daya jepit yang meningkat untuk
sambungan yang diBolt. Reduced-Diameter Shank Bolt diketahui dari panjang dia-
meter yang lebih kecil diantara kepala dan ujung Bolt yang berulir. Panjang diameter ini
l kurang dari diameter luar (DL) ulir. Area dengan diameter yang lebih kecil panjangnya
rata dan tidak meruncing seperti Bolt yang telah mengalami “pengurangan diameter”.

Training Center Cileungsi 9


Fastener

Drilled End Bolt

Gambar 7 – Drilled End Bolt.

Bolt yang berlubang di ujungnya (Gambar 7) memiliki karakteristik yang sama dengan
Bolt standar. Selain karakteristik Bolt standar, Bolt berlubang di ujung memiliki lubang
yang dibor secara radial melalui Bolt di dekat ujungnya. Lubang ini adalah bagian dari
Bolt dengan ulir. Fastener ini digunakan saat Bolt dan Nut dikencangkan pada torsi
rendah dan ada kemungkinan bahaya bahwa Nut akan longgar selama pemakaian. Bolt
dimasukkan melalui komponen yang akan ditahan. Sebuah Hex nut berbentuk benteng
(Castellated Hex nut) atau Hex nut yang di-slot di pasang di ujung Bolt. Nut
dikencangkan pada torsi yang benar.
Jika lubang dalam Bolt tidak sejajar dengan rangkaian slot dalam Nut, kencangkan Nut
sampai lubang dan slot sejajar. Sebuah split pin kemudian dimasukkan melewati lubang
dalam Bolt berlubang tersebut. Ini akan menahan Nut dalam posisi yang sama pada
Bolt sampai split pin dilepaskan meskipun jika ada getaran selama operasi. Gunakan
split pin yang dibuat untuk lubang berukuran dalam Bolt berlubang khusus yang
digunakan.

Drilled Head Bolt

Gambar 8 – Drilled Head Bolt.

Bolt Kepala Berlubang (Drilled Head Bolt) (Gambar 8) memiliki karakteristik yang sama
dengan Bolt standar. Selain karakter Bolt standar, Bolt kepala berlubang ini memiliki
lubang yang dibor secara radial melalui kepala Bolt. Diameter lubang ini harus di-
berikan dalam keterangan untuk jenis Bolt ini. Fastener ini digunakan untuk menahan
komponen dan menunjukkan bahwa komponen-komponen tersebut membutuhkan
pelayanan khusus. Komponen-komponen dapat juga digunakan saat Bolt harus ditahan
sehingga komponen tidak berputar selama operasi mesin. Kawat pengunci (lock wire)

Training Center Cileungsi 10


Fastener

digunakan dengan Bolt kepala berlubang. Lock wire dimasukkan melalui lubang pada
kepala Bolt. Saat lock wire berada pada posisinya melalui serangkaian Bolt kepala yang
berlubang, lock wire dapat di kencangkan dengan seal. Gunakan ukuran Bolt yang
benar untuk pekerjaan yang akan dilakukan.

Plow Bolt

Gambar 9 – Plow bolt.

Plow bolt (Gambar 9) memiliki kepala yang bulat saat dilihat dari atas. Bagian atas
kepala memiliki permukaan yang datar atau melengkung. Kepala juga memiliki taper
dari sisi atas ke arah bagian dengan ulir. Pada dasar taper adalah bagian dengan sisi
datar yang membentuk persegi (dasar persegi).
Dasar persegi memiliki sisi-sisi yang umumnya memiliki panjang yang sama dengan
diameter Bolt. Panjang grip diukur dari sisi atas kepala Bolt ke tempat dimana ulir mulai.
Panjang Bolt diukur dari sisi atas kepala ke ujung Bolt. Panjang kepala Bolt diukur dari
sisi atas ke dasar dari dasar persegi.
Dalam keterangan untuk Plow bolt akan diberikan keterangan Bolt standar ditambah
dengan diameter kepala, ukuran dasar persegi dan panjang dan sudut taper dari kepala
Bolt. Fastener ini digunakan untuk menjaga permukaan bebas dari kepala Bolt yang
besar. Sebagai contoh adalah sisi pemotong pada sebuah motor grader. Tanah harus
berputar dengan halus pada bagian yang dikencangkan. Komponen pertama dimana
Plow bolt dipasang harus memiliki lubang dengan taper sisi dan persegi pada bagian
dasar. Bentuk ini akan pas dengan bentuk pada kepala Plow bolt. Lubang Bolt harus
mencegah Plow bolt berputar karena wrench tidak akan menahan bagian atas kepala
Bolt.
Plow bolt dan Nut buatan Caterpillar dipanaskan untuk mendapatkan kekuatan tam-
bahan. Washer yang dikeraskan umumnya digunakan dengan Plow bolt. Gunakan
ukuran Plow bolt yang benar untuk pekerjaan yang akan dilakukan. Pastikan bahwa
kepala Plow bolt sesuai dengan ukuran dan bentuk lubang dalam komponen yang akan
dikencangkan. Gunakan Nut yang telah dibuat dengan menggunakan panas (heat
treated) untuk menahan plow bolt pada posisinya. Berikan jumlah torsi yang benar pada
Nut Plow bolt.

Training Center Cileungsi 11


Fastener

Hex Socket Head Bolt

Gambar 10 – Hex Socket Head Bolt.

Hex Socket Head Bolt memiliki bagian grip dan ulir yang sama dengan Bolt standar.
Bentuk yang paling umum untuk kepala Bolt ini adalah:

 Silinder dengan bagian atas dan bawah yang rata.


 Bagian atas rata dengan taper ke arah grip (countersink).
 Dan kepala bulat dengan dasar datar (kubah).

Seluruh kepala Bolt memiliki lubang berbentuk heksagonal aksial yang dibuat di tengah
kepala. Hex socket head bolt memiliki kepala dengan diameter kira-kira sama dengan
permukaan washer pada hex head bolt yang berukuran sama.
Fastener ini digunakan untuk aplikasi dimana tidak ada ruang yang cukup untuk peng-
gunaan wrench atau jenis Bolt yang lain. Hex socket head bolt dapat digunakan dalam
lubang atau aplikasi lain dimana ukuran kepala yang kecil dapat digunakan. Ujung hex
socket atau Allen key akan masuk dengan tepat ke dalam lubang hex pada kepala Bolt.
Wrench kemudian dapat digunakan untuk memutar Hex socket head bolt. Guna-kan
Hex socket head bolt dengan ukuran yang benar untuk pekerjaan yang akan
dilaksanakan. Pastikan bahwa hex wrench yang digunakan sesuai pada lubang hex da-
lam Hex socket head bolt. Jangan menggunakan Hex socket head bolt jika kepalanya
retak atau pecah.

Bolt Kepala 12 Titik (12-Point Head Bolt)

Gambar 11 – 12-Point Head Bolt.

Training Center Cileungsi 12


Fastener

12-Point Head Bolt (Bolt Kepala 12 Titik) (Gambar 11) memiliki bagian grip dan ulir yang
sama dengan Bolt standar. Bagian atas kepala Bolt memiliki 12 ridge yang secara
aksial membentuk garis sepanjang keliling sisi-sisi ulir. Antara ridge dan grip pada Bolt
terdapat sebuah shoulder. Umumnya 12-Point Head Bolt (Bolt Kepala 12 Titik) memiliki
diameter Bolt dan kepala yang sama. Beberapa Bolt berkekuatan yang sangat tinggi
memiliki kepala yang lebih besar. Fastener ini digunakan saat ada kebutuhan untuk Bolt
berkekuatan tinggi dengan kepala kecil. Bolt harus dipasang dengan 12-point box end
wrench atau 12-point socket. Pastikan bahwa 12-Point Head Bolt diputar pada torsi
yang benar.

Washer Head Bolt

Gambar 12 - Washer Head Bolt.

Washer head bolt (Gambar 12) adalah modifikasi dari Bolt kepala heksagonal standar.
Dasar kepala Bolt memiliki taper luar sampai ke permukaan flange. Permukaan flange
yang bulat ini digunakan sebagai washer pada dasar kepala Bolt. Bagian kepala Bolt ini
termsuk kepala heksagonal dan permukaan washer. Panjang Washer head bolt diukur
dari permukaan washer sampai ujung Bolt. Dasar permukaan washer bisa memiliki gigi-
gigi yang kecil untuk membantu kepala Bolt menahan permukaan dimana kepala Bolt
tersebut dikencangkan.

Training Center Cileungsi 13


Fastener

NUT

Nut Heksagonal (Hex Nut)

Gambar 13 – Hex nut.

Hex nut (Gambar 13) umumnya terbuat dari baja, baja stainless atau kuningan. Lubang
aksial di sepanjang bagian tengah Nut memiliki ulir internal. Ada enam permukaan datar
yang sama pada sisi-sisi Hex nut. Ukuran Hex nut kira-kira sama dengan kepala Bolt
yang digunakan bersamanya. Untuk mendapatkan thread pitch pada Hex nut, alat ukur
thread pitch digunakan. Bagian atas nut memiliki chamfer pada sisi-sisi luarnya.
Beberapa Nut memiliki permukaan washer yang kecil pada dasar Nut. Hex nut adalah
jenis Nut yang umum digunakan pada alat Caterpillar. Hex nut digunakan pada ujung
Bolt atau stud. Komponen-komponen ditahan pada Bolt atau stud saat Nut diputar
dengan kencang pada komponen. Permukaan washer yang kecil pada nut harus
berada pada komponen yang ditahan oleh Nut. Nut harus dikencangkan dengan torsi
yang benar. Saat nut diputar dengan kencang, satu atau dua ulir Bolt harus berada di
luar permukaan nut bagian atas untuk mencapai kekuatan maksimum.
Bolt ini digunakan dalam aplikasi yang sama dengan hex head bolt standar. Bagian
muka washer (washer face) pada dasar kepala Bolt akan membuat Bolt dapat di-
kencangkan dengan lancar. Washer face ini juga memberikan distribusi kekuatan pada
area yang lebih luas di-bandingkan dengan hex head bolt standar. Washer head bolt
harus diputar dengan torsi yang benar.

