Anda di halaman 1dari 43

KUNJUNGAN LAPANGAN PADA KELUARGA DI WILAYAH

SUMUR BATU RT 06 / RW 07 KEMAYORAN, JAKARTA


PUSAT, PROVINSI DKI JAKARTA

Disusun oleh:
KELOMPOK A-1

Ketua : Gizan Dharmawan (1102015086)


Sekretaris : Kartilia Nurani Putri (1102015111)
Anggota : Bianca Caterina (1102014058)
Desy Indriani (1102014069)
Anggieta Kumala Dewi (1102015024)
Daniah Khairunnisa (1102015052)
Indah Pratiwi (1102015097)
Intan Setia Kartikasari (1102015099)
Luthfi Mubarak (1102015121)

Pembimbing :
DR. Kholis Ernawati, S.Si. M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
TAHUN 2018
DAFTAR ISI

Daftar Isi.................................................................................................................. ii

Daftar Tabel ........................................................................................................... iii

BAB I LATAR BELAKANG ..................................................................................1

1.1. Keluarga Binaan .................................................................................1


1.2. Penentuan Area Masalah ....................................................................4
1.2.1. Penjabaran Area Masalah ......................................................... 22
1.2.2. Usulan Masalah Area Keluarga Binaan .................................... 24
1.2.3. Metode Pemilihan Area Masalah .............................................. 25
1.2.4. Penentuan Area Masalah Keluarga Binaan .............................. 26
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................27

2.1. Kajian Pustaka ..................................................................................27

2.1.1. ISPA ..............................................................................................27

2.1.2 Ventilasi Ruangan ..........................................................................33

2.2. Kerangka Teori .................................................................................34


2.3. Kerangka Konsep ..............................................................................35
2.4. Definisi Operasional .........................................................................35

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................37

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 .............................................................................................................38

Lampiran 2 .............................................................................................................40

ii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 : Data Keluarga Ny. Suhartini ..................................................................1

Tabel 1.2 : Data Keluarga Ny. Yudaningsih ............................................................3


Tabel 1.3 : Data Keluarga Ny. Sumiati ....................................................................6

Tabel 1.4 : Data Keluarga Tn. Rudianto ..................................................................9


Tabel 1.5 : Data Keluarga Tn. Hary .......................................................................11

Tabel 1.6 : Data Keluarga Ny. Sulasmi..................................................................13


Tabel 1.7 : Data Keluarga Ny. Yulisty...................................................................15

Tabel 1.8 : Data Keluarga Ny. Umamah ...............................................................17


Tabel 1.9 : Data Keluarga Ny. Hanifah..................................................................19

iii
BAB I
LATAR BELAKANG

1.1. Keluarga Binaan


Keluarga Binaan berada di wilayah Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat,
Provinsi DKI Jakarta. Terdiri dari sembilan Kepala Rumah tangga, yaitu:
1. Ny. Suhartini
2. Ny. Yudaningsih
3. Ny. Sumiati
4. Tn. Rudianto
5. Tn. Hary
6. Ny. Sulasmi
7. Ny. Yulisty
8. Ny. Umamah
9. Ny. Hanifah
1. Keluarga Ny. Suhartini
Keluarga Ny. Suhartini tinggal bersama anaknya yaitu Selamet Rahayu.
Suaminya sudah meninggal sekitar 5 tahun yang lalu akibat penyakit jantung.
Ibu Suhartini bertempat tinggal di Jalan Lancar 3 No. 10 RT 06/RW 07, Sumur
Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ibu Suhartini berusia 59 tahun dan sudah tidak
bekerja. Ibu Suhartini memiliki lima anak, yaitu Selamet Rahayu, Wahyu
Prianto, Desi Trimulyani, Suci Rahmawati, dan Wiwit Safitri. Keempat anaknya
yang lain tinggal berdekatan dengan Ibu Suhartini. Kelima anak Ibu Suhartini
sudah memiliki keluarga.
Tabel 1.1. Data Keluarga Ny. Suhartini

Status Jenis
Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
Keluarga kelamin
Alm. Tn. L - SD - -
Suami
Wahadi
Ny. P 59 SD Ibu -
Suhartini Istri thn Rumah
Tangga

1
Selamet Anak L 38 SMP Hansip Rp.
Rahayu Pertama thn 800.000
Wahyu L 35 SMP Ojek Rp.
Anak
Prianto thn Online 200.000/
Kedua
hari
Desi Anak P 32 SMP Buruh Rp.
Trimulyani Ketiga thn Cuci 1.000.000
Suci P 28 SMP Ibu -
Anak
Rahmawati thn Rumah
Keempat
Tangga
Wiwit P 26 SMP Berdagang Rp.
Anak
Safitri thn 150.000/
Kelima
hari

a. Bangunan Tempat Tinggal


Rumah keluarga Ibu Suhartini merupakan milik sendiri, dengan ukuran
bangunan 5m x 10m. Di dalamnya terdapat 3 kamar tidur, 1 kamar mandi,
dapur, ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Bangunan rumah tidak bertingkat
dan lantai rumah berkeramik. Atap terbuat dari genteng dengan langit-langit
terbuat dari triplek. Terdapat satu jendela di depan rumah yang tidak bisa dibuka
tutup. Pada kamar tidur tidak terdapat jendela maupun ventilasi. Pencahayaan
pada rumah berasal dari lampu dan dari pintu yang terbuka saat siang hari.
Sumber air untuk MCK berasal dari PAM (Perusahaan Air Minum) yang
ditampung di bak dan berwarna jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.
Pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke selokan belakang rumah.
Keluarga Ibu Suhartini biasanya membuang sampah di depan rumah dengan
plastik, lalu sampah tersebut diambil setiap hari untuk dibawa ke tempat
pembungan sampah.
b. Lingkungan Pemukiman
Bagian depan rumah Ibu Suhartini berbatasan dengan rumah penduduk., di
bagian belakang rumah Ibu Suhartini terdapat halaman yang ditumbuhi pohon
belimbing. Bagian kiri dan kanan rumah Ibu Suhartini berbatasan dengan rumah
penduduk. Lingkungan sekitar rumah Ibu Suhartini bersih dan asri dikarenakan
rutin melakukan kerja bakti setiap 1-2 minggu.

2
c. Pola Makan
Keluarga Ibu Suhartini rata-rata makan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan
malam hari. Makanan seringkali diolah sendiri oleh Ibu Suhartini. Menu sehari-
hari antara lain nasi, sayur, dan lauk pauk. Keluarga Ibu Suhartini jarang
mengonsumsi daging dan buah-buahan. Air minum didapat dari air galon isi
ulang.
d. Riwayat Obstetri dan Pola Asuh Anak
Anak Ibu Suhartini lahir dengan bantuan bidan. Setelah melahirkan anak
kelima, Ibu Suhartini menggunakan KB pil. Ibu Suhartini memberikan ASI full
kepada kelima anaknya.
e. Kebiasaan Berobat
Ketika ada anggota keluarga yang sakit, biasanya berobat ke Klinik dekat
rumah. Ibu Suhartini juga rutin melakukan general check up setiap bulan di
Puskesmas.
f. Riwayat Penyakit
Ibu Suhartini memiliki riwayat penyakit maag, asma, dan hipertensi. Anak Ibu
Suhartini pernah menderita ISPA.
g. Perilaku dan Aktivitas Sehari-hari
Ibu Suhartini selalu menyempatkan diri untuk berolahraga. Ibu Suhartini juga
akitif mengikuti kegiatan lansia yang diadakan setiap bulan. Anak yang tinggal
bersama Ibu Suhartini memiliki kebiasaan merokok.

2. Keluarga Ny. Yudaningsih


Keluarga Ny. Yudaningsih tinggal bersama suami yaitu Tn. Agung Rachwindi
beserta ketiga anaknya yaitu Pandu Laksamana Gibran, Gibran Al-fatih Kirono,
dan Ummu Hani.

Tabel 1.2. Data Keluarga Ny. Yudaningsih


Status Jenis
Pendidika Pekerjaa Penghasila
Nama Keluarg kelami Umur
n n n
a n

3
Agung L 37 SMA Gojek 100.000-
Suami
Rachwindi tahun 150.000
Ny. P 36 SMA Ibu -
Yudaningsi Istri tahun Rumah
h Tangga
Pandu L 10 4 SD -
Anak
Laksamana Tahu
Pertama
Gibran n
Gibran Al- L 7 1 SD -
Anak
Fathir Tahu
Kedua
Kirono n
Ummu Hani P 4 - -
Anak
Tahu
Ketiga
n
JK : Jenis Kelamin; L : Laki-laki; P:Perempuan

