Anda di halaman 1dari 169

MODUL PELATIHAN

ASESOR KOMPETENSI
Disusun berdasarkan SKKNI, Sistem Pelatihan Kerja Nasional (SISLATKERNAS) dan Sistem
Nasional Sertifikasi Profesi dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia serta ASEAN Guiding
Principles for Quality Assurance and Recognition of Certification System.

2019
MODUL PELATIHAN
ASESOR KOMPETENSI

Program Peningkatan Kompetensi Tenaga dan Produktivitas


Gedung BNSP
Jl. MT. Haryono, Kav 52
Jakarta Selatan, Indonesia
Telepon: (021) 7992685
Facsimile: (021) 7992321
Penulis: Ir. Surono MPhil

2019
© BNSP 2015
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari penerbit.
Buku ini diproduksi oleh BNSP

i
KATA PENGANTAR

Dalam rangka meningkatkan daya saing dan produktivitas tenaga kerja Indonesia di
pasar kerja global maka diperlukan tenaga kerja yang kompeten. Untuk memperoleh
tenaga kerja yang kompeten dilakukan uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi
Profesi yang sudah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Uji
kompetensi dilakukan oleh asesor kompetensi yang sudah memiliki sertifikat
kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Dengan
demikian maka Asesor kompetensi memegang peranan yang sangat penting dalam
menjamin mutu pelaksanaan uji kompetensi dan merupakan bagian dari sistem
sertifikasi kompetensi kerja

Untuk mencetak asesor kompetensi yang dapat menjamin mutu diperlukan pelatihan
dan asesmen berbasis kompetensi untuk mendapatkan hasil yang sesuai standar
kompetensi.

Pembuktian dari hasil asesmen menjadi salah satu jaminan mutu bahwa proses
asesmen atau uji kompetensi yang dilakukan oleh PTUK BNSP maupun suatu LSP
telah memenuhi kriteria dan standar yang ditetapkan.
Dalam rangka memperkuat sistem sertifikasi kompetensi kerja tersebut, BNSP
menerbitkan modul pelatihan berbasis kompetensi asesor kompetensi yang
digunakan sebagai pedoman pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja agar terukur
dan terstandar.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tgl : Maret 2019

Ketua
Badan Nasional sertifikasi Profesi

Kunjung Masehat, SH. MM

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
A. PENDAHULUAN 1
B. PROGRAM PELATIHAN 3
C. MAHAMAMI DAN INTERNALISASI ASESMEN BERBASIS KOMPETENSI 8
1. Asesmen Berbasis Kompetensi 11
2. Skema / Standar Sertifikasi 15
3. Standar Kompetensi 16
4. Sistem Nasional Sertifikasi Profesi 20
5. Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional. 21
6. Internasasi Penerapan Standar pada Industri, Lemdiklat dan Sertifikasi 28
D. MERENCANAKAN AKTIVITAS DAN PROSES ASESMEN 30
1. Menentukan pendekatan asesmen 33
2. Mempersiapkan rencana asesmen 38
3. Identifikasi persyaratan modifikasi dan Kontekstualisasi 41
4. Mengembangkan Materi Uji Kompetensi/ Instrumen asesmen 42
E. MELAKSANAKAN ASESMEN
62
1. Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen
67
2. Mengumpulkan bukti yang berkualitas
71
3. Mendukung asesi
72
4. Membuat keputusan asesmen
73
5. Merekam dan melaporkan keputusan asesmen
73
6. Meninjau proses asesmen
74
F. MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM VALIDASI ASESMEN
77
1. Menyiapkan proses validasi
81
2. Memberikan kontribusi dalam proses validasi
83
3. Memberikan kontribusi untuk hasil validasi
84
LAMPIRAN
86
1. Formulir Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen
2. Formulir Melaksanakan Asesmen
87
3. Formulir Memberikan Kontribusi Dalam Validasi Asesmen
100
4. Dokumen Standar Kompetensi Asesor Kompetesi
105
5. Formulir Pendaftaran/Aplikasi Asesor Kompetensi
108
161

iii
A. PENDAHULUAN
5 Modul ini merupakan perangkat pelatihan yang dapat digunakan oleh para instruktur maupun para
peserta baik dalam pelatihan formal maupun belajar mandiri, untuk membantu menjadi kompeten untuk
menjadi asesor yang kompeten dan profesional.

5 Modul ini disusun secara khusus dengan pengembangan percepatan pengembangan asesor
kompetensi untuk pengembangan tenaga kerja dengan metode instruksi pelatihan berbasis
komnpetensi (Competency based training=CBT) dan asesmen berbasis kompetensi (Competency
based assessment = CBA). CBT dan CBA ini merupakan model yang dipilih oleh Indonesia dan ASEAN
(Association of South-East Asian Nations) sebagai model untuk melatih tenaga kerja pada Negara-
negara anggota ASEAN.

5 Apa itu CBT dan CBA system dan mengapa ASEAN mengadopsinya?

a. CBT adalah model pelatihan yang berkonsentrasi pada apa yang dapat dilakukan oleh tenaga
kerja atau yang dipersyaratkan oleh tempat kerja. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk
membantu peserta pelatihan untuk melakukan pekerjaan dan tugas sesuai standar yang
dipersyaratkan tempet kerja. CBT berusaha mengembangkan ketrampilan, pengetahuan dan
sikap kerja (atau mengakui ketika peserta sudah memiikinya) untuk mencapai persyaratan standar
kompetensi. ASEAN telah mengadopsi CBT/CBA training system untuk menghasilkan tenaga
kerja yang diinginkan industri, sehingga akan meningkatkan peluang peserta pelatihan
mendapatkan pekerjaan.

b. CBA mencakupi pengumpulan bukti dan membuat keputusan sejauhmana seorang pekerja dapat
mendemonstrasikan pekerjaannya sesuai standar kompetensi. Ketika trainee sudah dapat
mendemonstrasikan kompetensinya, baik dari hasil pelatihan ataupun pengalaman ditempat kerja,
maka dapat diberi pengakuan atas pencapaiannya baik melaui RPL untuk mengikuti jenjang
pelatihan berikutnya atau RCC untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

5 Apa itu Standar Kompetensi?

a. Standar kompetesi mendeskripsikan ketrampilan, pengetahuan yang dipersyaratkan untuk


melakukan suatu tugas atau aktivitas pada tingkat yang dipersyaratkan oleh standar.

b. Terdapat beberapa standar kompetensi, yakni: SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia), Standar Kompetensi Internasional, dan Standar Kompetensi Khusus.

c. Pada modul ini, karena belum tersedia standar kompetensimemetakan dan mengembangkan
skema sertifikasi, maka dikembangkan unit kompetensi memetakan dan mengembangkan skema
sertifikasi dengan konteks Kualifikasi dan Okupasi dalam rangka menghadapi Masyarakat
Ekonomi ASEAN, yang disusun sesuai dengan kerangka pengembangan standar kompetensi.

d. Pada modul akan ditampilkan seluruh komponen standar kompetensi yang mencakupi:
• Judul Unit: merupakan bentuk pernyataan terhadap tugas atau pekerjaan yang akan
dilakukan. Judul unit kompetensi harus menggunakan kalimat aktif yang diawali dengan kata
kerja aktif atau performatif yang terukur.
• Deskripsi Unit: Berisi deskripsi tentang lingkup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu secara kompeten, dalam
kaitannya dengan unit kompetensi. Dalam deskripsi, dapat pula disebutkan keterkaitan unit
kompetensi ini dengan unit kompetensi lain yang memiliki kaitan erat.
• Elemen: Berisi deskripsi tentang langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan dalam
melaksanakan unit kompetensi. Kegiatan dimaksud biasanya disusun dengan mengacu pada
proses pelaksanaan unit kompetensi, yang dibuat dalam kata kerja aktif atau performatif.

1
• Kriteria Unjuk Kerja: Berisi deskripsi tentang kriteria unjuk kerja yang menggambarkan
kinerja yang harus dicapai pada setiap elemen kompetensi. Kriteria unjuk kerja dirumuskan
secara kualitatif dan/atau kuantitatif, dalam rumusan hasil pelaksanaan pekerjaan yang
terukur, yang dibuat dalam kata kerja pasif.
• Batasan variabel: Berisi deskripsi tentang konteks pelaksanaan pekerjaan, yang berupa
lingkungan kerja, peralatan dan perlengkapan kerja yang digunakan, norma dan standar,
rentang pernyataan (range of statement) yang harus diacu, serta peraturan dan ketentuan
terkait yang harus diikuti.
• Panduan Penilaian: Berisi deskripsi tentang berbagai kondisi atau keadaan yang dapat
dipergunakan sebagai panduan dalam asesmen kompetensi. Diantaranya deskripsi tentang
konteks penilaian, persyaratan kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya (bila diperlukan),
pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai, sikap kerja yang harus ditampilkan,
serta aspek kritis yang menentukan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan.

5 Dalam modul ini akan diberikan gambaran umum tentang unit kompetensi ini, tujuan dan standar
kompetensi. Dalam modul ini pada setiap elemen dilakukan latihan untuk mendemonstrasikan
kompetensinya melakukan tahap-tahap pekerjaan, sehingga diakhir elemen, peserta sudah mampu
mendemonstrasikan seluruh tahapan kerja sesuai persyaratan kriteria unjuk kerja. Selanjutnya
dilakukan asesmen mandiri secara terstruktur untuk memastikan secara mandiri bahwa peserta telah
kompeten. Bila belum kompeten maka perlu re-training.

5 Bagi para peserta bimbingan teknis, ingat bahwa fasilitator anda disini membantu cara mencapai
kompetensi anda, sehingga jangan ragu-ragu untuk bertanya hingga anda kompeten.

5 Cara Penilaian Kompetensi


a. Mengkonfirmasi pencapaian Kriteria Unjuk Kerja (KUK) dan kesesuaiannya dengan jenis produk di
tempat kerjanya.
b. Metode asesmen kompetensi sesuai dengan SKKNI (P.85ASM00.001.2 Merencanakan Aktivitas
dan Proses Asesmen, dan P.85ASM00.003.2 Melaksanakan Asesmen).
c. Pernyataan kompeten terhadap asesmen mandiri.

2
B. PROGRAM PELATIHAN
Judul : PROGRAM PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI
Dikembangkan oleh : BNSP
FR.PBK-AK-001
1. KUALIFIKASI PROGRAM PELATIHAN
1.1 Nama Program Pelatihan: KKNI Ö Okupasi Klaster Unit Kompetensi
(ditentukan berdasarkan pemaketan/pengemasan kompetensi)
PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI
1.2 Jenjang program Pelatihan: Tipe Program Jenjang Acuan
(ditentukan berdasarkan jenjang kualifikasi) KKNI
√ Okupasi Asesor Kompetensi • Permenaker Nomor 185 Tahun 2018
Tentang Penetapan SKKNI Kategori
Pendidikan Golongan Pokok Jasa
Pendidikan Bidang Standardisasi,
Pelatihan Dan Sertifikasi
• Skema Sertifikasi Asesor Kompetensi
Nomor SS – BNSP – AK – 001
• TAESS00001 Assessor Skill Set
• Training Program: Assessor Of
Competency For The ASEAN
Standards And Certification Of
Expertise In Disaster Management.
Klaster
Unit
1.3 Deskripsi Program Pelatihan Pelatihan ini mengembangkan kompetensi personil untuk dapat merencanakan aktivitas
(dirumuskan mengacu kepada isi program pelatihan)
dan proses asesmen, mengases kompetensi, dan berpartisipasi dalam validasi asesmen.
1.4 Tujuan Pelatihan Menjadi asesor kompetensi yang kompeten untuk:
(ditentukan berdasarkan nama program pelatihan)
• Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen,
• Melaksanakan Asesmen, dan
• Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen

2. PERSYARATAN PESERTA
2.1. Persyaratan umum peserta • Memenuhi semua persyaratan dalam deskripsi umum KKNI.
(Ditentukan berdasarkan kebutuhan program pelatihan)
• Memiliki Pemahaman dan Internalisasi Asesmen Berbasis Kompetensi, Skema /
Standar Sertifikasi, Standar Kompetensi, Sistem Nasional Sertifikasi Profesi, dan
Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional.
2.2. Persyaratan Kompetensi • Memiliki sertifikat kompetensi teknis atau bukti pengalaman di bidangnya minimal 3
(Ditentukan mengacu pada prasyarat untuk mengikuti program
pelatihan)
tahun dari industri/instansi/organisasi profesi;
• Mampu mengoperasikan komputer untuk internet, program word dan pdf.

3. KURIKULUM PELATIHAN
3.1. UNIT KOMPETENSI 3.2. MATERI PELATIHAN 3.3. Kebutuhan OJT
(Ditentukan dengan mengacu pada pencapaian kompetensi (Dikelompokkan ke dalam kelompok umum dan inti) (Ditentukan sesuai dengan kompetensi lulusan)
lulusan program pelatihan)
• Memahami dan Internalisasi Asesmen Memahami dan Internalisasi Asesmen Terintegrasi dengan unit-unit kompetensi okupasi
Berbasis Kompetensi *(persyaratan Berbasis Kompetensi asesor kompetensi.
dasar)
• Merencanakan aktivitas dan proses Merencanakan aktivitas dan proses 3 kali pengalaman praktis di bawah pengawasan
asesmen asesmen (di tempat kerja atau simulasi tempat kerja)
• Melaksanakan asesmen Melaksanakan asesmen 3 kali pengalaman praktis di bawah pengawasan
(di tempat kerja atau simulasi tempat kerja)
• Memberikan Kontribusi dalam Validasi Memberikan Kontribusi dalam Validasi 3 kali pengalaman praktis di bawah pengawasan
Asesmen Asesmen (di tempat kerja atau simulasi tempat kerja)

4. SILABUS PELATIHAN
Unit 4.1. Elemen/Tujuan 4.2. Kriteria Unjuk Kerja 4.3. Indikator 4.4. Pengetahuan, keterampilan, sikap kerja dan jangka waktu (teori dan
Kompetensi/ Instruksional (Diidentifikasi sesuai elemen Kompetensi praktek)
Tujuan Khusus kompetensi) (Dideskripsikan Pengetahuan Ketrampilan Sikap Jangka

3
Instruksional (Diidentifikasi untuk mencapai waktu
Umum berdasarkan Unit kriteria unjuk (teori dan
Kompetensi) kerja) praktek)
=P+4M+O
6
Memahami dan Memahami Pengertian Kompetensi dipahami Peserta dapat • Asesmen • Memahami dan Menerapka 4 jam
Internalisasi Asesmen Berbasis 8 Employability Skills dipahami menjelaskan menjelaskan untuk n
Berbasis Desakripsi
Pelatihan Berbasis Kompetensi Harmonisasi menerapkan
(Awareness) Kompetensi dipahami Kompetensi umum
Sistem Sertifikasi asesmen berbasis
Asesmen Asesmen Berbasis Kompetensi • Skema / Standar KKNI
Profesi kompetensi
Berbasis dipahami Sertifikasi
Kompetensi Internasional. Memelihara
Skema sertifikasi KKNI dipahami • Standar employabili
Skema / Standar
Skema sertifikasi Okupasi dipahami Kompetensi ty skills
Sertifikasi
Skema sertifikasi Klaster dipahami • Sistem Nasional
Memahami Standar Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Peserta dapat Sertifikasi Profesi
Nasional Indonesia dipahami menjelaskan
Kompetensi • Harmonisasi
Kerangka Kualifikasi --> KKNI dipahami Harmonisasi
Standar Okupasi dipahami
Sistem Sertifikasi
Sistem Sertifikasi Profesi
Unit Kompetensi dipahami
Profesi Internasional.
Internasional.
• Internasasi
Memahami Sistem Sistem Nasional Nertifikasi Profesi Peserta dapat
(SNSP) dipahami Penerapan
Nasional Sertifikasi menjelaskan
Kelelmbagaan Badan Nasional Standar pada
Profesi Harmonisasi
Sertifikasi Profesi dipahami
Sistem Sertifikasi Industri,
Kelembagaan Sertifikasi profesi Lemdiklat dan
dipahami Profesi
Internasional. Sertifikasi
Memahami Referencing To AQRF dipahami Peserta dapat
Harmonisasi Sistem ASEAN Guiding Principles for QA and menjelaskan
Recognition of Competency Certification Harmonisasi
Sertifikasi Profesi System dipahami
Internasional. Sistem Sertifikasi
Harmonisasi Internasional --> ILO:
RMCS dipahami Profesi
Dampak Harmonisasi dipahami Internasional.
Harmonisasi Istilah, Deskripsi, Definisi
dipahami
Memahami Penerapan Standar pada Industri, Peserta dapat
Internasasi Lemdiklat dan Sertifikasi dipahami. menjelaskan
Penerapan Standar Internasasi
pada Industri, Penerapan
Lemdiklat dan Standar pada
Sertifikasi Industri, Lemdiklat
dan Sertifikasi
Merencanakan Menentukan Kandidat, tujuan dan konteks asesmen Peserta dapat • Sistem Sertifikasi • Keterampilan Integritas 23 jam
diidentifikasi dan dikonfirmasikan menentukan dan Kompetensi, interpretasi kognitif dengan
aktivitas dan pendekatan
dengan orang yang relevan sesuai mendokumentasik Pelatihan Berbasis • keterampilan sistem
proses asesmen dengan persyaratan hukum, organisasi asesmen
an pendekatan Kompetensi, teknologi untuk
asesmen dan etika. berbasis
asesmen pada Filsafat dan prinsip menggunakan
Standar industri atau tempat kerja yang kompetensi
formulir MAPA 01 Asesmen Berbasis peralatan dan
berlaku diidentifikasi dan diakses untuk .
Kompetensi, perangkat lunak yang
asesmen, dan persyaratan asesmen
spesifik apa pun Skema Sertifikasi, sesuai untuk
dan Standar berkomunikasi
Mempersiapkan Unit kompetensi dan persyaratan Peserta dapat
asesmen dianalisis untuk kompetensi, secara efektif dengan
rencana asesmen menyiapkan dan
mengidentifikasi bukti dan jenis bukti • persyaratan etis orang lain
mendokumentasik
yang diperlukan untuk menunjukkan dan hukum asesor; • keterampilan
kompetensi, sesuai dengan aturan bukti
an rencana • Bagaimana penelitian dan
Metode dan instrumen asesmen dipilih asesmen pada membaca dan evaluasi untuk:
untuk mendukung pengumpulan bukti Formulir MAPA 01 menafsirkan memperoleh standar
yang ditetapkan, dengan standar kompetensi kompetensi, alat
mempertimbangkan konteks di mana yang diidentifikasi asesmen dan
asesmen akan berlangsung sebagai tolok ukur sumber daya
Rencana asesmen dikembangkan dan untuk asesmen; asesmen lain yang
persetujuan didapatkan dari para
• Bagaimana cara relevan; karakteristik
pemangku kepentingan terkait
mengontekstualisas kandidat penelitian
Identifikasi Informasi dari kandidat dan, jika Peserta dapat ikan standar dan kebutuhan
persyaratan relevan, tempat kerja kandidat mengidentifikasi
digunakan untuk mengidentifikasi kompetensi dalam penyesuaian yang
modifikasi dan kebutuhan kontekstualisasi persyaratan pedoman yang masuk akal;
Kontekstualisasi Saran yang diberikan oleh paket modifikasi dan relevan; mengevaluasi umpan
pelatihan atau pengembang kursus Kontekstualisasi • Empat prinsip balik, dan
yang relevan diperiksa dengan asesmen dan menentukan serta
kebutuhan kontekstualisasi yang bagaimana mereka mengimplementasika
diidentifikasi memandu proses n peningkatan pada
Alat asesmen yang ada dianalisis dan asesmen; proses
amandemen yang diperlukan dicatatat • Bagaimana • keterampilan
untuk mengatasi kebutuhan membaca dan membaca untuk
kontekstualisasi yang diidentifikasi menafsirkan dan
menafsirkan
Peluang untuk kegiatan asesmen menafsirkan
standar kompetensi
terintegrasi diidentifikasi dan setiap informasi yang
yang diidentifikasi
perubahan yang diperlukan untuk alat
sebagai tolok ukur relevan untuk
asesmen dicatat
untuk asesmen; merancang dan
Mengembangkan Menganalisis instrumen asesmen yang Peserta dapat memfasilitasi proses
tersedia untuk kesesuaian penggunaan • Tujuan dan fitur
Materi Uji mengontekstualisa asesmen dan
dianalisisi, dan modifikasi yang bukti, dan berbagai
Kompetensi/ sikan dan meninjau pengakuan.
diperlukan diidentifikasi. jenis bukti yang
Instrumen asesmen rencana asesmen, digunakan dalam • keterampilan
Instrumen asesmen untuk memenuhi
standar dan kebutuhan tempat kerja / serta asesmen berbasis komunikasi untuk
kandidat yang diperlukan mendokumentasik kompetensi, membahas asesmen,
dikembangkan. an rencana termasuk RPL; termasuk proses
Instrumen asesmen terhadap asesmen pada • Aturan bukti dan RPL dengan klien
persyaratan unit atau kursus dipetakan. Formulir MAPA 01. bagaimana mereka dan penilai lainnya
Instruksi yang jelas ditulis untuk

4
kandidat dan penilai mengenai memandu • keterampilan
penggunaan instrumen asesmen pengumpulan bukti; interpersonal untuk:
Draft instrumen asesmen memenuhi • Berbagai jenis menunjukkan
standar yang disyaratkan dan metode asesmen. sensitivitas terhadap
kebutuhan tempat kerja / kandidat pertimbangan akses
tertentu serta catat hasil pemeriksaan
dan kesetaraan dan
diperiksa, dicatat dan dikonfirmasi
keragaman kandidat;
mempromosikan dan
menerapkan
keadilan, validitas,
reliabilitas, dan
fleksibilitas dalam
merencanakan
proses asesmen.
Melaksanaka Menetapkan dan Rencana asesmen diinterpretasi, Peserta dapat • asesmen berbasis • keterampilan Integritas 12 jam
kemudian kebijakan dan prosedur menginterpretasik kompetensi analisis dan dengan
n Asesmen memelihara sistem asesmen serta persyaratan
an rencana • kebijakan dan interpretasi sistem
lingkungan organisasi /hukum/etika pelaksanaan
asesmen
asesmen dikonfirmasikan dengan orang asesmen, tolok prosedur RPL • keterampilan
asesmen yang ditetapkan observasi berbasis
yang relevan. ukur untuk
Acuan pembanding asesmen yang asesmen dan alat oleh organisasi • keterampilan kompeten
relevan dan perangkat asesmen yang • kepekaan budaya penelitian dan si.
akan digunakankan diakses dan
asesmen yang
dinominasikan, dan pertimbangan evaluasi
diinterpretasi guna memastikan bukti
kesetaraan • kemampuan
dan cara pengumpulan bukti. prosedur
Rincian mengenai rencana asesmen asesmen, • kebijakan, kognitif
dan proses asesmen dijelaskan, legislasi, kode • keterampilan
mengatur
dibahas dan diklarifikasi dengan asesi, praktik dan membuat
termasuk kesempatan untuk melakukan dukungan, standar nasional keputusan
penyesuaian yang beralasan, asesmen menjelaskan yang relevan, • keterampilan
ulang dan banding. kepada kandidat. termasuk undang- membaca
Jika relevan, usulan perubahan
undang • keterampilan
terhadap proses asesmen dirundingkan
dan disepakati dengan asesi.
persemakmuran komunikasi dan
Rencana asesmen diikuti sebagai dan negara interpersonal
Mengumpulkan Peserta dapat
panduan dalam melaksanakan bagian atau teritori
bukti yang mengumpulkan yang dapat
asesmen, guna penentuan kompetensi,
berkualitas metode asesmen dan perangkat bukti kualitas dari memengaruhi
asesmen digunakan untuk yang diajukan pelatihan dan
mengumpulkan, mengorganisasikan oleh peserta asesmen di sektor
dan mendokumentasikan bukti dalam selama
format yang sesuai.
pendidikan dan
Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-
pendaftaran dan pelatihan
aturan bukti diterapkan dalam asesmen mandiri kejuruan,
pengumpulan bukti yang berkualitas. dan yang dapat • Tanggung jawab
Kebijakan dan prosedur sistem ditunjukkan K3 terkait dengan
asesmen yang teridentifikasi dan selama asesmen asesmen
persyaratan organisasi/ hukum/ etika kompetensi.
untuk asesmen dibahas.
Mendukung asesi Asesi dibimbing dalam pengumpulan Peserta dapat
bukti guna pencapaian pengakuan
mendukung
kompetensi terkini.
Komunikasi yang sesuai dan peserta untuk
keterampilan interpersonal digunakan mendapatkan dan
mengembangkan hubungan yang memastikan
profesional dengan asesi, yakni semua bukti
hubungan yang merefleksikan
kepekaan terhadap perbedaan individu
memenuhi aturan
dan memungkinkan terjadinya umpan bukti.
balik dua arah.
Bila diperlukan, keputusan-keputusan
mengenai penyesuaian yang beralasan
berdasarkan kebutuhan dan
karakteristik asesi dibuat bersama
asesi.
Penyesuaian-penyesuaian yang
beralasan dibuat sedemikian sehingga
dapat mempertahankan integritas
standar kompetensi yang relevan dan
memungkinkan prinsip-prinsip asesmen
dan aturan bukti dapat diterapkan
secara berimbang.
Bila ada, dukungan spesialis sesuai
rencana asesmen diakses.
Risiko kesehatan dan keselamatan
kerja apa pun terhadap orang atau
peralatan ditanggulangi dengan segera.
Membuat Keterbatasan perolehan dan evaluasi Peserta dapat
bukti yang berkualitas diidentifikasi dan membuat
keputusan bila perlu diminta arahan dari orang
asesmen yang relevan. keputusan
Bukti yang telah terkumpul diperiksa asesmen serta
dan dievaluasi untuk memastikan menindaklanjuti
bahwa bukti tersebut dapat rekomendasi bagi
merefleksikan bukti yang diperlukan
dalam memperlihatkan kompetensi dan:
mereka yang
• mencakupi seluruh bagian belum kompeten.
komponen standar kompetensi yang
dijadikan acuan pembanding
asesmen dan dimensi kompetensi.
• memperhatikan dokumentasi terkait
lainnya.
• memenuhi aturan bukti.
Pertimbangan berdasarkan prinsip
asesmen dan aturan bukti digunakan

5
untuk memutuskan pencapaian
kompetensi yang telah
didemonstrasikan asesi berdasarkan
bukti yang dikumpulkan.
Dalam membuat keputusan asesmen,
kebijakan dan prosedur sistem asesmen
yang relevan dan pertimbangan-
pertimbangan organisasi/hukum/etika
digunakan.
Umpan balik yang jelas dan
membangun terkait keputusan asesmen
diberikan kepada asesi, dan bila perlu
dikemukakan pula rencana tindak lanjut.
Merekam dan Hasil asesmen segera dicatat secara Peserta dapat
akurat sesuai dengan kebijakan dan mencatat dan
melaporkan prosedur sistem asesmen serta
keputusan persyaratan organisasi/ hukum/ etika. melaporkan
Laporan asesmen dilengkapi dan keputusan
asesmen diproses sesuai dengan kebijakan dan asesmen sesuai
prosedur sistem asesmen serta dengan SOP
persyaratan organisasi/ hukum/ etika.
lembaga yang
Bila diperlukan, rekomendasi tindak
lanjut diserahkan kepada orang yang menyediakan
relevan. tugas dan dalam
Bila diperlukan, dengan memperhatikan konteks asesmen.
ketentuan kerahasiaan, pihak-pihak
terkait lainnya diberitahu tentang
keputusan asesmen.
Meninjau proses Proses asesmen ditinjau berdasarkan Peserta dapat
kriteria yang ada melalui konsultasi meninjau proses
asesmen dengan orang yang relevan guna
perbaikan dan perubahan pelaksanaan asesmen
asesmen di masa datang.
Tinjauan didokumentasi dan direkam
sesuai dengan kebijakan dan prosedur
sistem asesmen yang relevan serta
persyaratan organisasi/hukum/etika.
Keterampilan kematangan berfikir
(refleksi) secara mandiri digunakan
untuk meninjau dan mengevaluasi
praktek asesmen.
Memberikan Menyiapkan Tujuan, fokus dan konteks validasi Peserta dapat • bagaimana • keterampilan Integritas 5 jam
dikonfirmasi dan didiskusikan dengan menafsirkan perencanaan untuk dengan
Kontribusi proses validasi mengidentifikasi
orang yang relevan. sistem
kebijakan dan standar berpartisipasi
dalam Pendekatan validasi dibahas dan
kompetensi dan dalam kegiatan asesmen
dikonfirmasi sesuai dengan tujuan yang prosedur sistem
Validasi informasi validasi dalam berbasis
ditetapkan, konteks, kebijakan dan asesmen tolok
Asesmen prosedur sistem asesmen yang relevan ukur untuk asesmen terkait kerangka waktu kompeten
serta persyaratan organisasi/ hukum/ lainnya untuk yang disepakati si.
etika.
asesmen, bahan
menentukan bukti • keterampilan
Acuan Pembanding yang relevan untuk untuk kegiatan
yang diperlukan memecahkan
asesmen dianalisis dan bukti-bukti yang validasi untuk masalah untuk
dibutuhkan untuk mendemonstrasikan
kompetensi disepakati bersama. menunjukkan mengidentifikasi
Setiap dokumen yang terkait yang kompetensi, informasi yang tidak
relevan untuk proses validasi • prinsip asesmen konsisten, ambigu
diidentifikasi dan disepakati bersama. • aturan pembuktian atau kontradiktif
Bahan-bahan yang akan digunakan • keterampilan
dalam sesi validasi diperoleh, dibaca evaluasi
dan diinterprestasikan, serta kegiatan-
kegiatan validasi disepakati bersama. • keterampilan
Partisipasi aktif dalam sesi dan kegiatan komunikasi untuk
Memberikan Peserta dapat
validasi didemonstrasikan dengan berbagi informasi
kontribusi dalam mengikuti proses dalam rapat validasi
menggunakan keterampilan komunikasi
proses validasi yang sesuai. validasi.
Partisipasi dalam sesi dan kegiatan
validasi, termasuk meninjau,
membandingan dan mengevaluasi:
keseluruhan proses asesmen, rencana
asesmen, interpretasi standar
kompetensi atau acuan pembanding
lainnya untuk asesmen, penyeleksian
dan penerapan metode asesmen,
penyeleksian dan penggunaan
perangkat asesmen dan bukti yang
dikumpulkan rekomendasi hasil
asesmen termasuk proses pengambilan
keputusan.
Tinjauan, perbandingan dan evaluasi
dilakukan sesuai dengan prinsip
asesmen dan aturan bukti.
Semua dokumen yang digunakan dalam
proses validasi diperiksa keakuratan
dan keterkinian versi.
Memberikan Temuan validasi didiskusikan, dianalisis Peserta dapat
dan disepakati bersama untuk mengikuti proses
kontribusi untuk mendukung perbaikan kualitas
hasil validasi asesmen. validasi hasil
Rekomendasi-rekomendasi untuk asesmen.
meningkatkan praktek asesmen
didiskusikan, disepakati dan dicatat.
Perubahan terhadap praktek
pelaksanaan asesmen yang timbul
akibat kegiatan validasi dan sesuai
dengan peran serta tanggung jawab
dalam melakukan asesmen,

6
diimplementasikan.

