Anda di halaman 1dari 12

Maraknya Penggunaan Narkotika Di Kalangan Remaja

Narkoba adalah bahan yang seharusnya tidak pergunakan bebas, bahkan harus dijauhi.
Istilah Narkoba ini kerap muncul di Indonesia sekitar tahun 2000an, Selain Narkoba, istilah lain
yang di kemukakan oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari
Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada
sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu
kecanduan (adiksi).
Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan
mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan
menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan
Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU
No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.
Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan
Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada
susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan
perilaku.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik
sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran, mengurangi sampai
menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi).
Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin, heroin (putauw), petidin,
termasuk ganja atau kanabis, mariyuana, hashis dan kokain.
Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin, ekstasi,
shabu, obat penenang seperti mogadon, rohypnol, dumolid, lexotan, pil koplo, BK, termasuk
LSD, Mushroom.
Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika seperti
alkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut
(solven).
Jenis-Jenis Narkoba :
1. PCP (Phencyclidine)

PCP (phencyclidine) adalah obat disosiasi yang sebenarnya digunakan untuk anestesi,
menghasilkan efek halusinogen dan neurotoksik. Obat ini umumnya dikenal dengan nama
Angel Dust, dan juga dikenal sebagai Wet, Sherm, Sherman Hemsley, Rocket Fuel, Ashy
Larry, Shermans Tank, Wack, Halk Hogan, Ozone, HannaH, Hog, Manitoba Shlimbo, dan
Embalming Fluid, dan beberapa nama lain.
Meskipun efek psikoaktif obat ini hanya bertahan beberapa jam saja, total eliminasi dari
tubuh bisa lebih panjang, biasanya sampai selama minggu. PCP dikonsumsi sebagai
sampingan oleh pengguna narkoba terutama di Amerika Serikat di mana permintaan obat
dipenuhi oleh produsen ilegal.
Obat ini diproduksi dalam bentuk bubuk dan bentuk cair (PCP terlarut paling sering
pada eter), tetapi biasanya itu disemprotkan ke bahan berdaun seperti ganja, mint, oregano,
peterseli atau Jahe Daun, dan rokok.
PCP memiliki efek kuat pada sistem saraf mengubah fungsi persepsi (halusinasi, delusi,
pemikiran delirium atau bingung), fungsi motorik (kiprah goyah, kehilangan koordinasi, dan
gerakan mata terganggu atau nistagmus) dan regulasi sistem saraf otonom (detak jantung
yang cepat, pengaturan suhu yang berubah). Obat ini telah dikenal untuk mengubah mood
dengan cara yang tak terduga.
2. Psilocybin mushrooms

Jamur psilocybian, adalah jamur yang mengandung zat psikedelik yaitu


psilocybin dan psilocin, dan kadang-kadang tryptamines psikoaktif lainnya. Ada
beberapa istilah sehari-hari untuk jamur psilocybin yang paling umum disebut magic
mushrooms or shrooms.
Ketika psilocybin telah tertelan zat itu dipecah untuk menghasilkan psilocin, yang
bertanggung jawab atas efek halusinogen. Efek memabukkan psilocybin yang
mengandung jamur biasanya berlangsung antara 3 sampai 7 jam tergantung pada dosis.
3. Ganja

Atau dikenal sebagai Marijuana dalam bentuk herbal, adalah produk psikoaktif
dari Tumbuhan Cannabis sativa. Manusia telah mengkonsumsi ganja sejak prasejarah,
meskipun di abad ke-20 terjadi peningkatan dalam penggunaannya untuk tujuan rekreasi,
agama atau spiritual, dan juga obat.
Diperkirakan bahwa sekitar empat persen dari populasi orang dewasa di dunia
menggunakan ganja setiap tahunnya. Ganja memiliki efek psikoaktif dan fisiologis bila
dikonsumsi, biasanya dengan merokok atau konsumsi langsung. Jumlah minimum THC
diperlukan untuk memiliki efek psikoaktif adalah sekitar 10 mikrogram per kilogram
berat badan.
Keadaan mabuk akibat konsumsi ganja adalah bahasa sehari-hari dikenal sebagai
“high”, yang merupakan kondisi di mana mental dan fisik terasa berubah karena
konsumsi ganja. Setiap pengguna memiliki pengalaman yang berbeda dipengaruhi
beberapa faktor seperti potensi, dosis, komposisi kimia, metode konsumsi dan
sebagainya.
4. Opium

Merupakan resin narkotika yang terbentuk dari lateks yang dikeluarkan oleh
polong biji muda dari bunga opium (Papaver somniferum). Bunga ini berisi sampai 16%
morfin, suatu alkaloid opiat, yang paling sering diproses secara kimia untuk
menghasilkan heroin untuk perdagangan obat ilegal.
Opium secara bertahap telah digantikan oleh berbagai semi-sintetik dan opioid
sintetik dengan efek yang semakin kuat, dan dengan anestesi umum lainnya. Proses ini
dimulai pada 1817, ketika Friedrich Wilhelm Adam Sertürner melakukan isolasi morfin
murni dari candu setelah setidaknya tiga belas tahun penelitian dan percobaan yang
hampir menjadi bencana pada dirinya sendiri dan tiga anak laki-lakinya.
5. Ekstasi (MDMA)

