Anda di halaman 1dari 60

YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Spiritual
C Topik / Tema Layanan Dahsyatnya keutamaan bersyukur
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli mengetahui keutamaan bersyukur

F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertiaan bersyukur


2. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat bersyukur
3. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya bersyukur
dalam hidup bermasyarakat

G Sasaran Layanan Kelas 11


H Materi Layanan Pengertian bersyukur
Manfaat bersyukur

I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit


J Sumber Materi http://wildanmuamaroh.blogspot.com/2017/11/dahsyatnya-
keutamaan-bersyukur.html
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang
terkait dengan materi layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


DAHSYATNYA KEUTAMAAN
BERSYUKUR

a. Manfaat Bersyukur

Dalam kehidupan kita pasti pernah mangalami hal yang membuat kita bahagia dan kadang
juga malah membuat kita merasa menjalani hidup adalah sebuah penderitaan. Bersyukurlah
atas kehidupan yang telah Allah berikan, kita masih diberi kesempatan untuk hidup bernafas
bebas, panca indra yang sempurna.

Berikut manfaat bersyukur dalam kehidupan, diantaranya :

1. Hidup dalam keberuntungan

Orang yang hidupnya bersyukur akan selalu berfikir positif didalam setiap hal yang
menimpanya baik yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan.

2. Hidup dalam kebahagiaan

Orang yang bersyukur akan selalu merasa hidupnya penuh dengan kecukupan, oleh karena
itu mereka selalu merasa bahagia karena yakin bahwa setiap apa yang dia peroleh itulah yang
terbaik.

3. Memiliki wibawa dimata orang lain

Orang yang berbahagia adalah orang yang hidupnya penuh dengan kebaikan, mereka
memiliki wajah yang di hormati dan disayang oleh banyak orang karena wajah mereka dihiasi
oleh wajah penuh syukur

4. Terilihat lebih rupawan

Menurut para pakar psikologi orang yang bersyukur akan memiliki wajah yang selalu
tersenyum menjalani hidup dan orang yang selalu tersenyum itu manambah kecantikan dan
ketampanannya

5. Awet muda dan umur panjang

Orang yang selalu bersyukur memiliki watak yang sabar, sedangkan orang yang sabar
berdampak pada kesehatan dan awet muda karena otot wajah beraktifitas tidak terlalu banyak
dibandingkan dengan orang yang memiliki watak pemarah.

Bersyukur, Syarat Mutlak Untuk Berbahagia.


Bersyukur sebuah kata yang sangat indah, dan akan menjadi hal yang luar biasa ketika sudah dilakukan
dengan sepenuh hati yang ikhlas. Sesunguhnya tidak ada orang yang bisa merasa berbahagia jika ia tidak
pernah bersyukur, sebab syukur adalah syarat mutlak agar seseorang bisa berbahagia. Rasa syukur akan
menjadikan hati kita merasa tenang, damai dan merasa sangat bergembira atas kesempatan hidup yang
Tuhan berikan pada kita. Tuhan yang Maha Baik pun sangat menganjurkan kita agar bersyukur. Bersyukur itu
bukan berarti berhenti dengan apa yang sudah kita miliki saat ini, tapi bersyukur itu lebih ke arah “terima
kasih”Tuhan terima kasih atas semua nikmat-Mu dalam hidupku ini. Jika aku bekerja lebih rajin, lebih
bermanfaat bagi sesama, tentulah nikmat ku akan Kau tambah.

“kita harus bersyukur bukan karena kita berbahagia, tetapi bersyukurlah maka kita akan
bahagia.” ? Sudah jelaskan bahwa sebenarnya yang kita butuhkan untuk berbahagia adalah
dengan bersyukur. Apapun keadaan kita saat ini, kalau kita bersyukur, kita akan sadar bahwa
kita sebenarnya sangat beruntung. Banyak orang yang kondisinya tidak sebaik kita, entah itu
kondisi fisik mereka, kondisi mental dan lain sebagainya. Sesungguhnya tidak ada satu hal
apapun yang perlu kita keluhkan di dunia ini

b. Akibat dan Ancaman Jika Tidak Mau Bersyukur

Berikut akibat dan ancaman jika tidak mensyukuri nikmat,

diantaranya :

1. Hidup Menderita

Hidup rasanya selalu menjadi beban, iri dengan keberuntungan orang lain, dan enggan
untuk berusaha lebih baik. Meraka yang tidak mau bersyukur hidupnya penuh dengan
kesusahan,suka mengeluh dan menyelahkan takdir.

2. Hidup menjadi selalu sial

Penelitian membuktikan orang yang tidak bersyukur selalu memiliki sifat negatif pada diri
sendiri (Pesimis) dan pada orang lain (buruk sangka). Orang yang berfikir negatif lebih banyak
mendapat kesialan dari pada orang yang berfikir Positif.

3. Mudah terserang penyakit

Pemarah, Pengiri dan berfikirnegatif adalah sifat dari orang yang tidak mau bersyukur
dengan keadaan yang dia miliki. Meraka cenderung cuek dengan lingkungan dan diri sendri,
akibatnya kekebalan tubuh.

4. Di akhirat di siksa oleh tuhan

Tuhan berfirman : "Dan jika kalian manusia mau bersyukur atas nikmat yang telah aku
berikan kepada kalian makaniscaya aku akan menambah nikmat yang telah akuberikan kepada
kalian, dan jika kalian kufur (tidak mau bersyukur) maka ketahuilah niscaya siksa ku itu pedih."
ayat itu menjelaskan bahwa orang yang tidak mau bersyukur atau kufur atas nikmat allah
bahwa siksaan yang pedih akan menimpa pada dirinya kelak ketika di akhirat.

c. Sebab-sebab Kurang Bersyukur :


Berikut sebab-sebab yang menjadikan manusia kurang bersyukur :

1. Lalai dari nikmat Allah.

Sesungguhnya banyak manusia yang hidup dalam kenikmatan yang besar, baik nikmat
yang umum maupun khusus. Akan tetapi dia lalai darinya.

1. Kebodohan terhadap hakikat nikmat

Sebagian orang tidak mengetahui nikmat, tidak mengenal dan tidak memahami hakikat
nikmat. Dia tidak tahu bahwa dirinya berada dalam kenikmatan, karena dia tidak mengetahui
hakikat nikmat.

2. Pandangan sebagian manusia kepada orang yang berada di atasnya

Jika seorang manusia melihat kepada orang yang diatasnya, yaitu orang-orang yang
diberi kelebihan atasnya, dia akan meremehkan karunia yang Allah berikan kepadanya.
Sehingga dia pun kurang dalam melaksanakan kewajiban syukur. Karena dia melihat apa yang
diberikannya adalah sedikit.

3. Melupakan masa lalu

Di antara manusia ada yang pernah melewati kehidupan yang menyusahkan dan sempit.
Dia hidup pada masa-masa yang menegangkan dan penuh rasa takut, baik dalam masalah
harta, penghidupan atau tempat tinggal. Dan tatkala Allah memberikan kenikmatan dan karunia
kepadanya, dia enggan untuk membandingkan antara masa lalunya dengan kehidupannya
sekarang agar menjadi jelas baginya karunia Robb atasnya.
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik / Tema Layanan Kiat Sukses Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli memahami pentingnya Praktik Kerja
Industri (PRAKERIN)

F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertiaan


Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)
2. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya
Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)

G Sasaran Layanan Kelas 11


H Materi Layanan Kiat Sukses Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi http://tkj-link.blogspot.com/2012/12/tips-menghadapi-praktik-
kerja-industri.html
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang
terkait dengan materi layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) adalah salah satu program dikhususkan pelajar Sekolah Menengah
kejuruan (SMK), selain sebagai syarat wajib buat Ujian Nasional yang harus dipenuhi oleh pelajar SMK juga
sebagai tempat untuk mengenal dunia kerja yang sebenarnya (terutama prodi non-pendidikan) dan yang
lebih penting adalah sebagai tempat belajar, mencari ilmu dan pengalaman. Disinilah kita dapat melihat
penerapan riil dari teori -teori yang telah kita dapatkan sebelumnya.
Sekedar sharing bagi para pelajar yang ingin mengadakan PRAKERIN, berikut ini adalah 10 Tips Sukses
Menghadapi PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) yang merupakan opini dari hasil pengamatan penulis
sendiri.

Tentukan target apa yang ingin Anda kuasai (sesuai bidang/jurusan), misal anda ingin menguasai service
printer, ya cari tempat prakerin yang ada service printernya. Atau ingin tahu tentang jaringan, ya cari ISP
(Internet service Provider) sebai tempat prakerin. Akan tetapi seandainya target tidak tercapai maka kita
harus tetap bisa mengambil nilai positif

Cari informasi dan pelajari perusahaan/instansi tempat anda akan mengadakan PRAKERIN. Ini akan
memudahkan Anda untuk menyesuaikan dengan lingkungan dimana tempat Anda akan bekerja. Bahkan
dengan mempelajari dan menentukan dimana anda akan indekost jika jarak tempat prakerin dan rumah
anda jauh, perlu dipertimbangkan juga.

Pelajari kembali Setidaknya buka kembali buku-buku / modul mata jurusan yang berkaitan dengan bidang
anda. Tentunya anda tak ingin diremehkan ditempat prakerin karena GAPTEK kan. Jadi tak ada salahnya
selama anda prakerin membawa buku-buku/modul jurusan sebagai acuan ketika melakukan aktifitas
prakerin

Berinisiatif. Jangan pernah berpikir bahwa orang lain akan dengan sukarela mengajari Anda. Upayakan untuk
aktif bertanya dan mempelajari hal-hal yang masih baru bagi Anda. Artinya anda jangan PASIF

Membangun jaringan. Kesempatan PRAKERIN juga dapat Anda pergunakan untuk menambah relasi dan
berkenalan dengan orang-orang yang mungkin nantinya dapat membantu Anda. Oleh karena itu, usahakan
bergaul dengan sebanyak mungkin orang. Dan perlu diketahui juga disana mungkin anda berkumpul dengan
siswa sekolah lain

Temukan polanya. Apa yang Anda lakukan selama kegiatan PRAKERIN mungkin hanya secuil dari
keseluruhan dinamika perusahaan/instansi tempat Anda bekerja. Jangan pernah puas dengan hal tersebut,
tetapi berusahalah untuk memperoleh “gambaran besar”-nya. Kenali polanya dan budaya perusahaan
tersebut.

Jangan lupa persiapkan mental untuk PRAKERIN dan belajar, bukan untuk jalan-jalan terutama yang
di PRAKERIN diluar kota, bukan berarti tidak boleh refreshing lho, yang penting niat utamanya PRAKERIN itu
belajar.

Jaga Sikap dan Perilaku. Ini juga hal penting karena berhubungan dengan nama baik almamater yang kita
pakai, menjaga sikap dan perilaku di tempat PRAKERIN merupakan cerminan sikap seorang intelektual
seperti : berpakaian rapi dan santun, sopan santun ketika masuk ke ruangan kerja, menyapa petugas dengan
salam, bertanya disaat yang tepat, jangan bertanya disaat orang sedang sibuk, dan bertanyalah dengan
pertanyaan selayaknya pelajar, dan hindari bergerombol, mengobrol atau bercanda di ruangan kerja karena
dapat mengganggu petugas yang sedang bekerja disekitar kita.

Pelihara hubungan baik dengan unit kerja pendukung untuk laporan nanti, untuk menjaga sewaktu waktu
kita memerlukan keterangan atau data pelengkap semisal dalam penyusunan Laporan PRAKERIN atau
mungkin jika kelak ada adik kelas yang akan prakerin disitu

Jangan lupa berdoa agar kegiatan PRAKERIN anda bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Aamiin..
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik / Tema Layanan Membangkitkan semangat belajar
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli memahami dan mampu Membangkitkan
semangat belajar siswa
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya
semangat dalam belajar
2. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat semangat
dalam belajar
3. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya semangat
belajar dalam hidup bermasyarakat

G Sasaran Layanan Kelas 10


H Materi Layanan Cara Meningkatkan Minat serta Motivasi Belajar
Siswa
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi http://idekreatifguru.blogspot.com/2016/01/cara-meningkatkan-
minat-serta-motivasi-belajar-siswa.html
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat
kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


yang diberikan. Setiap awal tahun, sebisa mungkin guru untuk memberikan instruksi, peraturan dan
harapan kepada siswa secara jelas agar kedepannya siswa faham dengan maksud dan tujuan gurunya.

3. Ciptakan Lingkungan Kelas Bebas Ancaman

Terkadang ada guru yang sangat menekankan sebuah konsekuensi apabila ada siswa yang melanggar,
guru tersebut terus saja mengingat dan mengulang-ngulang pembahasan ini setiap pertemuan. Tentu ini
akan memberikan image negatif siswa terhadap gurunya. Mereka akan beranggapan bahwa gurunya
tersebut sudah tidak pernah lagi percaya kepada mereka. Padahal dari pada membahas hal ini secara
terus-menerus, yang mana akan membuat diri siswa selalu dalam keadaan terancam, lebih baik
memberikan motivasi dengan memberikan kepercayaan kepada
siswa. Ketika gurumembuat sebuah lingkungan yang aman dan lebih mementingkan keyakinannya
terhadap apa yang dilakukan siswa daripada meletakkan konsekuensiterhadap siswa yang
melanggar, akan lebih memungkinkan siswa untuk tetap termotivasi untuk melakukan pekerjaan
mereka.

