Anda di halaman 1dari 9

[tutup]

Ikuti Wikipedia bahasa Indonesia di Facebook, Twitter, Instagram, dan


Telegram

Jamu
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Penjual jamu gendong dari Kabupaten Sukoharjo,Solo.

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan
sebutan herba atau herbal.

Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-
akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh
hewan, seperti empedu kambing, empedu ular, atau tangkur buaya. Seringkali kuning telur
ayam kampung juga dipergunakan untuk tambahan campuran pada jamu gendong.

Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih
dapat ditoleransi peminumnya. Bahkan ada pula jamu yang ditambah dengan anggur. Selain
sebagai pengurang rasa pahit, anggur juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh.

Kabupaten Sukoharjo[1] merupakan sentra penjualan jamu tradisional yang cukup dikenal di
Indonesia. Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten yang termasuk dalam
Provinsi Jawa Tengah.

Dari banyaknya pedagang jamu tradisional di Kabupaten Sukoharjo, maka didirikanlah


patung identitas Sukoharjo yaitu patung Jamu Gendong yang ada di Bulakrejo. Biasa disebut
patung Jamu Gendong karena patungnya menggambarkan seorang petani dan seorang penjual
jamu gendong. Daerah Sukoharjo, khususnya kecamatan Nguter, memang terkenal sebagai
daerah asal penjual jamu gendong di berbagai kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Bogor,
Surabaya.

Di berbagai kota besar terdapat profesi penjual jamu gendong yang berkeliling menjajakan
jamu sebagai minuman yang sehat dan menyegarkan. Selain itu jamu juga diproduksi di
pabrik-pabrik jamu oleh perusahaan besar seperti Jamu Air Mancur, Nyonya Meneer atau
Djamu Djago, dan dijual di berbagai toko obat dalam kemasan sachet. Jamu seperti ini harus
dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu sebelum diminum. Pada perkembangan
selanjutnya jamu juga dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul.

Daftar isi
 1 Penjualan jamu gendong
 2 Jenis jamu, khasiat, bahan baku, dan cara pengolahan
o 2.1 Jamu beras kencur
o 2.2 Jamu Cabe Puyang
o 2.3 Jamu Kudu Laos
o 2.4 Jamu Kunyit
o 2.5 Jamu Sinom
o 2.6 Jamu Pahitan
 2.6.1 Bahan baku
o 2.7 Jamu Kunci Suruh
 2.7.1 Cara pengolahan
o 2.8 Jamu Uyup-uyup/Gepyokan
 3 Referensi
 4 Pranala luar

Penjualan jamu gendong

Penjual jamu gendong sedang menyajikan jamu.

Jamu tradisional adalah jamu yang terbuat dari bahan-bahan alami. Seperti dari tumbuh-
tumbuhan yang diracik menjadi serbuk jamu dan minuman jamu.Tujuannya sebagai khasiat
kesehatan dan kehangatan tubuh.

Sebenarnya, daerah asal jamu tradisional tidak diketahui. Tetapi, banyak peracik dan penjual
jamu tradisional yang berasal dari desa Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahkan
di desa Bulakrejo, Kabupaten Sukoharjo, berdiri "Patung Jamu dan Petani" sebagai ikon
Kabupaten Sukoharjo.

Penjualan jenis dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal tersebut
tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang jamu apa yang
diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan. Setiap hari jumlah dan jenis jamu yang
dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan dan kebutuhan konsumen. Setelah
dilakukan pendataan[butuh rujukan], diperoleh informasi bahwa jenis jamu yang biasa dijual ada
delapan, yaitu beras kencur, cabe puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan,
kunir asam, pahitan, dan sinom. Terkadang penjual jamu gendong juga menyediakan jamu
bubuk atau pil dan kapsul hasil produksi industri jamu.

Jika jamu yang dibuat menggunakan pemanis, pembuat jamu akan menggunakan gula jawa,
gula pasir, atau gula batu (bentuk kristal besar menyerupai bongkahan batu). Penggunaan
gula asli ini merupakan keharusan bagi penjual jamu dengan alasan kesehatan. Jamu yang
menggunakan pemanis buatan artinya menyalahi aturan dan menyimpang dari tujuan
pembuatan jamu, yaitu untuk menyehatkan dan menjaga kesehatan badan.

