Anda di halaman 1dari 11

TINGKAT KREATIVITAS SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP

PROGRAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS

Cicilia Rindi Antika


Magister Psikologi Sains Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya
ciciliarindi@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat kreativitas
siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 Kroya Tahun Pelajaran 2014/2015 (2) mengidentifikasi
butir pengukuran kreativitas yang capaian skornya rendah sebagai dasar usulan program yang dapat
dilakukan untuk mengembangkan kreativitas siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 Kroya
Tahun Pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04
Kroya yang berjumlah 56 siswa. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner kreativitas yang disusun oleh
peneliti berdasarkan aspek-aspek menurut Utami Munandar (1985) dengan 70 pernyataan. Reliabilitas
kuesioner ini yaitu sebesar 0,817 dari 70 item. Uji validitas kuesioner menunjukkan dari 70 item, terdapat 58
item yang valid dan 12 item yang unvalid. Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan
kategorisasi jenjang (ordinal) menurut kriteria Azwar (2007). Kategorisasi tingkat kreativitas siswa kelas V
dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 Kroya Tahun Pelajaran 2014/2015 digolongkan menjadi lima jenjang
yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 5 orang
(9%) siswa memiliki tingkat kreativitas pada kategori sangat tinggi, 7 orang (13%) siswa memiliki tingkat
kreativitas pada kategori tinggi, 32 orang (57%) siswa memiliki tingkat kreativitas pada kategori sedang, 12
orang (21%) siswa memiliki tingkat kreativitas pada kategori rendah, dan tidak terdapat siswa yang siswa
memiliki tingkat kreativitas pada kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti
mengusulkan program pengembangan kreativitas pada siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04
Kroya Tahun Pelajaran 2014/2015.
Kata Kunci: Kreativitas, Siswa SD, Program Pengembangan Kreativitas

ABSTRAK
This research is a descriptive research with aim to: (1) describe creativity level of students of V and VI grade
in SD Negeri Bajing Kulon 04 Kroya Academic year 2014/2015 (2) identify the points of creativity
measurement which shows low scores, so it can be foundation to give suggested programs to help the school
in developing the creativity of students of V and VI grade in SD Negeri Bajing Kulon 04 Kroya Academic
year 2014/2015. Populations of this research are 56 students in grade V and VI SD Negeri Bajing Kulon 04
Kroya, academic year 2014/2015. The instrument of research is questionnaire about creativity which is made
by researcher based on 70 statements of aspects according to Munandar (1985). The reliability of this
questionnaire is equal to 0.817 of 70 items. Test the validity of the questionnaire shows of the 70 items, there
are 58 valid items and 12 items were unvalid. The data is analyzed using the ordinal categorization
according to Azwar’s criteria (2007). The categorization of creativity level of students in grade V and VI SD
Negeri Bajing Kulon 04 Kroya, academic year 2014/2015 is divided into 5 categories: very high, high,
average, low, very low. The result of the research shows that: 5 students (9%) have a level of creativity in
the category very high, 7 students (13%) have a level of creativity in the category high, 32 students (57%)
have a level of creativity in the category average, 12 students (21%) have a level of creativity in the category
low and there is no student have a level of creativity in the category very low. Based on the result, researcher
suggests a program of creativity development for the students in grade V and VI in SD Negeri Bajing Kulon
04 Kroya, academic year 2014/2015.
Keyword: Creativity, Elementary Student, The Program of Creativity Development

Pada zaman sekarang, individu hidup baru untuk menghadapi berbagi perubahan yang
di dunia yang serba instan dengan berbagai ada. Oleh karena itu, orang perlu mengembangkan
perubahan-perubahan yang sangat cepat terjadi. kreativitas agar bisa menghadapi perubahan-
Perubahan itu terjadi dalam berbagai aspek perubahan di zaman ini. Dengan adanya kreativitas,
kehidupan manusia. Kehidupan yang semacam itu individu akan memiliki kemampuan yang lebih
menuntut orang memiliki kesiapan dan cara-cara