Keluarga Ny. Yudaningsih bertempat tinggal di jalan lancar 3 RT.06/RW.07


No. 16 A. Ny. Yudaningsih berusia 36 tahun dan bekerja sebagai rumah tangga.
Sedangkan suaminya Tn. Agung berusia 37 tahun dan bekerja sebagai tukang
ojek. Dikarunia 3 anak yaitu pandu berusia 10 tahun, kelas 4 SD, Gibran 7
tahun, kelas 1 SD, dan Ummu berusia 4 tahun, belum bersekolah.
a. Bangunan tempat tinggal
Rumah Keluarga Ny. Yudaningsih milik sedniri, dengan ukuran bangunan
3m X 10m dan luas bangunan 99 m2. Didalam rumah terdapat 3 kamar tidur, 1
kamar mandi, 1 dapur, 1 ruang tamu. Bangunan rumah tidak bertingkat dan
lantai rumah keramik. Atap terbuat dari genteng dengan langit-langit terbuat dari
triplek. Terdapat 2 jendela di depan rumah yang jarang dibuka dan beberapa
ventilasi yang hanya di ruang tamu. Pada seluruh kamar tidur tidak terdapat
jendela dan ventilasi, udara hanya dari pintu. Luas masing-masing kamar tidur
3x3 m. pencahayaan pada rumah ini tidak mencukupi karna hanya terdapat pada
ruang tamu. Terdapat 1 buah lampu dengan daya 10 watt di tiap ruangan.
Dibagian depan rumah terdapat teras berukuran 1x1 m =, ruang tamu dengan
luas 3x2 m. dibagian belakang rumah terdapat dapur berukuran kurang lebih 4x3
mdan kamar mand di dalam rumah ukuran 2x1 m. Air untuk MCK didapat dari
pompa air tanah yang ditampung di bak dan berwarna jernih, tidak berbau dan

4
tidak berasa. Pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke selokan di
depan rumah. Begitu juga pembuangan sampah berada di depan rumah. Sampah
dibuang di tempat pembuangan apabila sudah menumpuk tinggi.
b. Lingkungan Pemukiman
Kondisi nya sangat padat. Karna disamping kanan kiri langsung berbatasan
dengan rumah penduduk lain dan terdapat banyak kucing liar di sekitar
rumahnya. Di depan rumah terdapat selokan kotor yang tidak ditutup sebagai
pembuangan limbahnya. Dan tempat sampahpun tidak ada penutupnya.
c. Pola makan
Keluarga Ny. Yudaningsih rata-rata makan 2-3 kali sehari. Yaitu pagi, siang
dan sore hari. Makanan yang dikonsumsi jarang memasak sendiri. Sering untuk
membeli di penjual makanan dengan menu sehari-hari antara lain nasi, sayur,
tempe, tahu, ikan, dan ayam. Keluarga ini jarang mengkonsumsi buah-buahan
namun rutin mengkonsumsi sayur. Air minu, yang didapat berasal dari air galon
isi ulang.
d. Riwayat Obstetri dan Pola Asuh Anak
Saat ini tidak ada wanita yang sedang hamil dan tidak ada balita. Semua anak
NY. Yudaningsih lahir dengan pertolongan bidan. Ny. Yudaningsih
menggunakan KB spiral sejak tahun 2016. Untuk pemberian ASI ketiga anaknya
sampai dengan usia 2 tahun. Selama kehamilan Ny. Yudaningsih rajin kontrol di
bidan.
e. Kebiasaan Berobat
Ketika ada anggota keluarga yang sakit, biasanya keluarga berobat ke
pukesmas yang berjarak kurang lebih 6 km dari rumah. Untuk mencapai
pukesmas, biasanya Ny. Yudaningsih menggunakan motor. Seluruh kelurga ini
sudah terdaftar BPJS.
f. Riwayat penyakit
Terdapat riwayat penyakit ISPA berulang pada keluarga Ny. Yudaningsih dan
sekarang anak ketiga dari Ny. Yudaningsih sedang menderita batuk dan pilek.
g. Perilaku dan Aktivitas sehari-hari

5
Keluarga Ny. Yudaningsih mengaku jarang berolahraga. Dan terbiasa mandi
2 kali sehari, dan sikat gig 2 kali sehari. Keluarga Ny. Yudaningsih sering
membasuh tangan dengan air dan sabun sebelum makan. Suami dari Ny.
Yudaningsih mempunyai kebiasaan merokok yaitu satu bungkus setiap harinya.

3. Keluarga Ny. Sumiati


Keluarga Ny. Sumiati tinggal bersama suaminya yaitu Tn. Endang Djunaidi.
Ny. Sumiati memiliki dua anak yaitu Edi Sofyan dan Fitri Novianti yang sudah
menikah dan tinggal di rumah yang terpisah. Orang tua dari Ny. Sumiati
memiliki riwayat asthma dan sudah meninggal sejak lama.

Tabel 1.3. Data Anggota Keluarga Ny. Sumiati

Status Jenis
Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
Keluarga kelamin
Tn. L 60 thn STM Pensiunan Tidak
Endang Suami Karyawan Berpenghasilan
Djunaidi Swasta
Ny. P 57 thn S1 PNS Rp.5.000.000/bulan
Istri
Sumiati (Guru SD)
Edi Anak L 34 thn S1 Karyawan -
Sofyan Pertama Swasta
Fitri Anak P 33 thn S1 Karyawan -
Novianti Kedua Swasta
JK : Jenis Kelamin, L: Laki-laki P: Perempuan

Keluarga Ny. Sumiati bertempat tinggal di Jl. Lancar III No.16, Kelurahan
Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Ny. Sumiati berusia 57
tahun dan bekerja sebagai Guru Sekolah Dasar (PNS) dengan rata-rata
penghasilan per bulan Rp.5.000.000. Suami dari Ny. Sumiati, Tn. Endang
Djunaidi berusia 60 tahun dan seorang Pensiunan Karyawan Swasta. Tn.

6
Endang tidak memiliki penghasilan. Tetapi terkadang Tn. Endang mendapatkan
penghasilan dari mengikuti kontes burung-burung peliharaannya. Tn. Endang
Djunaidi dan Ny. Sumiati memiliki dua orang anak, yaitu Edi Sofyan dan Fitri
Novianti. Edi Sofyan dan Fitri Novianti saat ini sudah menyelesaikan studinya
pada tingkat Strata 1 (S1) dan bekerja sebagai Karyawan Swasta. Kedua anak
Ny. Sumiati masing-masing telah menikah dan tinggal di rumah yang berbeda.
Ny. Sumiati sehari-hari tinggal dirumah bersama suaminya, Tn. Endang
Djunaidi. Penghasilan Ny. Sumiati dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
a. Bangunan Tempat Tinggal
Rumah keluarga Ny. Sumiati milik sendiri dengan ukuran bangunan 4m x
6m dengan luas bangunan 32 m². Bangunan rumah Ny. Sumiati terdiri dari dua
tingkat. Di dalam rumah terdapat dua kamar tidur, satu dapur, dan satu kamar
mandi. Begitu memasuki rumah Ny. Sumiati tidak didapatkan adanya ruang
tamu, melainkan langsung memasuki area kamar tidur Ny. Sumiati dan Tn.
Endang. Kamar tidur lainnya terletak di lantai dua. Luas masing-masing kamar
tidur kurang lebih 4m x 5m. Di dalam area kamar tidur Ny. Sumiati, terdapat
dua buah sangkar disertai dua ekor burung peliharaan milik Tn. Endang di sisi
kanan belakang dekat tangga. Untuk pencahayaan pada kamar tidur pertama
dinilai mencukupi dimana cahaya masuk melalui pintu utama. Pada pencahayaan
kamar tidur kedua terdapat jendela namun terlihat gelap. Untuk lantai rumah Ny.
Sumiati tersusun dari keramik. Atap terbuat dari genteng dengan langit-langit
terbuat dari triplek. Terdapat empat jendela disisi samping kiri rumah dan satu
jendela di dapur yang jarang dibuka. Di depan rumah terdapat teras kecil
berukuran 1m x 6m. Ventilasi terdapat di bagian dapur yaitu berupa hexos satu
buah. Untuk ventilasi di masing-masing kamar tidur dinilai kurang karena
jendela hampir tidak pernah di buka. Di bagian samping kanan kamar terdapat
dapur berukuran kurang lebih 1m x 2,5m yang berbatasan langsung dengan
kamar mandi berukuran 1,5m x 1m. Air untuk MCK didapatkan dari air PAM
yang ditampung di bak dan berwarna jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.
Pembuangan limbah rumah tangga langsung ke selokan di depan rumah. Ny.

