Anda di halaman 1dari 13

UKP MANAJEMEN KAPAL

Bag 5. complete edition

MANAJEMEN KAPAL

1. a. Dalam pengawakan kapal, jelaskan keuntungan dan kerugian sistem pegawai tetap dan sistem
kontrak
b. Pada perusahaan pelayaran dengan awak kapal sebagai pegawai tetap, berapa % awak
kapal cadangan yang diperlukan ?

Jawab
1. a. PEGAWAI TETAP
 Keuntungan:
- Ada sense of belonging
- Pengaturan untuk penempatan di kapal mudah
- Kualitas pegawai terkendali/terpantau dengan baik.
 Kerugian :
- Biaya relative besar dalam merekrut pegawai baru (ikatan dinas, dan lain-lain)
- Saat pegawai di darat perlu digaji besar.

PEGAWAI KONTRAK
 Keuntungan
- Tidak perlu biaya rekrut
- Gaji diberikan pada waktu habis kerja di kapal
- Mudah menghentikan pegawai yang konditnya jelek.
Kerugian
- Tidak ada sense of belonging
- Pegawai yang kualitasnya baik bisa dipindah (EXODUS)
- Dalam keadaan mendadak sulit mencari nahkoda / awak kapal.

b. Pada perusahaan pelayaran dengan awak kapal sebagai pegawai tetap adalah 25% – 50%
sebagai awak kapal cadangan mengingat proses mutasi, naik turun, cuti, sakit, dan lain-lain.

2. Sebagai nahkoda, langkah apa yang harus dilakukan jika :


a. Kapal mengalami kerusakan di tengah laut
b. Kapal terlibat tubrukan dan mengalami kerusakan yang mempengaruhi kelautannya.

Jawab
a. Kapal mengalami kerusakan di tengah laut
- Mengidentifikasi tingkat kerusakan yang ada / timbul untuk mempengaruhi kelautannya
- Mengambil langkah yang perlu untuk mengantisipasi kerusakan tersebut agar supaya
mengurangi tingkat bahaya yang ada
- Melaporkan kepada office kerusakan yang ada
- Apabila masih dapat ditangani sendiri kerusakannya, ditangani dengan baik dan benar kapal
masih dapat melanjutkan perjalanan
- Pastikan kondisi kapal tidak membahayakan jiwa, kapal dan muatan juga lingkungan sekitar
- Apabila sudah tidak dapat diatasi, segera melaporkan ke office untuk mendapatkan bantuan
dengan segera

3. Pada dasarnya manajemen kapal terdiri dari Teknical Manajemen, Crew Manajemen, dan
Commercial Manajemen
a. Sebutkan unsur-unsur yang ada dalam tiga manajemen tersebut !
b. Terangkan bedanya antara "Manajemen Kapal" dan "Manajemen Armada"!

Jawab
a)Unsur-unsur dalam manajemen :
Teknikal Crew Commercial
manajemen Manajemen Manajemen

Service Selection & Marketing


Element Engagement voyage

Purchasing Maining Estimating


Level

Maintenance Certification Chartering


Control

Inspection Performance Post Fixture


Appraisal

Performance Payroll Voyage


accounting

Monitoring Travel Payments

Budgeting Welfare Agency

Emergency Drugs and


Alkohol

S&Q Training

Manajemen Insurance

Dry Cooking Reporting

Certification

Contiguency

Insurance

Manajemen kapal : Sebuah teknologi untuk memayungi bermacam-macam tipe yang meliputi
semua aspek dari pengoperasian suatu kapal.

b)Manajemen Kapal adalah memanage kapal dalam kesehariannya.


Manajemen Armada adalah memanage lebih dari satu kapal yang mungkin berbeda type,
ukuran, muatan, pelayaran, mesin, peralatan, dan lain-lain.