76
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

baik dalam mengatasi dan menyesuaikan segala Ketrampilan dalam memperkaya dan
perubahan yang terjadi di sekitarnya. mengembangkan suatu gagasan serta
Utami Munandar (1985) menambahkan atau memperinci suatu objek.
mengungkapkan kreativitas merupakan e. Ketrampilan menilai (mengevaluasi)
kemampuan yang mencerminkan kelancaran, Kemampuan individu dalam menentukan
keluwesan (fleksibilitas), dan orisinalitas dalam patokan penilaian diri sendiri.
berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi 2. Ciri-ciri non aptitude, terdiri atas:
(mengembangkan, memperkaya, memperinci) a. Rasa ingin tahu
suatu gagasan. Conny Semiawan (1984) Suatu rasa dimana individu selalu terdorong
mengemukakan bahwa kreativitas merupakan untuk mengetahui lebih banyak.
kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan b. Bersifat imajinatif
baru dan menerapkannya dalam pemecahan Kemampuan untuk membayangkan hal-hal
masalah. Kreativitas meliputi ciri-ciri aptitude yang tidak atau belum pernah terjadi.
seperti kelancaran, keluwesan, dan keaslian dalam c. Merasa tertantang oleh kemajemukan
pemikiran, maupun ciri-ciri non aptitude seperti Suatu rasa dimana individu terdorong untuk
rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan, mengatasi masalah atau tugas yang sulit.
dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman d. Berani mengambil resiko
baru. Individu berani memberikan jawaban, tidak
Utami Munandar (2009:31) takut gagal, tidak takut mendapatkan kritik.
menjelaskan pentingnya kreativitas yaitu pertama, e. Sifat menghargai
dengan berkreasi, orang dapat mewujudkan Individu dapat menghargai bimbingan dan
(mengaktualisasikan) dirinya, dan pengarahan dalam hidup serta menghargai
perwujudan/aktualisasi diri merupakan kebutuhan kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang
pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia. sedang berkembang.
Kedua, kreativitas atau berpikir kreatif merupakan Menurut Utami Munandar (dalam
kemampuan untuk melihat bermacam-macam Mohammad Ali dan Mohammad Asrofi 2011:52)
kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. orang yang memiliki kreativitas yang tinggi dapat
Ketiga, bersibuk diri secara kreatif tidak hanya dilihat dari beberapa indikator misalnya: senang
bermanfaat bagi diri pribadi dan lingkungan tetapi mencari pengalaman baru, memiliki keasyikan
juga memberikan kepuasan kepada individu. dalam mengerjakan tugas-tugas yang sulit,
Keempat, kreativitas memungkinkan manusia memiliki inisiatif, memiliki ketekunan yang tinggi,
meningkatkan kualitas hidupnya. cenderung kritis terhadap orang lain, berani
Kreativitas dapat dilihat dari ciri menyatakan pendapat dan keyakinannya, selalu
aptitude dan non aptitude (Utami Munandar, ingin tahu, peka atau perasa, enerjik dan ulet,
1985:88-90). Ciri-ciri aptitude ialah ciri-ciri yang menyukai tugas-tugas yang mejemuk, percaya
berhubungan dengan kognisi dan proses berpikir, kepada diri sendiri, mempunyai rasa humor,
sedangkan ciri-ciri non aptitude ialah ciri-ciri yang memiliki rasa keindahan, berwawasan masa depan
lebih berkaitan dengan sikap atau perasaan. Aspek- dan penuh imajinasi.
aspek kreativitas yang diambil dari ciri-ciri aptitude Kreativitas antara satu orang dengan
dan non aptitude dari kreativitas yaitu sebagai yang lain berbeda. Hurlock (1988:8)
berikut: mengungkapkan walaupun kenyataan menunjukkan
1. Ciri-ciri aptitude, terdiri atas: bahwa kreativitas mengikuti pola yang diramalkan,
a. Ketrampilan berpikir lancar namun ada variasi dalam pola ini. Ada sejumlah
Kemampuan dalam mencetuskan banyak faktor yang turut menimbulkan variasi dari
gagasan, jawabandan penyelesaian masalah. kreativitas. Faktor-faktor tersebut yaitu: jenis
b. Ketrampilan berpikir luwes (fleksibel) kelamin, status sosio-ekonomi, urutan kelahiran,
Ketrampilan dalam menghasilkan gagasan, lokasi tempat tinggal, intelegensi,.
jawaban, atau pertanyaan yang bervariasi. Suharnan (2005:375) menyatakan
c. Ketrampilan berpikir orisinal bahwa selama ini, kreativitas terkesan lebih dekat
Ketrampilan untuk melahirkan ungkapan baru dengan orang-orang yang bekerja di bidang
dan unik. perancangan atau perekayasa, ilmuwan-peneliti,
d. Ketrampilan memperinci (mengelaborasi) dan seniman. Ada juga pandangan yang
mengatakan bahwa kreativitas hanya berhubungan

