Anda di halaman 1dari 9

2017

OKUPASI
LSP PARIWISATA PESONA INDONESIA

SKEMA SERTIFIKASI PROFESI


PENGELOLA JASA BOGA

Skema sertifikasi PENGELOLA JASA BOGA merupakan skema sertifikasi Okupasi yang
dikembangkan oleh LSP PARPINDO. Kemasan kompetensi yang digunakan mengacu pada
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia berdasarkan Keputusan menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi RI No. KEP. 125/MEN/V/2011 tentang Penetapan Rancangan
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Pariwisata Bidang Jasa Boga menjadi
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
Nomor 21 Tahun 2014 tentang Penerapan Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia. Skema
sertifikasi ini digunakan untuk memastikan kompetensi Tenaga Kerja .dan sebagai acuan
dalam asesmen oleh LSP PARPINDO

Ditetapkan tanggal : 02/12/2017 Disahkan tanggal: 08/12/2017


Oleh: Oleh:
SKEMA SERTIFIKASI PENGELOLA JASA BOGA

Alexandra Lakshmi Hemawati Sutopo, Feny Sri Sulistiawati


Ketua Komite Skema Ketua LSP PARPINDO

Nomor Dokumen : SKM-No.Lisensi PPI-051


Nomor Salinan : -
Status Distribusi :
√ Terkendali
Tak terkendali

2
SKEMA SERTIFIKASI PENGELOLA JASA BOGA

1. LATAR BELAKANG
Seiring dengan perkembangan penetapan klasifikasi usaha periwisata Permenpar-
No18 Tahun 2016 yang mana Usaha Jasa Boga merupakan usaha pariwisata yang di
standarkan dalam :
-Peraturan Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor
18 Tahun 2014 Tentang Standar Usaha Jasa Boga
Untuk itu sangat terbuka luas kebutuhan akan tenaga kerja bagi Usaha Jasa
Boga dengan kompetensi sesuai skema Okupasi PENGELOLA JASA BOGA
Usaha Jasa Boga, Terbukanya bidang kerja tersebut harus diimbangi dengan
profesional kompetensi. Profesional kompetensi sangatlah penting di era globalisasi,
berkait dengan persaingan dalam tenaga kerja di bidang Usaha Jasa Boga akan
semakin tajam dan ketat. Dengan demikian dibutuhkan adanya standarisasi kualitas bagi
para PENGELOLA JASA BOGA profesional. Untuk menyiapkan SDM yang berkualitas
sesuai dengan tuntutan pasar kerja atau dunia usaha setidaknya ada hubungan timbal
balik dari institusi pendidikan formal / informal / Asosiasi Perusahanan Jasa Boga
Indonesia. Salah satu bentuk hubungan timbal balik tersebut adalah pihak dunia usaha
atau dunia industri harus dapat merumuskan standar kebutuhan kualifikasi SDM yang
diinginkan, untuk menjamin kesinambungan usaha. Institusi pendidikan harus
menyelenggarakan pembelajaran untuk memenuhi standar kualifikasi SDM yang
diinginkan pihak dunia usaha atau industri. Bidang Keahlian sebagai refleksi atas
kompetensi yang diharapkan dimiliki seseorang yang akan bekerja di bidang Usaha Jasa
Boga.
Standar kualifikasi SDM yang diinginkan oleh pihak dunia usaha atau dunia
industri saat ini harus dibuktikan dengan sertifikat kompetensi. Dalam undang-undang
ketenagakerjaan sertifikat menjadi salah satu syarat bagi para calon tenaga kerja untuk
mencari kerja. Untuk menjawab peraturan yang dipersyaratkan bagi para PENGELOLA
JASA BOGA , baik dalam mencari pekerjaan, maupun kebutuhan masyarakat akan
sertifikat, maka proses sertifikasi dibuat dalam bentuk skema sertifikasi bidang Usaha
Jasa Boga. Skema sertifikasi bidang Usaha Jasa Boga ini memiliki kesetaraan dan
relevansinya terhadap standar yang berlaku pada sektor industri di negara lain, bahkan
berlaku secara internasional.