Wing Nut

Gambar 14 – Wing nut.

Training Center Cileungsi 14


Fastener

Nut kupu-kupu (Wing nut) (Gambar 14) memiliki badan dengan dua attachment (sayap)
di sisi-sisi yang berlawanan. Sayap-sayap ini cukup besar sehingga memungkinkan Nut
dikencangkan dengan jari. Sayap umumnya melengkung keluar dari komponen yang
ditahan oleh wing nut. Lubang dengan ulir dibuat melalui bagian tengah badan wing
nut. Fastener ini umumnya digunakan untuk menahan penutup komponen yang
dilepaskan secara teratur untuk servis operator.
Wing nut dapat digunakan hanya dalam aplikasi dimana jumlah torsi pada Fastener
tidak penting.
Wing nut hanya dikencangkan dengan tangan. Keuntungan menggunakan wing nut
adalah tidak dibutuhkan tool untuk melepaskannya. Ulir yang bersih adalah penting
saat wing nut digunakan.

Acorn Nut

Gambar 15 – Acorn nut.

Acorn nut (Gambar 15) sangat serupa dengan Nut heksagonal dengan tutup (cap) yang
di-pasang di atasnya. Bagian atas nut memiliki tutup (kubah) yang bulat tanpa lubang.
Ada enam sisi datar di dekat dasar acorn nut. Dasar acorn nut adalah datar atau
memiliki washer face. Sebuah lubang yang tegak lurus dengan ulir dibuat melalui dasar
Nut. Lubang ini tidak menembus bagian atas acorn nut. Fastener ini digunakan saat
ujung bolt atau stud harus memiliki penutup. Acorn nut hanya bisa diputar sampai habis
hingga Bolt menyentuh dasar lubang dalam Nut. Karena itulah, Bolt dan stud harus
pendek sehingga acorn nut dapat dikencangkan pada komponen yang ditahan dan
tidak membuat kontak dengan ujung lubang. Nut ini dapat juga membantu men-cegah
operator cedera saat ujung Bolt yang kasar tersentuh. Acorn nut dapat juga me-lindungi
ulir pada ujung Bolt.

Jam Nut

Gambar 16 – Jam nut.

Training Center Cileungsi 15


Fastener

Jam nut (Gambar 16) memiliki bentuk yang sama dengan hex head nut standar. Satu-
satunya perbedaan adalah jam nut kira-kira berukuran setengah dari tinggi hex head
nut standar. Bagian atas jam nut memiliki chamfer pada sisi-sisi luarnya. Jam nut bisa
memiliki Washer face di bagian dasarnya. Fastener ini digunakan untuk mengunci
(menahan) Fastener lain pada posisinya. Jam nut dapat dipasang pada Bolt, stud atau
rod dengan ulir luar. Saat Fastener atau komponen dengan ulir dalam dipasang pada
posisinya jam nut dapat dikencangkan (dimacetkan) padanya. Ini akan membuat
penguncian pada ulir bagian dalam dan luar. Aplikasi yang umum untuk jam nut adalah
pada yoke di control linkage.

Castellated Nut atau Slotted Nut

Gambar 17 – Castellated Nut dan Slotted Nut.

Castellated nut atau slotted nut (Gambar 17) memiliki bentuk yang sama dengan hex
nut. Pada bagian atas nut ada 6 slot radial yang dipotong di sekitar diameter. Slot-slot
ini dipotong dalam pusat permukaan sisi datar pada slotted nut. Castellated nut sangat
serupa dengan slotted nut namun permukaan luar dimana slot berada berbentuk bulat.
Nut-Nut ini digunakan dengan Bolt dengan ujung berlubang. Castellated nut atau
slotted nut dikencangkan pada Bolt dengan ujung berlubang sampai torsinya benar.
Jika lubang dalam Bolt tidak sejajar dengan rangkaian slot pada nut, nut dikencangkan
sampai sejajar. Sebuah split pin kemudian dipasang melalui rang-kaian slot dalam Nut
dan lubang dalam Bolt. Ujung-ujung yang bebas pada split pin kemudian dibengkokkan
kembali sehingga tidak lepas.

Self-Locking Nut

Gambar 18 – Self-Locking Nut.

Training Center Cileungsi 16


Fastener

Self-locking nut (Gambar 18) umumnya seperti Nut heksagonal dengan bagian yang
bulat pada bagian atasnya seperti castellated nut. Mungkin terdapat potongan pada
bagian yang bulat ini sehingga bagian atas Nut dapat ditekuk sedikit ke dalam ke arah
pusat Nut. Jenis self-locking nut kedua dapat memiliki material elastis tanpa ulir yang
dibuat pada bagian atas Nut. Jenis self-locking nut ketiga menggunakan lubang yang
tidak bulat (out-of-round) untuk mengubah bentuk ulir Bolt saat Nut dikencangkan. Jenis
Nut ini akan menahan Bolt atau stud sehingga tidak akan berputar saat di-gunakan.
Saat menggunakan self-locking nut, umumnya Fastener pengunci jenis lain tidak
dibutuhkan. Nut-Nut ini dapat digunakan dalam aplikasi dimana Nut tidak harus lebih
kencang atau lebih longgar. Nut akan tepat pada tempat dimana Nut dipasang.
Saat menggunakan self-locking nut yang menggunakan bagian atas yang ditekuk ke
arah tengah atau lubang yang out-of-round, kombinasi Nut dan Bolt harus diganti
setelah sekali penggunaan. Jika self-locking nut yang memiliki materi elastis pada
bagian atas Nut digunakan, umumnya Nut hanya dapat dipakai satu kali.

Lock Wire

Gambar 19 – Lock wire.

Lock wire (Gambar 19) dibuat dari kawat berdiameter kecil yang dapat ditekuk dengan
mudah. Umumnya dua dari wire ini ditekuk di sekeliling kawat ketiga yang lurus. Total
diameter dari pengaturan ini harus cukup kecil sehingga dapat melewati lubang dalam
drilled head bolt. Seal logam dapat digunakan untuk mengencangkan lock wire se-
hingga tidak longgar. Seperangkat tool sealing 5P1660 terdiri dari seluruh per-kakas
yang dibutuhkan untuk memasang lock wire.
Penggunaan lock wire yang paling umum adalah untuk menyegel komponen sehingga
komponen hanya dapat disetel atau dilepaskan oleh dealer Caterpillar. Dua atau lebih
Bolt dengan lubang di kepala digunakan untuk menahan komponen pada posisinya.
Lock wire kemudian dimasukkan melewati kepala Bolt dan ujung-ujungnya dikencang-
kan dengan segel logam. Lock wire harus dilepaskan untuk melonggarkan Bolt drilled
head bolt. Lock wire dapat juga digunakan untuk menahan Bolt kepala berlubang agar
tidak longgar. Dalam aplikasi ini lock wire dimasukkan melalui dua atau lebih lubang
dan dipelintir sehingga jika salah satu Bolt mulai melonggar, kawat akan tertarik se-
makin kencang.

Training Center Cileungsi 17


Fastener

Washer

Flat Washer

Gambar 20 – Flat Washer.

Flat washer (Gambar 20) adalah sepotong logam datar yang dipotong dalam bentuk
bulat. Bagian tengah washer memiliki lubang yang bulat. Karakteristik yang berbeda-
beda dari flat washer adalah materi, kekerasan, lapisan, kualitas dan ukuran. Materi
untuk flat washer umumnya adalah baja, kuningan atau aluminium.
Ketebalan washer adalah jarak antara dua sisi yang datar. Lebar washer adalah dia-
meter luar pada washer. Ukuran Bolt yang digunakan dengan flat washer tertentu
adalah sama dengan keterangan untuk ukuran lubang dalam washer tersebut.
Flat washer digunakan untuk distribusi beban thrust pada area yang lebih luas di-
bandingkan dengan kepala Bolt atau Nut. Flat washer juga membatasi kerusakan pada
permukaan komponen yang disebabkan oleh kepala Bolt atau Nut. Lubang dalam flat
washer akan membuat Bolt dapat melewatinya. Flat washer dapat digunakan antara
kepala Bolt atau Nut dan per-mukaan komponen. Jenis dan ukuran flat washer yang
benar harus digunakan dalam seluruh aplikasi.

CATATAN:
Lihat Buku Manual Perakitan untuk nomor suku cadang yang benar sehingga flat washer tidak
digunakan sebagai hard washer.

Training Center Cileungsi 18


Fastener

Hard Washer

Gambar 21 – Hard Washer (Fl.at).

Hard washer memiliki karakteristik yang sama dengan flat washer lain. Hard washer
terbuat dari baja dan dipanaskan. Ini memberikan hard washer kekuatan yang tinggi
dan membuatnya susah untuk ditekuk. Hard washer umumnya memiliki warna gelap
(hampir hitam). Saat flat washer digunakan, pastikan untuk memeriksa nomor suku
cadang pada buku manual perakitan sehingga washer yang digunakan memiliki
kekerasan yang tepat. Hard washer digunakan dalam cara yang sama dengan flat
washer lainnya. Disamping itu, hard washer digunakan saat lubang dimana Bolt lewat
lebih besar dibandingkan dengan Boltnya. Hard washer tidak akan menekuk seperti
washer halus saat torsi yang tepat diberikan pada Bolt. Hard washer harus juga
digunakan saat Bolt dan Nut dikencangkan pada torsi yang tinggi. Washer halus dapat
menjadi lebih tipis saat membawa beban dan melepaskan sebagian dari ketegangan
pada Fastener.

Spring Washer

Gambar 22 – Lock Washer (Split spring).

