Anda di halaman 1dari 156

Biologi Kelas XII i

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


1. menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan;
2. menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan manusia;
3. menjelaskan pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup;
4. merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena telah diciptakan makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang
dengan baik dari kecil hingga besar;
2. bersikap jujur, terbuka, objektif, bertanggung jawab, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi;
3. menghargai kerja kelompok.

Pertumbuhan dan Perkembangan

Mempelajari

Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan dan Perkembangan Merencanakan dan Melaksanakan


pada Tumbuhan pada Hewan serta Manusia Percobaan tentang Faktor Luar
yang Memengaruhi Pertumbuhan
serta Perkembangan pada
Tumbuhan

Mencakup Mencakup Mencakup

• Pengertian Pertumbuhan dan • Pertumbuhan dan Perkembangan • Merancang Percobaan


Perkembangan pada Hewan • Melakukan Percobaan
• Faktor-Faktor yang Memengaruhi • Pertumbuhan dan Perkembangan • Menganalisis Data dan Menarik
Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia Kesimpulan
Tumbuhan • Faktor-Faktor yang Memengaruhi • Menyusun Laporan Percobaan
Pertumbuhan dan Perkembangan
Hewan serta Manusia

Mampu

• Menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.


• Menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan pada hewan serta manusia.
• Menjelaskan pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup.
• Merencanakan dan melaksanakan percobaan tentang faktor luar yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
• Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena telah dianugerahkan
kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik dari kecil hingga besar.
• Bersikap jujur, terbuka, objektif, bertanggung jawab, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
• Menghargai kerja kelompok.

Biologi Kelas XII 1


A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: e
Aktivitas auksin akan terhambat jika terkena
1. Jawaban: b cahaya matahari. Jika salah satu sisi batang
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran terkena cahaya, persebaran auksin menjadi tidak
seperti volume, massa, dan tinggi pada makhluk merata. Akibatnya, bagian yang tidak terkena
hidup. Pertumbuhan ini bersifat irreversible yaitu cahaya matahari dapat tumbuh lebih panjang. Hal
tidak dapat balik seperti semula. Selain itu, ini dikarenakan kandungan auksin pada sisi yang
pertumbuhan juga merupakan proses kuantitatif, terkena cahaya matahari lebih rendah daripada
artinya dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. bagian yang tidak terkena cahaya matahari. Oleh
Sementara itu, terbentuk struktur dan fungsi karena itu, batang tumbuh membengkok menuju
organ yang kompleks serta bersifat kualitatif arah datangnya cahaya matahari.
merupakan ciri-ciri perkembangan. 6. Jawaban: b
2. Jawaban: e Fungsi hormon asam absisat sebagai berikut.
Perkembangan merupakan proses menuju tingkat 1) Menunda pertumbuhan (dormansi).
kedewasaan pada makhluk hidup. Sebagai contoh, 2) Memacu pengguguran bunga dan buah.
munculnya buah tanaman setelah berbunga, serta 3) Menghambat pembelahan dan pembentangan
terbentuknya akar, batang, dan daun dari sel.
perkecambahan biji. Sementara itu, bertambahnya 4) Merangsang penutupan stomata selama
tinggi batang suatu tanaman menjadi 15 cm dan tumbuhan kekurangan air.
jumlah daun suatu tanaman bertambah menjadi 5) Memacu pengguguran daun pada musim
10 helai menunjukkan adanya pertumbuhan. kering sehingga mengurangi penguapan.
Pertumbuhan merupakan peristiwa bertambahnya Fungsi hormon sitokinin sebagai berikut.
jumlah dan ukuran, baik volume, massa, dan tinggi 1) Menghambat proses penuaan.
pada mahkluk hidup. 2) Membantu perkecambahan biji.
3) Merangsang pembelahan sel (sitokinesis).
3. Jawaban: e
4) Merangsang pertumbuhan daun dan pucuk.
Berdasarkan gambar pada soal dapat dituliskan
5) Menghambat efek dominansi apikal oleh
keterangan seperti berikut.
auksin.
1) I = fase log, pertumbuhan lambat dan sel-sel
6) Merangsang pertumbuhan memanjang pada
yang membelah hanya sedikit.
akar.
2) II = fase eksponensial, pertumbuhan mencapai
maksimum, serta sel-sel aktif membelah dan 7. Jawaban: d
mengalami elongasi. Pertumbuhan primer terjadi akibat aktivitas
3) III = fase stasioner, pertumbuhan terhenti meristem yang terdapat di ujung akar dan ujung
atau nol, serta ukuran tumbuhan tidak batang. Pertumbuhan primer terjadi pada
mengalami perubahan. tumbuhan Monocotyledoneae, contoh pohon
4) IV = fase kematian, tumbuhan mengalami kelapa, rumput teki, dan pohon palem. Pada
penuaan. tumbuhan Dicotyledoneae, terjadi dua macam
pertumbuhan yaitu pertumbuhan primer dan
4. Jawaban: d
pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder
Perkecambahan hipogeal ditandai dengan
terjadi akibat aktivitas kambium. Contoh tumbuhan
tertinggalnya kotiledon di dalam tanah. Selain itu,
Dicotyledoneae yaitu pohon mangga, bayam, dan
pada perkecambahan hipogeal bagian yang
pohon nangka.
mengalami pemanjangan adalah epikotil dan
umumnya terjadi pada biji tanaman 8. Jawaban: a
Monocotyledoneae. Sementara itu, kotiledon Interaksi antara gas etilen dan giberelin dapat
yang terangkat ke atas permukaan tanah dan mengatur perbandingan antara bunga jantan dengan
bagian yang mengalami pemanjangan adalah bunga betina yang terbentuk. Sementara itu, hormon
hipokotil merupakan ciri-ciri dari perkecambahan auksin dan gas etilen merangsang terjadinya
epigeal. pembungaan. Hormon auksin dan giberelin sama-

2 Pertumbuhan dan Perkembangan


sama memengaruhi pembentukan jaringan 12. Jawaban: c
pengangkut. Hormon auksin dan sitokinin bekerja Etiolasi merupakan peristiwa pertumbuhan
secara sinergis untuk memacu pertumbuhan dan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap. Ciri-
pembentukan organ pada kultur jaringan ciri tumbuhan yang mengalami etiolasi sebagai
tumbuhan. Adapun hormon giberelin dan asam berikut.
absisat bekerja secara berlawanan. Hormon 1) Batang lebih kurus dan bersifat lemah.
giberelin merangsang pertumbuhan tunas, daun, 2) Batang tumbuh lebih panjang.
dan batang. Hormon asam absisat menghambat 3) Batang dan daun berwarna kuning pucat.
pembelahan sel dan merangsang terjadinya 4) Daun tidak berkembang akibat kekurangan
dormansi. klorofil.
9. Jawaban: e 13. Jawaban: d
Tanaman pisang yang belum matang biasanya Perkecambahan dimulai dengan imbibisi. Imbibisi
diperam dengan diberi karbit. Karbit mengandung merupakan proses penyerapan air yang
gas etilen yang berfungsi mempercepat dilakukan oleh biji. Proses ini mengakibatkan
pematangan buah. Sementara itu, asam traumalin enzim dan hormon bersifat aktif sehingga terjadi
berfungsi merangsang pembelahan sel pada proses metabolisme makanan cadangan untuk
bagian jaringan tumbuhan yang terluka sehingga menghasilkan energi. Sel-sel embrional akan
jaringan yang rusak akan digantikan dengan membelah sehingga kulit biji akan pecah dan
jaringan baru. Asam absisat berfungsi dalam muncullah daun pertama yang akan tumbuh
proses penuaan dan gugurnya daun. Sitokinin menjadi tanaman baru.
berfungsi dalam membantu perkecambahan biji.
14. Jawaban: d
Giberelin berfungsi dalam merangsang
Nutrien tumbuhan dapat dibedakan menjadi unsur
pertumbuhan batang.
makro dan unsur mikro. Unsur mikro merupakan
10. Jawaban: a unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam
Gambar pada soal menunjukkan bahwa kecambah jumlah sedikit. Unsur mikro meliputi besi, bo-
yang ditambah dengan hormon pertumbuhan ron, mangan, molibdenum, seng, tembaga, dan
mengalami perpanjangan pada batangnya. Hormon klor. Sementara itu, hidrogen, fosfor, kalium, dan
pertumbuhan yang memacu pertambahan kalsium merupakan unsur-unsur makro yang
panjang batang yaitu kaulokalin. Sementara itu, dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak.
hormon filokalin merupakan hormon pertumbuhan
15. Jawaban: c
yang merangsang pembentukan daun. Hormon
Faktor eksternal yang memengaruhi per-
rizokalin merupakan hormon pertumbuhan yang
tumbuhan dan perkembangan tanaman, antara
merangsang pembentukan akar.
lain suhu, pH, cahaya, nutrien, kelembapan,
oksigen, dan air. Suhu optimum untuk
Soal nomor 11–15 hanya ada di buku guru pertumbuhan berkisar antara 10°C–38°C. Nilai
sebagai soal pengayaan bagi Bapak/Ibu Guru. pH tanah menentukan kemampuan tumbuhan
untuk mengambil unsur hara dalam tanah.
11. Jawaban: b Cahaya yang berlebihan dapat merusak auksin
Tumbuhan kerdil apabila diberi hormon giberelin pada tumbuhan. Nutrien tumbuhan dibedakan
akan tumbuh kembali dan menjadi tumbuhan menjadi unsur makro dan mikro yang diperoleh
yang normal. Hal tersebut dikarenakan hormon dari dalam tanah. Kelembapan tanah yang rendah
giberelin akan merangsang pertumbuhan batang. dapat meningkatkan laju transpirasi sehingga
Sementara itu, etilen berfungsi merangsang penyerapan air dan unsur hara meningkat.
pemasakan buah. Antokalin berfungsi
merangsang pembentukan bunga. Asam absisat B. Uraian
berfungsi dalam proses penuaan dan gugurnya 1. Tanaman yang diletakkan dalam kotak gelap
daun. Asam traumalin berfungsi merangsang akan bergerak ke arah datangnya cahaya karena
pembelahan sel pada bagian jaringan tumbuhan di dalam tanaman tersebut terjadi ketidak-
yang terluka sehingga jaringan yang rusak akan seimbangan hormon auksin. Kerja hormon auksin
digantikan dengan jaringan baru. akan terhambat jika terkena cahaya matahari.

Biologi Kelas XII 3


Jika salah satu sisi saja pada batang yang
Soal nomor 6–10 hanya ada di buku guru
terkena cahaya matahari, persebaran auksin
sebagai soal pengayaan bagi Bapak/Ibu Guru.
menjadi tidak rata. Kandungan auksin pada sisi
yang terkena cahaya matahari lebih rendah
daripada bagian yang tidak terkena cahaya 6. Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran
matahari. Akibatnya, batang tumbuh yang meliputi ukuran, massa, dan tinggi pada makhluk
membengkok menuju arah datangnya cahaya hidup. Pertumbuhan ini bersifat irreversible (tidak
karena bagian yang tidak terkena cahaya dapat dapat balik seperti semula) serta bersifat
tumbuh lebih panjang. Fungsi auksin antara lain kuantitatif sehingga dapat diukur dan dinyatakan
merangsang aktivitas pembentangan dan dengan angka. Contoh pertumbuhan yaitu
pembelahan sel, merangsang pemanjangan tu- bertambahnya tinggi batang menjadi 10 cm dan
nas ujung tanaman, serta merangsang bertambahnya jumlah daun menjadi 5 helai.
pembentukan akar lateral dan serabut akar. Sementara itu, perkembangan adalah proses
perubahan yang menyertai pertumbuhan yang
2. Ada beberapa jenis hormon yang dapat ber- menuju tingkat pematangan atau kedewasaan
interaksi dengan hormon lain sehingga memiliki pada makhluk hidup. Perkembangan bersifat
fungsi khusus. Misalnya, hormon auksin bersama kualitatif sehingga tidak dapat diukur. Contoh
hormon giberelin bekerja sama dalam perkembangan yaitu munculnya bunga sebagai
pembentukan buah tanpa biji (partenokarpi) dan alat perkembangbiakan serta terbentuknya akar,
dalam proses perkecambahan. Selain itu, hormon batang, dan daun dari perkecambahan biji.
auksin dapat bekerja sama dengan hormon
sitokinin dalam memacu pembelahan sel. 7. Perkecambahan dapat terjadi apabila kandungan
Hormon giberelin dengan gas etilen bekerja sama air dalam biji semakin tinggi. Masuknya air ke
dalam mengatur perbandingan antara bunga biji melalui proses imbibisi. Air yang masuk akan
jantan dengan bunga betina yang terbentuk. memacu embrio dalam biji untuk melepaskan
Hormon auksin dengan gas etilen bekerja sama hormon giberelin. Hormon ini mendorong
dalam memacu pembungaan. pelepasan enzim yang berfungsi menghidrolisis
makanan cadangan sehingga terbentuk energi.
3. Kulit batang karet yang disayat dapat sembuh Energi ini digunakan untuk proses awal
dan memperbaiki jaringannya karena adanya pertumbuhan dan perkembangan embrio dalam
pengaruh hormon luka (asam traumalin). Hormon biji. Struktur yang pertama muncul dan menyobek
asam traumalin merangsang pembelahan sel selaput biji adalah radikula. Radikula merupakan
pada bagian jaringan tumbuhan yang terluka calon akar primer. Radikula adalah bagian dari
sehingga jaringan yang rusak akan membentuk hipokotil. Selanjutnya, pada bagian ujung sebelah
jaringan baru. Dengan demikian, luka pada atas tumbuh epikotil (calon batang).
batang pohon karet dapat tertutup oleh jaringan
baru tersebut. 8. Gen berpengaruh dalam menentukan pola
pertumbuhan tanaman. Tingkat optimalisasi
4. Hormon yang berperan dalam mengatasi pertumbuhan suatu tanaman akan didorong oleh
permasalahan pada soal adalah hormon giberelin. keberadaan enzim dan hormon yang ditentukan
Agar tanaman bunga potong dapat berbunga oleh sintesis protein. Sintesis protein
sepanjang tahun, maka tanaman tersebut dapat dikendalikan oleh DNA di dalam gen sehingga
disemprot dengan hormon giberelin. Hormon gen akan menentukan kecepatan dan pola
giberelin dapat memacu pertumbuhan dan pertumbuhan suatu tanaman.
pembungaan sebelum waktunya. Dengan
demikian, permintaan terhadap bunga potong 9. Nekrosis merupakan gejala pada tanaman yang
dapat terpenuhi sepanjang tahun. ditandai dengan daun bercak kehitaman dan
keriput hingga menyebabkan kematian pada
5. Apabila ujung batang pohon jambu dipotong, kuncup-kuncup yang masih muda. Nekrosis pada
hormon auksin yang terakumulasi di ujung batang tanaman diakibatkan oleh kekurangan unsur ka-
akan ikut hilang. Namun, keberadaan hormon lium dan unsur besi. Unsur kalium berperan
sitokinin akan merangsang pembentukan tunas penting mengaktifkan enzim untuk proses
lateral sehingga akan tumbuh menjadi tunas-tu- fotosintesis. Unsur besi berperan penting dalam
nas baru ke arah lateral dan akan membentuk pembentukan klorofil. Apabila tanaman
percabangan. kekurangan unsur kalium dan unsur besi, proses

4 Pertumbuhan dan Perkembangan


fotosintesis akan terganggu. Terganggunya berlangsung optimal. Akibatnya, tanaman akan
proses fotosintesis dapat memengaruhi keadaan mengalami etiolasi. Etiolasi merupakan peristiwa
klorofil pada daun sehingga menyebabkan daun pertumbuhan tanaman yang cepat di tempat
menguning. Jika keadaan tersebut terjadi terus- gelap. Adapun ciri-ciri tanaman yang mengalami
menerus, daun akan berwarna kehitaman dan etiolasi sebagai berikut.
mati. a. Tanaman berwarna pucat.
b. Batang bersifat lemah dan kurus.
10. Tumbuhan memerlukan cahaya agar dapat
c. Batang memanjang lebih cepat.
melangsungkan proses fotosintesis sehingga
d. Daun tidak berkembang akibat kekurangan
dapat dihasilkan makanan. Jika tumbuhan
klorofil.
kekurangan cahaya, proses fotosintesis tidak

4. Jawaban: c
A. Pilihan Ganda
Metagenesis Aurelia aurita (ubur-ubur) diawali
1. Jawaban: c dari hasil pembuahan berupa zigot atau telur yang
Urutan tahapan fase-fase embrionik pada hewan akan berkembang menjadi larva bersilia
secara benar sebagai berikut. (planula). Planula akan berenang dan menempel
1) Morulasi 3) Gastrulasi pada tempat yang sesuai. Setelah menempel,
2) Blastulasi 4) Organogenesis silia dilepaskan dan planula akan tumbuh menjadi
polip muda (skifistoma). Skifistoma kemudian
2. Jawaban: b membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurelia
Fase embrionik pada hewan terdiri atas empat tampak seperti tumpukan piring yang disebut
tahap sebagai berikut. strobila. Kuncup dewasa paling atas akan
1) Fase morulasi, pada fase ini pembelahan zigot berkembang menjadi medusa muda (efira).
akan membentuk suatu wujud yang Selanjutnya, efira berkembang menjadi medusa
menyerupai buah anggur (morula). Morula dewasa (Aurelia dewasa).
mengandung banyak sel hasil mitosis yang
akan berkumpul menjadi satu kesatuan. 5. Jawaban: d
2) Fase blastulasi, pada fase ini morula akan Hewan yang mengalami tahapan metamorfosis
berkembang sampai membentuk suatu dari telur–nimfa–imago termasuk dalam
rongga pada bagian tengahnya (blastosol). metamorfosis tidak sempurna. Contoh hewan
3) Fase gastrulasi, pada fase ini terbentuk yang mengalami metamorfosis tidak sempurna
gastrula yang ditandai dengan adanya tiga lapisan yaitu capung, belalang, dan kecoak. Sementara
embrionik (ektoderm, mesoderm, dan endo- itu, kupu-kupu dan nyamuk termasuk hewan yang
derm). mengalami metamorfosis sempurna dengan
4) Fase organogenesis, pada fase ini terjadi tahapan dari telur – larva – pupa – imago (hewan
proses pembentukan berbagai organ tubuh dewasa). Katak juga mengalami metamorfosis
yang berkembang dari tiga lapisan saat proses sempurna karena bentuk hewan mudanya sangat
gastrulasi. berbeda dengan hewan dewasa. Tahapan
metamorfosis katak yaitu telur – berudu – berudu
3. Jawaban: e berkaki – katak muda – katak dewasa.
Organ-organ yang terbentuk dari ketiga lapisan saat
proses gastrulasi sebagai berikut. 6. Jawaban: e
1) Lapisan ektoderm akan berkembang menjadi Ciri-ciri perkembangan pada masa remaja
rambut, kulit, sistem saraf, dan organ indra. sebagai berikut.
2) Lapisan mesoderm akan berkembang menjadi 1) Bersikap ambivalen (ragu-ragu) dalam
otot, rangka, organ reproduksi, organ menghadapi perubahan yang terjadi.
peredaran darah, dan organ ekskresi. 2) Memiliki sikap imitating (suka meniru)
3) Lapisan endoderm akan berkembang menjadi terhadap figur yang dikagumi.
organ pencernaan dan organ pernapasan. 3) Emosi yang masih labil dalam mengambil
keputusan.

Biologi Kelas XII 5


4) Perubahan emosinal secara cepat akibat 10. Jawaban: c
perubahan hormon dalam tubuh. Manusia memerlukan oksigen untuk berespirasi.
Ciri-ciri perkembangan pada masa dewasa Respirasi dapat menghasilkan energi berupa ATP
sebagai berikut. (adenosine triphosphat) yang akan digunakan
1) Organ reproduksi telah tumbuh dan berkembang dalam proses metabolisme. Selain itu, energi juga
sempurna. digunakan untuk pertumbuhan dan aktivitas sehari-
2) Telah matang secara emosional. hari.
3) Memiliki sikap tenang dan bijaksana dalam
B. Uraian
mengambil keputusan.
4) Perkembangan otot dan otak telah mencapai 1. Tahap morulasi dimulai dengan zigot yang
puncaknya. membelah secara mitosis. Pembelahan tersebut
akan membentuk suatu wujud yang menyerupai
7. Jawaban: a buah anggur yang disebut dengan morula. Morula
Hormon tiroksin berfungsi dalam memengaruhi ini merupakan embrio pada tahap morulasi.
perkembangan mental. Hormon somatotropin Sementara itu, tahap blastulasi dimulai dari
berfungsi dalam merangsang pertumbuhan tulang morula yang akan berkembang menjadi blastula.
dan otot. Hormon testosteron berfungsi Morula tersebut terus mengalami pembelahan mi-
merangsang munculnya tanda-tanda kelamin tosis sampai terbentuk rongga pada bagian
sekunder pada pria. Sementara itu, hormon tengahnya. Pada tahap blastulasi ini dihasilkan
progesteron berfungsi dalam penebalan dan embrio yang dinamakan dengan blastula.
perbaikan dinding uterus pada wanita. Hormon
2. Metamorfosis adalah perubahan bentuk secara
estrogen berfungsi merangsang munculnya bertahap yang dialami hewan semasa hidupnya.
tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Sebelum hewan tumbuh menjadi hewan dewasa,
8. Jawaban: d akan membentuk tahap larva atau nimfa terlebih
Masa pertumbuhan dan perkembangan manusia dahulu. Siklus hidup metamorfosis tergantung
dibagi menjadi lima yaitu masa balita, masa kanak- pada jenis hewan dengan metamorfosis
kanak, masa remaja, masa dewasa, dan masa sempurna atau metamorfosis tidak sempurna.
lanjut usia. Pada masa balita organ-organ dalam Metamorfosis hanya terjadi pada hewan-hewan
tubuh mulai berproduktif dan biasanya berumur tertentu, seperti capung, kecoak, kupu-kupu,
sampai lima tahun. Masa kanak-kanak ditandai katak, nyamuk, dan belalang. Adapun metagen-
dengan anak lebih aktif dan berkelakuan seperti esis merupakan pergiliran keturunan dari
orang nakal. Pada masa remaja ditandai dengan generasi gametofit ke generasi sporofit atau
munculnya perubahan fisik dan psikis (perubahan sebaliknya. Hewan yang mengalami metagen-
tanda-tanda kelamin sekunder dan primer). Pada esis akan mengalami dua fase kehidupan yaitu
masa dewasa perubahan fisik yang terjadi benar- fase reproduksi secara aseksual dan fase
reproduksi seksual. Metagenesis umumnya
benar matang serta mempunyai peran dan
terjadi pada hewan kelompok Coelenterata serta
tanggung jawab yang semakin besar. Pada masa
tumbuhan lumut dan paku.
lanjut usia ditandai dengan nonproduktifnya organ-
organ dalam tubuh, bersikap seperti kanak-kanak 3. Masa kanak-kanak sering disebut dengan golden
lagi, sel-sel tubuh mengalami degenerasi, meng- age karena pada masa ini pertumbuhan dan
alami menopause pada wanita, tulang rapuh dan perkembangan anak berlangsung dengan cepat.
tidak lentur, kulit semakin tipis dan kering, serta Anak-anak lebih aktif dalam bersikap sehingga
rambut mulai rontok. akan berkelakuan seperti orang nakal. Namun,
9. Jawaban: c sikap tersebut bukanlah sikap negatif bagi anak
Salah satu manfaat cahaya matahari bagi per- melainkan sikap positif bagi anak. Hal tersebut
dikarenakan rasa keingintahuan anak yang
tumbuhan dan perkembangan hewan serta
semakin besar sebagai akibat dari pertumbuhan
manusia yaitu mengaktifkan provitamin D pada
dan perkembangan otak anak dalam mengamati
kulit menjadi vitamin D. Vitamin D berfungsi
lingkungan sekitar.
dalam proses pembentukan tulang. Sementara
itu, menjaga elastisitas kapiler darah merupakan 4. Berdasarkan peristiwa yang terdapat pada soal
fungsi vitamin C. Membantu proses pembentukan dapat diketahui bahwa Riko dan Dika masih dalam
eritrosit serta berperan dalam metabolisme sel masa kanak-kanak. Ciri-ciri perkembangan
dan pertumbuhan jaringan merupakan fungsi kedua anak tersebut dapat dituliskan seperti
vitamin B12. Membantu pembentukan protrombin berikut.
dalam hati merupakan fungsi vitamin K.

6 Pertumbuhan dan Perkembangan


a. Rasa ingin tahu yang sangat besar. Dika direbut, tetapi dengan mudah ia melupakan
tertarik dengan mainan milik Riko. Oleh peristiwa tersebut dan bermain bersama
karena itu, Dika ingin mengetahui, kembali tanpa rasa dendam terhadap Dika.
merasakan, dan mencoba mainan baru
5. Pertumbuhan dan perkembangan manusia selama
tersebut.
fase embrionik berlangsung dalam uterus. Proses
b. Keinginan memiliki barang milik orang lain. ini berlangsung selama kurang lebih 9 bulan 10
Dika merebut mainan Riko dan membawanya hari yang disebut dengan proses gestasi. Selama
pulang karena terdorong oleh rasa ingin proses ini, embrio tumbuh dan berkembang
memiliki mainan tersebut. menjadi janin. Setelah masa gestasi berakhir, janin
c. Mulai mengenal hal-hal yang baik dan buruk. akan dilahirkan. Setelah lahir ke dunia, manusia
Tindakan yang dilakukan ibu Dika memberi mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada
nasihat putranya tentang perbuatan baik dan fase pascaembrionik. Pertumbuhan akan terus
buruk membuat Dika belajar mengenai terjadi sampai pada usia tertentu. Secara umum,
perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak pertumbuhan dan perkembangan manusia
boleh dilakukan. pascaembrionik dibagi menjadi beberapa masa
d. Emosi masih berubah-ubah. Meskipun Riko yaitu masa balita, masa kanak-kanak, masa
masih kesal dengan Dika karena mainannya remaja, masa dewasa, dan masa lanjut usia.

3. Jawaban: d
A. Pilihan Ganda
Rumusan masalah merupakan pertanyaan
1. Jawaban: d mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti.
Sistematika penulisan laporan ilmiah sebagai Rumusan masalah percobaan tersebut adalah
berikut. apakah hormon giberelin dapat mempercepat
a. Judul laporan pembungaan wijaya kusuma?
b. Kata pengantar Kalimat pertanyaan c bukan rumusan masalah
c. Daftar isi penelitian tersebut. Pernyataan a tidak berhubung-
d. Pendahuluan an dengan penelitian. Pernyataan b merupakan
e. Tinjauan pustaka latar belakang dilakukannya penelitian tersebut.
f. Metode penelitian Pernyataan e merupakan hipotesis.
g. Hasil dan pembahasan
4. Jawaban: d
h. Kesimpulan
Berdasarkan tabel hasil pengamatan pada soal,
i. Daftar pustaka
dapat dilihat bahwa kecambah biji kacang yang
j. Lampiran
ditanam pada suhu yang berbeda-beda dapat
Dengan demikian, urutan penulisan laporan
memengaruhi pertumbuhan panjangnya. Dengan
ilmiah yang benar adalah 1) – 4) – 3) – 2) – 7) –
demikian, dapat dikatakan bahwa suhu
5) – 6) – 10) – 8) – 9).
memengaruhi proses perkecambahan.
2. Jawaban: c
5. Jawaban: b
Pupuk urea memiliki kandungan nitrogen 47%
Perkecambahan terjadi jika terpenuhi faktor-
sehingga disebut juga pupuk nitrogen (N).
faktor penting yaitu air, kelembapan, oksigen,
Beberapa manfaat nitrogen sebagai berikut.
pH, dan suhu sesuai. Biji kacang hijau tersebut
1) Penyusun zat hijau daun.
tidak berkecambah karena tidak mendapatkan
2) Mempercepat pertumbuhan vegetatif.
3) Meningkatkan kadar protein hasil panen cukup oksigen. Penambahan minyak pada tabung
tanaman. akan menutup permukaan air sehingga biji kacang
4) Bagian penting yang menyusun asam amino, hijau yang terendam dalam air tidak mendapatkan
asam nukleat, dan klorofil. cukup oksigen.
Sulfur merupakan unsur makronutrien yang 6. Jawaban: d
merupakan penyusun koenzim A dan asam amino Cahaya matahari memang diperlukan dalam per-
sistein dan metionin. Fosfor berperan dalam tumbuhan tanaman sebagai faktor yang berperan
mengakumulasi pigmen antosianin. Hidrogen dan penting dalam proses fotosintesis untuk menghasil-
karbon merupakan komponen molekul organik kan energi bagi pertumbuhan tanaman. Namun,
tumbuhan. keberadaan cahaya dapat menghambat kerja

Biologi Kelas XII 7


hormon auksin sehingga tanaman yang diletakkan memacu pertumbuhan akar dan pembentukan
di tempat terang akan tumbuh lebih pendek sistem perakaran yang baik dari benih dan
daripada tanaman yang diletakkan di tempat tanaman muda. Nutrisi lainnya adalah zat besi
gelap. yang penting bagi pembentukan zat warna hijau
daun (klorofil), karbohidrat, lemak, dan protein.
7. Jawaban: e Selain itu, kulit ari juga mengandung vitamin, min-
Untuk membuktikan hipotesis bahwa cahaya eral, dan nutrien yang tinggi. Vitamin sangat
matahari menghambat pertumbuhan kecambah, berperan dalam proses pembentukan hormon
maka variabel yang dibuat berbeda adalah dan berfungsi sebagai koenzim (komponen non-
keadaan cahaya. Oleh karena itu, ada cawan
protein untuk mengaktifkan enzim).
yang ditempatkan di tempat gelap dan ada cawan
di tempat yang terang. Sementara itu, variabel 13. Jawaban: b
yang dibuat sama adalah media (kapas basah). Variabel bebas merupakan variabel yang
memengaruhi variabel terikat dengan sengaja
8. Jawaban: b dibuat berbeda. Variabel bebas pada percobaan
Peningkatan pemberian kadar hormon giberelin tersebut adalah jenis-jenis air. Variabel terikat
dapat meningkatkan jumlah bunga dan memper- adalah variabel yang dipengaruhi variabel bebas.
pendek masa pembungaan. Hal ini menunjukkan Variabel terikat pada percobaan tersebut yaitu
bahwa semakin tinggi kadar giberelin, kualitas pertumbuhan tanaman bayam. Sementara itu,
bunga semakin baik. volume penyiraman dan frekuensi penyiraman
9. Jawaban: d merupakan variabel kontrol.
Nilai pH memengaruhi kecepatan pertumbuhan 14. Jawaban: c
tanaman. pH optimum bagi tanaman adalah pH Berdasarkan data hasil pengamatan pada soal,
netral (pH = 7). Jika tanaman berada dalam tanaman kacang hijau yang ditanam pada tanah
kondisi yang memiliki pH rendah maupun tinggi, humus menunjukkan interval pertumbuhan yang
tanaman dapat mengalami keracunan sehingga paling tinggi pada minggu ke-5 yaitu 13 cm (dari
menyebabkan tanaman mati. 25 cm menjadi 38 cm). Sementara itu, interval
pertumbuhan pada minggu yang lain dan pada
10. Jawaban: d
media tumbuh yang lain menunjukkan nilai
Kesimpulan yang sesuai dengan data hasil
pertumbuhan yang lebih rendah dari 13 cm.
percobaan tersebut adalah:
Dosis pupuk memengaruhi pertumbuhan 15. Jawaban: e
tanaman. Tanaman pada pot II tumbuh lebih cepat serta
Dosis pupuk yang paling efektif adalah 200 g/ terbentuk bunga dan daunnya lebih banyak. Berarti
pot. pot II tersebut diberi hormon giberelin dan antokalin.
Giberelin mengakibatkan tanaman berbunga
Soal nomor 11–15 hanya ada di buku guru sebelum waktunya, merangsang pertumbuhan tu-
sebagai soal pengayaan bagi Bapak/Ibu Guru. nas, serta merangsang pertumbuhan daun dan
batang. Antokalin merangsang pembentukan
bunga. Adapun auksin dan giberelin merangsang
11. Jawaban: e
perkembangan dan perkecambahan embrio.
Air yang masuk memacu embrio dalam biji untuk
melepas hormon giberelin. Hormon ini mendorong B. Uraian
pelepasan enzim yang berfungsi menghidrolisis 1. Dalam merancang percobaan perlu dicantumkan
makanan cadangan membentuk energi. Hasil variabel percobaan agar faktor-faktor yang
metabolisme ini digunakan untuk proses awal memengaruhi dalam suatu percobaan dapat diuji
pertumbuhan embrio. dan hasilnya dapat diukur secara lebih jelas.
12. Jawaban: b Variabel percobaan berasal dari konsep yang
Kandungan nutrisi beras yang tertinggi terdapat belum diteliti secara empiris sehingga belum
pada bagian kulit ari. Saat mencuci beras, menunjukkan fakta yang sebenarnya. Suatu
biasanya air cucian pertama akan berwarna konsep dapat diteliti secara empiris, apabila
keruh. Warna keruh bekas cucian itu konsep tersebut telah diubah menjadi variabel.
menunjukkan bahwa lapisan terluar dari beras Selain itu, rancangan percobaan juga perlu
ikut terkikis. Namun, pada bagian kulit ari masih mencantumkan hipotesis. Penggunaan hipotesis
terdapat sisa-sisa nutrisi yang sangat bermanfaat dalam suatu percobaan didasarkan pada
tersebut. Misalnya fosfor (P), salah satu unsur rumusan masalah dan tujuan percobaan.
utama yang dibutuhkan. Fosfor berperan dalam

8 Pertumbuhan dan Perkembangan


Hipotesis dalam percobaan memiliki peran c. Rumusan masalah meliputi pertanyaan-
penting yaitu digunakan untuk menguji teori, pertanyaan mengenai ruang lingkup masalah
sebagai pedoman untuk mengarahkan suatu yang akan diteliti. Rumusan masalah yang
percobaan atau penelitian, dan memberikan dapat disusun seperti berikut.
kerangka untuk menyusun kesimpulan. 1) Apakah pemberian pupuk kandang
2. Laporan percobaan dikatakan baik dan ilmiah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
apabila format laporan tersebut disusun dengan perkembangan tanaman kedelai?
unsur-unsur yang lengkap dan urut. Unsur-unsur 2) Pupuk kandang apakah yang memberi-
laporan ilmiah yang lengkap dan urut dapat kan pengaruh terbaik terhadap pertumbuh-
dituliskan seperti berikut. an dan perkembangan tanaman kedelai?
a. Judul laporan d. Hipotesis merupakan jawaban sementara
b. Kata pengantar terhadap masalah penelitian. Hipotesis yang
c. Daftar isi dapat disusun sebagai berikut.
d. Pendahuluan (latar belakang, rumusan 1) Pemberian pupuk kandang berpengaruh
masalah, tujuan penelitian, dan manfaat terhadap pertumbuhan dan per-
penelitian) kembangan tanaman kedelai.
e. Tinjauan pustaka (teori, konsep, fakta-fakta, 2) Kotoran ayam memberi pengaruh
penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan terbaik terhadap pertumbuhan dan per-
topik, dan hipotesis) kembangan tanaman kedelai.
f. Metode penelitian (alat dan bahan, waktu dan
5. a. Kelompok perlakuan pada percobaan
tempat pelaksanaan, cara kerja, dan cara
tersebut adalah tanaman pada polybag B,
pengambilan data)
C, D, dan E. Adapun kelompok kontrol dalam
g. Hasil dan pembahasan
percobaan tersebut adalah tanaman pada
h. Kesimpulan
polybag A.
i. Daftar pustaka
b. Variabel bebas adalah variabel yang sengaja
j. Lampiran
dibuat berbeda dan memengaruhi variabel
3. a. Percobaan tersebut bertujuan untuk terikat. Variabel bebas pada percobaan
mengetahui pengaruh air terhadap per- tersebut adalah jenis pupuk yang digunakan.
kecambahan biji. Adapun variabel terikat adalah variabel yang
b. Rumusan masalah yang sesuai untuk dipengaruhi variabel bebas. Variabel terikat
percobaan tersebut adalah ”Apakah air pada percobaan tersebut dapat berupa tinggi
berpengaruh terhadap perkecambahan biji”? batang, diameter batang, jumlah daun, dan
c. Kesimpulan percobaan tersebut adalah luas daun.
keberadaan air memengaruhi perkecambahan
suatu biji. Air mempercepat perkecambahan. Soal nomor 6–10 hanya ada di buku guru
sebagai pengayaan soal bagi Bapak/Ibu Guru.
4. a. Variabel bebas merupakan variabel yang
memengaruhi timbulnya variabel terikat.
6. Cara menentukan teknik percobaan dalam
Berbagai macam pupuk kandang memengaruhi
percobaan biologi yaitu dengan membagi
pertumbuhan dan perkembangan tanaman percobaan dalam beberapa kelompok.
kedelai. Oleh karena itu, macam-macam Pembagian kelompok tersebut bertujuan untuk
pupuk kandang disebut variabel bebas. membandingkan hasil penelitian di setiap
Sementara itu, pertumbuhan dan perkembangan kelompok percobaan. Dalam percobaan biologi
tanaman kedelai disebut variabel terikat. ada dua macam kelompok percobaan yaitu
b. Pada percobaan tersebut kelompok kontrol kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
berupa kelompok tanpa perlakuan. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang
Sementara itu, kelompok perlakuan meliputi: tidak diberi perlakuan. Sementara itu, kelompok
I = diberi kotoran ayam, perlakuan merupakan kelompok yang diberi
II = diberi kotoran sapi, perlakuan tertentu. Hanya ada satu kelompok
III = diberi kotoran kambing, dan kontrol dalam suatu percobaan, tetapi sebaliknya
IV = diberi kotoran kuda. kelompok perlakuan dapat lebih dari satu
kelompok.

Biologi Kelas XII 9


7. a. Berdasarkan teori, kombinasi auksin dan 9. a. Tujuan percobaan tersebut adalah untuk
etilen dapat memacu pembungaan. Jadi, mengetahui pengaruh perlakuan fisik dan
judul yang tepat adalah ”Pengaruh Hormon kimia terhadap perkecambahan biji Abrus
Auksin dan Etilen terhadap Jumlah Bunga precatorius.
Tanaman Jeruk”.
b. Hipotesis yang dapat disusun sebagai
b. Variabel bebas adalah variabel yang sengaja
berikut.
dibuat berbeda dan memengaruhi variabel
1) Adanya perlakuan fisik berupa peng-
terikat. Variabel bebas pada percobaan
ampelasan kulit biji Abrus precatorius
tersebut adalah konsentrasi etilen dan auksin.
Kombinasi auksin dan etilen dapat memacu akan mempercepat perkecambahan.
pembungaan. Jadi, variabel terikat yang 2) Adanya perlakuan kimia berupa
mungkin adalah jumlah bunga. perendaman biji Abrus precatorius dalam
larutan asam cuka akan mempercepat
8. a. Variabel yang dijadikan kontrol (variabel perkecambahan.
kontrol) adalah variabel yang dibuat tetap/ 3) Gabungan perlakuan fisik dan kimia akan
sama pada semua pot sehingga tidak memberikan pengaruh terbaik terhadap
memengaruhi variabel terikat. Adapun
perkecambahan biji Abrus precatorius.
variabel kontrolnya adalah kondisi media
c. Asam cuka dapat melunakkan kulit biji yang
tanam, umur tanaman, tinggi tanaman,
keras. Perendaman biji Abrus precatorius
kondisi suhu, kelembapan, dan pencahayaan.
dalam larutan asam cuka akan mem-
b. Tabel pengamatan yang mungkin dari pe-
rcobaan tersebut dapat dituliskan sebagai percepat perkecambahan.
berikut. 10. a. Kelompok perlakuan pada percobaan
Pertambahan Tinggi Tanaman pada Hari Ke- (cm) tersebut adalah tanaman A, B, C, dan D.
Kelompok Perlakuan Adapun kontrol dalam percobaan tersebut
1 2 3 4 5 6 dst.
adalah tanaman E. Kontrol digunakan
Pot I Tanpa urea
sebagai pembanding terhadap kelompok
Pot II Ditambah urea 10%
Pot III Ditambah urea 20%
perlakuan.
Pot IV Ditambah urea 30% b. Variabel bebas adalah variabel yang
Pot V Ditambah urea 40% memengaruhi variabel terikat. Variabel bebas
dalam percobaan tersebut adalah per-
bandingan antokalin dan filokalin. Adapun
variabel terikatnya adalah pertumbuhan
tanaman berupa jumlah daun dan jumlah
bunga.

10 Pertumbuhan dan Perkembangan


Pengertian
Pertumbuhan dan
Faktor Intraseluler
Perkembangan
Faktor Internal Faktor Interseluler

Pertumbuhan dan
Air
Perkembangan
Faktor-Faktor yang
pada Tumbuhan Cahaya
Memengaruhi
Pertumbuhan dan Kelembapan
Menentukan Alat dan
Perkembangan
Bahan
Nutrien
Faktor Eksternal
Menentukan Variabel Suhu
Merancang
Percobaan Oksigen
Menentukan Teknik
Atau Cara Percobaan Nilai pH
yang Akan Dilakukan (Tingkat Keasaman)
Merencanakan dan
Menentukan Waktu
Percobaan Melakukan Melaksanakan
Percobaan Tahap Morulasi
Percobaan tentang
Faktor Luar yang
Pertumbuhan dan Tahap Blastulasi
Memengaruhi Perkembangan
Fase Embrionik Tahap Gastrulasi
Pertumbuhan dan Pertumbuhan dan
Menganalisis Perkembangan pada Tahap
Perkembangan
Data dan Organogenesis
Tumbuhan pada Hewan
Data Kualitatif Menarik
Kesimpulan Metamorfosis

Data Kuantitatif Fase Pascaembrionik Metagenesis


Menyusun
Laporan
Percobaan Masa Balita (Bawah Lima Tahun 0–5 Tahun)
Pertumbuhan dan
Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Kanak-Kanak (6–10 Tahun)
Perkembangan pada Manusia
pada Hewan serta Masa Remaja (11–18 Tahun)
Manusia Masa Dewasa (19–50 Tahun)

Masa Lanjut Usia (Manula 50 Tahun ke Atas)

Gen
Faktor-Faktor yang
Memengaruhi Faktor Internal Hormon
Pertumbuhan dan
Perkembangan Hewan
serta Manusia Nutrien

Air

Biologi Kelas XII


Cahaya Matahari
Faktor Eksternal
Oksigen

11
Lingkungan
2) Rizokalin (II), merangsang pembentukan
A. Pilihan Ganda
akar (P).
1. Jawaban: b 3) Antokalin (III), merangsang pembentukan
Contoh perkembangan antara lain munculnya bunga (S).
benang sari dan putik, berkembangnya buah, dan 4) Kaulokalin (IV), merangsang pembentukan
terbentuknya biji. Adapun pertambahan panjang batang (Q).
batang dan pembelahan jaringan meristem akar
7. Jawaban: d
merupakan contoh pertumbuhan.
1) Fase awal: terjadi pertumbuhan lambat
2. Jawaban: a 2) Fase log: terjadi pertumbuhan cepat,
Perkecambahan yang ditunjukkan dengan mencapai maksimum
kotiledon tetap berada di dalam tanah merupakan 3) Fase perlambatan: terjadi pertumbuhan
tipe perkecambahan hipogeal yang dialami oleh melambat
tumbuhan Monocotyledoneae. Tipe perkecam- 4) Fase stasioner: tidak terjadi pertumbuhan/
bahan ini dapat ditemukan pada tanaman padi pertumbuhan dalam tingkat nol
dan jagung. 5) Fase kematian: sel-selnya mengalami
3. Jawaban: a kematian
Tanaman yang mendapatkan pengaruh faktor luar 8. Jawaban: b
sama dapat menghasilkan produktivitas berbeda. Lapisan yang terbentuk dalam tahap gastrulasi yaitu
Hal ini karena adanya faktor gen. Tanaman dengan lapisan ektoderm, lapisan mesoderm, dan lapisan
sifat gen berbeda akan menghasilkan sifat yang endoderm. Lapisan ektoderm dan lapisan endoderm
berbeda meskipun mendapatkan perlakuan luar akan berkembang menjadi organ-organ berikut.
sama. 1) Lapisan ektoderm akan berkembang menjadi
rambut, kulit, sistem saraf, dan organ indra.
4. Jawaban: c
2) Lapisan mesoderm akan berkembang
1) Hormon yang merangsang terjadinya pem-
menjadi otot, rangka, organ reproduksi, or-
bungaan adalah auksin dan etilen.
gan peredaran darah, dan organ eksresi.
2) Auksin dan sitokinin bekerja sama memacu
3) Lapisan endoderm akan berkembang menjadi
pertumbuhan dan pembentukan organ pada
organ pencernaan dan organ pernapasan.
kultur jaringan tanaman.
3) Auksin dan giberelin memengaruhi pem- 9. Jawaban: d
bentukan jaringan pengangkut. Gambar pada soal menunjukkan metamorfosis
4) Giberelin dan etilen mengatur perbandingan kupu-kupu dalam fase kepompong atau pupa.
bunga jantan dan betina. Metamorfosis pada kupu-kupu adalah telur – ulat
5) Giberelin dan asam absisat adalah hormon – kepompong/pupa – kupu-kupu dewasa. Oleh
yang kerjanya saling berlawanan. Giberelin karena itu, setelah fase kepompong atau pupa
merangsang pertumbuhan tunas, daun, dan terjadi fase kupu-kupu dewasa.
batang. Adapun asam absisat menghambat 10. Jawaban: b
pembelahan sel dan merangsang terjadinya Perkembangan merupakan proses menuju
dormansi. kedewasaan. Apabila hewan telah dewasa, sel-sel
5. Jawaban: e kelaminnya menjadi aktif sehingga dapat
Pertumbuhan dan proses organogenesis pada melakukan perkawinan dan menghasilkan
percobaan kultur jaringan dapat dilakukan dengan keturunan. Sementara itu, bulu semakin lebat,
penambahan kombinasi hormon auksin dan ukuran badan bertambah besar, panjang kuku
sitokinin. Perkecambahan dirangsang oleh semakin bertambah, dan tulang hewan bertambah
hormon giberelin. Menghambat pembentukan sel panjang merupakan contoh pertumbuhan.
pada jaringan merupakan fungsi asam absisat.
11. Jawaban: e
6. Jawaban: c Kemampuan bersosialisasi merupakan kemampuan
Jenis-jenis hormon beserta organ yang dipengaruhi- berinteraksi dengan orang lain secara positif.
nya sebagai berikut. Kemampuan tersebut harus dapat meningkatkan
1) Filokalin (I), merangsang pembentukan daun kepekaan, simpati, dan kebersamaan dengan
(R). orang lain. Salah satu contoh yang dapat

12 Pertumbuhan dan Perkembangan


dilakukan orang tua adalah mengajarkan anak banyak, harganya akan semakin mahal. Oleh
agar mau bermain bersama teman-teman. karena itu, diberikan pupuk yang memacu
Dengan anak mau bermain bersama teman- pembentukan daun yaitu pupuk NPK dengan
temannya, anak dapat bersosialisasi atau ber- perbandingan 2 : 2 : 1.
komunikasi baik dengan teman-temannya.
15. Jawaban: e
Sementara itu, membelikan mobil remote akan
Dalam unsur metode penelitian, komponen yang
membuat anak tidak mau bergaul dan berinteraksi
perlu dituliskan yaitu alat dan bahan yang
dengan teman. Membatasi teman-teman yang
digunakan dalam penelitian, waktu dan tempat
bergaul dengan anak dan melarang anak tidak
pelaksanaan penelitian, cara kerja penelitian, serta
mengikuti kegiatan sekolah akan membuat
cara pengambilan data. Sementara itu, tujuan
kemampuan bersosialisasi anak kurang
penelitian, manfaat penelitian, dan latar belakang
berkembang. Mengajarkan anak agar
penelitian dituliskan dalam unsur pendahuluan.
mengumpulkan mainannya merupakan contoh
mengajarkan anak dalam bertanggung jawab. 16. Jawaban: c
Berdasarkan grafik hasil pengamatan tersebut,
12. Jawaban: d
pemberian giberelin 75 ppm mengakibatkan per-
Hormon somatotropin (growth hormon) berfungsi
tumbuhan tinggi batang optimum. Namun, jika
merangsang pertumbuhan tulang dan otot,
kadar giberelin ditingkatkan lagi maka per-
merangsang sintesis protein, serta proses
tumbuhan tinggi tanaman menjadi terhambat.
metabolisme lemak. Hormon tiroksin berfungsi
memengaruhi proses metabolisme, pertumbuhan 17. Jawaban: b
fisik, menurunkan kadar kalsium dalam darah, dan Berdasarkan judul penelitian tersebut, dapat
memengaruhi perkembangan mental. Hormon ditentukan beberapa jenis variabel berikut.
estrogen berfungsi mengatur perkembangan 1) Variabel bebas: konsentrasi giberelin.
organ reproduksi dan merangsang munculnya 2) Variabel terikat:
tanda-tanda kelamin sekunder wanita. Hormon a) pertumbuhan tanaman kubis (indikator-
progesteron berfungsi membantu dalam penebalan nya misalnya tinggi tanaman, jumlah
dan perbaikan dnding uterus pada wanita. Hormon daun, dan berat tanaman), serta
somatomedin berfungsi merangsang pertumbuhan b) perkembangan tanaman kubis (indikator-
tulang pada hewan. nya misalnya warna batang dan warna
daun).
13. Jawaban: c 3) Variabel terkontrol, misalnya cahaya matahari,
Pot I merupakan kelompok kontrol yaitu kelompok kadar air tanah, jenis tanah, dan kelembapan
yang tidak diberi perlakuan. Pot II, III, IV, dan V tanah.
merupakan kelompok perlakuan yang diberi variabel 18. Jawaban: d
bebas. Variabel bebas adalah faktor yang Hormon antokalin berfungsi merangsang
memengaruhi variabel terikat. Variabel terikat pembentukan bunga. Jadi, hipotesis yang tepat
adalah faktor yang dipengaruhi variabel bebas. untuk eksperimen tersebut adalah tanaman pot B
Adapun variabel kontrol adalah variabel yang dibuat akan berbunga lebih cepat daripada tanaman pot
tetap (konstan) sehingga tidak akan memengaruhi A. Sementara itu, daun yang lebat pada tanaman
variabel terikat yang diteliti. Variabel bebas pada dipengaruhi oleh hormon sitokinin. Hormon
eksperimen tersebut adalah konsentrasi urea sitokinin juga berfungsi merangsang pem-
berbeda. Variabel terikatnya adalah tinggi batang bentukan cabang pada tanaman. Akar yang lebat
lamtoro. Pemberian urea 40% terbukti paling opti- dipengaruhi oleh hormon auksin. Tanaman
mal dalam tinggi batang lamtoro merupakan tumbuh tinggi dipengaruhi oleh hormon giberelin.
kesimpulan dari eksperimen. Oleh karena
menggunakan proses pengukuran dan 19. Jawaban: c
perhitungan matematis, maka penelitian Penambahan amonium hidroksida (NH4OH) sama
eksperimental tersebut termasuk penelitian halnya menambahkan unsur nitrogen pada tanaman.
kuantitatif. Adapun penelitian kualitatif adalah Unsur nitrogen umumnya diserap oleh tumbuhan
penelitian atau riset yang bersifat deskriptif yang dalam bentuk amonia (NH3) atau nitrat (NO3–). Unsur
lebih menggunakan sudut pandang subjektivitas. nitrogen berperan dalam penyusunan protein,
14. Jawaban: b asam nukleat, klorofil, hormon, dan enzim. Jika
Tanaman gelombang cinta (Anthurium plowmanii) penyusunan klorofil berlangsung sempurna, daun
merupakan tanaman hias yang memiliki bentuk akan terlihat lebih hijau dan tanaman tumbuh subur.
daun yang indah. Jika jumlah daun semakin

Biologi Kelas XII 13


20. Jawaban: c 25. Jawaban: c
Salah satu fungsi hormon giberelin adalah untuk Hormon yang berperan dalam metamorfosis yaitu
mempercepat pembungaan. Jadi, hipotesis yang hormon tiroksin, ekdison, dan juvenil. Hormon
tepat untuk eksperimen tersebut adalah tanaman tiroksin berfungsi merangsang dimulainya proses
di pot A akan berbunga lebih cepat daripada metamorfosis. Hormon ekdison dan juvenil
tanaman di pot B. Selain itu, giberelin juga berfungsi untuk memengaruhi perkembangan fase
berfungsi untuk merangsang pertumbuhan batang. larva dan fase dewasa. Hormon somatomedin
Jadi, hipotesis lainnya yaitu tanaman di pot A akan berfungsi merangsang pertumbuhan tulang.
tumbuh lebih tinggi daripada tanaman di B. Sementara itu, hormon estrogen dan hormon
Percabangan pada tanaman dipengaruhi oleh somatotropin berperan dalam proses pertumbuhan
hormon sitokinin. Akar yang lebat dipengaruhi oleh dan perkembangan manusia.
hormon auksin.
26. Jawaban: c
Soal nomor 21–30 hanya ada di buku guru Ciri-ciri perkembangan pada masa balita sebagai
sebagai soal pengayaan bagi Bapak/Ibu Guru. berikut.
1) Kemampuan fisik berkembang sangat pesat.
Anggota tubuh yang semula lemah dan
21. Jawaban: a
berukuran kecil menjadi semakin besar dan
Pertumbuhan primer tumbuhan terjadi karena
kuat.
aktivitas sel-sel meristem pada ujung akar dan
2) Kemampuan motorik mulai berkembang
ujung batang. Aktivitas sel-sel tersebut meng-
dimulai dari tengkurap, merangkak,
akibatkan pertambahan panjang akar dan batang.
merambat, berjalan, dan berlari.
Pertumbuhan primer terjadi pada semua tumbuhan.
3) Kemampuan komunikasi mulai berkembang,
Adapun pertambahan diameter batang merupakan
misalnya tertawa, berteriak, melafalkan
pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan ini terjadi
suatu kata, mengoceh, dan berkomunikasi
karena aktivitas sel-sel kambium. Pembentukan
dengan orang-orang di sekitarnya.
lingkaran tahun pada batang tumbuhan Dicotyledoneae
4) Kemandirian mulai terbentuk, seperti
juga merupakan pertumbuhan sekunder.
mengambil makanan tanpa bantuan, minum
22. Jawaban: b menggunakan gelas, makan sendiri dengan
Hormon giberelin berfungsi menghasilkan buah alat makan, dan memakai baju sendiri.
tanpa biji atau partenokarpi. Hormon sitokinin Sementara itu, ciri-ciri perkembangan pada masa
berfungsi merangsang pertumbuhan daun dan kanak-kanak sebagai berikut.
pucuk. Adapun, hormon yang berfungsi memacu 1) Mampu merekam dalam ingatan berbagai
proses pematangan buah adalah gas etilen. peristiwa yang terjadi di sekitarnya.
Hormon yang berfungsi menunda pertumbuhan 2) Mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan
atau dormansi adalah asam absisat. Hormon yang sekitar.
berfungsi merangsang pembentukan tunas ujung 3) Memiliki rasa ingin tahu yang besar.
tanaman adalah auksin. 4) Emosi masih berubah-ubah.
5) Keinginan untuk memiliki barang milik orang
23. Jawaban: c
Zat magnesium (Mg) dan zat besi (Fe) sangat lain.
dibutuhkan dalam pembentukan klorofil. Apabila 6) Mulai mengenal hal-hal yang baik dan buruk.
tumbuhan kekurangan kedua unsur tersebut, 27. Jawaban: d
pembentukan klorofil akan terganggu. Akibatnya, Gambar yang ditunjukkan pada soal merupakan
akan terjadi klorosis pada daun (daun berwarna gambar pada masa lanjut usia. Ciri-ciri
kekuningan). pertumbuhan dan perkembangan pada masa lanjut
24. Jawaban: c usia seperti berikut.
Cahaya matahari yang berlebihan dapat meng- 1) Terjadi penurunan fungsi organ-organ tubuh,
akibatkan hormon auksin menjadi tidak aktif dan misalnya berkurangnya kemampuan
menghambat pembentukan hormon auksin. mendengar dan melihat.
Sementara itu, tumbuhan yang mengalami etiolasi 2) Gerakan menjadi lambat karena persendian
yaitu tumbuhan yang kekurangan cahaya. kaku dan tulang keropos (osteoporosis).
Tumbuhan yang mengalami etiolasi berbatang 3) Tubuh cepat letih dan daya tahan tubuh
lurus, lemah, diameter kecil, dan daun berwarna terhadap penyakit menurun.
kuning pucat. 4) Kadang bertingkah seperti anak kecil untuk
menarik perhatian.

14 Pertumbuhan dan Perkembangan


5) Wanita yang telah memasuki masa lanjut usia dalam keadaan inaktif, namun pada suhu terlalu
akan mengalami menopause (berhentinya tinggi, enzim rusak/mengalami denaturasi
haid karena organ reproduksi tidak mampu sehingga enzim tidak dapat bekerja. Oleh karena
menghasilkan ovum yang matang). itu, diperlukan suhu yang optimum untuk proses
perkecambahan. Suhu optimum terjadinya
28. Jawaban: a
perkecambahan adalah 30°C.
Kemandirian mulai terbentuk pada masa balita.
Sebagai contoh, mengambil makanan tanpa 3. Hormon yang dapat mengakibatkan terbentuknya
bantuan, minum menggunakan gelas, makan buah berukuran besar dan tanpa biji adalah
sendiri dengan alat makan, dan memakai baju hormon giberelin. Berarti hormon yang
sendiri. Sementara itu, perkembangan kemampuan disemprotkan petani pada tanamannya tersebut
fisik ditandai dengan anggota tubuh yang semula adalah hormon giberelin. Fungsi hormon giberelin
lemah dan berukuran kecil menjadi semakin besar bagi tanaman yaitu:
dan kuat. Perkembangan psikis, seperti perubahan a. mengakibatkan tanaman berbunga sebelum
emosi belum berkembang pada masa balita. waktunya;
Perkembangan kemampuan motorik dimulai dari b. merangsang pertumbuhan daun dan batang;
tengkurap, merangkak, merambat, berjalan, dan c. merangsang pertumbuhan tunas;
berlari. Contoh perkembangan kemampuan d. memacu aktivitas kambium;
komunikasi, antara lain tertawa, berteriak, e. menghasilkan buah tanpa biji;
melafalkan suatu kata, mengoceh, dan f. memperbesar ukuran buah; dan
berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. g. merangsang perkecambahan.
29. Jawaban: e 4. Hormon-hormon pertumbuhan hanya bekerja
Berdasarkan grafik pertumbuhan pada soal selama masa pertumbuhan saja. Oleh karena itu,
menunjukkan bahwa pertambahan tinggi apabila masa pertumbuhan selesai, hormon
kecambah kacang hijau yang ditanam di tempat pertumbuhan juga akan berhenti bekerja.
terang berlangsung lambat. Sementara itu, 5.
pertambahan tinggi kecambah kacang hijau yang
Perbedaan Masa Remaja Masa Dewasa
ditanam di tempat gelap berlangsung cepat
karena mengalami peristiwa etiolasi. Peristiwa a. Emosi Emosi masih labil dan Emosi sudah matang
mudah terpengaruh dan dapat berpikir
etiolasi merupakan peristiwa pertumbuhan yang oleh lingkungan. panjang mengenai
cepat di tempat gelap. Dengan demikian, dapat sesuatu yang dihadapi.
diambil kesimpulan bahwa cahaya memengaruhi b. Mengambil kepu- Masih tergesa-gesa Mengambil keputusan
tusan dalam mengambil lebih tenang dan
pertumbuhan kecambah. keputusan. mantap.
c. Rasa tanggung Kurang bertanggung Lebih bertanggung jawab
30. Jawaban: c jawab jawab dan masih dan mau memikirkan
Pernyataan yang sesuai dengan data hasil memikirkan diri sendiri. orang lain.
d. Organ reproduksi Baru mulai berfungsi Sudah mulai berfungsi
percobaan tersebut sebagai berikut. dan belum tumbuh dan telah tumbuh dengan
1) Tanaman memiliki respons terhadap setiap dengan sempurna. sempurna.
e. Kemandirian Masih ingin sendiri, Sudah ingin membina
perlakuan suhu berupa terjadinya per- belum ada keinginan rumah tangga dan sudah
tambahan panjang batang yang berbeda- menikah, dan masih memikirkan masa depan
bergantung dengan tanpa bergantung kepada
beda. orang tua. orang tua.
2) Suhu 0°C merupakan suhu minimum terhadap
pertumbuhan tanaman X. Suhu optimum 6. KMS (Kartu Menuju Sehat) merupakan kartu yang
untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman memuat kurva pertumbuhan normal anak
X yaitu berkisar antara 25°C–35°C. berdasarkan indeks antropometri berat badan
B. Uraian menurut umur. KMS berfungsi untuk memantau
pertumbuhan bayi, menunjukkan catatan
1. Kalsium karbida jika direaksikan dengan air atau pelayanan kesehatan bayi, serta memberikan
uap air akan menghasilkan gas etilen yang dapat edukasi mengenai perawatan bayi.
mempercepat pematangan buah. Namun,
kualitasnya tidak sebaik buah yang sudah tua 7. Metamorfosis pada belalang disebut
karena kadar gula dalam buahnya masih sedikit. metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis
tidak sempurna terjadi melalui tahapan telur –
2. Suhu penting dalam proses perkecambahan nimfa (belalang muda) – belalang dewasa.
karena perkecambahan membutuhkan suhu yang Metamorfosis dimulai dari telur yang akan
tepat untuk aktivasi enzim. Enzim aktif pada menetas menjadi nimfa (belalang muda). Nimfa
suhu tertentu. Pada suhu rendah, enzim berada tidak memiliki sayap dan struktur reproduksi.

Biologi Kelas XII 15


Setelah itu, nimfa akan berkembang menjadi Adapun kelompok kontrol adalah kelompok tanpa
belalang dewasa. Pada metamorfosis tidak perlakuan. Kelompok kontrol digunakan sebagai
sempurna, bentuk hewan muda (nimfa) mirip perbandingan terhadap kelompok perlakuan.
dengan hewan dewasa. Sementara itu, Penggunaan tanaman yang diberi pupuk buatan
metamorfosis pada kupu-kupu disebut sebagai kelompok kontrol tidak sesuai dengan
metamorfosis sempurna. Metamorfosis tujuan percobaan tersebut. Kelompok kontrol
sempurna terjadi melalui tahapan telur – larva – seharusnya adalah tanaman tanpa perlakuan
pupa – hewan dewasa (kupu-kupu dewasa). yaitu tanpa penambahan pupuk. Jika ia tetap
Metamorfosis tersebut dimulai dari telur yang menggunakan pupuk buatan dalam percobaan,
akan menetas menjadi ulat (larva). Ulat akan maka tujuan percobaan diubah yaitu untuk
berubah menjadi pupa (kepompong). Selanjutnya, mengetahui perbandingan penggunaan berbagai
pupa akan berkembang menjadi kupu-kupu macam pupuk kandang dengan penggunaan
dewasa. Pada metamorfosis sempurna, bentuk pupuk buatan. Jadi, judul percobaan juga akan
hewan muda (larva) sangat berbeda dengan berubah.
hewan dewasa.
10. a. Dengan mengetahui bahwa kandungan
8. a. Percobaan tersebut bertujuan untuk menge- nikotin di dalam daun tembakau merupakan
tahui pengaruh berbagai pupuk terhadap toksin bagi kutu daun, hipotesis yang dapat
pembentukan daun tanaman Anthurium sp. disusun adalah serangan hama kutu daun
b. Rumusan masalah yang dapat disusun yaitu pada tanaman yang disemprot air rendaman
Pupuk apakah yang paling baik merangsang tembakau akan lebih sedikit dibandingkan
pembentukan daun? tanaman yang tidak disemprot air rendaman
c. Kesimpulan percobaan tersebut yaitu: tembakau.
Pupuk NPK dengan perbandingan 2 : 2 : 1 b. Variabel bebasnya adanya penyemprotan
memberikan pengaruh terbaik untuk pem- dengan air rendaman daun tembakau.
bentukan daun. Variabel terikat dapat berupa jumlah daun
yang busuk yang diserang kutu daun.
9. Percobaan tersebut bertujuan untuk mengetahui
pengaruh macam-macam pupuk kandang
terhadap pertumbuhan tanaman. Kelompok
perlakuan diberi perlakuan berupa macam-
macam kotoran hewan sebagai pupuk kandang.

16 Pertumbuhan dan Perkembangan


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan peran enzim dalam metabolisme;
2. menjelaskan proses katabolisme;
3. menjelaskan proses anabolisme;
4. melakukan pengamatan atau percobaan tentang metabolisme.
Berdasarkan kemampuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap keteraturan dan kompleksitas enzim serta proses metabolisme dalam
tubuh makhluk hidup ciptaan Tuhan;
2. mengemukakan pendapat atau argumen secara ilmiah dan kritis, responsif, serta proaktif dalam diskusi maupun pengamatan;
3. melakukan percobaan tentang metabolisme dengan memperhatikan prinsip keselamatan kerja.

Metabolisme Sel

Mempelajari

Enzim Katabolisme Anabolisme

Mencakup Mencakup Mencakup

• Komponen Enzim • Katabolisme Karbohidrat (Respi- • Fotosintesis


• Sifat-Sifat Enzim rasi Aerob dan Respirasi Anaerob) • Kemosintesis
• Mekanisme Kerja Enzim • Katabolisme Lemak dan Protein • Sintesis Lemak dan Protein
• Faktor-Faktor yang Memenga-
ruhi Kerja Enzim

Mampu

• Menjelaskan peran enzim dalam metabolisme.


• Menjelaskan proses katabolisme yang meliputi respirasi aerob dan anaerob.
• Menjelaskan proses anabolisme yang meliputi fotosintesis, kemosintesis, serta sintesis lemak dan protein.
• Menyusun laporan hasil percobaan tentang mekanisme kerja enzim, fotosintesis, dan respirasi anaerob.
• Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap keteraturan dan kompleksitas enzim serta proses metabolisme dalam
tubuh makhluk hidup ciptaan Tuhan.
• Mengemukakan pendapat atau argumen secara ilmiah dan kritis, responsif, serta proaktif dalam diskusi maupun pengamatan.
• Melakukan percobaan tentang metabolisme dengan memperhatikan prinsip keselamatan kerja.

Biologi Kelas XII 17


A. Pilihan Ganda 6. Jawaban: c
1. Jawaban: a Enzim kompleks atau enzim konjugasi (holoenzim),
Enzim memiliki ciri-ciri berikut. terdiri atas komponen-komponen berikut.
1) Mempercepat reaksi kimia dengan cara 1) Komponen protein (apoenzim).
menurunkan energi aktivasi. 2) Komponen nonprotein (gugus prostetik) berupa
2) Tidak mengubah kesetimbangan reaksi. koenzim atau kofaktor.
3) Bekerja secara spesifik, yakni hanya dapat a. Koenzim berupa senyawa organik.
bekerja pada satu substrat tertentu. Contoh- Contoh NADH,vitamin, dan koenzim A.
nya enzim maltase hanya dapat memecah b. Kofaktor berupa senyawa logam atau
maltosa menjadi glukosa. anorganik. Contoh ion-ion logam seperti
4) Bekerja secara bolak-balik (reversible), artinya Fe2+, Zn2+, Cu2+, Mn2+, K+, dan Na+.
enzim dapat mengkatalis penguraian suatu 7. Jawaban: a
senyawa menjadi senyawa lain maupun Enzim pepsin bekerja pada tubuh manusia dengan
sebaliknya mengkatalis penyusunan senyawa- suhu optimal 35°–40°C sehingga grafik yang tepat
senyawa tersebut menjadi senyawa semula. mengenai pengaruh suhu terhadap kerja enzim
5) Diperlukan dalam jumlah sedikit. pepsin pada tubuh manusia adalah grafik 1. Selain
6) Dapat digunakan berulang kali itu, Enzim pepsin terdapat di lambung yang
2. Jawaban: e memiliki pH asam sehingga grafik yang tepat
Enzim bekerja mendorong laju reaksi kimia mengenai pengaruh ph terhadap kerja enzim pep-
sehingga sel mampu menurunkan penggunaan sin adalah grafik 3 yang menunjukkan pH asam
energi aktivasi. Penurunan energi aktivasi (pH optimal enzim pepsin adalah 2). Jadi, grafik
dilakukan dengan membentuk kompleks enzim dan yang tepat mengenai kerja enzim pepsin pada
substrat. lambung manusia ditunjukkan oleh grafik 1 dan 3.
Grafik 2 menunjukkan kerja enzim pada bakteri
3. Jawaban: d yang hidup di air panas. Grafik 4 menunjukkan kerja
Grafik pada soal menunjukkan pengaruh pH enzim pada pH netral (pH optimum 7,5) seperti pada
terhadap kecepatan kerja enzim. Berdasarkan enzim ptialin di dalam mulut. Grafik 5 menunjuk-
grafik pada soal, enzim bekerja optimum pada kan kerja enzim pada pH optimum 8 (basa) seperti
lingkungan (pH) asam. Pada pH netral, enzim tidak kerja enzim tripsin di usus dua belas jari.
bekerja optimum. Sementara itu, pada pH basa
pengaruh kecepatan kerja enzimnya tidak 8. Jawaban: a
digambarkan pada grafik tersebut. Hati mengandung enzim katalase. Enzim ini
berperan mengubah H2O2 menjadi H2O dan O2.
4. Jawaban: b Gas O2 ditunjukkan oleh adanya gelembung udara.
Ag+ merupakan contoh inhibitor nonkompetitif. Kesimpulan yang diperoleh dari data tersebut
Inhibitor ini terikat pada sisi alosterik enzim yaitu sebagai berikut. Semakin rendah konsentrasi
selain sisi aktif enzim. Inhibitor ini mengakibatkan substrat, kecepatan reaksi antara enzim katalase
sisi aktif enzim berubah sehingga substrat tidak dengan H2O2 semakin lambat. Sebaliknya semakin
dapat berikatan dengan sisi aktif enzim. Inhibitor tinggi konsentrasi substrat, kecepatan reaksi antara
ini tidak dapat dihilangkan walaupun dengan enzim katalase dengan H2O2 semakin cepat. Hal
menambahkan substrat. ini berarti kerja enzim katalase dipengaruhi oleh
5. Jawaban: d konsentrasi substrat.
Tabel tersebut menunjukkan bahwa kerja enzim 9. Jawaban: c
katalase dipengaruhi oleh suhu dan pH. Dari data Substrat ditunjukkan oleh A, inhibitor kompetitif
terlihat bahwa gelembung paling banyak dihasilkan ditunjukkan oleh B, dan inhibitor nonkompetitif
pada perlakuan pH netral (akuades) dan suhu 35°C. ditunjukkan oleh C. Inhibitor kompetitif mempunyai
Nyala api terbentuk pada perlakuan pH netral dan struktur yang mirip dengan substrat sehingga
suhu 35°C. Adapun pada pH asam (air jeruk nipis) inhibitor berkompetisi dengan substrat untuk
dan pH basa (air kapur), kerja enzim katalase berikatan dengan sisi aktif enzim. Adapun
menurun, atau bahkan tidak dapat bekerja. Dengan inhibitor nonkompetitif terikat pada sisi alosterik
demikian, kerja enzim katalase optimal pada pH enzim sehingga sisi aktif enzim berubah. Inhibitor
netral dan suhu 35°C. kompetitif dan inhibitor nonkompetitif termasuk
inhibitor irreversible.

18 Metabolisme Sel
10. Jawaban: e B. Uraian
Di dalam enzim terdapat sisi aktif yang tersusun 1. Enzim merupakan biokatalisator pada proses
dari sejumlah kecil asam amino. Bentuk sisi aktif metabolisme makhluk hidup. Adapun sifat-sifat
sangat spesifik sehingga hanya molekul dengan enzim antara lain, enzim merupakan protein,
bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi bekerja untuk mempercepat reaksi kimia tanpa ikut
enzim. Enzim dan substrat akan bergabung ber- bereaksi, dipengaruhi oleh suhu dan pH, bekerja
sama membentuk kompleks, seperti kunci yang spesifik, bekerja bolak-balik (reversible), dan
masuk ke dalam gembok. Di dalam kompleks, diperlukan dalam jumlah sedikit. Enzim tersusun
substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi atas protein. Enzim dibentuk dalam tubuh melalui
yang rendah. Setelah bereaksi kompleks lepas dan proses sintesis protein. Proses tersebut
melepaskan produk serta membebaskan enzim. berlangsung di dalam ribosom.
11. Jawaban: b 2. Enzim memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
Berdasarkan percobaan tersebut, ekstrak hati a. Merupakan protein.
mengandung enzim katalase yang berperan dalam b. Mempercepat reaksi kimia tanpa ikut bereaksi.
penguraian H 2 O 2 menjadi H 2 O dan O 2 . c. Dipengaruhi oleh suhu dan pH.
Gas X yang ditunjukkan dengan gelembung udara d. Bekerja secara spesifik.
merupakan gas O2. Hal ini dibuktikan dengan nyala e. Bekerja bolak-balik (reversible).
api yang membesar karena oksigen berfungsi pada f. Diperlukan dalam jumlah sedikit.
proses pembakaran. Reaksi kimia yang terjadi
dalam proses ini yaitu: 3. Enzim bekerja secara spesifik merupakan sifat
enzim hanya dapat bekerja pada satu substrat
2H2O2 ⎯⎯⎯⎯⎯⎯
Enzim katalase
→ 2H2O + O2 tertentu. Contoh enzim yang bersifat spesifik di
dalam tubuh manusia enzim maltase dengan
12. Jawaban: c
substrat maltose, enzim amilase dihasilkan di
1) Enzim katalase = hidrogen peroksida →
mulut dengan substrat amilum dan enzim pepsin
H2O + O2
yang dihasilkan di lambung dengan substrat pro-
2) Enzim lipase = lemak → asam lemak
tein, dan enzim lipase dengan substrat lemak.
dan gliserol
3) Enzim amilase = amilum → glukosa 4. Data tersebut merupakan data percobaan kerja
4) Enzim peptidase = polipeptida → asam amino enzim katalase terhadap hidrogen peroksida.
5) Enzim pepsin = protein → pepton a. Percobaan tersebut bertujuan mengetahui
pengaruh perubahan suhu dan pH terhadap
13. Jawaban: d
kerja enzim katalase.
Enzim bersifat nonaktif pada suhu 0°C, tetapi tidak
b. Dalam tubuh manusia dan hewan, enzim
mengalami kerusakan. Pada suhu melebihi batas
katalase dapat diisolasi dari organ hati (hepar).
optimum, enzim mengalami denaturasi atau
Enzim katalase berperan menguraikan
kerusakan. Setiap enzim memiliki suhu optimum
hidrogen peroksida menjadi H2O dan O2.
yang spesifik. Enzim pada manusia bekerja
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
optimal pada suhu 37°C.
katalase
2H2O2 ⎯⎯⎯⎯→ 2H2O + O2
14. Jawaban: e
Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan c. Karena terbentuknya gelembung menunjuk-
kecepatan reaksi. Meningkatkan kecepatan reaksi kan terbentuknya gas H2O dan adanya nyala
dilakukan dengan menurunkan energi aktivasi. api menunjukkan terbentuknya O2 dalam
Energi tersebut diperlukan untuk membentuk reaksi tersebut.
kompleks dengan substrat. Jadi, suatu reaksi yang d. Pada suhu 10°C dan 50°C tidak dihasilkan
dibantu oleh enzim membutuhkan energi aktivasi gelembung udara maupun nyala api. Hal ini
yang lebih sedikit daripada reaksi yang tidak karena pada suhu rendah, enzim berhenti
dibantu oleh enzim. bekerja tetapi tidak mengalami kerusakan.
Enzim akan aktif jika suhu dinaikkan sampai
15. Jawaban: a batas suhu optimum. Pada suhu tinggi
Grafik pada soal menunjukkan bahwa aktivitas melebihi suhu optimum, enzim terdenaturasi
enzim dipengaruhi oleh suhu yang dikenal dengan dan tidak dapat digunakan.
istilah termolabil. Jika suhu rendah, kerja enzim e. Suhu dan pH memengaruhi kerja enzim
akan lambat. Semakin tinggi suhu, reaksi kimia katalase. Enzim katalase bekerja optimum
yang dipengaruhi enzim semakin cepat. Namun, pada suhu 40°C dan kondisi netral (pH 7).
jika suhu terlalu tinggi, enzim akan mengalami
denaturasi.