4) Jelaskan bagaimana nahkoda mengatur manajemen kapal, tentang hal yang berkaitan dengan :
a. Muatan (Stowage, Penanganan, dan Dokumen)
b. Crew Kapal (Akomodasi, Konsumsi, dan Beban Kerja)
c. Alat Keselamatan (Pelatihan dan Pemeliharaan)
d. Navigasi kapal (Instrumen, Peta, dan Publikasi)

Jawab
a. Muatan (Stowage, Penanganan, Dokumen)
- Mengawasi melalui mualim I, menyusun rencana pemuatan dengan benar
- Melalui Mualim I, mengawasi, mengatur, muatan di atas kapal, pada waktu muat, di perjalanan
ataupun tiba di pelabuhan bongkar.
- Nahkoda melalui mualim I mengawasi apakah muatan di atas kapal dimuat dan diatur dengan
benar dan memastikan GM positif, agar tidak membahayakan jiwa, kapal dan barang
- Nahkoda melalui mualim I, memastikan muatan pada waktu dimuat sampai tiba di pelabuhan
muat tidak mengalami kerusakan
- Memastikan dokumen muatan sesuai dengan jumlah muatan yang ada di atas kapal baik
jumlah, jenis muatan dan tempat.

b. Crew Kapal (Akomodasi, Konsumsi, Beban Kerja)


- Memastikan semua crew mendapat tempat tidur yang layak
- Mengawasi tingkat kebersihan, akomodasi, baik ruangan istirahat, salon, gang-gang, dan lain-
lain
- Memberikan Pengarahan tentang tanggung jawab kerja di samping
memberikan/mempromosikan kenaikan jabatan
- Nahkoda harus menjaga Human Relation Ship manusia dengan manusia dengan Tuhannya dan
lingkungan
- Nahkoda memberikan saran, ajakan yang benar, peringatan secara bertahap dan mengambil
tindakan yang tegas apabila ada crew yang membuat kesalahan

c. Alat Keselamatan
- Nahkoda melalui Mualim I dan Mualim II mengawasi alat-alat keselamatan di atas kapal
- Nahkoda mengawasi melalui Mualim II menjaga dan merawat alat-alat keselamatan di atas
kapal
- Memberikan perintah latihan dengan menggunakan alat-alat keselamatan contoh latihan
sekoci, latihan pemadam kebakaran, latihan orang jatuh ke laut (MOB)
- Membuat catatan secara berkala perawatan, latihan yang sudah dilakukan dan mencatat dalam
buku harian mesin dan dek.

d. Navigasi di kapal
- Menjaga, merawat, dan memperbaiki kerusakan alat-alat navigasi di atas kapal (jika bisa
diperbaiki di atas kapal)
- Mengkoreksi peta-peta di atas kapal agar up date dan membuat catatan sebagai pegangan
- Meminta semua jenis publikasi di atas kapal, kalau perlu membuat perpustakaan kecil demi
untuk perawatan publikasi
- Membuat catatan semua perawatan publikasi yang dilakukan alat navigasi di atas kapal dan
melaporkan ke office.
d. Pemeliharaan kapal
- Melalui Mualim I, nahkoda mengawasi perawatan kapal
- Membuat record perawatan dan perbaikan kapal baik harian, bulanan, maupun tahunan dan
melaporkan kepada office
- Melalui Mualim I, mengawasi perbaikan kapal yang perlu ditangani secara urgent (segera)
- Melaporkan kepada office, perbaikan yang harus segera dilakukan, dan mendapat tindakan
dengan segera oleh pihak darat
- Membuat laporan perbaikan kapal secara harian, bulanan, ataupun tahunan dan melaporkan ke
kantor untuk dievaluasi.

MANAJEMEN KAPAL

1. Setiap Nahkoda di atas kapal dan membuat "STANDING ORDER" yang wajib
ditandatangani oleh para mualim
a. Sebutkan beberapa materi yang ada dalam standings orders tersebut !
b. Terangkan bedanya dengan "RIGHT ORDERS" !

Jawab
a. Materi-materi yang ada dalam "RIGHT ORDERS" adalah :
- Tanggung jawab Mualim
- Jaga Laut
- Jaga Pelabuhan

b. Bedanya right orders adalah :


Bahwa "Standing Order" dibuat oleh nahkoda dan berlaku selama nahkoda tersebut
menjabat di atas kapal.
Sedangkan "Right Orders" dibuat oleh nahkoda dan berlaku saat sesuai dengan tanggal
yang ditandatangani terutama juga pada malam hari.
Adapun hirarki kebutuhan menurut MASLOW :
1. Kebutuhan pshikologis ; contoh makan, minum dan tidur
2. Kebutuhan akan keamanan individu dan keluarga
3. Kebutuhan sosial, contoh kasih sayang, hubungan masyarakat
4. Kebutuhan penghargaan harga diri, contoh kemampuan pribadi orang atas keberadaannya
5. Kebutuhan aktualisasi diri contoh kebutuhan untuk mencapai kemampuan yang sepenuhnya
dengan caranya sendiri (yang positif).

