Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK – PERILAKU

KEKERASAN SESI III DI WISMA FLAMBOYAN RS JIWA HB SA’ANIN


PADANG

OLEH :

1. MEDHIA IQLIMA, S.Kep


2. TIARA YALITA, S.Kep
3. NANA ARFI SURYA, S.Kep
4. RANTI ANGGASARI, S.Kep
5. UCI RAMADANI ANWAR, S. Kep

DISETUJUI OLEH,

PEMBIMBING AKADEMIK PEMBIMBING KLINIK

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2019
Terapi Aktivitas Kelompok : Mencegah Perilaku Kekerasan dengan cara
Verbal

Topik : Mengontrol marah dengan cara verbal


Sesi ke : III
Terapis : Mahasiswa Program Profesi Ners F.Kep Unand
Sasaran : 6 orang pasien di Wisma Flamboyan

A. Topik
Mengontrol marah dengan cara verbal
B. Tujuan
1. Umum
Klien dapat berinteraksi dengan perawat maupun anggota kelompok
2. Khusus
 Klien memahami cara mengontrol marah dengan cara verbal
 Klien mampu mempraktekkan cara mengontrol marah dengan cara
verbal
 Klien memahami manfaat dari cara mengontrol amarah atau perilaku
kekerasan

C. Landasan Teori
Gangguan jiwa merupakan suatu perubahan perilaku yang ditandai
dengan perilaku pasien maladptif, tidak umum, aneh, tidak lazim, dan
menimbulkan distres serta gangguan dalam pemenuhan kebutuhan hidup
sehari-hari.
Dalam dunia keperawatan gangguan jiwa memiliki 7 diagnosa
salah satunya adalah perilaku kekerasan (PK). Perilaku kekerasan adalah
salah satu perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik
maupun psikologis (Keliat,2011). Perilaku kekerasan disebabkan oleh
hilangnya harga diri, perasaan ditolak atau dianiaya, kebuttuhan akan
status, frustasi, masa kanak-kanak yang tidak menyenangkan, dan budaya
tertutup. Tanda dan gejala yaang ditemukan pada pasien gangguan jiwa
dengan perilaku kekerasan yaitu seperti marah-marah dengan kata kasar
dan keras, merusak perabotan rumah tangga, menciderai orang lain
maupun diri sendiri, wajah memerah dan tegang, pandangan tajam,
mengatup rahang dengan kuat, mengepal tangan, dan sering mondar
mandir.
Terapi menggunakan aktivitas dalam kelompok ini disebut sebagai Terapi
Aktivitas Kelompok. Dengan demikian, terapi aktivitas kelompok sebagai
bagian dari terapi kelompok sangat penting diterapkan dalam penanganan
pasien gangguan jiwa dimasyarakat.
Terapi Aktivitas Kelompok adalah salah satu jenis terapi pada
sekelompok pasien (5-12 orang) yang bersama-sama melakukan aktivitas
tertentu untuk mengubah perilaku maladaptif menjadi adaptif. Lama
pelaksanan TAK adalah 20-40 menit untuk kelompok yang baru terbentuk.
Untuk kelompok yang sudah kohesif, TAK dapat berlangsung selama 60-
120 menit ( Budi Ana Keliat, 2010 )
Terapi aktivitas kelompok sering dipakai sebagai terapi tambahan.
Wilson dan Kneisl menyatakan bahwa terapi aktivitas kelompok adalah
manual, rekreasi, dan teknik kreatif untuk memfasilitasi pengalaman
seseorang serta meningkatkan repon social dan harga diri (Keliat, 2010).
Pada pasien dengan perilaku kekerasan selalu cenderung untuk
melakukan kerusakan atau mencederai diri, orang lain, atau lingkungan.
Perilaku kekerasan tidak jauh dari kemarahan. Kemarahan adalah perasaan
jengkel yang timbul sebagai respon terhadap kecemasan yang dirasakan
sebagai ancaman. Ekspresi marah yang segera karena suatu sebab adalah
wajar dan hal ini kadang menyulitkan karena secara kultural ekspresi
marah yang tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, marah sering
diekspresikan secara tidak langsung (Sumirta, 2014).
Kemarahan yang ditekan atau pura-pura tidak marah akan
mempersulit diri sendiri dan mengganggu hubungan interpersonal.
Pengungkapan kemarahan dengan langsung dan tidak konstruktif pada
waktu terjadi akan melegakan individu dan membantu mengetahui tentang
respon kemarahan seseorang dan fungsi positif marah (Yosep, 2013).
Atas dasar tersebut, maka dengan terapi aktivitas kelompok (TAK)
pasien dengan perilaku kekerasan dapat tertolong dalam hal sosialisasi
dengan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan hasil observasi selama bertugas di
wisma flamboyan RSJ HB.Saanin Padang, sebagian besar klien masuk RSJ
memiliki riwayat melakukan perilaku kekerasan. Terdapat 6 orang dari 9 orang
pasien yang memiliki kriteria perilaku kekerasan. Oleh karena itu, perawat akan
melakukan “Terapi Aktivitas Kelompok Perilaku Kekerasan (TAK PK)” agar
Klien tidak menciderai diri sendiri maupun orang lain.
D. Kriteria Anggota Kelompok
Kriteria klien yang akan diikutsertakan dalam kegiatan adalah :
 Pasien yang dapat berkomunikasi verbal
 Pasien yang kooperatif dengan riwayat perilaku kekerasan
 Pasien yang menyepakati kontrak dengan terapis sebelumnya
 Pasien yang sudah ikut TAK PK sesi I dan II