Biologi Kelas XII 19


5. Daging yang diletakkan di tempat terbuka akan dipengaruhi lingkungan karena pada suhu rendah,
mudah membusuk karena adanya mikroorganisme misal 0°C atau di bawahnya seperti pada lemari
yang membusukkan daging. Mikroorganisme es, enzim bersifat nonaktif, artinya enzim tidak
tersebut mencerna daging dengan mengeluarkan dapat bekerja tetapi enzim tidak rusak, sehingga
enzim-enzim pencerna daging. Adapun pada daging di dalam kulkas tidak membusuk. Enzim
daging yang disimpan dalam lemari es, kerja enzim- baru dapat bekerja optimal pada suhu 30°C.
enzim mikroorganisme terhambat. Kerja enzim

A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: d


1. Jawaban: c Fermentasi asam laktat menggunakan bahan baku
Katabolisme adalah proses pemecahan senyawa asam piruvat yang merupakan hasil dari proses
kimia kompleks menjadi senyawa sederhana. glikolisis (X). Selanjutnya, asam piruvat diubah
Proses ini menghasilkan energi dari hasil menjadi 2 fosfoenol piruvat (Y). 2 fosfoenol piruvat
pembebasan energi yang terkandung di dalam kemudian bereaksi dengan 2 NADH membentuk
senyawa sumber. Katabolisme dapat terjadi dalam asam laktat dan NAD+.
kondisi aerob maupun anaerob. Dalam kondisi 5. Jawaban: b
aerob terjadi respirasi, dan dalam kondisi anaerob Fermentasi Fermentasi
terjadi fermentasi. Adapun proses penyusunan Keterangan
Asam Laktat Alkohol
beberapa senyawa organik sederhana menjadi
I Hasil akhir Asam laktat Alkohol
senyawa kimia kompleks disebut anabolisme. II ATP yang dibentuk 2 ATP 2 ATP
Anabolisme membutuhkan energi. III Substrat awal Asam piruvat Asam piruvat
IV Senyawa antara Fosfoenol Asetaldehid
2. Jawaban: a piruvat
Skema respirasi pada soal merupakan respirasi
aerob. Respirasi aerob terjadi dalam tiga tahap, yaitu Jadi, perbedaan yang benar yaitu angka I dan IV.
glikolisis (1), pembentukan asetil ko-A atau 6. Jawaban: a
dekarboksilasi oksidatif (2), siklus Krebs (3), dan Sebelum memasuki siklus Krebs, asam piruvat
sistem transpor elektron (4). Hubungan antara terlebih dahulu membentuk asetil Co-A dan
glikolisis, siklus Krebs, dan transpor elektron dapat melepaskan CO 2. Tahap ini disebut dengan
dilihat pada skema berikut. dekarboksilasi oksidatif yang berlangsung di
Glukosa
matriks mitokondria. Reaksi dekarboksilasi
oksidatif sebagai berikut.
Glikolisis
2NAD+ 2NADH
Asam piruvat
Transpor 2C3H4O3 + 2CoA ⎯⎯⎯→ 2C2H3O-CoA + 2CO2
elektron
Pembentukan NADH
ATP Asam Ko-enzim A Asetil Ko-A Karbon
asetil KoA FADH2 piruvat dioksida
Asetil KoA Asam α-ketoglutarat, suksinil Co-A, asam oksalo-
asetat adalah bagian dari tahapan reaksi pada
Siklus Krebs
siklus Krebs.
CO2
7. Jawaban: d
3. Jawaban: b Bagan tersebut merupakan skema fermentasi
Tahapan respirasi aerob pada manusia meliputi asam laktat. Adapun reaksinya sebagai berikut.
glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus Krebs, 2 ADP 2 ATP 2 NADH 2 NAD+

dan sistem transpor elektron. Glikolisis terjadi di Glukosa → 2 asam piruvat → 2 fosfoenol piruvat → 2 asam laktat
sitosol. Dekarboksilasi oksidatif terjadi di dalam Jadi, jumlah ATP yang berlabel X ada 2 ATP dan
matriks mitokondria. Siklus Krebs terjadi di dalam berlabel Y ada 2 NAD.
matriks mitokondria. Sistem transpor elektron
8. Jawaban: d
terjadi di dalam membran mitokondria (krista
Ubi kayu mengandung pati yang merupakan
mitokondria).
polisakarida dari glukosa. Dalam proses
fermentasi alkohol dari ubi kayu, mikrobia

20 Metabolisme Sel
mempunyai kemampuan untuk mengubah pati 13. Jawaban: a
menjadi gula (glukosa). Selanjutnya, glukosa ini Bagan di atas menunjukkan urutan respirasi aerob
masuk ke jalur fermentasi alkohol menghasilkan dan anaerob (fermentasi). Urutan respirasi aerob
alkohol. Reaksinya sebagai berikut. yaitu karbohidrat dipecah menjadi molekul yang
glikolisis
2ATP 2CO2 2NADH 2NAD + lebih sederhana yaitu glukosa, melalui glikolisis
Glukosa ⎯⎯⎯→ 2 asam piruvat ⎯⎯→ 2 asetaldehid ⎯⎯⎯⎯→ 2 etanol diubah menjadi asam piruvat. Asam piruvat diubah
menjadi asetil Co-A (Y) untuk masuk ke siklus
9. Jawaban: c
Krebs.Respirasi anaerob meliputi fermentasi asam
Jika tersedia oksigen, asam piruvat hasil glikolisis
laktat dan fermentasi alkohol. Dalam fermentasi
akan diubah menjadi asetil Co-A (ditunjukkan
asam laktat glukosa diubah menjadi asam piruvat,
oleh Y) dalam proses dekarboksilasi oksidatif.
selanjutnya asam piruvat diubah menjadi fosfoenol
Namun, jika tidak tersedia oksigen, asam piruvat
piruvat (huruf X) dan akhirnya menjadi asam laktat.
dapat mengalami fermentasi. Reaksi fermentasi
Pada fermentasi alkohol asam piruvat akan diubah
asam laktat sebagai berikut.
menjadi asetaldehid (huruf Z). Selanjutnya,
NADH NAD +
asetaldehid diubah menjadi alkohol.
Asam piruvat ⎯→ fosfoenol ⎯⎯⎯→ asam laktat 14. Jawaban: d
piruvat Reaksi tersebut adalah reaksi NADH dan FADH2
Fosfoenol piruvat ditunjukkan oleh huruf X. hasil dari siklus Krebs. Oksidasi NADH
menghasilkan energi 3 ATP, sedangkan oksidasi
10. Jawaban: e FADH2 menghasilkan energi sebesar 2 ATP.
Karbohidrat dipecah menjadi molekul yang lebih
sederhana yaitu glukosa, melalui glikolisis diubah 15. Jawaban: b
menjadi asam piruvat. Molekul protein dipecah Fermentasi alkohol disebut juga peragian alkohol
menjadi asam amino kemudian diubah menjadi atau alkoholisasi terjadi pada khamir atau yeast
asam piruvat melalui deaminasi. Asam piruvat (Saccharomyces sp.). Fermentasi alkohol
diubah menjadi asetil Co-A untuk masuk ke siklus menggunakan bahan baku berupa asam piruvat
Krebs. Sementara itu, lemak dipecah menjadi dari hasil glikolisis menghasilkan etanol, CO2, dan
asam lemak dan langsung diubah menjadi asetil ATP. Fermentasi asam laktat menggunakan bahan
Co-A melalui oksidasi Beta. baku berupa asam piruvat dari hasil glikolisis
menghasilkan asam laktat dan ATP.
11. Jawaban: e
Diagram reaksi respirasi anaerob pada soal B. Uraian
merupakan reaksi fermentasi alkohol. Skema 1. Respirasi aerob adalah respirasi yang membutuhkan
reaksi tersebut sebagai berikut. oksigen. Proses respirasi aerob mengubah energi
CO2 2NADH 2NAD+ kimia yang terkandung dalam sari makanan
(glukosa) menjadi energi kimia yang tersimpan
Glukosa ⎯→ 2 asam → 2 asetaldehid ⎯→ 2 etanol
dalam ATP. Respirasi anaerob adalah respirasi
Glikolisis piruvat (C 2 H 5 OH)
yang tidak membutuhkan oksigen. Perbedaan cara
12. Jawaban: d mendapatkan energi pada respirasi aerob dan
Tahap-tahap dalam respirasi aerob meliputi respirasi anaerob dapat dijelaskan sebagai berikut.
glikolisis, pembentukan asetil Co-A, siklus Krebs, Glukosa
dan transpor elektron.
Tahapan Tempat Glikolisis
Hasil
Reaksi Terjadi
Glikolisis sitoplasma 2 ATP, 2 NADH, dan Fosfoenol Asam
Asam piruvat ––––––– –––––––
2 asam piruvat piruvat laktat
Pembentukan matriks 2 NADH, 2 asetil Co-A,
asetil co-A mitokondria dan 2 CO2 Asetil Co-A
Siklus Krebs matriks 2 ATP, 6 NADH, 2 FADH2,
mitokondria dan 4 CO2 Keterangan:
Siklus – – – – – – – = Respirasi anaerob

Transpor krista 32 ATP dan H2O Krebs ––––––––– = Respirasi aerob

elektron mitokondria

Jadi, produk hasil glikolisis yaitu 2 ATP, 2 NADH, Transpor elektron


dan 2 asam piruvat.
Hasil akhir dari respirasi aerob adalah air dan energi
(ATP), sedangkan hasil akhir dari respirasi anaerob

Biologi Kelas XII 21


adalah asam laktat dan energi (ATP). Jumlah energi 4. Respirasi aerob terjadi pada organisme prokariotik
yang dihasilkan dalam respirasi anaerob lebih Pada organisme eukariotik, oksidasi NADH dan
sedikit dibandingkan respirasi aerob. FADH2 terjadi di dalam membran mitokondria.
Namun, NADH hasil glikolisis dibentuk dalam sitosol.
2. Reaksi deaminasi atau transaminasi adalah proses
Akibatnya, NADH tersebut harus dimasukkan ke
penguraian asam amino menjadi gugus amin (NH3)
dalam mitokondria. Pemindahan 2 NADH hasil
dan asam keto. Amonia bersifat racun bagi tubuh
glikolisis tersebut memerlukan 2 ATP. Dengan
sehingga dikeluarkan dalam bentuk urea dalam
demikian, jumlah total ATP yang dihasilkan
urine. Adapun asam keto yang dihasilkan akan
sebanyak 36 ATP. Adapun pada organisme
memasuki tahap siklus Krebs. Reaksi deaminasi
prokariotik tidak memiliki mitokondria sehingga
sebagai berikut.
tidak terjadi penggunaan ATP untuk pemindahan
Asam amino + NAD+ ⎯→ asam keto + NH3
NADH ke dalam mitokondria. Jumlah total ATP
3. Organisme tingkat tinggi umumnya melakukan yang dihasilkan sebanyak 38 ATP.
respirasi aerob. Jika tidak tersedia oksigen akan
5. Lemak merupakan energi cadangan terbesar bagi
terjadi fermentasi. Asam piruvat hasil glikolisis akan
tubuh. Proses katabolisme lemak diawali dengan
mengalami fermentasi asam laktat. Hasil fermentasi
pemecahan lemak menjadi asam lemak dan
asam laktat adalah asam laktat dan ATP. Reaksi
gliserol. Asam lemak selanjutnya diubah menjadi
yang terjadi sebagai berikut.
asetil Co-A. Asetil Co-A selanjutnya masuk ke
glikolisis
Glukosa ⎯⎯⎯→ 2 asam piruvat siklus Krebs. Adapun gliserol akan diubah menjadi
PGAL (fosfogliseraldehid). PGAL selanjutnya
2NADH 2NAD+
memasuki tahap glikolisis. Energi berupa ATP akan
2 fosfoenol piruvat ⎯⎯⎯⎯→ 2 asam laktat dibebaskan melalui proses fosforilasi oksidatif
dalam sistem transpor elektron.

A. Pilihan Ganda mereduksi CO2 pada tahapan reaksi gelap. Proses


1. Jawaban: e pembentukan glukosa pada reaksi gelap akan
Fotosintesis adalah proses perubahan CO2 dan air berlangsung jika ada CO2. CO2 akan menghasilkan
menjadi bahan kimia organik menggunakan energi PGAP (1,3-bifosfogliserat). PGAP dengan bantuan
cahaya disertai pembebasan O2. Fotosintesis ATP dan NADPH 2 menghasilkan PGAL/G3P
membutuhkan energi sehingga disebut reaksi (glukosa 3-fosfat).
endergonik. Reaksi dalam fotosintesis mengguna- 4. Jawaban: d
kan NADP+ sebagai akseptor elektron. Fotosintesis Proses yang terjadi pada siklus Calvin sebagai
terjadi dalam kloroplas. berikut.
2. Jawaban: c 1) Fiksasi CO2 oleh RuBP membentuk PGA.
Proses-proses yang terjadi pada reaksi terang 2) Reduksi PGA menjadi DPGA kemudian
ditunjukkan oleh nomor 1), 2), dan 5) yaitu sebagai menjadi PGAL.
berikut. 3) Pembentukan kembali RuBP dari PGAL.
1) Reaksi fotolisis H2O → H+ + OH– Adapun penangkapan elektron oleh NADP+ terjadi
2) OH– saling bereaksi → O2 + H2O pada reaksi terang. Reaksi terang menghasilkan
3) H+ diikat oleh NADP+ → NADPH2 ATP dan NADPH2. Selanjutnya, ATP dan NADPH2
Sementara itu, fiksasi CO2 (3) dan terbentuknya tersebut digunakan dalam reaksi gelap.
glukosa (4) termasuk proses yang terjadi pada 5. Jawaban: b
reaksi gelap. Perhatikan gambar reaksi terang di bawah ini!
3. Jawaban: b Penerima Penerima elektron
elektron primer Sistem transpor
Reaksi gelap disebut juga siklus Calvin-Benson. Sis elektron
Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak H2O
tem
ele tran NADP+ NADP+
bergantung secara langsung dengan cahaya. ktr sp
on or reduktor + 2H+
Reaksi gelap berlangsung dalam gelap dan hanya O2
ADP
NADPH2
dapat berlangsung jika ada ATP dan NADPH2. P680
P700
ya

ATP dan NADPH2 dihasilkan dari reaksi terang.


ha
Ca

Ca
ha

ATP dan NADPH2 yang dihasilkan dari reaksi


ya

terang akan digunakan sebagai energi untuk Fotosistem II


ATP Fotosistem I

22 Metabolisme Sel
Berdasarkan bagan tersebut, hasil tahapan reaksi terang. Reaksi terang menghasilkan O2, NADPH2,
nonsiklik 1, 2, dan 3 yaitu O2, ATP, dan NADPH2. dan ATP.
6. Jawaban: d 12. Jawaban: c
Pada proses fotosintesis tumbuhan, saat transfer Pada tahap ini, CO2 berikatan dengan ribulosa
elektron nonsiklik, elektron yang keluar dari klorofil bifosfat (RuBP) membentuk dua molekul
akan memfiksasi energi surya, untuk selanjutnya 3-fosfogliserat (PGA) dengan bantuan enzim RuBP
diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP karboksilase (rubisco). Reaksi yang terjadi pada
dan NADPH2 yang berlangsung di membran tilakoid. tahap fiksasi CO2 sebagai berikut.
7. Jawaban: e 6CO2 + 6RuBP ⎯⎯⎯→ 12 PGA
Rubisco
Reaksi terang terjadi di dalam membran tilakoid
(4). Reaksi gelap terjadi di dalam stroma (5). 13. Jawaban: a
Sementara itu, angka 1 adalah membran luar, Reaksi fotosintesis sebagai berikut.
angka 2 adalah membran dalam, dan angka 3 Cahaya
adalah grana. Grana merupakan tumpukan tilakoid. 6CO2 + 6H2O ⎯⎯⎯→ C6H12O6 + O2
Klorofil
8. Jawaban: b O 2 tersebut terbentuk pada tahap fotolisis
Peristiwa yang terjadi pada proses reduksi yaitu (pemecahan molekul air). Persamaan reaksinya
senyawa PGA menerima gugus fosfat dari ATP sebagai berikut.
dan ion H+ dari NADPH2 untuk membentuk PGAL.
Adapun pengikatan CO2 dari udara oleh senyawa Cahaya
2H2O ⎯⎯⎯→ 2H2 + O2
karbon beratom C5 (RuBP) merupakan peristiwa
yang terjadi pada proses fiksasi. Terbentuknya Jadi, Senyawa X yang dihasilkan reaksi fotosintesis
RuBP untuk melanjutkan proses pembentukan adalah O2 yang diperoleh dari hasil penguraian H2O
glukosa adalah peristiwa yang terjadi pada proses pada tahap fotolisis.
regenerasi. Sementara, pemakaian H dari FADH2 14. Jawaban: d
untuk mereduksi senyawa fosfogliseraldehid dalam Nitrifikasi adalah proses oksidasi amoniak menjadi
pembentukan glukosa dan pelepasan CO2 dari nitrat melalui tahapan proses nitrifikasi dan nitratasi
senyawa karbon beratom C5 (RuBP) bukan dengan bantuan mikrobia. Proses yang terjadi
termasuk dalam reaksi gelap. sebagai berikut.
9. Jawaban: e 2NH3 + 3O2 ⎯⎯⎯⎯⎯⎯
Nitrococcus
→ 2HNO2 + energi
Nitrosomonas
Pembentukan glukosa terjadi pada tahap (nitrit) (nitrat)
regenerasi siklus Calvin. Pada tahap ini molekul
PGAL disusun ulang menjadi molekul RuBP dan 15. Jawaban: d
glukosa. Reaksinya: Tumbuhan CAM melakukan fiksasi CO2 pada
12 PGAL ⎯→ 10 PGAL ⎯→ RuBP malam hari dan kemudian disimpan dalam bentuk
⎯→ 2 PGAL ⎯→ Glukosa asam organik, sedangkan pembentukan pati
dilakukan pada siang hari. Semua reaksi foto-
Adapun PGA adalah senyawa yang terbentuk dari
sintesis terjadi di dalam sel-sel mesofil. Contoh
fiksasi CO2 oleh RuBP pada tahap fiksasi karbon.
tanaman CAM adalah kaktus. Jagung, tebu,
10. Jawaban: d ilalang, dan shorgum termasuk tumbuhan C4. Pada
Reaksi 2NH3 + 3O2 → 2HNO2 + 2H2O + energi tumbuhan C4 fiksasi karbon dilakukan di sel-sel
adalah reaksi kemosintesis yang dilakukan oleh mesofil dan membentuk asam malat. Sementara
bakteri nitrit. Contoh bakteri nitrit adalah itu, pembentukan pati dilakukan di dalam seludang
Nitrosomonas dan Nitrosococcus. Nitrobacter dan berkas pembuluh.
Bactoderma adalah bakteri nitrat yang dapat
melakukan reaksi kemosintesis 2HNO2 + O2 → B. Uraian
2HNO3 + energi. Thiospirillum adalah bakteri
1. Reaksi terang adalah reaksi yang membutuhkan
belerang yang dapat melakukan reaksi
kemosintesis 2N2S + O2 → 2S + 2H2O + energi. cahaya. Reaksi ini terjadi pada membran tilakoid.
Dalam reaksi terang energi cahaya digunakan untuk
11. Jawaban: b memecah H2O melalui proses fotolisis menjadi
Senyawa yang diperlukan dalam reaksi gelap H+ dan O2. Reaksi terang menghasilkan NADPH2,
(siklus Calvin) yang tidak berasal dari reaksi terang ATP, dan O2. Adapun reaksi gelap terjadi pada
adalah CO2. CO2 diambil dari udara melalui stomata. stroma dan berlangsung tanpa memerlukan
Adapun NADPH2 dan ATP berasal dari reaksi cahaya. Proses ini memerlukan NADPH2, ATP,

Biologi Kelas XII 23


serta CO2. NADPH2 dan ATP diperoleh dari reaksi tebu, dan sorghum. Tumbuhan CAM, fiksasi karbon
terang, sedangkan CO2 diperoleh dari udara. dilakukan pada malam hari membentuk asam malat,
Reaksi gelap dimulai dari pengikatan CO2 oleh sedangkan pembentukan pati dilakukan pada siang
ribulosa bifosfat (RuBP). Pada akhir siklus dibentuk hari. Contoh tanaman CAM adalah kaktus.
fosfogliseraldehid (PGAL) yang kemudian diubah
5. Ada dua macam aliran elektron yang terlibat dalam
menjadi glukosa.
fotosistem I dan fotosistem II (reaksi terang), yaitu
2. jalur elektron siklik dan jalur elektron nonsiklik.
No. Pembeda Fotosintesis Kemosintesis
a. Jalur Elektron Siklik (Fotofosforilasi Siklik)
1. Sumber energi Cahaya Zat kimia Elektron yang dilepaskan oleh fotosistem I
2. Pelaku Organisme Organisme akan ditangkap oleh akseptor elektron.
tidak berklorofil
Elektron tersebut selanjutnya diteruskan
3. Bahan dasar CO2 dan H2O C, H, O, N, S,
P (glukosa,
menuju sistem feredoksin (Fd). Dari feredoksin
nitrat, sulfat, elektron diteruskan ke kompleks sitokrom dan
fosfat) akhirnya kembali ke fotosistem I. Jalur elektron
4. Hasil Karbohidrat Karbohidrat siklik menghasilkan ATP.
dan senyawa b. Jalur Elektron Nonsiklik (Fotofosforilasi
lain
Nonsiklik)
Reaksi ini dimulai ketika fotosistem II
3. a. Contoh bakteri nitrit adalah Nitrosococcus dan
menyerap energi cahaya. Energi tersebut
Nitrosomonas, sedangkan bakteri nitrat adalah
ditangkap oleh klorofil untuk memecah
Nitrobacter dan Bactoderma. Reaksi kemo-
molekul air (fotolisis). Reaksi fotolisis sebagai
sintesis pada bakteri nitrifikasi sebagai berikut!
berikut.
Nitrosomonas /
1) 2NH3 + 3O2 ⎯⎯⎯⎯⎯⎯
Nitrosococcus
→ 2HNO2 + 2H2O + energi 1
H2O ⎯→ 2H+ + 2e– + 2 O2
Nitrobacter /
2) 2HNO2 + O2 ⎯⎯⎯⎯⎯
Bactoderma
→ 2HNO3 + energi Elektron yang dilepaskan dari hasil fotolisis
diteruskan menuju akseptor elektron ke sistem
b. Kegunaan bakteri nitrifikasi adalah menambat transpor elektron (plastoguinon, kompleks
nitrogen bebas dari udara sehingga dapat sitokrom, dan plastosianin). Dalam proses ini
diserap oleh akar tanaman dan menyuburkan terbentuk ATP. Pada akhirnya elektron tersebut
tanah. Bakteri ini umumnya bersimbiosis akan diterima oleh fotosistem I. Pada saat yang
dengan akar tanaman Leguminoseae (polong- bersamaan, fotosistem I menyerap energi cahaya
polongan) membentuk bintil akar. dan juga melepaskan elektron. Elektron tersebut
4. Perbedaan siklus Calvin pada tanaman tipe C4 dan diteruskan menuju akseptor elektron ke sistem
CAM sebagai berikut. transpor elektron (feredoksin). Pada akhirnya,
Pada tumbuhan C4 fiksasi karbon dilakukan di sel- elektron tersebut akan ditangkap oleh NADP+, ion
sel mesofil dan membentuk asam malat. Sementara H+ hasil fotolisis kemudian diikat oleh NADP+
itu, pembentukan pati dilakukan di dalam seludang membentuk NADPH2.
berkas pembuluh. Contoh tanaman C4 yaitu jagung,

A. Pilihlan Ganda 2. Jawaban: d


1. Jawaban: e Enzim sebagai biokatalisator artinya bekerja
Enzim merupakan protein yang memiliki struktur mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi dan tidak
tiga dimensi. Enzim memiliki bagian aktif yang menentukan arah reaksi. Enzim juga memiliki sifat
berfungsi sebagai katalis. Enzim mengkatalis bekerja bola-balik (reversibel), spesifik, dan
reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi. dibutuhkan dalam jumlah sedikit.
Meningkatkan kecepatan reaksi dilakukan dengan 3. Jawaban: d
menurunkan energi aktivasi (energi yang diperlukan Gambar pada soal menunjukkan cara kerja enzim
untuk reaksi). Penurunan energi aktivasi dilakukan berdasarkan teori gembok dan kunci (lock and key
dengan membentuk kompleks dengan substrat. theory). Di dalam enzim terdapat sisi aktif yang

24 Metabolisme Sel
tersusun atas sejumlah kecil asam amino. Bentuk 8. Jawaban: d
sisi aktif sangat spesifik sehingga hanya molekul Katabolisme merupakan reaksi penguraian
dengan bentuk tertentu yang dapat membentuk senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana
pasangan substrat-enzim. Jadi, pernyataan yang untuk menghasilkan energi. Salah satu proses
tepat berdasarkan gambar tersebut yaitu enzim katabolisme adalah respirasi yang melalui beberapa
hanya mampu bekerja pada substrat tertentu. tahap yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif,
siklus Krebs, dan transpor elektron. Reaksi yang
4. Jawaban: c membutuhkan energi cahaya, melalui tahap reaksi
Saat ekstrak hati ditambah dengan larutan NaOH terang, dan melalui tahap reaksi gelap atau siklus
dan HCl gelembung gas yang dihasilkan sedikit. Calvin adalah peristiwa fotosintesis atau
Keadaan tersebut menunjukkan bahwa enzim tidak anabolisme.
bekerja dengan baik. Penambahan NaOH
menyebabkan kondisi basa dan penambahan HCl 9. Jawaban: d
menyebabkan kondisi asam. Dengan demikian, Sel-sel otot dapat mengalami fermentasi asam
dapat disimpulkan bahwa enzim katalase bekerja laktat ketika tubuh bekerja terlalu keras sementara
lebih efektif pada suasana netral. Dalam suasana oksigen yang tersedia sedikit jumlahnya. Fermentasi
basa atau asam, kerja enzim katalase akan asam laktat menggunakan bahan baku berupa
terhambat. asam piruvat dari hasil glikolisis dan menghasilkan
asam laktat dan ATP. Reaksi yang terjadi pada
5. Jawaban: a fermentasi asam laktat sebagai berikut.
Setiap enzim mempunyai suhu optimum yang 2ATP 2NADH 2NAD +
spesifik. Enzim pada suhu 0°C atau di bawahnya
Glukosa ⎯⎯⎯→ 2 asam ⎯⎯→ 2 fosfoenol ⎯⎯⎯⎯→ 2 asam
bersifat nonaktif. Akan tetapi pada suhu tersebut glikolisis
piruvat piruvat laktat
enzim tidak rusak. Jika suhu melebihi batas opti- 10. Jawaban: d
mum, enzim dapat mengalami denaturasi Tahapan yang menghasilkan ATP adalah tahap IV.
(kerusakan). Enzim manusia memiliki suhu opti- Pada tahap ini, suksinil Co-A melepaskan coenzim
mal 35°–40°C. Setiap enzim mempunyai pH opti- A dan digantikan oleh fosfat yang berasal dari GTP.
mum yang spesifik. Perubahan pH dapat Selanjutnya, fosfat tersebut akan terikat pada ADP.
mengakibatkan proses denaturasi pada enzim. ADP yang sudah berikatan dengan fosfat tersebut
Contoh enzim pepsin di lambung bekerja pada pH akan membentuk ATP. Sementara itu, suksinil
asam, sedangkan enzim tripsin di usus bekerja Ko-A yang telah melepaskan coenzim A berubah
pada pH basa. Penambahan garam alkali (2%–5%) menjadi asam suksinat. Adapun tahap I merupakan
menyebabkan aktivitas enzim meningkat karena tahap dekarboksilasi oksidatif yang menghasilkan
garam alkali berfungsi sebagai aktivator. Aktivator asetil Ko-A, NADH, dan CO2. Asetil Co-A selanjut-
berfungsi berfungsi untuk memacu atau nya masuk ke siklus Krebs yang meliputi tahap II,
mempercepat reaksi. Ion Hg2+ menyebabkan III, IV, dan V. Tahap II merupakan tahap pembentukan
aktivitas enzim terhambat karena ion Hg 2+ asam sitrat dengan mentransfer 2 atom C
termasuk inhibitor nonkompetitif. ke oksaloasetat yang berasal dari asetil Ko-A. Tahap
6. Jawaban: a III merupakan tahap pembentukan asam
Grafik pada soal menunjukkan bahwa aktivitas α-ketoglutarat yang menghasilkan NADH dan CO2.
enzim dipengaruhi oleh suhu yang dikenal dengan Tahap V merupakan tahap pembentukan asam
istilah termolabil. Jika suhu rendah, kerja enzim malat dari asam fumarat menggunakan H2O.
akan lambat. Semakin tinggi suhu, reaksi kimia 11. Jawaban: d
yang dipengaruhi enzim semakin cepat. Namun, Ada dua macam fermentasi, yaitu fermentasi asam
jika suhu terlalu tinggi, enzim akan mengalami laktat dan fermentasi alkohol. Pada proses
denaturasi. fermentasi terjadi sintesis ATP dari ADP-Pi yang
7. Jawaban: c dibantu oleh enzim ATP-ase. Fermentasi ini terjadi
Proses dekarboksilasi oksidatif merupakan proses apabila tidak tersedia cukup oksigen. Pada
pengubahan asam piruvat menjadi asetil Co-A fermentasi asam laktat terjadi reduksi asam piruvat
dengan menghasilkan NADH dan melepaskan CO2. secara langsung oleh NADH membentuk asam
Pada organisme eukariotik, dekarboksilasi laktat. Adapun pada fermentasi alkohol terjadi
oksidatif berlangsung dalam matriks mitokondria. dekarboksilasi asam piruvat menjadi asetaldehid
Pada organisme prokariotik, tahap tersebut dengan melepaskan CO2. Selanjutnya oleh NADH,
berlangsung dalam sitosol (cairan sitoplasma sel). asetaldehid direduksi menjadi etil alkohol.

Biologi Kelas XII 25


12. Jawaban: c 16. Jawaban: a
Skema pada soal menunjukkan reaksi glikolisis. Reaksi fotolisis yaitu pemecahan molekul air yang
Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul membebaskan oksigen dan ion hidrogen. Ion
glukosa menjadi asam piruvat dengan meng- hidrogen yang dibebaskan selanjutnya akan diikat
hasilkan NADH dan ATP. Glikolisis terjadi di oleh NADP+ dan membentuk NADPH2. Reaksi
sitosol. Dalam glikolisis, satu molekul glukosa yang terjadi adalah NADP+ + 2H+ → NADPH2.
akan dihasilkan 2 asam piruvat, 2 NADH, dan 2 1) ADP (adenosin difosfat) merupakan molekul
ATP. Secara singkat, reaksi glikolisis tergambar yang terbentuk dari ATP yang membebaskan
pada skema berikut. satu P.
2) RuBP (ribulosa bifosfat): pengikat CO2 dalam
Glukosa
reaksi gelap pada tanaman C3.
2 ATP 3) PEP (fosfoenol piruvat): enzim pengikat CO2
2 ADP
pada tanaman C4.
⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯
⎯⎯Isomerisasi
→⎯⎯ dgggggggggggggggf ⎯→ 17. Jawaban: b
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah tilakoid.
2 Dihidroksi aseton 2 Fosfogliseraldehid
fosfat (DHAP) (PGAL) Di bagian membran tilakoid berlangsung reaksi
terang. Pada reaksi ini terjadi penyerapan energi
⎯⎯⎯⎯⎯→

2 NAD+ 2 ADP + 4P cahaya oleh klorofil dan diteruskan ke fotosistem.


Reaksi ini dimulai ketika fotosistem II menyerap
2 NADH 2 ATP
energi cahaya untuk memecah molekul air
(fotolisis) dengan reaksi sebagai berikut.
2 Asam piruvat
1
\13. Jawaban: a H2O → 2H+ + 2e– + 2 O2
Glikolisis merupakan tahap pertama dalam Fotosistem II (P680) akan mengambil elektron hasil
katabolisme karbohidrat. Proses ini terjadi dalam fotolisis. Dari fotosistem II, elektron diteruskan ke
sitoplasma. Substrat reaksi glikolisis adalah fotosistem I (P700) melalui sistem transpor
glukosa dan hasil akhirnya adalah 2 NADH, 2 ATP, elektron. Proses tersebut akan membentuk ATP.
dan 2 asam piruvat. Matriks mitokondria Pada saat yang bersamaan, fotosistem I akan
merupakan tempat berlangsungnya siklus Krebs. melepaskan elektron. Elektron tersebut diteruskan
Substrat siklus Krebs adalah asetil Ko-A. Hasil ke sistem transpor elektron hingga akhirnya diikat
akhir siklus Krebs adalah 4 FADH2, 6 NADH, 4 CO2, oleh NADP+ untuk membentuk NADPH2. Jadi,
dan 2 ATP. Membran dalam mitokondria pada reaksi terang ini dihasilkan ATP dan NADPH2
merupakan tempat berlangsungnya sistem transpor yang akan digunakan dalam reaksi gelap. Reaksi
elektron. Substrat pada tahap ini adalah FADH2 gelap atau siklus Calvin terjadi di bagian stroma
dan NADH. Hasil akhir sistem transpor elektron (bagian Y) dan tidak memerlukan cahaya. Pada
adalah 32 ATP dan 6 H2O. reaksi gelap terjadi fiksasi karbon yang dilakukan
oleh RuBP dan menghasilkan fosfogliserat (PGA).
14. Jawaban: e
PGA selanjutnya direduksi menjadi fosfogliseraldehid
Pada fotofosforilasi siklik, elektron dilepaskan oleh
(PGAL) dan akhirnya membentuk glukosa.
fotosistem I (P700) lalu ditangkap akseptor elektron
dan melewatkannya dalam sistem transpor elektron 18. Jawaban: c
dan kembali ke fotosistem I (P700). Ketika elektron Reaksi terang terjadi di membran tilakoid. Pada
melalui beberapa akseptor elektron, energi yang reaksi terang terjadi penyerapan energi cahaya oleh
dilepaskan digunakan untuk membentuk ADP klorofil dan diteruskan ke fotosistem. Reaksi ini
menjadi ATP. Adapun terjadi fotolisis air, dimulai ketika fotosistem II menyerap energi
terbentuk ATP dan NADPH2, serta menghasilkan cahaya untuk memecah molekul air (fotolisis air)
oksigen merupakan peristiwa yang terjadi pada dengan reaksi sebagai berikut.
fotofosforilasi nonsiklik dan tidak dihasilkan 1
H2O → 2H+ + 2e– + 2 O2
NADPH2 dan O2.
15. Jawaban: d Fotosistem II (P680) akan mengambil elektron hasil
Pada bagian nomor 1 terjadi proses fiksasi, yaitu fotolisis. Dari fotosistem II, elektron diteruskan ke
penambatan CO2 oleh RuBP menjadi PGA. Proses fotosistem I (P700) melalui sistem transpor
ini dikatalis oleh enzim rubisco. Selanjutnya, PGA elektron. Proses tersebut akan membentuk ATP.
direduksi membentuk PGAL. Pada bagian nomor 2 Pada saat yang bersamaan, fotosistem I akan
terjadi proses sintesis, yaitu pembentukan glukosa melepaskan elektron. Elektron tersebut diteruskan
dari PGAL. ke sistem transpor elektron hingga akhirnya diikat

26 Metabolisme Sel
oleh NADP+ untuk membentuk NADPH2. Jadi, sitosol. Akibatnya, NADH tersebut harus dimasuk-
pada reaksi terang ini dihasilkan ATP dan NADPH2 kan ke dalam mitokondria. Pemindahan 2 NADH
yang akan digunakan dalam reaksi gelap. Adapun hasil glikolisis tersebut memerlukan 2 ATP. Dengan
pembentukan glukosa dan pengikatan CO2 dari demikian, jumlah total ATP yang dihasilkan
udara terjadi pada reaksi gelap. sebanyak 36. Organisme prokariotik tidak memiliki
mitokondria sehingga tidak terjadi pengurangan
19. Jawaban: d
ATP untuk pemindahan NADH ke dalam
Fermentasi yang dilakukan oleh Saccharomyces
mitokondria. Jumlah total ATP yang dihasilkan
cerevisiae adalah fermentasi alkohol. CO2 berasal
mikroorganisme prokariotik sebanyak 38. Respirasi
pada saat reaksi pembentukan asetaldehid dari
anaerob atau sering disebut dengan fermentasi
asam piruvat. Reaksi fermentasi alkohol sebagai
hanya menghasilkan 2 ATP.
berikut.
2ATP CO 2 2NADH 2NAD +
23. Jawaban: e
Glukosa ⎯⎯⎯→ 2 asam ⎯⎯→ 2 asetal ⎯⎯⎯⎯→ 2 etanol
glikolisis piruvat dehid Kandungan zat dalam makanan dapat diuji dengan
beberapa reagen berikut.
Reaksi pembentukan fosfoenol piruvat dari asam
piruvat merupakan proses fermentasi asam laktat Zat Makanan Reagen Hasil Reaksi
yang tidak menghasilkan CO2. Glukosa Benedict (Fehling Merah bata/
A + B) kuning
20. Jawaban: e Protein Biuret Ungu
Katabolisme karbohidrat terbagi menjadi tiga Karbohidrat/ Lugol Biru-tua/biru
tahapan yaitu glikolisis, siklus Krebs, dan transpor amilum kehitaman
elektron. Glikolisis terjadi dalam sitoplasma. Satu
molekul glukosa setelah melalui tahap glikolisis Berdasarkan hasil percobaan tersebut, dapat
akan dihasilkan 2 ATP, 2 asam piruvat, dan diperoleh kesimpulan berikut.
2 NADH. Asam piruvat hasil glikolisis selanjutnya 1) A → mengandung karbohidrat/amilum.
akan memasuki mitokondria untuk melanjutkan 2) B → mengandung karbohidrat/amilum dan
tahap berikutnya. Tahap selanjutnya yaitu siklus protein.
Krebs. Untuk memulai siklus, asam piruvat diubah 3) C → mengandung karbohidrat/amilum dan
terlebih dahulu menjadi asetil Ko-A dengan glukosa.
menghasilkan 2 NADH dan melepaskan CO2. 4) D → mengandung glukosa.
Setelah satu siklus, maka akan dihasilkan 2 ATP,
2 FADH2, dan 6 NADH. NADH dan FADH2 hasil Karbohidrat dapat dibedakan menjadi dua macam:
glikolisis dan siklus Krebs selanjutnya akan masuk 1) Karbohidrat yang mengandung banyak gula/
ke sistem transpor elektron di membran dalam glukosa, contoh gula (gula pasir, gula jawa, dan
mitokondria untuk membentuk ATP. ATP yang gula batu). Jenis-jenis makanan tersebut
dihasilkan dalam sistem transpor elektron yaitu berbahaya bagi penderita diabetes karena
32 ATP. Jadi, melalui siklus Krebs akan dihasilkan dapat meningkatkan kadar gula darah secara
2 ATP, 2 FADH2, dan 6 NADH. tiba-tiba jika dikonsumsi terlalu banyak. Gula
ini akan masuk ke dalam aliran darah dengan
21. Jawaban: d cepat.
X adalah asam nitrit dan Y adalah asam nitrat. 2) Karbohidrat yang mengandung banyak zat
Bactoderma dan Nitrobacter (bakteri nitrat) tepung/amilum, contoh pada roti dan kentang.
mengoksidasi nitrit menjadi nitrat dalam keadaan Kandungan gula pada makanan tersebut lebih
aerob. Reaksi yang terjadi sebagai berikut rendah sehingga aman dikonsumsi oleh
Bactoderma/Nitrobacter penderita diabetes. Penderita diabetes
2HNO2 + O2 ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯→ 2HNO3 + energi
dianjurkan mengonsumsi karbohidrat jenis ini
22. Jawaban: b daripada karbohidrat yang mengandung
Jumlah ATP pada respirasi aerob organisme banyak gula.
eukariotik sebesar 36 ATP. Jumlah ATP pada
24. Jawaban: c
respirasi aerob organisme prokariotik sebesar 38
Reaksi yang terjadi pada membran tilakoid adalah
ATP. Jumlah ATP pada respirasi anaerob sebesar
reaksi terang. Pada reaksi terang terjadi penang-
2 ATP. Ada perbedaan antara jumlah ATP yang
kapan energi cahaya oleh klorofil yang digunakan
dihasilkan organisme eukariotik dan prokariotik.
untuk memecah air melalui fotolisis. Fotolisis
Pada organisme eukariotik, oksidasi NADH dan
merupakan proses penguraian H2O menjadi H+ dan
FADH 2 terjadi dalam membran mitokondria.
O2. O2 kemudian dikeluarkan melalui stomata.
Namun, NADH hasil glikolisis dibentuk di dalam

Biologi Kelas XII 27


Selain itu, reaksi terang juga menghasilkan ATP fiksasi, reduksi, dan regenerasi. Pada tahap fiksasi,
dan NADPH yang terjadi melalui fotofosforilasi CO2 berikatan dengan RuBP membentuk 2 molekul
nonsiklik. Kedua senyawa tersebut nantinya akan PGA (I). Selanjutnya, pada tahap reduksi PGA
digunakan untuk pembentukan glukosa pada diubah menjadi DPGA melalui penambahan gugus
reaksi gelap. Pada reaksi gelap terjadi fiksasi fosfat dari ATP. Lalu, NADPH2 mereduksi DPGA
karbon yang dilakukan oleh RuBP dan menghasil- menjadi PGAL (II). Pada tahap regenerasi, molekul
kan fosfogliserat (PGA). PGA selanjutnya direduksi PGAL disusun menjadi 3 molekul RuBP. Untuk
menjadi fosfogliseraldehid (PGAL) dan akhirnya menyelesaikan ini, siklus menghasilkan 3 ATP.
membentuk glukosa. Adapun sebagian PGAL yang lain digunakan untuk
membentuk glukosa.
25. Jawaban: a
Angka 1 merupakan tahap glikolisis dengan hasil 29. Jawaban: c
akhir berupa 2 NADH, 2 ATP, dan 2 asam piruvat. Kemosintesis dan fotosintesis merupakan proses
Adapun angka 2 merupakan jalur respirasi anaerob. anabolisme. Walaupun sama-sama merupakan
Angka 3 merupakan tahap siklus Krebs dengan proses anabolisme, kemosintesis memiliki
hasil akhir 2 ATP, 2 FADH2, 4 CO2, dan 6 NADH. perbedaan dengan fotosintesis. Karakteristik
Angka 4 merupakan tahap transpor elektron yang kemosintesis yang membedakan dengan
menghasilkan 32 ATP. Angka 5 adalah hasil akhir fotosintesis sebagai berikut.
dari respirasi aerob yaitu 36 ATP. Kemosintesis Fotosintesis
26. Jawaban: e Sumber energi Zat kimia Cahaya
Siklus Calvin (reaksi gelap) berlangsung di dalam Pelaku Organisme tidak ber- Organisme ber-
stroma tanpa memerlukan cahaya. Reaksi ini klorofil (organisme berklorofil
kemosintetik)
memiliki tiga tahapan, yaitu tahap fiksasi, reduksi, Bahan dasar C, H, O, N, S, P CO2 dan H2O
dan regenerasi. Hasil Karbohidrat dan se- Karbohidrat
1) Tahap Fiksasi nyawa lain
Pada tahap ini, CO2 berikatan dengan ribulosa 30. Jawaban: d
bifosfat (RuBP) membentuk dua molekul Pada katabolisme lemak, lemak dipecah menjadi
3-fosfogliserat (PGA) dengan bantuan enzim asam lemak dan gliserol. Asam lemak selanjutnya
RuBP karboksilase (rubisco). diubah menjadi asetil Co-A masuk ke jalur siklus
2) Tahap Reduksi Krebs. Gliserol diubah menjadi fosfogliseraldehid
Pada tahap ini, PGA diubah menjadi DPGA dan masuk ke jalur glikolisis.
(1,3-difosfogliserat) melalui penambahan
gugus fosfat dari ATP. Selanjutnya, NADPH B. Uraian
mereduksi DPGA menjadi fosfogliseraldehid
1. Ion-ion Ag+, Hg2+, dan Pb2+ merupakan inhibitor
(PGAL atau G3P).
nonkompetitif. Inhibitor nonkompetitif akan terikat
3) Tahap Regenerasi
pada sisi alosterik enzim sehingga mengubah sisi
Pada tahap ini, molekul PGAL disusun ulang
aktif enzim. Hal ini mengakibatkan substrat tidak
menjadi 3 molekul RuBP. Untuk menyelesai-
dapat berikatan pada sisi aktif enzim. Inhibitor ini
kan ini, siklus menghabiskan 3 ATP. Adapun
tidak dapat dihilangkan walau ditambahkan
sebagian PGAL yang lain digunakan untuk
substrat.
membentuk glukosa.
27. Jawaban: a 2. Setiap enzim mempunyai pH optimum yang
Asam laktat merupakan senyawa yang dihasilkan spesifik. Perubahan pH mengakibatkan sisi aktif
oleh tubuh saat tubuh terlalu bekerja keras enzim berubah sehingga dapat menghalangi
sementara oksigen yang tersedia sedikit jumlahnya. terikatnya substrat pada sisi aktif enzim. Selain
Asam laktat dihasilkan melalui respirasi anaerob. itu, perubahan pH juga mengakibatkan proses
Apabila respirasi anaerob berlangsung dalam waktu denaturasi pada enzim. Enzim amilase di mulut
lama, asam laktat yang dihasilkan semakin banyak. hanya dapat bekerja pada pH netral. Suasana di
Penimbunan asam laktat dalam sel otot dalam mulut bersifat netral sehingga enzim ini
menyebabkan elastisitas otot berkurang. Akibatnya, mampu bekerja dengan baik dalam mengubah
akan muncul gejala kram dan kelelahan. karbohidrat menjadi glukosa. Namun, setelah enzim
amilase bersama makanan menuju lambung,
28. Jawaban: c aktivitasnya menurun karena pH di lambung
Siklus Calvin disebut juga reaksi gelap yang bersifat asam. Perubahan pH ini memengaruhi
berlangsung dalam stroma tanpa memerlukan efektivitas sisi aktif enzim dalam membentuk
cahaya. Reaksi ini memiliki tiga tahapan, yaitu

28 Metabolisme Sel
kompleks enzim-substrat, serta menyebabkan Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
enzim amilase mengalami denaturasi dan tidak Asam piruvat

mampu bekerja di dalam lambung. Malat ⎯
⎯⎯→
CO2 + RuBP → siklus Calvin → glukosa
3. Peningkatan konsentrasi substrat akan meningkat-
kan kerja enzim sampai batas konsentrasi tertentu. 6. Reaksi fotosintesis yang terjadi di stroma adalah
Konsentrasi substrat berlebih akan menghambat reaksi gelap (siklus Calvin). Reaksi gelap
kerja enzim. Konsentrasi substrat yang banyak berlangsung tanpa memerlukan cahaya. Reaksi ini
mula-mula memacu aktivitas enzim, tetapi memiliki tiga tahapan, yaitu tahap fiksasi, reduksi,
kemudian menghambat karena adanya dan regenerasi.
penumpukan produk. Jadi, konsentrasi substrat a. Tahap Fiksasi
berlebih akan menurunkan kecepatan reaksi. Grafik Pada tahap ini, CO2 berikatan dengan ribulosa
hubungan konsentrasi substrat terhadap kerja bifosfat (RuBP) membentuk dua molekul
enzim sebagai berikut. 3-fosfogliserat (PGA) dengan bantuan enzim
RuBP karboksilase (rubisco). Reaksi yang
terjadi sebagai berikut.
Kecepatan Reaksi

vmaks
RuBP karboksilase
(Rubisco)
6CO2 + 6RuBP ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯→ 12PGA
b. Tahap Reduksi
Pada tahap ini, PGA diubah menjadi DPGA
Konsentrasi Substrat (1,3-difosfogliserat) melalui penambahan
4. a. Tujuan percobaan tersebut adalah untuk gugus fosfat dari ATP. Selanjutnya, NADPH
mengetahui pengaruh suhu terhadap aktivitas mereduksi DPGA menjadi fosfogliseraldehid
enzim papain. (PGAL atau G3P). Reaksi yang terjadi sebagai
b. Kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut. berikut.
12ATP 12ADP 12NADPH2 12NADP+
1) Aktivitas enzim akan meningkat seiring
dengan peningkatan suhu sampai batas 12PGA ⎯⎯⎯→ 12DPGA ⎯⎯⎯→12 PGAL
tertentu. c. Tahap Regenerasi
2) Suhu optimum enzim papain adalah Pada tahap ini, molekul PGAL disusun ulang
40°C. menjadi 3 molekul RuBP. Untuk menyelesai-
c. Pada suhu 55°C enzim papain mengalami kan ini, siklus menghabiskan 3 ATP. Adapun
denaturasi atau kerusakan karena pemanasan sebagian PGAL yang lain digunakan untuk
yang melebihi batas suhu optimum enzim yang membentuk glukosa. Reaksi yang terjadi
ditandai dengan tidak adanya aktivitas enzim. sebagai berikut
⎯→ 10 PGAL ⎯→ RuBP
5. Kaktus termasuk tipe tumbuhan CAM (Crassulasean 12PGAL
Acid Metabolism). Tumbuhan ini berbeda dengan ⎯→ 2PGAL ⎯→ glukosa
tumbuhan lain. Stomata tumbuhan CAM membuka
pada malam hari, tetapi menutup pada siang hari. 7. Setiap satu molekul FADH2 akan menghasilkan
Mekanisme penambatan CO2 dilakukan pada 2 molekul ATP, sedangkan setiap 1 molekul
malam hari jika kondisi udara kurang menguntung- NADH2 akan menghasilkan 3 molekul ATP. Jumlah
kan untuk transpirasi. Karbon dioksida masuk ke total ATP yang akan dihasilkan pada tahap transpor
dalam daun melalui stomata dan diikat oleh PEP elektron adalah:
karboksilase untuk membentuk asam oksaloasetat 8 NADH2 = 8 × 3 = 24 ATP
dan malat. Malat lalu dipindahkan dari sitoplasma 2 FADH2 = 2 × 2 = 4 ATP
ke vakuola tengah sel-sel mesofil dan terkumpul –––––– +
Jumlah total 28 ATP
dalam jumlah besar. Reaksi yang terjadi sebagai
berikut. 8. Energi cahaya matahari harus diubah menjadi
CO2 + PEP ⎯→ oksaloasetat ⎯→ malat bentuk energi kimia agar dapat dimanfaatkan
Pada siang hari stomata tumbuhan kaktus sebagai sumber energi bagi makhluk hidup. Proses
menutup untuk mengurangi kehilangan air. Malat transformasi energi cahaya matahari dibagi
dan asam organik lain yang terkumpul didekarboksilasi menjadi tiga tahap berikut.
untuk menyediakan sumber karbon. Karbon yang a. Energi matahari ditangkap oleh klorofil pada
tersedia akan diikat oleh sel melalui daur Calvin. tumbuhan hijau. Energi cahaya diubah menjadi
energi kimia melalui proses fotosintesis.

Biologi Kelas XII 29


Proses fotosintesis menghasilkan karbohidrat setelah mengalami oksidasi. Dalam sistem
dan molekul kompleks lainnya dari CO2 dan transpor elektron, 1 molekul NADH mengalami
H 2O. Hasil fotosintesis disimpan dalam oksidasi dan menghasilkan 3ATP dan 1 molekul
molekul karbohidrat dan bahan makanan lain. FADH2 menghasilkan 2ATP.
b. Energi kimia dalam bentuk karbohidrat yang
10. Lemak merupakan energi cadangan terbesar bagi
masuk ke dalam tubuh makhluk hidup akan
tubuh. Proses katabolisme lemak diawali dengan
diubah menjadi energi ikatan fosfat (ATP)
pemecahan lemak menjadi asam lemak dan
melalui respirasi sel. ATP merupakan sumber
gliserol. Asam lemak selanjutnya diubah menjadi
energi yang siap digunakan dalam sel.
asetil Co-A. Asetil Co-A selanjutnya masuk ke
Transformasi energi berlangsung dalam
siklus Krebs. Adapun gliserol akan diubah menjadi
mitokondria.
PGAL (fosfogliseraldehid). PGAL selanjutnya
9. NADH dan FADH2 merupakan senyawa-senyawa memasuki tahap glikolisis. Energi berupa ATP akan
antara yang terbentuk dalam siklus Krebs. dibebaskan melalui proses fosforilasi oksidatif
Senyawa antara ini dapat menghasilkan energi dalam sistem transpor elektron.

30 Metabolisme Sel
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan komponen penyusun materi genetik yang meliputi kromosom, DNA, dan gen;
2. menjelaskan struktur dan fungsi komponen penyusun materi genetik;
3. menjelaskan peran materi genetik dalam pewarisan sifat;
4. menjelaskan peran materi genetik dalam pembentukan sifat;
5. menjelaskan tahap-tahap dalam proses sintesis protein.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan karena telah dianugerahi materi genetik sehingga mekanisme pewarisan
sifat dapat berjalan teratur;
2. mensyukuri dan mengagumi keteraturan materi genetik beserta bioproses yang terjadi berkaitan dengan materi genetik;
3. bersikap ilmiah, bertanggung jawab, dan berani mengemukakan pendapat dengan sopan;
4. peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan.

Substansi Materi Genetik

Mempelajari

Kromosom, DNA, dan Gen Sintesis Protein

Mencakup Mencakup

• Kromosom • Tipe-Tipe RNA


• DNA (Deoxyribonucleic Acid) • Tahap-Tahap Sintesis Protein
• Gen

Mampu

• Menjelaskan karakteristik kromosom, bagian-bagian kromosom, dan macam-macam kromosom.


• Menjelaskan karakteristik DNA dan replikasi DNA.
• Menjelaskan karakteristik gen.
• Menganalisis hubungan struktur dan fungsi gen, DNA, dan kromosom dalam penerapan prinsip pewarisan sifat pada makhluk hidup.
• Menjelaskan tipe-tipe RNA yang meliputi rRNA, mRNA, dan tRNA.
• Menjelaskan tahap-tahap dalam sintesis protein yang meliputi transkripsi dan translasi.
• Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan terhadap materi genetik sebagai
ciptaan-Nya.
• Menunjukkan perilaku jujur, cermat, teliti, disiplin, terbuka, dan kritis.
• Menghargai pendapat orang lain dan mau bekerja sama.

Biologi Kelas XII 31


A. Pilihan Ganda 3) Telosentrik
Kromosom ini memiliki satu lengan,
1. Jawaban: b berbentuk seperti batang, dan sentromernya
Ciri-ciri kromosom sebagai berikut. berada di ujung kromosom.
(1) Memiliki struktur padat yang terdiri atas
4) Submetasentrik
asam nukleat dan protein.
Kromosom ini memiliki dua lengan yang
(2) Asam nukleat terdiri atas DNA dan RNA.
hampir sama panjang, berbentuk seperti
(3) Terletak di dalam nukleus.
huruf L, dan sentromernya hampir di tengah
(4) Ukuran setiap spesies berbeda-beda.
kromosom.
Panjangnya antara 0,2–50 mikron dan diameter
antara 0,2–20 mikron. 5. Jawaban: b
(5) Berperan dalam hereditas karena me- Organisme yang memiliki formula kromosom 29
ngandung faktor pengendali keturunan (gen). AA + XX berarti organisme tersebut memiliki 60
(6) Kromosom mulai tampak saat sel akan kromosom yang terdiri atas 58 autosom dan
membelah dan selama proses pembelahan. 2 gonosom.
6. Jawaban: d
2. Jawaban: a
Salah satu bagian kromosom yaitu kromomer.
Angka 1 adalah kromatid yaitu lengan kromosom.
Kromomer adalah struktur berbentuk manik-
Angka 2 adalah sentromer yaitu bagian yang
manik yang merupakan akumulasi dari materi
menyempit atau daerah lekukan pada kromosom.
kromatin yang kadang-kadang terlihat pada saat
Angka 3 adalah kromonema yaitu benang-benang
tahap interfase. Kromatin merupakan struktur
spiral yang menyusun kromatid.
benang-benang halus yang terdiri atas DNA dan
3. Jawaban: c protein.
Kromosom memiliki beberapa bagian yaitu
7. Jawaban: e
kromatid, kromomer, sentromer, satelit, dan
telomer. Kromatid merupakan salah satu dari dua Pasangan basa nitrogen dalam rantai DNA
lengan hasil replikasi kromosom, melekat satu sebagai berikut.
sama lain di bagian sentromer, serta berupa 1) Adenin (A) selalu berpasangan dengan
filamen sangat tipis yang terlihat selama profase timin (T).
dan interfase. Kromomer merupakan struktur 2) Guanin (G) selalu berpasangan dengan
berbentuk manik-manik yang merupakan sitosin (S).
akumulasi dari materi kromatin yang kadang- Dalam hitungan matematis jumlah A = T dan
kadang terlihat saat interfase. Sentromer jumlah G = S. Jadi, senyawa yang ditunjukkan
merupakan daerah pelekukan di sekitar angka 5, 6, dan 7 secara berurutan adalah
pertengahan kromosom. Satelit merupakan sitosin, guanin, dan adenin.
bagian kromosom yang berbentuk bulatan dan
terletak di ujung lengan kromatid. Telomer 8. Jawaban: d
merupakan daerah paling ujung pada kromosom Dalam satu nukleotida tersusun atas satu gula
dan berfungsi menjaga stabilitas bagian ujung deoksiribosa, satu asam fosfat, dan satu basa
kromosom agar DNA tidak terurai. nitrogen. Struktur DNA yang terdapat pada soal
tersusun atas 6 nukleotida berikut.
4. Jawaban: c
Berdasarkan letak sentromernya, kromosom
dibagi menjadi empat jenis seperti berikut. 1
4
1) Metasentrik
Kromosom ini memiliki dua lengan sama
panjang, berbentuk seperti huruf V, dan
5
sentromernya terletak di tengah kromosom. 2
2) Akrosentrik
Kromosom ini memiliki dua lengan yang
tidak sama panjang, berbentuk seperti huruf J, 6
3
dan sentromernya di dekat salah satu ujung
kromosom.

32 Substansi Materi Genetik


9. Jawaban: b 2. Jumlah kromosom setiap nukleus sel manusia
Gambar I merupakan kelinci yang memiliki jumlah yaitu 46 kromosom yang terdiri atas 44 autosom
kromosom diploid sebesar 44. Gambar II dan 2 gonosom. Penulisan simbol kromosom
merupakan kuda yang memiliki jumlah kromosom pada pria dan wanita berbeda. Penulisan simbol
diploid sebesar 64. Gambar III merupakan sapi
kromosom pada pria yaitu 22 AA + XY atau 44 A
yang memiliki jumlah kromosom diploid sebesar
+ XY. Sementara itu, penulisan simbol kromosom
60. Gambar IV merupakan kucing yang memiliki
jumlah kromosom diploid sebesar 38. Jadi, pada wanita yaitu 22 AA + XX atau 44 A + XX.
hewan yang memiliki jumlah kromosom diploid 3. DNA memiliki sifat heterokatalitik karena mampu
terbanyak adalah kuda (II) dan terendah adalah membentuk RNA melalui sintesis protein.
kucing (IV). Adapun DNA memiliki sifat autokatalitik karena
10. Jawaban: b dapat melakukan replikasi sehingga meng-
Beberapa jenis enzim yang berperan dalam hasilkan DNA baru.
replikasi DNA sebagai berikut.
1) Enzim ligase berfungsi menyambung ulir 4. Replikasi DNA yang terdapat pada gambar
tunggal DNA yang baru terbentuk. adalah replikasi dispersif. Pada replikasi tersebut,
2) Enzim helikase berfungsi menghidrolisis rantai double helix DNA terputus-putus
rantai ganda polinukleotida menjadi dua membentuk segmen-segmen. Selanjutnya,
rantai tunggal mononukleotida. segmen-segmen tersebut akan membentuk
3) Enzim polimerase berfungsi merangkai segmen baru yang akan bergabung dengan
rantai-rantai mononukleotida untuk mem- segmen lama untuk membentuk DNA baru.
bentuk DNA baru.
5. Gen adalah faktor keturunan yang tersimpan di
B. Uraian dalam setiap lokus yang khas dalam kromosom.
1. a. P adalah DNA dan Q adalah kromosom. Gen mengandung informasi genetik yang
b. Tiga komponen penyusun struktur P (DNA) berfungsi mengatur sifat-sifat menurun tertentu.
sebagai berikut. Sementara itu, alel adalah gen-gen yang terletak
1) Gugusan gula (gula pentosa yang dalam lokus yang sama dalam kromosom ho-
dikenal sebagai deoksiribosa). molog. Alel memiliki tugas atau peran yang
2) Asam fosfat (penghubung dua gugusan berlawanan untuk satu sifat tertentu.
A. Pilihlah jawaban yang tepat!
gula).
3) Basa nitrogen (adenin dan guanin dari
golongan purin serta sitosin dan timin
dari golongan pirimidin).
c. Struktur Q (kromosom) terletak di dalam inti
sel tubuh manusia.

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: e


RNA dibagi menjadi tiga tipe yaitu rRNA, mRNA,
1. Jawaban: d dan tRNA. rRNA berfungsi mempermudah
Sintesis protein berlangsung melalui tahap perekatan yang spesifik antara antikodon tRNA
transkripsi dan translasi. Transkripsi merupakan dengan kodon mRNA selama sintesis protein.
proses pembentukan RNA yang berlangsung di mRNA berfungsi membawa kode genetik (kodon)
dalam inti sel. Sementara itu, translasi adalah dari DNA ke ribosom. tRNA berfungsi mener-
proses pembacaan kode genetik yang dibawa jemahkan kodon dari mRNA menjadi asam amino.
oleh mRNA dengan bantuan tRNA (RNA trans-
fer). Proses ini terjadi di dalam ribosom dan
menghasilkan rangkaian asam amino yang
disusun menjadi polipeptida.

Biologi Kelas XII 33


3. Jawaban: a 8. Jawaban: e
DNA rantai sense: Perhatikan gambar di bawah ini.
TAC – GGC – CGT – ATC – CCC Transkripsi
DNA rantai antisense: DNA dRNA
ATG – CCG – GCA – TAG – GGG
Hasil transkipsi (mRNA):
AUG – CCG – GCA – UAG – GGG
dRNA+
4. Jawaban: b Ribosom
Urutan tahapan sintesis protein sebagai berikut. Polipeptida
1) RNA polimerase menempel pada molekul Translasi
DNA.
2) RNA polimerase bergerak menghasilkan tRNA-asam amino
rantai RNA.
3) Rantai RNA terpisah dari tempatnya. tRNA
4) Penambahan senyawa kimia sehingga
menghasilkan mRNA lengkap. Jadi, pada diagram sintesis protein yang
5) mRNA meninggalkan nukleus menuju ke ditunjukkan oleh huruf X, Y, dan Z adalah tRNA,
sitoplasma dan molekul pada ribosom. tRNA-asam amino, dan polipeptida.
6) Pembuatan rangkaian asam amino yang 9. Jawaban: b
dibawa oleh tRNA. Gambar yang terdapat pada soal menunjukkan
7) Asam amino berjajar dalam urutan yang tahap inisiasi pada proses translasi. Tahap
sesuai kode pembentukan protein. tersebut dapat digambarkan seperti berikut.
Metionin
5. Jawaban: e tRNA
Sintesis protein terdiri atas dua tahap, yaitu inisiator

transkripsi dan translasi. mRNA


Transkripsi
DNA dRNA Kodon

start
Ribosom
subunit kecil
Translasi Ribosom
Ribosom Protein subunit besar

asam
tRNA
amino tRNA

Transkripsi yaitu penduplikasian DNA mem- Berdasarkan gambar tersebut, dapat diketahui
bentuk dRNA yang berlangsung di inti sel. bahwa angka I = metionin, II = tRNA inisiator, III
Translasi yaitu proses penerjemahan kode yang = mRNA, dan IV = kodon start.
dibawa dRNA oleh tRNA. Asam amino-asam
amino akan berjajar membentuk urutan sesuai 10. Jawaban: e
dengan kode yang dibawa dRNA sehingga Rantai sense : TAG CTA GTG CTT TAC
terbentuklah protein. Antisense : ATC GAT CAC GAA ATG
Kodon RNAd : AUC GAU CAC GAA AUG
6. Jawaban: d Asam amino : E B D A C
Rantai sense CTT TAG CGC ATG GTC B. Uraian
Rantai antisense GAA ATC GCG TAC CAG 1. Proses sintesis protein dapat dibedakan menjadi
Kodon dRNA GAA AUC GCG UAC CAG dua tahap yaitu transkripsi dan translasi.
Asam amino Asam Isoleusin Alanin Tirosin Glutamin a. Transkripsi
glutamat Langkah transkripsi berlangsung sebagai
berikut.
7. Jawaban: c 1) Sebagian rantai DNA membuka, lalu
DNA rantai sense : CAT GCT AAT GCT ATG disusul oleh pembentukan rantai dRNA.
DNA rantai antisense : GTA CGA TTA CGA TAC Rantai DNA yang mencetak dRNA
disebut rantai sense/template.
Kodon dRNA : GUA CGA UUA CGA UAC

34 Substansi Materi Genetik


Pasangan rantai sense yang tidak 3. Tahap elongasi pada proses translasi dimulai
mencetak dRNA disebut rantai dengan terbentuknya asam-asam amino yang
antisense. berikatan dengan metionin. Molekul rRNA dari
2) Pada rantai sense DNA didapati ribosom akan mengatalis pembentukan ikatan
pasangan tiga basa nitrogen (triplet). peptida antara asam amino yang baru dengan
Triplet ini akan mencetak triplet pada ujung polipeptida yang sebelumnya terbentuk dari
rantai dRNA yang disebut kodon. Kodon asam amino yang dibawa tRNA. Selanjutnya,
inilah yang disebut kode genetika yang tRNA keluar dari ribosom dan berlangsung
berfungsi mengodekan jenis asam sampai terbentuk polipeptida.
amino tertentu yang diperlukan dalam
sintesis protein. 4. Menurut pandangan para ahli Genetika, molekul-
3) Setelah terbentuk, dRNA keluar dari inti molekul mRNA tersusun atas empat macam basa
sel melalui pori-pori membran inti nitrogen yaitu adenin (A), urasil (U), sitosin (C),
menuju ke ribosom dalam sitoplasma. dan guanin (G). Dari keempat basa nitrogen
b. Translasi tersebut dapat disusun menjadi 64 kombinasi
Setelah dRNA keluar dari dalam inti, triplet kodon. Oleh karena asam amino hanya
selanjutnya akan bergabung dengan ribosom 20 macam, satu macam asam amino dapat
dalam sitoplasma. Langkah berikutnya dikodekan oleh lebih dari satu kodon.
adalah penerjemahan kode genetik (kodon)
yang dilakukan oleh tRNA. Caranya, tRNA 5. a. Rantai sense DNA:
akan mengikat asam amino tertentu sesuai TGC CCT AGT GAT ACA
yang dikodekan oleh kodon, lalu membawa Rantai antisense DNA:
asam amino tersebut dan bergabung dengan ACG GGA TCA CTA TGT
dRNA yang telah ada di ribosom. Langkah b. Urutan basa N dRNA:
tersebut dilakukan secara bergantian oleh ACG GGA UCA CUA UGU
banyak tRNA yang masing-masing mengikat
satu jenis asam amino. c. Asam amino yang terbentuk secara
berurutan adalah treonin, glisin, serin,
2. Terminasi adalah tahap penghentian proses leusin, dan sistein.
translasi setelah ribosom mencapai kodon stop.
Kodon yang berperan sebagai kodon stop adalah
UAA, UAG, atau UGA. Selanjutnya, polipeptida
yang terbentuk dilepaskan dari ribosom ke
sitoplasma.

Biologi Kelas XII 35


Kromatid

Kromomer

Bagian-Bagian Sentromer
Kromosom
Satelit

Telomer

Telosentrik

Metasentrik
Kromosom Macam-Macam
Kromosom Akrosentrik

Submetasentrik

Autosom
(Kromosom Tubuh)

Tipe Kromosom Gonosom


dalam Tubuh (Kromosom Seks)

Kromosom, Gugusan Gula


DNA, dan
Gen
Asam Fosfat
Nukleotida
Basa Nitrogen

Replikasi Konservatif

DNA Replikasi Semikonservatif


Replikasi DNA

Replikasi Dipersif

Enzim Helikase
Substansi
Materi Genetik
Enzim-Enzim dalam Enzim Polimerase
Replikasi DNA
Enzim Ligase

Gen

Inisiasi (Permulaan)
Transkripsi
Elongasi (Pemanjangan)

Terminasi (Pengakhiran)
Sintesis
Protein
Inisiasi (Permulaan)

Translasi Elongasi (Pemanjangan)

Terminasi (Pengakhiran)

36 Substansi Materi Genetik


4. Jawaban: c
A. Pilihan Ganda
Pasangan basa nitrogen sebagai berikut.
1. Jawaban: d 1) Timin dihubungkan dengan adenin oleh dua
Berdasarkan letak sentromernya, kromosom ikatan hidrogen.
dibedakan menjadi empat macam berikut. 2) Guanin dihubungkan dengan sitosin oleh tiga
1) Akrosentrik: berbentuk seperti huruf J, ikatan hidrogen.
memiliki dua lengan yang tidak sama Jadi, jumlah ikatan hidrogen pada kode I adalah
panjang, dan letak sentromer di dekat ujung 2 dan pada kode II adalah 3.
kromosom.
5. Jawaban: c
2) Submetasentrik: berbentuk seperti huruf L,
Kromosom berada di dalam inti sel. Bagian tubuh
memiliki kedua lengan hampir sama panjang,
manusia yang tidak memiliki kromosom,
dan letak sentromer hampir di tengah
misalnya eritrosit. Hal ini disebabkan eritrosit
kromosom.
tidak memiliki inti sel sehingga tidak mempunyai
3) Telosentrik: berbentuk seperti batang,
kromosom. Eritrosit ditunjukkan oleh gambar c.
memiliki satu lengan, dan letak sentromer
Sementara itu, gambar a = sel otot lurik, gambar b
di ujung kromosom.
= sel otot polos, gambar d = leukosit, dan gambar e
4) Metasentrik: berbentuk seperti huruf V,
= neuron. Sel otot lurik, sel otot polos, leukosit,
memiliki dua lengan sama panjang, dan letak
dan neuron memiliki inti sel yang di dalamnya
sentromer di tengah kromosom.
mengandung kromosom.
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah
pilihan d. 6. Jawaban: d
DNA dapat bersifat heterokatalitik dan
2. Jawaban: b
autokatalitik. DNA bersifat autokatalitik karena
Gambar I yaitu bekicot, memiliki jumlah
dapat melakukan replikasi menghasilkan DNA
kromosom 54. Gambar II yaitu kelinci, memiliki
baru. DNA bersifat heterokatalitik karena mampu
jumlah kromosom 44. Gambar III yaitu kambing,
membentuk RNA melalui sintesis protein. DNA
memiliki jumlah kromosom 60. Gambar IV yaitu
tersusun atas rantai ganda yang berpilin sehingga
kuda, memiliki jumlah kromosom 64. Gambar V
struktur DNA tersebut disebut double helix.
yaitu ayam, memiliki jumlah kromosom 78.
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah b. 7. Jawaban: d
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X yaitu kromatid.
3. Jawaban: d
Kromatid merupakan salah satu dari dua lengan
Ciri-ciri DNA sebagai berikut.
hasil replikasi kromosom. Kromatid tersebut
1) Ditemukan dalam nukleus.
berupa filamen sangat tipis yang terlihat selama
2) Berupa rantai panjang dan ganda.
profase dan kadang-kadang saat interfase.
3) Fungsinya berhubungan dengan penurunan
Sementara itu, kinetokor merupakan tempat
sifat dan sintesis protein.
pelekatan benang-benang spindel yang terdapat
4) Kadarnya tidak dipengaruhi oleh aktivitas
di sentromer. Menjaga stabilitas ujung kromosom
sintesis protein.
merupakan fungsi telomer. Struktur yang
5) Basa nitrogen terdiri atas purin (adenin dan
berbentuk manik-manik yaitu kromomer.
guanin), serta pirimidin (timin dan sitosin).
6) Komponen gulanya deoksiribosa. 8. Jawaban: d
7) Mengandung gula fosfat. Replikasi DNA dibedakan menjadi tiga macam
Adapun ciri-ciri RNA sebagai berikut. berikut.
1) Ditemukan dalam sitoplasma. 1) Replikasi konservatif, bentuk double helix
2) Berupa rantai pendek dan tunggal. DNA lama tetap, lalu menghasilkan double
3) Fungsinya berhubungan dengan sintesis helix baru.
protein. 2) Replikasi semikonservatif, double helix DNA
4) Kadarnya dipengaruhi oleh aktivitas sintesis memisahkan diri dan setiap pita tunggal
protein. mencetak pita pasangannya.
5) Basa nitrogen terdiri atas purin (adenin dan 3) Replikasi dispersif, double helix DNA
guanin), serta pirimidin (urasil dan sitosin). terputus-putus, lalu segmen-segmen
6) Komponen gulanya D-ribosa (pentosa). tersebut akan membentuk segmen baru
7) Mengandung gula fosfat. yang akan bergabung dengan segmen lama
untuk membentuk DNA baru.

Biologi Kelas XII 37


9. Jawaban: a 15. Jawaban: c
Pernyataan-pernyataan mengenai susunan RNA DNA terdiri atas fosfat, gula deoksiribosa, dan
yang benar sebagai berikut. basa nitrogen. Susunan antara gula deoksiribosa
1) RNA berupa rantai pendek dan tunggal. dengan basa nitrogen akan membentuk satu
2) Basa nitrogen terdiri atas golongan purin nukleosida. Sementara susunan antara
(adenin dan guanin), serta pirimidin (urasil nukleosida dengan fosfat akan membentuk satu
dan sitosin). nukleotida. Dari gambar pada soal dapat
3) Komponen gulanya dinamakan D-ribosa diketahui bahwa angka 1 dan 6 menunjukkan
(pentosa). fosfat, angka 2 dan 5 menunjukkan gula
4) Mengandung gugus fosfat. deoksiribosa, serta angka 3 dan 4 menunjukkan
basa nitrogen. Oleh karena itu, berdasarkan
10. Jawaban: e
gambar diperoleh data bahwa DNA terdiri atas
Proses transkipsi adalah proses pembentukan
10 nukleosida dan 10 nukleotida. Adapun angka
mRNA dari salah satu pita DNA dengan bantuan
3 adalah basa timin dan angka 4 adalah basa
enzim polimerase. Adapun proses translasi
adenin. Basa timin dan adenin selalu dihubungkan
adalah proses pelekatan antara tRNA dengan
oleh dua ikatan hidrogen.
asam amino dengan bantuan enzim aminoasil-
tRNA sintetase. Dalam proses translasi 16. Jawaban: b
memerlukan ribosom untuk membaca kode yang Urutan sintesis protein sebagai berikut.
ada pada mRNA dengan bantuan tRNA. 1) DNA di dalam nukleus membentuk RNA duta.
2) RNA duta meninggalkan nukleus menuju
11. Jawaban: d
sitoplasma dan melekat pada ribosom.
Kodon start merupakan kodon yang memberikan
3) RNA transfer membawa asam amino dari
sinyal untuk dimulainya proses translasi.
sitoplasma ke ribosom sesuai kodon pada
Ribosom akan melekat pada salah satu ujung
RNA duta.
mRNA. Di dekat perlekatan tersebut terdapat
4) Asam amino-asam amino dirangkai sesuai
kodon start AUG yang membawa kode untuk
dengan urutan kodon pada RNA duta.
membentuk asam amino metionin.
5) Kodon stop akan bertindak sebagai termi-
12. Jawaban: a nator dan terbentuklah molekul protein.
Nukleosida terdiri atas sebuah gula deoksiribosa Jadi, urutan tahapan-tahapan sintesis protein
(D) dan sebuah basa nitrogen (B). Nukleosida yang benar adalah 1) – 4) – 5) – 2) – 3).
adalah nukleotida yang tanpa fosfat. Sementara
itu, nukleotida adalah nukleosida (D – B) dan 17. Jawaban: d
fosfat (F). Ciri-ciri hasil transkipsi sebagai berikut.
1) Merupakan komplemen sense.
13. Jawaban: b 2) T pada DNA diganti U pada RNA.
Susunan basa nitrogen pada dRNA sama dengan 3) Merupakan molekul utas tunggal yang
susunan pada DNA rantai antisense, hanya
mudah terurai.
dengan mengganti basa nitrogen timin dengan
4) Merupakan triplet-triplet basa N yang
urasil.
disebut kodon.
Rantai antisense GCT AAT CTG AGC TGA
Kodon pada RNAd GCU AAU CUG AGC UGA 18. Jawaban: d
14. Jawaban: c Beberapa jenis enzim dalam sintesis protein
Struktur DNA tersusun atas gula pentosa, gugus beserta fungsinya dapat dituliskan seperti berikut.
fosfat, dan basa nitrogen. Basa nitrogen terdiri atas 1) Enzim polimerase, berfungsi merangkai
purin yang berupa adenin dan guanin, serta pirimidin rantai-rantai mononukleotida untuk mem-
yang berupa timin dan sitosin. Basa nitrogen bentuk DNA baru.
sebagai anak tangga dengan pasangan tetap yaitu 2) Enzim helikase, berfungsi menghidrolisis
guanin dengan sitosin (dihubungkan oleh tiga atom rantai ganda polinukleotida menjadi dua
H) serta timin dengan adenin (dihubungkan oleh rantai tunggal mononukleotida.
dua atom H). Artinya, jika rantai DNA suatu 3) Enzim ligase, berfungsi menyambung rantai
organisme tersusun atas 30 sitosin dan 15 timin, tunggal DNA yag baru terbentuk.
maka jumlah guanin adalah 30 dan jumlah adenin Jadi, pasangan yang tepat antara jenis enzim
adalah 15. Keadaan tersebut dikarenakan sitosin dalam sintesis protein beserta fungsinya adalah
selalu berpasangan dengan guanin dan timin selalu I-R, II-P, dan III-Q.
berpasangan dengan adenin.