2. Di dalam Chapter VII STCW 1995 tentang WATCH KEEPING terdapat beberapa istilah
berikut ini
a. FATIQUE
b. DRUG & ALKOHOL ABUSE
c. MINIMUM REST PERIODE
Terangkan artinya masing-masing !
Jawab
a. FATIQUE adalah bahwa frekuensi dan panjang waktu lepas serta jaminan kompensasi
terpaksa adalah faktor-faktor material dalam pencegahan kejenuhan dan pengambilan tenaga
pada satu periode waktu untuk persiapan tugas jaga atau tugas-tugas lainnya.
b. DRUG & ALKOHOL ABUSE adalah pencegahan terhadap penyalahgunaan obat-obatan dan
alkohol yang menetapkan batas maksimum 0,08% tingkat alkohol dalam darah/BAC, untuk
para pelaut dilarang mengkonsumsi alkohol selama kurun waktu 4 jam sebelum dinas jaga
c. MINIMUM REST PERIODE adalah bagi crew yang bertugas jaga 10 jam rest untuk
melaksanakan tugas jaga periode 24 jam, total jumlah jam rest periode selama tujuh hari tidak
kurang dari 70 jam.

3. Teori MASLOW menjelaskan teori tentang tingkat kebutuhan manusia


a. Jelaskan tentang teori ini !
b. Terangkan hubungan teori ini dengan cara anda memotifasi anak buah kapal !

Jawab
a. Teori MASLOW adalah teori motifasi :
1. Yang didasarkan atas tingkatan kebutuhan yang disusun menurut prioritas kekuatannya
2. Apabila kebutuhan kapal tingkat bawah terpenuhi maka timbul keinginan yang lebih tinggi

b. Hubungan teori MASLOW dengan cara memotivasi anak buah kapal adalah :
Anak buah kapal biasanya memiliki keinginan :
1. Gaji upah yang menarik
Dengan diberikan gaji yang menarik maka akan terpenhuhi kebutuhan psikologis ABK
tersebut
2. Keamanan kerja terjamin, kelancaran kerja
Adanya keamanan kerja yang terjamin di atas kapal, akan membuat ABK nyaman untuk
bekerja.
3. Lingkungan kerja yang harmonis
Dengan adanya pimpinan yang cakap, jujur dan berwibawa dan kerja sama ABK yang baik
akan tercipta lingkungan kerja yang harmonis
4. Diperlakukan dengan jujur dan adil ABK akan merasa diakui keberadaannya
Dengan diperlakukan dengan jujur dan adil, ABK akan merasa diakui keberadaannya
5. Dengan kepercayaan dan kesempatan untuk maju
Dengan diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk maju, ABK akan merasa itulah saatnya
mengaktualisasikan secara positif.

4. Latihan keselamatan harus dilakukan secara rutin di atas kapal guna melatih ketrampilan
anak buah kapal, jelaskan latihan tentang :
a. Pemadam kebakaran
b. Penyelamatan diri di laut

Jawab
a. Pemadam kebakaran
Adalah penanggulangan seperti kejadian yang sebenarnya, sehingga pompa-pompa, botol-
botol pemadam dapat dioperasikan, selang-selang dapat digunakan untuk meningkatkan
ketrampilan serta keahlian ABK untuk mengetahui jenis kebakaran, media pemadam
kebakaran dan memudahkan teknik pemadaman dalam satu periode.

b. Penyelamatan diri di laut


Adalah latihan penyelamatan diri di laut, dalam hal ini jiwa manusia dapat dibagi dalam
beberapa latihan abandon ship, man over board, SAR untuk penyelamatan orang di laut.
Dalam hal ini adalah penyelamatan orang di laut, di atas kapal fasilitas yang digunakan untuk
menolong adalah, pelampung, sekoci ataupun barang lain yang terapung yang bisa dipakai
untuk menyelamatkan orang demi mempertahankan hidupnya.

MANAJEMEN KAPAL
1. a. Jelaskan yang dimaksud dengan Manajemen Kapal !
b. Jelaskan keterkaitan manajemen kapal dengan ISM-Code !

Jawab
a. Sebuah teknologi dengan memayungi bermacam-macam type yang meliputi semua aspek dari
pengoperasian dari suatu kapal.
b. Hubungan dengan ISM-Code adalah
- Menjamin keselamatan kerja
- Mencegah kecelakaan dan korban jiwa
- Mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan dan kerusakan harta benda.