3
SKEMA SERTIFIKASI PENGELOLA JASA BOGA

2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI


2.1. Ruang Lingkup : Usaha Jasa Boga
2.2. Lingkup penggunaan sertifikat : Penyedia Makanan Minuman pada Usaha Jasa
Boga

3. TUJUAN PENYUSUNAN SKEMA SERTIFIKASI


3.1. Memastikan dan melihara kompetensi kerja PENGELOLA JASA BOGA
3.2. Sebagai acuan dalam melaksanakan asesmen oleh LSP PARPINDO dan asesor
kompetensi

4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan
4.2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.21/MEN/X/2007
tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
Sektor Pariwisata Bidang Jasa Boga menjadi Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia
4.3. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2015 tentang Kementerian
Ketenagakerjaan
4.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan
Nasional Sertifikasi Profesi
4.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem
Pelatihan Kerja Nasional
4.6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia
4.7. Keputusan menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. 370 Tahun 2013
tentang Penetapan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
Kategori Penyediaan Makanan Dan Minuman Golongan Pokok Penyediaan
Minuman Golongan Penyediaan Minuman Sub Golongan Bar Kelompok Usaha
Jasa Boga
4.8. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2014 tentang Penerapan
Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia
4.9. Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor 1/BNSP/III/2014 Tentang
Pedoman Penilaian Kesesuaian - Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi
Profesi
4.10. Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor 2/BNSP/VIII/2017 Tentang
Pedoman Pengembangan dan Pemeliharaan Skema Sertifikasi

5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI


5.1. Jenis Kemasan : KKNI / OKUPASI NASIONAL / KLASTER
5.2. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian Tugas

PPI.JBG.OK.001 PENGELOLA JASA BOGA


4
SKEMA SERTIFIKASI PENGELOLA JASA BOGA

PAR.JB02.001.02 Menentukan sistem industri jasa boga.


PAR.JB02.002.02 Menyiapkan tender kontrak industri jasa boga.
PAR.JB02.003.02 Mengatur Fasilitas Sesuai Kontrak Dalam Industri Jasa Boga
PAR.JB02.004.02 Melaksanakan acara pesta.
PAR.JB02.005.02 Merancang menu untuk memenuhi kebutuhan pasar.
PAR.JB02.006.02 Mengatur kerjasama antara bagian dapur dan pelayanan.
Menyiapkan makanan dan minuman sesuai dengan hidangan
PAR.JB02.007.02 tertentu dan kebutuhan tradisi
PAR.JB02.008.02 Menerapkan prinsip-prinsip kontrol industri jasa boga.
PAR.JB02.009.02 Menerapkan proses produksi cook-chill.
PAR.JB02.010.02 Mengoperasikan gerai makanan dan minuman cepat saji.
PAR.JB02.011.02 Mengemas makanan dan minuman.
Mengirimkan makanan dan minuman dengan cara yang aman,
PAR.JB02.012.02 bersih, cepat dan tepat

6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI


6.1 Minimal pendidikan SMA atau yang setara
6.2. Memiliki sertifikat pelatihan berbasis kompetensi di bidang PENGELOLA
JASA BOGA, ATAU atau pendidikan non formal/ formal di lengkapi dengan
surat keterangan
6.3. Tenaga kerja telah Berpengalaman secara mandiri atau kerja di industri
Usaha Jasa Boga sebagai Pengelola Jasa Boga minimal 1 (Satu) Tahun di
lengkapi dengan surat keterangan.

7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT


7.1. Hak Pemohon
7.1.1. Memperoleh penjelasan tentang gambaran proses sertifikasi sesuai dengan
skema sertifikasi
7.1.2. Mendapatkan hak bertanya berkaitan dengan kompetensi
7.1.3. Memperoleh pemberitahuan tentang kesempatan untuk menyatakan, dengan
alasan, permintaan untuk disediakan kebutuhan khusus sepanjang integritas
asesmen tidak dilanggar, serta mempertimbangkan aturan yang bersifat
Nasional
7.1.4. Memperoleh hak banding terhadap keputusan Sertifikasi
7.1.5. Memperoleh sertifikat kompetensi jika dinyatakan kompeten
7.1.6. Menggunakan sertifikat untuk promosi diri sebagai PENGELOLA JASA
BOGA , untuk Skema PENGELOLA JASA BOGA

7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat


7.2.1. Melaksanakan keprofesian secara mandiri dan di bidang Usaha Jasa Boga
7.2.2. Menjaga dan mentaati kode etik profesi secara sungguh-sungguh dan
konsekuen
7.2.3. Menjamin bahwa sertifikat kompetensi tidak disalahgunakan
7.2.4. Menjamin terpelihara kompetensi yang sesuai pada sertifikat kompetensi
5
SKEMA SERTIFIKASI PENGELOLA JASA BOGA

7.2.5. Menjamin bahwa seluruh pernyataan dan informasi yang diberikan adalah
terbaru, benar dan dapat dipertanggung jawabkan

8. BIAYA SERTIFIKASI
8.1. Struktur biaya sertifikasi mencakup : biaya asesmen, surveilan dan administrasi.
8.2. Biaya sertifikasi adalah sebagai berikut :
8.2.1. Okupasi – PENGELOLA JASA BOGA Rp. 1.500.000
8.2.2. Biaya sertifikasi belum termasuk biaya akomodasi dan transportasi asesor,
yang diperhitungkan sesuai dengan kondisi dan moda transportasi
pelaksanaan asesmen.

