Anda di halaman 1dari 25

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA TN.M DENGAN


CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI RUANG MAWAR 1 RSUD
KABUPATEN KARANGANYAR

Tgl/Jam MRS : 01-02-2019 (09.00)


Tanggal/Jam Pengkajian : 05-02 -2019 (14.:30)
Metode Pengkajian : Wawancara dan Rekam Medik
Diagnosa Medis : Congestive Heart Failure (CHF)
No.Registrasi : 000452946

A. PENGKAJIAN
1. BIODATA
a. Identitas Pasien
Nama Pasien : Tn. M
Jenis Kelamin : Laki laki
Alamat : Bancak 2/3 Gebyok Mojogedang
Umur : 71 tahun
Agama : Islam
Status Perkawinan : Menikah
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Pensiunan
b. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tn. S
Jenis Kelamin : Laki laki
Alamat : Bancak 2/3 Gebyok Mojogedang
Umur : 35 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Tani
Hubungan dgn Pasien: Anak kandung

21
22

2. RIWAYAT KESEHATAN
a. Keluhan Utama: Pasien mengeluh sesak nafas.
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh sesak nafas sejak 1 bulan yang lalu, kemudian 3 hari
sebelum masuk rumah sakit sesak yang dirasakan semakin memberat,
disertai dengan nyeri dada dan kaki membengkak, kemudian pasien
datang ke Klinik Utama Naura Medika Kabupaten Karanganyar pada
tanggal 29-1-2019 dengan diantar keluarga, pada saat di Poliklinik
dilakukan tindakan pemeriksaan TTV, didapatkan hasil, TD:150/85
MmHg, N:82x/menit, R:27 x/menit, S:36,5 C dan diberikan kolaborasi
pemberian obat ranitidine 50mg/12jam, ondansentron 8mg/12jam,
furosemid 20mg/12jam dan oksigen 3 Lpm. Klien kemudian oleh
Dokter DPJP dirujuk kerumah sakit RSUD karanganyar untuk rawat
inap pada tanggal 01-1 2019 di ruang mawar 1. Pada saat pengkajian
pada tanggal 05-01 2019, pasien megeluh sesak nafas, nyeri dada,
tangan dan kaki membengkak, pasien mengatakan sesak nafas, nyeri
di bagian dadanya, skala nyeri 5 dari rentang 1-10, nyeri dirasakan
hilang timbul, seperti tertekan benda berat, dan semakin berat bila
pasien melakukan aktivitas, tampak meringis, terdapat pernafasan
cepat dan dangkal, pasien mengatakan badannya terasa lemas, dan
seluruh aktivitas pasien dibantu oleh keluarga, pasien terpasang IVFD
RL 500ml/20 tpm pada tangan Kiri. TTV :TD: 150/100 MmHg, N:
80x/menit, R : 28x/menit, S : 36,7o C, pitting edema 2,5 detik.
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengatakan mempunyai riwayat hipertensi dan asam urat
d. Riwayat Kesehatan Keluarga
Pasien mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mempunyai
penyakit DM, penyakit menular seperti hepatitis, HIV/AIDS, dan
penyakit keganasan, dll.
23

e. Genogram

X X X X

Keterangan:
= Laki-laki
= Perempuan
= Pasien
X = Meninggal
= Garis Pernikahan
= Tinggal serumah
3. PENGKAJIAN POLA FUNGSI GORDON
a. Pola Persepsi dan pemeliharaan kesehatan
Pasien menganggap bahwa kesehatan penting dalam kehidupannya,
biasanya saat pasien sakit, pasien berobat ke puskesmas.
b. Pola Aktifitas dan Latihan (Kegiatan Sehari-hari)
Sebelum sakit: pasien mengatakan selalu berjalan jalan ketika sore
di sekitar rumah, semua kegiatan dilakukan secara mandiri.
Selama sakit: Selama sakit seluruh aktifitas pasien dibantu oleh
keluarga, dan pasien lebih sering berbaring ditempat tidur,dan jarang
melakukan aktifitas.
c. Pola Istirahat dan Tidur
Sebelum sakit: Pasien mengatakan di rumah jam tidur malam ±4-5
jam, tidur siang jarang, kebiasaan sebelum tidur tidak ada.
Selama sakit:
Pasien mengatakan selama sakit dan dirawat di rumah sakit tidur
Malam 6-7 jam/ hari, tidur siang 1-2 jam/hari. Tidak ada gangguan
tidur.
24

d. Pola Nutrisi Metabolik


Pengkajian nutrisi (ABCD)
Antropometri :BB: 75 kg, TB: 160 cm,
Biomecahnical :HB: 11,2 g/dl, HT:33,5%, Limfosit: 27,3%
Clinical Sign : Pasien KU cukup, kesadaran composmentis tidak
ada tanda klinis defisiensi nutrisi. Tidak terdapat stomatitis, tidak
terdapat kejang maupun lemah otot, tidak terdapat gondok pada
kelenjar endokrin dan pasien tampak tidak anemia.
Pola Nutrisi
Sebelum sakit
Frekuensi:Makan 2-3x/hari. Minum ±4 gelas air putih/hari
Jenis : Nasi, ikan, ayam, tahu, tempe,
Porsi : Sedang
Keluhan : Tidak ada
Sesudah sakit
Frekuensi:Makan 3x/hari, makan sedikit dan sering tidak
habis. Minum air putih ±1000cc
Jenis :Makanan yang disediakan rumah sakit yaitu nasi,
lauk, buah-buahan, susu, sayur.
Porsi :Pasien dapat menghabiskan satu porsi makanan
dalam beberapa tahap
Keluhan :Tidak ada
e. Pola Eliminasi
1) BAB
Sebelum sakit
Frekuensi BAB : 1 kali sehari
Konsistensi : padat
Warna : Kuning kecoklatan
Keluhan/kesulitan BAB : Tidak ada keluhan
Penggunaan obat pencahar : Tidak ada
Selama sakit
Frekuensi BAB : 2 hari 1 kali
25