7
Sumiati memiliki tempat pembuangan sampah yang dibuang di sisi kanan
rumah.
b. Lingkungan Pemukiman
Bagian belakang dan kanan rumah Ny. Sumiati berbatasan langsung dengan
rumah penduduk lain. Bagian depan dan kiri rumah Ny. Sumiati berbatasan
dengan jalanan. Di sisi kiri rumah Ny. Sumiati terkadang di tempati oleh
pedagang nasi goreng pada malam hari.
c. Pola Makan
Keluarga Ny. Sumiati rata-rata makan dua sampai tiga kali sehari, yaitu
pada pagi, siang dan malam. Ny. Sumiati lebih sering membeli makanan yang
langsung jadi dari rekan sesama guru di sekolah di bandingkan memasak sendiri.
Menu sehari-hari antara lain, nasi, sayur dan ikan. Keluarga Ny. Sumiati hampir
tidak pernah mengonsumsi daging dan ayam serta buah-buahan. Sumber air
minum keluarga Ny. Sumiati didapatkan dari air mineral kemasan, sedangkan
untuk keperluan masak sehari-hari menggunakan air galon isi ulang.
d. Riwayat Obstetri dan Pola Asuh Anak
Tidak ada wanita yang sedang hamil di keluarga Ny. Sumiati. Anak pertama
Ny. Sumiati lahir secara normal di RS. Islam dan anak kedua lahir secara normal
dengan bantuan bidan sekitar rumah. Untuk saat ini, Ny. Sumiati sudah tidak
melaksanakan program KB dikarenakan sudah menginjak usia menopause. Ny.
Sumiati memiliki riwayat menggunakan KB Spiral selama sebulan, dikarenakan
tidak cocok maka Ny. Sumiati menggantinya dengan pil KB atau pil binari. Ny.
Sumiati memberikan ASI pada anak pertama selama satu tahun dan memberikan
ASI pada anak kedua hingga anak memasuki usia Taman Kanak-Kanak (TK).
e. Kebiasaan Berobat
Apabila ada anggota keluarga Ny. Sumiati yang sakit, anggota keluarga
pergi berobat ke Rumah Sakit Mitra. Keluarga Ny. Sumiati hanya pergi ke
Rumah Sakit apabila hanya ada yang sakit dan bukan untuk melakukan check up
rutin. Untuk mencapai Rumah Sakit, biasanya Ny. Sumiati menggunakan
kendaraan pribadi, seperti motor maupun kendaraan umum.
f. Riwayat Penyakit

8
Terdapat riwayat penyakit asthma di keluarga Ny. Sumiati, yaitu dari
ibunya. Ibu dari Ny. Sumiati diketahui sudah lama meninggal. Riwayat penyakit
lainnya, seperti diabetes, riwayat stroke dan jantung tidak didapatkan pada
keluarga Ny. Sumiati. Saat ini, Ny. Sumiati dan semua keluarga dalam kondisi
yang sehat.
g. Perilaku dan Aktivitas Sehari-hari
Keluarga Ny. Sumiati jarang melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga.
Keluarga Ny. Sumiati sehari-hari mencuci tangan menggunakan sabun cuci
piring dan selalu mengeringkan tangannya dengan tissue. Kegiatan ini dilakukan
baik sebelum, sesudah makan, serta setelah dari toilet. Tn. Endang diketahui
merokok dan dalam sehari bisa menghabiskan enam batang rokok. Biasanya Tn.
Endang Djunaidi merokok di luar maupun di dalam rumah (dapur) karena
terdapat hexos.

4. Keluarga Bapak Rudiantio


Di rumah bapak rudianto ditinggali oleh istri dan 2 orang anaknya sementara
bapak rudianto tinggal terpisah karena lokasi pekerjaan yang cukup jauh dari
rumahnya. Rumah bapak rudianto beralamat di Jalan Lancar 3 No. 10 RT
06/RW 07, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Istri bapak rudianto ibu Sri
martinah berusia 45 tahun dan sudah tidak bekerja. Ibu Sri Martinah memiliki 2
orang anak, yaitu Fitrianingsih, dan M. Zaky.
Tabel 1.4. Data Anggota Keluarga Bapak Rudianto
Status Jenis
Pendidika Pekerjaa Penghasil
Nama Keluarg kelami Umur
n n an
a n
Tn. L 48 SMA Buruh 2.000.000
Suami
Rudianto
Ny. Sri P 45 thn SMA Ibu -
Martinah Istri Rumah
Tangga
Fitrianings Anak P 16 thn SMP Penjaga Rp.
ih Pertam toko 1.200.000
a

9
M. Zaky Anak L 9 thn SD Pelajar
Kedua

a. Bangunan Tempat Tinggal


Rumah keluarga bapak rudianto merupakan milik sendiri, dengan ukuran
bangunan 5m x 10m. Di dalamnya terdapat 3 kamar tidur, 1 kamar mandi,
dapur, ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Bangunan rumah tidak bertingkat
dan lantai rumah berkeramik. Atap terbuat dari genteng dengan langit-langit
terbuat dari triplek. Terdapat satu jendela di depan rumah yang tidak bisa dibuka
tutup. Pada kamar tidur tidak terdapat jendela maupun ventilasi. Pencahayaan
pada rumah berasal dari lampu dan dari pintu yang terbuka saat siang hari.
Sumber air untuk MCK berasal dari PAM (Perusahaan Air Minum) yang
ditampung di bak dan berwarna jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.
Pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke selokan belakang rumah.
Keluarga bapak rudianto biasanya membuang sampah di depan rumah dengan
plastik, lalu sampah tersebut diambil setiap hari untuk dibawa ke tempat
pembungan sampah.
b. Lingkungan Pemukiman
Bagian depan rumah Ibu Suhartini berbatasan dengan rumah penduduk., di
bagian belakang rumah Ibu Suhartini terdapat halaman yang ditumbuhi pohon
belimbing. Bagian kiri dan kanan rumah Ibu Suhartini berbatasan dengan rumah
penduduk. Lingkungan sekitar rumah Ibu Suhartini bersih dan asri dikarenakan
rutin melakukan kerja bakti setiap 1-2 minggu.
c. Pola Makan
Keluarga bapak rudianto rata-rata makan 1-2 kali sehari, yaitu pagi, siang,
dan malam hari. Makanan seringkali diolah sendiri oleh Ibu Sri Martinah. Menu
sehari-hari antara lain nasi, sayur, dan lauk pauk. Air minum didapat dari air
PAM yang dimasak sendiri.
d. Riwayat Obstetri dan Pola Asuh Anak

10
Anak Ibu Sri Martinah lahir dengan bantuan bidan. Sampai saat ini ibu Sri
Martinah tidak menggunakan alat kontrasepsi. Ibu Sri Martinah memberikan
ASI eksklusif selama 2 tahun kepada kedua anaknya.
e. Kebiasaan Berobat
Ketika ada anggota keluarga yang sakit, biasanya berobat ke puskesmas
setempat atau ke Klinik dekat rumah. Ibu sri martinah juga memberikan
imunisasi dasar yang lengkap kepada kedua anaknya namun jarang melakukan
general check up ke dokter maupun puskesmas.
f. Riwayat Penyakit
Ibu Sri Martinah saat ini menderita ISPA selama 1 minggu terakhir.
g. Perilaku dan Aktivitas Sehari-hari
Ibu Sri Martinah ikut berperan aktif dalam kegiatan RT setempat sebagai
salah satu kader posyandu.

5. Keluarga Bapak Hary


Keluarga Pak Hary tinggal bersama istrinya Ibu Jumairoh dan ketiga
anaknya yaitu, Aam, Zahra dan Raihan.

Tabel 1.5. Data Anggota Keluarga Bapak Hary


Status Jenis
Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
Keluarga kelamin
Bapak L 48 S1 Karyawan 6.000.000
Suami
Hary
Ibu P 41 SMA Berdagang 4.000.000
Istri
Jumairoh
Aam Anak L 20 S1 Mahasiswa -
Pertama
Zahra Anak P 15 SMP Pelajar -
Kedua
Raihan Anak L 3.5 PAUD Pelajar -
Ketiga

Keluarga Pak Hary bertempat tinggal di Jalan Lancar III RT. 06 RW. 07
NO. 16A, Sumur Batu. Pak Hary berusia 48 tahun dan bekerja sebagai karyawan

11
di Universitas Yarsi dengan rata-rata penghasilan Rp 6.000.000/bulan. Istri
Bapak Hary, Ibu Jumairoh bekerja sebagai pedagang dan berpenghasilan sekitar
Rp 4.000.000/bulan. Pak Hary memiliki 3 orang anak, yaitu Aam, Zahra, dan
Raihan. Aam saat ini berstatus sebagai Mahasiswa, Zahra saat ini masih sekolah
di SMP dan Raihan saat ini masih sekolah di PAUD.
A. Bangunan Tempat Tinggal
Rumah keluarga bapak Hary milik sendiri, dengan luas 43m2. Didalam
rumah terdapat 5 kamar, 1 dapur, kamar mandi, 1 ruang tamu. Bangunan rumah
bertingkat 3 dan lantai rumah keramik. Terdapat jendela dan ventilasi. Air untuk
MCK terdapat dari PAM. Pembuangan limbah cair rumah tanggal lansung ke
selokan depan rumah. Di depan rumah juga terdapat tempat pembuangan
sampah yang di angkat setiap harinya.
B. Lingkungan Pemukima
Bagian belakang rumah Bapak Hary berbatasan langsung dengan penduduk
lainnya. Bagian kiri dan kanan rumah juga berbatasan dengan rumah penduduk.
Didepan rumah terdapat jalanan yang kecil.
C. Pola Makan
Keluarga Bapak Hary rata rata makan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan
malam dan makan selingan. Air minum didapat dari air galon isi ulang.
D. Riwayat Obstetri dan Pola Asuh Anak
Saat ini tidak ada wanita yang sedang hamil. Semua anak Bapak Hary lahir
dengan pertolongan dokter kandungan.
E. Kebiasaan Berobat
Ketika ada anggota keluarga yang sakit, biasanya keluarga mengobati
sendiri terlebih dahulu seperti beli obat sendiri dan di obatin sendiri.
F. Riwayat Penyakit
Terdapat riwayat penyakit Bronkitis di keluarga Bapak Hary, yaitu Pak
Hary itu sendiri, riwayat penyakit tersebut telah terjadi sejak tahun 1996
terkadang karena cuaca yang kurang baik dan terkadang penyakit tersebut hilang
dengan sendirinya. Anak ketiga pak Hary yang bernama Raihan juga memiliki
riwayat penyakit Asma.