9. PROSES SERTIFIKASI
9.1. Proses Pendaftaran
9.1.1. Pemohon memahami proses Asesmen PENGELOLA JASA BOGA yang
mencakup persyaratan dan ruang lingkup sertifikasi, penjelasan proses
penilaian, hak pemohon, biaya sertifikasi dan kewajiban pemegang sertifikat
9.1.2. Pemohon mengisi formulir Permohonan Sertifikasi (APL 01) yang dilengkapi
dengan bukti :
a. Pas foto ukuran 3x4 = 4 lbr
b. Copy KTP/ Paspor yang berlaku-KTP/Paspor asli
dibawa untuk ditunjukkan pada saat ujian = 1 lbr
c. WAJIB: Asli Surat Keterangan Bekerja sesuai
dengan bidangnya yang ditandatangani pimpinan
bermaterai Rp.6.000 (Note : 1 (satu) Surat keterangan
Bekerja berisi 1 (satu) nama calon peserta uji = 1 lbr
d. Jika tidak memiliki sertifikat pelatihan, WAJIB : Asli
Surat Keterangan Pelatihan di tempat kerja yang
ditandatangani oleh Pimpinan bermaterai Rp. 6000
(Note: 1 (satu) Surat keterangan Pelatihan berisi 1 (satu)
nama calon peserta uji) = 1 lbr
e. Copy Sertifikat Pelatihan bidang terkait = 2 lbr
f. Copy Ijasah/ Pendidikan terakhir = 2 lbr
g. Materai Rp. 6000 = 2 lbr
9.1.3. Pemohon mengisi formulir Asesmen Mandiri (APL 02) dan dilengkapi
dengan bukti-bukti pendukung
9.1.4. Pemohon telah memenuhi persyaratan dasar sertifikasi yang telah ditetapkan
9.1.5. Pemohon menyatakan setuju untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan
memberikan setiap informasi yang diperlukan untuk penilaian
9.1.6. LSP PARPINDO menelaah berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa
pemohon sertifikasi memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam skema
sertifikasi.

9.2. Proses Asesmen


9.2.1. Asesmen. PENGELOLA JASA BOGA direncanakan dan disusun dengan
cara yang menjamin bahwa verifikasi persyaratan skema sertifikasi telah

6
SKEMA SERTIFIKASI PENGELOLA JASA BOGA

dilakukan secara obyektif dan sistematis dengan bukti terdokumentasi untuk


memastikan kompetensi .
9.2.2. LSP PARPINDO menugaskan Asesor Kompetensi untuk melaksanakan
Asesmen
9.2.3. Asesor memilih perangkat asesmen dan metoda asesmen untuk
mengkonfirmasikan bukti yang akan dikumpulkan dan bagaimana bukti
tersebut akan dikumpulkan
9.2.4. Asesor menjelaskan, membahas dan mensepakati rincian rencana asesmen
dan proses asesmen dengan peserta sertifikasi
9.2.5. Asesor melakukan pengkajian dan evaluasi kecukupan bukti dari dokumen
pendukung yang disampaikan pada lampiran dokumen Asesmen Mandiri
APL -02 , untuk memastikan bahwa bukti tersebut mencerminkan bukti yang
diperlukan
9.2.6. Hasil proses asesmen yang telah memenuhi aturan bukti direkomendasikan
Kompeten dan yang belum memenuhi aturan bukti direkomendasikan untuk
mengikuti proses lanjut ke proses uji kompetensi

9.3. Proses Uji Kompetensi


9.3.1. Uji kompetensi PENGELOLA JASA BOGA dirancang untuk menilai
kompetensi secara praktek, tertulis, lisan, pengamatan atau cara lain yang
andal dan objektif, serta berdasarkan dan konsisten dengan skema sertifikasi.
Rancangan persyaratan uji kompetensi menjamin setiap hasil uji dapat
dibandingkan satu sama lain, baik dalam hal muatan dan tingkat kesulitan,
termasuk keputusan yang sah untuk kelulusan atau ketidaklulusan.
9.3.2. Uji kompetensi dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang
ditetapkan;
9.3.3. Peralatan teknis yang digunakan dalam proses pengujian PENGELOLA
JASA BOGA diverifikasi
9.3.4. Bukti yang dikumpulkan melalui uji praktek, tulis , lisan , diperiksa dan
dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti tersebut mencerminkan bukti yang
diperlukan untuk memperlihatkan kompetensi telah memenuhi aturan bukti
9.3.5. Hasil proses uji kompetensi yang telah memenuhi aturan bukti VATM
direkomendasikan “Kompeten” dan yang belum memenuhi aturan bukti
VATM direkomendasikan “Belum Kompeten”