Split washer (Gambar 22) dibuat dari ring atau baja pegas yang akan melingkar dengan
tepat pada Bolt. Permukaan atas dan bawah pada lock washer rata. Ring dipotong
(terpisah) di satu lokasi dan salah satu ujungnya dinaikkan ke atas. Pengukuran untuk
keterangan ukuran pada spring washer dibuat dengan cara yang sama pada flat
washer. Spring washer digunakan sebagai spacer di antara kepala Bolt atau Nut dan
komponen yang dikencangkan. Jenis washer ini memiliki permukaan yang sama
dimana Fastener dikencangkan. Tekukan dalam lock washer akan dibuat rata saat Bolt
atau Nut dikencangkan. Daya pegas pada lock washer akan menempatkan Fastener
pada kondisi berbeban. Beban ini akan membantu mengencangkan Fastener.

Training Center Cileungsi 19


Fastener

CATATAN:
Pastikan untuk melihat buku manual perakitan untuk mengetahui kapan menggunakan spring
washer, hard washer atau tidak menggunakan washer sama sekali.

Lock (Star) Washer Bergigi

Gambar 23 – Lock Washer (Gigi Dalam dan Luar).

Lock washer bergigi (Gambar 23) adalah washer baja bulat. Lubang dalam washer
melingkar dengan tepat pada Bolt, stud atau sekrup yang digunakan bersamanya. Ada
takikan-takikan yang dipotong di sekitar diameter luar (gigi luar), atau di sekitar lubang
Bolt (gigi dalam) atau di sekeliling dalam dan luar (gigi dalam dan luar). Di antara ta-
kikan, gigi-gigi kecil pada washer dipelintir. Jenis lock washer ini umumnya digunakan
dengan koneksi listrik. Gigi-gigi yang dipelintirkan pada lock washer bekerja seperti split
ring washer. Gigi-gigi ini akan memotong ke dalam Fastener dan menahan Fastener
yang dalam kondisi memiliki beban. Washer-washer ini dapat membuat koneksi listrik
yang baik saat digunakan dengan sekrup pada terminal listrik.

Square Seat Conical Washer

Gambar 24 - Square Seat Conical Washer.

Square Seat Conical Washer (Gambar 24) dibuat dari baja berbentuk bulat dengan
lubang ditengahnya. Square seat conical washer bentuknya tidak datar. Jika sisi luar-
nya diletakkan pada permukaan yang rata, bagian tengah washer akan berjarak sedikit
di atas permukaan yang rata. Jarak ini adalah tinggi dari square seat conical washer.

Training Center Cileungsi 20


Fastener

Keterangan ukuran termasuk:

 Diameter luar
 Diameter lubang
 Ketebalan
 Tinggi

Square seat conical washer digunakan untuk menempatkan kekuatan Fastener pada
area yang luas. Kerusakan pada logam halus atau tipis menjadi berkurang jika area
kekuatan Fastener ditingkatkan. Bentuk kerucut juga menyebabkan washer mem-
berikan daya pegas saat kepala Bolt bergerak pada washer. Daya pegas ini membantu
menjaga Bolt dalam tegangan sehingga tetap kencang. Saat digunakan, sisi luar pada
square conical washer harus berada pada komponen yang ditahannya.

Self Tapping Screw

Gambar 25 – Self tapping screw (Self-Tapping).

Self tapping screw (Gambar 25) memiliki bagian kepala dan ulir. Terdapat panjang grip
yang pendek pada Fastener-fastener ini. Self tapping screw dibuat dari baja yang
dikeraskan. Kepalanya bisa berasal kepala jenis sekrup apa saja atau dapat me-miliki
kepala heksagonal. Bagian ulir memiliki bagian runcing/taper pada ujungnya. Panjang
dan ulir pada Self tapping screw diukur sama seperti Bolt dan Machine screw lainnya.
Ada dua jenis Self tapping screw:
1. Sekrup pemutar ulir (thread rolling screw).
2. Sekrup pemotong ulir (thread cutting screw).
Fastener ini digunakan untuk menahan bagian logam yang tidak menahan beban berat.
Sekrup dapat digunakan dimana Fastener kecil dengan ulir dibutuhkan.
Dengan Self tapping screw, lubang sekrup tidak membutuhkan ulir internal sebelum
perakitan. Diameter lubang harus lebih kecil sedikit dibandingkan dengan diameter
sekrup. Ulir internal dibuat saat sekrup diputar ke dalam lubang. Saat digunakan pada
lubang dengan ulir. Self tapping screw dapat membuat pelurusan menjadi lebih mudah.

Training Center Cileungsi 21


Fastener

Machine Screw

Gambar 26 – Machine screw.

Machine screw (Gambar 26) memiliki kepala dan bagian dengan ulir. Umumnya, ulir
melingkar hingga ke kepala. Machine screw yang diameternya kurang dari ¼ inci (6,1
mm) memiliki keterangan nomor ukuran. Machine screw yang lebih besar dari ini meng-
gunakan diameter dalam keterangan ukurannya. Panjang sekrup diukur dari dasar
kepala ke ujung sekrup. Panjang countersunk screw diukur dari bagian atas kepala
sampai ujung sekrup. Fastener digunakan untuk menahan dua atau lebih komponen
bersama-sama. Machine screw digunakan dalam aplikasi dimana terdapat sedikit
beban. Komponen terakhir dimana Machine screw dipasang harus memiliki ulir dengan
ukuran yang sama dengan sekrup. Flat washer dan lock washer dapat digunakan
dengan Machine screw. Gunakan jenis dan ukuran obeng yang tepat untuk memutar
Machine screw. Obeng dapat dengan mudah menggerakkan banyak jenis sekrup.

Set Screw

Gambar 27 – Set screw.

Set screw (Gambar 27) dibuat dari baja yang dipanaskan. Sekrup-sekrup ini umumnya
memiliki kepala persegi, atau tidak memiliki kepala sama sekali. Set screw tanpa kepala
memiliki slot atau hex socket pada satu ujungnya. Ujung yang lain (point) akan memiliki
bentuk untuk menyesuaikan dengan aplikasi set screw. Bentuk ini bisa bulat, rata,
mangkuk atau kerucut. Ada ulir luar di antara dua ujung set screw. Fastener-fastener ini
digunakan untuk menahan satu komponen dalam posisi yang khusus pada kom-ponen
kedua. Satu komponen akan memiliki lubang dengan ulir yang sesuai dengan set
screw. Set screw akan diputar ke dalam lubang

Training Center Cileungsi 22


Fastener

Sampai point kencang pada komponen kedua. Komponen kedua bisa memiliki satu
lubang kecil atau area yang datar untuk menyesuaikan point pada set screw.

Bar Key

Gambar 28 – Bar key.

Bar key (Gambar 28) dapat dibuat dari logam keras atau lunak. Sisi bar key rata dan
sisi-sisi yang berlawanan adalah paralel.

CATATAN:
Periksa Buku Manual Servis dan suku cadang untuk memastikan Anda menggunakan bar key
yang benar. Bar key digunakan untuk menahan komponen dalam posisi spesifik di sekeliling
diameter shaft. Ada alur (groove) tegak lurus (key slot) di bagian luar shaft. Ada juga groove
dalam sisi lubang dalam komponen yang ditahan (keyway). Komponen dipasang pada shaft
sehingga key slot dan keyway sejajar. Bar key kemudian dapat dipasang ke dalam key slot dan
key way. Palu berujung halus dapat digunakan untuk memasang bar key dalam posisinya.

Woodruff Key

Gambar 29 – Woodruff key.

Woodruff key (Gambar 29) dibuat dari bahan yang sama dengan bar key. Woodruff key
memiliki bagian atas yang rata dan sisi yang rata. Bagian dasar dan ujung key
membuat kurva setengah lingkaran. Keterangan ukuran untuk Woodruff key adalah
ketebalan diameter kurva. Pastikan bahwa ukuran Woodruff key yang benar digunakan
dalam seluruh aplikasi. Woodruff key digunakan untuk menahan komponen dalam
posisi spesifik di sekitar diameter shaft. Ada key slot pada bagian luar shaft yang

Training Center Cileungsi 23


Fastener

digunakan dengan Woodruff key. Bagian dasar dari key slot ini memiliki kurva yang
sama dengan kurva pada Woodruff key. Alur kunci dalam komponen adalah sama
seperti untuk bar key.
Woodruff key dipasang pada tempatnya pada shaft. Komponen kemudian didorong ke
posisinya pada shaft saat key slot dan alur kunci sudah sejajar.

FLAT METAL LOCK

Gambar 30 – Flat metal lock.

Flat metal lock (Gambar 30) umumnya dibuat dari logam lunak. Beberapa lock di-
keraskan untuk aplikasi-aplikasi khusus. Lock-lock ini adalah logam rata dengan satu
atau lebih lubang di dalamnya. Flat metal lock harus memiliki lubang yang cukup besar
agar Bolt dapat tembus. Sisi luar metal lock harus lebih besar dari kepala Bolt atau Nut.
Sisi luar ini bisa memiliki bentuk khusus untuk aplikasi spesifik. Dalam aplikasi spesifik,
lihat buku manual perakitan untuk nomor suku cadang yang benar untuk flat metal lock
yang digunakan. Flat metal lock digunakan untuk menahan kepala batu atau nut
sehingga tidak akan berputar. Lock ini dipasang di antara komponen yang ditahan dan
Nut atau kepala Bolt. Saat Fastener kencang, satu sisi luar lock ditekuk rata pada sisi
datar Fastener, sisi luar lock dapat juga di tekuk ke bawah dengan rata pada sisi
komponen. Tekuk metal lock dengan cold chisel. Socket spesial dapat digunakan untuk
melonggarkan Fastener yang ditahan dengan flat metal lock. Jangan menggunakan flat
metal lock lebih dari satu kali.

STUD

Gambar 31 – Stud.