12
6. Keluarga Ny. Sulasmi
Keluarga Ny. Sulasmi tinggal bersama suaminya yaitu bapak wahono. Ibu
Sulasmi bertempat tinggal di Jalan Lancar 3 No. 11 RT 06 / RW 07, Sumur
Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ibu Sulasmi berusia 49 tahun sebagai ibu
rumah tangga. Ibu Sulasmi memiliki tiga anak, yaitu Doi, Dodi, dan Deni.
Kedua anaknya tinggal bersama dengan Ibu Sulasmi. Satu anak Ibu Sulasmi
sudah memiliki keluarga.
Tabel 1.6. Data Anggota Keluarga Ny. Sulasmi

Status Jenis
Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
Keluarga kelamin
Tn. L 55 SMA Hansip Rp.
Suami
Wahono thn 2.500.000,-
Ny. P 49 SD Ibu -
Sulasmi Istri thn Rumah
Tangga
Doni L 27 STM Karyawan Rp.
Anak
thn Swasta 1.500.000 –
Pertama
2.000.000,-
Dodi L 21 STM Karyawan Rp.
Anak
thn Swasta 1.500.000 –
Kedua
2.000.000,-
Deni Anak L 15 SMP - -
Ketiga thn

a. Bangunan Tempat Tinggal


Rumah keluarga Ibu Sulasmi merupakan milik sendiri, dengan ukuran
bangunan 3m x 17m. Di dalamnya terdapat 3 kamar tidur, 2 kamar mandi,
dapur, ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Bangunan rumah tidak bertingkat
dan lantai rumah berkeramik. Atap terbuat dari genteng dengan langit-langit
terbuat dari triplek. Terdapat satu jendela di depan rumah yang tidak bisa dibuka
tutup. Pada kamar tidur tidak terdapat jendela maupun ventilasi. Pencahayaan
pada rumah berasal dari lampu dan dari pintu yang terbuka saat siang hari.
Sumber air untuk MCK berasal dari PAM (Perusahaan Air Minum) yang
ditampung di bak dan berwarna jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.

13
Pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke selokan belakang rumah.
Keluarga Ibu Sulasmi biasanya membuang sampah di depan rumah dengan
plastik, lalu sampah tersebut diambil setiap hari untuk dibawa ke tempat
pembungan sampah.
b. Lingkungan Pemukiman
Bagian depan rumah Ibu Sulasmi berbatasan dengan rumah penduduk., di
bagian belakang rumah Ibu Sulasmi terdapat halaman yang ditumbuhi pohon
jambu. Bagian kiri dan kanan rumah Ibu Sulasmi berbatasan dengan rumah
penduduk. Lingkungan sekitar rumah Ibu Sulasmi bersih dikarenakan rutin
melakukan kerja bakti setiap 1-2 minggu.
c. Pola Makan
Keluarga Ibu Sulasmi rata-rata makan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan
malam hari. Makanan seringkali diolah sendiri oleh Ibu Sulasmi. Menu sehari-
hari antara lain nasi, sayur, dan lauk pauk. Keluarga Ibu Sulasmi jarang
mengonsumsi buah-buahan. Air minum didapat dari air PAM yang dimasak.
d. Riwayat Obstetri dan Pola Asuh Anak
Ketiga anak Ibu Sulasmi lahir normal dengan bantuan bidan. Ibu Sulasmi
memberikan ASI full kepada ketiga anaknya.
e. Kebiasaan Berobat
Ketika ada anggota keluarga yang sakit, biasanya meminum obat warung
terlebih dahulu, apabila 1 hari belum sembuh baru dibawa menuju klinik.
f. Riwayat Penyakit
Anak Ibu Sulasmi saat ini sedang mengidap Anemia, dan seluruh keluarganya
pernah mengidap ISPA.
g. Perilaku dan Aktivitas Sehari-hari
Ibu Sulasmi juga akitif mengikuti kegiatan kerjabakti yang diadakan setiap 1-
2 minggu. Anak kedua yang tinggal bersama Ibu Sulasmi memiliki kebiasaan
merokok didalam kamar.

14
7. Keluarga Ny. Yulisty

Tabel 1.7. data Anggota keluarga Ny Yulisty


Status Jenis
Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
Keluarga kelamin

Pak Laki-laki 46 D3 Karyawan +- 5 juta


Suami
Ronny swasta

Ibu Perempuan 45 D3 Ibu


Yulisty Istri rumah
tanga

Dea Anak Perempuan 21 S1 Kerja +- 3 juta


Marichia Pertama pabrik

Keluarga Ny. Yulisty bertempat tinggsl di desa sumur batu jl lancar 3 rt 06 rw


07, Ny Yulisty berusia 45 tahun dan berkerja sebagai ibu rumah tangga, ia
memiliki suami yaitu Tn Ronny berusia 46 tahun yang berkerja sebagai
karyawan swasta, Ny yulisty memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Ny Yulisty
dan Tn ronny memiliki anak yang bernama Dea Marchia yang berkerja di
pabrik, dari penghasilan Tn ronny dan anaknya dapat mencukupi untuk
kehidupan sehari-harinya.
a. Bangunan tempat tinggal
Ny Yulisty milik sendiri dengan Ukuran 7 m X 8 m dan luas bangunan 56 M
di dalam rumah terdapat 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, 2 ruang tamu, 1 dapur,
tidak terdapat ruang keluarga. bangunan rumah ini bertingkat dengan lantai di
lapisi keramik. Atap terbuat dari genteng dengan langit-langit terbuat dari
triplek, terdapat 2 jendela yang kecil letaknya di atas pintu tetapi jendela itu
tidak terbuka, sepertinya permanen tertutup. Pada ke 4 kamar tidak terdapat

15
jendela sehingga tidak terdapat ventilasi, luas masing-masing kamar 3x3 m
pencahayaan pada kamar kurang, karena hanya menggunakan lampu yang
lumayan redup dan tidak diikuti dengan jendela, lampu disetiap ruangan hanya 1
dengan daya 10 watt di setiap ruangan. Di bagian depan rumah tidak terdapat
teras, hanya terdapat garasi untuk motor. Di dalam rumah terdapat ruang tamu
dengan luas 3x2 meter. Di bagian belakang rumah terdapat dapur berukuran 3x3
m dan terdapat 2 kamar mandi dengan ukuran 2x1 m yang di depan kamarmandi
terdapat banyak kerdus-kerdus bertumpukan. Air untuk MCK di dapat dari
pompa air tanah yang di tamping di bak ember lumayan besar. Airnya berwarna
jernih, tidak berbau dan berasa. Pembuangan limbah cairrumah tangga langsung
ke selokan di depan rumah. Ny yulisty tidak memiliki tempat pembuangan
sampah di dalam rumah, tempat pembuangan sampah terletak di luar rumah
sehingga biasanya bu yulisty membuang sampahnya apabila sampah sudah
menumpuk tinggi.
b. lingkungan pemukiman
Bagian kanan dan kiri Rumah Ny yulisty Berbatasan dengan rumah
pemukiman penduduk lainya sehingga rumah tampak rapat, padat dan sempit
c. Pola Makan
keluarga Ny yulisty makan 3x1 hari yaitu pagi, siang dan habis magrib.
Makanan sering sekali di olah oleh Ny Yulisty. Menu sehari-hari antara lain
nasi, telur goreng, tempe, tahu, sayur dan ikan keluarga ny yulisty jarang sekali
makan, makanan daging, ayam dan buah-buahan. Namun keluarga Ny yulisty
rutin setiap hari makan sayur. Air minum di dapat dari air isi ulang.
d. Riwayat Obstetri pola asuh anak
Saat ini tidak ada anak balita paa keluarga ny Yulisty. Anak Ny yulisty lahir
dengan pertolongan bidan. Ny yulisty menggunakan pil kb spiral, karena
menurut ny yulisty penggunaan pil kb sangat efektif
e. kebiasaan berobat
Ketika ada anggota keluarganya yang sakit biasanya berobat ke klinik
sukiman yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Seluruh keluarga ny Yulisty
belum terdaftar BPJS

16
f. Riwayat penyakit
Terdapat riwayat penyakit hipertensi pada Ny Yulisty , dan sekarang-
sekarang batuk-batuk selama seminggu ini, penyakit yang sering terjadi di
keluarga ini ispa, anaknya saat ini menderita batuk pilek dan pernah menderita
diare saat balita.
g. perilaku dan aktifitas sehari-hari keluarga
Ny yulisty sudah terbiasa mandi 2x sehari, sikat gigi pada malam hari, cuci
tangan dengan sabun ketika hendak makan dan bab, tetapi tidak di keringkan
dengan lap atau handuk. Keluarga ny yulisty tidak merokok tetapi mereka
merupakan perokok pasif, karena adik dari ibu yulisty sering sekali main
kerumahnya dan merokok di dalam rumahnya

8. Keluarga Ny. Umamah


Keluarga Ny. Umamah terdiri dari 4 orang. Suami Ny. Umamah telah
meninggal karena penyakit PPOK
Tabel 1.8. Data Anggota Keluarga Ny. Umamah
Status Jenis
Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
Keluarga kelamin
Almarhum L 73 SD Supir 5 juta
Suami
Takdiswito
Ny. P 71 SD Pedagang 15 juta
Istri
Umamah
Syait Anak L 50 S1 Guru 5 juta
Pertama
Waluyo Anak L 47 SMA Supir 4 juta
Kedua
Ali Arafiq Anak L 31 SMA Supir ojek 8 juta
Ketiga onine