4. Ubah Suasana Belajar


Kelas merupakan tempat yang sangat bagus untuk belajar, namun jika dilakukan terlalu sering akan
menimbulkan perasaan bosan dari diri siswa. Untuk menghindari hal ini dan juga untuk meningkatkan
ketertarikan siswa dalam mempelajari suatu materi, berikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di
luar kelas. Guru bisa melakukannya dengan membuat suatu kunjungan lapangan, mendatangkan
pembicara atau bahkan berkunjung ke suatu sekolah untuk melakukan suatu penelitian. Hal ini akan
menjadikan otak siswa fresh dan hal-hal baru yang didapatkan akan menjadikan siswa semakin
termotivasi untuk belajar.

5. Tawarkan model dan metode pembelajaran yang beranekaragam

Siswa terkadang bosan jika metode atau model pembelajarn yang diterapkan gurunya itu-itu saja,
ceramah lagi ceramah lagi, presentasi lagi-presentasi lagi. Nah oleh karenanya, sebisa mungkin guru
dalam menerapkan model atau metode pembelajaran yang bervariasi, ini akan mengurangi kejenuhan
siswa saat pembelajaran bersama anda. Misalkan pertemuan pertama, metode yang digunakan adalah
ceramah, maka pertemuan selanjutnya guru bisa menggunakan metode dan model lain dan seterusnya.
Keanekaragaman dalam pembelajaran akan membuat siswa tidak jenuh dan bahkan bisa meningkatkan
motivasi belajar siswa.

6. Ciptakan Kompetisi yang Positif

Persaingan di dalam kelas tidak selalu hal yang buruk, bahkan bisa menjadi sesuatu yang positif jika
diterapkan untuk sesuatu yang positif. Lebih dari itu kompetisi di dalam kelas juga mampu
menumbuhkan motivasi siswa untuk bekerja lebih ekstra dan keras. Menciptakan suasana kelas agar
bisa menumbuhkan persaingan positif, mungkin bisa melalui permainan kelompok yang terkait
dengan materi atau suatu kesempatan yang bisamemamerkan pengetahuan mereka.

7. Tawarkan Hadiah

Siapa pun juga pasti akan senang dengan yang namanya hadiah, begitupun siswa. Menawarkan hadiah
kepada siswa jika mereka berhasil melakukan sesuatu merupakan salah satu cara jitu untuk
meningkatkan motivasi belajar. Hadiah seperti buku, tiket menonton, paket makanan dan lain
sebagainya merupakan contoh yang mungkin sekiranya bisa guru berikan kepada anak didiknya yang
berhasil melakukan hal yang positif. Tapi ingat, dalam memberikan rewards harus banyak yang
dipertimbangkan. Guru setidaknya memikirkan kebutuhan dan personal si siswa yang diharapkan
dengan hadiah tersebut siswa bisa semakin termotivasi dan semangat dalam belajarnya.

8. Berikan Tanggung Jawab Kepada Siswa

Menugaskan siswa sebuah pekerjaan kelas adalah cara yang bagus untuk membangun
komunitas dan untuk memberikan siswa rasa motivasi.Kebanyakan siswa akan
melihat pekerjaan kelas sebagai sesuatu yang istimewa daripada beban dan akan bekerja keras untuk
memastikan bahwa mereka bisa. Hal ini juga dapat berguna untuk memungkinkan siswa
untuk bergiliran memimpin kegiatan sehingga setiap siswa akan terasa penting dan dihargai. Salah satu
penerapan model pembelajaran Jigsaw sangat cocok untuk poin yang satu ini, yang mana didalamnya
sangat menekankan tanggung jawab dari setiap siswa.
9. Berikan Kesempatan kepada Siswa untuk Belajar Secara Berkelompok
Banyak siswa akan merasa senang untuk mencoba memecahkan masalah, melakukan percobaan dan
bekerja pada proyek-proyek tertentu dengan siswa lain secara berkelompok. Interaksi sosial
dapat membuat mereka bersemangat tentang hal-hal di dalam kelas dan siswa bisa memotivasi satu
sama lain untuk mencapai tujuan. Guru perlu memastikan bahwa kelompoknya seimbang dan
adil, sehingga beberapa siswa tidak melakukan lebih banyak pekerjaan daripada yang lain.

10. Dorong Mereka untuk Merefleksikan Diri.


Kebanyakan anak-anak ingin sukses, mereka hanya perlu dibantu untuk mencari tahu apa yang harus
mereka lakukan dalam rangka mencapai tujuan mereka. Salah satu cara untuk memotivasi siswa adalah
dengan mengarahkan dan membiarkan mereka bekerja keras untuk melihat potensi di dalam diri mereka
sendiri dan menentukan kekuatan dan kelemahan yang mereka punya. Siswa akan lebih jauh
lebih termotivasi dengan menciptakan jenis-jenis kritik yang muncul dari diri mereka sendiri
ketimbang dari gurunya.

11. Bersemangat.
Salah satu cara terbaik agar siswa menjadi termotivasi adalah dengan memperlihatkan semangat anda
saat mengajar. Ketika Anda terlihat sangat gembira dan bersemangat saat mengajar, para siswa pun
akan jauh lebih bersemangat lagi dalam belajar. Simple bukan?

12. Mengenal siswa


Mengenal siswa Anda tidak hanya sekedar tahu nama saja. Siswa pun ingin gurunya memiliki hati yang
tulus dan peduli terhadap mereka berkaitan dengan keberhasilan mereka. Ketika siswa merasa dihargai
oleh gurunya, maka akan tercipta suatu lingkungan belajar yang aman dan memotivasi mereka
untuk bekerja lebih keras, karena mereka ingin mendapatkan pujian dan umpan balik yang
baik dari seseorang yang sudah mereka anggap berharga dan menghormati mereka sebagai individu.

13. Mengetahui Minat Siswa


Mengetahui siswa juga memiliki keuntungan lain bagi para guru, yaitu anda selaku guru bisa mengaitkan
materi pembelajaran dengan sesuatu yang menjadi minat siswa. Misalkan siswa disuatu kelas sangat
senang dengan yang namanya musik, guru fisika bisa menjelaskan materi bunyi tentang frekuensi dan
peridoe dengan alat bantu seperti gitar dan sebagainya. Begitupun materi pelajaran lain, tinggal pintar-
pintar guru saja dalam mengaitkannya. Mengaitkan materi dengan minat siswa akan memberikan
motivasi belajar yang sangat efektif.

14. Bantu Siswa untuk Menemukan Motivasi dari dalam dirinya


Hal ini merupakan cara yang sangat baik untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
Bantulah siswa dalam menemukan alasan pribadi mereka untuk melakukan suatu pekerjaan, khusunya
belajar, apakah karena mereka menemukan bahan yang menarik? ingin bisa masuk ke perguruan
tinggi?atau hanya suka belajar? Adalah salah satu hadiah yang paling hebat yang dapat guru berikan
kepada anak didiknya jika mereka berhasil membantu siswanya untuk menemukan motivasi dari dalam
dirinya.

15. Kelola Kecemasan Siswa


Beberapa siswa tidak ikut berperan aktif di dalam kelas bisa disebabkan karena kecemasan. Kecemasan
takut salah, kecemasan tidak dihargai atau kecemasan-kecemasan lainnya. Sebagai seorang guru
pastikan untuk memberikan sebuah arahan dan masukan yang setidaknya bisa mengurangi atau bahkan
menghilangakn kecemasannya tersebut.

16. Buatlah Tujuan yang Tinggi tetapi Masih bisa Dicapai


Jika anda sebagai seorang guru tidak bisa memaksakan siswanya untuk menggapai apa yang bisa ia
capai, paling tidak usahakan mereka untuk memaksakan diri mereka sendiri dalam mencapainya.
Tumbuhkan perasaan dari dalam diri mereka untuk memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya.
Jangan pernah takut untuk mendorong siswa untuk mendapatkan lebih banyak dari mereka. Ini
dilakukan untuk kebaikan si siswa sendiri dan membantu menggapai kesuksesannya.

17. Berikan Feedback dan Bantu Menemukan Solusi

Siswa yang sudah berjuang dalam mengerjakan tugas, dan tetap mengalami kesulitan,
terkadang menjadikan mereka merasa frustrasi dan tentunya ini akan menurunkan motivasi. Dalam
situasi ini sangat penting bagi seorang guru untuk membantu siswanya dalam belajar persis di
mana mereka mengalami kesulitan.

18. Track Progress


Hal ini akan sangat sulit bagi siswa untuk melihat seberapa jauh kemampuan mereka, khusunya bagi
mereka yang mengalami kesulitas pada mata pelajaran tertentu. Track Progress dapat berguna di
kelas, tidak hanya untuk guru, tetapi juga bagi siswa. Guru dapat menggunakan ini sebagai cara
untuk memotivasi siswa, yang memungkinkan mereka untuk melihat secara
visual seberapa jauh prestasi belajar mereka sepanjang tahun.

19. Jadikan Kelas menjadi Menyenangkan


Siswa yang melihat kelas sebagai tempat di mana mereka bisa bersenang-senang (Positif) akan
lebih termotivasi untuk memperhatikan dan melakukan pekerjaan dalam kegiatan pembelajaran daripada
mereka yang menganggapnya sebagai sebuah tugas. Menambahkan sebuah kegiatan yang
menyenangkan di kelas bisa membantu siswa yang kesulitan untuk tetap terlibat dan akan
membuat kelas menjadi tempat yang jauh lebih ramah untuk semua siswa.

Baca juga : Tips Ampuh Membuat kelas Menjadi Lebih Menyenangkan

20. Berikan Kesempatan untuk Melakukan


Siswa, bahkan yang terbaik sekalipun, bisa menjadi sangat frustrasi dan kehilangan motivasi ketika diri
mereka tidak mendapatkan pengakuan dari siswalain terlebih dari gurunya. Pastikan bahwa semua
siswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam suatu kegiatan pembelajaran. Ini akan
meningkatkan motivasi dari dalam diri mereka untuk melakukan yang terbaik.
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik / Tema Layanan Mind mapping untuk prestasi belajar

D Fungsi Layanan Pemahaman


E Tujuan Umum Peserta didik/konseli memahami dan mampu membuat
mindmapnya untuk mencapai prestasi belajar

F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertiaan mind


mapping
2. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat mind mapping
3. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya membuat
mind mapping untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan
dalam hidup bermasyarakat

G Sasaran Layanan Kelas 11


H Materi Layanan Pengertian mind mapping
Cara membuat mind mapping

I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit


J Sumber Materi https://blog.ruangguru.com/belajar-cepat-dengan-mindmap
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat
kesimpulan yang terkait dengan materi
layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


Mind Mapping: Cara Cermat Belajar Cepat, Yuk Dicoba!
Pernahkah kamu mendengar mind mapping? Nah, ini bisa bantu
belajar kamu nih! Singkatnya, mind mapping adalah pemetaan pikiran yang
terorganisir secara visual dari ide dan konsep. Teknik ini awalnya diperkenalkan
oleh Tony Buzan, seorang psikolog asal Inggris. Dengan cara kreatif ini, dijamin
lebih ampuh untuk memahami maupun menghafal materi pelajaran. Apa
saja ya kelebihan-kelebihan belajar menggunakan metode mind mapping? Yuk
kita bahas bareng yuk!

Meningkatkan daya ingat kita lebih detail

Dengan mind mapping, akan membantu kita untuk mengingat secara detail lebih
baik lagi. Kenapa? Karena dengan mind mapping kita belajar menggunakan otak
kanan yang melibatkan imajinasi, visualisasi, kreativitas, dan berhubungan
langsung dengan otak bawah sadar sehingga lebih mudah untuk diingat.

Selain itu, dengan teknik belajar ini, pikiran kita akan fokus pada topik utama
kemudian mengasosiasi dengan kata kunci tertentu dari sebuah pelajaran. Ini
tentu akan mempermudah kita untuk mengingat karena kita fokus pada poin-poin
penting dan menyimpulkannya ke dalam peta konsep sederhana.

Materi sulit jadi lebih mudah dikuasai

Yang membuat kita kesulitan untuk memahami suatu pelajaran seringkali karena
kita belum memahami gambaran besar dari materi tersebut. Jadinya, mau
dipelajari berulang kali pun rasanya masih ada yang kurang paham atau bahkan
terlupakan begitu saja.

Kamu pasti pernah kan kesulitan memahami suatu materi, tetapi ketika
mendapatkan kata kuncinya terasa lebih mudah untuk memahaminya? Nah,
dengan mind mapping, kita belajar dengan menggunakan kata kunci untuk
mendeskripsikan setiap materi agar lebih mudah dipahami. Jadi, cukup ingat satu
kata kunci langsung paham semua deh. Hore!

Belajar dengan cara kreatif, lebih menyenangkan!

Belajar dengan mind mapping tentunya lebih menyenangkan karena melibatkan


kreativitas. Mungkin selama belajar kita akan cepat bosan dan hilang semangat
karena membaca buku yang hanya berisi tulisan. Tapi, ketika kita belajar
dari mind map yang sudah dibuat setiap selesai belajar pasti kita akan lebih
semangat. Apalagi, bila menggunakan warna yang kita sukai dan dilengkapi
dengan gambar yang lucu, belajar berulang kali pun tetap menarik bukan? Hehe.