Stud (Gambar 31) adalah rod logam dengan ulir di kedua ujungnya. Panjang grip
adalah bagian stud di antara dua bagian yang berulir. Ulir pada satu ujung (ujung stud)

Training Center Cileungsi 24


Fastener

akan lebih kasar dibandingkan dengan ulir pada ujung satunya (ujung Nut). Ujung Stud
dapat memiliki taper ke arah ujung stud. Ujung Nut pada stud adalah sama dengan
bagian ulir pada Bolt. Keterangan ukuran stud akan termasuk:

 Diameter dan jenis ulir di setiap ujung.


 Panjang ulir pada ujung stud.
 Panjang ulir pada ujung Nut.
 Panjang grip ditambah panjang ulir pada ujung Nut.
 Semua karakteristik stud.

Stud digunakan untuk mengencangkan satu atau lebih komponen secara bersama-
sama. Ujung stud dari Fastener ini dapat diputar ke dalam lubang dengan ulir dalam
satu komponen. Pastikan untuk menggunakan ujung stud dengan taper jika lubang
memiliki taper. Saat stud ditahan dengan kencang dalam lubang, komponen kedua
tanpa ulir dapat dipasang pada ujung Nut pada stud. Saat semua komponen sudah
berada pada posisinya, Nut dapat dipasang pada ujung Nut pada stud. Kencangkan
Nut dengan torsi yang benar. Pemasangan stud yang paling umum adalah pada bagian
atas blok silinder mesin. Beberapa stud tidak memiliki taper dan ditahan kencang dalam
komponen karena diameternya sedikit lebih besar dari diameter lubang yang diulir.
Jenis stud ini adalah stud “interference fit”. Gunakan tool yang benar untuk melepaskan
dan memasang seluruh jenis stud. Pastikan bahw stud yang benar digunakan dalam
setiap aplikasi. Beberapa stud memiliki karakteristik khusus seperti lubang yang dibor,
materi khusus atau penambahan kekuatan.

CATATAN:
Saat stud diganti, lihat buku manual servis untuk memastikan stud yang benar digunakan.

Clevis Pin

Gambar 32 – Clevis pin.

Clevis pin (Gambar 32) adalah pin logam bulat. Ada kepala di salah satu ujung pin.
Kepala umumnya bulat dengan atap yang datar. Ujung pin yang lain memiliki lubang
radial yang dibor di dekat bagian ujung. Sisi atas dari ujung yang berlawanan pada
clevis pin memiliki chamfer. Tidak ada ulir pada clevis pin. Panjang clevis pin diukur dari
dasar kepala sampai ujung pin. Diameter harus diberikan dalam keterangan ukuran
clevis pin. Fastener digunakan untuk menahan komponen bersama-sama. Clevis pin
tidak akan menahan komponen dengan kencang. Clevis pin akan membuat komponen
bergerak di sekitar pin seperti engsel. Komponen yang ditahan memiliki flange dengan
lubang yang sejajar. Clevis pin dipasang melalui lubang-lubang ini. Kepala clevis pin

Training Center Cileungsi 25


Fastener

akan menahan komponen pada satu sisi. Lubang yang di bor di dalam pin berada pada
sisi lain pada komponen. Split pin dipasang melalui lubang ini.

Shear Pin

Gambar 33 – Shear pin

Shear pin (Gambar 33) adalah pin yang terbuat dari logam lunak. Pin ini terlihat sama
dengan clevis pin namun tidak ada lubang yang dibor didekat ujung pin. Keterangan
ukuran shear pin adalah diameter dan panjang pin. Panjang shear pin diukur dari dasar
kepala sampai ujung pin. Beberapa shear pin tidak memiliki kepala dan terlihat seperti
rod pendek. Panjang dari jenis shear pin ini diukur dari ujung ke ujung. Shear pin
umumnya digunakan untuk mengencangkan beberapa drive shaft ke shaft yang di-
dorong. Shaft-shaft ini harus memiliki fixture dengan lubang yang dapat disejajarkan.
Shear pin dipasang melalui lubang-lubang ini.
Dalam aplikasi ini, shear pin digunakan sebagai pelindung keselamatan. Jika shaft yang
didorong tiba-tiba mengalami torsi yang tinggi, shaft akan memotong shear pin. Ini akan
menyebabkan pemisahan antara drive dan shaft yang didorong. Jangan pernah meng-
gunakan Bolt untuk shear pin.

Taper Pin

Gambar 34 – Taper pin

Taper pin (Gambar 34) adalah pin dengan satu ujung yang lebih besar dari ujung
satunya. Jenis pin ini tidak memiliki kepala. Ini memberikan pin taper yang kecil ke arah
ujung kecil pada pin. Pengukuran keterangan ukuran umumnya termasuk panjang dan
diameter dari ujung pin yang besar. Panjang diukur dari ujung ke ujung pada taper pin.
Fastener ini digunakan untuk menahan dua komponen bersama-sama. Taper pin
umumnya menahan lebih kencang dibandingkan dengan jenis-jenis pin lain. Bentuk
taper dapat membantu dalam pelurusan komponen untuk pe-rakitan. Taper pin harus

Training Center Cileungsi 26


Fastener

didorong pas dan kencang ke dalam lubang pin, dengan ujung kecilnya pertama kali
masuk. Untuk melepaskan taper pin gunakan pin punch pada ujung yang kecil pada
taper pin. Taper pin dapat digunakan kembali setiap saat dan akan tetap pas dengan
kencang.

Training Center Cileungsi 27


Fastener

Dowel Pin

Gambar 35 – Dowel pin

Dowel pin (Gambar 35) terbuat dari bagian rod logam. Diameter dari dowel pin sama di
seluruh lokasi sepanjang panjang pin. Sisi-sisi dowel pin halus dan kedua ujungnya
umumnya memiliki chamfer. Pengukuran yang digunakan untuk keterangan ukuran
dowel pin adalah diameter dan panjang.
Dowel pin digunakan untuk membantu pelurusan bagian-bagian. Pin-pin ini dipasang
dengan cara ditekan ke dalam lubang dalam komponen mesin. Komponen kedua
dengan lubang yang sedikit lebih besar dapat dipasang ke dalam bagian yang
diluruskan di atas pin-pin ini. Pada engine 3308, dowel pin dipasang dengan cara
ditekan ke dalam kepala silinder untuk membantu pelurusan pada penutup valve.
Dowel pin umumnya tidak dilepaskan dari komponen dimana dowel pin dipasang.

Roll Pin

Gambar 36 – Roll pin.

Roll pin (Gambar 36) adalah pin baja bulat. Pin ini memiliki rongga di dalam bagian
tengahnya. Roll pin juga terbuka pada satu sisinya, karena ini bukan pin yang solid, pin
dapat dibuat lebih kecil secara radial. Roll pin memiliki daya pegas radial. Ada chamfer
di kedua ujung roll pin. Roll pin digunakan untuk menahan komponen sehingga
komponen tidak bergerak dalam arah radial ke roll pin. Roll pin ditahan di satu lubang
atau lebih. Lubang-lubang ini harus memiliki diameter yang sedikit lebih kecil di-
bandingkan dengan roll pin saat tidak sedang dalam keadaan ditekan. Palu berujung
halus dapat digunakan untuk memasang roll pin dalam posisinya di dalam lubang.
Untuk melepaskan roll pin, gunakan drift punch dengan diameter yang sedikit lebih kecil
dari diameter luar roll pin.

Training Center Cileungsi 28


Fastener

Split Pin

Gambar 37 – Split pin.

Split pin (Gambar 37) dibuat dari logam lunak, memiliki dua kaki paralel (prong) dan
mata (eye) pada satu sisinya. Prong bisa sama panjang atau berbeda. Bisa terdapat
satu atau dua mata dalam splitsplit pin. Keterangan ukuran split pin termasuk: diameter
(dari lubang dimana pin digunakan); panjang (dari dasar eye ke ujung prong ter-
pendek); dan bentuk ujung prong. Split pin digunakan dengan Bolt dengan ujung
berlubang dan clevis pin dan tidak akan menahan kedua Fastener ini dalam posisi
mereka atau memperlihatkan bahwa Fastener siap dalam posisi mereka. Split pin
dipasang melalui lubang pada Bolt dengan ujung berlubang atau clevis pin dan di-
dorong sampai mata menyentuh lubang. Prong pada pin kemudian dilekukkan ke-
belakang pada Fastener. Prong harus diluruskan untuk melepaskan pin.

Rivet

Gambar 38 – Rivet.

Rivet (Gambar 38) dibuat dari rod logam lunak. Ada kepala di satu ujung rivet. Ujung
rivet lainnya (ujung shank) lurus. Keterangan ukuran rivet termasuk: diameter shank,
panjang shank, dan bentuk kepala.
Fastener ini digunakan untuk menahan dua atau lebih komponen bersama-sama. Rivet
dipasang melalui lubang-lubang dalam komponen. Ujung shank yang lurus, kemudian
dibuat ke dalam bentuk yang sama dengan ujung kepala. Riveting machine, Rivet set
atau ball peen hammer dapat digunakan untuk memberikan bentuk pada ujung shank.
Rivet kemudian akan memiliki dua kepala. Komponen harus ditahan dengan kuat di
antara dua kepala ini. Rakitan yang tidak kencang akan menyebabkan rivet pecah.

Training Center Cileungsi 29


Fastener

Snap Ring

Gambar 39 – Snap Ring.