17
Keluarga Ny. Umamah tinggal di Jalan Lancar 3 rt.6 rw.7 no.23 Sumur
Batu. Ny. Umamah berusi 71 tahun dan bekerja sebagai pedagang warung yang
berada di rumah beliau juga. Berpenghasilan rata-rata 15 juta per bulan.Suami Ny.
Umamah, Bapak Takdiswito telah meninggal karena penyakit PPOK di usia 73
tahun. Ny. Umamah dan Bapak Tasdikwito memiliki tiga orang anak yang
bernama, Syait berusia 50 tahun yang bekerja sebagai guru, Waluyo bekerja
sebagai supir, dan anak bungsu bernama Ali Arafiq bekerja sebagai supir ojek
online.
a. Bangunan Tempat Tinggal
Rumah keluarga Ny. Umamah milik sendiri dengan bangunan seluas 84 m
persegi. Didalam rumah terdapat 5 tempat tidur,1 dapur,1 ruang tamu,1 ruang
keluarga, dan 2 kamar mandi. Bangunan rumah tidak bertingkat dan lantai rumah
dari keramik. Setiap ruang tidur memiliki ventilasi dan jendela. Di ruang keluarga
terdapat kaca transparan pada atap agar cahaya bisa masuk. Atap terbuat dari
genteng dengan langit-langit dari triplek. Air untuk MCK bersumber dari air pam
yang bersih, jernih,tidak berbau, dan tidak berasa. Pembuangan air langsung ke
got depan rumah. Keluarga Ny.Umamah hanya memiliki satu tempat sampah di
depan rumah. Kondisi tempat sampah terbuka dan penuh.
b. Lingkungan Pemukiman
Bagian samping dan belakang rumah berbatasan langsung dengan rumah
lainnya. Rumah tidak memiliki teras dan pohon di sekitar pemukiman. Bagian
depan rumah langsung berbatas dengan jalanan tanpa pagar. Got terlihat kotor
penuh dengan sampah.
c. Pola Makan
Keluarga Ny. Umamah biasanya makan dua kali sehari. Pada pagi hari dengan
nasi uduk, lauk beserta sayur. Pada sore hari dengan nasi dan lauk. Minum dalam
sehari rata-rata 6 gelas per hari. Air minum didapat dari air galon isi ulang.
d. Riwayat Obstetric dan Pola Asuh Anak
Saat ini tidak ada yang sedang hamil dan tidak balita di keluarag Ny.
Umamah.Semua anak Ny.Umamah lahir dengan bantuan bidan di klinik dan

18
rumah sakit. Keluarga Ny.Umamah tidak pernah menggunakan pil KB dan semua
anaknya minum ASI hingga berumur 2 tahun.
e. Kebiasaan Berobat
Keluarga Ny.Umamah biasanya berobat ke puskesmas terdekat. Jika tidak sakit
parah lebih memilih obat warung karena beliau sendiri berjualan obat di
warungnya.Jarak ke puskesmas tidak jauh bisa diakses dengan jalan kaki dalam
waktu 15 menit. Keluarga Ny. Umamah terdaftar dalam BPJS.
f. Riwayat Penyakit
Almarhum Tasdikwito memiliki riwayat penyakit PPOK. Anaknya dahulu
Waluyo sering sakit maag. Ny. Umamah sendiri sering mengalami batuk. Saat ini
seluruh keluarga Ny.Umamah tidak ada yang sedang menderita penyakit.
g. Perilaku dan Aktivitas Sehari-hari
Keluarga Ny. Umamah jarang berolahraga. Ketika mencuci tangan sebelum
makan jarang menggunakan sabun. Anak-anaknya memiliki kebiasaan merokok
tetapi sudah berhenti karena almarhum Tasdikwito meninggal karena penyakit
PPOK.

9. Keluarga Ny. Hanifah


Keluarga Ny. Hanifah tinggal bersama suami yaitu Tn. M. Junaedi beserta
keempat anaknya yaitu Dhea, Adinda, Ramadhani Putri, dan Abizar.

Tabel 1.9. Data Anggota Keluarga Ny. Hanifah


Status Jenis
Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
Keluarga kelamin
M. Junaedi L 45 SMA Gojek Rp
Suami tahun 3.000.000,00
/ bulan
Ny. P 44 SMA Ibu -
Hanifah Istri tahun Rumah
Tangga
Dhea Anak P 18 SMA Pelajar Rp 10.000,00
Pertama Tahun / hari

19
Adinda Anak P 15 SMP Pelajar RP 10.000,00
Kedua Tahun / hari
Ramadhani Anak P 12 SD Pelajar Rp 7.000,00 /
Putri Ketiga Tahun hari
Abizar Anak L 4 - - -
Keempat Tahun
JK : Jenis Kelamin; L : Laki-laki; P:Perempuan
Keluarga Ny. Hanifah bertempat tinggal di Jalan lancar 3 RT.06/RW.07 No. 15 A.
Ny. Hanifah berusia 44 tahun dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan
suaminya Tn. Junaedi berusia 45 tahun dan bekerja sebagai tukang ojek online.
Dikarunia 4 anak yaitu Dhea berusia 18 tahun, Adinda berusia 15 tahun,
Ramadhani Putri berusia 12 tahun, dan Abizar yang berusia 4 tahun.
a. Bangunan tempat tinggal
Rumah Keluarga Ny. Yudaningsih milik sedniri, dengan ukuran bangunan
3m X 10m dan luas bangunan 30 m2. Didalam rumah terdapat 3 kamar tidur, 1
kamar mandi, 1 dapur, 1 ruang tamu. Bangunan rumah tidak bertingkat dan lantai
rumah keramik. Atap terbuat dari genteng dengan langit-langit terbuat dari triplek.
Terdapat 2 jendela di depan rumah yang jarang dibuka dan beberapa ventilasi
yang hanya di ruang tamu. Pada seluruh kamar tidur tidak terdapat jendela dan
ventilasi, udara hanya dari pintu. Luas masing-masing kamar tidur 3x3 m.
pencahayaan pada rumah ini tidak mencukupi karna hanya terdapat pada ruang
tamu. Terdapat 1 buah lampu dengan daya 10 watt di tiap ruangan. Dibagian
depan rumah terdapat teras berukuran 1x1 m =, ruang tamu dengan luas 3x2 m.
dibagian belakang rumah terdapat dapur berukuran kurang lebih 4x3 mdan kamar
mand di dalam rumah ukuran 2x1 m. Air untuk MCK didapat dari pompa air
tanah yang ditampung di bak dan berwarna jernih, tidak berbau dan tidak berasa.
Pembuangan limbah cair rumah tangga langsung ke selokan di depan rumah.
Begitu juga pembuangan sampah berada di depan rumah. Sampah dibuang di
tempat pembuangan apabila sudah menumpuk tinggi.
b. Lingkungan Pemukiman
Kondisi nya sangat padat. Karna disamping kanan kiri langsung
berbatasan dengan rumah penduduk lain dan terdapat banyak kucing liar di sekitar

20
rumahnya. Di depan rumah terdapat selokan kotor yang tidak ditutup sebagai
pembuangan limbahnya. Dan tempat sampahpun tidak ada penutupnya.
c. Pola makan
Keluarga Ny. Hanifah rata-rata makan 3 kali sehari. Yaitu pagi, siang dan
sore hari. Makanan yang dikonsumsi sering dibeli dari penjual makanan dengan
menu sehari-hari antara lain nasi, sayur, tempe, tahu, ikan, dan ayam. Keluarga ini
jarang mengkonsumsi buah-buahan namun lumayan banyak mengkonsumsi sayur.
Air minum yang didapat berasal dari masak air PAM.
d. Riwayat Obstetri dan Pola Asuh Anak
Saat ini tidak ada wanita yang sedang hamil. Ny. Hanifah sendiri telah
melahirkan sebanyak 4 kali, dengan 3 anak pertama di bidan dan anak terakhir di
rumah sakit dengan cara persalinan operasi caecar. Ny. Hanifah sedang memakai
KB spiral selama 3 tahun terakhir.
e. Kebiasaan Berobat
Ketika ada anggota keluarga yang sakit, biasanya keluarga berobat ke
pukesmas yang berjarak kurang lebih 6 km dari rumah. Untuk mencapai
pukesmas, biasanya Ny. Hanifah menggunakan motor.
f. Riwayat penyakit
Terdapat riwayat penyakit TB Paru pada Ny. Hanifah 8 tahun yang lalu
sudah sembuh dan ISPA berulang pada anak-anaknya.
g. Perilaku dan Aktivitas sehari-hari
Keluarga Ny. Hanifah mengaku jarang berolahraga. Dan terbiasa mandi 2 kali
sehari, dan sikat gigi 2 kali sehari. Keluarga Ny. Hanifah sering membasuh tangan
dengan air dan sabun sebelum makan, tetapi setelah itu tidak di lap menggunakan
lap kering atau tisu. Tn. Junaedi mempunyai kebiasaan merokok yaitu satu
bungkus setiap harinya, tetapi merokok di luar rumah jauh dari anak-anaknya.

