Anda di halaman 1dari 11

ISSN: 2338-1027

September 2018 Jurnal Wahana Pendidikan Fisika (2018) Vol.3 No.2 : 51-61

PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN


PENCAPAIAN KOMPETENSI PENGETAHUAN FISIKA PADA MATERI LISTRIK
STATIS DAN DINAMIS SMA

Taufik Solihudin JH*)

Insan Cendekia Madani, Jl. Ciater Raya (H. Amat), Kampung Maruga RT 05 RW 09, Ciater,
Serpong, Tangerang Selatan

* Email : taufik@icm.sch.id

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-Modul berbasis web untuk meningkatkan pencapaian
kompetensi pengetahuan fisika SMA pada bahasan listrik statis dan listrik dinamis. Metode penelitian yang
digunakan adalah research and development menggunakan model ADDIE (Analyze-Design-Development-
Implementation-Evaluation). Objek dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas 12 dengan sample di 5
sekolah 4 sekolah swasta, dan 1 sekolah Negeri di Tangerang Selatan. Instrument penelitian yang digunakan
adalah lembar validasi ahli materi, validasi ahli multimedia, kusioner tanggapan guru profesional, kuisioner
tanggapan siswa, dan instrument soal pilihan ganda. Hasil validasi ahli materi menunjukkan 82,81 % (sangat
baik). Hasil validasi ahli multimedia menunjukan 78,13% (sangat baik). Hasil tanggapan guru fisika profesional
meliputi seluruh aspek materi dan multimedia sebesar 85,71 % (Sangat Baik) serta hasil tanggapan siswa
diperolah 80,20% (sangat baik). Untuk mengetahui peningkatan pencapaian kompetensi pengetahuan
dilakukan dengan cara memberikan pre-tes, treatment, post-tes (One Group Pre-tes, Post-tes Design )
melauai nilai N-Gain, hasil penilaian pada materi listrik statis diperoleh N-Gain 0,84 kategori tinggi, dan pada
listrik dinamis 0,87 kategori tinggi. Berdasarkan data di atas, penelitian ini menunjukkan bahwa
pengembangan e-modul berbasis web pada materi listrik statis dan listrik dinamis dapat digunakan sebagai
multimedia pembelajaran dan dapat meningkatkan pencapaian kompetensi pengetahuan peserta didik.

Kata Kunci : Pengembangan e-modul; Multimeida; Model ADDIE; Listrik statis dan dinamis, Kompetensi
Pengetahuan.

ABSTRACT

This study aims to develop a web-based e-Module to improve the achievement of physics knowledge
competence on the subject of static electricity and dynamic electricity at high school. The research method
used is research and development using the ADDIE (Analyze-Design-Development-Implementation-
Evaluation) model. Objects in this study were 12th grade high school students with samples in 5 schools 4
private schools, and 1 public school in South Tangerang. The research instrument used is material expert
validation, multimedia expert validation, professional teacher response questionnaire, student response
questionnaire, and multiple choice questions instrument. Expert material validation results show 82.81% (very
good). Multimedia expert validation results show 78.13% (very good). The result of the response of
professional physics teacher covers all material and multimedia aspect equal to 85,71% (Very Good), and
result of student response 80,20% (very good). To know the improvement of knowledge competence
achievement is done by giving pre-test, treatment, post-test (One Group Pre-test, Post-test Design) at the
value of N-Gain, the result on the static electricity obtained by N-Gain 0.84 high category, and on dynamic
electrical 0.87 high category. Based on the above data, this study shows that the development of web-based
e-module on static electricity and dynamic electrical materials can be used as multimedia learning and can
improve the achievement of the competence of learners knowledge.

Keywords : Development of e-modules; Multimeida; Model ADDIE; Static and dynamic electricity, Knowledge
Competency.

51
Taufik Solihudin JH – Pengembangan E-modul Berbasis WEB Untuk Meningkatkan Pencapaian
Kompetensi Pengetahuan Fisika Pada Materi Listrik Statis dan Dinamis SMA