2. Sebutkan dasar hukum pelaksanaan Manajemen Kapal !

Jawab
a. Ketentuan Nasional
1. UU RI NO.21 Tahun 1998 tentang pelayaran
2. PERATURAN PEMERINTAH RI No.1 Tahun 1998 tentang pemeriksaan kecelakaan kerja
3. Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 2000 tentang kepelautan
4. Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 2001 tentang kepelabuhan
5. Peraturan Pemerintah No.51 Tahun 2002 tentang perkapalan
6. Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 1999 tentang angkutan perairan
7. Peraturan Pemerintah No.81 Tahun 2000 tentang kenavigasian.

b. Ketentuan Internasional
1. Konvensi INTERNASIONAL STANDARD OF TRAINING CERTIFICATION AND
MATCH KEEPING FOR SEAFARES TAHUN 1978
2. SOLAS TAHUN 1974 AMANDEMEN 2002
3. ISM-Code
4. International Code for The Security of ship and of port facilities.

3. Sebutkan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan manajemen kapal !

Jawab
- Teknikal Manajemen
- Crew Manajemen
- Commercial Manajemen
(Jawaban sama dengan No.3a)

4. Untuk mengawaki kapal sumber daya manusia harus disiapkan dengan perencanaan yang
baik, coba anda jelaskan dengan singkap tapi jelas !
Apakah masih diperlukan pelatihan di atas kapal ?

Jawab
Jelas, pelatihan harus dilaksanakan di atas kapal (onboard training) khususnya familirisasi
atau pelatihan, guna mengingat tentang apa dan bagaimana cara bertindak dengan cepat dan
tepat tentang sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan pelayaran dan perlindungan
terhadap lingkungan di laut.
Di samping ditunjang oleh :
STCW 1978 amandemen 1995 serta peraturan pemerintah no.7 tahun 2000 tentang
kepelautan pendidikan, persertifikatan, dan pelatihan bagi awak kapal bahwa sumber daya
manusia dan pelaut harus mempunyai kualifikasi keahlian atau ketrampilan sebagai awak
kapal dengan demikian faktor manusia yang dipekerjakan di atas kapal harus sudah disiapkan
dan direncanakan untuk menjadi pelaut / awak kapal.

5. Suatu manajemen kapal yang sudah berjalan dengan baik dapat dilihat dari indikator-
indikator tertentu. Sebutkan indikator-indikator tersebut !

Jawab
Jawaban sama dengan soal no.3 (8)

MANAJEMEN KAPAL

1. Berikan sekurang-kurangnya 5 Freight berikut uraian masing-masing dari Freight tersebut.

Jawab
1. Ad falorem freigt
Diperhitungkan jumlah prosentase tertentu dari harga barang
2. Back Freight
Dibayarkan kepada pengangkut untuk muatan yang terpaksa karena pelabuhan tujuan tidak
jadi bongkar
3. Collec Freight
Dibayarkan di pelabuhan bongkar setelah diperhitungkan biaya-biaya lain
4. Distance Freight
Kenaikan Freight karena pengalihan pelabuhan bongkar karena tertutup oleh es
5. Gross Freight
Jumlah Freight tanpa potongan premi asuransi, bunga, komisi, serta biaya (navigasi charge
dan dues).

2. Apa perbedaan Actual Tools Loss (ATL) dan Costruktif Total Loss (CTL) dan pemberitahuan
apa yang harus diberikan oleh tertanggung pemilik kapal dalam hal CTL ?

Jawab
Actual Total Loss
Jika kapal mengalami kerusakan sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi digunakan
sebagai alat angkut dan barang hancur sehingga kehilangan arti komersialnya, maka kerugian
tersebut merupakan kerugian tidak sesungguhnya.

Construktif Total Loss


Jika kapal masih dapat diperbaiki, namun biaya perbaikan lebih besar dari harga kapal, maka
kerugian tersebut disebut kerugian total konstruktif.
Menurut KUHD kapal dianggap mengalami CTL jika perbaikan lebih besar dari 3/4 harga
pertanggungan.

3. Apa yang dimaksud dengan masing-masing General Average (GA) dan Partikular Average
(PA) ? Berikan contoh masing-masing Average !