5. SUMBER DAYA PELATIHAN


5.1. Fasilitas dan sarana pelatihan • Komputer
(Ditentukan dengan mengacu kepada kebutuhan pelatihan • Wifi
setiap unit kompetensi. • Fasilitas umum kelas.

5.2. Bahan Pelatihan • Modul pelatihan


(ditentukan dengan mengacu kepada kebutuhan pelatihan • SKKNI
setiap unit kompetensi)
• Skema sertifikasi asesor
5.3. Kualifikasi instruktur Master Asesor Bersertifikat
(ditentukan sesuai dengan unit kompetensi/materi yang akan
dilatihkan )

6. VALIDASI PROGRAM PELATIHAN


6.1. Komponen Program Pelatihan 6.2. Metode Validasi 6.3. Finalisasi Program
(Ditentukan Menurut Komponen yang akan Divalidasi) (Dilakukan dengan Memperhatikan Input Rasional Dari Hasil Validasi)
Tanggal Status Validasi
Revisi (nama, tanda tangan, & tanggal)

• Kualifikasi Program Pelatihan Verifikasi kesesuaian dengan: program 17 Maret 2019 Memuaskan
pelatihan terakreditasi; skema sertifikasi;
SKKNI.
• Persyaratan Peserta Persyaratan verifikasi kesesuaian peserta 17 Maret 2019 Memuaskan
dengan: program pelatihan terakreditasi;
skema sertifikasi; SKKNI.
• Kurikulum Pelatihan Verifikasi kepatuhan kurikulum dengan: 17 Maret 2019 Memuaskan
program pelatihan terakreditasi; skema
sertifikasi; Komponen SKKNI.
• Silabus Verifikasi kesesuaian dengan: program 17 Maret 2019 Memuaskan
pelatihan terakreditasi; skema sertifikasi;
Komponen SKKNI.
• Peserta Kesesuaian Master Assessor 15 Maret 2019 Memuaskan

www.graphicnode.com
Work Street Work City, Work State
Work ZIP
T: Work Phone, F: Work Fax
Phone
Work Email, Work URL
7
PEMAHAMAN DAN INTERNALISASI
ASESOR KOMPETENSI

2019
8
3/17/19

MEMAHAMI DAN
INTERNALISASI TENTANG
ASESMEN BERBASIS
KOMPETENSI
2019

9
1
3/17/19

PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI

• Asesmen Berbasis
Kompetensi
• Skema Sertifikasi/Standar
sertifikasi,
• Standar kompetensi, MERENCANAKAN • Menetapkan dan memelihara MEMBERIKAN
AKTIVITAS DAN lingkungan asesmen KONTRIBUSI DALAM
• Sistem Nasional Sertifikasi PROSES ASESMEN • Mengumpulkan bukti yang VALIDASI ASESMEN
Profesi, dan • Menentukan Pendekatan
berkualitas
• Harmonisasi Sistem Asesmen • Mendukung asesi
Sertifikasi Profesi • Mempersiapkan rencana • Membuat keputusan asesmen
• Merekam dan melaporkan
• Menyiapkan validasi
Internasional asesmen
• Mengidentifikasi persyaratan keputusan asesmen • Memberi kontribusi
modifikasi dan • meninjau proses asesmen dalam proses validasi
PEMAHAMAN DAN kontekstualiasi • Memberikan kontribusi
INTERNALISASI • Mengembangkan Materi Uji MELAKSANAKAN dalam hasil validasi
TENTANG ASESMEN Kompetensi/Asesmen ASESMEN
BERBASIS KOMPETENSI

TIK: MEMAHAMI DAN INTERNALISASI TENTANG ASESMEN


BERBASIS KOMPETENSI

1. Asesmen berbasis kompetensi


2. Skema/ standar Sertifikasi
3. Standar kompetensi
4. Sistem Nasional Sertifikasi Profesi, dan
5. Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional

10

2
3/17/19

a. Kompetensi

1. ASESMEN b. Skills for Employability


BERBASIS
KOMPETENSI c. Pelatihan Berbasis Kompetensi

d. Asesmen Berbasis Kompetensi

a. Kompetensi
¡ Kompetensi mensyaratkan penerapan dari
pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang relevan
dengan partisipasi efektif, secara konsisten dari
waktu ke waktu di lingkungan tempat kerja.
Pengetahuan dan ketrampilan dapat diidentifikasi
bersamaan atau dipisah.
o Pengetahuan mengidentifikasi apa yang dibutuhkan
seseorang untuk diketahui dalam melakukan kinerja
dalam pekerjaannya dengan cara yang benar dan efektif.
o Ketrampilan mendeskripsikan aplikasi dari pengetahuan
pada situasi dimana pengetahuan dirubah menjadi hasil
yang dibutuhkan di tempat kerja.
o Sikap dideskripsikan sebagai alasan dibalik kebutuhan
pengetahuan tertentu atau mengapa keterampilan
dilakukan dengan cara tertentu

11

3
3/17/19

b. EMPLOABILITY SKILL (KEMAMPUAN DASAR1)


Employability Skills
KOMUNIKASI • menafsirkan kebutuhan klien dan menulisnya.
• menggunakan berbagai keterampilan komunikasi, seperti mendengarkan, bertanya, membaca,
menafsirkan, dan menulis dokumen
• menulis laporan bahaya dan insiden.
• menggunakan keterampilan fasilitasi dan interpersonal yang efektif, termasuk bahasa verbal dan non-
verbal yang peka terhadap kebutuhan dan perbedaan orang lain.
KERJASAMA • bekerja dengan rekan kerja untuk membandingkan, meninjau, dan mengevaluasi proses dan
(TEAMWORK) hasil asesmen
• berpartisipasi aktif dalam sesi validasi asesmen
• mengelola hubungan kerja dan mencari umpan balik dari kolega dan klien pada kinerja
profesional

1. PERMENAKER 3/2016

EMPLOYABILITY SKILL (KEMAMPUAN DASAR1) (LJT)

PROBLEM SOLVING • mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko di lingkungan belajar/asesmen


• menggunakan keterampilan manajemen waktu dalam merancang asesmen
• menghasilkan serangkaian opsi untuk memenuhi kebutuhan klien
BERINISIATIF • menafsirkan lingkungan asesmen dan memilih pendekatan penyampaian yang memotivasi dan melibatkan
peserta asesi.
• memantau dan meningkatkan praktik kerja untuk meningkatkan inklusivitas.
• menjadi kreatif untuk memenuhi kebutuhan asesmen klien.
• menerapkan keterampilan desain untuk mengembangkan program inovatif dan fleksibel dengan biaya
efektif.
MERENCANAKAN • meneliti, membaca, menganalisis dan menafsirkan spesifikasi tempat kerja
DAN • merencanakan, memprioritaskan, dan mengatur alur kerja
MENGORGANISASI • menafsirkan bukti yang dikumpulkan dan membuat penilaiankompetensi
KAN • mendokumentasikan rencana aksi dan laporan bahaya
• mengatur sumber daya manusia, fisik dan material yang diperlukan untuk asesmen.

12

4
3/17/19

EMPLOYABILITY SKILL (KEMAMPUAN DASAR1) (LJT)

MANAJEMEN DIRI • bekerja dalam kerangka kerja kebijakan dan organisasi


• mengelola hubungan kerja dan kerja
• mematuhi tanggung jawab etika dan hukum
• mengambil tanggung jawab pribadi dalam perencanaan, penyampaian, dan peninjauan pelatihan
• menjadi panutan bagi inklusifitas dan menunjukkan profesionalisme
• meninjau persepsi dan sikap pribadi
BELAJAR • melakukan evaluasi diri dan praktik refleksi
• meneliti informasi dan mengakses kebijakan dan kerangka kerja untuk mempertahankan kekunian
keterampilan dan pengetahuan
• mempromosikan budaya belajar di tempat kerja
• mencari umpan balik dari kolega.
TEKNOLOGI • menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil, termasuk pengiriman online dan penelitian
menggunakan internet
• menggunakan sistem manajemen informasi siswa untuk mencatat asesmen
• mengidentifikasi dan mengatur kebutuhan teknologi dan peralatan sebelum pelatihan
• menggunakan berbagai perangkat lunak, termasuk paket presentasi

c. Pelatihan berbasis kompetensi

1 2 3
Pelatihan Berbasis Kompetensi (CBT) Asesmen Berbasis Kompetensi (CBA) Kompetensi mengacu pada kemampuan
adalah pelatihan yang memberikan fokus pada apa yang dapat dilakukan untuk melakukan tugas dan tugas
peserta, pengetahuan, ketrampilan dan atau harus dilakukan oleh pekerja di tertentu dengan standar kinerja yang
sikap yang dibutuhkan untuk tempat kerja. diharapkan di tempat kerja.
mendemonstrasikan kompetensi dalam
hubungannya dengan kompetenis
industri yang sudah ditentukan dan
ditetapkan. (ASEC, 2013).

13

5
3/17/19

CIRI-CIRI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (ASEC, 2013)


Keterampilan, pengetahuan,
dan sikap yang dibutuhkan
Standar Kompetensi
untuk melakukan suatu
pekerjaan

Sistem untuk pengakuan


Kerangka Kualifikasi
kompetensi

PELATIHAN BERBASIS
KOMPETENSI
Strategi Dan Materi Bagaimana membantu orang
Pembelajaran Mampu untuk mendapatkan
Telusur Dengan Standar keterampilan dan
Kompetensi pengetahuan

Proses menilai apakah orang


Asesmen Berbasis memiliki keterampilan,
Kompetensi pengetahuan, dan sikap yang
dibutuhkan

d. Asesmen Berbasis Kompetensi (CBA)


¡ CBA: Asesmen terhadap bukti untuk menentukan apakah kemampuan
seseorang saat ini sesuai dengan standar kompetensi (Hayton dan Wagner
1998).
¡ Asesmen berbasis kinerja adalah Adalah proses mengumpulkan bukti dan
membuat penilaian tentang apakah seseorang telah mencapai kompetensi.
Ini sering digambarkan sebagai proses yang direferensikan dengan kriteria,
karena melibatkan orang yang diases berdasarkan kriteria tetap atau tolok
ukur yang telah ditentukan sebelumnya - seperti yang dinyatakan dalam unit
kompetensi.

14
6
3/17/19

Filosofi Asesmen Berbasis Kompetensi (CBA) (Harris, R., Guthrie, H., Hobart,
B. & Lundberg, D. 1995)

01 02 03
Berbasis kriteria, Berbasis bukti, Suatu Partisipatori, kandidat
asesmen berdasarkan proses yang terlibat dalam proses
bukti dengan membandingkan bukti asesmen
hubungannya dengan kompetensi dengan
standar industri atau suatu standar
serangkaian kriteria utuk
menentukan kompetensi

2. SKEMA/STANDAR SERTIFIKASI
¡ Adalah paket kompetensi dan persyaratan spesifik seseorang terkait kategori
posisi atau ketrampilan.
¡ Mengacu pada pernyataan dari aturan yang berlaku dalam menghasilkan
kualifikasi (misalnya sertifikat atau diploma), dan juga haknya (ASEC, 2013)
¡ Skema sertifikasi:
o Okupasi
o Kualifikasi Nasional
o Klaster

15

7
3/17/19

a. Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja


Nasional

b. Kerangka kualifikasi
3. STANDAR
KOMPETENSI
c. Standar okupasi

d. Unit Kompetensi

a. SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Pemberlakuan

Akreditasi LDP
Penerapan
Standar Pelatihan berbasis
kompetensi

Lisensi LSP

Sertifikasi
SKKNI
Pengembangan SDM
Kompetensi Profesional
Standar
MRA Kompeten
Kompetitif
Kerjasama
Harmonisasi
Standardisasi Notifikasi

Pembinaan dan Pengendalian

16

8
3/17/19

b. KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI)

9 ¡ adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang


8 dapat menyandingkan, menyetarakan dan
7
mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang
6
5
pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka
4 pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan
3 struktur pekerjaan di berbagai sektor.
2
1

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia


JENJANG KANDUNGAN UNSUR KANDUNGAN UNSUR
KUALIFIKASI KOMPETENSI EDUCATIONAL KOMPETENSI OCCUPATIONAL

S3 S3 (Terapan) Spesialis IX
9 STRATEGIKAL
VIII AHLI
S2 S2 (Terapan)
8 KOGNITIF K
Profesi VII
7
S1 D IV VI MANAJERIAL
6 TEKNISI /
D III V ANALIS
5
D II IV
4
D I III SUPERVISIONAL
SMA Sekolah Menengah Kejuruan
3
II
PSIKO
MOTORIK OPERATOR
(3) (3)
2I
9 Tahun Pendidikan Dasar (6+3) TEKNIKAL
Pendidikan Pra Sekolah (1-2) 1
PENGEMBANGAN KARIR
Dit. BELMAWA, 2012 (DUDI, LATKER, MASY)

17

9
3/17/19

c. Standar Okupasi

¡ Mengacu pada pernyataan aktivitas dan


tugas berkaitan dengan tugas yang
sepesifik dan prakteknya.

Semua kualifikasi atau program termasuk berbagai topik


yang fokus dalam kemampuan peserta pelatihan untuk
menunjukkan kinerja atau perkerjaan di area kerja yang
spesifik dan dengan tanggung jawab atau fungsi tugas
tertentu. (ASEC, 2013).

c. Unit kompetensi
Setiap unit kompetensi mengidentifikasi persyaratan
tempat kerja yang terpisah dan mencakupi:

• Pengetahuan dan ketrampilan yang mendukung kompetensi


• Bahasa, literasi dan numerasi.
• Persyaratan K3

18
10
3/17/19

d. STRUKTUR UNIT KOMPETENSI


Judul Unit
Deskripsi
Elemen Kriteria Unjuk Kerja
1. 1.1
1.2
1.3
2. 2.1
2.2
2.3
Batasan Variabel
Panduan asesmen

19
11
3/17/19

4. SISTEM
NASIONAL
SERTIFIKASI
PROFESI

TETTY, 2019

20
12
3/17/19

TETTY, 2019

5. HARMONISASI SISTEM SERTIFIKASI PROFESI INTERNASIONAL

a b c
AQRF ASEAN Guiding Principles
for Quality Assurance and
Recognition of
ILO
Competency Certification
System.

21
13
3/17/19

a. Kerangka Kualifikasi

22

14
3/17/19

DIAGRAM ILUSTRASI KKKNI DAN AQRF

KKNI-INDONESIA
BNSP, 2015

23
15
3/17/19

b. PEDOMAN MENCAKUPI:

¡ Gambaran Umum Kerangka Kualifikasi Nasional


(NQF) Negara-Negara Anggota ASEAN
¡ Gambaran Umum Sistem Sertifikasi Kompetensi
Negara-Negara Anggota ASEAN
¡ Aspek-Aspek Kunci Penjaminan Mutu
¡ Prinsip Panduan dan Protokol untuk Penjaminan
Mutu
¡ Prinsip Panduan dan Protokol untuk Pengakuan
Sistem Sertifikasi Kompetensi di antara Negara-
Negara Anggota ASEAN
¡ Berpartisipasi dalam Kegiatan Pembuatan
Referensi Nasional

PENGEMBANGAN PRODUK TVET


Didalam sistem TVET apapun, ada beberapa pilihan untuk pengembangan standar
pencapaian TVET, termasuk:

Standar • Adalah pernyataan pengetahuan, ketrampilan dan kompetensi yang


kompetensi berhubungan dengan pekerjaan.

Standar okupasi • Adalah pernyataan aktivitas dan tugas terkait suatu pekerjaan dan prakteknya

Standar • adalah pernyataan capaian pembelajaran dan metodologi yang akan


sertifikasi/skema digunakan

Standar • yang merupakan aturan untuk mendapatkan penghargaan dan hak yang
asesmen diberikan

• yang merupakan pernyataan tujuan pembelajaran, konten yang harus


Standar edukasi ditangani, persyaratan masuk dan sumber daya yang diperlukan

24

16
3/17/19

SKKNI
INDONESIAN NATIONAL COMPETENCY STANDARD

Dikembangkan
berdasarkan

2016

STANDAR KOMPETENSI DAPAT JUGA DIGUNAKAN UNTUK (RMCS


2016):
¡ Menginformasikan desain kurikulum. Walaupun tidak menggambarkan keseluruhan pendidikan dan
pelatihan peserta didik, standar kompetensi menggambarkan titik kritis persyaratan asesmen di dalam
kurikulum.
¡ Benchmark kualifikasi nasional dan internasional. Penggunaan standar kompetensi menciptakan
titik rujukan tetap yang sama yang dengannya keputusan kesetaraan dapat dibuat. Menggunakan
pendekatan umum seperti RMCS membuat pengambilan keputusan lebih mudah.
¡ Pengakuan Kompetensi. RMCS menyediakan dasar yang baik untuk penerimaan dan pengakuan
tentang level ketrampilan dan kualifikasi antara institusi dan negara.
¡ Merencanakan Jenjang karir. Ini menyediakan koherensi dengan persyaratan ketrampilan di suatu
sektor. Standar kompetensi juga memungkinkan seseorang untuk merencanakan karir dan juga
mengidentifikasi area dimana orang tersebut dapat mentransfer ketrampilan dan keahliannya di
berbagai peran kerja.

25
17
3/17/19

1. Dalam Pengembangan Standar à setiap negara 2. Dalam Pengembangan sertifikasi à Untuk segera
adanya saling pengakuan kompetensi antara
tidak harus melakukan riset dan merumuskan negara sehingga akan berkontribusi terhadap
sendiri, tetapi dapat saling mengadopsi sehingga pergerakan alur SDM kompeten antar negara,
percepatan pemenuhan ketersediaan standar pengakuan barang dan jasa antar negara yang pada
kompetensi dapat dilakukan sesegera mungkin akhirnya dapat mendorong ekspor produk danjasa
tidak harus bertahun-tahun. Indonesia.

d. DAMPAK HARMONISASI STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI

26
18
3/17/19

Sertifikasi Kompetensi Kerja:

• adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan


secara sistematis dan objektif melalui uji
e. HARMONISASI kompetensi/asesmen yang mengacu kepada Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Standar Internasional
ISTILAH, dan/atau Standar Khusus.

DESKRIPSI DAN Lisensi:


ATAU DEFINISI
• adalah bentuk pengakuan dari BNSP kepada LSP untuk dapat
PENTING DALAM melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja atas nama BNSP.
ASESMEN
Profesi:

• adalah bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi yang diakui


oleh masyarakat.

SKKNI:
• Adalah rumusan kemampuan kerja yamg mencakup aspek
pengetahuan, ketrampilan dan/atau keahlianserta sikap kerja yang
relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
ISTILAH, DESKRIPSI Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK):
DAN ATAU DEFINISI • Adalah standar kompetensi yang dikembangkan dan digunakan oleh
PENTING DALAM organisasi untuk memenuhi tujuan internal organisasinya sendiri
dan/atau untuk memenuhi kebutuhan organisasi lain yang memiliki
ASESMEN (LJT) ikatan kerjasama dengan organisasi yang bersangkutan atau organisasi
lain yang memerlukan.
Standar Kompetensi Kerja Internasional (SKKI):
• Adalah standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan ditetapkan
oleh suatu organisasi multi nasional dan digunakan secara
internasional.

27

19
3/17/19

Pelatihan kerja:

• adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh,


meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas,
disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian
tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.
ISTILAH, DESKRIPSI
Skema Sertifikasi/standar sertifikasi:
DAN ATAU DEFINISI
PENTING DALAM • Adalah Paket kompetensi dan persyaratan spesifik yang berkaitan
dengan kategorijabatan atau keterampilan tertentu dari seseorang.
ASESMEN (LJT) Tempat Uji Kompetensi:

• Adalah tempat kerja atau simulasi tempat kerja yang baik (memenuhi
persyaratan “Good Practices”) yang dapat digunakan untuk
penyelenggaraan asesmen kompetensi dan memungkinkan untuk
mendemonstrasikan 5 dimensi kompetensi.

6. Internalisasi Penerapan Standar Kompetensi pada Industri, LEMDIKLAT dan sertifikasi

SKKNI: KETELUSURAN/INTERFACE PENERAPAN PADA INDUSTRI, PENDIDIKAN DAN SERTIFIKASI

PENERAPAN PADA INDUSTRI PENERAPAN PADA SERTIFIKASI KOMPETENSI


SKKNI PENDIDIKAN à DACUM
≈ SKKI, SKK ≈ à CP

Judul SOP Judul Unit Kompetensi Judul Materi Pembelajaran Judul Sertifikat; unit
≈ ≈ ≈ kompetensi
Ruang Lingkup SOP Deskripsi Unit Ruang lingkup Materi Ruang lingkup asesmen
pembelajaran
Langkah utama proses ≈ Elemen ≈Tujuan Instruksional khusus ≈ Elemen
(Learning Objectives)
Instruksi kerja
≈ Kriteria Unjuk Kerja (KUK)

Indikator
kompetensi/kompetensi ≈
Kriteria Pencapaian
kompetensi
dasar
Speseifikasi sesuai kontek ≈ Batasan variabel ≈Kontetualisasi pembelajaran ≈ Konteks asesmen
QA Panduan penialaian Evaluasi Panduan asesmen
≈ ≈ ≈ Interface Model: Surono, 2018

28

20
3/17/19

RINGKASAN

TERIMAKASIH

29
21
MERENCANAKAN AKTIFITAS DAN PROSES

ASESMEN

2019 30
30
3/9/19

MERENCANAKAN
AKTIVITAS DAN
PROSES ASESMEN
SKKNI-P.85ASM00.001.2

2019

TUJUAN INSTRUKSIONAL
§ Peserta pelatihan dapat mengembangkan Rencana dan
proses asesmen dalam kondisi tempat kerja atau
tempat kerja yang disimulasikan minimal 5 kali,
termasuk:
o Menentukan pendekatan penilaian
o menyiapkan rencana penilaian
o Identifikasi persyaratan modifikasi dan kontekstualisasi
o Mengemangkan materi uji kompetensi

31

1
3/9/19

4. Mengembangkan
Materi Uji
Kompetensi

Unit ini menjelaskan


keterampilan dan
pengetahuan yang Ini berlaku untuk
diperlukan untuk individu dengan
merencanakan proses
asesmen, termasuk tanggung jawab
Rekognisi Pembelajaran perencanaan
Lampau (RPL), dalam
sistem asesmen berbasis asesmen.
PENERAPAN kompetensi.

Dalam merencanakan kegiatan


dan proses, individu diminta Persyaratan lisensi,
untuk mengidentifikasi legislatif atau
komponen perangkat asesmen,
menganalisis dan menafsirkan sertifikasi yang
perangkat asesmen, dan berlaku untuk unit ini
mengembangkan materi usi
Kompetensi (juga dikenal adalah sesuai
sebagai tugas asesmen) dan PBNSP
rencana asesmen.

32
2
3/9/19

UNIT KOMPETENSI
ELEMEN KRITERIA UNJUK KERJA
Element mendeskrispsikan KUK mendeskripsikan unjuk kerja yang dibutuhkan untuk mendemostrasikan pencapaian dari elemen
capaian pembelajaran yang
esensial
1. Menentukan pendekatan 1.1Kandidat, tujuan dan konteks asesmen diidentifikasi dan dikonfirmasikan dengan orang yang relevan sesuai dengan persyaratan
asesmen hukum, organisasi dan etika
1.2 Standar industri atau tempat kerja yang berlaku diidentifikasi dan diakses untuk asesmen, dan persyaratan asesmen spesifik apa
pun
2. Mempersiapkan rencana 2.1 Unit kompetensi dan persyaratan asesmen dianalisis untuk mengidentifikasi bukti dan jenis bukti yang diperlukan untuk
asesmen menunjukkan kompetensi, sesuai dengan aturan bukti
2.1 Metode dan instrumen asesmen dipilih untuk mendukung pengumpulan bukti yang ditetapkan, dengan mempertimbangkan
konteks di mana asesmen akan berlangsung
2.2 Rencana asesmen dikembangkan dan persetujuan didapatkan dari para pemangku kepentingan terkait
3. Identifikasi persyaratan 3.1 Informasi dari kandidat dan, jika relevan, tempat kerja kandidat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan kontekstualisasi
modifikasi dan 3.2 Saran yang diberikan oleh paket pelatihan atau pengembang kursus yang relevan diperiksa dengan kebutuhan kontekstualisasi yang
Kontekstualisasi diidentifikasi
3.3 Alat asesmen yang ada dianalisis dan amandemen yang diperlukan dicatatat untuk mengatasi kebutuhan kontekstualisasi yang
diidentifikasi
3.4 Peluang untuk kegiatan asesmen terintegrasi diidentifikasi dan setiap perubahan yang diperlukan untuk alat asesmen dicatat
4. Mengembangkan Materi 4.1Menganalisis instrumen asesmen yang tersedia untuk kesesuaian penggunaan dianalisisi, dan modifikasi yang diperlukan
Uji Kompetensi diidentifikasi.
4.2 Instrumen asesmen untuk memenuhi standar dan kebutuhan tempat kerja / kandidat yang diperlukan dikembangkan.
4.3 Instrumen asesmen terhadap persyaratan unit atau kursus dipetakan.
4.4 Instruksi yang jelas ditulis untuk kandidat dan penilai mengenai penggunaan instrumen asesmen
4.5 Draf instrumen asesmen memenuhi standar yang disyaratkan dan kebutuhan tempat kerja / kandidat tertentu serta catat hasil
pemeriksaan diperiksa, dicatat dan dikonfirmasi

1. ELEMEN 1: MENENTUKAN PENDEKATAN ASESMEN

1.1. Kandidat, tujuan dan 1.2. Standar industri atau


konteks asesmen tempat kerja yang berlaku
diidentifikasi dan diidentifikasi dan diakses
dikonfirmasikan dengan untuk asesmen, dan
orang yang relevan sesuai persyaratan asesmen
dengan persyaratan hukum, spesifik apa pun
organisasi dan etika

33

3
3/9/19

1.1. KANDIDAT, TUJUAN DAN KONTEKS ASESMEN DIIDENTIFIKASI DAN DIKONFIRMASIKAN


DENGAN ORANG YANG RELEVAN SESUAI DENGAN PERSYARATAN HUKUM, ORGANISASI DAN
ETIKA

Kandidat:
¡ Hasil pelatihan dan / atau
pendidikan
¡ Pekerja berpengalaman
¡ Pelatihan / belajar mandiri

TUJUAN ASESMEN/RPL

Pengakuan Evaluasi hasil


Rekognisi Penetapan kemajuan
Sertifikasi Kompetensi Terkini pelatihan/proses
Pembelajaran Lampau dalam rangka
kompetensi (PKT) yang sudah pembelajaran.
dimiliki asesi. pencapaian kualifikasi.

Pengklasifikasian Pemberian lisensi,


karyawan/pemberian Rekrutmen berbasis registrasi, penugasan
Pengukuran kinerja dukungan atau
kompetensi.
pengembangan karir. persyaratan regulator.

34
4
3/9/19

KONTEKS ASESMEN

1 2 3 4
Dengan lingkungan Dengan Peluang Dalam hubungan antar Dalam hubungannya
tempat kerja untuk standar kompetensi dengan siapa yang
(tempat kerja riil mengumpulkan bukti dengan bukti untuk melakukan asesmen
atau simulasi). dalam berbagai mendukung assmen, (lembaga sertifikasi,
aktivitas pekerjaan lembaga pelatihan,
situasi (tersedia atau kandididat ditempat
terbatas). asesor dari dunia
kerja, dan aktivitas usaha (enterprise
belajar. assessor).

¡ kebijakan dan prosedur sistem asesmen


¡ persyaratan strategi asesmen
¡ sistem pelaporan, pencatatan dan pengambilan kepiutusan untuk asesmen,
termasuk RPL.
PERSYARATAN ¡ sistem jaminan mutu
HUKUM, ORGANISASI ¡ rencana bisnis dan kinerja
¡ kebijakan dan prosedur akses dan kesetaraan
DAN ETIKA ¡ pengaturan kolaboratif dan kemitraan
¡ parameter sumber daya yang ditentukan
¡ pengaturan saling pengakuan
¡ sistem dan proses hubungan industrial, penghargaan, dan perjanjian perusahaan
¡ Kerangka Kualifikasi
¡ ruang lingkup registrasi
¡ kebijakan dan prosedur sumber daya manusia
¡ persyaratan hukum, termasuk:anti-diskriminasi
¡ kesempatan kerja yang setara
¡ peran pekerjaan, tanggung jawab, dan kondisi
¡ kode praktik industri yang relevan
¡ persyaratan kerahasiaan dan privasi
¡ Pertimbangan K3, termasuk:memastikan persyaratan K3 dipatuhi selama proses
penilaian
¡ mengidentifikasi dan melaporkan bahaya dan kekhawatiran K3 kepada personel
terkait.