Konsistensi : Padat
Warna : Kuning kecoklatan
Keluhan/kesulitan BAB : Tidak keluhan
Penggunaan obat pencahar : Tidak ada
2) BAK
Sebelum sakit
Frekuensi BAK : ± 5-6 kali sehari.
Jumlah urine : ± >1000 ml.
Warna : Kuning pekat
Keluhan/ kesulitan BAK : tidak ada keluhan.
Selama sakit
Frekuensi BAK : tidak tentu
Jumlah urine : ± 700-1000 ml.
Warna : Kuning jernih.
Keluhan/ kesulitan BAK : Tidak ada keluhan BAK.
Analisis Keseimbangan Cairan selama Perawatan
Intake Output Analisis
a. Minuman:1000 cc a. Urine : 1.000 cc Intake: 2.750 cc
b. Makanan:200 cc b.IWL : 15x 75 : 24 jam= 50 Output: 2.175 cc
b. Infus : 1.500 cc 46,87x24 = 1125 cc
c. Obat : 50 cc BAB: 50 cc
Total : ± 2750 cc Total : ± 2175 cc Balance : + 575

f. Pola Kognitif dan Perceptual


Nyeri:
Terdapat keluhan nyeri pada pasien, nyeri di bagian dadanya, skala
nyeri 5 dari rentang 1-10, nyeri dirasakan hilang timbul, seperti
tertekan benda berat, dan semakin berat bila pasien melakukan
aktivitas
Fungsi panca indra:
Fungsi panca indra sperti penglihatan menurun dikarenakan usia
pasien yang sudah lanjut, akan tetapi fungsipendengaran, perasa dan
peraba tampak baik.
Kemampuan bicara:
26

Pasien dapat berbicara dan berkomunikasi dengan baik.


Kemampuan membaca:
Pasientidak dapat membaca.
g. Pola Konsep Diri
1) Identitas diri: Pasien adalah seorang laki laki berumur 71 tahun
dan sudah memiliki cucu
2) Gambaran diri: Pasien berpenampilan rapih dan suka menjaga
kebersihan tubuhnya
3) Harga diri: Pasien merasa percaya diri , dan optimis terhadap
kesembuhan penyakitnya
4) Peran diri: Pasien adalah seorang kakek
5) Ideal diri: Pasien mengatakan sudah bahagia menjadi kakek
h. Pola Koping
Masalah utama selama masuk RS:
Sesak nafas
Kehilangan/ perubahan yang terjadi sebelumnya:
Pasien mengatakan semenjak sakit kehilangan kebebasan dan
kemandirian, karena tidak bisa melakukan aktiftas secara mandiri.
Pandangan terhadap masa depan:
Pasien yakin dan optimis akan sembuh dari penyakitnya
Koping mekanisme yang digunakan saat terjadinya masalah:
Pasien selalu bersikap positif dan tegas terhadap masalah yang
menimpanya.
i. Pola Peran Hubungan
Peran pasien dalam keluarga dan masyarakat:
Pasien selalu berhubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan
masyarakat sekitar.
Siapa yang dipercaya untuk membantu pasien jika ada
kesulitan:
Sanak dan keluarga
j. Pola Nilai dan Kepercayaan
Agama: Islam.
27

Ibadah: Pasien mengatakan sejak sakit kesulitan untuk menjalankan


ibadah sholat.
4. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum : Lemah
a. Kesadaran : Compos Mentis (E4, V5, M6)
b. Tanda-Tanda Vital
1) TD : 150/100 MmHg
2) Nadi : 80x/menit
3) Pernafasan : 28x/menit
4) Suhu : 36,7o C
2. Pemeriksaan Head To Toe
No Bagian Tubuh Pengkajian
- Bentuk dan ukuran kepala: Bentuk kepala simetris
- Pertumbuhan rambut: Pertumbuhan rambut merata, rambut
1. Kepala
tampak beruban.
- Kulit kepala: Keadadan kulit kepala bersih, tidak ada lesi.
Mata
- Kebersihan: Keadaan mata bersih
- Fungsi penglihatan: Fungsi penglihatan menurun
- Palpebra: Tidak ada pembesaran pada palpebra
- Konjungtiva: Konjungtiva merah muda
- Sclera: Tidak ikterik
- Pupil: Tidak ada pelebaran diameter ka/ki: 2 mm/2 mm
- Reflek terhadap cahaya: Pupil mengecil bila diberikan rangsang
cahaya.
- Penggunaan alat bantu penglihatan: Pasientidak menggunakan alat
bantu penglihatan yaitu kacamata.
Hidung
- Fungsi penghidu: Fungsi penciuman baik
- Sekret: Tidak terdapat secret
2. Muka - Nyeri sinus: Tidak ada nyeri tekan pada sinus
- Polip: Tidak ada polip
- Napas cuping hidung: Tidak ada pernafasan cuping hidung
Mulut
- Kemampuan bicara: Kemampuan bicara baik
- Keadaan bibir: Bentuk bibir simetris dan tidak terdapat stomatits.
- Selaput mukosa: Lembab
- Warna lidah: Lidah bersih, dan warna lidah merah muda
- Bau nafas: Terdapat bau nafas.
Gigi
- Jumlah: Jumlah gigi tidak lengkap
- Kebersihan: Keadaan gigi tampak kotor
- Masalah: Terdapat gigi tanggal (ompong) dan terdapat karies pada
gigi.
Telinga
28