Jawab
General Average
Penanggungan bersama demi penyelamatan kapal / barang dari suatu bahaya umum (act of
man)

Particular Average
Jika kerusakan atas kapal / barang terjadi melalui suatu kecelakaan yang menjadi beban dari
pemilik yang terjadi kecelakaan tersebut.
Contoh :
Kebakaran adalah jenis Partikular Average : kerusakan pada kapal dan muatan yang
dibebankan kepada pemilik kapal dan pemilik muatan melalui asuransi masing-masing.
Air yang digunakan untuk memadamkan api, akibat penyemprotan terjadi kerusakan pada
kapal maupun muatan kerusakannya merupakan jenis General Average dan menjadi
tanggungan bersama pihak-pihak yang menikmati hasil penyelamatan.

4. Uraikan arti dari !


Demmurage, despatch dan revesible laydays.

Jawab
Demmurage
Untuk pemilik (actual time > time allowed)
Despatch
Untuk pencarter (actual time > time allowed)
Revesible Laydas
Laydays di pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar digabung perhitungannya.

4. Apa yang dimaksud dengan Letter Of Indeminity (LOI) serta resiko hubungan dengan LOI ?
Jawab
Syarat yang diterbitkan oleh penanggung asurans untuk keperluan agar tidak menanggung
resiko akibat kesalahan penyerahan barang dan klaim muatan.
Resiko yang ditimbulkan adalah :
- Kesalahan penyerahan barang (wrong short, orang mixed delivery cargo)
- Tanggung jawab kapal menyusul tubrukan yang tidak ditampung oleh penanggung / asuransi
- Denda akibat pelanggaran peraturan pabean, imigrasi, dan lain-lain
- Biaya menghadapi claim muatan.

6. Sebutkan ke 3 kondisi yang harus dipenuhi oleh carrier menurut The Hague Rule sebelum
dan pada saat pelayaran akan dimulai untuk memperoleh 17 kekebalan. Berikan minimal 5
dari kekebalan tersebut.

Jawab
3 kondisi adalah :
1. Tanggung jawab pihak pengangkut jika muatan hilang / rusak sewaktu berada di bawah
penguasaannya.
2. Sejauh mana tanggung jawab pihak-pihak pengangkut jika terjadi penyerahan yang terlambat
3. Sampai dimana tanggung jawab pihak pengangkut atas penyebaran muatan dalam
konosemen.
5. Contoh kekebalan dari 17 adalah :
Jawaban manajemen kapal
1) Konvensi dalam rangka PSC :
1. Cord Like Convention 1966
2. Collission Prevention Regulation (Colreg) 1972
3. Safety of life at Cea (Solas) 1974
4. Solas Protocol 1978
5. Marinepollution Prevention Regulation (Marpol) 1973 / 1978
6. Standard Training Certification and Watchkeeping for Sea Papers (STOW) 1978 / 1995
7. International Labour Organization (ILO) Convention 1976 No.147.