35

5
3/9/19

ORANG YANG RELEVAN UNTUK DIKONFIRMASI:

¡ Manajer sertifikasi.
¡ Lembaga pelatihan kerja
¡ Manajer pelatihan
¡ Lainnya.

Standar industri atau tempat kerja


1.2. STANDAR
INDUSTRI ATAU
TEMPAT KERJA • Standar kompetensi:
YANG BERLAKU • Kriteria asesmen kurikulum saja:
DIIDENTIFIKASI DAN
• Spesifikasi kinerja suatu perusahaan
DIAKSES UNTUK
ASESMEN, DAN
atau industri:
PERSYARATAN • Spesifikasi Produk:
ASESMEN SPESIFIK • Pedoman khusus
APA PUN • Pelanggan, perusahaan atau organisasi.

36

6
3/9/19

LATIHAN 1. TENTUKAN
PENDEKATAN !

¡ Pilih satu unit kompetensi yang


Anda kuasai untuk
direncanakan dengan 3
kesempatan sesuai dengan jenis
kandidat atau unit kompetensi.

37

7
3/9/19

2. ELEMEN 2: MEMPERSIAPKAN RENCANA ASESMEN

1 2 3
2.1. Unit kompetensi dan 2.2. Metode dan 2.3. Rencana asesmen
persyaratan asesmen instrumen asesmen dikembangkan dan
dianalisis untuk dipilih untuk mendukung persetujuan didapatkan
mengidentifikasi bukti pengumpulan bukti yang dari para pemangku
ditetapkan, dengan kepentingan terkait.
dan jenis bukti yang mempertimbangkan
diperlukan untuk konteks di mana asesmen
menunjukkan akan berlangsung
kompetensi, sesuai
dengan aturan bukti

Bukti adalah informasi yang dikumpulkan, ketika dicocokkan dengan


2.1. UNIT KOMPETENSI persyaratan unit kompetensi, memberikan bukti kompetensi. Bukti dapat
DAN PERSYARATAN mengambil banyak bentuk dan dikumpulkan dari sejumlah sumber.
ASESMEN DIANALISIS
UNTUK
MENGIDENTIFIKASI
BUKTI DAN JENIS
BUKTI YANG
DIPERLUKAN Bukti bisa langsung, tidak langsung atau tambahan
UNTUK
MENUNJUKKAN
KOMPETENSI, SESUAI
DENGAN ATURAN
BUKTI Tidak ada satu pun bentuk bukti yang lebih baik dari yang lain. Bukti
kualitas dipilih dengan tepat untuk asesi dan konteks, dan memenuhi
empat 'aturan' bukti.

38
8
3/9/19

ATURAN BUKTI
ATURAN BUKTI
Valid/Sah: • Berkaitan dengan unit kompetensi yang tepat.
• Mencerminkan kelima dimensi kompetensi.
• Memberikan bukti keterampilan kerja.
• Apakah sesuai dengan keberpihakan NQF yang sedang dinilai.
Cukup • Memberikan bukti yang cukup untuk membuat asesmen
tentang kompetensi individu dalam kaitannya dengan kelima
dimensi kompetensi.
• Memenuhi semua persyaratan bukti untuk unit kompetensi.
Asli • apakah karya peserta sendiri (dan prosedur telah
dikembangkan untuk memastikan ini).
Andal • menunjukkan bahwa kandidat secara konsisten memenuhi
unit kompetensi yang didukung

2.2. METODE DAN INSTRUMEN ASESMEN DIPILIH UNTUK MENDUKUNG PENGUMPULAN BUKTI
YANG DITETAPKAN, DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KONTEKS DI MANA ASESMEN AKAN BERLANGSUNG

Metode Asesmen Contoh


Ada banyak • kerja nyata / aktivitas waktu nyata di tempat kerja, aktivitas
q Observasi
sumber bukti kerja dalam lingkungan tempat kerja yang disimulasikan
langsung
potensial dan
q Kegiatan • Latihan simulasi dan permainan peran, proyek, presentasi,
banyak lembar kegiatan
metode dan terstruktur
teknik untuk q Tanya jawab • pertanyaan tertulis, wawancara, asesmen diri, tanya jawab lisan,
angket, ujian lisan atau tertulis
mengumpulka
q Verifikasi • contoh pekerjaan yang disusun oleh kandidat, produk dengan
n bukti dokumentasi pendukung, bukti sejarah, jurnal atau buku
Portofolio catatan, informasi tentang pengalaman hidup.
q Ulasan produk • testimonial dan laporan dari atasan dan atasan, bukti pelatihan,
pencapaian sebelumnya yang diautentikasi, wawancara dengan
atasan, atasan, atau rekan kerja.

39

9
3/9/19

KONTEKSTUALISASI UNIT KOMPETENSI

¡ tidak boleh menghapus atau menambah jumlah dan konten elemen dan
kriteria kinerja
¡ dapat menambahkan terminologi industri tertentu ke kriteria kinerja di mana ini
tidak mendistorsi atau mempersempit hasil kompetensi
¡ dapat membuat amandemen dan penambahan pada pernyataan jangkauan
selama perubahan tersebut tidak mengurangi luasnya penerapan kompetensi
dan mengurangi portabilitasnya, dan / atau
¡ dapat menambahkan detail pada panduan bukti di bidang-bidang seperti
aspek kritis bukti atau sumber daya dan infrastruktur yang diperlukan di mana
hal ini memperluas luasnya kompetensi tetapi tidak membatasi
penggunaannya.

2.3. RENCANA ASESMEN DIKEMBANGKAN DAN PERSETUJUAN


DIDAPATKAN DARI PARA PEMANGKU KEPENTINGAN TERKAIT

¡ keseluruhan dokumen perencanaan


yang menjelaskan:
o apa yang akan diases, yaitu unit kompetensi;
o kapan asesmen akan dilakukan dan akan terjadi.
o di mana asesmen akan dilakukan, yaitu konteks
asesmen;
o bagaimana asesmen akan terjadi, yaitu metode
yang akan digunakan;

40

10
3/9/19

latihan 2. Kembangkan Rencana Asesmen


berdasarkan pendekatan asesmen.

3. ELEMEN 3: IDENTIFIKASI PERSYARATAN MODIFIKASI


DAN KONTEKSTUALISASI

3.1 Informasi dari kandidat dan, jika relevan, tempat kerja kandidat digunakan
untuk mengidentifikasi kebutuhan kontekstualisasi
3.2 Saran yang diberikan oleh paket pelatihan atau pengembang kursus yang
relevan diperiksa dengan kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi
3.3 Alat asesmen yang ada dianalisis dan amandemen yang diperlukan dicatatat
untuk mengatasi kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi
3.4 Peluang untuk kegiatan asesmen terintegrasi diidentifikasi dan setiap
perubahan yang diperlukan untuk alat asesmen dicatat.

41
11
3/9/19

Latihan 3. Identifikasi kebutuhan Modifikasi dan kontekstualisasi !

4.1 Menganalisis instrumen


asesmen yang tersedia untuk
kesesuaian penggunaan dianalisisi,
dan modifikasi yang diperlukan
diidentifikasi.

4.5 Draf instrumen asesmen


memenuhi standar yang 4.2 Instrumen asesmen untuk
4. ELEMEN 4:
disyaratkan dan kebutuhan tempat
kerja / kandidat tertentu serta
catat hasil pemeriksaan diperiksa,
memenuhi standar dan kebutuhan
tempat kerja / kandidat yang
diperlukan dikembangkan.
MENGEMBANG
dicatat dan dikonfirmasi
KAN MATERI
UJI
KOMPETENSI
4.4 Instruksi yang jelas ditulis
4.3 Instrumen asesmen terhadap
untuk kandidat dan penilai
mengenai penggunaan instrumen persyaratan unit atau kursus
asesmen dipetakan

42
12
3/9/19

4.1 MENGANALISIS INSTRUMEN ASESMEN YANG TERSEDIA UNTUK KESESUAIAN


PENGGUNAAN DIANALISISI, DAN MODIFIKASIYANG DIPERLUKAN
DIIDENTIFIKASI.

¡ Identifikasi materi uji kompetensi yang tersedia


¡ Identifikasi Materi Uji Kompetisi yang direncanakan dalam
perencanaan
¡ Identifiksi MUK yang belum tersedia berdasarkan rencana
asesmen
¡ Identifikasi MUK yang tesedia perlu dimodifikasi sesuai
konteks yang direncanakan

Pahami perbedaan Perangkat Asesmen dan Materi Uji


Kompetensi
Kembangkan MUK pengamatan langsung/Observasi
4.2 MUK UNTUK demonstrasi.
MEMENUHI
STANDAR DAN Kembangkan MUK Kegiatan terstruktur
KEBUTUHAN
TEMPAT KERJA / Kembangkan MUK Verifikasi Portfolio
KANDIDAT YANG
DIPERLUKAN
DIKEMBANGKAN Kembangkan MUK Tinjauan produk

Kembangkan MUK Pertanyaan tertulis

43

13
3/9/19

Perangkat asesmen adalah instrumen


Perangkat asesmen (materi uji) dan prosedur yang digunakan
untuk mengumpulkan dan menafsirkan
adalah bahan yang bukti kompetensi:
memungkinkan • Instrumen adalah aktivitas atau pertanyaan
MATERI UJI Anda spesifik yang digunakan untuk mengases
kompetensi dengan metode asesnen yang
dipilih. Instrumen asesnen/materi uji
KOMPETENSI? mengumpulkan Kompetensi dapat didukung oleh profil
bukti kinerja yang dapat diterima dan aturan atau
pedoman pengambilan keputusan untuk
menggunakan digunakan oleh asesor.
• Prosedur adalah informasi atau instruksi yang
metode asesmen diberikan kepada kandidat dan asesor tentang
bagaimana asesmen akan dilakukan dan dicatat.
yang Anda pilih. • Mereka juga dapat, jika dirancang dengan baik,
digunakan untuk tujuan pencatatan dan pelaporan.

44

14
3/9/19

MENGEMBANGKAN MUK:
PENGAMATAN LANGSUNG (PEKERJAAN NYATA / AKTIVITAS WAKTU NYATA DI TEMPAT KERJA,
AKTIVITAS KERJA DALAM LINGKUNGAN TEMPAT KERJA YANG DISIMULASIKAN)

Checklist
Observasi

Observasi adalah metode penting untuk asesmen berbasis kompetensi, yang Pertanyaan
mengharuskan kandidat untuk menunjukkan tidak hanya apa yang mereka ketahui,
tetapi juga apa yang bisa mereka lakukan. Sejumlah lembaga dapat dikembangkan mendampingi
untuk mendukung metode asesmen ini, mencakup: checklists

Daftar periksa pengamatan langsung dirancang untuk menentukan Instruksi kepada


kompetensi yang ditunjukkan terhadap elemen kompetensi dan kriteria kandiddat dan
unjuk kerja yang terkait. asesor/observers

Untuk konteksnya, juga terhadap spesifikasi dan persyaratan


tempat kerja (exp: standar spesifikasi produk dan SOP)

45

15
3/9/19

MENGEMBANGKAN MUK:
KEGIATAN TERSTRUKTUR (LATIHAN SIMULASI DAN PERMAINAN PERAN, PROYEK,
PRESENTASI, LEMBAR KEGIATAN)

Dalam kasus di mana Anda membangun kegiatan asesnen terstruktur


/ disimulasikan untuk mengases kompetensi, Anda perlu
mengembangkan serangkaian asesmen, yang dapat mencakup:

skrip untuk orang


instruksi untuk
skenario / garis yang terlibat Checklist
kandidat dan
besar situasi dalam kegiatan / observasi
asesor
simulasi

46

16
3/9/19

Skenario dapat berupa kartu sederhana yang menguraikan


skenario kepada kandidat, peserta lain, dan asesor.

skrip untuk Anda harus menyediakan skrip untuk setiap peserta LATIHAN
yang membantu menciptakan situasi.
orang yang SIMULASI
terlibat dalam DAN
kegiatan / PERMAINAN
simulasi PERAN
instruksi untuk Selain informasi yang harus diberikan kepada
kandidat yang menghadapi tugas asesnen, kandidat
kandidat dan harus diberitahu tentang apa yang diases melalui
asesor dramatisasi.

Checklist Dapat menggunakan daftar periksa pengamatan


demonstrasi
observasi

INSTRUKSI ASESOR UNTUK SIMULASI RESPONS TUMPAHAN


BERBAHAYA (CONTOH)

47

17
3/9/19

ctd example

PENJELASAN SINGKAT PROYEK TERKAIT PEKERJAAN

Saat mengases proyek yang terkait dengan pekerjaan


seperti mendesain produk, menulis dokumen tempat
kerja, menyelesaikan masalah, melakukan presentasi, Ringkasan proyek atau lembar instruksi
mengembangkan proposal untuk manajemen, Anda
mungkin merasa berguna untuk merancang penjelasan proyek Anda harus menjabarkan sebagai
singkat proyek atau lembar instruksi. Proyek dapat berikut:
dirancang untuk diselesaikan oleh individu atau
kelompok.
• tujuan proyek - elemen kompetensi mana yang harus
ditunjukkan melalui proyek
• sumber daya yang mungkin digunakan kandidat
• harapan kinerja tertentu
• siapa yang akan mengamati kinerja atau mengases produk
• instruksi untuk kandidat, termasuk jangka waktu dan
informasi terkait lainnya.

48

18
3/9/19

MENGEMBANGKAN INSTRUMEN PENILAIAN:


VERIFIKASI PORTFOLIO (ALAT UNTUK BUKTI YANG DIKOMPILASI OLEH KANDIDAT) (CONTOH KERJA YANG DISUSUN OLEH
KANDIDAT, PRODUK DENGAN DOKUMENTASI PENDUKUNG, BUKTI HISTORIS, JURNAL ATAU BUKU CATATAN, INFORMASI TENTANG
PENGALAMAN HIDUP)

¡ Dalam beberapa kasus, para kandidat, termasuk mereka yang mencari


pengakuan atas pembelajaran mereka sebelumnya, dapat mengumpulkan
bukti tambahan, seperti portofolio, koleksi sampel kerja, produk dengan
dokumentasi pendukung, bukti historis, jurnal / buku catatan atau informasi
tentang pengalaman hidup. Dengan masing-masing metode penilaian ini,
instruksi untuk kandidat, dan kriteria untuk evaluasi sangat penting.
¡ Ada contoh praktik buruk. Calon, terutama mereka yang mencari RPL, tidak
didukung dalam upaya mereka untuk memberikan bukti, dan akibatnya
menyerah atau mengumpulkan banyak bukti yang gagal memenuhi aturan
bukti.
¡ Jika metode ini digunakan, sangat penting bahwa alat yang menyertainya
memberikan instruksi yang jelas kepada asesor dan kandidat.

49

19
3/9/19

ALAT UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN DAN PENILAIAN


PORTOFOLIO

Portofolio adalah kumpulan bahan


yang disiapkan oleh kandidat Jika Anda memilih untuk
untuk menunjukkan pengetahuan, menggunakan portofolio, sebagai
keterampilan, dan pemahaman bagian dari bukti yang menjadi
Semakin banyak metode yang
mereka. Ini sering digunakan dasar asesmen Anda, pedoman
digunakan untuk mengumpulkan
sebagai alat bagi kandidat yang Anda untuk kandidat perlu
bukti untuk metode asesmen
mencari RPL. Pendekatan baru meninggalkan keraguan mengenai
cermin RPL yang digunakan dalam
yang disederhanakan untuk RPL tujuan dan komposisi portofolio
program pelatihan. Ini termasuk
mendorong metode asesmen yang diharapkan. Portofolio bisa
asesmen mandiri, proses
yang mengurangi ketergantungan memakan waktu lama untuk
wawancara dan / atau pengamatan
sebelumnya pada bukti berbasis dikompilasi dan diasesmen, jadi
langsung baik pada pekerjaan di
kertas dan memberikan jika Anda memilih untuk
tempat kerja, atau dalam
kesempatan bagi kandidat untuk menggunakan metodologi ini,
lingkungan yang disimulasikan.
mengumpulkan bukti kompetensi Anda perlu berhati-hati dalam
mereka dalam berbagai cara yang mengembangkan pedoman yang
lebih sesuai dengan persyaratan tepat.
unit / unit.

BAHAN-BAHAN PORTOFOLIO
BENTUK BUKTI PENERAPAN
Jadwal Self-assessment Mengizinkan kandidat menilai kinerjanya sendiri terhadap persyaratan unit
kompetensi yang relevan.
Transkrip resmi, kualifikasi, Pernyataan Memberikan bukti pendidikan atau pelatihan sebelumnya yang diselesaikan di
Pencapaian, sertifikat tempat atau di luar pekerjaan.
Umpan balik asesmen atau daftar Memberikan bukti kinerja di tempat kerja, komentar pengamat dan tindakan di
periksa yang lengkap masa depan sebagai hasil dari asesmen.
Pernyataan atau referensi tertulis Memberikan bukti kinerja, tanggung jawab, prestasi, dan tingkat keterampilan
kandidat.
Deskripsi pekerjaan Memberikan bukti pengalaman kerja sebelumnya.
Jurnal kerja Memberikan bukti tugas, kegiatan, atau prestasi lain yang dicapai oleh kandidat
selama berhari-hari atau berminggu-minggu di tempat kerja atau dalam peran
komunitas / relawan.
Contoh pekerjaan, misalnya laporan, Memberikan bukti kemampuan kandidat untuk melakukan sebagian atau
surat, desain. seluruh tugas atau proses kerja.
Produk jadi, misalnya alat selesai Memberikan bukti kemampuan kandidat untuk menghasilkan produk atau
layanan.
Deskripsi atau spesifikasi produk Memberikan bukti bahwa kandidat mengetahui input, output atau standar yang
diperlukan untuk menghasilkan produk atau menyediakan layanan.
Deklarasi berdasarkan undang- Memberikan bukti bahwa sampel pekerjaan adalah pekerjaan kandidat.
undang

50

20
3/9/19

MENGEMBANGKAN MUK:
TINJAUAN
Produk yang merupakan Alat yang dapat
PRODUK (Testimonial output dari partisipasi dalam dikembangkan untuk metode
dan laporan dari pemberi suatu proyek, atau sampel ini dapat mencakup
kerja dan penyelia, bukti atau produk kerja dapat spesifikasi produk dan
pelatihan, pencapaian menjadi bagian dari bukti daftar periksa sederhana
sebelumnya yang asesmen. untuk mengases produk
diautentikasi, wawancara
dengan pemberi kerja,
penyelia, atau rekan kerja)

51

21
3/9/19

1 2 3
Asesmen melibatkan 1) mengumpulkan Bukti pihak ketiga adalah bukti yang Seorang asesor tidak selalu dapat
bukti dan 2) membuat asesmen dikumpulkan dari penyelia, rekan kerja, mengamati seorang kandidat selama
profesional tentang kompetensi dan orang lain di tempat kerja untuk periode waktu tertentu dan beberapa
berdasarkan bukti itu. mendukung keputusan asesmen. kompetensi sulit untuk dinilai hanya
dengan melakukan observasi. Oleh
karena itu, mengumpulkan bukti pihak
ketiga dapat menjadi bagian penting dari
proses asesmen.

ALAT UNTUK UMPAN BALIK PIHAK KETIGA

52

22
3/9/19

MENGEMBANGKAN MUK:
PERTANYAAN (ASESMEN MANDIRI, PERTANYAAN TERTULIS, WAWANCARA, PERTANYAAN
VERBAL, KUESIONER, UJIAN LISAN ATAU TERTULIS)

Asesmen Mandiri:
• Suatu proses yang memungkinkan siswa / kandidat diases untuk
mengumpulkan dan memberikan bukti pada kinerja mereka sendiri
terhadap standar kompetensi.
• Asesmen mandiri sering digunakan sebagai alat asesmen awal untuk
membantu asesi dan asesor menentukan bukti apa yang tersedia dan di
mana kesenjangannya.

Ujian:
• Tertu;is
• Oral

Kedua kategori itu berguna untuk mengembangkan


Biasanya, pengetahuan
Pertanyaan tertulis dapat lembar jawaban dari jawaban yang benar. Dalam hal
faktual daripada laporan atau esai yang lebih panjang, khususnya ketika
diarahkan sehingga calon
penerapannya yang sedang kandidat diminta untuk menganalisis atau mengevaluasi
diminta untuk: situasi / informasi, Anda perlu menentukan kriteria yang
diuji akan menentukan kecukupan respons..

pilih jawaban yang benar, buat jawabannya sendiri,


diberikan beberapa pilihan atau seperti dalam jawaban
pilihan benar / salah, atau
untuk mencocokkan informasi
jawaban pendek atau
dengan satu set informasi yang laporan atau esai yang lebih
diberikan panjang.

PERTANYAAN TERTULIS

53

23
3/9/19

PERTANYAAN TERTULIS

berguna untuk mengases pengetahuan dasar dan untuk


Dapat melengkapi bukti yang dikumpulkan melalui real time /
kerja nyata dan kegiatan terstruktur.
ditanyakan dalam situasi pengujian atau sebagai bagian dari
Can Be
kegiatan terstruktur.

menyadari manfaat dan keterbatasan penggunaan


Perlu
pertanyaan tertulis.

MANFAAT MENGGUNAKAN PERTANYAAN TERTULIS

¡ alat yang berharga di mana pengetahuan


membentuk elemen kunci dari kinerja yang
kompeten harus terstruktur dengan baik
untuk memperoleh bidang-bidang utama
pengetahuan dan pemahaman dapat menjadi
efektif biaya dan waktu, terutama ketika:
o digunakan dengan kelompok besar
o selesai di lokasi terpencil atau jauh dari tempat
kerja
o digunakan untuk membakukan proses asesmen.

54

24
3/9/19

KETERBATASAN MENGGUNAKAN PERTANYAAN TERTULIS.

Mungkin:
¡ tidak adil karena bergantung pada tingkat literasi dan
pemahaman yang mungkin berada di luar tingkat unit
kompetensi (seperti keterampilan menulis dan bahasa yang
diperlukan untuk membangun tanggapan yang koheren)
¡ mengukur pengetahuan tetapi tidak dapat mengkonfirmasi
kemampuan untuk menerapkan pengetahuan itu
¡ dipilih karena kenyamanan administrasi atau efisiensi ekonomi
daripada kegunaan sebagai sumber bukti yang valid
¡ terstruktur dengan buruk atau memungkinkan margin
kesalahan / tebakan (melalui pilihan ganda / pertanyaan benar-
salah) begitu tinggi sehingga mendistorsi hasil dan validitas
hasil.

Pertanyaan tertulis

selected-response questions constructed-response questions

menyelesaikan pertanyaan /
Salah/benar
mengisi kekosongan

pertanyaan dengan jawaban


Pilihan berganda
singkat

respons jawaban lengkap /


pertanyaan mencocokan
pertanyaan laporan pendek.

55

25
3/9/19

PERBEDAAN ANTARA SELECTED AND CONSTRUCTED


RESPONSE QUESTIONS

Pertanyaan Selected Pertanyaan Constructed


response response
• Memakan waktu bagi asesor untuk • Relatif mudah bagi asesor untuk
menulis menulis
• Cepat menjawab untuk kandidat • Membutuhkan kandidat lebih banyak
waktu untuk menyelesaikan
• Cepat menilai dan memberi skor • Membuat asesor lebih lama untuk
menilai dan mememberi skor

Dari Unit kompetensi:


Pengetahuan yang Dibutuhkan
Kertrampilan yang Dibutuhkan
Aspek kritis
SUMBER Elemen
PERTANYAAN KUK
TERTULIS
Batasan variable
Panduan penilaian
Dari patokan lain yang terkait dengan unit:
5 Dimensi Kompetensi

Employability skills

56

26
3/9/19

57

27
3/9/19

58

28
3/9/19

Kembangkan
MUK! Instrumen asesmen mandiri

Daftar periksa pengamatan bukti


LATIHAN 4: langsung untuk unit kompetensi
tertentu.
Pertanyaan struktur untuk unit
kompetensi tertentu.

4.3 INSTRUMEN ASESMEN TERHADAP PERSYARATAN UNIT


DIPETAKAN.

01 02 03 04 05
MUK pengamatan MUK Kegiatan MUK Verifikasi MUK Tinjauan MUK Pertanyaan
langsung/Observasi terstruktur Portfolio produk tertulis
demonstrasi.

59

29
3/9/19

4.4 INSTRUKSI YANG JELAS


DITULIS UNTUK
KANDIDAT DAN ASESOR
MENGENAI
PENGGUNAAN
INSTRUMEN ASESMEN

4.5 DRAF INSTRUMEN ASESMEN


MEMENUHI STANDAR YANG
DISYARATKAN DAN
KEBUTUHAN TEMPAT KERJA /
KANDIDAT TERTENTU SERTA
CATATAN HASIL
PEMERIKSAAN DIPERIKSA,
DICATAT DAN DIKONFIRMASI

60

30
3/9/19

Terimakasih

61

31
MELAKSANAKAN
ASESMEN

2019 62
3/17/19

MELAKSANAKAN
ASESMEN

SKKNI P.85ASM00.003.2-2018

2019

TUJUAN INSTRUKSIONAL
• Calon harus menunjukkan bukti kemampuan untuk
menyelesaikan tugas yang diuraikan dalam elemen dan Kriteria
Unjuk Kerja (KUK) unit ini, termasuk:
o asesmen setidaknya 3 kandidat dalam konteks pendidikan dan pelatihan
kejuruan (VET) maupun di tempat kerja. Dua kandidat dibawah supervisi
Master Asesor yang melatih, dan satu kandidat pada saat asesmen oleh
asesor dari lembaga sertifikasi.

63
1
3/17/19

ELEMEN
KRITERIA UNJUK KERJA
KOMPETENSI
1. Menetapkan dan 1. Rencana asesmen diinterpretasi, kemudian kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta
persyaratan organisasi /hukum/etika pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang
memelihara relevan.
lingkungan 2. Acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat asesmen yang akan digunakankan
asesmen diakses dan diinterpretasi guna mememastikan bukti dan cara pengumpulan bukti.
3. Rincian mengenai rencana asesmen dan proses asesmen dijelaskan, dibahas dan diklarifikasi
dengan asesi, termasuk kesempatan untuk melakukan penyesuaian yang beralasan, asesmen
ulang dan banding.
4. Jika relevan, usulan perubahan terhadap proses asesmen dirundingkan dan disepakati dengan
asesi.
2. Mengumpulkan 1. Rencana asesmen diikuti sebagai panduan dalam melaksanakan asesmen, guna penentuan
kompetensi, metode asesmen dan perangkat asesmen digunakan untuk mengumpulkan,
bukti yang mengorganisasikan dan mendokumentasikan bukti dalam format yang sesuai.
berkualitas 2. Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti diterapkan dalam pengumpulan bukti yang
berkualitas.
3. Kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang teridentifikasi dan persyaratan organisasi/ hukum/
etika untuk asesmen dibahas.

ELEMEN
KRITERIA UNJUK KERJA
KOMPETENSI
3.Mendukung asesi 1. Asesi dibimbing dalam pengumpulan bukti guna pencapaian pengakuan kompetensi
terkini.
2. Komunikasi yang sesuai dan keterampilan interpersonal digunakan untuk
mengembangkan hubungan yang profesional dengan asesi, yakni hubungan yang
merefleksikan kepekaan terhadap perbedaan individu dan memungkinkan terjadinya
umpan balik dua arah.
3. Bila diperlukan, keputusan-keputusan mengenai penyesuaian yang beralasan
berdasarkan kebutuhan dan karakteristik asesi dibuat bersama asesi.
4. Penyesuaian-penyesuaian yang beralasan dibuat sedemikian sehingga dapat
mempertahankan integritas standar kompetensi yang relevan dan memungkinkan
prinsip-prinsip asesmen dan aturan bukti dapat diterapkan secara berimbang.
5. Bila ada, dukungan spesialis sesuai rencana asesmen diakses.
6. Risiko kesehatan dan keselamatan kerja apa pun terhadap orang atau peralatan
ditanggulangi dengan segera.

64

2
3/17/19

ELEMEN
KRITERIA UNJUK KERJA
KOMPETENSI
4. Membuat 1. Keterbatasan perolehan dan evaluasi bukti yang berkualitas diidentifikasi dan bila perlu
keputusan asesmen diminta arahan dari orang yang relevan.
2. Bukti yang telah terkumpul diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti
tersebut dapat merefleksikan bukti yang diperlukan dalam memperlihatkan kompetensi
dan:
• mencakupi seluruh bagian komponen standar kompetensi yang dijadikan acuan
pembanding asesmen dan dimensi kompetensi.
• memperhatikan dokumentasi terkait lainnya.
• memenuhi aturan bukti.
3. Pertimbangan berdasarkan prinsip asesmen dan aturan bukti digunakan untuk
memutuskan pencapaian kompetensi yang telah didemonstrasikan asesi berdasarkan
bukti yang dikumpulkan.
4. Dalam membuat keputusan asesmen, kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang
relevan dan pertimbanganpertimbangan organisasi/hukum/etika digunakan.
5. Umpan balik yang jelas dan membangun terkait keputusan asesmen diberikan kepada
asesi, dan bila perlu dikemukakan pula rencana tindak lanjut.

