Anda di halaman 1dari 3

PENCEGAHAN JATUH PADA PASIEN GERIATRI RAWAT

JALAN

RSUD Dr. M. No. Dokumentasi Jumlah Halaman :


Haulussy 50/01/SPO/I/2018 3
Tanggal terbit : Ditetapkan
Pencegahan Direktur
Jatuh pada
Pasien Geriatri
Rawat Jalan
dr. Justini Pawa, M.Kes
Pembina Utama Muda
NIP : 19620623 198903 2 005
PENGERTIAN 1. Pencegahan Jatuh Pada Pasien Rawat Jalan adalah proses yang
: dilakukan untuk mengurangi resiko yang membahayakan pasien
rawat jalan akibat jatuh yang dikaitkan dengan kondisi pasien, situasi
dan lokasi yang beresiko jatuh.
2. Pasien Jatuh adalah jatuhnya pasien di unit perawatan pada saat
istirahat maupun pada saat pasien terjaga yang tidak disebabkan oleh
serangan stroke, epilepsy, seizure, bahaya karena terlalu banyak
aktivitas.
3. Kegiatan pencegahan jatuh pada pasien rawat jalan meliputi
skrinning, pengkajian, intervensi/ perencanaan, dan implementasi.
4. Screening Resiko Jatuh Pasien Rawat Jalan adalah upaya cepat yang
dilakukan oleh petugas/ perawat Rawat Jalan untuk mengetahui /
menilai resiko jatuh pasien. Screening dilaksanakan di triase IGD /
rawat jalan, klinik / unit pelayanan rawat jalan.
5. Screening Resiko Jatuh Pasien Rawat Jalan dapat dilakukan sejak
pasien datang sampai di Klinik Rawat Jalan.
6. Screening Resiko Jatuh Pasien Rawat Jalan hanya dilakukan untuk
pasien dengan kondisi, lokasi, situasi dan diagnosis pasien yang
menyebabkan pasien beresiko jatuh
a. Kondisi : usia lebih dari 60 tahun, pasien dengan gangguan
jalan atau keseimbangan, pasien dengan gangguan
penglihatan, prosedur diagnostik yang memerlukan persiapan
khusus, program operasi atau tindakan dengan anestesi, sedasi
procedural, Pasien Hemodialisa.
b. Lokasi :Poliklinik Geriatri
c. Situasi : pasien membutuhkan dan atau menggunakan alat
bantu mobilisasi
d. Diagnosis : Pasien dengan penyakit neurologi, gangguan
musculoskeletal, penyakit kardiovaskular, penyakit paru dan
diabetes.
7. Intervensi Resiko Jatuh Pasien Rawat Jalan adalah upaya yang
dilakukan oleh petugas / perawat rawat jalan untuk merencanakan
kegiatan yang akan dilaksanakan terhadap pasien yang beresiko
jatuh.

1
8. Dokumentasi dilakukan pada Form Pencegahan Jatuh Rawat Jalan.
9. Implementasi Resiko Jatuh Pasien Rawat Jalan adalah tindakan –
tindakan yang dilakukan oleh petugas / perawat rawat jalan untuk
mencegah dan mengurangi resiko jatuh pasien.
TUJUAN 1. Mengurangi resiko pasien jatuh
2. Mencegah kejadian pasien jatuh
3. Mencegah keadaan yang lebih buruk akibat pasien jatuh
PROSEDUR SCREENING RESIKO PASIEN RAWAT JALAN
1. Petugas / perawat triase atau klinik melakukan skrining resiko
pasien jatuh sesuai dengan kondisi, diagnosis, situasi dan lokasi.
2. Melakukan pengkajian resiko jatuh dengan metode observasi:
a. Apakh pasien memerlukan bantuan saat
duduk/berdiri/berjalan.
b. Pasien tampak tidak seimbang (sempoyongan/limbung)
3. Kategorikan pasien ke dalam salah satu dari dua kategori resiko
pasien jatuh.
a. Tidak beresiko : apabila tidak ditemukan tanda / gejala
pada item observasi.
b. Beresiko Jatuh : apabila ditemukan salah satu atau lebih
dari item observasi.
4. Untuk pasien yang Beresiko Jatuh, pasang penanda resiko jatuh
berupa pita berwarna kuning pada pergelangan ekstremitas
pasien untuk pasien rawat jalan dan penanda tambahan berwarna
kuning di gelang identitas untuk pasien gawat darurat dan pasien
rawat jalan yang menggunakan gelang identitas (contoh pasien
kemoterapi rawat jalan).
5. Dokumentasi hasil pengkajian resiko jatuh pada rekam medis
pasien.
a. Pasien IGD : catat resiko jatuh pada lembar assemen
triase.
b. Pasien Rawat Jalan : catat resiko jatuh di lembar
skrinning pasien rawat jalan.

INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI RESIKO JATUH PASIEN


RAWAT JALAN
Setelah pasien dinyatakan resiko jatuh, selanjutnya lakukan intervensi
dan implementasi sebagai berikut:
1. Berikan kursi roda atau tawarkan brankart bila pasien membutuhkan.
2. Berikan edukasi kepada pasien dan/atau keluarganya agar tidak
segan untuk meminta pertolongan kepada Petugas apabila akan
melakukan aktivitas selama berada di Rumah Sakit, missal : ke
toilet, dll
3. Informasikan kepada pasien / keluarga untuk melepas pita resiko
jatuh setelah keluar dari RSUD Dr. M. Haulussy Ambon
4. Bantu pasien yang melakukan kegiatan di lokasi yang meningkatkan
resiko jatuh, misal pasien melakukan latihan dengan menggunakan
alat-alat yang meningkatkan resiko jatuh di Instalasi Rehabilitasi
Medik.
5. Dokumentasikan Implementasi diatas didalam Lembar Skrinning
Pasien Rawat Jalan

2
INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI RESIKO JATUH PASIEN
IGD
1. Pasang pin kuning pada gelang pasien
2. Berikan edukasi kepada pasien dan atau keluarga tujuan pemasangan
pin kuning dan meminta pertolongan kepada Petugas apabila akan
melakukan aktifitas selama berada di Rumah Sakit, misal : ke toilet,
dll.
3. Bantu pasien yang melakukan kegiatan di lokasi yang meningkatkan
resiko jatuh, misal pasien melakukan latihan dengan menggunakan
alat-alat yang meningkatkan resiko jatuh di Instalasi Rehabilitasi
Medik.
4. Dokumetasikan implementasi dalam Lembar assesmen triase

UNIT Komite Mutu dan Keselamatan Pasien


PENGOLAH Tim Keselamatan
UNIT 1. Instalasi Rawat Jalan
TERKAIT 2. Instalasi Rawat Darurat
3. Instalasi Mural (Rehabilitasi Medis)