Yuk mulai buat mind map versimu!

Nah, daripada penasaran mending yuk dicoba buat mind map versi kamu sendiri.
Gimana caranya? Sederhana kok, kamu tinggal melakukan hal berikut:

1. Siapkan peralatan tulis, berwarna lebih seru!


Pulpen Berwarna (Sumber: aliexpress.com)

Untuk memulai mind mapping, persiapannya mudah! Pertama, siapkan kertas


yang siap kamu corat-coret, utamakan kertas polos ya biar kamu bisa bebas
berimajinasi. Kedua, tentunya pensil atau spidol warna-warni biar tampilannya
lebih menarik! Dan… jangan lupa semangat untuk belajar supaya tetap
fokus, hihi.

2. Dimulai dari topik utama

Setelah semua sudah siap, mulai mind mapping dengan menuliskan topik utama
di bagian tengah halaman. Dari situ, baru mulai mengembangkan menjadi
subtopik yang berkaitan disertai turunannya. Misalnya, kamu sedang belajar IPA,
lalu topik utamanya adalah cara berkembang makhluk hidup. Berarti subtopik-nya
terbagi generatif dan vegetatif. Turunan untuk vegetatif misalnya tumbuhan dan
hewan, seterusnya.

3. Gunakan satu kata atau frase

Usahakan untuk menggunakan satu kata atau frase untuk setiap subtopik
maupun turunannya ya! Kenapa? Tentu saja untuk memudahkan kamu untuk
mengingat. Kalau kamu menggunakan kata yang terlalu panjang atau rumit, tentu
akan menghambat kamu untuk menghafalnya bukan?

4. Berkreasi dengan ilustrasi dan warna

Bisa dicoba nih dengan memberikan ilustrasi sederhana supaya mind map kamu
lebih seru! Jangan lupa gunakan warna yang berbeda juga ya untuk setiap garis
subtopik, biar lebih menarik secara visual. Semakin berkreasi pasti semakin
menarik mind map kamu :)
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER (GENAP) TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik layanan Pemanasan Global dan Dampaknya
D Fungsi Layanan Pemahaman

Peserta didik/konseli dapat menjadi individu yang sadar


E Tujuan Umum akan dampak dari pemanasan global

Peserta didik / konseli ikut serta dalam mengurangi


F Tujuan Khusus pemanasan global

Sasaran layanan 11
G

1. Penyebab Pemanasan Global


H Materi layanan
2. Dampak Pemanasan Global (Global Warming)

I Waktu 2 x 45 Menit
http://www.artikelsiana.com/2015/03/pengertian-
J Sumber
pemanasan-global-penyebab-dampak-akibat.html
K Metode/ Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media/Alat Alat tulis LCD, Power Point
N Pelaksanaan
M Tahap Awal/Pendahuluan
1. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor menyapa
peserta didik dengan kalimat yang membuat siswa
bersemangat.
a. Pernyataan Tujuan
2. Pada tahap ini bisa juga diikuti dengan proses Ice
Breaking/ games sederhana.
3. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan tentang tujuan tujuan khusus yang akan
dicapai
b. Penjelasan tentang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
langkah-langkah menjelaskan langkah-langkah kegiatan, tugas dan
kegiatan tanggung jawab peserta didik.
Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
c. Mengarahkan kegiatan
memberikan penjelasan tentang topik yang akan
(konsolidasi)
dibocarakan
Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
d. Tahap Peralihan
menanyakan kesiapan peserta didik melaksanakan
(Transisi)
kgeiatan, dan memulai ke tahap inti
2. Tahap Inti
Peserta didik melakukan berbagai kegiatan sesuai
a. Kegiatan peserta didik langkah-langkah dan tugas serta tangggung jawab yang
telah dijelaskan.
b. Kegiatan guru
Bimbingan dan Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
Konseling atau memberikan materi yang telah disiapkan
konselor
3. Tahap Penutup
a. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
memberikan penguatan atau
b. merencanakan tindak lanjut.
O Evaluasi
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang
terjadi:
1. Mengadakan refleksi
2. Sikap peserta didik dalam mengikuti kegiatan :
(contoh :semangat/ kurang semangat/ tidak semangat)
1. Evaluasi Proses 3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau
bertanya : sesuai dengan topik/ kurang sesuai dengan
topik/ tidak sesuai dengan topik
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan terhadap
pertanyaan Guru Bimbingan dan Konseling atau
konselor: mudah dipahami/ tidak mudah/ sulit
dipahami
Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain:
1. Merasakan suasana pertemuan: menyenangkan/
kurang menyenangkan/tidak menyenangkan
2. Topik yang dibahas: sangat penting/ kurang penting/
tidak penting
2. Evaluasi Hasil
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan: mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti: menarik/ kurang menarik/ tidak
menarik untuk diikuti

Lampiran : 1. Materi yang diberikan disajikan secara lengkap


Mengetahui : Demak, Juli 2019
Kepala Sekolah, Guru BK/ Konselor

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


Pengertian pemanasan global (global warming) banyak didefinisikan para ahli dimana proses, penyebab,
dampak/akibat dan cara mengatasi merupakan hal yang paling penting dalam kajian seputar pemanasan
global. Kita semua tahu dampaknya sangat membahayakan bagi kesehatan bumi kita dan tentu
berdampak bagi seluruh penghuni bumi. Pertama-tama mari kita membahas Secara Umum,
Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan
atmosfer dan permukaan bumi.

Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang
sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan
terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam
gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala
pemanasan global adalah pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting
beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa
mengalaminya.

Penyebab Pemanasan Global (Global Warming) - Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat
mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan
permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak
hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global yang perlu teman-teman ketahui dalam
memperbaiki dan menanggulangi hal tersebut. Penyebab Pemanasan Global adalah sebagai berikut...

 Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah
kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di
atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke
permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun jika
berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim.
 Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga
panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas
tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon
dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu
bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam.
 Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia
yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan
rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC.
 Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam
terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor,
mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida
yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global
karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke
angkasa.
 Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati
urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal
dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di
persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi
hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi.
 Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan
oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah
jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang
berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.
 Pemboroson Energi Listrik :Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran
dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan
karbon dioksida
 Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat : Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon
dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja
menimbulkan pemanasan global.
 Pembakaran Sampah Secara Berlebihan : Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan
secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran
sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas.

Dampak Pemanasan Global (Global Warming) - Pemanasan global mempunyai dampak/ akibat yang
sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia.
Dampak pemanasan global adalah sebagai berikut...

 Gunung-gunung es akan mencair


 Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
 Air tanah cepat menguap yang akan menyebabkan kekeringan
 Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola yang berbeda-beda yang dapat membentuk angin
puting beliung
 Cuaca menjadi sulit diprediksi dan lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem
 Kenaikan permukaan laut yang sangat banyak akan menyebabkan Tsunami, banjir dan pulau-
pulau akan tenggelam.
 Menyebabkan kekeringan di wilayah pertanian sehingga tanaman akan rusak
 Dapat mengakibatkan gagal panen akibat dari cuaca yang ekstem dengan terjadi banjir yang
mengakibatkan tanaman pertanian akan terendam
 Meningkatnya hama pangan akibat dari perubahan iklim
 Populasi hewan dan tumbuhan akan menurun
 Meluasnya berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia seperti DBD, malaria.
 Meningkatnya kasus orang meninggal akibat dari cuaca yang panas seperti jantung, stroke, dehidrasi,
dan stress.
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik / Tema Layanan Berpikir dan bersikap positif
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli memahami dan mampu membuat
mindmapnya untuk mencapai prestasi belajar

F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertiaan


Berpikir dan bersikap positif
2. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat Berpikir
dan bersikap positif
3. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya
Berpikir dan bersikap positifdalam hidup bermasyarakat

G Sasaran Layanan Kelas 11


H Materi Layanan Berpikir dan bersikap positif
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi https://blog.ruangguru.com/belajar-cepat-dengan-mindmap
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang
terkait dengan materi layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


Positif Thinking yang dalam bahasa pribuminya sama dengan berpikir positif adalah sebuah
sikap atau prilaku, serta cara pandang seseorang yang selalu positif dalam mensikapi
kehidupan ini.
Positif Thinking hanyalah modal dasar seseorang dalam kehidupan, karena dengan
semakin kompleknya masalah yang kita hadapi apabila hanya berpikir positif saja tidaklah
cukup. Selanjutnya setelah berpikir positif kita harus positif Change atau berubah menjadi
semakin baik.Dengan bersikap positif (Positif thinking) bukan berarti telah menjamin
tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah
berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh
apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar
kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana
cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita
berpikir.

Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan.
Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju
keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di
sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.

Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang
menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-
orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang
menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan
cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif. Namun, dapat dilihat pula bahwa
semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari
banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini memperoleh
popularitas dengan cepat.

Dalam berpikir positif (positif thinking) melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-
kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif(membangun) bagi perkembangan pikiran
anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan
dalam setiap situasi dan tindakan anda. Berpikir Positif diawali dengan sebuah keyakinan
pada diri sendiri. Keyakinan bahwa dirinya mampu. Keyakinan yang mengatakan bahwa diri
beliau “bisa”. Jika Anda melihat diri Anda “bisa”, maka Anda akan “bisa”. Jika Anda melihat
diri Anda akan menghasilkan, maka Anda akan menghasilkan. Jika Anda tidak bisa
melakukan hal seperti ini, maka Anda masih dikuasai oleh pikiran negatif.
Berpikir positif bukan merupakan tujuan melainkan suatu jalan untuk mencapai tujuan.
Menjadikan berpikir positif sebagai tujuan memang membawa manfaat tetapi manfaat
tersebut belumlah seberapa jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat jika berpikir
positif dijadikan sebagai suatu jalan.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Berfikir Positif

Menurut Widarso, faktor-faktor yang mempengaruhi berfikir positif yaitu :

a. Optimisme

Seseorang merasa yakin atas apa yang dilakukan dan selalu melihat sisi terang dari segala
sesuatu.

b. Kreativitas

Kemampuan individu untuk mengembangkan diri dan menciptakan segala sesuatu yang berbeda
dari orang lain.

c. Percaya diri

Suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuannya diri sendiri sehingga orang yang
bersangkutan tidak terlalu cemas dalam tindakan, dapat merasa bebas untuk melaksanakan hal-hal
yang disukai dan bertanggung jawab atas perbuatannya, hangat dan sopan dalam berinteraksi
dengan orang lain, dapat menerima dan mengenal kelebihan serta kekurangan. (Widarsono,2002)
Faktor-faktor Penyebab Berpikir Negatif

Ada 11 penyebab utama orang berpikir negatif yaitu :


1. Jauh dari Allah
Kehidupan material, persaingan yang ketat, dan perubahan cepat yang terjadi dalam kehidupan itu
membuat banyak orang hanyut terbawa arus hingga menjauh dari Allah. Ambisi utama orang yang
jauh dari Allah adalah dunia. Hidupnya sempit dan dipenuhi hal-hal negatif.

2. Program terdahulu
Pernahkah Anda mendengar cerita, ada orang yang hendak mengendarai mobilnya. Semua sudah
dilakukan seperti biasanya, tapi mobil tetap tidak bergerak dari tempatnya. Ia injak pedal gas lebih
dalam tapi mobil tetap tidak bergerak. Apa yang terjadi ? ternyata rem tangan tetap dalam kondisi
terkunci.

Program terdahulu yang negatif sama halnya dengan rem tangan pada mobil dalam kisah di atas.
Setiap kali Anda berusaha untuk bergerak maju, ia akan menyeret Anda ke belakang atau tetap diam
ditempat.

Yang paling penting untuk kita ketahui adalah 7 th pertama dari kehidupan kita membentuk 90%
nilai yang kita yakini. Nilai-nilai itu kita dapatkan dari orangtua, kerabat, masyarakat, sekolah, teman
dan lain-lain. Jika program yang kita terima pada usia 7 th pertama ini negatif maka akan
mempengaruhi seluruh dimensi kehidupan kita.

3. Tidak ada tujuan yang jelas


Tidak ada tujuan yang jelas dalam kehidupan seseorang membuatnya tidak memaksimalkan
kemampuan yang dianugerahkan kepada Allah. Jika demikian, hidupnya menjadi sia-sia, dihantui
rasa takut dan cemas menghadapi masa depan. Orang yang tidak memiliki tujuan yang jelas bagaikan
berjalan ditengah kegelapan. Ia akan mudah dipengaruhi hal-hal negatif dan diombang-ambingkan
kehidupan.

4. Rutinitas Negatif
Rutinitas negatif yang dimaksud adalah melakukan hal yang sama dengan cara yang sama sepanjang
waktu tanpa perubahan. Contoh ; bangun tidur, minum kopi, sarapan, lalu berangkat kerja. aktivitas
ini selalu dilakukan setiap hari. Begitu juga setelah pulang dari kerja, ia melakukan hal yang sama.
Begitulah ia berkutat dengan rutinitas tsb hingga hidupnya terasa tak bermakna. Orang yg hidup
dalam rutinitas negatif akan kehilangan perhatian terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu
disekitarnya. Selain itu, apapun perubahan yang terjadi, baginya terasa hambar.