Jamu bubuk kemasan atau bubuk jamu yang dibuat gumpalan adonan diminum dengan cara
diseduh air panas atau dengan jamu lain oleh penjual jamu gendong. Penyeduhan dengan
jamu lain tidak sembarangan. Jamu batuk tepat bila dicampur dengan jamu beras kencur.
Jamu pegal linu lebih tepat dicampur dengan kudu laos, madu, atau kuning telur. Sedangkan
jamu sinom atau kunir asam dicampur dengan jeruk nipis sebagai penyegar rasa.

Penjualan jamu gendong jika akan minum jamu kadang bertanya terlebih dahulu kepada
calon pembeli tentang obat-obatan atau makanan tertentu. Hal ini disebabkan reaksi yang
mungkin timbul antara jamu dengan zat dalam obat atau makanan, seperti minuman bersoda
atau obat doping. Jika hal ini dilanggar bisa menimbulkan keracunan bahkan bisa
menimbulkan kematian bagi pelaku. Sebaiknya jika minum sudah obat tidak minum jamu,
demikian juga sebaliknya.

Jenis jamu, khasiat, bahan baku, dan cara pengolahan


Jamu (herbal medicine) sebagai salah satu bentuk pengobatan tradisional, memegang peranan
penting dalam pengobatan penduduk di negara berkembang. Diperkirakan sekitar 70-80%
populasi di negara berkembang memiliki ketergantungan pada obat tradisional (Wijesekera,
1991; Mahady, 2001).[2]

Secara umum jamu dianggap tidak beracun dan tidak menimbulkan efek samping. Khasiat
jamu telah teruji oleh waktu, zaman dan sejarah, serta bukti empiris langsung pada manusia
selama ratusan tahun (Winarmo, 1997).

Jamu gendong adalah jamu hasil produksi rumahan (home industry). Yang cara
pemasarannya adalah memasukan hasil olahan jamu yang telah dibuat ke dalam botol-botol
yang kemudian disusun di dalam bakul. Untuk selanjutnya bakul tersebut akan digendong
oleh si penjual. Hingga disebutlah namanya menjadi jamu gendong. Jamu ini dijual dengan
cara berkeliling setiap hari. Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga
kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengonsumsi sebagai
minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari.

Jamu beras kencur

Jamu beras kencur berkhasiat dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh dan sebagai
tonikom atau penyegar saat habis bekerja. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur,
tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah.
Selain itu, beras kencur bisa meringankan batuk dan merupakan seduhan yang tepat untuk
jamu batuk.

Bahan baku

Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan,
namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua
bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak
selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam
racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam,
kayu keningar, kunir. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, mula-mula beras disangan (disangrai), selanjutnya
ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk
menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur,
ditungkan air mendidih untuk mengambil sarinya diperas dan disaring dengan saringan atau
diperas melalui kain pembungkus bahan. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol atau
termos.

Jamu Cabe Puyang

Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'.
Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di
pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan
kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual
mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua dan bayi yang lahir
jika minum jamu cabe puyang secara teratur tiap hari bayi akan bersih dan bau tidak amis.
Jamu cabe puyang banyak mengandung zat besi dan berkasiat untuk menambah butiran darah
merah bagi yang kurang darah atau anemia.

Bahan baku

Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jawa dan rimpang lempuyang. Tambahan bahan
baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan
lain yang ditambahkan antara lain adas, pulosari, rimpang kunir, biji kedawung, keningar dan
asam kawak. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala
mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan
dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan
komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini
kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya,
ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.

Jamu Kudu Laos


Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan
tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah,
menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan
haid, dan menyegarkan badan.

Bahan baku

Bahan utama kudu laos, adalah Buah mengkudu, rimpang laos, Merica, asam kawak, cabe
jamu, bawang putih, kedawung, garam secukupnya, gula jawa bisa juga ditambah gula pasir.