PENDAHULUAN yang menyediakan materi lengkap dengan


simulasi/animasi/ video pembelajaran, 56,1 %
Paradigma pembelajaran abad 21 media pembelajaran yang bisa membantu
mengisyaratkan bahwa seorang guru harus dalam sukses menghadapai UN dan seleksi
menggunakan teknologi digital, sarana masuk PTN. Bersadarkan hasil data diatas
komunikasi dan/atau jaringan yang sesuai untuk dapat di tarik beberapa kebutuhan yang di
mengakses, mengelola, memadukan, harapkan yakni kebutuhan akan
mengevaluasi dan menciptakan informasi agar pengembangan media pembelajaran yang
berfungsi dalam sebuah pembelajaran. Hal ini mudah digunakan, mudah diakses kapanpun
sesuai dengan Permendikbud no 22 tahun 2016 dan dimanapun, konten materi fisika yang
tentang standar proses pendidikan dasar dan mudah untuk dipahami serta lengkap
menengah. Salah satu isi dari standar proses terintegrasi simulasi/animasi/video
adalah pemanfaatan teknologi informasi dan pembelajaran, serta sebagai media yang
komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan mampu membantu untuk persiapan
efektivitas pembelajaran. Berdasarkan hal menghadapi UN dan masuk seleksi PTN.
diatas diharapkan guru mampu menerapakan Terkait kategori bahasan fisika yang dirasa
teknologi informasi dan komunikasi secara sulit oleh siswa berdasarkan hasil angket yang
terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai disebar ke guru fisika, bahasan fisika untuk tiga
dengan situasi dan kondisi termasuk mampu persentase teratas yakni Fisika modern, kalor &
memanfaatkan teknologi sebagai sumber termodinamika. dan Listrik & Magnet. Dan
belajar dan media pembelajaran. berdasarkn hasil diskusi yakni ketegori listrik &
Hasil analisis kebutuhan mengenai magnet, dinamika rotasi dan gelombang.
pengembangan media sebagai sumber belajar Terlepas dari berbagai alasan yang diutarakan
pada pembelajaran fisika dengan menyebar masing-masing guru, kesulitan yang dirasakan
kuisioner angket ke guru fisika dan siswa yakni siswa sejalan dari hasil laporan hasil UN
30 responden guru fisika menyatakan 93.3% beberapa tahun sebelumnya yakni dari 9
sudah melaksanakan standar proses kompetensi fisika terdapat 4 kompetensi yang
pembelajaran relatif turun yaitu kemagnetan dan
berbasis ICT dengan 30% sebagai pembuat elektromagnetik, litrik statis dan dinamis, fluida
media dan sisanya sebagai pengguna, 100% statis dan dinamis, dan fisika modern [1].
mendukung pengembangan media e-modul Sehingga dari di atas dapat diambil irisan materi
berbasis Web dalam pembelajaran fisika. yang dirasa sulit yaitu kategori bahasan
Harapan guru fisika mengenai pengembangan kelistrikan dan kemagnetan.
media sumber belajar berbasis Web, tiga teratas Berbagai upaya peningkatan kualitas
hasil angket yakni 53,3% media pembelajaran pembelajaran terus dilakukan, diantaranya
yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun, melalui pengembangan bahan ajar, dan media
40 % media yang mampu melaporkan hasil pembelajaran serta pemanfaatan Teknologi
penggunaan media baik tugas ataupun tes, Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam
36,7% media pembelajaran yang dapat pembelajaran fisika. Pesatnya perkembangan
menampilkan materi ajar fisika yang TIK telah mengubah paradigma belajar dan
terintergrasi simulasi/animasi/video pembelajaran yang menuntut kemampuan
pembelajaran. Adapun dampak yang literasi TIK setiap individu untuk dapat
diharapkan guru fisika setelah menggunakan e- beradaptasi dengan derasnya arus informasi
modul berbasis web yakni, 79.3% meningkatkan dan teknologi. Perkembangan TIK
minat belajar mandiri. Dan 107 responden memungkinkan dihasilkannya multimedia
siswa, secara umum di atas 90% menyatakan interaktif dalam pembelajaran yang dapat
fasilitas penunjang media pembelajaran memudahkan dan membangkitkan motivasi
berbasis online tidak ada kendala dimasing- belajar siswa dalam mempelajari konsep fisika.
masing sekolah, 68,2 % merasa kesulitan dalam Salah satu media yang dapat dikembangkan
belajar fisika, 98% setuju mengenai adalah media pembelajaran dengan
pengembangan media pembelajaran. Harapan memanfaatkan berbagai keunggulan yang
siswa mengenai pengembangan e-modul dimiliki oleh teknologi komputer. Tekonologi
berbasis web, tiga teratas hasil angket yakni komputer mampu memvisualisasikan materi-
69,2% media pembelajaran yang memudahkan materi yang sulit untuk disajikan, terutama
untuk belajar fisika, 58.9 % media pembelajaran mengenai fenomena fisis yang bersifat abstrak
52
Jurnal Wahana Pendidikan Fisika (2018) Vol.3 No.2 : 51-61