D. Mekanisme Kegiatan
1. Uraian Struktur Kegiatan
Hari/ tanggal : Selasa, 25 juni 2019
Tempat : Ruang TAK wisma flamboyan
Waktu : Pukul 09.00 – 09.30 WIB
Jumlah Anggota : 6 orang
- Tn. D
- Tn. Rh
- Tn. Rd
- Tn. Rz
- Tn. P
- Tn. E
Metode : Dinamika kelompok, diskusi dan tanya jawab
Pengorganisasian kelompok
a. Leader : Ranti Anggasari, S.Kep
b. Co Leader : Nana Arfi Surya S.Kep
c. Observer : Medhia Iqlima, S.Kep
d. Fasilitator : Tiara Yalita, S. Kep dan Uci Ramadani Anwar, S.
Kep

2. Uraian Pekerjaan
a. Leader : Ranti Anggasari, S.Kep
Tugas Leader :
1) Memperkenalkan diri
2) Menjelaskan aturan permainan
3) Menjelaskan tujuan aktivitas kelompok
4) Memberi kesempatan pada anggota untuk saling mengenal
5) Memberi respon yang sesuai dengan perilaku klien
6) Mengaktifkan kelompok
7) Meminta tanggapan dari klien atas permintaan yang telah
dilakukan
8) Memberi reinforcement positif
9) Menyimpulkan

b. Co-Leader : Nana Arfi Surya, S.Kep


Tugas Co-Leader :
1) Membantu Leader mengkoordinir jalannya acara
2) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader
3) Mengingatkan leader tentang kegiatan

c. Fasilitator : Tiara Yalita, S.Kep dan Uci Ramadani Anwar, S.Kep


Tugas Fasilitator :
1) Mampu memfasilitasi klien yang kurang aktif
2) Dapat mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi
3) Mampu memotivasi klien untuk kesuksesan acara
4) Memfasilitasi jalannya kegiatan yaitu persiapan dan
pelaksanaan

d. Observer : Medhia Iqlima, S.Kep


Tugas Observer :
1) Mampu mengobservasi jalannya kegiatan
2) Mencatat jumlah klien yang hadir
3) Mancatat respon dan perilaku klien dalam kegiatan
4) Mencatat tanggapan-tanggapan yang dikemukakan klien
5) Mencatat penyimpangan acara terapi aktivitas kelompok
6) Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama kegiatan
berlangsung