ELEMEN
KRITERIA UNJUK KERJA
KOMPETENSI
5. Merekam dan 1. Hasil asesmen segera dicatat secara akurat sesuai dengan kebijakan dan
melaporkan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika.
keputusan asesmen 2. Laporan asesmen dilengkapi dan diproses sesuai dengan kebijakan dan
prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika.
3. Bila diperlukan, rekomendasi tindak lanjut diserahkan kepada orang yang
relevan.
4. Bila diperlukan, dengan memperhatikan ketentuan kerahasiaan, pihak-pihak
terkait lainnya diberitahu tentang keputusan asesmen.
6. Meninjau proses 1. Proses asesmen ditinjau berdasarkan kriteria yang ada melalui konsultasi
asesmen dengan orang yang relevan guna perbaikan dan perubahan pelaksanaan
asesmen di masa datang.
2. Tinjauan didokumentasi dan direkam sesuai dengan kebijakan dan prosedur
sistem asesmen yang relevan serta persyaratan organisasi/hukum/etika.
3. Keterampilan kematangan berfikir (refleksi) secara mandiri digunakan untuk
meninjau dan mengevaluasi praktek asesmen.

65

3
3/17/19

PROSES ASESMEN
2. Mengumpulkan bukti 4. Membuat keputusan 6. Meninjau proses
yang berkualitas asesmen asesmen.

1. Menetapkan dan 3. Mendukung asesi 5. Merekam dan


memelihara lingkungan melaporkan keputusan
asesmen asesmen

Unit kompetensi ini berhubungan dengan


pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
yang dibutuhkan dalam mengembangkan
perangkat
asesmen.

Penerapan Unit: Unit ini dapat digunakan


Deksripsi untuk pengembangan perangkat asesmen,
termasuk Recognition of Prior Learning (RPL)
unit di dalam sistem asesmen berbasis kompetensi,
pengembangan perangkat asesmen pada
lembaga sertifikasi profesi, lembaga pelatihan
dan lembaga pendidikan.

Skills for employability (kompetensi untuk


bekerja) dalam unit ini sudah menjadi bagian
dari kriteria unjuk kerja.

66

4
3/17/19

1. Menetapkan dan memelihara lingkungan


asesmen
KRITERIA UNJUK KERJA
1. Rencana asesmen diinterpretasi, kemudian kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta
persyaratan organisasi /hukum/etika pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang
relevan.
2. Acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat asesmen yang akan digunakankan
diakses dan diinterpretasi guna mememastikan bukti dan cara pengumpulan bukti.

3. Rincian mengenai rencana asesmen dan proses asesmen dijelaskan, dibahas dan diklarifikasi
dengan asesi, termasuk kesempatan untuk melakukan penyesuaian yang beralasan, asesmen
ulang dan banding.
4. Jika relevan, usulan perubahan terhadap proses asesmen dirundingkan dan disepakati dengan
asesi.

Rencana asesmen adalah keseluruhan dokumen perencanaan yang akan


digunakan dalam proses asesmen, dapat mencakupi:
Standar kompetensi
Hubungan dengan
Maksud dan tujuan Personel yang relevan dan
Konteks asesmen kebijakan dan Rencana bukti
asesmen teridentifikasi dokumentasi
prosedur asesmen
asesmen lainnya

Metode dan Kemungkinan Identifikasi bahaya Pengaturan


Bahan dan/atau
perangkat asesmen pengklasteran unit K3, termasuk organisasi Persyaratan
sumber daya fisik
yang telah kompetensi sesuai asesmen resiko dan pelaksanaan pelaporan K3
yang dibutuhkan
ditentukan tujuan asesmen strategi pengawasan asesmen

Kebutuhan khusus Kerangka urutan Kaitan dg rencana


asesmen, sebagai kerja, penentuan Prosedur asesmen pengorganisasian
PPAP

contoh persyaratan waktu dan target mandiri asesmen, kebijakan


01

pelindung diri waktu asesmen dan prosedur

1.1 Rencana asesmen diinterpretasi, kemudian kebijakan dan prosedur


sistem asesmen serta persyaratan organisasi /hukum/etika
pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang relevan

67

5
3/17/19

Acuan pembanding asesmen merujuk kepada


Kriteria yang digunakan untuk mengases asesi,
dapat berupa:
a. unit/ sejumlah unit standar kompetensi.
b. kriteria asesmen kurikulum pelatihan.
c. spesifikasi kinerja.
d. spesifikasi produk.

1.2 Acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat asesmen yang akan
digunakankan diakses dan diinterpretasi guna mememastikan bukti dan cara
pengumpulan bukti.

Perangkat asesmen, termasuk:

instrumen dan prosedur pengumpulan serta interpretasi bukti sesuai metode asesmen yang telah dirancang, dapat
mencakupi:
1. instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan bukti, seperti
§ profil ukuran kinerja yang dapat diterima
§ template dan proforma
§ pertanyaan atau kegiatan spesifik
§ daftar periksa bukti dan observasio
§ daftar periksa untuk mengevaluasi sampel pekerjaan
§ materi asesmen diri kandidat
2. prosedur, informasi, dan instruksi untuk penilaidan kandidat yang terkait dengan penggunaan
asesmeninstrumen dan kondisi asesmen.

68

6
3/17/19

penyesuaian proses asesmen disebabkan keterbatasan asesi terhadap persyaratan


bahasa, literasi dan numerasi.
1.3 Rincian penyediaan dukungan pembaca, penterjemah, pelayan, penulis.
mengenai rencana
asesmen dan proses penggunaan teknologi adaptif atau peralatan khusus.

asesmen dijelaskan, pelaksanaan asesmen secara fleksibel karena alasan keletihan atau keperluan
dibahas dan pengobatan.
diklarifikasi dengan penyediaan peralatan asesmen berupa braille, audio/video-tape.
asesi, termasuk
kesempatan untuk penyesuaian fisik tempat/lingkungan asesmen.

melakukan penyesuaian metode/perangkat asesmen.


penyesuaian yang
beralasan, asesmen pertimbangan umur/gender asesi.
ulang dan banding.
pertimbangan budaya/tradisi/agama

• bantuan oleh pihak ketiga, seperti perawat atau


penterjemah
• dukungan dari pendidik spesialis

• penyediaan kegiatan asemen online yang


dikembangkan

DUKUNGAN • dukungan untuk kandidat dan asesor terpencil atau


terisolasi
SPESIALIS • dukungan dari ahli suatu bidang atau ahli
keselamatan
• saran dari pihak berwenang

• tim penilai dan panel

• dukungan dari lead asesor

• saran dari para ahli pengembangan kebijakan.

69

7
3/17/19

1.4 Jika relevan, usulan


perubahan terhadap
proses asesmen
dirundingkan dan
disepakati dengan asesi.

LATIHAN 1
INSTRUKSI KERJA: Menetapkan dan memelihara lingkungan Dokumen/ media Status

asesmen
1. Interpretasi Rencana asesmen, kemudian kebijakan dan prosedur sistem asesmen FR.AC.01
serta persyaratan organisasi /hukum/etika pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan
dengan orang yang relevan.
2. Akses dan interpretasi acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat Unit
asesmen yang akan digunakan guna mememastikan bukti dan cara pengumpulan kompetensi,
bukti. Instrumen
asesmen
3. Jelaskan, bahas, dan klarifikasi rincian mengenai rencana asesmen dan proses Diskusikan
asesmen dengan asesi, termasuk kesempatan untuk melakukan penyesuaian yang dengan asesi
beralasan, asesmen ulang dan banding.
4. Jika relevan, rundingkan usulan perubahan terhadap proses asesmen dan Diskusikan
disepakati dengan asesi. dengan asesi

70

8
3/17/19

2.1 Rencana asesmen diikuti sebagai panduan dalam


melaksanakan asesmen, guna penentuan kompetensi,
metode asesmen dan perangkat asesmen digunakan
untuk mengumpulkan, mengorganisasikan dan
mendokumentasikan bukti dalam format yang sesuai.

2. 2.2 Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti

Mengumpulka diterapkan dalam pengumpulan bukti yang berkualitas.

n bukti yang
berkualitas 2.3 Kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang
teridentifikasi dan persyaratan organisasi/ hukum/ etika
untuk asesmen dibahas.

2.1 Rencana asesmen teknik khusus


diikuti sebagai yang Observasi langsung
digunakan
panduan dalam untuk
melaksanakan mengumpulk
an berbagai
Aktivitas terstruktur
asesmen, guna jenis bukti,
penentuan seperti:
Berbagai lembar aktivitas
kompetensi, metode
asesmen dan
perangkat asesmen
Mengajukan pertanyaan
digunakan untuk
mengumpulkan, Portofolio bukti
mengorganisasikan
dan Meninjau ulang produk-produk
mendokumentasikan
bukti dalam format Umpan balik dari pihak ketiga.
yang sesuai.

71

9
3/17/19

2.2 Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti


diterapkan dalam pengumpulan bukti yang berkualitas
Prinsip-Prinsip asesmen Aturan Bukti
Validitas asesmen valid ketika proses menilai Sahih/Vali • Berkaitan dengan unit kompetensi yang tepat.
apa yang diklaimnya dinilai. • Mencerminkan kelima dimensi kompetensi.
d
• Memberikan bukti keterampilan kerja.
Reliabilitas Reliabilitas mengacu pada konsistensi • Apakah sesuai dengan keberpihakan Kerangka
interpretasi bukti dan konsistensi hasil Kualifikasi Nasional yang sedang dinilai.
asesmen.
Fleksibilitas Fleksibilitas dalam asesmen melibatkan Memadai • Memberikan bukti yang cukup untuk membuat
pertimbangan berbagai kebutuhan asesmen tentang kompetensi individu dalam
pihak yang terlibat dalam proses kaitannya dengan kelima dimensi kompetensi.
asesmen. • Memenuhi semua persyaratan bukti untuk unit
kompetensi.
Keadilan asesmen adil ketika proses asesmen
dipahami dengan jelas oleh kandidat
dan disetujui oleh penilai dan kandidat Otentik • Apakah karya siswa sendiri (dan prosedur telah
dan ketika kebutuhan dan karakteristik dikembangkan untuk memastikan ini).
kandidat ditangani. Terkini • Kandidat menunjukkan bukti terkini

3. Mendukung asesi
3.1 Asesi dibimbing dalam pengumpulan bukti guna pencapaian pengakuan kompetensi terkini.
3.2 Komunikasi yang sesuai dan keterampilan interpersonal digunakan untuk mengembangkan
hubungan yang profesional dengan asesi, yakni hubungan yang merefleksikan kepekaan
terhadap perbedaan individu dan memungkinkan terjadinya umpan balik dua arah
3.3 Bila diperlukan, keputusan-keputusan mengenai penyesuaian yang beralasan berdasarkan
kebutuhan dan karakteristik asesi dibuat bersama asesi.
3.4 Penyesuaian-penyesuaian yang beralasan dibuat sedemikian sehingga dapat
mempertahankan integritas standar kompetensi yang relevan dan memungkinkan prinsip-
prinsip asesmen dan aturan bukti dapat diterapkan secara berimbang.
3.5 Bila ada, dukungan spesialis sesuai rencana asesmen diakses.
3.6 Risiko kesehatan dan keselamatan kerja apa pun terhadap orang atau peralatan ditanggulangi
dengan segera.

72

10
3/17/19

1. Keterbatasan perolehan dan evaluasi bukti yang berkualitas diidentifikasi dan bila perlu diminta arahan dari
orang yang relevan.
2. Bukti yang telah terkumpul diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti tersebut dapat
merefleksikan bukti yang diperlukan dalam memperlihatkan kompetensi dan:
• mencakupi seluruh bagian komponen standar kompetensi yang dijadikan acuan pembanding asesmen dan
dimensi kompetensi.
• memperhatikan dokumentasi terkait lainnya.
• memenuhi aturan bukti.
3. Pertimbangan berdasarkan prinsip asesmen dan aturan bukti digunakan untuk memutuskan pencapaian
kompetensi yang telah didemonstrasikan asesi berdasarkan bukti yang dikumpulkan.
4. Dalam membuat keputusan asesmen, kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan dan
pertimbanganpertimbangan organisasi/hukum/etika digunakan.
5. Umpan balik yang jelas dan membangun terkait keputusan asesmen diberikan kepada asesi, dan bila perlu
dikemukakan pula rencana tindak lanjut.

4. Buat keputusan asesmen

5. Merekam dan Melaporkan Keputusan Asesmen


5.1 Hasil asesmen segera dicatat secara akurat sesuai dengan kebijakan
dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/
etika.
5.2 Laporan asesmen dilengkapi dan diproses sesuai dengan kebijakan
dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/
etika.
5.3 Bila diperlukan, rekomendasi tindak lanjut diserahkan kepada orang
yang relevan.
5.4 Bila diperlukan, dengan memperhatikan ketentuan kerahasiaan,
pihak-pihak terkait lainnya diberitahu tentang keputusan asesmen.

73

11
3/17/19

FR.AC.01

6. Meninjau Proses Asesmen

6.1 Proses asesmen ditinjau berdasarkan kriteria yang ada melalui


konsultasi dengan orang yang relevan guna perbaikan dan
perubahan pelaksanaan asesmen di masa datang.
6.2 Tinjauan didokumentasi dan direkam sesuai dengan kebijakan
dan prosedur sistem asesmen yang relevan serta persyaratan
organisasi/hukum/etika.
6.3 Keterampilan kematangan berfikir (refleksi) secara mandiri
digunakan untuk meninjau dan mengevaluasi praktek asesmen.

74

12
3/17/19

75

13
3/17/19

TERIMA KASIH

76

14
MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM
VALIDASI ASESMEN

2019 77
3/17/19

MEMBERIKAN KONTRIBUSI
DALAM VALIDASI ASESMEN
SKKNI P.854900.047.01-2015

2019

TUJUAN INSTRUKSIONAL
Kandidat harus menunjukkan bukti kemampuan untuk menyelesaikan tugas yang
diuraikan dalam elemen dan Kriteria Unjuk Kerja unit Memberikan Kontribusi
dalam Validasi Asesmen ini dalam validasi asesmen, termasuk:
§ berpartisipasi aktif dalam minimal tiga sesi validasi yang membahas aspek
kritis validasi
§ dengan jelas mengidentifikasi tujuan untuk setiap validasi, dan tanggung jawab
hukum dan etika penilai
§ menyusun dan menyajikan dokumentasi untuk setiap validasi secara logis
§ berkomunikasi dan berhubungan dengan orang-orang yang relevan
§ memberikan umpan balik dan menafsirkan dokumentasi dalam sesi validasi
§ mencatat kontribusi mereka pada temuan validasi.

78

1
3/17/19

¡Unit ini mendeskripsikan


kinerja, ketrampilan dan
DESKRIPSI pengetahuan yang
UNIT dibutuhkan untuk
berpartisipasi dalam
proses validasi asesmen.

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


1.1 Tujuan, fokus dan konteks validasi dikonfirmasi dan didiskusikan
1. Menyiapkan dengan orang yang relevan.
proses validasi 1.2 Pendekatan validasi dibahas dan dikonfirmasi sesuai dengan tujuan
yang ditetapkan, konteks, kebijakan dan prosedur sistem asesmen
yang relevan serta persyaratan organisasi/hukum/etika.
1.3 Acuan Pembanding yang relevan untuk asesmen dianalisis dan bukti-
bukti yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi
disepakati bersama.
1.4 Setiap dokumen yang terkait yang relevan untuk proses validasi
diidentifikasi dan disepakati bersama.
1.5 Bahan-bahan yang akan digunakan dalam sesi validasi diperoleh, dibaca
dan diinterprestasikan, serta kegiatan-kegiatan validasi disepakati
bersama.

2.1 Partisipasi aktif dalamsesi dan kegiatan validasi didemonstrasikan


2. Memberikan dengan menggunakan keterampilan komunikasi yang sesuai.
kontribusi dalam 2.2 Partisipasi dalam sesi dan kegiatan validasi, termasuk meninjau,
membandingan dan mengevaluasi: keseluruhan proses asesmen,
proses validasi rencana asesmen, interpretasi standar kompetensi atau acuan
pembanding lainnya untuk asesmen, penyeleksian dan penerapan
metode asesmen, penyeleksian dan penggunaan perangkat asesmen
dan bukti yang dikumpulkan rekomendasi hasil asesmen termasuk
proses pengambilan keputusan.
2.3 Tinjauan, perbandingan dan evaluasi dilakukan sesuai dengan prinsip
asesmen dan aturan bukti.
2.4 Semua dokumen yang digunakan dalam proses validasi diperiksa
keakuratan dan keterkinian versi.

79

2
3/17/19

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


3. Memberikan kontribusi 3.1 Temuan validasi didiskusikan,
untuk hasil validasi dianalisis dan disepakati bersama
untuk mendukung perbaikan
kualitas asesmen.
3.2 Rekomendasi-rekomendasi untuk
meningkatkan praktek asesmen
didiskusikan, disepakati dan
dicatat.
3.3 Perubahan terhadap praktek
pelaksanaan asesmen yang timbul
akibat kegiatan validasi dan sesuai
dengan peran serta tanggung
jawab dalam melakukan asesmen,
diimplementasikan.

BUKTI PENGETAHUAN

Kandidat harus mampu menunjukkan pengetahuan penting untuk secara efektif


menyelesaikan tugas yang diuraikan dalam elemen dan kriteria unjuk kerja unit ini. Ini
termasuk pengetahuan tentang:
§ Cara menentukan bukti yang diperlukan untuk menunjukkan kompetensi dalam
lingkungan berbasis kompetensi
§ Alasan untuk melaksanakan validasi dan pendekatan berbeda untuk validasi yang
mungkin sesuai sebelum, selama dan setelah asesmen
§ Komponen perangkat asesmen
§ Aspek kritis validasi, termasuk validasi proses asesmen, metode, dan produk
§ Bagaimana prinsip-prinsip asesmen dibahas dalam validasi
§ Bagaimana aturan pembuktian ditangani dalam validasi
§ Undang-undang kesehatan dan keselamatan kerja, kode praktik, standar dan
pedoman yang berdampak pada asesmen
§ Kewajiban seorang asesor di bawah undang-undang dan / atau standar yang berlaku,
khususnya terkait dengan kegiatan validasi.

80

3
3/17/19

1. MENYIAPKAN PROSES ASESMEN


VALIDASI

01 02 03 04 05
Diskusikan dan Atur bahan untuk Periksa semua Analisis unit Bahan-bahan yang
konfirmasi tujuan, kegiatan validasi dokumen yang kompetensi yang akan digunakan
konteks dan ruang digunakan dalam relevan dan setujui dalam sesi validasi
lingkup proses proses validasi bukti yang diperlukan diperoleh, dibaca, dan
validasi dalam untuk akurasi dan untuk menunjukkan diinterpretasikan,
kebijakan dan kontrol versi kompetensi serta kegiatan-
prosedur sistem kegiatan validasi
disepakati bersama
asesmen yang
relevan

Kebijakan dan Prosedur Sistem Asesmen


• Pemilihan kandidat
• Dasar pemikiran dan tujuan asesmen berbasis kompetensi
• Catatan asesmen, dan manajemen data dan informasi
• Pengakuan kompetensi saat ini, pengakuan pembelajaran sebelumnya dan pengaturan kredit prosedur
pelaporan asesmen
• Banding asesmen
• Keluhan dan keluhan kandidat
• Validasi
• Evaluasi dan audit internal
• Biaya dan sumber daya
• Akses dan kesetaraan, dan penyesuaian yang wajar
• Pengaturan kemitraan
• Hubungan dengan sumber daya manusia atau sistem hubungan industrial
• Tautan dengan sistem manajemen kualitas keseluruhan.

81

4
3/17/19

BAHAN
q Perangkat asesmen
q Sampel bukti yang dikumpulkan
q Dokumentasi yang menjabarkan dasar keputusan asesmen
q Laporan dan catatan keputusan asesmen
q Sampel tolok ukur bukti yang sesuai
q Pedoman Asesmen paket pelatihan yang relevan
q Informasi dari panduan bukti dari unit kompetensi yang relevan.

KEGIATAN VALIDASI

• menganalisis dan meninjau:


o Perangkat asesmen
o bukti yang dikumpulkan
o keputusan asesmen dan catatan hasil asesmen
o aspek-aspek lain dari kebijakan, proses, dan hasil asesmen
• merekam bukti proses dan hasil validasi

82

5
3/17/19

PARTISIPASI DAPAT MENCAKUP PERBANDINGAN DAN EVALUASI:

· interpretasi unit
· Praktek asesmen · rencana asesmen
kompetensi

· metode asesmen
dan materi · keputusan · bukti yang
uji/asesmen asesmen dikumpulkan.
kompetensi

1. Demonstrasikan partisipasi aktif dalamsesi dan kegiatan validasi


dengan menggunakan keterampilan komunikasi yang sesuai.

2. Partisipasi dalam sesi dan kegiatan validasi, termasuk meninjau, membandingan dan
mengevaluasi: keseluruhan proses asesmen, rencana asesmen, interpretasi standar
kompetensi atau acuan pembanding lainnya untuk asesmen, penyeleksian dan penerapan
2. MEMBERIKAN metode asesmen, penyeleksian dan penggunaan perangkat asesmen dan bukti yang
dikumpulkan rekomendasi hasil asesmen termasuk proses pengambilan keputusan.
KONTRIBUSI DALAM
PROSES VALIDASI 3. Lakukan tinjauan, perbandingan dan evaluasi sesuai
dengan prinsip asesmen dan aturan bukti.

4. Periksa keakuratan dan keterkinian versi semua


dokumen yang digunakan dalam proses validasi.

83

6
3/17/19

3.1 Diskusikan, analisis, dan sepakati bersama temuan


validasi untuk mendukung perbaikan kualitas asesmen.

3. MEMBERIKAN
3.2 Diskusikan, sepakati, dan catat rekomendasi-
rekomendasi untuk meningkatkan praktek asesmen. KONTRIBUSI UNTUK
HASIL VALIDASI
3.3 Implementasikan perubahan terhadap praktek
pelaksanaan asesmen yang timbul akibat kegiatan validasi
dan sesuai dengan peran serta tanggung jawab dalam
melakukan asesmen, diimplementasikan.

84

7
3/17/19

TERIMA KASIH

85

8
LAMPIRAN

86
DOKUMEN FORMULIR
• PERENCANAAN AKTIVITAS
DAN PROSES ASESMEN
• MUK
UNIT KOMPETENSI:

1. FR-PAAP-01. Rencana Aktivitas Dan Proses Asesmen


2. FR.AI.01. Ceklis Observasi Untuk Aktivitas Di Tempat
Kerja Atau Tempat Kerja Simulasi
3. FR. AI.02. Pertanyaan Untuk Mendukung Observasi

4. FR.AI.01b. Penjelasan Singkat Proyek terkait Pekerjaan


5. FR.AI.04. Ceklis Evaluasi Portofolio
6. FR.AI.05. Formulir bukti pihak ketiga
7. FR. APL-02. ASESMEN MANDIRI
8. FR. AI-AE-01. Pertanyaan Tertulis
9. FR.AI-AE03. Pertanyaan Lisan
10. FR.AI.09. Ceklis Meninjau Materi Uji Kompetensi/ Materi
Asesmen
11. Dst..

Penyusun:
Tanggal
Ttd

Validasi oleh
Tanggal
Ttd

871

FR-PAAP-01. RENCANA AKTIVITAS DAN PROSES ASESMEN
Unit Kompetensi:
Kode Unit:

1. Pendekatan Asesmen
1.1. Asesi Hasil pelatihan dan / atau pendidikan:
Pekerja berpengalaman
Pelatihan / belajar mandiri
Hasil pelatihan /
Sertifi
Tujuan Asesmen kasi
RCC RPL proses Lainnya:
pembelajaran
Konteks Asesmen: Lingkungan Tempat kerja nyata Tempat kerja simulasi
Peluang untuk
mengumpulkan bukti Tersedia Terbatas
dalam sejumlah situasi
Hubungan antara
standar kompetensi
Bukti untuk mendukung asesmen / RPL: J K L
dan: Aktivitas kerja di tempat kerja kandidat: J K L

Kegiatan Pembelajaran: J K L
Siapa yang melakukan Oleh Lembaga Sertifikasi
asesmen / RPL
Oleh Organisasi Pelatihan
Oleh asesor perusahaan
Orang yang relevan Manajer sertifikasi LSP
untuk dikonfirmasi Master Assessor / Master Trainer / Asesor Utama kompetensi
Manajer pelatihan Lembaga Training terakreditasi / Lembaga Training terdaftar
Lainnya:
1.2 Tolok ukur asesmen Standar Kompetensi:
Kriteria asesmen dari kurikulum pelatihan
Spesifikasi kinerja suatu perusahaan atau industri:
Spesifikasi Produk:
Pedoman khusus:

2. Rencana Asesmen
Unit Kompetensi :
ELEMEN:
Jenis Metode dan Perangkat Asesmen
Bukti-Bukti bukti CL (Daftar Periksa), DIT (Daftar Instruksi Terstruktur), DPL (Daftar Pertanyaan
(Kinerja, produk, Lisan), DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis), VP (Verifikasi Portofolio), CUP (Ceklis
Portofolio, dan / Ulasan Produk).
atau hafalan)
pendukung, bukti sejarah, jurnal
tanya jawab lisan, angket, ujian
dilingkungan tempat kerja yang

disusun oleh kandidat, produk


(latihan simulasi dan bermain

atau buku catatan, informasi

wawancara dengan atasan,


(testimoni dan laporan dari
tentang pengalaman hidup)
(kerja nyata/aktivitas waktu

peran, proyek, presentasi,

diidentifikasi
wawancara, asesmen diri,
Obsevasi langsung

(sampel pekerjaaan yang


Verifikasi Portfolio

pencapaian sebelumnya,

atasan, atau rekan kerja)


atasan dan atasan, bukti
Kegiatan Struktur

Kriteria Unjuk Kerja


dengan dokumentasi
nyata di tempat kerja

(pertanyaan tertulis,

pelatihan, otentikasi
Review produk
lisan atau tertulis)

berdasarkan
Tanya Jawab
lembar kegiatan)
disimulasikan)

Kriteria Unjuk
L TL T
Lainnya : …..

Kerja dan
pendekatan
asesmen.

882


ELEMEN:
ELEMEN:
ELEMEN:

Unit Kompetensi
Unit Kompetensi
Unit Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja


Kriteria Unjuk Kerja
Kriteria Unjuk Kerja

:
:
:

Kerja dan
Kerja dan
Kerja dan

asesmen.
asesmen.
asesmen.

pendekatan
pendekatan
pendekatan

Bukti-Bukti
Bukti-Bukti
Bukti-Bukti

diidentifikasi
diidentifikasi

diidentifikasi

berdasarkan
berdasarkan
berdasarkan

atau hafalan)
atau hafalan)
atau hafalan)

Kriteria Unjuk
Kriteria Unjuk
Kriteria Unjuk

Portofolio, dan /
Portofolio, dan /
Portofolio, dan /

(Kinerja, produk,
(Kinerja, produk,
(Kinerja, produk,

L
L
L

TL
TL
TL

bukti
bukti
bukti

Jenis
Jenis
Jenis

T
T
T

Obsevasi langsung Obsevasi langsung Obsevasi langsung


(kerja nyata/aktivitas waktu (kerja nyata/aktivitas waktu (kerja nyata/aktivitas waktu
nyata di tempat kerja nyata di tempat kerja nyata di tempat kerja
dilingkungan tempat kerja yang dilingkungan tempat kerja yang dilingkungan tempat kerja yang
disimulasikan) disimulasikan) disimulasikan)
Kegiatan Struktur Kegiatan Struktur Kegiatan Struktur
(latihan simulasi dan bermain (latihan simulasi dan bermain (latihan simulasi dan bermain
peran, proyek, presentasi, peran, proyek, presentasi, peran, proyek, presentasi,
lembar kegiatan) lembar kegiatan) lembar kegiatan)
Tanya Jawab Tanya Jawab Tanya Jawab
(pertanyaan tertulis, (pertanyaan tertulis, (pertanyaan tertulis,
wawancara, asesmen diri, wawancara, asesmen diri, wawancara, asesmen diri,


tanya jawab lisan, angket, ujian tanya jawab lisan, angket, ujian tanya jawab lisan, angket, ujian
lisan atau tertulis) lisan atau tertulis) lisan atau tertulis)
Verifikasi Portfolio Verifikasi Portfolio Verifikasi Portfolio
(sampel pekerjaaan yang (sampel pekerjaaan yang (sampel pekerjaaan yang
disusun oleh kandidat, produk disusun oleh kandidat, produk disusun oleh kandidat, produk
dengan dokumentasi dengan dokumentasi dengan dokumentasi
pendukung, bukti sejarah, jurnal pendukung, bukti sejarah, jurnal pendukung, bukti sejarah, jurnal
atau buku catatan, informasi atau buku catatan, informasi atau buku catatan, informasi

Ulasan Produk).
Ulasan Produk).
Ulasan Produk).

tentang pengalaman hidup) tentang pengalaman hidup) tentang pengalaman hidup)

Review produk Review produk Review produk


(testimoni dan laporan dari (testimoni dan laporan dari (testimoni dan laporan dari

Metode dan Perangkat Asesmen


Metode dan Perangkat Asesmen
Metode dan Perangkat Asesmen

atasan dan atasan, bukti atasan dan atasan, bukti atasan dan atasan, bukti
pelatihan, otentikasi pelatihan, otentikasi pelatihan, otentikasi
pencapaian sebelumnya, pencapaian sebelumnya, pencapaian sebelumnya,
wawancara dengan atasan, wawancara dengan atasan, wawancara dengan atasan,

893
atasan, atau rekan kerja) atasan, atau rekan kerja) atasan, atau rekan kerja)

Lainnya : ….. Lainnya : ….. Lainnya : …..