77
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

dengan karya-karya besar. Hal ini tidak benar kreativitas juga dapat ditinjau melalui proses
karena setiap orang dapat berpikir dan bertindak perkembangan kognitif berdasarkan teori yang
kreatif pada bidang masing-masing. diajukan oleh Jean Piaget. Menurut Jean Piaget,
Terdapat beberapa faktor yang bisa ada 4 tahap perkembangan kognitif, yaitu sebagai
mempengaruhi kreativitas seseorang. Utami berikut: (1) Tahap Sensori-Motoris (usia 0-2
Munandar (1998) mengemukakan bahwa faktor- tahun), (2) Tahap Praoperasional (usia 2-7 tahun),
faktor yang mempengaruhi kreativitas adalah: usia (3) Tahap Operasional Konkret (usia 7-11 tahun),
tingkat pendidikan orang tua, tersedianya fasilitas (4) Tahap Operasional Formal (usia 11 tahun ke
dan penggunaan waktu luang. Clark (dalam atas).
Mohammad Ali dan Mohammad Asrofi 2011:54) Siswa Sekolah Dasar berada pada
mengkategorikan faktor-faktor yang mempengaruhi rentang umur 6-12 tahun. Oleh karena itu,
kreativitas ke dalam dua kelompok, yaitu faktor perkembangan kognitif siswa usia Sekolah Dasar
yang mendukung dan yang menghambat. masuk dalam tahap operasional konkret. Pada tahap
Faktor-faktor yang dapat mendukung ini, anak mulai menyesuaikan diri dengan realitas
perkembangan kreativitas yaitu situasi yang konkret dan berkembang rasa ingin tahunya.
menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan, Interaksi anak dengan lingkungan, termasuk
situasi yang memungkinkan dan mendorong dengan orangtuanya sudah semakin berkembang
timbulnya banyak pertanyaan, situasi yang dapat dengan baik karena egosentrisnya sudah semakin
mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu, berkurang. Anak sudah dapat mengamati,
situasi yang menekan inisiatif diri, kemajemukan menimbang, mengevaluasi, dan menjelaskan
lingkungan, perhatian dari orangtua terhadap minat pikiran-pikiran orang lain dengan cara yang kurang
anaknya, stimulasi dari lingkungan sekolah, dan egosentris dan lebih objektif.
motivasi diri. Sedangkan faktor yang menghambat Berdasarkan pengamatan yang
kreativitas yaitu adanya kebutuhan akan peneliti lakukan pada siswa kelas V dan VI di SD
keberhasilan, ketidakberanian dalam menanggung Negeri Bajing Kulon 04 Kroya dan wawancara
resiko, upaya mengejar sesuatu yang belum dengan wali kelas, peneliti melihat fenomena
diketahui, konformitas terhadap teman-teman bahwa kreativitas yang dimiliki oleh siswa masih
kelompoknya dan tekanan sosial, kurang berani kurang. Hal ini diindikasikan dari beberapa hal
dalam melakukan eksplorasi, stereotip peran seks yaitu siswa cenderung pasif (jarang bertanya dan
atau jenis kelamin, otoritarianisme, serta tidak mengungkapkan pendapat), siswa hanya menerima
menghargai terhadap fantasi dan khayalan. informasi dari apa yang diajarkan guru, siswa
Hurlock (1988:11) juga kurang memiliki keberanian untuk
mengungkapkan ada beberapa kondisi yang bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya, serta
meningkatkan kreativitas. Kondisi-kondisi yang siswa sering mengalami kesulitan bila diminta
dimaksud yaitu: waktu, kesempatan menyendiri, untuk mencari beberapa alternatif penyelesaian
dorongan, sarana, lingkungan yang merangsang, suatu masalah. Hal itu dapat membawa dampak
hubungan orangtua-anak yang tidak posesif, cara yang lebih besar dalam kehidupan siswa bila tidak
mendidik anak, dan kesempatan untuk memperoleh segera diatasi misalnya saja siswa akan mengalami
pengetahuan. kesulitan dan tidak terbiasa berhadapan dengan
Agar dapat berkembang secara masalah yang berat, siswa kurang bisa
optimal, kreativitas hendaknya perlu dikembangkan menyelesaikan masalah secara kreatif, dan siswa
secara menyeluruh baik di lingkungan keluarga, akan merasa kesulitan untuk menyesuaian
masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan. perubahan-perubahan yang ada di sekitar mereka.
Utami Munandar (2009:27) menyatakan bahwa Mengingat kreativitas merupakan
pengembangan kreativitas anak yang dilakukan aspek yang sangat penting yang perlu dimiliki oleh
sejak masuk pendidikan sekolah dasar akan sangat setiap manusia pada zaman ini, peneliti tertarik
berpengaruh terhadap hidup anak. Dengan untuk mengadakan penelitian yang berkaitan
menyediakan lingkungan yang tepat sebagai tempat dengan pengembangan kreativitas yaitu: “Tingkat
kreativitas itu berkembang, peluang terbentuknya Kreativitas Siswa dan Implikasinya Terhadap
perilaku kreatif setelah anak menjadi dewasa lebih Program Pengembangan Kreativitas (Studi
memungkinkan. Deskriptif pada Siswa Kelas V dan VI SD Negeri
Perkembangan kreativitas merupakan Bajing Kulon 04 Kroya Tahun Pelajaran
perkembangan proses kognitif. Oleh karena itu, 2014/2015)”. Penelitian ini dilakukan untuk