sehingga pelajaran fisika menjadi mudah, didefinisikan sebagai semua sumber daya yang
menarik, dan menyenangkan. Namun jika yang berkontribusi langsung atau tidak
hanya teknologi komputer saja tidak cukup langsung untuk keberhasilan belajar dan
mesti adanya integrasi antara tekologi komputer mengajar. Menurut Association for Educational
dengan teknologi informasi. Perkembangan Communications and Technology (AECT) [8].
yang pesat dalam dunia informasi dan semakin Pengerian sumber belajar telah diperluas
cepatnya dinamika masyarakat, menyebabkan dengan inovasi teknologi dan pengembangan
aktivitas manusia semakin meningkat. pemahaman tentang bagaimana alat-alat
Pembelajar dan instruktur kemudian disibukkan teknologi dapat membantu peserta didik dalam
dengan berbagai aktivitas yang mengiringi mencapai tujuan pembelajaran . Sumber belajar
kegiatan mereka sehari-hari. Jaringan internet itu adalah orang-orang, alat, teknologi, dan
merupakan salah satu solusi untuk mengatasi bahan-bahan yang dirancang untuk membantu
permasalahan tersebut [2] peserta didik. Sumber dapat mencakup sistem
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah teknologi tinggi ICT, sumber daya masyarakat
dilakukan mengenai pemanfaatan jaringan seperti perpustakaan, kebun binatang,
internet untuk pendidikan diantaranya menurut museum, dan orang-orang dengan
Nam & Smith-Jackson [3] hasil pembelajaran pengetahuan khusus atau ahli. Sumber
berbasis Web tidak ada perbedaan signifikan belajar termasuk media digital, seperti CD-
dengan pembelajaran tradisional/ tetap muka ROM, situs Web dan WebQuests, dan sistem
serta tanggapan yang positif dari pengguna pendukung kinerja elektronik (EPSS). Serta
pembelajaran berbasis Web karena salah sumber belajr termasuk media yang analog,
satunya bisa diakses kapan pun dan seperti buku dan bahan cetak lainnya, rekaman
dimanapunm, serta hasil Kalating, Sherly [4] video, dan bahan audiovisual tradisional
penggunakan media pembelajaran berbasis lainnya. Guru menemukan alat-alat baru dan
web memiliki kemampuan metakognitif yang menciptakan sumber daya baru; peserta didik
lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak dapat mengumpulkan dan mencari sumber
menggunakan media pembelajaran berbasis daya mereka sendiri.
web. Serta hasil Sadaghiani, Homeyra R [5] E-modul merupakan kata dasar dari kata e -
Modul berbasis Web Learning Multimedia dan modul. Pengertian modul menurut
(MLMs) yang dikembangkan dan di lakukan Departemant Pendidikan Nasional
penelitian di kampus University of Illinois (DEPDIKNAS) [9], Modul ialah bahan belajar
sebagai pengembangan dari Penelitian yang dirancang secara sistematis berdasarkan
Pendidikan Fisika didapatkan hasil kurikulum tertentu dan dikemas dalam bentuk
penelitiannya bahwa MLMs mampu membantu satuan pembelajaran terkecil dan
siswa/mahasiswa dalam belajar yang lebih memungkinkan dipelajari secara mandiri dalam
bebas tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat, satuan waktu tertentu. Menurut Hamdani [10]
ketermudahan akses akan materi yang akan modul adalah alat atau saranapembelajaran
disampaikan dan lebih interaktif dari media yang yang berisi materi, metode, batasan-batasan
tersedia seperti narasi materi, animasi, grafik meteri pembelajaran, petunjuk kegiatan belajar,
(kurva), vidoe yang saling terintegrasi, selain itu latihan, dan cara mengevaluasi yang dirancan
MLMs ini membantu instrutur/dosen fisika secara sistematis dan bahasa yang komunikatif
dalam mengemas materi yang sesuai. dan menarik untuk mencapai kompetensi yang
Berdasarkan keterangan hasil penelitian diharapkan dan dapat digunakan secara
diatas maka penelitian ini akan mengembangan mandiri.
media pembelajaran e-modul untuk Kata dasar berukutnya dari e-mpdul adalah
meningkatkan pencapaian kompetensi fisika e- berarti electronik yang pada kaitan ini
karena cocok untuk menjawab hasil studi mengacu pada e-learning. Menurut Jean-Eric
pendahuluan dari analisis kebutuhan mengenai Pelet [11] “ e-learning is defined as the use of
pengembangan media pembelajan. information technology and communication
Sumber belajar menurut Lestari & Hartanti [6] (ICT), online media and web technology for
merupakan berbagai informasi, data-data ilmu learning”. E-learning didefinisikan sebagai
pengetahuan, gagasan-gagasan manusia, baik penggunaan teknologi informasi dan
dalam bentuk bahan – bahan tercetak (misalnya komunikasi (TIK), media online dan teknologi
buku, brosur, pamflet, majalah, dan lain-lain) web untuk belajar. Menurut William Horton [12]
maupun dalam bentuk non cetak (misalnya film, mendefinisikan e-learning sebagai berikut, “e-
filmstrip, kaset, video cassette, dan lain-lain). learning is the use of information and computer
Menurut Aberdon collage [7], sumber belajar technologies to create learning experiences”. E-
53
Taufik Solihudin JH – Pengembangan E-modul Berbasis WEB Untuk Meningkatkan Pencapaian
Kompetensi Pengetahuan Fisika Pada Materi Listrik Statis dan Dinamis SMA