2) Perbedaan antara Hull and Marketing Insurance dan Merina Cargo Insurance. Null and
Madrenery Insurance yaitu hanya berhubungan dengan kapal, mesin dan semua perlengkapan
yang kapal, juga menjamin tanggung jawab terhadap pihak ketiga (tubrukan). Umumnya
yang dijamin adalah kerugian total loss, partial loss, kontribusi general average dan salvage.
Marine cargo insurance (Freight Insurance) yaitu untuk melindungi pemilik kapal atas
kehilangan penghasilan (Freight) akibat kerusakan mautan yang terjadi di atas kapal.
3) NOR (Notice Of Radiness) yaitu surat pernyataan nahkoda (kapal) yang menyatakan bahwa
kapal yang dicarter siap memiliki pemuatan / pembongkaran.
Keterangan yang lazim terdapat dalam statement of facts, yaitu :
- Jumlah barang yang yang siap dimuat / dibongkar
- Kemampuan kapal untuk memuat / bongkar barang
- Jam / waktu pelaksanaan pemuatan / pembongkaran barang.
4. - AR (All risks) yaitu syarat penutupan yang menanggung resiko yang luas / banyak tetapi bukan
semua resiko kerugian akibat tubrukan, kerusakan akibat pemuatan, ledakan pecahnya ketel,
kerusakan mesin, kelalaian nahkoda / awak kapal, gempa bumi.
- FPA (Free from Particular Average) yaitu syarat penutupan dalam beberapa peristiwa kerugian
berupa particular avetage atau partial loss kecuali dalam beberapa peristiwa
- TLO (Total Less Only) yaitu syarat yang digunakan jika kerugian berupa total less (Actual,
Constructive atau Presumen).
5. General Average (EA):Penanggungan bersama dalam penyelamatan kapal / barang dari suatu
bahaya umum,
Syarat GA harus dipenuhi :
1. Upaya penyelamatan luas berhasil
2. Harus merupakan bahaya umum yang menyangkut kapal muatan, dan uang tambang
3. Pengorbanan harus dilakukan secara sukarela.
Particular Average (PA) : Jika kerusakan atas kapal / barang tetapi melalui suatu kecelakaan
yang menjadi beban dari pemilik yang terkena kecelakaan tersebut.
Contoh sebuah kapal terbakar, kebakarannya tergolong PA dan kerusakan pada kapal dan
muatan dibubarkan kepada pemilik kapal dan pemilik gudang (melalui asuransi masing-
masing).
Air digunakan untuk memadamkan api, akibat penyemprotan air terjadi kerusakan pada kapal
maupun muatan, kerusakan termasuk GA dan menjadi tanggungan bersama pihak-pihak yang
menikmati hasil penyelamatan.
8. Letter of Indemirity (LOI) yaitu surat jaminan dibuat oleh shipper dimana dinyatakan bahwa
shipper bertanggung jawab atas kerusakan dari muatan LOI diterbitkan dalam laporan B/L
kotor (font B/L) dan biasanya shipper keberatan B/Lnya terdapat catatan, maka untuk
menghilangkan catatan tersebut shipper menerbitkan LOI.

Jawaban Manajemen Kapal


1. a. Cargo Storage Plan di atas kapal dibuat oleh Mualim I dimana Mualim I membuat berdasarkan
Loading List dari darat yang berisi data tujuan / jumlah / berat muatan serta pelabuhan
muatnya masing-masing.
b. Hubungan antara fungsi pengendalian dalam melaksanakan rencana dari cargo storage plan
adalah agar mualim I dapat mengontrol / membuat storage plan secara acuan dan apabila
terjadi kelebihan muatan yang akan berpengaruh pada denyt motival kapal bisa dengan segera
dibatalkan dalam keamanan pelayaran.
2. a. Untuk membangun kerja sama yang sinergi di atas kapal antara crew dan nahkoda perlu
membangun motivasi antara lain :
- Gaji / upah yang menarik
Dengan diberikan upah yang memadai maka akan terpenuhi kebutuhan psikologis ABK
tersebut.
- Keamanan kerja terjamin, kelancaran kerja
Dengan adanya hal tersebut, ABK dapat nyaman untuk bekerja.
- Lingkungan kerja yang harmonis
Bila pemimpin yang cakap, jujur dan berwibawa serta kerja sama antar ABK yang baik akan
tercipta lingkungan yang harmonis.
- Diberlakukan dengan jujur dan adil
ABK akan merasa diakui keberadaannya.
- Diberi kepercayaan dan kesempatan untuk maju
ABK akan merasa itulah yang bisa mengaktualisasikan diri secara positif untuk dapat
berkembang dalam karirnya.
b. Hubungan motivasi dengan tingkat kebutuhan manusia sesuai teori Maslow
1. Kebutuhan psikologis, contoh : makan, tidur, minum
2. Kebutuhan akan keamanan, contoh : keamanan individu, keluarga
3. Kebutuhan sosial, contoh : kasih sayang, hubungan masyarakat
4. Kebutuhan harga diri, contoh : kemampuan pribadi diakui orang atas kebendaannya.
5. Kebutuhan aktualisasi diri, contoh : kebutuhan untuk mencapai kemampuan yang sepenuhnya
dengan caranya sendiri (yang positif).

3. a. Keuntungan dan kerugian sistem potongan linier dan transparan terutama sifat linier.
Keuntungannya :
- Muatan terkirim, terjadwal dan tepat waktu dan teratur.
- Waktu muat bongkar dapat direncanakan dengan baik
- Tarif angkutan tidak berubah
- Claim terhadap barang yang masuk lebih cepat dilaksanakan.
Kerugiannya :
- Bila perusahaan tidak dapat memenuhi pada awal yang ditetapkan karena kerusakan kapal,
maka perusahaan harus menyiapkan kapal pengganti.
- Bila terjadi pembatalan pengapalan barang, perusakan, perusahaan pelayaran untuk minta ganti
rugi.