CL (Daftar Periksa), DIT (Daftar Instruksi Terstruktur), DPL (Daftar Pertanyaan


CL (Daftar Periksa), DIT (Daftar Instruksi Terstruktur), DPL (Daftar Pertanyaan
CL (Daftar Periksa), DIT (Daftar Instruksi Terstruktur), DPL (Daftar Pertanyaan

Lisan), DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis), VP (Verifikasi Portofolio), CUP (Ceklis


Lisan), DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis), VP (Verifikasi Portofolio), CUP (Ceklis
Lisan), DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis), VP (Verifikasi Portofolio), CUP (Ceklis
Unit Kompetensi :
ELEMEN:
Jenis Metode dan Perangkat Asesmen
Bukti-Bukti bukti CL (Daftar Periksa), DIT (Daftar Instruksi Terstruktur), DPL (Daftar Pertanyaan
(Kinerja, produk, Lisan), DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis), VP (Verifikasi Portofolio), CUP (Ceklis
Portofolio, dan / Ulasan Produk).
atau hafalan)

pendukung, bukti sejarah, jurnal


tanya jawab lisan, angket, ujian
dilingkungan tempat kerja yang

disusun oleh kandidat, produk


(latihan simulasi dan bermain

atau buku catatan, informasi

wawancara dengan atasan,


(testimoni dan laporan dari
tentang pengalaman hidup)
(kerja nyata/aktivitas waktu

peran, proyek, presentasi,


diidentifikasi

wawancara, asesmen diri,


Obsevasi langsung

(sampel pekerjaaan yang


Verifikasi Portfolio

pencapaian sebelumnya,

atasan, atau rekan kerja)


atasan dan atasan, bukti
Kegiatan Struktur
Kriteria Unjuk Kerja

dengan dokumentasi
nyata di tempat kerja

(pertanyaan tertulis,

pelatihan, otentikasi
Review produk
lisan atau tertulis)
berdasarkan

Tanya Jawab
lembar kegiatan)
disimulasikan)
Kriteria Unjuk
L TL T

Lainnya : …..
Kerja dan
pendekatan
asesmen.

3. Modifikasi dan Kontekstualisasi:


3.1. Karakteristik kandidat:

3.2. Kebutuhan kontekstualisasi:

3.3. Saran yang diberikan oleh paket pelatihan


atau pengembang pelatihan

3.4. Peluang untuk kegiatan asesmen


terintegrasi dan mencatat setiap perubahan
yang diperlukan untuk alat asesmen

Orang yang Manajer sertifikasi LSP


relevan untuk
dikonfirmasi Master Assessor / Master Trainer / Asesor Utama kompetensi

Manajer pelatihan Lembaga Training terakreditasi / Lembaga Training


terdaftar
Lainnya:

Nama Tandatangan
Dibuat oleh:

Divalidasi oleh:

904

FR.AI.01. CEKLIS OBSERVASI UNTUK AKTIVITAS DI TEMPAT KERJA ATAU TEMPAT KERJA SIMULASI
Nama asesi:
Unit Kompetensi:
Nama asesor:
Tempat Uji Kompetensi:
Benchmark
Kriteria Unjuk Kerja Penillaian
No. Elemen (SOP / spesifikasi K BK
Lanjut
produk industri)

Kinerja Kandidat adalah: Memuaskan Tidak Memuaskan


Umpan Balik untuk Kandidat:

Tanda Tangan Asesi:


Tanda Tangan Asesor:

915

FR. AI.02. PERTANYAAN UNTUK MENDUKUNG OBSERVASI
Nama Asesi:
Name Asesor:
Unit kompetensi:

Tempat Uji Kompetensi:


Tanggal Asesmen:
Pertanyaan yang harus dijawab oleh kandidat Respon yang
memuaskan Ya
atau Tidak
1.
Tanggapan:
2.
Tanggapan:
3.
Tanggapan:
4.
Tanggapan:
5.
Tanggapan:
6.
Tanggapan:
Pengetahuan kandidat adalah Memuaskan Tidak Memuaskan
Umpan balik untuk kandidat:

Tanda Tangan Asesi:

Tanda Tangan Asesor:

Diadaptasi dari templat yang disediakan di Departemen Pendidikan dan Pelatihan, Australia. Merancang ainstrumen asesmen untuk hasil yang berkualitas di
VET, 2008.

926

FR.AI.01b. Penjelasan Singkat Proyek terkait Pekerjaan
Nama Asesi
Nama Asesor
Unit / kompetensi (kode dan judul)
Tujuan proyek

Lokasi
Tanggal Penyelesaian / Presentasi
Apa yang harus dipersiapkan atau
dilakukan atau dihasilkan
Apa yang perlu didemonstrasikan
Umpan balik untuk kandidat:

Tanta Tangan Asesi Tanda Tangan Asesor Nama & Tanda Tangan Supervisor Tempat
Kerja

937

FR.AI.04. CEKLIS EVALUASI PORTOFOLIO
Nama Asesi:
Nama Asesor:
Tempat kerja:
Nomor dan Judul Unit
Kompetensi:
Jenis Portofolio:

Dokumen portofolio menunjukkan kepatuhan Valid Memadai Asli Terkini


terhadap aturan bukti:
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.



Sebagai tindak lanjut dari hasil verifikasi bukti, substansi materi di bawah ini harus diklarifikasi selama wawancara:


Bukti tambahan diperlukan pada unit / elemen kompetensi sebagai berikut:

Tanda Tangan Asesi:


Tanda Tanga Asesor:

948

FR.AI.05. Formulir bukti pihak ketiga


Informasi Rahasia
Nama Asesi
LSP
Unit Kompetensi

Sebagai bagian dari asesmen untuk unit kompetensi, kami mencari bukti untuk mendukung asesmen tentang kompetensi asesi.
Sebagai bagian dari bukti kompetensi, kami mencari laporan dari penyelia dan orang lain yang bekerja sama dengan asesi.
Nama Pengawas :
Tempat kerja :
Alamat :
Telepon :

- Apakah Anda memahami bukti / tugas yang telah disediakan / dilakukan kandidat yang harus
Yes No
Anda komentari?
- Sudahkah asesor menjelaskan tujuan dari asesmen asesi? Yes No
- Apakah Anda tahu bahwa asesi akan melihat salinan formulir? Yes No
- Apakah Anda bersedia dihubungi jika verifikasi lebih lanjut dari pernyataan ini diperlukan? Yes No

Apa hubungan Anda dengan


asesi?
Berapa lama Anda bekerja
dengan asesi?
Seberapa dekat Anda bekerja
dengan asesi di area yang
dinilai?
Apa pengalaman teknis dan / atau
kualifikasi Anda di bidang yang
dinilai? (termasuk asesmen atau
kualifikasi pelatihan)

Apakah - melakukan tugas pekerjaan sesuai standar industri? Yes No


asesi - mengelola tugas pekerjaan secara efektif? Yes No
- menerapkan praktik kerja yang aman? Yes No
- menyelesaikan masalah di tempat kerja? Yes No
- bekerja dengan baik dengan yang lain? Yes No
- beradaptasi dengan tugas baru? Yes No
- mengatasi situasi yang tidak biasa atau tidak rutin? Yes No

Secara keseluruhan, apakah Anda yakin asesi melakukan


sesuai standar yang diminta oleh unit kompetensi secara
konsisten?
Identifikasi kebutuhan pelatihan lebih lanjut untuk asesi:

Ada komentar lain:

Tanda tangan pengawas: Tanggal:

Diadopsi dari templat yang disediakan di Departemen Pendidikan dan Pelatihan, Australia. Merancang alat asesmen untuk hasil yang
berkualitas di VET. 2008
959

FR. APL-02. ASESMEN MANDIRI
PANDUAN ASESMEN MANDIRI
Unit Kompetensi:
Instruksi:
• Baca setiap pertanyaan di kolom sebelah kiri
• Beri tanda centang (Ö) pada kotak jika Anda yakin dapat melakukan tugas yang dijelaskan.
• Isi kolom di sebelah kanan dengan mendaftar bukti yang Anda miliki untuk menunjukkan bahwa Anda melakukan tugas-tugas ini.
Dapatkah Saya? K BK Bukti
1. Elemen:
• Kriteria Unjuk Kerja:
o
o
o
o
2. Elemen:
• Kriteria Unjuk Kerja:
o
o
o
o
3. Elemen:
• Kriteria Unjuk Kerja:
o
o
o
o
4. Elemen:
• Kriteria Unjuk Kerja:
o
o
o
o
5. Elemen:
• Kriteria Unjuk Kerja:
o
o
o
o
Nama Asesi: Tanggal: Tanda Tangan Asesi:

Ditinjau oleh Pelatih dan / atau Asesor


• Nama Pelatih dan / atau Rekomendasi: Tanda Tangan dan Tanggal:
Asesor:

Diadaptasi dari templat yang disediakan di Departemen Pendidikan dan Pelatihan, Australia. Merancang instrumen asesmen dalam VET. 2008

10
96

FR. AI-AE-01. Pertanyaan Tertulis
Unit kompetensi / skema sertifikasi:
Nama Asesor:

Pilihan Ganda:
Jawab semua pertanyaan berikut dan serahkan ke Asesor Anda:
1.
a.
b.
c.
d.

2.
a.
b.
c.
d.

3.
a.
b.
c.
d.

4.
a.
b.
c.
d.

5.
a.
b.
c.
d.

6.
a.
b.
c.
d.

Catatan:
• Pertanyaan juga bisa menjadi pilihan benar dan salah.
• Daftar pertanyaan dapat berisi pertanyaan dari semua dimensi kompetensi, keterampilan kerja, dan aspek kritis. Jika ada pertanyaan
yang tidak dijawab, maka dapat dieksplorasi dari menilai melalui pertanyaan verbal.
• Pertanyaan juga dapat difokuskan pada akurasi dan presisi yang dapat membantu memberikan rekomendasi tindak lanjut untuk menilai.
• Pertanyaan presisi jika tidak dapat dijawab, penilai disarankan untuk menambahkan lebih banyak latihan / bekerja di bawah pengawasan,
sedangkan jika pertanyaan akurasi dilewatkan maka penilai direkomendasikan untuk pelatihan ulang.

11
97

FR.AI-AE03. Pertanyaan Lisan
Nama Asesi:
Nama Asesor:
Tempat Uji Kompetensi:
Unit Kompetensi:
Instruksi: 1. Ajukan pertanyaan kepada Asesi dari daftar terlampir untuk mengonfirmasi pengetahuan,
sebagaimana diperlukan.
2. Tempatkan centang di kotak untuk mencerminkan prestasi siswa (Lulus Kompeten ‘K’ atau Belum
Kompeten ‘BK’).
3. Tulis jawaban Asesi secara singkat di tempat yang disediakan untuk setiap pertanyaan.

Tanggapan
Pertanyaan
K BK
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

12
98

FR.AI.09. CEKLIS MENINJAU MATERI UJI KOMPETENSI/ MATERI ASESMEN

Kode Unit :
Judul Unit :
Kegiatan Asesmen Ya/Tidak Komentar
Instruksi perangkat asesmen dan kondisi
asesmen diidentifikasi dengan jelas
Informasi tertulis dituliskan secara tepat
Kegiatan asesmen membahas
persyaratan bukti untuk kompetensi atau
kompetensi yang diases
Tingkat kesulitan bahasa, literasi, dan
berhitung sesuai dengan tingkat unit
kompetensi yang dinilai.
Tingkat kesulitan kegiatan sesuai dengan
kompetensi atau kompetensi yang diases.
Contoh, benchmark dan / atau ceklis
asesmen tersedia untuk digunakan dalam
pengambilan keputusan asesmen.
Diperlukan modifikasi (seperti yang
diidentifikasi dalam Komentar)
Tugas asesmen siap digunakan:
Nama peninjau Tanggal
Tanda
Tangan
Peninjau:
Diadopsi dari templat yang disediakan di Departemen Pendidikan dan Pelatihan, Australia. Merancang alat asesmen untuk hasil yang
berkualitas di VET. 2008

13
99

DOKUMEN FORMULIR
• MELAKSANAKAN ASESMEN
1. FR.AC.01. Formulir Rekaman Asesmen Kompetensi
2. FR.AC.02. Tinjauan Proses Asesmen
3. SOP Melaksanakan Asesmen
4. Dst..

Penyusun:
Tanggal
Ttd

Validasi oleh
Tanggal
Ttd

100
FR.AC.01. Formulir Rekaman Asesmen Kompetensi
Nama asesi
Nama asesor
Skema sertifikasi/ Standar/
Perangkat ketrampilan/ Okupasi/
Kualifikasi/ Klaster
Unit kompetensi

Tanggal mulainya asesmen


Tanggal selesainya asesmen
Keputusan asesmen Kompeten/ Belum kompeten
Tindak lanjut yang dibutuhkan
(Masukkan pekerjaan tambahan dan
asesmen yang diperlukan untuk
mencapai kompetensi)
Komentar/ Observasi oleh asesor

Beri tanda centang (ü) di kolom yang sesuai untuk mencerminkan bukti yang diperoleh untuk menentukan Kompetensi siswa untuk setiap
Unit Kompetensi.
Unit kompetensi Observasi Portofolio Pernyataan Pertanyaan Pertanyaan Proyek Lainnya
demonstrasi pihak lisan tertulis kerja
ketiga
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Tanda tangan asesi: Tanggal:

Tanda tangan asesor: Tanggal:

LAMPIRAN: (dokumen elektronik)


1. Dokumen APL 01 peserta
2. Dokumen APL 02 peserta
3. Bukti-bukti berkualitas peserta
4. Tinjauan proses asesmen.
101
FR.AC.02. Tinjauan Proses Asesmen
Skema sertifikasi/ standar
(Kualifikasi/ Okupasi/ Klaster):

Nomor Skema sertifikasi/Standar


sertifikasi:

Penjelasan:
1. Peninjauan seharusnya dilakukan oleh asesor yang mensupervisi implementasi asesmen.
2. Jika tinjauan dilakukan oleh asesor lain, tinjauan akan dilakukan setelah seluruh proses implementasi asesmen telah selesai.
3. Peninjauan dapat dilakukan secara terpadu dalam skema sertifikasi dan / atau peserta kelompok yang homogen.

Kesesuaian dengan prinsip asesmen
Asepek yang ditinjau
Validitas Reliabilitas Fleksibel Adil
Prosedur asesmen:
• Rencana asesmen
• Persiapan asesmen
• Implementasi asesmen
• Keputusan asesmen
• Umpan balik asesmen
Rekomendasi untuk peningkatan:

Pemenuhan dimensi kompetensi


Aspek yang ditinjau Job Role/
Task Mgmnt Contingency
Task Skills Environment Transfer Skills
Skills Mgmnt Skills
Skills
Konsistensi keputusan asesmen
Bukti dari berbagai asesmen diperiksa
untuk konsistensi dimensi kompetensi

Rekomendasi untuk peningkatan:

102
3
SOP MELAKSANAKAN ASESMEN
PENANGGUNG JAWAB ASESMEN: SURONO
AREA FUNGSI: PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
REFERENSI: SKKNI P.85ASM00.03.2
PROSES INSTRUKSI KERJA SARANA/ OUTPUT
ALAT/MED
IA
1. Menetapka 1.1. Interpretasi Rencana asesmen, kemudian konfirmasikan kebijakan dan • Rencana Siapnya
n dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi /hukum/etika asesmen proses
memelihar pelaksanaan asesmen dengan orang yang relevan. • Ceklis asesmen
a asesmen 1.2. Akses dan interpretasi acuan pembanding asesmen yang relevan dan asesor
perangkat asesmen yang akan digunakankan guna mememastikan bukti dan • Materi
cara pengumpulan bukti. Uji
1.3. Jelaskan, bahas, dan klarifikasi rincian mengenai rencana asesmen dan Kompete
proses asesmen dengan asesi, termasuk kesempatan untuk melakukan nsi
penyesuaian yang beralasan, asesmen ulang dan banding.
1.4. Jika relevan, rundingkan dan sepakati,usulan perubahan terhadap proses
asesmen dengan asesi.
2. Mengump 2.1. Ikuti rencana asesmen sebagai panduan dalam melaksanakan asesmen, • Materi Bukti
ulkan guna penentuan kompetensi, metode asesmen dan perangkat asesmen Uji berkualita
bukti digunakan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan dan Kompete s dari
yang mendokumentasikan bukti dalam format yang sesuai. nsi asesi
berkualita 2.2. Terapkan prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti dalam
s pengumpulan bukti yang berkualitas.
2.3. Bahas kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang teridentifikasi dan
persyaratan organisasi/ hukum/ etika untuk asesmen.
3. Menduku 3.1. Bimbing asesi dalam pengumpulan bukti guna pencapaian pengakuan • Materi Bukti
ng asesi kompetensi terkini. Uji berkualita
3.2. Gunakan komunikasi yang sesuai dan keterampilan interpersonal untuk Kompete s dari
mengembangkan hubungan yang profesional dengan asesi, yakni hubungan nsi asesi
yang merefleksikan kepekaan terhadap perbedaan individu dan
memungkinkan terjadinya umpan balik dua arah.
3.3. Bila diperlukan, buat keputusan-keputusan mengenai penyesuaian yang
beralasan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik asesi bersama asesi.
3.4. Buat penyesuaian-penyesuaian yang beralasan sedemikian sehingga dapat
mempertahankan integritas standar kompetensi yang relevan dan
memungkinkan prinsip-prinsip asesmen dan aturan bukti dapat diterapkan
secara berimbang.
3.5. Bila ada, akses dukungan spesialis sesuai rencana asesmen.
3.6. Tanggulangi risiko kesehatan dan keselamatan kerja apa pun terhadap
orang atau peralatan dengan segera.
4. Membuat 4.1. Identifikasi keterbatasan perolehan dan evaluasi bukti yang berkualitas dan • Materi Keputusa
keputusan bila perlu minta arahan dari orang yang relevan. Uji n
asesmen 4.2. Periksa dan evaluasi bukti yang telah terkumpul untuk memastikan bahwa Kompete asesmen
bukti tersebut dapat merefleksikan bukti yang diperlukan dalam nsi
memperlihatkan kompetensi dan:
4.1.1. mencakupi seluruh bagian komponen standar kompetensi yang
dijadikan acuan pembanding asesmen dan dimensi kompetensi
4.1.2. memperhatikan dokumentasi terkait lainnya.

103
PROSES INSTRUKSI KERJA SARANA/ OUTPUT
ALAT/MED
IA
4.1.3. memenuhi aturan bukti.
4.3. Gunakan pertimbangan berdasarkan prinsip asesmen dan aturan bukti
untuk memutuskan pencapaian kompetensi yang telah didemonstrasikan
asesi berdasarkan bukti yang dikumpulkan.
4.4. Gunakan dalam membuat keputusan asesmen, kebijakan dan prosedur
sistem asesmen yang relevan dan pertimbangan-pertimbangan
organisasi/hukum/etika digunakan.
4.5. Berikan umpan balik yang jelas dan membangun terkait keputusan asesmen
kepada asesi, dan bila perlu kemukakan pula rencana tindak lanjut.
5. Merekam 5.1. Segera catat hasil asesmen secara akurat sesuai dengan kebijakan dan • Formulir Rekaman
dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika. dan dan
melaporka 5.2. Lengkapi dan proses laporan asesmen sesuai dengan kebijakan dan rekaman laporan
n prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika. laporan keputusa
keputusan 5.3. Bila diperlukan, serahkan rekomendasi tindak lanjut kepada orang yang keputusa n
asesmen relevan. n asesmen
5.4. Bila diperlukan, beritahu dengan memperhatikan ketentuan kerahasiaan, asesmen
pihak-pihak terkait lainnya tentang keputusan asesmen.
6. Meninjau 6.1. Tinjau proses asesmen berdasarkan kriteria yang ada melalui konsultasi • Formulir Hasil
proses dengan orang yang relevan guna perbaikan dan perubahan pelaksanaan meninjau tinjauan
asesmen asesmen di masa datang. proses proses
6.2. Dokumentasi dan rekam tinjauan sesuai dengan kebijakan dan prosedur asesmen asesmen
sistem asesmen yang relevan serta persyaratan organisasi/hukum/etika.
6.3. Gunakan keterampilan kematangan berfikir (refleksi) secara mandiri untuk
meninjau dan mengevaluasi praktek asesmen.

104
DOKUMEN & FORMULIR
MEMBERIKAN KONTRIBUSI
DALAM VALIDASI ASESMEN
1. FR.PV.01. CEKLIS MEMBERIKAN KONTRIBUSI
DALAM VALIDASI ASESMEN
2. SOP MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM
VALIDASI ASESMEN
3. Dst..

Penyusun:
Tanggal
Ttd

Validasi oleh
Tanggal
Ttd

105
FR.PV.01. CEKLIS MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM VALIDASI ASESMEN

PRINSIP-PRINSIP ASESMEN (Ö)


KOMPONEN VALIDASI ASESMEN CATATAN
Valid Reliabel Adil Fleksibel
1. VALIDASI PERANGKAT ASESMEN
1.1. Perangkat asesmen Bukti Langsung
1.2. Perangkatasesmen Bukti tidak langsung
1.3. Perangkat asesmen bukti tambahan
2. VALIDASI PROSES ASESMEN
2.1. Perencanaan aktivitas dan proses asesmen
2.2. Pelaksanaan asesmen
2.3. Validasi asesmen
3. VALIDASI PELAKSANAAN ASESMEN
3.1. Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen
3.2. Mengumpulkan bukti yang berkualitas
3.3. Mendukung asesi
3.4. Membuat keputusan asesmen
3.5. Merekam dan melaporkan keputusan asesmen
3.6. Meninjau proses asesmen
4. VALIDASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
4.1. Rekomendasi asesor
4.2. Banding
4.3. Keputusan pembarian sertifikat
V= Valid, R= Reliabel, A=Adil, F= Fleksibel

106
SOP MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM VALIDASI ASESMEN
PENANGGUNG JAWAB ASESMEN:
AREA FUNGSI: PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
REFERENSI: SKKNI P.8549000.047.01
PROSES INSTRUKSI KERJA SARANA/ OUTPUT
ALAT/MED
IA
1. Menyiapk 1.1. Konfirmasi dan diskusikan tujuan, fokus dan konteks validasi dengan orang Rencana Pemaham
an proses yang relevan. asesmen an akan
validasi 1.2. Bahas dan konfirmasi pendekatan validasi sesuai dengan tujuan yang rencana
ditetapkan, konteks, kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan asesmen
serta persyaratan organisasi/hukum/etika. dan
1.3. Analisis acuan Pembanding yang relevan untuk asesmen dan sepakati bukti- implemen
bukti yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi bersama. tasinya
1.4. Identifikasi setiap dokumen yang terkait yang relevan untuk proses validasi
dan disepakati bersama.
1.5. Peroleh, baca, dan interpreatsikan bahan-bahan yang akan digunakan
dalam sesi validasi, serta sepakati kegiatan-kegiatan validasi bersama.
2. Memberik 2.1. Demonstrasikan partisipasi aktif dalamsesi dan kegiatan validasi dengan • Rencana Kontribusi
an menggunakan keterampilan komunikasi yang sesuai. asesmen untuk
kontribusi 2.2. Partisipasi dalam sesi dan kegiatan validasi, termasuk meninjau, • Materi proses
dalam membandingan dan mengevaluasi: keseluruhan proses asesmen, rencana Uji validasi
proses asesmen, interpretasi standar kompetensi atau acuan pembanding lainnya Kompete
validasi untuk asesmen, penyeleksian dan penerapan metode asesmen, nsi
penyeleksian dan penggunaan perangkat asesmen dan bukti yang
dikumpulkan rekomendasi hasil asesmen termasuk proses pengambilan
keputusan.
2.3. Lakukan tinjauan, perbandingan dan evaluasi sesuai dengan prinsip
asesmen dan aturan bukti.
2.4. Periksa keakuratan dan keterkinian versi semua dokumen yang digunakan
dalam proses validasi.
3. Memberik 3.1. Diskusikan, analisis, dan sepakati bersama temuan validasi untuk - Kontribusi
an mendukung perbaikan kualitas asesmen. untuk
kontribusi 3.2. Diskusikan, sepakati, dan catat rekomendasi-rekomendasi untuk hasil
untuk meningkatkan praktek asesmen. validasi
hasil 3.3. Implementasikan perubahan terhadap praktek pelaksanaan asesmen yang
validasi timbul akibat kegiatan validasi dan sesuai dengan peran serta tanggung
jawab dalam melakukan asesmen, diimplementasikan.

107
DOKUMEN
SKKNI OKUPASI ASESOR
KOMPETENSI
1. MMERENCANAKAN AKTIVITAS DAN PROSES
ASESMEN 2018
2. MELAKSANAKAN ASESMEN 2018
3. MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM VALIDASI
ASESMEN 2015

108
C. Uraian Unit Kompetensi

KODE UNIT : P.85ASM00.001.2


JUDUL UNIT : Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen
DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan,
keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan
dalam merencanakan aktivitas dan proses
asesmen, termasuk Rekognisi Pembelajaran
Lampau (RPL), di dalam sistem asesmen berbasis
kompetensi.
Unit ini dapat digunakan dalam perencanaan
aktivitas dan proses asesmen pada lembaga
sertifikasi profesi, lembaga pelatihan, dan lembaga
pendidikan. Skills for employability (kompetensi
untuk bekerja) dalam unit ini sudah menjadi
bagian dari kriteria unjuk kerja.

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


1. Menentukan pendekatan 1.1Kandidat, tujuan dan konteks
asesmen asesmen diidentifikasi dan
dikonfirmasikan dengan orang yang
relevan sesuai dengan persyaratan
hukum, organisasi dan etika
1.2 Standar industri atau tempat kerja
yang berlaku diidentifikasi dan
diakses untuk asesmen, dan
persyaratan asesmen spesifik apa pun

2. Mempersiapkan rencana 2.1 Unit kompetensi dan persyaratan


asesmen asesmen dianalisis untuk
mengidentifikasi bukti dan jenis bukti
yang diperlukan untuk menunjukkan
kompetensi, sesuai dengan aturan
bukti

109
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
2.1 Metode dan instrumen asesmen
dipilih untuk mendukung
pengumpulan bukti yang ditetapkan,
dengan mempertimbangkan konteks di
mana asesmen akan berlangsung
2.2 Rencana asesmen dikembangkan dan
persetujuan didapatkan dari para
pemangku kepentingan terkait

3. Identifikasi persyaratan 3.1 Informasi dari kandidat dan, jika


modifikasi dan relevan, tempat kerja kandidat
Kontekstualisasi
digunakan untuk mengidentifikasi
kebutuhan kontekstualisasi
3.2 Saran yang diberikan oleh paket
pelatihan atau pengembang kursus
yang relevan diperiksa dengan
kebutuhan kontekstualisasi yang
diidentifikasi
3.3 Alat asesmen yang ada dianalisis dan
amandemen yang diperlukan dicatatat
untuk mengatasi kebutuhan
kontekstualisasi yang diidentifikasi
3.4 Peluang untuk kegiatan asesmen
terintegrasi diidentifikasi dan setiap
perubahan yang diperlukan untuk alat
asesmen dicatat

110
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
4. Mengorganisasikan 4.1 Menganalisis instrumen asesmen yang
asesmen tersedia untuk kesesuaian penggunaan
Mengembangkan dianalisisi, dan modifikasi yang
materi uji kompetensi
diperlukan diidentifikasi.
(*koreksi typo
BNSP) 4.2 Instrumen asesmen untuk memenuhi
standar dan kebutuhan tempat kerja /
kandidat yang diperlukan
dikembangkan.
4.3 Instrumen asesmen terhadap
persyaratan unit atau kursus dipetakan.
4.4 Instruksi yang jelas ditulis untuk
kandidat dan penilai mengenai
penggunaan instrumen asesmen

4.5 Draf instrumen asesmen memenuhi


standar yang disyaratkan dan kebutuhan
tempat kerja / kandidat tertentu serta
catat hasil pemeriksaan diperiksa,
dicatat dan dikonfirmasi

BATASAN VARIABEL

1. Konteks variabel
1.1 Kondisi atau keadaan lingkungan kerja dimana unit
kompetensi dapat dilaksanakan, adalah adanya akses sumber
informasi tentang pendekatan asesmen yang mencakupi target
asesi, jalur asesmen, konteks asesmen, dan acuan pembanding.
1.2 Kandidat, dapat mencakupi :
1.2.1 Hasil pelatihan dan / atau pendidikan:
1.2.2 Pekerja berpengalaman
1.2.3 Pelatihan / belajar mandiri
1.3 Tujuan asesmen, dapat mencakupi
1.3.1 Sertifikasi kompetensi

111
1.3.2 Pengakuan Kompetensi Terkini (PKT) yang sudah
dimiliki asesi.
1.3.3 Rekognisi Pembelajaran Lampau
1.3.4 Hasil pelatihan/proses pembelajaran.
1.3.5 Penetapan kemajuan dalam rangka pencapaian kualifikasi.
1.3.6 Pengukuran kinerja.
1.3.7 Pengklasifikasian karyawan/pemberian dukungan
pengembangan karir.
1.3.8 Rekrutmen berbasis kompetensi.
1.3.9 Pemberian lisensi, registrasi, penugasan atau
persyaratan regulator.
1.4 Konteks Asesmen, dapat mencakupi
1.4.1 Dengan lingkungan tempat kerja (tempat kerja riil atau
simulasi).
1.4.2 Dengan Peluang untuk mengumpulkan bukti dalam
berbagai situasi (tersedia atau terbatas).
1.4.3 Dalam hubungan antar standar kompetensi dengan bukti
untuk mendukung assmen, aktivitas pekerjaan kandididat
ditempat kerja, dan aktivitas belajar.
1.4.4 Dalam hubungannya dengan siapa yang melakukan
asesmen (lembaga sertifikasi, lembaga pelatihan, asesor dari
dunia usaha (enterprise assessor).
1.5 Orang yang relevan, harus mencakupi
1.5.1 Manajer sertifikasi.
1.5.2 Lembaga pelatihan kerja
1.5.3 Manajer pelatihan
1.5.4 Lainnya.
1.6 Standar industri atau tempat kerja, dapat mencakupi
1.6.1 Standar kompetensi:
1.6.2 Kriteria asesmen kurikulum saja:
1.6.3 Spesifikasi kinerja suatu perusahaan atau industri:
1.6.4 Spesifikasi Produk:
1.6.5 Pedoman khusus
1.6.6 Pelanggan, perusahaan atau organisasi.

