Anda di halaman 1dari 11

Makalah Metabolisme Protein

Oleh :

NAMA : RIKA AZMI AL MUNAWAROH

NIM : O1A116091

KELAS :B

Jurusan Farmasi

Fakultas Farmasi

Universitas Halu Oleo

Kendari

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah mengutus
rasul-Nya Muhammad SAW sebagai umat penyelamat manusia yang telah
memberikan ilmu kepada Makhluk-Nya, serta atas rahmat dan keridhaan-Nya
sehingga “Makalah Metabolisme Protein” dapat terselesaikan sebagaimana yang
diharapkan.
Selama penyusunan Makalah ini, penyusun banyak dihadapkan dengan
berbagai kendala, namun atas bantuan dari berbagai pihak akhirnya penyusun dapat
menyelesaikan Makalah Metabolisme Protein. Oleh karena itu, pada kesempatan ini
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yth. Ibu Dosen
yang telah memberikan pengetahuan dan pengarahan kepada penyusun.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam
makalah ini. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun. Akhir kata, semoga Allah SWT. selalu memberikan perlindungan-Nya
kepada kita dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat.

Kendari, 17 Juni 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Metabolisme Protein

2.2 Reaksi Metabolisme Asam Amino

2.3 Proses Metabolisme Protein

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena


adanya enzim, suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalis. Disamping itu
hemoglobin dalam butir-butir darah merah atau eritrosit yang berfungsi
sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru keseluruh bagian tubuh, adalah
salah satu jenis protein. Protein mempunyai molekul besar dengan bobot
molekul bervariasi antara 5000 sampai jutaan.Ada 20 jenis asam amino yang
terdapat dalam molekul protein. Asam-asam amino ini terikat satu dengan
yang lain oleh ikatan peptide.protein mudah dipengaruhi oleh suhu tinggi, PH,
dan pelarut organic.

Protein adalah salah satu bio-makromolekul yang penting perananya


dalam makhluk hidup.Fungsi dari protein itu sendiri secara garis besar dapat
dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu sebagai bahan struktural dan
sebagai mesin yang bekerja pada tingkat molekular.Apabila tulang dan kitin
adalah beton, maka protein struktural adalah dinding batu-batanya.Beberapa
protein struktural, fibrous protein, berfungsi sebagai pelindung, sebagai
contoh a dan b-keratin yang terdapat pada kulit, rambut, dan kuku. Sedangkan
protein struktural lain ada juga yang berfungsi sebagai perekat, seperti
kolagen.

Protein dapat memerankan fungsi sebagai bahan structural karena


seperti halnya polimer lain, protein memiliki rantai yang panjang dan juga
dapat mengalami cross-linking dan lain-lain. Selain itu protein juga dapat
berperan sebagai biokatalis untuk reaksi-reaksi kimia dalam sistem makhluk
hidup.Makromolekul ini mengendalikan jalur dan waktu metabolisme yang
kompleks untuk menjaga kelangsungan hidup suatu organisma. Suatu sistem
metabolisme akan terganggu apabila biokatalis yang berperan di dalamnya
mengalami kerusakan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa definisi metabolism protein ?


2. Apa yang di maksud dengan reaksi metabolisme asam amino ?
3. Bagaimana proses metabolisme protein dalam tubuh ?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui definisi metabolisme protein


2. Memahami apa reaksi metabolisme asam amino
3. Mengetahui proses metabolisme protein dalam tubuh
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Metabolisme Protein


Metabolisme protein adalah deskripsi dari proses fisik dan kimia yang
menyebabkan baik pembentukan atau sintesis, asam amino menjadi protein
dan pemecahan, atau katabolisme, protein menjadi asam amino. Asam amino
yang beredar melalui darah dan masuk ke jaringan tubuh, di mana mereka
disintesis kembali menjadi protein.Keseimbangan antara sintesis protein dan
katabolisme adalah penting untuk mempertahankan fungsi sel yang
normal. Jaringan lunak membutuhkan asam amino untuk memproduksi jenis
protein yang dibutuhkan untuk pemeliharaan proses kehidupan. Sintesis asam
amino diperlukan untuk membentuk senyawa penting lainnya dalam tubuh,
seperti histamin, neurotransmitter, dan komponen nukleotida.Setiap asam
amino yang tersisa setelah sintesis baik disimpan sebagai lemak atau
dikonversi menjadi energi.

Asam amino dapat diklasifikasikan sebagai esensial dan non-


esensial. Asam amino esensial tidak dapat dibuat oleh tubuh tetapi sangat
penting untuk metabolisme protein.Asam amino ini harus diperoleh dari
makanan.Asam amino non-esensial yang diperlukan untuk fungsi sel normal
dan dapat disintesis dari asam amino lain dalam tubuh.Setelah asam amino
yang tepat diperoleh, mereka bergabung untuk memberikan protein jaringan
sehingga tubuh dapat menggunakannya.

Hati adalah pusat untuk memecah protein yang dibutuhkan dan


mengirimkan asam amino yang dibutuhkan ke dalam darah.Ini terus
memantau dan merespon kebutuhan protein tubuh.Hati juga bertanggung
jawab untuk memproses dan mengeluarkan kotoran produk limbah yang
dihasilkan sebagai produk sampingan dari metabolisme protein.

2.2 Reaksi Metabolisme Asam Amino

Tahap awal pembentukan metabolisme asam amino, melibatkan


pelepasan gugus amino, kemudian baru perubahan kerangka karbon pada
molekul asam amino. Dua proses utama pelepasan gugus amino yaitu,
transaminasi dan deaminasi.