learning adalah penggunaan informasi dan multimedia pada e-modul ini digunakan sebagi
teknologi komputer untuk membuat alat bantu penyampai pesan / konten materi
pengalaman belajar. yang menggabungkan dua element atau lebih
Bicara mengenai komponen yang ada pada media, meliputi teks, gambar, grafik, foto, suara,
e-modul bisa di adopsi dari komponen pada film dan animasi secara terintegrasi. Sehingga
modul media cetak. Menurut Vembiarto [13] serasa tepat memilih e-modul sebagai salah
Komponen-komponen utama yang perlu satu alternatif solusi dari sumber belajar yang
tersedia di dalam modul,yaitu tinjauan mata terintegrasi dengan berbagai kelebihan
pelajaran, pendahuluan, kegiatan belajar, elektronik dalam pengemasan konten matari
latihan, rambu-rambu jawaban latihan, (terintegrasi dengan gambar, animasi, video,
rangkuman, tes formatif, dan kunci jawaban tes dan simulasi) dan dapat di akses kapan pun dan
formatif. dimanapun dengan bantuan jaringan internet
E-modul ini bisa di benamkan pada suatu (website).
teknologi multimedia sehingga bisa menjadi Berdasarkan uraian diatas maka di lakukan
sumber belajar yang bisa menjadi lebih baik dari penelitian mengenai pengembangan e-modul
pada modul media cetak biasanya. Hal ini berbasis website untuk meningkatkan
menurut Cecep Kustandi [14] Multimedia adalah pencapaian kompetensi pengetahuan fisika
alat bantu penyampai pesan yang pada pokok bahasan listrik statis dan listrik
menggabungkan dua element atau lebih media, dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk
meliputi teks, gambar, grafik, foto, suara, film mengembangkan e-modul berbasis web. E-
dan animasi secara terintegrasi. Multimedia modul pengembangan ini diharapkan: (1).E-
memberi manfaat bagi pembelajar maupun Modul berbasis web yang dikembangkan layak
pelajar, antaralain: proses pembelajaran lebih digunakan sebagai media pembelajaran fisika
menarik, interaktif, jumlah waktu dapat SMA. (2).E-Modul berbasis web dapat
dikurangi, kualitas belajar mengajar dapat di meningkatkan pencapaian kompetensi
tingkatkan, proses pembelajaran dapat pengetahuan fisika SM.
dilakukan dimanapun dan kapanpun.
Dengan semakin banyaknya kemudahan METODE PENELITIAN
media teknologi sehingga banyak pilihan media
yang bisa di gunakan salah satu yang bisa
1. Tempat dan Pelaksanaan penelitian
mengakomodir dari kebutuhan kapan pun di
manapun dan realtime bisa melihat atau Penelitian ini dilakukan di FMIPA
memantau yakni penggunaan media berbasis Universitas Negeri Jakarta dan produk
website (online). Menurut Rusman [15] pengembangan ini diuji coba kelompok kecil di
Sebagaimana media pembelajaran pada SMAI Insan Cendekia Madani BSD kelas XII IPA
umumnya, pembelajaran berbasis web (Web- semester genap tahun 2017/2018. Dan di ujikan
Based Leaning) pun memiliki berbagai ke lapangan ke beberapa sekolah di sekitar
kelebihan. Kelebihan Tangerang selatan dalam satu gugus. Waktu
Pembelajaran berbasis Web (Web-Based kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Leaning) diantaranya: (1). Access is available Agustus 2017 sampai dengan bulan November
anytime, anywhare, around the globe ( akses 2017.
tersedia kapanpun, dimanapun, diseluruh 2. Metode dan Model Penelitian
dunia)
(2).Per-student equipment cost are Metode penelitian yang digunakan adalah
affordable (Biaya oprasional setiap siswa untuk penelitian dan pengembangan (research and
mengikuti kegiatan pembelajaran menjadi lebih development). Menurut Prof. Dr. Nana
terjangkau) (3).Student tracking is made easy Sukmadinata [16], Penelitian dan
(pengawasan terhadap perkembangan siswa Pengembangan atau Research and
menjadi lebih mudah) (4).Possible “Learning Develoment (R & D) adalah suatu proses atau
object” architecture supports on demand langkah-langkah untuk mengembangkan suatu
personalized learning (rancangan pembelajaran produk baru atau menyempurnakan produk
berbasis web memungkinkan dilakukannya yang sudah ada, yang dapat di pertanggung
kegiatan pembelajaran yang sudah jawabkan. Produk tersebut tidak selalu
terpersonalisasi) (5). Contentiseah update berbentuk benda atau perangkat keras
(materi pembelajaran bisa diperbaharui secara (hardware), seperti buku, modul, alat bantu
lebih mudah). Sehingga dapat disintesa bahwa pembelajaran di kelas atau di laboratorium,
54
Jurnal Wahana Pendidikan Fisika (2018) Vol.3 No.2 : 51-61

tetapi bisa jua perangkat lunak (software), prosedural pendekatan sistem telah diwujudkan
seperti program komputer untuk pengolahan dalam banyak praktik metodologi utuk desian
data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau dan pengembangan teks, materi audiovisual
laboratorium, ataupun model-model pendidikan, dan materi pembelajaran berbasis komputer.
pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, Model ADDIE terdiri atas lima langkah, yakni: (1)
manajemen, dll. analisis (Analyze); (2) perancangan (Design);
Metode penelitian yang digunakan adalah (3) pengembangan (Development); (4)
penelitian dan pengembangan (research and Implementasi (Implementation), dan (5)
development) dengan model ADDIE. Model Evaluasi (Evaluation). Secara visual tahapan
ADDIE merupakan salah satu model desain Model ADDIE dapat dilihat pada gambar 1
pembelajaran sistematik sebagai aspek berikut.