Keuntungan sistem tramper :


- Akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar dengan banyaknya jadwal pelayaran
- Tarif angkutan dapat disesuaikan dengan harga yang sedang berlaku
- Muatan yang dikirim tidak selalu tepat waktu
- Rencana bongkar muat dapat berubah-ubah
- Ganti rugi / claim memerlukan waktu yang agar lama.
b. Motivasi crew kapal sistem linier
Keuntungan :
- Mudah mengatur sign on, sign off crew
- Untuk pembayaran gaji lebih rendah
- Dapat memudahkan, menetapkan domisili crew
- Pelaksanaan cuti mudah diatur.

Kerugian :
- Adanya rutinitas adanya kejenuhan
- Apabila kapal di pelabuhan area di atas kapal sedikit banyak yang pulang motivasi crew kapal
sistem transpor.

Keuntungan :
- Dapat refreshing dengan situasi dan kondisi pelabuhan yang berbeda
- Tunjangan intensial berlayar lebih besar.

Kerugian :
- Lebih sulit mengatur sign on/off
- Lebih sulit dalam pengaturan cuti crew
- Pembayaran tidak tepat waktu.

4. a. Cara nahkoda membina perbedaan dapat tidak berdampak negatif yaitu bila ada permasalahan
diselesaikan dengan kekeluargaan dan menekankan pada crew bahwa dalam satu kapal
memiliki satu visi, misi dan tujuan, juga mengembangkan sikap :
- Saling menghargai dan menghormati antar sesama
- Menyadari akan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatannya
- Selalu tampak dalam menjalankan tugas dari nahkoda sampai bawahan
- Mengadakan koordinasi yang baik antara nahkoda, perwira dan ABK di semua departemen.

Jawaban Manajemen Kepala


1. a. Penerapan hukum relation ship di kapal
- Selalu kompak antara nahkoda dan awak kapal
- Menyadari akan tugas dan kewajibannya
- Koordinasi yang baik antara nahkoda, perwira dan ABK lainnya
- Saling menghormati dan tenggang rasa terhadap agama / kepercayaan yang dianut oleh ABK
dalam menjalankan ibadah (silahkan kembangkan menurut pendapat saudara).
b.Human Relation Ship dapat menunjang keselamatan pelayaran karena tingkat keberhasilan
dalam suatu organisasi yang ada di kapal memerlukan pendekatan manajemen yang
berorientasi pada pengembangan hubungan antar manusia secara baik dengan memahami
oleh para manajer nahkoda mengenai kebutuhan psikologi, keamanan, sosial, penghargaan
dan aktualisasi diri terhadap sesama ABK di atas kapal. (Kembangkan menurut pendapat
saudara).
2.Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya penerimaan tenaga kerja adalah faktor
perundang-undangan, misalnya peraturan pengawakan di atas kapal berbendera Indonesia
diatur oleh SK Menteri Perhubungan No.70 Tahun 1998 dalam peraturan tersebut disusun
pengawakan tergantung dari faktor-faktor :
-Daerah Pelayaran (Semua lautan, kawasan Indonesia/near lastal voyage).
Untuk deck :Gross Lonage
Untuk Mesin:Kilowatt / tenaga mesin
Untuk hal tersebut di atas, maka perusahaan harus merekrut tenaga kerja yang memenuhi
sesuai dengan SK Menhub tersebut.
3.Nahkoda harus memotivasi ABK antara lain :
1.Memberlakukan seadil mungkin dalam memberikan order-order kerja tanpa membedakan
satu sama lain dengan tugas dan jabatannya.
2.Memb semangat dan memahami pekerjaan umum terhadap ABK
3.Manajemen rasa sosial yang sama sehingga terjalin human relation ship yang baik untuk
keselamatan pelayaran
4.Memberikan dorongan kepada semua ABK untuk maju sesuai dengan kemampuannya.