- Bentuk: Bentuk telinga antara kiri dan kanan simetris


- Fungsi: Fungsi pendengaran baik
- Kebersihan: Kedua daun telinga antara kiri dan kanan tampak
bersih
- Serumen: Terdapat serumen
- Nyeri telinga: Tidak ada nyeri telinga
- Bentuk: Simetris
- Pembesaran tyroid: Tidak ada pembesaran pada tiroid
- Kelenjar getah bening: Tidak ada pembesaran pada kelenjar getah
3. Leher bening
- Nyeri waktu menelan: Tidak ada nyeri sewaktu menelan
- JVP: ada peningkatan JVP
Paru-paru
- Inspeksi: Bentuk dada simetris, tidak ada lesi, tidak ada jaringan
parut, tidak ada pembesaran pada dinding dada, tidak terdapat
retraksi intercosta.
- Palpasi: Tidak ada nyeri tekan pada dada, tidak terdapat krepitasi,
pergerakan dada simetris.
- Perkusi: Pada saat di perkusi terdengar suara hipersonor
- Auskultasi: pada saat diauskultasi terdengar suararonkhi pada
percabangan broncus dan trakea.
4 Dada (Thorax) Jantung
- Inspeksi:Tidak ada pembesaran pada apex jantung kiri dan kanan,
tidak terdapat kelaianan pada denyut ictuscordis.
- Palpasi:Tidak teraba massa, nyeri di bagian dadanya, skala nyeri 5
dari rentang 1-10, nyeri dirasakan hilang timbul, seperti tertekan
benda berat, dan semakin berat bila pasien melakukan aktivitas
- Perkusi:Pada saat diperkusi bunyi jantung pekak pada bagian
anterior dada bagian kiri ics ke 3- 5.
- Auskultasi:Auskultasi pada BJ I (S1) dan BJ II (S2) terdengar
5 Abdomen bunyi lup-dub (normal).
Abdomen
- Inspeksi: Bentuk abdomen simetris, tidak ada lesi, tidak ada
jaringan parut, dan tidak ada pembesaran.
- Auskultasi: Bising usus 12x/menit
- Perkusi: Pada saat di perkusi terdengar timpani pada seluruh
kuadran abdomen
- Palpasi: Tidak ada nyeri tekan pada abdomen.

Keadaan genitalia bersih, tidak ada lesi, jaringan parut, tidak ada
6. Genetalia
pembesaran atau kelainan, dan tidak ada nyeri tekan.

Tidak ada lesi, jaringan parut, pada sekitar area anus, tidak ada
Anus dan kelainan seperti hemoroid, tidak ada pembesaran atau kelainan, dan
7.
Rektum tidak ada nyeri tekan pada rektum.
Atas
- Kekuatan otot kanan dan kiri: Skala kekuatan otot ekstermitas
29

kanan dan kiri yaitu 5 dari rentang skala 0-5.


8. Ekstremitas - ROM kanan dan kiri: Pasien dapat melakukan ROM pada
ekstremitas atas secara aktif
- Perubahan bentuk tulang: Tidak ada perubahan bentuk pada tulang
- Pergerakan sendi bahu: Pergerakan sendi bahu simetris
- Perabaan akral: Akral teraba hangat
- Pitting edema: ada pitting edema disebelah kanan 2 detik
- Terpasang infus: Pasien terpasang infus pada tangan kiri
- Kelainan : Tidak ada kelainan pada ekstermitas atas
Bawah
- Kekuatan otot kanan dan kiri: Skala kekuatan otot pada
ekstermitas kanan dan kiri 5, dari rentang skala 0-5
- ROM kanan dan kiri: Pasien dapat melakukan ROM pada
ekstremitas bawah secara aktif
- Perubahan bentuk tulang: Tidak ada perubahan bentuk pada tulang
- Varises: Tidak terdapat varises
- Perabaan akral: Akral teraba hangat
- Pitting edema: ada pitting edema di kedua kaki 2,5 detik.
Tidak terdapat edema, kulit berawarna sawo matang, tidak terdapat
8 Integumen
lesi, tidak ada jaringan parut, tidak ada dekubitus, akral.
5. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Pemeriksaan laboratorium (1-2-2019)
PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN SATUAN
Hematologi
Hemoglobin 11,2 12,3-15,3 g/dl
Hematokrit 33,5 35-47 %
Leukosit 8,39 4,4-11,3 10 ^3/uL
Trombosit 260 149-409 10 ^3/uL
Eritrosit 3,69 4,1-5,9 10 ^6/uL
Hitung Jenis
Neutrofil% 56,6 50,0-70,0 %
Limfosit% 27,3 25,0-40,0 %
Monosit% 7,2 3,0-9,0 %
Eosinofil% 8,4 0,5-5,0 %
Basofil% 0,5 0,0-1,0 %
Kimia
Gula darah sewaktu 106 70-150 mg/dl
Imuno-Serologi
HbsAg Non reaktif Non reaktif
Ginjal
Creatnin 3,93 <1,9 mg/100ml
Hati
Albumin 2,1 3,5 – 5,5 g/dl
30

b. Pemeriksaan USG (4-2-2019)


Kesan: pada wakti dilakukan pemeriksaan USG Abd tampak :
proses cronis intra paranchim hepar ( Chirosis hepatis)
Speenomegali S2 efusi pleurae dekstra terukur 218,8 CM3
Transudat Choeithiasi terukur 6,65 cm dg AS Cholesistitis sub
akut dengan acites di peri hepar, para vesica dan resesus
hepatorenalis
c. Pemeriksaan EKG (Hasil: Sinus Rhytm)

6. Terapi Medis

Hari/Tgl Jenis Terapi Dosis Golongan & Kandungan Fungsi

Hari Oksigen 3 Liter Golongan: Oksigen Menstabilka volume tidal


Selasa (Nasal kanul) Kandungan: Konsentrasi dan laju pernafasan
04-02- oksigen (O2) sebesar 24%- teratur.
2019 44%.

IVFD RL 500 Golongan: Kristaloid Cairan infus yang biasa


(Elektrolit) ml/20 Kandungan : per 1000 ml digunakan sebagai
tpm natrium laktat 3,1 gr, Nacl 6 sumber elektrolit dan air
gr, Kcl 0,3 gr, CaCl O2 gr, untuk hidrasi.
air untuk injeksi.
Mengurangi cairan
Furosemide 40mg/12 Golongan : Diuretik berlebih dalam tubuh
(Injeksi) jam Kandungan : Furosemide (edema), dan bisa juga
untuk mengobati tekanan
darah tinggi.
31

Lansoprazole bekerja
Lanzoprazol 1 vial/12 dengan menurunkan
jam Lansoprazole termasuk obat produksi asam oleh
dalam golongan proton pump lambung. Obat ini juga
inhibito bisa dipakai untuk
meredakan gejala seperti
heartburn (panas perut),
sulit menelan, dan batuk
yang tak sembuh-
sembuh.