Gambar 1. Sekema langkah Penelitian R&D Model ADDIE


kisi-kisi instrument angket analisis kebutuhan
3. Langkah-Langkah Pengembagan Media
pada tabel 1 dan 2 berikut.
Dalam pengembangan sumber belajar e-
Tabel 1 Kisi-kisi Instrumen analisis
modul berbasis web, langkah-langkah
kebutuhan kuisioner siswa
pengembangan terdiri beberapa tahap.
a. Tahap I Analisis (Analyze)
Penelitian ini diawali dengan melakukan No Indikator
analisis sebagai identifikasi masalah dalam
penelitian dan kebutuhan peserta didik serta 1. Metode pengajaran di kelas
pendidik dalam pembelajaran fisika,
mengetahui apa yang menjadi permasalahan
dilapangan yang dirasakan oleh siswa dan guru 2. Sarana Penunjang pembelajaran
fisika berkatian sumber belajar, mengetahui
media apa yang tepat agar mudah di gunakan 3. Media Pembelajaran
dan fleksible. Sehingga akhinya perlu adanya
pengembangan e-modul berbasis website. Harapan manfaat penggunaan media
Pada tahap analisis ini terdiri dari analisis 4.
yang dikembangkan
kebutuhan, studi literatur.
Analisis kebutuhan dengan cara Tabel 2 Kisi-kisi instrument analisis
menganalisis baik data primer maupun data kebutuhan kuisioner guru fisika
sekunder. Data primer di lakukan dengan cara
obeservasi langasung, wawancara ke guru
fisika, dan penyebaran angkat analisis
kebutuhan ke siswa dan guru fisika. Adapun
55
Taufik Solihudin JH – Pengembangan E-modul Berbasis WEB Untuk Meningkatkan Pencapaian
Kompetensi Pengetahuan Fisika Pada Materi Listrik Statis dan Dinamis SMA

kecil. Sampel yang digunakan pada kelompok


No Indikator
kecil berbeda dengan sampel pada saat uji coba
lapangan. Jika pada uji coba kelompok kecil di
1. Kurikulum dan metode pembelajaran temukan temuan untuk perbaikan akan dicatat
Pengetahuan tentang media dan dijadikan acuan untuk revisi, dan
2. selanjutnya jika hasil revisi telah usai maka siap
pembelajaran
untuk di ujikan ke lapangan (kelompok besar).
3. Pengembangan e-modul berbasis web 4) Tahap IV Implementasi
Harapan guru pada pemgembangan Media yang sudah dievaluasi untuk
4. mengetahui kelayakannya serta direvisi untuk
media sumber belajar e-modul
Kategori matapelajaran yang dirasa sulit menyempurnakannya, selanjutnya
5. diimplementasikan pada kelas eksperimen
bagi siswa
untuk mengetahui keefektifannya melalui uji
b. Tahap II Perancangan (Design) coba lapangan.
Pada tahapan perencanaan di persiapkan 5) Tahap V Evaluasi (Evaluation)
konten materi fisika listrik, mengumpulkan atau Evaluasi dilakukan pada akhir program untuk
membuat gambar, mengumpulkan atau mengetahu pengaruhnya terhadap hasil belajar
membuat video, mengumpulkan atau membuat peserta didik dan kualitas pembelajaran secara
animasi yang mendukung pada materi pelajaran luas. Oleh karen itu selain pemberian angkat
yang dipilih dalam pembuatan e-modul. kepada siswa dan guru untuk menilai kelayakan
c. Tahap III Pengembangan (Develop) dari pengembangan e-modul berbasis web. Hal
Kegiatan penelitian pada tahap ketiga ini berikutnya adalah dampak efektifitas setelah
adalah kegiatan pengembangan (Development) menggunakan e-modul berbasis web, dalam hal
yang meliputi kegiatan memadukan konten ini untuk meningkatkan pencapaian kompetensi
materi dengan gambar, grafik, video, animasi pengetahuan.
atau simulasi, ke dalam website untuk menjadi Langkah yang digunakan adalah dengan
produk sumber belajar e-modul berbasis memberikan pre-tes, treatment, post-tes yang
website. Pengumpulan referensi materi, disebut One Group Pre-tes, Post-tes Design
mencari dan membuat video untuk mendukung seperti pada tabel 3.
pembelajaran pada materi, mencari dan Tabel 3. Desain Eksperimen, One Group
membuat animasi untuk untuk mendukung pre-test post-test design
pembelajaran pada materi listrik dan magnet,
mesti menyesuaikan dengan format dan daya Pretest Treatment Posttest
dukung website.
Pada Tahapan ini dilakukan beberapa
tindakan, yaitu Validasi, Revisi, dan Uji O X O
kelompok kecil.
1) Validasi 4. Teknik Analisis Data
e-modul berbasis website yang telah selesai a. Angket
dibuat menjadi produk kemudian di uji validasi Analisis data dilakukan dari perolehan skor
oleh tim ahli yang terdiri dari tim ahli materi dan rata-rata hasil observasi oleh ahli materi fisika,
tim ahli media. Uji validasi bertujuan untuk ahli media dan guru fisika SMA. Menurut
mengetahui validitas dari medai yang dihasilkan Sugiyono [17] Batas penilaian bagus tidaknya
2) Revisi modul untuk dijadikan sumber belajar alternatif
akan di dapat saran berupa komentar, didasarkan pada kriteria interpretasi skor untuk
masukan, kelemahan dan kekuatan produk dan skala Likert. Skala likert adalah skala yang
instrument yang dinilai dari para ahli serta uji digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan
coba kelompok kecil yang akan menjadi acuan persepsi seseorang atau sekelompok orang
maka produk dan instrument yang dibuat akan tentang fenomena sosial seperti pada tabel 4
diperbaiki atau direvisi barulah e-modul berikut dan persentase skor yang diperoleh
berbasis website siap untuk diimplementasikan selanjutnya diukur dengan menggunakan
dalam uji coba lapangan. interpretasi skor untuk skala Likert pada tabel 5
3) Uji kelompok kecil berikut.
e-modul berbasis website yang telah
dikembangkan diuji cobakan kepada kelompok Tabel 4. Skala Likert untuk Penilaian