Cara pengolahan

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama
air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan
komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu
kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin.
Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera. Ramuan
selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Kunyit

Jamu kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan
atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat
membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk
menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin.
Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu yang
sedang hamil muda sehubungan dengan sifatnya yang memperlancar haid. Ada pula penjual
jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.

Bahan baku

Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara
pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan
utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur
dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk
nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka
juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan
jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara
kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit),
dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya,
ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang
diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang
sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan
siap untuk dijajakan.

Jamu Sinom
Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan
jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa
penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam
dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.

Jamu Pahitan

Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan
jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal
dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang
nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah,
jerawat, pegal, dan pusing.

Bahan baku

Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada
yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang
rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula
yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang
dipergunakan dalam bumbu masakan). Ramuan jamu pahitan sebaiknya dicampur dengan
berbagai rempah-rempah dan empon-empon, jika ramuan tidak dicampur dengan berbagai
rempah-rempah dan empon-empon ada indikasi kurang baik untuk kesehatan.

Cara pengolahan Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam
air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua
zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil
akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan
gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong
lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.

Jamu Kunci Suruh

Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan
keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita
(vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat
menguatkan gigi.

Bahan baku

Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya
selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-
bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti
buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan
lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai
pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus
sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan
ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis
(kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan.
Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera
dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk
dijajakan.

Jamu Uyup-uyup/Gepyokan

Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi
air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan
bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada
ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.

Bahan baku dan cara pengolahan Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar
pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri
dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, daun katu, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara
pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci
bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis), ditambah bahan-bahan
lain, ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang
yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera.
Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.

Riset dan Pengembangan Jamu di Indonesia

Kementerian Kesehatan melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat
dan Obat Tradional (Babe Litbang TOOT)[3]; yang merupakan satu pusat riset dan
pengembangan di bawah Badan Litbangkes,

Referensi
1. ^ http://sukoharjokab.bps.go.id/index.php/18-menu-slide/15-patung-jamu-gendong-
sebagai-identitas-kabupaten-sukoharjo
2. ^
http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/54115/jurnsl%20gizi.pdf?sequ
ence=1
3. ^ Rujukan kosong (bantuan)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jamu.

 Efek Jamu Bersalin Galohgor Terhadap Involusi Uterus dan Gambaran Darah Tikus
(Rattus sp.)

Kategori:

 Kesehatan
 Pengobatan alternatif Indonesia
 Pengobatan alternatif
 Kata serapan dari bahasa Tionghoa dalam bahasa Indonesia

Menu navigasi
 Belum masuk log
 Pembicaraan
 Kontribusi
 Buat akun baru
 Masuk log

 Halaman
 Pembicaraan

 Baca
 Sunting
 Sunting sumber
 Versi terdahulu

Pencarian

 Halaman Utama
 Perubahan terbaru
 Peristiwa terkini
 Halaman baru
 Halaman sembarang

Komunitas

 Warung Kopi
 Portal komunitas
 Bantuan

Wikipedia

 Tentang Wikipedia
 Pancapilar
 Kebijakan
 Menyumbang
 Hubungi kami
 Bak pasir

Bagikan

 Facebook
 Twitter
 Google+
Dalam proyek lain

 Wikimedia Commons

Cetak/ekspor

 Buat buku
 Unduh versi PDF
 Versi cetak

Perkakas

 Pranala balik
 Perubahan terkait
 Halaman istimewa
 Pranala permanen
 Informasi halaman
 Item di Wikidata
 Kutip halaman ini
 Pranala menurut ID

Bahasa lain

 Deutsch
 English
 Jawa
 Basa Banyumasan
 Bahasa Melayu
 Türkçe

Sunting interwiki

 Halaman ini terakhir diubah pada 16 Oktober 2018, pukul 08.02.


 Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan
tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

 Kebijakan privasi
 Tentang Wikipedia
 Penyangkalan
 Pengembang
 Penyataan kuki
 Tampilan seluler