Mengobati dan
Ceftriaxone 1 Antibiotik sefalosporin mencegah infeksi bakteri
gram/12
jam

B. ANALISA DATA
Diagnosis
NO Hari/Tgl Data Fokus Etiologi
Keperawatan
1 Selasa DS : Pasien megeluh sesak nafas CHF Ketidakefektifan
04-04- DO : pola nafas
2019 - Keadaan umum pasien lemah. Kegagalan ventrikel berubungan dengan
- Pasien tampak sesak. dalam memompa darah penurunan ekspansi
- Pasien terlihat gelisah paru.
- Terdapat pernafasan cepat dan Bendungan atrium
dangkal (takhipnoe)
- TTV : Bendungan vena
TD : 150/100 MmHg,
N : 80x/menit, Pembesaran
R : 28x/menit, splen/Hepar
S : 36,7o C.
Mendesak diafragma

Penurunan ekspansi
paru

Sesak nafas

Ketidakefektifan pola
nafas
2 Selasa S:pasien mengatakan nyeri pada Gagal pompa ventrikel Nyeri berhubungan
04-04- dadanya dengan
2019 PQRST: Tekanan diastole naik ketidakseimbangan
32

P : pasien mengatakan nyeri di suplai darah


dadanya Bendungan atrium
Q : Nyeri seperti tertekanbenda
berat Bendungan vena
R : Nyeri pada dadanya sistemik
S : Skala nyeri 5
T : Nyeri yang dirasakan terus Suplai darah tidak
menerus, nyeri bertambah saat mengakomodasi
duduk atau bergerak berlebihan
DO: Nyeri
- Tampak meringis kesakitan
- Tampak pasien memegang
bagian dadanya
- TD : 150/100 MmHg,
- N : 80x/menit,
- R : 28x/menit,
- S : 36,7o C.
3 Selasa DS : Pasien mengatakan Intoleransi aktivitas
04-01- badannya terasa lemas dan sulit Kegagalan ventrikel berhubungan
2019 melakukan aktivitas. dalam memompa darah dengan kelelahan
dispneu akibat
DO: Suplai darah kejaringan turunnya curah
- Keadaan umum lemah menurun jantung.
- Pasien tampak terbaring lemas
- Aktifitas pasien dibantu oleh Metabolisme anaerob
keluarga dan perawat
- TTV: Asidosis metabolik
TD : 150/90 MmHg,
N : 80x/menit, Penumpukan asam
R : 28x/menit, laktat dan ATP
S : 36,7o C. menurun

Intoleransi aktifitas

4 Selasa DS : pasien mengatakan tangan Gagal pompa Ventrikel Kelebihan volume


04-01- dan kakinya membengkak kiri cairan b/d
2019 berkurangnya
DO : Forward Failure curah jantung,
Ekstremitas tampak membesar retensi cairan dan
Pitting edema tangan 2 detik Renal flow  natrium oleh ginjal,
Pitting edema kaki 2,5 detik hipoperfusi ke
Balance cairan + 575 cc RAA  jaringan perifer dan
Albumin : 2.1 g/DL hipertensi
Aldosteron  pulmonal

ADH 

Retensi Na + H2O
33

Kelebihan volume
cairan

C. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
No. DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan penurunan ekspansi paru.

2. Nyeri berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai darah

3. Intoleransi aktivitas b/d kelelahan dispneu akibat turunnya curah jantung.

4 Kelebihan volume cairan b/d berkurangnya curah jantung, retensi cairan dan natrium oleh
ginjal, hipoperfusi ke jaringan perifer dan hipertensi pulmonal

D. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi


Keperawatan (NOC) (NIC)

Ketidakefektifan NOC NIC


pola nafas  Respiratory status : Ventilation 1. Observasi tanda tanda vital
berubungan  Respiratory status : Airway patency 2. Monitor frekuensi dan irama
dengan  Vital sign Status pernafasan
penurunan Setelah dilakukan tindakan 3. Berikan posisi semifowler
ekspansi paru. keperawatan selama 3 x 24 jam, 4. Auskultasi suara nafas, catat
diharapkanpasien menunjukkan adanya pernafasan tambahan
keefektifan pola nafas dengan kriteria 5. Kolaborasi pemberian oksigen 3
hasil : liter/menit
a. Menunjukkan jalan nafas yang
paten.
b. Tanda Tanda vital dalam rentang
normal
Nyeri NOC : NIC
berhubungan  Pain level, 1. Catat karakteristik nyeri, lokasi,
dengan  Pain control, intensitas, lama,penyebarannya.
ketidakseimbanga  Comfort level 2. Atur posisi fisiologis
n suplai darah Setelah dilakukan tindakan 3. Istirahatkan pasien.
keperawatan selama 3x24 jam, nyeri 4. Manajemen lingkungan:
34

pasien dapat berkurang dengan criteria lingkungan tenang dan batasi


hasil: pengunjung.
- Nyeri berkurang bahkan hilang 5. Ajarkan teknik relaksasi
dengan rentang 0-2 pernapasan dalam
- Ttv dalam batas normal 6. Ajarkan teknik distraksi pada saat
- Pasien tampak tidak meringis lagi nyeri.
7. Kolaborasi pemberian terapi
farmakologis
Intoleransi NOC : NIC
aktivitas b/d  Self Care : ADLs 1. Kaji respon individu terhadap
kelelahan dispneu  Toleransi aktivitas aktivitas; nadi, tekanan darah,
akibat turunnya  Konservasi energi pernapasan
curah jantung. Setelah dilakukan tindakan 2. Ukur tanda-tanda vital segera
keperawatan selama 3 x 24 jam, setelah aktivitas
diharapkanpasien menunjukkan 3. Jelaskan pada pasien mengenai
toleransi terhadap aktivitas dengan aktivitas yang boleh dan tidak
kriteria hasil : boleh dilakukan
a. Berpartisipasi dalam aktivitas fisik 4. Dekatkan perlengkapan yang
tanpa disertai peningkatan tekanan dibutuhkan oleh pasien
darah, nadi dan RR 5. Tingkatkan aktivitas secara
b. Mampu melakukan aktivitas sehari bertahap
hari (ADLs) secara mandiri
c. Keseimbangan aktivitas dan
istirahat