Adalah entactogen psychedelic semisintetik dari keluarga phenethylamine yang


efeknya jauh lebih ringan dari kebanyakan narkotik lainnya yang memproduksi
psychedelics. Ekstasi digunakan sebagai sampingan dan sering digunakan dengan seks
dan berhubungan dengan obat-obatan klub sebagai entheogen selain itu digunakan untuk
melengkapi berbagai jenis praktek untuk transendensi termasuk dalam meditasi,
psychonautics, dan psikoterapi psikedelik.
Dampak utama dari MDMA termasuk peningkatan kesadaran indra, perasaan
keterbukaan, euforia, empati, cinta, kebahagiaan, rasa kejernihan mental dan penghargaan
peningkatan musik dan gerakan.
Sensasi taktil yang dirasakan beberapa pengguna, membuat kontak fisik dengan
orang lain lebih menyenangkan.
6. LSD

Diethylamide asam lisergat, LSD, LSD-25, atau acid, adalah obat psychedelic
semisintetik dari keluarga tryptamine. Bisa dibilang yang paling hebat dari semua
psychedelics digunakan terutama sebagai entheogen dan untuk melengkapi berbagai jenis
latihan untuk transendensi termasuk dalam meditasi.
Efek psikologis LSD itu (bahasa sehari-hari disebut “trip”) sangat bervariasi dari
orang ke orang, tergantung pada faktor-faktor seperti pengalaman sebelumnya, keadaan
pikiran dan lingkungan serta kekuatan dosis. Pemakaian LSD dapat memiliki efek jangka
panjang psychoemotional beberapa pengguna mengutip pengalaman LSD sebagai yang
menyebabkan perubahan signifikan dalam kepribadian dan perspektif hidup.
7. Crack Cocaine

Sering disebut sebagai “crack”, dipercaya mulai dibuat dan dipopulerkan sejak
awal 80an. Karena efek bahaya dari eter yang digunakan untuk memproduksi kokain
murni produsen mencoba untuk menghilangkannya dari campuran ammonia.
Biasanya proses filtrasi juga menentukan. Baking soda saat ini lebih banyak
digunakan sebagai basis daripada amonia dengan alasan aroma yang tidak menyengat dan
lebih rendah kadar racunnya.
8. Methamphetamine

Dikenal sebagai “meth” atau “ice”, adalah obat psychostimulant dan


sympathomimetic. Methamphetamine memasuki otak dan memicu pelepasan zat
norepinephrine, dopamine dan serotonin. Karena zat ini men-stimulasi mesolimbic yang
menyebabkan euforia dan kegembiraan, sehingga tidak heran zat ini menyebabkan
banyak penyalahgunaan dan ketergantungan hebat.
Pengguna bisa terobsesi pada beberapa kegiatan sederhana yang diulang-ulang,
seperti mencuci tangan berulang-ulang memasang dan membongkar kembali benda-
benda secara berulang dan sebagainya. Penghentian pemakaian akan menyebabkan
beberapa efek seperti depresi, sulit tidur, gelisah, sulit makan dan sebagainya.
9. Kokain

Adalah kristal tropane alkaloid yang didapat dari daun tumbuhan coca. Efeknya
adalah stimultan yang menekan sistem saraf utama menimbulkan sensasi yang disebut
euphoric sense dan kegembiraan juga dipercaya meningkatkan energi efek-efek inilah
yang menyebabkan zat ini cukup populer dan banyak digunakan.
Kokain adalah zat yang ampuh untuk mempengaruhi sistem saraf, efeknya bisa
terasa dari 20 menit sampai berjam-jam, tergantung dosis dan cara penggunaannya.
Tanda awal ketika mulai menggunakan adalah hiperaktif, tidak tenang, tekanan darah
meningkat, denyut nadi meningkat, dan euforia.
Euforia kadang diikuti dengan rasa tidak nyaman dan depresi dan ketagihan untuk
menggunakan lagi. Gairah seksual bisa meningkat ketika menggunakan obat ini, namun
penggunaan dalam jangka panjang akan mengakibatkan paranoia, impotensi dan hal
buruk lainnya.
10. Heroin

Adalah candu yang langsung diekstrak dari opium poppy. Fungsi sebenarnya
adalah untuk menyembuhkan orang yang ketergantungan pada morfin. Setelah diinjeksi
langsung ke dalam darah, heroin akan berubah menjadi morfin dan langsung tersebar ke
seluruh tubuh memalui peredaran darah. Seperti endorfin lainnya heroiin yang menjadi
morfin menyebabkan efek euforia, kesenangan dan bahkan disebut sebagai rasa
“orgasme”.
Serta masih banyak lagi jenis-jenis narkotika yang lainnya, sehingga membuat generasi
penerus bangsa rusak dengan sia-sia. Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut: coba-
coba, senang-senang, menggunakan pada saat atau keadaan tertentu, penyalahgunaan, dan
ketergantungan.

Dampak penyalahgunaan narkoba:

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan
akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan
fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ
tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Dampak penyalahgunaan narkoba pada
seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi
atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis
maupun sosial seseorang.

