Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOMETRIKA DAN INVENTARISASI


SUMBER DAYA HUTAN
ACARA VI
PERHITUNGAN POTENSI PRODUKSI
SUATU UNIT KAWASAN HUTAN

Disusun Oleh :
Nama : Ghina Wardah Hania Putri
NIM : 16/393948/KT/08185
Shift : Senin, 15.30 WIB
Co. Ass: Intan Surulloha Akbar

LABORATORIUM PERENCANAAN PEMBANGUNAN HUTAN &


LABORATORIUM KOMPUTASI DAN BIOMETRIKA HUTAN
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2018
ACARA VI

PERHITUNGAN POTENSI PRODUKSI SUATU UNIT KAWASAN HUTAN

I. Tujuan
1. Dapat menyajikan struktur tegakan, menghitung taksiran potensi produksi luasan,
volume, dan kandungan karbon dalam suatu kawasan hutan
2. Dapat menganalisa keadaan tegakan suatu unit kawasan ditinjau dari potensinya

II. Dasar Teori


Inventarisasi hutan adalah suatu bagian proses pengelolaan hutan untuk
memperoleh landasan kerja dan landasan hukum agar terwujud ketertiban dan kepastian
hukum dalam pemanfaatan hutan sehingga menunjang diperolehnya manfaat hutan yang
optimal, berfungsi serbaguna dan pendayagunaan secara lestari. Unit inventarisasi
bertujuan untuk mendapatkan informasi sumber daya hutan berupa : tutupan vegetasi,
penggunaan lahan, perkiraan tipe, dan potensi SDH dipilah berdasarkan fungsi hutannya
(ITTO, 1992).
Risalah hutan tanaman adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka
memantau proses perkembangan keadaan tegakan hutan tegakan hutan tanaman dan
perubahan-perubahan atau kerusakan-kerusakan yang timbul akibat berbagai hal selama
pengelolaan. Hutan tanaman adalah hutan yang dibentuk sebagai hasil dari kegiatan
penanaman di kawasan hutan tanaman. Ruang lingkup risalah hutan tanaman meliputi
seluruh aspek teknis dan non teknis yang merupakan faktor-faktor yang secara langsung
dan tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan keadaan hutan. Aspek teknis
meliputi fisik lapangan, sistem silvikultur yang digunakan dan keadaaan hutannya
sendiri. Sedangkan aspek non teknis meliputi sejarah perkembangan dan keadaan sosial
ekonomi dari masyarakat di sekitar hutan yang dirisalah (Wongosoetjitro, 1980).
Prinsip utama dalam risalah hutan pada tanaman yang telah berumur 5 tahun ke
atas dan merupakan hasil dari kegiatan reboisasi. Tujuan risalah hutan tanaman adalah
untuk mengetahui proses perkembangan keadaan tegakan hutan, perubahan-perubahan
atau kerusakan-kerusakan yang timbul akibat adanya gangguan, baik alami maupun oleh
manusia seta untuk menaksir kemampuan produksi dari hutan yang dirisalah (Husch,
1987).
Menurut Simon (1994) dalam pelaksanaan pengaturan hasil hutan memerlukan tiga
tahapan kegiatan yaitu:
1. Perhitungan etat yaitu berdasarkan jumlah hasil yang didapat setiap tahunatau
selama jangka waktu tertentu.
2. Pemisahan jumlah hasil tersebut ke dalam hasil penjarangan dan hasil
tebangan alami
3. Penyusunan rencana tebangan, baik tebangan penjarangan maupun tebangan
akhir.
Adapun data potensi hutan tersebut meliputi struktur kelas hutan termasuk kelas
hutan produktif yang mencakup luasan, dan volume (standing stock/growing stock).
Penaksiran volume didasarkan pada pengukuran-pengukuran karakter-karakter pohon
atau tegakan (diameter, tinggi, luas bidang dasar) dan hubungan kuantitatif antara
karakter yang diukur tersebut dengan volume yang ditaksir. Cara penentuan volume
pohon batang dibedakan antara cara langsung dan tidak langsung. Penentuan volume
cara langsung hanya bisa dilakukan untuk kayu dalam bentuk sortimen (log) dengan
menggunakan alat yang namanya xylometer. Sedangkan penentuan volume cara tidak
langsung, dilakukan dengan metode grafis atau dengan menggunakan persamaan volume
(Murdawa, 1992).