Kelebihan NOC : NIC :


volume cairan b/d  Electrolit and acid base balance. Fluid management
berkurangnya  Fluid balance 1. Pertahankan catatan intake dan
curah jantung, Setelah dilakukan tindakan output yang akurat.
retensi cairan dan keperawatan selama 3 x 24 jam, 2. Monitor tanda dan gejala dari
natrium oleh diharapkanpasien menunjukkan tidak odema.
ginjal, ada tanda tanda kelebihan volume 3. Pasang urin kateter jika
hipoperfusi ke cairan dengan kriteria hasil: diperlukan.
jaringan perifer a. Tidak ada oedema 4. Monitor hasil lAb yang sesuai
dan hipertensi b. Kebutuhan vokume cairan dengan retensi cairan (BUN , Hmt
pulmonal menjadi seimbang , osmolalitas urin).
5. Monitor status hemodinamik
termasuk CVP, MAP, PAP, dan
PCWP.
6. Monitor masukan makanan /
cairan dan hitung intake kalori
harian.
7. Kolaborasi pemberian terapi
diuretik bila perlu.
35

E. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari/ No Implementasi Respon TTD
Tgl Dx
Selas 1 1. Melakukan observasi tanda S: pasien mengatakan terasa sesak nafas
a 05- tanda vital O: TD : 150/90 MmHg, N : 80x/m, RR :
02- (08:35) 28x/m, S: 36,6o C.
2019 2. Monitor frekuensi dan irama S: pasien mengatakan masih terasa sesak
pernafasan nafas
(08:45) O: frekuensi pernafasan: 28 x/menit, irama
cepat
3. Mengauskultasi suara nafas, S: pasien mengatakan terasa sesak nafas
catat adanya nafas tambahan O: tidak ada suara nafas tambahan
(09.10)
4. Memberikan posisi semifowler S: pasien mengatakan terasa lebih rileks
(09:15) O: TD : 150/90 MmHg, N : 80x/m, RR :
28x/m, S: 36,6o C.
5. Berkolaborasi pemberian S: pasien mengatakan terasa lebih rileks
oksigen 3 liter/menit (nasal O: RR: 28 x/menit,
kanul)
(09:40)
Selas 2 1. Melakukan observasi terhadap S : pasien mengatakan nyeri pada dadanya
a 05- perubahan status nyeri melalui O : pasien tampak meringis kesakitan
02- raut wajah pasien (10:05)
2019
2. Melakukan pengkajian nyeri S: pasien mengatakan nyeri pada dadanya
PQRST pada pasien PQRST:
(10:00) P : pasien mengatakan nyeri di dadanya
Q : Nyeri seperti tertekanbenda berat
R : Nyeri pada dadanya
S : Skala nyeri 5
T : Nyeri yang dirasakan terus menerus,
nyeri bertambah saat duduk atau bergerak
berlebihan
O: Pasien tampak meringis
3. Mengistirahatkan pasien S : pasien mengatakan lebih rileks
(10:00) O : pasien tampak sedikit rileks

4. Mengajarkan pasien untuk S : pasien mengatakan nyerinya sedikit


melakukan Teknik relaksasi berkurang setelah melakukan Teknik nafas
berupa napas dalam saat nyeri dalam dan distraksi relaksasi
dirasakan oleh pasien (10:00) O : pasien mampu melakukan napas dalam
dengan baik
5. Berkolaborasi pemberian obat S : pasien mengatakan masih nyeri pada
Furosemide 40mg dadanya
Lanzoprazol 1 vial O : pasien sudah diberikan injeksi
Ceftriaxone 1 gram
(10:00)
36

Selas 3 1. Mengkaji respon individu S: pasien mengatakan aktivitas masih


a 05- terhadap aktivitas; nadi, dibantu keluarga
02- tekanan darah, pernapasan O: TD : 150/90 MmHg, N : 80x/m, RR :
2019 (11:15) 28x/m, S: 36,7o C.
2. Mendekatkan perlengkapan S: pasien mengatakan sulit mengambil alat
yang dibutuhkan oleh pasien yang dibutuhkan
(11:25) O: alat sudah didekatkan
3. Menganjurkan pasien S: - pasien mengatakan selalu makan dengan
mengkonsumsi makanan yang teratur
disediakan rumah sakit dengan O: pasien mampu menghabiskan makan satu
teratur porsi yang disediakan di rumah sakit
(11:30)
4. Menjelaskan pada pasien S: pasien mengatakan aktivitas tidak
mengenai aktivitas yang boleh dilakukan secara mandiri
dan tidak boleh dilakukan O: pasien mengerti mengenai aktivitas yang
(12:35) boleh dan tidak boleh dilakukan
5. Meningkatkan aktivitas secara S: pasien mengatakan aktivitas dibantu
bertahap keluarga
(12:40) O: pasien dapat makan dan minum secara
mandiri.
Selas 4 1. Mempertahankan catatan S: Pasien mengatakan bisa makan dan bisa
a 05- intake dan output yang akurat. BAB dan BAK
02- (12:45) O:.Balance cairan + 575 cc
2019
2. Memonitor tanda dan gejala S: pasien mengatakan tangan dan kakinya
dari odema. membengkak
(12:50) O: Pitting edem tangan 2 detik
Pitting edem kaki 2,5 detik
3. Memonitor hasil lAb yang S : pasien mengatakan diambil darah tadi
sesuai dengan retensi cairan pagi
(BUN , Hmt , osmolalitas O : Albumin 2,1 g/dl
urin).
(12:55)
4. Memonitor masukan makanan S: Pasien mengatakan bisa makan dibantu
/ cairan dan hitung intake keluarga
kalori harian. O:.Balance cairan + 575 cc
(13:00) Pasien makan setengah porsi dari menu
yang disediakan oleh rumah sakit
5. Berkolaborasi pemberian S: pasien mengatakan mendapat injeksi
terapi diuretik O:
(10:00) Injeksi Furosemide 40mg
Lanzoprazol 1 vial
Ceftriaxone 1 gram
37

Hari/ No Implementasi Respon TTD


Tgl Dx
Rabu. 1 1. Melakukan observasi tanda S: pasien mengatakan terasa sesak nafas
6-2- tanda vital O: TD : 150/90 MmHg, N : 82x/m, RR :
2019 (20:35) 26x/m, S: 36,5o C.
2. Monitor frekuensi dan irama S: pasien mengatakan masih terasa sesak
pernafasan nafas
(20:45) O: frekuensi pernafasan: 26 x/menit, irama
cepat
3. Mengauskultasi suara nafas, S: pasien mengatakan terasa sesak nafas
catat adanya nafas tambahan O: tidak ada suara nafas tambahan
(21.10)
4. Memberikan posisi semifowler S: pasien mengatakan terasa lebih rileks
(21:15) O: TD : 150/90 MmHg, N : 82x/m, RR :
26x/m, S: 36,5o C.
5. Berkolaborasi pemberian S: pasien mengatakan terasa lebih rileks
oksigen 3 liter/menit (nassal O: RR: 26 x/menit,
kanul)
(21:40)
Rabu. 2 1. Melakukan observasi terhadap S : pasien mengatakan nyeri pada dadanya
6-2- perubahan status nyeri melalui O : pasien tampak meringis kesakitan
2019 raut wajah pasien (22:05)