9.4. Keputusan Sertifikasi


9.4.1. LSP PARPINDO menjamin bahwa informasi yang dikumpulkan selama
proses sertifikasi mencukupi untuk:
a. mengambil keputusan sertifikasi;
b. melakukan penelusuran apabila terjadi banding
9.4.2. Keputusan sertifikasi terhadap peserta dilakukan oleh LSP PARPINDO
berdasarkan rekomendasi dan informasi yang dikumpulkan oleh asesor
kompetensi melalui proses sertifikasi. Personil yang membuat keputusan
sertifikasi tidak ikut serta dalam pelaksanaan asesmen dan uji kompetensi
9.4.3. Personil yang membuat keputusan sertifikasi memiliki pengetahuan yang
cukup dan pengalaman proses sertifikasi untuk menentukan apakah
persyaratan sertifikasi telah dipenuhi.
9.4.4. Sertifikat tidak diserahkan sebelum seluruh persyaratan sertifikasi dipenuhi.
9.4.5. LSP PARPINDO menerbitkan sertifikat kompetensi kepada semua yang
telah berhak menerima sertifikat dalam bentuk surat dan/atau kartu, yang

7
SKEMA SERTIFIKASI PENGELOLA JASA BOGA

ditandatangani dan disahkan oleh personil yang ditunjuk LSP dengan masa
berlaku sertifikat 3 tahun

9.5. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat


Pembekuan dan pencabutan sertifikat dilakukan jika seorang pemegang
sertifikat kompetensi terbukti menyalahgunakan sertifikat yang dimiliki dan
dapat merugikan LSP PARPINDO

9.6. Pemeliharaan sertifikasi


Pemeliharaan kompetensi terhadap pemegang mengacu pada prosedur LSP
PARPINDO No. PR-PPI-SER-002 tentang Prosedur Pemeliharaan Sertifikat

9.7. Proses Sertifikasi Ulang


Proses sertifikasi ulang/ Perpanjangan untuk Skema ini dilakukan oleh LSP
PARPINDO.

9.8. Penggunaan Sertifikat


Pemegang sertifikat PENGELOLA JASA BOGA harus menandatangani
persetujuan untuk :
9.8.1. Memenuhi ketentuan skema sertifikasi
9.8.2. Menyatakan bahwa sertifikatnya hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi
yang diberikan
9.8.3. Tidak menyalahgunakan sertifikat yang dapat merugikan BNSP dan tidak
memberikan persyaratan yang berkaitan dengan sertifikasi yang menurut
LSP PARPINDO dianggap dapat menyesatkan atau tidak sah
9.8.4. Menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan
sertifikasi yang memuat acuan LSP PARPINDO setelah dibekukan atau
dicabut sertifikatnya serta mengembalikan sertifikat kepada LSP PARPINDO
yang menerbitkannya

9.9. Banding
Peserta Sertifikasi dapat melakukan banding jika tidak puas atas keputusan
yang diambil oleh asesor kompetensi, dengan mengisi form Banding

9.10. KODE ETIK untuk Skema Okupasi PENGELOLA JASA BOGA


- Mampu selalu bersikap professional dalam melaksanakan
tugas,wewenang,hak dan kewajiban,baik dalam hubungan dengan
sesama,terlebih lagi dalam hubungan dengan masyarakat pemakai
jasa.
- Tidak menyalahgunakan hak dan wewenang yang diberikan LSP
PARPINDO untuk keuntungan diri sendiri kelompok maupun
golongan.
- Tidak menjanjikan sesuatu kepada pemakai jasa ,yang diketahui atau
patut diketahuinya,bahwa janji tersebut tidak akan dapat dipenuhinya
- Tidak menerima imbalan selain daripada yang layak sesuai dengan
jasa yang diberikan.

8
SKEMA SERTIFIKASI PENGELOLA JASA BOGA

- Setiap PENGELOLA JASA BOGA senantiasa harus berhati-hati dalam


menangani pengguna jasa sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia (SKKNI) yang berlaku sesuai Permenaker