78
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

mengetahui tingkat kreativitas siswa kelas V dan kelas V dan VI. Menurut Sugiono (2011) populasi
VI serta mengetahui butir-butir kreativitas yang adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
tergolong sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
sangat rendah sehingga dapat menjadi bahan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
evaluasi diri maupun sekolah melalui upaya untuk untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.
meningkatkan kreativitas pada diri masing-masing Jumlah populasi siswa kelas V dan VI SD Negeri
siswa. Bajing Kulon 04 Kroya sebanyak 56 siswa. Rincian
Utami Munandar (2009:77) siswa adalah sebagai berikut:
menjelaskan untuk membentuk anak mewujudkan Tabel 1
kreativitas, anak perlu dilatih dalam ketrampilan Data Siswa kelas V dan VI SD Negeri
tertentu sesuai dengan minat pribadinya dan diberi Bajing Kulon 04 Kroya
kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka.
Pendidik terutama orangtua perlu menciptakan
iklim yang merangsang pemikiran dan ketrampilan No Kelas L P Jumlah
kreatif anak, serta menyediakan sarana dan 1 V 16 14 30
prasarana. Tetapi ini tidak cukup. Di samping
2 VI 14 12 26
perhatian, dorongan, dan pelatihan dari lingkungan,
perlu ada motivasi intrinsik pada anak. Minat anak TOTAL 56
Alat pengumpul data yang dipakai
untuk melakukan sesuatu harus tumbuh dari dalam dalam penelitian ini adalah kuesioner/angket.
dirinya sendiri. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini
merupakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti
METODE sendiri berdasarkan aspek-aspek kreativitas yang
Jenis penelitian ini adalah penelitian diambil dari ciri kreativitas aptitude dan non
kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut aptitude. Kuesioner yang disusun peneliti mengacu
Nawawi (1998), penelitian deskriptif yaitu metode- pada prinsip-prinsip skala likert. Item pernyataan
metode penelitian yang memusatkan perhatian pada yang terdapat pada kuesioner kreativitas terdiri dari
masalah-masalah atau fenomena yang bersifat pernyataan favorable (pernyataan positif) dan
aktual pada saat penelitian dilakukan, kemudian pernyataan unfavorable (pernyataan negatif).
menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang Instrumen penelitian ini menyediakan 4 alternatif
diselidiki sebagaimana adanya diiringi dengan jawaban. Jawaban yang dimaksud adalah Sangat
interprestasi yang rasional dan akurat. Dengan Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju (KS), dan
demikian penelitian ini akan menggambarkan Tidak Setuju (TS). Item dalam kuesioner ini
keadaan dari objek penelitian berdasarkan fakta- berjumlah 70 item.
fakta dan menjelaskan serta mencoba menganalisis Validitas yang diuji untuk
kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh. instrumen penelitian ini adalah validitas isi.
Dalam penelitian ini, variabel yang akan diteliti Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi
adalah variabel tunggal yaitu kreativitas siswa SD lewat pengujian terhadap isi alat ukur dengan
Negeri Bajing Kulon 04 Kroya kelas V dan VI analisis rasional dengan cara professional judgment
tahun 2014/2015. pada dua orang dosen yang memiliki kompetensi
Variabel ini akan diuraikan secara dalam bidang ini. Kuesioner yang telah dilakukan
operasional demi kepentingan pengukuran dan uji validitas tersebut kemudian dilakukan uji coba
pengumpulan data. Definisi operasional dari secara empirik pada 30 subjek di sekolah yang
kreativitas yaitu kemampuan seseorang untuk berberda dengan subjek yang diguakan untuk
mengungkapkan gagasan-gagasan baru yang penelitian. Hasil uji validitas menunjukkan ada 12
inovatif dan unik serta membuat kombinasi baru item yang gugur. Item yang gugur tersebut tidak
dari unsur-unsur yang sudah ada yang ditandai oleh digunakan sehingga menyisakan 58 item yang valid
adanya ciri-ciri aptitude (berpikir kreatif) maupun yang nantinya akan digunakan dalam penelitian.
non-aptitude (ciri yang berkaitan dengan sikap atau Uji Reliabilitas juga dilakukan
perasaan). pada kuesioner. Berdasarkan hasil uji reliabilitas
Subjek dalam penelitian ini adalah kuesioner yang peneliti lakukan dengan
siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 menggunakan program SPSS 16.0 for Windows,
Kroya tahun pelajaran 2014/2015. Peneliti diperoleh hasil 0, 817 dari 70 item dengan kategori
menggunakan seluruh populasi siswa yang ada di tinggi. Dari hal tersebut, kuesioner ini layak untuk

79
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

dijadikan alat penelitian. Setelah melakukan uji Skor minimum teoritik : Skor terendah yang diperoleh
coba kuesioner dan memperoleh hasil validitas dan subjek penelitian menurut
reliabilitas yang memenuhi syarat, peneliti perhitungan skala
Standar deviasi (σ / sd) : Luas jarak rentanggan yang
melakukan pengumpulan data penelitian.
dibagi dalam 6 satuan deviasi
Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 8 sebaran
Oktober 2014 pada siswa kelas V dan VI di SD µ (mean teoritik) : Rata-rata teoritis skor maksimum
Negeri Bajing Kulon 04 Kroya dengan jumlah dan minimum
populasi sebanyak 56 siswa.
Setelah melakukan pengumpulan HASIL DAN PEMBAHASAN
data, dilakukan tahapan analisis data. Analisis data HASIL
dalam penelitian ini dilakukan melalui tahap Tingkat kreativitas siswa kelas V
sebagai berikut: dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 Kroya
1. Penentuan Skor pada Item Kuesioner ditentukan dengan menggunakan kategorisasi
Penentuan dilakukan dengan cara Azwar (2007: 107-108). Berdasarkan perolehan
memberikan skor dari angka 1 sampai 4 data penelitian yang dikumpulkan dengan
berdasarkan norma skoring yang berlaku menggunakan kuesioner kreativitas, dilakukan
dengan melihat sifat pernyataan favorable analisis data dengan teknik deskriptif kategoris dan
atau unfavorable. Selanjutnya Tabel tabel.
presentase yang disajikan dalam 2
memasukkannya ke dalam tabulasi data dan Tingkat Kreativitas Siswa
Norma/ Rentang Distribusi
menghitung total jumlah skor serta jumlah Kriteria Skor
Kategori
Skor Subjek
Persentase