2. Melakukan pengkajian nyeri S: pasien mengatakan nyeri pada dadanya


PQRST pada pasien PQRST:
(22:10) P : pasien mengatakan nyeri di dadanya Q :
Nyeri seperti tertekanbenda berat
R : Nyeri pada dadanya
S : Skala nyeri 4
T : Nyeri yang dirasakan terus menerus,
nyeri bertambah saat duduk atau bergerak
berlebihan
O: Pasien tampak meringis
3. Mengistirahatkan pasien S : pasien mengatakan lebih rileks
(22:30) O : pasien tampak sedikit rileks

4. Mengajarkan pasien untuk S : pasien mengatakan nyerinya sedikit


melakukan Teknik relaksasi berkurang setelah melakukan Teknik nafas
berupa napas dalam saat nyeri dalam dan distraksi relaksasi
dirasakan oleh pasien (23:05) O : pasien mampu melakukan napas dalam
dengan baik
5. Berkolaborasi pemberian obat S : pasien mengatakan masih nyeri pada
(22.00) dadanya
O : pasien sudah diberikan injeksi
Furosemide 40mg
Lanzoprazol 1 vial
Ceftriaxone 1 gram
38

Rabu. 3 1. Mengkaji respon individu S: pasien mengatakan aktivitas masih


5-2- terhadap aktivitas; nadi, dibantu keluarga
2019 tekanan darah, pernapasan O: TD : 150/90 MmHg, N : 82x/m, RR :
(20:15) 26x/m, S: 36,5o C.

2. Mendekatkan perlengkapan S: pasien mengatakan sulit mengambil alat


yang dibutuhkan oleh pasien yang dibutuhkan
(20:25) O: alat sudah didekatkan

3. Menganjurkan pasien S: - pasien mengatakan selalu makan dengan


mengkonsumsi makanan yang teratur
disediakan rumah sakit dengan O: pasien mampu menghabiskan makan satu
teratur porsi yang disediakan di rumah sakit
(20:30)
4. Menjelaskan pada pasien S: pasien mengatakan aktivitas tidak
mengenai aktivitas yang boleh dilakukan secara mandiri
dan tidak boleh dilakukan O: pasien mengerti mengenai aktivitas yang
(20:35) boleh dan tidak boleh dilakukan
5. Meningkatkan aktivitas secara S: pasien mengatakan aktivitas dibantu
bertahap keluarga
(20:40) O: pasien dapat makan dan minum duduk
secara mandiri
Rabu. 4 1. Mempertahankan catatan S: Pasien mengatakan bisa makan dan bisa
6-2- intake dan output yang akurat. BAB dan BAK
2019 (20:50) O:.Balance cairan + 580 cc

2. Memonitor tanda dan gejala S: pasien mengatakan tangan dan kakinya


dari odema. membengkak
(21:00) O: Pitting edem tangan 2 detik
Pitting edem kaki 2,5 detik
3. Memonitor hasil lAb yang S : pasien mengatakan diambil darah tadi
sesuai dengan retensi cairan pagi
(BUN , Hmt , osmolalitas O : Albumin 2,5 g/dl
urin).
(21:05)
4. Memonitor masukan makanan S: Pasien mengatakan bisa makan dibantu
/ cairan dan hitung intake keluarga
kalori harian. (21:10) O:.Balance cairan + 580 cc
Pasien makan setengah porsi dari menu
yang disediakan oleh rumah sakit

5. Berkolaborasi pemberian S: pasien mengatakan mendapat injeksi


terapi diuretik bila perlu. O:
(22:00) Injeksi Furosemide 40mg
Lanzoprazol 1 vial
Ceftriaxone 1 gram
39

Hari/ No Implementasi Respon TTD


Tgl Dx
Jumat 1 1. Melakukan observasi tanda S: pasien mengatakan terasa sesak nafas
, 8-2- tanda vital O: TD : 150/90 MmHg, N : 8x/m, RR :
2019 (08:35) 24x/m, S: 36,8o C.
2. Monitor frekuensi dan irama S: pasien mengatakan masih terasa sesak
pernafasan nafas
(08:35) O: frekuensi pernafasan: 24 x/menit, irama
cepat
3. Mengauskultasi suara nafas, S: pasien mengatakan terasa sesak nafas
catat adanya nafas tambahan O: tidak ada suara nafas tambahan
(08.40)
4. Memberikan posisi semifowler S: pasien mengatakan terasa lebih rileks
(08:45) O: TD : 150/70 MmHg, N : 8x/m, RR :
24x/m, S: 36,8o C.
5. Berkolaborasi pemberian S: pasien mengatakan terasa lebih rileks
oksigen 3 liter/menit (nassal O: RR: 24 x/menit,
kanul)
(08:50)
Jumat 2 1. Melakukan observasi terhadap S : pasien mengatakan nyeri pada dadanya
, 8-2- perubahan status nyeri melalui O : pasien tampak meringis kesakitan
2019 raut wajah pasien (08:55)

2. Melakukan pengkajian nyeri S: pasien mengatakan nyeri pada dadanya


PQRST pada pasien PQRST:
(09:00) P : pasien mengatakan nyeri di dadanya
Q : Nyeri seperti tertekanbenda berat
R : Nyeri pada dadanya
S : Skala nyeri 3
T : Nyeri yang dirasakan terus menerus,
nyeri bertambah saat duduk atau bergerak
berlebihan
O: Pasien tampak meringis
3. Mengistirahatkan pasien S : pasien mengatakan lebih rileks
(09:05) O : pasien tampak sedikit rileks

