Anda di halaman 1dari 5

INFEKSI JAMUR KULIT

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP

Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS H. Yunus Uyus R, SKM


SUDI NIP.196406241987031005

1. Pengertian Infeksi jamur kulit atau dermatofitosis adalah penyakit yang


disebabkan oleh jamur yang dapat menyerang seluruh
permukaan kulit, baik kepala, leher, badan maupun ekstrimitas
serta kuku.
2. Tujuan Sebagai acuan tatalaksana penyakit Infeksi jamur kulit.

3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sudi Nomor


440/UKP/Skep.37/II/2018 Tentang Penyusunan Rencana
Layanan Klinis di Puskesmas Sudi
4. Referensi Permenkes RI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik
Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.
5. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesis (Subjective)
Onset atau awal terjadinya penyakit.
Keluhan gatal, terutama setelah berkeringat.

2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan


penunjang (Objective)
 Lesi dapat berupa bercak (plak) atau nodul dan pustul yang
berkelompok atau sendiri-sendiiri.
 Lesi berbatas tegas, terjadi di area inflamasi dan ditepi lesi
tampak menyembuh.
 Adanya skuama atau keratosis, dan tanda-tanda bekas
garukan.

3. Petugas melakukan penegakan diagnosis (Assessment)


Penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
fisik.
Pemeriksaan fisik:
 Lesi berbentuk infiltrate eritematosa, berbatas tegas,
dengan tepi yang lebih aktif daripada bagian tengah, dan
konfigurasi polisiklik. Lesi dapat dijumpai di daerah kulit
berambut terminal, berambut velus (glabrosa) dan kuku.

4. Petugas melakukan penatalaksanaan (Plan)


 hygiene diri harus dijaga dan pemakaian handuk/ pakaian
secara bersamaan harus dihindari.
 untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topikal dengan
antifungal, yaitu: krim mikonazol yang diberikan hingga lesi
hilang dan dilanjutkan 1-2 minggu kemudian untuk mencegah
rekurensi
 untuk penyakit tersebar luas atau resisten terhadap terapi
topical, dilakukan pengobatan sistemik dengan: ketokonazol
200mg/ hari selama 10-14 hari pada pagi hari setelah makan.

5. Petugas melakukan rujukan dengan kriteria rujukan


a. penyakit tidak sembuh dalam 10-14 hari setelah terapi
b. terdapat imunodefisiensi
c. terdapat penyakit penyerta yang menggunakan
multifarmaka

6. Petugas memberikan konseling dan edukasi kepada pasien


dan keluarga
 Prinsip pengobatan adalah identifikasi dan eliminasi
faktor penyebab infeksi jamur kulit. Penyebab infeksi
jamur kulit perlu mendapat perhatian keluarga.
7. Petugas menuliskan semua hasil pemeriksaan dan terapi
ke dalam status rekam medik pasien
8. Petugas mencatat di Buku Register

6. Unit Terkait 1. Unit Pendaftaran


2. Poli Umum
3. Puskesmas Pembantu (Pustu)
7. Dokumen 1. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Terkait Kesehatan Primer.
2. Rekam Medis
Rekaman Historis Perubahan

No Yang Dirubah Isi Perubahan Tgl Mulai berlaku


INFEKSI JAMUR KULIT
No. Dokumen :

DAFTAR No. Revisi :


TILIK

Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS H. Yunus Uyus R, SKM


SUDI NIP.196406241987031005

No. Langkah Kegiatan Ya Tidak

1. Apakah petugas melakukan anamnesis terhadap


pasien?

2. Apakah petugas melakukan pemeriksaan fisik sesuai


keadaan klinis pasien?

3. Apakah petugas telah menegakan diagnosis Infeksi


jamur kulit?

4. Apakah petugas memberikan terapi Infeksi jamur


kulit sesuai keadaan klinis pasien?

5. Apakah petugas melakukan rujukan pasien Infeksi


jamur kulit sesuai kriteria?

6. Apakah petugas memberikan edukasi dan konseling


kepada pasien dan keluarga?

7. Apakah petugas menuliskan hasil pemeriksaan dan


terapi ke dalam status rekam medis pasien?

8. Apakah petugas mencatat di buku register di poli


umum?

Jumlah
Compliance Rate (CR) …………………….....%

Rencana Tindak Lanjut:


……………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………...............
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
Petugas pelaksana Penilai/observer
program/ kegiatan

( ) ( )