21
1.2. Penentuan Area Masalah
1.2.1. Penjabaran Area Masalah
Keluarga Ibu Suhartini
a) Masalah Non Medis
1. Kebiasaan merokok dalam keluarga.
2. Tidak terdapat ventilasi.
3. Jendela yang permanen.
b) Masalah Medis
1. Ibu Suhartini memiliki riwayat penyakit maag, asma, dan
hipertensi.
2. Riwayat ISPA pada salah satu anggota keluarga.

Keluarga Ibu Sulasmi


a) Masalah Non Medis
1. Tidak terdapat ventilasi.
2. Kurangnya pengetahuan mengenai makanan yang sehat.
b) Masalah Medis
1. Riwayat penyakit ISPA dan anemia.

Keluarga Bapak Rudianto


a) Masalah Non Medis
1. Tidak terdapat ventilasi.
2. Pola makan yang tidak beraturan.
b) Masalah Medis
1. Memiliki riwayat penyakit ISPA.

Keluarga Ibu Yudaningsih


a) Masalah Non Medis
1. Kurangnya pengetahuan mengenai mencuci tangan yang benar.
2. Kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan lingkungan.
3. Kurangnya pengetahuan mengenai rumah yang sehat.

22
4. Ventilasi dan pencahayaan tidak memenuhi standar.
5. Kurangnya pengetahuan mengenai pola asuh anak yang baik.
6. Pola makan yang kurang sehat.
7. Kebersihan diri dan sanitasi yang kurang.
b) Masalah Medis
1. Memiliki riwayat penyakit ISPA.

Keluarga Pak Hary


a) Masalah Non Medis
1. Kebiasaan merokok dalam keluarga.
2. Jarak antar satu rumah dan rumah yang lain sangat dekat.
b) Masalah Medis
1. Memiliki riwayat penyakit Bronkitis dan asma.

Keluarga Ibu Sumiati


a) Masalah Non Medis
1. Kebiasaan merokok dalam keluarga.
2. Luas rumah yang kurang memadai.
3. Terdapat sarang burung di dalam rumah.
4. Pencahayaan yang kurang.
5. Jendela yang jarang dibuka.
6. Kurangnya pengetahuan mengenai mencuci tangan yang benar.
7. Pola makan yang kurang sehat.
b) Masalah Medis
1. Memiliki riwayat penyakit asma.

Keluarga Ibu Hanifah


a) Masalah Non Medis
1. Kurangnya ventilasi dan pencahayaan.
2. Lingkungan yang sangat padat.

23
3. Memiliki kebiasaan setelah mencuci tangan tidak di lap dengan
kain atau tissue.
4. Saluran air di luar rumah sangat kotor.
5. Kebiasaan merokok dalam keluarga
b) Masalah Medis
1. Memiliki riwayat penyakit ISPA dan TB Paru.

Keluarga Ibu Umamah


a) Masalah Non Medis
1. Kebiasaan merokok dalam keluarga.
2. Memiliki kebiasaan mencuci tangan tidak menggunakan sabun.
3. Memiliki kebiasaan mengonsumsi obat warung saat sakit.
4. Lingkungan sekitar rumah padat.
5. Saluran air di luar rumah kotor.
6. Tempat sampah berada di luar rumah.
b) Masalah Medis
1. Memiliki riwayat penyakit maag, PPOK, dan ISPA

Keluarga Ibu Yulisty


a) Masalah Non Medis
1. Tidak ada ventilasi.
2. Jendela jarang dibuka.
3. Saluran air di luar rumah kotor.
4. Memiliki kebiasaan mencuci tangan tidak menggunakan sabun
5. Memiliki kebiasaan jajan sembarangan
b) Masalah Medis
1. Memiliki riwayat penyakit hipertensi .

1.2.2. Usulan Masalah Area Keluarga Binaan


Dari beberapa rumusan masalah keluarga binaan didapat,5 masalah
terbesar yang menjadi usulan untuk diangkat antara lain :

24
1. Penyakit ISPA
2. Penyakit Hipertensi
3. Penyakit Asma
4. Penyakit Anemia
5. Prilaku Merokok

1.2.3. Metode Pemilihan Area Masalah


Pemilihan area masalah yang akan kami gunakan adalah metode Delphi.
Metode Delphi merupakan suatu teknik membuat keputusan yang dibuat
oleh suatu kelompok orang yang mempunyai keahlian yang sama. Proses
penetapan Metode Delphi dimulai dengan identifikasi masalah yang akan
dicari penyelesaiannya. (Harold, et al, 1975)

Gambar 1 Proses Metode Delphi

Berdasarkan wawancara dan pengumpulan data dari kunjungan ke


keluarga binaan, maka dilakukanlah diskusi kelompok dam merumuskan
serta menetapkan area masalah yaitu “Penyakit ISPA pada Keluarga di
Wilayah sumur batu RT 06/RW 07, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta

25
Pusat, Provinsi DKI Jakarta ” . Metode Delphi dalam penelitian ini
digunakan sebagai penentu area masalah.

1.2.4. Penentuan Area Masalah Keluarga Binaan


Dari sekian masalah yang ada pada keluarga binaan tersebut, diputuskan
untuk mengangkat permasalahan “Penyakit ISPA pada Keluarga di
Wilayah sumur batu RT 06/RW 07, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta
Pusat, Provinsi DKI Jakarta”

Pemilihan area masalah ini didasarkan atas metode Delphi dan melalui
berbagai pertimbangan yaitu:

1. Setelah mendapatkan data keluarga binaan didapatkan bahwa di


wilayah Sumur batu terdapat 3 masalah kesehatan yaitu: ISPA, Hipertensi
dan Asma. Selain itu, dari hasil wawancara terhadap responden didapatkan
rumah rumah yang kurang memiliki ventilasi yang baik. Dimana seluruh
responden/warga binaan hanya memiliki 1-2 jendela ditambah ada beberapa
jendela yang tidak bisa dibuka.

Dari sekian masalah yang ada pada keluarga tersebut, maka diputuskan
untuk mengangkat permasalahan “Penyakit ISPA pada Keluarga di
Wilayah sumur batu RT 06/RW 07, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta
Pusat, Provinsi DKI Jakarta”

26
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kajian pustaka yang telah dilakukan
2.1.1. ISPA

Definisi

ISPA adalah radang saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh
infeksi jasad renik, virus maupun riketsia, tanpa/disertai radang parenkim paru.
ISPA adalah penyakit penyebab angka absensi tertinggi, lebih tertinggi, lebih dari
50% semua angka tidak masuk sekolah/kerja karena sakit. Angka kekerapan
terjadinya ISPA tertinggi pada kelompok-kelompok tertutup di masyarakat seperti
kesatrian, sekolah, sekolah-sekolah yang sekaligus menyelenggarakan
pemondokkan (boarding school). ISPA bila mengenai saluran pernapasan bawah,
khususnya pada bayi, anak-anak, dan orang tua, memberikan gambaran klinik
yang berat dan jelek, berupa Bronchitis, dan banyak yang berakhir dengan
kematian (Amin, 2011).
Infeksi saluran pernapasan akut disebabkan oleh virus atau bakteri.
Penyakit ini diawali dengan panas disertai salah satu atau lebih gejala:
tenggorokan sakit atau nyeri telan, pilek, batuk kering atau berdahak. ISPA selalu
menduduki peringkat pertama dari 10 penyakit terbanyak di Indonesia (Kemenkes
RI,2014).
ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut mengandung dua unsur, yaitu
infeksi dan saluran pernapasan bagian atas. Pengertian infeksi adalah masuknya
kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembangbiak
sehingga menimbulkan gejala penyakit. Saluran pemapasan bagian atas adalah
yang dimulai dari hidung hingga hidung, faring, laring, trakea, bronkus dan
bronkiolus (Gunawan, 2010).

Patogenesis

Patogenesa saluran pernapasan selama hidup selalu terpapar dengan dunia


luar sehingga dibutuhkan suatu sistem pertahanan yang efektif dan efisien dari

27
sisitem saluran pernapasan ini. Ketahanan saluran pernapasan terhadap infeksi
maupun partikel dan gas yang ada di udara sangat tergantung pada 3 unsur
alamiah yang selalu terdapat pada orang sehat, yaitu: utuhnya epitel mukosa dan
gerak moksila, makrofag alveoli, dan antibodi setempat. Sudah menjadi suatu
kecendrungan, bahwa terjadinya infeksi bakterial, mudah terjadi pada saluran
napas yang telah rusak sel-sel epitel mukosanya, yang disebabkan oleh infeksi-
infeksi terdahulu. Keutuhan gerak lapisan mukosa dan silia dapat terganggu oleh
karena:
a. Asap rokok dan gas S02, polutan utama adalah pencemaran udara.
b. Sindroma imotil.
c. Pengobatandengan O2 konsentrasi tinggi (25% atau lebih).
Makrofag biasanya banyak terdapat di alveoli dan baru akan dimobilisasi ke
tempat-tempat dimana terjadi infeksi. Asap rokok menurunkan kemampuan
makrofag membunuh bakteri, sedangkan alkohol, menurunkan mobilitas sel-sel
ini. Antibodi setempat pada saluran napas, adalah Imunoglobulin A (Ig A) yang
banyak terdapat di mukosa. Kurangnya antibodi ini akan memudahkan terjadinya
infeksi saluran pernapasan, seperti pada keadaan defisiensi Ig A pada anak.
Mereka dengan keadaan-keadaan imunodefisiensi juga akan mengalami hal yang
serupa, seperti halnya penderita-penderita yang mendapat terapi situastik, radiasi,
penderita dengan neoplasma yang ganas, dan lain-lain. Gambaran klinik radang
oleh karena infeksi sangat tergantung pada karateristik inokulum, daya tahan
tubuh seseorang, dan umur seseorang. Karateristik inokulum sendiri, terdiri dari
besarnya aerosol, tingkat virulensi jasad renik dan banyaknya (jumlah) jasad renik
yang masuk. Daya tahan tubuh, terdiri dari utuhnya sel epitel mukosadan gerak
mukosilia, makrofag alveoli, dan Ig A (Amin, 2011).
Umur mempunyai pengaruh besar terutama pada ISPA saluran pernapasan
bawah anak dan bayi, akan memberikan gambaran klinik yang lebih jelek bila
dibandingkan dengan orang dewasa. Terutama penyakit-penyakit yang disebabkan
oleh infeksi pertama karena virus,terutama penyakit-penyakit yang disebabkan
oleh infeksi pertama karena virus, pada mereka ini tampak lebih berat karena
belum diperoleh kekebalan alamiah. Pada orang dewasa, mereka memberikan