56
Jurnal Wahana Pendidikan Fisika (2018) Vol.3 No.2 : 51-61

No Alternatif Jawaban Bobot Skor


%(𝐺) %(𝑆𝑓 ) − %(𝑆𝑖 )
1 Sangat Setuju 4 〈𝑔 〉 = = … . . (1)
2 Setuju 3 %(𝐺)𝑚𝑎𝑘𝑠 100% − %(𝑆𝑓 )
3 Tidak Setuju 2
4 Sangat Tidak Setuju 1 Tabel 6. Klasifikasi Rata-Rata N-Gain
Tabel 5. interpretasi Skala Likert Rata-rata N-Gain Kriteria
(〈𝑔〉) ≥ 0,7 Tinggi
Persentase Interpretasi
0,7≥ (〈𝑔〉) ≥ 0,3 Sedxang
0% - 25% Sangat Tidak Baik (〈𝑔〉) < 0,3 Rendah
26 % - 50 % Tidak Baik
51 % - 75% Baik
HASIL DAN PEMBAHASAN
b. Perhitungan N-Gain
N-Gain adalah normalisasi gain yang
1. Analisis Kebutuhan
diperoleh dari hasil pretest dan posttest.
Perhitungan N-Gain dilakukan untuk Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara
mengetahui peningkatan kemampuan menyebarkan kusioner melalui google form
pengetahuan peserta didik sebelum dan kepada responden yang tersebar ke beberapa
sesudah menggunakan media sumber belajar sekolah yang tersebar di provinsi Banten, Jabar,
e-modul berbasis website. Dari nilai N-Gain DKI. Di peroleh 30 responden guru dan 107
tersebut akan dilihat keefektifan penggunaan responden siswa, adapun hasil rekapitulasi
media e-modul. Menurut Hake [18] Perhitungan angket analisis kebutuhan dapat di lihat di tabel
N-Gain seperti pada persamaan (1) dan 7 dan tabel 8.
klasifikasi rata-rata N-Gain tabel 6 berikut.
Tabel 7. Hasil Analisis kebutuhan pada 30 responden guru fisika
No Indikator Temuan Hasil Angket
1. Kurikulum dan metode 93,3% sudah melaksanakan standar proses pembelajaran
pembelajaran berbasis ICT dengan 30% sebagai pembuat media dan sisanya
70% sebagai pengguna
2. Pengetahuan tentang Mereka yang sebagai pengguna dari aplikasi yang sudah ada
media pembelajaran di internet seperti khanacademic, phet dimulasi, bambumedai,
dan rumah belajar.
Jika sebagai pembuat rata-rata membuat blog yang terbatas
tingkat integrasinya
3. Pengembangan e-modul 100% mendukung pengembangan media e-modul berbasis
berbasis web Web dalam pembelajaran Fisika
4. Harapan guru pada Tiga teratas hasil angket, yakni 53,3% media pembelajaran
pengembangan media yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun, 40% media
sumber belajar e-modul yang mampu melaporkan hasil penggunaan media baik tugas
ataupun tes, 36,7% media pembelajaran yang dapat
menampilkan materi ajar fisika yang terintegrasi
simulasi/animasi/video pembelajaran
5. Kategori matapelajaran Listrik dan magnet serta Fisika Modern
yang dirasa sulit bagi
siswa

Tabel 8. Hasil Analisis Kebutuhan Pada 107 Responden Siswa


No Indikator Temuan Hasil Angket
54% guru melakukan pembelajaran ceramah dengan media
Metode pengajaran
1 persentasi ppt dalam membantu penyampaian materi
di kelas
68,2% merasa kesulitan dalam belajar Fisika
Secara umum di atas 90% menyatakan fasilitas penunjang media
Sarana Penunjang
2 pembelajaran berbasis online tidak ada kendala dimasing-masing
Pembelajaran
sekolah
3 Media Pembelajaran 98% setuju mengenai pengembangan media pembelajaran
57
Taufik Solihudin JH – Pengembangan E-modul Berbasis WEB Untuk Meningkatkan Pencapaian
Kompetensi Pengetahuan Fisika Pada Materi Listrik Statis dan Dinamis SMA

Tiga teratas hasil angket, yakni 69,2% media pembelajaran yang


Harapan manfaat memudahkan untuk belajar fisika, 58,9% media pembelajaran yang
4 penggunaan media menyediakan materi lengkap dengan simulasi/animasi/video
yang dikembangkan pembelajaran, 56,1% media pembelajaran yang bisa membantu
dalam sukses menghadapi UN dan seleksi manuk PTN