112
1.7 Bukti dapat mencakupi:
1.7.1 Demonstrasi, produk, portofolio, dan penghafalan yang
diidentifikasi berdasarkan kriteria kinerja dan pendekatan
asesmen.
1.8 Jenis Bukti, dapat mencakupi
1.8.1 Langsung, contohnya
1.8.1.1 Observasi aktivitas kerja, baik pada
keadaan sebenarnya ataupun dalam kondisi
disimulasikan.
1.81.2 Contoh hasil kerja.
1.8.2 Tidak langsung, contohnya laporan pihak ketiga
yang kredible, portfolio.
1.8.3 Tambahan, contohnya pertanyaan dan jawaban
jawab, rekaman kerja, rekaman pelatihan, portofolio.
1.8.4 Kombinasi hal-hal di atas.
1.9 Aturan bukti, mencakupi:
1.9.1 Valid/Sah:
• Berkaitan dengan unit kompetensi yang tepat.

• Mencerminkan kelima dimensi kompetensi.

• Memberikan bukti keterampilan kerja.

• Apakah sesuai dengan keberpihakan NQF yang sedang


dinilai.

1.9.2 Asli : apakah karya siswa sendiri (dan prosedur telah


dikembangkan untuk memastikan ini).
1.9.3 Andal : menunjukkan bahwa kandidat secara konsisten
memenuhi unit kompetensi yang didukung
1.9.4 Cukup:
• Memberikan bukti yang cukup untuk membuat asesmen
tentang kompetensi individu dalam kaitannya dengan
kelima dimensi kompetensi.

•Memenuhi semua persyaratan bukti untuk unit


kompetensi.

113
1.10 Metode asesmen, dapat mencakupi:
1.10.1 Observasi langsung (kerja nyata / aktivitas waktu
nyata di tempat kerja, aktivitas kerja dalam
lingkungan tempat kerja yang disimulasikan)
1.10.2 Kegiatan terstruktur (latihan simulasi dan permainan
peran, proyek, presentasi, lembar kegiatan)
1.10.3 Tanya jawab (pertanyaan tertulis, wawancara,
asesmen diri, tanya jawab lisan, angket, ujian lisan
atau tertulis)
1.10.4 Verifikasi Portofolio (contoh pekerjaan yang disusun
oleh kandidat, produk dengan dokumentasi
pendukung, bukti sejarah, jurnal atau buku catatan,
informasi tentang pengalaman hidup)
1.10.5 Ulasan produk (testimonial dan laporan dari atasan
dan atasan, bukti pelatihan, pencapaian sebelumnya
yang diautentikasi, wawancara dengan atasan,
atasan, atau rekan kerja)
1.10.6 Lainnya
1.11 Instrumen asesmen, dapat mencakupi:
1.11.1 Lembar periksa Observasi langsung
1.11.2 Lembar asesmen Kegiatan terstruktur
1.11.3 Daftar pertanyaan
1.11.4 Lembar periksa Verifikasi Portofolio
1.11.5 Lembar periksa Ulasan produk
1.11.6 Lainnya
1.12 Lima dimensi kompetensi, sebagai contoh:
1.12.1 Task skills.
1.12.2 Task management skills.
1.12.3 Contingency management skills.
1.12.4 Job role/environment skills.
1.12.5 Transfer skills.
1.13 Prinsip-prinsip asesmen harus mencakupi
1.13.1 Validitas.
1.13.2 Reliabilitas.

114
1.13.3 Flexibilitas.
1.13.4 Fairness/keadilan.
1.14 Skills for employability, mencakupi ketrampilan:
1.14.1 Komunikasi (communication skills).
1.14.2 Bekerja dalam kelompok (team works skills).
1.14.3 Mengatasi masalah (problem solving skills).
1.14.4 Berinisiasi dan kewirusahaan (initiative and
enterprise skills).
1.14.5 Perencanaan dan pengorganisasian (planning and
organizing skills).
1.14.6 Manajemen diri (self-management skills).
1.14.7 Belajar (learning skills).
1.14.8 Teknologi (technology skills).
2 Peralatan dan perlengkapan
2.1 Peralatan.
2.1.1 Peralatan untuk akses informasi dan
untuk mengembangkan dokumen perencanaan dan
pengorganisasian.
2.2 Perlengkapan.
2.2.1 Peralatan komputer dan program teknologi informasi
dan komunikasi.
3 Peraturan yang diperlukan
3.1 Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang
Sistem Pelatihan Kerja Nasional
3.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 2
Tahun 2016 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja
Nasional.
4 Norma dan standar
4.1 Norma
(Tidak ada.)

4.2 Standar
4.2.1 Pedoman yang terkait.

115
PANDUAN ASESMEN

1. Konteks asesmen
1.1 Kumpulkan bukti untuk menunjukkan kinerja yang konsisten
dalam kondisi yang aman dan tipikal yang dialami di
lingkungan pelatihan dan asesmen. Ini termasuk akses ke unit
kompetensi yang digunakan dalam kegiatan perencanaan
asesmen.
1.2 Asesor harus memenuhi persyaratan untuk asesor dalam
legislasi, kerangka kerja dan / atau standar pendidikan
pelatihan vokasi yang berlaku.
2 Persyaratan kompetensi
(Tidak ada.)

3 Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan


3.1 Pengetahuan
3.1.1 Kandidat harus dapat menunjukkan pengetahuan
penting untuk secara efektif menyelesaikan tugas yang
diuraikan dalam elemen dan kriteria kinerja unit ini. Ini
termasuk pengetahuan tentang:
• kewajiban penilai berdasarkan undang-undang dan
/ atau standar yang berlaku
• fitur utama dari unit kompetensi, dan bagaimana
mereka harus ditangani dalam kegiatan dan proses
asesmen
• menafsirkan standar kompetensi sebagai standar
minimum untuk asesmen
• pedoman untuk mengontekstualisasikan unit
kompetensi
• berbagai tujuan asesmen dan konteks asesmen yang
berbeda, termasuk RPL
• tujuan dan fitur bukti, dan berbagai jenis bukti, yang
digunakan dalam asesmen berbasis kompetensi,
termasuk RPL

116
• prinsip-prinsip asesmen, dan bagaimana mereka
memandu proses asesmen
• aturan bukti dan bagaimana mereka memandu
proses asesmen
• metode asesmen yang berbeda, termasuk
kesesuaiannya untuk mengumpulkan berbagai jenis
bukti
• komponen alat asesmen
3.1.2 Berbagai jenis instrumen asesmen dan tujuan serta
relevansinya untuk peluang pengumpulan bukti
tertentu.
3.2 Keterampilan
3.2.1 Kandidat harus menunjukkan kemampuan untuk
menyelesaikan tugas yang diuraikan dalam elemen dan
kriteria kinerja unit ini, termasuk:
• merencanakan dan mengatur proses asesmen pada
minimal lima kesempatan terpisah.
3.2.2 Persyaratan bukti untuk setiap kesempatan harus
mencakup:
• rencana asesmen yang terdokumentasi
• unit kompetensi yang didukung atau terakreditasi
yang berbeda (atau kelompok unit kompetensi)
untuk masing-masing dari lima kesempatan
• kontekstualisasi unit kompetensi dan alat asesmen
yang dipilih, jika diperlukan
• penggabungan strategi penyesuaian yang wajar
• pengembangan instrumen asesmen yang cocok
untuk masing-masing dari lima kesempatan.
3.2.3 Mengikuti pengaturan organisasi.
3.2.4 Keterampilan meneliti dan mengevaluasi untuk:
a. Mendapatkan standar kompetensi dan informasi
asesmen lainnya, perangkat asesmen dan sumber
daya asesmen lainnya

117
b. Meneliti karakteristik asesi dan berbagai kebutuhan
penyesuaian yang beralasan
c. Mengidentifikasi dan mengkonfirmasi sumber daya
fisik dan bahan yang diperlukan
d. Mengevaluasi umpan balik, menentukan dan
menerapkan perbaikan pada proses asesmen
e. Membuat rekomendasi
3.2.5 Keterampilan merencanakan dalam rangka
menformulasikan rencana asesmen1
3.2.6 Keterampilan mengorganisasikan dalam pengorganisasi
kebutuhan sumber daya
3.2.7 Keterampilan literasi untuk:
a. Membaca dan menginterpretasi informasi yang
relevan untuk merancang dan memfasilitasi
asesmen dan proses pengakuan
b. Mempersiapkan kebutuhan dokumentasi dan
informasi yang diperlukan untuk proses asesmen
3.2.8 Keterampilan komunikasi untuk:
a. Mendiskusikan asesmen, termasuk proses RPL
dengan pelanggan dan asesor
b. Menetapkan hubungan dan keterkaitan secara
profesional
3.2.9 Kepekaan untuk mengakses dan memperhatikan
berbagai keragaman asesi
3.2.10 Kapasitas untuk mempromosikan dan menerapkan
kebersamaan, keadilan, keabsahan, keandalan
dan keluwesan dalam merencanakan suatu proses
asesmen
4. Sikap kerja yang diperlukan
4.1 Dapat menjaga rahasia
4.2 Berwawasan luas
4.3 Diplomatis
4.4 Beradaptasi baik dengan lingkungan dan perubahan
4.5 Fokus mencapai sasaran

118
4.6 Mengambil keputusan berdasarkan logika dan analisa
5. Aspek kritis
5.1 Pengembangan suatu rencana asesmen yang akan digunakan
sebagai panduan oleh asesor dalam pelaksanaan asesmen
berbasis kompetensi. Unit ini juga mencakup kontekstualisasi
tolok ukur asesmen dan perangkat asesmen yang sesuai
dengan lingkungan dimana asesmen akan dilaksanakan serta
pengorganisasian orang, bahan dan sumber daya fisik yang
diperlukan dalam pelaksanaan asesmen

119
Kode Unit : P.85ASM00.003.2

Judul Unit : Melaksanakan Asesmen

Deskripsi Unit : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan


dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan
asesmen terhadap kompetensi personil. Unit ini
menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk
mengases kompetensi, termasuk Recognition of Prior
Learning (RPL), di dalam sistem asesmen berbasis
kompetensi. Skills for employability (kompetensi untuk
bekerja) dalam unit ini sudah menjadi bagian dari kriteria
unjuk kerja.

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

1. Menetapkan dan 1.1 Rencana asesmen diinterpretasi,


memelihara lingkungan kemudian kebijakan dan prosedur sistem
asesmen asesmen serta persyaratan organisasi
/hukum/etika pelaksanaan asesmen
dikonfirmasikan dengan orang yang
relevan.
1.2 Acuan pembanding asesmen yang
relevan dan perangkat asesmen yang
akan digunakankan diakses dan
diinterpretasi guna mememastikanan
bukti dan cara pengumpulan bukti.
1.3 Rincian mengenai rencana asesmen dan
proses asesmen dijelaskan, dibahas dan
diklarifikasi dengan asesi, termasuk
kesempatan untuk melakukan
penyesuaian yang beralasan, asesmen
ulang dan banding.
1.4 Jika relevan, usulan perubahan terhadap
proses asesmen dirundingkan dan
disepakati dengan asesi.

120
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

2. Mengumpulkan bukti 2.1 Rencana asesmen diikuti sebagai


yang berkualitas panduan dalam melaksanakan asesmen,
guna penentuan kompetensi, metode
asesmen dan perangkat asesmen
digunakan untuk mengumpulkan,
mengorganisasikan dan
mendokumentasikan bukti dalam format
yang sesuai.
2.2 Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-
aturan bukti diterapkan dalam
pengumpulan bukti yang berkualitas.
2.3 Kebijakan dan prosedur sistem asesmen
yang teridentifikasi dan persyaratan
organisasi/ hukum/ etika untuk
asesmen dibahas.
3. Mendukung asesi 3.1 Asesi dibimbing dalam pengumpulan
bukti guna pencapaian pengakuan
kompetensi terkini.
3.2 Komunikasi yang sesuai dan
keterampilan interpersonal
digunakan untuk mengembangkan
hubungan yang profesional dengan asesi,
yakni hubungan yang merefleksikan
kepekaan terhadap perbedaan individu
dan memungkinkan terjadinya umpan
balik dua arah.
3.3 Bila diperlukan, keputusan-keputusan
mengenai penyesuaian yang beralasan
berdasarkan kebutuhan dan
karakteristik asesi dibuat bersama asesi.
3.4 Penyesuaian-penyesuaian yang beralasan
dibuat sedemikian sehingga dapat
mempertahankan integritas standar
kompetensi yang relevan dan
memungkinkan prinsip-prinsip asesmen
dan aturan bukti dapat diterapkan
secara berimbang.
3.5 Bila ada, dukungan spesialis sesuai
rencana asesmen diakses.
3.6 Risiko kesehatan dan keselamatan kerja
apa pun terhadap orang atau peralatan
ditanggulangi dengan segera.

121
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA

4. Membuat keputusan 4.1 Keterbatasan perolehan dan evaluasi


asesmen bukti yang berkualitas diidentifikasi dan
bila perlu diminta arahan dari orang yang
relevan.
4.2 Bukti yang telah terkumpul diperiksa
dan dievaluasi untuk memastikan bahwa
bukti tersebut dapat merefleksikan bukti
yang diperlukan dalam memperlihatkan
kompetensi dan:
4.2.1 mencakupi seluruh bagian
komponen standar kompetensi
yang dijadikan acuan pembanding
asesmen dan dimensi kompetensi.
4.2.2 memperhatikan dokumentasi
terkait lainnya.
4.2.3 memenuhi aturan bukti.
4.3 Pertimbangan berdasarkan prinsip
asesmen dan aturan bukti digunakan
untuk memutuskan pencapaian
kompetensi yang telah didemonstrasikan
asesi berdasarkan bukti yang
dikumpulkan.
4.4 Dalam membuat keputusan asesmen,
kebijakan dan prosedur sistem asesmen
yang relevan dan pertimbangan-
pertimbangan organisasi/hukum/etika
digunakan.
4.5 Umpan balik yang jelas dan membangun
terkait keputusan asesmen diberikan
kepada asesi, dan bila perlu
dikemukakan pula rencana tindak
lanjut.

5. Merekam dan 5.1 Hasil asesmen segera dicatat secara


melaporkan keputusan akurat sesuai dengan kebijakan dan
asesmen prosedur sistem asesmen serta
persyaratan organisasi/ hukum/ etika.
5.2 Laporan asesmen dilengkapi dan
diproses sesuai dengan kebijakan dan
prosedur sistem asesmen serta
persyaratan organisasi/ hukum/ etika.
5.3 Bila diperlukan, rekomendasi tindak
lanjut diserahkan kepada orang yang
relevan.
5.4 Bila diperlukan, dengan memperhatikan
ketentuan kerahasiaan, pihak-pihak

122
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
terkait lainnya diberitahu tentang
keputusan asesmen.
6. Meninjau proses asesmen 6.1 Proses asesmen ditinjau berdasarkan
kriteria yang ada melalui konsultasi
dengan orang yang relevan guna
perbaikan dan perubahan pelaksanaan
asesmen di masa datang.
6.2 Tinjauan didokumentasi dan direkam
sesuai dengan kebijakan dan prosedur
sistem asesmen yang relevan serta
persyaratan organisasi/hukum/etika.
6.3 Keterampilan kematangan berfikir
(refleksi) secara mandiri digunakan
untuk meninjau dan mengevaluasi
praktek asesmen.

BATASAN VARIABEL
1 Konteks variabel
1.1 Kondisi atau keadaan lingkungan kerja dimana unit kompetensi
dapat dilaksanakan, adalah adanya akses sumber informasi
tentang pendekatan asesmen yang mencakupi target asesi, jalur
asesmen, konteks asesmen dan acuan pembanding.
1.2 Kata-kata yang dicetak tebal dan miring, jika digunakan pada
Kriteria Unjuk Kerja, diberikan penjelasan lebih lanjut pada
bagian berikut.
1.2.1 Rencana asesmen adalah keseluruhan dokumen
perencanaan yang akan digunakan dalam proses
asesmen, dapat mencakupi:
a. maksud dan tujuan asesmen.
b. konteks asesmen.
c. personel teridentifikasi.
d. standar kompetensi yang relevan dan dokumentasi
asesmen lainnya.
e. hubungan dengan kebijakan dan prosedur asesmen.
f. rencana bukti.
g. metode dan perangkat asesmen yang telah ditentukan.
h. kemungkinan kluster unit kompetensi sesuai tujuan

123
asesmen.
i. identifikasi bahaya K3, termasuk penilaian resiko dan
strategi pengawasan.
j. bahan dan/atau sumber daya fisik yang dibutuhkan.
k. pengaturan organisasi pelaksanaan asesmen.
l. persyaratan pelaporan K3.
m. kebutuhan khusus asesmen, sebagai contoh
persyaratan peralatan pelindung diri.
n. kerangka urutan kerja, penentuan waktu dan target
waktu asesmen.
o. prosedur asesmen mandiri.
p. kaitan dengan rencana pengorganisasian asesmen,
kebijakan dan prosedur.
1.2.2 Kebijakan dan prosedur sistem asesmen dapat
mencakupi:
a. seleksi asesi.
b. alasan dan tujuan asesmen berbasis kompetensi.
c. rekaman asesmen/manajemen data/manajemen
informasi.
d. pengakuan kompetensi terkini/pengakuan terhadap
pembelajaran sebelumnya.
e. pengakuan terhadap pengaturan transfer kredit.
f. kebutuhan asesor, kualifikasi, pemeliharaan
keterkinian kompetensi.
g. prosedur pelaporan asesmen.
h. banding asesmen.
i. keluhan/ pengaduan-pengaduan asesi.
j. Validasi.
k. evaluasi/ internal audit.
l. biaya-biaya / penggunaan jasa pihak ketiga.
m. akses dan kesetaraan/penyesuaian yang beralasan.
n. pengaturan kemitraan.
o. kaitan dengan sumber daya manusia atau sistem
hubungan industrial.

124
p. kaitan dengan sistem manajemen mutu secara
keseluruhan.
1.2.3 Persyaratan legal/ organisasi/ etika dapat mencakupi
a. kebijakan dan prosedur sistem asesmen.
b. persyaratan strategi asesmen.
c. sistem pelaporan, perekaman dan penelusuran
asesmen.
d. sistem jaminan mutu.
e. rencana bisnis dan kinerja.
f. kebijakan dan prosedur akses dan kesetaraan.
g. pengaturan kolaborasi dan partnership.
h. parameter-parameter sumber daya.
i. pengaturan saling pengakuan.
j. sistem dan proses hubungan industri, penghargaan/
persetujuan perusahaan.
k. ruang lingkup registrasi.
l. kebijakan/ prosedur sumber daya manusia.
m. persyaratan legal, termasuk anti diskriminasi,
kesetaraan pekerjaan, peran/ tanggung jawab/ kondisi
kerja.
n. kode etik industri.
o. persyaratan kerahasiaan dan privacy.
p. pertimbangan K3, termasuk:
i. jaminan persyaratan K3 selama proses asesmen,
ii. identifikasi dan pelaporan bahaya K3 kepada
personel terkait.
1.2.4 Orang yang relevan, boleh saja meliputi:
a. pelanggan, perusahaan atau organisasi.
b. ketua tim, manejer, supervisor.
c. personil pengarah.
d. teknisi/ tenaga ahli.
e. koordinator pelatihan dan asesmen.
f. koordinator asesmen.
g. regulator industri.

125
h. perwakilan karyawan dan pengusaha.
i. anggota asosiasi profesi.
1.2.5 Acuan pembanding asesmen merujuk kepada Kriteria
yang digunakan untuk mengasses asesi, dapat berupa:
a. unit/ sejumlah unit standar kompetensi.
b. kriteria asesmen kurikulum pelatihan.
c. spesifikasi kinerja.
d. spesifikasi produk.
1.2.6 Perangkat Asesmen berisikan instrumen dan prosedur
pengumpulan serta interpretasi bukti sesuai metode
asesmen yang telah dirancang, dapat mencakupi:
a. Instrumen-instrumen yang akan digunakan untuk
pengumpulan bukti, diantaranya:
profil ukuran kinerja yang dapat diterima.
proforma / template.
pertanyaan spesifik atau aktivitas tertentu.
ceklis observasi/bukti.
ceklis untuk mengevaluasi contoh produk kerja.
bahan asesmen mandiri asesi.
b. Prosedur, informasi dan instruksi untuk asesor
dan/atau asesi terkait dengan penggunaan instrumen
asesmen serta kondisi pelaksanaan asesmen.
c. Penyesuaian yang beralasan dan/atau kebutuhan
spesifik tidak harus mengkompromikannya terhadap
integritas standar kompetensi, dapat mencakupi:
penyesuaian proses asesmen disebabkan
keterbatasan asesi terhadap persyaratan bahasa,
literasi dan numerasi.
penyediaan dukungan pembaca, penterjemah,
pelayan, penulis.
penggunaan teknologi adaptif atau peralatan
khusus.
pelaksanaan asesmen secara fleksibel karena
alasan keletihan atau keperluan pengobatan.

126
penyediaan peralatan asesmen berupa braille,
audio/video-tape.
penyesuaian fisik tempat/lingkungan asesmen.
penyesuaian metode/perangklat asesmen.
pertimbangan umur/gender asesi.
pertimbangan budaya/tradisi/agama.
1.2.7 Metode Asesmen adalah teknik khusus yang digunakan
untuk mengumpulkan bukti dan dapat mencakupi
a. observasi langsung, sebagai contoh:
aktivitas kerja nyata secara langsung ditempat
kerja
aktivitas kerja yang disimulasikan pada suatu
tempat seperti tempat kerja.
b. aktivitas terstruktur, sebagai contoh:
simulasi / bermain peran (role play).
berbagai proyek.
berbagai presentasi.
c. berbagai lembar aktivitas.
d. mengajukan pertanyaan, sebagai contoh:
pertanyaan tertulis.
interview/ wawancara.
asesmen mandiri.
pertanyaan lisan.
Kuesioner.
ujian lisan atau ujian tertulis.
e. portofolio, sebagai contoh:
koleksi contoh kerja yang dikumpulkan oleh asesi.
produk dengan dokumentasi yang mendukung.
bukti sejarah.
jurnal/ buku catatan kerja.
informasi tentang pengalaman hidup.
f. meninjau ulang produk-produk, sebagai contoh:
produk sebagai hasil kerja suatu proyek.

127
contoh/ produk-produk hasil kerja.
g. umpan balik dari pihak ketiga, misalnya:
testimoni/ laporan dari pemilik perusahaan/
supervisor.
bukti sebagai peserta pelatihan.
pencapaian otentik sebelumnya.
interview dengan atasan, supervisor, atau sesama
rekan kerja.
1.2.8 Prinsip-prinsip asesmen memandu proses asesmen dan
ditujukan untuk menjaga:
a. validitas.
b. Reliabilitas.
c. Fleksibilitas.
d. fairness/ keadilan.
1.2.9 Aturan Bukti sangat erat kaitannya dengan prinsip-
prinsip asesmen, dilengkapi dengan panduan
pengumpulan bukti untuk memastikan bahwa bukti
tersebut:
a. sahih/ valid.
b. Memadai.
c. Otentik.
d. Terkini.
1.2.10Bukti berkualitas memenuhi aturan bukti, dan harus:
a. mencakupi demonstrasi pencapaian kriteria unjuk
kerja.
b. merefleksikan keterampilan, pengetahuan dan sikap
sebagaimana dikemukakan pada unit kompetensi.
c. memperlihatkan penerapan keterampilan pada konteks
sebagaimana dikemukakan pada batasan variabel.
d. mendemonstrasikan kompetensi setiap waktu.
e. mendemonstrasikan kompetensi secara berulang.
f. menjadi kebiasaan kerja asesi.
g. dapat diverifikasi.
h. Mendemonstrasikan keterampilan/pengetahuan

128
terkini asesi.
i. tidak mengurangi persyaratan bahasa, literasi dan
numerasi sebagaimana dipersyaratkan dalam standar
kompetensi.
1.2.11 Memandu berarti menjelaskan kepada asesi tentang:
a. pengertian setiap tujuan asesmen.
b. pengertian asesmen.
c. pengertian perangkat asesmen.
d. cara menggunakan perangkat asesmen.
e. aturan bukti harus dipenuhi atas bukti yang
dikemukakan asesi.
1.2.12 Keterampilan komunikasi, dapat mencakupi:
a. menyampaikan umpan balik yang membangun dan
mendukung.
b. mengajukan pertanyaan yang cocok untuk
mengklarifikasi dan mengkonfirmasi instruksi
pengumpulan bukti.
c. menginterpretasi jawaban lisan secara akurat.
d. mengarahkan asesi untuk menyampaikan
petunjuk/instrtuksi kepada asesor.
e. membuat pilihan dan petunjuk secara jelas dan
konkrit.
1.2.13 Keterampilan interpersonal, dapat mencakupi:
a. menginterpretasi jawaban lisan secara akurat.
b. melakukan interaksi dua arah.
c. menggunakan bahasa yang cocok dengan asesi,
konteks asesmen dan kinerja disesuaikan dengan
standar kompetensi.
d. menggunakan bahasa dan konsep dengan
memperhatikan perbedaan budaya.
e. menggunakan sikap menyatu dengan budaya
setempat.
1.2.14 Perbedaan individual, dapat mencakupi:
a. halangan bahasa, nunerasi dan literasi.

129
b. keterbatasan fisik, seperti pendengaran, penglihatan,
suara dan mobilitas.
c. keterbatasan intelektual.
d. kondisi kesehatan seperti arthritis, epilepsi,
diabetes, asthma yang dapat mempengaruhi
asesmen.
e. kesulitan belajar.
f. keterbatasan psikiatris dan psikologis.
g. ketaatan terhadap agama dan spritual.
h. latar belakang persepsi/ pandangan budaya.
i. umur.
j. Gender.
1.2.15 Umpan Balik dapat mencakupi:
a. memastikan proses asesmen telah dimengerti.
b. memastikan adanya perhatian asesi.
c. memberikan kesempatan bertanya dan menjawab.
d. menyetujui luaran.
e. mengidentifikasi bukti yang akan dikemukakan
selanjutnya.
f. mendiskusikan rencana aksi.
g. menyetujui kesenjangan pelatihan yang dibutuhkan.
h. informasi terkait dengan kesempatan proses banding.
i. menyarankan perbaikan pengumpulan bukti.
1.2.16 Dukungan spesialis, dapat mencakupi:
a. asistensi oleh pihak ketiga, penterjemah.
b. pengembangan aktivitas asesmen secara online.
c. dukungan terhadap asesi dan/atau asesor secara
jarak jauh atau terisolasi.
d. dukungan bahan asesmen atau ahli keselamatan.
e. arahan dari otoritas regulator.
f. asesmen secara tim/panel.
g. dukungan dari asesor kepala.
h. arahan dari ahli pengembang kebijakan.
1.2.17 Pembatasan, dapat berkaitan berkaitan dengan:

130
a. peran dan tanggung jawab kerja.
b. menemukan kebutuhan asesi.
c. panel asesmen.
d. proses mutu organisasi pelatihan dan/atau asesmen.
e. level kompetensi personel.
f. persyaratan pelatihan organisasi, industri dan
nasional.
g. level pengetahuan personel tentang asesmen berbasis
kompetensi.
h. tanggung jawab hukum.
1.2.18 Seluruh komponen dari unit standar kompetensi
meliputi:
a. Elemen.
b. Kriteria Unjuk Kerja.
c. Ketrampilan Layak Kerja.
d. Batasan Variabel.
e. Kontekstualisasi.
f. kaitan terhadap pengetahuan dan persyaratan
perusahaan.
g. fokus Asesmen.
h. persyaratan dasar pengetahuan bahasa, literasi dan
numerasi.
i. panduan penilaian, termasuk:
pengetahuan yang dibutuhkan.
ketrampilan dan atribut yang dibutuhkan.
persyaratan kemampuan bahasa, literasi dan
numerasi.
aspek kritis dari bukti yang harus
dipertimbangkan/persyaratan kuatitas bukti.
keselarasan asesmen dan saling ketergantungan
antar unit-unit kompetensi.
metode/ sumber daya/ konteks asesmen.
j. Dimensi Kompetensi, sebagai contoh
task skills.

131
task management skills.
contingency management skills.
job role/environment skills.
transfer skills.
1.2.19 Dokumentasi terkait, dapat mencakupi:
a. panduan asesmen dari paket training terkait.
b. kriteria asesmen modul terakreditasi.
c. bukti yang akan dikumpulkan sebagaimana
dikemukakan rencana asesmen.
d. definisi dan interpretasi bukti di dalam
pengembangan perangkat asesmen.
e. kebijakan dan prosedur asesmen.
f. persyaratan K3, hukum, kode etik, standar, panduan
g. indikator dan level kompetensi sistem pelaporan
nasional.
h. persyaratan organisasi kerja.
i. spesifikasi produk.
j. perangkat asesmen kompetensi terintegrasi.
1.2.20 Keputusan merupakan proses dua langkah dan artinya:
a. Keputusan dibuat oleh asesor berkaitan dengan
pencapaian kompetensi terhadap prinsip asesmen
dan aturan bukti.
b. Keputusan dibuat oleh asesor berdasarkan bukti
yang dikemukakan dan kemudian dievaluasi, apakah
asesi telah kompeten atau belum.
1.2.21 Rencana aksi dibutuhkan jika keputusan belum
kompeten diambil, dan dapat mencakupi:
a. kesenjangan kompetensi, pelatihan lanjut, bila
berkaitann dengan akurasi.
b. peluang praktek tambahan dibawah supervisi, bila
berkaitan dengan presisi.
c. peluang asesmen tambahan/ peluang pengumpulan
bukti tambahan.
d. fasilitasi individual jika diperlukan.