5. Pengaruh Internal
Tantangan terbesar dalam hidup manusia adalah dirinya sendiri. Tantangan ini tidak datang dari luar,
tapi bersumber dari dalam. Penyebab utama penderitaan seseorang adalah dirinya sendiri melalui
pikiran negatif tentang diri sendiri yang terjadi berkali-kali, kemudian diikat oleh perasaan hingga
menjadi keyakinan.

6. Pengaruh Eksternal
Pengaruh eksternal yang datang dari kerabat, teman, dan media informasi bisa begitu kuat
memengaruhi kita, menggerakkan perasaan kita, lalu merampas impian kita. Ia sangat mungkin
membuat kita frustasi dan berpikir negatif. Pengaruh Eksternal menyebabkan lahirnya pikiran negatif
yang melahirkan berbagai penyakit, baik kejiwaan atau fisik.

7. Kehidupan Masa Lalu


Sebagian besar masalah yg dihadapi manusia bersumber pada masa lalu dan masa depan. Keduanya
tidak berwujud. Masa lalu sudah berakhir, jika dapat memetik pelajaran dari masa lalu, Anda akan
pandai menyikapi kehidupan. Jika tidak, Anda akan terpenjara oleh perasaan negatif yang ada
dalam ingatan.Jika Anda putuskan untuk hidup dimasa yang akan datang, Anda pun akan terpenjara
oleh keraguan dan kebimbangan.
8. Konsentrasi yang negatif
Konsentrasi negatif bersumber dari pikiran negatif. Pikiran ini akan membuat seseorang memusatkan
perhatian pada rintangan dan melupakan hal-hal positif yang ada dalam hidupnya. Ketika konsentrasi
itu dilakukan berkali-kali maka akan menjadi keyakinan yang melahirkan masalah yang tak
berujung.

9. Semangat yang lemah


Ketika seseorang merasa semangatnya melemah, ia mencari pelarian dari keadaan ini. Misalnya,
Nonton TV berjam-jam, makan meski tidak lapar, merokok, minum minuman keras, narkoba.
Kondisi ini bisa menjadi penyebab utama hilangnya berbagai kesempatan.

10. Persahabatan yang tidak baik


Persahabatan yang tidak baik akan menyebabkan kita berkonsentrasi pada hal-hal yang negatif.
Pepatah Arab mengatakan, ” Teman duduk seseorang menggambarkan dirinya.” Rasulullah saw
bersabda, ” Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka perhatikan olehmu dengan siapa
engkau berteman.”

11. Media Informasi


Media informasi menjadi penyebab utama dalam memengaruhi orang dengan cara-cara yang negatif.
Akibatnya pikiran dan konsentrasi terbentuk dengan pola yang serupa. Misalnya, di televisi kerap
menayangkan para artis yang erotis. Tujuannya tentu mengumbar syahwat, menjadikan masyarakat
terutama kaum remaja, terjerumus ke lembah perzinaan.

Berikut manfaat dar berpikir positif (positif thinking) :


1. Mengatasi stres : Berpikir positif membantu Anda mengatasi situasi stres, mengabaikan
pikiran negatif, mengganti pikiran pesimis menjadi optimis, mengurangi kecemasan dan
mengurangi stres. Ketika Anda mengembangkan sikap positif Anda bisa mengontrol hidup
Anda dengan baik.
2. Menjadi lebih sehat : Pikiran kita secara langsung mempengaruhi tubuh dan bagaimana
cara bekerjanya. Ketika Ada mengganti pikiran negatif dengan ketenangan, kepercayaan
dan kedamaian, bukannya dengan kebencian, kecemasan, dan kekhawatiran, maka Anda
akan merasakan kesejahteraan. Dan ini berarti Anda tidak mengalami gangguan saat tidur,
tidak merasakan ketegangan otot, kecemasan, dan kelelahan. Orang-orang yang berpikir
negatif lebih muda terkena depresi.
3. Percaya diri : Dengan berpikir positif, maka Anda lebih percaya diri dan tidak untuk
menciba menjadi orang lain. Jika Anda tidak percaya diri Anda tidak akan pernah
mendaptkan kehidupan yang lebih baik.
4. Bisa mengambil keputusan yang benar : Berpikir positif mencegah Anda memilih
keputusan yang salah atau melakukan hal yang bodoh yang kemudian Anda sesali. Berpikir
positif membuat Anda memilih keputusan dengan cepat.
5. Meningkatkan fokus : Menggunakan pikiran positif membantu Anda lebih fokus saat
menghadapi masalah. Jika Anda berpikir negatif akan membuang-buang waktu, dan energi
Anda.
6. Bisa mengatur waktu lebih baik : Dengan meningkatnya fokus serta kemampuan
membuat keputusan yang lebih baik, Anda akan lebih terorganisir. Ini akan membantu
Anda mendapatkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan orang yang Anda cintai.
7. Lebih sukses dalam hidup : Sikap positif tak hanya bisa meningkatkan fokus Anda dan
lebih bisa mengatur waktu dengan baik tetapi mengarahkan Anda pada kebahagian dan
keberhasilan saat m engubah hidup Anda.
8. Memiliki banyak teman : Ketika berpikir positif, Anda akan menarik perhatian orang-orang
dan ketika orang-orang tersebut dekat dengan Anda mereka akan merasa nyaman.
9. Menjadi pemberani : Ketakutan berasal dari pikiran negatif. Menjadi pemikir positif
menghilangkan rasa takut. Keberanian berasal dari kenyataan bahwa Anda tetap positif
Anda akan tahu bahwa apapun yang terjadi dalam hidup Anda, Anda dapat
menghadapinya.
10. Hidup lebih bahagia: Percaya diri merupakan suatu fakta bahwa Anda bahagia menjadi
diri Anda sendiri dan tidak mencoba untuk menjadi orang lain. Jika Anda memiliki semangat
berpikir positif, Anda selalu mengantisipasi hidup bahagia, damai, tawa, kesehatan yang
baik dan kesuksesan finansial.
Langkah – langkah agar selalu berpikir positif :
– Jadilah optimis dan mengharapkan hasil yang baik dalam segala situasi.

– Cari alasan untuk tersenyum lebih sering.

– Visualisasikan hanya apa yang Anda inginkan terwujud

– Libatkan diri Anda dalam kegiatan rekreasi menyenangkan.

– Baca dan kutipan yang inspirasional.

– Ikuti gaya hidup sehat. Olahraga setidaknya tiga kali seminggu.

– Bergaulah dengan orang yang selau berpikir positif.

Belajar berpikir positif dapat kita lakukan dimana-mana, di setiap


langkah kehidupan yang harus kita lalui. Semakin kita mau belajar untuk berpikir positif dan
tetap berusaha berpikir positif, maka itu sama artinya kita telah mengembangkan kualitas
diri kita tanpa harus kita membuat kesalahan yang tidak perlu kita lakukan.

Bagaimanakah caranya agar seseorang dapat menerapkan konsep berpikir


positif dalam kehidupan?
Pada dasarnya, ada sejumlah point yang harus dipelajari :

1 . Belajarlah untuk berpikir kritis, dimana kita harus mempertimbangkan


adanya hal-hal yang membentuk suatu masalah dari berbagai sisi.
Contohnya : dengan tidak mudah menerima adanya informasi atau berita
yang tidak atau belum pasti kebenarannya. Pola berpikir kritis juga kita terapkan terhadap
pendapat, tanggapan, atau pandangan orang lain, dimana sikap kritis tersebut bermanfaat
untuk memberikan perbandingan apakah alur pemikiran kita sudah benar atau belum.

2. Sebelum bertindak atau mengambil keputusan, berpikirlah terlebih


dahulu. Jangan bertindak atau mengambil keputusan terlebih dahulu, baru
memikirkan kenapa kita bertindak atau membuat keputusan demikian.

3. Bersikaplah terbuka terhadap segenap pendapat atau masukan dari orang


lain. Dalam hal ini, kita harus selalu bersedia dikoreksi orang lain

4. Sebelum mengambil keputusan penting, bersikaplah hati-hati dan buatlah


perhitungan-perhitungan yang sesuai dengan logika atau cara berpikir
dengan nalar yang benar, untuk menghindari keluarnya sebuah keputusan
yang diambil secara gegabah.

5. Perluas wawasan dan asah terus kemampuan analisis kita terhadap


permasalahan yang ada sehingga kita tidak cepat menghadirkan prasangka
atau penilaian buruk pada orang lain atau pada situasi yang memerlukan
penilaian tepat dan benar.

6. Biasakan melakukan kegiatan check dan recheck untuk setiap informasi


yang kita ragukan kebenarannya.

7. Selalu menanamkan pikiran optimis dalam benak pikiran kita.

8. Berusahalah untuk tidak mempersulit orang lain, namun ajari orang lain
untuk dapat berpikir dengan cara-cara yang benar dalam mengambil
keputusan.

9. Selalu bersikap tenang pada saat ingin mengambil keputusan.

10. Sebelum mengambil keputusan, pertimbangkan segala sesuatunya dengan


seksama

11. Jangan kita selalu menganggap benar terhadap segala sesuatu yang kita
sukai, dan cepat menolak untuk setiap pendapat, saran, atau tanggapan
yang diberikan orang lain.

12. Bersikaplah jujur pada diri sendiri, dengan belajar dari kesalahan,
mengakui adanya kekurangan serta kelebihan dalam diri kita, dan tidak
mudah terpancing oleh hal-hal praktis namun sesungguhnya kepraktisan
itu bukanlah konsep berpikir yang benar. Apabila semuanya itu bisa kita lakukan atau
terapkan, maka kita telah melatih diri kita untuk selalu berpikir positif untuk setiap peristiwa
yang harus kita hadapi dalam hidup ini, meskipun mood kita sedang tidak baik.
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik layanan Etika bergaul
D Fungsi Layanan Pemahaman
Peserta didik mampu mengaplikasikan etika bergaul yang baik
E Tujuan Umum

1. Peserta didik/konseli dapat memahami etika bergaul


2. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat dari etika
bergaul
F Tujuan Khusus
3. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya etika
dalam bergaul untuk menyampaikan pesan, ide atau
gagasan dalam hidup bermasyarakat

Sasaran layanan Kelas 11


G
Prinsip-prinsip etika pergaulan remaja
H Materi layanan Faktor yang mempengaruhi pergaulan remaja
Prinsip dasar pergaulan yang sehat
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
https://fentifs.wordpress.com/2013/09/03/pergaulan-remaja-
J Sumber
sehari-hari/
Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
K Metode/ Teknik
LCD, Power Point
L Media/Alat
N Pelaksanaan
M Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
1. Tahap Awal /Pedahuluan (menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didikdicapai
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan
dengan materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok
5- 6 orang
2. Tahap Inti 5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-
masing
Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan
yang terkait dengan materi layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Tahap Penutup
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
O Evaluasi
Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :

1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan


di kertas yang sudah disiapkan.

1. Evaluasi Proses 2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan

3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau


bertanya

4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan


guru BK
Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :

1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang


menyenangkan/tidak menyenangkan.

2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak


penting
2. Evaluasi Hasil
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit
dipahami

4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak


menarik untuk diikuti

Lampiran : 1. Materi yang diberikan disajikan secara lengkap


2. Lembar kerja peserta didik (kalau ada)

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui :
Kepala Sekolah, Guru BK/ Konselor

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


DUNIA PERGAULAN DAN ETIKA PERGAULAN REMAJA

Masa remaja merupakan masa yang sangat kritis, masa untuk melepaskan ketergantungan
terhadap orang tua dan berusaha mencapai kemandirian sehingga dapat diterima dan diakui
sebagai orang dewasa. keberhasilan para remaja melalui masa transisi sangat dipengaruhi oleh
faktor biologis(faktor fisik), kognitif(kecerdasan intelektual), psikologis(faktor mental), maupun
faktor lingkungan. Dalam kesehariannya,remaja tidak lepas dari pergaulan dengan remaja lain.
remaja dituntut memiliki keterampilan sosial (social skill) untuk dapat menyesuaikan diri
dengan kehidupan sehari-hari. keterampilan-keterampilan tersebut meliputi kemampuan
berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, mendengarkan pendapat/ keluhan dari
orang lain, memberi / menerima umpan balik, memberi/ menerima kritik, bertindak sesuai
norma dan aturan yang berlaku, dan lain-lain.

Prinsip-prinsip etika pergaulan remaja

1. Hak dan kewajiban


Hak kita memang layak untuk kita tuntut, tapi juga jangan sampai meninggalkan kewajiban kita
sebagai makhluk sosial.
2. Tertib dan disiplin
Selalu tertib dan disiplin dalam melakukan setiap aktivitas. Disiplin waktu biar nggak keteteran.
3. Kesopanan
Senantiasa menjaga sopan santun, baik dengan teman sebaya atau orang tua dan juga guru
dimanapaun dan kapanpun.
4. Kesederhanaan
Bersikaplah sederhana .
5. Kejujuran
Jujur akan membawa kita ke dalam kebenaran. Bersikap jujurlah walau itu pahit.
6. Keadilan
Senantiasa bersikap adil dalam bergaul. Tidak membeda-bedakan teman.
7. Cinta Kasih
Saling mencintai dan menyayangi teman kita agar terhindar dari permusuhan.
8. Suasana & tempat pergaulan kita Ini sangat penting juga buat kita. Musti diperhatiin ya nih.