X≤ µ -1,5σ Sangat Rendah < 102 0 0%


skor item. Tahap selanjutnya adalah
µ - 1,5 σ <X≤ µ -0,5 Rendah 102 – 130 12 21 %
menganalisis validitas serta reliabilitas data σ
µ -0,5 σ <X≤ µ +0,5 Sedang 131 – 159 32 57 %
secara statistik menggunakan program σ
aplikasi SPSS. µ +0,5 σ <X≤ µ +1,5 Tinggi 160 – 189 7 13 %
σ
2. Kategorisasi µ +1,5 σ <X Sangat Tinggi > 189 5 9%
TOTAL 56 100 %
Tujuan kategorisasi ini adalah menempatkan
individu ke dalam kelompok-kelompok yang
terpisah secara berjenjang menurut suatu
kontinum berdasarkan atribut yang diukur Grafik 1: Tingkat Kreativitas Siswa
(Azwar, 2007). Kontinum jenjang pada
penelitian ini adalah dari sangat rendah
sampai dengan sangat tinggi. Norma
kategorisasi disusun berdasar pada norma
kategorisasi yang disusun oleh Azwar
(2007:108). Tingkat kreativitas siswa SD
Negeri Bajing Kulon 04 Kroya terdiri atas
lima kategori: sangat rendah, rendah, sedang,
tinggi, dan sangat tinggi.

Norma Kategorisasi

Norma/Kriteria Kategori Pengamatan pada tabel maupun grafik


Skor menujukkan:
X≤ µ -1,5σ Sangat Rendah a. Terdapat 0 siswa (0 %) yang memiliki
µ - 1,5 σ <X≤ µ -0,5 σ Rendah kreativitas sangat rendah.
µ -0,5 σ <X≤ µ +0,5 σ Sedang b. Terdapat 12 siswa (21%) yang memiliki
µ +0,5 σ <X≤ µ +1,5 σ Tinggi kreativitas rendah.
µ +1,5 σ <X Sangat Tiinggi c. Terdapat 32 siswa (57 %) yang memiliki
Keterangan: kreativitas sedang.
Skor maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh d. Terdapat 7 siswa (13%) yang memiliki
subjek penelitian berdasarkan kreativitas tinggi.
perhitungan skala e. Terdapat 5 siswa (9%) yang memiliki
kreativitas sangat tinggi.

80
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

Untuk membatasi pembahasan dan Tabel 3


menghindari terjadinya pengulangan yang tidak Hasil Analisis Skor Item Pengukuran Kreativitas
perlu dalam pembahasan, subjek yang masuk Rentang Skor Kategori Nomor Item Jml
< 98 Sangat Rendah − −
dalam kategori sangat tinggi dan tinggi akan
98 – 125 Rendah 24, 27, 39, 44, 47 5
digabungkan menjadi kategori tinggi dan dianggap 126 – 153 Sedang 2, 6, 8, 9, 12, 13, 41
sudah mencapai tingat kreativitas yang ideal. 14, 17, 18, 20, 22,
23, 25, 26, 28, 29,
Subjek yang masuk dalam kategori sangat rendah 30, 31, 32, 33, 35,
dan rendah akan digabungkan menjadi kategori 36, 37, 38, 40, 41,
42, 43, 45, 46, 48,
rendah dan dianggap belum mencapai tingkat
49, 50, 51, 52, 53,
kreativitas yang belum ideal. Sedangkan untuk 54, 55, 56, 57, 58
subjek yang masuk ke dalam kategori sedang 154 – 182 Tinggi 1, 3, 4, 5, 7, 10, 12
11, 15, 16, 19, 21,
dianggap sudah memiliki tingkat kreativitas namun 34
hal itu belum berkembang dengan baik. Untuk > 182 Sangat Tinggi − −
lebih memudahkan penjelasan, akan ditampilkan
grafik dibawah ini: Data yang terdapat dalam tabel di
Grafik 2 atas menunjukkan bahwa item dengan skor yang
Tingkat Kreativitas Siswa Kelas V dan VI SD berada dalam kategori sangat rendah berjumlah 0
Negeri Bajing Kulon 04 Kroya Tahun Pelajaran item, item dengan skor yang berada dalam kategori
2014/2015 Berdasarkan Kategori Tinggi, Sedang rendah berjumlah 5 item, item dengan skor yang
dan Rendah berada dalam kategori sedang berjumlah 41 item,
item dengan skor yang berada dalam kategori
tinggi berjumlah 12 item, dan tidak ada satupun
item dalam kategori sangat tinggi.
Oleh karena itu, item yang
terindentifikasi dalam kategori rendah digunakan
menjadi dasar untuk merumuskan program
pengembangan kreativitas. Item yang masuk dalam
kategori rendah diuraikan pada tabel berikut:

Tabel 4
Item-Item Pernyataan yang
Tergolong dalam Kategori Rendah
Pembahasan selanjutnya yaitu No Aspek Komponen Nomor Item dan Pernyataan Skor Item

mengidentifikasi butir-butir pengukuran kreativitas Ketrampilan 24. Saya tahu rencana yang saya
1 menilai buat bermanfaat atau 123
yang rendah frekuensi kemunculannya pada siswa
Aptitude