38 Substansi Materi Genetik


19. Jawaban: a 24. Jawaban: c
Berdasarkan uraian pada soal dapat diperoleh DNA berfungsi mencetak RNA dan perencana
data seperti berikut. sintesis protein. Sementara itu, menerjemahkan
Rantai sense: kode genetika merupakan fungsi dari RNA.
Mengatur pergerakan kromosom selama
G T A C G T T A G A C G G T C
pembelahan sel merupakan fungsi kinetokor.
Rantai antisense:
25. Jawaban: b
C A T G C A A T C T G C C A G DNA dan RNA memiliki kesamaan pada jenis
Kodon: fosfat dan jenis basa purin. Adapun perbedaan
antara DNA dan RNA terletak pada jenis gula, jenis
C A U G C A A U C U G C C A G basa pirimidin, fungsi, dan jenis rantai
↓ ↓ ↓ ↓ ↓
Histidin Alanin Isoleusin Sistein Glutamin
penyusunnya. Jenis gula pada DNA yaitu

deoksiribosa, sedangkan pada RNA yaitu gula
Asam amino ribosa. Jenis basa pirimidin pada DNA yaitu timin
20. Jawaban: d dan sitosin, sedangkan jenis basa pirimidin pada
Kodon terminasi adalah kodon yang mengakhiri RNA yaitu urasil dan sitosin. DNA berfungsi
sintesis protein. Kodon ini antara lain UAA, UAG mewariskan sifat biologis kepada keturunannya,
dan UGA. Adapun kodon AUG adalah kodon yang
sedangkan RNA berfungsi menyintesis protein
digunakan untuk memulai terjadinya sintesis
protein. dari asam amino. DNA tersusun atas rantai
ganda yang berpilin (double helix), sedangkan
RNA tersusun atas rantai tunggal.
Soal nomor 21–30 hanya ada di buku guru
sebagai soal pengayaan bagi Bapak/Ibu Guru. 26. Jawaban: b
Bagian yang ditunjuk oleh huruf Y adalah
21. Jawaban: b sentromer. Sentromer berfungsi sebagai tempat
Marmot jantan memiliki kromosom sebanyak melekatnya serat gelendong atau spindel saat
64 buah maka formula kromosomnya adalah 31 terjadi pembelahan sel. Sementara itu, sebagai
AA + XY. Sementara itu, formula kromosom pada penjaga stabilitas bagian ujung kromosom
marmot betina adalah 31 AA + XX. merupakan fungsi telomer. Sebagai tempat
penyimpanan materi genetik merupakan fungsi
22. Jawaban: a
DNA. Sebagai tempat terdapatnya kromomer
Satu nukleotida terdiri atas satu basa nitrogen (bisa
merupakan fungsi kromonema. Sebagai
adenin, guanin, timin, atau sitosin), satu gula
penyambung ulir DNA tunggal yang baru
deoksiribosa, dan satu fosfat.
terbentuk merupakan fungsi enzim ligase.
C 27. Jawaban: e
A B Alel ganda merupakan beberapa alel yang
menempati lokus yang sama dan memengaruhi
bagian yang sama. Adapun gen-gen yang terletak
pada lokus yang bersesuaian pada pasangan
kromosom homolog disebut alel.
28. Jawaban: d
Translasi dibagi menjadi tiga tahap sebagai
Keterangan gambar sebagai berikut. berikut.
A : basa nitrogen 1) Inisiasi, pada tahap ini terjadi pengodean
B : gula deoksiribosa asam amino metionin.
C : fosfat 2) Elongasi, pada tahap ini asam amino-asam
Jadi, bagian yang menunjukkan satu nukleotida amino yang baru terbentuk dengan
ditunjukkan angka 1. asam amino metionin membentuk rantai
polipeptida.
23. Jawaban: e 3) Terminasi, pada tahap ini ribosom mencapai
Kromosom memiliki struktur padat yang terdiri kodon UAA, UAG, dan UGA.
atas asam nukleat dan protein. Asam nukleat
tersebut terdiri atas DNA dan RNA.

Biologi Kelas XII 39


29. Jawaban: b diturunkan kepada generasi selanjutnya. Oleh
Pada sintesis protein terjadi proses pem- karena itu, dalam tubuh seorang anak komposisi
bentukan protein dari urutan asam amino tertentu DNA nya sama dengan tipe DNA yang diturunkan
yang ditentukan oleh setiap tiga basa nitrogen dari orang tuanya. Dengan demikian, bayi yang
pada rantai polinukleotida. Proses ini terjadi di tertukar dapat ditentukan orang tua kandungnya.
ribosom.
5. Berdasarkan gambar, bagian angka 1 berikatan
30. Jawaban: d dengan fosfat dan basa nitrogen sehingga dapat
Berdasarkan uraian yang terdapat pada soal diketahui bahwa bagian angka 1 adalah gula
dapat diperoleh data seperti berikut. deoksiribosa. Basa nitrogen yang ditunjuk angka
Asam Amino Asparagin Arginin Glisin Leusin Histidin 2 dan 4 adalah basa pirimidin. Basa pirimidin
terdiri atas sitosin dan timin. Pada gambar terlihat
Kodon RNAd AAU CGG GGU CUU CAU
bahwa angka 2 dihubungkan oleh dua ikatan
Rantai antisense AAT CGG GGT CTT CAT hidrogen dengan angka 3. Timin akan selalu
Rantai sense TTA GCC CCA GAA GTA dihubungkan oleh dua ikatan hidrogen dengan
adenin sehingga dapat disimpulkan bahwa angka
2 adalah timin (T) dari golongan pirimidin dan
B. Uraian angka 3 adalah adenin (A) dari golongan purin.
1. Gambar pada soal merupakan gambar struktur Sementara itu, basa nitrogen angka 4
kromosom. Bagian A adalah kromonema yang dihubungkan oleh tiga ikatan hidrogen dengan
berfungsi menyusun lengan kromosom. Bagian basa nitrogen angka 5. Sitosin akan selalu
B adalah telomer yang berfungsi menjaga dihubungkan oleh tiga ikatan hidrogen dengan
stabilitas bagian ujung kromosom agar DNA di guanin sehingga dapat disimpulkan bahwa angka
daerah tersebut tidak terurai. Bagian C adalah 4 adalah sitosin (C) dari golongan pirimidin dan
sentromer yang berfungsi mengatur pergerakan angka 5 adalah guanin (G) dari golongan purin.
kromosom selama pembelahan sel. 6. Tujuan polisi memasang police line di TKP untuk
2. Replikasi DNA merupakan kemampuan DNA mengamankan barang bukti serta mencegah agar
untuk menggandakan diri sehingga diperoleh DNA orang lain tidak masuk ke TKP sehingga tidak
merusak barang bukti, terutama sidik jari pelaku
baru. Replikasi tersebut dibutuhkan saat terjadi
kejahatan yang tertinggal di TKP. Sidik jari dapat
pembelahan secara mitosis agar tiap-tiap sel
membantu petugas forensik menemukan pelaku
hasil pembelahan mengandung DNA yang identik
kejahatan. Sidik jari sangat penting karena dapat
dengan induknya. mengetahui identitas pelaku. DNA yang
3. Gen ditulis dengan simbol huruf. Huruf kapital digunakan untuk penyelidikan sidik jari adalah
menunjukkan sifat gen tersebut dominan, DNA mitokondria dan DNA inti sel. DNA ini
sedangkan huruf kecil menunjukkan sifat resesif. diperoleh dari berbagai sumber yang
Gen yang menentukan sifat rambut keriting memungkinkan adanya sel manusia yang
ditulis dengan huruf K yang menunjukkan sifat menempel seperti benda yang memungkinkan
dominan dan sifat rambut lurus ditulis dengan mengandung bekas ludah, misalnya gelas bekas
huruf k yang menunjukkan sifat resesif. Demikian minum, puntung rokok, ceceran darah, rambut,
dan sumber-sumber lain. Oleh karena itu, polisi
juga, gen mata sipit yang ditulis dengan huruf
segera mengamankan lokasi/TKP agar bukti-bukti
kapital dominan terhadap gen mata lebar yang
yang tertinggal tidak rusak karena tercampur
ditulis dengan huruf kecil. Jadi, orang yang
dengan sidik jari orang lain.
berambut keriting dan bermata lebar dapat
dituliskan dengan kode KKss atau Kkss. KKss 7. Proses yang berlangsung pada bagian yang
atau Kkss adalah sifat genotipe. Adapun sifat ditunjuk huruf X adalah translasi. mRNA (RNAd)
rambut keriting-mata lebar adalah sifat fenotipe yang keluar dari nukleus akan menuju ribosom.
yakni sifat yang tampak dari luar. Selanjutnya, RNAd akan diikat oleh ribosom dan
terjadilah proses translasi. Translasi merupakan
4. Penentuan orang tua kandung bayi yang tertukar
proses penerjemahan kode yang dibawa oleh
dapat dilakukan dengan tes DNA. Pada diri setiap
tRNA sehingga menjadi susunan rantai
anak terdapat sifat gabungan dari ayah dan
polipeptida. Proses translasi tersebut ber-
ibunya yang diturunkan melalui materi keturunan
langsung melalui tiga tahap yaitu inisiasi,
yang dinamakan DNA. DNA inilah yang dapat
elongasi, dan terminasi. Adapun ribosom
menentukan jenis rambut, warna kulit, dan sifat-
tersebut berperan dalam memudahkan pelekatan
sifat khusus dari manusia. DNA tersebut akan
yang spesifik antara antikodon tRNA dengan
menjadi blue print ciri khas manusia yang dapat
kodon mRNA selama sintesis protein.

40 Substansi Materi Genetik


8. Apabila terjadi kesalahan dalam penerjemahan 10. a. Kodon rantai sense DNA:
kode genetik, protein yang dibentuk juga akan ATG GTC CCA TAA GCT
keliru sehingga enzim yang dihasilkan tidak Kodon rantai antisense DNA:
sesuai dengan keperluan tubuh. Akibatnya, akan TAC CAG GGT ATT CGA
terjadi gangguan metabolisme. Kodon dRNA: UAC CAG GGU AUU CGA
9. rRNA merupakan RNA yang berperan dalam b. Asam amino yang terbentuk secara
sintesis protein yang terdapat dalam sitoplasma. berurutan yaitu tirosin, glutamin, glisin,
rRNA tersebut dapat mencapai 80% dari jumlah isoleusin, dan arginin.
RNA sel. rRNA berfungsi untuk mempermudah
perekatan spesifik antara antikodon tRNA dengan
kodon mRNA. Sementara itu, mRNA merupakan
RNA yang berupa rantai tunggal yang relatif
panjang. mRNA tersebut dibentuk dalam nukleus
dan berfungsi sebagai pembawa kode genetik
dari DNA ke ribosom.

Biologi Kelas XII 41


A. Pilihan Ganda ditandai dengan tertinggalnya kotiledon di dalam
tanah.
1. Jawaban: c
Perkembangan merupakan proses perubahan yang 4. Jawaban: a
menyertai pertumbuhan, menuju tingkat Etilen diproduksi pada jaringan buah yang sudah
pematangan atau kedewasaan makhluk hidup. tua, di ruas batang, dan jaringan daun tua. Etilen
Proses perkembangan tersebut akan membentuk berfungsi mempertebal pertumbuhan batang,
struktur dan fungsi organ yang semakin kompleks memacu proses pematangan buah, serta
dan sempurna. Proses perkembangan dinyatakan merangsang pengguguran daun dan bunga. Asam
secara kualitatif sehingga tidak dapat diukur. absisat diproduksi pada daun, batang, dan buah
Sementara itu, terjadi pertambahan jumlah sel dan yang masih muda. Fungsi asam absisat bagi
bersifat kuantitatif merupakan ciri-ciri pertumbuhan. tumbuhan antara lain menunda pertumbuhan,
Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya memacu pengguguran bunga dan buah, serta
ukuran (volume, massa, dan tinggi) pada makhluk merangsang penutupan stomata selama tumbuhan
hidup. kekurangan air. Sementara itu, giberelin diproduksi
di semua bagian tumbuhan. Giberelin berfungsi
2. Jawaban: a
memperbesar ukuran buah, merangsang per-
Berdasarkan grafik pada soal, pertumbuhan
tumbuhan tunas, dan mengakibatkan tanaman
tumbuhan dibagi menjadi empat fase sebagai
tumbuh tinggi. Sitokinin diproduksi pada jaringan
berikut.
tumbuhan yang aktif membelah. Fungsi sitokinin
1) Fase log (huruf P), ditandai dengan per-
yaitu menghambat proses penuaan, membantu
tumbuhan lambat karena sel-sel yang
perkecambahan biji, serta merangsang per-
membelah hanya sedikit.
tumbuhan daun dan pucuk. Auksin diproduksi di
2) Fase eksponensial (huruf Q), ditandai dengan
ujung akar, ujung batang, dan jaringan yang bersifat
pertumbuhan mencapai maksimum karena
meristematis. Auksin berfungsi merangsang
sel-sel aktif membelah dan mengalami
aktivitas kambium, mencegah rontoknya daun,
elongasi.
bunga, dan buah, serta merangsang dominansi
3) Fase stasioner (huruf R), ditandai dengan per-
apikal.
tumbuhan terhenti sehingga ukuran tumbuhan
sudah tidak mengalami perubahan. 5. Jawaban: d
4) Fase kematian (huruf S), ditandai dengan Fitohormon atau hormon pada tumbuhan yang
tumbuhan mengalami penuaan. dapat menghasilkan buah tanpa biji (partenokarpi)
adalah auksin dan giberelin. Buah partenokarpi
3. Jawaban: d
terbentuk karena tidak terjadi penyerbukan
Perkecambahan yang ditandai dengan kotiledon
sehingga tidak ada pembuahan. Akibatnya,
yang terangkat ke atas permukaan tanah yaitu
menghasilkan buah tanpa biji. Hormon auksin dan
perkecambahan epigeal. Keadaan tersebut
giberelin dapat langsung disemprotkan pada tunas
disebabkan oleh pemanjangan pada bagian
atau bunga maupun disuntikkan ke dalam rongga
hipokotil (ruas batang di bawah kotiledon). Oleh
bakal buah. Penggunaan hormon auksin dan
karena itu, kotiledon dan plumula terdorong ke
giberelin tersebut dapat menggantikan peran biji
permukaan tanah. Perkecambahan epigeal
dalam merangsang pembentukan dan perkem-
terdapat pada biji tumbuhan Dicotyledoneae,
bangan buah. Sementara itu, hormon sitokinin
misalnya kacang hijau. Adapun tanaman padi,
merupakan hormon pertumbuhan yang dapat
jagung, kacang kapri, dan kacang tanah meru-
berinteraksi dengan auksin untuk memacu
pakan contoh tanaman yang mengalami perke-
pembelahan sel (sitokinesis). Etilen merupakan
cambahan hipogeal. Perkecambahan hipogeal
hormon pertumbuhan yang dapat berinteraksi
terjadi pada biji tumbuhan Monocotyledoneae dan
dengan giberelin dan auksin. Interaksi etilen dengan
beberapa jenis tumbuhan Dicotyledoneae. Hal ini
giberelin dapat mengatur perbandingan antara
karena ciri utama tipe perkecambahan hipogeal

42 Penilaian Tengah Semester 1


bunga jantan dengan betina yang terbentuk. 8. Jawaban: d
Interaksi etilen dengan auksin dapat memacu Berdasarkan gambar metamorfosis pada soal,
pembungaan. angka 1 yaitu katak dewasa, angka 2 yaitu telur,
angka 3 yaitu berudu, angka 4 yaitu berudu
6. Jawaban: d
berekor, dan angka 5 yaitu katak muda. Pada saat
Tanaman padi berwarna kuning menunjukkan
tahap berudu bernapas menggunakan insang. Pada
bahwa tanaman tersebut kekurangan unsur makro
katak muda mulai bernapas menggunakan paru-
jenis nitrogen (N). Bagi tumbuhan, unsur N berguna
paru. Dengan demikian, pergantian organ
untuk merangsang pertumbuhan khususnya
pernapasan dari insang ke paru-paru terjadi pada
batang, malai, anakan, dan buah. Apabila tanaman
tahap 4 (berudu berekor) ke tahap 5 (katak muda).
kekurangan unsur N dapat mengakibatkan
gangguan pada pertumbuhan buah/bulir, sistem 9. Jawaban: b
perakaran kurang baik, pertumbuhan pucuk Metagenesis Aurelia aurita sebagai berikut.
terhambat, dan daun berwarna kekuningan bahkan
pucat karena terhambatnya pembentukan klorofil. Medusa
dewasa
Adapun jika tumbuhan kekurangan unsur magne-
Sperma
sium (Mg) mengakibatkan daun mengalami
klorosis, daun berwarna kuning dan terdapat bercak Telur Planula
cokelat serta kegagalan pertumbuhan dan
perkembangan kuncup bunga. Jika tumbuhan
kekurangan fosfor (P) mengakibatkan sistem Medusa muda
perakaran dan pembuahan terhambat, tulang daun (efira) Skifistoma
berwarna merah keunguan, serta daun melengkung.
Jika tumbuhan kekurangan kalium (K) mengakibat- Strobila dewasa Strobila muda
kan tepi daun menjadi kecokelatan dan robek
membentuk seperti gerigi serta menurunkan daya Jadi, bagian X, Y, dan Z secara berurutan
tahan terhadap serangan hama penyakit. Jika menunjukkan planula, strobila muda, dan medusa
tumbuhan kekurangan kalsium (Ca) mengakibat- muda (efira).
kan gangguan pada aktivitas meristem apikal
10. Jawaban: d
sehingga pertumbuhannya terhambat.
Masa kanak-kanak ditandai dengan ciri-ciri
7. Jawaban: e perkembangan sebagai berikut.
Fase embrionik merupakan fase pertumbuhan dan 1) Emosi masih berubah-ubah.
perkembangan yang dimulai dari zigot sampai 2) Memiliki rasa ingin tahu yang besar.
terbentuk embrio sebelum lahir atau menetas. Fase 3) Keinginan untuk memiliki barang milik orang lain.
embrionik terdiri atas morulasi, blastulasi, gastru- 4) Mampu merekam dalam ingatan berbagai
lasi, dan organogenesis. Pada perkembangan awal peristiwa yang terjadi disekitarnya.
tahap morulasi, zigot membelah secara mitosis 5) Mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan
yaitu dari 2 sel, 4 sel, 8 sel, dan 32 sel. Pembelahan sekitar.
zigot tersebut akan membentuk suatu wujud yang 6) Mulai mengenal hal-hal yang baik dan buruk.
menyerupai buah anggur (morula). Pada tahap Sementara itu, kemampuan komunikasi mulai
blastulasi, morula berkembang menjadi blastula. berkembang merupakan ciri perkembangan pada
Morula akan terus melakukan pembelahan masa balita. Suka mencari perhatian dari orang-
mitosisnya sampai terbentuk suatu rongga pada orang sekitar dan memiliki sikap senang meniru
bagian tengahnya. Selanjutnya, embrio dari tokoh yang dikagumi merupakan ciri-ciri
blastula akan membentuk gastrula. Terbentuknya perkembangan pada masa remaja.
gastrulasi ditandai dengan adanya tiga lapisan
11. Jawaban: b
embrionik yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan
Berdasarkan uraian pada soal, Aldi termasuk dalam
tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endo-
masa remaja (masa puber). Usia remaja secara
derm). Ketiga lapisan tersebut akan tumbuh dan
psikologis cenderung sudah merasa dewasa dan
berkembang menjadi organ. Pembentukan
tidak seperti anak kecil lagi. Oleh karena itu, pada
berbagai organ tubuh yang berkembang dari tiga
masa itu anak tidak suka jika banyak diatur atau
lapisan saat proses gastrulasi disebut tahap orga-
dibatasi. Pada masa remaja anak juga ingin
nogenesis.
diperlakukan seperti orang dewasa padahal secara
emosional belum matang. Sementara itu, orang
tua masih khawatir pada anak-anak remajanya

Biologi Kelas XII 43


sehingga memperlakukan anaknya seperti anak- diuntungkan karena memperoleh karbohidrat dari
anak yang harus diberi tahu, diatur, atau diarahkan. tanaman, sedangkan tanaman memperoleh
Masih tergesa-gesa dalam mengambil keputusan keuntungan dengan bertambahnya luas permukaan
dan selalu ingin dihargai pendapatnya merupakan penyerapan air dan tersedianya fosfat serta mineral
ciri-ciri masa remaja, tetapi tidak sesuai dengan lain yang penting bagi proses metabolisme
pernyataan pada soal. Adapun sudah mampu tanaman. Dengan demikian, dapat disimpulkan
mengendalikan emosi dan sudah berpikir tentang bahwa penambahan mikoriza dapat memacu
masa depan merupakan ciri-ciri masa dewasa. pertumbuhan tanaman.
12. Jawaban: e 16. Jawaban: e
Variabel bebas adalah variabel yang memengaruhi Hipotesis merupakan dugaan sementara hasil
variabel terikat dengan sengaja dibuat berbeda. penelitian berdasarkan referensi yang diperoleh.
Variabel bebas pada percobaan tersebut adalah Berdasarkan referensi air kelapa mengandung
volume air untuk penyiraman. Air digunakan untuk sitokinin. Sitokinin berperan dalam merangsang
membantu proses perkecambahan biji. Oleh karena pembentukan tunas lateral yang akan menjadi
itu, variabel terikat pada percobaan tersebut adalah cabang-cabang baru. Pernyataan a merupakan
lama perkecambahan dan tinggi kecambah. informasi yang dijadikan dasar, pernyataan b
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi merupakan rumusan masalah, pernyataan c
oleh variabel bebas. Sementara itu, suhu dan merupakan informasi tambahan, dan pernyataan
jumlah biji merupakan variabel kontrol. Variabel d merupakan tujuan percobaan.
kontrol merupakan variabel yang dibuat sama untuk
17. Jawaban: e
semua perlakuan.
Enzim bekerja mendorong laju reaksi kimia
13. Jawaban: b sehingga sel mampu menurunkan penggunaan
Pemberian amonium hidroksida (NH4OH) sama energi aktivasi. Penurunan energi aktivasi
halnya dengan menambahkan unsur nitrogen pada dilakukan dengan membentuk kompleks enzim dan
tanaman. Unsur nitrogen umumnya diserap oleh substrat.
tumbuhan dalam bentuk amonia (NH3) atau nitrat
18. Jawaban: e
(NO 3–). Unsur nitrogen berperan dalam pem-
Molekul yang berikatan dengan sisi aktif enzim
bentukan protein, asam nukleat, klorofil, hormon,
atau inhibitor kompetitif akan menghalangi enzim
dan enzim. Jika pembentukan klorofil berlangsung
berikatan dengan substrat. Beberapa jenis enzim
sempurna, daun akan terlihat lebih hijau dan
memiliki pH optimum tertentu. Sebagai contoh,
tanaman tumbuh subur. Oleh karena itu, daun
enzim ptialin hanya dapat bekerja di mulut dengan
tanaman I lebih hijau dibandingkan daun tanaman
pH netral dan tidak dapat bekerja di lambung karena
II.
pH lambung terlalu asam. Sebagian besar enzim
14. Jawaban: c memiliki pH optimum antara 6–8. Adapun enzim
Perkecambahan terjadi jika faktor-faktor penting dapat bekerja optimal pada suhu ± 35°C–40°C. Jika
seperti air, kelembapan, oksigen, pH, dan suhu suhu terlalu tinggi enzim akan mengalami
terpenuhi. Biji kacang hijau tersebut tidak kerusakan atau denaturasi. Kofaktor merupakan
berkecambah karena tidak mendapatkan cukup molekul yang membantu enzim dalam
oksigen. Penambahan minyak pada tabung akan mengatalisis substrat. Konsentrasi substrat yang
menutup permukaan air sehingga biji kacang hijau rendah tidak menghambat kerja enzim.
yang terendam dalam air tidak mendapatkan cukup
19. Jawaban: b
oksigen. Sementara itu, kelembapan yang cukup
Konsentrasi enzim berbanding lurus dengan
dapat meningkatkan penyerapan air sehingga
kecepatan reaksi. Jadi, penambahan konsentrasi
membantu perkecambahan biji. pH yang sesuai
enzim dapat meningkatkan kecepatan reaksi
untuk perkecambahan biji yaitu 5,5–7,5. Adapun
hingga tercapai kecepatan konstan. Kecepatan
suhu yang sesuai untuk perkecambahan biji adalah
konstan tercapai apabila semua substrat sudah
26°C–35°C.
terikat oleh enzim.
15. Jawaban: c
20. Jawaban: e
Berdasarkan data pada tabel diketahui bahwa
Salah satu sifat enzim yaitu akan bekerja secara
dengan penambahan mikoriza terjadi penambah-
optimal pada suhu tertentu. Berdasarkan hasil
an tinggi tanaman cokelat, sengon, dan kedelai.
percobaan, enzim katalase bekerja optimal pada
Mikoriza merupakan bentuk hubungan simbiosis
suhu 37oC. Kondisi ini dibuktikan dengan munculnya
mutualisme antara jamur dan akar tanaman. Dari
gelembung paling banyak dan nyala api paling besar.
hubungan simbiosis mutualisme tersebut jamur

44 Penilaian Tengah Semester 1


21. Jawaban: b Angka 3 merupakan tahap asam suksinil Ko-A
Respirasi aerob merupakan proses pembentukan melepaskan koenzim A dan digantikan oleh fosfat
energi yang membutuhkan oksigen. Adapun ciri- yang berasal dari GTP. Selanjutnya, fosfat tersebut
ciri respirasi aerob yang lainnya sebagai berikut. akan terikat pada ADP. ADP yang sudah berikatan
1) Proses pada respirasi aerob setelah melalui dengan fosfat tersebut akan membentuk ATP. Angka
tahap glikolisis akan memasuki jalur siklus Krebs. 5 merupakan tahap pembentukan asam oksaloasetat
2) Tempat berlangsungnya respirasi aerob di dari asam malat yang menghasilkan NADH2.
mitokondria.
25. Jawaban: d
3) Menghasilkan 36 ATP.
Pada tahap siklus Krebs, 2 molekul asetil Ko-A
4) Dapat menghasilkan banyak energi dari satu
yang masuk siklus akan menghasilkan 4 CO2, 2
molekul gula, tetapi berlangsung dalam waktu
ATP, 6 NADH, dan 2 FADH2. Oksidasi 1 NADH
lama.
menghasilkan 3 ATP dan oksidasi 1 FADH2 meng-
Sementara itu, berlangsung dalam waktu yang
hasilkan 2 ATP. Jumlah ATP yang dihasilkan pada
singkat dan proses setelah tahap glikolisis akan
tahap siklus Krebs sebagai berikut.
memasuki tahap fermentasi merupakan ciri-ciri
2 ATP = 2 ATP
respirasi anaerob. Respirasi anaerob adalah proses
6 NADH = 18 ATP
pembentukan energi yang tidak memerlukan
2 FADH2 = 4 ATP
oksigen.
Dengan demikian, jumlah total ATP pada tahap
22. Jawaban: e siklus Krebs = 2 ATP + 18 ATP + 4 ATP = 24 ATP.
Aliran elektron H + ke dalam sistem transpor
26. Jawaban: b
elektron akan memicu pembentukan ATP dari ADP
Skema pada soal menunjukkan fermentasi alkohol.
dan Pi (fosfor). Oksigen bebas dapat menjaga
Persamaan reaksinya sebagai berikut.
pembentukan ATP terus berjalan dengan cara 2 ADP 2 ATP 2CO2 2 NADH 2 NAD+
menerima elektron yang dilepaskan pada tahap
akhir sistem transpor elektron. Selanjutnya, Glukosa ⎯→ 2 asam → 2 asetaldehid ⎯→ 2 etanol
oksigen bergabung dengan H+ membentuk H2O. 2 NAD+ 2 NAD
piruvat
Adapun persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai
Jadi, bagian P, Q, dan R secara berurutan adalah
berikut.
2 ATP, 2 CO2, dan 2 etanol.
2H+ + O2 → H2O
27. Jawaban: b
23. Jawaban: a Pada sel-sel otot dapat terjadi fermentasi asam
Tahapan dalam respirasi aerob yang berlangsung di laktat. Proses ini terjadi ketika tubuh melakukan
sitosol adalah glikolisis. Glikolisis merupakan proses aktivitas secara berlebihan. Hasil dari proses
pengubahan molekul glukosa menjadi asam piruvat tersebut berupa asam laktat dan ATP. Timbunan
dengan menghasilkan NADH dan ATP. Dalam tahap asam laktat berlebihan dapat mengakibatkan otot
glikolisis, satu molekul glukosa akan dihasilkan 2 terasa lelah dan pegal-pegal.
asam piruvat, 2 NADH, dan 2 ATP. Adapun
persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai berikut. 28. Jawaban: d
Glukosa + 2ADP + 2P + 2NAD → 2 asam piruvat Organel kloroplas yang ditunjuk huruf X pada
+ 2ATP + 2NADH gambar adalah membran tilakoid. Di dalam
Sementara itu, 2 asetil Ko-A dan 2 CO2 merupakan membran tilakoid berlangsung reaksi terang.
zat-zat yang dihasilkan dari tahap dekarboksilasi Peristiwa yang terjadi pada reaksi terang yaitu
oksidatif. 2 FADH2 dihasilkan pada tahap siklus penguraian H2O menjadi H+ dan O2 melalui reaksi
Krebs. fotolisis serta pembentukan ATP dan NADPH2.
Adapun pengikatan CO2 oleh RuBP, pembentukan
24. Jawaban: d gliseraldehid-3-fosfat, dan pembentukan glukosa
Tahapan yang menghasilkan FADH2 ditunjukkan merupakan peristiwa yang terjadi pada reaksi
angka 4. Pada tahap ini, suksinil Ko-A yang telah gelap. Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma.
melepaskan koenzim A berubah menjadi asam
suksinat. Selanjutnya, asam suksinat berubah 29. Jawaban: b
menjadi asam fumarat yang menghasilkan FADH2. Reaksi gelap (siklus Calvin) berlangsung di dalam
Adapun angka 1 merupakan tahap dekarboksilasi stroma tanpa memerlukan cahaya. Reaksi ini
oksidatif yang menghasilkan asetil Ko-A, NADH, dan memiliki tiga tahapan sebagai berikut.
CO2. Selanjutnya, asetil Ko-A akan memasuki siklus 1) Tahap fiksasi
Krebs. Angka 2 merupakan tahap pembentukan Pada tahap ini, CO2 berikatan dengan ribulosa
suksinil Ko-A yang menghasilkan NADH dan CO2. bifosfat (RuBP) membentuk dua molekul 3-
fosfogliserat (PGA).

Biologi Kelas XII 45


2) Tahap reduksi 4. Belalang tidak melalui tahap pupa karena mengalami
Pada tahap ini, 3-fosfogliserat (PGA) diubah metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis tidak
menjadi DPGA (1,3-difosfogliserat) melalui sempurna adalah perubahan bentuk pada hewan
penambahan gugus fosfat dari ATP. yang pertumbuhan dan perkembangannya melalui
Selanjutnya, NADPH mereduksi DPGA tahap telur, nimfa (hewan muda), dan imago (hewan
menjadi fosfogliseraldehid (PGAL). dewasa). Pada metamorfosis tidak sempurna,
3) Tahap regenerasi bentuk hewan yang baru menetas mirip dengan
Pada tahap ini, molekul PGAL disusun kembali induknya. Namun, ada bagian-bagian tubuh yang
menjadi tiga molekul RuBP. Untuk belum terbentuk misal sayap. Sementara itu,
menyelesaikan ini, siklus menghabiskan 3 metamorfosis yang melalui tahapan pupa termasuk
ATP. Adapun sebagian PGAL yang lain metamorfosis sempurna, misalnya pada kupu-kupu.
digunakan untuk membentuk glukosa.
5. Masa lanjut usia merupakan masa nonproduktif.
30. Jawaban: d Biasanya, pada masa ini seseorang dapat bersikap
Kembalinya elektron ke kompleks sitokrom akan seperti kanak-kanak lagi. Selain itu, secara fisik
mengakibatkan aliran elektron siklik pada foto- sel-sel tubuh mulai mengalami degenerasi
sistem. Peristiwa ini tidak menghasilkan NADPH, sehingga membuat manusia tampak tua. Adapun
tetapi menghasilkan ATP. Dengan demikian, ciri-ciri masa lanjut usia sebagai berikut.
jumlah ATP yang dihasilkan akan lebih banyak. 1) Terjadi penurunan fungsi organ-organ tubuh,
misalnya berkurangnya kemampuan
mendengar dan melihat.
B. Uraian
2) Gerakan menjadi lambat karena persendian
1. Hormon auksin dan sitokinin pada proses kultur kaku dan tulang keropos (osteoporosis).
jaringan memiliki peran sinergis. Sitokinin 3) Tubuh cepat letih dan daya tahan tubuh
merangsang pembelahan sel (sitokinesis). terhadap penyakit menurun.
Sementara itu, auksin membantu pembentangan 4) Kadang bertingkah seperti anak kecil untuk
dan pembelahan sel. Oleh karena itu, pada kultur menarik perhatian.
jaringan kedua hormon ini mempercepat per- 5) Wanita yang telah memasuki masa lanjut usia
tumbuhan plantlet. akan mengalami menopause (berhentinya
haid karena organ reproduksi tidak mampu
2. Adanya cahaya justru menghambat pertumbuhan menghasilkan ovum yang matang).
tanaman. Cahaya dapat merusak hormon auksin
sehingga hormon auksin pada bagian yang tidak 6. Pada percobaan terlihat bahwa setelah adanya
terkena cahaya jumlahnya lebih banyak. Hal ini penambahan potongan hati dalam larutan H2O2
mengakibatkan pemanjangan yang tidak seimbang. pada tabung (a) akan muncul gelembung-
Pemanjangan lebih cepat terjadi pada bagian yang gelembung udara. Keadaan tersebut meng-
tidak terkena cahaya. Akibatnya, batang tumbuh indikasikan bahwa H2O2 terhidrolisis menjadi H2O
membengkok ke arah datangnya cahaya. dan O2. H2O2 dihidrolisis menjadi H2O dan O2 oleh
enzim katalase. Dengan demikian, dapat
3. Berdasarkan grafik hasil percobaan tersebut disimpulkan bahwa dalam potongan hati tersebut
menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman kacang mengandung enzim katalase. Proses hidrolisis
hijau yang disiram menggunakan air cucian beras H2O2 oleh enzim katalase adalah 2H2O2 → 2H2O
lebih efektif dibandingkan disiram menggunakan air + O2. Sementara itu, pada tabung (b) aktivitas
sumur. Air cucian beras mengandung karbohidrat enzim akan meningkat karena adanya penambahan
yang tinggi. Adanya karbohidrat tersebut dapat garam alkali 4% sehingga jumlah gelembung udara
menjadi perantara terbentuknya hormon auksin dan semakin meningkat. Penambahan garam alkali
giberelin. Kedua hormon ini dapat digunakan sebagai 2–5% ke dalam reaksi yang melibatkan enzim akan
zat perangsang tumbuh pada tanaman. Hormon meningkatkan aktivitas enzim.
auksin dapat digunakan untuk merangsang
pertumbuhan pucuk tanaman dan tunas baru. 7. Energi yang siap digunakan oleh sel adalah ATP,
Sementara itu, hormon giberelin digunakan untuk tetapi kandungan energi dalam lemak yang
merangsang pertumbuhan akar. Oleh karena itu, dari diperoleh dari bahan makanan belum berwujud ATP.
hasil percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa Zat makanan yang kita konsumsi harus dipecah
penyiraman menggunakan air cucian beras lebih terlebih dahulu untuk menjadi energi siap pakai.
efektif daripada menggunakan air sumur. Katabolisme lemak diawali dengan proses
pemecahan lemak menjadi asam lemak dan
gliserol. Selanjutnya, masuk ke tahap respirasi

46 Penilaian Tengah Semester 1


aerob untuk pembebasan energi. Hasil akhir proses 9. Saccharomyces cerevisiae merupakan salah satu
pemecahan ini adalah ATP yang siap digunakan mikroorganisme yang dapat melakukan proses
sebagai sumber energi. fermentasi yaitu fermentasi alkohol. Dalam proses
fermentasi alkohol digunakan bahan baku berupa
8. Sistem transpor elektron terjadi di membran dalam
asam piruvat dari hasil glikolisis menghasilkan
mitokondria. Tahap ini berfungsi mengoksidasi
etanol, CO 2 , dan ATP. Adapun persamaan
NADH dan FADH2 dari tahap-tahap sebelumnya.
reaksinya sebagai berikut.
Pembentukan ATP dalam sistem transpor elektron
2ATP 2CO2 2NADH 2NAD +
terjadi melalui reaksi fosforilasi oksidatif. Oksidasi
1 NADH dapat menghasilkan 3 ATP. Adapun Glukosa ⎯⎯→ 2 asam ⎯→ 2 asetaldehid ⎯⎯→ 2 etanol
glikolisis
oksidasi 1 FADH2 menghasilkan 2 ATP. Oleh piruvat
karena itu, dalam siklus Krebs dihasilkan 22 ATP.
10. Reaksi terang terjadi di dalam membran tilakoid.
Dengan demikian, jumlah total ATP yang dihasilkan
Reaksi terang dapat terjadi melalui dua jalur
setelah senyawa NADH dan FADH2 dioksidasi
elektron siklik dan jalur elektron nonsiklik. Pada
dalam sistem transpor elektron sebanyak 36 ATP.
reaksi terang terjadi penangkapan energi cahaya
Perolehan jumlah total ATP sebagai berikut.
oleh klorofil yang akan digunakan untuk fotolisis
1) Glikolisis : 2 NADH = 6 ATP
air. Reaksi terang menghasilkan ATP dan NADPH2.
2) Dekarboksilasi oksidatif : 2 NADH = 6 ATP
Selanjutnya, kedua zat tersebut akan digunakan
3) Siklus Krebs : 6 NADH =18 ATP
untuk pembentukan glukosa dalam reaksi gelap.
2 FADH2 = 4 ATP
Pada reaksi gelap terjadi fiksasi CO2 oleh RuBP
––––– +
dan menghasilkan 3-fosfogliserat (PGA).
Jumlah ATP : 32 ATP
Selanjutnya, PGA direduksi menjadi fosfogliseral-
Pada proses glikolisis terdapat pemindahan 2
dehid dan akhirnya membentuk glukosa.
NADH yang memerlukan 2 ATP dan pada siklus
Krebs juga menghasilkan 2 ATP saat pembentukan
senyawa asam suksinat.
Jadi, total ATP yang dihasilkan
= 32 ATP + 4 ATP
= 36 ATP

Biologi Kelas XII 47


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menganalisis proses pembelahan sel;
2. menyajikan data hasil analisis pembelahan sel.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan terhadap keteraturan siklus sel sehingga dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik;
2. bersikap ilmiah bertanggung jawab dan berani mengemukakan pendapat dengan sopan.

Pembelahan Sel

Mempelajari

Pembelahan Amitosis, Mitosis, dan Meiosis Gametogenesis

Mencakup Mencakup

• Amitosis • Gametogenesis pada Hewan dan Tumbuhan


• Mitosis (Spermatogenesis, Oogenesis, Mikrosporo-
• Meiosis (Pembelahan Reduksi) genesis, dan Makrosporogenesis)
• Keterkaitan Meiosis dengan Fertilisasi Makhluk
Hidup

Mampu

• Menganalisis proses pembelahan sel sebagai dasar penurunan sifat dari


induk kepada keturunannya.
• Menyajikan hasil pengamatan pembelahan sel pada sel hewan maupun
tumbuhan.
• Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan terhadap
keteraturan siklus sel sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan
baik.
• Mengembangkan sikap ilmiah seperti bertanggung jawab dan berani
mengemukakan pendapat dengan sopan.

48 Pembelahan Sel
A. Pilihan Ganda Dengan demikian, jawaban yang benar yaitu
1. Jawaban: c pilihan b.
Pembelahan amitosis terjadi pada sel prokariotik. 5. Jawaban: a
Pembelahan ini terjadi secara langsung tanpa Tahap pembelahan sel pada gambar merupakan
tahap-tahap pembelahan sel. Hasil pembelahan tahap anafase dengan ciri-ciri benang-benang
berupa dua sel anakan yang identik dengan sel spindel memendek dan menarik kromatid ke arah
induk. Pembelahan amitosis berfungsi sebagai kutub yang berlawanan. Kromosom berderet pada
perkembangbiakan hewan-hewan bersel satu. bidang metafase terjadi pada fase metafase. Terjadi
Pembelahan yang terjadi pada sel eukariotik sitokinesis di tengah bidang akuator terjadi pada
meliputi pembelahan mitosis dan meiosis. fase telofase. Benang-benang kromatin menebal
Pembelahan mitosis dan meiosis terjadi secara terjadi pada fase profase. Terbentuknya bidang
bertahap. Pada Pembelahan meiosis menghasilkan pembelahan terjadi pada fase anafase.
sel anakan dengan setengah kromosom sel induk.
6. Jawaban: a
2. Jawaban: b Berdasarkan gambar, kromosom terlihat berada di
Interfase dibedakan menjadi tiga tahapan berikut. bidang ekuator. Tahapan ini merupakan fase
1) Fase pertumbuhan pertama (G1), terjadi metafase I pada pembelahan sel secara meiosis.
pembentukan organel-organel sel dan sel Perbedaan meiosis I dengan meiosis II sebagai
tumbuh cepat. berikut.
2) Fase sintesis (S), terjadi replikasi (peng-
gandaan) DNA. No. Tahapan Ciri Khas
3) Fase pertumbuhan kedua (G2), terjadi replikasi A. Meiosis I
sentriol dan peningkatan energi cadangan. 1. Profase – Membran inti hancur.
Sementara itu, struktur kromosom tampak jelas – Tiap-tiap kromosom membentuk
dua kromatid.
dan terbentuknya benang gelendong terjadi pada
tahap metafase. 2. Metafase I Kromosom berjajar di sepanjang
ekuator.
3. Jawaban: a
Siklus sel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu 3. Anafase I Kromosom homolog bergerak ke
interfase dan fase mitosis. Saat interfase terjadi arah kutub berlawanan.
peningkatan aktivitas kimiawi dan replikasi DNA
4. Telofase I – Membran inti terbentuk,
selanjutnya terjadi fase mitosis yang meliputi pembagian sel haploid (n).
proses kariokinesis dan sitokinesis. Kariokinesis – Terbentuknya 2 sel anakan yang
adalah pembelahan inti sel menjadi dua dan haploid (n).
sitokinesis adalah pembelahan sitoplasma menjadi
B. Meiosis II
dua bagian. Setelah fase-fase tersebut dilalui, 1. Profase I – Penghancuran membran inti di
terbentuklah dua sel anakan. kedua sel haploid (n).
– Benang-benang spindel terbentuk.
4. Jawaban: b
Perbedaan antara pembelahan mitosis dan meio- 2. Metafase II Kromosom menempatkan diri di
sis dapat dilihat dalam tabel berikut. bidang ekuator.

No. Mitosis Meiosis 3. Anafase II Kromatid bergerak ke arah kutub.


1. Kromosom sel anak Kromosom sel anakan
bersifat diploid (2n). bersifat haploid (n). 4. Telofase II – Pada bidang pembelahan ter-
2. Berfungsi untuk per- Untuk menghasilkan bentuk sekat yang membagi
tumbuhan. sel kelamin. sitoplasma menjadi dua bagian.
3. Menghasilkan 2 sel Menghasilkan 4 sel – Terbentuk 4 sel baru dengan
anakan. anakan. jumlah kromosom setengah kro-
4. Sel anakan identik Sel anakan secara mosom sel induk (haploid).
dengan sel induk. genetik tidak identik.
5. Terjadi pada sel-sel Terjadi pada sel gamet. 7. Jawaban: c
somatis. Meiosis hanya terjadi di sel gonad untuk membentuk
6. Terjadi satu kali pem- Terjadi dua kali pem- telur dan sperma. Hasil akhir meiosis berupa empat
belahan yang diawali belahan tanpa interfase. sel baru yang mempunyai jumlah kromosom setengah
interfase.
dari sel induk. Pengurangan jumlah kromosom

Biologi Kelas XII 49


bertujuan memelihara jumlah sel dari generasi ke 2. Tahapan pembelahan sel yang ditunjukkan pada
generasi berikutnya. Pembelahan sentromer terjadi gambar adalah tahap anafase. Peristiwa-peristiwa
pada tahap anafase II. Menghasilkan sel yang yang terjadi pada tahap anafase sebagai berikut.
identik dengan sel induknya merupakan ciri a. Benang-benang spindel memendek.
pembelahan mitosis dengan hasil akhir dua sel. b. Kromatid menuju kutub berlawanan.
c. Mulai terjadi sitokinesis.
8. Jawaban: a
Adanya sel anakan yang haploid menjaga identitas 3. Pembelahan mitosis sel hewan dan tumbuhan
spesies dari generasi ke generasi. Variasi genetik sebenarnya serupa. Perbedaannya ada pada saat
akan menjaga daya adaptasi individu terhadap sitokinesis serta berkaitan dengan struktur
lingkungan hidupnya. tambahan yang mengatur pergerakan kromosom.
Pada sel hewan, sitokinesis dimulai dengan
9. Jawaban: d
penggentingan pada bagian tengah membran sel,
Sindrom Klinefelter merupakan kelainan genetik
antara dua kutub. Membran sel yang menggenting
pada laki-laki yang diakibatkan oleh kelebihan
akhirnya membelah sel menjadi dua sel anakan.
kromosom X. Penderita sindrom Klinefelter memiliki
Penggentingan membran ke dalam merupakan
kromosom seks XXY. Kelebihan kromosom X ini
hasil dari tarikan mikrofilamen. Pada sel tanaman,
diakibatkan oleh peristiwa nondisjuction pada saat
vesikel dari aparat Golgi bergabung bersama di
pembelahan meiosis, yaitu kegagalan sepasang
tengah sel sehingga terbentuk bidang pembelahan.
kromosom seks untuk memisah selama proses
Bidang pembelahan berkembang menjadi dinding
meiosis yaitu pada tahap anafase.
sel baru dan sel induk membelah menjadi dua sel
10. Jawaban: c anakan. Pada sel hewan terdapat sentriol, pada
Pembelahan sel secara mitosis menghasilkan dua sel tumbuhan tidak.
sel anakan. Setiap sel anakan mengandung jumlah
4. Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh yang
kromosom yang sama dengan induknya. Pem-
berfungsi untuk pertumbuhan, penggantian sel yang
belahan mitosis terjadi pada sel eukariotik. Jika
mati, dan perbaikan sel yang rusak. Pembelahan
sel induk yang membelah mengandung kromosom
meiosis terjadi pada sel-sel kelamin yang berfungsi
diploid (2n), maka sel anakan yang dihasilkan dari
untuk menghasilkan gamet yang secara genetik
pembelahan mitosis adalah dua sel anakan yang
tidak identik dengan induknya sehingga menyebab-
juga diploid (2n). Dengan kata lain, pembelahan
kan variasi genetika.
mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik
dengan sel induknya. Pembelahan mitosis terjadi 5. Dua hal yang paling penting dalam hal ini adalah muncul-
selama pertumbuhan dan reproduksi aseksual. nya variasi genetik dan produksi sel-sel haploid (gamet).
Pada hewan dan manusia, mitosis terjadi pada sel Variasi genetik sangat penting karena memungkin-
somatik atau sel tubuh. Sementara itu, untuk sifat an keturunannya menjadi berbeda dari orang tua,
sel anak yang tidak identik dengan sel induk, dengan mendapatkan setengah dari kromosom
pembelahan berlangsung dua kali, dan terjadi pada induk betina dan setengahnya lagi induk jantan.
gonad merupakan ciri-ciri pembelahan meiosis. Variasi genetik memungkinkan organisme
multiseluler untuk lebih mampu beradaptasi dengan
B. Uraian lingkungan yang berubah-ubah. Pembelahan meio-
sis menghasilkan sel haploid dari sel diploid. Tanpa
1. Angka 1 = tahap pertumbuhan pertama
meiosis setiap generasi baru akan memiliki dua kali
Angka 2 = tahap sintesis
lipat jumlah kromosom dari orang tua mereka.
Angka 3 = tahap pertumbuhan kedua
Dengan adanya pengurangan jumlah sel kromosom
Angka 4 = tahap profase
gamet menjadi setengah kromosom sel induk maka
Angka 5 = tahap metafase
pembelahan meiosis dapat mempertahankan
Angka 6 = tahap anafase
jumlah kromosom selalu sama pada suatu individu.
Angka 7 = tahap telofase
Pada tahap angka 3 terjadi sintesis protein dan
peningkatan energi cadangan. Pada tahap
angka 6, benang-benang spindel memendek dan
kromatid menuju kutub yang berlawanan.

50 Pembelahan Sel
A. Pilihan Ganda ovum (angka 4), sedangkan badan kutub sekunder
1. Jawaban: c mengalami degenerasi.
Pada spermatogenesis, spermatogonium tumbuh 5. Jawaban: e
menjadi spermatosit primer melalui proses Satu sel mikrosporosit atau sel induk mikrospora
pembelahan mitosis. Selanjutnya, spermatosit primer yang mengalami mikrosporogonesis akan meng-
membelah secara meiosis menjadi spermatosit hasilkan 4 sel serbuk sari. Jadi, 20 sel induk mikro-
sekunder. Pada oogenesis, oogonium tumbuh spora akan menghasilkan 20 × 4 = 80 serbuk sari.
menjadi oosit primer melalui proses pembelahan mi-
tosis. Selanjutnya, oosit primer membelah secara 6. Jawaban: c
meiosis membentuk oosit sekunder dan badan Pembelahan Pembelahan
kutub primer. meiosis I meiosis II

2. Jawaban: e Ootid (berkembang


menjadi ovum)
Pembelahan Pembelahan Diferensiasi
meiosis I meiosis II Oosit se- Polosit (mengalami
kunder (n) degenerasi)
Polosit (mengalami
Oogonium Oosit primer degenerasi)
(2n) (2n)
Polosit (mengalami
Badan kutub primer
degenerasi)
(mengalami degenerasi)
(n)
Sperma- Spermatosit
togonium primer 7. Jawaban: b
(2n) (2n)
is badan kutub
I
Spermatosit os primer (n)
ei
sekunder Spermatid Sperma tumbuh m →
oogonium ⎯⎯→ oosit primer ⎯

II
ootid → ovum (n)

is
(n)


(n) (n) →

os
ei

(2n) (2n) oosit ⎯

m

Dari bagan tampak bahwa kromosom yang mem- sekunder badan kutub


punyai 4 lengan dengan sifat n adalah spermatosit (n) sekunder (n)
sekunder. 8. Jawaban: d
3. Jawaban: b Spermatogenesis yaitu proses pembentukan gamet
Reduksi kromosom artinya pengurangan atau sel kelamin jantan. Pada proses ini dari satu
kromosom. Contohnya semula 2n (spermatosit spermatogenesis dihasilkan empat sel gamet jantan
primer) menjadi n (spermatosit sekunder) yang (spermatozoid) yang bersifat haploid. Prosesnya
ditunjukkan oleh huruf Q. Adapun huruf P menunjuk- dapat digambarkan sebagai berikut.
kan pembelahan mitosis spermatogonium menjadi Pembelahan Pembelahan Diferensiasi
spermatosit primer. Huruf R menunjukkan proses meiosis I meiosis II
deferensiasi spermatid menjadi spermatozoa.
4. Jawaban: b
Pada proses oogenesis, sel telur berasal dari sel-
sel primordial diploid yang terdapat dalam ovarium,
yang disebut oogonium. Oogonium membelah
secara mitosis (angka 1) membentuk oosit primer
(diploid). Oosit primer kemudian membelah secara Sperma- Spermatosit
meiosis I (angka 2) menjadi sebuah sel besar yang togonium primer (2n)
(2n)
disebut oosit sekunder (haploid) dan sebuah sel Spermatosit
sekunder Spermatid Sperma
kecil yang disebut badan kutub primer atau polosit. (n) (n) (n)
Oosit sekunder membelah secara meiosis II (angka 3)
Jadi, sel yang bersifat diploid adalah spermato-
menghasilkan dua buah sel yang ukurannya tidak
gonium dan spermatosit primer.
sama, yang besar disebut ootid dan yang kecil
disebut badan kutub sekunder. Secara bersamaan 9. Jawaban: d
badan kutub primer mengalami pembelahan men- Hasil pembelahan meiosis I oogenesis adalah
jadi dua badan kutub sekunder (angka 5). Selanjut- 1 oosit sekunder dan 1 badan kutub primer.
nya, ootid mengalami pemasakan membentuk Selanjutnya, oosit sekunder mengalami meiosis II

Biologi Kelas XII 51


menghasilkan 1 ootid dan 1 badan kutub sekunder dan dikeluarkan satu per satu dari ovarium setiap
(polosit). Secara bersamaan badan kutub primer bulan. Proses pengeluaran sel telur disebut ovulasi.
akan membelah menjadi 2 polosit. Ootid akan Jika sel telur tidak dibuahi maka dinding rahim akan
berkembang menjadi sel telur. Jadi, hasil total luruh. Keluarnya darah akibat pembuluh-pembuluh
oogenesis adalah 1 sel telur dan 3 badan kutub yang darah yang luruh dalam rahim disebut menstruasi.
akan mengalami degenerasi. Jadi selama kontrasepsi tetap dihasilkan sel telur.
Jika terjadi penghentian menstruasi, hal itu karena
10. Jawaban: d
pengaruh hormonal yang mengakibatkan dinding
Pembelahan meiosis terjadi pada proses gameto-
rahim tidak mengalami penebalan sehingga tidak
genesis yaitu proses pembentukan sel gamet.
terjadi peluruhan dinding rahim.
Sementara itu, pada proses pembentukan dan
perkecambahan spora serta pembentukan daun 4. Sel-sel yang terdapat dalam kandungan lembaga
terjadi pembelahan mitosis. Adapun zigot merupa- masak yaitu satu sel telur, dua sel sinergid, tiga
kan hasil pertemuan sel kelamin jantan dan betina. sel antipoda, dan satu sel kutub.
Zigot mengalami pembelahan secara mitosis. Satu sel megaspora yang fungsional mengalami
pembelahan meiosis II, inti sel mengalami
B. Uraian kariokinesis tiga kali tanpa diikuti sitokinesis,
1. Gametogenesis pada laki-laki disebut spermato- sehingga menghasilkan sel besar dengan 8 inti
genesis, sedangkan pada perempuan disebut oog- haploid (kantong embrio belum matang). Setiap
enesis. Spermatogenesis pada laki-laki terjadi kariokinesis didahului replikasi kromosom inti
seumur hidup. Sementara itu, oogonesis pada wanita haploid. Akhirnya, tiga inti dari sel haploid yang
terjadi saat wanita tersebut mengalami menopause, berada di kalaza menjadi tiga sel antipoda, tiga
biasanya terjadi pada umur 45–55 tahun. inti di mikrofil menjadi satu sel telur (tengah) dan
dua sel sinergid (pinggir), serta dua inti di tengah
2.
membentuk satu sel kutub.
No. Pembeda Spermatogenesis Oogenesis
5. Tidak. Tidak semua megaspora dapat menjadi sel
1. Jumlah sel anak yang 4 1
fungsional
telur. Tiga megaspora akan mengalami degenerasi,
2. Nama sel yang dibentuk Sperma Sel telur sedangkan satu megaspora akan mengalami
3. Tempat terjadinya Testis Ovarium kariokinesis sehingga menghasilkan kandung
lembaga dengan 8 inti haploid. Kandung lembaga
3. Pernyataan tersebut tidak benar. Gametogenesis akan berkembang sampai masak. Kandung
pada perempuan terjadi sejak janin perempuan lembaga masak memiliki 1 sel telur. Tujuh inti
berada dalam kandungan. Pematangan sel telur haploid yang lain, 2 diantaranya menjadi sinergid,
terjadi setiap bulan sejak perempuan memasuki 2 menjadi inti kutub, dan 3 menjadi antipoda.
usia pubertas. Secara normal, sel telur akan masak

A. Pilihan Ganda Setiap kromatid menuju bidang ekuator merupakan


1. Jawaban: d ciri-ciri tahap metafase.
Ciri-ciri tahap pembelahan profase sebagai berikut. 2. Jawaban: e
1) Nukleus (membran inti dan anak inti) meng- Peristiwa yang terjadi pada tahap zigoten sebagai
hilang. berikut.
2) Benang-benang kromatin membentuk 1) Sentrosom membelah menjadi dua, kemudian
kromosom. bergerak menuju kutub yang berlawanan.
3) Kromosom menduplikasi diri menjadi 2) Kromosom homolog saling berdekatan dan
sepasang kromatid. berpasangan.
4) Sentriol membelah dan bergerak ke arah kutub. Membran nukleus menghilang terjadi pada tahap
Di sekitar sentriol terbentuk benang-benang diakinesis. Kromosom saling menjauhi terjadi pada
spindel. tahap diploten. Kromatin berubah menjadi
Tahap pembelahan berupa benang spindel kromosom terjadi pada tahap leptoten. Terbentuk-
memendek dan tiap-tiap kromatid yang ber- nya benang-benang spindel terjadi pada tahap dia-
pasangan berpisah merupakan ciri tahap anafase. kinesis.

52 Pembelahan Sel
3. Jawaban: d 11. Jawaban: b
Kiasma dapat diamati pada saat kromosom ho- Pada saat metafase kromosom berjajar di bidang
molog saling menjauhi. Peristiwa ini terjadi pada ekuator (bidang pembelahan) sehingga mudah
tahap diploten. Pada tahap zigoten, kromosom untuk diamati. Terbentuknya kromatid terjadi pada
homolog saling berdekatan dan berpasangan. fase profase. Kromatid berubah menjadi kromatin
Pada tahap leptoten, kromosom berubah menjadi terjadi pada fase telofase. Kromatin berubah
kromomer. Pada tahap pakiten, tiap kromosom menjadi kromosom terjadi pada fase profase.
melakukan replikasi sehingga terbentuk tetrad/ Kromosom bergerak ke kutub yang berlawanan
bivalen. terjadi pada fase anafase.
4. Jawaban: d 12. Jawaban: d
Apabila dalam satu sel tampak ada dua membran Bagian yang ditunjuk angka 1 adalah kiasma (titik
inti, kromatid berkumpul di tengah sel, dan pindah silang), sedangkan bagian yang ditunjuk
membran inti belum terlihat merupakan ciri-ciri sel angka 2 adalah pasangan kromosom homolog.
yang berada pada fase telofase awal. Pada telofase Kinetokor adalah bagian kromosom yang
awal, belum terjadi sitokinesis sehingga masih merupakan tempat pelekatan benang-benang
tampak satu sel dengan dua set kromosom. spindel selama pembelahan inti dan merupakan
tempat melekatnya lengan kromosom.
5. Jawaban: c
Pada semua fase pembelahan sel, kromosom 13. Jawaban: a
selalu terlihat, sedangkan pada interfase (fase Pada saat megasporogenesis, megasporosit
istirahat) kromosom tidak terlihat. Kromosom mengalami meiosis I membentuk sepasang sel
terbentuk dari penebalan dan pemendekan kromatin yang bersifat haploid. Selanjutnya, sel tersebut
yang terjadi pada awal pembelahan sel (profase). membentuk empat sel megaspora haploid.
6. Jawaban: e 14. Jawaban: b
Pada gambar terlihat adanya empat inti dalam dua Pembelahan mitosis berfungsi untuk pertumbuhan
sel yang masing-masing akan membelah menjadi dan mengganti sel-sel yang rusak/mati. Adapun
dua sel. Dalam setiap sel, terdapat satu inti yang pembentukan gamet jantan dan betina terjadi
mengandung 1 salinan DNA. Ciri-ciri tersebut dengan pembelahan meiosis. Perkembangbiakan
menunjukkan aktivitas pembelahan sel pada tahap pada hewan bersel satu terjadi dengan amitosis.
telofase II.
15. Jawaban: d
7. Jawaban: e Pembelahan
Gambar tersebut menunjukkan pembelahan sel Pembelahan meiosis II
Diferensiasi
meiosis I
secara meiosis pada tahap metafase I. Bagian
yang ditunjuk oleh X adalah kromosom homolog
yang tersusun di bidang ekuator.
8. Jawaban: e
Sperma- Spermatosit
Kromatid telah sampai di kutub berlawanan terjadi togonium primer
(2n) (2n)
pada tahap telofase. Peristiwa lain yang terjadi pada Spermatosit
sekunder Sperma
tahap telofase yaitu kromatid menipis dan (n)
Spermatid
(n)
(n)

memanjang membentuk kromatin, kumpulan


kromatin membentuk anak inti, terbentuk membran 16. Jawaban: c
nukleus di luar anak inti, dan sitokinesis selesai. Serbuk sari yang sudah masak akan berkecambah
dan siap membuahi sel telur. Serbuk sari tersebut
9. Jawaban: e mengandung satu inti vegetatif dan dua inti
Pada fase G1, sel mengalami pertumbuhan di generatif. Dengan demikian, serbuk sari yang telah
mana terjadi sintesis organel-organel. Pada fase masak mengandung tiga inti haploid.
S terjadi sintesis DNA replikasi. Pada G2 sintesis
DNA replikasi selesai. 17. Jawaban: b
Pada saat megasporogenesis, megasporosit
10. Jawaban: d mengalami meiosis I membentuk sepasang sel
Pada waktu meiosis I terjadi reduksi jumlah yang bersifat haploid. Selanjutnya, sel tersebut
kromosom dari 2n menjadi n (22 buah menjadi 11). membentuk empat sel megaspora haploid.
Pada profase II terjadi duplikasi kromosom
sehingga pada saat metafase II jumlah kromosom
dua kali semula yaitu 22 buah.

Biologi Kelas XII 53


18. Jawaban: a 5) Diakinesis: dua sentriol sampai pada kutub
Kandung lembaga yang masak terdiri dari 1 sel yang berlawanan, terbentuk spindel, membran
telur didampingi 2 sel sinergid di daerah mikrofil, 3 inti, dan nukleus menghilang.
antipoda di kalaza, dan 2 inti kutub yang menyatu
24. Jawaban: a
di tengah membentuk sel kutub.
Profase I pada meiosis I meliputi 5 tahapan berikut.
19. Jawaban: c 1) Leptoten: kromatin memendek dan menebal
Jumlah kromosom kelamin adalah setengah jumlah (terbentuk kromosom).
kromosom sel tubuh. Setengah dari 64 adalah 32. 2) Zigoten: sentrosom membelah menjadi dua
dan bergerak ke kutub yang berlawanan.
20. Jawaban: b
Kromosom homolog berpasangan disebut
Mikrosporogenesis terjadi di dalam kepala sari.
bivalen/tetrad.
Mikrosporogenesis diawali pembelahan meiosis.
3) Pakiten: tiap kromosom membelah menjadi
Mikrosporosit menghasilkan mikrospora.
dua kromatid (duplikasi kromosom) dan
Mikrospora berkembang menjadi serbuk sari.
sentromer masih menyatu dan belum membelah.
Megasporosit menghasilkan megaspora yang
4) Diploten: dua kromosom homolog yang
membelah menjadi sel telur.
berpasangan memisahkan diri.
21. Jawaban: b 5) Diakinesis: dua sentriol sampai pada kutub
Pada gambar terlihat bahwa sedang terjadi proses yang berlawanan, terbentuk spindel, membran
pembelahan sel yaitu membran inti menghilang, inti, dan nukleus menghilang.
diikuti dengan pembentukan kromosom dari
benang kromatin. Terlihat pula dua sentriol yang 25. Jawaban: b
bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Selanjut- 1) Pada tahap metafase kromatid akan berjejer
nya, setiap kromosom melakukan replikasi menjadi pada bidang pembelahan. Pada metafase II,
dua kromatid dengan sentromer yang masih kromosom berpasangan dan jumlah kromatid
menyatu. Pada tahapan terakhir tampak kromosom setengah sel induk. Pada metafase II
homolog saling menjauhi sehingga terbentuk kromosom telah mengalami reduksi pada fase
perlekatan berbentuk X (terjadi peristiwa pindah meiosis I.
silang). Tahapan pembelahan tersebut merupakan 2) Kromosom berpasangan dan jumlah kromatid
ciri-ciri tahap profase I pada pembelahan meiosis. sama dengan sel induk merupakan ciri fase
Di dalam gambar tersebut tidak terlihat adanya metafase I.
peristiwa mutasi yang mengakibatkan pertukaran 3) Kromosom sebaris dan jumlah kromatid sama
genetik atau mengganggu tahapan profase. dengan sel induk merupakan ciri metafase
22. Jawaban: e mitosis.
Urutan proses sitokinesis pada sel hewan sebagai 26. Jawaban: c
berikut. Gambar tersebut menunjukkan pembelahan sel
1) Penguraian benang spindel. secara mitosis pada tahap metafase. Pada tahap
2) Pembentukan cincin mikrofilamen di bidang ini terbentuk benang-benang spindel dan kromosom
ekuator. berada di bidang ekuator. Selanjutnya, kromatid
3) Terjadi kontraksi. bergerak menuju kutub-kutub yang berlawanan.
4) Terbentuk dua sel anakan. Perilaku kromosom ini terjadi pada tahap anafase.
23. Jawaban: a Adapun kromosom berduplikasi menjadi dua
Fase profase I meliputi 5 tahapan berikut. kromatid terjadi pada tahap profase. Sinapsis
1) Leptoten: kromatin memendek dan menebal antarkromosom homolog terjadi pada tahap profase
(terbentuk kromosom). I pada pembelahan meiosis. Kromosom tidak
2) Zigoten: sentrosom membelah menjadi dua tampak, tetapi butiran kromosom tampak jelas
dan bergerak ke kutub yang berlawanan. merupakan ciri-ciri pembelahan meiosis pada tahap
Kromosom homolog berpasangan disebut profase I.
bivalen/tetrad. 27. Jawaban: a
3) Pakiten: tiap kromosom membelah menjadi Sel induk telur (oogonium) mengalami pertumbuhan
dua kromatid (duplikasi kromosom) dan menjadi oosit primer. Oosit primer bermeiosis mem-
sentromer masih menyatu dan belum bentuk oosit sekunder dan badan kutub primer.
membelah. Badan kutub primer mengalami pembelahan
4) Diploten: dua kromosom homolog yang membentuk dua badan kutub sekunder, tetapi ada
berpasangan memisahkan diri. juga yang mengalami degenerasi sebelum membelah.

54 Pembelahan Sel
Oosit sekunder mengalami meiosis lagi membentuk sitoplasma sel induk juga diwariskan kepada sel
badan kutub sekunder dan ootid. Badan kutub anakan. Jadi, sel anakan yang telah memiliki
sekunder mengalami degenerasi, sedangkan ootid perangkat metabolik dari sel induk tersebut akan
berkembang menjadi ovum. dapat tumbuh dan berkembang.
28. Jawaban: c 2. Sel-sel tubuh makhluk hidup membelah secara
Oogenesis adalah proses pembentukan sel mitosis untuk pertumbuhan organisme dan untuk
kelamin betina. Proses ini terjadi di dalam ovarium. mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Dalam tubuh
Oviduk merupakan tempat berlangsungnya terdapat mekanisme pengaturan yang menjaga
pembuahan. Uterus (rahim) merupakan tempat keseimbangan jumlah sel-sel tubuh makhluk hidup.
perkembangan janin. Serviks merupakan leher Mekanisme pengaturan tersebut yaitu dengan
rahim yaitu bagian bawah rahim yang menyempit. apoptosis. Apoptosis adalah mekanisme sel untuk
menghancurkan sel tersebut. Adanya apoptosis
29. Jawaban: c
dapat menjaga keseimbangan jumlah sel dalam
Pada peristiwa anafase mitosis, susunan kromatid
tubuh makhluk hidup.
memisah satu sama lain dan kromatid bergerak
menuju kutub yang berlawanan. Setelah itu, 3. Sel akar merupakan sel tubuh tumbuhan. Sel tubuh
membran sel melekuk pada akhir tahap anafase memiliki jumlah kromosom diploid. Pembelahan
dan bersiap memasuki fase telofase. Pada akhir yang terjadi pada sel akar adalah pembelahan mi-
tahap anafase ini sudah terlihat pembelahan sel tosis. Jadi jumlah kromosom yang diamati pada
menjadi dua sel anakan yang masing-masing saat metafase adalah diploid (16 kromosom).
mengandung inti sel. Pada fase profase I meiosis, Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan
kromosom baru terbentuk dari kondensasi benang- identik dengan sel induk. Jadi, jumlah kromosom
benang kromatin. Pada metafase II meiosis, sel setelah pembelahan adalah 16 kromosom.
kromosom menempatkan diri di bidang ekuator. Kromosom diamati pada fase metafase karena
Pada telofase II meiosis, terbentuk empat sel baru pada fase ini kromosom paling mudah diamati.
dengan jumlah kromosom setengah kromosom sel Kromosom berjajar pada bidang ekuator sehingga
induk (haploid). Sementara itu, pada telofase mudah dilakukan penghitungan jumlah kromosom.
mitosis sudah terbentuk dua sel anakan yang haploid.
4. Pembelahan reduksi yaitu pembelahan sel induk
30. Jawaban: c diploid (2n) menghasilkan empat sel anakan yang
Megasporosit mengalami pembelahan meiosis I haploid (n). Setiap sel anakan mengandung
dan meiosis II membentuk empat sel megaspora, separuh kromosom sel induk, yaitu haploid.
tiga di antaranya kemudian mengalami degenerasi. Pembelahan ini terjadi pada proses pembentukan
Inti sel megaspora sisanya mengalami tiga kali sel gamet (sel kelamin) yang terjadi pada organ
kariokinesis sehingga terbentuk delapan inti reproduktif. Pada hewan dan manusia, sperma
haploid dalam megaspora. Selanjutnya, dari delapan yang haploid dihasilkan di dalam testis dan dan
inti tersebut, tiga inti di mikrofil membentuk dua sel telur haploid dihasilkan di dalam ovarium. Pada
sel sinergid dan satu sel telur, dua inti di tengah tumbuhan berbunga, sel gamet dihasilkan di dalam
membentuk sel kutub, dan tiga inti di kalaza putik dan benang sari.
membentuk tiga sel antipoda. 5. Pindah silang terjadi pada fase profase meiosis I.
Pada profase I, setiap kromosom menggandakan
B. Uraian diri membentuk dua kromatid sehingga setiap
1. Tujuan pembelahan sel adalah mewariskan kromosom yang berpasangan mempunyai empat
informasi genetik dari sel induk kepada sel anakan. kromatid. Pada fase diploten profase I, kromosom
Informasi genetik yang diwariskan berupa DNA dan homolog saling menjauh dan terbentuk kiasma (titik
perangkat metabolik lainnya. DNA mengandung pindah silang). Bagian kromatid pasangan
instruksi untuk mensintesis protein. Protein berupa kromosom homolog bertukar atau pindah silang
selama profase I. Adanya pindah silang meng-
protein struktural misal bagian membran sel,
hasilkan kombinasi sifat induk dan variasi genetik
maupun protein fungsional, seperti enzim. Jika sel
pada keturunan.
anakan tidak mendapatkan materi genetik untuk
sintesis protein, sel anakan tersebut tidak akan 6. Pada fase anafase, tiap-tiap sentromer yang
dapat hidup. Oleh karena itu, sel melakukan mengikat kromatid membelah bersamaan sehingga
replikasi DNA sebelum terjadi pembelahan sel. Hal satu kromosom terpisah menjadi 2 kromatid.
ini untuk menjamin tersedianya materi genetik bagi Kemudian kromatid bergerak menuju kutub ber-
sel anakan. Selain itu, enzim-enzim, organel, dan lawanan. Kromatid dapat bergerak karena adanya
perangkat metabolik lainnya yang terdapat pada kontraksi benang spindel. Pada saat kontraksi,

Biologi Kelas XII 55


benang spindel memendek sehingga kromatid 5) Sitokinesis selesai, terbentuk dua sel
tertarik menjadi 2 bagian yang bergerak ke arah anakan.
2 kutub yang berlawanan.
9. Pindah silang adalah tertukarnya lengan kromosom
7. Jawaban: homolog dengan pasangannya. Peristiwa ini tidak
Kita dapat menemukan pembelahan mitosis pada mengubah jumlah kromosom sel anakan yang
jaringan meristem yang terletak di ujung akar, ujung dihasilkan. Hasil pembelahan meiosis memiliki
batang, maupun tunas daun. Pembelahan ini jumlah kromosom normal, yaitu setengah jumlah
mendorong pertumbuhan primer dan sekunder kromosom sel induk. Jadi, jumlah kromosom sel
tanaman. Pembelahan meiosis dapat kita jumpai gamet lalat Drosophila melanogaster tersebut ada
pada sel kelamin jantan dalam kepala sari dan sel 4 kromosom.
kelamin betina pada bakal buah. Melalui meiosis,
kepala sari menghasilkan serbuk sari dan bakal 10. Tumbuhnya ekor cecak setelah terputus disebut
buah menghasilkan megaspora. proses regenerasi. Proses regenerasi dimulai
dengan penyembuhan luka kemudian muncul
8. a. Tahap telofase.
tunas sel-sel yang belum terdiferensiasi. Sel-sel
b. Ciri-ciri sel pada tahap telofase sebagai berikut.
ekor cecak yang telah terdiferensiasi (dewasa)
1) Kromatid telah sampai di kutub-kutub
mengalami dediferensiasi (diferensiasi kembali)
yang berlawanan.
sehingga dapat membelah kembali. Sel tersebut
2) Kromatid menipis dan memanjang
dapat membelah secara mitosis untuk
menjadi kromatin
menumbuhkan kembali sel-sel ekor yang terputus.
3) Kumpulan kromatin membentuk anak inti.
4) Terbentuk membran nukleus di luar anak
inti.

56 Pembelahan Sel
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan hukum I Mendel dan hukum II Mendel;
2. menjelaskan prinsip pewarisan sifat makhluk hidup berdasarkan hukum Mendel;
3. menjelaskan pola-pola hukum Mendel dalam peristiwa yang ditemukan sehari-hari;
4. menjelaskan pola penyimpangan semu hukum Mendel.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap pola pewarisan sifat pada makhluk hidup yang dianugerahkan Tuhan;
2. memiliki pola pikir ilmiah dan rasa ingin tahu yang tinggi mengenai pola pewarisan sifat pada makhluk hidup;
3. memiliki sifat peka dan peduli serta bertanggung jawab terhadap lingkungan yang berkaitan dengan pola pewarisan sifat pada
makhluk hidup;
4. memiliki sikap jujur, cinta damai, tekun, kritis, ilmiah, serta mau bekerja sama dalam setiap kegiatan.

Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel

Mempelajari

Hukum Mendel Penyimpangan Semu terhadap Hukum Mendel

Mencakup Mencakup

• Hukum I Mendel • Epistasi dan Hipostasi


• Hukum II Mendel • Kriptomeri
• Polimeri
• Gen-Gen Komplementer
• Atavisme (Interaksi Beberapa Pasang Alel)

Mampu

• Menjelaskan hukum I Mendel.


• Menjelaskan hukum II Mendel.
• Menjelaskan perkawinan resiprok, perkawinan balik (back cross), dan uji silang (test cross).
• Menjelaskan peristiwa epistasi dan hipostasi.
• Menjelaskan peristiwa kriptomeri.
• Menjelaskan peristiwa polimeri.
• menjelaskan peristiwa gen-gen komplementer.
• Menjelaskan peristiwa atavisme (interaksi beberapa pasang alel).
• Menyajikan hasil penerapan hukum Mendel dalam perhitungan peluang dari persilangan makhluk hidup di bidang pertanian
dan peternakan.
• Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
• Menunjukkan perilaku teliti, disiplin, cermat, bertanggung jawab, objektif, jujur, terbuka, dan kritis dalam kegiatan yang berkaitan
dengan pola pewarisan sifat pada hukum Mendel.