III. Alat dan Bahan


A. Alat:
- Register risalah hutan (PK2) suatu kawasan hutan
- Tabel WvW
- Blangko daftar kelas hutan (PK3)
- Perhitungan rata-rata (PK4a dan PK4b)
- Kalkulator
- Microsoft Excel
B. Bahan:
- Hasil risalah hutan (PK2) suatu kawasan hutan
IV. Cara Kerja

Tentukan kelas hutan


Salin data dari PK2 ke
dan hitung umur Salin hasil risalah ke PK2
PK3
tanaman

Hitung nilai kompilasi


Buat PK4a menggunakan
pada PK4a terhadap
pivot table pada MS. Salin data PK4a ke PK4b
umur, bonita, dan KBD
Excel
tanaman

Buat PK4b menjadi 2 Hitung nilai Vst, V per


yaitu Stading Stock dan ha, dan V total pada tiap
Growing Stock PK4b

Deskripsi:
Data dari hasil risalah hutan sebelumnya dihitung umur dari tanaman yang ada.
Kemudian ditentukan juga kelas hutan dari tiap data tersebut. Setelah itu data disalin
dalam PK2. Data dari PK2 kemudian disalin kembali dalam PK3 sesuai dengan kelas
hutannya. Dari Pk 3 tersebut dikumpulkan data satu sub, kemudian dihitung PK4a secara
kompilasi. Data yang perlu dihitung adalah luas, bonita, dan KBD dari pohon jati yang
termasuk dalam kelas hutan produktif (KU I – KU XII, MR, dan MT). Kemudian hitung
nilai rata-ratanya dengan rumus:
∑ (𝑢𝑚𝑢𝑟 × 𝑙𝑢𝑎𝑠)
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑢𝑚𝑢𝑟 =
∑ 𝑙𝑢𝑎𝑠
∑ (𝑏𝑜𝑛𝑖𝑡𝑎 × 𝑙𝑢𝑎𝑠)
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑜𝑛𝑖𝑡𝑎 =
∑ 𝑙𝑢𝑎𝑠
∑ (𝐾𝐵𝐷 × 𝑙𝑢𝑎𝑠)
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝐾𝐵𝐷 =
∑ 𝑙𝑢𝑎𝑠
Setelah didapatkan nilai rata-ratanya, kemudian salin data dari PK2 ke Microsoft Excel. Data
tersebut kemudian diseleksi dan diambil yang termasuk dalam kelas hutan produktif saja.
Kemudian dibuat Pivot Table-nya dengan MS. Excel. Hasil dari Pivot Table dapat digunakan
untuk mengoreksi nilai dari PK4a. Data rata-rata dari PK4a disalin ke PK4b. Penyalinan
dilakukan dua kali karena terdapat dua PK4b yaitu untuk Standing Stock dan Growing Stock.
Untuk PK4b Growing Stock, umur tanaman diisi 60 tahun seluruhnya. Kemudian dicari nilai
Vst-nya dengan melihat Tabel WvW. Apabila tidak ada, cari nilai Vst dengan interpolasi
data. Setelah itu hitung nilai dari V per ha dan V total dengan rumus:

𝑉 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 = 𝑉𝑠𝑡 (𝑢𝑚𝑢𝑟 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑛𝑖) × 𝐾𝐵𝐷 × 𝑓𝑘

𝑉 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎 𝐺𝑟𝑜𝑤𝑖𝑛𝑔 𝑆𝑡𝑜𝑐𝑘 = 𝑉𝑠𝑡 (𝑢𝑚𝑢𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 𝑑𝑎𝑢𝑟/60) × 𝐾𝐵𝐷 × 𝑓𝑘

𝑉 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑉 𝑝𝑒𝑟 ℎ𝑎 × 𝑙𝑢𝑎𝑠