Snap ring (Gambar 39) dibuat dari baja pegas. Snap ring dibuat dalam bentuk lingkaran
yang terbuka di satu tempat. Ring yang dipasang ke dalam alur luar adalah snap ring
luar dan ring yang pas masuk ke dalam alur dalam adalah snap ring dalam. Beberapa
snap ring memiliki lubang kecil di satu sisi bukaannya. Lubang-lubang kecil ini dibuat
sehingga snap ring pliers dapat digunakan untuk memasang atau melepaskan snap
ring. Fastener-fastener digunakan untuk menahan, atau membatasi pergerakan pin
atau shaft. Snap ring luar akan masuk dengan tepat ke dalam alur (groove) di sekitar
pin atau shaft. Snap ring dalam akan pas masuk ke dalam groove di sekitar bagian
dalam lubang. Saat Snap ring berada pada posisinya, pin atau shaft tidak dapat lagi
keluar dari lubang tersebut.
Pemanjangan atau pengurangan akan diperlukan untuk memasang snap ring dalam
tempatnya. Gunakan ukuran dan jenis snap ring yang benar dalam seluruh aplikasi.

Spring Clip

Gambar 40 – Spring Clip.

Spring clip (Gambar 40) dibuat dari baja pegas. Kabel baja pegas ditekuk ke dalam
satu bentuk dengan dua kaki (prong). Prong memiliki gelombang untuk menyesuaikan
dengan diameter luar sebuah pin. Satu prong bisa berbentuk lurus pada beberapa
Spring clip. Tekukan di antara dua prong akan membentuk mata yang digunakan untuk
melepaskan clip spring dengan mudah. Keterangan ukuran akan termasuk diameter
kawat pegas dan bentuk prong. Fastener ini digunakan untuk menahan pin pada
tempatnya. Spring clip didorong ke dalam tempatnya pada pin dan pas masuk di dalam
groove. Spring clip dengan prong yang lurus digunakan saat pin memiliki lubang yang
dibor dan prong yang satunya menahan pada sisi luar pin.

Training Center Cileungsi 30


Fastener

Cable Clip Dan Tube Clip

Gambar 41 – Clip untuk Kabel dan Tube.

Clip untuk kabel dan tube (Gambar 41) dibuat dari lembar logam datar yang ditekuk
dalam bentuk yang benar. Clip-clip ini memiliki kurva untuk menahan satu atau lebih
kabel atau tube. Terdapat lebih dari satu lubang pada clip sehingga clip dapat di-
kencangkan dengan Bolt atau sekrup pada posisi yang kaku. Beberapa clip akan
menekuk secara menyeluruh di sekitar kabel atau tube dan memiliki lubang Bolt. Jenis
clip ini digunakan untuk menahan kabel dan tube dalam posisi tertentu untuk mencegah
kerusakan komponen-komponen ini. Beberapa clip menahan kabel dan tube langsung
pada permukaan yang kaku.
Beberapa clip dipasang di sekitar kabel dan tube dan dikencangkan pada permukaan
sedemikian rupa sehingga kabel dan tube tidak menyentuh permukaan. Aplikasi yang
umum untuk clip ini adalah untuk mencegah kerusakan akibat panas di sekitar
komponen mesin.

Plastic Wrap

Gambar 42 – Tali Plastik (Plastic Strap) (Wrap ties).

Tali plastik (Gambar 42) atau wrap tie, adalah tali plastik fleksibel dengan satu mata
pada salah satu ujungnya. Terdapat pengunci yang terbuat dari logam di dalam mata
tersebut yang menjadikan tali dipasang melalui mata hanya pada satu arah. Setelah tali
plastik berada pada tempat yang diinginkan, tali dapat ditarik menjauh dari mata.
Keterangan ukuran untuk tali plastik umumnya adalah panjang dan lebarnya. Tali plastik
dapat di potong dengan mudah menggunakan pliers diagonal. Tali plastik di-gunakan
untuk mengencangkan sejumlah kawat atau kabel untuk menahan kawat dan kabel
agar terikat dalam kelompok. Ujung tali plastik dipasang melalui mata dan ditarik
sampai kencang di sekeliling kawat. Akan terdapat sisa tali yang menggantung dari
mata. Panjang sisa tali ini harus dipotong rata dengan bagian atas mata.

Training Center Cileungsi 31


Fastener

Spacer Dan Shim

Gambar 43 – Spacer, Shim.

Spacer dan shim (Gambar 43) umumnya adalah logam rata yang memiliki ketebalan
yang sama. Sisi luar umumnya lurus dengan sudut persegi atau berbentuk lingkaran.
Beberapa shim memiliki lubang dengan ukuran tertentu pada lokasi tertentu. Ke-
terangan ukuran akan termasuk: ketebalan, panjang dan lebar (diameter luar jika bulat);
dan ukuran dan lokasi semua lubang. Spacer dan shim digunakan untuk memberikan
jarak spesifik di antara dua komponen yang dikencangkan bersama-sama.
Sejumlah spacer dan shim dengan ketebalan yang berbeda dapat digunakan bersama-
sama untuk mendapatkan jarak yang spesifik yang dibutuhkan di antara dua kom-
ponen. Sebelum shim dan spacer digunakan, pastikan bahwa mereka bersih dan tidak
bengkok. Benda asing pada permukaan shim dapat menyebabkan shim memiliki ke-
tebalan yang tidak rata. Saat sejumlah shim digunakan, letakkan shim-shim yang tipis
di tengah dan shim-shim yang lebih tebal mengapitnya.

TURNBUCKLE

Gambar 44 – Turnbuckle.

Turnbuckle (Gambar 42) memiliki tiga bagian komponen. Terdapat dua rod logam
dengan ulir pada satu sisinya. Satu rod memiliki ulir sebelah kanan dan rod lainnya
memiliki ulir sebelah kiri. Ujung-ujung rod yang lain memiliki mata atau kait (hook). Rod
dipasang ke dalam ujung yang berlawanan pada fixture tengah. Jarak antara kedua
mata ditingkatkan atau diturunkan saat fixture tengah diputar. Untuk mengubah arah
pergerakan di antara mata, arah rotasi pada fixture tengah harus diganti. Alat ini
digunakan untuk mengubah dan menahan jarak di antara kedua komponen. Mata pada
ujung rod dapat dikencangkan pada dua komponen. Saat fixture tengah pada
turnbuckle diputar, jarak antara kedua komponen berubah. Turnbuckle kemudian akan
menahan semua penyetelan yang diinginkan. Jam nut dapat digunakan pada rod pada
fixture tengah untuk mengunci Turnbuckle pada penyetelan yang spesifik.

Training Center Cileungsi 32


Fastener

TOPIK 2
Identifikasi Bolt dan Pengencangan

PENDAHULUAN
Umumnya, produk-produk Caterpillar hanya menggunakan Fastener yang diukur atau
dispesifikasikan dalam inci. Meskipun Bolt, sekrup, Nut dan stud jenis inci akan terus
digunakan dalam produk Caterpillar, Fastener berukuran metrik juga akan terlihat pada
komponen. Anda akan sering menemukan Fastener berukuran metrik pada produk-
produk yang dirakit dengan komponen yang dibuat oleh pemasok-pemasok inter-
nasional.
Penting untuk mengenali perbedaan antara Fastener berukuran inci dan metrik untuk
mencocokkan bagian-bagian Fastener dengan benar. Jangan mencampur atau meng-
ganti bagian-bagian inci dan meter meskipun kelihatannya sesuai.
Cara Fastener diukur juga akan menentukan jenis tool yang akan digunakan. Fastener
berukuran metrik membutuhkan tool berukuran metrik dan Fastener berukuran inci
membutuhkan tool berukuran inti.
Jika bagian-bagian Fastener tidak cocok atau tool yang tidak benar digunakan:

 Wrench akan tergelincir dan Anda dapat mengalami cedera selama perakitan me-
sin; atau
 Ulir Fastener dapat rusak karena ketidaksesuaian dan menyebabkan kerusakan
atau tidak berfungsinya mesin.

Ulir sekrup adalah ridge spiral yang seragam yang dibentuk pada permukaan silinder
dengan menghasilkan groove spiral pada bentuk dan kedalaman yang dibutuhkan.

Kegunaan Ulir Sekrup


Ulir sekrup memiliki kegunaan sebagai berikut:

 Untuk mengencangkan bagian-bagian bersama-sama, seperti saat menggunakan


Bolt dan Nut, set screw, stud atau sambungan pipa berulir.
 Untuk menyetel posisi bagian-bagian, seperti ketika menyetel sekrup untuk gib strip
pada machine slide atau blade pada mesin pemotong rumput.
 Untuk mengeluarkan daya, ketika menggunakan vice, screw jack, atau screw press.
 Untuk mengirimkan gerakan, seperti pada lathe cross-slide, dan top-slide screw,
lathe lead screw atau elevating screw untuk machine table.

Training Center Cileungsi 33


Fastener

Istilah-istilah thread screw

Gambar 45 – Nut dan Bolt.

Ulir luar adalah ulir yang dibentuk di bagian luar silinder seperti pada Bolt.
Ulir dalam adalah ulir yang dibentuk dalam lubang bulat, seperti pada Nut (Gambar 45).

Ulir Imperial

Gambar 46 – Istilah-istilah ulir.

Pitch (P) adalah jarak dari ujung pad satu ulir ke ujung ulir berikutnya, yang diukur
secara paralel pada garis lurus (axis) (Gambar 46).
Lead (L) adalah jarak yang dilalui Nut sepanjang satu putaran (diukur secara paralel
pada garis lurus (axis)).
Ulir per inci (Thread per inch (TPI)) adalah jumlah ulir atau pitch dalam satu inci. Istilah
“thread per inch” digunakan dalam sistem imperial.
Pitch dalam inci bisa didapatkan dengan membagi satu inci dengan jumlah ulir per inci.
Dalam sistem metrik, pitch dinyatakan dalam milimeter.

Training Center Cileungsi 34


Fastener

Diameter besar (Major diameter (MD)) atau diameter luar adalah diameter yang diukur
pada puncak ulir luar atau pada root dari ulir dalam.
Diameter kecil (md) atau diameter akar adalah diameter yang diukur pada bagian
bawah (root) sebuah ulir luar atau pada puncak ulir dalam.