(mengevaluasi) tidak bagi saya


kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 Kroya Ketrampilan 27. Saya bingung dalam menilai
2 menilai kemampuan yang saya 122
tahun pelajaran 2014/2015 dalam implikasinya (mengevaluasi) miliki
Merasa tertantang 39. Saya merasa tertantang
terhadap program pengembangan kreativitas. 3 oleh untuk menyelesaikan 117
Penggolongan skor item tingkat kemajemukan masalah yang sulit
44. Saya pusing bila
kreativitas siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing
Non Aptitude

Merasa tertantang
memperoleh tugas
4 oleh 125
Kulon 04 Kroya ditentukan dengan menggunakan kemajemukan
sekolah yang sulit
diselesaikan
kategorisasi Azwar (2007: 107-108). Berdasarkan 47. Saya menuruti kemauan
Berani orangtua saya karena
hasil perhitungan kuesioner setelah melakukan uji 5
mengambil resiko takut dimarahi bila saya
102

validitas dan reliabilitas, analisis skor item melawan

pengukuran kreativitas diperoleh hasil sebagai


berikut:

81
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

PEMBAHASAN Siswa yang memiliki tingkat


Setelah melakukan penelitian dan kreativitas dalam kategori sedang dapat dikatakan
melakukan analisis terhadap data penelitian, bahwa siswa sebenarnya sudah memiliki kreativitas
diperoleh gambaran mengenai tingkat kreativitas pada dirinya, namun kreativitas yang dimiliki siswa
siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 belum berkembang/kurang berkembang secara
Kroya tahun pelajaran 2014/2015. Mayoritas, optimal. Artinya siswa masih kurang menunjukkan
tingkat kreativitas siswa berada pada kategori ciri-ciri individu yang memiliki kreativitas yang
sedang yaitu sebanyak 57%. Sebanyak 22 % siswa sedang misalnya siswa kadangkala masih takut saat
berada pada kategori tinggi, dan sebanyak 21% akan menyampaikan pendapatnya atau menjawab
siswa berada pada katogori rendah. pertanyaan dari guru, siswa kadang masih meniru
Selain itu, hasil analisis skor item ide yang disampaikan oleh teman, siswa kadang
menunjukkan item dengan skor yang berada dalam bingung saat diminta menyampaikan pendapat
kategori sangat rendah berjumlah 0 item, item yang bervariasi, dan lain-lain. Tingkat kreativitas
dengan skor yang berada dalam kategori rendah siswa yang sedang ini dilihat berdasarkan butir-
berjumlah 5 item, item dengan skor yang berada butir item kreativitas yang hasil skornya masuk
dalam kategori sedang berjumlah 41 item, item dalam kategori sedang.
dengan skor yang berada dalam kategori tinggi Sedangkan siswa yang memiliki
berjumlah 12 item, dan tidak ada satupun item tingkat kreativitas dalam kategori rendah
dalam kategori sangat tinggi. mengandung pengertian bahwa siswa belum
Utami Munandar (1985:88-90) mencapai tingkat kreativitas yang ideal. Artinya
mengungkapkan bahwa kreativitas dapat dilihat siswa belum menunjukkan ciri-ciri individu yang
dari ciri-ciri aptitude dan ciri-ciri non aptitude. memiliki kreativitas yang tinggi misalnya dalam
Ciri-ciri aptitude yaitu ciri yang berhubungan perumusan masalah penelitian di awal ditemukan
dengan proses kognisi/pikiran sedangkan ciri-ciri bahwa siswa cenderung pasif saat proses belajar di
non aptitude yaitu ciri yang lebih berkaitan dengan kelas, siswa sering kesulitan bila diminta
sikap atau perasaan. Kedua hal ini sangat penting memberikan gagasan/ide yang bervariatif, siswa
bagi terwujudnya perilaku kreatif. cenderung hanya menerima informasi yang
Ciri-ciri aptitude dari kreativitas disampaikan guru, siswa kurang berani mengambil
terdiri atas ketrampilan berpikir lancar, ketrampilan resiko, siswa merasa bingung saat berhadapan pada
berpikir luwes (fleksibel), ketrampilan berpikir situasi yang sulit, dan lain-lain. Tingkat kreativitas
orisinal, ketrampilan memperinci (mengelaborasi), siswa yang rendah ini dilihat berdasarkan
dan ketrampilan menilai. Ciri-ciri non aptitude dari pengamatan pada keseharian siswa di sekolah serta
kreativitas terdiri atas rasa ingin tahu, bersifat pada hasil butir-butir item kreativitas yang hasil
imajinatif, merasa tertantang oleh kemajemukan, skornya masuk dalam kategori rendah.
berani mengambil resiko, dan sifat menghargai. Ada beberapa hal yang
Semakin individu menunjukkan ciri-ciri aptitude mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat kreativitas
dan non aptitude dalam kehidupanya artinya yang dimiliki oleh seseorang. Hurlock (1988:8)
individu tersebut semakin memiliki tingkat mengungkapkan ada beberapa faktor yang
kreativitas yang tinggi dalam kehidupan mempengaruhi variasi pada kreativitas yang
kesehariannya. dimiliki oleh setiap orang. Faktor-faktor yang
Siswa yang memiliki tingkat dimaksud yaitu jenis kelamin, status sosioekonomi,
kreativitas dalam kategori tinggi mengandung urutan kelahiran, lokasi tempat tinggal, dan
pengertian bahwa siswa sudah mencapai tingkat intelegensi.
kreativitas yang ideal. Artinya siswa telah Berdasarkan pada poin-poin
menunjukkan ciri-ciri individu yang memiliki sebelumnya, diketahui bahwa terdapat 5 item yang
kreativitas yang tinggi misalnya bisa masuk dalam kategori rendah. Item-item inilah
mengemukakan pendapatnya dengan lancar dan yang akan dijadikan dasar untuk pembuatan
tepat, bisa mengemukakan pendapat yang berasal program pengembangan kreativitas. Usulan
dari pemikirannya sendiri, memiliki daya imajinatif program yang digunakan untuk meningkatkan
yang tinggi, dan lain-lain. Tingkat kreativitas siswa kreativitas siswa yaitu sebagai berikut:
yang tinggi ini dilihat berdasarkan butir-butir item
kreativitas yang hasil skornya masuk dalam
kategori tinggi.