Secara umum dari hasil angket di atas baik Setelah web dan materi dibuat maka
dari responden guru maupun responden siswa, dilakukan tinjauan ahli pembimbing dan uji coba.
kebutuhan akan pengembangan media Pada tinjauan ahli pembimbing dan kemudian
pembelajaran yang mudah digunakan, mudah dilakukan uji coba pada beberapa pengguna.
diakses kapanpun dan dimanapun, konten Setelah uji coba, maka dilakukan revisi untuk
materi fisika yang mudah untuk dipahami serta memperbaiki kekurangan e-modul berbasis web
lengkap terintegrasi simulasi/animasi/video di asikphysics.net dan materi tersebut.
pembelajaran, serta sebagai media yang b. Model draft II
mampu membantu untuk persiapan E-modul berbasais web yang sudah direvisi
menghadapi UN dan masuk seleksi PTN. Dari kemudian melakukan validasi ahli, yaitu ahli
temuan diatas dicari solusi alternatif yang bisa materi dan ahli multimedia. Para ahli terdiri dari
mengakomodir dari hasil kebutuhan di dua orang ahli materi dan dua orang ahli
lapangan. multimedia yang merupakan dosen-dosen di
jurusan fisika Universitas Negeri Jakarta.
2. Desain Produk
Setelah validasi tersebut dilakukan revisi untuk
Produk hasil pengembangan adalah memperbaiki e-modul berbasis web dengan link
asikphysics.net sebagai e-modul pembelajaran asikphysics.net dan materi sesuai saran yang
fisika untuk siswa SMA. Web ini terbuka untuk diberikan oleh para ahli.
umum dapat diakses kapan saja dan dimana
3. Development (Pengembangan)
saja. Secara umum terdapat 3 komponen utama
yakni Administrator, Pengajar, dan Peserta Hasil dari perancangan desain produk
didik. Adapun fitur-fitur yang ada pada produk di ujikan ke dua ahli media dan dua ahli
asikphysics.net yakni Home, e-modul dan materi/isi bahan ajar. Hasil penilaian ahli media
latihan soal, Praktikum, Tes Online, dan dapat dilihat pada tabel 9, dan ahli materi/konten
Bantuan. isi dapat dilihat pada tabel 10.
a. Model draft I
Tabel 9. Hasil penilaian ahli media

Tabel 10. Hasil penilaian ahli materi

58
Jurnal Wahana Pendidikan Fisika (2018) Vol.3 No.2 : 51-61

Perolehan hasil validasi ahli media (tabel 9) kategori sangat baik, dan konsistensi
dapat kita uraikan dengan 5 buah indikator penggunaan bahasa 83,33% dengan kategori
penliaian yakni penyajian multimedia 80% sengat baik. Sehingga secara general
dengan kategori sangat baik, panyajian keseluruhan hasil ahli materi medapatkan skor
kenyamanan pembaca 70,83% dengan kategori 81,82% dengan kategori sangat baik. Revisian
baik, layout desian website 79,17% dengan yang di utarakan team ahli materi secara umum
kategori sangat baik, layout konsistensi diantaranya pada tampilan home kategori kelas
tampilan 68,75% dengan kategori baik, di ganti dengan kategori bahasan fisika, tanda
kemudahan pengguna 87,50% dengan kategori simbol besaran vektor mesti diperjelas dengan
sangat baik. Sehingga secara general besaran sekalar, keterangan pada keadaan
keseluruhan hasil dari ahli media mendapatkan khusus mesti di tuliskan misalnya bola
skor 78,13% dengan kategori sangat baik. konduktor bermuatan maka mesti di perjelas
Revisian yang di utarakan team ahli media bola konduktor pejal bermuatan atau bola
secara umum diantaranya ukuran tulisan pada konduktor berongga bermuatan.
e-modul di perbesar, tampilan background
4. Implementasi
muka masuk e-modul diperbaiki, ukuran dan
resulosi video di tingkatkan, suara noise hasil Setelah dilakukan revisi maka e-modul
rekaman video di edit dengan rapih, dan wana berbasis web yang sudah final
tulisan petunjuk. diimplementasikan kepada peserta didik di
Perolehan hasil validasi ahli materi/konten empat skolah penelitian yakni SMA Insan
(tabel 10) dapat di uraikan dengan 4 indikator Cendekia Madani, SMAI Alzahar BSD, SMAN 9
penilaian yakni kompetensi dasar 90,63% Tangsel, SMA Insan Rabbany. Hasil angket
dengan kategori sangat baik, strategi tanggapan terkait produk e-modul yang di
penyampaian isi 76,79% dengan kategori perolah dari guru fisika dan siswa pada tabel 11.
sangat baik, bahasa penulisan 80% dengan

Tabel 11. Hasil Angket Tanggapan Terkait Produk E-Modul Pada Asikphysics.Net
Responden Skor Rata-Rata (%) Keterangan Kategori

Guru fisika profesional 85,71 Sangat baik

Siswa 87,33 Sangat baik

Dari hasil tanggapan guru fisika diantaranya, media ini merupakan media yang
profesional memperoleh skor 85,71% dengan terbaik yang pernah di buka, bagus buat belajar
kategori sangat baik, selain itu mereka membari di rumah banyak soal dan jawabannya disertai
komentar positif dan masukan diataranya, e- via video, banyak trik untuk mengerjakan soal
modul sangat membantu untuk siswa sebagi sehingga membantu mengerjakan PR, bagus
bahan ajar tambahan di luar sekolah karena buat persiapan UN dan PTN, dsb. Adapun
lengkap dari sisi konten, latihan soal dan masukannya adalah konten materi hanya baru
pembahasan. Khususnya pembahasan soal ada listrik statis dan dinamis, tidak kompatibel
dalam bentuk video, mudah untuk di akses dan pada hp.
simple. Adapun masukannya adalah interface
5. Evaluasi
untuk membuka sedikit memerlukan waktu
dalam loading sehingga perlu perbaikan, kurang Untuk mengetahui efektifitas terhadap
kompatibel jika di buka di hp atau layar ukuran pencapain kompetensi fisika dilakukan dengan
kecil ( ada beberapa tampilan kepotong jika memberikan pre-tes, treatment, post-tes yang
pada laya hp/ukuran kecil) kedepannya bisa disebut One Group Pre-tes, Post-tes Design
dibuka di hp dengan baik. pada dua bahsan fisika yakni listrik statis dan
Adapun dari hasil tanggapan siswa listrik dinamis dengan melihat nilai skor N-Gain.
memperoleh skor 87,33% dengan kategori Adapun hasil N-Gain pada bahasan listrik statis
sangat baik, selain itu meraka memberikan dapat dilihat pada tabel 12 dan hasil N-Gain
beberapa komentar positif dan masukan pada bahasan listrik dinamis pada tabel 13.