Dampak Fisik:

1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan


kesadaran, kerusakan syaraf tepi.
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot
jantung, gangguan peredaran darah.
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim.
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran
bernafas, pengerasan jaringan paru-paru.
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan
hati dan sulit tidur.
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan
fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode
menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara
bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat
ini belum ada obatnya.
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi
narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan
kematian

Dampak Psikis:

1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah.


2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga.
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal.
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan.
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:
1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan.
2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga.
3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram.

Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan
rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada
waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa
gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti
dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

Bahayanya Narkoba Bagi Remaja

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa
dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk
perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja
rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja,
justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang
besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga
memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa
jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Masalah menjadi
lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan
HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum
suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat
penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan
kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.

Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu :
Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu seperti kepribadian,
kecemasan, dan depresi serta kurangya religiusitas. Kebanyakan penyalahgunaan narkotika
dimulai atau terdapat pada masa remaja, sebab remaja yang sedang mengalami perubahan
biologik, psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk
menyalahgunakan obat-obat terlarang ini. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai
risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna narkoba.
Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu atau lingkungan seperti
keberadaan zat, kondisi keluarga, lemahnya hukum serta pengaruh lingkungan.
Faktor-faktor tersebut diatas memang tidak selau membuat seseorang kelak menjadi
penyalahgunaan obat terlarang. Akan tetapi makin banyak faktor-faktor diatas, semakin besar
kemungkinan seseorang menjadi penyalahgunaan narkoba. Hal ini harus dipelajari Kasus demi
kasus.

Faktor individu, faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya/pergaulan tidak selalu
sama besar perannya dalam menyebabkan seseorang menyalahgunakan narkoba. Karena faktor
pergaulan, bisa saja seorang anak yang berasal dari keluarga yang harmonis dan cukup
kominikatif menjadi penyalahgunaan narkoba.
Tanda Gejala Dini Korban Penyalahgunaan Narkoba
Menurut Ami Siamsidar Budiman (2006 : 57–59) tanda awal atau gejala dini dari
seseorang yang menjadi korban kecanduan narkoba antara lain :
1. Tanda-tanda fisik Penyalahgunaan Narkoba
Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan suhu badan tidak beraturan, jalan
sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas
sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan
hidung berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sehingga
malas mandi,kejang, kesadaran menurun, penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap
kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada
lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik)
2. Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba ketika di rumah
Membangkang terhadap teguran orang tua, tidak mau mempedulikan peraturan
keluarga, mulai melupakan tanggung jawab rutin di rumah, malas mengurus diri, sering
tertidur dan mudah marah, sering berbohong, banyak menghindar pertemuan dengan
anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia adalah pecandu, bersikap kasar
terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan dengan sebelumnya, pola tidur berubah,
menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang, sering mencuri uang dan
barang-barang berharga di rumah, sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan
berbagai alasan, berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya, sering
pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman, sering pergi ke disko, mall atau
pesta, bila ditanya sikapnya defensive atau penuh kebencian, sekali-sekali dijumpai dalam
keadaan mabuk.
3. Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba ketika di sekolah
Prestasi belajar di sekolah tiba-tiba menurun mencolok, perhatian terhadap lingkungan
tidak ada, sering kelihatan mengantuk di sekolah, sering keluar dari kelas pada waktu jam
pelajaran dengan alasan ke kamar mandi, sering terlambat masuk kelas setelah jam istirahat;
mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah, sering berbohong, meninggalkan hobi-
hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga yang dahulu
digemarinya), mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan dirinya
kebebasan, mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang “tidak beres” di sekolah.

Apa yang harus kita lakukan ?

Apakah hanya diam saja? Melihat penerus bangsa hancur perlahan?

Ayo sobat kita masih memiliki waktu dan memiliki kesempatan untuk mencegahnya
sebelum semua terlambat. Mari kita jaga para remaja yang akan membangun bangsa ini menjadi
bangsa yang maju. Jaga anak-anak, adik-adik, kakak-kakak, sanak saudara, serta teman yang kita
miliki untuk tidak mendekati benda yang beracun ini.

Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba
dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat
intervensi, yaitu:

1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran


informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah,
seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan
seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada
remaja langsung dan keluarga.
2. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan
(treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1–3 hari dengan
melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi
medik, antara 1–3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan
adiktif secara bertahap.
3. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses
penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk
mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat,
agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di
masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok
dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.

Ayo para pemuda mari kita perangi narkoba yang kejam ini, racun dunia.

Sadarlah! jauhi diri kalian dari benda haram itu, sayangi diri kalian sendiri.

Gerbang masa depan masih menunggu kita untuk menggapainya.

Bangkitlah! Jika kalian merasa lelah untuk melawan kerasnya dunia ini jangan

sesekali kalian malah mencari narkoba untuk mengatasinya. Tapi carilah Allah

yang Maha Esa, tempat kembali ketika kita merasa lelah menjalani hidup ini.

SALAM PEMUDA

Beri Nilai