4.a.Minimum rest period maksudnya adalah bagi crew yang bertugas jaga (watch keeping) 10
jam rest untuk melaksanakan tugas jaga, periode 24 jam, total jumlah jam rest selama 7 hari
tidak kurang dari 70 jam.
b.Fatiqne adalah tahun frekwensi dan panjang waktu lepas serta jaminan kompoensasi lepas
adalah faktor-faktor material dalam pencegahan kejenuhan dan pengambilan tenaga pada satu
periode waktu untuk persiapan tugas jaga dan tugas-tugas lainnya.
Drug and Alcohol Atuse adalah pencegahan terhadap penyalahgunaan obat-obatan dan
alkohol yang menetapkan batas maksimum 0,08% tingkat alkohol dalam darah / BAC untuk
para pelaut selama bertugas jaga dan melarang mengkonsumsi alkohol dalam keadaan kurun
waktu 4 jam sebelum berdinas jaga.

5.Bar Chart kegiatan yang dilakukan pada waktu kapal dacking.


a.Kapal naik / turun dock
-Membuat repair list yang akan dikerjakan oleh golongan oleh kontraktor luar golongan (pada
floating repair) dan oleh ABK
-Pengosongan ruang muat seminimum mungkin tangki-tangki dikosongkan dan jika perlu
"gas fase"
-Owner's Surveyor (pengeras membahas dengan pejabat golongan (sebelum docking) tentang
pencegahan ketakaran, jadwal kegiatan dan lain-lain
-Pengangkutan suku cadang, pembekalan cat, dan lain-lain
-Pihak kepala membagi tugas pengawasan, penelitian sertifikat yang "expired", suku cadang
dan peralatan khusus menyimpan barang berharga, dan lain-lain
-Memberitahu ABK, syail bandar di kos keselamatan kerja dan instansi terkait lainnya.
b.Survey yang dilakukan oleh Classification Society.

Jawaban Manajemen Kapal


1.a.Pembinaan disiplin di atas kapal dilakukan di atas kapal antara lain :
-Menjalankan kerja harian dengan tepat waktu
-Serah terima jaga dilakukan dengan benar, dan tidak meninggalkan jaga sebelum pengganti
datang dan betul-betul siap untuk dinas jaga
-Selama dinas jaga berpakaian yang rapi dan sopan
-Selalu mengadakan koordinasi dengan perwira dan crew dan menyelesaikan masalah / tugas.
b.Materi dalam standing order yang dipasang di anjungan :
-Watch Keeping (sea and port)
-Navigation
-Calreg
-Manuvering dan staf handling
-Emergency Procedure.

2.a.Rencana pemberangkatan kepala untuk Voyage Panjang meliputi :


1.Rencana rute yang akan dilalui
2.Berapa lama jarak yang akan ditempuh
3.Rencana berangkat dan tiba
4.Rencana bongkar muat
5.Rencana maintenance kapal
6.Rencana perbaikan yang harus disiapkan, at, dan bongkar
b.Rencana pemeliharaan dan perbaikan kapal pada waktu beltsing
1.Membuat repair list yang akan dikerjakan oleh golongan, kontraktor dan ABK
2.Pengosongan ruang muat, juga tangki-tangki
3.Owners Surveyor (pengawas) membahas dengan pikat golongan (sebelum docking) tentang
pencegahan kebakaran, jadwal kegiatan, dan lain-lain
4.Pengangkutan suku cadang, pembekalan cat, dan lain-lain
5.Pihak kapal membagi tugas pengawasan, penelitian sertifikat yang "Expired", suku cadang
dan peralatan khusus, menyimpan barang-barang berharga.
6.Memberikan biro klasifikasi, syah bandar, dinas keselamatan kerja dan instansi terkait
lainnya.

4.a.Tata cara di ruang makan perwira, bintara dan tamtama dengan cara memberi aturan,
yaitu menyapa (selama makan) terhadap yang sedang makan di ruang tersebut, sofa ruang
makan perwira, bintara dan tamtama harus dipisahkan.
b.Peringatan hari besar agama dan kenegaraan yaitu di dalam kapal nahkoda memberikan
kesan-kesan kepada awak, perwira untuk melaksanakan peringatan hari besar agama dengan
agamanya masing-masing dengan tanpa mengganggu (saling menghormati) dan harus besar
kenegaraan. Bila di kapal, crewnya yang multinasional dan bila terpadu konflik maka
nahkoda harus adil dan bijaksana dalam menyelesaikan semua masalah di atas kapal tanpa
memandang dari mana crew tersebut berasal.

Soal-soal yang belum terjawab :


* Syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum sebuah kapal dalam voyage charter dapat
memberikan notice of readiness.

Jawab
-Harus jujur
-Harus rajin membayar premi.

Anda mungkin juga menyukai