82
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

Tabel 5 1. Melakukan penelitian pada tingkat usia


Usulan Program Pengembangan Kreativitas yang berbeda misalnya pada siswa SMP,
Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu
I II III IV V SMA, atau mahasiswa untuk melihat
No Jenis Kegiatan apakah ada perbedaan tingkat kreativitas
pada tiap usia seseorang.
1 Kegiatan dengan topik 2. Menggunakan metode lain sebagai
“Aku Pribadi Unik”
2 Kegiatan dengan topik variasi penelitian dengan judul
“Aku Bisa, Aku Berani
Mencoba!”
kreativitas misalnya mengenai faktor
3 Kegiatan dengan topik yang paling dominan mempengaruhi
“Berani Mengambil
Resiko” tinggi-rendahnya kreativitas, hubungan
4 Kegiatan dengan topik kreativitas dengan variabel lain, atau hal
“What’s My Plan?”
5 Kegiatan dinamika lainnya.
kelompok “Show Your
Creativity”
DAFTAR PUSTAKA
PENUTUP Ali, Mohammad dan Mohammad Asrori. 2011.
Simpulan Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat variasi tingkat kreativitas yang dimiliki Ary, Donald. Jacobs, LC. Razavieh, A (terjemahan
oleh siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon oleh Furchan). 2007. Pengantar
04 Kroya tahun pelajaran 2014/2015. Mayoritas Penelitian dalam
siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 Pendidikan.Yogyakarta: Pustaka
Kroya masuk ke dalam kategori tingkat kreativitas Pelajar.
yang sedang. Beberapa siswa sudah memiliki
Azwar, S. 2003. Reliabilitas & Validitas. Cetakan
tingkat kreativitas yang tinggi dan sebagian siswa
kelima. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
masih berada pada tingkat kreativitas yang rendah.
Terdapat 5 item pengukuran kreativitas yang ________. 2007. Penyusunan Skala Psikologi.
capaian skornya rendah. Item yang masuk dalam Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
kategori rendah ini dijadikan dasar dalam
pembuatan program pengembangan kreativitas bagi ________. 2007. Sikap Manusia: Teori dan
siswa kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 Pengukurannya, Edisi 2. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Kroya tahun pelajaran 2014/2015.
Firmanto, Ari. 2013. Kecerdasan, Kreativitas, Task
Saran Commitment dan Jenis Kelamin
Bagi Guru Wali Kelas, beberapa hal yang Sebagai Prediktor Prestasi Hasil
disarankan yaitu: Belajar Siswa. Jurnal Sains dan Praktik
1. Melakukan pengembangan model Psikologi 2013, Volume I (I), halaman
26-36. Universitas Muhammadiyah
pembelajaran di kelas yang bisa
Malang.
menumbuhkan kreativitas siswa misalnya
pembelajaran konstruktivisme (pembelajaran Hurlock, E. B. 1988. Perkembangan Anak, Edisi
yang berfokus pada pengetahuan yang sudah keenam Jilid 1, (Terjemahan). Jakarta:
dimiliki siswa), pembelajaran dengan Erlangga.
menggunakan media-media pembelajaran
yang bervariatif, dan lain-lain. ____________. 1988. Perkembangan Anak, Edisi
keenam Jilid 2, (Terjemahan). Jakarta:
2. Mendorong setiap siswa untuk
Erlangga.
mengembangkan daya kreativitas yang
dimilikinya. ____________. 1991. Psikologi Perkembangan:
3. Program yang telah dibuat bisa menjadi acuan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang
untuk membuat program lain atau program Kehidupan, Edisi 5, Cetakan Keempat.
kelanjutan yang bisa mendukung Jakarta: Percetakan PT. Gelora Aksara
perkembangan kreativitas siswa. Pratama. Penerbit Erlangga (anggota
IKAPI).
Bagi Peneliti Lain, beberapa hal yang disarankan
yaitu:

83
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil


Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta:
Kanisius.