Biologi Kelas XII 57


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: b
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
1. Jawaban: b
P : & BBMM >< % bbMm
Alasan Mendel menggunakan kacang ercis
(bulat-manis) (lonjong-manis)
(Pisum sativum) sebagai bahan percobaannya
G1 : BM bM
sebagai berikut.
bm
1) Memiliki daur hidup relatif pendek.
F : BbMM (bulat-manis)
2) Dapat melakukan penyerbukan sendiri.
BbMm (bulat-manis)
3) Mudah dilakukan penyerbukan silang.
Jadi, hasil keturunan dari persilangan tersebut
4) Menghasilkan keturunan dalam jumlah
yaitu 100% bulat manis.
banyak.
5) Memiliki banyak pasangan sifat yang kontras 5. Jawaban: e
(setidaknya terdapat tujuh sifat beda). Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
P : & PPkk >< % ppKk
2. Jawaban: b
(bulir besar-keras) (bulir kecil-pulen)
Hasil persilangan antara tanaman semangka
G : Pk pK dan pk
bergenotipe BBmm dengan tanaman sejenis
F1 : PpKk (bulir besar-pulen)
bergenotipe bbMM sebagai berikut.
Ppkk (bulir besar-keras)
P : & BBmm >< % bbMM
Perbandingan fenotipe F1-nya bulir besar-pulen :
Gamet : Bm bM
bulir besar-keras = 1 : 1.
F1 : BbMm Jadi, banyaknya tanaman yang memiliki fenotipe
3. Jawaban: e 1
bulir besar-pulen sebanyak 2 × 64 = 32 tanaman.
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
P1 : & BBKK >< % bbkk 6. Jawaban: e
(bulat-kuning) (keriput-hijau) Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
G : BK bk P1 : & HHBB >< % hhbb
(bergaris-besar) (halus-kecil)
F1 : BbKk (bulat-kuning)
G : HB hb
F2 : BbKk >< BbKk F1 : BbMm (bergaris-besar)
G : BK, Bk, bK, bk BK, Bk, bK, bk F2 : & HhBb >< % hhbb
F2 : (bergaris-besar) (halus-kecil)
G : HB, Hb, hB, hb hb
Gamet BK Bk bK bk F2 : HhBb (bergaris-besar)
BK BBKK BBKk BbKK BbKk Hhbb (bergaris-kecil)
Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk hhBb (halus-besar)
bK BbKK BbKk bbKK bbKk hhbb (halus-kecil)
bk BbKk Bbkk bbKk bbkk
Dengan demikian, rasio perbandingan fenotipe
Keterangan: keturunan F 2 -nya adalah bergaris-besar :
B_K_ = bulat-kuning bergaris-kecil : halus-besar : halus-kecil = 25% :
B_kk = bulat-hijau 25% : 25% : 25%.
bbK_ = keriput-kuning
bbkk = keriput-hijau 7. Jawaban: e
Dari persilangan tersebut dihasilkan keturunan F2 Hasil persilangan antara tanaman sawo berbuah
sebanyak 3.200 dengan perbandingan fenotipe bulat manis (BBMM) dengan tanaman sawo
9 : 3 : 3 : 1. Oleh karena itu, keturunan F2 = berbuah lonjong asam (bbmm) sebagai berikut.
bulat-kuning : bulat-hijau : keriput-kuning : keriput-hijau P : BBMM >< bbmm
9 : 3 : 3 : 1 (bulat manis) (lonjong asam)
1.800 : 600 : 600 : 200 G : BM bm
Jadi, jumlah biji bulat-warna kuning dan biji F1 BbMn
keriput-warna hijau adalah 1.800 dan 200. (Bulat manis)
P2 : BbMm >< Bbmm
G : BM, Bm, bM, bm Bm, bm

58 Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel


F2 : B. Uraian
Gamet BM Bm bM bm
1. Menurut hukum I Mendel, gen-gen yang terdapat
Bm BBMm
(bulat manis)
BBmm
(bulat asam)
BbMm
(bulat manis)
BbMm
(bulat asam)
dalam satu alel akan mengalami segregasi bebas.
Pada organisme dengan genotipe AaBb, segregasi
bm BbMm Bbmn bbMm bbmn
(bulat manis) (bulat asam) (lonjong manis) (lonjong asam) yang terjadi adalah gen A akan berpasangan
dengan B dan b membentuk AB dan Ab. Sementara
Jadi, perbandingan fenotipe keturunannya antara
gen a akan berpasangan dengan gen B dan b
buah bulat manis : bulat asam : lonjong manis :
membentuk aB dan ab. Dengan demikian, gamet
lonjong asam adalah 3 : 3 : 1 : 1.
yang terbentuk adalah AB, Ab, aB, dan ab.
8. Jawaban: d
2. Agar keturunan hasil persilangan memiliki per-
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
bandingan fenotipe 3 : 1, diperlukan persilangan
P : BbMM >< bbmm
antargenotipe heterozigot. Perhatikan diagram
G : BM bm persilangan berikut.
bM P : & Bb >< % Bb
F = BbMm (bulat-merah) Gamet : B dan b B dan b
bbMm (lonjong-merah) F : BB, Bb, Bb, bb (perbandingan fenotipe 3:1)
Jadi, genotipe kedua induknya adalah BbMM dan Dengan demikian, induk yang harus disilangkan
bbmm. yaitu induk 3) dan 4).
9. Jawaban: a 3. Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut. P1 : & BBmm >< % bbMM
Persilangan dari pernyataan pada soal dapat (besar-asam) (kecil-manis)
dituliskan sebagai berikut. F1 : BbMm
P1 : & HHKK >< % hhkk (besar-manis)
(hitam-kasar) (albino-halus) P2 : BbMm >< BbMm
G : HK hk F2 :
F1 HhKk Gamet BM Bm bM bm
(hitam-kasar)
BM BBMM BBMm BbMM BbMm
P2 : & HhKk >< % HhKk besar-manis besar-manis besar-manis besar-manis
G : HK, Hk, hK, hk HK, Hk, hK, hk Bm BBMm BBmm BbMm Bbmm
F2 : besar-manis besar-manis besar-manis besar-asam

bM BbMM BbMm bbMM bbMm


%
& HK Hk hK hk besar-manis besar-manis kecil-manis kecil-manis

bm BbMm Bbmm bbMm bbmm


HK HHKK HHKk HhKK HhKk
besar-manis besar-asam kecil-manis kecil-asam
(hitam-kasar) (hitam-kasar) (hitam-kasar) (hitam-kasar)

Hk HHKk HHkk HhKk Hhkk


Persentase rambutan berfenotipe kecil-manis
(hitam-kasar) (hitam-halus) (hitam-kasar) (hitam-halus) 3
adalah 16
× 100% = 18,75%.
hK HhKK HhKk hhKK hhKk
(hitam-kasar) (hitam-kasar) (albino-kasar) (albino-kasar) 4. Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
hk HhKk Hhkk hhKk hhkk P : % MmBb >< & mmBb
(hitam-kasar) (hitam-halus) (albino-kasar) (albino-halus) G : MB mB
Genotipe induk pertama adalah HHKK dan hhkk. Jadi, Mb mb
hasil keturunan F2 yang mempunyai genotipe sama mB
dengan induk pertama adalah angka 1 dan 16. mb
F1 :
10. Jawaban: c
% MB Mb mB mb
Hasil keturunan F2 yang mempunyai fenotipe mar- &
mot rambut hitam-halus ditunjukkan oleh angka mB MmBB MmBb mmBB mmBb
6, 8, dan 14. Sementara itu, angka 1, 2, 3, 4, 5, 7, (merah-besar) (merah-besar) (putih-besar) (putih-besar)

9, 10, dan 13 merupakan marmot yang berfenotipe mb MmBb Mmbb mmBb mmbb
rambut hitam-kasar. Angka 11, 12, dan 15 (merah-besar) (merah-kecil) (putih-besar) (putih-kecil)
merupakan marmot yang berfenotipe rambut Jadi, perbandingan fenotipenya adalah merah-
albino-kasar. Angka 16 merupakan marmot yang besar : merah-kecil : putih-besar : putih-kecil = 3
berfenotipe rambut albino-halus. : 1 : 3 : 1.

Biologi Kelas XII 59


5. Hasil persilangan pada soal sebagai berikut. F2 =
a. P1 : & BBDD >< % bbdd % BD Bd bD bd
&
(lebat-licin) (jarang-keriput)
BD BBDD BBDd BbDD BbDd
G : BD bd (lebat-licin) (lebat-licin) (lebat-licin) (lebat-licin)
F1 : BbDd
(lebat-licin) Bd BBDd BBdd BbDd Bbdd
(lebat-licin) (lebat-keriput) (lebat-licin) (lebat-keriput)
Jadi, genotipe F1 = BbDd dan fenotipenya
adalah berbuah lebat-berkulit biji licin. bD BbDD BbDd bbDD bbDd
(lebat-licin) (lebat-licin) (jarang-licin) (jarang-licin)
b. P2 : & BbDd >< % BbDd
G : BD, Bd, bD, bd BD, Bd, bD, bd bd BbDd Bbdd bbDd bbdd
(lebat-licin) (lebat-keriput) (jarang-licin) (jarang-keriput)

Jadi, perbandingan genotipe F2 adalah B_D_ :


B_dd : bbD_ : bbdd = 9 : 3 : 3 : 1. Sementara
perbandingan fenotipe F2 adalah berbuah lebat-
biji licin : berbuah lebat-biji keriput : berbuah
jarang-biji licin : berbuah jarang-biji keriput = 9 : 3
: 3 : 1.

A. Pilihan Ganda F2 :
1. Jawaban: c
1) Kriptomeri adalah peristiwa munculnya gen
dominan jika bersama-sama dengan gen
dominan yang lainnya. Perbandingan feno-
tipenya 9 : 3 : 4. Jadi, keturunan F2 yang berbunga putih sebanyak
2) Gen komplementer adalah gen yang saling 2
melengkapi dan menimbulkan suatu sifat 4
× 100% = 50%.
baru jika saling berinteraksi, tetapi tidak 3. Jawaban: b
memunculkan sifat jika berdiri sendiri. Per- Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
bandingan fenotipenya 9 : 7. P = walnut (R_P_) >< pea (rrP_)
3) Epistasi dominan adalah sepasang gen yang F1 = walnut (R_P_) : rose (R_pp)
menutupi ekspresi gen lain yang tidak sealel 3 : 1
dan bersifat dominan. Perbandingan feno- Pada persilangan antara walnut (R_P_) dengan
tipenya 12 : 3 : 1. pea (rrP_) didapatkan keturunan yang berpial rose
4) Epistasi dominan dan resesif adalah (R_pp), maka masing-masing induk pastilah
penyimpangan yang terjadi karena ada dua mengandung gen p, jika dituliskan:
gen dominan yang keberadaannya meng- P = walnut (R_Pp) >< pea (rrPp)
hambat pengaruh salah satu gen dominan Persilangan tersebut menghasilkan keturunan
tersebut. Perbandingan fenotipenya 13 : 3. walnut dan rose dengan rasio 3 : 1, maka genotipe
5) Polimeri adalah interaksi gen yang bersifat induk yang walnut harus RRPp bukan RrPp
kumulatif. Perbandingan fenotipenya 15 : 1. karena jika RrPp akan diperoleh keturunan yang
2. Jawaban: c berfenotipe rose, pea, dan single.
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut. 4. Jawaban: c
P : CCpp >< ccPP Persilangan pada soal termasuk kasus kriptomeri.
(putih) (putih) Kriptomeri adalah peristiwa munculnya karakter
G : Cp cP gen dominan jika bersama-sama dengan gen
F1 : CcPp dominan lainnya. Jika gen dominan berdiri sendiri,
(ungu) karakternya akan tersembunyi (kriptos). Interaksi
P : CcPp >< CCpp antargen dominan akan menimbulkan karakter
(ungu) (putih) baru. Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
G :CP, Cp, cP, cp Cp

60 Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel


P1 : & AAbb >< % aaBB 7. Jawaban: d
(merah) (putih) Epistasi dan hipostasi adalah interaksi dari
G : Ab aB beberapa gen yang bersifat saling menutupi. Gen
F1 : AaBb (ungu) yang bersifat menutupi disebut epistasis dan gen
P2 : & AaBb >< % AAbb yang bersifat tertutupi disebut hipostasis. Hasil
(ungu) (merah) persilangan pada soal sebagai berikut.
G : AB, Ab, aB, ab Ab P : & Hhkk >< % hhKk
F2 : AABb (ungu) (kacang kulit (kacang kulit
AAbb (merah) hitam) kuning)
AaBb (ungu) Gamet : Hk, hk hK, hk
Aabb (merah) F1 : Gamet hK hk
Jadi, fenotipe keturunan yang diharapkan muncul
adalah 2 ungu : 2 merah. Hk HhKk Hhkk
(hitam) (hitam)
5. Jawaban: e
hk hhKk hhkk
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
(kuning) (putih)
P1 : M1M1M2M2 >< m1m1 m2m 2
(merah) (putih) Jadi, keturunan kacang kulit kuning sebesar
G1 : M1M2 m1m2 1
×100% = 25%.
F1 : M1m1M2m2 4
(merah) 8. Jawaban: c
P2 : M1m1M2m2 >< M1m1M2m2 Peristiwa yang terjadi pada persilangan pewarisan
(merah) (merah) pial ayam tersebut disebut atavisme. Atavisme
F2 : adalah interaksi dari beberapa gen yang meng-
Gamet M1M2 M1m2 m1M2 m1m2 akibatkan munculnya suatu sifat yang berbeda
dengan karakter induknya. Ada empat macam
M1M2 M1M1M2M2 M1M1M2m2 M1m1M2M2 M1m1M2m2 bentuk pial ayam yaitu walnut, rose, pea, dan
merah merah merah merah
single. Hasil persilangan pada soal sebagai
M1m2 M1M1M2m2 M1M1m2m2 M1m1M2m2 M1m1m2m2
merah merah merah merah berikut.
m1M2 M1m1M2M2 M1m1M2m2 m1m1M2M2 m1m1M2m2 P2 : & RrPp >< % Rrpp
merah merah merah merah (pial walnut) (pial rose)
m1m2 M1m1M2m2 M1m1m2m2 m1m1M2m2 m1m1m2m2 G : RP, Rp, rP, rp Rp dan rp
merah merah merah putih F1 :
Persentase munculnya bunga warna putih adalah Gamet RP Rp rP Rp
1
16
× 100% = 6,25%. Rp RRPp RRpp RrPp Rrpp
(pial walnut) (pial rose) (pial walnut) (pial rose)
6. Jawaban: b rp RrPp Rrpp rrPp rrpp
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut. (pial walnut) (pial rose) (pial pea) (pial single)
P1 : & RRPP >< % rrPP
Jadi, persentase keturunan pada F2 yang berpial
(walnut) (pea)
3
G1 : RP rP walnut adalah × 100% = 37,5%. Adapun
8
F1 : RrPP
persentase keturunan pada F2 yang berpial single
(walnut)
1
P2 : & RrPP >< % Rrpp adalah × 100% = 12,5%.
8
(walnut) (rose)
G2 : RP Rp 9. Jawaban: a
rP rp Polimeri merupakan bentuk interaksi gen yang
F2 : Gamet bersifat kumulatif (saling menambah) dan terjadi
RP rP
karena adanya interaksi antara dua gen atau lebih.
Rp RRPp RrPp Kriptomeri adalah peristiwa munculnya karakter
(walnut) (walnut) tertentu apabila gen dominan bersama-sama
rp RrPp rrPp dengan gen dominan lainnya. Epistasi dan
(walnut) (pea) hipostasi adalah sebuah gen atau sepasang gen
yang menutupi ekspresi gen lain yang tidak sealel.
Jadi, perbandingan hasil keturunan F2-nya adalah
walnut : pea = 3 : 1.

Biologi Kelas XII 61


10. Jawaban: c F2 :
Persilangan yang menunjukkan peristiwa
kriptomeri antara Linnaria maroccana merah Gamet AB Ab aB ab
dengan putih sebagai berikut. AB AABB AABb AaBB AaBb
P1 : & Aabb >< % aaBb ungu ungu ungu ungu
(merah) (putih) Ab AABb AAbb AaBb Aabb
G : Ab aB ungu merah ungu merah
ab ab aB AaBB AaBb aaBB aaBb
F1 : AaBb → ungu ungu ungu putih putih
Aabb → merah ab AaBb Aabb aaBb aabb
aaBb → putih heterozigot ungu merah putih putih
aabb → putih homozigot
P2 : & AaBb >< % aabb Jadi persentase keturunan F 2 yang memiliki
(ungu) (putih) 9
fenotipe ungu sebanyak 16
× 100% = 56,25%.
G2 : AB ab
Ab 3. Pada peristiwa atavisme, persilangan pertama
aB menghasilkan keturunan dengan sifat yang
ab berbeda dengan induknya. Namun, sifat induk
F2 : AaBb → ungu akan muncul kembali pada persilangan antar-F1.
Aabb → merah Pada persilangan tersebut juga muncul sifat induk
aaBb putih F1 dan sifat baru (single). Diagram perkawinan
aabb sebagai berikut.
Apabila tanaman yang dihasilkan 200 tanaman, P2 : RrPp >< RrPp
jumlah tanaman yang berfenotipe merah sebagai (walnut) (walnut)
berikut. G : RP RP
1 Rp Rp
Bunga merah = 4 × 200 = 50 tanaman.
rP rP
rp rp
B. Uraian
F2 :
1. Penyimpangan semu hukum Mendel adalah
terjadinya suatu kerja sama berbagai sifat yang % RP Rp rP rp
&
memberikan fenotipe berlainan, tetapi masih
RP RRPP RRPp RrPP RrPp
mengikuti hukum-hukum perbandingan genotipe walnut walnut walnut walnut
dari Mendel. Penyimpangan ini dapat terjadi
Rp RRPp RRpp RrPp Rrpp
karena adanya dua pasang gen atau lebih yang walnut rose walnut rose
saling memengaruhi dalam memberikan fenotipe
rP RrPP RrPp rrPP rrPp
pada suatu individu. Penyimpangan ini ditandai walnut walnut pea pea
dengan berubahnya perbandingan fenotipe
rp RrPp Rrpp rrPp rrpp
keturunan sehingga tidak sesuai dengan hukum
walnut rose pea single
Mendel.
2. Diagram persilangan antara bunga berwarna Perbandingan fenotipe F2 = walnut : rose : pea :
merah (AAbb) dengan bunga berwarna putih single = 9 : 3 : 3 : 1.
(aaBB) sebagai berikut. 4. Berdasarkan rasio fenotipe pada F2, penyimpang-
P1 : & AAbb >< % aaBB an semu hukum Mendel yang terjadi adalah
(merah) (putih) epistasi resesif. Pada peristiwa epistasi resesif
↓ ↓ terdapat suatu gen resesif yang bersifat epistasis
Gamet : Ab aB terhadap gen dominan yang bukan alelnya
(pasangannya). Gen resesif tersebut harus dalam
AaBb keadaan homozigot. Berdasarkan persilangan
P2 : AaBb >< AaBb tersebut diketahui kedua parental memiliki
G : AB, Ab, aB, ab AB, Ab, aB, ab fenotipe yang berbeda yaitu hitam dan putih.

62 Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel


Ketika parental disilangkan menghasilkan F 1 5. Pada kasus persilangan tersebut, diketahui bahwa
berambut abu-abu. Sementara itu, pada saat F1 ketika gen H pembawa warna hitam muncul maka
disilangkan sesamanya menghasilkan per- warna kuning yang dibawa oleh gen K tidak
bandingan fenotipe abu-abu : hitam : putih = 9 : 3 muncul. Dengan demikian, gen H epistasis ter-
: 4. Pada peristiwa ini, gen A menentukan warna hadap gen K dan k. Peristiwa ini dikenal dengan
abu-abu, gen a menentukan warna hitam, gen H nama epistasi dominan, yaitu penyimpangan yang
menentukan enzim yang menimbulkan warna, dan terjadi apabila ada satu gen dominan yang bersifat
gen h menentukan enzim yang menghambat epistasis. Persilangan pada epistasi dominan
munculnya warna. Jadi, rambut berwarna abu-abu akan menghasilkan F2 dengan perbandingan
memiliki gen H dan A. fenotipe = 12 : 3 : 1.

Biologi Kelas XII 63


64
Dominansi Penuh
Hukum I Mendel Persilangan
Monohibrid
Intermediat

Hukum Mendel

Perkawinan Resiprok

Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel


Hukum II Mendel Persilangan
Perkawinan Balik (Back cross)
Dihibrid

Uji Silang (Test cross)


Pola Pewarisan Sifat
pada Hukum Mendel

Epistasi Dominan

Epistasi dan Hipostasi


Epistasi Resesif

Kriptomeri
Epistasi Dominan dan Resesif
Penyimpanan
Polimeri
Semu terhadap
Hukum Mendel
Walnut
Gen-Gen Komplementer

Rose
Atavisme (Interaksi Beberapa Pasang Alel)

Pea

Single
A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: b
1. Jawaban: e Persilangan pada soal yang menunjukkan
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut. peristiwa kriptomeri antara Linnaria maroccana
P1 : & BbKk >< % Bbkk merah dengan putih sebagai berikut.
(bulat kuning) (buat hijau) P1 : & Aabb >< % aaBb
G : BK, Bk, bK, bk Bk, bk (merah) (putih)
F1 : G : Ab dan ab aB dan ab
F1 : AaBb → ungu
%
&
BK Bk bK bk Aabb → merah
Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk aaBb → putih
(bulat-kuning) (bulat-hijau) (bulat-kuning) (bulat-hijau) aabb → putih
bk BbKk Bbkk bbKk bbkk Jadi, jumlah keturunan F1 yang bergenotipe ungu
(bulat-kuning) (bulat-hijau) (keriput-kuning) (keriput-hijau)
sebanyak 1 tanaman.
Dengan demikian, perbandingan fenotipe dan 5. Jawaban: a
genotipe F1-nya adalah bulat-kuning : bulat-hijau Berdasarkan hasil persilangan pada soal,
: keriput-kuning : keriput-hijau = 3 : 3 : 1 : 1. genotipe individu yang memiliki fenotipe merah
2. Jawaban: e bulat yaitu MMBB, MMBb, MmBB, dan MmBb.
Untuk mengetahui genotipe induk dapat dilakukan Jadi, individu merah bulat terdapat pada angka
dengan perkawinan balik (back cross). Pada 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, dan 13.
perkawinan balik, individu yang bersifat 6. Jawaban: c
heterozigot disilangkan dengan individu Uji silang (test cross) bertujuan untuk mengetahui
homozigot akan menghasilkan keturunan yang suatu individu bersifat homozigot atau heterozigot.
bersifat sama dengan induknya. Oleh karena sifat Apabila hasil uji silang menunjukkan beberapa
yang muncul pada keturunan merupakan sifat fenotipe keturunan, berarti individu yang diuji
dominan (besar dan manis), berarti induknya pasti bersifat heterozigot. Sementara itu, individu yang
bergenotipe dominan homozigot, yaitu BBMM. diuji bersifat homozigot jika hasil uji silang
Perhatikan diagram persilangan berikut. menunjukkan fenotipe keturunan yang sama.
P1 : & BbMm >< % BBMM
7. Jawaban: a
besar-manis besar-manis
Gen B (bulat) dominan terhadap gen b (kisut). Gen
Gamet : BM, Bm, bM, bm BM K (kuning) dominan terhadap gen k (hijau).
F1 : BBMM


P1 : % BbKk >< & bbkk


BBMm (besar-manis)
(biji bulat-kuning) (biji kisut-hijau)
BbMM
BbMm G : BK bk
Bk
3. Jawaban: d
bK
Berdasarkan data hasil persilangan tersebut,
bk
gamet % terdiri atas tL dan tl maka genotipenya
ttLl dengan fenotipe pendek-hitam. Gamet & terdiri F1 : BbKk
atas Tl dan tl, maka genotipenya Ttll dengan Bbkk
fenotipe panjang-putih. bbKk
bbkk

Biologi Kelas XII 65


P2 : % Bbkk >< & bbKk F1 : BBMM = besar-manis
(biji bulat-hijau) (biji kisut-kuning) BBMm = besar-manis
G : Bk bK BbMM = besar-manis
bk bk BbMm = besar-manis
Jadi, genotipe keturunan yang dihasilkan adalah
F2 3: BbKk
BBMM, BBMm, BbMM, dan BbMm.
Bbkk
bbKk 10. Jawaban: d
bbkk Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
Jadi, genotipe BbKk : Bbkk : bbKk : bbkk = 1 : 1 :
BBtt bbTT
1 : 1. (besar-pendek) (kecil-tinggi)
8. Jawaban: b
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
P1 = % LlMm >< & LlMm BbTt BBTT
(keriting-mancung) (keriting-mancung) (besar-tinggi) (besar-tinggi)
G = LM LM
Lm Lm
lM lM
BBTT BBTt BBTT BbTt
lm lm (besar-tinggi) (besar-tinggi) (besar-tinggi) (besar-tinggi)
F =
Gamet LM Lm lM lm
11. Jawaban: e
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
LM LLMM LLMm LlMM LlMm P : % LlMm >< & LLmm
(keriting- (keriting- (keriting- (keriting-
mancung) mancung) mancung) mancung) (lebar-merah (lebar-putih
heterozigot) homozigot)
Lm LLMm LLmm LlMm Llmm
G : LM Lm
(keriting- (keriting- (keriting- (keriting-
mancung) pesek) mancung) pesek) Lm
lM
lM LlMM LlMm llMM llMm lm
(keriting- (keriting- (lurus- (lurus-
F : LLMm = lebar-merah
mancung) mancung) mancung) mancung)
LLmm = lebar-putih
lm LlMm Llmm llMm llmm LlMm = lebar-merah
(keriting- (keriting- (lurus- (lurus-pesek) Llmm = lebar-putih
mancung) pesek) mancung)
Berdasarkan persilangan tersebut, dapat
Persilangan dihibrid pada pernikahan Riko dan diketahui beberapa hal berikut.
Sifa menghasilkan perbandingan fenotipe 9 : 3 : 1) Gamet dari induk pertama LM, Lm, lM, dan
3 : 1 yaitu: lm. Gamet induk kedua yaitu Lm.
9 L_M_ : keriting-mancung 2) Termasuk persilangan dihibrid karena
3 L_mm : keriting-pesek menyilangkan dua sifat beda yaitu bentuk
3 llM_ : lurus-mancung daun dan warna bunga.
1 llmm : lurus-pesek 3) Hasil persilangan yang bergenotipe LLMm
Jadi, persentase anak-anak berfenotipe rambut sebanyak 25%.
3 4) Hasil persilangan yang berfenotipe daun
keriting dan berhidung pesek sebanyak 16 × lebar warna bunga merah sebanyak 50%.
100% = 18,75%. 5) Hasil persilangan menghasilkan fenotipe
9. Jawaban: e berdaun lebar bunga berwarna merah dan
berdaun lebar bunga berwarna putih.
P : BBMM >< BbMm
(besar-manis (besar-manis 12. Jawaban: b
homozigot) heterozigot) Persilangan dihibrida (dua sifat beda) dua parental
G : BM BM dengan genotipe sama akan menghasilkan
Bm perbandingan fenotipe F2 = 9 walnut : 3 rose : 3
bM pea : 1 single. Dengan melihat perbandingan
bm fenotipe pada F2 yaitu 9 R_P_ = walnut; 3 R_pp =

66 Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel


rose; 3 rrP_ = pea; 1 rrpp = single, sudah bisa F1 : AaBb
dipastikan genotipe dan fenotipe ayam X adalah (ungu)
RrPp dan walnut. Hanya saja, tipe jengger walnut P2 : & AaBb >< % Aabb
merupakan hasil interaksi dari dua gen dominan (ungu) (merah)
yang berdiri sendiri. Tipe jengger bilah (single) G : AB, Ab, aB, ab Ab, ab
merupakan hasil interaksi antara dua gen resesif. F2 :
Penyimpangan semacam ini disebut atavisme.
Gamet AB Ab aB ab
13. Jawaban: d Ab AABb AAbb AaBb Aabb
Peristiwa yang terjadi pada pewarisan warna umbi (ungu) (merah) (ungu) (merah)
lapis bawang tersebut adalah peristiwa epistasi
ab AaBb Aabb aaBb aabb
dominan (terdapat gen dominan yang bersifat (ungu) (merah) (putih) (putih)
epistasis terhadap gen lain yang tidak sealel).
Perhatikan diagram persilangan berikut. F2 = ungu : merah : putih
P1 : & RRyy >< % rrYY = 3 : 3 : 2
(merah) (kuning) 16. Jawaban: d
G : Ay aY Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
F1 : RrYy P : & RrPp >< % rrPp
(merah)
P2 : & RrYy >< % RrYy Gamet : RP, Rp, rP, rp rP, rp
G : RY RY F1 :
Ry Ry Gamet RP Rp rP rp
rY rY
ry ry rP RrPP RrPp rrPP rrPp
(walnut) (walnut) (pea) (pea)
F2 :
rp RrPp Rrpp rrPp rrpp
Gamet RY Ry rY ry (walnut) (rose) (pea) (single)
RY RRYY RRYy RrYY RrYy
(merah) (merah) (merah) (merah)
Jadi, perbandingan fenotipe keturunannya =
walnut : rose : pie : single = 3 : 1 : 3 : 1.
Ry RRYy Rryy RrYy Rryy
(merah) (merah) (merah) (merah) 17. Jawaban: c
rY RrYY RrYy rrYY rrYy Pasangan antara nama penyimpangan hukum
(merah) (merah) (kuning) (kuning) Mendel dengan hasil perbandingan fenotipe
ry RrYy Rryy rrYy rryy keturunan F2 dapat dituliskan dalam tabel berikut.
(merah) (merah) (kuning) (putih) Penyimpangan Perbandingan
Hukum Mendel Fenotipe
Jadi, perbandingan fenotipe F2 adalah merah :
kuning : putih = 12 : 3 : 1. I. Gen-gen komplementer 9 : 7 (R)
II. Polimeri 15 : 1 (T)
14. Jawaban: d III. Kriptomeri 9 : 3 : 4 (P)
Persilangan dua varietas tanaman durian IV. Atavisme 9 : 3 : 3 : 1 (S)
V. Epistasi dominan 12 : 3 : 1 (Q)
menghasilkan genotipe yang dapat disilangkan
dengan sesamanya untuk mendapatkan bibit 18. Jawaban: a
unggul (biji kecil dan berdaging buah manis) Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
adalah kkTT. P1 : AaBB >< aaBb
P : & kkTT >< % kkTT (ungu) (putih)
Gamet : kT kT
G1 : AB, aB aB, ab
F1 : kkTT (biji kecil dan berdaging buah
F1 : AaBB



manis 100%) ungu


AaBb
15. Jawaban: a
aaBB
Dari soal tersebut dapat dituliskan persilangan putih
aaBb
sebagai berikut.
P1 : & AAbb >< % aaBB P2 : aaBb >< AABb
(merah) (putih) (putih) (ungu)
G : Ab aB G2 : aB AB
ab Ab

Biologi Kelas XII 67


F2 : AaBB 3) Epistasi dominan dan resesif, yaitu

AaBb ungu penyimpangan yang terjadi karena ada dua


AaBb gen dominan yang keberadaannya meng-
Aabb → merah hambat pengaruh salah satu gen dominan
Jadi, fenotipe dan genotipe tanaman X dan Y tersebut.
secara berurutan adalah putih (aaBb) dan ungu
22. Jawaban: c
(AABb).
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
19. Jawaban: b P1 : % BBKK >< & bbkk
Persilangan yang menunjukkan peristiwa (bulat-kuning) (keriput-hijau)
komplementer pada soal sebagai berikut.
G : BK bk
P1 : BBRR >< BBrr
(biru) (putih) F1 : BbKk
(bulat-kuning)
G1 : BR Br
F1 : BBRr (biru) P2 : % BbKk >< & BbKk
P2 : BBRr >< BBRr G : BK, Bk, bK, bk BK, Bk, bK, bk
(biru) (biru) F2 : 9 B_K_ = bulat-kuning
G2 : BR BR 3 B_kk = bulat-hijau
Br Br 3 bbK_ = keriput-kuning
F2 : BBRR 1 bbkk = keriput-hijau


BBRr biru Jadi, jumlah keturunan berfenotipe bulat-hijau


3
BBRr sebanyak 16 × 2.400 = 450 tanaman. Jumlah
BBrr → putih keturunan berfenotipe keriput-hijau sebanyak
Persentase fenotipe: 1
3 16
× 2.400 = 150 tanaman.
Biru = 4
× 100% = 75%
23. Jawaban: b
1
Putih = × 100% = 25% Diketahui sifat biji besar dominan terhadap biji
4
kecil dan umur panjang dominan terhadap umur
Jadi, perbandingan persentase fenotipenya
pendek. Diagram persilangan pada soal sebagai
adalah biru : putih = 75% : 25%.
berikut.
20. Jawaban: d P1 : AABB >< aabb
Hasil persilangan pada soal sebagai berikut. (biji besar-umur (biji kecil-umur
P1 : & kelinci kelabu ><% kelinci himalaya panjang) pendek)
Genotipe : Cc cch G1 : AB ab
F1 : F1 : AaBb
(biji besar-umur panjang)
Gamet c ch P2 : AaBb >< AaBb
C Cc Cch G2 : AB AB
(kelabu) (kelabu) Ab Ab
c cc cch
(albino) (himalaya)
aB aB
ab ab
Perbandingan fenotipe F2 = kelabu : himalaya : P2 : Gamet AB Ab aB ab
albino = 2 : 1 : 1. AB AABB AABb AaBB AaBb
21. Jawaban: c Ab AABb AAbb AaBb Aabb
Ada tiga macam epistasi dan hipostasi yaitu aB AaBB AaBb aaBB aaBb
epistasi dominan, epistasi resesif, serta epistasi ab AaBb Aabb aaBb aabb
dominan dan resesif.
1) Epistasi dominan, yaitu peristiwa yang terjadi Jadi, keturunan yang bersifat homozigot dominan
2
karena adanya satu gen dominan yang (AABB) dan resesif (aabb) = × 640 = 80.
16
bersifat epistasis.
2) Epistasi resesif, yaitu peristiwa yang terjadi 24. Jawaban: c
karena adanya gen resesif yang epistasis Diagram persilangan ikan hias warna merah-ekor
terhadap gen dominan lain yang tidak sealel. pendek (RRpp) dengan ikan hias warna hitam-
ekor panjang (rrPP) sebagai berikut.

68 Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel


P1 : & RRpp >< % rrPP homozigot. Jika hasil uji menunjukkan beberapa
(merah-pendek) (hitam-panjang) fenotipe keturunan, berarti bunga tersebut
F1 : RrPp (merah-panjang) bergenotipe heterozigot.
P2 : & RrPp >< % RrPp a. Jika P : bunga merah >< bunga putih (mm)
(merah-panjang) (merah-panjang) F : 100% merah (Mm) maka bunga
F2 : 9 R_P_ (merah-panjang) tersebut bergenotipe MM (homo-
3 R_pp (merah-pendek) zigot)
3 rrP_ (hitam-panjang) b. Jika P : bunga merah >< bunga putih (mm)
1 rrpp (hitam-pendek) F : 50% merah (Mm)
Jadi, kemungkinan keturunan ikan hias warna 50% putih (mm)
3 maka bunga tersebut bergenotipe
merah-ekor pendek adalah 16 × 48 = 9 ekor. Mm (heterozigot)
25. Jawaban: c 4. Berdasarkan tabel hasil persilangan diketahui
Diketahui gen M membawa sifat merah, gen m bahwa perbandingan genotipe F2 adalah KK : Kk
membawa sifat putih, gen B membawa sifat besar, : kk = 1 : 2 : 1. Sementara itu, jumlah keturunan
dan gen b membawa sifat kecil. Dengan demikian, yang dihasilkan adalah 240 buah. Jadi, jumlah
tanaman yang memiliki fenotipe merah-kecil keturunan yang berbiji kuning dengan genotipe
memiliki genotipe M_bb (6, 8, 14), sedangkan 2
tanaman yang memiliki fenotipe putih-besar heterozigot 4
× 240 = 120 buah.
memiliki genotipe mmB_ (11, 12, 15). Jadi,
5. a. Berdasarkan keterangan pada soal dapat
persentase tanaman yang memiliki fenotipe
disimpulkan bahwa genotipe kedua induknya:
3
merah-kecil adalah × 100% = 18,75% dan kkMM (buah kecil-rasa manis homozigot) dan
16
KKmm (buah besar-rasa masam homozigot).
3
putih-besar adalah 16
× 100% = 18,75%. b. Untuk mengetahui fenotipe dan genotipe F1-
nya kedua induk disilangkan dan hasilnya
B. Uraian sebagai berikut.
P1 : % kkMM >< & KKmm
1. Genotipe adalah sifat tidak tampak yang ditentu- Gamet : kM Km
kan oleh pasangan gen dalam individu. Genotipe F1 : KkMm
disimbolkan dengan huruf. Biasanya huruf per- Jadi, genotipe F 1 -nya = KkMm dengan
tama merupakan suatu sifat yang dominan. fenotipe = buah besar-rasa manis.
Simbol genotipe untuk sifat dominan ditulis
dengan huruf besar, sedangkan sifat resesif c. Persilangan antara F1 dengan tanaman jeruk
dituliskan dengan huruf kecil. Berhubung individu yang memiliki sifat buah kecil-rasa manis
bersifat diploid, genotipe dinyatakan dengan dua heterozigot sebagai berikut.
huruf. Sebagai contoh, gen H merupakan gen P1 : % KkMm >< & kkMm
penentu warna hitam sehingga ditulis dengan HH. (besar-manis) ((kecil-manis)
Sementara itu, gen h merupakan gen penentu Gamet : KM kM
warna putih dan ditulis dengan hh. Adapun Km km
fenotipe merupakan sifat keturunan yang dapat kM
diamati. Fenotipe dituliskan dengan bentuk kata- km
kata atau deskripsi. Sebagai contoh, bulu marmot F1 :
berwarna hitam dan berwarna putih. %
KM Km kM km
&
2. Perkawinan resiprok merupakan perkawinan kM KkMM KkMm kkMM kkMm
kebalikan dari yang semula dilakukan. Perkawin- (besar-manis) (besar-manis) (kecil-manis) (kecil-manis)

an resiprok bertujuan untuk membuktikan bahwa km KkMm Kkmm kkMm kkmm


(besar-manis) (besar-masam) (kecil-manis) (kecil-masam)
induk jantan dan induk betina mempunyai
kesempatan yang sama dalam pewarisan sifat. Fenotipe keturunan F2 sebagai berikut.
3. Cara mengetahui genotipe bunga kertas tersebut Genotipe Fenotipe Jumlah Genotipe
yaitu dengan melakukan test cross (uji silang). KkMM besar-manis 1


Test cross dilakukan dengan menyilangkan 3


KkMm besar-manis 2
individu bunga tersebut dengan induk resesif Kkmm besar-masam 1
kkMM kecil-manis 1


homozigot. Jika hasil uji menunjukkan fenotipe 3


kkMm kecil-manis 2
yang sama, berarti bunga tersebut bergenotipe kkmm kecil-masam 1

Biologi Kelas XII 69


Jadi, perbandingan fenotipe F2 = besar-manis P2 : & RrPp >< % RrPp
: besar-masam : kecil-manis : kecil-masam (walnut) (walnut)
= 3 : 1 : 3 : 1. F2 :
6. Persilangan yang mengakibatkan keturunannya Gamet RP Rp rP rp
memberikan ekspresi campuran antara kedua
induknya dapat terjadi karena adanya sifat inter- RP RRPP RRPp RrPP RrPp
(walnut) (walnut) (walnut) (walnut)
mediat. Tanaman bunga pukul empat berwarna
merah (MM) disilangkan dengan warna putih (mm) Rp RRPp RRpp RrPp Rrpp
dengan sifat intermediat akan menghasilkan (walnut) (rose) (walnut) (rose)
keturunan sebagai berikut.
rP RrPP RrPp rrPP rrPp
P1 : & MM >< % mm (walnut) (walnut) (pea) (pea)
(bunga merah) (bunga putih)
F : Gamet M M
rp RrPp Rrpp rrPp rrpp
(walnut) (rose) (pea) (single)
m Mm Mm
(merah muda) (merah muda) Jadi, perbandingan fenotipe F2 adalah 9 walnut :
3 rose : 3 pea : 1 single.
m Mm Mm
(merah muda) (merah muda) 9. Hasil persilangan pada soal sebagai berikut.
F1 : Ungu (AaBb) >< merah (AAbb)
7. a. Gamet yang terbentuk dapat diketahui dari G : AB, Ab, aB, ab Ab
jumlah sifat beda (heterozigot). Pada F2 :
tanaman mangga bergenotipe MmTt terdapat Gamet Ab
dua sifat beda. Maka, berdasarkan rumus 2n AB AABb (ungu)
jumlah gametnya adalah 22 = 4 buah gamet. Ab AAbb (merah)
b. Kotak Punnet untuk persilangan tersebut aB AaBb (ungu)
ab Aabb (merah)
sebagai berikut.
% Jadi, rasio fenotipenya adalah bunga ungu : merah
MT Mt mT mt
& = 80 : 80.
MT MMTT MMTt MmTT MmTt
10. Peristiwa yang terjadi pada persilangan gandum
Mt MMTt MMtt MmTt Mmtt tersebut adalah polimeri. Polimeri merupakan
mT MmTT MmTt mmTT mmTt bentuk interaksi gen yang bersifat kumulatif (saling
mt MmTt Mmtt mmTt mmtt menambah). Polimeri terjadi karena adanya
interaksi antara dua gen atau lebih sehingga
c. Jumlah tanaman mangga yang memiliki
disebut gen ganda. Berdasarkan perbandingan
fenotipe berbuah asam berdaging tebal
rasio hasil persilangan tersebut sebenarnya
3
(mmTT, mmTt) adalah × 640 = 120 buah. polimeri tidak menyimpang dari hukum Mendel
16
karena jika ditelaah perbandingannya 15 : 1 berasal
8. Persilangan ayam berjengger rose dengan ayam dari perbandingan (9 + 3 + 3) : 1. Diagram
berjengger pea dapat menghasilkan keturunan persilangan pada gandum tersebut sebagai berikut.
ayam berjengger walnut karena terjadinya
P1 : M1 m1 M2 m2 >< M1 m1 M2 m2
penyimpangan hukum Mendel, yaitu peristiwa
(biji merah) (biji merah)
atavisme. Atavisme mengakibatkan munculnya
keturunan dengan suatu sifat yang berbeda G : M1 M2 M1 M2
dengan induknya. Pada ayam terdapat empat tipe M1 m2 M1 m2
jengger yaitu rose, pea, walnut, dan single. Tipe m1 M2 m1 M2
rose bergenotipe RRpp dan tipe pea bergenotipe m1 m2 m1 m2
rrPP. Jengger walnut merupakan hasil interaksi F2 :
dua gen dominan R dan P yang berdiri sendiri. Gamet M1 M2 M1 m2 m1 M2 m1 m2
Sementara itu, jengger single merupakan hasil
M1 M2 M1 M1 M2 M2 M1 M1 M2 m2 M1 m1 M2 M2 M1 m1 M2 m2
interaksi dua gen resesif r dan p. (biji merah) (biji merah) (biji merah) (biji merah)
Diagram persilangan ayam berjengger rose dan M1 m2 M1 M1 M2 m2 M1 M1 m2 m2 M1 m1 M2 m2 M1 m1 m2 m2
pea sebagai berikut. (biji merah) (biji merah) (biji merah) (biji merah)

m1 M2 M1 m1 M2 M2 M1 m1 M2 m2 m1 m1 M2 M2 M1 m1 M2 m2
P1 : & RRpp >< % rrPP (biji merah) (biji merah) (biji merah) (biji merah)
(rose) (pea) m1 m2 M1 m1 M2 m2 M1 m1 m2 m2 m1 m1 M2 m2 m1 m1 m2 m2
(biji merah) (biji merah) (biji merah) (biji putih)
F1 : RrPp
(walnut) Jadi, genotipe parentalnya adalah M1 m1 M2 m2
dan M1 m1 M2 m2.

70 Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: c
Aktivitas enzim katalase meningkat pada kisaran
1. Jawaban: b suhu optimum (30°–40°C). Aktivitas enzim
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya katalase akan menurun jika suhunya di bawah
ukuran (di antaranya volume, massa, dan tinggi) atau di atas suhu optimum. Hal ini menunjukkan
pada makhluk hidup. Pertumbuhan tumbuhan bahwa aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu
terjadi karena adanya pertambahan jumlah dan jika digambarkan dengan grafik akan
sel dan pembesaran sel. Proses ini terjadi menghasilkan grafik seperti pilihan jawaban c.
akibat pembelahan mitosis pada jaringan Adapun enzim pada suhu 0°C atau di bawahnya
yang bersifat meristematis, misalnya pada akan bersifat nonaktif, tetapi enzim tidak rusak.
ujung batang. Sementara itu, perkembangan Namun, jika suhu melebihi batas optimum,
merupakan proses perubahan yang menyertai enzim dapat mengalami kerusakan (denaturasi)
pertumbuhan, menuju tingkat pematangan atau sehingga enzim tidak dapat berfungsi sebagai
kedewasaan makhluk hidup. Perkembangan katalis lagi.
merupakan proses kualitatif sehingga tidak
dapat diukur. Contoh perkembangan pada 5. Jawaban: d
tumbuhan yaitu munculnya bunga sebagai alat Pada jalur elektron nonsiklik (fotofosforilasi
perkembangbiakan. nonsiklik), masuknya energi cahaya ke dalam
fotosistem II akan memicu terjadinya fotolisis
2. Jawaban: e air. Pada fotolisis air terjadi penguraian air
Asam traumalin (hormon luka) memengaruhi dengan menghasilkan ion hidrogen, oksigen,
kemampuan regenerasi suatu tanaman yaitu dan elektron. Elektron yang dilepaskan oleh
kemampuan memperbaiki kerusakan atau fotosistem II selanjutnya akan digantikan oleh
luka yang terjadi pada tubuhnya. Hormon elektron yang dihasilkan pada tahap fotolisis air.
tersebut berfungsi merangsang pembelahan sel
pada bagian jaringan tumbuhan yang terluka 6. Jawaban: c
sehingga jaringan yang rusak akan digantikan Pembuatan tapai singkong termasuk dalam
dengan jaringan baru. Sementara itu, hormon reaksi fermentasi alkohol. Reaksi yang terjadi
tumbuhan yang berperan menunda dormansi pada fermentasi alkohol sebagai berikut.
adalah asam absisat. Hormon tumbuhan yang 2 ATP 2 CO2 2 NADH 2NAD+
berperan memacu proses pematangan buah
adalah etilen. Hormon tumbuhan yang berperan Glukosa ⎯→ 2 asam → 2 asetaldehid ⎯→ 2 etanol
membantu pembentukan buah partenokarpi piruvat
adalah auksin. Hormon tumbuhan yang me- Reaksi fermentasi ini tidak melibatkan mito-
rangsang pertumbuhan daun dan pucuk adalah kondria dan berlangsung secara anaerob tanpa
sitokinin. membutuhkan oksigen. Hasil akhirnya adalah
3. Jawaban: e CO2, ATP, dan etanol. Senyawa fosfoenol piruvat
Saat biji direndam dalam air, air akan masuk terlibat dalam reaksi fermentasi asam laktat.
ke biji melalui radikula. Akibatnya, biji akan 7. Jawaban: b
mengembang sehingga mudah pecah dan kulit Asam nukleat terdiri atas DNA dan RNA. DNA
biji mengelupas. Dengan demikian, biji lebih merupakan dua rantai polinukleotida yang saling
mudah berkecambah. Air juga dapat merangsang berpilin membentuk double helix yang panjang.
aktifnya hormon giberelin yang akan memacu Ciri-ciri DNA yang lain yaitu dapat menduplikasi
aleuron untuk menyintesis amilum. diri saat membelah, terletak di dalam nukleus,
kloroplas, dan mitokondria, memiliki komponen

Biologi Kelas XII 71


gula deoksiribosa, basa nitrogen terdiri atas satu pita menjadi bebas sehingga memberi
adenin, guanin, sitosin, dan timin, kadarnya kesempatan basa pasangannya menyusun
tidak dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein, mRNA. Sebagai contoh, basa guanin (G)
serta bersifat heterokatalik dan autokatalitik. dari DNA akan membentuk basa sitosin
Sementara itu, ciri-ciri RNA antara lain memiliki dan basa adenin (A) akan membentuk basa
rantai pendek dan tunggal, terletak di dalam timin (T). Namun, pada proses transkripsi
nukleus, sitoplasma, dan ribosom, komponen basa timin digantikan oleh basa urasil (U)
gulanya ribosa, basa nitrogen terdiri atas adenin, dari RNA.
guanin, sitosin, dan urasil, serta kadarnya 3) mRNA yang sudah selesai dicetak akan
dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein. meninggalkan inti sel menuju sitoplasma
untuk selanjutnya melakukan proses
8. Jawaban: b
translasi.
Replikasi DNA merupakan kemampuan DNA
Sementara itu, pada tahap translasi terjadi
menggandakan diri sehingga diperoleh DNA
pemindahan asam amino dari sitoplasma menuju
yang baru. Replikasi DNA dibedakan menjadi
ke ribosom DNA tRNA membawa asam amino
tiga jenis sebagai berikut.
yang sesuai kodon.
1) Replikasi konservatif, rantai double helix
DNA lama tetap lalu menghasilkan rantai 12. Jawaban: b
double helix baru. Urutan sintesis protein sebagai berikut.
2) Replikasi semikonservatif, rantai double 1) DNA di dalam nukleus membentuk RNA
helix DNA memisahkan diri dan setiap pita duta.
tunggal mencetak pita pasangannya. 2) RNA duta meninggalkan nukleus menuju
3) Replikasi dispertif, rantai double helix sitoplasma dan melekat pada ribosom.
DNA terputus-putus membentuk segmen- 3) RNA transfer membawa asam amino dari
segmen. Selanjutnya, segmen-segmen ter- sitoplasma ke ribosom sesuai kodon pada
sebut akan membentuk segmen baru yang RNA duta.
akan bergabung dengan segmen lama 4) Asam-asam amino dirangkai sesuai dengan
untuk menghasilkan DNA baru. urutan kodon pada RNA duta.
5) Kodon stop akan bertindak sebagai ter-
9. Jawaban: e
minator dan terbentuklah molekul protein.
Satu nukleotida terdiri atas basa nitrogen, gula
deoksiribosa, dan gugus fosfat. Berdasarkan 13. Jawaban: d
gambar potongan rantai DNA tersebut dapat Rantai sense merupakan urutan triplet basa
diketahui bahwa angka 1 dan 6 menunjukkan nitrogen pada rantai DNA yang akan mencetak
gugus fosfat, angka 2 dan 5 menunjukkan gula mRNA. Sementara itu, kodon merupakan urutan
deoksiribosa, serta angka 3 dan 4 menunjukkan triplet basa nitrogen pada mRNA. Penyusunan
basa nitrogen. Dengan demikian, satu nukleotida triplet basa nitrogen pada rantai RNA berbeda
ditunjukkan oleh angka 1, 2, dan 3 maupun dengan DNA kerena pada rantai DNA terdapat
angka 4, 5, dan 6. basa timin (T), sedangkan pada rantai RNA
basa timin (T) digantikan oleh basa urasil (U).
10. Jawaban: c
Dengan demikian, urutan triplet tersebut pada
Nukleosida merupakan rangkaian persenyawaan
kodon sebagai berikut.
kimia antara deoksiribosa atau gula pentosa
dengan basa nitrogen tanpa gugus fosfat. Namun, Rantai sense DNA
jika nukleosida bergabung dengan gugus fosfat
ATG TTT GAC CTA CCG GCT
akan membentuk suatu nukleotida.
11. Jawaban: a Rantai Kodon
Sintesis protein berlangsung melalui dua tahap UAC AAA CUG GAU GGC CGA
yaitu transkripsi dan translasi. Transkripsi
merupakan pembentukan mRNA dari salah 14. Jawaban: e
satu rantai DNA dengan bantuan enzim RNA Pada sintesis protein, setiap rantai tunggal DNA
polimerase. Adapun tahapan transkripsi sebagai yang baru terbentuk akan disambung menjadi
berikut. rantai ganda oleh enzim ligase. Enzim ligase dapat
1) RNA polimerase melekat pada molekul mengatalisis pembentukan ikatan fosfodiester
DNA sehingga bagian dari rantai ganda antara 2 rantai. Sementara itu, aminoasil-tRNA
DNA terbuka. sintetase digunakan untuk menggabungkan
2) Rantai ganda DNA yang telah terbuka setiap asam amino dengan tRNA.DNA polimerase
menyebabkan basa nitrogen pada salah merupakan sebuah enzim yang mengatalisasi

72 Penilaian Akhir Semester 1


reaksi polimerisasi deoksiribonukleotida menjadi bentukan-bentukan seperti manik-manik
rantai DNA pada proses pembentukan DNA. disebut kromomer yang mudah menyerap
RNA polimerase berperan dalam pembentukan warna dengan kuat.
RNA. Helikase berperan menghidrolisis rantai 2) Zigoten, pada tahap ini sentrosom membelah
ganda polinukleotida menjadi dua rantai tunggal menjadi dua sentriol dan bergerak ke
mononukleotida. kutub berlawanan. Kromosom yang terdiri
atas dua kromatid berpasangan dengan
15. Jawaban: a
homolognya.
Telofase merupakan tahap akhir pembelahan
3) Pakiten, pada tahap ini setiap kromosom
mitosis. Adapun ciri-ciri tahap telofase sebagai
melakukan replikasi menjadi dua kromatid
berikut.
dengan sentromer yang masih menyatu.
1) Kromatid telah sampai di kutub-kutub yang
Setiap kromosom yang berpasangan me-
berlawanan.
ngandung empat kromatid yang disebut
2) Kromatid menipis dan memanjang menjadi
tetrad atau bivalen.
kromatin.
4) Diploten, pada tahap ini kromosom homolog
3) Kumpulan kromatin membentuk anak inti.
saling menjauhi sehingga terbentuk perlekat-
4) Terbentuk membran nukleus di luar anak
an berbentuk X yang disebut kiasma. Kiasma
inti.
merupakan tempat terjadinya peristiwa
5) Sitokinesis selesai, terbentuk dua sel
pindah silang.
anakan.
5) Diakinesis, pada tahap awal diakinesis
Sementara itu, kromatid menuju kutub yang
kromosom kembali terbentuk. Transkripsi
berlawanan merupakan peristiwa yang terjadi
berhenti, tetrad mulai bergerak ke ekuator,
pada tahap anafase. Kromosom berada di
dan benang spindel mulai menyebar.
daerah ekuator sel merupakan peristiwa yang
terjadi pada tahap metafase. 19. Jawaban: b
Beberapa ciri pembelahan meiosis sebagai ber-
16. Jawaban: b
ikut.
Gambar pada soal menunjukkan pembelahan
1) Hanya terjadi pada sel gonad pada saat
sel secara mitosis pada tahap metafase. Adapun
pembentukan gamet.
ciri-ciri tahap metafase sebagai berikut.
2) Terdapat dua tahap pembelahan yaitu
1) Terbentuk benang spindel dan kromosom
meiosis I dan meiosis II.
terlihat semakin jelas.
3) Terjadi pindah silang antara kromosom
2) Kromosom berjajar di daerah ekuator sel.
homolog yang berpasangan.
3) Setiap kromosom masih terdiri atas 2 kro-
4) Jumlah kromosom sel anak separuh dari sel
matid yang terkait pada sentromernya.
induk.
4) Pada setiap sentromer ada 2 kinetokor yang
5) Menghasilkan empat sel baru yang haploid.
masing-masing dikaitkan dengan benang
Sementara itu, terjadi pada sel somatik, terjadi
spindel.
satu kali duplikasi dan satu kali tahap pembelah-
17. Jawaban: c an, serta hasil akhir pembelahan berupa dua
Penebalan kromosom pada sel akar bawang sel anakan yang masing-masing diploid (2n)
merah menunjukkan sel tersebut sedang meng- merupakan ciri-ciri pembelahan mitosis.
alami tahap profase. Sementara itu, interfase
20. Jawaban: b
ditandai dengan tampak jelasnya inti sel yang
Gambar P menunjukkan tahap profase II dan
dibungkus membran inti. Metafase ditandai
gambar Q menunjukkan tahap anafase II. Pada
dengan kromosom yang berjajar di sepanjang
tahap profase I terjadi peristiwa-peristiwa antara
bidang ekuator sel. Anafase ditandai dengan
lain membran nukleus dan nukleolus mulai
kromatid yang terpisah menuju kutub yang
menghilang serta sentrosom membelah dan
berlawanan. Adapun telofase ditandai dengan
sepasang sentriol memisah menuju kutub-kutub
terbentuknya membran inti dan anak inti.
yang berlawanan dan di antara keduanya muncul
18. Jawaban: d benang pindel yang memancar dari kedua
Profase I merupakan tahap terpanjang dibanding- sentriol. Profase II berlangsung lebih singkat
kan tahapan meiosis I yang lain. Adapun tahapan dibandingkan tahap lainnya. Sementara itu, pada
pada profase I sebagai berikut. tahap anafase II terjadi peristiwa-peristiwa antara
1) Leptoten, pada tahap ini kromatin berubah lain benang spindel menarik kromatid menuju
menjadi kromosom. Pada beberapa orga- kutub pembelahan yang berlawanan dan kedua
nisme, kromosom tersebut mengandung kromatid bergerak menuju kutub yang berbeda.

Biologi Kelas XII 73


Adapun tahap metafase II terjadi peristiwa F1 :
terbentuknya benang-benang spindel yang

salah satu ujungnya melekat pada sentromer  BK Bk bK bk
khususnya di bagian kinetokor dan ujung lainnya BK BBKK BBKk BbKK BbKk
membentang menuju kutub pembelahan yang Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk
berlawanan serta setiap kromosom haploid bK BbKK BbKk bbKK bbKk
(berisi dua kromatid) tertarik ke bidang ekuator.
bk BbKk Bbkk bbKk bbkk
21. Jawaban: c
Gambar pada soal menunjukkan proses pem- Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui
belahan meiosis I. Adapun gambar-gambar bahwa terdapat empat macam fenotipe yaitu
tersebut menunjukkan tahapan sebagai berikut. bulat-kuning, bulat-hijau, keriput-kuning, dan
1) Anafase I keriput-hijau. Genotipe dari persilangan tersebut
2) Profase I berjumlah 9 macam yaitu BBKK, BBKk, BBkk,
3) Metafase I Bbkk, BbKK, BbKk, bbKK, bbKk, dan bbkk. Pada
4) Telofase I persilangan tersebut tidak ada sifat intermediat,
Urutan tahapan pembelahan meiosis I adalah artinya gen B dominan penuh terhadap gen b.
profase I – metafase I – anafase I – telofase I. Demikian pula gen K dominan penuh terhadap
Jadi, urutan tahapan yang benar adalah (2) – (3) gen k. Apabila terdapat sifat intermediat, per-
– (1) – (4). bandingan pada F2 tidak akan menjadi 9 : 3 : 3 : 1.
22. Jawaban: c 24. Jawaban: d
Gambar pada soal menunjukkan tahapan sper- Penyimpangan yang terjadi pada persilangan
matogenesis. Perhatikan diagram spermatoge- tersebut yaitu epistasis dominan dan resesif.
nesis berikut. Epistasis dominan dan resesif terjadi apabila
gen dominan dari pasangan gen I epistasis
terhadap pasangan gen II yang bukan alelnya.
Sementara itu, gen resesif dari pasangan gen II
juga epistasis terhadap pasangan gen I.
P : IICC >< iicc
(putih) (putih)
G : IC ic
F1 : IiCc
P2 : IiCc >< IiCc
(putih) (putih)
G2 : IC IC
Ic Ic
iC iC
Jadi, spermatosit primer dan spermatid secara ic ic
berturut-turut ditunjuk oleh huruf B dan D. F2 :
23. Jawaban: c 

IC Ic iC ic
Persilangan dihibrid adalah persilangan dengan
IICC IICc IiCC IiCc
dua sifat beda. Hal ini berarti parental bersifat IC
(putih) (putih) (putih) (putih)
heterozigot (gamet berbeda). Seandainya induk IICc IIcc IiCc Iicc
dimisalkan bergenotipe BbKk (bulat-kuning) Ic
(putih) (putih) (putih) (putih)
maka persilangan dengan sesamanya dapat IiCC IiCc iiCC iiCc
dituliskan sebagai berikut. iC
(putih) (putih) (berwarna) (berwarna)
P : BbKk >< BbKk IiCc Iicc iiCc iicc
Gamet : BK, Bk BK, Bk ic
(putih) (putih) (berwarna) (putih)
bK, bk bK, bk
Rasio fenotipe F2 antara ayam berwarna : ayam
putih = 3 : 13.

74 Penilaian Akhir Semester 1


25. Jawaban: d F1 = M1M1M2m2 → merah
Hasil persilangan pada soal menunjukkan M1M1m2m2 → merah sedang
peristiwa atavisme. Atavisme merupakan inte- M1m1M2m2 → merah sedang
raksi beberapa gen yang mengakibatkan
M1m1m2m2 → merah muda
menghilangnya suatu sifat keturunan dan me-
munculkan suatu sifat keturunan yang berbeda M1m1M2m2 → merah sedang
dengan induknya, tetapi sifat induk akan muncul M1m1m2m2 → merah muda
kembali pada generasi selanjutnya. Sebagai m1m1M2m2 → merah muda
contoh pada persilangan ayam berjengger atau m1m1m2m2 → putih
berpial rose (RRpp) dengan ayam berjengger
pea (rrPP) menghasilkan F1 berjengger walnut. P2 = M1M1M2m2 >< m1m1m2m2
Jika keturunan F1 disilangkan sesamanya akan (merah) (putih)
menghasilkan perbandingan fenotipe F2 = walnut G2 = M1M2 ⏐ m1m2
: rose : pea : single = 9 : 3 : 3 : 1. Perhatikan ↓
M1m2
persilangan berikut.
P : RRpp >< rrPP F2 = M1m1M2m2 → merah sedang
(ayam (ayam M1m1m2m2 → merah muda
berjengger rose) berjengger pea) Jadi, persentase F2 tanaman gandum berbiji
1
↓ ↓ merah sedang = × 100% = 50%.
2
G : Rp rP 27. Jawaban: b
F1 : RrPp Pada keturunan F1 tersebut dihasilkan tanaman
berfenotipe berbunga besar-warna kuning.
P2 : RrPp >< RrPp Diketahui sifat bunga besar (B) dominan terhadap
(ayam (ayam bunga kecil (b) dan warna kuning (K) dominan
berjengger berjengger terhadap warna putih (k). Berdasarkan uraian
walnut) walnut) pada soal dapat disimpulkan bahwa salah satu
G2 : RP RP parentalnya pasti memiliki gen dobel dominan
Rp Rp (KK) yang menunjukkan warna kuning dan salah
rP rP satunya pasti memiliki gen dobel resesif (kk)
rp rp yang menunjukkan warna putih. Adapun diagram
persilangannya sebagai berikut.
F2 : P =  BBKK ><  BBkk
(besar-kuning) (besar-putih)

 RP Rp rP rp
G = BK Bk
RP RRPP RRPp RrPP RrPp
F1 = BBKk (berbunga besar-warna kuning)
Rp RRPp RRpp RrPp Rrpp
rP RrPP RrPp rrPP rrPp
Jadi, kemungkinan kedua parental yang meng-
hasilkan keturunan tanaman berbunga besar-
rp RrPp Rrpp rrPp rrpp
warna kuning adalah BBKK dan BBkk.
Jadi, perbandingan fenotipe F2 = walnut : rose : 28. Jawaban: b
pea : single = 9 : 3 : 3 : 1. Persilangan yang menunjukkan peristiwa
26. Jawaban: c kriptomeri antara bunga Linnaria maroccana
Persilangan antara tanaman gandum berbiji merah dan putih sebagai berikut.
merah sedang dengan tanaman gandum berbiji P1 = Aabb >< aaBb
merah muda sebagai berikut. (merah) (putih)
P1 = M1m1M2m2 >< M1m1m2m2 G1 = Ab ⏐ aB
(merah sedang) (merah muda) ab ↓ ab
G1 = M1M2 ⏐ M1m2 F1 = AaBb → ungu
M1m2 ⏐ m1m2 Aabb → merah



m1M2 aaBb
↓ putih
m1m2 aabb
P2 = AaBb >< Aabb
(ungu) (merah)

Biologi Kelas XII 75


G2 = AB ⏐ Ab 1. Dormansi biji pada tanaman adalah peristiwa
Ab ⏐ ab melambatnya metabolisme pada suatu tanaman
aB ⏐ yang mengakibatkan lambatnya pertumbuhan.
ab ↓ Dormansi dipengaruhi oleh hormon asam absisat.
F2 = AABb Hormon ini menghambat pertumbuhan tanaman

AaBb ungu dengan memperlambat proses metabolisme.


AaBb Dampak positif dormansi tanaman adalah untuk
AAbb 

melindungi tanaman dari kondisi lingkungan
Aabb merah yang kurang menguntungkan, misalnya musim
Aabb dingin atau kemarau panjang.
aaBb putih
2. Gambar pada soal adalah kloroplas dan bagian
aabb
Q menunjukkan stroma. Dalam kloroplas ber-
Apabila tanaman yang dihasilkan 360 tanaman,
langsung dua tahap fotosintesis yaitu reaksi
jumlah tanaman yang berfenotipe putih adalah
2 terang dan reaksi gelap. Reaksi terang terjadi di
bunga putih = × 360 = 90 tanaman. dalam membran tilakoid, sedangkan reaksi gelap
8
29. Jawaban: e terjadi di dalam stroma. Reaksi gelap memiliki
Diketahui gen M membawa sifat merah, gen m tiga tahapan sebagai berikut.
membawa sifat putih, gen B membawa sifat bulat, a. Tahap fiksasi
dan gen b membawa sifat lonjong. Berdasarkan Pada tahap ini, CO2 berikatan dengan
keterangan tersebut individu yang memiliki ribulosa bifosfat (RuBP) membentuk dua
fenotipe putih bulat akan memiliki genotipe molekul 3-fosfogliserat (PGA) dengan bantu-
mmBB dan mmBb. Dengan demikian, individu an enzim RuBP karboksilase (rubisco).
yang memiliki fenotipe putih bulat ditunjukkan b. Tahap reduksi
oleh angka 11, 12, dan 15. Sementara itu, angka Pada tahap ini, PGA diubah menjadi DPGA
1 memiliki fenotipe merah bulat dan angka 16 (1,3-difosfogliserat) melalui penambahan
memiliki fenotipe putih lonjong. Angka 2, 4, gugus fosfat dari ATP. Selanjutnya, NADPH
5, dan 7 sama-sama memiliki fenotipe merah mereduksi DPGA menjadi fosfogliseraldehid
bulat. Angka 8 dan 14 memiliki fenotipe merah (PGAL).
lonjong. c. Tahap regenerasi
Pada tahap ini, molekul PGAL disusun
30. Jawaban: c ulang menjadi 3 molekul RuBP. Untuk
Diagram persilangan pada soal sebagai berikut. menyelesaikan ini, siklus menghabiskan
P1 : AaBB >< aaBb 3 ATP. Adapun sebagian PGAL yang lain
(ungu) ⏐ (putih) digunakan untuk membentuk glukosa.
G1 : AB ⏐ aB
↓ 3. Pada sel otot manusia, asam laktat terbentuk dari
aB ab fermentasi asam laktat. Fermentasi asam laktat



F1 : AaBB terjadi jika kondisi kandungan oksigen sangat


ungu
AaBb sedikit. Hasil dari fermentasi asam laktat berupa
aaBB asam laktat yang akan terakumulasi dalam otot
aaBb putih sehingga membuat otot menjadi kejang. Peristiwa
P2 : aaBb >< AABb ini disebut kram. Namun, tumpukan asam laktat
(putih) ⏐ (ungu) akan berkurang sedikit demi sedikit dari darah
⏐ karena akan diangkut ke dalam hati yang
G2 : aB ↓ AB kemudian diubah kembali menjadi asam piruvat
ab Ab secara aerob. Artinya kondisi otot dapat pulih
F2 : AaBB


kembali setelah berhenti melakukan aktivitas.


AaBb ungu
AaBb 4. Setelah mRNA meninggalkan inti sel, mRNA akan
Aabb → merah bergabung dengan ribosom dalam sitoplasma.
Jadi, fenotipe dan genotipe tanaman X dan Y Keluarnya mRNA dari inti sel tersebut merupakan
secara berurutan adalah putih (aaBb) dan ungu tahap akhir dari transkripsi. Tahap selanjutnya
(AABb). adalah translasi. Pada tahap translasi terjadi
proses penerjemahan kode genetik oleh tRNA.
tRNA akan mengikat asam amino tertentu sesuai
B. Kerjakan soal-soal berikut!

76 Penilaian Akhir Semester 1


yang dikodekan oleh kodon, lalu membawa belahan meiosis dihasilkan sel anakan yang
asam amino tersebut bergabung dengan mRNA bersifat haploid (n) dari sel induk yang bersifat
yang telah ada di dalam ribosom. Masing- diploid (2n).
masing tRNA mengikat satu jenis asam amino.
8. Persilangan terong berbuah ungu lonjong dengan
Asam amino akan berderet saling berikatan
terong berbuah hijau bulat sebagai berikut.
membentuk polipeptida.
P1 : UUbb >< uuBB
5. Rantai sense merupakan urutan triplet basa (ungu lonjong) (hijau bulat)
nitrogen pada rantai DNA yang akan mencetak G : Ub uB
mRNA, sedangkan rantai DNA komplemennya F1 : UuBb
disebut rantai antisense. Sementara itu, kodon (ungu bulat)
merupakan urutan triplet basa nitrogen pada P2 : UuBb >< UuBb
mRNA, sedangkan antikodon merupakan urutan (ungu bulat) (ungu bulat)
triplet basa nitrogen pada tRNA. Penyusunan G : UB UB
triplet basa nitrogen pada rantai RNA berbeda Ub Ub
dengan DNA kerena pada rantai DNA terdapat uB uB
basa timin (T), sedangkan pada rantai RNA ub ub
basa timin (T) digantikan oleh basa urasil (U). F2 :
Dengan demikian, urutan triplet basa nitrogen
pada rantai sense, kodon, antikodon, dan asam UB Ub uB ub
amino yang terbentuk dari rantai antisense DNA UUBB UUBb UuBB UuBb
UB
pada soal sebagai berikut. (ungu bulat) (ungu bulat) (ungu bulat) (ungu bulat)
1) Rantai sense DNA UUBb UUbb UuBb Uubb
Ub
(ungu bulat) (ungu lonjong) (ungu bulat) (ungu lonjong)
ATG CCC GTT AAG TCA TTA uB
UuBB UuBb uuBB uuBb
(ungu bulat) (ungu bulat) (hijau bulat) (hijau bulat)
2) Kodon UuBb Uubb uuBb uubb
ub
(ungu bulat) (ungu lonjong) (hijau bulat) (hijau lonjong)
UAC GGG CAA UUC AGU AAU
3) Antikodon Fenotipe F2 sebagai berikut.
Ungu bulat =9
AUG CCC GUU AAG UCA UUA Ungu lonjong = 3
Hijau bulat =3
4) Asam amino yang terbentuk Hijau lonjong = 1
Jadi, jumlah tanaman fenotipe F2 sebagai
UAC GGG CAA UUC AGU AAU berikut.
Tirosin glisin glutamin fenil- serin asparagin 9
alanin Ungu bulat = × 320 = 180 tanaman
16
6. Gambar pada soal adalah pembelahan sel mito- 3
Ungu lonjong = × 320 = 60 tanaman
16
sis pada tahap profase. Tahap selanjutnya setelah
3
profase yaitu metafase. Pada tahap metafase Hijau bulat = × 320 = 60 tanaman
16
terjadi peristiwa-peristiwa seperti berikut. 1
a. Terbentuk benang spindel kromosom yang Hijau lonjong = × 320 = 20 tanaman
16
terlihat semakin jelas. 9. Diagram persilangan kedua induk ayam sebagai
b. Kromosom berada di daerah ekuator sel. berikut.
c. Setiap kromosom masih terdiri atas 2 P1 = RRPP >< RRpp
kromatid yang terkait pada sentromernya. (walnut) (rose)
d. Pada setiap sentromer ada 2 kinetokor yang
G = RP Rp
masing-masing dikaitkan dengan benang
spindel. F1 = RRPp (walnut)
P2 = RRPp >< rrPp
7. Pembelahan meiosis disebut sebagai pembelah-
an reduksi karena pada proses pembelahan G = RP rP
meiosis terjadi pengurangan jumlah kromosom Rp rp
menjadi setengah dari jumlah kromosom induk- F2 = RrPP = walnut
nya. Pembelahan reduksi terjadi pada proses RrPp = walnut
pembentukan sel gamet yaitu spermatogenesis RrPp = walnut
dan oogenesis. Oleh karena itu, pada pem- Rrpp = rose

Biologi Kelas XII 77


Jadi, perbandingan fenotipe keturunannya adalah P2 : RrGG >< RrGg
walnut : rose = 3 : 1. (merah) (merah)
G : RG RG
10. Epistasis merupakan gen yang menutupi
rG Rg
ekspresi gen lain yang tidak sealel. Persilangan
rG
tanaman pada soal sebagai berikut.
rg
P1 : RRGg >< rrGG
F2 :
(merah) (hijau)
G : RG ⏐ rG 
RG Rg rG rg
Rg ↓ 

RRGG RRGg RrGG RrGg


F1 : RrGG (merah) RG
(merah) (merah) (merah) (merah)
RrGg (merah)
RrGG RrGg rrGG rrGg
rG
(merah) (merah) (hijau) (hijau)

Jadi, persilangan antara kedua F1 akan meng-


hasilkan keturunan F2 dengan perbandingan
fenotipe merah : hijau = 6 : 2 = 3 : 1.

78 Penilaian Akhir Semester 1


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan pola-pola hereditas pautan pada makhluk hidup;
2. menyajikan hasil persilangan yang melibatkan peristiwa pindah silang dan pautan.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena telah menciptakan suatu pola-pola hereditas pautan yang
mengakibatkan adanya berbagai keragaman pada makhluk hidup;
2. teliti, cermat, dan bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang berkaitan dengan pola-pola hereditas pautan.

Pola-Pola Hereditas Pautan

Mempelajari

Pola-Pola Pewarisan Sifat

Mencakup

Determinasi Pautan Pindah Gagal Pautan Gen


Seks Gen Silang Berpisah Seks Letal

Mampu

• Menganalisis pola-pola hereditas pautan pada makhluk hidup.


• Menyajikan hasil persilangan yang melibatkan peristiwa pautan dan pindah silang.
• Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena telah menciptakan suatu pola-
pola hereditas pautan yang mengakibatkan adanya berbagai keragaman pada makhluk hidup.
• Teliti, cermat, dan bertanggung jawab saat mengerjakan tugas yang berkaitan dengan pola-pola
hereditas pautan.

Biologi Kelas XII 79


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: c
Diagram persilangannya sebagai berikut.
1. Jawaban: a
Tipe penentuan jenis kelamin pada makhluk hidup P = & XbXb >< % XBY
dibedakan menjadi empat tipe yaitu tipe XY, XO, (kuning) (hitam)
ZW, dan haplo-diploid. Tipe XY terdapat pada G = Xb XB
manusia, tumbuhan, semua hewan mamalia, dan Y
Drosophila melanogaster (lalat buah). Tipe XO F1 = XBXb Xb Y
terdapat pada berbagai jenis serangga, misalnya (betina kaliko) (jantan kuning)
belalang dan kutu daun. Tipe ZW terdapat pada
Jadi, persentase anak kucing kaliko sebesar 50%.
unggas (ayam, itik, dan puyuh), burung, ngengat,
kupu-kupu, serta beberapa jenis ikan. Tipe haplo- 5. Jawaban: a
diploid terdapat pada serangga yang dapat Gen G = daun berklorofil
melakukan partenogenesis, misalnya lebah madu. Gen g = daun tidak berklorofil
2. Jawaban: c Gen B = batang tinggi
Pindah silang merupakan pertukaran sebagian gen- Gen b = batang pendek
gen suatu kromatid dengan gen-gen dari kromatid Diagram persilangannya sebagai berikut.
pasangan homolognya. P = & GgBb >< % Ggbb
A B A B G = GB Gb
gamet




A b A b parental Gb gb
gamet gB
rekombinan gb
a B a B
gamet F1 =
a b a b parental
Jumlah tipe rekombinan Gamet GB Gb gB gb
NPS = × 100%
Jumlah seluruh keturunan Gb GGBb GGbb GgBb Ggbb
(hijau–tinggi) (hijau–pendek) (hijau–tinggi) (hijau–pendek)
2
= 4 × 100% gb GgBb Ggbb ggBb ggbb
(hijau–tinggi) (hijau–pendek) (letal) (letal)
= 0,5 × 100%
= 50% Jadi, perbandingan keturunan yang memiliki
fenotipe hijau–tinggi : hijau–pendek = 3 : 3 = 1 : 1.
3. Jawaban: a
Berdasarkan kasus pada soal dapat diperoleh data 6. Jawaban: d
sebagai berikut. P : % Kk >< & Kk
1) Kupu-kupu berbadan besar–sayap cokelat = (jantan) (betina)
897. G: K, k K, k
2) Kupu-kupu berbadan besar–sayap putih = 104. F1 : KK (letal) Kk (hidup)
3) Kupu-kupu berbadan kecil–sayap cokelat = 96. Kk (hidup) kk (hidup)
4) Kupu-kupu berbadan kecil–sayap putih = 903. Jadi, kemungkinan sifat genotipe dari ke-50 ekor
Sementara itu, hasil keturunan yang bertipe keturunan tikus tersebut adalah Kk dan kk.
rekombinan yaitu kupu-kupu berbadan besar– 7. Jawaban: b
sayap putih dan kupu-kupu berbadan kecil–sayap Ayam betina memiliki tipe ZW, sedangkan ayam
cokelat = 104 + 96 = 200. jantan memiliki tipe ZZ. Warna bulu pada ayam
Nilai pindah silang: tersebut ditentukan oleh gen-gen terpaut pada
⎛ Jumlah tipe rekombinan ⎞ kromosom seks. Gen B (warna blorok) dominan
= ⎜ Jumlah semua keturunan ⎟ × 100% terhadap gen b (polos). Adapun diagram persilangan
⎝ ⎠
antara ayam betina berbulu polos dengan ayam
⎛ 200 ⎞
= ⎜ 2.000 ⎟ × 100% jantan berbulu blorok heterozigot sebagai berikut.
⎝ ⎠
P = & ZbW >< % ZBZb
= 0,1 × 100% (berbulu polos) (berbulu blorok)
= 10% G = Zb ZB
Jadi, nilai pindah silang pada kasus tersebut W Zb
sebesar 10%.