59
Taufik Solihudin JH – Pengembangan E-modul Berbasis WEB Untuk Meningkatkan Pencapaian
Kompetensi Pengetahuan Fisika Pada Materi Listrik Statis dan Dinamis SMA

Tabel 12. N-Gain pada bahasan listrik statis

Tabel 13. N-Gain pada bahasan listrik Dinamis

Berdasarkan hasil pretest dan posttest di And Solution. International Journal of


atas serta perhitungan N-Gain yang telah Educational Management, Vol. 17 Iss: 1,
dilakukan, maka diperoleh N-Gain untuk materi pp.19 - 25.
listrik statis sebesar 0,84, listrik dinamis 0,87. [3] Nam, C. S., & Smith-Jackson, T. L.
Dengan demikian, maka berdasarkan mernutu (2007). Web-Based Learning
Hake [18] N-Gain yang diperoleh tinggi karena g Environment: A Theory-Based Design
≥ 0,7. Process for Development and
Evaluation. Journal of Information
SIMPULAN Technology Education , Volume 6.
[4] Kalatting, S. (2015). Pengembangan
Kesimpulan yang di perolah dalam Media Pembelajaran Fisika Berbasis
penelitian pengembangan e-modul berbasis Web Dengan Pendekatan Guided
website ini adalah: (1).E-Modul berbasis web Discovery Learning Untuk Meningkatkan
yang dikembangkan layak digunakan sebagai Kemampuan Metakognitif Peserta Didik
media pembelajaran fisika SMA dengan . jakarta: Tesis Pendidikan Fisika UNJ
kategori secara umum sangat baik. (2).E-Modul (Tidak di Terbitkan).
berbasis web dapat meningkatkan pencapaian [5] Sadaghiani, H. R. (2011). Using
kompetensi pengetahuan fisika SMA dengan multimedia learning modules in a hybrid-
skor N-Gain pencapaian pada materi listrik statis online course in electricity and
dan listrik dinamis sama-sama berkategori magnetism. American Physical Society,
tinggi. PHYSICS EDUCATION RESEARCH 7,
010102 (2011).
REFERENSI [6] Lestari, I., & Hartanti, D. (2015).
[1] Kementerian Pendidikan Republik Pengembangan Media dan Sumber
Indonesia. (2016). No P. Tahun 2016. Belajar. Jakarta: LPP Universitas
Standar Isi pendidikan Dasar dan Pendidikan Jakarta.
Menengah yang memuat tentang [7] Aberdeen Collage. (2012, Januari 23).
Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti Learning Resources Strategy. Diambil
Sesuai dengan Jenjang dan Jenis kembali dari Aberdeen Collage-Learning
Pendidika tertentu. Jakarta: Resource:
Kemendikbud. http://www.abcol.ac.uk/documents/publi
[2] Sharma, P., & Maleyeff, J. (2003). cations/developmentplan/strategies/Lea
Internet Education: Potential Problems
60
Jurnal Wahana Pendidikan Fisika (2018) Vol.3 No.2 : 51-61

rning ResourcesStrategy.pdf. (4/2/2017; [14] Cecep Kustandi, B. S. (2011). Media


15.00) Pembelajaran Manual dan Digital.
[8] AECT. (2012). The Definition of Bogor: Ghalia Indonesia (GI).
Educational Technology. Washington [15] Rusman. (2012). Belajar dan
D.C: Association for Educational Pembelajaran Berbasis Komputer.
Communications and Technology. Bandung: Alfabeta.
[9] DEPDIKNAS. (2008). Pengembangan [16] Sukmadinata, P. D. (2010). Metode
Sumber Bahan Ajar. Jakarta: Penelitian Pendidikan. Bandung:
Departemant Pendidikan Nasional. Remaja Rosdakarya
[10] Hamdani, M. (2011). Strategi Belajar [17] Sugiyono. (2010). Metode Penelitian
Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Pendidikan Pendekatan kuantitatif,
[11] Pelet, j.-E. (2014). E-learning 2.1 Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Techniques and Web Application in [18] Hake, R. R. (1998). Interactive-
Higher Education. USA: IGI Global. Engagement Versus Tradisional
[12] Harton, W. (2006). E-learning by Design. Methods : A Six-: Thousand-Student
USA: Pfeiffer. Survey of Mechanics Tes Data For
[13] Vembiarto, S. (1985). Pengantar Introductory Physics Course. Am. J.
Pengajaran Modul. Yogyakarta: Phys, 66 (1) 64-74 .
Yayasan Pendidikan Pratama.

61