Transaminasi ialah proses katabolisme asam amino yang melibatkan


pemindahan gugus amino dari satu asam amino kepada asam amino lain.
Dalam reaksi transaminasi ini gugus amino dari suatu asam amino
dipindahkan kepada salah satu dari tiga senyawa keto, yaitu asam piruvat, a
ketoglutarat atau oksaloasetat, sehingga senyawa keto ini diubah menjadi
asam amino, sedangkan asam amino semula diubah menjadi asam keto. Pada
reaksi ini tidak ada gugus amino yang hilang, karena gugus amino yang
dilepaskan oleh asam amino diterima oleh asam keto.Alanin transaminase
merupakan enzim yang mempunyai kekhasan terhadap asam piruvat-alanin.
Glutamat transaminase merupakan enzim yang mempunyai kekhasan terhadap
glutamat-ketoglutarat sebagai satu pasang substrak .

Reaksi transaminasi terjadi didalam mitokondria maupun dalam cairan


sitoplasma.Semua enzim transaminase tersebut dibantu oleh piridoksalfosfat
sebagai koenzim. Telah diterangkan bahwa piridoksalfosfat tidak hanya
merupakan koenzim pada reaksi transaminasi, tetapi juga pada reaksi-reaksi
metabolisme yang lain.

Asam amino dengan reaksi transaminasi dapat diubah menjadi asam


glutamat. Dalam beberapa sel misalnya dalam bakteri, asam glutamat dapat
mengalami proses deaminasi oksidatif yang menggunakan glutamat
dehidrogenase sebagai katalis.

Dalam proses ini asam glutamat melepaskan gugus amino dalam


bentuk NH4+. Selain NAD+ glutamat dehidrogenase dapat pula
menggunakan NADP+ sebagai aseptor elektron. Oleh karena asam glutamat
merupakan hasil akhir proses transaminasi, maka glutamat dehidrogenase
merupakan enzim yang penting dalam metabolisme asam amino oksidase dan
D-asam oksidase.

2.3 Proses Metabolisme Protein

Protein merupakan senyawa organik yang cukup kompleks dengan


bibit molekul yang cukup tinggi.Ia merupakan polimer dari sejumlah
monomer asam amino yang dilekatkan oleh ikatan bernama peptide. Jika
diurai, protein ini sendiri terdiri atas karbon, oksigen, nitrogen, hydrogen dan
sebagian pula mengandung fosfor dan juga sulfur.Protein meupakan salah satu
senyawa yang sangat penting bagi manusia.Ia memiliki peranan yang
signifikan terhadap tumbuh kembang serta pemeliharaan keseimbangan tubuh.
Untuk menjalankan fungsi tesebut, tubuh akan menjalankan serangkaian
proses untuk memaksimalkan penyerapan. Proses tersebut dikenal dengan
istilah metabolisme protein.Istilah metabolisme sendiri diartikan sebagai
semua jenis rekasi kimiawi yang berlangsung di dalam tubuh organisme
termasuk yang ada di tingkat seluler. Metabiolisme ini juga mencakup
senyawa protein di dalamnya.
Umumnya, terdapat dua arah lintasan dari proses metabolisme protein
di dalam tubuh, yakni:
1. Katabolisme atau rekasi yang di dalamnya melibatkan proses mengurai
sejumlah molekul organik dalam rangka memperoleh energi.
2. Anabolisme, adalah rekasi yan merangkau sejumlah senyawa organik
dari molekul tertentu agar lebih mudah diserap oleh tubuh.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Protein adalah komponen penting atau utama bagi sel hewan atau
manusia. Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi
yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang
dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Fungsi dari protein adalah
sebagai zat utama pembentuk dan pertumbuhan tubuh, sedangkan asam amino
sebagai komponen protein.

Proses metabolisme protein dimulai dari proses pencernaan di mulut


sampai di usus halus, dilanjutkan dengan proses metabolisme asam amino.
Protein diabsorpsi di usus halus dalam bentuk asam amino → masuk darah.
Dalam darah asam amino disebar keseluruh sel untuk disimpan. Didalam sel
asam amino disimpan dalam bentuk protein (dengan menggunakan enzim).
Semua proses tersebut dibantu oleh enzim.

Jika jumlah protein terus meningkat maka protein sel dipecah jadi
asam amino, yang terbagi menjadi dua proses; deaminasi atau transaminasi.
Deaminasi; proses pembuangan gugus amino dari asam amino dalam bentuk
urea. Transaminasi; proses perubahan asam amino menjadi asam keto.
Banyaknya atau keadaan asam amino dalam darah tergantung pada
keseimbangan antara pembentukan asam amino dan pengunaannya. Jika asam
amino yang dibentuk banyak maka asam amino yang terdapat dalam darah
juga banyak. Penyakit yang ditimbulkan karena gangguan metabolisme
protein adalah penyakit kurang energy dan protein, Hipoproteinemia, Hipo
dan Agammaglubulinemia, diabetes mellitus dan diabetes insipidus.
DAFTAR PUSTAKA

 http://kebengen.blogspot.com/2013/09/makalah-metabolisme-protein.html
 http://sumber-protein.blogspot.com/2013/06/mengurai-proses-metabolisme-
protein.html
 https://www.academia.edu/10065326/metabolisme_protein
 http://www.sridianti.com/pengertian-metabolisme-protein.html