Gambar 47 – Hand pada ulir.

Arah (Hand) pada ulir (Gambar 47) – ulir arah kanan dimajukan dengan memutarkan ke
kanan, atau searah jarum jam.
Ulir arah kiri dimajukan dengan memutarnya ke kiri, atau berlawanan dengan jarum
jam.

Bentuk dan Ukuran Ulir V yang Umum


Studi yang lengkap mengenai bentuk ulir terlalu banyak untuk dimasukkan di sini,
namun fitur-fitur utamanya bisa dirangkum sebagai berikut:
Dalam bentuk standar, bentuk ulir bisa berupa huruf V, persegi atau bulat, tergantung
alasan penggunaannya, dan dalam setiap bentuk terdapat sejumlah pitch untuk
menyesuaikan diameter sekrup atau kebutuhan pada khusus pekerjaan.

Training Center Cileungsi 35


Fastener

Ulir Metrik ISO


Bentuk dasar ulir sekrup AS 1275-1985

P = mm Pitch
H = Kedalaman teoritis = 0,86603 x P
5/8 H = Kedalaman sesungguhnya = 0,54127 x P
H/8 = Pemotongan = 0, 10825 x P
H/4 = Pemotongan = 0, 21651 x P
R= Radius = 0, 125 x P
Gambar 48

Seri ulir sekrup serba guna metrik ISO digunakan secara umum di seluruh Eropa dan
telah digunakan di Australia.
Bentuk metrik memiliki sudut ulir 60º. Kedalamannya seimbang dengan pitch.
Dalam prakteknya root pada male thread adalah radius diluar lebar P/4 teoritis (Lihat
Gambar 48).

Training Center Cileungsi 36


Fastener

Ulir Whitworth
Bentuk dasar ulir sekrup BS 84-1956

P = Pitch = 1/ Jumlah ulir per inci


H = Kedalaman teoritis = 0,960491 x P
h = Kedalaman sesungguhnya = 0,640327 x P
H/6 = Bentuk bulat pada puncak dan root = 0, 160082x P
R= Radius pada puncak dan root = 0,137329 x P
Gambar 49

Whitworth membentuk sudut ulir 55º. Kedalamannya seimbang dengan pitch dan
dihitung dengan mengkalikan pitch dengan 0,6403. Kedalaman = 0,64P cukup akurat
untuk sebagian besar aplikasi workshop (Lihat Gambar 49).
Puncak dan root pada ulir dibentuk bulat.
Hubungan antara diameter besar dan jumlah ulir per inci adalah perbedaan antara
berbagai standar yang digunakan dalam bentuk ini. Standar-standar yang umum
menggunakan bentuk Whitworth seperti berikut:

 British Standard Whitworth, BSW – seri kasar yang digunakan untuk Bolt, Nut dan
sekrup untuk penggunaan umum.
 British Standard Whitworth, BSF – seri halus yang digunakan pada alat dimana
pitch yang lebih halus akan lebih memuaskan karena diameter minor pada thread
yang lebih besar, atau karena pitch yang lebih halus memiliki sedikit kecende-
rungan untuk menjadi longgar saat terkena getaran.
 Standar-standar lain yang menggunakan bentuk Whitworth adalah British Standard
Brass BSB-26 TPI untuk seluruh diameter dan British Standard Pipe, BSP, yang
digunakan pada pipa air, uap dan gas.

Training Center Cileungsi 37


Fastener

British Assosciation Thread, BA


Bentuk dasar ulir sekrup AS 2829 – 1986

P = 1/jumlah ulir per inci


H = Kedalaman teoritis = 1,13634 x P
H = Kedalaman sebenarnya = 0,60000 x P
S = Bentuk bulat pada puncak dan root = 0, 26817 x P
R = Radius pada puncak dan root = 0,18083 x P
Gambar 50

British Assosciation Thread adalah seri ulir berdiameter kecil yang dibuat untuk mengisi
kebutuhan pekerjaan kecil di bawah diameter ¼ inci yang tidak dipenuhi oleh standar
Whitworth. Ulir jenis ini umumnya digunakan pada komponen listrik dan instrumen
(Lihat Gambar 50).

Training Center Cileungsi 38


Fastener

Unified Thread
Bentuk dasar ulir sekrup BS 1580-1962

P = Pitch 1/jumlah ulir per inci


H = Kedalaman teoritis = 0,96603 x P
5/8 H = Kedalaman sebenarnya = 0,54127 x P
H/8 = Pemotonogan = 0,10825 x P
H/4 = Pemotongan = 0,21651 x P
R = Radius = 0,14434 x P
Gambar 51

Gambar 52

Unified thread telah digunakan untuk menggantikan dan saling menggantikan dengan
ulir 60o Amerika sebelumnya yang dikenal sebagai National Coarse (dulunya Sellers)
dan National Fine (sebelumnya bernama SAE) (Lihat Gambar 51 dan Gambar 52).
Standar-standar yang menggunakan bentuk unified adalah sebagai berikut:

Training Center Cileungsi 39


Fastener

 Unified Coarse, UNC untuk Bolt dan Nut umum.


 Unified Fine, UNF digunakan dimana kekuatan diameter kecil penting dan/atau
dimana getaran dapat menyebabkan Nut menjadi longgar
 National Pipa, NPSF, NPTF untuk air, uap, gas dan konduit (pipa dan konduit listrik
yang identik) Amerika
 American Petroleum Institute, API.

Mengidentifikasi Bagian-Bagian Metrik dan Inci dengan Benar

Gambar 53 – Nomor menunjukkan Bolt jenis metrik. Garis radial menunjukan jenis inci.

Penandaan pada kepala Bolt akan menginformasikan kepada Anda jenis dan kekuatan
ketegangannya. Beberapa kekuatan ketegangan ditunjukkan dalam bagan dalam tabel.
Garis-garis radial pada kepala Bolt berarti Bolt tersebut berukuran inci. Nomor pada
kepala Bolt menunjukkan bahwa Bolt tersebut berukuran metrik. Karena tempat yang
terbatas, nomor tidak akan tertera pada Fastener yang diameternya kurang dari 8 mm.

Gambar 54 – Alat ukur ulir (thread gauge) harus benar-benar sesuai dengan ulir.

Training Center Cileungsi 40


Fastener

Gambar 55 – Mengukur untuk mendapatkan thread pitch.

Cara lain untuk menentukan jenis Fastener adalah dengan “thread pitch”. Thread pitch
pada Bolt metrik adalah jarak dalam milimeter di antara puncak ulir. Pada Bolt jenis inci,
kita mengukur jumlah ulir per inci. Jika Anda tidak yakin dengan thread pitch, ukur
dengan alat ukur ulir.

Gambar 56 – Periksa terlebih dahulu.

Gunakan alat ukur ulir untuk mengidentifikasi lubang ulir dalam cetakan (casting).

Lubang berulir dalam cetakan sulit untuk diidentifikasi. Ukur lubang dengan meng-
gunakan alat ukur ulir untuk mencegah kerusakan. Ulir 3/8” dan 10 mm yang biasa
digunakan, khususnya, dekat sekali dalam ukuran dan dapat membingungkan.

Training Center Cileungsi 41


Fastener

Penggunaan Tool yang Benar

Gambar 57 – Pemilihan Tool dan Tekanan Ulir

Penting untuk menggunakan tool berukuran metrik dengan Fastener metrik dan tool
berukuran inci untuk Fastener inci. Tool yang salah, bahkan dengan torsi yang benar,
dapat merusak Fastener dan tool.
Saat terlalu banyak torsi diberikan, Nut akan berubah bentuk dan ulirnya menjadi
menekan. Ulir Bolt juga merenggang, rusak dan Fastener menjadi tidak dapat di-
gunakan. Jika torsi yang tidak mencukupi diberikan, Fastener menjadi longgar.
Simpan tool metrik dan inci Anda secara terpisah atau beri label agar mudah
ditemukan. Seluruh tool tangan Caterpillar memiliki ukuran dan jenis yang dicetak pada
alat tersebut.

Training Center Cileungsi 42


Fastener

Karakteristik Fastener SAE IMPERIAL (Standar SAE J429)

Beban Proof Kekuatan Ketegangan


Minimum (Tensile) Minimum

Kisaran
Tanda
Ukuran
Grade Grade psi Mpa psi Mpa
Nominal
SAE
(Inci)

¼ sampai 1 ½
1 33000 228 60000 414

2 ¼ sampai ¾ 55000 379 74000 510*


2 ¾ sampai 1 ½ 33000 228 60000 414*

¼ sampai 1
5 85000 586 120000 828
1+ sampai 1
5 74000 510 105000 724
½

No. 6 sampai
5,1 85000 586 120000 828**
3/8

5,2 ¼ sampai 1 85000 586 120000 828

7 ¼ sampai 1 ½ 105000 724 133000 917

8 ¼ sampai 1 ½ 120000 828 150000 1034

8,2 ¼ sampai 1 120000 828 150000 1034

Training Center Cileungsi 43


Fastener

CATATAN:
*Beban proof dan kekuatan tegangan Bolt Grade 2 dan Grade 5 yang lebih besar kurang
dibandingkan dengan Bolt-Bolt yang lebih kecil. Kekerasan menentukan beban proof dan
kekuatan tegangan. Beberapa tahun yang lalu, Society of Automotive Engineers (SAE) mem-
berikan sertifikasi standar kekerasan yang lebih tinggi untuk Bolt-Bolt yang lebih kecil ini yang
menjadikan beban proof dan kekuatan tegangan lebih tinggi. Namun, kekerasan dan beban proof
yang berhubungan dan kekuatan tegangan lebih memadai untuk aplikasi yang diinginkan dari
Bolt-Bolt yang lebih besar ini. Selanjutnya, selisih ketidaksesuaian hanya terjadi pada Bolt-Bolt
Grade 2 dan 5 SAE.
** Seluruh standar perangkat keras dalam bagan di atas adalah untuk Bolt, sekrup atau Stud
dengan pengecualian Grade 5.1 yang mewakili kombinasi sekrup dan washer yang telah dirakit
sebelumnya.
***Perangkat keras 8,2 tidak tahan terhadap panas sebaik perangkat keras SAE Grade 8. Karena
itu aplikasi perangkat ini lebih terbatas. Sekaligus, meskipun tidak memiliki nilai numerikal yang
lebih tinggi, perangkat ini dibawah SAE Grade 8 dalam hal aplikasi suhu tinggi.
Terakhir, meskipun kita telah memperlihatkan SAE Grade 1, 2 , 5, 5.1 , 5.2 , 7, 8 , dan 8.2,
Caterpillar tidak memiliki katalog SAE Grade 1.2, 5.1 , 7 dan 8.2. Catepillar memiliki katalog
washer dan Nut SAE Grade 5 namun tidak memiliki katalog untuk Bolt.