80 Pola-Pola Hereditas Pautan


F1 = ZBZb = ayam jantan berbulu blorok 11. Jawaban: e
ZbZb = ayam jantan berbulu polos Faktor-faktor yang memengaruhi pindah silang yaitu
ZBW = ayam betina berbulu blorok temperatur, umur, zat kimia, sinar X, dan jarak antara
ZbW = ayam betina berbulu polos gen-gen. Pengaruh setiap faktor-faktor tersebut
Jadi, persentase keturunan anak ayam betina terhadap peristiwa pindah silang sebagai berikut.
berbulu blorok dan ayam jantan berbulu polos 1) Temperatur, temperatur kurang atau lebih dari
adalah 25% dan 25%. temperatur kamar dapat memperbesar
kemungkinan terjadinya pindah silang.
8. Jawaban: e
2) Umur, semakin bertambah umur suatu individu,
Apabila terjadi pernikahan antara dua orang normal
semakin besar kemungkinan terjadinya pindah
heterozigot (Ii) dapat menghasilkan keturunan yang
silang.
menderita penyakit Ichthyosis congenita. Diagram
3) Zat kimia, zat kimia tertentu dapat memper-
persilangannya sebagai berikut.
besar kemungkinan terjadinya pindah silang.
P = & Ii >< % Ii
4) Sinar X, adanya penyinaran sinar X dapat memper-
(normal (normal
besar kemungkinan terjadinya pindah silang.
heterozigot) heterozigot)
5) Jarak antargen, semakin jauh jarak antara satu
G = I I
gen dengan gen lainnya, semakin besar
i i
kemungkinan terjadinya pindah silang.
F1 = II = normal homozigot
Ii = normal heterozigot 12. Jawaban: c
Ii = normal heterozigot Berdasarkan uraian pada soal tersebut menunjuk-
ii = letal (penderita penyakit Ichthyosis kan terjadinya peristiwa pindah silang. Pindah
congenita) silang merupakan pemisahan dan pertukaran
Jadi, perbandingan keturunan yang normal dan letal bagian kromatid dari sepasang kromosom homolog.
adalah 3 : 1. Pindah silang mengakibatkan terbentuknya empat
macam gamet yaitu dua macam gamet yang
9. Jawaban: c
bersifat sama dengan induknya (tipe parental) dan
Diagram persilangannya sebagai berikut.
dua macam gamet yang merupakan hasil pindah
P: & TTHh >< % ttHh
silang (tipe rekombinan). Adapun pautan gen
(tinggi–hijau) (pendek–hijau)
adalah gen-gen dalam satu kromosom yang sama
G: TH tH
sehingga saat pembentukan gamet saling
Th th
berikatan. Pautan seks terjadi karena adanya gen
F1: TtHH = tinggi–hijau
yang terpaut pada kromosom seks. Gagal berpisah
TtHh = tinggi–hijau
mengakibatkan bertambahnya atau berkurangnya
TtHh = tinggi–hijau
kromosom dalam sel anakan. Determinasi seks
Tthh = tinggi–putih
merupakan proses penentuan jenis kelamin pada
Daun yang berwarna putih tidak dapat menghasil-
makhluk hidup berdasarkan kromosom kelamin
kan klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis
yang diwariskan secara bebas oleh gamet paren-
dan akan menyebabkan kematian. Jadi, per-
tal kepada keturunannya melalui proses meiosis.
bandingan antara tanaman yang hidup dan
tanaman yang tidak dapat hidup adalah 3 : 1. 13. Jawaban: a
10. Jawaban: c Jumlah tipe rekombinan
NPS = × 100%
Brakidaktili disebabkan adanya gen dominan B. Jumlah semua keturunan
Adapun diagram persilangan sebagai berikut. (24 + X)
13% = (124 + 24 + X + 145)
× 100%
P = & bb >< % Bb
(normal) (brakidaktili) (2.400 + 100X)
13 = (293 + X)
G = b B
b 3.809 + 13X = 2.400 + 100X
F1 = Bb = penderita brakidaktili 3.809 – 2.400 = –13X + 100X
bb = normal 1.409 = 87X
Jadi, persentase anak yang menderita brakidaktili X = 16,19
sebesar 50%. X = 16
Jadi, jumlah keturunan yang bertipe lalat bermata
Soal nomor 11–15 hanya ada di buku guru ungu–sayap normal sebanyak 16 ekor.
sebagai soal pengayaan bagi Bapak/Ibu Guru.

Biologi Kelas XII 81


14. Jawaban: a Kupu-kupu sayap panjang–tubuh abu
Kelainan pada gambar menunjukkan brakidaktili. 1
Brakidaktili merupakan kelainan berupa = × 8% = 4% = 2
2
pertumbuhan jari yang lebih pendek dari ukuran Kupu-kupu sayap pendek–tubuh hitam
normal. Kelainan tersebut disebabkan adanya gen
1
dominan B. Seseorang yang menderita brakidaktili = × 8% = 4% = 2
2
memiliki genotipe heterozigot (Bb). Sementara itu,
gen dominan B yang homozigot (BB) bersifat letal Kupu-kupu sayap pendek–tubuh abu
atau mati. Apabila dalam keadaan homozigot 1
= × 92% = 46% = 23
resesif (bb) bersifat normal. 2
Jadi, perbandingan genotipe hasil keturunannya=
15. Jawaban: c
PpHh : Pphh : ppHh : pphh = 23 :2 : 2 : 23.
Persilangan yang dapat menghasilkan tanaman
albino sebagai berikut. 2. Gen warna mata pada Drosophila melanogaster
P : & Gg >< % Gg terpaut pada kromosom X. Hal ini menunjukkan
G : G, g G, g warna mata merah lebih dominan terhadap warna
F1 : GG (normal), Gg (normal), Gg (normal), dan mata putih. Berhubung warna mata pada
gg (albino) Drosophila melanogaster ini terpaut pada
Adapun persilangan-persilangan yang lain sebagai kromosom X, akibatnya Drosophila melanogaster
berikut. yang bermata putih selalu berkelamin jantan.
a. P : & GG >< % GG
3. P : & redep >< % redep
G : G G
F1 : GG (normal) Genotipe : Cc Cc
b. P : & GG >< % Gg Gamet : C C
G : G G, g c c
F1 : GG (normal) dan Gg (normal) F1 : % C c
Sementara itu, genotipe gg tidak mungkin menjadi &
parental untuk disilangkan. Hal tersebut dikarena- C CC Cc
kan genotipe gg menyebabkan tanaman jagung (letal) (redep)
bersifat letal (tidak menghasilkan klorofil). Tanaman c Cc cc
akan mati setelah makanan cadangan dalam (redep) (normal)
endosperma kecambah jagung habis.
a. Perbandingan genotipe F1 adalah CC : 2Cc :
cc. Sementara itu, perbandingan fenotipe F1
B. Uraian adalah letal : redep : normal = 1 : 2 : 1.
1. P = PpHh >< pphh b. Perbandingan genotipe F 1 yang hidup
(sayap panjang– (sayap pendek– adalah Cc : cc = 2 : 1
tubuh hitam) tubuh abu) c. Kemungkinan telur yang menetas sebagai
G = PH ph 1
Ph ayam normal adalah 4 × 20 = 5 ekor.
pH
ph 4. Gagal berpisah merupakan peristiwa gagalnya satu
F1 = PpHh (sayap panjang–tubuh hitam) atau lebih kromosom untuk berpisah pada waktu
Pphh (sayap panjang–tubuh abu) meiosis I maupun meiosis II. Gagal berpisah meng-
ppHh (sayap pendek–tubuh hitam) akibatkan sel anak kelebihan atau kekurangan
pphh (sayap pendek–tubuh abu) kromosom (sel aneuploid). Akibatnya, terjadi
Kupu-kupu sayap panjang–tubuh hitam dan kupu- perubahan set kromosom pada jumlah n-nya.
kupu sayap pendek–tubuh abu merupakan tipe Adanya perubahan set kromosom tersebut suatu
parental, sedangkan kupu-kupu sayap panjang– individu tidak lagi diploid melainkan monoploid,
tubuh abu dan kupu-kupu sayap pendek–tubuh triploid, atau tetraploid. Individu yang bersifat
hitam merupakan tipe rekombinan. monoploid, triploid, atau tetraploid akan mengalami
Rekombinan = Jarak antargen = 8% kelainan-kelainan seperti sindrom Turner dan
Kombinasi parental = 100% – 8% = 92% sindrom Metafemale.
Kupu-kupu sayap panjang–tubuh hitam 5. Jenis kelamin pada Drosophila melanogaster
1 ditentukan melalui tipe XY. Apabila Drosophila
= × 92% = 46% = 23 melanogaster memiliki dua kromosom X dan tidak
2

82 Pola-Pola Hereditas Pautan


memiliki kromosom Y akan menghasilkan b. Jumlah tipe rekombinan
keturunan berkelamin betina. Oleh karena itu, = (lalat mata merah–sayap keriput) + (lalat
individu betina hanya memiliki satu macam ovum mata ungu–sayap normal)
yaitu ovum yang mengandung kromosom X. = 20 + 35
Sementara itu, apabila Drosophila melanogaster = 55
memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y c. Jumlah total keturunan
akan menghasilkan individu berkelamin jantan. = (jumlah tipe parental) + (jumlah tipe
Oleh karena itu, individu jantan memiliki dua rekombinan)
macam sperma yaitu sperma yang mengandung = 545 + 55
kromosom X dan kromosom Y. = 600
d. Nilai pindah silang (NPS)
Soal nomor 6–10 hanya ada di buku guru
Jumlah tipe rekombinan
sebagai soal pengayaan bagi Bapak/Ibu Guru. = × 100%
Jumlah total keturunan

6. Jarak antargen sangat memengaruhi frekuensi 55


= × 100%
pindah silang. Semakin jauh jarak antara satu gen 600
dengan gen lainnya, semakin besar pula = 0,09 × 100%
kemungkinan terjadinya pindah silang. Jarak = 9%
antargen yang saling bertaut dapat digambarkan Jadi, nilai pindah silang dari hasil persilangan
sebagai satuan ukuran unit peta. Satu unit peta tersebut sebesar 9%.
sama dengan satu persen nilai pindah silang. Nilai
9. Gen letal resesif adalah gen-gen yang dapat
pindah silang dapat digunakan untuk menentukan
mengakibatkan kematian apabila dalam keadaan
jarak antara dua gen yang saling berdekatan.
homozigot resesif. Sebagai contoh, pada tanaman
7. Pautan seks yang terjadi pada ayam berpengaruh jagung terdapat gen G yang menentukan produksi
pada penentuan warna bulu ayam. Warna bulu klorofil. Sementara itu, gen g tidak mampu
ayam ditentukan oleh gen-gen yang terpaut pada memproduksi klorofil. Genotipe yang mungkin terjadi
kromosom seks. Sebagai contoh, gen B pada yaitu GG (normal), Gg (normal), dan gg (letal). Tanaman
ayam menentukan bahwa bulu ayam bergaris-garis jagung dengan gen resesif homozigot tidak memiliki
(blorok), sedangkan gen b pada ayam menentukan kemampuan memproduksi klorofil. Oleh karena itu,
bahwa bulu ayam polos. Apabila ayam betina tanaman akan mati setelah makanan cadangan dalam
berbulu blorok disilangkan dengan ayam jantan endosperma kecambah jagung habis.
berbulu polos akan menghasilkan keturunan yaitu
10. Kucing kaliko merupakan kucing yang berambut
ayam jantan berbulu blorok dan ayam betina
belang tiga terdiri atas warna oranye, hitam, dan
berbulu polos. Adapun diagram persilangannya
putih. Warna bulu pada kucing tersebut terpaut
sebagai berikut.
pada kromosom X. Akibatnya, kucing kaliko yang
P: & ZBW >< % ZbZb
B berambut belang tiga selalu berkelamin betina.
G: Z Zb
Namun, pernah dijumpai kucing kaliko berkelamin
W
jantan. Adapun diagram persilangan kucing betina
F1: ZBZb = ayam betina berbulu blorok
berwarna kuning dengan kucing jantan berwarna
ZbW = ayam betina berbulu polos
hitam sebagai berikut.
8. Berdasarkan hasil keturunannya, diperoleh data P: & XbXb >< % XBY
sebagai berikut. (kuning) (hitam)
a. Jumlah tipe parental G: Xb XB
= (lalat mata merah–sayap normal) + (lalat Y
mata ungu–sayap keriput) F1: XBXb = kucing betina kaliko
= 250 + 295 XbY = kucing jantan berwarna kuning
= 545

Biologi Kelas XII 83


A. Pilihan Ganda kombinasi baru dari sifat induknya. Pindah silang
ini umumnya terjadi pada peristiwa gametogenesis
1. Jawaban: a
saat meiosis. Sementara itu, gen letal adalah gen
Penentuan jenis kelamin pada keledai dilakukan
yang mengakibatkan kematian jika dalam keadaan
dengan tipe XY. Untuk membedakan tipe jantan
homozigot. Pautan gen adalah beberapa gen yang
dan betina dilambangkan dengan XX (betina) dan
terletak dalam kromosom yang sama sehingga
XY (jantan). Keledai memiliki jumlah kromosom
proses pembentukan gamet saling berkait atau
62 yang berarti memiliki autosom 62-2 = 60 (30
berikatan. Gagal berpisah terjadi apabila ada
pasang). Oleh karena itu, kromosom jantan adalah
pasangan kromosom pada meiosis I maupun meio-
60 A + XY atau 30 AA + XY, sedangkan kromosom
sis II mengalami gagal berpisah. Determinasi seks
pada betina 60 A + XX atau 30 AA + XX.
adalah proses penentuan jenis kelamin pada
2. Jawaban: a makhluk hidup berdasarkan kromosom kelamin
Pada peristiwa gen V terpaut gen A dan gen v (gonosom) yang diwariskan secara bebas oleh
terpaut gen a maka induk bergenotipe VvAa akan gamet parental kepada keturunannya melalui proses
menghasilkan gamet VA dan va serta induk meiosis.
bergenotipe vvaa akan menghasilkan gamet va.
5. Jawaban: c
Diagram persilangan kedua induk sebagai berikut.
Pindah silang merupakan peristiwa pemisahan dan
P : % VvAa >< & vvaa
pertukaran bagian kromatid dari sepasang kromosom
G : VA va
homolog. Pindah silang mengakibatkan terbentuknya
va
empat macam gamet yaitu dua gamet yang sifatnya
F1 : VvAa
sama dengan induk (tipe parental) dan dua gamet
vvaa
yang lain merupakan hasil pindah silang (tipe
Jadi, perbandingan genotipe keturunannya
rekombinan). Peristiwa pindah silang dipengaruhi oleh
= VvAa : vvaa = 1 : 1.
faktor-faktor misalnya temperatur, umur, zat kimia,
3. Jawaban: c penyinaran sinar X, dan jarak antargen. Sementara
P : & BbDd >< % bbdd itu, sel anak kekurangan atau kelebihan kromosom
(abu-abu– (hitam– merupakan akibat dari peristiwa gagal berpisah (non-
sayap panjang) sayap pendek) disjunction). Gen-gen yang terletak pada lokus yang
G : BD, Bd, bD, bd bd berdekatan dalam kromosom yang sama dapat
mengakibatkan terjadinya pautan gen.
F1 : BbDd = abu-abu–sayap panjang
Bbdd = abu-abu–sayap pendek = 50 6. Jawaban: a
bbDd = hitam–sayap panjang = 25 Sifat genotipe parental yang mungkin menghasilkan
bbdd = hitam–sayap pendek keturunan ayam betina berbulu blorok dan ayam
Jumlah keturunan sebanyak 1.000 ekor jantan berbulu polos adalah ZbW >< ZBZb. Adapun
Jadi, persentase gen yang mengalami pindah silang diagram persilangan antara kedua induk ayam
Jumlah tipe rekombinan sebagai berikut.
= Jumlah total keturunan × 100% P = & ZbW >< % ZBZb
50 + 25 (berbulu polos) (berbulu blorok)
= 1.000 × 100% G = Zb ZB
75
W Zb
= 1.000 × 100% B b
F1 = Z Z = ayam jantan berbulu blorok
ZbZb = ayam jantan berbulu polos
= 7,50%
ZBW = ayam betina berbulu blorok
Jadi, persentase gen yang mengalami pindah
ZbW = ayam betina berbulu polos
silang sebesar 7,50%.
7. Jawaban: d
4. Jawaban: c
Gen dominan B menunjukkan brakidaktili. Diagram
Peristiwa yang terjadi pada soal adalah peristiwa
persilangan antara kedua individu sebagai berikut.
pindah silang. Pindah silang yaitu pemisahan dan
P = & Bb >< % Bb
pertukaran bagian kromatid dari sepasang
G = B B
kromosom homolog. Peristiwa ini menghasilkan
b b

84 Pola-Pola Hereditas Pautan


F1 = BB(letal) P2 = & XMXm >< % XMY
Bb(brakidaktili) (mata merah) (mata merah)

Bb(brakidaktili) Hidup G2 = XM XM
bb(normal) X m Y
Jadi, kemungkinan anak yang diharapkan hidup F2 = XMXM (lalat buah betina bermata merah)
sebesar 75%. XMXm (lalat buah betina bermata merah)
XMY (lalat buah jantan bermata merah)
8. Jawaban: b
XmY (lalat buah jantan bermata putih)
Diagram persilangan yang terjadi sebagai berikut.
Jadi, perbandingan fenotipe lalat buah jantan
P = Gg >< Gg
bermata putih : lalat buah betina bermata merah
G = G, g G, g
adalah 1 : 2.
F1 = GG = tanaman jagung berdaun hijau
Gg = tanaman jagung berdaun hijau 11. Jawaban: d
Gg = tanaman jagung berdaun hijau P : & BbGg >< % bbGg
gg = bersifat letal (berbiji besar– (berbiji kecil–
Jadi, keturunan yang bersifat letal sebesar berdaun hijau) berdaun hijau)
1 G: BG bG
= 4 × 100% = 25%. Bg bg
bG
9. Jawaban: b bg
Diagram persilangan kedua induk sebagai berikut. F1 :
P = & DdPp >< % DdPp
Gamet = DP, Dp, dP, dp DP, Dp, dP, dp & BG Bg bG bg
%
F1 =
bG BbGG BbGg bbGG bbGg
(berbiji besar– (berbiji besar– (berbiji kecil– (berbiji kecil–
Gamet DP Dp dP dp berdaun hijau) berdaun hijau) berdaun hijau) berdaun hijau)
DP DDPP DDPp DdPP DdPp bg BbGg Bbgg bbGg bbgg
(normal– (normal– (dexter– (dexter– (berbiji besar– (letal) (berbiji kecil– (letal)
bertanduk) bertanduk) bertanduk) bertanduk) berdaun hijau) berdaun hijau)

Dp DDPp DDpp DdPp Ddpp Jadi, hasil perbandingan keturunan yang diharap-
(normal– (normal– (dexter– (dexter– kan hidup adalah BbGG : BbGg : bbGG : bbGg =
bertanduk) tidak bertanduk) tidak
bertanduk) bertanduk)
1 : 2 : 1 : 2.
dP DdPP DdPp ddPP ddPp 12. Jawaban: e
(dexter– (dexter– (letal) (letal) Diketahui:
bertanduk) bertanduk) Tipe rekombinan
dp DdPp Ddpp ddPp ddpp = (jumlah keturunan bertubuh abu-abu–sayap
(dexter– (dexter– (letal) (letal) vestigeal) + (jumlah keturunan bertubuh hitam–
bertanduk) tidak
bertanduk)
sayap normal)
= 328 + 237
Jadi, keturunan yang berfenotipe sapi normal–tidak = 565
bertanduk = 1, sapi normal–bertanduk = 3, sapi Tipe parental
dexter–tidak bertanduk = 2, dan sapi dexter– = (jumlah keturunan bertubuh abu-abu–sayap
bertanduk = 6 sehingga diperoleh rasio 1 : 3 : 2 : 6. normal) + (jumlah keturunan bertubuh hitam–
sayap vestigeal)
10. Jawaban: b = 756 + 805
Pada lalat buah, gen warna mata terpaut pada = 1.561
kromosom X. Akibatnya, lalat buah yang bermata Total jumlah keturunan = 565 + 1.561 = 2.126
putih selalu berkelamin jantan. Diagram persilangan
kedua induk lalat buah tersebut sebagai jumlah tipe rekombinan
NPS = × 100%
jumlah keturunan seluruhnya
berikut.
P = & XMXM >< % XmY ⎛ 565 ⎞
(mata merah) (mata putih) = ⎜ 2.126 ⎟ × 100%
⎝ ⎠
G = XM Xm = 0,27 × 100%
Y = 27%
F1 = XMXm (lalat buah betina bermata merah) Jadi, nilai pindah silang sebesar 27%.
XMY (lalat buah jantan bermata merah)

Biologi Kelas XII 85


13. Jawaban: b 16. Jawaban: b
Berdasarkan uraian pada soal diketahui bahwa yang Diagram persilangan kedua induk sebagai berikut.
mengalami kelainan genetik hanya seluruh anggota P: & BbHH >< % Bbhh
keluarga berjenis kelamin laki-laki, sedangkan yang (bulat–hitam) (bulat–putih)
berjenis perempuan tidak mengalami kelainan. Hal G: BH Bh
tersebut menunjukkan adanya gen yang terpaut bH bh
pada kromosom seks Y. Oleh karena itu, kelainan F1 : BBHh = letal
genetik tersebut dinamakan dengan pautan seks. BbHh = bulat–abu-abu
Sementara itu, pautan gen adalah gen-gen dalam BbHh = bulat–abu-abu
satu kromosom yang sama sehingga saat bbHh = keriput–abu-abu
pembentukan gamet saling berikatan. Pindah Jadi, perbandingan fenotipe keturunan yang hidup
silang adalah pertukaran kromatid dari sepasang = bulat–abu-abu : keriput–abu-abu = 2 : 1.
kromosom homolog. Gagal berpisah mengakibat-
kan bertambah atau berkurangnya kromosom 17. Jawaban: c
dalam sel anak. Determinasi seks merupakan Diagram persilangan kedua tikus tersebut sebagai
proses penentuan jenis kelamin pada makhluk berikut.
hidup berdasarkan kromosom kelamin (gonosom) P = & AyA >< % Aya
G = A y Ay
yang diwariskan secara bebas oleh gamet paren-
tal kepada keturunannya melalui proses meiosis. A a
F1 = AyAy (letal)
14. Jawaban: d Aya (kuning)
Pautan seks merupakan peristiwa terdapatnya gen AyA (kuning)
dalam kromosom kelamin. Pautan seks pada Aa (hitam)
manusia dapat terjadi pada gen dominan dan gen Jadi, perbandingan fenotipe keturunannya adalah
resesif. Pautan seks pada gen dominan, misalnya letal : kuning : hitam = 1 : 2 : 1.
gigi cokelat dan hypertrichosis. Sementara itu,
pautan seks pada gen resesif, misalnya hemofilia, 18. Jawaban: b
buta warna, dan anodontia. Adapun penyakit Diagram persilangan kedua induk tikus sebagai
brakidaktili disebabkan oleh peristiwa gen letal berikut.
dominan. Gen letal terjadi apabila gen dalam P : &Yy >< % Yy
keadaan homozigot sehingga menyebabkan (tikus berambut (tikus berambut
kematian. Sindrom Klinefelter disebabkan oleh kuning) kuning)
peristiwa gagal berpisah. Gagal berpisah terjadi G: Y, y Y, y
apabila ada pasangan kromosom pada saat meio- F1 : YY (letal)
sis I dan meiosis II yang mengalami gagal berpisah. Yy (tikus berambut kuning)
Yy (tikus berambut kuning)
15. Jawaban: e yy (tikus normal)
Hemofilia terjadi karena adanya pautan seks pada Jadi, keturunan tikus yang memiliki rambut kuning
gen-gen resesif. Perempuan yang ayahnya menderita sebesar 50%.
hemofilia berarti normal heterozigot (carrier).
Adapun diagram persilangannya sebagai berikut. 19. Jawaban: e
P = & XHXh >< % XHY Tipe ZW terdapat pada unggas (ayam, itik, dan
(carrier) (normal) puyuh), burung, ngengat, kupu-kupu, serta
G = XH XH beberapa jenis ikan. Individu betina memiliki
Xh Y kariotipe ZW (heterogametik), sedangkan individu
F1 = XHXH = perempuan normal jantan memiliki kariotipe ZZ (homogametik).
XHXh = perempuan carrier Adapun penentuan jenis kelamin pada lalat buah
XHY = laki-laki normal melalui tipe XY. Penentuan jenis kelamin pada
XhY = laki-laki hemofilia lebah madu melalui tipe haplo-diploid. Penentuan
Jadi, kemungkinan fenotipe keturunannya yaitu jenis kelamin pada belalang melalui tipe XO.
25% anak perempuan normal, 25% anak 20. Jawaban: a
perempuan carrier, 25% anak laki-laki normal, dan P : & ZBW >< % ZbZb
25% anak laki-laki hemofilia. (ayam bulu blorok) (ayam bulu polos)
G: ZB, W Zb
B b
F1 : Z Z (ayam jantan berbulu blorok)
ZbW (ayam betina berbulu polos)

86 Pola-Pola Hereditas Pautan


Jadi, perbandingan ayam berbulu blorok : ayam 25. Jawaban: d
berbulu polos = 1 : 1. P = & GgLl >< % ggll
G = GL gl
21. Jawaban: c
Gl
⎛ jumlah tipe rekombinan ⎞ gL
NPS = ⎜ jumlah total keturunan ⎟ × 100%
⎝ ⎠ gl
F1 = GgLl (lalat buah bertubuh kelabu–sayap panjang)
⎛ (175 + Q) ⎞
43% = ⎜ (437 + 260 + 175 + Q) ⎟ × 100% Ggll (lalat buah bertubuh kelabu–sayap pendek)
⎝ ⎠
ggLl (lalat buah bertubuh hitam–sayap panjang)
ggll (lalat buah bertubuh hitam–sayap pendek)
⎛ (17.500 + 100Q) ⎞ GgLl dan ggll merupakan keturunan yang
43 = ⎜ (872 + Q)
⎟ mempunyai sifat seperti induknya (tipe parental).
⎝ ⎠
37.496 + 43 Q = 17.500 + 100 Q Jumlah keturunan yang bertipe parental = 756 +
37.496 – 17.500 = 100 Q - 43 Q 905 = 1.661. Sementara itu, Ggll dan ggLl
19.996 = 57 Q merupakan keturunan yang mempunyai sifat
Q = 350 dengan kombinasi dari induknya (tipe rekombinan).
Jadi, jumlah keturunan yang bertubuh kelabu- Jumlah keturunan yang bertipe rekombinan = 444
sayap pendek sebanyak 350 ekor. + 615 = 1.059. Dengan demikian, jumlah keturunan
yang bertipe parental lebih banyak daripada
22. Jawaban: d keturunan bertipe rekombinan. Berdasarkan jumlah
Sifat berjambul pada ayam ditentukan oleh gen keturunannya dapat disimpulkan bahwa gen-gen
dominan Cr. Perkawinan antara ayam berjambul tersebut terdapat pada kromosom yang sama
heterozigot akan menghasilkan keturunan dengan sehingga menyebabkan terjadinya pindah silang.
dua macam fenotipe. Diagram perkawinannya Adapun kekuatan pindah silang antargen atau nilai
dapat dituliskan seperti berikut.
Jumlah tipe rekombinan
P : & Crcr >< % Crcr pindah silang = Jumlah total keturunan × 100%
G : Cr, cr Cr, cr
F1 : 1 CrCr = letal/mati 444 + 615
= 2.720
× 100%
2 Crcr = ayam berjambul
1 crcr = ayam normal 1.059
Jadi, perbandingan antara ayam berjambul : ayam = 2.720 × 100%
normal = 2 : 1. = 0,39 × 100%
23. Jawaban: e = 39%
P = AaBbCc, gen A-B dan gen a-b bertautan
G = ABC, ABc, abC, dan abc B. Uraian
Gamet yang terbentuk sebanyak 4 macam.
1. Lebah madu termasuk salah satu serangga yang
24. Jawaban: b dapat melakukan partenogenesis. Partenogenesis
Penderita sindrom Turner memiliki kromosom 45 adalah terbentuknya individu baru dari sel telur
XO yang berarti telah kehilangan satu kromosom tanpa didahului pembuahan oleh spermatozoa.
kelamin yaitu kromosom kelamin Y. Akibatnya, Peristiwa partenogenesis terjadi pada pem-
mengalami kekurangan jumlah kromosom (sel bentukan lebah madu jantan sehingga bersifat
aneuploidi). Peristiwa yang mengakibatkan sel haploid (n) yang memiliki 16 buah kromosom.
anak kekurangan kromosom adalah gagal berpisah Sementara itu, pada lebah madu betina terbentuk
(nondisjunction). Sementara itu, determinasi seks dari hasil perkawinan sehingga bersifat diploid (2n)
merupakan proses penentuan jenis kelamin pada yang memiliki 32 buah kromosom. Oleh karena
makhluk hidup berdasarkan kromosom kelamin itu, penentuan jenis kelamin pada tipe ini tidak
yang diwariskan secara bebas oleh gamet paren- dipengaruhi oleh kromosom kelamin, melainkan
tal kepada keturunannya. Pindah silang (crossing tergantung dari sifat ploidi pada makhluk hidup
over) merupakan pemisahan dan pertukaran bagian tersebut.
kromatid dari sepasang kromosom homolog
sehingga menghasilkan kombinasi baru dari sifat 2. P1 = & XMXM >< % XmY
induknya. Pautan seks merupakan peristiwa (betina mata (jantan mata
terdapatnya gen dalam kromosom kelamin. Gen merah) putih)
letal merupakan gen yang dapat menyebabkan G = XM Xm
kematian apabila dalam keadaan homozigot. Y

Biologi Kelas XII 87


F1 = XMXm P : & XbXb >< % XBY
XMY G : Xb XB Y
P2 = & XMXm >< % XMY O
G = XM XM F1 : XBXbY XbO
Xm Y jantan kaliko betina kuning
F2 = XMXM (betina mata merah) 6. Gen letal pada ayam redep terjadi dengan gen letal
XMXm (betina mata merah) dominan. Gen letal dominan yaitu apabila gen dalam
XmY (jantan mata putih) keadaan dominan homozigot akan mengakibatkan
XMY (jantan mata merah) kematian individu. Sementara itu, gen letal pada
Jadi, perbandingan fenotipe keturunannya adalah tanaman jagung yang tidak memiliki gen
2 lalat buah betina mata merah : 1 lalat buah jantan pembentuk klorofil terjadi dengan gen letal resesif.
mata putih : 1 lalat buah jantan mata merah. Gen letal resesif yaitu apabila gen dalam keadaan
3. a. P = & Dd >< % Dd resesif homozigot akan mengakibatkan kematian
individu.
G = D D
d d 7. Kelainan sindrom Klinefelter terjadi akibat peristiwa
F1 = DD = 1 gagal berpisah (nondisjunction). Peristiwa gagal
Dd = 2 berpisah yang menyebabkan sindrom Klinefelter
dd = 1 terjadi pada saat oogenesis atau pembentukan sel
Perbandingan genotipe F1 = DD : Dd : dd telur. Pada perempuan memiliki kromosom kelamin
= 1 : 2 : 1. XX, jika mengalami gagal berpisah akan meng-
hasilkan 3 macam ovum yaitu ovum XX, ovum X,
Perbandingan fenotipe F1 = normal : dexter :
dan ovum 0 (tidak memiliki kromosom). Jika ovum
letal = 1 : 2 : 1.
XX dibuahi oleh sperma Y akan dihasilkan zigot
b. Anak sapi dexter heterozigot memiliki kaki
XXY. Dengan demikian, akan diperoleh keturunan
yang sangat pendek dan muka seperti anjing
anak laki-laki yang menderita sindrom Klinefelter.
bulldog. Anak sapi tersebut biasanya lahir
dalam keadaan mati atau hidup dalam waktu 8. Peristiwa yang terjadi pada soal tersebut
singkat. merupakan gen letal resesif. Peristiwa gen letal
dapat mengakibatkan kematian jika dalam keadaan
4. Gen terpaut kromosom X pada laki-laki dapat
homozigot. Sementara itu, gen letal resesif terjadi
dimisalkan G sehingga gonosom laki-laki tersebut
apabila suatu individu memiliki gen homozigot
adalah X GY. Jika laki-laki tersebut menikah
resesif sehingga dapat mengakibatkan kematian.
dengan perempuan normal, diagram pernikahannya
Misalnya, kematian akibat penyakit Ichthyosis
sebagai berikut.
congenita. Penyakit tersebut akan muncul apabila
P = % XGY >< & XX
terjadi perkawinan antara laki-laki normal
G = XG X
heterozigot (Ii) dengan perempuan normal
Y
heterozigot (Ii). Adapun diagram perkawinannya
F1 = XGX (anak perempuan terpaut X)
sebagai berikut.
XY (anak laki-laki normal)
P = & Ii >< % Ii
Berdasarkan diagram tersebut, sifat pada gen
(normal (normal
terpaut kromosom X pada laki-laki tidak diwariskan
heterozigot) heterozigot)
kepada semua keturunannya. Namun, sifat pada
G = I I
gen terpaut kromosom X pada laki-laki hanya
i i
diwariskan kepada anak perempuannya.
F1 = II = normal homozigot
5. Pada kucing, gen penentu warna rambut terpaut Ii = normal heterozigot
pada kromosom X. Akibatnya, kucing kaliko selalu Ii = normal heterozigot
berkelamin betina. Namun, kadang-kadang ada ii = bersifat letal (penderita penyakit
kucing kaliko yang berjenis kelamin jantan. Hal Ichthyosis congenita)
tersebut terjadi karena kucing mempunyai Berdasarkan diagram tersebut dapat diketahui
kelebihan kromosom X sehingga susunannya bahwa keturunan dari perkawinan tersebut yaitu
berubah menjadi kromosom XXY. Perubahan satu individu normal homozigot dominan, dua
susunan kromosom terjadi karena adanya individu normal heterozigot, serta satu individu
nondisjunction selama induk jantannya membentuk bersifat homozigot resesif.
gamet. Adapun diagram perkawinan sebagai
berikut.

88 Pola-Pola Hereditas Pautan


Jumlah tipe rekombinan 10. Kutu daun termasuk hewan serangga. Pada
9. NPS = Jumlah total keturunan × 100% serangga jenis kelaminnya ditentukan dengan tipe
XO. Tipe ini hanya memiliki satu kromosom
(P + 275)
38% = × 100% kelamin saja yaitu kromosom X. Sementara itu, O
(425 + P + 275 + 350)
bukanlah simbol kromosom kelamin. Pada sel
(100P + 27.500) somatis, serangga betina memiliki dua kromosom
38 = (1.050 + P) X (XX), sedangkan serangga jantan memiliki satu
38P + 39.900 = 100P + 27.500 kromosom X (XO). Perbedaannya, pada tipe XO
39.900 – 27.500 = 100P – 38P ini, serangga jantan tidak memiliki kromosom Y.
12.400 = 62P Dengan demikian, jumlah kromosom serangga
P = 200 betina lebih banyak dari kromosom serangga
Jadi, jumlah keturunan yang bertipe lalat mata jantan.
merah-sayap keriput sebanyak 200 ekor.

Biologi Kelas XII 89


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. mengidentifikasi sifat-sifat fisik yang diturunkan dalam satu keluarga;
2. menjelaskan macam-macam kelainan atau penyakit yang diturunkan melalui autosom dan gonosom;
3. menjelaskan sistem pewarisan golongan darah.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur terhadap keteraturan mekanisme pewarisan sifat;
2. mengemukakan pendapat atau argumen secara ilmiah dan kritis, responsif, serta proaktif dalam diskusi maupun pengamatan;
3. mau bekerja sama saat melakukan kerja kelompok.

Hereditas pada Manusia

Mempelajari

Sifat-Sifat yang Diturunkan pada Manusia

Mencakup

• Sifat Fisik yang Diturunkan


• Jenis Kelamin
• Kelainan atau Penyakit Menurun
• Golongan Darah pada Manusia

Mampu

• Menjelaskan pola pewarisan sifat pada manusia.


• Menjelaskan mekanisme penentuan jenis kelamin pada manusia.
• Menjelaskan jenis-jenis penyakit dan kelainan yang diturunkan melalui autosom dan gonosom.
• Menjelaskan pola pewarisan penyakit menurun.
• Menyajikan peta silsilah sifat fisik yang terdapat pada keluarganya.
• Menyajikan diagram persilangan dalam mekanisme pewarisan jenis golongan darah.
• Mensyukuri dan mengagumi keteraturan mekanisme pewarisan sifat pada manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
• Menunjukkan sikap berani berpendapat, responsif, dan proaktif dalam diskusi tentang pewarisan sifat.
• Menunjukkan sikap mau bekerja sama dalam melakukan kegiatan kelompok tentang pewarisan sifat.

90 Hereditas pada Manusia


A. Pilihan Ganda P1 : % normal heterozigot >< & normal heterozigot
Genotipe : Aa Aa
1. Jawaban: e Gamet : A,a A,a
P = Ayah (B heterozigot) >< Ibu (B heterozigot) F2 : % A a
IBIO IBIO &
G= B
I ,IO I , IO
B A AA Aa
O O
F1 = I I (golongan O) a Aa aa
IBIB (golongan B homozigot)
IBIO (golongan B heterozigot) Jadi, keturunan yang dihasilkan 25% normal
Jadi, golongan darah kedua orang tuanya adalah homozigot, 50% normal heterozigot, dan 25%
B heterozigot. albino.

2. Jawaban: a 6. Jawaban: c
Hemofilia merupakan kelainan yang ditentukan P = Ayah (Herman) >< Ibu
oleh gen resesif terpaut kromosom X. IOIO (O) IAIB (AB)
Diagram persilangan laki-laki hemofilia dengan G = IO IA, IB
wanita normal sebagai berikut. F1 = IAIO (golongan A)
P1 : XHXH >< XhY IBIO (golongan B)
G : XH Xh Jadi, anak-anak Pak Herman dan istrinya memiliki
Y golongan darah A dan B yaitu Wati dan Ani.
F1 : 7. Jawaban: d
% Sifat lesung pipi dikendalikan oleh gen dominan,
Xh Y
& sedangkan sifat tidak berlesung pipi dikendalikan
XH XHXh (carrier) XHY (normal) oleh gen resesif. Sementara itu, sifat hidung lurus
dikendalikan oleh gen dominan, sedangkan sifat
Pada perkawinan pasangan tersebut tidak ada hidung melengkung dikendalikan oleh gen resesif.
kemungkinan memiliki anak laki-laki hemofilia. Dengan demikian Roni memiliki genotipe PpLl dan
3. Jawaban: e Indri memiliki genotipe Ppll. Diagram persilangan
Penyakit atau kelainan yang diturunkan melalui pada pernikahan antara Roni dan Indri sebagai
gonosom adalah penyakit yang disebabkan oleh berikut.
gen yang terpaut pada kromosom kelamin P : PpLl >< Ppll
(kromosom X atau Y). Contohnya buta warna, G : PL, Pl, pL, pl Pl, pl
hemofilia, dan anodontia. Adapun kelainan, seperti F1 :
albino, FKU, dan anonychia adalah kelainan yang Gamet PL PI pL pl
diturunkan melalui gen autosom yakni gen yang PI PPLI PPII PpLI PpII
terpaut pada kromosom tubuh (AA). (lesung pipi, (lesung pipi, (lesung pipi, (lesung pipi,
hidung lurus) hidung hidung lurus) hidung
melengkung) melengkung)
4. Jawaban: b
P = Ayah >< Ibu pI PpLI PplI ppLI ppII
(berlesung pipi, (berlesung pipi, (tidak berlesung (tidak
PP Pp hidung lurus) hidung pipi, hidung berlesung pipi,
melengkung) lurus) hidung
G = P P, p melengkung)
F1 = PP (polidaktili)
Pp (polidaktili) Jadi, Dwi yang tidak memiliki lesung pipi dan
Jadi, seluruh anak-anaknya akan menderita berhidung melengkung memiliki genotipe ppll.
polidaktili (100%). 8. Jawaban: b
5. Jawaban: c Diagram perkawinan pada peta silsilah tersebut
Sifat albino ditentukan oleh alel resesif autosomal. sebagai berikut.
Diagram persilangan antara laki-laki normal P1 : XX (individu 1) >< XcbY (individu 2)
heterozigot terhadap sifat albino dengan perempuan G : X Xcb, Y
normal heterozigot terhadap sifat albino sebagai cb
F1 : XX (individu 3)
berikut. XY (individu 4)

Biologi Kelas XII 91


P2 : XY (individu 4) >< XXcb Dengan demikian, pernikahan antara anak laki-
G : X, Y X, Xcb laki dengan perempuan yang memiliki sifat sama
F2 : XX (perempuan normal) seperti ibunya akan menghasilkan keturunan
XXcb (perempuan normal carrier) perempuan normal dan laki-laki normal.
XY (laki-laki normal) 11. Jawaban: c
XcbY (laki-laki buta warna) Perempuan carrier yang bergenotipe xHxh dapat
Jadi, persentase kemungkinan anaknya yang menghasilkan 2 macam ovum, yaitu ovum xH dan
bersifat sama dengan individu 4 sebesar 25%. ovum xh. Jika perempuan ini menikah dengan laki-
9. Jawaban: d laki normal (xHY), ada kemungkinan anak laki-
Sifat botak ditentukan oleh gen yang dipengaruhi lakinya menderita hemofilia.
oleh jenis kelamin. Laki-laki dan perempuan P : xHxh >< xHY
bergenotipe BB akan mengalami kebotakan. Laki- G : xH xH
laki bergenotipe Bb akan mengalami kebotakan, x h Y
tetapi perempuan dengan genotipe Bb tidak P : xHxH → & normal
mengalami kebotakan. Dengan demikian, xHxh → & carrier
genotipe anak-anak Toni dan Lusi adalah Bb. xHY → % normal
Perkawinan yang dapat menghasilkan seluruh
xhY → % hemofilia
keturunannya bergenotipe Bb adalah perkawinan
antara laki-laki botak (BB) dengan perempuan 12. Jawaban: c
tidak botak (bb) dan perkawinan antara laki-laki FKU adalah kelainan genetik yang disebabkan
tidak botak (bb) dengan perempuan botak (BB). oleh gen resesif ph.
Apabila diketahui bahwa Toni mengalami Firman Nani
kebotakan maka genotipe Toni adalah BB, P : ph ph Ph ph
sedangkan Lusi tidak mengalami kebotakan Gamet : ph Ph
dengan genotipe bb.
ph
10. Jawaban: a F1 : Phph (carrier)
Seorang laki-laki anodontia memiliki genotipe XaY, phph (FKU)
sedangkan perempuan carrier memiliki genotipe Jadi, kemungkinan anaknya yang menderita FKU
XAXa. Pada peta silsilah diketahui bahwa genotipe adalah 50%.
ibu berbeda dengan anak perempuannya. Dengan
13. Jawaban: d
demikian, pernikahan yang dapat menghasilkan
anak perempuan carrier pada peta silsilah tersebut P : TtAa >< TtAa
adalah antara laki-laki anodontia (XaY) dengan G : TA TA
perempuan normal (XAXA). Pernikahan tersebut Ta Ta
dapat digambarkan pada peta silsilah berikut. tA tA
ta ta
F :
XAXA XaY % TA Ta tA ta
&
TA TTAA TTAa TtAA TtAa

Ta TTAa TTaa ttAa Ttaa

tA TtAA TtAa ttAA ttAa


XaXA XAY ta TtAa Ttaa ttAa ttaa
Berdasarkan peta silsilah tersebut dapat diketahui
Perbandingan fenotipe keturunan sebagai berikut.
genotipe anak laki-laki adalah XAY. Selanjutnya,
T_A_ (tinggi-normal) = 9
anak laki-laki tersebut menikah dengan perempuan
yang memiliki sifat sama seperti ibunya. Diagram T_aa (tinggi-albino) = 3
persilangan antara anak laki-laki (XAY) dengan ttA_ (pendek-normal)= 3
perempuan tersebut (XAXA) sebagai berikut. ttaa (pendek-albino) = 1
P : XAY >< XA X A Jadi, kemungikinan keturunan berbadan pendek
G : XA XA 1
dan albino sebesar 16 × 100% = 6,25%.
Y
F1 : XAXA (perempuan normal)
XAY (laki-laki normal)

92 Hereditas pada Manusia


14. Jawaban: c 3. Eritoblastosis fetalis adalah penyakit anemia parah
Penderita gangguan mental FKU tidak dapat yang mengakibatkan kematian pada bayi yang
melakukan metabolisme fenilalanin. Fenilalanin dilahirkan karena di dalam darahnya hanya ada
akan tertimbun dalam darah kemudian dibuang eritroblas (eritrosit yang belum matang). Penyakit
bersama urine. Asam fenil piruvat dalam fenilalanin ini muncul karena perkawinan perempuan Rh–
mengakibatkan kerusakan sistem saraf. Oleh dengan laki-laki Rh+, kemudian mengandung janin
karena itu, penderita FKU tidak boleh mengonsumsi Rh+. Hal ini berdampak buruk pada janin. Darah
makanan/minuman yang mengandung fenilalanin. janin yang mengalir dalam tubuh ibunya melalui
Aspartam merupakan zat aditif buatan sebagai plasenta mengandung antigen-Rh. Keadaan
pemanis. Asam sitrat merupakan zat aditif untuk tersebut merangsang terbentuknya anti-Rh.
memberi rasa asam dan segar pada minuman Selanjutnya, anti-Rh dalam darah ibu mengalir ke
kemasan. Natrium benzoat digunakan sebagai tubuh janin dan mengakibatkan kerusakan sel
pengawet. Karmoisin adalah zat pewarna makanan darah merah. Biasanya janin tersebut masih dapat
buatan. diselamatkan hingga lahir. Pada kehamilan kedua
dan berikutnya, bayi Rh + akan menderita
15. Jawaban: c
eritoblastosis fetalis, bayi tersebut meninggal dalam
Orang bergolongan darah RH + mempunyai
kandungan karena eritrositnya banyak yang rusak.
antigen Rh dalam eritrosifnya, sedangkan orang
bergolongan darah Rh– tidak mempunyai antigen 4. Buta warna merupakan contoh pautan seks pada
Rh dalam eritrositnya. Jika antigen Rh masuk ke manusia. Buta warna disebabkan oleh gen resesif
dalam tubuh orang bergolongan darah Rh–, dalam yang terpaut kromosom X. Oleh karena itu,
darah orang tersebut akan terbentuk antibodi Rh. kromosom X ayah akan diwariskan kepada anak
Hal ini terjadi dalam kasus sebagai berikut. perempuannya, sedangkan kromosom X anak
1) seorang bergolongan darah Rh– menerima laki-laki diperoleh dari ibunya. Dengan demikian,
transfusi darah Rh+; sifat buta warna ibu akan diturunkan kepada anak
2) seorang ibu Rh– mengandung bayi Rh+. laki-laki, sedangkan sifat normal ayah akan
diturunkan kepada anak perempuannya.
B. Uraian 5. Bentuk rambut dan mata merupakan sifat yang
dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya.
1. Sifat yang tampak (fenotipe) individu ditentukan Sifat rambut lurus ditentukan oleh gen resesif.
oleh genotipe. Sifat resesif sering tidak muncul Apabila pasangan suami istri tersebut memiliki
saat bersama gen dominan lainnya. Sifat resesif rambut lurus berarti keduanya memiliki genotipe
tersebut dapat berupa sifat yang merugikan jika resesif homozigot. Hal tersebut menyebabkan gen
muncul. Dalam keluarga, suatu individu heterozigot yang diterima anaknya resesif homozigot
jika menikah dengan sesamanya dapat memuncul- sehingga anak-anaknya seluruhnya berambut
kan sifat resesif yang dibawanya. Jadi perkawinan lurus. Sementara itu, sifat mata sipit ditentukan
kerabat dekat memungkinkan munculnya sifat- oleh gen dominan. Pasangan suami istri tersebut
sifat resesif yang tersembunyi. Berkumpulnya sifat memiliki mata sipit sehingga dapat memiliki
resesif ini memungkinkan munculnya sifat-sifat genotipe dominan homozigot ataupun genotipe
fenotipe yang merugikan. heterozigot. Apabila keduanya memiliki mata sipit
2. Botak merupakan salah satu sifat yang dapat dengan genotipe heterozigot, maka terdapat
diwariskan melalui gen dari orang tua kepada kemungkinan anaknya menerima gen resesif dari
keturunannya. Gen pembawa sifat botak kedua orang tuanya. Dua gen resesif yang
dipengaruhi oleh jenis kelamin. Laki-laki dan bertemu akan menentukan sifat mata lebar pada
perempuan dengan genotipe BB akan mengalami anak tersebut. Namun, jika anak menerima gen
kebotakan. Laki-laki dan perempuan dengan dominan dari salah satu atau kedua orangtuanya
genotipe bb tidak mengalami kebotakan. Laki-laki maka anak tersebut akan memiliki sifat mata sipit.
bergenotipe Bb akan mengalami kebotakan, Dengan demikian, pernikahan antara pasangan
sedangkan perempuan bergenotipe Bb tidak bermata sipit (heterozigot) terdapat kemungkinan
mengalami kebotakan. Hal tersebut disebabkan memiliki anak bermata sipit dan lebar.
oleh hormon estrogen pada perempuan yang
menghambat kebotakan. Dengan demikian,
jumlah penderita kebotakan pada laki-laki lebih
banyak daripada perempuan.

Biologi Kelas XII 93


94
Bentuk Rambut

Warna Rambut

Mata

Warna Bola Mata


Sifat Fisik yang
Diturunkan

Hereditas pada Manusia


Bentuk Hidung

Ukuran Bibir

Lidah

Pipi
Buta Warna
Rahang
Hemofilia
Rangkai Kelamin
Jenis Kelamin Laki-laki Anodontia
oleh Gen Resesif
Sifat-Sifat yang Perempuan Hyperchosis
Hereditas pada Diturunkan pada
Manusia Manusia Webbed Toes
Kelainan atau
Penyakit yang Di- Hyserix Gravior
turunkan melalui
Gonosom Rangkai Kelamin
oleh Gen Dominan
Gigi Cokelat

Kelainan atau Albino


Penyakit Menurun
Fenilketonuria

PTC
Kelainan atau
Polidaktili
Penyakit yang Di-
turunkan melalui
Dentinogenesis Imperfecta
Autosom
Katarak

Golongan Darah Talasemia


Sistem ABO
Sicklemia
Golongan Darah
pada Manusia Golongan Darah
Botak
Sistem MN
Brakidaktili
Golongan Darah
Sistem Rh Anonychia
A. Pilihan Ganda F1 :
1. Jawaban: b % AT At aT at
Individu 1 adalah seorang anak wanita normal,
&
aT AaTT AaTt aaTT aaTt
sedangkan individu 2 adalah seorang anak laki- (normal- (normal- (albino- (albino-
laki yang mengalami kebotakan. Apabila kedua perasa PTC) perasa PTC) perasa PTC) perasa PTC)
anak tersebut memiliki genotipe sama dengan at AaTt Aatt aaTt aatt
fenotipe beda maka dapat dipastikan genotipe (normal- (normal-buta (albino- (albino-
perasa PTC) kecap) perasa PTC) buta kecap)
keduanya adalah Bb. Genotipe Bb pada wanita
akan memunculkan sifat normal, sedangkan pada Perbandingan genotipe F1 = AaTT : AaTt : Aatt :
laki-laki akan memunculkan sifat botak. Pasangan aaTT : aaTt : aatt = 1 : 2 : 1 : 1 : 2 : 1.
suami istri yang dapat menghasilkan keturunan Perbandingan fenotipe F 1 = normal-perasa
dengan genotipe Bb saja maka pasangan tersebut PTC : normal-buta kecap : albino-perasa PTC :
masing-masing hanya dapat menghasilkan satu albino-buta kecap = 3 : 1 : 3 : 1.
gamet. Salah satu orang tua menghasilkan gamet Persentase keturunan normal-perasa PTC
B, sedangkan yang lain menghasilkan gamet b. 3
= 8 × 100% = 37,5%
Gamet tersebut dapat diperoleh dari pasangan
dengan genotipe BB dan bb. Persentase keturunan normal-buta kecap
1
2. Jawaban: c = 8 × 100% = 12,5%
Rosa seorang perempuan normal tetapi pembawa Persentase keturunan albino-perasa PTC
sifat berarti memiliki genotipe XAXa, sedangkan 3
= 8 × 100% = 37,5%
Alex normal memiliki genotipe XAY. Diagram per-
kawinan antara Rosa dan Alex sebagai berikut. Persentase keturunan albino-buta kecap
1
P : XAXa >< XAY = 8 × 100% = 12,5%
G : X A XA
X a Y 5. Jawaban: e
Misalnya gen terpaut kromosom X pada pria
F1 : XAXA (perempuan normal)
tersebut adalah G, berarti gonosom laki-laki
XAXa (perempuan carrier)
tersebut adalah XGY. Jika dianggap bahwa laki-
XAY (laki-laki normal) laki tersebut menikah dengan perempuan normal,
XaY (laki-laki anodontia) diagram pernikahannya sebagai berikut.
Apabila keempat anak mereka semuanya P : XGY >< XX
perempuan, maka kemungkinan fenotipe anak- G : XG X
anaknya adalah normal dan carrier. Y
3. Jawaban: b F : XGX (anak perempuan)
Berdasarkan peta silsilah tersebut, orang tua X XY (anak laki-laki)
bergolongan darah O (I O I O ) dan A (I A I O ). Jadi, sifat pada gen terpaut kromosom X pada
Kemungkinan fenotipe dan genotipe X sebagai laki-laki seluruhnya diwariskan kepada anak
berikut. perempuannya.
P : (IOIO) >< (IAIO) 6. Jawaban: b
G : IO IA, IO Beberapa jenis penyakit disebabkan oleh gen
A O
F1 : I I (bergolongan darah A) dominan atau resesif terpaut autosom. Kelainan
IOIO (bergolongan darah O) yang terpaut gen dominan misalnya dentinogenesis
4. Jawaban: a imperfecta, talasemia, dan brakidaktili.
Dentinogenesis imperfecta ditentukan oleh gen
P : & AaTt >< % aaTt
dominan Dt. Talasemia ditentukan oleh gen dominan
G : AT aT Th. Brakidaktili ditentukan oleh gen dominan B.
At at Sementara itu, albino dan FKU merupakan kelainan
aT yang disebabkan oleh gen resesif terpaut autosom.
at Albino ditentukan oleh gen resesif a, sedangkan FKU
ditentukan oleh gen resesif ph.

Biologi Kelas XII 95


7. Jawaban: a 10. Jawaban: a
Pada pewarisan hemofilia, anak laki-laki normal Seorang ibu normal memiliki genotipe XX,
memiliki genotipe XHY dan akan wanita pembawa sedangkan ayah buta warna memiliki genotipe
sifat hemofilia memiliki genotipe XHXh. Pernikahan XcbY. Diagram perkawinan pasangan tersebut
yang seluruh keturunannya memiliki sifat tersebut sebagai berikut.
adalah pernikahan antara wanita normal (XHXH) P1 : XX >< XcbY
dengan laki-laki hemofilia (X hY). Perhatikan G : X Xcb
diagram persilangan berikut. Y
P : XHX H >< Xh Y F1 : XXcb (Asti/anak perempuan carrier)
G : X H Xh XY (Andre/anak laki-laki normal)
Y Andre bergenotipe XY menikah dengan wanita
F1 : H h
X X (perempuan carrier) yang bersifat seperti ibunya dengan genotipe XX.
XHY (laki-laki normal) Diagram perkawinannya sebagai berikut.
Jadi, genotipe pasangan tersebut adalah XHXH P2 : XX >< XY
dan XhY. G : X X
8. Jawaban: a Y
Keturunan dengan genotipe anak perempuan F2 : XX (anak perempuan normal)
normal, anak perempuan gigi cokelat, anak laki- XY (anak laki-laki normal)
laki normal, dan anak lali-laki gigi cokelat dapat Jadi, kemungkinan anak-anak Andre memiliki
diperoleh dari pernikahan antara perempuan gigi fenotipe anak perempuan normal dan anak laki-
cokelat heterozigot (XXB) dengan laki-laki normal laki normal.
(XY). Perhatikan diagram persilangan berikut.
11. Jawaban: a
P : XXB >< XY
Anodontia ditentukan oleh gen resesif yang
G : X X terpaut kromosom X. Berdasarkan diagram
XB Y perkawinan tersebut diketahui bahwa anak laki-
F1 : XX (anak perempuan normal) laki mengalami kelainan anodontia bergenotipe
XXB (anak perempuan gigi cokelat) XaY, anak perempuan normal bergenotipe XAXA,
XY (anak laki-laki normal) dan anak perempuan carrier bergenotipe XAXa.
XBY (anak laki-laki gigi cokelat) Keturunan dengan sifat tersebut dapat diperoleh
Dengan demikian, individu 1 memiliki genotipe dari perkawinan antara perempuan carrier (XAXa)
XXB dan individu 2 memiliki genotipe XY. dengan laki-laki normal (XAY). Perhatikan diagram
perkawinan berikut.
9. Jawaban: d
P : XAXa >< XAY
P1 : & XHXh >< % XhY (perempuan carrier) (laki-laki normal)
G : XH Xh G : X A XA
Xh Y X a Y
F1 : X Xh = anak perempuan normal carrier
H
F1 : XAXA (anak perempuan normal)
XhXh = anak perempuan hemofilia (letal) XAXa (anak perempuan carrier)
XHY = anak laki-laki normal XAY (anak laki-laki normal)
XhY = anak laki-laki hemofilia XaY (anak laki-laki anodontia)
Perbandingan fenotipe F1 Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa ibu carrier
= anak perempuan normal carrier : anak perempuan dan ayah normal.
hemofilia : anak laki-laki normal : anak laki-laki 12. Jawaban: d
hemofilia Polidaktili merupakan kelainan genetika yang
=1:1:1:1 ditandai dengan banyak jari tangan atau jari kaki
Pernyataan yang benar sebagai berikut. melebihi normal. Genotipe orang berjari normal
1) 25% anak perempuan menderita hemofilia yaitu pp, sedangkan genotipe orang penderita
(letal). homofilia yaitu PP atau Pp. Diagram perkawinan
2) 25% anak laki-laki normal. pada soal sebagai berikut.
3) 25% anak perempuan normal carrier. P : % pp >< & Pp
4) 25% anak laki-laki hemofilia. (normal) ⎪ (polidaktili)
G : p ↓ P, p

96 Hereditas pada Manusia


F1 : Pp = polidaktili (50%) F2 = XXcb = & carrier
pp = normal (50%) XY = % normal
Jadi, genotipe kedua orang tua tersebut adalah Fenotipe F2 yang muncul sebagai berikut.
pp dan Pp. 1
Anak perempuan carrier = 2
× 100% = 50%.
13. Jawaban: e 1
Diagram persilangan antara pasangan dengan Anak laki-laki normal = 2
× 100% = 50%.
genotipe AcAc dan Acac sebagai berikut.
P : AcAc >< Acac 17. Jawaban: d
(anonychia) (anonychia) Gen pembawa terdapat pada keadaan homozigot
G : Ac Ac yang dapat menyebabkan kematian disebut gen
ac letal. Gen letal dapat ditemukan pada penyakit
F1 : AcAc (anonychia) brakidaktili, hemofilia, dan sicklemia. Sementara
Acac (anonychia) itu, gen pembawa pada keadaan homozigot pada
Jadi, persentase keturunan pasangan tersebut penyakit polidaktili dan anonychia tidak bersifat
yang menderita anonychia sebesar 100%. letal.

14. Jawaban: c 18. Jawaban: a


Diagram perkawinan antara perempuan normal P : & XcbXcb >< % XY
(XHXH) dengan laki-laki hemofilia (XhY) sebagai G : Xcb X
berikut. Y
P : XHX H >< Xh Y F1 : XXcb = perempuan carrier
(perempuan normal) (laki-laki hemofilia) XcbY = laki-laki buta warna
G : XH Xh Jadi, dapat diketahui bahwa sifat buta warna ibu
Y akan diturunkan kepada semua anak laki-lakinya.
H h
F1 : X X (perempuan carrier) 19. Jawaban: b
XHY (laki-laki normal) Kandungan antigen dan zat anti pada golongan
Jadi, genotipe individu 1 adalah XHXh, sedangkan darah sebagai berikut.
genotipe individu 2 dan 3 adalah XHY. 1) Antigen A dan anti-B → golongan darah A.
15. Jawaban: b 2) Antigen B dan anti-A → golongan darah B.
Diagram persilangan antara perempuan normal 3) Antigen A dan antigen B → golongan darah
(XHXH) dengan laki-laki hemofilia (XhY) sebagai AB.
4) Anti-A dan anti-B → golongan darah O.
berikut.
Seorang anak bergolongan darah AB bergenotipe
P : XHXH >< Xh Y
IAIB dan ibu bergolongan darah A bergenotipe IAIO
G : X H ⎪ Xh
↓ atau IAIA, maka ayahnya pasti bergolongan dari
Y
B dengan genotip IBIO atau IBIB. Dengan demikian,
F1 : XHXh (anak perempuan carrier) = 50%
darah ayahnya mengandung antigen B dan anti-A.
XHY (anak laki-laki normal) = 50%
Jadi, pernyataan yang benar berkaitan dengan 20. Jawaban: e
pernikahan pasangan tersebut terdapat pada Penderita talasemia minor memiliki genotipe Thth.
angka 1), 4), dan 5). Diagram perkawinan antarpenderita talasemia
minor sebagai berikut.
16. Jawaban: b P : Thth >< Thth
P1 = % XY >< & XXcb G : Th Th
(normal) (carrier) th th
G1 = X X F1 : ThTh (talasemia mayor)
Y Xcb 2 Thth (talasemia minor)
F1 = XX = & normal thth (normal)
XXcb = & carrier Jadi, perbandingan fenotipe F1 adalah talasemia
XY = % normal mayor : talasemia minor : normal = 1 : 2 : 1.
XcbY = % buta warna
P2 = % XcbY >< &XX
(buta warna) (normal)
G2 = Xcb X
Y

Biologi Kelas XII 97


B. Uraian 4. Diketahui:
a. Anak laki-laki buta warna = XcbY
1. Hypertrichosis adalah kelainan menurun yang
b. Anak perempuan buta warna = XcbXcb
dikendalikan oleh gen resesif (gen h) yang terpaut
Berdasarkan sifat genetik yang diturunkan kepada
kromosom Y. Dengan demikian, penyakit ini
anaknya maka dapat diambil kesimpulan sebagai
hanya diderita oleh laki-laki, sedangkan perempuan
berikut.
yang hanya memiliki kromosom X tidak akan
a. Ayah = buta warna (XcbY)
menderita hypertrichosis. Kasus pada soal
b. Ibu = buta warna (XcbXcb)
menunjukkan Hasan menderita hypertrichosis
Diagram perkawinannya sebagai berikut.
sehingga genotipenya adalah XYh, sedangkan
P : & XcbXcb >< % XcbY
Intan yang normal memiliki genotipe XX. Gamet cb
G : X Xcb
Yh yang dimiliki Hasan akan diturunkan kepada
Y
anak laki-lakinya sehingga seluruh anak laki-
F1 : XcbY→ % buta warna
lakinya akan menderita hypertrichosis. Sementara
XcbXcb→ & buta warna
itu, anak perempuannya menerima masing-
masing gamet X dari kedua orang tuanya 5. Pewarisan sifat gigi cokelat berlangsung secara
sehingga bersifat normal. bersilang karena semua anak perempuan akan
2. Sifat hemofilia ditentukan oleh gen h resesif menerima sifat menurun dari ayah sehingga
homozigot terpaut kromosom X. Pada perkawinan giginya cokelat. Sementara itu, anak laki-laki
perempuan carrier hemofilia dengan laki-laki menerima sifat menurun dari ibunya. Kelainan
hemofilia diperoleh hasil sebagai berikut. genetis ini ditentukan oleh gen B yang terpaut
kromosom X.
% Xh Y
& P : XbXb >< XBY
(& normal) (% gigi cokelat)
XH XHXh XH Y
(perempuan carrier) (laki-laki normal) G : Xb XB
Y
Xh XhXh XhY F1 : XBXb(& gigi cokelat)
(perempuan hemofilia) (laki-laki hemofilia)
XbY (% gigi normal)
Namun, perempuan hemofilia jarang ditemui 6. Jawaban:
hidup sampai dewasa. Umumnya mereka Diketahui:
meninggal pada saat menstruasi pertama. Oleh Genotipe individu pada angka 3 = XHY (laki-laki
karena itu, penderita hemofilia yang sering ditemui normal)
adalah laki-laki. Genotipe individu pada angka 4 = XHY (laki-laki
3. Pewarisan sifat albino dikendalikan oleh gen normal)
resesif (gen a). Penderita albino memiliki genotipe Genotipe individu pada angka 5 = X H X h
aa, sedangkan orang normal memiliki genotipe (perempuan carrier)
AA dan Aa. Berarti laki-laki dan perempuan pada Genotipe individu pada angka 7 = XHXH (perempuan
soal memiliki genotipe aa dan Aa. Diagram per- normal)
kawinan antara laki-laki dan perempuan tersebut Genotipe individu pada angka 8 = XhY (laki-laki
sebagai berikut. hemofilia)
P : aa >< Aa Genotipe individu pada angka 9 = XHY (laki-laki
G : a A normal)
a Genotipe individu pada angka 10 = X H X h
F1 : Aa (normal carrier) (perempuan carrier)
aa (albino) Berdasarkan genotipe-genotipe tersebut dapat
Pada pernikahan tersebut dapat diperoleh disusun diagram perkawinan berikut.
keturunan dengan fenotipe normal yang memiliki P1 : & XhY (1) >< % XHXH (2)
sifat pembawa (carrier). G1 : Xh XH
1 Y
Persentase keturunan normal = 2 × 100% = 50% H h
F1 : X X (5)
Dengan demikian, pada pernikahan tersebut XHY (3 dan 4)
terdapat kemungkinan memiliki anak normal
P2 : % XHXh (5) >< & XHY (6)
dengan persentase sebesar 50%.

98 Hereditas pada Manusia


G2 : XH XH P : Bb >< Bb
X h Y G : B B
F2 : XHXH = perempuan normal (7) b b
XHXh = perempuan carrier (10) F1 : BB
2 Bb
XHY = laki-laki normal (9)
bb
XhY = laki-laki hemofilia (8)
Keturunan yang bersifat letal memiliki genotipe
Jadi, genotipe individu pada angka 1 adalah XhY,
BB.
genotipe individu pada angka 2 adalah XHXH, dan
1
genotipe individu pada angka 6 adalah XHY. Persentase genotipe BB = 4
× 100% = 25%.
7. Sifat botak ditentukan oleh gen dominan B yang Jadi, persentase kemungkinan keturunan
dipengaruhi oleh jenis kelamin. Genotipe BB akan pasangan suami istri penderita brakidaktili yang
menentukan seseorang mengalami kebotakan. bersifat letal sebesar 25%.
Genotipe Bb akan menentukan sifat yang berbeda 9. Sifat bentuk rambut lurus ditentukan oleh gen
pada laki-laki dan perempuan. Laki-laki dengan resesif (k), sedangkan gen dominan (K) menentu-
genotipe Bb akan mengalami kebotakan, sedang- kan sifat bentuk rambut keriting. Oleh karena itu,
kan perempuan dengan genotipe Bb tidak meng- dapat ditentukan bahwa genotipe Roman dan Isti
alami kebotakan. Genotipe bb akan menentukan adalah kk. Apabila genotipe kedua orang tua
seseorang tidak mengalami kebotakan. Dengan adalah resesif homozigot maka hanya akan ter-
demikian, pernikahan antara perempuan dan laki- bentuk gamet resesif sehingga keturunannya juga
laki yang tidak botak tidak selalu menghasilkan hanya mewarisi gen resesif dari kedua orang
keturunan yang seluruhnya tidak botak. Hal tuanya. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa
tersebut dikarenakan, jika perempuan pada seluruh anaknya akan memiliki genotipe resesif
pasangan tersebut memiliki genotipe Bb maka homozigot yang menentukan sifat rambut lurus.
terdapat kemungkinan diperoleh anak dengan Dengan kata lain, Roman dan Isti tidak akan
genotipe Bb. Jika anak dengan genotipe Bb memiliki anak dengan rambut keriting. Perhatikan
tersebut berjenis kelamin laki-laki akan diagram persilangan berikut.
mengalami kebotakan. Perhatikan diagram P : Roman >< Isti
persilangan berikut. kk ⎪ kk
P : Perempuan tidak botak >< Laki-laki tidak botak G : k ↓ k
Bb bb
G: B b
F1 : kk (rambut lurus)
b 10. Diagram persilangan orang tua golongan darah
F1 : Bb (laki-laki botak dan perempuan tidak botak)
B homozigot dan AB sebagai berikut.
bb (laki-laki dan perempuan tidak botak)
P1 : & B >< % AB
8. Brakidaktili merupakan kelainan yang disebabkan IBIB IAIB

oleh gen dominan B. Gen B akan bersifat letal G : I B ⎪ IA
jika dalam keadaan dominan homozigot. ↓ IB
Sementara itu, genotipe Bb mengakibatkan A B
F1 : I I (golongan darah AB)
seseorang menderita brakidaktili dan gen bb
IBIB (golongan darah B)
mengakibatkan seseorang dalam keadaan
normal. Dengan demikian, genotipe pasangan Perkawinan orang tua bergolongan darah B
suami istri yang menderita brakidaktili adalah Bb. homozigot dan AB tidak mungkin menghasilkan
Diagram persilangan antara pasangan suami istri anak bergolongan darah A. Jadi, yang merupakan
tersebut sebagai berikut. anak angkat adalah Nita.

Biologi Kelas XII 99


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan macam mutasi;
2. melakukan pengamatan atau percobaan tentang mutasi pada makhluk hidup;
3. menganalisis peristiwa mutasi pada makhluk hidup;
4. menjelaskan dampak mutasi dalam kehidupan;
5. melakukan eksplorasi terhadap peristiwa mutasi yang menyebabkan variasi dan kelainan sifat pada makhluk hidup.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan karena telah diciptakan suatu mekanisme mutasi yang bermanfaat bagi
kehidupan manusia.
2. mengemukakan pendapat atau argumen secara ilmiah dan kritis, responsif, serta proaktif dalam diskusi maupun pengamatan.
3. memiliki sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi, cermat, dan teliti dalam setiap kegiatan.

Mutasi

Mempelajari

Macam Mutasi Dampak Mutasi dalam Kehidupan

Mencakup Mencakup

• Macam Mutasi Berdasarkan Letak Sel yang Mengalami • Dampak Mutasi yang Bersifat Merugikan.
Mutasi. • Dampak Mutasi yang Bersifat Menguntungkan.
• Macam Mutasi Berdasarkan Penyebabnya.
• Macam Mutasi Berdasarkan Tempat Terjadinya.

Mampu

• Mengidentifikasi jenis-jenis mutasi pada makhluk hidup.


• Menjelaskan mekanisme terjadinya mutasi pada makhluk hidup.
• Menganalisis dampak mutasi bagi kehidupan.
• Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan karena telah diciptakan suatu mekanisme mutasi yang bermanfaat bagi
kehidupan manusia.
• Mengemukakan pendapat atau argumen secara ilmiah dan kritis, responsif, serta proaktif dalam diskusi maupun pengamatan.
• Memiliki sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi, cermat, dan teliti dalam setiap kegiatan.