Munandar, Utami. 1985. Mengembangkan Bakat


dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: PT.
Gramedia

_______________. 2009. Pengembangan


Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.

Nawawi, Hadari. 1998. Metode Penelitian Bidang


Sosial. Yogyakarta: Gajah
Mada University Press.

Saparahayuningsih, Sri. 2010. Peningkatan


Kecerdasan dan Kreativitas Siswa. Jurnal
Kependidikan Dasar, Volume 1, Nomor 1,
September 2010, halaman 1-6.

Semiawan, Conny dkk. 1984. Memupuk Bakat dan


Kreativitas Siswa Sekolah Menengah.
Gramedia: Jakarta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan.


Bandung: Alfabeta.

Suharnan. 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya:


Srikandi.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian


Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Suryana, Dodi. 2012. Efektivitas Permainan


Kelompok untuk Mengembangkan
Kreativitas. Skripsi: Universitas
Pendidikan Indonesia.

Tedjasaputra, Mayke. S. 2001. Bermain, Mainan,


dan Permainan untuk Pendidikan Usia
Dini, Cetakan Pertama. Jakarta: PT.
Grasindo (anggota IKAPI).

Walija. 2007. Perkembangan Anak Sekolah Dasar.


Educatio Indonesiae, Volume 15, Nomor
1, Januari 2007, halaman 1-34.
http://jurnal.pustakaindonesia.com/artikel-jurnal-
pendidikan/49-perkembangan-anak-sekolah-
dasar.html?showall=1

84
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

LAMPIRAN
Tabel 6
Rincian Usulan Program Pengembangan Kreativitas berdasarkan Item-item dalam
Kuesioner yang Teridentifikasi Rendah
pada Siswa Kelas V dan VI SD Negeri Bajing Kulon 04 Kroya

Nomo
Judul
No r Pernyataan Tujuan Materi Kegiatan
Topik
Item
1 24 Saya tahu What’s My Siswa mampu 1. Film yang 1. Siswa diajak
rencana yang Plan? membuat berkaitan untuk
saya buat gambaran dan dengan topik menonton
bermanfaat menilai yaitu “Cita- sebuah film
atau tidak rencana yang Citaku yang sesuai
bagi saya sesuai dan Setinggi dengan topik
bermanfaat Tanah” 2. Siswa diajak
mengenai 2. Bagaimana untuk
masa mencapai merefleksika
depannya sebuah n nilai yang
(setelah lulus rencana yang terkandung
SD) telah dibuat pada film
(cita-cita yang yang baru
diinginkan)? saja ditonton
3. Siswa dilatih
merumuskan
hal-hal yang
dapat
dilakukan
untuk
mencapai
rencana yang
dibuat

No Nomo Pernyataan Judul Tujuan Materi Kegiatan


r Topik
Item
2 27 Saya bingung Aku Pribadi Siswa 1. Lambang diri 1. Siswa
dalam Unik memahami 2. Hal positif melambangk
menilai potensi dan menurut orang an dirinya
kemampuan bakat-bakat lain dengan
yang saya yang 3. Manfaat dari benda atau
miliki dimilikinya mengenal hal tertentu
potensi yang 2. Siswa
dimiliki menuliskan
hal-hal
positif pada

85
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Kreativitas Siswa dan Implikasi Terhadap Program

dirinya
3. Siswa saling
menuliskan
hal-hal
positif yang
dimiliki oleh
temannya
3 39 Saya merasa “Aku Bisa, Siswa 1. Perasaan dan 1. Siswa
tertantang Aku Berani memiliki rasa sikap yang melakukan
untuk Mencoba!” tertantang dan muncul saat permainan
menyelesaika daya juang berhadapan 2. Refleksi dari
44 n masalah saat dengan situasi permainan
yang sulit berhadapan sulit 3. Fasilitator
dengan situasi, 2. Pentingnya memberikan
Saya pusing masalah, atau pantang materi
bila tugas-tugas menyerah 4. Peneguhan
memperoleh yang sulit 3. Menciptakan lewat film
tugas sekolah sikap pantang pendek
yang sulit menyerah
diselesaikan

Nomo
Judul
No r Pernyataan Tujuan Materi Kegiatan
Topik
Item
4 47 Saya Berani Siswa 1. Keberanian 1. Permainan
menuruti mengambil memiliki dalam yang
kemauan resiko keberanian mengambil disesuaikan
orangtua saya mengambil resiko dengan topik
karena takut resiko atas 2. Manfaat dari 2. Refleksi dari
dimarahi bila pilihan yang keberanian permainan
saya diambil mengambil 3. Penjelasan
melawan resiko dari
fasilitator
4. Peneguhan
dari
fasilitator

Catatan:

Kegiatan terakhir yaitu kegiatan dinamika kelompok yang mengambil tema besar

“Show Your Creativity” merupakan kegiatan dinamika kelompok yang dikemas dalam

bentuk permainan. Akan diadakan beberapa permainan yang mengandung unsur

kreativitas. Secara keseluruhan, diakhir program yang direncanakan ini, diharapkan

kreativitas siswa dapat semakin berkembang dengan optima

86
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Cicilia Rindi Antika
Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019

Anda mungkin juga menyukai