Faktor yang mempengaruhi pergaulan remaja

Sebagai makhluk sosial, individu di tuntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang
timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri
sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Begitu juga dengan pergaulan pada remaja,
ada beberapa faktor yang bisa memengaruhinya antara lain :

1. Kondisi fisik
2. Kebebasan Emosional
3. Interaksi sosial.
4. Pengetahuan terhadap kemampuan diri
5. Penguasaan diri terhadap nilai-nilai moral dan agama
Prinsip dasar pergaulan yang sehat
Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem,
yaitu terlalu sensitive (menutup diri) atau terlalu bebas. Semestinya lebih di tekankan kepada
hal-hal positif, seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan
serta menambah wawasan.

1. Saling menyadari bahwa semua orang saling membutuhkan


dan merasa paling benar. Seperti kita ketahui bersama bahwa setiap manusia pasti akan
membutuhkan manusia lain. Keadaan ini harus kita sadari betul, supaya kita tidak menjadi
manusia paling egois
2. Hubungan memberikan nilai positif bagi kedua belah pihak
Hubungan yang baik adalah hubungan yang saling menguntungkan. Saya yakin anda tidak suka
di rugikan demikian sebaliknya orang lain juga tidak suka kita rugikan. Dari itulah salah satu
dasar pergaulan sehat yang lain adalah simbiosis mutualisme. Jangan sampai kita berpikir
untuk merugikan orang lain
3. Saling menghormati dan menghargai
Satu kata yang selalu saya ingat jika kita ingin di harga dan di hormati orang lain, maka kita
harus lebih dulu bisa menghargai dan menghormati orang lain. Mengahargai dan menghormati
orang lain ini bisa di lakukan dengan banyak hal seperti menghargai dan menghormati
pendapat orang lain, menghargai dan menghormati cara beribadah orang lain, menghargai dan
menghormati adat istiadat orang lain, menghargai dan menghormati cara berpikir orang lain
dan sebagainya.
4. Tidak berprasangka buruk
Agama menapun jelas melarang seseorang untuk berprasangka buruk kepada orang lain.
Karena prasangka buruk hanya akan mendatangkan masalah dan permusuhan antara kita
dengan orang lain.
5. Saling memahami perbedaan
Manusia di lahirkan dengan berbagai macam perbedaan, baik itu dari segi fisik, psikologis, ras,
suku, budaya dan lain-lain. Setiap manusia itu memiliki keunikan tersendiri, karena hal inilah
kita harus memahami perbedaan tersebut.
6. Saling memberikan nasihat
Orang bijak berkata teman yang baik adalah teman yang selalu mengajak ke jalan yang baik
dan mencegah ke jalan yang tidak baik. Ini juga salah satu prinsip pergaulan yang sehat.
Dengan saling memberikan nasehat, kita secara tidak langsung, menjalin hubungan yang lebih
sehat bukan hanya untuk dunia saja, tapi juga untuk akhirat kelak.
Memahami Etika dalam Pergaulan
Dari pembahasan di atas kami menyimpulkan:
1. Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan
situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama,
kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
2. Cara yang baik bersikap dalam pergaulan adalah bagaimana seseorang tersebut
mengutamakan perilaku yang sopan santun saat berhubungannya dengan setiap orang.
3. Dunia pergaulan banyak jenisnya. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktor umur,
pekerjaan, keterikatan, lingkungan dan sebagainya.
4. Dampak positif dari pergaulan adalah Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa
diterima di berbagai lapisan sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu
yang pantas diteladani.
5. Dampak negatif dari pergaulan adalah tumbuh menjadi sosok individu dengan kepribadian
yang menyimpang.
Berbagai masalah tentang masalah pergaulan remaja pada masa ini, terutama di negara kita
Indonesia, yang dikenal dengan baik budaya ketimuran kita yang terkenal mengerti akan sopan
santun juga marak terjadi.
Semua permasalahan itu contohnya :
Narkoba
Penyakit HIV/AIDS
Hamil di luar nikah
Mencuri
Clubing
Perkataan Buruk dan Jorok
Tawuran dan Perkelahian
Merokok
Membolos Sekolah
Peniruan Budaya Barat, dsb.
Masalah pergaulan remaja juga dapat dijadikan sarana titik kebangkitan para remaja dengan
cara melakukan kegiatan yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain, seperti mewakili sekolah
masing-masing dalam perlombaan, melakukan penanaman hijau, dan lain sebagainya. Dengan
kegiatan tersebut, maka dapat membantu remaja dalam menyiapkan masa depannya.
Maka, sebagai kesimpulan khusus berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dar analisis data
ialah :
1. Lingkungan pergaulan dapat mengubah kepribadian para remaja.
2. Remaja dengan lingkungan pergaulan yang baik lebih baik kepribadiannya daripada anak
dengan lingkungan pergaulan yang jelek.
3. Peran orang tua, teman, guru, dan masyarakat sangatlah dibutuhkan bagi remaja dalam
bentuk contoh dan nasihat untuk menghadapi masalah pergaulan remaja.
4. Timbulnya rasa peduli terhadap lingkungan dan pergaulan remaja, setelah melakukan
perbuatan yang baik dan berguna.
Oleh karena itu, kita yang ‘remaja’ harus berhati hati agar kita tidak terjebak dan tidak mudah
terpengaruh pergaulan jaman sekarang yang bersifat negatif^^
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik / Tema Layanan Bahaya narkoba dan dampaknya
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli memahami Bahaya narkoba dan dampaknya
bagi kesehatan

F Tujuan Khusus Peserta didik/konseli dapat menjauhi narkoba

G Sasaran Layanan Kelas 11


H Materi Layanan Bahaya narkoba dan dampaknya bagi kesehatan manusia
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang
terkait dengan materi layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


Pengertian Narkoba: Apa Itu Narkoba
Pengertian Narkoba| Narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya adalah bahan kimia baik sintetik
ataupun organik yang merusak kerja saraf. Pengertian narkoba oleh kementerian kesehatan diartikan
sebagai NAPZA. Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Narkoba dapat menyebabkan ketagihan, terganggu
pada bagian saraf dan atau mampu tidak sadarkan diri.
Jangan pernah gunakan narkoba

Pengertian Narkotika secara umum adalah obat-obatan yang mampu membius. Dengan kata lain, narkotika
adalah obat-obatan yang mampu menggangu sistem kerja saraf tubuh untuk tidak merasakan sakit atau
rangsangan. Narkotika pada awalnya ada tiga yang terbuat dari bahan organik yaitu Candu (Papaper
Somniferum), kokain (Erythroxyion coca) dan ganja (Cannabis sativa). Sekarang narkoba jenis narkotika
adalah Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu, Codein, Methadone (MTD), LSD, PC, mescalin, barbiturat,
demerol, petidin, dan lainnya.

Narkoba (Narkotika) Daun Ganja, Ganja olah, dan lenting ganja

Narkoba : Kokain

pus
Psikotropika adalah salah satu narkoba. Pengertian psikotropika adalah segala narkoba yang tidak
mengandung narkotik atau narkoba yang tidak menyebabkan hilang rasa sakit akan tetapi memberikan efek
ketagihan dan terganggunya saraf akan tetapi bukan pada bagian rasa sakit.Narkoba jenis ini mampu
mengubah mental dan tingkah laku penggunanya. Contoh dari psikotropika adalah Ekstasi atau Inex atau
Metamphetamines, Demerol. Speed, Angel Dust, Sabu-sabu(Shabu/Syabu/ICE), Sedatif-Hipnotik
Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum, Megadon, Nipam.

Akan tetapi, setelah munculnya UU No. 35 tahun 2009, narkoba jenis psikotropika hanya pada golongan III
dan IV. Jenis psikotropika adalah Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine,
Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic
Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

Narkoba jenis ekstasi

Selain narkotika dan psikotropika, ada juga zat adiktif. Akan tetapi, zat adiktif tidak memiliki regulasi yang
kuat, bahkan sangat lemah karena tidak menyebabkan gangguan terhadap saraf akan tetapi menstimulasi
pengguna tergantung zat adiktif yang dikonsumsi. Contoh zat adiktif adalah cafein yang mampu
menstimulasi saraf untuk lebih aktif bekerja.
Narkoba (Narkotika) jenis methadon

Narkoba (Narkotika) jenis morfin

Narkoba (narkotika) jenis sabu-sabu

Sekian penjelasan singkat tentang pengertian narkoba,


v>

Bahaya dan Dampak Narkoba


Sebelum kita membahas lebih jauh tentang bahaya dan dampak dalam penyalahgunaan narkoba, mari
kawan kita ketahui dulu apa jenis jenis efek yang ditimbulkan oleh narkoba tergantung jenis narkoba
tersebut.

Yang pertama ialah Depresan. Pengertian depresan adalah substansi atau zat yang mampu menekan sistem
kerja saraf pusat (SSP) dan berdampak pada kerja atau aktivitas fungsional pada tubuh yang akan
menimbulkan efek tenang pada pemakai depresan serta mampu membuat pengguna tertidur bahkan tidak
sadarkan diri. Apabila narkoba jenis depresan dikonsumsi dalam dosis yang berlebih (sublethal dose atau
lethal dosis) maka akan menyebabkan kematian pada pengguna. Narkoba jenis depresan dapat anda
temukan pada Opioda dan berbagai modifikasi dari morphin dan heroin. Narkoba yang marak dipasaran yang
sering disalahgunakan oleh masyarakat adalah putaw. Depresan dalam ilmu medis digunakan untuk
menghilangkan rasa sakit saat pengobatan atau pain-killer.

Narkoba juga memberikan dampak stimulan. Stimulan yang dimaksud adalah mampu merangsang fungsi
tubuh pengguna serta menambah gairah dan kesadaran pengguna (self-conscius). Sesungguhnya, zat zat
stimulan banyak tersebar diberbagai sumber, bahkan bukan pada narkoba, contohnya Caffein pada kopi
yang menambah daya konsentrasi otak. Salah satu contoh narkoba dan narkotika yang memberikan efek
stimulan adalah kokain (Cocain), amphetamin, Shabu-shabu dan ekstasi. Tablet atau pil ekstasi merupakan
jenis narkoba/narkotika yang paling sering digunakan oleh orang gila kerja di masyarakat untuk menambah
kesadaran mereka, akan tetapi efek candu yang diberikan memberikan dampak yang merugikan pada tubuh
manusia dan sistem sarafnya (Sebentar kita bahas dampaknya yah).

Jenis efek ketiga adalah Halusinogen. Pengertian halusinogen adalah subtansi atau zat yang memberikan
efek perubahan daya persepsi pada pengguna yang menyebabkan kesadaran pengguna terganggu dan
menyebakan halusinasi. Halusinasi sendiri adalah keadaan dimana merasakan sesuatu yang tidak sesuai
dengan penangkapan alat indra yang ada seperti melihat hal hal yang tidak nyata atau secara eksistensi
memang tidak ada, mendengar hal hal yang tidak ada dan lainnya. Jenis narkoba / narkotika yang mampu
memberikan efek halusinogen mescaline yang dapat diekstrak dari jenis kaktus serta senyawa psilocybin
yang diekstrak dari sejenis jamur. Narkoba dan narkotika yang sering digunakan dimasyarakat adalah LSD,
marijuana serta ganja.

Setelah membahas tiga hal diatas, mari kita ke bagian inti yaitu bahaya dan dampak narkoba dan narkotika.
Secara garis besar, ada tiga bahaya dan dampak narkoba yaitu dampak penyalagunaan narkoba terhadap
fisik pemakai, dampak penyalahgunaan narkoba terhadap psikis pemakai dan dampak penyalahgunaan
narkoba terhadap lingkungan sosial.

Dampak Penyalagunaan Narkoba Terhadap Fisik Pemakai


Gangguan pada Sistem Saraf Kejang-kejang, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi, halusinasi

Gangguan pada Sistem gangguan peredaran darah, infeksi akut otot jantung.
Kardiovaskular

Gangguan Pada Kulit eksim, penanahan (abses), alergi.

Gangguan pada Organ Dalam kesukaran bernafas, penekanan fungsi pernapasan, pengerasan jaringan paru-
paru, pengecilan hati

Gangguan Pada Fisiologis Mual-mual, sering sakit kepala, dan muntah, murus-murus, suhu tubuh
Tubuh meningkat, sulit tidur.

Gangguan Pada Sistem Aktivititas kerja kelenjar endokrin khususnya pada kelenjar testis dan ovarium
Reproduksi berkurang. Mengakibatkan berkurangnya produksi hormon reproduksi seperti
estrogen, progestron dan testoteron dan terjadinya disfungsi seksual seperti
impoten. Khusus pada pengguna narkoba atau narkotika wanita, dapat
menyebabkan haid atau menstruasi tidak teratur.

Dampak Penyalagunaan Narkoba Terhadap Psikis/ Psikologi Pemakai


Ansietas dan depresi Pengguna narkoba atau narkotika akan mengalami gejala ini yaitu ansietas
dan depresi. Gejala yang ditimbulkan bermacam macam begitupun dengan
intensitasnya tergantung kepribadian pengguna atau pecandu narkoba atau
narkotika. Simpton terjadinya ansietas adalah gelisah, insomnia, dan
terjadinya serangan panik, bahkan beberapa pengguna narkoba mengaku dan
teramati mengalami gejala serangan panik, insomnia (susah tidur), merasa
takut mati, merasa tercekik.