4. Mengajarkan pasien untuk S : pasien mengatakan nyerinya sedikit


melakukan Teknik relaksasi berkurang setelah melakukan Teknik nafas
berupa napas dalam saat nyeri dalam dan distraksi relaksasi
dirasakan oleh pasien (09:10) O : pasien mampu melakukan napas dalam
dengan baik
5. Berkolaborasi pemberian obat S : pasien mengatakan masih nyeri pada
(09:15) dadanya
O : pasien sudah diberikan injeksi
Furosemide 40mg
Lanzoprazol 1 vial
Ceftriaxone 1 gram
40

Jumat 3 1. Mengkaji respon individu S: pasien mengatakan aktivitas masih


, 8-2- terhadap aktivitas; nadi, dibantu keluarga
2019 tekanan darah, pernapasan O: TD : 150/70 MmHg, N : 8x/m, RR :
(09:20) 24x/m, S: 36,8o C.
2. Mendekatkan perlengkapan S: pasien mengatakan sulit mengambil alat
yang dibutuhkan oleh pasien yang dibutuhkan
(09:25) O: alat sudah didekatkan
3. Menganjurkan pasien S: - pasien mengatakan selalu makan dengan
mengkonsumsi makanan yang teratur
disediakan rumah sakit dengan O: pasien mampu menghabiskan makan satu
teratur porsi yang disediakan di rumah sakit
(09:30)
4. Menjelaskan pada pasien S: pasien mengatakan beberapa aktivitas
mengenai aktivitas yang boleh dilakukan secara mandiri
dan tidak boleh dilakukan O: pasien mengerti mengenai aktivitas yang
(09:35) boleh dan tidak boleh dilakukan
5. Meningkatkan aktivitas secara S: pasien mengatakan aktivitas dibantu
bertahap keluarga
(09:40) O: pasien dapat makan, minum duduk,
miring kanan dan kiri secara mandiri
Jumat 4 1. mepertahankan catatan intake S: Pasien mengatakan bisa makan dan bisa
, 8-2- dan output yang akurat. BAB dan BAK
2019 O:.Balance cairan + 600 cc
2. Memonitor tanda dan gejala S: pasien mengatakan tangan dan kakinya
dari odema. membengkak
O: Pitting edem tangan kanan 2 detik
Tangan kiri tampak membesar, pitting edem
2 detik
Pitting edem kaki 2,5 detik
3. Memonitor hasil lAb yang S : pasien mengatakan diambil darah tadi
sesuai dengan retensi cairan pagi
(BUN , Hmt , osmolalitas O : Albumin 2,7 g/dl
urin).

4. Memonitor masukan makanan S: Pasien mengatakan bisa makan dibantu


/ cairan dan hitung intake keluarga
kalori harian. O:.Balance cairan + 600 cc
. Pasien makan setengah porsi dari menu
yang disediakan oleh rumah sakit
5. Berkolaborasi pemberian S: pasien mengatakan mendapat injeksi
terapi diuretik bila perlu O:
Injeksi Furosemide 40mg/12 jam
Lanzoprazol 1 vial/12 jam
Ceftriaxone 1 gram/12 jam
41

F. EVALUASI KEPERAWATAN
No Hari/tgl Evaluasi TTD
1 Selasa S: Pasien mengatakan terasa sesak nafas
05-02- O
2019 - Tampak dispneu
(13:55) - Keadaan umum pasien lemah.
- Pasien terlihat gelisah
- Terdapat pernafasan cepat dan dangkal (takhipnoe)
- TD : 150/90 MmHg, N : 80x/m, RR : 28x/m, S: 36,7o C.
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1. Observasi tanda tanda vital
2. Monitor frekuensi dan irama pernafasan
3. Berikan posisi semifowler
4. Auskultasi suara nafas, catat adanya pernafasan tambahan
5. Kolaborasi pemberian oksigen 3 liter/menit
2 Selasa S: Pasien mengatakan terdapat nyeri di dadanya
05-02- - PQRST:
2019 P : pasien mengatakan nyeri di dadanya
(13:55) Q : Nyeri seperti tertekanbenda berat
R : Nyeri pada dadanya
S : Skala nyeri 5
T : Nyeri yang dirasakan terus menerus, nyeri bertambah saat duduk
atau bergerak berlebihan
O:
- Tampak meringis kesakitan
- Tampak pasien memegang bagian dadanya
- TD : 150/90 MmHg, N : 80x/m, RR : 28x/m, S: 36,7o C.
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1. Catat karakteristik nyeri, lokasi, intensitas, lama,penyebarannya.
2. Atur posisi fisiologis
3. Istirahatkan pasien.
4. Manajemen lingkungan: lingkungan tenang dan batasi
pengunjung.
5. Ajarkan teknik relaksasi pernapasan dalam
6. Ajarkan teknik distraksi pada saat nyeri.
7. Kolaborasi pemberian terapi farmakologis
3 Selasa S:
05-02- Pasien mengatakan badannya lemas, dan aktivitasnya dibantu oleh
2019 keluarga
(13:55) O:
- Tampak lemah
- Aktivitas dibantu keluarga
- TD : 150/90 MmHg, N : 80x/m, RR : 28x/m, S: 36,7o C.
A: Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
1. Kaji respon individu terhadap aktivitas; nadi, tekanan darah,
42

pernapasan
2. Ukur tanda-tanda vital segera setelah aktivitas
3. Jelaskan pada pasien mengenai aktivitas yang boleh dan tidak
boleh dilakukan
4. Dekatkan perlengkapan yang dibutuhkan oleh pasien
5. Tingkatkan aktivitas secara bertahap
4 Selasa S:
05-02- Pasien mengatakan kaki dan tangannya membengkak
2019 O:
(13:55) Balance cairan + 575 cc
Pitting edem tangan 2 detik
Pitting edem kaki 2,5 detik
Albumin 2,1 g/dl
Pasien makan setengah porsi dari menu yang disediakan oleh
rumah sakit
Injeksi Furosemide 40mg/12 jam
Lanzoprazol 1 vial/12 jam
Ceftriaxone 1 gram/12 jam
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan Intervensi
1. Pertahankan catatan intake dan output yang akurat.
2. Monitor tanda dan gejala dari odema.
3. Monitor hasil lAb yang sesuai dengan retensi cairan (BUN ,
Hmt , osmolalitas urin).
4. Monitor masukan makanan / cairan dan hitung intake kalori
harian.
5. Kolaborasi pemberian terapi diuretik bila perlu.