3. Pelaksanaan Kegiatan
No Waktu Kegiatan Terapis Kegiatan Peserta
1. 10 Persiapan
a. Memilih dan membuat kontrak dengan
menit -
klien sesuai dengan indikasi: 6 orang
pasien di wisma flamboyan yang sudah
mengikuti TAK sebelumnya -
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. 25 Pelaksanaan
menit a. Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis Menjawab salam
b) Perkenalan nama dan panggilan Mendengarkan dan
terapis memperhatikan
c) Menanyakan nama dan panggilan Menjawab pertanyaan
semua klien
2) Evaluasi / Validasi
Menjawab pertanyaan
a) Menanyakan perasaan klien saat ini
b) Menanyakan apakah telah latihan
TAK PK Sesi I dan II
c) Kaji perasaan marah klien
3) Kontrak Mendengarkan dan
a) Menjelaskan tujuan kegiatan TAK
memperhatikan
PK sesi III yaitu meminta dengan
baik, menolak dengan baik,
mengungkapkan perasaan dengan
baik
b) Menjelaskan aturan berikut
- Jika ada klien yang ingin
meninggalkan kelompok, harus
meminta izin kepada terapis
- Lama kegiatan 30 menit
Mendengarkan dan
- Klien mengikuti kegiatan dari
menyimak dengan
awal sampai selesai
2. Kerja baik
a. Diskusikan dan latih bersama cara
mengontrol marah dengan ungkapan
verbal, yaitu :
- Meminta dengan baik tanpa
marah dengan nada suara yang
rendah serta tidak menggunakan
kata-kata kasar, seperti : “bu,
tolong ambilkan saya air minum
itu”
- Menolak dengan baik, jika ada
yang menyuruh dan tidak ingin
melakukannya, katakan : “maaf
Memberikan tepuk
saya tidak bisa melakukannya tangan pada tiap
karena sedang ada kerjaan” pasien yang
- Mengungkapkan perasaan kesal,
menyampaikan
jika ada perlakuan orang lain
pendapat
yang membuat kesal, katakan :
“saya jadi ingin marah karena
perkataan itu"
b. Rangkum jawaban klien. Lengkapi yang
belum lengkap
c. Minta klien untuk mempraktekkan cara
mengontrol marah dengan cara verbal
d. Berikan pujian kepada klien
e. Sesi tanya jawab
3. 10 Terminasi
a. Mengkaji perasaan klien setelah TAK
menit
b. Mengkaji pengetahuan klien setelah Mengungkapkan
TAK pendapat
c. Memasukan latihan pada jadwal
kegiatan harian klien
d. Membuat kontrak selanjutnya, yaitu
topik, tempat, waktu

4. Settingan Tempat
Denah Pelaksanaan TAK :

Keterangan

: Observer : Fasilitator

: Peserta : Leader
: Co Leader

E. Proses Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Diharapkan anggota yang mengikuti TAK minimal 6-8 orang, setting
tempat sesuai dengan yang telah direncanakan dan masing-masing
individu melaksanakan perannya masing-masing.
2. Evaluasi Proses
Evaluasi terhadap proses pelaksanaan TAK yang diharapkan sesuai
dengan rencana kegiatan proposal TAK. Diharapkan dapat dilaksanakan
75% sesuai dengan yang telah direncanakan.
3. Evaluasi Hasil
Evaluasi terhadap hasil pelaksanaan TAK terkait dengan pencapaian
tujuan yang diharapkan dalam pelaksanaan TAK. Aspek yang dievaluasi
adalah kemampuan klien untuk menyampaikan pendapat tentang manfaat
kegiatan kelompok yang telah dilakukan.
Formulir evaluasi sebagai berikut:

Kemampuan mencegah perilaku kekerasan cara interaksi sosial asertif (cara


verbal)
Memperagakan Memperagakan Memperagakan cara
No. Nama Klien cara meminta cara menolak mengungkapkan
dengan baik dengan baik marah yang baik

Petunjuk:
a. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
b. Untuk tiap klien, beri penilaian akan kemampuan mempraktikan
pencegahan perilaku kekerasan secara sosial: meminta tanpa paksa,
menolak dengan baik, mengungkapkan kekesalan dengan baik, beri
tanda (√) jika klien mampu dan tanda (-) jika klien tidak mampu.

F. Penutup
Demikianlah proposal ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas
praktek profesi keperawatan jiwa di RSJ Prof HB Saanin Padang, semoga
dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Padang, Mei 2018
Ketua Kelompok

(Ranti Anggasari, S. Kep)

Disetujui Oleh,

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

( ) ( )

DAFTAR PUSTAKA

Azizah, J. 2015. Kesehatan Jiwa dan Mental. Jakarta: Salemba Medika.

Keliat, Akemat, 2010. Keperawatan Jiwa Teori Aktivitas Kelompok. Jakarta: EGC

Sumirta. 2014. Asuhan Keperawatan Pada pasien Jiwa. Jakarta: Pustaka Media.

Yosep, A. 2010. Keperawatan Jiwa Teoritis. Bandung: Budi Utama.