Keracunan terhadap narkoba jenis stimulan serta depresan yang dihentikan


dapat menyebabkan munculnya perasaan bising, tidak nyaman, dan pecandu
atau pemakai akan menghindari kerumunan, daerah bising, serta menjadi
agorafobia (takut bersosialisasi). Dapat pula menyebabkan terjadinya kurang
konsentrasi serta nafsu makan berkurang.

Flashback Efek flashback adalah efek yang terjadi dimana pengguna narkoba atau
narkotika mengalami situasi atau mengenang masa lalunya yang berat.
Dampak ini sering dialami oleh pengguna ganja ataupun jenis halusinogen
lainnya. Keracunan zat ini mampu menyebabkan munculnya rasa panik
berlebih.

Psikosis Psikosis terjadi pada pengguna atau pemakai narkoba yang beberapa saat
yang lalu memakai atau menggunakan narkoba. Dampak yang ditimbulkan
oleh jenis depresan adalah psikosis. Dampak ini dapat muncul beberapa jam
bahkan beberapa hari setelah penggunaan depresan yang menekan ataupun
mengganggu sistem saraf. Dapat menyebabkan pengguna sering tertawa lepas
tidak bahkan berkeliaran telanjang.
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER (GENAP) TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik layanan Cara kerja otak kiri dan otak kanan
D Fungsi Layanan Pemahaman

Peserta didik/konseli mampu mengoptimalkan cara kerja


E Tujuan Umum otak kanan dan otak kiri

Peserta didik / konseli mampu melatih cara kerja otak


F Tujuan Khusus kanan dan otak kiri

Sasaran layanan 11
G
H Materi layanan Cara kerja otak kiri dan otak kanan
I Waktu 2 x 45 Menit
https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/cara-
J Sumber
melatih-otak-kiri-dan-otak-kanan-agar-pintar-maksimal/
K Metode/ Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media/Alat Alat tulis LCD, Power Point
N Pelaksanaan
M 1.Tahap Awal/Pendahuluan
1. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyapa peserta didik dengan kalimat yang
membuat siswa bersemangat.
a. Pernyataan Tujuan
2. Pada tahap ini bisa juga diikuti dengan proses Ice
Breaking/ games sederhana.
3. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan tentang tujuan tujuan khusus yang akan
dicapai
b. Penjelasan tentang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
langkah-langkah menjelaskan langkah-langkah kegiatan, tugas dan
kegiatan tanggung jawab peserta didik.
Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
c. Mengarahkan kegiatan
memberikan penjelasan tentang topik yang akan
(konsolidasi)
dibocarakan
Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
d. Tahap Peralihan
menanyakan kesiapan peserta didik melaksanakan
(Transisi)
kgeiatan, dan memulai ke tahap inti
2. Tahap Inti
Peserta didik melakukan berbagai kegiatan sesuai
c. Kegiatan peserta didik langkah-langkah dan tugas serta tangggung jawab yang
telah dijelaskan.
d. Kegiatan guru
Bimbingan dan Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
Konseling atau memberikan materi yang telah disiapkan
konselor
3. Tahap Penutup
c. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
memberikan penguatan atau
d. merencanakan tindak lanjut.
O Evaluasi
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang
terjadi:
1. Mengadakan refleksi
2. Sikap peserta didik dalam mengikuti kegiatan :
(contoh :semangat/ kurang semangat/ tidak semangat)
1. Evaluasi Proses 3. Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau
bertanya : sesuai dengan topik/ kurang sesuai dengan
topik/ tidak sesuai dengan topik
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan terhadap
pertanyaan Guru Bimbingan dan Konseling atau
konselor: mudah dipahami/ tidak mudah/ sulit
dipahami
Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain:
1. Merasakan suasana pertemuan: menyenangkan/
kurang menyenangkan/tidak menyenangkan
2. Topik yang dibahas: sangat penting/ kurang penting/
tidak penting
2. Evaluasi Hasil
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan: mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti: menarik/ kurang menarik/ tidak
menarik untuk diikuti

Lampiran : 1. Materi yang diberikan disajikan secara lengkap

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui :
Kepala Sekolah, Guru BK/ Konselor

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


Yuk Pahami Cara Kerja Otak Kiri dan Otak Kanan Agar Belajar Makin
Maksimal!

Quipperian! Tahu nggak sih, ternyata bila kita memahami cara kerja otak kiri dan otak kanan kita, maka
kita bisa melatih dan menggunakan otak kita untuk berpikir menjadi lebih maksimal lagi!

Karena, Tuhan Sang Pencipta memberikan kita otak yang utuh dengan kedua belahan yang memang
berbeda fungsinya dan saling bersinergi satu sama lain. Sehingga, menghasilkan daya pikir baik itu
intelegensi, emosi dan spiritual serta perilaku manusia.

Nah, hal yang perlu kita lakukan adalah bersyukur dan memahami bagaimana menggunakan kedua
belahan otak kita secara bijak dan benar.
Penemuan Roger W Sperry

Berbicara tentang otak kiri dan kanan, ini bermula dari penemuan hebat Roger W Sperry di tahun 1960.
Awal mulanya, Roger W Sperry melakukan penelitian terhadap orang yang mengalami sakit epilepsi,
ketika sambungan antara otak kiri dan kanan (corpus collosum) yang diduga oleh Roger Sperry bahwa
dengan pemotongan corpus calosum ini mampu meredakan penyakit epilepsi tersebut.

Tetapi pemotongan sambungan tersebut mempunyai efek kepada otak kiri dan kanannya yang tidak
dapat bekerja sama. Misalkan, seseorang dapat melihat seekor simpanse tetapi tidak dapat
menyebutkan namanya. Berkat penelitian tersebut Roger W Sperry mendapat anugerah hadiah Nobel di
tahun 1981.

Roger W Sperry mengemukakan bahwa otak manusia terdiri dari belahan kiri dan kanan, yakni masing-
masing belahan otak tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. Tugas belahan kiri paling utama adalah
untuk bahasa (verbal) termasuk kata-kata, logika, matematika, urutan, analisis, dll sedangkan tugas
belahan kanan berfungsi selain dari bahasa (nonverbal) yang meliputi kreativitas, irama, kesadaran
ruang, imajinasi, melamun, warna, dll
Seseorang yang dominan belahan kiri, biasanya akan:
 Memilih sesuatu yang berurutan
 Belajar lebih baik dari bagian-bagian kemudian keseluruhan
 Lebih memilih system membaca fonetik
 Menyukai kata-kata symbol dan huruf
 Lebih memilih membaca subyeknya lebih dulu
 Mau berbagi informasi fakta yang berhubungan
 Lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail
 Mengalami focus internal lebih besar
 Menginginkan struktur dan prediksi
Seseorang yang dominan belahan kanan, biasanya akan:
 Merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang acak
 Paling baik belajar dari keseluruhan kemudian bagian-bagian
 Lebih memilih system membaca seluruh bahasa
 Menyukai gambar, grafik dan diagram
 Lebih memilih melihat atau mengalami subyeknya lebih dulu
 Mau berbagi informasi tentang hubungan antara segala sesuatu
 Lebih memilih yang spontan, lingkungan belajar yang mengalir
 Mengalami fokus eksternal yang lebih besar
 Menginginkan pendekatan yang tak terbatas, baru & mengejutkan.

Pada dasarnya, kita hanya punya satu otak, yang terbagi menjadi dua belahan yaitu Left hemisphere
(belahan kiri) yang merupakan PUSAT BAHASA (VERBAL) yang menjadi fungsi rasional dan Logika,
dan Right hemisphere (belahan kanan) yang fungsinya selain dari fungsi verbal yang ada pada otak kiri,
seperti : kreatif, irama dll.

Kedua belahan otak ini dihubungkan oleh serabut saraf yang disebut corpus collosum yang
menyebabkan terhubungnya ‘pesan’ antara kedua belahan otak ini.

Di sini, Roger W Sperry menggunakan istilah hemisphere yang berarti ‘belahan.’ Kemudian hemisfer di
sini juga tidak pada keseluruhan dari belahan (hemisfer) otak tersebut, tapi hanya pada bagian-bagian
tertentu dari belahan (hemisfer) otak ini. Sederhanya, ini bagian sebagai folder dari sebuah hardisk otak
yang sangat besar seperti folder-folder yang ada pada hardisk komputer.
Salah Persepsi Antara Kinerja Otak Kanan dan Otak Kiri

Sebagian orang terlalu menyederhanakan kesimpulan tersebut atau melihatnya sebagai sesuatu yang
ekstrem, yang menciptakan pemisahan dalam berpikir yang tidak didukung riset dan literatur yang benar.

Bahkan ada yang muncul yang menggambarkan garis pemisah antara “cara lama otak kiri” dan
“pendekatan terbaru otak kanan.” Pemahaman yang ada hanyalah pilihan di mana belahan yang satu
lebih “DIAKTIFKAN” dan yang lainnya tidak.

Tidak ada pembelajaran yang efektif yang hanya di satu sisi saja. Yang lebih tepat adalah penggunaan
KEDUA BELAHAN OTAK yang jauh lebih hebat, karena otak kita interaktif sifatnya.

Karya orisinal dari Roger William Sperry, Ph.D. yang menemukan perbedaan fungsi antara belahan otak
kiri dan kanan, tetap valid sampai hari ini. Tetapi menjaga penemuan itu tetap berada dalam perspektif
yang benar itu yang tidak mudah.

Memasuki era 1990-an, mulai ditemukan alat-alat yang canggih yang dapat meneliti organ dalam tubuh
maupun otak manusia. Dan hal-hal luar biasa yang ditemukan dalam riset untuk mengungkap misteri
otak manusia tidak lepas dari adanya alat-alat canggih seperti MRI, PET dan SPECT.

Jika sebelum tahun 1990, para ilmuwan menggunakan otak yang telah mati untuk melakukan riset, maka
dengan alat ini mereka bisa melakukan tes pada otak orang yang hidup. Dan bisa melihat sampai ke
tingkat sel-sel otak karena alat-alat tersebut bisa melihat ketipisan hingga 1/1000 tipisnya rambut
manusia.

Dengan alat-alat ini juga berhasil diketahui, bahwa 80% dari pengetahuan mengenai otak yang diketahui
sebelum tahun 1990 adalah salah. Jadi apa yang sudah diketahui selama bertahun-tahun oleh para
ilmuwan mengenai otak manusia hanya 20% saja yang benar. Ini benar-benar merubah ilmu
pengetahuan di abad ini mengenai otak manusia.
Otak kita yang tidak seimbang (asimetris)

Pengetahuan kita selama ini mengatakan bahwa otak kiri mengontrol bagian di sebelah kanan tubuh,
dan otak kanan mengontrol bagian tubuh di sebelah kiri. Namun penemuan terakhir ini oleh Dr. Iaccino
mengatakan bahwa otak kiri “bertanggung jawab” dalam sebagian besar aktivitas, termasuk sisi kanan
dan sebagian sisi kiri.

Maka, tidak heran bila kita lebih banyak menggunakan tangan kanan, kaki kanan, mata tertentu dll.
Menurut penelitian, 9 dari 10 manusia mempunyai otak kiri yang lebih besar.

Pusat intelegensi kita yang paling aktif (area wernicle) ada pada otak kiri (area wernicle otak kiri),
sedangkan pusat intelegensi pada otak kanan (area wernicle otak kanan) lebih kecil karena sangat
jarang digunakan akibat dari fungsi berbahasa yang ada pada otak kiri yang lebih sering digunakan,
yang tidak dimiliki otak sebelah kanan.

Maka secara fisik pun ukuran belahan otak kiri dan kanan tidak benar-benar sama, tergantung otak
belahan mana yang lebih aktif.
Tentang otak kiri

Pemikiran bahwa otak kiri adalah otak logika, dan otak kanan otak kreatif sudah ketinggalan zaman. Kita
dapat menjadi sangat kreatif dengan menggunakan tahap-tahap, pola dan variasi yang logis.

Buku karya Edward de Bono tentang Berpikir Lateral, mengingatkan kita bahwa seseorang dapat
menggunakan sisi otak kiri untuk menjadi kreatif. Selama bertahun-tahun, de Bono melakukan
serangkaian proses untuk sampai kepada solusi kreatif melalui metode yang bertahap.

Apakah musik itu merupakan aktivitas pada otak kanan? Pikirkan lagi! Para peneliti neuroscience
menemukan bahwa para musisi memproses musik sampai pada tingkat yang lebih besar dibagian
belahan otak kiri, sementara mereka yang bukan musisi memprosesnya lebih pada belahan otak kanan.