Karakteristik Fastener Metrik (Standar SAE J1199)

Beban Proof Kekuatan Ketegangan


Minimum (Tensile) Minimum

Ukuran Metrik
Grade psi Mpa psi Mpa
Nominal

4.5 M5 sampai M36 32625 225 58000 400

4.8 M1.6 sampai M16 44950 310 60900 420

5.8 M5 sampai M24 55100 380 75400 520

8.8 M17 sampai M36 87000 600 120350 830

9.8 M1.6 sampai M16 94250 650 130500 900

10.9 M6 sampai M36 120350 830 150800 1040

Training Center Cileungsi 44


Fastener

KARAKTERISTIK beberapa Fastener Caterpillar


(dapat melebihi SAE Grade 8)

Kekuatan
Beban Proof Ketegangan
Minimum (Tensile)
Minimum

Jenis Bolt Tanda psi Mpa psi Mpa

Standar
kekuatan 140000 966 170000 1172
Tinggi

Track
140000 966 170000 1172
Standar

Track
Kekuatan 150000 1034 185000 1276
Tinggi

Sisi Potong
(Di. 3/4” 140000 966 170000 1172
atau Lebih)

12 Kepala
140000 966 170000 1172
Titik

Training Center Cileungsi 45


Fastener

Bagan di sebelah kanan memberikan torsi untuk Bolt Ukuran Torsi Standar
dan Nut Grade 8.8 Ulir (Nm)* (lb ft)
(mm)
M6 12±4 9±3
M8 25±7 18±5
M10 55±10 40±7
M12 95±15 70±10
M14 150±20 110±15
M16 220±30 160±20
M18 325±50 240±35
M20 450±70 330±50
PERHATIAN
Berhati-hatilah untuk menghindari kekeliruan antara M22 600±90 440±65
Fastener jenis metrik dan inci. Fastener yang salah atau
terbalik dapat mengakibatkan kerusakan dan kegagalan M24 775±100 570±75
fungsi kendaraan, atau kemungkinan cedera diri. Fastener
M27 1150±150 840±110
yang asli yang dilepaskan dari kendaraan harus disimpan
untuk dipasang jika mungkin. Jika dibutuhkan yang baru, M30 1160±200 1175±150
penggantian Fastener harus dilakukan dengan hati-hati
dengan menggunakan pengganti yang memiliki nomor suku M33 2000±275 1450±200
cadang dan grade yang sama atau lebih baik.
M36 2700±400 2000±300
* 1 meter newton (Nm) adalah kira-kira sama dengan 0,1 mkg

Training Center Cileungsi 46


Fastener

Tabel 1 – Torsi Pengencangan Umum Untuk Penjepit Selang (Hose Clamp).


(Jenis Worm Drive Band)

Torsi Perakitan
Torsi Pengencangan Ulang
Lebar Clamp Awal pada Selang atau Perakitan Ulang
Baru
(Nm)* (lb in) (Nm)* (lb in)
15,9mm (0,625 inch) 7,5±0,5 65±5 4,5±0,5 40±5
13,5mm (0,531 inci) 4,5±0,5 40±5 3,0±0,5 25±5

7,9 mm (0,312 inci) 0,9±0,2 8±2 0,7±0,2 6±2

* 1 meter newton (Nm) adalah kira-kira sama dengan 0,1 mkg

Tabel 2 – Torsi Pengencangan Umum untuk Bolt dan Nut Sisi Pemotong (Cutting Edge)
dan Penyambung Dasar (Ground Engaging)

Persyaratan Torsi Untuk


Plow bolt
Diameter
Torsi Standar
Ulir
Inci (lb ft) (Nm)*

Kepala berbentuk Kubah Bulat 5/8 195±20 265±25


Proof Load: 120000 psi min.
Kekuatan Ketegangan: 150000 psi
min.
Kekerasan: Rockwell C33 sampai ¾ 350±50 475±70
39
Ukuran: 5/8

7 Radial Dash 7/8 565±85 765±115


Proof Load: 135000 psi min
Kekuatan Ketegangan: 160000 psi
min.
1 900±110 1220±150
Kekerasan: Rockwell C36 sampai
42
Ukuran: ¾ sampai 1 ¼
1¼ 1500±185 2000±250

* 1 meter newton (Nm) kira-kira sama dengan 0,1 mkg

Tabel 3 – Torsi Pengencangan Umum untuk Bolt, Nut dan

Training Center Cileungsi 47


Fastener

Taperlock Stud Jenis Inci

Bagan berikut memberikan nilai torsi standar untuk Bolt, Nut Ukuran Torsi Standar
dan taperlock Stud dari SAE Grade 5 atau kualitas yang lebih Ulir
baik. Pengecualian diberikan dalam Buku Manual Servis jika
(Inci) (lb ft) (Nm)*
dibutuhkan
¼ 9±3 12±4
5/16 18±5 25±7
3/8 32±5 45±7
Gunakan torsi-torsi ini untuk Bolt dan Nut dengan ulir standar
7/16 50±10 70±15
(konversi adalah perkiraan)
½ 75±10 100±15
9/16 110±15 150±20
5/8 150±20 200±25
¾ 265±35 360±50
7/8 420±60 570±80
1 640±80 875±100
1 1/8 800±100 1100±150
Ulir Standar
1¼ 1000±120 1350±175
1 3/8 1200±150 1600±200
1½ 1500±200 2000±275
5/16 13±2 20±3
3/8 24±2 35±3
Gunakan torsi-torsi ini untuk Bolt dan Nut pada batang valve
7/16 39±2 50±3
hidraulik
½ 60±3 80±4
5/8 118±4 160±6
¼ 5±2 7±3
5/16 10±3 15±5
3/8 20±3 30±5
7/16 30±5 40±10
Gunakan torsi-torsi ini untuk stud dengan ulir taperlock ½ 40±5 55±10
9/16 60±10 80±15
5/8 75±10 100±15
¾ 110±15 150±20
7/8 170±20 230±30
Taperlock Stud 1 260±30 350±40
1 1/8 320±30 400±40
1¼ 400±40 550±50
1 3/8 480±40 650±50
1½ 550±50 750±70

Training Center Cileungsi 48


Fastener

TOPIK 3
Sealent dan Perekat

SEMEN

 Membuat perekatan yang lengket dan mudah dibentuk dengan menggunakan


semen kontak karet sensitif – tekanan.
 Untuk penggunaan dalam perekatan bagus, kulit atau karet ke logam.
 Untuk penggunaan pada suhu kerja yang tidak melebihi 225ºF (107ºC).

CATATAN:
Bahan mudah terbakar – gunakan dengan hati-hati

Ukuran
Item (fl.oz) (ml) Nomor Suku Cadang
Semen 8.00 236 5H-2471

DEPEND NO-MIX ADHESIVE

 Merekat pada zat apapun dalam hitungan menit.


 Cepat merekat dan kering untuk memberikan kekuatan dalam hanya 2 menit.
 Menampilkan kekuatan lapisan dan kekuatan terhadap pukulan yang tinggi.
 Tahan panas sampai 250ºF (121ºC) dan tahan terhadap oli.

Training Center Cileungsi 49


Fastener

 Untuk digunakan pada kayu, keramik, kaca, logam, gabus, chrome, dan zat-zat
lainnya.
 Perangkat terdiri dari botol berisi perekat sebanyak 0,85 fl.oz (25 ml) dan botol
berisi cairan pengaktif 1,20 fl. oz. (35 ml).

Item Nomor Suku Cadang


Depend no-mix Adhesive Kit 8T-9021

FAST CURE EPOXY

 Perekat berkekuatan tinggi untuk segala jenis pengeleman, sealing dan patching.
 Terdiri dari 10 mixercup dari resin dan pengeras yang sudah ditakar.

Ukuran
Item (oz) (g) Nomor Suku Cadang
Fast Cure Epoxy Mixercup 1,50 43 5P-3321

FORM-A-GASKET SEALANT-#1,#2,#3

Training Center Cileungsi 50


Fastener

 #1– Cepat kering dan menjadi keras; tahan bensin, minyak tanah bahan bakar dan
solar, anti beku, alkali dan uap. Tahan terhadap tekanan hingga 5000 psi (34475
kPa) dan suhu sampai 399ºF (204º).

 #2 – Lambat kering, kering dan menjadi lapisan yang dapat dibentuk; seal T-joint
dan gasket joint yang dipisah-pisah. Tahan tekanan sampai 5000 psi (34475 kPa0
dan suhu sampai 300ºF (204ºC).
 #3 – Tipis dan dapat dipulas dengan menggunakan kuas untuk permukaan yang
dihaluskan dengan mesin. Mengering secara perlahan, tidak mengeras, dan tahan
terhadap sebagian besar fluida di workshop.