132
e. pengalihan ke dukungan spesialis.
1.2.22 Laporan asesmen, dapat mencakupi:
a. rincian data asesi.
b. rincian asesmen: tanggal, waktu, tempat.
c. rincian kesimpulan asesor atas bukti.
d. umpan balik ke dan dari asesi.
e. justifikasi keputusan.
f. kesimpulan rencana aksi untuk asesi.
g. informasi kritis lainnya, termasuk banding dan hasil.
h. tandatangan asesor dan asesi.
i. laporan tertulis/ elektronik kepada penyandang
dana.
1.2.23 Rekomendasi, dapat mencakupi:
a. rekomendasi asesmen.
b. rekomendasi dukungan pelatihan dan/atau asesmen
unit kompetensi yang lain.
c. rekomendasi rencana aksi.
d. asesmen ulang.
e. implikasi banding.
1.2.24 Pihak lain yang relevan, dapat mencakupi:
a. Pihak-pihak yang disarankan asesi.
b. Pihak-pihak yang akan diberikan informasi
disebabkan. adanya kontrak kewajiban.
1.2.25 Kriteria, dapat mencakupi:
a. mengikuti rencana asesmen.
b. memenuhi persyaratan organisasi, etika dan hukum,
termasuk K3.
c. penyampaian informasi yang tepat kepada asesi
terkait proses asesmen dan penjelasan seluruh
langkah dengan menggunakan komuniasi efektif dan
keterampilan interpersonal.
d. demonstrasi penerapan aturan bukti dan prinsip
asesmen dalam pengumpulan bukti yang berkualitas.
e. demonstrasi dukungan dan arahan kepada asesi

133
selama proses asesmen.
f. penggunaan metode dan perangkat asesmen.
g. penerapan penyesuaian yang wajar, bila diperlukan.
h. penyampaian umpan balik yang jelas dan
membangun kepada asesi terkait keputusan
asesmen.
i. peninjauan konsistensi keputusan.
1.2.26 Konsultasi, dapat mencakupi:
a. Dengan asesor dan koordinator pelatihan dengan
tetap bersikap wajar.
b. Diskusi dengan klien, ketua tim, manejer,
koordinator asesmen, supervisor dan mentor.
c. Tenaga ahli teknik.
d. Tenaga ahli bahasa, literasi, numerasi.
1.3 Skills for employability, mencakupi ketrampilan
1.3.1 Komunikasi (communication skills).
1.3.2 Bekerja dalam kelompok (team works skills).
1.3.3 Mengatasi masalah (problem solving skills).
1.3.4 Berinisiasi dan kewirusahaan (initiative and enterprise
skills).
1.3.5 Perencanaan dan pengorganisasian (planning and
organizing skills).
1.3.6 Manajemen diri (self-management skills).
1.3.7 Belajar (learning skills).
1.3.8 Teknologi (technology skills).

2 Peralatan dan Perlengkapan


2.1 Peralatan utama untuk mendemonstrasikan elemen kompetensi
untuk mencapai kriteria unjuk kerja adalah perangkat asesmen
2.2 Perlengkapan pendukung termasuk bahan dan fasilitas untuk
mendemonstrasikan elemen kompetensi dapat mencakupi
a. program teknologi informasi dan komunikasi
b. checklist observasi
c. daftar pertanyaan tertulis

134
d. alat ukur hasil kerja asesi

3 Peraturan yang diperlukan


3.1 Peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 2006 tentang Sistem
Pelatihan Kerja Nasional
3.2 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 2 tahun 2016 tentang
Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional
3.3 Peraturan teknis yang terkait dengan substansi unit kompetensi
ini

4 Norma dan standar


4.1 Norma, pedoman, standar, etika untuk mendemonstrasikan unit
ini adalah seri pedoman BNSP
4.2 Norma, pedoman, standar, etika terkait dengan substansi
asesmen

PANDUAN PENILAIAN
1. Konteks penilaian
Konteks penilaian untuk melakukan asesmen dapat mencakupi:
1.1 Asesmen kompetensi untuk unit ini dapat dilakukan pada
konteks kerangka program asesmen kompetensi sesuai konteks
yang ditetapkan diatas.
1.2 Tempat Uji Kompetensi seharusnya dilakukan di tempat kerja
atau simulasi tempat kerja yang baik.
1.3 Pelaksanakan asesmen terhadap personil yang akan diases,
harus dilakukan oleh asesor kompetensi.
1.4 Ikhtisar Asesmen, untuk memperagakan/ mendemonstrasikan
kompetensi unit ini, asesi harus dapat membuktikan bahwa
mereka telah mampu mengases komkpetensi orang lain melalui
proses pengumpulan dan peninjauan bukti dan membuat
keputusan.
Bukti yang disampaikan harus menggambarkan bagaimana
lingkungan asesmen ditegakkan dan bagaimana kebutuhan asesi
dipenuhi; bagaimana unit kompetensi diinterpretasi untuk

135
menentukan persyaratan bukti; bagaimana rencana asesmen
diikuti; bagaimana perangkat asesmen digunakan pada saat
pengumpulan bukti; keputusan asesmen telah berbasis aturan
bukti; keterampilan komunikasi digunakan untuk memandu,
mendukung dan menyampaikan umpan balik kepada asesi
selama proses asesmen; rekaman dan pelaporan; dan bagaimana
proses asesmen ditinjau.
1.5 Produk yang dapat digunakan sebagai bukti, seharusnya
mencakupi:
1.5.1 perangkat asesmen yang lengkap.
1.5.2 dokumentasi bukti yang dikumpulkan dan keputusan
asesmen.
1.5.3 umpan balik dari asesi/asesor/supervisor/koordinator
asesmen.
1.5.4 umpan balik kepada asesi berikut rekomendasi pilihan ke
depan.
1.5.5 rekaman dan pelaporan asesmen.
1.5.6 tinjauan pelaksanaan asesmen dan rekomendasi
pelaksanaan ke depan.
1.6 Proses yang bisa digunakan sebagai bukti seharusnya mencakupi:
1.6.1 cara menginterpretasi standar kompetensi dan dokumen-
dokumen lainnya.
1.6.2 cara penjadwalan aktivitas asesmen.
1.6.3 cara memodifikasi rencana asesmen agar memenuhi
kebutuhan asesi.
1.6.4 cara evaluasi bukti terkait aturan bukti.

136
1.7 Implikasi sumber daya asesmen seharusnya mencakupi:
1.7.1 akses kepada asesi yang akan diases.
1.7.2 akses ke standar kompetensi.
1.7.3 akses ke bahan dan perangkat asesmen.
1.7.4 akses ke tempat dan peralatan asesmen.
1.7.5 dokumentasi tempat kerja.
1.7.6 akses ke kebijakan dan prosedur asesmen.
1.7.7 akses ke dokumentasi/ rekaman asesi untuk mendapatkan
persyaratan spesifik.
1.7.8 pertimbangan biaya dan waktu.
1.7.9 akses ke personel yang dibutuhkan.

1.8 Pengumpulan bukti berkualitas membutuhkan:


1.8.1 asesmen harus memenuhi ruang lingkup unit ini dan
merefleksikan seluruh komponen unit, yakni Elemen,
Kriteria Unjuk Kerja, Batasan Variabel, Panduan Bukti,
Keterampilan Layak Kerja.
1.8.2 batasan metode asesmen dan teknik pengumpulan bukti
yang tepat digunakan untuk menentukan kompetensi.
1.8.3 bukti harus dikumpulkan di tempat kerja bila
memungkinkan. Apabila hal ini tidak memungkinkan,
suatu tempat kerja yang disimulasikan harus disediakan.
1.8.4 bukti-bukti yang dikumpulkan harus berhubungan dengan
beberapa demonstrasi/ praktek kinerja yang dinilai pada
titik-titik yang berbeda pada waktu yang tepat,
pembelajaran dan jalur asesmen hendaknya dipisahkan
oleh praktek dan pembelajaran selanjutnya.
1.8.5 bukti yang dikumpulkan harus berhubungan paling kurang
dengan satu asesmen.
1.8.6 asesmen memenuhi aturan bukti.
1.8.7 keputusan kompeten dapat dibuat bila asesor yakin bahwa
hasil yang dipersyaratkan dari suatu unit telah dicapai dan
bahwa kinerja telah diperagakan secara konsisten.
1.9 Persyaratan bukti yang spesifik harus meliputi:

137
1.9.1 pelaksanaan asesmen pada sejumlah asesi atas unit
kompetensi yang berbeda, mengikuti rencana asesmen yang
relevan.
1.9.2 paling kurang seorang asesi diases pada jalur asesmen.
1.9.3 paling kurang satu asesmen harus mencakup hal yang
menyangkut penyesuaian yang wajar serta keputusan.
1.9.4 semuanya harus menunjukkan:
a. penggunaan metode dan perangkat asesmen yang
berbeda termasuk batasan variabel aktivitas asesmen.
b. demonstrasi komunikasi dua arah dan umpan balik.
c. cara pengambilan keputusan dan cara merekam serta
melaporkan hasil asesmen.
d. rekaman dan pelaporan asesmen memenuhi persyaratan
hukum/organisasi dan etika.
e. proses asesmen ditinjau dan hasil peninjauan
didokmentasikan.
1.10 Asesmen Terpadu, artinya unit ini dapat di ases tersendiri atau
sebagai bagian dari aktivitas asesmen terpadu yang melibatkan
unit-unit lain yang relevan.
Unit-unit berikut ini disarankan:
a. P.854900.040.02 Merencanakan dan Mengorganisasikan
Asesmen.
b. P.854900.041.02 Mengembangkan Perangkat Asesmen.

2. Persyaratan kompetensi
(Tidak ada.)

3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan


3.1 Pengetahuan yang dibutuhkan
3.1.1 Asesmen berbasis kompetensi mencakup:
a. pelatihan dan pendidikan vokasi sebagai suatu sistem
berbasis kompetensi
b. asesmen berpatokan kriteria/keunggulan atas asesmen
perpatokan norma

138
c. menyetujui kriteria yang digunakan pada pelatihan dan
pendidikan vokasi di tingkat nasional atau penjelasan
yang dikemukakan standar kompetensi tentang
spesifikasi kinerja suatu pekerjaan/fungsi kerja dan
keterampilan/pengetahuan
d. pelaporan asesmen berbasis kompetensi
e. standar kompetensi sebagai basis kualifikasi
f. prinsip-prinsip asesmen berbasis kompetensi
g. struktur dan penggunaan standar kompetensi
3.1.2 prinsip-pronsip asesmen dan penerapannya
3.1.3 aturan bukti dan penerapannya
3.1.4 pengertian tujuan asesmen dan konteks asesmen,
termasuk RPL
3.1.5 berbagai metode asesmen, termasuk kecocokannya dalam
pengumpulan berbagai jenis bukti; persyaratan sumber
daya dan kaitannya dengan biaya
3.1.6 pengertian penyesuaian yang wajar dan penerapannya
3.1.7 metodologi evaluasi dasar yang cocok untuk tinjauan
pengalaman individu
3.1.8 jenis dan bentuk bukti, termasuk penggunaan perangkat
asesmen yang relevan untuk pengumpulan berbagai jenis
bukti pada asesmen berbasis kompetensi
3.1.9 pengetahuan praktis tentang hambatan dan proses terkait
perangkat dan metode asesmen
3.1.10sistem asesmen serta kebijakan dan prosedur asesmen
yang digunakan oleh industri, organisasi atau otoritas
pelatihan kebijakan dan prosedur RPL yang digunakan oleh
organisasi
3.1.11 perhatian terhadap budaya yang sensitif dan kebersamaan
kebijakan relevan lainnya, perundangan, kode etik dan
standar nasional, misalnya
a. hak paten
b. keamanan informasi
c. Plagiatisme

139
d. paket pelatihan/standar kompetensi
e. persyaratan lisensi
f. persyaratan industri/tempat kerja
g. persyaratan rekaman informasi dan kerahasiaan
h. anti diskriminasi termasuk kesamaan kesempatan,
pencemaran nama baik, diskriminasi ketidakmampuan
i. hubungan tempat kerja
j. persetujuan perusahaan/penghargaan industri
3.1.12tanggungjawab K3 berkaitan dengan rencana dan
pengorganisasian asesmen, seperti:
a. persyaratan pelaporan bahaya dan insiden
b. prosedur darurat dan prosedur penggunaan alat
pelindung diri
c. penggunaan peralatan secara aman dan
pemeliharaannya
d. informasi sumber daya K3
3.2 Keterampilan yang dibutuhkan
3.2.1 keterampilan analisis dan interpretasi untuk:
a. menguraikan substansi/isi standar kompetensi
b. menginterpretasi perangkat asesmen dan informasi
lainnya
c. mengidentifikasi kebutuhan asesi
d. membuat keputusan berbasis bukti hasil asesmen
3.2.2 keterampilan observasi untuk:
a. mengakui pembelajaran terdahulu asesi
b. menentukan kesiapan asesi dalam pelaksanaan
asesmen
c. mengobservasi kinerja asesi
d. mengidentifikasi asesi sekiranya membutuhkan
asistensi selama pelaksanaan asesmen
3.2.3 keterampilan meneliti dan mengevaluasi untuk:
a. mengakses persyaratan individu pelaksana dan
sumber daya asesmen
b. mengakses kebijakan dan prosedur sistem asesmen

140
c. mengakses kebijakan dan prosedur RPL
d. mengevaluasi bukti
e. mengevaluasi proses asesmen
3.2.4 keterampilan kognitif untuk:
a. menghargai bukti dan membuat keputusan
b. memperhatikan dan merekomendasikan penyesuaian
yang wajar
3.2.5 keterampilan membuat keputusan:
a. mengakui pembelajaran terdahulu asesi
b. membuat keputusan atas pencapaian kompetensi asesi
3.2.6 keterampilan literasi untuk:
a. membaca dan menginterpretasi informasi yang relevan
tentang pelaksanaan asesmen
b. mempersiapkan kebutuhan dokumentasi dan informasi
yang diperlukan untuk proses asesmen
3.2.7 keterampilan komunikasi/interpersonal untuk:
a. menjelaskan pengertian asesmen kepada asesi
b. memberikan innstruksi yang jelas dan tepat
c. mengajukan pertanyaan secara efektif
d. menyampaikan klarifikasi
e. mendiskusikan proses asesmen dengan pihak terkait
lainnya
f. memberikan umpan balik yang sesuai kepada asesi
g. mendiskusikan hasil asesmen dengan asesi
h. menggunakan bahasa secara tepat dengan asesi dan
lingkungan asesmen
i. mempertahankan suatu hubungan kerja yang baik
dengan asesi
3.2.8 sikap yang harus dimiliki:
a. kemauan untuk memandu dan mendukung asesi
b. mampu memberi semangat kepada asesi, menerima dan
memanfaatkan umpan balik
c. sensitif terhadap perbedaan keperluan setiap individu
d. beretika dalam pelaksanaan asesmen

141
4. Sikap kerja yang diperlukan
Sikap kerja yang harus ditampilkan untuk tercapainya kriteria unjuk
kerja pada unit kompetensi ini mencakupi atribut-atribut
4.1 Dapat menjaga rahasia
4.2 Berwawasan luas.
4.3 Diplomatis
4.4 Beradaptasi baik dengan lingkungan dan perubahan
4.5 Fokus mencapai sasaran
4.6 Mengambil keputusan berdasarkan logika dan analisa

5. Aspek kritis
Aspek kritis pada unit ini adalah:
5.1. Interpretasi bukti yang telah dikumpulkan
5.2. Pengambilan keputusan berdasarkan standar kompetensi terkait
dengan penerapan prinsip asesmen dan aturan bukti
5.3. Unit ini juga melingkupi demonstrasi hubungan yang profesional
antara asesor dan asesi dan keterampilan yang mendukung
hubungan yang profesional tersebut

142
Kode Unit : P.854900.047.01
Judul Unit : Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen
Deskripsi Unit : Unit ini mendeskripsikan kinerja, ketrampilan dan
pengetahuan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi
dalam proses validasi asesmen.

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA


1. Menyiapkan proses 1.1 Tujuan, fokus dan konteks validasi
validasi dikonfirmasi dan didiskusikan dengan
orang yang relevan.
1.2 Pendekatan validasi dibahas dan
dikonfirmasi sesuai dengan tujuan yang
ditetapkan, konteks, kebijakan dan
prosedur sistem asesmen yang relevan
serta persyaratan
organisasi/hukum/etika.
1.3 Acuan Pembanding yang relevan untuk
asesmen dianalisis dan bukti-bukti yang
dibutuhkan untuk mendemonstrasikan
kompetensi disepakati bersama.
1.4 Setiap dokumen yang terkait yang
relevan untuk proses validasi
diidentifikasi dan disepakati bersama.
1.5 Bahan-bahan yang akan digunakan
dalam sesi validasi diperoleh, dibaca dan
diinterprestasikan, serta kegiatan-
kegiatan validasi disepakati bersama.
2. Memberikan kontribusi 2.1 Partisipasi aktif dalamsesi dan kegiatan
dalam proses validasi validasi didemonstrasikan dengan
menggunakan keterampilan komunikasi
yang sesuai.
2.2 Partisipasi dalam sesi dan kegiatan
validasi, termasuk meninjau,
membandingan dan mengevaluasi:
keseluruhan proses asesmen, rencana
asesmen, interpretasi standar kompetensi
atau acuan pembanding lainnya untuk
asesmen, penyeleksian dan penerapan
metode asesmen, penyeleksian dan
penggunaan perangkat asesmen dan
bukti yang dikumpulkan rekomendasi
hasil asesmen termasuk proses
pengambilan keputusan.
2.3 Tinjauan, perbandingan dan evaluasi

233
143
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
dilakukan sesuai dengan prinsip
asesmen dan aturan bukti.
2.4 Semua dokumen yang digunakan dalam
proses validasi diperiksa keakuratan dan
keterkinian versi.
3. Memberikan kontribusi 3.1 Temuan validasi didiskusikan, dianalisis
untuk hasil validasi dan disepakati bersama untuk
mendukung perbaikan kualitas asesmen.
3.2 Rekomendasi-rekomendasi untuk
meningkatkan praktek asesmen
didiskusikan, disepakati dan dicatat.
3.3 Perubahan terhadap praktek pelaksanaan
asesmen yang timbul akibat kegiatan
validasi dan sesuai dengan peran serta
tanggung jawab dalam melakukan
asesmen, diimplementasikan.

BATASAN VARIABEL
1. Konteks variabel
1.1 Batasan Variabel berkaitan dengan unit kompetensi secara
keseluruhan. Hal ini memungkinkan untuk diimplementasikan
pada lingkungan kerja dan situasi yang berbeda yang dapat
mempengaruhi kinerja.
1.2 Kata yang dicetak tebal yang tercantum dalam kriteria unjuk kerja
dijabarkan dibawah. Kondisi yang mempengaruhi operasionalisasi
pelatihan dan asesmen ikut dipertimbangkan (misalnya: situasi
kerja, kebutuhan kandidat, akses terhadap kebutuhan yang
diperlukan serta kontekstualisasi industri lokal dan regional).
1.3 Pengertian Validasi adalah sebuah proses yang melibatkan asesor
yang bekerja sama untuk meninjau, membandingkan dan
mengevaluasi proses asemen dan hasil asesmen terkait dengan unit
kompetensi atau unit-unit kompetensi yang dijadikan acuan dalam
melaksanakan asesmen. Hal ini meliputi validasi
metode/perangkat asesmen, bukti yang dikumpulkan
menggunakan metode asesmen/perangkat, dan interpretasi bukti
untuk membuat keputusan asesmen.
1.4 Tujuan dan fokus validasi meliputi antara lain:
1.4.1 Bagian dari proses penjaminan mutu organisasi.

144
234
1.4.2 Untuk mengantisipasi risiko yang dapat terjadi dalam
pelaksanaan pelatihan dan asesmen.
1.4.3 Untuk memenuhi persyaratan Lembaga Penilaian
Kesesuaian.
1.4.4 Untuk memastikan bahwa bukti bukti dalam penilaian
memenuhi persyaratan sesuai standar maupun acuan
penilaian lain yang dipergunakan.
1.4.5 Untuk memberikan bukti kepada pihak auditor eksternal.
1.4.6 Untuk memberikan bukti kepada pihak auditor internal.
1.4.7 Untuk meningkatkan kualitas dalam praktek praktek
asesmen.
1.4.8 Untuk mengevaluasi kualitas perangkat asesmen.
1.4.9 Sebagai sarana pengembangan profesional.
1.4.10 Untuk meningkatkan kepercayaan diri para asesor.
1.4.11 Untuk memastikan bahwa asesor berbeda yang memakai
perangkat yang sama mengumpulkan bukti bukti yang
sama sesuai level bukti tersebut.
1.4.12 Untuk memastikan bahwa asesor yang berbeda memiliki
persepsi sama ketika menginterpretasikan bukti.
1.4.13 Untuk memastikan apakah keputusan asesmen
merefleksikan prinsip–prinsip asesmen dan aturan bukti.
1.5 Konteks validasi meliputi antara lain:
1.5.1 Internal di dalam organisasi, misalnya di lokasi yang sama
maupun antar lokasi.
1.5.2 Eksternal di dalam organisasi, misalnya dalam industri,
kawasan, kota, propinsi, jaringan asesor.
1.5.3 Melalui lisensi atau badan serupa.
1.5.4 Dengan kolega asesor.
1.5.5 Dengan rekan-rekan/kolega dari pelatihan lainnya
dan/atau organisasi asesmen.
1.6 Orang yang relevanharus meliputi:
1.5.1 Asesor lain yang terlibat dalam pelaksanaan validasi.
1.7 Orang yang relevan sebaiknya meliputi:
1.6.1 Lead asesor;

145
235
1.6.2 Manajer, supervisor;
1.6.3 Ahli di bidangnya, termasuk ahli K3 dan ahli bahasa,
spesialis bidang literasi dan numerasi;
1.6.4 Personil atau mitra dengan tanggung jawab atas sistem
penjaminan mutu;
1.6.5 Koordinator pelatihan dan/atau asesmen;
1.6.6 Klien industri;
1.6.7 Regulator industri;
1.6.8 Karyawan dan atasannya/mewakili;
1.6.9 Anggota asosiasi profesi;
1.6.10 Personil lembaga penilaian kesesuaian;
1.6.11 Validator independen.
1.8 Pendekatan untuk validasi meliputi antara lain:
1.7.1 Panel untuk asemen;
1.7.2 Pertemuan moderasi;
1.7.3 Mengembangkan atau mengkaji ketersediaan perangkat
asesmen dan lembarannya;
1.7.4 Tolok ukur/benchmarking;
1.7.5 Pengujian lapangan, percobaan dan uji coba perangkat
asesmen;
1.7.6 Kaji ulang sesama rekan asesor (Peer review);
1.7.7 Tim Asesor;
1.7.8 Proses audit internal;
1.7.9 Mekanisme umpan balik dari klien;
1.7.10 Mentoring terhadap asesor kurang berpengalaman oleh
asesor yang berpengalaman;
1.7.11 Menggunakan validator independen untuk meninjau proses
validasi.
1.9 Sistem dan kebijakan dan prosedur asesmen meliputi antara lain:
1.8.1 Seleksi kandidat;
1.8.2 Rasional dan tujuan asesmen berbasis kompetensi;
1.8.3 Rekaman asesmen/pengelolaan data/manajemen
informasi;

146
236
1.8.4 Pengakuan kompetensi terkini (RCC)/pengakuan hasil
pembelajaran (RPL)/pengaturan angka kredit;
1.8.5 Kebutuhan asesor, kualifikasi, pemeliharaan kompetensi;
1.8.6 Prosedur pelaporan asesmen;
1.8.7 Pengaturan banding;
1.8.8 Keluhan/pengaduan kandidat;
1.8.9 Validasi;
1.8.10 Evaluasi/audit internal;
1.8.11 Biaya/sumber daya;
1.8.12 Akses dan ekuitas/penyesuaian yang wajar;
1.8.13 Pengaturan kemitraan;
1.8.14 Keterkaitan dengan sumber daya manusia atau sistem
hubungan industrial;
1.8.15 Keterkaitan dengan sistem manajemen mutu keseluruhan.
1.10 Organisasi/hukum/persyaratan etika meliputi antara lain:
1.9.1 Tanggung jawab legal dan kode etik asesor;
1.9.2 Kebijakan sistem dan prosedur asesmen;
1.9.3 Pelaporan, sistem manajemen informasi asesmen termasuk
pendokumentasian pendekatan yang disepakati untuk
validasi;
1.9.4 Aturan lisensi untuk melakukan asesmen kompetensi;
1.9.5 Persyaratan organisasi pelatihan dan atau asesmen terkait
asesmen dan validasi;
1.9.6 Sistem penjaminan mutu;
1.9.7 Rencana bisnis dan kinerja;
1.9.8 Akses, kebijakan dan prosedur terhadap persamaan
hak/equitas;
1.9.9 Prosedur pengaturan kemitraan;
1.9.10 Prosedur, kebijakan, dan program;
1.9.11 Definisi parameter sumberdaya;
1.9.12 Pengaturan saling pengakuan (MRA);
1.9.13 Sistem hubungan industrial, proses, penghargaan/
perjanjian perusahaan;

147

237
1.9.14 Standar Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang memiliki
Lembaga Sertifikasi Profesi;
1.9.15 Ruang lingkup lisensi;
1.9.16 Kebijakan sumber daya manusia/prosedur dan persyaratan
legal termasuk anti diskriminasi, kesetaraan hak dalam
bekerja/peran/tanggungjawab/kondisi;
1.9.17 Kode etik industri yang relevan;
1.9.18 Persyaratan menjaga kerahasiaan terkait dengan informasi
yang timbul dalam pelaksanaan asesmen;
1.9.19 Memastikan persyaratan K3 dipertimbangkan termasuk:
persyaratan K3 selama proses asesmen dilangsungkan,
mengidentifikasi dan melaporkan bahaya K3 kepada
personil yang relevan;
1.11 Acuan pembanding asesmen mengacu pada:
1.10.1 Kriteria yang digunakan untuk mengases Asesi, bisa
standar kompetensi/unitkompetensi, kriteria asesmen
sebuah kurikulum, spesifikasi kinerja, spesifikasi produk.
1.12 Bukti – bukti yang dibutuhkan:
1.11.1 Segala bukti yang dikumpulkan ketika dibandingkan
dengan standar memenuhi tuntutan sesuai standar.
1.13 Dokumentasi terkait meliputi antara lain:
1.12.1 Panduan penilaian sesuai standar kompetensi;
1.12.2 Informasi dari standard kompetensi tentang sumber daya
asesmen, konteks asesmen dan metoda asesmen yang
sesuai standar;
1.12.3 Aktifitas asesmen yang di identifikasi berdasarkan modul
terakreditasi dan mengacu kepada kompetensi yang
relevan;
1.12.4 Kegiatan asesmen sesuai bahan pendukung terkait dengan
standar kompetensi yang relevan;
1.12.5 Setiap persyaratan K3, aturan legal, kode etik standar dan
pedoman;
1.12.6 Indikator dan level kompetensi pada sistem pelaporan
nasional;

148

238
1.12.7 Persyaratan organisasi untuk mendemonstrasikan kinerja;
1.12.8 Spesifikasi produk.
1.14 Bahan-bahan meliputi antara lain:
1.13.1 Perangkat asesmen;
1.13.2 Sampel bukti yang dikumpulkan;
1.13.3 Dokumentasi yang terkait dengan dasar keputusan
asesmen;
1.13.4 Laporan/catatan keputusan asesmen;
1.13.5 Template validasi;
1.13.6 Ceklis validasi;
1.13.7 Laporan asesmen dan standar kompetensi;
1.13.8 Teknik-tehnik melakukan sampling;
1.13.9 Bank soal;
1.13.10 Survei kinerja;
1.15 Kegiatan validasi meliputi antara lain:
1.14.1 Menganalisis dan meninjau perangkat asesmen;
1.14.2 Menganalisis dan meninjau bukti yang dikumpulkan;
1.14.3 Menganalisis dan meninjau keputusan asesmen/ catatan
hasil asesmen;
1.14.4 Memeriksa rekaman asesmen;
1.14.5 Memeriksa sistem asesmen;
1.14.6 Membahas proses asesmen, isu isu yang timbul, kesulitan
dalam interpretasi;
1.14.7 Melakukan saling wawancara antara manajemen, pelatih/
fasilitator, kandidat;
1.14.8 Menganalisis umpan balik klien;
1.14.9 Mengobservasi pelaksanaan asesmen;
1.14.10 Menggunakan perangkat validasi;
1.14.11 Meninjau dan menafsirkan Pedoman Asesmen;
1.14.12 Memeriksa kualifikasi asesor;
1.14.13 Menganalisis proses banding;
1.14.14 Merekam bukti proses validasi dan hasil.
1.16 Proses asesmen didefinisikan sebagai tahapan penting dalam siklus
asesmen.