Seorang seniman dalam merancang karya seni, mereka mengikuti logika dan aturan mereka sendiri
tentang bentuk, warna dan suara. Karena agar karya mereka dapat diterima orang banyak, harus ada
pertimbangan secara logika, detail dan proporsional. Agar menghasilkan karya seni yang bagus, harus
melibatkan belahan kiri & kanan secara seimbang.
Tentang Otak kanan

Penemuan neuroscience tentang otak kanan, memang memegang peranan dalam hidup kita saat ini.
Bicara tentang belahan otak kanan, sekolah adalah tempat yang paling banyak disalahkan.
Diperkirakan hampir 90% pembelajaran di sekolah dominan pada belahan otak kiri. Maklum saja cara
ceramah adalah metode yang paling mudah dilakukan para guru dalam mengajar. Dan itu lebih banyak
mengaktifkan otak kiri.Kenapa banyak siswa yang ‘boring’ waktu guru menerangkan? Karena otak kiri
siswa dipacu unjuk kerjanya, sementara otak kanannya nganggur tanpa aktivitas. Aktifitas berlebih dari
organ tubuh dalam hal ini otak menghasilkan metabolik buangan yang lebih banyak yang menyebabkan
otak kiri menjadi cepat lelah.Juga otak kiri yang digunakan secara berlebihan ini, memerlukan nutrisi
makanan yang lebih banyak yaitu oksigen dan glukosa. Hal ini berakibat otak kiri lebih banyak
mengambil oksigen dan glukosa tubuh, sehingga otak kanan menjadi kekurangan.Karena itulah
beberapa siswa melakukan kegiatan saat guru mengajar tsb menjadi sepertinya kelelahan yang
berakibat: melamun, cuek, corat-coret kertas, baca komik, jahil sama teman dll. Ini sebagai wujud
kompesansi otomatis yang dilakukan oleh otak kanan, yang juga memerlukan nutrisi oksigen dan
glukosa.Solusinya, guru seharusnya mengajar dengan melibatkan kedua belahan otak. Belahan otak
kanan perlu dilibatkan juga dalam pembelajaran seperti: tampilan gambar, cerita, gerakan, aktivitas
kelas, diskusi, musik, film dll.
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik / Tema Layanan Manajemen waktu
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli memahami dan mampu memenejemen
waktu

F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertiaan


Manajemen waktu
2. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat
Manajemen waktu
3. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya
Manajemen waktu dalam hidup bermasyarakat

G Sasaran Layanan Kelas 11


H Materi Layanan Pengertian mind mapping
Cara membuat mind mapping

I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit


J Sumber Materi https://blog.ruangguru.com/belajar-cepat-dengan-mindmap
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang
terkait dengan materi layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


Manajemen Waktu

Pengertian Manajemen Waktu

Waktu itu ibarat uang, sangatlah berharga. Tapi bedanya, uang bisa saja kita dapatkan kembali jika hilang atau
mungkin kita bisa mendapatkan gantinya, sedangkan waktu yang hilang sampai kapanpun tidak akan pernah
bisa kembali.

Lalu sudah seberapa maksimalkah kita memanfaatkan waktu kita yang berharga ini ? Kebanyakan dari kita
hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia dan akhirnya menyesal. Sebenarnya jika kita ingin mengatur
kehidupan kita, merubahnya menjadi menyenangkan itu mudah saja, yang kita butuhkan adalah mengatur
waktu kita sebaik-baiknya. Pengaturan waktu yang efektif merupakan hal yang mendasar untuk lingkup
berbagai wilayah kehidupan.

Lalu apa itu manajemen waktu ?

Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas


waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola
secara efektif dan efisien. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan manajemen waktu yang telah ditetapkan
sebelumnya.Dan efisien tidak lain mengandung dua makna,yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan,
dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada.

Pentingnya Manajemen Waktu

Mengapa kita perlu memanajemen waktu kita sebaik mungkin ? Selain karena waktu itu sangat berharga, ada
beberapa alasan lainnya, diantaranya :

Karena waktu kita terbatas, sementara pekerjaan senantiasa bertambah.

 Manajemen waktu membantu kita untuk berkerja lebih efektif dengan skala prioritas.
 Manajemen waktu menjauhkan kita dari stress kita dapat mengontrol setiap tugas dan tenggat
waktunya
 Manajemen waktu membuat kita lebih produktif (dapat menghindari hambatan dan gangguan yang
menghalangi dari tujuan

Sebuah sistem manajemen waktu yang sesuai dengan kebutuhan, dapat membantu Kita menyelesakan
pekerjaan dalam waktu singkat. Apapun prioritasnya, mempelajari cara mengatur hidup dan belajar akan
membantu kita mencapai tujuan hidup kita. Berikut ini adalah jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Saya
harus me-manage waktu saya?”

Karena sistem manajemen waktu yang efektif dapat :

1. Membantu Kita membuat prioritas. Misalnya bertemu kekasih yang sudah seminggu tak bertemu atau
mengejakan bahan presentasi tugas yang akan dikumpul besok.
2. Mengurangi kecenderungan untuk menunda. Nah… biasanya hal yang satu ini yang membuat
manusia-manusia di dunia ini susah sekali untuk sukses. Saya pribadi merupakan penderita akut
penyakit ini., sistem manajemen waktu adalah obatnya.
3. Membantu kita menghindari “tabrakan waktu”. Dengan menulis semua aktivitas, tugas, janji, pesan
dan pengingat Kita hanya disatu tempat, akan membantu kita memastikan bahwa dua atau tiga
kegiatan tidak dilaksanakan pada waktu yang bersamaan. Jika terjadi tabrakan waktu, kita akan
mengetahui sejak awal dan memungkinkan untuk mengatur kembali jadwal kita.
4. Memberi kita kebebasan dan kendali. Manajemen waktu tidak akan membatasi ruang gerak seseorang.
Sebuah kendali terhadap bagian dari hari kita, memungkinkan kita untuk menjadi fleksibel pada hari-
hari berikutnya.
5. Membantu kita menghindari perasaan bersalah. Kita akan belajar dengan nyaman jika kita
menyediakan waktu tertentu untuk melakukannya. Tanpa sebuah rencana untuk mengerjakan tugas
kita saat ini. Kita mungkin merasa “kepala kita terbebani”. Bahkan juga ketika kita tidak sedang
mengerjakan tugas tersebut.
6. Membantu mengevaluasi kemajuan kita. Jika kita menyadari bahwa kita dapat membaca 75 halaman
perminggu, sedangkan pada minggu ini kita hanya membaca 60 halaman, maka kita memerlukan
kalkulator untuk mengetahui bahwa kita memang tertinggal pada minggu ini. Dan dengan begitu kita
akan tau, ‘sedang dalam posisi apa saya ini?’ artinya dibutuhkan sedikit waktu untuk mengejar
ketertinggalan itu. Dan keuntungan buat kita, kita dapat langsung menyadarinya, dan segera bertindak
untuk itu.

Prinsip Manajemen Waktu

Untuk dapat mengelola waktu dengan tepat, maka diperlukan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar
manajemen waktu agar lebih berhasil dan berdaya guna. Berikut ini prinsip dasar manajemen waktu yang
penting diperhatikan :

 Sediakan waktu untuk perencanaan dan menetapkan prioritas


 Selesaikan tugas berprioritas tinggi sesegera mungkin dan tuntaskan tugas sebelum mulai tugas yang
lain.
 Prioritaskan kembali tugas yang tersisa berdasarkan informasi baru yang terkait.

Tiga Kategori Prioritas Waktu

 Jangan dikerjakan
 Kerjakan Nanti
 Kerjakan Sekarang

Faktor Penghambat Manajemen Waktu Efektif

1. Prokrastinasi (Menunda pekerjaan)

 Menulis laporan (sulit) > < membuka e-mail / data komputer (mudah)
 Deadline membuat frustasi dan menghambat penyelesaian tugas > < Deadline menolong menyusun
rencana dan prioritas daftar yang akan dikerjakan.
 Bekerja baik dibawah tekanan waktu > < banyak waktu diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

2. Perfeksionis

 Ditumbuhkan sejak dini (sejak sekolah)


 Dapat mengarah ke prokrastinasi, oleh karena : takut salah dan cenderung mengerjakan tugas secara
berulang-ulang

3. Tidak Mampu membuat prioritas

 Tidak bisa ‘memboboti’ / menilai pekerjaan : lama, urgensi (segera atau nanti) dan berat – ringannya
pekerjaan.
 Tidak bisa menyusun berbagai pekerjaan secara sistematis
 Dapat diminimalisir dengan cara menetapkan kategori pekerjaan yaitu berdasarkan tingkat
kepentingan dan urgensinya.

Tips Manajemen Waktu

Ada dua jenis waktu, waktu pada jam dan waktu sebenarnya (waktu nyata). Dalam waktu pada jam, ada 60
detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dua puluh empat jam dalam sehari dan 365 hari dalam
setahun. Waktu ini berlalu sama cepatnya. Saat seseorang berusia 50, mereka benar-benar berusia 50. Tidak
ada yang kurang ataupun lebih. Dalam waktu sebenarnya atau waktu nyata, semua waktu itu relatif. Waktu
bisa berlalu tergantung dengan apa yang Kita lakukan. Dua jam dalam sebuah pabrik motor bisa terasa seperti
dua belas tahun. Dan dua belas tahun masa kanak-kanak kita bisa terasa seperti dua jam saja. Praktekan
beberapa teknik di bawah ini untuk menguasai pengaturan waktu Kita!

1. Bawalah jadwal, dan ingatlah seluruh isi pemikiran Kita, percakapan, dan kegiatan yang harus Kita
lakukan selama seminggu. Ini akan membantu Kita untuk memahami berapa banyak hal yang dapat
Kita selesaikan dalam satu hari, dan kapan waktu-waktu berharga Kita akan berlalu. Kita akan dapat
melihat berapa banyak waktu yang Kita luangkan untuk mencapai hasil, dan berapa banyak waktu
yang telah Kita buang untuk kegiatan-kegiatan yang tidak produktif.
2. Segala kegiatan dan percakapan yang penting untuk kesuksesan Kita harus ada jangka waktunya. List
pekerjaan Kita akan bertambah sangat banyak jika Kita mengisinya dengan hal-hal yang tidak bisa
dikerjakan. Buatlah jadwal untuk diri Kita sendiri dimana Kita bisa meluangkan waktu untuk berpikir
dan melakukan hal-hal yang produktif bagi diri Kita. Lakukanlah hal ini secara disiplin.
3. Rencanakanlah setidaknya 50% dari waktu yang Kita miliki untuk menghasilkan hal yang produktif.
4. Rencanakanlah waktu untuk beristirahat, menarik diri dari semua kesibukan yang Kita miliki.
5. Luangkan 30 menit pertama setiap harinya untuk merencanakan hari Kita. Jangan memulai aktivitas
Kita sebelum Kita selesai merencanakannya. Saat yang paling penting dalam hari Kita adalah saat
dimana Kita merencanakannya.
6. Luangkan waktu selama 5 menit untuk setiap undangan dan keputusan yang harus Kita datangi dan
Kita ambil. Ini akan membantu Kita memperlihatkan prioritas yang harus diutamakan, dan membuat
Kita merasa bahwa waktu tidak berlalu begitu cepat. Luangkan pula 5 menit setelah aktivitas atau
keputusan yang Kita ambil untuk menentukan apakah target yang Kita tentukan hari ini tercapai atau
tidak. Apakah ada yang terlewat, atau tidak.
7. Jangan ragu-ragu untuk menolak interupsi dari siapapun juga saat Kita benar-benar harus
mengerjakan sesuatu sampai selesai.
8. Berlatihlah untuk tidak mengangkat semua telepon yang masuk, atau mengecek e-mail yang masuk
hanya karena handphone Kita berdering. Matikanlah koneksi telepon Kita. Jangan berikan perhatian
Kita secara mudah kepada orang lain kecuali hal itu benar-benar krusial dalam bisnis Kita. Jika hal itu
benar-benar menentukan bisnis Kita kedepannya, Kita malah harus menyediakan jadwal khusus untuk
meladeninya.
9. Blokirlah semua hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan seperti Facebook dan sosial media
yang lain.
10. Ingatlah bahwa mustahil untuk menyelesaikan semuanya. Dan ingatlah bahwa hal yang baik adalah
membuat dua puluh persen kegiatan Kita menghasilkan delapan puluh persen dari hasil kita.
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik / Tema Layanan Komunikasi efektif

D Fungsi Layanan Pemahaman


E Tujuan Umum Peserta didik/konseli memahami dan mampu berkomunikasi yang
baik

F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertiaan


komunikasi efektif
2. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat komunikasi
efektif
3. Peserta didik/konseli dapat
Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya komunikasi
untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan dalam hidup
bermasyarakat

G Sasaran Layanan Kelas 10


H Materi Layanan 1. Pengertian komunikasi

2. Unsur-unsur Komunikasi

3. fungsi komunikasi efektif

4. Hambatan-hambatan Komunikasi Efektif


I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi https://silabus.org/komunikasi-efektif/
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point , Membangun kerjasama antar umat beragama
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang
terkait dengan materi layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


Komunikasi Efektif, Pengertian Tujuan Fungsi
Pengertian Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change)
pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi.

Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada
pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti
oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya,
komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap
tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut
komunikasi nonverbal.

Faktor yang mempengaruhi komunikasi

Faktor yang mempengaruhi komunikasi diantaranya :

Latar belakang budaya

Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga
semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi
semakin efektif.

Ikatan kelompok atau group

Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.

Harapan

Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang
diharapkan.

Pendidikan

Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang
disampaikan.

Situasi

Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi.