28
gambaran klinik yang ringan sebab telah terjadi kekebalan yang diberikan oleh
infeksinya terdahulunya. Pada ISPA dikenal 3 cara penyebaran infeksi ini:
a. Melalui aerosol yang lembut, terutama oleh karena batuk-batuk.
b. Melalui aerosol yang lebih kasar, terjadi pada waktu batuk-batuk dan
bersin-bersin.
c. Melalui kontak langsung/tidak langsung dari benda yang telah
dicemari jasad renik (hand to hand transmisssion).
Pada infeksi virus, transmisi diawali dengan penyebaran virus,melalui
bahan sekresi hidung. Virus ISPA terdapat 10-100 kali lebih banyak dalam
mukosa hidung daripada faring. Dari beberapa klinik, laboratorium, maupun
dilapangan, diperoleh kesimpulan bahwasebenarnya kontak hand to hand
merupakkan modus yang terbesar bila dibandingkan dengan cara penularan
aerogen yang semula banyak diduga (Amin, 2011).

Etiologi
ISPA dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun riketsia. Infeksi
bakterial merupakan penyulit ISPA oleh karena virus, terutama bila ada epidemi
atau pandemi. Penyulit bakterial umumnya disertai keradangan parenkim. ISPA
oleh virus, merupakan penyebab terbesar dari angka kejadian ISPA. Hingga kini
telah dikenal lebih dari 100 jenis virus penyebab ISPA. Infeksi virus memberikan
gambaran klinik yang khas untuk masing-masing jenis virus, sebaliknya beberapa
jenis virus bersama-sama pula memberikan gambaran klinik yang hampir sama
(Amin, 2011).
Klasifikasi ISPA Membuat klasifikasi berarti membuat sebuah keputusan
mengenai kemungkinan tingkat keparahan. Klasifikasi merupakkan suatu katagori
untuk menentukan tindakan yang akan diambil oleh tenaga kesehatan dan bukan
sebagai diagnosis spesifik penyakit. Klasifikasi ini memungkinkan seseorang
dengan cepat menentukan apakah kasus yang dihadapi adalah suatu penyakit
serius atau bukan, apakah perlu dirujuk segera atau tidak (Depkes RI, 2010).
Kriteria atau entry untuk menggunakan pola tata laksana penderita ISPA
adalah balita, dengan gejala batuk atau kesukaran bernapas. Pola tatalaksana

29
penderita ini terdiri dari 4 bagian yaitu, pemeriksaan, penentuan ada tidaknya
tanda bahaya, penentuan klasifikasi penyakit, dan pengobatan dan tindakan
(Utomo, 2012).
Dalam membuat klasifikasi harus dibedakan menjadi 2 (dua): kelompok
umur < 2 bulan dan kelompok umur 2 bulan- < 5 tahun. Untuk umur 2 bulan- < 5
tahun klasifikasi dibagi menjadi pnemonia berat, pnemonia, dan bukan pnemonia.
Untuk kelompok umur < 2 bulan klasifikasi dibagi atas pnemonia berat dan batuk
bukan pnemonia (Depkes RI, 2010).
Klasifikasi pnemonia berat didasarkan pada tarikan dinding dada bagian
bawah ke dalam (TDDK) pada anak usia 2 bulan sampai < 5 tahun untuk
kelompok umur < 2 bulan diagnosis pnemonia berat ditandai dengan tarikan
dinding dada bagian bawah ke dalam yang kuat. (TDDK kuat) atau adanya napas
cepat 60x/menit atau lebih. Klasifikasi pnemonia pada anak 2 bulan sampai < 5
tahun ditandai dengan tidak ada tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam
TDDK), adanya napas cepat: 2 bulan - < 12 bulan: > 50x/menit, 12 bulan- <5
tahun: > 40x/menit. Kasifikasi batuk bukan pnemonia pada anak umur 2 bulan
sampai < 5 tahun ditandai dengan tidak adanya tarikkan dinding dada bagian
bawah, tidak ada napas cepat: 2 bulan - 12 bulan: 50x/menit, 12 bulan - < 5 tahun:
< 40x/menit, sedangkan untuk anak < 2 bulan klasifikasi batuk bukan pnemonia
ditandai dengan: tidak ada TDDK kuat dan tidak ada napas cepat, frekuensi napas
< 60x/menit (Depkes RI, 2010).

Gejala

Tanda dan gejala penyakit infeksi saluran bernapas dapat berupa: batuk,
kesukaran bernapas, sakit tenggorok, pilek, sakit telinga dan demam. Anak
dengan batuk atau sukar bernapas mungkin menderita pnemonia atau infeksi
saluran pernapasan yang berat lainnya. Akan tetapi sebagian besar anak batuk
yang datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya hanya menderita
infeksi saluran pemapasan yang ringan (Depkes RI, 2010).
Gejala ISPA dibagi atas 3 yaitu:
1. Gejala ISPA Ringan

30
Jika ditemukan satu atau lebih gejala-gejala seperti batuk, serak yaitu anak
bersuara parau pada waktu mengeluarkan suara (misalnya pada waktu berbicara
atau menangis), pilek yaitu mengeluarkan lendir/ingus dari hidung, panas atau
demam dengan suhu badan lebih dari 37°C atau jika dahi anak diraba dengan
tangan terasa panas, perlu berhati -hati karena jika anak menderita ISPA ringan
sedangkan ia mengalami panas badannya lebih dari 39°C gizinya kurang maka
anak tersebut menderita ISPA sedang.
2. Gejala ISPA Sedang
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA sedang jika dijumpai gejala-gejala
ISPA ringan disertai satu atau gejala-gejala seperti pemapasan seperti pemapasan
lebih dari 50x/menit pada anak yang berumur kurang dari satu tahun atau lebih
dari 40x/menit pada anak yang berumur satu tahun atau lebih dan cara
menghitung pemapasan adalah dengan menghitung jumlah tarikkan napas dalam
satu menit. Untuk dapat menghitung gunakan arloji, suhu lebih dari 39°C (diukur
dengan termometer), tenggorokkan bewama merah, timbul bercak-bercak pada
kulit menyerupai bercak campak, telinga sakit, atau mengeluarkan nanah dari
lubang telinga, pernapasan berbunyi seperti mengorok (mendengkur) pernapasan
berbunyi menciut-ciut.
3. Gejala ISPA Berat
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA berat jika dijumpai gejala-gejala
ISPA ringan atau ISPA sedang disertai satu atau lebih gejala-gejala seperti bibir
atau kulit membiru, lubang hidung kembang-kempis (dengan cukup lebar) pada
waktu bernapas, anak tidak sadar atau kesadarannya menurun, pernapasan
berbunyi seperti mengorok dan anak tampak gelisah, sela iga tertarik kedalam
pada waktu bernapas, nadi cepat lebih dari 160 kali per menit atau tak teraba,
tenggorokan bewarna merah. (Utomo, 2012).