100 Mutasi
A. Pilihan Ganda menjadi ABCE–FGH. Adapun inversi terjadi ketika
kromosom patah pada dua tempat yang diikuti
1. Jawaban: d
penyisipan kembali gen-gen tersebut dengan
Mutasi somatik adalah mutasi yang terjadi pada
urutan terbalik. Katenasi terjadi karena ujung-
sel soma (sel tubuh). Apabila mutasi somatik
ujung kromosom homolog bergabung menjadi
terjadi pada sel yang sedang aktif membelah
satu membentuk lingkaran. Duplikasi terjadi akibat
seperti dalam embrio dapat mengakibatkan
penambahan sebagian gen dari kromosom
karakter abnormal ketika lahir. Namun, jika mutasi
homolognya. Translokasi terjadi jika fragmen
terjadi pada sel dewasa misalnya pada jaringan
kromosom patah dan patahan kromosom tersebut
epitel, akibat keabnormalannya semakin kecil dan
menempel pada kromosom non homolognya.
dapat ditolerir. Mutasi somatik tidak diwariskan
pada generasi berikutnya. Sementara itu, dapat 5. Jawaban: c
menyebabkan mutasi terpaut kelamin dan terjadi Gambar pada soal menunjukkan peristiwa mutasi
pada sel-sel gamet merupakan ciri-ciri mutasi tanpa arti (nonsense mutation). Mutasi tanpa arti
gametik. (nonsense mutation) terjadi apabila ada per-
ubahan asam amino menjadi kodon stop. Kondisi
2. Jawaban: b
tersebut mengakibatkan proses translasi akan
Jika formaldehid terakumulasi di dalam tubuh,
berhenti sebelum waktunya sehingga rantai
fraksi formaldehid akan berikatan secara
polipeptida yang dihasilkan akan lebih pendek
stabil dengan makromolekul seperti DNA menjadi
dibandingkan polipeptida yang dikode oleh gen
sebuah ikatan silang (cross linked). Ikatan protein
normal. Mutasi tanpa arti tersebut terjadi dalam
ini mengakibatkan kekacauan informasi genetik
penggantian basa adenin dengan basa urasil
yang dapat memunculkan mutasi genetik.
karena kodon AAG berubah menjadi UAG (kodon
Insektisida mengandung DDT (dichloro-diphenyl-
stop). Sementara itu, mutasi pergeseran kerangka
trichloroethane ) yang dapat memicu mutasi
terjadi jika ada pengurangan atau penambahan
genetik pada asam nukleat seperti DNA. Kedua
basa nitrogen sehingga mengakibatkan
bahan yang dapat mengakibatkan mutasi tersebut
pergeseran pembacaan pesan pada kode
disebut mutagen.
genetik. Mutasi salah arti (missense mutation)
3. Jawaban: d terjadi jika ada perubahan kodon akibat
Gambar pada soal menunjukkan mutasi kro- penggantian jenis basa nitrogen sehingga
mosom dengan cara inversi. Inversi terjadi ketika menghasilkan pembentukan asam amino yang
kromosom patah di dua tempat yang diikuti berbeda dan menyebabkan perubahan fungsi
dengan penyisipan kembali gen-gen pada protein. Mutasi diam terjadi jika ada perubahan
kromosom yang sama dengan urutan terbalik. kodon, tetapi tidak memberikan perubahan pada
Kromosom EF patah sehingga urutan kromosom sintesis protein.
yang semula ABC–DEFG menjadi ABC–DFEG.
6. Jawaban: c
Sementara itu, translokasi terjadi jika suatu bagian
Gambar pada soal termasuk mutasi gen karena
dari satu kromosom pindah ke kromosom lain
peristiwa insersi (adisi). Selama translasi, mRNA
yang bukan homolognya. Duplikasi terjadi jika ada
dibaca sebagai satu rangkaian triplet basa
penambahan bahan kromosom sehingga satu
nitrogen. Oleh karena itu, peristiwa insersi dapat
bagian kromosom terdapat lebih dari dua kali
mengubah kerangka baca pesan genetik
dalam satu sel diploid yang normal. Katenasi
sehingga peristiwa ini juga disebut dengan mutasi
terjadi karena ujung kromosom homolog saling
pergeseran kerangka ( frameshitf mutations ).
berdekatan sehingga membentuk lingkaran.
Mutasi ini memberikan efek yang besar terhadap
Delesi terjadi ketika ada pematahan kromosom
sintesis protein. Mutasi seperti ini mengakibatkan
yang menyebabkan hilangnya bagian kromosom.
protein yang dihasilkan menjadi tidak berguna
4. Jawaban: a atau rusak.
Pada gambar soal terlihat bahwa terjadi pe-
7. Jawaban: a
matahan kromosom sehingga mengakibatkan
Mutasi diam terjadi apabila ada penggantian basa
hilangnya bagian kromosom. Kromosom
nitrogen pada kodon, tetapi tidak mengubah jenis
ABCDE–FGH mengalami patahan di bagian
asam amino yang diterjemahkan oleh kodon
kromosom D sehingga susunannya berubah
tersebut. Penggantian basa nitrogen yang tidak

Biologi Kelas XII 101


mengubah hasil sintesis protein tersebut adalah B. Uraian
kodon UAC hanya dapat diganti oleh kodon UAU
yang sama-sama mengode tirosin. Sementara itu, 1. Mutasi merupakan perubahan struktur materi
kodon UCC mengode serin, CAC mengode genetis yang dapat diwariskan oleh induk kepada
histidin, UUC mengode fenilalanin, dan ACC generasi berikutnya. Namun, peristiwa mutasi
mengode treonin. tidak selalu dapat diwariskan kepada generasi
berikutnya. Mutasi yang terjadi pada sel soma
8. Jawaban: e atau sel tubuh tidak diwariskan kepada generasi
Peristiwa mutasi salah arti (missense mutation) berikutnya. Hal ini karena mutasi tersebut tidak
terjadi karena adanya perubahan protein yang melibatkan sel-sel germinal. Sementara itu,
disintesis sehingga dapat mengakibatkan mutasi yang dapat diwariskan kepada generasi
perubahan fungsi protein. Misalnya, terjadi berikutnya yaitu mutasi gametik. Hal ini karena
substitusi pada kodon GUU yang mengode valin mutasi tersebut terjadi pada sel-sel gamet
menjadi GCU yang mengode alanin. Adapun sehingga menyebabkan perubahan genetik pada
terjadi pengurangan dan penambahan basa sel gamet yang dapat mengakibatkan sel gamet
nitrogen merupakan peristiwa mutasi pergeseran mati.
kerangka (frameshitf mutations). Proses translasi
akan terhenti sebelum waktunya dan rantai 2. Mutasi pergeseran kerangka ( frameshift
polipeptida yang dihasilkan lebih pendek mutations) terjadi karena adanya pengurangan
merupakan peristiwa mutasi tanpa arti (nonsense dan penambahan basa nitrogen. Pengurangan
mutation). (delesi) dan penambahan (insersi) tersebut
memberikan efek yang besar terhadap proses
9. Jawaban: b sintesis protein. Selama proses translasi, mRNA
Aneusomi atau perubahan penggandaan terjadi dibaca sebagai suatu rangkaian triplet basa
karena peristiwa gagal berpisah (nondisjunction). nitrogen maka peristiwa delesi dan insersi dapat
Peristiwa tersebut terjadi pada saat bagian-bagian mengubah kerangka baca pesan genetik.
dari sepasang kromosom yang homolog tidak Akibatnya, protein yang dihasilkan menjadi rusak
memisahkan diri sebagaimana mestinya saat atau tidak berguna. Mutasi pergeseran kerangka
meiosis I atau terjadi pada saat pasangan ini memiliki efek yang lebih berbahaya
kromatid gagal berpisah selama meiosis II. Pada dibandingkan efek yang ditimbulkan oleh mutasi
peristiwa tersebut satu gamet menerima dua jenis akibat substitusi basa nitrogen.
kromosom yang sama dan satu gamet lainnya
tidak mendapat salinan sama sekali. Sementara 3. Asam nitrat dapat menyebabkan mutasi karena
itu, kromosom-kromosom lainnya akan ter- dapat menyebabkan perubahan pada basa nitro-
distribusi secara normal. Adapun aneuploidi gen. Apabila asam nitrat bereaksi dengan basa
merupakan individu yang mengalami pengurang- adenin akan membentuk zat baru yang disebut
an atau penambahan kromosom hanya pada hipoxantin. Zat tersebut dapat menempati
kromosom-kromosom tunggal di dalam suatu set kedudukan yang sebelumnya ditempati adenin
kromosom. Monoploidi, tetraploidi, dan triploidi dan berpasangan dengan sitosin, bukan lagi
merupakan macam-macam dari aneuploidi. dengan basa timin. Peristiwa tersebut dapat
menyebabkan deaminasi basa nitrogen. Proses
10. Jawaban: c deaminasi tersebut menyebabkan perubahan
Jumlah kromosom individu normal yang tidak asam amino yang dibentuk.
mengalami perubahan set kromosom adalah
diploid (2n). Berdasarkan uraian pada soal dapat 4. Gambar pada soal menunjukkan terjadinya
diketahui: mutasi dengan cara translokasi. Translokasi
Total kromosom = 20 adalah peristiwa pindahnya potongan dari sebuah
Jumlah kromosom individu normal = 2n (diploidi) kromosom ke potongan kromosom lain yang
Jadi, 20 = 2n bukan homolognya sehingga terbentuk
Apabila tanaman tersebut mengalami mutasi kromosom baru. Gambar pada soal terlihat bahwa
menyebabkan perubahan set kromosom individu. bagian kromosom BC patah dan patahan
2n = 20 kromosom tersebut menempel pada kromosom
n = 10 non homolognya. Peristiwa translokasi ini
Jika peristiwa mutasi tersebut menghasilkan termasuk mutasi besar atau mutasi kromosom
tanaman baru dengan total kromosom 40 berarti akibat perubahan struktur kromosom.
tanaman tersebut memiliki kromosom tetraploid
(4n).

102 Mutasi
5. Jika terjadi penggantian pada basa nitrogen ke-12 Kodon AGC mengode asam amino serin,
dengan basa adenin urutan rantai basa nukleotida sedangkan kodon AGA mengode asam amino
sebagai berikut. arginin. Adanya perubahan pembentukan asam
AUG CUU GAA AGA GGA UAA amino tersebut menyebabkan terjadinya peristiwa
Met Leu Glu Arg Gli Stop mutasi salah arti (missense mutation).

A. Pilihan Ganda merupakan salah satu ciri-ciri penderita sindrom


Down.
1. Jawaban: d
Sindrom Edwards terjadi akibat gagal berpisah 4. Jawaban: c
pada autosom nomor 18 ketika pembentukan sel Sindrom Turner disebabkan oleh sel telur yang
telur (oogenesis) sehingga formula kromosomnya tidak mengandung kromosom seks X dibuahi
2n + 1. Adapun sindrom Down terjadi akibat sperma yang mengandung kromosom seks X
kromosom mengalami trisomi pada autosom sehingga formula kromosomnya adalah 2n-1.
nomor 21 sehingga formula kromosomnya 2n + Oleh karena itu, kariotipe yang terbentuk adalah
1. Sindrom Jacob terjadi karena sel telur (X) 45 XO (44 autosom + 1 kromosom X) akibat
dibuahi oleh sperma YY akibat gagal berpisah. kehilangan satu kromosom X (monosomi).
Sindrom Patau terjadi karena kromosom Adapun sindrom Patau, sindrom Down, sindrom
mengalami trisomi pada autosom nomor 13. Edwards, dan sindrom Klinefelter merupakan
Sindrom Metafemale terjadi karena sel telur yang kelainan yang disebabkan trisomi.
mengandung kromosom XX (akibat gagal
5. Jawaban: b
berpisah) dibuahi oleh sperma X.
Anemia sel sabit merupakan salah satu penyakit
2. Jawaban: c yang diakibatkan oleh mutasi gen melalui
Sindrom Down disebabkan oleh kromosom yang mekanisme substitusi basa nitrogen. Suatu triplet
mengalami trisomi pada autosom nomor 21 CTT pada rantai DNA hemoglobin normal
sehingga formula kromosomnya adalah 2n+1. mengalami mutasi gen yaitu penggantian basa T
Oleh karena itu, kariotipenya menjadi 47 XX atau bagian tengah pada triplet CTT dengan basa A.
47XY. Sementara itu, peristiwa gagal berpisah Kesalahan pada triplet DNA mengakibatkan pula
pada kromosom nomor 18 menyebabkan kesalahan pada kodon mRNA yang seharusnya
terjadinya sindrom Edwards. Kelebihan kromosom GAA menjadi GUA yang mengode asam amino
pada autosom nomor 13 menyebabkan terjadinya valin. Kesalahan inilah yang mengakibatkan
sindrom Patau. Kelebihan kromosom seks X hemoglobin pada sel darah merah berbentuk
sehingga kromosom menjadi XXY menyebabkan sabit.
terjadinya sindrom Klinefelter. Kelebihan
6. Jawaban: a
kromosom seks Y sehingga kromosom menjadi
Mutasi tidak selalu merugikan, tetapi juga dapat
XYY menyebabkan terjadinya sindrom Jacob.
memberikan dampak menguntungkan. Salah satu
3. Jawaban: b dampak mutasi yang menguntungkan yaitu
Sindrom Klinefelter merupakan kelainan yang poliploidi pada tanaman. Poliploidi pada tanaman
disebabkan oleh trisomi pada gonosom. Sindrom dapat menghasilkan buah yang besar, tidak
Klinefelter memiliki ciri-ciri sebagai berikut. memiliki biji, rasa lebih manis, morfologi tanaman
1) Kariotipe: 47, XXY (kelebihan kromosom X) lebih baik dibandingkan tanaman biasa,
yang diderita oleh laki-laki, tetapi memiliki produktivitas tinggi, dan bernilai jual tinggi.
tanda-tanda kewanitaan. Namun, tanaman poliploid ini tidak dapat
2) Tumbuh payudara. dikembangbiakkan secara generatif karena
3) Pertumbuhan rambut kurang. menghasilkan buah tanpa biji.
4) Lengan dan kaki panjang.
7. Jawaban: e
5) Suara seperti wanita.
Sinar X merupakan sinar radioaktif yang meng-
6) Testis kecil.
untungkan manusia karena dapat digunakan
7) Bersifat steril (mandul).
dalam pengobatan kanker. Prinsip kerja sinar
Adapun tanda kelamin sekunder tidak tumbuh
radioaktif tersebut yaitu apabila sinar radioaktif
dan memiliki leher pendek merupakan ciri-ciri
dipaparkan ke jaringan menyebabkan terjadinya
penderita sindrom Turner. Mulut selalu terbuka
ionisasi molekul air dalam sel sehingga akan

Biologi Kelas XII 103


terbentuk radikal bebas di dalam sel. Akibatnya, sehingga hemoglobin menjadi abnormal. Adanya
sel tersebut akan mati. Selain itu, lintasan sinar sel-sel darah berbentuk bulan sabit ini me-
radioaktif juga dapat menyebabkan kerusakan nyebabkan sel darah tidak mampu menjalankan
akibat tertumbuknya DNA yang diikuti dengan fungsinya dengan baik dalam mengangkut O2 ke
kematian sel. Oleh karena itu, sinar radioaktif seluruh tubuh. Sel darah yang berbentuk sabit
tersebut dapat membunuh sel-sel kanker. juga akan mengalami kesulitan saat melewati
Sementara itu, untuk memperoleh tanaman ber- pembuluh darah terutama pembuluh-pembuluh
kualitas unggul dan memperbaiki sifat tanaman darah kecil. Sel darah akan tersangkut dan
digunakan teknik radiasi dengan sinar gamma. menyumbat pembuluh darah sehingga pasokan
Membasmi hama pada tanaman digunakan O2 akan berkurang. Saat melewati pembuluh
mutagen kimia yaitu pestisida. Menghasilkan darah sifat sel sabit yang rapuh akan pecah
buah tanpa biji digunakan mutagen kimia berupa sehingga mengakibatkan penderita mengalami
kolkisin. anemia berat, penyumbatan aliran darah, dan
kerusakan organ bahkan kematian.
8. Jawaban: e
Kolkisin merupakan mutagen kimiawi yang 2. Jika sel telur yang mengandung kromosom X
mengakibatkan tanaman bersifat poliploid yang dibuahi oleh sperma yang mengandung
menghasilkan buah tanpa biji sehingga tanaman kromosom YY akan mengakibatkan sindrom
menjadi steril, dan tidak dapat diperbanyak Jacob sehingga kariotipenya menjadi 47 XYY.
secara generatif. Kelebihan tanaman poliploid Sindrom tersebut terjadi akibat peristiwa gagal
antara lain pertumbuhannya cepat, morfologi berpisah pada gonosom pria. Adapun ciri-ciri
tanaman lebih baik dibanding tanaman biasa, penderita sindrom Jacob sebagai berikut.
buah besar, lebih manis, kandungan gizi tidak a. Berperawakan tinggi.
turun bahkan dapat meningkat, serta menghasil- b. Bersifat antisosial dan agresif.
kan buah tanpa biji. c. Suka melawan hukum.
9. Jawaban: b 3. Sindrom Metafemale terjadi karena sel telur yang
Pada budi daya semangka tanpa biji, pemberian mengandung kromosom XX dibuahi oleh sperma
kolkisin pada tunas dan perendaman biji yang mengandung kromosom X akibat peristiwa
semangka ke dalam kolkisin dapat mencegah gagal berpisah. Keadaan tersebut mengakibatkan
terbentuknya benang-benang spindel selama kariotipenya menjadi 44A + XXX. Oleh karena itu,
mitosis. Tanpa benang spindel, kromatid-kromatid sindrom Metafemale disebut juga sindrom triple-X
tidak dapat dipisahkan. Hal itu dapat meng- yang diderita oleh wanita.
akibatkan melipatgandanya jumlah kromosom, 4. Wanita hamil yang menderita kanker kulit tidak
misal 3n (triploid). akan mewariskan penyakit tersebut kepada
keturunannya. Kanker kulit adalah salah satu
10. Jawaban: a penyakit yang bisa disebabkan oleh mutasi pada
% normal >< & normal sel somatik yaitu sel kulit. Suatu kelainan hanya
46A XY 46A XX dapat diwariskan pada keturunannya apabila
mutasi terjadi pada sel gamet/kelamin. Jadi,
kanker kulit kemungkinan besar tidak akan
23X 23Y 24XX 22 diturunkan kepada anak-anaknya.
5. Tidak selalu radiasi memberikan dampak yang
merugikan. Radiasi dapat dimanfaatkan dalam
47XXY 47XXX 45XO 45YO pemuliaan tanaman. Pemuliaan tanaman
dilakukan untuk menghasilkan varietas baru dan
Dengan demikian, kelainan yang mungkin diderita
mempertahankan kemurnian benih varietas yang
oleh keturunannya sebagai berikut.
dihasilkan. Radiasi yang digunakan adalah sinar
1) 47 XXY = Sindrom Klinefelter gamma yang mampu menembus biji tanaman
2) 47 XXX = Sindrom Metafemale (Triple-X) hingga pada lapisan DNA. Perubahan yang terjadi
3) 45 XO = Sindrom Turner pada DNA tersebut akan menghasilkan per-
4) 45 YO = Letal ubahan sifat pada keturunannya karena telah
mengalami mutasi. Dengan teknik radiasi tersebut
B. Uraian dapat diperoleh sifat-sifat baru yang lebih unggul
dari varietas induknya, meliputi daya hasil, daya
1. Sel darah berbentuk bulan sabit sering disebut adaptasi, umur tanaman, ser ta ketahanan
anemia sel sabit (sickle-cell anemia). Anemia sel terhadap hama dan penyakit.
sabit diakibatkan oleh mutasi gen pada manusia

104 Mutasi
Macam Mutasi
Berdasarkan Letak
Sel yang Mengalami
Mutasi Somatik
Mutasi
Mutasi Gametik

Macam Mutasi
Berdasarkan
Penyebabnya Mutasi Alami (Spontan)
Macam Mutasi
Mutasi Induksi (Buatan)

Macam Mutasi Delesi dan Insersi Basa Nitrogen


Berdasarkan Mutasi Gen/Mutasi Titik/Point Mutation
Adanya Substitusi (Penggantian) Basa Nitrogen
Terjadinya

Mutasi karena Perubahan Struktur Kromosom


Mutasi Kromosom/Mutasi Besar/Aberasi
Mutasi karena Perubahan Jumlah Kromosom

Mutasi

Dampak Mutasi Kelainan pada Manusia


yang Bersifat Akibat Mutasi Gen
Sindrom Turner
Merugikan
Sindrom Klinefelter

Sindrom Jacob
Kelainan pada Manusia
Sindrom Down
Akibat Mutasi Kromosom
Sindrom Edwards

Dampak Mutasi dalam Sindrom Metafemale (Triple-X)


Kehidupan
Sindrom Patau

Dampak Mutasi Mutasi Alami dan Buatan pada Tanaman Sansevieria


yang Bersifat
Menguntungkan Penggunaan Kolkisin pada Semangka Tanpa Biji

Biologi Kelas XII


Penggunaan Radiasi Sinar Gamma pada Sorgum

Penggunaan Sinar Radioaktif (Radioterapi) pada Pengobatan Kanker

105
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: d
Mutasi pada sel gamet dapat diturunkan kepada
1. Jawaban: b keturunannya. Kemungkinan besar sel gamet
Mutasi merupakan peristiwa perubahan materi ayah mengalami perubahan informasi genetik.
genetis yang dapat diturunkan kepada generasi Radiasi pada sel soma dapat mengakibatkan
berikutnya. Namun, mutasi tidak selalu diturunkan mutasi. Mutasi yang terjadi pada sel soma tidak
kepada keturunannya. Mutasi yang tidak diwariskan kepada keturunannya. Sementara itu,
diturunkan kepada keturunannya adalah mutasi radiasi sinar UV hanya mengakibatkan mutasi
somatik. Mutasi dapat terjadi pada sel-sel tubuh somatik sehingga sifat hasil mutasi tidak
dan sel-sel gamet. Berdasarkan penyebabnya, diwariskan.
mutasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu mutasi
alami (spontan) dan mutasi buatan (induksi). 6. Jawaban: b
Mutasi alami dapat terjadi secara kebetulan dan Peristiwa mutasi salah arti (missense mutation)
lambat, tetapi pasti. Mutasi alami biasanya bersifat terjadi apabila ada perubahan protein yang
merugikan, sedangkan mutasi buatan biasanya disintesis sehingga dapat mengakibatkan
bersifat menguntungkan. terjadinya perubahan fungsi protein. Kodon AGA
mengode asam amino arginin dan akan terjadi
2. Jawaban: d missense mutation jika kodon AGA berubah
Mutasi titik atau mutasi gen adalah mutasi yang menjadi AGU yang mengode serin. Adapun kodon
terjadi pada susunan basa nukleotida pada AGG, CGA, CGG merupakan kodon yang
molekul gen (DNA), bukan pada lokus atau mengode asam amino arginin. UGA mengode
bagian lain dari kromosom. Perubahan susunan kodon stop.
basa nukleotida tersebut dapat terjadi karena
adanya substitusi/penggantian basa nitrogen 7. Jawaban: d
serta peristiwa delesi dan insersi basa nitrogen. Hilangnya basa U pada triplet AUG mengakibat-
Sementara itu, mutasi kromosom/mutasi besar kan pergeseran pembacaan kode genetik.
adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan Peristiwa ini disebut dengan mutasi pergeseran
jumlah kromosom. Mutasi kromosom disebut juga kerangka. Sementara itu, terjadi perubahan
aberasi. Nondisjunction adalah peristiwa gagal sintesis protein akibat peristiwa mutasi salah arti.
berpisah dari kromosom seks saat pembelahan Terbentuk protein yang tidak berguna akibat
sel sehingga dapat menyebabkan kelainan. peristiwa mutasi tanpa arti. Terjadi mutasi tanpa
perubahan sintesis protein akibat peristiwa mutasi
3. Jawaban: e diam.
Berdasarkan letak sel, mutasi dibedakan menjadi
dua yaitu mutasi somatik dan mutasi gametik. 8. Jawaban: e
Mutasi somatik adalah mutasi yang terjadi pada Kromosom gamet hasil dari proses nondisjunction
sel-sel tubuh seperti zigot, sel-sel embrio, jaringan saat meiosis II adalah n + 1, n – 1, dan n.
epitel, jaringan otot, jaringan pengikat, dan Kromosom gamet hasil nondisjunction saat meio-
jaringan saraf. Mutasi somatik tidak diwariskan sis I adalah n+1 dan n – 1.
kepada keturunannya. Sementara itu, mutasi 9. Jawaban: a
gametik adalah mutasi yang terjadi pada sel-sel Translokasi terjadi ketika potongan sebuah
gamet (sel-sel kelamin) sehingga mutasi tersebut kromosom patah, lalu berpindah ke potongan
dapat diwariskan kepada keturunannya. kromosom lain yang bukan homolognya sehingga
4. Jawaban: c terbentuk kromosom baru. Pada gambar ditunjuk-
Inversi adalah peristiwa patahnya kromosom di kan semula kromosom mempunyai alel ABCDEF.
dua tempat yang diikuti dengan penyisipan Kromosom tersebut mengalami pematahan
kembali gen-gen tersebut dengan urutan terbalik. sehingga terbentuk dua patahan kromosom yaitu
Adapun pengurangan jumlah gen dalam kromosom beralel ABC dan kromosom beralel
kromosom dan sebagian patahan kromosom DEF. Selanjutnya, kromosom beralel DEF ber-
hilang merupakan peristiwa delesi pada mutasi gabung dengan kromosom lain yang bukan
besar. Penambahan sebagian gen dari kromosom homolognya, yaitu WXYZ sehingga terbentuk
homolog merupakan peristiwa duplikasi. kromosom DEFWXYZ. Sementara itu, duplikasi
terjadi akibat penambahan sebagian gen dari

106 Mutasi
kromosom homolog. Katenasi terjadi karena ujung potongan sebuah kromosom ke potongan
kromosom homolog saling berdekatan sehingga kromosom nonhomolog.
membentuk lingkaran. Inversi terjadi akibat
13. Jawaban: c
patahnya kromosom di dua tempat yang diikuti
Keadaan normal suatu individu adalah
dengan penyisipan kembali gen-gen tersebut
2n (PP QQ RR), sehingga n = P Q R. Namun,
dengan urutan terbalik. Delesi terjadi karena
karena adanya mutasi terjadi pelipatgandaan set
kromosom patah dan kehilangan sebagian gen.
kromosom menjadi PPPP QQQQ RRRR = 4n.
10. Jawaban: c Dengan demikian, jumlah kromosom setelah
Gambar pada soal menunjukkan peristiwa mutasi mengalami mutasi adalah 4n (tetraploid).
delesi dan translokasi. Delesi terjadi ketika ada
14. Jawaban: b
pematahan kromosom yang mengakibatkan
Pemberian kolkisin pada proses perendaman biji
hilangnya sebagian kromosom. Pada kromosom
semangka dapat mencegah terbentuknya benang-
PQRSTU mengalami pematahan dan kehilangan
benang spindel selama terjadi pembelahan
satu bagian kromosomnya (gen U) sehingga
mitosis. Tanpa benang spindel, kromatid-kromatid
terbentuk kromosom PQRST. Sementara itu,
tidak dapat dipisahkan. Akibatnya, terjadi pelipat-
translokasi terjadi jika suatu bagian dari satu
gandaan jumlah kromosom seperti 3n (triploid)
kromosom pindah ke kromosom lain yang bukan
yang merupakan bibit semangka tanpa biji.
homolognya. Gen U hasil proses delesi
bergabung dengan kromosom lain yang bukan 15. Jawaban: a
homolognya yaitu KLMN sehingga terbentuk Sindrom Klinefelter merupakan kelainan yang
kromosom KLMNU. Adapun duplikasi terjadi jika disebabkan oleh sel telur yang membawa
ada penambahan bahan kromosom sehingga kromosom X dibuahi oleh sperma yang
suatu bagian kromosom terdapat lebih dari dua mengandung kromosom XY atau sel telur yang
kali dalam sel diploid normal. Katenasi terjadi membawa kromosom XX dibuahi oleh sperma
karena ujung kromosom homolog saling yang membawa kromosom Y. Pembuahan
berdekatan sehingga membentuk lingkaran. tersebut mengakibatkan trisomi dengan kelebihan
kromosom X yang diderita oleh laki-laki. Sindrom
11. Jawaban: d
Klinefelter ditandai dengan testis tidak ber-
Gambar soal menunjukkan bahwa terjadi
kembang, aspermia (bersifat steril/mandul), suara
duplikasi alel BC sehingga susunannya berubah.
mirip wanita, tumbuh payudara, lengan dan kaki
Pada awalnya susunan kromosom ABCDEFGH,
panjang, serta tuna mental. Sementara itu, sindrom
lalu terjadi duplikasi berubah menjadi
Jacob merupakan trisomi pada kromosom seks
ABCBCDEFGH. Duplikasi tersebut terjadi akibat
dengan kelebihan kromosom Y pada pria.
penambahan sebagian gen dari kromosom
Sindrom Jacob ditandai dengan sifat antisosial
homolog. Sementara itu, delesi terjadi karena
dan agresif, berperawakan tinggi, serta suka
kromosom patah dan kehilangan sebagian gen.
melawan hukum. Sindrom Turner terjadi akibat
Inversi terjadi ketika kromosom patah pada dua
kehilangan satu kromosom X dan diderita oleh
tempat dan patahan tersebut bergabung kembali
wanita. Sindrom Down dikarenakan oleh trisomi
dengan urutan terbalik. Katenasi terjadi karena
pada autosom nomor 21. Sindrom Down ditandai
ujung kromosom homolog saling mendekat
oleh kepala lebar, wajah bulat, mulut selalu
sehingga membentuk lingkaran. Translokasi
terbuka, hidung besar, mata sipit, bibir tebal, dan
terjadi ketika patahan dari kromosom menempel
IQ rendah. Adapun sindrom Patau dikarenakan
pada kromosom lain yang bukan homolognya.
oleh trisomi pada autosom nomor 13. Ciri-ciri
12. Jawaban: b sindrom Patau yaitu polidaktili, mata kecil,
Hilangnya bagian dari sebuah kromosom mempunyai celah bibir, cacat mental, dan tuli.
merupakan mutasi kromosom melalui mekanisme
16. Jawaban: c
delesi. Delesi dapat terjadi karena kromosom Sindrom Turner terjadi karena kelainan yang
patah dan kehilangan sebagian gen. Adisi disebabkan monosomi. Sindrom ini disebabkan
(insersi) adalah peristiwa penambahan basa pada oleh sel telur yang tidak mengandung kromosom
rantai DNA. Inversi adalah kerusakan struktur X dibuahi sperma yang mengandung kromosom
kromosom karena kromosom memiliki urutan gen X sehingga formula kromosomnya 2n-1.
yang terbalik. Duplikasi merupakan rusaknya Sementara itu, sindrom Down disebabkan adanya
struktur kromosom karena kromosom memiliki trisomi pada autosom nomor 21 sehingga formula
gen-gen yang berulang. Translokasi adalah kromosomnya 2n+1. Sindrom Jacob terjadi
kerusakan struktur kromosom karena pindahnya karena sel telur yang mengandung kromosom X

Biologi Kelas XII 107


dibuahi oleh sperma yang mengandung keanekaragaman hayati. Selain dapat menimbul-
kromosom YY yang gagal berpisah. Sindrom kan kerugian, penggunaan radiasi juga dapat
Klinefelter disebabkan oleh sel telur yang memberi keuntungan seperti munculnya varietas
mengandung kromosom X dibuahi oleh sperma baru yang lebih unggul.
yang mengandung kromosom XY atau sel telur
20. Jawaban: b
yang mengandung kromosom XX dibuahi oleh
Mutasi yang dapat menyebabkan terjadinya
sperma yang mengandung kromosom Y. Sindrom
perubahan pada kerangka baca pesan genetik
Metafemale terjadi karena sel telur yang
yaitu mutasi pergeseran kerangka (frameshift
mengandung kromosom XX (akibat gagal
mutations ). Mutasi pergeseran kerangka
berpisah) dibuahi oleh sperma yang mengandung
( frameshift mutations ) adalah peristiwa
kromosom X.
pergeseran triplet pada saat translasi yang
17. Jawaban: e mengubah pesan genetik yang disampaikan oleh
Mutagen adalah suatu zat yang mengakibatkan mRNA. Mutasi pergeseran kerangka (frameshift
mutasi. Mutagen dibedakan menjadi dua jenis mutations) disebabkan oleh delesi maupun insersi
yaitu mutagen alami dan mutagen induksi/buatan. basa nitrogen pada gen tunggal. Efek mutasi
Mutagen alami terdiri atas radiasi sinar kosmis, pergeseran kerangka lebih berbahaya daripada
radiasi sinar ultraviolet, radiasi radioaktif alam, efek yang ditimbulkan oleh mutasi akibat
dan radiasi ionisasi interval dari bahan radioaktif substitusi basa nitrogen. Adapun proses translasi
yang mungkin terkandung dalam jaringan yag berhenti sebelum waktunya dan satu kodon
terkontaminasi. Adapun mutagen induksi/buatan menyintesis satu asam amino menjadi kodon stop
terdiri atas mutagen kimiawi dan mutagen fisika. dapat menyebabkan mutasi tanpa arti (nonsense
Contoh mutagen kimiawi yaitu kolkisin, asam mutation). Substitusi pada kodon yang mengode
nitrat, gas metan, dan senyawa alkil. Contoh asam amino berbeda dapat menyebabkan mutasi
mutagen fisika yaitu radiasi sinar X, radiasi sinar salah arti (missense mutation). Satu asam amino
gamma, radiasi sinar beta, radiasi neutron, dan dapat dikodekan oleh beberapa kodon yang
radiasi elektron. berbeda dapat menyebabkan mutasi diam (silent
mutation).
18. Jawaban: e
Radiasi sinar ultraviolet termasuk jenis mutagen
Soal nomor 21–30 hanya ada di buku guru
alami. Penyakit kanker kulit terjadi karena
sebagai soal pengayaan bagi Bapak/Ibu
peristiwa mutasi pada sel tubuh akibat radiasi
Guru
sinar ultraviolet. Paparan sinar ultraviolet yang
berlebihan menyebabkan rusaknya materi
genetik pada sel-sel kulit. Apabila kondisi ini 21. Jawaban: d
terjadi secara terus-menerus menyebabkan Mutasi diam (silent mutation) terjadi apabila ada
pertumbuhan sel kulit menjadi tidak terkontrol perubahan kodon, tetapi tidak memberikan
sehingga memicu penyakit kanker kulit. Adapun perubahan pada sintesis protein. Mutasi diam
radiasi sinar X, sinar beta, dan sinar gamma terjadi dalam penggantian basa guanin dengan
termasuk jenis mutagen buatan. Radiasi sinar X basa adenin karena kodon GUG dan GUA
dan sinar gamma digunakan untuk pengobatan mengode asam amino yang sama yaitu valin.
kanker. Radiasi sinar beta dapat digunakan untuk Adapun perubahan fungsi protein akibat
meningkatkan hasil produksi tanaman. Sinar pembentukan asam amino yang berbeda terjadi
kosmis termasuk jenis mutagen alami. Radiasi pada saat mutasi salah arti (missense mutation).
sinar kosmis dapat merusak otak manusia. Pergeseran pembacaan pada kode genetik terjadi
pada saat mutasi pergeseran kerangka
19. Jawaban: e
(frameshift mutation). Perubahan kodon asam
Peristiwa mutasi dapat mengubah susunan gen
amino menjadi kodon stop terjadi pada saat
ataupun kromosom. Perubahan tersebut dapat
mutasi tanpa arti (nonsense mutation).
mengakibatkan perubahan produk gen dan
perubahan fenotipe. Mutasi dapat terjadi akibat 22. Jawaban: b
penggunaan radiasi pada pembuatan bibit unggul Jika basa N yang bertanda panah diganti dengan
tanaman poliploidi. Penggunaan radiasi tersebut basa sitosin tidak akan mengubah protein yang
dapat menimbulkan kerugian yaitu punahnya dihasilkan karena kodon UUU dan UUC sama-
plasma nutfah tertentu. Punahnya plasma nutfah sama mengode asam amino fenilalanin. Mutasi
menyebabkan sifat asli dari organisme akan demikian ini disebut mutasi diam.
tersingkir sehingga mengakibatkan penurunan

108 Mutasi
23. Jawaban: b 27. Jawaban: d
Rantai DNA menjadi lebih pendek, fungsi protein Gambar pada soal menunjukkan kariotipe yang
yang disintesis menjadi berubah, pengkodean dimiliki oleh manusia tidak normal. Pada kariotipe
asam amino akan berubah merupakan pengaruh tersebut terjadi peristiwa trisomi pada autosom
yang ditimbulkan akibat nonsense mutation . nomor 13. Peristiwa tersebut mengakibatkan
Adapun struktur kromosom menjadi rusak dan seseorang menderita sindrom Patau. Adapun
jumlah kromosom menjadi berkurang merupakan sindrom Klinefelter disebabkan karena peristiwa
akibat adanya mutasi kromosom. trisomi pada gonosom (kelebihan kromosom seks
X). Sindrom Edwards disebabkan oleh peristiwa
24. Jawaban: c
trisomi pada autosom nomor 18. sindrom Turner
Gamet yang dihasilkan pada saat gagal berpisah
disebabkan oleh peristiwa monosomi (kehilangan
adalah n, n – 1, dan n + 1. Fertilisasi yang terjadi
satu kromosom seks X). sindrom Down disebab-
pada dua gamet n + 1 menjadikan keturunan
memiliki set kromosom trisomi ganda dengan kan oleh peristiwa trisomi pada autosom nomor
simbol (2n + 1 + 1). Fertilisasi dua gamet n – 1 21.
menghasilkan keturunan dengan set kromosom 28. Jawaban: a
(2n – 1 – 1) atau monosomi ganda. Jika terjadi Sindrom Down terjadi karena kromosom
fertilisasi antara gamet n + 1 dengan gamet n mengalami trisomi pada autosom nomor 21
akan menghasilkan keturunan trisomi (2n + 1). sehingga formula kromosom adalah 2n + 1.
Jika terjadi fertilisasi antara gamet n – 1 dengan Adapun ciri-ciri sindrom Down sebagai berikut.
gamet n akan menghasilkan keturunan 1) Memiliki kariotipe 47 XX atau 47 XY.
monosomi (2n – 1). 2) Lengan/kaki kadang-kadang bengkak.
25. Jawaban: d 3) Mongolisme, bertelapak tebal seperti telapak
Berdasarkan skema pada soal, terjadi adanya kera dan garis tangan abnormal.
substitusi basa guanin dengan basa sitosin pada 4) Mulut selalu terbuka.
kodon ke-2. Guanin merupakan basa dari 5) Hidung besar dan lebar.
golongan purin, sedangkan sitosin merupakan 6) Wajah bulat.
basa golongan pirimidin. Dengan demikian, terjadi 7) IQ rendah (±40).
substitusi basa purin dengan basa golongan Sementara itu, pertumbuhan rambut kurang serta
pirimidin. Peristiwa semacam ini disebut dengan lengan dan kaki panjang merupakan ciri-ciri
transversi. Sementara itu, substitusi yang terjadi sindrom Klinefelter. Tanda kelamin sekunder tidak
pada basa dengan golongan yang sama seperti tumbuh merupakan ciri-ciri sindrom Turner.
purin dengan purin, pirimidin dengan pirimidin 29. Jawaban: d
disebut dengan transisi. Peristiwa insersi terjadi Penderita sindrom Turner memiliki kromosom
pada tingkat gen di mana terjadi penambahan 45 XO, artinya telah terjadi kehilangan 1 kromosom
basa nitrogen. Lain halnya dengan inversi yang kelamin. Peristiwa ini termasuk mutasi kromosom.
terjadi pada kromosom yaitu kromosom patah, lalu Pada penderita sindrom Turner, kromosom yang
patahan kromosom kembali terpasang dengan hilang adalah kromosom kelamin Y. Jadi, sindrom
urutan terbalik. Translokasi terjadi jika bagian Turner terjadi akibat mutasi kromosom tipe
kromosom patah lalu patahannya menempel aneuploidi monosomi pada kromosom kelamin.
pada kromosom yang bukan homolognya. 30. Jawaban: d
Semangka tanpa biji merupakan contoh produk
26. Jawaban: e
poliploid yang terbentuk melalui proses auto-
Translokasi terjadi jika suatu bagian dari suatu
poliploid. Autopoliploid adalah proses pem-
kromosom berpindah ke kromosom lain yang
bentukan poliploid menggunakan kromosom
bukan homolognya. Pada gambar ditunjukkan yang berasal dari spesies sama (genom meng-
semula kromosom mempunyai alel 1 2 3 4 5 6 7 ganda sendiri). Adapun perubahan penggandaan
dan 8 9 10 11 12. Kromosom 1 2 3 4 5 6 7 kromosom disebut dengan aneusomi. Perubahan
mengalami pematahan pada kromosom dua jumlah kromosom dalam satu set kromosom
tempat sehingga kromosom menjadi 1 4 5 6 7 disebut aneuploidi. Sel yang memiliki jumlah
dan 2 3. Sementara itu, kromosom 8 9 10 11 12 kromosom terdiri atas dua set disebut diploid
mengalami pematahan pada kromosom beralel (normal). Pembentukan poliploid kromosom yang
12 sehingga kromosom menjadi 8 9 10 11 dan berasal dari spesies berbeda disebut alopoliploid.
12. Selanjutnya, kromosom beralel 2 3 bergabung
dengan kromosom lain yang bukan homolognya,
yaitu 8 9 10 11 sehingga terbentuk kromosom
8 9 10 11 2 3.

Biologi Kelas XII 109


B. Uraian 6. Gambar pada soal menunjukkan kariotipe
sindrom Turner. Sindrom Turner disebabkan oleh
1. Rekayasa genetika merupakan upaya mengubah sel telur yang tidak mengandung kromosom X
susunan gen dalam kromosom untuk meng- dibuahi sperma yang mengandung kromosom X
hasilkan organisme dengan sifat yang meng- sehingga formula kromosom 2n – 1. Ciri-ciri
untungkan dengan mutagen fisik seperti radiasi sindrom Turner sebagai berikut.
atau mutagen biologi seperti virus. Dengan a. Kariotipe: 45 XO (44 autosom + satu
demikian, rekayasa genetika merupakan bagian kromosom X) akibat kehilangan satu
dari mutasi. kromosom X.
2. Mekanisme inversi dan translokasi terjadi akibat b. Tinggi badan cenderung pendek.
perubahan struktur kromosom. Inversi terjadi c. Leher pendek dan sisi leher tumbuh tambah-
akibat patahnya kromosom di dua tempat yang an daging seperti bersayap.
diikuti dengan penyisipan kembali gen-gen d. Payudara dan rambut kelamin tidak tumbuh.
tersebut dengan urutan terbalik. Inversi ini masih e. Tanda kelamin sekunder tidak tumbuh.
terjadi pada satu kromosom homolognya. f. Mengalami keterbelakangan mental.
Sementara itu, translokasi terjadi akibat g. Diderita oleh wanita.
pindahnya potongan dari kromosom ke potongan 7. Adanya peristiwa substitusi basa nitrogen dapat
kromosom lain yang bukan homolognya sehingga menyebabkan perubahan asam amino tunggal
terbentuk kromosom baru. di dalam daerah penting suatu protein seperti
3. Apabila rantai mRNA kehilangan basa C pada pada sisi aktif suatu enzim. Apabila terjadi
kodon ke-3 maka telah terjadi mutasi gen dengan perubahan asam amino tunggal pada sisi aktif
mekanisme delesi basa nitrogen. Setelah enzim akan mengubah aktivitas protein secara
mengalami mutasi gen, urutan basa dan asam signifikan. Perubahan tersebut lebih banyak
amino terjemahannya akan menjadi: menghasilkan protein yang tidak bermanfaat atau
AUG GAC UAA AGG AAU AG menghalangi fungsi seluler akibat protein yang
Met Asp Stop kurang aktif. Dengan demikian, fungsi protein
Rantai yang terbentuk menjadi semakin pendek akan mengalami kerusakan.
karena kodon stop muncul lebih awal. Kodon- 8. Transisi terjadi jika ada penggantian suatu basa
kodon setelah kodon stop menjadi tidak berguna purin (adenin dan guanin) oleh basa purin atau
karena tidak diterjemahkan lagi. suatu basa pirimidin (timin dan sitosin) oleh basa
4. Mutasi diam (silent mutation) terjadi pada saat pirimidin yang lain. Sebagai contoh suatu
satu asam amino dapat dikodekan oleh beberapa kromosom dengan urutan basa nitrogen
kodon yang berbeda. Meskipun telah terjadi CCGAAG termutasi menjadi CCAAAG.
perubahan pada satu kodon, tidak memberikan 9. Penggunaan sinar radiokatif secara terus-
perubahan pada sintesis protein. Sebagai contoh menerus dalam terapi dapat membahayakan
kodon GGC mengalami subtitusi basa nitrogen aktifitas gen karena gen-gen yang terkena radiasi
C dengan U sehingga kodon yang semula GGC pengion akan terputus ikatannya sehingga terjadi
berubah menjadi GGU. Meskipun telah terjadi ionisasi pada sel-sel pembentuk jaringan tubuh.
perubahan pada kodon GGC, hasil sintesis Ionisasi terjadi apabila elektron terlepas dari suatu
protein tetap mengode asam amino yang sama atom dan bergabung dengan atom lainnya.
yaitu glisin. Molekul-molekul DNA yang tersusun atas atom-
5. atom yang terionisasi dapat menyebabkan gen
menjadi labil dan mudah berubah.
%46 XY >< &46 XX
normal normal 10. Kolkisin merupakan mutagen buatan yang dapat


⎯⎯⎯

⎯⎯⎯

mencegah terbentuknya benang-benang spindel


→⎯⎯

→⎯⎯

selama terjadi pembelahan mitosis. Tanpa benang


24,XY 22 23X 23X spindel, kromatid-kromatid tidak dapat dipisah-


kan. Akibatnya, terjadi pelipatgandaan kromosom
(poliploidi). Hasil mutasi tersebut bersifat meng-
47 XXY 45 XO untungkan karena dapat menghasilkan tanaman
(Sindrom Klinefelter) (Sindrom Turner) mutan poliploid yang memiliki sifat unggul seperti
Apabila kromosom gamet jantan gagal berpisah ukuran buah lebih besar, rasa buah lebih manis,
saat fertilisasi, kemungkinan keturunan akan buah tanpa biji, dan produktivitasnya tinggi.
menderita sindrom Klinefelter atau sindrom Turner.

110 Mutasi
A. Pilihan Ganda pemisahan dan pertukaran bagian kromatid dari
1. Jawaban: c sepasang kromosom homolog. Gagal berpisah
Tipe penentuan jenis kelamin pada makhluk hidup merupakan peristiwa yang mengakibatkan sel
dibedakan menjadi empat tipe yaitu tipe XY, XO, anak kelebihan atau kekurangan kromosom.
ZW, dan haplo-diploid. Tipe XO terdapat pada 3. Jawaban: a
serangga, misalnya belalang dan kutu daun. Pada Diagram perkawinan antara kucing jantan
tipe XO hanya terdapat satu kromosom yaitu berambut kuning dengan kucing betina berambut
kromosom X, sedangkan O bukanlah simbol hitam sebagai berikut.
kromosom seks. Dalam sel somatisnya, serangga
betina memiliki dua kromosom X (XX) dan
P : % XbY >< & XBXB
serangga jantan hanya memiliki satu kromosom (kuning) (hitam)
X (XO). Oleh karena itu, jumlah kromosom sel G : Xb, Y XB
somatis individu betina lebih banyak daripada F1 : XBXb = betina belang tiga (kaliko)
jumlah kromosom pada individu jantan. XBY = jantan hitam
Sementara itu, individu betina bersifat
heterogametik merupakan ciri tipe ZW. Individu Jadi, persentase anak kucing berambut kuning
jantan menghasilkan dua macam gamet sebesar 0%.
merupakan ciri tipe XY. Terjadi pada serangga 4. Jawaban: c
yang melakukan partenogenesis, misalnya lebah Pada peristiwa gen V terpaut gen A dan gen v
madu merupakan ciri tipe haplo-diploid. terpaut gen a maka induk bergenotipe VvAa akan
menghasilkan gamet VA dan va serta induk
2. Jawaban: a
bergenotipe vvaa akan menghasilkan gamet va.
Persilangan antarsesama ayam redep (creeper)
Diagram persilangan Drosophila melanogaster
akan menghasilkan keturunan yang mati.
tersebut sebagai berikut.
Perhatikan diagram persilangan berikut.
P : & Cc >< % Cc P : % VvAa >< & vvaa
(ayam creeper) (ayam creeper) G : VA dan va va
G : C C F1 : VvAa = Drosophila melanogaster sayap
c c panjang–badan lebar
F1 : CC = letal vvaa = Drosophila melanogaster sayap
Cc = ayam creeper pendek–badan sempit
Cc = ayam creeper Jadi, perbandingan genotipe keturunannya
cc = ayam normal = VvAa : vvaa = 50% : 50%.
Berdasarkan diagram persilangan tersebut di- 5. Jawaban: a
ketahui bahwa gen CC mengakibatkan keturunan Nilai pindah silang (NPS)
bersifat letal. Hal ini terjadi karena peristiwa gen
Σ tipe rekombinan
letal yaitu gen yang mengakibatkan kematian jika = × 100%
Σ total keturunan
dalam keadaan homozigot. Gen letal yang terjadi
54 + 36
pada ayam redep merupakan gen letal dominan. = × 100%
108 + 54 + 36 + 92
Sementara itu, pautan gen terjadi akibat gen-gen
90
terletak pada lokus yang berdekatan dalam = × 100% = 31%
290
kromosom yang sama dan saat proses
pembentukan gamet saling terkait. Pautan seks Jadi, persentase gen yang mengalami pindah
merupakan peristiwa terdapatnya gen dalam silang sebesar 31%.
kromosom kelamin. Pindah silang merupakan

Biologi Kelas XII 111


6. Jawaban: b P : & XAXA >< % XaY
Polidaktili ditentukan oleh gen autosom. Orang (normal) (anodontia)
normal memiliki genotipe pp, sedangkan penderita G : XA Xa
polidaktili memiliki genotipe PP atau Pp. Adapun Y
diagram pernikahan kedua individu sebagai F1 : XAXa (perempuan carrier anodontia)
berikut. XAY (laki-laki normal)
P : % Pp >< & Pp Jadi, kemungkinan genotipe orang tua yang
(polidaktili) (polidaktili) menghasilkan satu anak perempuan carrier
G : P P anodontia dan satu anak laki-laki normal adalah
p p XAXA dan XaY.
F1 : PP(polidaktili)


10. Jawaban: b
Pp(polidaktili) 75%
Diagram perkawinan antara kucing jantan
Pp(polidaktili)
berwana hitam dengan kucing betina kaliko
pp(normal) → 25%
sebagai berikut.
Dengan demikian, persentase keturunan yang P : % XBY >< & XBXb
normal sebesar 25%. (hitam) (kaliko)
7. Jawaban: e G : XB, Y XB, Xb
Diketahui suami bergolongan darah B homozigot F1 : XBXB = betina hitam
= IBIB, dan istri bergolongan darah A heterozigot XBXb = betina kaliko
= IAIO. Diagram persilangan sepasang suami istri XBY = jantan hitam
sebagai berikut. XbY = jantan kuning
P : Ayah >< Ibu Peluang munculnya anak kucing yang memiliki
1
IBIB IAIO rambut seperti induk betina (kaliko) = 4 × 100%
G : IB IA = 25%.
IO
A B
11. Jawaban: e
F1 : I I (golongan darah AB)
Hemofilia dikendalikan oleh gen resesif h yang
IBIO (golongan darah B) terpaut kromosom X. Seorang perempuan normal
Jadi, kemungkinan golongan darah anak-anaknya yang ayahnya menderita hemofilia kemungkinan
adalah AB dan B. bersifat carrier hemofilia. Adapun diagram
8. Jawaban: a persilangan antara laki-laki normal dengan
Buta warna merupakan kelainan menurun perempuan carrier hemofilia sebagai berikut.
yang ditentukan oleh gen resesif dan terpaut P : & XHXh >< % XHY
kromosom X. Anak laki-laki mewarisi gen X dari (carrier hemofilia) (normal)
ibunya. Kelahiran anak laki-laki buta warna G : XH XH
X h Y
menunjukkan bahwa ibunya normal carrier.
Perhatikan diagram persilangan berikut. F1 : XHXH (perempuan normal)
P : & XXcb >< % XY XHXh (perempuan carrier hemofilia)
cb XHY (laki-laki normal)
G : X dan X X dan Y
XhY (laki-laki hemofilia)
F1 : XX = perempuan normal (25%)
Jadi, kemungkinan perbandingan fenotipe
XXcb = perempuan normal carrier (25%)
keturunannya adalah normal : carrier hemofilia :
XY = laki-laki normal (25%) hemofilia = 2 : 1 : 1.
XcbY = laki-laki buta warna (25%)
12. Jawaban: d
9. Jawaban: b Penderita gigi cokelat mempunyai gigi berwarna
Anodontia ditentukan oleh gen a yang terpaut cokelat dan mudah rusak karena kurang email.
pada kromosom X. Kelainan tersebut biasanya Penyakit ini disebabkan oleh gen dominan B yang
dijumpai pada laki-laki. Adapun diagram per- terpaut kromosom X. Alelnya yang bersifat resesif
silangannya sebagai berikut. b menentukan gigi normal. Diagram persilangan

112 Penilaian Tengah Semester 2


antara perempuan bergigi cokelat yang memiliki peta silsilah pada soal diketahui bahwa dari
ibu bergigi normal dengan laki-laki bergigi normal perkawinan individu 1 dengan 2 dihasilkan anak
sebagai berikut. albino. Perhatikan diagram persilangan berikut!
P : & XBXb >< % XbY P : & Aa >< % Aa
G : XB dan Xb Xb dan Y G : A, a A, a
F1 : XBXb = perempuan bergigi cokelat F1 : AA (normal)
XbXb = perempuan bergigi normal Aa (normal carrier)
XBY = laki-laki bergigi cokelat Aa (normal carrier)
XbY = laki-laki bergigi normal aa (albino)
Berdasarkan hasil persilangan tersebut diketahui Dengan demikian, kemungkinan genotipe individu
bahwa separuh anak laki-lakinya bergigi cokelat. 1 dan 2 adalah normal carrier.

13. Jawaban: b 16. Jawaban: d


Sifat albino dikendalikan oleh gen resesif a. P : & IBIO >< % IAIO
Diagram persilangan antara dua individu normal (B heterozigot) (A heterozigot)
G : I B >< IA
heterozigot sebagai berikut.
I O IO
P : & Aa >< % Aa
(normal heterozigot) (normal heterozigot) F1 : IAIB (golongan darah AB)
G : A A IAIO (golongan darah A heterozigot)
a a IBIO (golongan darah B heterozigot)
F1 : AA (normal homozigot) → 25% IOIO (golongan darah O)
Aa (normal heterozigot)


Dengan demikian, individu 1 bergolongan darah B


Aa (normal heterozigot) 50%
dengan genotipe IBIO.
aa (albino) → 25%
Dengan demikian, sifat keturunannya adalah 25% 17. Jawaban: a
normal homozigot, 50% normal heterozigot, dan Mutasi titik atau mutasi gen merupakan mutasi
25% albino. yang terjadi pada susunan basa nukleotida pada
molekul gen, bukan pada lokus atau bagian lain
14. Jawaban: a
dari kromosom. Mutasi titik dapat terjadi karena
Faktor pembawa sifat ukuran sayap dan ukuran
adanya peristiwa delesi dan insersi basa nitrogen
abdomen pada lalat buah terletak pada kromosom
serta penggantian (substitusi) basa nitrogen.
yang sama dan diturunkan bersama-sama.
Sementara itu, peristiwa yang mengakibatkan
Dengan kata lain, gen yang mengatur ukuran
munculnya tanaman poliploidi, terjadi perubahan
sayap bertaut dengan gen yang mengatur ukuran
set kromosom pada individu, serta mengakibatkan
abdomen. Gen B (sayap panjang) dominan
terjadinya peristiwa inversi dan translokasi adalah
terhadap gen b (sayap pendek) dan gen V
mutasi kromosom atau aberasi.
(abdomen lebar) dominan terhadap gen v
(abdomen sempit). Dengan demikian, gen 18. Jawaban: d
dominan akan selalu berpasangan dengan gen Diagram persilangan antara individu bergolongan
dominan (B dan V) dan gen resesif akan selalu darah AB dengan individu bergolongan darah O
berpasangan dengan gen resesif (b dan v). sebagai berikut.
P : % IAIB >< & IOIO
15. Jawaban: b
Albino merupakan kelainan akibat tubuh tidak G : IA IO
I B
mampu memproduksi pigmen kulit (melanin).
A O
F1 : I I (golongan darah A)
Penderita albino bergenotipe aa, orang normal
bergenotipe AA, dan orang normal carrier IBIO (golongan darah B)
bergenotip Aa. Normal carrier berarti orang Jadi, persentase anak yang bergolongan darah
tersebut normal, tetapi memiliki gen yang dapat B sebesar 50%.
menyebabkan keturunannya albino. Berdasarkan

Biologi Kelas XII 113


19. Jawaban: c 21. Jawaban: d
Diagram persilangan antara Drosophila jantan Orang angka 2 bergenotipe XC Y
mata merah–sayap panjang dengan Drosophila Orang angka 4 bergenotipe XC Xc
betina mata ungu–sayap pendek sebagai berikut. Orang angka 5 bergenotipe Xc Y
P : % PpKk >< & ppkk Orang angka 6 bergenotipe XC Xc
(mata merah– (mata ungu– Orang angka 7 bergenotipe XC Y
sayap panjang) sayap pendek) Orang angka 8 bergenotipe XC Xc
G : PK, Pk, pK, pk pk Orang angka 10 bergenotipe Xc Xc
Seorang laki-laki normal (2) menikah dengan
F1 : PpKk = mata merah–sayap panjang
wanita carrier (1) melahirkan anak laki-laki buta
= 445 ekor
warna dan anak perempuan carrier buta warna.
Ppkk = mata merah–sayap pendek
Berdasarkan data tersebut kemungkinan genotipe
= 90 ekor
wanita pada angka 1 adalah XC Xc (carrier buta
ppKk = mata ungu–sayap panjang
warna).
= X ekor
Perkawinan antara pria angka 2 dan wanita
ppkk = mata ungu–sayap pendek
angka 1 sebagai berikut.
= 360 ekor
Nilai Pindah Silang (NPS) P : % XC Y >< & XC Xc
(jumlah tipe rekombinan) G : XC XC
= (jumlah total keturunan)
× 100% Y Xc
C C
F1 : X X (keturunan angka 3)
⎛ (90 + X) ⎞
15% = ⎜ (445 + 360 + 90 + X) ⎟ × 100%
⎝ ⎠ XC Xc (keturunan angka 4)
(9.000 + 100X) XC Y
15 = (895 + X) Xc Y (keturunan angka 5)
13.425 + 15X = 9.000 + 100X Berdasarkan persilangan tersebut keturunan
13.425 – 9.000 = 100X – 15X angka 3 bergenotipe XC XC (normal).
4.425 = 85X Perkawinan antara pria angka 5 dan wanita
X = 52 angka 6 sebagai berikut.
Jadi, jumlah individu mata ungu–sayap panjang
P : % Xc Y >< & XC Xc
sebanyak 52 ekor.
G : Xc XC
20. Jawaban: a Y Xc
Mutasi diam terjadi apabila ada penggantian basa F1 : X Xc
C (keturunan angka 8)
nitrogen pada kodon, tetapi tidak mengubah jenis
Xc Xc (keturunan angka 10)
asam amino yang diterjemahkan oleh kodon
XC Y (keturunan angka 7)
tersebut. Kodon GGU mengalami susbtitusi basa
nitrogen U dengan A sehingga kodon yang semula Xc Y (keturunan angka 9)
GGU berubah menjadi GGA. Meskipun telah terjadi 22. Jawaban: e
perubahan pada kodon GGU, hasil sintesis protein Pada kucing, warna rambut terpaut pada
tetap mengode asam amino yang sama yaitu glisin. kromosom X. Akibatnya, kucing kaliko selalu
Sementara itu, mutasi salah arti (missense berkelamin betina dengan genotipe XBXb. Namun,
mutation) terjadi jika ada perubahan kodon akibat pada kasus tertentu kadang-kadang ditemukan
penggantian jenis basa nitrogen sehingga kucing kaliko jantan dengan genotipe XBXbY. Hal
menghasilkan pembentukan asam amino yang ini terjadi akibat peristiwa nondisjunction. Nondis-
berbeda dan menyebabkan perubahan fungsi junction (gagal berpisah) adalah peristiwa
protein. Mutasi tanpa arti (nonsense mutation) kromosom kelamin (gonosom) tidak mengadakan
terjadi apabila ada perubahan asam amino menjadi pemisahan ke kutub yang berlawanan pada waktu
kodon stop sehingga proses translasi akan berhenti meiosis. Gen letal atau gen kematian adalah gen
sebelum waktunya. Mutasi pergeseran kerangka yang dalam keadaan homozigotik dapat meng-
terjadi jika ada pengurangan atau penambahan akibatkan kematian individu yang memilikinya.
basa nitrogen sehingga mengakibatkan pergeseran Pautan gen adalah beberapa gen yang terletak
pembacaan pesan pada kode genetik. dalam kromosom yang sama dan saat proses

114 Penilaian Tengah Semester 2


pembentukan gamet saling berikatan. Pautan 25. Jawaban: e
seks adalah peristiwa terpautnya suatu sifat pada Nama Kelainan Penyebab
kromosom seks. Pindah silang adalah peristiwa
Sindrom Jacob Sel telur (X) dibuahi oleh sperma YY
bertukarnya bagian kromosom satu dengan akibat gagal berpisah.
kromosom lainnya yang sehomolog. Sindrom Down Trisomi pada autosom nomor 21.
Sindrom Turner Sel telur yang tidak mengandung
23. Jawaban: a kromosom X dibuahi oleh sperma yang
mengandung kromosom X.
Gambar pada soal menunjukkan kromosom Sindrom Edwards Gagal berpisah pada autosom nomor 18.
mengalami pematahan pada bagian CD. Sindrom Klinefelter Sel telur yang membawa kromosom X
dibuahi oleh sperma yang mengandung
Selanjutnya, kromosom CD terlepas dan hilang, kromosom XY.
sedangkan kromosom AB dan EFG bergabung
membentuk kromosom mutan ABEFG. Peristiwa 26. Jawaban: e
ini disebut delesi. Delesi merupakan peristiwa Sindrom Metafemale terjadi karena sel telur yang
mutasi yang terjadi karena adanya pematahan mengandung kromosom XX (akibat gagal
bagian tertentu pada kromosom sehingga berpisah) dibuahi oleh sperma yang mengandung
mengakibatkan hilangnya bagian kromosom yang kromosom X. Akibatnya, kariotipenya menjadi
patah tersebut. Sementara itu, inversi adalah 44A + XXX sehingga sindrom ini diderita oleh
peristiwa patahnya kromosom di dua tempat yang wanita. Sementara itu, sindrom Down terjadi
diikuti dengan penyisipan kembali gen-gen akibat peristiwa trisomi pada autosom nomor 21
dengan urutan terbalik. Katenasi adalah peristiwa sehingga formula kromosomnya 2n+1. Sindrom
yang terjadi karena ujung kromosom homolog Down memiliki kariotipe 47XX atau 47XY.
saling berdekatan sehingga membentuk Sindrom Patau terjadi akibat mengalami trisomi
lingkaran. Duplikasi adalah peristiwa penambahan pada autosom nomor 13 dengan kariotipe 47 XX
sebagian gen dari kromosom homolog. atau 47 XY. Sindrom Turner terjadi karena sel telur
Translokasi adalah peristiwa pindahnya potongan yang tidak mengandung kromosom X dibuahi oleh
dari sebuah kromosom ke potongan kromosom sperma yang mengandung kromosom X sehingga
lain yang bukan homolognya sehingga terbentuk formula kromosomnya 2n-1. Sindrom Turner
kromosom baru. memiliki kariotipe 45 XO. Sindrom Klinefelter
terjadi karena sel telur yang membawa kromosom
24. Jawaban: b X dibuahi oleh sperma yang mengandung
Insersi (adisi) merupakan penambahan atau kromosom XY. Sindrom Klinefelter memiliki
penyisipan satu basa nitrogen pada gen. kariotipe 47 XXY.
Berdasarkan soal, urutan basa nitrogen CTA GCG
ATC mengalami mutasi menjadi CTA GCG ATC G 27. Jawaban: c
karena terjadi penambahan basa G. Sementara itu, Sindrom Turner terjadi akibat sel telur yang tidak
urutan basa nitrogen GAT CGC TAG mengalami mengandung kromosom X dibuahi oleh sperma
mutasi menjadi GAT CGC TAG C karena terjadi yang mengandung kromosom X. Ciri-ciri penderita
penambahan basa C. Adapun delesi adalah sindrom Turner sebagai berikut.
penghapusan atau pengurangan satu atau lebih 1) Tinggi badan cenderung pendek.
basa nitrogen pada satu gen. Transisi adalah 2) Payudara dan rambut kelamin tidak tumbuh.
penggantian basa nitrogen dari golongan yang 3) Tanda kelamin sekunder tidak tumbuh.
sama. Transversi adalah penggantian basa nitrogen 4) Leher pendek dan sisi leher tumbuh
bukan dari golongan yang sama. Translokasi adalah tambahan daging seperti bersayap.
peristiwa pindahnya potongan dari sebuah 5) Mengalami keterbelakangan mental.
kromosom ke potongan kromosom lain yang bukan Sementara itu, sindrom Klinefelter terjadi akibat sel
homolognya sehingga terbentuk kromosom baru. telur yang membawa kromosom X dibuahi oleh
sperma yang mengandung kromosom XY, atau sel
telur yang membawa kromosom XX dibuahi oleh
sperma yang membawa kromosom Y. Adapun ciri-
ciri penderita sindrom Klinefelter sebagai berikut.

Biologi Kelas XII 115


1) Tumbuh payudara. 30. Jawaban: c
2) Pertumbuhan rambut kurang. Katenasi terjadi apabila ujung kromosom homolog
3) Suara seperti wanita. saling berdekatan sehingga membentuk lingkaran.
4) Lengan dan kaki panjang. Sementara itu, inversi terjadi ketika kromosom
5) Testis kecil. patah di dua tempat yang diikuti dengan penyisipan
kembali gen-gen pada kromosom yang sama
28. Jawaban: a
dengan urutan terbalik. Transisi terjadi jika ada
Pada skema dalam soal terdapat dua kromosom
penggantian suatu basa purin (adenin dan guanin)
yang mengalami pematahan. Selanjutnya, kedua
oleh basa purin yang lain atau suatu basa pirimidin
patahan kromosom bergabung lagi dengan
(timin dan sitosin) oleh basa pirimidin yang lain.
kromosom yang lain sehingga mengakibatkan
Transversi terjadi apabila terjadi penggantian suatu
perubahan susunan alel. Kromosom pertama
basa purin oleh basa pirimidin atau penggantian
yang awalnya mempunyai susunan alel
suatu basa pirimidin oleh basa purin. Translokasi
ABCDEFG menjadi ABCDENO dan kromosom
terjadi apabila ada suatu bagian dari satu
kedua yang awalnya mempunyai susunan
kromosom pindah ke kromosom lain yang bukan
HIJKLMNO menjadi HIJKLMFG. Peristiwa ini
homolognya.
disebut translokasi. Sementara itu, duplikasi
terjadi jika ada penambahan bahan kromosom
B. Uraian
sehingga suatu bagian kromosom terdapat lebih
dua kali dalam satu sel diploid yang normal. 1. Diagram perkawinan antara ayam creeper (Cc)
Transisi dapat terjadi jika ada pergantian suatu dengan ayam normal (cc) sebagai berikut.
basa purin (adenin dan guanin) oleh basa purin P : Cc >< cc
yang lain atau suatu basa pirimidin (timin dan (creeper) (normal)
sitosin) oleh basa pirimidin yang lain. Inversi G : C, c c
terjadi jika kromosom patah di dua tempat F1 : Cc = creeper
kemudian diikuti dengan penyisipan kembali gen- cc = normal
gen pada kromosom yang sama dengan urutan Jadi, perbandingan fenotipe F1-nya yaitu ayam
terbalik. Delesi terjadi jika ada pematahan creeper (Cc) : ayam normal = 50% : 50%. Dengan
kromosom yang mengakibatkan hilangnya satu demikian, tidak ada keturunan F1 yang bersifat
bagian kromosom. letal (CC).
29. Jawaban: d 2. Drosophila melanogaster mata merah–sayap nor-
Delesi terjadi ketika ada pematahan kromosom mal dan Drosophila melanogaster mata ungu–
yang mengakibatkan hilangnya satu bagian sayap keriput merupakan tipe parental, sedangkan
kromosom. Pada awalnya kromosom mempunyai Drosophila melanogaster mata merah–sayap
alel ABCD–EFG. Kromosom tersebut mengalami keriput dan Drosophila melanogaster mata ungu–
pematahan dan kehilangan satu bagian sayap normal merupakan tipe rekombinan.
kromosomnya (gen B) sehingga terbentuk alel Berdasarkan uraian pada soal dapat diperoleh data
ACD–EFG. Duplikasi terjadi jika terdapat sebagai berikut.
penambahan bahan kromosom sehingga suatu
1) Jumlah tipe parental = 265 + 215 = 480.
bagian kromosom terdapat lebih dari dua kali
dalam satu sel diploid yang normal. Pada awalnya 2) Jumlah tipe rekombinan = 74 + 52 = 126.
kromosom mempunyai alel ABCD–EFG. 3) Jumlah total keturunan = 480 + 126 = 606.
Selanjutnya, gen B hasil proses delesi bergabung 4) Nilai pindah silang (NPS)
dengan kromosom lain yang bukan homolognya Σ tipe rekombinan
yaitu ABCD–EFG sehingga terbentuk kromosom = × 100%
Σ total keturunan
ABBCD–EFG. Sementara itu, katenasi terjadi 126
karena ujung kromosom homolog saling = 606
× 100%
berdekatan sehingga membentuk lingkaran. = 0,208 x 100%
Translokasi terjadi jika ada potongan dari sebuah = 20,8%
kromosom berpindah ke potongan kromosom lain
yang bukan homolognya. Crossing over (pindah Jadi, nilai pindah silang dari persilangan tersebut
silang) terjadi apabila ada pertukaran sebagian sebesar 20,8%.
gen-gen suatu kromatid dengan gen-gen dari
kromatid pasangan homolognya.

116 Penilaian Tengah Semester 2


3. Hemofilia dikendalikan oleh gen resesif h yang F1 : XXcb (perempuan normal carrier)
terpaut kromosom X. Gen yang bersifat dominan XcbY (laki-laki buta warna)
(H) mampu memproduksi faktor pembeku darah, Jadi, dari persilangan tersebut diperoleh
sedangkan gen resesif (h) tidak mampu keturunan 50% anak perempuan normal carrier
memproduksi faktor pembeku darah. Sepasang dan 50% anak laki-laki buta warna.
suami istri yang normal dapat memiliki anak yang
menderita hemofilia apabila genotipe ibunya 6. Adanya substitusi basa nitrogen dapat meng-
heterozigot (normal carrier hemofilia). D i a - akibatkan perubahan asam amino sehingga dapat
gram persilangan antara perempuan normal car- menyebabkan mutasi. Berdasarkan uraian pada
rier hemofilia menikah dengan laki-laki normal soal dapat diketahui bahwa terjadi substitusi basa
sebagai berikut. nitrogen C dengan basa nitrogen G sehingga
kodon yang semula CCA berubah menjadi CGA.
P : & XHXh >< % XHY
Kodon CCA dan CGA mengode asam amino yang
(carrier hemofilia) (normal)
H
berbeda. Kodon CCA mengode prolin, sedangkan
G : X XH
kodon CGA mengode arginin. Adanya perubahan
Xh Y asam amino yang disintesis dapat menyebabkan
F1 : XHXH (perempuan normal) perubahan struktur kromosom sehingga terjadi
XHXh (perempuan normal carrier hemofilia) peristiwa mutasi salah arti (missense mutation).
XHY (laki-laki normal) 7. Pada pasangan suami istri yang memiliki faktor
XhY (laki-laki hemofilia) rhesus berbeda, kelahiran anak pertama dapat
Dengan demikian, pasangan tersebut dapat selamat, sedangkan pada kelahiran selanjutnya
memiliki anak yang menderita hemofilia apabila akan terjadi kelainan (kematian). Hal ini karena
genotipe ibunya bersifat heterozigot (normal dalam plasenta ibu sudah terbentuk banyak zat
carrier hemofilia) yang dapat membawa sifat antirhesus positif yang dapat menggumpalkan
hemofilia. Sementara itu, dari persilangan tersebut antigen rhesus dari janin kedua yang dikandung-
dapat diketahui bahwa persentase keturunannya nya. Penggumpalan ini disebabkan antibodi pada
darah ibu jumlahnya sangat banyak. Akibatnya,
yang normal sebesar 75%.
sebagian antibodi dapat masuk ke tubuh fetus
4. Cuping terpisah ditentukan oleh gen G, sedangkan atau janin melalui plasenta. Darah janin akan
cuping melekat ditentukan oleh gen g. Diagram mengalami kerusakan yang disebut eritroblastosis
persilangan tersebut sebagai berikut. fetalis. Gejala-gejala bayi yang menderita
P1 : & gg >< % GG eritroblastosis fetalis yakni tubuh sangat pucat dan
kuning serta hati dan limfa membengkak. Penyakit
G : g G ini dapat mengakibatkan kematian pada bayi.
F1 : Gg
8. Penderita albino sangat menderita ketika terkena
(cuping telinga terpisah)
sengatan sinar matahari karena dia tidak mem-
P2 : % Gg >< & gg punyai pigmen melanin yang berfungsi melindungi
G : G dan g g kulit dari radiasi matahari. Penderita albino
F2 : Gg (cuping telinga terpisah) diharuskan menggunakan sunscreen ketika
gg (cuping telinga melekat) terkena sinar matahari untuk melindungi kulit. Baju
penahan sinar matahari juga merupakan alternatif
Jadi, kemungkinan karakter telinga cucunya
lain untuk melindungi kulit dari sinar matahari yang
adalah cuping telinga terpisah dan cuping telinga
berlebihan.
melekat.
9. Delesi merupakan peristiwa hilangnya sebagian
5. Buta warna disebabkan oleh gen resesif cb yang
gen dari kromosom sehingga dapat mengakibat-
terpaut pada kromosom X. Diagram persilangan
kan perubahan kromosom. Perubahan kromosom
antara perempuan buta warna dengan laki-laki
tersebut dapat menyebabkan adanya kelainan
normal sebagai berikut.
pada tubuh sehingga dapat mengakibatkan cacat
P : & XcbXcb >< % XY
atau penyakit pada manusia seperti sindrom cri
(buta warna) (normal)
du cat dan antimongolisme. Penderita sindrom cri
G : Xcb X du cat mengalami delesi pada autosom nomor 5.
Y

Biologi Kelas XII 117


Sindrom cri du cat disebut juga sebagai sindrom dapat dihasilkan dengan memberikan zat kimia
kucing menangis karena penderita sindrom berupa kolkisin pada tunas dan saat perendaman
tersebut memiliki tangisan yang suaranya seperti biji. Pemberian kolkisin tersebut mencegah
kucing merintih. Sindrom cri du cat tidak terbentuknya benang-benang spindel selama
diturunkan kepada keturunannya. Adapun pembelahan mitosis. Tidak adanya benang
antimongolisme sering terjadi pada bayi yang baru spindel menyebabkan kromatid tidak dapat
lahir. Ciri-ciri bayi penderita antimongolisme dipisahkan. Akibatnya terjadi pelipatgandaan
adalah bayi lahir dengan mata rusak sebelah, jumlah kromosom, misalnya triploid yang
puncak hidung lebar, kuping rendah dan jelek, merupakan buah tanpa biji. Sementara itu,
serta biasanya tidak berumur panjang. pengobatan kanker dapat menggunakan radiasi
sinar X dan sinar gamma. Lintasan sinar radioaktif
10. Tidak semua peristiwa mutasi bersifat merugikan.
tersebut dapat menimbulkan kerusakan akibat
Ada pula peristiwa mutasi yang bersifat
tertumbuknya DNA yang diikuti dengan kematian
menguntungkan seperti poliploidi pada tanaman
sel. Oleh karena itu, sinar radioaktif dapat
dan pengobatan kanker. Poliplodi pada tanaman
membunuh sel-sel kanker.

118 Penilaian Tengah Semester 2


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan perkembangan teori evolusi;
2. menjelaskan terjadinya evolusi melalui bukti-bukti evolusi;
3. menjelaskan proses terjadinya evolusi.
Berdasarkan kemampuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas diciptakannya makhluk hidup;
2. mensyukuri dan mengagumi keteraturan proses yang berlangsung di alam;
3. bersikap ilmiah, bertanggung jawab, dan berani mengemukakan pendapat dengan sopan.

Evolusi

Mempelajari

Perkembangan Teori Evolusi Darwin Petunjuk Adanya Evolusi dan Mekanisme Evolusi

Mencakup Mencakup

• Perkembangan Teori Evolusi • Petunjuk Adanya Evolusi


• Teori Evolusi Darwin • Mekanisme Evolusi

Mampu

• Menjelaskan perkembangan teori tentang evolusi.


• Menjelaskan teori evolusi Darwin tentang seleksi alam.
• Menjelaskan petunjuk-petunjuk adanya evolusi.
• Menjelaskan mekanisme evolusi.
• Menjelaskan cara mengetahui terjadinya evolusi menurut hukum Hardy-Weinberg.
• Menjelaskan faktor-faktor yang mendorong terjadinya evolusi.
• Menjelaskan proses terbentuknya spesies baru.
• Menyajikan karya tulis tentang perkembangan teori evolusi.
• Mensyukuri dan mengagumi keteraturan proses yang berlangsung di alam.
• Menunjukkan sikap ilmiah, bertanggung jawab, dan berani mengemukakan
pendapat dengan sopan dalam melakukan kegiatan tentang evolusi.
• Mensyukuri dan mengagumi keteraturan proses yang terjadi di alam sebagai ciptaan
Tuhan Yang Maha Esa.