No Hari/tgl Evaluasi TTD


/
1 Kamis S: Pasien mengatakan terasa sesak nafas
07-02- O
2019 - Tampak dispneu
(07:55) - Keadaan umum pasien lemah.
- Pasien terlihat gelisah
- Terdapat pernafasan cepat dan dangkal (takhipnoe)
- TD : 150/90 MmHg, N : 82x/m, RR : 26x/m, S: 36,5o C.
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1. Observasi tanda tanda vital
2. Monitor frekuensi dan irama pernafasan
3. Berikan posisi semifowler
4. Auskultasi suara nafas, catat adanya pernafasan tambahan
5. Kolaborasi pemberian oksigen 3 liter/menit
2 Kamis S: Pasien mengatakan terdapat nyeri di dadanya
7-02- - PQRST:
2019 P : pasien mengatakan nyeri di dadanya
(07:55) Q : Nyeri seperti tertekanbenda berat
43

R : Nyeri pada dadanya


S : Skala nyeri 4
T : Nyeri yang dirasakan terus menerus, nyeri bertambah saat duduk
atau bergerak berlebihan
O:
- Tampak meringis kesakitan
- Tampak pasien memegang bagian dadanya
- TD : 130/90 MmHg, N : 82x/m, RR : 26x/m, S: 36,5o C.
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1. Catat karakteristik nyeri, lokasi, intensitas, lama,penyebarannya.
2. Atur posisi fisiologis
3. Istirahatkan pasien.
4. Manajemen lingkungan: lingkungan tenang dan batasi
pengunjung.
5. Ajarkan teknik relaksasi pernapasan dalam
6. Kolaborasi pemberian terapi farmakologis
3 Kamis S:
07-02- Pasien mengatakan badannya lemas, dan aktivitasnya dibantu oleh
2019 keluarga
(07:55) O:
- Tampak lemah
- Aktivitas seperti makan dan minum dilakukan secara mandiri
- TD : 130/90 MmHg, N : 82x/m, RR : 26x/m, S: 36,5o C.
A: Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
1. Kaji respon individu terhadap aktivitas; nadi, tekanan darah,
pernapasan
2. Ukur tanda-tanda vital segera setelah aktivitas
3. Dekatkan perlengkapan yang dibutuhkan oleh pasien
4. Tingkatkan aktivitas secara bertahap
4 Kamis S:
07-02- Pasien mengatakan kaki dan tangannya membengkak
2019 O:
(07:55) Balance cairan + 580 cc
Pitting edem tangan 2 detik
Pitting edem kaki 2,5 detik
Albumin 2,5 g/dl
Pasien makan setengah porsi dari menu yang disediakan oleh
rumah sakit
Injeksi Furosemide 40mg/12 jam
Lanzoprazol 1 vial/12 jam
Ceftriaxone 1 gram/12 jam
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan Intervensi
1. Pertahankan catatan intake dan output yang akurat.
2. Monitor tanda dan gejala dari odema.
3. Monitor hasil lAb yang sesuai dengan retensi cairan (BUN ,
44

Hmt , osmolalitas urin).


4. Monitor masukan makanan / cairan dan hitung intake kalori
harian.
5. Kolaborasi pemberian terapi diuretik bila perlu.

1 Jumat S: Pasien mengatakan sesak nafas sudah berkurang


08-02- O
2019 - Tampak sesak nafas berkurang
(13.55) - TD : 150/70 MmHg, N : 82x/m, RR : 24x/m, S: 36,8o C.
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
1. Observasi tanda tanda vital
2. Berikan posisi semifowler
3. Auskultasi suara nafas, catat adanya pernafasan tambahan
4. Kolaborasi pemberian oksigen 3 liter/menit
2 Jumat S: Pasien mengatakan terdapat nyeri di dadanya sudah berkurang
08-02- - PQRST:
2019 P : pasien mengatakan nyeri di dadanya
(13.55) Q : Nyeri seperti tertekan benda berat
R : Nyeri pada dadanya
S : Skala nyeri 3
T : Nyeri yang dirasakan terus menerus, nyeri bertambah saat duduk
atau bergerak berlebihan
O:
- Tampak lebih rileks
- Tampak pasien memegang bagian dadanya
- TD : 150/70 MmHg, N : 82x/m, RR : 24x/m, S: 36,8o C.
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
1. Catat karakteristik nyeri, lokasi, intensitas, lama,penyebarannya.
2. Istirahatkan pasien.
3. Ajarkan teknik relaksasi pernapasan dalam
4. Ajarkan teknik distraksi pada saat nyeri.
5. Kolaborasi pemberian terapi farmakologis
3 Jumat S:
08-02- Pasien mengatakan beberapa aktivitasnya dilakukan secara mandiri
2019 O:
(13.55) - Tampak lemah
- Aktivitas seperti makan dan minum, miring kanan dan kiri, duduk
dilakukan secara mandiri, dan aktivitas seperti pergi ke kamar
mandi dibantu keluarga
- TD : 150/70 MmHg, N : 82x/m, RR : 24x/m, S: 36,8o C.
A: Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
1. Kaji respon individu terhadap aktivitas; nadi, tekanan darah,
pernapasan
2. Tingkatkan aktivitas secara bertahap
45

4 Jumat S:
08-02- Pasien mengatakan kaki dan tangannya membengkak
2019 O:
(13.55) Balance cairan + 600 cc
Pitting edem tangan kanan 2 detik
Tangan kiri tampak membesar, pitting edem 2 detik
Pitting edem kaki 2,5 detik
Albumin 2,7 g/dl
Pasien makan setengah porsi dari menu yang disediakan oleh
rumah sakit
Injeksi Furosemide 40mg
Lanzoprazol 1 vial
Ceftriaxone 1 gram
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan Intervensi
1. Pertahankan catatan intake dan output yang akurat.
2. Monitor tanda dan gejala dari odema.
3. Monitor hasil lAb yang sesuai dengan retensi cairan (BUN ,
Hmt , osmolalitas urin).
4. Monitor masukan makanan / cairan dan hitung intake kalori
harian.
5. Kolaborasi pemberian terapi diuretik bila perlu.