Faktor resiko terjadinya ispa

Model segitiga epidemiologi atau triad epidemiologi menggambarkan


interaksi tiga komponen penyakit yaitu manusia (Host), penyebab (Agent), dan
lingkungan (Environment). Berikut ini akan dijabarkan hubungan 3 komponen

31
yang terdapat dalam model segitiga epidemiologi dengan faktor risiko terjadinya
infeksi ISPA pada anak balita(Gunawan,2010):
1. Faktor penyebab (agent) adalah penyebab dari penyakit pneumonia yaitu
berupa bakteri, virus, jamur, dan protozoa.
2. Faktor manusia (host) adalah organisme, biasanya manusia atau pasien. Faktor
risiko infeksi pneumonia pada pasien (host) dalam hal ini anak balita meliputi:
usia, jenis kelamin, berat badan lahir, riwayat pemberian ASI, status gizi, riwayat
pemberian vitamin A, riwayat imunisasi, status sosial ekonomi, dan riwayat asma.
3. Faktor lingkungan (environment)
Faktor lingkungan yang dapat menjadi risiko terjadinya ISPA pada anak balita
meliputi kepadatan rumah, kelembaban, cuaca, polusi udara. Kondisi lingkungan
dapat dimodifikasi dan dapat diperkirakan dampak atau akses buruknya sehingga
dapat dicarikan solusi ataupun kondisi yang paling optimal bagi kesehatan anak
balita. Menurut teori Hendrik L. Blum dalam Notoatmodjo (2012), status
kesehatan dipengaruhi secara simultan oleh empat faktor penentu yang saling
berinteraksi satu sama lain. Keempat faktor penentu tersebut adalah lingkungan,
perilaku (gaya hidup), keturunan, dan pelayanan kesehatan.
Model ini memperlihatkan sehat tidaknya seseorang tergantung 4 faktor
yaitu keturunan, lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan. Faktor tersebut
berpengaruh langsung pada kesehatan dan juga berpengaruh satu sama lain. Status
kesehatan akan tercapai optimal jika 4 faktor tersebut kondisinya juga optimal.
Keempat faktor risiko yang mempengaruhi kejadian pneumonia pada anak balita
adalah (Notoatmodjo, 2012):
1. Faktor Genetik Atau Keturunan
Faktor yang sulit untuk diintervensi karena bersifat bawaan dari orang tua.
Penyakit yang dapat diturunkan dari orang tua dan dapat menjadi faktor risiko
infeksi pneumonia adalah penyakit asma. Hal ini disebabkan anak-anak dengan
riwayat mengi memiliki risiko saluran pernafasan yang cacat, serta integritas
lendir dan sel bersilia terganggu.
2. Faktor Pelayanan Kesehatan

32
Faktor pelayanan kesehatan menjadi faktor penentu dalam meningkatkan
status kesehatan anak. Hasil penelitian Djaja (2001), menjelaskan bahwa ibu
dengan pendidikan yang lebih tinggi akan lebih banyak membawa anakya untuk
berobat ke fasilitas kesehatan, tetapi ibu dengan pendidikan rendah akan lebih
memilih anaknya untuk berobat alternatif atau mengobati sendiri.
3. Faktor Perilaku
Menurut Notoatmodjo (2012) bahwa perilaku manusia pada hakikatnya adalah
suatu aktivitas dari manusia itu sendiri. Sedangkan perilaku kesehatan pada
dasarnya adalah suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus yang
berkaitan dengan perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit, perilaku
terhadap sistem pelayanan kesehatan, perilaku terhadap makanan (nutrition
behaviour) serta perilaku terhadap lingkungan (environmental health behaviour).
Faktor perilaku yang dapat mempengaruhi kejadian pneumonia pada anak balita
adalah faktor perilaku terhadap lingkungan meliputi perilaku sehubungan dengan
rumah yang sehat.
4. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi risiko pneumonia pada anak
balita adalah status sosial ekonomi orang tua, pendidikan dan pengetahuan orang
tua, serta persepsi orang tua tentang penyakit pneumonia pada anak balitanya.

2.1.2. Ventilasi Ruangan


Ventilasi ruangan dapat memainkan peran penting dalam membantu
mengurangi risiko infeksi.
Pada dasarnya ada tiga jenis ventilasi ruangan: mekanis, alami, dan gabungan.
Ventilasi mekanis
Ventilasi mekanis dibuat menggunakan kipas untuk mendorong terjadinya
pergantian udara dan mengalirkan udara. Ventilasi ini bekerja dengan
menghasilkan tekanan negatif di dalam ruangan untuk menarik aliran udara ke
dalam. agar efektif di ruang yang dirancang untuk isolasi pasien penyakit
menular, maka:
• semua pintu dan jendela harus selalu tertutup;

33
• tingkat pergantian udara minimum 12 ACH harus dipertahankan.
Ventilasi alami
Ventilasi alami dibuat menggunakan aliran udara eksternal yang dihasilkan
oleh gaya alami seperti angin. ruang yang berventilasi alami dapat mencapai
tingkat ventilasi yang sangat tinggi, tetapi kasa nyamuk harus digunakan di daerah
endemi untuk penyakit yang terbawa vektor (misalnya, malaria, demam berdarah
dengue). Di ruang pencegahan patogen yang terbawa udara yang berventilasi
alami, udara harus diarahkan mengalir dari tempat perawatan pasien ke tempat
yang bebas-transit. Hal ini menjamin udara yang terkontaminasi dapat bercampur
dengan udara di lingkungan sekitar dan segera mencair.
Ventilasi gabungan
Ventilasi gabungan memadukan penggunaan ventilasi mekanis dan alami. Jenis
ventilasi ini dibuat dengan pemasangan exhaust fan untuk meningkatkan tingkat
pergantian udara di dalam kamar. Ventilasi ini dapat digunakan di tempat-tempat
yang ventilasi alami-nya tidak sesuai (misalnya, cuaca yang sangat dingin) dan
ruang pencegahan patogen yang terbawa udara berventilasi mekanis tidak
tersedia.
2.2. Kerangka Teori

34
2.3. Kerangka Konsep
Kebiasaan Merokok
Pencahayaan Rumah
Ventilasi Ruangan Kejadian ISPA
Pola Makan
Pendidikan

2.4. Definisi Operasional


ALAT CARA
NO VARIABEL DEFINISI HASIL UKUR SKALA
UKUR UKUR
1 ISPA Infeksi yang menyerang Kuesioner Wawancara Tidak ISPA Ordinal
bagian saluran ISPA
pernapasan atas
2 Ventilasi Saluran udara yang Kuesioner Wawancara Buruk Ordinal
Ruangan menyalurkan udara dari Baik

luar ke dalam atau


sebaliknya.
3 Pendidikan Tingkat pengetahuan Kuesioner Wawancara Tidak Sekolah Nominal
sesorang melalui proses SD
SMP
pembelajar.
SMA
S1
S2
4 Pola Makan banyak atau jumlah Kuesioner Wawancara 0 = < 3 kali sehari Nominal
1 = 3 kali sehari
makanan, secara
2 = > 3 kali sehari
tunggal maupun
beragam, yang
dikonsumsi seseorang.
5 Kebiasaan Perilaku seseorang dalam Kuesioner Wawancara Tidak Merokok Ordinal
Merokok merokok baik tempat dan Merokok

seberapa sering/banyak ia
mengkonsumsi rokok.

35
6 Pencahayaan Sumber asalnya cahaya, Kuesioner Wawancara Baik Ordinal
rumah baik dari lampu atau sinar Buruk

matahari.

36
DAFTAR PUSTAKA

Amin M., Alsagaff, H.S. (2011). Ilmu Penyakit Paru. Surabaya : Airlangga
University Press.
Depkes RI. (2010). Profil Kesehatan Indonesia 2007. Jakarta: Departemen
Kesehatan Republik Indonesia
Gunawan, K. (2010). ISPA Pencegahan dan Penanggulangannya, Semarang:
Dinkes Propinsi Jawa Tengah.
Kemenkes RI. (2014), Riset Kesehatan Dasar(RISKESDAS) tahun 2013. Jakarta:
Kemenkes RI.
Notoatmodjo. (2012). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka
Cipta.
Utomo M. (2010). Hubungan antara ventilasi ruangan, kelembabapan,
pencahayaan, kepadatan hunian dan status gizi dengan ISPA pada anak-
anak 1-5th di Desa mojosongo, kota surakarta. Jurnal litbang UNIMUS.
http:jurnal//unimus.ac.id
WHO. (2008), Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi
epidemi dan pandemi : Pencegahan danPengendalian ISPA di
fasilitaspelayanan kesehatan. diakses pada tanggal 29 Mei 2018

37
Lampiran 1

Daftar Pertanyaan

No Faktor Internal Pertanyaan Permasalahan


Apakah di lingkungan keluarga ada yang
merokok ?, Apa bila ada bagaimana
1. Kebiasaan Merokok
kebiasaan merokoknya ( 1 hari berapa
bungkus,merokok dalam rumah/tidak )
Apakah setiap anggota keluarga selalu
mencuci tangan sebelum makan dan
2. Kebersihan Diri
setelah BAB, menggunakan sabun / tidak,
mengeringkan dengan lap bersih / tidak ?
Apakah anggota keluarga memiliki
riwayat penyakit ? sejak kapan ? apakah
3. Riwayat Penyakit
sampai saat ini masih merasakannya /
tidak ?
Apakah anggota keluarga ada yang sedang
4. Penyakit yang sedang diderita
sakit ? sejak kapan ?
Apabila ada yang sakit, biasanya berobat
5. Kebiasaan Berobat
kemana dan ke siapa?
Berapa kali makan dalam sehari? Apa
6. Pola Makan jenis makanan yang biasa dimakan? Air
minum dari mana?
Riwayat persalinan oleh siapa? Riwayat
Riwayat Obstetri dan Pola
7.
Asuh Anak KB? Riwayat ASI?

38
Faktor Eksternal
No Kriteria Permasalahan

1. Luas Bangunan

2. Ruangan dalam rumah

3. Jamban

4. Ventilasi

5. MCK

6. Pencahayaan

7. Sumber Air

8. Saluran pembuangan limbah

9. Tempat pembuangan sampah

10. Lingkungan sekitar rumah

39
Lampiran 2
Dokumentasi Hasil Kegiatan

40