Unsur-unsur Komunikasi

Untuk dapat berkomunikasi secara efektif kita perlu memahami unsur-unsur komunikasi, antara lain:

1. Komunikator.

Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu.
Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya
suatu komunikasi.

2. Komunikan

Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan
dan akhirnya memberi respon.
3. Media

Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi.
Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh,
bahasa mesin, sandi dan lain sebagainya

4. Pesan.

Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator kepada Komunikan.
Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan
komunikasi

5. Tanggapan.

Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan
dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.

Tujuan Komunikasi Efektif

 Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberi kan kemudahan dalam
memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi
sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat
dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan.
 Agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seimbang sehingga tidak
terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih penggunaan bahasa nonverbal
secara baik.

FUNGSI KOMUNIKASI EFEKTIF

Dengan berkomunikasi, kita dapat menjalin hubungan, saling pengertian dengan orang lain karena
komunikasi memiliki beberapa fungsi yang sangat penting, di antaranya adalah:

1. Fungsi informasi.

Untuk memberitahukan sesuatu (pesan) kepada pihak tertentu, dengan maksud agar komunikan dapat
memahaminya.

2. Fungsi ekspresi.

Sebagai wujud ungkapan perasaan / pikiran komunikator atas apa yang dia pahami terhadap sesuatu
hal atau permasalahan.

3. Fungsi kontrol.

Menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, dengan memberi pesan berupa perintah,
peringatan, penilaian dan lain sebagainya.
4. Fungsi sosial.

Untuk keperluan rekreatif dan keakraban hubungan di antara komunikator dan komunikan.

5. Fungsi ekonomi.

Untuk keperluan transaksi usaha (bisnis) yang berkaitan dengan finansial, barang dan jasa.

Hambatan-hambatan Komunikasi Efektif

Hambatan komunikasi

Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses
komunikasi . Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti
dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.

Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi
tidak efektif yaitu adalah:

1. Status effect

Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan
status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka
karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.

2. Semantic Problems

Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk
menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang
komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan
atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau
penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi
(miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh :
pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.

3. Perceptual distorsion

Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri
sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga
dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan
yang lainnya.
4. Cultural Differences

Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan , agama dan lingkungan
sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada
beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam
bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis
makanan berupa sup.

5. Physical Distractions

Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya
komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya
yang kurang jelas.

6. Poor choice of communication channels

Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio
yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada
surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.

7. No Feed back

Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya
respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia.
Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan,
dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan
kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.
YAYASAN ABDI NEGARA KABUPATEN DEMAK
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK PEMBANGUNAN MRANGGEN
Alamat : Jl. Raya Kembangarum No. 148 Mranggen Demak  (024) 6773073  59567
Email : smkpemra@gmail.com Website : smkpemra.sch.id.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik / Tema Layanan Kecerdasan emosi dan pengendalian diri
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli memahami Kecerdasan emosi dan
pengendalian diri

F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertiaan


Kecerdasan emosi dan pengendalian diri
2. Peserta didik/konseli dapat memahami manfaat dari
Kecerdasan emosi dan pengendalian diri
3. Peserta didik/konseli dapat memahami pentingnya
Kecerdasan emosi dan pengendalian diri dalam hidup
bermasyarakat

G Sasaran Layanan Kelas 11


H Materi Layanan Pengertian Kecerdasan emosi dan pengendalian diri
I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit
J Sumber Materi
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang
terkait dengan materi layanan
2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat
menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Demak, 20 Juni 2019


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. Asmu’i Nila Ardi Ana, S.Pd


Kecerdasan emosional atau Emotional Qoutient (EQ), adalah salah satu kecerdasan
manusia yang saat ini sangat diperlukan dalam upaya untuk pengendalian diri dengan cara
pengendalian emosi. Menurut Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intellengence
(hal. 411–412), emosi dikelompokkan dalam beberapa golongan yaitu:
amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel dan juga malu.
Secara umum Emosi bisa bersifat positif diantaranya yaitu rasa senang, cinta kasih,
kehati-hatian, bahagia, dan juga bisa bersifat negatife misalnya rasa iri, dengki, rasa marah,
ketakutan, dan lain sebagainya.
Emosi yang muncul sebetulnya dapat menjadi sumber energi, autentisitas dan semangat manusia
yang sangat kuat, tergantung bagaimana cara mengelola emosi tersebut, sehingga bisa sebagai energi
pengaktif untuk aktifitas kehidupan kita sehari-hari, misalnya; empati, integritas, kredibilitas, keuletan,
saling percaya dan juga untuk hubungan sosial lainnya. Untuk mencapai kondisi tersebut yang perlu
dilakukan hanya dengan menggunakan kecerdasan, karena dengan cerdas emosi kita akan dapat
mengelola emosi dengan baik dan terarah.Orang yang mempunyai kecerdasan emosional adalah
mereka yang sudah mampu mengenali, mengelola, memanage, mengarahkan, memanfaatkan dan
mengoptimal-kan emosi kita, serta mampu mengenali emosi orang lain juga mampu membina
hubungan dengan orang lain.

Kecerdasan Emosional
Pengertian Kecerdasan Emosi
Menurut Goleman (2002:45) kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan untuk
memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, mengendalikan dorongan hati
dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban
stres tidak melumpuhkan kemampuan berfikir, dan berempati.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional merujuk pada
sejumlah kemampuan dan ketrampilan sosial yang berhubungan dengan pengendalian dan
pembinaan hubungan sosial dengan lingkungan, selain itu pengaturan diri dan cognitive
inteligensi merupakan aspek penting dalam kecerdasan emosional karena dengan
memahami diri dan orang lain, mengatur emosi dengan baik, individu dapat menyadari
berbagai emosi yang dimilikinya dan yang dimiliki orang lain serta kekurangan dan
kelebihannya sehingga ia mampu menggunakan kemampuan yang ada pada dirinya untuk
menghadapi stimulus dari lingkungannya secara tepat termasuk stimulus yang dapat
memunculkan perilaku aggressive driving.

Aspek-Aspek Kecerdasan Emosional


Berdasarkan pendapat Goleman (dalam Mutadin, 2002:1) membagi kecerdasan
emosional dalam beberapa kemampuan atau aspek yaitu:
1) Mengenali Emosi Diri yakni kesadaran diri dalam mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi
merupakan dasar kecerdasan emosional. Pada tahap ini diperlukan adanya pemantauan perasaan dari
waktu ke waktu agar timbul wawasan psikologi dan pemahaman tentang diri.
2) Mengelola Emosi. Mengelola emosi berarti menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap
dengan tepat, hal ini merupakan kecakapan yang sangat bergantung pada kesadaran diri.
3) Memotivasi Diri. Kemampuan seseorang memotivasi diri dapat ditelusuri melalui hal-hal sebagai
berikut, cara mengendalikan dorongan hati, derajat kecemasan yang berpengaruh terhadap unjuk
kerja seseorang, kekuatan berfikir positif, optimisme, dan keadaan flow (mengikuti aliran), yaitu
keadaan ketika perhatian seseorang sepenuhnya tercurah ke dalam apa yang sedang terjadi,
pekerjaannya hanya terfokus pada satu objek
4) Mengenali Emosi Orang Lain. Empati atau mengenal emosi orang lain dibangun berdasarkan pada
kesadaran diri. Jika seseorang terbuka pada emosi sendiri, maka dapat dipastikan bahwa ia akan
terampil membaca perasaan orang lain.
5) Membina Hubungan Dengan Orang Lain. Membina hubungan dengan orang lain merupakan
keterampilan sosial yang mendukung keberhasilan dalam pergaulan dengan orang lain. Tanpa
memiliki keterampilan seseorang akan mengalami kesulitan dalam pergaulan sosial.

Ciri Orang Yang Mempunyai Kecerdasan Emosional Tinggi


Orang yang sukses dalam pekerjaan tidak hanya memiliki intelegensi yang tinggi,
namun secara emosional mereka juga baik. Orang yang cerdas secara emosi akan
bersikap tegas dan mampu mengendalikan perilaku sehingga terbebas dari perilaku-
perilaku negatif. Kecerdasan emosional sangat sulit diukur dan sampai sekarang belum ada
alat tes tunggal yang menghasilkan nilai kecerdasan emosional.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ciri orang yang mempunyai kecerdasan
emosional adalah mudah bergaul, tidak mudah takut, bersikap tegas, berkemampuan besar
untuk melibatkan diri dengan orang lain, konsisten, tidak emosional, lebih mengutamakan
rasio daripada emosi, dapat memotivasi dirinya sendiri dan lebih penting dapat
memecahkan solusi dalam keadaan yang darurat.

Manfaat Kecerdasan Emosional


Pengendalian emosi sangat penting dalam kehidupan manusia karena melalui emosi
yang terkendali maka bentrokan antara satu dengan yang lain sangat jarang sekali terjadi.
Jika seseorang itu dapat mengenal, mengendalikan emosinya dan dapat menyalurkan
emosi itu kearah yang benar dan bermanfaat, maka akan cerdas dalam emosinya. Dengan
menggunakan aspek-aspek kecerdasan emosionalnya dengan baik, otomatis akan timbul
sikap individu yang diharapkan tersebut.
Perkembangan kecerdasan emosional ini berhubungan erat dengan perkembangan
kepribadian dan kematangan kepribadian. Dengan kepribadian yang matang dapat
menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan, dan betapapun beban dan tanggung
jawabnya besar tidak menjadikan fisik menjadi terganggu.
Jadi kecerdasan emosional merupakan aspek yang sangat dibutuhkan dalam
mengemudi dan dalam kehidupan bermasyarakat, selain itu masih banyak manfaat
kecerdasan emosional yang lain yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, selain
di lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan bermasyarakat. Selain itu kecerdasan
emosionallah yang memotivasi kita untuk mencari manfaat, potensi dan mengubahnya dari
apa yang kita pikirkan menjadi apa yang kita lakukan. Karena kecerdasan emosional itu
bukan muncul dari pemikiran intelek yang jernih tetapi muncul dari hati nurani, sehingga
apapun yang muncul dari perasaan akan selalu memberikan informasi penting yang
memotivasi kita untuk mencari potensi yang kita miliki serta dapat menggunakannya
secara baik dan benar. Meskipun Kecerdasan Emosional ini sifatnya dinamis, tidak tetap
dan bisa berobah setiap saat, tetapi bila kecerdasan ini konsisten dimiliki, maka semakin
tua orang akan menjadi semakin bijaksana, Kecerdasan emosional tersebut sangat
bermanfaat bagi semua golongan umur di semua strata kehidupan, diantaranya dapat
membuat orang tidak depresi, tidak cepat putus asa, tidak
membuat implusif dan agresif, tidak cepat puas, tidak egois, selalu terbuka pada kritikan,
terampil dalam melakukan hubungan sosial, tidak mudah marah dan lain sebagainya, dan
ini semua tentu akan berdampak positif untuk menghilangkan sosial problem, sebagai
dampak negatif globalisasi yang saat ini banyak terjadi di masyarakat.

Pemahaman Pengendalian Diri

Tujuan akhir pengendalian diri adalah untuk mencapai kesuksesan/keberhasilan.


Perjalanan hidup ini sangat dinamis, kadang berliku, menurun atau mendaki. Medan
kehidupan yang demikian itu menuntut kita harus menguasai sejumlah kompentensi hidup,
antara lain pengendalian diri.
Mengapa Harus Mengendalikan Diri

Mengapa Daniel Goleman (Ary Ginanjar, 2001) mengisahkan sebagai berikut:

Anak-anak usia 4 tahun di TK Standford diuji ketika memasuki sebuah ruangan. Dia atas disediakan
kue marsh mallow. Anak boleh mengambilnya dan langsung memakannya. Tetapi bagi yang mau
‘’berpuasa’’ menahan waktu dalam waktu tertentu, maka ia akan dapat hadiah tambahan satu kue.

Empat belas kemudian, setelah anak-anak lulus SMA, didapati sebagai berikut:

Anak-anak sewaktu di TK langsung memakan kue, tidak menahan dulu, ternyata cenderung tidak
tahan menghadapi stress, mudah tersinggung, gampang terpancing untuk berkelahi.

Tiga puluh tahun kemudian, terbukti bahwa anak yang sewaktu TK tidak bisa menahan diri, setelah
dewasa terlihat kecakapan kognitif dan emosinya rendah, sering kesepian, kurang dapat diandalkan,
mudah hilang konsentrasinya, dan tidak sabar bila menghadapi stress hampir tidak terkendali. Tidak
fleksibel menghadapi tekanan, dan mudah meledak-ledak emosinya (impulsif).

Dalam keadaan tertentu kita kadang sulit untuk mengendalikan diri sendiri di mana banyak
hal yang sangat membuat kita ingin marah dan berontak terhadap sesuatu hal yang
membuat kita ingin marah. Semua itu timbul karena emosi yaitu perasaan yang timbul
dalam diri kita sendiri secara alami itu bisa berupa amarah, sedih, senang, benci, cinta,
bosan, dan sebagainya yang merupakan efek atau respon yang terjadi dari sesuatu yang
kita alami. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan manusia untuk memotivasi diri
sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan,
kesedihan, kemarahan, dan lain-lain), mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan
stres dan keadaan yang melanda kita. Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran
diri sendiri dan mengendalikan dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan
kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang
berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami
orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain,
kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan
memberi inspirasi dan sebagainya.