UKURAN UKURAN
Item
(fl. oz.) (ml) (oz) (g) Suku Cadang
Form-A Gasket #1 3,00 85 4C-9501
Form-A Gasket #2 3,00 85 4C-9502
Form-A Gasket #3 4,00 120 4C-9505

GASKET CAIR

 Mengganti gasket sampai ,003” (0,08mm) pada suhu yang tidak melebihi 300ºF
(149ºC).
 Tersedia dalam dua jenis: 7M7260 mengandung zat pelarut berbasis chlorine yang
tidak mudah terbakar namun memiliki potensi berbahaya untuk lapisan ozon.
7M7260 tidak untuk digunakan dengan sambungan aluminimum. 9U-5839 tidak
mengandung chlorine namun sangat mudah terbakar.

Ukuran
Item (fl. oz.) (ml) Nomor Suku Cadang
Gasket Cair 4,00 118 9U-5839
Gasket Cair 8,00 236 7M7260

Training Center Cileungsi 51


Fastener

GASKET MAKER

 Mengganti gasket sampai ,01” (0,25mm) pada suhu yang tidak melebihi 350ºF
(177ºC).
 Menyekat sampai ,01” (0,25mm) pada sambungan aluminium, besi dan baja.
 Meniadakan kelonggaran Bolt yang disebabkan oleh gasket jenis lembaran yang
melemah.

UKURAN UKURAN
Item
(fl.oz.) (ml) (oz) (g) Suku Cadang
Gasket Maker 1,50 50 6V-6640
Gasket Maker Flexible 10,50 297 4C-5300
Gasket Maker Flexible 1,50 50 1U-8846

RTV SILICONE (RED) HIGH TEMPERATURE SEALANT

 Untuk aplikasi pengikatan, perekatan, dan gasket yang membutuhkan resistansi


panas maksimum, secara berselang-selang sampai 600ºF (316ºC).
 Menahan retakan, penyusutan dan perpindahan yang disebabkan oleh siklus
panas.
 Untuk penggunaan dalam caulking gun standar.

Training Center Cileungsi 52


Fastener

Ukuran
Item (fl. oz.) (ml) Nomor Suku Cadang
RTV Silicone-Merah 3,00 83 4C-9614
RTV Silicone-Merah 10,15 300 8T-9013

RTV SILICONE (CLEAR) GENERAL PURPOSE SEALANT

 Untuk pekerjaan pengikatan, perekatan, atau gasket dengan suhu maksimum


500ºF (260ºC) berselang seling.
 Mengering dengan cepat dan fleksibel untuk pekerjaan yang membutuhkan
tampilan yang bersih – seperti pada kaca, lampu dan kawat listrik.
 Untuk penggunaan caulking gun standar.

Ukuran
Item (fl. oz.) (ml) Nomor Suku Cadang
RTV Silicone-Bening 3,00 83 4C-9613
RTV Silicone-Bening 10,15 300 8T-9014

RTV SILICONE (BLUE) GENERAL PURPOSE SEALANT

Training Center Cileungsi 53


Fastener

 Untuk pekerjaan pemasangan gasket yang memiliki suhu maksimum 500ºF


(260ºC).
 Memberikan sealing yang berbau ringan, non-korosif, bersifat elastis rendah untuk
pekerjaan perbaikan dan permukaan flange bertekanan yang rendah – seperti pada
oil pan, penutup gear, penutup valve dan penutup transmisi.
 Untuk penggunaan dalam caulking gun standar.

Ukuran
Item (fl. oz.) (ml) Nomor Suku Cadang
RTV Silicone-Biru 10,15 300 8T-9022

RTV SILICONE (BLACK) GENERAL PURPOSE SEALANT

 Untuk pekerjaan pengikatan, perekatan, atau gasket dengan suhu maksimum


400ºF (240ºC)

Ukuran
Item (fl. oz.) (ml) Nomor Suku Cadang
RTV Silicone-Hitam 3,00 83 4C-9612

RTV SILICONE (WHITE) GENERAL PURPOSE SEALANT

Training Center Cileungsi 54


Fastener

 Untuk pekerjaan pengikatan, perekatan, atau gasket dengan suhu maksimum


400ºF (240ºC).
 Tersedia dalam bentuk non-korosif untuk sealing di sekitar alat listrik.

Ukuran
Item (fl. oz.) (ml) Nomor Suku Cadang
RTV Silicone-Putih 3,00 83 3S-6252
RTV Silicone-Putih
3,00 83 8T-0065
(Non-Korosif)

FUEL TANK REPAIR

 Mengisi dan menyekat kebocoran lubang dan seam untuk perbaikan sementara “di
lapangan”.
 Melekat pada permukaan yang “basah oleh bahan bakar.”
 Masak (Cure) dalam 4 jam.

Ukuran
Item (fl. oz.) (gr) Nomor Suku Cadang
Fuel tank repair 0,25 7 8T-9019
Kit Fuel tank repair untuk Tangki
1U-8118
Plastik

RADIATOR REPAIR

 Menyekat kebocoran lubang dan seam untuk tekanan operasi normal.


 Masak (cure) hanya dalam waktu 15 menit untuk perbaikan radiator sementara.

Training Center Cileungsi 55


Fastener

Ukuran
Item (fl. oz.) (gr) Nomor Suku Cadang
Radiator Repair 0,50 14 8T-9018

LIQUID FILLED TYRE SEALANT

 Menyekat keretakan dan pinhole dalam rim.


 Juga untuk digunakan saat memasang rim berisi cairan yang baru.
 Gunakan satu tube untuk satu rim.
Item Nomor Suku Cadang
Sealant untuk Rim yang
2G-7781
Berisi Cairan pada Wheel Loader

MANIFOLD SEALANT

 Untuk penyekatan dan perekatan sambungan manifold pembuangan terpisah male/


female yang memiliki suhu maksimum 2000ºF (1093ºC)

Ukuran
Item (fl. oz.) (ml) Nomor Suku Cadang
Caterpillar Manifold
16,00 473 2P-2333
Sealant

MODERATE TEMPERATURE ANTI SEIZE-COMPOUND

Training Center Cileungsi 56


Fastener

 Membantu mencegah lecet (galling) dan kemacetan ulir pada komponen seperti rod
penghubung dan Bolt undercarriage dalam aplikasi suhu sedang.
 Untuk penggunaan selama pengencangan torsi dalam kompartemen oli dimana oli
dianalisa sebagai S-O-S.

Ukuran
Nomor Suku
Item (fl. oz.) (ml)
Cadang
Anti-Seize Compound Suhu Sedang 1,00 30 4C-5590
Anti-Seize Compound Suhu Sedang 4,00 118 4C-5591
Anti-Seize Compound Suhu Sedang 8,00 236 4C-5592
Anti-Seize Compound Suhu Sedang 32,00 950 4C-5593

HIGH TEMPERATURE ANTI SEIZE-COMPOUND

 Membantu mencegah kemacetan ulir pada komponen dalam aplikasi suhu tinggi

Ukuran
Nomor Suku
Item (fl. oz.) (ml)
Cadang
Anti-Seize Compound Suhu Tinggi 1,00 30 4C-5597
Anti-Seize Compound Suhu Tinggi 4,00 118 4C-5598
Anti-Seize Compound Suhu Tinggi 8,00 236 4C-5599
Anti-Seize Compound Suhu Tinggi 32,00 950 5P-3931

Training Center Cileungsi 57


Fastener

SEALANT REPAIR KIT

 Menyimpan seluruh item perbaikan sealant dalam kotak polyethylene yang tahan
lama dan anti kejut

Ukuran
Nomor
Nomor Suku
Kotak(Kit) Item (fl. oz.) (ml)
Cadang
Suku Cadang
9S-3262 Sealant Repair kit
Retaining Compound 1,67 50 4C-9507
Bearing Mount 1,67 50 7M-7456
Thread lock 1,67 50 9S-3263
Pipe Sealant 1,67 50 5P-3413
Quick Cure Primer 4,00 120 4C-9500
9U-5025 Sealant Repair kit
Wicking Sealant 0,33 10 4C-9508
Retaining Compound 0,33 10 4C-9506
Bearing Mount 0,33 10 4C-4032
Thread lock 0,33 10 4C-4030
Gasket Masker Flexible 0,67 50 1U-8846
Pipe Sealant 1,67 50 5P-3413
RTV Silicone-Hitam 3,00 89 3S-6252
Quick Cure Primer 4,00 120 4C-9500

Training Center Cileungsi 58


Fastener

THREAD LOCK

Thread lock 9S-3263 dan 4C-4030

Gambar 58 – Thread lock - 9S-3263, 50 ml (1 2/3 fl oz), isi 5; 4C-4030 (34 fl oz), isi 10.

Keutamaan/Keuntungan
 Kekuatan yang dapat dipindahkan.
 Torsi Khusus (Breakaway torque) – 115 in. lb.
 Torsi yang berlaku (Prevail torque) – 53 in. Lb.
 Suhu Servis sampai 149ºC (300ºF).
 Pengisian Celah Medium, sampai 0,3 mm (0,005 in).
 Pemasangan 10 menit – waktu masak 24 jam.

Penggunaan
Menyekat, mengunci di tempat, mencegah macet karena karat:

 Pada Bolt kecil, Set screw, terminal screw, deck plate cap screw, Bolt radiator
guard.
 Roller guard roll.

Training Center Cileungsi 59


Fastener

Thread lock Berkekuatan Tinggi 154-97M31 dan 155-0695

Gambar 59 - 154-97M31, 10 ml (,34 fl. oz), isi 5, 155-0695 ml (1,23 fl. oz), isi 10.

Keutamaan/Keuntungan
 Berkekuatan tinggi – permanen.
 Torsi khusus (Breakaway torque) – 230 in.lb.
 Torsi yang berlaku (Prevail torque) – 320 in.lb.
 Suhu servis sampai 149ºC (300ºF).
 Pengisian Celah Medium, sampai 0,15 mm (0,007 in).
 Pemasangan 10 menit – waktu masak penuh 24 jam .

Training Center Cileungsi 60