149

239
1.17 Rencana asesmen adalah keseluruhan dokumen perencanaan
untuk proses asesmen dan meliputi antara lain:
1.16.1 Tujuan dan sasaran asesmen;
1.16.2 Konteks asesmen;
1.16.3 Standar kompetensi yang relevan untuk dipergunakan
sebagai acuan pembanding asesmen;
1.16.4 Informasi asesmen lainnya serta dokumentasi terkait yang
teridentifikasi;
1.16.5 Personil teridentifikasi;
1.16.6 Metode asesmen teridentifikasi dan perangkat asesmen;
1.16.7 Kemungkinan mengklasterkan unit kompetensi untuk
tujuan asesmen;
1.16.8 Mengidentifikasi bahaya K3 termasuk risiko dan strategi
mitigasinya;
1.16.9 Materi dan atau sumberdaya fisik yang dipersyaratkan;
1.16.10 Pengaturan organisasi dalam pelaksanaan asesmen;
1.16.11 Persyaratan pelaporan K3;
1.16.12 Kebutuhan khusus untuk pelaksanaan asesmen misalnya
alat pelindung diri;
1.16.13 Garis besar pencapaian asesmen (milestone), batasan
waktu dan tanggal pencapaiannya;
1.16.14 Prosedur penilaian mandiri kandidat;
1.16.15 Keterkaitan dengan rencana organisasi, kebijakan dan
prosedur.
1.18 Metode asesmen adalah teknik yang dipergunakan dalam
pengumpulan bukti meliputi antara lain:
1.18.1 Pengamatan langsung, misalnya:
a. Kerja nyata pada kegiatan di tempat kerja;
b. Kegiatan kerja dalam lingkungan kerja simulasi.
1.18.2 Kegiatan terstruktur, misalnya:
a. Simulasi/Role Play;
b. Proyek;
c. Presentasi;
d. Lembar Aktifitas.

150
240
1.18.3 Pertanyaan, misalnya:
a. Pertanyaan tertulis pada komputer;
b. Dalam wawancara;
c. Penilaian mandiri;
d. Pertanyaan lisan;
e. Kuesioner/Angket;
f. Lisan dan tes tulis (sesuai pada level kualifikasi tinggi).
1.18.4 Portofolio, misalnya:
a. Kumpulan hasil pekerjaan yang dilakukan kandidat;
b. Produk yang disertai dokumen pendukung;
c. Bukti sejarah;
d. Jurnal/log book;
e. Informasi tentang pengalaman hidup.
1.18.5 Kajian terhadap produk, misalnya:
a. Produk hasil proyek;
b. Produk hasil kegiatan pekerjaan.
1.18.6 Laporan ketiga, misalnya:
a. Testimonial/laporan dari pengusaha/supervisor;
b. Bukti bukti hasil pelatihan;
c. Dokumentasi keberhasilan yang disyahkan;
d. Wawancara dengan pemilik, atasan, rekan sekerja.
1.19 Perangkat asesmen mengandung:
1.19.1 Instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan
bukti-bukti antara lain:
a. Profil ukuran kinerja yang dapat diterima;
b. Template/proforma;
c. Pertanyaan spesifik atau kegiatan;
d. bukti/lembar pengamatan;
e. Ceklis untuk mengevaluasi sampel hasil pekerjaan;
f. Materi penilaian mandiri kandidat;
g. Prosedur, informasi dan instruksi yang berkaitan
dengan penggunaan perangkat asesmen dan kondisi
untuk asesmen.

151
241
1.20 Pengambilan keputusan adalah proses dengan dua tahapan dan
berarti:
1.20.1 Keputusan yang dibuat oleh asesor telah memenuhi prinsip
dan aturan bukti asesmen;
1.20.2 Keputusan yang dibuat asesor terhadap ketersediaan bukti
yang telah dievaluasi, dipergunakan untuk menilai apakah
kandidat dinyatakan kompeten atau belum kompeten.
1.21 Prinsip asesmen adalah:
1.21.1 Validitas;
1.21.2 Reliabilitas;
1.21.3 Fleksibilitas;
1.21.4 Adil.
1.22 Aturan bukti adalah:
1.22.1 Valid;
1.22.2 Asli;
1.22.3 Terkini;
1.22.4 Memadai.
1.23 Rekomendasi untuk perbaikan meliputi antara lain:
4.1.1 Strategi pengembangan profesi untuk asesor yang
berkelanjutan;
4.1.2 Tindakan koreksi terhadap sistem, kebijakan dan prosedur
asesmen;
4.1.3 Perubahan terhadap strategi asesmen;
4.1.4 Perubahan terhadap rencana asesmen;
4.1.5 Perubahan terhadap metode asesmen terpilih;
4.1.6 Perubahan/pengembangan untuk perangkat asesmen yang
baru;
4.1.7 Perbaikan terhadap pengelolaan rekaman;
4.1.8 Perubahan terhadap sumber daya asesmen;
4.1.9 Perbaikan dalam perjanjian kemitraan;
4.1.10 Perbaikan terhadap proses pengumpulan bukti;
4.1.11 Tambahan informasi bagi asesor dan kandidat;
4.1.12 Peningkatan dalam pemberian konsultasi/dukungan/
supervisi terhadap asesor;

152
242
4.1.13 Ketersediaan dokumen penunjang;
4.1.14 Hubungan dengan narasumber ahli maupun tenaga
spesialis pendukung asesmen.

2. Peralatan dan perlengkapan


2.1 Peralatan
2.1.1 Standar kompetensi/Acuan Pembanding
2.1.2 Rencana Asesmen
2.1.3 Perangkat Asesmen
2.1.4 Perangkat Validasi
2.1.5 Dokumentasi Asesmen LSP
2.2 Perlengkapan
2.2.1 Peralatan komputer – printer
2.2.2 LCD
2.2.3 ATK
2.2.4 Ruang untuk melakukan validasi

3. Peraturan yang diperlukan


3.1 Peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 2006 tentang Sistem
Pelatihan Kerja Nasional
3.2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan TransmigrasiNomor 5 Tahun
2012 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional
3.3 Peraturan tentang Sertifikasi yang berlaku

4. Norma dan Standar


4.1 Norma
4.1.1 Kode Etik Asesor
4.2 Standar
4.2.1 Standar lainnya yg terkait

PANDUAN PENILAIAN
1. Konteks penilaian
1.1 Konteks penilaian untuk melakukan asesmen dapat mencakupi:

153
243
1.1.1 Asesmen kompetensi untuk unit ini dapat dilakukan pada
konteks kerangka program asesmen kompetensi sesuai
konteks yang ditetapkan diatas.
1.1.2 Tidak diperlukan TUK khusus untuk mendemonstrasikan
unit ini.
1.1.3 Pelaksanakan asesmen terhadap personil yang akan diases,
harus dilakukan oleh asesor kompetensi.
1.2 Persyaratan unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya (jika
di perlukan) sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam
melanjutkan penguasaan unit kompetensi ini adalah:
merencanakan dan mengorganisasikan asesmen, dan membuat
perangkat asesmen, serta mengidentifikasi/mengakses informasi
persyaratan regulasi teknis dan acuan pembanding
1.3 Tinjauan asesmen
Untuk mendemonstrasikan kompetensi terhadap hal ini calon unit
harus dapat memberikan bukti bahwa mereka telah secara aktif
berpartisipasi dan telah memberi kontribusi minimal dari dua kali
sesi validasi menggunakan pendekatan validasi yang berbeda dan
kegiatan validasi
1.4 Bukti yang diberikan harus:
Menjelaskan tujuan validasi dan konteks dan tanggung jawab
hukum dan etika penilai; meliputi pengumpulan dokumentasi
untuk diserahkan kepada proses validasi; menunjukkan akses dan
interpretasi standar kompetensi dan bukti persyaratan;
menunjukkan komunikasi dan hubungan dengan orang yang
relevan dan partisipasi dalam memberikan umpan balik dan
menafsirkan dokumentasi dalam sesi validasi; menunjukkan
bagaimana aspek penting dari validasi yang dibahas; menunjukkan
keterlibatan dalam meninjau temuan/hasil, termasuk, di mana
yang relevan, memberikan kontribusi untuk dokumentasi validasi
akhir
1.4.1 Produk yang dapatdigunakan sebagai bukti meliputi:
a. Rekomendasi sebagai hasil dari meninjau asesmen,dan
alasannya

154
244
b. Evaluasi kualitas perangkat asesmen terhadap standar
kompetensi yang di identifikasi
c. Mengidentifikasi evaluasi bukti yang dikumpulkan,
mengidentifikasi standar kompetensi, dan apakah itu
memenuhi aturanbukti.
d. Mendiskusikan rekomendasi yang diusulkan untuk
modifikasi
1.4.2 Proses yang dapat digunakan sebagai bukti meliputi:
a. Bagaimana standar kompetensi dan dokumen lainnya
ditafsirkan dan persyaratan bukti diidentifikasi
b. Bagaimana keputusan asesmen dievaluasi
c. Bagaimana asesmen umpan balik ini disusun dan
dievaluasi
d. Apa kontribusi yang dibuat untuk kegiatan validasi
1.4.3 Sumber daya implikasi untukasesmen meliputi:
a. Akses terhadap standar kompetensi dan lainnya yang
terkait dokumentasi asesmen.
b. Akses terhadap perangkat asesmen lengkap
c. Akses terhadap laporan asesmen/catatan
d. Akses terhadap lokasi/peralatan validasi asesmen yang
sesuai
e. Akses terhadap grup validasi
f. Akses terhadap dokumentasi tempat kerja yang relevan
g. Pertimbangan biaya/waktu
h. Memenuhi persyaratan personil manajemen
1.4.4 Pengumpulan bukti berkualitasbukti mensyaratkan bahwa
a. Asesmen harus memenuhi ruang lingkup unit ini dan
mencerminkan semua komponen unit yaitu elemen
kompetensi, kriteria unjuk kerja, batasan variabel,
panduan bukti, employability skills
b. Berbagai metode asesmen yang sesuai/teknik
pengumpulan bukti digunakan untuk menentukan
kompetensi

155
245
c. Bukti harus dikumpulkan di tempat kerja sedapat
mungkin. Dimana tempat kerja tidak tersedia, sebuah
simulasi tempat kerja harus disediakan.
d. Bukti yang dikumpulkan harus berhubungan dengan
kinerja yang dinilai pada masa yang berbeda dan pada
jalur pembelajaran dan asesmen, hal ini harus
dipisahkan dengan pembelajaran lebih lanjut
e. Asesmen memenuhi aturan bukti asesmen
f. Keputusan terhadap pencapaian kompetensi harus
dibuat ketika asesor meyakini bahwa hasil dari unit
telah dicapai dan kinerja yang konsisten telah
ditunjukkan
1.4.5 Bukti spesifik yang sesuai persyaratan harus meliputi:
a. Partisipasi aktif dalam minimal dua sesi
validasi/pertemuan, atau dikombinasikan dan
membahas aspek kritis validasi menggunakan
pendekatan maupun aktivitas validasi yang berbeda
b. Penjelasan yang jelas tentang tujuan validasi dan
tanggung jawab hukum dan etika asesor
c. Pengumpulan dokumentasi yang berkaitan dengan
proses validasi secara berurutan
d. Mendemonstrasikan komunikasi dan hubungan dengan
orang yang relevan
e. Penyediaan umpan balik dan interpretasi
dokumentasidalamsesivalidasi
f. Catatan kontribusi terhadap temuan validasi
1.4.6 Asesmen terpadu berarti bahwa:
Unit ini dapat dinilai sendiri atau sebagai bagian dari
asesmen yang terintegrasi kegiatan yang melibatkan unit
yang relevan dalam Standar Kompetensi Bidang Pelatihan
dan Asesmen

156
246
2. Persyaratan kompetensi
2.1 P.854900.040.01 Merencanakan dan Mengorganisasikan
Asesmen
2.2 P.854900.040.01 Mengembangkan Perangkat Asesmen

3. Pengetahuan dan keterampilan


3.1 Pengetahuan
3.1.1 Asesmen berbasis kompetensi, termasuk:
a. Pendidikan dan pelatihan kejuruan sebagai sistem
berbasis kompetensi
b. Asesmen mengacu pada kriteria/berbeda dengan
penilaian berbasis norma
c. Kriteria yang digunakan dalam sistem sertifikasi
nasional adalah standar kompetensi yang
menspesifikasi kinerja/fungsi pekerjaan dan
keterampilan/pengetahuan
d. Pelaporan asesmen berbasis kompetensi
e. Standar kompetensi sebagai dasar kualifikasi
f. Prinsip-prinsip asesmen berbasis kompetensi
g. Struktur dan penerapan standar kompetensi
3.1.2 Menafsirkan standar kompetensi dan informasi lainnya
yang terkait dengan asesmen untuk menentukan bukti
yang dibutuhkan dalam mendemonstrasikan kompetensi
termasuk:
a. Komponen kompetensi
b. Asesmen Employability Skill, dimensi kompetensi dan
persyaratan keselamatan kerja
c. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
d. Metode asesmen yang beragam dan metode yang
sesuai dan relevan dengan unit kompetensi
e. Berbagai jenis perangkat asesmen, kesesuaian
perangkat dengan jenis bukti, apa yang dimaksud
dengan perangkat asesmen yang baik dan alasannya

157
247
f. Prinsip-prinsip asesmen dan penerapannya dalam
memandu asesmen dan proses validasi
g. Aturan bukti, dan kepentingannya, terutama dalam
konteks validasi
h. Berbagai alasan untuk melaksanakan validasi dan
pendekatan yang berbeda untuk validasi yang sesuai:
1) Sebelum asesmen
2) Selama asesmen
3) Setelah asesmen
3.1.3 Aspek kritis validasi, termasuk validasi dari:
a. Proses asesmen
b. Metode dan perangkat
c. Bukti yang dikumpulkan yang mengarah pada
keputusan asesmen
d. Keputusan asesmen
3.1.4 Berbagai aspek dari sistem penjaminan mutu seperti:
a. Strategi lokal/relevan untuk memenuhi KKNI
b. Sistem perbaikan terus-menerus
c. Kebijakan jaminan mutu dan proses
d. Kebijakan sistem dan prosedur asesmen
e. Manajemen sistem rekaman
3.1.5 Kebijakan sistem yang relevan, legislasi, kode etik dan
standar nasional termasukmisalnya:
a. Standar kompetensi/tolok ukur asesmen lainnya
b. Persyaratan lisensi
c. Memberikan informasi yang akurat
d. Memenuhi standar lingkungan
e. Persyaratan Industri/tempat kerja
f. Merekam informasi dan penjaminan kerahasiaan
g. Anti-diskriminasi
h. Hubungan kerja
i. Penghargaan industri/perjanjian perusahaan

158
248
j. Legislasi sistem keselamatan kerja yang relevan, kode
etik, standar dan pedoman, yang berdampak pada
asesmen
3.2 Keterampilan
3.2.1 Penelitian untuk :
a. Mengakses dan menganalisis dokumen-dokumen yang
relevan untuk validasi
b. Menggunakan berbagai dokumen sumber untuk
mengakses informasi untuk validasi
3.2.2 Keterampilan evaluasi/revisi untuk:
a. Menentukan persyaratan bukti dari standar kompetensi
b. Meninjau proses asesmen
c. Meninjau metode dan perangkat asesmen
d. Meninjau bukti-bukti yang terkumpul
3.2.3 Keterampilan literasi untuk:
a. Membaca dan mengidentifikasi dokumen yang relevan
untuk melaksanakan validasi
3.2.4 Keterampilan observasi untuk:
a. Mengevaluasi dan membandingkan dokumen
perencanaan, pengorganisasian, metode,
perangkat, dan bukti-bukti yang mengarah untuk
pengambilan keputusan.
b. Mengidentifikasi dimana perbaikan dalam proses
asesmen dapat dilakukan
3.2.5 Komunikasi dan keterampilan interpersonal untuk:
a. Berpartisipasi efektif dan berkontribusi untuk kegiatan
dan sesi validasi
b. Berkolaborasi dengan rekan
c. Mencari dan menerima umpan balik pada praktek
asesmen
d. Berbagi informasi sensitif
e. Menjaga kerahasiaan informasi sensitif
f. Mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan dari
rekan

159
249
g. Memberikan saran dan dukungan kepada rekan
3.2.6 Keterampilan perencanaan:
a. Untuk berpartisipasi dalam jangka waktu yang
disepakati
3.2.7 Keterampilan pemecahan masalah untuk:
a. Mengidentifikasi informasi yang tidak konsisten,
ambigu atau bertentangan
b. Menyarankan/mengkonfirmasi rekomendasi untuk
perbaikan dalam asesmen

4. Sikap kerja yang diperlukan


4.1 Kapasitas berfikir secara logis dan jelas dalam melaksanakan
validasi asesmen
4.2 Kemauan untuk memperhatikan, menerima dan menggunakan
umpan balik

5. Aspek kritis
5.1 Menganalisis dan meninjau perangkat asesmen
5.2 Menganalisis dan meninjau bukti yang dikumpulkan
5.3 Menganalisis dan meninjau keputusan asesmen/catatanhasil
asesmen
5.4 Memeriksa rekaman asesmen
5.5 Memeriksa sistem asesmen
5.6 Membahas proses asesmen, isu isu yang timbul, kesulitan dalam
interpretasi
5.7 Melakukan saling wawancara antara manajemen, pelatih/fasilitator,
kandidat
5.8 Menganalisis umpan balik klien
5.9 Mengobservasi pelaksanaan asesmen
5.10 Menggunakan perangkat validasi
5.11 Meninjau dan menafsirkan Pedoman Asesmen
5.12 Memeriksa kualifikasi asesor
5.13 Menganalisis proses banding
5.14 Merekam bukti proses validasi dan hasil

160
250
DOKUMEN & FORMULIR
o PERMOHONAN SERTIFIKASI
o ASESMEN MANDIRI ASESOR
1. FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN
SERTIFIKASI KOMPETENSI
2. FR. APL-02. ASESMEN MANDIRI

Penyusun:
Tanggal
Ttd

Validasi oleh
Tanggal
Ttd

161

1
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
Bagian 1 : Rincian Data Pemohon Sertifikasi
Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.

a. Data Pribadi
Nama :
No. KTP/ NIK
Tempat/ Tanggal Lahir :
Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan *
Kebangsaan :
Alamat Rumah :
Kode Pos :
No. Telp /E-mail : Rumah : Kantor :
HP : E-mail :
Kualifikasi/Pendidikan :

b. Data Pekerjaan Sekarang

Perusahaan/Lembaga :

Jabatan :
Alamat kantor :
Kode Pos :
No. Telp/Fax/E-mail : Telp : Fax :
E-mail :

Bagian 2: Data Sertifikasi


Tuliskan Judul dan Nomor Skema Sertifikasi serta Daftar Unit Kompetensi sesuai kemasan pada skema sertifikasi yang anda ajukan untuk mendapatkan
pengakuan sesuai dengan latar belakang pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja yang anda miliki.
Judul Skema :
Nomor :
Jenis Standar (SKKNI/Standar Internasional/
No. Kode Unit Judul Unit
Standar Khusus)
1.
2
3.

Bagian 3: Bukti Kelengkapan Pemohon


Ada
No.
Persyaratan dasar Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Ada
Syarat Syarat
1.
2.
3. Dst.

Rekomendasi oleh LSP: Pemohon :


Diterima /Tidak Diterima *) sebagai Asesi Nama
Tanggal
Tanda Tangan

Catatan : Administrasi :
Nama
Tanggal
Tanda Tangan

162
2
FR. APL-02. ASESMEN MANDIRI
PANDUAN ASESMEN MANDIRI
Instruksi:
• Baca setiap pertanyaan di kolom sebelah kiri
• Beri tanda centang (Ö) pada kotak jika Anda yakin dapat melakukan tugas yang dijelaskan.
• Isi kolom di sebelah kanan dengan mendaftar bukti yang Anda miliki untuk menunjukkan bahwa Anda melakukan tugas-tugas ini.

Unit Kompetensi: Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen


Dapatkah Saya ................? K BK Bukti
1. Elemen: Menentukan pendekatan asesmen
• Kriteria Unjuk Kerja:
1.1. Kandidat, tujuan dan konteks asesmen diidentifikasi dan dikonfirmasikan
dengan orang yang relevan sesuai dengan persyaratan hukum,
organisasi dan etika
1.2 Standar industri atau tempat kerja yang berlaku diidentifikasi dan
diakses untuk asesmen, dan persyaratan asesmen spesifik apa pun.
2. Elemen: Mempersiapkan rencana asesmen
• Kriteria Unjuk Kerja:
2.1 Unit kompetensi dan persyaratan asesmen dianalisis untuk
mengidentifikasi bukti dan jenis bukti yang diperlukan untuk
menunjukkan kompetensi, sesuai dengan aturan bukti
2.2 Metode dan instrumen asesmen dipilih untuk mendukung pengumpulan
bukti yang ditetapkan, dengan mempertimbangkan konteks di mana
asesmen akan berlangsung
2.3 Rencana asesmen dikembangkan dan persetujuan didapatkan dari para
pemangku kepentingan terkait.
3. Elemen: Identifikasi persyaratan modifikasi dan Kontekstualisasi
• Kriteria Unjuk Kerja:
3.1 Informasi dari kandidat dan, jika relevan, tempat kerja kandidat digunakan
untuk mengidentifikasi kebutuhan kontekstualisasi
3.2 Saran yang diberikan oleh paket pelatihan atau pengembang kursus yang
relevan diperiksa dengan kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi
3.3 Alat asesmen yang ada dianalisis dan amandemen yang diperlukan
dicatatat untuk mengatasi kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi
3.4 Peluang untuk kegiatan asesmen terintegrasi diidentifikasi dan setiap
perubahan yang diperlukan untuk alat asesmen dicatat
4. Elemen: Menyusun Materi Uji Kompetensi
• Kriteria Unjuk Kerja:
4.1 Menganalisis instrumen asesmen yang tersedia untuk kesesuaian
penggunaan dianalisisi, dan modifikasi yang diperlukan diidentifikasi.
4.2 Instrumen asesmen untuk memenuhi standar dan kebutuhan tempat
kerja / kandidat yang diperlukan dikembangkan.
4.3 Instrumen asesmen terhadap persyaratan unit atau kursus dipetakan.
4.4 Instruksi yang jelas ditulis untuk kandidat dan penilai mengenai
penggunaan instrumen asesmen
4.5 Draf instrumen asesmen memenuhi standar yang disyaratkan dan
kebutuhan tempat kerja / kandidat tertentu serta catat hasil
pemeriksaan diperiksa, dicatat dan dikonfirmasi

Unit Kompetensi: Melaksanakan asesmen


Dapatkah Saya .........? K BK Bukti
1. Elemen: Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen
• Kriteria Unjuk Kerja:
1.1 Rencana asesmen diinterpretasi, kemudian kebijakan dan prosedur
sistem asesmen serta persyaratan organisasi /hukum/etika
pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang relevan.
1.2 Acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat asesmen
yang akan digunakankan diakses dan diinterpretasi guna
mememastikanan bukti dan cara pengumpulan bukti.

163
3
1.3 Rincian mengenai rencana asesmen dan proses asesmen dijelaskan,
dibahas dan diklarifikasi dengan asesi, termasuk kesempatan untuk
melakukan penyesuaian yang beralasan, asesmen ulang dan banding.
1.4 Jika relevan, usulan perubahan terhadap proses asesmen dirundingkan
dan disepakati dengan asesi.
2. Elemen: Mengumpulkan bukti yang berkualitas
• Kriteria Unjuk Kerja:
2.1 Rencana asesmen diikuti sebagai panduan dalam melaksanakan asesmen,
guna penentuan kompetensi, metode asesmen dan perangkat asesmen
digunakan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan dan
mendokumentasikan bukti dalam format yang sesuai.
2.2 Prinsip-prinsip asesmen dan aturanaturan bukti diterapkan dalam
pengumpulan bukti yang berkualitas.
2.3 Kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang teridentifikasi dan
persyaratan organisasi/ hukum/ etika untuk asesmen dibahas.
3. Elemen: Identifikasi persyaratan modifikasi dan Kontekstualisasi
• Kriteria Unjuk Kerja:
3.1 Asesi dibimbing dalam pengumpulan bukti guna pencapaian pengakuan
kompetensi terkini.
3.2 Komunikasi yang sesuai dan keterampilan interpersonal digunakan untuk
mengembangkan hubungan yang profesional dengan asesi, yakni
hubungan yang merefleksikan kepekaan terhadap perbedaan individu dan
memungkinkan terjadinya umpan balik dua arah.
3.3 Bila diperlukan, keputusan-keputusan mengenai penyesuaian yang
beralasan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik asesi dibuat bersama
asesi.
3.4 Penyesuaian-penyesuaian yang beralasan dibuat sedemikian sehingga
dapat mempertahankan integritas standar kompetensi yang relevan dan
memungkinkan prinsip-prinsip asesmen dan aturan bukti dapat
diterapkan secara berimbang.
3.5 Bila ada, dukungan spesialis sesuai rencana asesmen diakses.
3.6 Risiko kesehatan dan keselamatan kerja apa pun terhadap orang atau
peralatan terhadap orang atau peralatan ditanggulangi dengan segera.
4. Elemen: Membuat keputusan asesmen
• Kriteria Unjuk Kerja:
4.1 Keterbatasan perolehan dan evaluasi bukti yang berkualitas diidentifikasi
dan bila perlu diminta arahan dari orang yang relevan.
4.2 Bukti yang telah terkumpul diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan
bahwa bukti tersebut dapat merefleksikan bukti yang diperlukan dalam
memperlihatkan kompetensi dan:
4.2.1 mencakupi seluruh bagian komponen standar kompetensi yang
dijadikan acuan pembanding asesmen dan dimensi kompetensi.
4.2.2 memperhatikan dokumentasi terkait lainnya.
4.2.3 memenuhi aturan bukti.
4.3 Pertimbangan berdasarkan prinsip asesmen dan aturan bukti digunakan
untuk memutuskan pencapaian kompetensi yang telah
didemonstrasikan asesi berdasarkan bukti yang dikumpulkan.
4.4 Dalam membuat keputusan asesmen, kebijakan dan prosedur sistem
asesmen yang relevan dan pertimbanganpertimbangan
organisasi/hukum/etika digunakan.
4.5 Umpan balik yang jelas dan membangun terkait keputusan asesmen
diberikan kepada asesi, dan bila perlu dikemukakan pula rencana tindak
lanjut.
5. Elemen: Merekam dan melaporkan keputusan asesmen
• Kriteria Unjuk Kerja:
5.1 Hasil asesmen segera dicatat secara akurat sesuai dengan kebijakan
dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/
etika.
5.2 Laporan asesmen dilengkapi dan diproses sesuai dengan kebijakan dan
prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika.
5.3 Bila diperlukan, rekomendasi tindak lanjut diserahkan kepada orang
yang relevan.
5.4 Bila diperlukan, dengan memperhatikan ketentuan kerahasiaan, pihak-
pihak terkait lainnya diberitahu tentang keputusan asesmen.

1644
6. Elemen: Meninjau proses asesmen
• Kriteria Unjuk Kerja:
6.1 Proses asesmen ditinjau berdasarkan kriteria yang ada melalui
konsultasi dengan orang yang relevan guna perbaikan dan perubahan
pelaksanaan asesmen di masa datang.
6.2 Tinjauan didokumentasi dan direkam sesuai dengan kebijakan dan
prosedur sistem asesmen yang relevan serta persyaratan
organisasi/hukum/etika.
6.3 Keterampilan kematangan berpikir (refleksi) secara mandiri digunakan
untuk meninjau dan mengevaluasi praktek asesmen.
Unit Kompetensi: Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen
Dapatkah Saya ..............? K BK Bukti
1. Elemen: Menyiapkan proses validasi
• Kriteria Unjuk Kerja:
1.1 Tujuan, fokus dan konteks validasi dikonfirmasi dan didiskusikan dengan
orang yang relevan.
1.2 Pendekatan validasi dibahas dan dikonfirmasi sesuai dengan tujuan yang
ditetapkan, konteks, kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang
relevan serta persyaratan organisasi/hukum/etika.
1.3 Acuan Pembanding yang relevan untuk asesmen dianalisis dan bukti-bukti
yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi disepakati
bersama.
1.4 Setiap dokumen yang terkait yang relevan untuk proses validasi
diidentifikasi dan disepakati bersama.
1.5 Bahan-bahan yang akan digunakan dalam sesi validasi diperoleh, dibaca
dan diinterprestasikan, serta kegiatankegiatan validasi disepakati
bersama.
2. Elemen: Memberikan kontribusi dalam proses validasi
• Kriteria Unjuk Kerja:
2.1 Partisipasi aktif dalamsesi dan kegiatan validasi didemonstrasikan dengan
menggunakan keterampilan komunikasi yang sesuai.
2.2 Partisipasi dalam sesi dan kegiatan validasi, termasuk meninjau,
membandingan dan mengevaluasi: keseluruhan proses asesmen, rencana
asesmen, interpretasi standar kompetensi atau acuan pembanding
lainnya untuk asesmen, penyeleksian dan penerapan metode asesmen,
penyeleksian dan penggunaan perangkat asesmen dan bukti yang
dikumpulkan rekomendasi hasil asesmen termasuk proses pengambilan
keputusan.
2.3 Tinjauan, perbandingan dan evaluasi dilakukan sesuai dengan prinsip
asesmen dan aturan bukti.
2.4 Semua dokumen yang digunakan dalam proses validasi diperiksa
keakuratan dan keterkinian versi.
3. Elemen: Memberikan kontribusi untuk hasil validasi
• Kriteria Unjuk Kerja:
3.1 Temuan validasi didiskusikan, dianalisis dan disepakati bersama untuk
mendukung perbaikan kualitas asesmen.
3.2 Rekomendasi-rekomendasi untuk meningkatkan praktek asesmen
didiskusikan, disepakati dan dicatat.
3.3 Perubahan terhadap praktek pelaksanaan asesmen yang timbul akibat
kegiatan validasi dan sesuai dengan peran serta tanggung jawab dalam
melakukan asesmen, diimplementasikan.

Nama Asesi: Tanggal: Tanda Tangan Asesi:

Ditinjau oleh Pelatih dan / atau Asesor


• Nama Pelatih dan / atau Rekomendasi: Tanda Tangan dan Tanggal:
Asesor:

Diadaptasi dari templat yang disediakan di Departemen Pendidikan dan Pelatihan, Australia. Merancang instrumen asesmen dalam VET. 2008

165
5