Anda di halaman 1dari 3

Nama :Christine Dewanda Doru

NIT:180405137

Kelas: Ground Handling (Delta)

MATERI BASIC CARGO

1. CARGO ADALAH SUATU BARANG YANG TIDAK BERGERAK ATAU BINATANG HIDUP YANG
DIPINDAHKAN DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT YANG LAIN DENGAN MODA TRANSPORTASI.

KOMBINASI TRANSPORTASI CARGO

1. Darat-Laut(trucking-sea freight)
2. Darat-Udara(trucking-air freight)
3. Laut-Udara(sea freight-air freight)

2. ANGKUTAN UDARA(AIR FREIGHT) ADA 2 JENIS:


1. CARGO AIRCRAFT (FREIGHTER)
Pesawat udara yang hanya mengangkut cargo saja,tidak membawa penumpang, kecuali crew
pesawat.
2. PASSENGER AND CARGO AIR CRAFT (MIXED AIRCRAFT)
Pesawat udara yang mengangkut penumpang dan cargo.

 PENGGOLONGAN CARGO (CARGO CLASSIFITION)


1. GENERAL CARGO, barang-barang yang bersifat umum, dan tidak mengandung bahan
raioaktif.
2. SPESIAL CARGO, barang kiriman yang memerlukan penanganan khusus.
SPESIAL CARGO
1. Live animal (Binatang Hidup)
2. Human Remains (Jenasah)
3. Perishable Goods (yg mudah busuk)
4. Valuables Goods (barang berharga)
5. Strongly Smelling Goods (barang yg memiliki bau yg menyengat)
6. Dangerous Goods (barang berbahaya)

 TARIF CARGO (CARGO RATE)


1. Tarif general cargo
Minimum kiriman dikenakan 10 kg. Dari tarif normal apabila 1 kg beratnya diatas 125
kg,disebut Heavy weight dan akan dikenakan surcharge 150%
2. Tarif perishable
3. Tarif live animal
4. Tarif valuables Goods
5. Tarif Human Remains. Apabila tdk ditimbang,dikenakan surcharge 200% dari tarif normal
 RATE CLASS
M = Minumum charge rate 10 kg
N = Normal rate. Rate per kg yang dikenakan terhadap kiriman yang mempunyai berat
dibawa 45kg.
Q = Quantity rate. Rate per kg dikenakan terhadap kiriman yang berat Barang yang diatas
50kg.
S = Surcharge rate. Biaya tambahan untuk beberapa macam kiriman.contoh: human remain.
C= Commodity rate. Rate khusus untuk barang komoditi,seperti: ikan hias, (ACTUAL WEIGHT
DAN TARIF VOLUME MINUS)
R = Reduction rate. Pemberian discount rate terhadap barang kiriman. Contoh: kiriman
kotoran,majalah, dan unccompanied baggage.

 KEAGENAN CARGO DOMESTIK


 AGEN CARGO AIRLINES,agen yg di angkat oleh airlines sebagai perwakilan
airlines,dan diberikan dokumen pengangkutan.
 SUB AGEN,(bukan agen airlines) agen yg belum diangkut oleh airlines sebagai
perwakilannya, dan tidak diberikan dokumen.

DOKUMEN BERHARGA CARGO

 SMU (Surat Muatan Udara) – untuk pengiriman domestik.


 AWB (Airway Bill) – untuk pengiriman internasional.

~SMU dan AWB diisi oleh agen cargo dan pihak airlines atau Ground Handling Airlines, akan
memeriksa apakah sesuai dengan kondisi barang.

~Penulisan di SMU dan AWB,harus menggunakan huruf balok dan tidak boleh ada coretan.

KLAIM CARGO

- Untuk barang kiriman yang hilang atau rusak, airlines akan mengganti kerugian minimal
Rp.20.000 dan maksimal Rp.100.000.
- Klaim harus dibuat di airport pada saat penerimaan barang, apabila barang sudah diterima
dan keluar dari area gudang maka klaim tidak dapat dilakukan.

RESERVATION KARGO

- Untuk setiap pengiriman barang harus dilakukan reservation terlebih dahulu.


- Hal ini dilakukan agar penempatan barang dipesawat sesuai dengan space yang tersedia.
- Ukuran barang harus disebutkan.
- Overbook terjadi, bila barang melebihi kapasitas yang tersedia.

ASPEK YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KARGO DI PESAWAT UDARA

1. Kemampuan daya angkut (PAYLOAD)


2. Volume Ruang (COMPARTMENT)
3. Ukuran pintu pesawat
4. Maximum floor load
PROSEDUR PENERIMAAN BARANG KIRIMAN

1. Barang di terima dari pengirim


2. Cek isi barang
3. Timbang barang (kg/koli)
4. Reservasi sesuai tujuan kiriman
5. Marking/tanda-tanda pada barang
6. Label
7. Ukuran/dimensi
8. Tarif sesuai barang
9. Issued SMU/AWB

 KIRIMAN KELUAR NEGERI (EXPORT)


1. Menggunakan AWB
2. Dokumen BEA CUKAI (CUSTOM PROSES) – Form pemberitahuan export barang (PEB) –
setelah PEB disetujui dikeluarkan persetujuan export (PE)
3. Cek apakah barang boleh masuk ke negara tujuan (TACT RULES)
4. Pembayaran menggunakan mata uang USD