Biologi Kelas XII 119


A. Pilihan Ganda terbentuk melalui seleksi alam. Makhluk hidup
1. Jawaban: b akan beradaptasi dengan lingkungan agar dapat
Beberapa hal pokok dalam teori evolusi Darwin bertahan hidup.
sebagai berikut. 4. Jawaban: b
1) Di muka bumi ini tidak ada individu yang benar- Teori evolusi yang dikemukakan Darwin dipengaruhi
benar sama. Hal ini terbukti dengan adanya oleh beberapa pendapat yang dikemukakan para
variasi dalam satu keturunan seayah dan seibu, ilmuwan. Salah satunya Robert Malthus dalam
meskipun keduanya kembar identik. bukunya An Easy on the Principle of Population yang
2) Setiap populasi berkecenderungan untuk menyatakan kecenderungan kenaikan jumlah
bertambah banyak. Hal ini karena setiap penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi
makhluk hidup mempunyai kemampuan ber- pangan. Menurut Darwin, keadaan tersebut dapat
kembang biak. menimbulkan terjadinya suatu persaingan dalam
3) Suatu individu harus berjuang mempertahan- kelangsungan hidup manusia.
kan hidup agar mampu berkembang biak
5. Jawaban: e
karena untuk berkembang biak dibutuhkan
Berakhirnya revolusi industri di Inggris diikuti
makanan dan ruangan yang cukup.
dengan menurunnya tingkat polusi udara karena
4) Pertambahan populasi tidak berjalan terus-
asap industri. Udara yang sebelumnya kotor
menerus karena terjadi seleksi alam
kembali bersih. Pohon-pohon tempat hinggap
sehingga hanya individu yang mampu
ngengat tidak lagi berwarna gelap karena asap
bertahan saja yang akan berkembang biak
kegiatan industri. Dengan demikian ngengat
dan dapat melangsungkan kehidupannya.
berwarna gelap menjadi mudah dilihat dan
Sementara itu, perubahan alam dari sederhana
dimangsa predatornya sehingga populasinya
menjadi lebih kompleks merupakan faktor terjadi-
menurun. Adapun populasi ngengat berwarna
nya evolusi berdasarkan teori yang dikemukakan
cerah semakin meningkat karena warnanya
oleh Aristoteles. Adapun perkembangan organ
tersamar dengan lingkungan sehingga tidak
tubuh makhluk hidup yang sering digunakan akan
mudah terlihat oleh pemangsanya. Hal ini
menyebabkan evolusi merupakan teori yang
menunjukkan bahwa makhluk hidup yang lebih
dikemukakan oleh Lamarck.
dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan akan
2. Jawaban: c mampu bertahan dan mendominasi. Peristiwa ini
J.B. de Lamarck merupakan seorang ahli biologi dikenal dengan seleksi alam.
Prancis pencetus teori evolusi Lamarckisme.
6. Jawaban: a
Menurut Lamarck, organ tubuh makhluk hidup
Dalam menyusun teorinya, Charles Robert
yang sering digunakan akan berkembang terus,
Darwin terinspirasi dari berbagai hal. Salah
sedangkan organ yang tidak sering digunakan
satunya adalah pengamatannya selama berlayar
akan mengalami atropi (penyusutan) bahkan bisa
ke Kepulauan Galapagos. Dalam perjalanannya,
mereduksi (hilang). Contoh evolusi jerapah. Leher
Darwin mengamati keanekaragaman flora dan
jerapah bertambah panjang karena digunakan
fauna yang terdapat di Kepulauan Galapagos.
untuk menjangkau dahan pohon yang tinggi.
Misalnya, iguana laut merupakan spesies yang
Adaptasi dengan pemanjangan leher yang
berkembang di Amerika Selatan yang kemudian
diperoleh dari lingkungan ini akan diwariskan pada
berkoloni di Kepulauan Galapagos. Darwin juga
keturunannya (generasi berikutnya).
mengamati keanekaragaman burung finch dan
3. Jawaban: d keanekaragaman cangkang (karapaks) kura-kura
Teori intelligent design mengemukakan bahwa Galapagos. Burung finch yang diamati Darwin
terbentuknya subjek alam termasuk makhluk memiliki keanekaragaman bentuk paruh. Menurut
hidup berubah dari masa ke masa karena Darwin, burung-burung tersebut berasal dari
memang sudah dirancang atau didesain sebelum Ameika Selatan yang bermigrasi ke Kepulauan
kemunculannya. Teori ini merupakan pemikiran Galapagos. Pada saat berada di Kepulauan
baru yang berlawanan dengan teori evolusi Galapagos, burung-burung tersebut beradaptasi
Darwin. Berdasarkan teori Darwin, makhluk hidup terhadap jenis makanan yang memengaruhi

120 Evolusi
pembentukan paruh yang bervariasi. Adapun diwariskan kepada keturunannya. Jika mutasi
kura-kura yang ditemukan Darwin di Kepulauan selalu terjadi pada sel kelamin dari generasi ke
Galapagos hidup pada tempat basah dan memiliki generasi dapat mengakibatkan susunan gen
ciri-ciri khusus berupa karapaks berukuran besar. dalam kromosom generasi pendahulu sangat
berbeda dengan generasi berikutnya. Peristiwa
7. Jawaban: a
itu memungkinkan timbulnya individu atau spesies
Ada beberapa teori yang muncul sebelum teori
baru yang memiliki fenotipe sangat berbeda
evolusi Darwin. Beberapa teori tersebut me-
dengan generasi pendahulunya.
mengaruhi pola pikir Darwin dalam mengembang-
kan teori evolusi. Salah satunya adalah teori yang 10. Jawaban: c
dikemukakan oleh Charles Lyell. Lyell berpendapat Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang
bahwa batuan, pulau, dan benua selalu mengalami hidup pada satu tempat setelah mengalami
perubahan. Kecenderungan kenaikan jumlah penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah.
penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi Contohnya bentuk paruh burung finch yang
pangan merupakan teori yang dikemukakan oleh ditemukan Darwin di kepulauan Galapagos. Dari
Malthus. Makhluk hidup menyesuaikan diri baik pengamatannya tampak beragam spesies burung
secara fisiologis dan morfologis merupakan teori finch memiliki bentuk dan ukuran paruh yang
yang dikemukakan oleh Lamarck. Sementara itu, berbeda. Selain itu, burung finch yang ada di
Cuvier berpendapat bahwa setiap periode sejarah Kepulauan Galapagos menunjukkan adanya
bumi selalu diakhiri bencana yang mengakibatkan hubungan dengan burung finch yang ada di
makhluk hidup musnah. Amerika Selatan. Menurut Darwin, spesies asli
burung finch yang berasal dari Amerika Selatan
8. Jawaban: b
datang ke Kepulauan Galapagos dan kemudian
August Weismann merupakan salah satu ilmuwan
tersebar pada kondisi lingkungan yang bervariasi.
yang mendukung teori seleksi alam dari Charles
Seiring perjalanan waktu, bentuk paruh burung
Darwin. Pendapat yang dikemukakan Weismann
tersebut akan termodifikasi sehingga dapat
dalam mendukung teori seleksi alam Darwin
menyesuaikan dengan jenis makanannya.
adalah evolusi terjadi karena seleksi alam
Akhirnya, terbentuklah 14 spesies burung finch
terhadap faktor genetik suatu organisme. Variasi
yang berbeda dalam bentuk dan ukuran paruhnya.
yang diwariskan oleh induk kepada keturunannya
diatur oleh faktor genetik, bukan lingkungan.
B. Uraian
Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan
tidak akan diwariskan ke generasi berikutnya. 1. Beberapa hal pokok tentang teori evolusi yang
Itulah mengapa dua ekor tikus yang telah dipotong dituangkan Darwin dalam buku On The Origin of
ekornya tidak menghasilkan keturunan tikus Species by Means of Natural Selection sebagai
berekor pendek. Jadi, eksperimen yang dilakukan berikut.
oleh August Weissman ini dapat menunjukkan a. Di muka bumi ini tidak ada individu yang
kelemahan teori evolusi berdasarkan proses benar-benar sama.
adaptasi dari Lamarck. Seperti diketahui, Lamarck b. Setiap populasi berkecenderungan untuk
berpendapat bahwa organ tubuh makhluk hidup bertambah banyak.
yang sering digunakan akan berkembang terus, c. Suatu individu harus berjuang mempertahan-
sedangkan organ yang tidak sering digunakan kan hidup agar mampu berkembang biak
akan mengalami atropi (penyusutan) bahkan bisa karena untuk berkembang biak dibutuhkan
mereduksi (hilang). makanan dan ruangan yang cukup.
d. Pertambahan populasi tidak berjalan terus-
9. Jawaban: b menerus karena terjadi seleksi alam
Pada percobaan tersebut diketahui bahwa muncul sehingga hanya individu yang mampu
fenotipe yang memiliki variasi berbeda dengan bertahan saja yang akan berkembang biak
spesies di alam liar. Hal ini dapat memengaruhi dan dapat melangsungkan kehidupannya.
keberlangsungan evolusi karena terjadi per-
ubahan fenotipe akibat adanya perubahan 2. Dalam suatu perkawinan memungkinkan dihasilkan
lingkungan (mutasi induksi). Akan tetapi, tidak keturunan yang bervariasi. Akan tetapi, keturunan
semua mutasi dapat diwariskan kepada tersebut tidak semuanya mampu beradaptasi dengan
keturunannya. Mutasi yang terjadi pada sel soma lingkungan, misalnya adaptasi terhadap suhu. Tidak
(sel tubuh) tidak akan diwariskan. Sementara itu, semua makhluk hidup mampu menyesuaikan diri
mutasi yang terjadi pada sel-sel kelamin akan dengan kondisi suhu di lingkungannya. Varian yang

Biologi Kelas XII 121


adaptif akan mampu mempertahankan hidup, Adanya pengaruh kondisi yang berbeda-beda
sedangkan varian yang tidak adaptif akan terseleksi. mengakibatkan setiap spesies dapat mengalami
Oleh karena itu, pada kenyataannya hanya varian mutasi, migrasi gen, rekombinasi genetik, seleksi
tertentu saja yang dapat ditemui sekarang. alam, atau isolasi reproduksi sehingga terbentuk
spesies-spesies baru.
3. Menurut Darwin, makhluk hidup terbentuk karena
adanya proses evolusi dari makhluk hidup 5. Thomas Malthus dalam bukunya An Easy on the
sebelumnya. Sementara itu, teori intelligent Principle of Population menyatakan pendapatnya
design berpendapat bahwa makhluk hidup berubah bahwa kecenderungan kenaikan jumlah
dari masa ke masa karena sudah dirancang penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi
sebelumnya dan tidak terbentuk dengan sendirinya. pangan. Menurut Darwin hal tersebut berkaitan
dengan evolusi. Keadaan yang dikemukakan
4. Evolusi adalah proses perubahan pada makhluk
Malthus tersebut dapat menimbulkan terjadinya
hidup yang berlangsung sedikit demi sedikit dan
suatu persaingan dalam suatu kelangsungan
memerlukan waktu yang lama. Konsep evolusi
hidup makhluk hidup. Makhluk hidup yang tidak
menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari
memperoleh makanan tidak dapat bertahan hidup
spesies yang sama yang hidup di masa lalu.
dan akan terseleksi oleh alam.

A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: a


1. Jawaban: b Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk
Beberapa petunjuk yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya evolusi. Salah satunya adalah
mempelajari evolusi yaitu adanya variasi makhluk embriologi perbandingan. Embriologi perbandingan
hidup dalam satu keturunan, penemuan fosil, menunjukkan fase-fase pertumbuhan dan
homologi dan analogi struktur tubuh makhluk hidup, perkembangan pada beberapa organisme atau
embriologi perbandingan, petunjuk alat tubuh yang makhluk hidup. Dengan demikian, embriologi
tersisa, serta petunjuk secara biokimia. Petunjuk perbandingan dapat digunakan untuk mem-
berupa penemuan fosil pada berbagai lapisan bandingkan sejarah filogeni makhluk hidup.
batuan dapat membantu merekonstruksi ke- Sementara itu, petunjuk evolusi yang dapat
hidupan yang menggambarkan urutan filogeni. digunakan untuk merekonstruksi kehidupan
Akan tetapi, urutan filogeni tersebut dapat terbentuk makhluk hidup dari masa ke masa adalah data
apabila fosil-fosil tersebut ditemukan secara utuh rekaman fosil. Petunjuk evolusi yang dapat
pada berbagai lapisan bebatuan. digunakan untuk mengetahui kekerabatan dengan
mengetahui kandungan zat dalam tubuh makhluk
2. Jawaban: e hidup adalah petunjuk biokimia. Petunjuk evolusi
Salah satu petunjuk adanya evolusi adalah analogi yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa
dan homologi struktur tubuh makhluk hidup. beberapa makhluk hidup memiliki nenek moyang
Struktur analogi merupakan struktur yang memiliki sama karena kesamaan struktur tubuh adalah
bentuk dasar tubuh berbeda, tetapi memiliki fungsi homologi alat-alat tubuh pada makhluk hidup.
yang sama. Sebaliknya, jika bentuk dasar tubuh Adapun petunjuk evolusi yang dapat digunakan
sama, tetapi fungsi berbeda disebut homologi. untuk mengetahui bahwa beberapa makhluk hidup
3. Jawaban: c memiliki nenek moyang sama karena memiliki
Salah satu petunjuk adanya evolusi adalah alat bagian tubuh dengan fungsi yang sama adalah
tubuh yang tersisa pada makhluk hidup. Seorang analogi alat-alat tubuh pada makhluk hidup.
ahli anatomi Jerman bernama R. Weidersheim 5. Jawaban: e
menyatakan bahwa pada tubuh manusia dan hewan Burung puyuh memiliki bentuk dan warna tubuh
terdapat alat-alat tubuh yang tersisa. Misalnya sisa yang menyerupai tanah sebagai habitatnya. Oleh
alat tubuh yang ditemukan sebagai berikut. karena itu, burung puyuh menjadi tersamar sehingga
1) Adanya benjolan kuku pada ular yang tidak terlihat oleh pemangsanya. Akibatnya, burung
merupakan sisa kaki belakangnya. puyuh tetap dapat bertahan hidup sehingga
2) Pada burung kiwi terdapat sisa sayap. populasinya meningkat. Peristiwa ini menunjukkan
3) Pada paus selama masa embrio mempunyai bahwa alam melakukan seleksi terhadap makhluk
gigi ada rahang dan mereduksi setelah lahir. hidup yang hidup di dalamnya. Makhluk hidup yang

122 Evolusi
mampu beradaptasi akan tetap lestari, sedangkan • Frekuensi genotipe aa = q2 = 16% = 0,16
makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi akan
q = 0,16 = 0,4
terseleksi dan akhirnya punah.
• p+q=1
6. Jawaban: e p = 1 – 0,4 = 0,6
Seleksi alam adalah seleksi yang terjadi pada • Persentase orang normal (AA) adalah
organisme yang hidup di alam. Makhluk yang
AA = p2 = (0,6)2 = 0,36 = 36%
terseleksi oleh alam disebabkan kemampuan
• Persentase orang normal carrier albino
adaptasinya terhadap lingkungan rendah sehingga
populasinya akan berkurang. Contoh seleksi alam Aa = 2(pq) = 2(0,6 × 0,4) = 0,48 = 48%
terdapat pada peristiwa berkurangnya populasi Jadi jumlah orang carrier albino adalah
belalang warna cokelat di padang rumput hijau. Hal 48% × 10.000 = 4.800 orang
itu diakibatkan warna belalang cokelat terlalu 10. Jawaban: d
menyolok dibanding belalang hijau di habitat Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa
tersebut. Pemangsa lebih mudah melihat belalang frekuensi alel atau gen dalam populasi dapat tetap
cokelat dan memangsanya sehingga populasinya stabil dan seimbang apabila memenuhi syarat
berkurang. sebagai berikut.
7. Jawaban: b 1) Jumlah populasi besar.
Gen PTC = T, gen non PTC = t 2) Perkawinan secara acak atau random.
Individu PTC memiliki genotipe TT dan Tt 3) Tidak terjadi mutasi atau jika terjadi mutasi
Individu non PTC memiliki genotipe tt harus setimbang. Misal mutasi A → a
TT + Tt = 64% = 0,64 setimbang dengan mutasi a → A.
tt = 100% – 64% = 36% = 0,36 4) Tidak ada seleksi alam.
5) Populasi terisolasi sehingga tidak terjadi
gen non PTC = t = 0,36 = 0,6
migrasi. Apabila terjadi migrasi maka emigran
gen PTC = T = 1 – t = 1 – 0,6 = 0,4 seimbang dengan imigran.
Frekuensi individu PTC homozigot 6) AA, Aa, dan aa memiliki viabilitas dan fertilitas
= TT = (0,4)2 = 0,16 sama.
Frekuensi individu PTC heterozigot Dengan demikian, frekuensi gen akan mengalami
= 2Tt = 2 × 0,4 × 0,6 = 0,48 perubahan apabila syarat-syarat hukum Hardy-
Perbandingan frekuensi genotipe TT : Tt : tt Weinberg tersebut tidak terpenuhi.
= 0,16 : 0,48 : 0,36
= 4 : 12 : 9 B. Uraian
8. Jawaban: d 1. Gambar pada soal adalah tungkai depan manusia,
Urutan fosil kuda dari yang paling tua hingga tungkai depan kucing, tungkai depan paus, dan
paling muda sebagai berikut. tungkai depan kelelawar. Keempat tungkai depan
Mammalia tersebut memiliki bentuk dasar yang
sama, tetapi fungsinya berbeda. Hal tersebut
dinamakan homologi. Homologi organ dapat
Meryhtpus
digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi karena
Hyracotherium Mesohypus
sangat mendukung teori yang menyatakan bahwa
organisme berasal dari satu nenek moyang yang
kemudian mengalami radiasi adaptif membentuk
spesies-spesies baru.
2. Seleksi alam merupakan suatu proses di mana
Pliohypus Equus individu-individu tertentu dapat beradaptasi lebih
9. Jawaban: c baik dengan lingkungan. Contohnya populasi
Albino dikendalikan oleh gen resesif ngengat Biston betularia yang terdapat di Inggris.
Diketahui: Jumlah penduduk = 10.000 orang Ngengat ini ada dua jenis yaitu ngengat bersayap
Penderita albino = 16% cerah dan ngengat bersayap gelap. Pada awal
• Frekuensi genotipe penderita albino = aa revolusi industri, lingkungan di Inggris masih bersih
Frekuensi genotipe carrier albino = Aa sehingga kulit batang pohon masih berwarna
Frekuensi genotipe normal = AA cerah. Kondisi ini mengakibatkan ngengat
Frekuensi A = p, a = q bersayap cerah yang hinggap pada pohon tidak

Biologi Kelas XII 123


mudah tertangkap oleh burung pemangsa. Oleh 4. Faktor-faktor yang mengakibatkan adanya
karena itu, populasi ngengat bersayap cerah lebih binatang endemik sebagai berikut.
banyak daripada ngengat bersayap gelap. a. Adaptasi terhadap lingkungan
Keadaan berubah setelah terjadi revolusi industri. Hewan endemik seperti komodo
Limbah jelaga dari proses industri mengakibatkan memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap
polusi udara dan menempel pada kulit batang isolasi geografis yang menciptakan habitat
pohon. Akibatnya, kulit batang pohon menjadi lebih khusus bagi hewan tersebut. Reptil karnivora
gelap. Kondisi ini menguntungkan ngengat seperti komodo beradaptasi secara
bersayap gelap karena tidak mudah terlihat oleh morfologi, fisiologi, dan perilaku terhadap
burung pemangsa saat hinggap di pohon. Oleh lingkungannya sehingga bisa bertahan
karena itu, populasi ngengat bersayap gelap lebih hingga ratusan tahun di Pulau Komodo.
banyak daripada ngengat bersayap cerah.
b. Seleksi alam
3. Darwin menyatakan bahwa Perubahan kondisi geografis dan
fosil yang ditemukan pada ketersediaan pangan tetap membuat komodo
lapisan batuan muda ber- mampu bertahan dari seleksi alam yang
beda dengan fosil yang terjadi.
terdapat pada lapisan batu-
an yang lebih tua dan c. Isolasi geografi
menunjukkan suatu bentuk Perubahan lingkungan membuat
perkembangan. Dari studi komodo terisolasi secara geografis dari habi-
yang dilakukan dapat dicatat tat lainnya di luar pulau komodo sehingga
beberapa perubahan dari hewan tersebut tidak mampu untuk
nenek moyang kuda (Eohip- melakukan persebaran di luar habitat aslinya
pus) yang hidup 58 juta dan melakukan pertukaran gen.
tahun lalu menuju ke bentuk 5. a. Genotipe laki-laki buta warna XcbY
kuda modern sekarang Frekuensi alel CB untuk normal adalah p dan
(Equus) sebagai berikut. frekuensi alel cb untuk buta warna adalah q.
a. Tubuh bertambah besar, Maka laki-laki buta warna = XcbY atau cb = q
dari sebesar kucing q = 4%
hingga sebesar kuda q = 0,04
sekarang. jika p + q = 1, maka p = 1 – q
b. Leher semakin panjang, kepala semakin p = 1 – 0,04
besar, dan jarak antara ujung mulut hingga p = 0,96
bagian mata menjadi makin jauh.
c. Perubahan dari geraham depan dan b. Wanita buta warna XcbXcb atau cbcb
belakang dari bentuk yang sesuai untuk cbcb = q2 = (0,04)2 = 0,0016
makan daun menjadi bentuk yang sesuai Jadi persentase wanita buta warna adalah
untuk makan rumput. = 0,0016 × 100%
d. Bertambah panjangnya anggota tubuh hingga = 0,16%
dapat dipakai untuk berlari cepat, tetapi c. Wanita carrier XCBXcb atau CBcb
bersamaan dengan itu kemampuan rotasi CBcb = 2pq = 2 × 0,96 × 0,04
tubuh menurun. = 0,0768
e. Adanya reduksi jari kaki dari lima menjadi Jadi, persentase wanita carrier adalah
satu yaitu jari ketiga yang selanjutnya = 0,0768 x 100%
memanjang, kemudian disokong teracak. = 7,68%

124 Evolusi
Faktor-Faktor yang
Memengaruhi Teori
Evolusi Darwin

Perkembangan Teori Seleksi Alam


Evolusi Darwin

Hal-Hal Pokok Mengenai


Teori Evolusi Darwin

Evolusi
Adanya Variasi Makhluk Hidup

Fosil
Petunjuk Adanya
Evolusi Homologi dan Analogi

Embriologi Perbandingan

Alat Tubuh yang Tersisa


Petunjuk Adanya
Evolusi dan Petunjuk Biokimia
Mekanisme Evolusi

Hukum Hardy–Weinberg

Mekanisme Evolusi Faktor-Faktor Pendorong


Terjadinya Evolusi

Terbentuknya Spesies Baru

Biologi Kelas XII 125


A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: c
1. Jawaban: d Terjadinya evolusi dipengaruhi oleh beberapa faktor,
Menurut Darwin, nenek moyang jerapah ada yang misalnya rekombinasi gen, mutasi gen, dan seleksi
berleher pendek dan ada yang berleher panjang. alam. Rekombinasi merupakan penggabungan gen-
Oleh karena terjadi bencana kekeringan, gen melalui perkawinan sehingga diperoleh ciri baru.
lingkungan pun berubah dan berlangsunglah Perubahan gen dan kromosom merupakan faktor
proses seleksi alam. Jerapah berleher pendek mutasi gen. Pemilihan individu-individu yang adaptif
tidak dapat mencari makan dengan menjangkau dan daya tahan tubuh terhadap perubahan
daun-daun di pohon sehingga tidak bisa bertahan lingkungan merupakan faktor adaptasi. Perpindahan
hidup. Sebaliknya, jerapah berleher panjang tetap anggota populasi ke luar habitatnya merupakan
dapat memperoleh makanan dari daun-daun di peristiwa migrasi.
pohon sehingga dapat bertahan hidup. Karena 6. Jawaban: d
mampu bertahan hidup maka jerapah berleher Kelelawar beradaptasi pada habitatnya dengan
panjang mampu berkembang biak dan memiliki sistem sonar yang baik. Sifat unggul untuk
mewariskan sifat adaptif yaitu leher panjang pada beradaptasi tersebut akan diwariskan kepada
generasi berikut. Itulah sebabnya semua jerapah generasi berikutnya. Sifat-sifat unggul atau
sekarang berleher panjang. menguntungkan ini semakin lama akan terakumulasi
2. Jawaban: b dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang
Dalam merumuskan teori evolusi, Darwin berbeda dengan nenek moyangnya. Berdasarkan
mengumpulkan data dengan melakukan proses inilah akan terbentuk spesies baru.
pengamatan makhluk hidup di Kepulauan 7. Jawaban: e
Galapagos. Melalui pengamatannya, Dawin Suatu organisme yang mengalami mutasi disebut
menemukan berbagai bentuk paruh burung finch. mutan. Mutan dapat mengalami mutasi kembali
Menurut Darwin, terbentuknya variasi tersebut jika terdapat faktor pendorong terjadinya mutasi.
disebabkan perbedaan jenis makanan. Peristiwa mutasi terjadi secara spontan sehingga
3. Jawaban: d tidak diarahkan oleh alam. Mutasi biasanya akan
Kemiripan proses respirasi dan kemiripan proses membentuk mutan dengan sifat yang merugikan
sintesis protein merupakan contoh adaptasi bagi organisme yang mengalaminya. Sifat baru
fisiologi. Sementara itu, kemiripan bentuk alat yang terdapat pada diri mutan tersebut bersifat
gerak dan alat pencernaan pada Vertebrata permanen sehingga akan selalu ada dan bertahan
merupakan bentuk adaptasi morfologi. Proses lama pada organisme tersebut. Bahkan apabila
adaptasi fisiologi dan morfologi dapat gen yang mengalami mutasi terdapat pada
menunjukkan adanya evolusi. kromosom sel-sel kelamin maka sifat tersebut
akan diturunkan kepada keturunannya.
4. Jawaban: b
Teori yang menjelaskan tentang evolusi telah 8. Jawaban: e
banyak mengalami perkembangan. Beberapa Populasi adalah sekumpulan spesies yang
filsuf yang memengaruhi timbulnya teori tentang memiliki sifat sama. Makhluk hidup dikatakan satu
evolusi adalah Thales, Anaximander, dan spesies jika mampu melakukan perkawinan dan
Empedocles. Ilmuwan selanjutnya yang menghasilkan keturunan yang fertil. Jika dua
mengemukakan tentang evolusi adalah populasi meskipun hidup pada habitat yang
Aristoteles. Aristoteles mengemukakan gagasan berbeda dapat melakukan perkawinan dan
evolusinya berdasarkan metafisika, bahwa alam menghasilkan keturunan fertil maka anggota
berubah dari bentuk sederhana menjadi kompleks masing-masing populasi tersebut adalah satu
dan sempurna. Sementara itu, Charles Darwin spesies. Perkawinan akan menyebabkan
mengemukakan bahwa evolusi berlangsung terjadinya rekombinasi gen atau penggabungan
melalui proses seleksi alam. gen-gen yang dibawa oleh individu jantan maupun
betina dan menghasilkan keturunan yang memiliki
gen masing-masing setengah dari induknya.

126 Evolusi
9. Jawaban: e 13. Jawaban: d
Menurut Darwin, evolusi berlangsung melalui Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk hidup
mekanisme seleksi alam. Berikut ini penjelasan yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan
Darwin mengenai seleksi alam. kondisi alam habitatnya akan mendominasi
1) Hasil perkawinan makhluk hidup yang dengan cara memiliki keturunan yang mampu
berlebihan (over production) memungkinkan bertahan hidup. Sebaliknya, makhluk hidup yang
terjadinya variasi. tidak mampu beradapatsi akan punah. Misalnya,
2) Adanya beberapa faktor pembatas di alam kupu-kupu bersayap cerah tidak mampu
yang memengaruhi populasi. beradaptasi setelah perkembangan industri
3) Tingkat kesuksesan perkembangbiakan sehingga kupu-kupu bersayap cerah punah. Hal
menentukan pertumbuhan populasi makhluk ini karena kupu-kupu bersayap cerah lebih mudah
hidup. Makhluk hidup yang adaptif dan mampu dilihat predatornya.
berkembang biak akan bertahan hidup.
14. Jawaban: c
4) Individu yang mampu beradaptasi akan
Albino merupakan gen resesif
mewariskan sifat-sifat unggul kepada
generasi berikutnya. Diketahui: Penduduk albino (aa)= 9%
Penduduk normal (AA dan Aa) = 91%
10. Jawaban: a – Frekuensi genotipe penderita albino = aa
Homologi merupakan keadaan pada berbagai
– Frekuensi genotipe carrier albino = Aa
makhluk hidup yang mempunyai organ tubuh
dengan bentuk dasar sama, tetapi fungsinya – Frekuensi genotipe normal = AA
berbeda. Misalnya homologi yang dijumpai pada – Frekuensi A = p, a = q
tungkai depan beberapa Mammalia. Sifat homologi – Frekuensi genotipe aa = q2 = 9% = 0,09
ini sangat mendukung teori yang menyatakan q = 0,09 = 0,30
bahwa organisme berasal dari satu nenek moyang
yang kemudian mengalami radiasi adaptif Jadi, frekuensi gen albino (gen a) sebesar 0,30.
membentuk spesies-spesies baru. Dengan 15. Jawaban: b
demikian, homologi dapat dijadikan sebagai 4
petunjuk adanya evolusi. Orang albino = aa = 10.000 = 0,0004

11. Jawaban: e a= 0,0004 = 0,02


Fosil merupakan salah satu petunjuk adanya A+a=1
evolusi. Namun fosil memiliki kelemahan sebagai A = 1 – 0,02 = 0,98
petunjuk evolusi karena fosil yang ditemukan tidak Jadi, frekuensi gen A = 0,98 dan a = 0,02
selalu menggambarkan urutan filogeni yang utuh.
Orang pembawa sifat albino (Aa)
Selain itu, fosil yang ditemukan tidak pernah utuh.
Fosil terkubur dalam berbagai lapisan batuan yang Aa = 2 Aa
dalam. Penemuan fosil dapat memberikan = 2 × 0,98 × 0,02
informasi tentang kehidupan di masa lalu. Umur = 0,0392
fosil dapat diketahui berdasarkan taksiran umur = 3,92%
lapisan batuan tempat fosil ditemukan dan Berarti dalam populasi 10.000 orang terdapat
berdasarkan waktu paruh radioaktif. carrier albino sebanyak 10.000 × 0,0392 =
392 orang.
12. Jawaban: e
Setelah industri berkembang, pohon-pohon menjadi 16. Jawaban: e
berwarna gelap karena terkena asap dari pabrik Hukum Hardy-Weinberg berlaku jika memenuhi
industri. Peristiwa ini mengakibatkan ngengat Biston persyaratan berikut.
betularia berwarna cerah mudah terlihat oleh 1) Jumlah populasi cukup besar.
pemangsanya saat hinggap di pohon. Akibatnya, 2) Populasi terisolasi.
populasi ngengat Biston betularia berwarna cerah 3) Tidak terjadi mutasi dan migrasi.
semakin menurun. Sementara itu, ngengat Biston 4) Tidak ada seleksi alam.
betularia berwarna gelap bisa tersamar dengan 5) Terjadi perkawinan secara acak, setiap individu
pohon yang dihinggapinya dan terhindar dari memiliki kesempatan yang sama untuk kawin
pemangsanya. Akibatnya, populasi ngengat Biston dengan individu lain pasangan jenisnya. Oleh
betularia berwarna gelap terus meningkat. karena itulah setiap individu seharusnya
memiliki keberlangsungan hidup (viabilitas) dan
kesuburan (fertilitas) yang sama.

Biologi Kelas XII 127


17. Jawaban: c Frekuensi individu normal heterozigot
Frekuensi individu albino = aa = q2 = 4% = 0,04 = 2pq
Frekuensi gen albino = q = 0,04 = 0,2 = 2 × 0,96 × 0,04
= 0,0768
Frekuensi gen normal = A = p = 1 – q
Jumlah individu normal heterozigot
= 1 – 0,2
= 0,0768 × 10.000
= 0,8
= 768
Frekuensi individu pembawa = Aa Jadi, jumlah individu normal homozigot dan
= 2pq normal heterozigot = 9.216 + 768 = 9.984 orang.
= 2 × 0,8 × 0,2
20. Jawaban: c
= 0,32 = 32%
Normal homozigot = AA = p2
Jadi, persentase penduduk normal yang
Normal heterozigot = Aa =2pq
membawa gen albino sebanyak 32%.
Resesif homozigot/albino = aa = q2
18. Jawaban: c Jumlah penduduk = 100
Misal p = frekuensi untuk alel LM Frekuensi individu albino = q2
q = frekuensi untuk alel LN q2 = 9%
Menurut Hukum Hardy-Weinberg: = 0,09
p2LMLM + 2pqLMLN + q2LNLN Frekuensi gen albino = q
40
q2 = = 0,04 q = 0,09
1.000
= 0,3
q= 0,04 = 0,2 Frekuensi gen normal = p
p+q=1 =1–q
p = 1 – 0,2 = 0,8 = 1 – 0,3 = 0,7
Frekuensi individu normal homozigot = p2
Jadi, frekuensi alel LM = p = 0,8.
p2 = (0,7)2
Frekuensi alel LN = q = 0,2. = 0,49
Jadi, frekuensi alel LM dan LN berturut-turut Jadi, frekuensi individu normal homozigot adalah
adalah 0,8 dan 0,2. 0,49.
19. Jawaban: e
Jumlah penduduk 10.000 orang. B. Uraian
Jumlah individu albino 16 orang. 1. Suatu teori dapat dibuktikan apabila memenuhi
Frekuensi individu albino = q2 beberapa kriteria tertentu. Kriteria yang diperlukan
untuk membuktikan teori intelligent design
16
q2 = 10.000 sebagai berikut.
a. Pembuktiannya harus melalui panca indra
= 0,0016
dan logika murni.
= 0,16% b. Diperlukan adanya pengetahuan mengenai
Frekuensi gen albino = q penjelasan yang berupa deskripsi kualitatif.
c. Diperlukan penguatan berupa analisis
q = 0,0016
kuantitatif.
= 0,04
Frekuensi gen normal = p 2. Teori evolusi Darwin didasarkan atas kenyataan
q = 1– q bahwa spesies berkembang biak dalam jumlah
= 1 – 0,04 banyak. Perkembangbiakan melalui perkawinan
= 0,96 akan menghasilkan keturunan dengan sifat yang
Frekuensi individu normal homozigot = p2 bervariasi. Tidak semua variasi populasi dapat
p2 = (0,96)2 bertahan hidup, misalnya saat melawan predator,
mendapat makanan, dan sebagainya. Oleh karena
= 0,9216
itu, hanya variasi yang dapat menyesuaikan
Jumlah individu normal homozigot
dengan lingkungan saja dapat hidup dan
= 0,9216 × 10.000
mewariskan sifat-sifat kepada keturunannya.
= 9.216 Keturunan yang dapat berkembang biak dan

128 Evolusi
menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tetap 6. Evolusi konvergensi terjadi karena adanya
hidup, sedangkan yang tidak dapat menyesuaikan modifikasi dari kutub gen. Pada evolusi
diri akan terseleksi oleh alam dan punah. konvergensi tidak pernah dihasilkan organisme
baru, tetapi hanya menghasilkan variasi sehingga
3. Katak A memiliki warna yang kontras dengan
populasi terakhir menunjukkan perbedaan yang
tempat hidupnya, sedangkan katak B mempunyai
jelas dengan nenek moyangnya. Evolusi
warna yang menyerupai warna tempat hidupnya.
konvergensi tersebut terlihat pada adanya bukti
Oleh karena itu, katak A akan lebih mudah
berupa analogi alat-alat tubuh makhluk hidup.
tertangkap oleh predatornya. Jika tidak diimbangi
Analogi tubuh makhluk hidup berarti pada tubuh
dengan kemampuan reproduksi yang tinggi dan
makhluk hidup terdapat organ-organ yang
kemampuan bergerak yang cepat, katak A akan
mempunyai bentuk dasar berbeda tetapi
mengalami seleksi alam dan punah. Warna
fungsinya sama.
katak B menyerupai warna tempat hidupnya
sehingga tidak mudah terdeteksi oleh 7. Mutasi gen adalah perubahan informasi genetik
predatornya. Cara adaptasi ini mengimbangi yang terjadi dalam organisme. Mutasi dapat
kemampuan geraknya yang lebih lambat mengubah posisi nukleotida penyusun DNA.
dibanding katak A. Oleh karena itu, katak ini dapat Mutasi gen dapat mengakibatkan terjadinya
bertahan terhadap proses seleksi alam. evolusi. Mutasi yang terjadi pada sel-sel kelamin
makhluk hidup akan diwariskan kepada
4. Kekerabatan antara berbagai jenis makhluk hidup
keturunannya. Gen yang bermutasi akan selalu
dapat diuji secara biokimia. Apabila kandungan
ada dalam setiap sel keturunan. Kadang-kadang
zat dalam dua tubuh makhluk hidup banyak
mutasi tersebut menimbulkan sifat baru yang
kemiripan berarti keduanya berkerabat dekat.
menguntungkan. Jika sifat baru tersebut dapat
Salah satu percobaan untuk mengetahui
beradaptasi dengan lingkungannya, individu
hubungan kekerabatan yaitu dengan uji presipitin.
tersebut akan terus hidup dan mewariskan mutasi
Dalam uji presipitin dihasilkan presipitin/endapan
yang dialaminya pada keturunannya. Jika mutasi
akibat reaksi antara antigen dan antibodi dalam
seperti ini terjadi terus-menerus pada keturunan-
tubuh makhluk hidup. Banyak sedikitnya endapan
nya, lama-kelamaan akan muncul spesies baru
digunakan untuk menentukan hubungan
dengan susunan gen yang sama sekali berbeda
kekerabatan antara dua organisme.
dengan susunan gen nenek moyangnya.
5. Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies
8. Spesiasi adalah proses pembentukan spesies
yang hidup pada satu tempat setelah berpindah
baru. Bencana alam seperti glasiasi dan
ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan
vulkanisasi mengakibatkan terjadinya perubahan
itu terjadi karena di tempat yang baru makhluk
lingkungan. Akibatnya, makhluk hidup yang tidak
hidup tersebut harus beradaptasi demi
dapat beradaptasi akan punah. Kepunahan massal
kelestariannya. Contohnya mengenai bentuk
ini menimbulkan relung-relung kosong. Relung
paruh burung finch yang ditemukan Darwin di
merupakan tempat hidup dan interaksi suatu
Kepulauan Galapagos. Dari pengamatannya
organisme. Suatu spesies selalu menempati relung
tampak burung-burung finch tersebut memiliki
tertentu. Jika ada relung yang kosong, akan ada
bentuk paruh dan ukuran yang berbeda, dan
sejumlah organisme yang mengisinya. Organisme
menunjukkan hubungan dengan burung finch
yang berhasil menempati relung yang kosong yaitu
yang ada di Amerika Selatan. Mungkin karena
organisme yang paling memenuhi persyaratan
sesuatu hal burung itu bermigrasi ke Galapagos.
relung tersebut. Organisme tersebut berbeda
Mereka menemukan lingkungan yang baru yang
dengan organisme sebelumnya.
berbeda dengan lingkungan hidup moyangnya.
Burung itu kemudian berkembang biak dan 9. Jumlah mutasi gen yang menguntungkan yang
keturunannya yang mempunyai sifat sesuai mungkin terjadi sebagai berikut.
dengan lingkungan akan bertahan hidup, sedang a. Pada satu individu
yang tidak akan mati. Oleh karena lingkungan
1 1 1
yang berbeda, burung-burung itu menyesuaikan = 100.000 × 1.000 × 1.000 = 100.000
diri dengan jenis makanan yang ada di Galapagos.
Akhirnya terbentuklah 14 spesies burung finch b. Pada tiap generasi
yang berbeda dalam bentuk dan ukuran paruhnya. 1
= 100.000 × 200.000.000 = 2.000

Biologi Kelas XII 129


c. Selama spesies itu ada (5.000 generasi) b. Hanyutan genetik dapat menyebabkan
= 2.000 × 5.000 frekuensi alel berubah secara acak.
= 10.000.000 c. Hanyutan genetik dapat menyebabkan
Jadi, kemungkinan terjadi mutasi menguntungkan hilangnya variasi genetik dalam populasi.
ada 10.000.000 dalam 5.000 generasi. d. Hanyutan genetik dapat menyebabkan alel-
alel berbahaya menjadi tetap.
10. Beberapa syarat hanyutan genetik yang dapat
menimbulkan evolusi sebagai berikut.
a. Hanyutan genetik signifikan pada populasi
kecil.

130 Evolusi
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan tentang prinsip-prinsip bioteknologi yang menerapkan bioproses dalam menghasilkan produk baru untuk
meningkatkan kesejahteraan manusia dalam berbagai aspek kehidupan;
2. merencanakan dan melakukan percobaan dalam penerapan prinsip-prinsip bioteknologi konvensional untuk menghasilkan
produk dan mengevaluasi produk yang dihasilkan.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. mengembangkan bioteknologi sesuai ajaran agama dan etika moral sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan karena telah
dianugerahi pola pikir ilmiah;
2. berperilaku ilmiah, bertanggung jawab, serta berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan pendapat;
3. peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan.

Bioteknologi

Mempelajari

Pengertian dan Prinsip Dasar Bioteknologi serta Produk Bioteknologi dan Dampaknya bagi
Jenis-Jenis Bioteknologi Kehidupan

Mencakup Mencakup

• Pengertian dan Prinsip Dasar Bioteknologi • Penerapan Bioteknologi


• Jenis-Jenis Bioteknologi • Dampak Penerapan Bioteknologi bagi
• Teknik yang Digunakan dalam Bioteknologi Kehidupan
Modern

Mampu

• Menjelaskan pengertian dan prinsip dasar bioteknologi.


• Menjelaskan jenis-jenis bioteknologi yang meliputi bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
• Menjelaskan teknik-teknik yang digunakan dalam bioteknologi modern.
• Menjelaskan penerapan bioteknologi dalam berbagai bidang.
• Menjelaskan dampak penerapan bioteknologi bagi kehidupan yang meliputi dampak positif maupun
dampak negatif.
• Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
• Menunjukkan perilaku ilmiah, tanggung jawab, serta berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan
dan pendapat.
• Menghargai pendapat orang lain, mau bekerja sama, serta peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan.

Biologi Kelas XII 131


A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: d
1. Jawaban: a Kloning atau transplantasi atau pencangkokan
Bioteknologi dapat diartikan secara harfiah dan nukleus digunakan untuk menghasilkan individu
secara klasik atau konvensional seperti berikut. yang secara genetik identik dengan induknya.
1) Secara harfiah, bioteknologi berarti ilmu yang Proses kloning dilakukan dengan cara memasuk-
menerapkan prinsip-prinsip biologi. kan inti sel donor ke sel telur yang telah dihilangkan
2) Secara klasik atau konvensional, bioteknologi inti selnya. Selanjutnya, sel telur diberi kejutan
dapat diartikan sebagai teknologi yang me- listrik atau zat kimia untuk memacu pembelahan
manfaatkan organisme atau bagian-bagiannya sel. Sementara itu, menggabungkan dua sel yang
untuk mendapatkan barang dan jasa yang berasal dari jaringan yang berbeda dalam suatu
bermanfaat dalam skala industri sehingga medan listrik merupakan cara dalam teknik fusi
dapat memenuhi kebutuhan manusia. protoplasma. Menyisipkan gen asing ke organisme
sehingga diperoleh sifat yang tidak dimiliki
2. Jawaban: a sebelumya merupakan cara dalam teknik DNA
Ciri-ciri bioteknologi konvensional sebagai berikut. rekombinan. Menumbuhkan jaringan atau sel
a) Biaya produksi murah. tumbuhan dalam suatu media buatan secara
b) Menggunakan teknologi dan peralatan yang aseptik merupakan cara dalam teknik kultur
sederhana. jaringan. Membiakkan sel telur dan sel sperma
c) Perbaikan genetik tidak terarah. secara in vitro di laboratorium merupakan cara
d) Hasil tidak dapat diperkirakan sebelumnya. dalam teknik bayi tabung.
e) Memerlukan waktu relatif lama.
f) Pengaruh jangka panjang sudah diketahui. 6. Jawaban: d
g) Proses relatif belum steril. Sifat totipotensi dimanfaatkan dalam teknik kultur
Adapun pengaruh jangka panjang belum dapat jaringan. Dalam kultur jaringan akan dihasilkan
diketahui dan memerlukan teknologi canggih tanaman lengkap yang sifatnya sangat mirip
merupakan ciri-ciri bioteknologi modern. dengan induknya karena merupakan hasil dari
reproduksi vegetatif. Tanaman dengan sifat baru
3. Jawaban: c dan tanaman tahan hama merupakan produk dari
Pada teknik kultur jaringan perkembangan tanaman rekayasa genetika. Sel yang merupakan gabungan
yang dilalui adalah eksplan–kalus–plantlet. dari dua sel yang berbeda merupakan produk dari
Eksplan adalah bagian tumbuhan yang hibridoma.
ditumbuhkan dalam media kultur. Potongan bagian
tumbuhan yang ditanam tersebut akan membentuk 7. Jawaban: b
kalus yaitu massa sel yang belum terdiferensiasi. Bagian tumbuhan yang ditumbuhkan dalam me-
Kalus akan berkembang menjadi tanaman lengkap dia kultur dinamakan eksplan. Sementara itu, kalus
yang disebut plantlet. merupakan massa sel yang belum terdiferensiasi.
Plantlet merupakan hasil kultur jaringan berupa
4. Jawaban: b tumbuhan berukuran kecil yang siap untuk ditanam.
Langkah-langkah dalam teknik fusi protoplasma Jaringan merupakan kumpulan beberapa sel yang
sebagai berikut. memiliki bentuk dan fungsi sama. Subkultur merupakan
1) Menyiapkan protoplasma dari tumbuhan. cara atau teknik pemindahan eksplan yang telah
2) Menghilangkan dinding sel-sel tumbuhan dan tumbuh ke dalam medium tanam yang baru.
mengisolasi protoplasmanya.
3) Menguji viabilitas (aktivitas hidup) protoplasma 8. Jawaban: b
yang diperoleh. Keunggulan-keunggulan dari teknik kultur jaringan
4) Melakukan fusi protoplasma dalam suatu sebagai berikut.
medan listrik. 1) Tidak memerlukan lahan luas untuk mem-
5) Menyeleksi hasil fusi protoplasma. produksi atau menanam banyak bibit tanaman.
6) Membiakkan hasil fusi protoplasma yang 2) Menghasilkan bibit tanaman yang sifatnya
terseleksi. identik dengan sifat induknya.
Jadi, urutan langkah-langkah dalam teknik fusi 3) Menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah
protoplasma yang benar adalah 1) – 3) – 2) – 4) – banyak dan dalam waktu singkat.
6) – 5).

132 Bioteknologi
Adapun dalam teknik kultur jaringan membutuhkan 12. Jawaban: b
biaya yang besar karena harus dilakukan di dalam Urutan proses rekayasa genetika sebagai berikut.
laboratorium yang steril dan menggunakan bahan- 1) Isolasi DNA dan pemetaan DNA pankreas
bahan kimia. Selain itu, dalam teknik kultur jaringan serta plasmid bakteri.
juga dibutuhkan keahlian khusus agar memperoleh 2) Pemotongan segmen DNA pankreas.
hasil yang maksimal. 3) Penggabungan DNA pankreas dengan plasmid
bakteri.
9. Jawaban: a
4) Memasukkan DNA rekombinan ke sel bakteri.
Pembuatan vaksin dengan teknologi DNA
5) Mengulturkan bakteri pada media kultur.
rekombinan dilakukan dengan mengisolasi gen
yang mengode senyawa penyebab penyakit Jadi, urutan teknik rekayasa genetika pada
(antigen) dari mikrob yang bersangkutan. produksi insulin yang benar adalah 2) – 3) – 5) – 4)
Selanjutnya, gen ini disisipkan pada plasmid – 1).
mikrob sejenis yang telah dilemahkan (tidak 13. Jawaban: c
berbahaya). Mikrob ini menjadi tidak berbahaya Pada proses fusi protoplasma, sel tumbuhan yang
karena telah dihilangkan bagian yang menimbulkan telah dihilangkan dinding selnya diuji viabilitasnya
penyakit, misal lapisan lendirnya. Mikrob yang telah untuk mengetahui aktivitas hidupnya. Selanjutnya,
disisipi gen ini akan membentuk antigen murni. dilakukan elektrofusi. Protoplasma yang telah
Bila antigen ini disuntikkan pada manusia, sistem bergabung menjadi satu diseleksi dan yang baik
kekebalan manusia akan membuat senyawa khas akan dikulturkan menjadi tumbuhan dewasa.
yang disebut antibodi. Munculnya antibodi ini akan
14. Jawaban: e
mempertahankan tubuh dari pengaruh senyawa
Isolasi DNA dilakukan untuk menyeleksi DNA
asing (antigen) yang masuk dalam tubuh. Adapun
yang dikehendaki. Isolasi dilakukan dengan
menyuntikkan mikrob patogen yang sudah
mengekstrak kromosom dari suatu organisme.
dilemahkan ke tubuh sehat agar terbentuk antibodi
DNA yang dipilih tersebut dipotong dengan enzim
adalah proses vaksinasi konvensional.
endonuklease restriksi yang berperan sebagai
10. Jawaban: a gunting biologi. Segmen DNA yang dikehendaki
Fusi protoplasma pada sel hewan atau manusia lalu dimasukkan ke suatu vektor (pembawa).
dimanfaatkan untuk menghasilkan hibridoma (sel Vektor pada proses ini dapat berupa plasmid atau
hibrid). Hibridoma merupakan hasil fusi antara sel DNA virus. Sementara itu, DNA rekombinan
pembentuk antibodi sel (limfosit B) dengan sel merupakan teknik mengubah susunan DNA suatu
mieloma (sel kanker). Sel hibridoma yang organisme dengan cara menyisipkan gen asing ke
dihasilkan dapat membelah secara tidak terbatas organisme tersebut. Enzim endonuklease ligase
seperti sel kanker, tetapi juga menghasilkan berfungsi menggabungkan segmen DNA atau dapat
antibodi seperti sel limfosit B. Sementara itu, disebut sebagai lem biologi.
mengubah susunan DNA suatu organisme dengan
15. Jawaban: e
menyisipkan gen asing ke organisme merupakan Sel hibridoma merupakan hasil dari teknik fusi
teknik DNA rekombinan. Prosesnya membutuhkan protoplasma, yaitu penggabungan dua sel dari
zat-zat kimia untuk memacu pembelahan sel jaringan yang sama atau dua sel dari organisme yang
merupakan teknik dalam kloning. Memanfaatkan berbeda dalam suatu medan listrik. Kondisi ini akan
sifat totipotensi pada tumbuhan merupakan teknik mengakibatkan kedua sel akan tertarik satu sama
dalam kultur jaringan. lain dan akhirnya mengalami fusi (melebur).
11. Jawaban: c Protoplasma diisolasi dengan cara dihilangkan dinding
Untuk mendapatkan bibit bebas virus dalam jumlah selnya. Protoplasma yang diperoleh, lalu diuji
besar dan dalam waktu yang singkat dapat didapat- viabilitasnya (aktivitas hidupnya) dengan cara melihat
kan dengan teknik kultur jaringan. Sementara itu, aktivitas organel. Fusi protoplasma dilakukan dalam
kloning atau transplantasi atau pencangkokan suatu medan listrik. Setelah sel-sel tadi mengalami
nukleus digunakan untuk menghasilkan individu fusi, tahap selanjutnya adalah menyeleksi protoplasma
yang secara genetik identik dengan induknya. Fusi yang dihasilkan. Setiap sel mempunyai spesifikasi
protoplasma atau hibridoma adalah penggabungan tertentu. Protoplasma yang terseleksi, lalu dibiakkan.
dua sel yang berbeda. Rekayasa genetika adalah Fusi protoplasma pada sel hewan dan manusia
mengubah susunan gen sehingga keturunan yang sangat berguna terutama untuk menghasilkan
dihasilkan tidak mirip dengan induknya. hibridoma. Hibridoma merupakan hasil fusi yang

Biologi Kelas XII 133


terjadi antara sel pembentuk antibodi dan sel ini dikarenakan sel-sel yang aktif membelah (sel-
mieloma. Adapun pencangkokan gen atau DNA yang sel tanaman muda) lebih mudah ditumbuhkan
telah diisolasi ke dalam plasmid bakteri yang telah daripada sel tanaman tua. Sel-sel tanaman muda
dipotong dengan enzim endonuklease restriksi. masih mengalami pembelahan secara aktif dan
Pengisolasian DNA dari suatu organisme dengan belum mengalami diferensiasi, sedangkan sel
memotongnya menjadi segmen-segmen kecil meng- tanaman tua sudah mengalami diferensiasi. Sel-
gunakan enzim endonuklease restriksi merupakan sel tanaman muda yang masih aktif membelah
tahapan proses dari teknik DNA rekombinan. tersebut termasuk dalam jaringan meristem. Sel-
sel penyusun jaringan meristem memiliki sifat
B. Uraian totipotensi yang tinggi. Oleh karena itu, sel-sel
tersebut cocok digunakan dalam teknik kultur
1. Dalam bioteknologi modern, manipulasi tidak hanya jaringan. Selain itu, jaringan meristem pada
dilakukan pada kondisi lingkungan maupun media tanaman dapat tumbuh dan berkembang menjadi
tumbuh, tetapi juga dilakukan pada susunan gen organ-organ tanaman seperti akar, batang, dan
dalam kromosom makhluk hidup yang digunakan tunas baru. Adapun contoh eksplan yaitu ujung
(rekayasa genetika). Oleh karena itu, bioteknologi akar dan ujung batang.
modern sangat erat dengan rekayasa genetika.
6. Dalam perkembangan lebih lanjut, bioteknologi
Rekayasa genetika bertujuan untuk menghasilkan
dapat didefinisikan sebagai pemanfaatan prinsip-
organisme transgenik yakni organisme yang
prinsip dan kerekayasaan terhadap organisme,
susunan gen dalam kromosomnya telah diubah
sistem, atau proses biologis untuk menghasilkan
sehingga mempunyai sifat menguntungkan sesuai
atau meningkatkan potensi organisme maupun
dengan yang dikehendaki.
menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan
2. Hasil bayi tabung memiliki kualitas yang sama hidup manusia.
dengan bayi normal. Kondisi tersebut disebabkan
7. Kelemahan-kelemahan dari bioteknologi
proses dalam teknik bayi tabung juga terjadi
konvensional sebagai berikut.
melalui pembuahan alami. Hanya saja proses
a. Perbaikan genetik tidak terarah.
pembuahan tersebut berlangsung secara in vitro
b. Memerlukan waktu relatif lama.
di laboratorium. Hasil bayi tabung tersebut tidak
c. Belum ada pengkajian prinsip-prinsip ilmiah.
ditemukan kecacatan serta pertumbuhan dan
d. Hasil tidak dapat diperkirakan sebelumnya.
perkembangannya sama seperti dengan bayi
e. Tidak dapat mengatasi ketidaksesuaian genetik.
normal.
f. Hanya dapat diproduksi dalam skala kecil.
3. Hibridoma merupakan hasil fusi antara sel pem- g. Prosesnya relatif belum steril sehingga kualitas
bentuk antibodi dengan sel mieloma. Sel pembentuk hasilnya belum terjamin.
antibodi yaitu sel limfosit B, sedangkan sel
mieloma yaitu sel kanker. Sel hibridoma yang 8. Plasmid adalah rantai DNA melingkar di luar
dihasilkan dapat membelah secara tidak terbatas kromosom bakteri. Sifat-sifat plasmid sebagai
seperti sel kanker, tetapi juga menghasilkan berikut.
antibodi seperti sel limfosit B. Setiap sel hibridoma a. Dapat mereplikasi diri.
menghasilkan antibodi yang sifatnya khas b. Dapat berpindah ke sel bakteri lain.
sehingga hibridoma yang dihasilkan harus diseleksi c. Merupakan molekul DNA yang mengandung
terlebih dahulu. Selanjutnya, setiap sel hibrid gen tertentu.
dibiakkan untuk menghasilkan antibodi. d. Sifat plasmid pada keturunan bakteri sama
dengan plasmid induk.
4. Proses DNA rekombinan meliputi tahap isolasi Dengan demikian, alasan plasmid digunakan
DNA, transplantasi gen atau DNA, dan memasuk- sebagai vektor dalam DNA rekombinan karena
kan DNA ke sel hidup. Dalam tahap transplantasi plasmid dapat berikatan dengan gen, mampu
gen atau DNA dilakukan dengan cara meyambung memperbanyak diri, dan mengekspresikan gen
gen yang telah diisolasi ke dalam DNA plasmid tersebut. Selain plasmid, vektor dapat berupa DNA
vektor menggunakan enzim ligase. Enzim ligase virus.
tersebut mampu menyambung ujung-ujung
nukleotida. Oleh karena itu, enzim ligase dapat 9. Media kultur yang digunakan dalam teknik kultur
dikatakan sebagai lem biologi. jaringan biasanya berupa agar-agar yang ditambah
dengan unsur hara dan vitamin yang dibutuhkan
5. Dalam teknik kultur jaringan, eksplan merupakan oleh tumbuhan. Selain itu, media tersebut juga
bagian tumbuhan yang akan ditumbuhkan pada dapat ditambah dengan hormon pertumbuhan,
media kultur. Eksplan yang digunakan tersebut misalnya hormon auksin dan sitokinin.
memiliki sel-sel yang aktif membelah. Keadaan

134 Bioteknologi
10. Tahapan teknik kloning sebagai berikut. c. Saat klon embrio telah mencapai tahap
a. Memasukkan inti sel donor ke sel telur yang sesuai, embrio dimasukkan ke rahim hewan
telah dihilangkan inti selnya. betina lainnya yang sejenis.
b. Sel telur tersebut diberi kejutan listrik atau zat d. Hewan betina tersebut akan mengandung
kimia untuk memacu pembelahan sel. embrio yang ditanam dan melahirkan anak
hasil kloning.

A. Pilihan Ganda fusi protoplasma untuk menghasilkan produk yang


1. Jawaban: b bermanfaat bagi manusia adalah pengembangan
Bakteri yang berperan sebagai vektor tanaman sel hibridoma yang diperoleh dengan menggabung-
transgenik adalah Agrobacterium tumefaciens, kan sel-sel limfosit B dan sel mieloma yang telah
sedangkan bakteri yang berperan sebagai agen dihilangkan dinding selnya dalam suatu medan
biopestisida adalah Bacillus thuringiensis. Kedua listrik. Sel hibridoma bertujuan untuk memproduksi
bakteri tersebut digunakan pada pembuatan antibodi monoklonal. Adapun susu yang
tanaman antiserangga. Tanaman antiserangga mengandung laktoferin, kain alami sintetis,
dapat diperoleh melalui proses transplantasi gen. produksi insulin, dan produksi vaksin transgenik
Caranya dengan mengisolasi plasmid Ti dari dilakukan dengan teknik DNA rekombinan. Susu
bakteri Agrobacterium tumefaciens. Selanjutnya, yang mengandung laktoferin diproduksi dengan
plasmid disisipi dengan gen delta endotoksin menyisipkan gen laktoferin manusia pada sapi
Bacillus thuringiensis. Plasmid tersebut kemudian perah. Kain alami sintetis diproduksi dengan
dimasukkan kembali ke A. tumefaciens. Selanjut- mengembangkan gen bakteri yang mengkode
nya, plasmid dicampur dengan sel-sel tumbuhan. enzim sintesis poliester untuk menghasilkan kain
Setelah plasmid bergabung dengan sel-sel alami dengan tekstur halus dan kuat. Produksi in-
tumbuhan, A. tumefaciens akan berkembang biak sulin dilakukan dengan menyisipkan gen pengode
dengan menduplikasikan plasmid. Setelah itu, insulin ke dalam plasmid bakteri. Produksi vaksin
A. tumefaciens akan memasukkan gen delta transgenik dilakukan dengan menyisipkan gen
endotoksin ke kromosom sel tumbuhan. Sel-sel pengode antigen pada plasmid.
tumbuhan yang sudah mengandung gen delta 4. Jawaban: e
endotoksin ditumbuhkan dengan metode kultur Kloning merupakan perbanyakan spesies yang
jaringan. Tanaman yang dihasilkan akan mampu bertujuan untuk mendapatkan keturunan yang
memproduksi protein delta endotoksin sehingga memiliki sifat sama persis dengan induknya.
serangga yang memakan tanaman tersebut akan Kloning didasarkan pada teori totipotensi. Setiap
mati keracunan. Sementara itu, Thiobacillus sel dapat berkembang menjadi satu individu utuh.
ferrooxidans digunakan untuk pemisahan logam Akan tetapi, kloning memiliki dampak negatif yaitu
tembaga dari bijihnya. Adapun Rhizopus oryzae menurunkan keanekaragaman hayati. Melalui
digunakan dalam pembuatan tempe. kloning diperoleh hewan dengan sifat yang unggul.
2. Jawaban: d Dengan demikian, hewan yang memiliki gen jelek
Produk bioteknologi yang pembuatannya tidak akan dikloning. Lama kelamaan, keaneka-
memanfaatkan Acetobacter xylinum adalah nata ragaman hewan tersebut hanya memiliki satu sifat
de coco (gambar d). Nata de coco merupakan unggul saja. Sementara, sifat yang tidak unggul
makanan fermentasi yang bahan dasarnya adalah akan punah bersama dengan hewan yang memiliki
air kelapa. Sementara itu, tapai ketan (gambar a) sifat tersebut.
dan roti tawar (gambar b) dibuat dengan me- 5. Jawaban: a
manfaatkan Saccharomyces cereviseae. Tempe Antibiotik merupakan senyawa yang dihasilkan oleh
(gambar c) dibuat dengan memanfaatkan Rhizopus mikroorganisme, baik jamur atau bakteri untuk
oryzae. Keju (gambar e) dibuat dengan memanfaat- menghambat pertumbuhan mikroorganisme
kan Lactobacillus bulgaricus. patogen lain. Contoh antibiotik yaitu streptomisin,
3. Jawaban: a penisilin, sefalosporin, eritromisin, tetrasiklin, dan
Teknik fusi protoplasma adalah menggabungkan basitrasin. Secara spesifik, antibiotik streptomisin
dua sel dari jaringan yang sama atau sel dari digunakan untuk membunuh bakteri kebal penisilin
organisme yang berbeda. Contoh penerapan teknik dan sefalosporin. Untuk meningkatkan kekebalan

Biologi Kelas XII 135


tubuh dapat menggunakan produk yang berupa 10. Jawaban: b
vaksin. Untuk melarutkan darah yang beku dapat Yoghurt dan keju merupakan produk pangan dari
menggunakan aktivator plasminogen. Untuk olahan susu dengan bantuan bakteri. Keju dan
mengurangi rasa sakit dapat menggunakan beta yoghurt dibuat dengan bantuan campuran bakteri
endorfin. Untuk menurunkan demam dapat Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
menggunakan paracetamol. thermophillus. Bakteri tersebut memfermentasi
laktosa menjadi asam laktat serta menciptakan
6. Jawaban: d
kondisi menguntungkan untuk pertumbuhan
Bunga anyelir dapat layu karena adanya pengaruh
Lactobacillus bulgaricus.
etilen. Melalui rekayasa genetika, gen yang sensitif
terhadap etilen diganti dengan gen yang kurang 11. Jawaban: a
sensitif sehingga bunga tetap segar dalam waktu Produk bioteknologi konvensional pada gambar
lama. Bunga anyelir normal hanya mampu bertahan adalah kecap. Bahan dasar untuk membuat kecap
segar selama 3 hari, sedangkan bunga anyelir adalah kedelai. Kedelai tersebut difermentasi meng-
transgenik mampu bertahan segar selama 3 minggu. gunakan bantuan mikroorganisme Aspergillus
wentii. Sementara itu, susu dapat dibuat menjadi
7. Jawaban: e yoghurt dengan bantuan mikroorganisme Lactoba-
Dampak negatif yang mungkin timbul dari hilang- cillus bulgaricus. Singkong dan ketan dapat dibuat
nya plasma nutfah adalah berkurangnya keaneka- menjadi tapai dengan bantuan mikroorganisme Sac-
ragaman hayati. Hal ini karena penemuan orga- charomyces cerevisiae. Air kelapa dapat dibuat
nisme transgenik menimbulkan kecenderungan menjadi nata de caco dengan bantuan mikro-
masyarakat untuk membudidayakan organisme organisme Acetobacter xylinum.
yang bersifat unggul saja sehingga mengakibatkan
hilangnya plasma nutfah. 12. Jawaban: a
Produk kesehatan hasil rekayasa genetika seperti
8. Jawaban: e insulin mempunyak keseimbangan sendiri yang
Tanaman transgenik adalah tanaman yang telah tidak diduga sebelumnya. Keseimbangan tersebut
diubah susunan gennya dalam kromosom tidak sesuai dengan homeostatis dalam tubuh. Hal
sehingga mempunyai sifat yang menguntungkan ini dapat mengakibatkan timbulnya gejala-gejala
sesuai dengan yang dikehendaki, misalnya lain dari suatu penyakit, misalnya terjadi alergi.
tanaman kapas transgenik antiserangga. Tanaman
ini dapat menimbulkan ancaman terhadap 13. Jawaban: b
lingkungan dengan menimbulkan kerusakan pada Mikroorganisme dapat dimanfaatkan untuk
ekosistem. Jika tanaman transgenik ditanam meningkatkan mutu pangan dengan bioteknologi.
bersama dengan tanaman sejenis nontransgenik Salah satu mikroorganisme tersebut adalah jamur.
dikhawatirkan akan terjadi pencemaran gen. Beberapa pemanfaatan jamur dalam bioteknologi
Pencemaran ini terjadi apabila tanaman transgenik untuk peningkatan pangan, misalnya Rhizopus
menyerbuki tanaman nontransgenik, akibatnya oligosporus untuk pembuatan oncom hitam dan
pada tanaman nontransgenik mengalami mutasi taoco, Mucor substilissimus untuk pembuatan sufu
yang mengakibatkan tanaman tersebut mati atau (keju kedelai), Rhizopus oryzae untuk pembuatan
memiliki ciri seperti yang dimiliki oleh tanaman tempe, serta Neurospora sitophila untuk
transgenik. Hal ini mengakibatkan berkurangnya pembuatan oncom merah.
keanekaragaman tanaman tersebut (hilangnya 14. Jawaban: e
plasma nutfah lokal). Pasteurisasi adalah proses sterilisasi susu dengan
9. Jawaban: a cara dipanaskan pada suhu di atas 60°C. Susu
Tumpahan minyak bumi di laut dapat didegradasi yang akan digunakan untuk membuat yoghurt dan
melalui teknologi bioremediasi. Bioremediasi ini keju perlu dipanaskan terlebih dahulu selama
menerapkan prinsip memecah atau mendegradasi beberapa waktu untuk membunuh bakteri
zat pencemar menjadi bahan tidak beracun atau berbahaya. Dengan demikian, susu tersebut bebas
mereduksi bahan pencemar dari lingkungan. Peng- dari bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.
gunaan bakteri Pseudomonas putida untuk mengatasi 15. Jawaban: d
pencemaran minyak bumi di laut karena bakteri Antibodi monoklonal hanya mampu menghasilkan
ini mampu memutuskan atau menguraikan ikatan satu jenis antibodi sehingga hanya mampu
karbon pada rantai minyak bumi sehingga pen- menyerang satu jenis antigen. Antibodi multiklonal
cemaran akibat tumpahan minyak di laut dapat mampu menghasilkan lebih dari satu jenis antibodi
teratasi. sehingga mampu menyerang banyak antigen.

136 Bioteknologi
Banyaknya antibodi yang dihasilkan inilah yang informasi mengenai produk yang akan dikonsumsi.
mengakibatkan antibodi multiklonal tidak tepat Apabila tidak diberikan label informasi dikhawatir-
sasaran karena tidak menyerang pada satu kan akan membahayakan konsumen karena
penyakit secara tepat. makanan transgenik mungkin dapat menghasilkan
toksik atau menyebabkan alergi bagi sebagian
B. Uraian orang.
1. Jawaban: 4. Tomat Flavr Savr merupakan buah hasil rekayasa
Kapas antiserangga mampu menghasilkan protein genetika yang mempunyai sifat unggul tahan dari
delta endotoksin. Protein ini akan bereaksi dengan kebusukan. Tomat Flavr Savr diproduksi dengan
enzim yang diproduksi oleh lambung serangga. cara mentransfer gen antisense ke dalam tomat
Reaksi ini akan mengubah enzim tersebut menjadi untuk menghambat enzim poligalakturonase yang
racun. Akibatnya, serangga yang memakan dapat mempercepat degradasi pektin. Akibatnya,
tanaman tersebut akan mati karena keracunan. proses pelunakan tomat dapat diperlambat
Jika serangga-serangga yang ada di alam mati, sehingga tidak cepat busuk dan dapat disimpan
organisme-organisme pemakan serangga akan ikut lebih lama. Tomat hasil rekayasa genetika tersebut
punah juga, misal burung pemakan serangga. Hal diketahui mengandung gen resistan terhadap
ini akan menyebabkan rantai makanan yang ada antibiotik karena penyisipan gen asing ke dalam
di alam terganggu dan keseimbangan ekosistem tomat. Apabila orang yang mengonsumsi tomat
tidak terjaga. tersebut terkena infeksi, akan sulit diobati dengan
2. Dalam pembuatan tempe, pada proses fermentasi berbagai antibiotik yang ada. Dengan demikian,
digunakan jamur Rhizopus sp. karena jamur ini tubuh akan menjadi resistan terhadap antibiotik.
mampu merekatkan bulir-bulir kedelai. Selain itu, 5. Vaksin digunakan untuk mencegah serangan
Rhizopus sp. yang terdapat pada tempe akan penyakit terhadap tubuh yang berasal dari
mengubah protein pada kacang kedelai menjadi mikroorganisme. Vaksin dibedakan menjadi dua
senyawa yang lebih sederhana (asam amino) yang yaitu vaksin konvensional dan vaksin rekombinan.
mudah dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Vaksin konvensional dapat berupa virus/bakteri
3. Makanan transgenik merupakan bahan makanan yang dilemahkan maupun dimatikan, atau peng-
yang berasal dari organisme hasil rekayasa genetika, ambilan racun yang diambil dari mikroorganisme
yaitu organisme yang mengandung gen dari spesies tersebut. Kelemahan vaksin konvensional adalah
lain yang dihasilkan dari teknologi DNA rekombinan. jika virus atau bakteri yang dilemahkan aktif
Teknologi DNA rekombinan merupakan teknik kembali, akan mengakibatkan penyakit yang lebih
menggabungkan DNA suatu organisme dengan fatal. Sementara itu, vaksin rekombinan/vaksin
DNA organisme lain. Bisa dikatakan bahwa transgenik merupakan produk bioteknologi modern/
organisme trasngenik merupakan mutan karena rekayasa genetika dengan teknik DNA rekombinan
secara genetik dan fenotipe sifat yang dimiliki untuk menyisipkan gen yang mengode antigen
organisme tersebut berubah dari sifat aslinya. Oleh pada plasmid. Vaksin rekombinan berupa protein
karena itu, kemasan makanan transgenik biasanya rekombinan yang bersifat imunogenik.
diberi label GMO agar konsumen mengetahui

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: a


1. Jawaban: a Kloning merupakan teknik yang digunakan untuk
Kelemahan-kelemahan bioteknologi modern menghasilkan individu yang secara genetik identik
sebagai berikut. dengan induknya. Proses kloning dilakukan dengan
1) Biaya produksi relatif mahal. cara memasukkan inti sel donor ke sel telur yang
2) Memerlukan teknologi canggih. telah dihilangkan inti selnya. Sementara itu teknik
3) Pengaruh jangka panjang belum diketahui. hibridoma atau fusi protoplasma dilakukan dengan
Adapun hanya diproduksi dalam skala kecil, cara menggabungkan kedua sel dengan terlebih
memerlukan waktu relatif lama, dan hasil tidak dahulu menghilangkan dinding sel atau membran
dapat diperkirakan sebelumnya merupakan sel dari kedua sel yang akan digabungkan dalam
kelemahan-kelemahan bioteknologi konvensional. suatu medan listrik. Teknik kultur jaringan dilaku-

Biologi Kelas XII 137


kan dengan cara menumbuhkan jaringan maupun teknik penggabungan dua sel yang berasal dari
sel tumbuhan dalam suatu media buatan secara jaringan berbeda sehingga menghasilkan sel hibrid
aseptik. Teknik DNA rekombinan dilakukan dengan yang memiliki sifat kedua sel tersebut. Kultur jaringan
cara menyisipkan gen asing ke suatu organisme adalah teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif
sehingga diperoleh sifat yang tidak dimiliki buatan yang didasarkan pada sifat totipotensi
sebelumnya. tumbuhan. Kloning adalah teknik yang digunakan
untuk menghasilkan individu yang secara genetik
3. Jawaban: c identik dengan induknya.
Plantlet merupakan hasil kultur jaringan berupa
tumbuhan yang berukuran kecil dan siap untuk di- 7. Jawaban: e
tanam. Sementara itu, jaringan merupakan kum- Kloning atau transplantasi nukleus adalah proses
pulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama. untuk menghasilkan individu yang secara genetik
identik dengan induknya. Proses kloning dilakukan
Eksplan merupakan bagian tumbuhan yang
pada tingkat sel. Proses kloning dilakukan dengan
ditumbuhkan dalam media kultur. Kalus merupakan
memasukkan inti sel donor ke sel telur yang telah
massa sel yang belum terdiferensiasi. Sel meru-
dihilangkan inti selnya. Selanjutnya, sel telur diberi
pakan unit kehidupan terkecil dari makhluk hidup.
kejutan listrik atau zat kimia untuk memacu
4. Jawaban: e pembelahan sel.
Media yang digunakan dalam teknik kultur jaringan 8. Jawaban: b
biasanya berupa agar-agar yang ditambahkan Penyakit fibrosis sistik dapat diatasi dengan
dengan unsur hara dan vitamin yang dibutuhkan memanfaatkan bioteknologi, yaitu dengan cara
tumbuhan. Selain itu, media kultur jaringan juga
memasukkan gen yang mengode ATT dari
dapat ditambahkan dengan hormon pertumbuhan
orang sehat ke DNA virus. Selanjutnya, virus
seperti auksin dan sitokinin. Auksin dapat memicu
tersebut diinfeksikan pada paru-paru pasien. Virus
pertumbuhan akar, sedangkan sitokinin dapat
memicu pertumbuhan tunas. Dengan penambahan akan mengirimkan gen normal ke dalam sel-sel
hormon tersebut proses kultur jaringan dapat ber- pasien. Dengan demikian, sel-sel pasien dapat
langsung dengan cepat. Sementara itu, asam absisat membuat protein ATT sehingga pasien dapat
berfungsi untuk menunda pertumbuhan serta meng- bernapas dengan lebih normal.
hambat pembelahan dan pembentangan sel. Antokalin 9. Jawaban: d
berfungsi merangsang pembentukan bunga. Interferon adalah protein yang dibentuk secara
5. Jawaban: c alami oleh sel-sel imun, misalnya sel darah putih
Langkah-langkah dalam teknik bayi tabung sebagai dan fibroblas. Secara komersial, interferon diproduksi
berikut. menggunakan teknologi DNA rekombinan atau
1) Sel telur istri dan sel sperma suami diambil. transplantasi gen. Sementara itu, kloning atau
2) Sel telur dibuahi sel sperma di luar tubuh induk transfer inti dilakukan dengan cara memasukkan
betina (istri). inti sel donor yang berasal dari sel somatis ke
3) Terbentuk embrio. sel telur yang telah dihilangkan inti selnya. Fusi
4) Embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita protoplasma merupakan teknik penggabungan dua
yang diambil sel telur (istri). sel yang berasal dari jaringan berbeda sehingga
5) Bayi tabung siap untuk dilahirkan. menghasilkan hibrid yang memiliki sifat kedua sel
Jadi, urutan yang benar adalah 2) – 1) – 3) – 4) – 5). tersebut. Hibridoma merupakan hasil antara sel
6. Jawaban: a pembentuk antibodi sel (limfosit B) dengan sel
Pembuatan golden rice dengan cara mengisolasi mieloma (sel kanker).
atau menyisipkan gen yang mengandung beta 10. Jawaban: c
karoten ke dalam tanaman padi. Gen tersebut ber-
Eksplan adalah bagian tumbuhan yang ditumbuh-
asal dari bunga bakung (Narcissus pseudonarcissus)
kan dalam media kultur. Eksplan yang sering digunakan
dan bakteri Erwinia uredovora. Adanya penyisipan
merupakan bagian tumbuhan yang memiliki sel-
gen tersebut menghasilkan tanaman padi yang
berwarna kuning keemasan. Berdasarkan cara sel yang aktif membelah yaitu sel meristem yang
pembuatannya tersebut, pembuatan golden rice terdapat di ujung akar atau batang.
melibatkan teknik DNA rekombinan. DNA 11. Jawaban: b
rekombinan adalah teknik mengubah susunan DNA Contoh produk bioteknologi modern dengan
suatu organisme dengan cara menyisipkan gen proses rekayasa genetika terhadap mikro-
asing ke organisme tersebut sehingga diperoleh organisme adalah produksi vaksin transgenik
sifat yang tidak dimiliki sebelumnya. Sementara dengan bakteri patogen dan produksi insulin
itu, teknik fusi protoplasma atau hibridoma adalah dengan bakteri Escherichia coli yang dilakukan

138 Bioteknologi
dengan teknik DNA rekombinan. Tujuan teknik 15. Jawaban: b
DNA rekombinan adalah untuk melakukan Dengan adanya bioteknologi dapat ditemukan
manipulasi gen sehingga dihasilkan organisme berbagai tanaman dengan sifat unggul yang sangat
yang memiliki sifat-sifat baru sesuai yang diharap- menguntungkan. Di sisi lain, penemuan tersebut
kan. Organisme yang dihasilkan disebut organisme ternyata menimbulkan berbagai dampak negatif
transgenik. Adapun produksi antibiotik dengan pada berbagai bidang. Salah satunya dampak
bakteri Streptomyces griceus, produksi metanol negatif pada bidang sosial ekonomi. Misalnya
dengan bakteri Methanobacterium sp, dan timbulnya kesenjangan dan kecemburuan dalam
produksi yoghurt dengan bakteri Lactobacillus masyarakat karena produk-produk dari petani
bulgaricus merupakan produk bioteknologi tradisional mulai tersisih sehingga berimbas pada
konvensional tanpa melakukan manipulasi pada petani tradisional kehilangan mata pencahariannya.
susunan gen dalam kromosom bakteri tersebut. Selain itu, bioteknologi juga akan mengakibatkan
Manipulasi dilakukan pada kondisi lingkungan dan timbulnya ketergantungan manusia terhadap
media tumbuh dengan menggunakan peralatan bioteknologi. Sementara itu, alergi pada manusia
sederhana. yang mengonsumsi tanaman transgenik
merupakan dampak negatif terhadap kesehatan.
12. Jawaban: a
Selain itu, dampak lain bioteknologi yaitu dampak
Agrobacterium tumefaciens dapat dijadikan
terhadap lingkungan yang dapat menimbulkan
sebagai vektor pada proses DNA rekombinan
ketidakseimbangan ekosistem.
karena mempunyai plasmid Ti (tumor inducing)
yang dapat bergabung dengan DNA tumbuhan. 16. Jawaban: a
Tanaman transgenik umumnya memiliki sifat-sifat
13. Jawaban: e
unggul yang diinginkan, tetapi ternyata tanaman
Bioteknologi merupakan teknologi yang tersebut dapat merusak ekosistem. Misalnya
memanfaatkan organisme atau bagian-bagiannya tanaman kapas antiserangga dapat menyebabkan
untuk meningkatkan kualitas suatu barang dan serangga yang memakannya menjadi mandul dan
jasa. Bioteknologi dibedakan menjadi bioteknologi semakin lama akan menyebabkan terjadinya
konvensional dan bioteknologi modern. Salah satu kepunahan serangga tersebut. Hal tersebut
aplikasi bioteknologi konvensional adalah berdampak pada terjadinya ketidakseimbangan
pembuatan keju dengan bahan dasar susu melalui ekosistem.
proses fermentasi oleh Lactobacillus bulgaricus.
Sementara itu, bioteknologi modern banyak 17. Jawaban: e
Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan
diterapkan dalam bidang kesehatan, misalnya
tanaman secara vegetatif dengan menumbuhkan
dalam pembuatan antibodi monoklonal, vaksin, dan
jaringan maupun sel tumbuhan dalam suatu me-
insulin. Adapun pembuatan agar-agar dengan
dia buatan secara aseptik. Teknik ini didasarkan
bahan dasar Algae merah, tahu dengan bahan pada sifat totipotensi tumbuhan. Teknik ini mem-
dasar kacang kedelai, baso dengan bahan dasar berikan implikasi positif bagi kehidupan manusia
daging, dan sirop dengan bahan dasar gula jawa berupa hasil bibit tanaman dengan jumlah banyak
bukanlah penerapan bioteknologi. dan waktu yang singkat. Selain itu, sifat individu
14. Jawaban: d baru yang dihasilkan dari teknik kultur jaringan
Cara memperoleh tanaman transgenik adalah memiliki sifat yang sama dengan induknya. Adapun
dengan memasukkan gen delta endotoksin tanaman poliploid yang berukuran besar dapat
Bacillus thuringiensis ke dalam tanaman budi daya. diperoleh dengan teknik radiasi. Sementara itu,
tanaman transgenik dengan kualitas unggul, misal
Selanjutnya, tanaman budi daya akan mem-
tanaman yang tahan penyakit dan hama serta
produksi protein delta endotoksin melalui proses
memiliki jaringan yang kukuh dapat diperoleh
bioteknologi yang dapat memberi dampak positif
dengan teknik DNA rekombinan.
terhadap lingkungan. Adanya tanaman yang
mampu memproduksi protein delta endotoksin 18. Jawaban: a
dapat memecahkan masalah lingkungan yaitu Pada umumnya bioteknologi memberi manfaat bagi
mengurangi pencemaran akibat penggunaan kesejahteraan manusia. Namun, di sisi lain
pestisida. Hal ini karena serangga yang memakan bioteknologi juga dapat memberikan dampak
tanaman tersebut akan mati karena mengalami negatif bagi lingkungan, misalnya pada kebijakan
keracunan. Dengan demikian, tidak diperlukan lagi budi daya tanaman kapas transgenik di Sulawesi
pestisida untuk mengendalikan hama serangga yang mendapat tanggapan pro dan kontra dari
tersebut. masyarakat. Masyarakat menerima kebijakan ini
karena melihat keuntungan penerapan teknologi

Biologi Kelas XII 139


kapas transgenik yang memiliki sifat unggul yaitu 3) Menggabungkan potongan gen yang di-
tahan hama sehingga menghemat penggunaan kehendaki dengan plasmid.
insektisida. Namun, kebijakan tersebut juga 4) Memasukkan plasmid yang telah disisipi gen
mendapat penolakan dari masyarakat yang khawatir baru ke sel bakteri.
akan dampak negatif yang ditimbulkan pada 5) Membiakkan bakteri dalam tabung reaksi.
ekosistem. Penanaman kapas transgenik di- Jadi, urutan proses DNA rekombinan yang benar
khawatirkan akan menggeser kapas lokal sehingga adalah 4) – 1) – 5) – 3) – 2).
akan mengurangi keanekaragaman kapas lokal.
24. Jawaban: b
19. Jawaban: c Prinsip dari bioteknologi konvensional yaitu peng-
Bakteri hasil rekayasa genetika memiliki susunan gunaan agen biologi (mikroorganisme) dengan
gen dan kromosom yang telah berubah. Jika teknik sederhana tanpa melalui rekayasa genetika
bakteri transgenik ini lepas ke lingkungan untuk tujuan tertentu, misal pengolahan produk
dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit infeksi makanan. Proses yang terjadi di dalam bioteknologi
baru yang belum ada obatnya. konvensional umumnya yaitu fermentasi. Semen-
20. Jawaban: b tara itu, rekayasa genetika dan manipulasi DNA
PST (protein sel tunggal) adalah suatu istilah untuk merupakan ciri-ciri dari bioteknologi modern.
menyebutkan protein yang berasal dari organisme 25. Jawaban: b
yang strukturnya sederhana. Produksi PST dapat Hubungan yang benar antara bahan, mikro-
mengurangi pencemaran limbah karena substrat organisme, dan produknya sebagai berikut.
yang digunakan sebagai medium tumbuh mikrob
penghasil PST ini dapat berupa limbah. Bahan Mikroorganisme
Produk yang
Dihasilkan
21. Jawaban: c
Susu Streptococcus sp. Yoghurt
Bioteknologi modern lebih menggunakan kajian Kedelai Rhizopus sp. Tempe
ilmiah rekayasa genetika, biokimia, dan biomolekuler. Kedelai Aspergillus sp. Kecap
Kegiatan pada soal yang menerapkan prinsip Singkong Saccharomyces sp. Tapai
bioteknologi modern adalah kloning domba Dolly Susu Streptococcus sp. Krim asam
(biomolekuler), tomat Flavr Savr (rekayasa genetika), 26. Jawaban: c
dan produksi antibodi monoklonal (biomolekuler). Penerapan bioteknologi dalam kehidupan selain
Sementara itu, pemisahan logam menggunakan dapat memberikan manfaat juga dapat memberikan
Thiobacillus ferooxidans, pembuatan antibiotik dampak negatif pada berbagai bidang kehidupan.
penisilin, dan pembuatan keju menggunakan Misalnya pada bidang lingkungan dan kesehatan.
Propioni bacterium menerapkan prinsip bioteknologi Dampak negatif yang ditimbulkan bioteknologi
konvensional. dalam bidang lingkungan misalnya dapat meng-
22. Jawaban: a akibatkan berkurangnya keanekaragaman hayati
Dalam proses transplantasi gen dilakukan dengan serta timbulnya gangguan pada keseimbangan
menyambungkan gen yang telah diisolasi ke dalam lingkungan. Sementara itu, pada bidang kesehatan
DNA plasmid vektor menggunakan enzim ligase. dapat menimbulkan reaksi alergi serta resistan
Enzim tersebut mampu menyambung ujung-ujung terhadap antibiotik tertentu yang diakibatkan oleh
nukleotida dan berperan sebagai lem biologi. konsumsi tanaman transgenik hasil bioteknologi.
Sementara itu, enzim restriksi berfungsi untuk 27. Jawaban: b
memotong gen yang diinginkan dan membuka Pemanfaatan bakteri Thiobacillus ferrooxidans
plasmid bakteri pada teknik rekayasa genetika. digunakan untuk mengurangi pencemaran limbah
Enzim katalase berfungsi dalam menguraikan bahan tambang. Hal ini disebabkan karena bakteri
hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen tersebut mampu mengoksidasi belerang yang
sehingga tidak membahayakan sel-sel tubuh. mengikat berbagai logam dengan membentuk logam
Enzim protease berfungsi memecah protein sulfida yang dapat dilepaskan kembali ke lingkungan
menjadi asam amino. Enzim polimerase berfungsi dan dimanfaatkan oleh manusia. Bakteri ini digunakan
untuk membuka rantai double heliks dalam proses dalam pemurnian logam dari bijihnya. Penggunaan
sintesis protein. bakteri dalam pemurnian logam dapat mengurangi
23. Jawaban: d dampak pencemaran limbah bahan tambang. Bakteri
Langkah-langkah dalam proses DNA rekombinan yang berperan menguraikan tumpahan minyak di laut
sebagai berikut. adalah Pseudomonas putida. Bakteri ini memiliki gen
1) Mengidentifikasi dan mengisolasi DNA yang yang mampu menguraikan ikatan hidrokarbon pada
dikehendaki. minyak bumi. Adapun pengolahan limbah plastik
2) Mengekstrak plasmid dari sel bakteri. dengan jamur Cladosporium resinae. Pengolahan

140 Bioteknologi
limbah peternakan menjadi biogas dilakukan dengan tidak mengubah genom pada seluruh sel tubuh
memanfaatkan bakteri methanogen yang mampu tetapi hanya mengubah genetik dari sel target,
menguraikan limbah ternak menjadi gas metan. misal sel targetnya yaitu paru-paru atau limpa.
Pengolahan limbah pabrik minyak goreng sawit
2. Dalam bioteknologi modern terdapat teknik fusi
menjadi biodiesel dilakukan dengan proses
protoplasma. Melalui teknik tersebut pada sel
metanolisis melalui serangkaian proses pencucian
hewan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan
dengan air panas secara bertingkat dan katalis
hibridoma (sel hibrid). Hibridoma merupakan hasil
asam basa.
fusi antara sel pembentuk antibodi dengan sel
28. Jawaban: a mieloma. Sel pembentuk antibodi tersebut diambil
Organisme transgenik memiliki sifat-sifat unggul dari sel limfosit B. Sel mieloma merupakan sel
sehingga para petani lebih senang mengembang- kanker yang masih muda dan mampu membelah
biakkan organisme transgenik. Hal ini dapat dengan cepat. Untuk menghasilkan hibridoma
mengakibatkan organisme asli yang merupakan dilakukan dengan menggabungkan sel pembentuk
sumber plasma nutfah semakin tersisih dan antibodi dengan sel mieloma. Dari penggabungan
akhirnya bisa punah. tersebut akan menghasilkan sel tunggal yang
memiliki kemampuan membelah dengan cepat dan
29. Jawaban: d
menghasilkan antibodi dalam jumlah yang banyak.
Salah satu aplikasi bioteknologi yang banyak
dikembangkan adalah kultur jaringan. Kultur jaringan 3. Kloning disebut juga transplantasi atau pen-
dapat dilakukan dengan memanfaatkan sifat cangkokan nukleus yang digunakan untuk
totipotensi sel pada jaringan. Hasil dari kultur jaringan menghasilkan individu yang secara genetik identik
akan menghasilkan sifat organisme yang identik dengan induknya. Prinsip dasar dalam teknik
dengan induknya sehingga tidak mengalami kloning yaitu memasukkan inti sel donor ke sel
pergeseran gen dominan maupun resesif. Akan tetapi, telur yang telah dihilangkan inti selnya, lalu sel
kultur jaringan juga memiliki risiko yang dapat telur diberi kejutan listrik atau zat kimia untuk
berdampak buruk yaitu sel-sel semakin tidak adaptif memacu pembelahan sel. Sementara itu, bayi
terhadap lingkungan apabila proses aklimatisasi yang tabung bertujuan untuk membantu pasangan suami
tidak sesuai. istri yang sulit memperoleh keturunan. Prinsip
dasar dalam teknik bayi tabung yaitu melakukan
30. Jawaban: c pembuahan di luar tubuh induk betina (fertilisasi in
Insulin diproduksi dengan menerapkan teknik DNA vitro). Pembuahan tersebut dapat dilakukan di
rekombinan. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut. laboratorium.
Gen insulin dipotong dengan enzim endonuklease
restriksi yang berperan sebagai ”gunting biologi”. 4. Nama produk, bahan mentah, dan mikroorganisme
Segmen gen insulin kemudian dimasukkan ke yang berperan dalam tabel tersebut sebagai
dalam suatu vektor yang berupa plasmid bakteri. berikut.
Transplantasi gen insulin dilakukan dengan cara Bahan Mikroorganisme yang
No. Produk Mentah
menyambung gen insulin ke dalam DNA plasmid Berperan
vektor dengan menggunakan enzim ligase. DNA 1. Kecap Kedelai Aspergillus soyae
rekombinan kemudian dimasukkan ke dalam sel 2. Tempe Kedelai Rhizopus oryzae
bakteri atau virus. Sel bakteri atau virus tersebut 3. Tapai Ketan Saccharomyces cerevisiae
kemudian melakukan replikasi dengan cara 4. Keju Susu Lactobacillus bulgaricus
membelah diri sehingga diperoleh DNA rekombinan 5. Acar Sayuran Streptococcus sp.
dalam jumlah banyak. 6. Taoco Kedelai Aspergillus oryzae

B. Uraian 5. Tanaman transgenik dan hewan transgenik perlu


dikembangkan karena dapat membantu memenuhi
1. Penyakit keturunan dapat diobati dengan cara kebutuhan manusia. Tanaman transgenik dapat
terapi gen. Contoh panyakit keturunan yang dapat menghasilkan tanaman berkualitas unggul,
diobati dengan terapi gen adalah fibrosis sistik tanaman tahan hama dan penyakit, tanaman
dan Adenosine Deaminase Deficiency (ADD) yaitu dengan buah tanpa biji, serta tanaman dengan buah
penyakit yang ditandai dengan penderitanya tidak tahan lama (tidak mudah busuk). Sementara hewan
memiliki ketahanan tubuh (sistem imun penderita transgenik, dapat menghasilkan ayam yang
menurun). Terapi gen dilakukan dengan cara telurnya rendah kolesterol dan hewan dengan sifat
menyisipkan gen normal ke penderita melalui unggul. Misalnya sapi yang mampu memproduksi
vektor virus. Virus akan mentransfer gen normal susu lebih banyak dan dagingnya berkualitas
ke sel target sehingga penderita mampu unggul.
menyintesis protein yang diinginkan. Terapi gen

Biologi Kelas XII 141


6. Delta endotoksin membuat tanaman transgenik 8. Protein sel tunggal yang berasal dari Saccharo-
lebih resistan terhadap hama dibanding tanaman myces cerevisiae tidak dapat digunakan sebagai
alami. Akibatnya, hama hanya menyerang tanaman makanan sumber protein bagi manusia. PST dari
alami saja sehingga jumlah tanaman alami yang S. cerevisiae hanya digunakan sebagai suplemen
dapat bertahan hidup semakin sedikit. Selain itu, makanan ternak. Hal ini disebabkan karena protein
serangga yang menguntungkan seperti kupu-kupu yang dihasilkan oleh mikrob tersebut mengandung
juga ikut mati jika makan tumbuhan tersebut. Dampak asam nukleat tinggi dan tubuh manusia tidak
lain yang lebih luas adalah para petani lebih senang mempunyai enzim yang cukup untuk memeta-
menanam tanaman transgenik tersebut karena secara bolismenya.
ekonomi lebih menguntungkan sehingga keaneka-
ragaman plasma nutfah semakin berkurang. 9. Perbedaan fertilisasi in vitro dan kloning adalah
fertilisasi in vitro merupakan fertilisasi dengan
7. Persamaan vaksin transgenik dengan antibodi
bantuan manusia di mana ovum dan sel sperma
monoklonal yaitu sama-sama akan meningkatkan
dipertemukan di luar tubuh hewan dan ditumbuh-
kekebalan tubuh dalam melawan kuman penyakit.
Adapun perbedaan vaksin transgenik dengan kan dalam media kultur yang disesuaikan seperti
antibodi monoklonal sebagai berikut. kondisi rahim. Sementara itu, pada kloning embrio
berasal dari ovum yang telah dihilangkan inti
No. Vaksin Transgenik Antibodi Monoklonal selnya, lalu diinjeksikan inti sel tubuh. Ovum yang
1. Menggunakan teknik Menggunakan teknik fusi berisi inti sel tubuh diberi kejutan listrik untuk
rekayasa genetika. protoplasma/hibridoma. merangsang pembelahan sehingga terbentuk klon
2. Menggunakan virus Gabungan dari dua sel yang embrio. Adapun persamaan fertilisasi in vitro dan
nonpatogen yang di- berbeda sifat yaitu limfosit B kloning terdapat pada implantasi embrio yang
sisipi DNA virus pa- dan kanker.
togen.
dihasilkan ke dalam rahim sehingga berkembang
3. Memicu peningkatan Antibodi dihasilkan dari sel
menjadi calon organisme yang diinginkan.
kekebalan tubuh se- hibrid yang diproduksi dan 10. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengatasi
cara mandiri sehingga dikulturkan di luar tubuh.
tubuh dapat menghasil- Selanjutnya, antibodi di-
krisis energi dengan memanfaatkan mikroorganisme.
kan antibodi sendiri. suntikkan ke dalam tubuh Mikroorganisme tertentu ternyata mampu meng-
sehingga tubuh tidak mem- ubah suatu senyawa menjadi sumber energi alternatif,
produksi antibodi sendiri. misalnya bakteri Methanobacterium mampu
memfermentasi feses hewan ternak menghasilkan
gas metana yang dijadikan sumber energi alternatif.
Selain itu, khamir Saccharomyces cereviseae
mampu memfermentasi gula tebu dan menghasil-
kan etanol. Etanol murni disebut bagasse.

142 Bioteknologi
A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: a
Pada tikus dikenal gen dominan Y yang akan
1. Jawaban: e
menyebabkan sifat letal apabila muncul dalam
Seorang laki-laki normal memiliki kromosom XY.
keadaan homozigot dominan. Diagram persilang-
Sementara itu, kromosom XXY dimiliki oleh
an antara tikus berambut kuning (Yy) dengan tikus
seorang laki-laki yang menderita kelainan sindrom
berambut kelabu (yy) sebagai berikut.
Klinefelter. Kelebihan kromosom X pada penderita
P : Yy >< yy
sindrom Klinefelter terbentuk karena adanya
G : Y y
peristiwa gagal berpisah. Kromosom dari induk
y
betina mengalami gagal berpisah sehingga sel
F1 : Yy (tikus berambut kuning)
telurnya memiliki kromosom XX. Kromosom XX
yy (tikus berambut kelabu)
tersebut selanjutnya akan dibuahi oleh sperma
Jadi, persilangan tersebut akan menghasilkan F1
yang memiliki kromosom Y. Pembuahan tersebut
bersifat letal sebesar 0%.
akan menghasilkan zigot dengan kromosom XXY
yaitu laki-laki penderita sindrom Klinefelter. 5. Jawaban: e
Diagram perkawinan antara John (Ccbb) dengan
2. Jawaban: a
Susan (ccBB) sebagai berikut.
Persilangan tersebut menghasilkan keturunan
P : Ccbb >< ccBB
dengan tipe parental dan tipe rekombinan. Tipe
(rambut keriting (rambut lurus
parental berupa lalat buah bermata merah sayap
bermata biru) bermata cokelat)
normal (449 ekor) dan lalat buah bermata ungu
G : Cb cB
sayap keriput (298 ekor). Sementara itu, tipe
cb
rekombinasi yang diperoleh adalah lalat buah
F1 : CcBB (rambut keriting bermata cokelat)
bermata merah sayap keriput (59 ekor) dan lalat
ccBb (rambut lurus bermata cokelat)
buah mata ungu sayap normal (94 ekor). Nilai
Jadi, keturunan yang dapat diperoleh dari
pindah silang dapat dihitung melalui rumus
pernikahan John dan Susan adalah anak-anak
sebagai berikut.
dengan fenotipe rambut keriting bermata cokelat
Jumlah tipe rekombinasi
NPS = × 100% dan rambut lurus bermata cokelat.
Jumlah total keturunan
59 + 94 6. Jawaban: e
= × 100% Perkawinan yang dapat mengasilkan keturunan
449 + 298 + 59 + 94
153 anak laki-laki buta warna dan anak perempuan
= 900
× 100% buta warna adalah perkawinan antara perempuan
= 17% buta warna (XcbXcb) dengan laki-laki buta warna
Jadi, nilai pindah silangnya sebesar 17%. (XcbY) atau perkawinan antara perempuan carrier
(XX cb ) dengan laki-laki buta warna (X cb Y).
3. Jawaban: c Perhatikan diagram perkawinan berikut.
Diagram persilangan antara ayam creeper (Cc) 1) Perkawinan antara perempuan buta warna
dengan ayam berkaki normal (cc) sebagai berikut. (XcbXcb) dengan laki-laki buta warna (XcbY).
P : Cc >< cc P : XcbXcb >< XcbY
G : C c cb
G: X Xcb
c
Y
F1 : Cc (creeper)
F1 : XcbXcb (anak perempuan buta warna)
cc (normal)
XcbY(anak laki-laki buta warna)
Jadi, perbandingan genotipe F1 adalah Cc : cc =
1 : 1.

Biologi Kelas XII 143


2) Perkawinan antara perempuan carrier (XXcb) delesi terjadi karena kromosom patah dan
dengan laki-laki buta warna (XcbY). kehilangan sebagian gen. Inversi merupakan
P : XXcb >< XcbY patahnya kromosom di dua tempat dan diikuti
G: X Xcb dengan penyisipan kembali gen-gen tersebut
Xcb Y dengan urutan terbalik. Katenasi terjadi karena
F1 : XXcb (anak perempuan normal carrier) ujung-ujung kromosom homolog saling mendekat
XY(anak laki-laki normal) sehingga membentuk lingkaran. Translokasi
XcbXcb (anak perempuan buta warna) merupakan pindahnya potongan dari sebuah
XcbY(anak laki-laki buta warna) kromosom ke potongan kromosom lain yang
Jadi, genotipe individu 1 dan 2 secara berurutan bukan homolognya sehingga terbentuk kromosom
baru.
yang tepat terdapat pada option e yaitu XcbY dan
XcbXcb. 11. Jawaban: d
Sindrom Edwards merupakan kelainan yang
7. Jawaban: d
disebabkan oleh peristiwa gagal berpisah
Diagram perkawinan antara perempuan carrier
kromosom autosom nomor 18 pada proses
(XHXh) dengan laki-laki normal (XHY) sebagai
pembentukan sel telur. Sindrom Patau mengalami
berikut.
trisomi pada kromosom autosom nomor 13.
P : XHXh >< XH Y
Sindrom Jacob terjadi karena sel telur yang
G : XH XH
mengandung kromosom X dibuahi oleh sperma
Xh Y
yang mengandung kromosom YY. Sindrom Down
F1 : XHXH (anak perempuan normal 25%)
terjadi karena kelebihan kromosom pada
XHXh (anak perempuan carrier 25%)
kromosom nomor 21 sehingga setiap sel tubuh
XHY (anak laki-laki normal 25%)
memiliki 47 kromosom. Sindrom Klinefelter terjadi
XhY (anak laki-laki hemofilia 25%)
karena sel telur yang mengandung kromosom X
Jadi, pernyataan yang tepat berkaitan dengan
dibuahi oleh sperma yang mengandung
perkawinan antara perempuan carrier dengan laki-
kromosom XY atau sel telur yang mengandung
laki normal terdapat pada pernyataan 2) dan 4).
kromosom XX dibuahi oleh sperma yang
8. Jawaban: c mengandung kromosom Y.
Diagram perkawinan antara laki-laki albino (aa)
12. Jawaban: e
dengan perempuan normal heterozigot (Aa)
Mutasi kromosom dapat menyebabkan berbagai
sebagai berikut.
kelainan pada manusia. Kelainan-kelainan
P : % aa >< & Aa
tersebut memberikan beberapa dampak bagi
G : a A
penderitanya, misalnya mengakibatkan penderita
a
bersifat steril (mandul). Kelainan yang menyebab-
F1 : Aa (normal 50%)
kan kemandulan adalah sindrom Turner, sindrom
aa (albino 50%)
Klinefelter, dan sindrom Metafemale. Sindrom
Jadi, persentase keturunan albino adalah 50%.
Turner dan sindrom Metafemale menyebabkan
9. Jawaban: e kemandulan pada perempuan, sedangkan
Mutasi diam termasuk mutasi gen. Mutasi gen sindrom Klinefelter menyebabkan kemandulan
merupakan mutasi yang terjadi pada susunan pada laki-laki. Sementara itu, sindrom Jacob dan
basa nukleotida dalam molekul gen. Terjadinya sindrom Patau merupakan kelainan oleh mutasi
perubahan susunan basa nitrogen dalam gen kromosom yang tidak menyebabkan kemandulan
tidak mengubah hasil sintesis protein karena pada penderitanya.
asam amino yang terbentuk tetap sama. Adapun
13. Jawaban: d
perubahan susunan gen dalam kromosom
Charles Darwin dalam merumuskan teori evolusi
merupakan ciri mutasi kromosom. Perubahan
dipengaruhi oleh data beberapa ilmuwan
kodon yang mengakibatkan terbentuknya kodon
sebelumnya. Beberapa ilmuwan tersebut yaitu
stop merupakan mutasi tanpa arti.
Charles Lyell, Thomas Robert Malthus, dan
10. Jawaban: d Wallace. Pendapat Lyell yang memegaruhi
Pada gambar terlihat bahwa terjadi mutasi Darwin adalah pernyataannya berkaitan ilmu
kromosom yang disebut duplikasi. Alel Q pada geologi yang menyatakan bahwa batuan, pulau,
kromosom mengalami duplikasi sehingga dan benua mengalami perubahan. Menurut
kromosom yang awalnya memiliki susunan PQR- Darwin, peristiwa tersebut dapat memengaruhi
STUV menjadi PQQR-STUV. Sementara itu, perubahan pada kehidupan makhluk hidup.

144 Penilaian Akhir Semester 2


Pendapat Malthus yang memengaruhi Darwin 4) Pertambahan populasi tidak berjalan terus-
berkaitan dengan populasi yaitu kecenderungan menerus karena terjadi seleksi alam
kenaikan jumlah penduduk lebih cepat daripada sehingga hanya individu yang mampu
kenaikan produksi pangan sehingga akan bertahan saja yang akan berkembang biak
menimbulkan persaingan. Sementara itu, Darwin dan dapat melangsungkan kehidupannya.
terpengaruh oleh Wallace berdasarkan data-data
17. Jawaban: c
sebaran flora dan fauna. Adapun Aristoteles
Darwin melakukan penelitian ke Kepulauan
merupakan ilmuwan yang menyatakan teori
Galapagos dalam merumuskan teori evolusi.
evolusi berdasarkan metafisika. Teori Aristoteles
Dalam pengamatannya, Darwin menemukan
tersebut tidak memengaruhi Darwin dalam
berbagai variasi bentuk paruh burung finch.
menyusun teori evolusi.
Menurut Darwin, terjadinya variasi tersebut
14. Jawaban: e disebabkan oleh perbedaan jenis makanan.
Seleksi alam adalah suatu proses di mana Selain itu, Darwin juga menemukan kura-kura
individu-individu tertentu yang mampu ber- yang hidup di Kepulauan Galapagos berukuran
adaptasi akan terus hidup dan mempunyai besar dengan cangkang seperti kubah. Menurut
keturunan. Mutasi gen dapat mengubah posisi Darwin, kura-kura tersebut memiliki cangkang
nukleotida penyusun DNA yang mengakibatkan yang besar karena hidup di tempat basah.
banyak kematian, cacat, dan abnormalitas.
18. Jawaban: d
Terjadinya mutasi dipengaruhi oleh faktor luar dan
Pada tubuh makhluk hidup terdapat organ-organ
faktor dalam (rekombinasi gen). Jadi seleksi alam,
yang mempunyai bentuk dasar berbeda, tetapi
mutasi gen, dan rekombinasi gen dapat meng-
fungsinya sama. Hal ini disebut analogi. Contoh
akibatkan peristiwa evolusi pada makhluk hidup.
analogi yaitu sayap kupu-kupu analogi dengan
15. Jawaban: c sayap burung maupun sayap kelelawar. Ketiga
Evolusi dapat membentuk variasi pada spesies sayap tersebut memiliki bentuk dasar yang
seperti paruh burung finch. Burung finch memiliki berbeda, tetapi mempunyai fungsi sama yaitu
bentuk paruh yang berbeda-beda karena untuk terbang. Sementara itu, berbagai jenis
dipengaruhi oleh jenis makanannya. Burung finch makhluk hidup juga mempunyai organ tubuh yang
mengalami evolusi melalui proses radiasi adaptif bentuk dasarnya sama, tetapi fungsinya berbeda.
yaitu penyebaran makhluk hidup ke berbagai Hal ini disebut homologi. Homologi dijumpai pada
daerah sehingga akan mengalami adaptasi. tungkai depan makhluk hidup. Fungsi tungkai
Proses evolusi tersebut diawali dari burung finch depan beberapa makhluk hidup antara lain pada
di Amerika Selatan yang kekurangan makanan manusia untuk memegang, pada kelelawar untuk
sehingga melakukan migrasi ke Kepulauan terbang, pada paus untuk berenang, dan pada
Galapagos. Pada saat berada di tempat berbeda, kucing untuk berjalan.
burung finch beradaptasi dengan variasi jenis
19. Jawaban: a
makanan.
Seorang ahli anatomi dari Jerman bernama R.
16. Jawaban: d Weidersheim menyatakan bahwa ada 100 buah alat
Pokok pemikiran Darwin mengenai evolusi tubuh yang tersisa pada manusia. Beberapa alat
dituangkan dalam buku On The Origin of Species tubuh yang tersisa pada manusia sebagai berikut.
by Means of Natural Selection sebagai berikut. 1) Umbai cacing (apendiks)
1) Di muka bumi ini tidak ada individu yang 2) Selaput mata pada sudut mata sebelah dalam
benar-benar sama. Hal ini terbukti dengan 3) Otot penggerak telinga
adanya variasi dalam satu keturunan seayah 4) Tulang ekor
dan seibu, meskipun keduanya kembar 5) Gigi taring yang runcing
identik. 6) Rambut pada dada
2) Setiap populasi berkecenderungan untuk 7) Buah dada pada laki-laki
bertambah banyak. Hal ini karena setiap
20. Jawaban: b
makhluk hidup mempunyai kemampuan
Hukum Hardy-Weinberg hanya berlaku jika
berkembang biak.
memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut.
3) Suatu individu harus berjuang mempertahan-
1) Mempunyai ukuran populasi cukup besar.
kan hidup agar mampu berkembang biak
2) Populasi tersebut terisolasi, artinya tidak
karena untuk berkembang biak dibutuhkan
terjadi aliran gen atau perpindahan tempat
makanan dan ruangan yang cukup.
(imigrasi dan emigrasi).

Biologi Kelas XII 145


3) Tidak terjadi mutasi atau jika terjadi mutasi kimia. Selanjutnya, eksplan ditanam pada media
harus setimbang. Mutasi yang tidak setimbang kultur yang terbuat dari agar-agar yang dilengkapi
akan mengubah frekuensi gen dalam unsur makro dan mikro. Media kultur yang telah
populasi. berisi eksplan tersebut diletakkan dalam ruangan
4) Perkawinan terjadi secara acak, artinya dengan suhu dan penyinaran yang terkontrol.
pemilihan alel tidak dilakukan secara sengaja. Eksplan tersebut akan berkembang membentuk
Pada perkawinan acak setiap individu dalam kalus (X), lalu kalus akan berkembang menjadi
populasi mempunyai kesempatan yang sama tanaman lengkap yang disebut plantlet. Apabila
untuk kawin dengan individu lain pasangan plantlet sudah tumbuh kuat, tanaman bisa
jenisnya. dipindahkan ke media tanah yang terkena sinar
5) Tidak ada seleksi alam. Jika terjadi seleksi matahari langsung.
alam individu dengan fenotipe tertentu akan
24. Jawaban: b
lebih bertahan hidup daripada individu
Bioteknologi modern merupakan bioteknologi
dengan fenotipe lain.
yang menggunakan teknologi canggih dan
21. Jawaban: e dipengaruhi atau memanfaatkan ilmu-ilmu seperti
Dimisalkan: Mikrobiologi, Biologi Sel, Biologi Molekuler,
Laki-laki normal (XY) = p Biokimia, dan Genetika. Bioteknologi modern
Laki-laki buta warna (XcbY) = q memiliki ciri-ciri antara lain melibatkan peran
Wanita normal (XX) = p2 plasmid sebagai vektor, manipulasi dilakukan
Wanita buta warna (XcbXcb) = q2 pada susunan gen dalam kromosom, digunakan
Wanita normal carrier (XXcb) = 2pq untuk menghasilkan organisme transgenik, dan
9 hasil yang diperoleh dapat diramalkan sebelum-
Wanita buta warna = q2 = 10.000
= 0,0009 nya. Sementara itu, teknik dan peralatan yang
q = 0,0009 = 0,03 digunakan relatif sederhana serta hasil yang
diperoleh tidak dapat diramalkan merupakan ciri-
p+q=1
ciri bioteknologi konvensional.
p=1–q
p = 1 – 0,03 = 0,97 25. Jawaban: b
Jadi, frekuensi gen p = 0,97 dan q = 0,03 Tanaman yang memiliki daya tahan terhadap
Dengan demikian laki-laki normal (p) serangan hama dan penyakit merupakan produk
= 0,97 × 10.000 bioteknologi yang disebut tanaman transgenik.
= 9.700 orang Tanaman transgenik diperoleh dengan teknik
22. Jawaban: e DNA rekombinan melalui proses transplantasi
Burung puyuh memiliki warna bulu cokelat yang gen. Caranya dengan mengisolasi plasmid Ti dan
menyerupai tanah sebagai habitatnya. Oleh karena bakteri Agrobacterium tumefaciens. Selanjutnya,
itu, burung puyuh menjadi tersamar sehingga tidak plasmid disisipi gen delta endotoksin Bacillus
terlihat oleh pemangsanya. Dengan demikian, thuringiensis. Plasmid tersebut lalu dimasukkan
burung puyuh tetap dapat bertahan hidup sehingga kembali ke bakteri Agrobacterium tumefaciens.
menyebabkan populasinya meningkat. Peristiwa Plasmid akan memasukkan gen delta endotoksin
tersebut menunjukkan bahwa alam melakukan ke kromosom sel tumbuhan. Tanaman yang
seleksi terhadap makhluk hidup yang hidup di dihasilkan akan memproduksi protein delta
dalamnya. Makhluk hidup yang mampu berdaptasi endotoksin sehingga hama yang memakan
akan tetap lestari, sedangkan makhluk hidup yang tanaman tersebut akan keracunan bahkan
tidak mampu beradaptasi akan terseleksi dan pada menyebabkan kematian. Sementara itu, teknik
akhirnya akan punah. kloning dan kultur jaringan merupakan bioteknologi
modern yang dapat menghasilkan individu yang
23. Jawaban: c memiliki sifat sama dengan induknya. Hibridoma
Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan merupakan bioteknologi modern dengan meng-
tanaman secara vegetatif buatan yang didasarkan gabungkan dua inti sel yaitu sel kanker dan sel
pada sifat totipotensi tumbuhan. Mekanisme kultur limpa mamalia. Sel hibridoma menghasilkan
jaringan dimulai dari tahap sterilisasi eksplan antibodi secara kontinyu.
dengan cara menanam eksplan dalam bahan

146 Penilaian Akhir Semester 2


26. Jawaban: d bidang kesehatan dapat melalui teknik fusi
Pembuatan insulin dilakukan secara rekayasa protoplasma. Produk bioteknologi yang meng-
genetika dengan menyisipkan gen penghasil gunakan prinsip fusi protoplasma adalah produksi
insulin ke plasmid bakteri. Selanjutnya, plasmid antibodi monoklonal. Fusi protoplasma tersebut
yang telah mengandung gen insulin manusia dapat menghasilkan antibodi sekaligus memper-
dikultur bersama-sama dengan sel bakteri banyak diri secara terus-menerus seperti sel
Escherichia coli sehingga bakteri tersebut kanker. Sementara itu, pembuatan vaksin
mengandung plasmid rekombinan. Adapun untuk transgenik, terapi gen gen, produksi insulin, dan
mengatasi limbah pertambangan seperti batu bara pembuatan interferon menggunakan teknik DNA
dilakukan dengan teknik disulfurisasi batu bara. rekombinan.
Proses tersebut menggunakan bantuan mikro-
30. Jawaban: c
organisme Thiobacillus ferooxidans untuk
Pembuatan vaksin dilakukan melalui teknik DNA
memisahkan logam berat dari bijihnya. Sementara
rekombinan dengan mengisolasi gen yang
itu, Bacillus thuringiensis dan Agrobacterium
mengode senyawa penyebab penyakit (antigen)
tumefaciens berperan dalam bidang pertanian
dari mikrobia yang bersangkutan. Selanjutnya,
sebagai vektor tanaman transgenik dan agen
gen tersebut disisipkan pada plasmid mikrobia
biopestisida.
yang telah dilemahkan sehingga mikrobia menjadi
27. Jawaban: b tidak berbahaya karena telah dihilangkan bagian
Mikoprotein merupakan makanan sumber protein yang menimbulkan penyakit. Mikrobia yang telah
yang berasal dari miselium jamur. Mikoprotein disisipi gen tersebut akan membentuk antigen
dihasilkan melalui proses fermentasi oleh jamur murni. Mikrobia ini dapat dikembangbiakkan
Fusarium graminearum menggunakan bahan- dalam media kultur sehingga terbentuk antigen
bahan seperti glukosa, garam amonia, serta zat murni dalam jumlah banyak. Apabila antigen
hara lainnya. Sementara itu, taoco merupakan disuntikkan ke dalam tubuh manusia, sistem
produk bioteknologi yang melibatkan reaksi kekebalan tubuhnya akan membentuk antibodi
fermentasi. Taoco dihasilkan melalui proses yang berfungsi melawan antigen yang masuk ke
fermentasi oleh Aspergillus oryzae. Tomat flavr tubuh.
savr, kapas antiserangga, dan antibodi monoklonal
merupakan produk bioteknologi yang melilbatkan B. Uraian
rekayasa genetika. Tomat flavr savr diperoleh Jumlah tipe rekombinasi
dengan menyisipkan gen antibeku yang berasal 1. NPS = × 100%
Jumlah total keturunan
dari ikan flounder ke dalam gen tomat melalui
46 + 20
teknik DNA rekombinan. Kapas antiserangga 30% = × 100%
88 + X + 46 + 20
diperoleh dengan memasukkan gen delta
endotoksin Bacillus thuringiensis ke tanaman 66
30% = × 100%
kapas melalui teknik DNA rekombinan. Antibodi 154 + X
monoklonal diperoleh melalui teknik hibridoma 30 (154 + X) = 6.600
atau fusi protoplasma. 6.600
154 + X = 30
28. Jawaban: a
Kedelai transgenik merupakan produk biotek- 154 + X = 220
nologi yang dihasilkan melalui proses rekayasa X = 220 – 154
genetika. Kedelai transgenik ini mengandung lebih X = 66
banyak protein sehingga dapat meningkatkan nilai Seorang anak laki-laki yang menderita anodontia
gizi. Namun, tanaman hasil rekayasa genetika ini memiliki genotipe X aY. Sementara itu, anak
diketahui mengandung zat penyebab alergi perempuan normal tetapi membawa sifat anodontia
(alergen) akibat ditambahkannya protein tertentu memiliki genotipe XAXa. Seorang laki-laki normal
ke dalam tanaman yaitu protein metionin. Dengan (XAY) akan memiliki keturunan dengan genotipe
demikian, seseorang yang mengonsumsi kedelai XaY dan XAXa apabila menikah dengan perempuan
transgenik dapat mengalami gejala alergi pada normal carrier (XAXa). Hal tersebut dapat dibukti-
tubuhnya. kan melalui diagram perkawinan berikut.
29. Jawaban: d P : XAY >< XAXa
Bioteknologi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi (laki-laki normal) (perempuan carrier)
permasalahan di berbagai bidang, misalnya di G : XA XA
bidang kesehatan. Penerapan bioteknologi dalam Y Xa

Biologi Kelas XII 147


F1 : XAXA (perempuan normal) F1 : IBIO (golongan darah B/Andi dan Anisa)
XAXa (perempuan normal pembawa sifat/ IOIO (golongan darah O/Anita)
carrier) Oleh karena kemungkinan keturunan Ayu dan
XAY (laki-laki normal) Agus bergolongan darah O dan B heterozigot,
XaY (laki-laki anodontia) maka golongan darah Anisa adalah B heterozigot.
Pernikahan antara Anisa yang bergolongan darah
4. Perkawinan antara Anita yang bergolongan darah
B heterzigot dengan Aldi memiliki anak-anak
O dengan Arman memiliki anak-anak Almira (A)
bergolongan darah AB (Amanda) dan golongan
dan Agung (B). Oleh karena golongan darah O
darah A (Andini). Keturunan bergolongan darah
hanya memiliki gamet IO, maka Arman seharus-
AB dan A dapat diperoleh dari orang tua ber-
nya memiliki golongan darah yang menghasilkan
golongan darah B heterozigot dan golongan darah
gamet IA dan IB. Golongan darah yang menghasil-
A. Oleh karena Anisa bergolongan darah B
kan gamet IA dan IB adalah golongan darah AB.
heterozigot, maka seharusnya Aldi memiliki
Perhatikan diagram perkawinan antara Arman dan
golongan darah A. Perhatikan diagram perkawin-
Anita berikut.
an berikut.
P : Arman (AB) >< Anita (O)
P : Anisa >< Aldi
IAIB IOIO
A (B heterozigot) (A)
G : I IO
B IBIO IAIA
I
G : IB IA
F1 : IAIO (golongan darah A/Almira) O
I
IBIO (golongan darah B/Agung)
F1 : IAIB (golongan darah AB/Amanda)
Perkawinan antara Andi yang bergolongan darah
IAIO (golongan darah A/Andini)
B dengan Astuti memiliki anak-anak Adit (AB), Arif
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
(B), Angga (O), dan Amir (A). Anak-anak dengan
golongan darah Ayu adalah O, golongan darah
keempat golongan tersebut dapat dihasilkan dari
Arman adalah AB, golongan darah Aldi adalah A,
orang tua dengan golongan darah A heterozigot
dan golongan darah Astuti adalah A. Perhatikan
dan golongan darah B heterozigot. Apabila Andi
peta silsilah berikut.
bergolongan darah B, maka seharusnya Astuti
bergolongan darah A heterozigot. Perhatikan O B
diagram perkawinan antara Andi dan Astuti berikut. Ayu Agus

P : Andi >< Astuti


(B heterozigot) (A heterozigot) AB O B A B A
IBIO IAIO Arman Anita Anisa Aldi Andi Astuti

G : I B IA
O A B AB A AB B O A
I IO
Almira Agung Amanda Andini Adit Arif Angga Amir
A B
F1 : I I (golongan darah AB/Adit)
IBIO (golongan darah B/Arif) 5. Sindrom Klinefelter disebabkan oleh sel telur yang
IAIO (golongan darah A/Amir) mengandung kromosom X dibuahi oleh sperma
IOIO (golongan darah O/Angga) yang mengandung kromosom XY atau sel telur
Setelah diketahui genotipe golongan darah Anita yang mengandung XX dibuahi oleh sperma yang
dan Andi, selanjutnya dapat dicari golongan darah mengandung kromosom Y. Oleh karena itu,
Ayu. Anita memiliki golongan darah O dengan kromosom penderita sindrom Klinefelter mengalami
genotipe IOIO, sedangkan Andi memiliki golongan kelebihan kromosom X yaitu 47 XXY. Kelebihan
darah B dengan genotipe IBIO. Kedua golongan kromosom X tersebut mengakibatkan seorang
darah dengan genotipe tersebut dapat diperoleh laki-laki penderita sindrom Klinefelter memiliki
dari orang tua yang yang keduanya memiliki tanda-tanda kewanitaan.
gamet IO dan salah satu orang tua memiliki gamet 6. Isolasi geografi merupakan suatu batas atau
IB yaitu golongan darah O (IOIO) dan golongan penghalang alam. Dengan adanya penghalang
darah B heterozigot (IBIO). Oleh karena Agus tersebut akan memisahkan suatu populasi.
memiliki golongan darah B, maka Ayu seharusnya Pemisahan populasi tersebut akan mengakibat-
memiliki golongan darah O. Perhatikan diagram kan penyebaran spesies sehingga tidak
perkawinan antara Ayu dan Agus berikut. memungkinkan terjadinya pertukaran gen. Kondisi
P : Ayu (O) >< Agus (B heterozigot) ini mengakibatkan proses evolusi di dalam
IOIO IBIO populasi tersebut berjalan terpisah. Semakin lama
G : I O IB kedua populasi yang terpisah akan semakin
IO menunjukkan perbedaan karena masing-masing
menjalani proses evolusi dengan caranya sendiri.

148 Penilaian Akhir Semester 2


7. Diketahui gen PTC = T dan gen non PTC = t. nontarget seperti kupu-kupu dan lebah akibat
Individu PTC memiliki genotipe TT dan Tt, mengisap nektar tanaman tersebut. Akibatnya,
sedangkan individu non PTC memiliki genotipe tt. jenis serangga tersebut punah sehingga meng-
tt = 36% = 0,36 ganggu keseimbangan ekosistem. Kematian
Misal, gen TT = p2, Tt = 2pq, dan tt = q2 hama serangga dalam jumlah tinggi juga dapat
Gen non PTC = tt menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan
= 0,36 hidup organisme pemakan serangga.
t = 0,36 = 0,6 9. Transfer gen yang berasal dari bakteri Rhizobium
Gen PTC (p) = T pada tanaman jagung dilakukan dengan teknik
=1–t rekayasa genetika. Rekayasa genetika ini
= 1 – 0,6 dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman yang
mampu mengikat nitrogen dari udara bebas.
= 0,4
Tanaman tersebut diperoleh dengan cara meng-
Frekuensi individu PTC homozigot
isolasi gen pengikat nitrogen bebas dari bakteri
= TT = p2 = (0,4)2 = 0,16 Rhizobium yang hidup dalam akar tanaman
Frekuensi individu PTC heterozigot Leguminoseae. Gen tersebut disisipkan pada
= 2Tt = 2pq = 2 × 0,4 × 0,6 = 0,48 tanaman selain dari famili Leguminoceae, misal-
Frekuensi individu non PTC nya tanaman jagung. Tanaman jagung yang
= tt = q2 = (0,6)2 = 0,36 dihasilkan akan mampu mengikat nitrogen bebas
Jadi, perbandingan frekuensi genotipe TT : Tt : tt meskipun tidak melakukan simbiosis dengan
= 0,16 : 0,48 : 0,36 = 4 : 12 : 9. bakteri Rhizobium.

8. Tanaman kapas antiserangga merupakan produk 10. Sifat totipotensi tumbuhan dimanfaatkan dalam
bioteknologi modern yang dilakukan dengan teknik kultur jaringan. Tumbuhan memiliki sifat
teknik DNA rekombinan. Produk tanaman kapas totipotensi yang berarti setiap sel tumbuhan
tersebut dapat mengurangi pencemaran lingkung- mempunyai kemampuan untuk tumbuh menjadi
an akibat penggunaan pestisida. Tanaman kapas individu baru apabila ditempatkan di lingkungan
antiserangga dapat menghasilkan produk kapas yang sesuai. Pada teknik kultur jaringan ini,
berkualitas dan membunuh hama serangga yang jaringan maupun sel tumbuhan yang akan
memakan tanaman tersebut. Selain berdampak dikulturkan harus ditempatkan pada media buatan
positif bagi lingkungan, tanaman kapas anti- secara aseptik. Hasil yang diperoleh dari teknik
serangga ternyata juga dapat menimbulkan kultur jaringan adalah bibit tanaman yang sifatnya
kerusakan pada ekosistem. Tanaman kapas identik dengan induknya dalam jumlah besar dan
antiserangga ini dapat membunuh organisme dalam waktu singkat.

Biologi Kelas XII 149


A. Pilihan Ganda bunga Rafflesia . Bunga Rafflesia dapat
menghasilkan bau busuk sehingga lalat akan
1. Jawaban: e menghampirinya. Pada interaksi tersebut bunga
Gambar 1 menunjukkan kucing yang memiliki Rafflesia akan dibantu penyerbukan oleh lalat dan
nama spesies Felisdomesticus . Gambar 2 lalat akan mendapatkan sari bunga. Oleh karena
menunjukkan hewan puma yang memiliki nama itu, kedua organisme tersebut saling menguntung-
spesies Puma concolor. Gambar 3 menunjukkan kan. Sementara itu, simbiosis komensalisme
macan tutul yang memiliki nama spesies Panthrea merupakan hubungan antara dua jenis organisme
pardus. Gambar 4 menunjukkan harimau yang yang menguntungkan salah satu organisme, tetapi
memiliki nama spesies Panthera tigris. Gambar 5 organisme yang lain tidak diuntungkan dan tidak
menunjukkan singa yang memiliki nama spesies dirugikan. Simbiosis komensalisme ditunjukkan
Panthera leo. Kelima jenis hewan tersebut termasuk pada huruf Q yaitu interaksi antara ikan remora yang
dalam kelompok famili Fellidae. Hewan yang berenang di dekat ikan hiu. Pada interaksi tersebut
menunjukkan keanekaragaman tingkat marga yaitu ikan remora diuntungkan karena dapat terhindar dari
macan tutul, harimau, dan singa. Hal ini terlihat pemangsanya karena ikan-ikan pemangsa takut
dari kesamaan nama genusnya yaitu Panthera. pada ikan hiu. Selain itu, ikan remora juga lebih
Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh mudah mendapatkan makanan dari sisa makanan
variasi yang terdapat pada makhluk hidup ikan hiu. Sementara ikan hiu tidak diuntungkan dan
antarjenis dalam satu marga. tidak dirugikan. Gambar P adalah interaksi antara
2. Jawaban: C benalu dengan pohon mangga yang menunjukkan
Gambar pada soal adalah jamur Rhizopus dan simbiosis parasitisme. Simbiosis parasitisme
Penicillium. Rhizopus merupakan jamur dari divisi merupakan hubungan antara dua jenis organisme
Zygomycotina. Penicillium merupakan jamur dari yang merugikan salah satu pihak, sedangkan pihak
divisi Ascomycotina. Kedua jamur tersebut memiliki yang lain diuntungkan. Gambar S adalah interaksi
persamaan ciri yaitu tubuhnya tersusun atas hifa. antara harimau yang sedang makan rusa. Interaksi
Zygomycotina memiliki hifa tidak bersekat tersebut menunjukkan interaksi predasi. Predasi
(soenositik), menghasilkan zigospora, dinding sel merupakan hubungan antara organisme yang
tersusun atas zat kitin, memiliki sporangia globuler pemangsa dengan organisme yang dimangsa.
atau berbentuk bola di ujung-ujungnya, tidak memiliki 4. Jawaban: e
tubuh buah, dan reproduksi aseksualnya dengan Aves merupakan kelompok hewan yang memiliki
spora vegetatif. Adapun Ascomycotina memiliki hifa ciri-ciri sebagai berikut.
bersekat (asoenositik), menghasilkan askospora, ada 1) Tubuh berbulu yang berfungsi untuk melindungi
yang bersifat multiseluler misalnya Penicillium dan tubuh.
ada yang bersifat uniseluler misalnya 2) Berkembang biak secara ovipar (bertelur).
Saccharomyces, serta reproduksi aseksual pada 3) Bersifat homoioterm, yaitu memiliki suhu
Ascomycotina multiseluler dengan fragmentasi tubuh yang tetap dan tidak dipengaruhi oleh
miselium dan pembentukan konidia. Penicillium suhu lingkungan.
memiliki ciri khas yaitu memiliki askokarp (kumpulan 4) Mengalami pembuahan di dalam tubuh hewan
askus yang membentuk tubuh buah) berbentuk bola. betina (fertilisasi internal).
Sementara itu, reproduksi seksual dengan cara Sementara itu, tidak semua jenis Aves dapat
membentuk basidiospora merupakan ciri jamur terbang misalnya ayam dan itik. Selain itu, tidak
Basidiomycotina. semua jenis Aves memiliki paruh yang kuat untuk
3. Jawaban: d mengoyak daging. Bentuk paruh pada Aves
Simbiosis mutualisme adalah hubungan antara dua disesuaikan dengan jenis makanannya, misalnya
jenis organisme yang saling menguntungkan. paruh untuk memecah biji pada burung pipit dan
Simbiosis mutualisme ditunjukkan pada pilihan R paruh pengambil nektar pada burung kolibri.
yaitu interaksi antara lalat yang menempel pada

150 Latihan Ujian Sekolah Berstandar Nasional


5. Jawaban: a denitrifikasi. Dalam proses denitrifikasi ion nitrat
Gambar pada soal menunjukkan jenis-jenis dirombak menjadi amonia kembali, lalu diubah
Protozoa, yaitu Paramecium , Stentor , dan menjadi nitrogen yang akan kembali lagi ke
Vorticella. Ketiga Protozoa tersebut termasuk atmosfer. Dengan demikian, proses yang
kelompok Ciliata. Ciri utama kelompok Ciliata yaitu berlangsung di bagian X adalah penguraian
bergerak menggunakan rambut getar (silia). Silia tumbuhan dan hewan mati oleh dekomposer (bakteri
terdapat di seluruh permukaan sel atau hanya pada dan jamur) yang disebut proses dekomposisi.
bagian tertentu. Sementara itu, memiliki alat gerak
8. Jawaban: c
berupa flagela merupakan ciri filum Zooflagellata.
Suatu jaring-jaring makanan dalam ekosistem pada
Hidup parasit pada tubuh manusia dan reproduksi
umumnya diawali oleh produsen. Di ekosistem
seksual dengan pembentukan gamet merupakan
tersebut, organisme yang berperan sebagai
ciri Sporozoa. Bentuk selnya dapat berubah-ubah
produsen yaitu padi (tingkat trofik I). Selanjutnya,
merupakan ciri Rhizopoda.
padi akan dimakan oleh konsumen I (tingkat trofik
6. Jawaban: c II). Konsumen I akan dimakan konsumen II (tingkat
Gambar pada soal menunjukkan tumbuhan jagung trofik III). Konsumen II akan dimakan konsumen
dan bambu. Kedua tumbuhan tersebut dikelompok- III (tingkat trofik IV), dan seterusnya. Pada akhir
kan ke dalam kelas yang sama yaitu jaring-jaring kehidupan, makhluk hidup yang mati
Monocotyledoneae karena memiliki bentuk tulang akan diuraikan oleh dekomposer, misalnya bakteri
daun sejajar dan batang tidak memiliki kambium. dan jamur. Jadi, perpindahan energi yang terjadi di
Tumbuhan Monocotyledoneae juga memiliki ekosistem tersebut yaitu padi → konsumen I
beberapa ciri yaitu akar serabut, memiliki satu daun (belalang dan tikus) → konsumen II (tikus dan
lembaga, jumlah mahkota bunga kelipatan tiga, dan katak) → konsumen III (garangan, ular, dan burung
batang tidak bercabang dengan ruas jelas. alap-alap) → konsumen IV (burung alap-alap).
Sementara itu, tumbuhan yang termasuk kelas
9. Jawaban: c
Dicotyledoneae memiliki dua keping daun lembaga,
Gambar pada soal menunjukkan penampang
akar tunggang, tulang daun menyirip atau menjari,
melintang akar Dicotyledoneae. Bagian yang
batang bercabang-cabang dengan ruas tidak jelas,
ditunjuk huruf X adalah jaringan xilem yang
memiliki kambium, dan mahkota bunga berjumlah
berfungsi mengangkut air dan zat hara dari akar
kelipatan 2, 4, atau 5.
menuju daun. Adapun bagian yang berfungsi
7. Jawaban: b mengangkut makanan dalah jaringan floem. Bagian
Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah yang berfungsi membentuk cabang akar adalah
dalam bentuk amonia, ion nitrit, dan ion nitrat. jaringan perisikel. Bagian yang berfungsi
Sebagian besar unsur nitrogen di atmosfer terdapat menyimpan makanan cadangan adalah korteks
dalam bentuk nitrogen N2. Beberapa organisme yang tersusun atas jaringan parenkim. Bagian yang
dapat mengikat dalam bentuk N2, misalnya bakteri berfungsi melindungi jaringan di bawahnya adalah
Rhizobium yang hidup pada akar tanaman jaringan epidermis.
Leguminosae. Proses ini disebut fiksasi atau
10. Jawaban: a
penambatan nitrogen. Nitrogen yang diikat oleh
Ciri-ciri jaringan yang disebutkan pada soal
bakteri Rhizobium dapat dimanfaatkan langsung
merupakan ciri jaringan otot lurik. Jaringan otot lurik
oleh tumbuhan. Nitrogen dapat diserap oleh
berfungsi sebagai alat gerak aktif yaitu menggerak-
tumbuhan dalam bentuk amonia. Amonia diperoleh
kan rangka (tulang) pada tubuh.Adapun jaringan
dari proses pengikatan nitrogen oleh bakteri tanah.
yang berfungsi membungkus organ-organ tubuh
Selanjutnya, nitrogen yang diikat oleh bakteri tanah
dan melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain
diubah menjadi amonia. Proses ini disebut
adalah jaringan pengikat. Jaringan yang berfungsi
amonifikasi. Selain diperoleh dari pengikatan
mengatur gerakan organ dalam tubuh adalah
nitrogen oleh bakteri tanah, amonia juga dapat
jaringan otot polos. Jaringan yang berfungsi
diperoleh dari penguraian tumbuhan dan hewan
membawa impuls-impuls saraf ke pusat
yang mati oleh dekomposer (jamur dan bakteri).
sarafadalah jaringan saraf.
Proses ini disebut dekomposisi. Selanjutnya,
amonia akan dirombak oleh bakteri nitrit menjadi 11. Jawaban: c
ion nitrit. Ion nitrit akan dirombak oleh bakteri nitrat Tulang yang ditunjuk huruf X adalah tulang paha,
menjadi ion nitrat. Proses ini disebut nitrifikasi. sedangkan tulang yang ditunjuk huruf Y adalah
Selanjutnya, ion nitrat akan diserap oleh akar tulang kering. Tulang paha dan tulangkering
tumbuhan. Selain itu, ion nitrat juga digunakan oleh dihubungkan oleh sendi engsel. Sendi engsel
bakteri tanah untuk melangsungkan proses merupakan persendian yang memungkinkan

Biologi Kelas XII 151


gerakan satu arah. Pada persendian yang polos pada bronkus sehingga mengakibatkan
ditunjukkan gambar tersebut, tulang paha (X) diam, penderita sulit bernapas. Adapun gejala-gejala
sedangkan tulang kering (Y) akan bergerak satu penyakit asma yaitu sesak napas, nyeri di bagian
arah menuju tulang X. Peristiwa tersebut akan dada, dan napas berbunyi.Sementara itu, gejala
menimbulkan gerakan fleksi yaitu gerakan yang dialami penderita pleuritis antara lain batuk
menekuk. kering, sesak napas, demam, sakit pada bagian
dada, bahu, sendi, dan otot, serta merasa mual.
12. Jawaban: b
Gejala-gejala yang dialami penderita bronkitis
Protein dapat mengalami beberapa kali proses
adalah batuk berdahak, sakit pada tenggorokan,
pencernaan kimiawi. Proses pencernaan kimiawi
sesak napas,hidung tersumbat, dan demam.
terhadap protein pertama kali berlangsung di dalam
Gejala-gejala yang dialami oleh penderita emfisema
lambung. Di dalam lambung, protein dirombak oleh
antara lain sesak napas, batuk kronis, serta nafsu
enzim pepsin menjadi pepton. Selanjutnya, di
makan berkurang sehingga menyebabkan
dalam usus halus akan mengalami pencernaan
penurunan berat badan.Gejala-gejala yang dialami
kimiawi oleh enzim tripsin dan erepsin.
penderita pneumonia yaitu demam tinggi, batuk
13. Jawaban: d berdahak, sesak napas, nyeri di bagian dada, sakit
Apabila mata terkena debu secara tiba-tiba, kepala, dan kelelahan.
kelopak mata akan segera menutup. Peristiwa
17. Jawaban: c
tersebut merupakan salah satu contoh gerak
Siklus menstruasi terdiri atas empat fase yaitu
refleks. Gerak refleks merupakan gerak yang
fase menstruasi, fasepra-ovulasi, fase ovulasi, dan
tidak disadari dan tidak melalui pengolahan oleh
fase pasca-ovulasi. Pada saat ovum tidak dibuahi
saraf pusat. Gerak refleks (jalannya impuls
sperma, korpus luteum akan menghentikan
saraf) pada peristiwa tersebut dapat dituliskan
produksi estrogen dan progesteron sehingga ovum
sebagai berikut. Rangsang (debu) → reseptor
dan endometrium akan meluruh. Fase ini disebut
→ neuron sensorik → konektor (interneuron di
fase menstruasi. Pada fase pra-ovulasi,
otak) → neuron motorik → efektor (kelopak mata
hipotalamus akan menghasilkan hormon
akan segera menutup).
gonadotropin yang merangsang pembentukan
14. Jawaban: d FSH. FSH akan merangsang pembentukan folikel
Dalam peredaran darah manusia, darah yang de Graff. Folikel tersebut akan menghasilkan
mengandung banyak CO2 dari seluruh tubuh akan estrogen. Tahap selanjutnya adalah fase ovulasi.
masuk ke serambi kanan (bagian X) saat serambi Pada fase ovulasi akan terjadi penghambatan FSH
kanan mengembang (berelaksasi). Setelah itu, yang akan memengaruhi pembentukan LH oleh
serambi kanan akan berkontraksi sehingga darah hipofisis. Terbentuknya LH akan mengakibatkan
akan masuk ke bilik kanan. Saat bilik kanan terjadinya ovulasi sehingga oosit sekunder terlepas
berkontraksi, darah yang mengandung banyak CO2 dari folikel. Tahap selanjutnya adalah fase pasca-
akan dipompa ke paru-paru. Selanjutnya, dari paru- ovulasi. Pada fase ini, folikel akan berkembang
paru, darah yang mengandung banyak O2 akan menjadi korpus luteum (badan kuning) dan
masuk ke serambi kiri. Dari serambi kiri darah akan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
dialirkan menuju bilik kiri. Saat bilik kiri berkontraksi, Hormon progesteron akan memacu pembentukan
darah yang mengandung banyak O2 dipompa ke endometrium.
seluruh tubuh.
18. Jawaban: c
15. Jawaban: d Penambahan amonium hidroksida (NH4OH) sama
Bagian mata yang ditunjuk huruf X adalah lensa halnya menambahkan unsur nitrogen pada
mata. Lensa mata berfungsi memfokuskan tanaman. Unsur nitrogen umumnya diserap oleh
bayangan benda agar tepat jatuh pada bintik kuning. tumbuhan dalam bentuk amonia (NH3) atau nitrat
Bagian mata yang berfungsi memberi nutrisi sel (NO3). Unsur nitrogen berperan dalam penyusunan
mata adalah koroidea. Bagian mata yang berfungsi protein, asam nukleat, klorofil, hormon, dan enzim.
memberi bentuk bola mata adalah vitreous humor. Jika penyusunan klorofil berlangsung sempurna,
Bagian mata yang berfungsi meneruskan cahaya daun akan terlihat lebih hijau dan tanaman
ke lensa adalah kornea. Bagian mata yang tumbuh subur.
berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk
19. Jawaban: c
ke bola mata adalah pupil.
Bagian angka I adalah vakuola yang berfungsi
16. Jawaban: a sebagai tempat penyimpanan zat-zat makanan
Asma yaitu gangguan pada rongga saluran seperti amilum dan gula. Bagian angka II adalah
pernapasan yang diakibatkan oleh kontraksi otot mitokondria yang berfungsi sebagai tempat

152 Latihan Ujian Sekolah Berstandar Nasional


penghasil energi (tempat pembentukan ATP). 24. Jawaban: d
Bagian angka III adalah badan Golgi yang berfungsi Bagan pada soal adalah proses oogenesis atau
sebagai tempat pembentukan dinding sel. pembentukan sel gamet betina (ovum). Oogenesis
Sementara itu, sebagai tempat berlangsungnya terjadi dalam tiga fase (penggandaan, per-
proses fotosintesis merupakan fungsi kloroplas. tumbuhan, dan pematangan). Pada tahap
Sebagai tempat melekatnya ribosom merupakan penggandaan dan pertumbuhan terjadi pembelahan
fungsi retikulum endoplasma. Sebagai tempat mitosis, hasil berupa oogonium dan oosit primer.
sintesis protein merupakan fungsi ribosom. Pada tahap pematangan, oosit primer mengalami
pembelahan meiosis I (P) membentuk oosit
20. Jawaban: d
sekunder dan badan polar I. Selanjutnya, oosit
DNA tersusun atas polinukleotida. Setiap
sekunder mengalami pembelahan meiosis II (Q)
nukleotida terdiri atas gugusan gula, asam fosfat,
membentuk badan polar II dan ootid. Ootid akan
dan basa nitrogen. Adapun gugusan gula pentosa
berdiferensiasi menjadi ovum.
berupa deoksiribosa serta basa nitrogen terdiri atas
purin dan pirimidin. Basa purin meliputi adenin dan 25. Jawaban: c
guanin, sedangkan basa pirimidin meliputi sitosin Urutan tahapan transkripsi yang benar sebagai
dan timin. DNA memiliki rantai ganda (double helix) berikut.
yang saling berpilin dan DNA bersifat heterokatalitik 1) Melekatnya RNA polimerase pada molekul
dan autokatalitik. DNA bersifat heterokatalitik DNA.
karena mampu membentuk RNA melalui sintesis 2) Membukanya rantai double helix DNA.
protein. DNA bersifat autokatalitik karena dapat 3) Pencetakan dRNA oleh DNA.
melakukan replikasi menghasilkan DNA baru. 4) dRNA keluar dari nukleus menuju sitoplasma.
Kadar DNA tidak dipengaruhi oleh aktivitas 5) Pembacaan kode-kode yang dibawa dRNA
sintesis protein. Sementara itu, memiliki gugusan oleh tRNA.
gula pentosa berupa ribosa serta basa pirimidin
26. Jawaban: e
terdiri atas sitosin dan urasil merupakan
Gambar pada soal menunjukkan sel tumbuhan
karakteristik RNA.
mengalami plasmolisis yaitu peristiwa lepasnya
21. Jawaban: c membran plasma dari dinding sel. Peristiwa ini
Respirasi aerob merupakan respirasi yang terjadi karena cairan dalam sel bersifat hipotonis,
memerlukan oksigen. Reaksinya sebagai berikut. sedangkan cairan di luar sel bersifat hipertonis.
C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + 36 ATP Akibatnya, terjadi proses osmosis yaitu perpindah-
Glukosa Oksigen Karbon Air an pelarut (air) dari konsentrasi larutan rendah
Jadi, zat X adalah H2O yang dihasilkan pada tahap (hipotonis) ke konsentrasi larutan yang tinggi
transpor elektron. (hipertonis). Keluarnya cairan dari dalam sel akan
mengakibatkan terjadinya plasmolisis.
22. Jawaban: b
Pada bagian P terjadi proses fiksasi. Fiksasi yaitu 27. Jawaban: c
proses penambatan CO2 oleh RuBP menjadi PGA. Berdasarkan grafik pada soal, enzim pepsin bekerja
Proses tersebut dikatalis oleh enzim RuBP pada suasana asam. Nilai pH optimum enzim
karboksilase. Selanjutnya, PGA direduksi pepsin adalah pH 2 (suasana asam). Sementara
membentuk PGAL. Proses ini disebut reduksi. itu, pH optimum enzim tripsin adalah 8 (suasana
Setelah itu, setiap 10 PGAL akan membentuk basa). Dengan demikian, setiap enzim mempunyai
RuBP dan 2 PGAL mengalami kondensasi menjadi pH optimum yang spesifik, berbeda-beda antara
glukosa (Q). Proses ini disebut regenerasi atau enzim satu dengan enzim lainnya.
sintesis. 28. Jawaban: e
23. Jawaban: a Beberapa hal pokok dalam teori evolusi Darwin
Gambar mikrograf sel akar bawang yang sedang sebagai berikut.
membelah menunjukkan fase anafase. Pada fase 1) Di muka bumi ini tidak ada individu yang
ini, mikrotubula mulai memendek sehingga benar-benar sama. Hal ini terbukti dengan
kromatid tertarik ke kutub yang berlawanan. adanya variasi dalam satu keturunan seayah
Kromatin mulai terbentuk dan membran inti mulai dan seibu, meskipun keduanya kembar identik.
terbentuk kembali terjadi pada tahap telofase. 2) Setiap populasi berkecenderungan untuk
Terbentuk dua sel anak yang identik terjadi saat bertambah banyak. Hal ini karena setiap
sitokinesis. Membran nukleus dan nukleolus mulai makhluk hidup mempunyai kemampuan
menghilang terjadi pada tahap profase. berkembang biak.

Biologi Kelas XII 153


3) Suatu individu harus berjuang mem- F1 : AaBb (ungu)
pertahankan hidup agar mampu berkembang P2 : AaBb >< AAbb
biak karena untuk berkembang biak (ungu) (merah)
dibutuhkan makanan dan ruangan yang cukup.
G : AB, Ab, aB, ab Ab
4) Pertambahan populasi tidak berjalan terus-
menerus karena terjadi seleksi alam sehingga F2 : AABb (ungu)
hanya individu yang mampu bertahan saja AAbb (merah)
yang akan berkembang biak dan dapat AaBb (ungu)
melangsungkan kehidupannya. Aabb (merah)
Adapun teori yang mengemukakan adanya Jadi, fenotipe keturunan yang diharapkan muncul
penyusutan organ yang tidak digunakan adalah 2 ungu : 2 merah.
dikemukakan oleh J.B. de Lamarck. Teori mengenai 32. Jawaban: c
pertambahan populasi manusia lebih cepat Warna rambut pada kucing terpaut kromosom X
daripada jumlah pangan dikemukakan oleh Thomas sehingga kucing berambut tiga (kaliko) selalu
Robert Malthus. Teori yang mengemukakan bahwa berkelamin betina. Namun, pernah dijumpai kucing
batuan, pulau, dan benua selalu mengalami kaliko yang berkelamin jantan karena memiliki
perubahan dikemukakan oleh Charles Lyell. kelebihan kromosom X. Akibatnya, susunan
29. Jawaban: d kromosom kelaminnya XXY. Adapun diagram
Transisi merupakan mutasi gen yang terjadi karena persilangan pada soal sebagai berikut.
penggantian basa nitrogen dari golongan yang P: & XbXb >< % XBY
sama, misalnya basa purin dengan basa purin atau (kuning) >< (hitam)
basa pirimidin dengan basa pirimidin. Rantai DNA G: X b XB
pada soal terjadi penggantian dengan golongan Y
basa nitrogen yang sama. F1: XBXb XbY
penggantian basa purin betina kaliko jantan kuning
50% 50%
C T G C T C A A C → T T A C C C A A C
Jadi, persentase anak kucing berambut tiga warna
penggantian basa pirimidin
penggantian basa pirimidin
(kaliko) sebesar 50%.
33. Jawaban: b
30. Jawaban: c
Berdasarkan persilangan tersebut diketahui
Percobaan yang dilakukan Lazzaro Spallanzani
keturunan sebagai berikut.
bertujuan membuktikan bahwa mikroorganisme
1) Keturunan tipe parental = tubuh kelabu sayap
tidak tumbuh dari sediaan yang steril. Pada
panjang (944 ekor) dan tubuh hitam sayap
percobaan tersebut digunakan dua labu yaitu labu
pendek (965 ekor).
I dan II. Labu I berisi air sediaan kacang hijau dan
2) Keturunan rekombinasi = tubuh kelabu sayap
dibiarkan terbuka, sedangkan labu II berisi air
pendek (199 ekor) dan tubuh hitam sayap
sediaan kacang hijau yang ditutup rapat. Setelah
panjang (192 ekor).
dibiarkan beberapa hari, pada labu I air sediaan
Jumlah keturunan rekombinasi
berubah keruh dan pada labu II air sediaan tampak NPS = × 100%
Jumlah seluruh keturunan
jernih. Kesimpulan dari percobaan tersebut adalah
199 + 192
air sediaan keruh menunjukkan bahwa terdapat = × 100%
199 + 192 + 944 + 965
mikroorganisme yang masuk ke air sediaan
391
tersebut. Mikroorganisme tersebut terbawa oleh = × 100% = 17%
2.300
udara.
Jadi, nilai pindah silang yang terjadi pada
31. Jawaban: c persilangan tersebut sebanyak 17%.
Persilangan pada soal termasuk kasus kriptomeri.
Kriptomeri adalah peristiwa munculnya karakter 34. Jawaban: c
gen dominan jika bersama-sama dengan gen Hemofilia merupakan penyakit keturunan yang
dominan lainnya. Jika gen dominan berdiri sendiri, dikendalikan oleh gen resesif (h) yang terpaut
karakternya akan tersembunyi (kriptos). Interaksi kromosom X. Diagram persilangan pada soal
antargen dominan akan menimbulkan karakter baru. sebagai berikut.
Diagram persilangan pada soal sebagai berikut. P1 : & XHXh >< % XhY
P1 : AAbb >< aaBB (individu 1/ibu carrier) (individu 2/ayah hemofilia)
(merah) (putih) G : XH dan Xh Xh dan Y
G : Ab aB

154 Latihan Ujian Sekolah Berstandar Nasional


F1 : XHXh = perempuan carrier 38. Berdasarkan penjelasan pada soal, menunjukkan
XhXh = perempuan hemofilia bahwa setelah diuji menggunakan larutan Biuret
XHY = laki-laki normal urine Pak Adit berubah warna menjadi ungu.
XhY = laki-laki hemofilia Keadaan ini menandakan bahwa urine Pak Adit
Jadi, pernyataan yang tepat adalah pernyataan mengandung protein. Oleh karena itu, dapat diduga
pada pilihan c yaitu persentase kelahiran anak laki- bahwa Pak Adit mengalami penyakit albuminuria.
laki hemofilia 25%. Albuminuria merupakan penyakit yang ditandai
35. Jawaban: c adanya albumin atau protein lain di dalam urine.
Pada tubuh makhluk hidup terdapat organ-organ Adapun pola hidup sehat yang dapat diterapkan
yang bentuk dasarnya sama, tetapi fungsinya Pak Adit adalah dengan cara mengontrol jenis
berbeda. Hal ini disebut homologi. Homologi makanannya. Seseorang yang menderita penyakit
dijumpai pada tungkai depan makhluk hidup.Fungsi albuminuria disarankan agar tidak mengonsumsi
tungkai depan beberapa makhluk hidup antara lain makanan yang mengandung protein secara
pada manusia untuk memegang,pada kelelawar berlebihan.
untuk terbang, dan pada kucing untuk berjalan. 39. a. Tahap profase.
Berbagai jenis makhluk hidup juga mempunyai b. Ciri-ciri sel pada tahap profase sebagai berikut.
organ tubuh yang mempunyai bentuk dasar 1) Benang-benang kromatin memendek dan
berbeda, tetapi fungsinya sama. Hal ini disebut menebal membentuk kromatid.
analogi. Contoh analogi yaitu sayap kupu-kupu 2) Kromatid berpasangan membentuk
analogi dengan sayap burung maupun sayap kromosom.
kelelawar. Ketiganya memiliki bentuk dasar yang 3) Membran nukleus dan nukleolus meng-
berbeda tetapi mempunyai fungsi sama yaitu hilang.
berfungsi untuk terbang. 4) Pada sel hewan, sentriol mengalami pem-
36. Pembuatan tempe dari kedelai memanfaatkan belahan dan menuju kutub berlawanan.
peran jamur Rhizopus oligosporus. Ciri-ciri jamur 5) Benang spindel mulai mengatur diri
ini adalah memiliki spora istirahat (zigospora), sedemikian rupa sehingga menyerupai
memiliki hifa bercabang dan tidak bersekat bentuk pancaran.
(soenositik), dinding sel tersusun atas zat kitin, 40. Buta warna disebabkan oleh gen resesif cb yang
serta memiliki rizoid. terpaut pada kromosom X. Berdasarkan data pada
37. a. Gambar tersebut menunjukkan usaha untuk soal, peta silsilah keluarga sebagai berikut.
mendapatkan kekebalan aktif buatan melalui Keterangan:
Laki-laki buta warna
vaksinasi. Vaksinasi adalah proses pemberian A B
Laki-laki normal
vaksin ke dalam tubuh. Vaksin merupakan XX XcbY
Perempuan buta warna
siapan antigen yang diberikan secara oral
Perempuan normal
(melalui mulut) atau melalui suntikan untuk XXcb XY
merangsang mekanisme pertahanan tubuh
terhadap patogen. Vaksin dapat berupa
suspensi mikroorganisme yang telah
dilemahkan atau dimatikan. Vaksin juga dapat XY XcbY XX XXcb
berupa toksoid atau ekstrak antigen dari suatu
patogen yang telah dilemahkan. Vaksin yang Kemungkinan genotipe keturunan keluarga tersebut
dimasukkan ke dalam tubuh akan men- sebagai berikut.
stimulasi pembentukan antibodi untuk P : XXcb >< XY
melawan antigen. Akibatnya, tubuh akan G : X, Xcb X, Y
menjadi kebal terhadap penyakit jika suatu F : XXcb: perempuan normal carrier
saat penyakit tersebut menyerang. XX: perempuan normal
b. Jika seseorang tidak divaksinasi, ia tidak akan XY: laki-laki normal
memiliki kekebalan yang spesifik terhadap XcbY: laki-laki buta warna
jenis penyakit tertentu. Jika kuman yang Jadi, kemungkinan anak laki-laki yang menderita
masuk dalam jumlah banyak dan ganas maka buta warna sebesar 25% dan anak laki-laki yang
tubuh tidak akan mampu melawan meskipun normal sebesar 25%.
sudah memiliki sistem kekebalan tubuh alami.
Akibatnya, dapat menyebabkan sakit berat,
cacat, atau bahkan meninggal.

Biologi Kelas XII 155