Anda di halaman 1dari 5

INTERVENSI PENDIDIKAN MELALUI PENGEMBANGAN LITERASI PSIKOLOGI

POSITIF DI KOMUNITAS RESIMEN MAHASISWA UNTUK MENINGKATKAN


MUTU SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA

Dian Yudhawati
Program Studi Psikologi, Fakultas Bisnis Psikologi dan Komunikasi, Universitas Teknologi Yogyakarta
dianyudhawati@uty.ac.id

Abstrak
Minat menulis dan membaca atau yang disebut sebagai literasi pada mahasiswa cenderung rendah sehingga
pengetahuan mahasiswa cenderung sempit. Resimen Mahasiswa sebagai salah satu wadah yang memfasilitasi
mahasiswa berkegiatan juga mengalami hal yang serupa. Mereka sering dianggap sebagai mahasiswa yang selalu
berlatih di lapangan saja tanpa kemauan membaca maupun menulis kecuali untuk memenuhi tugas kuliah saja.
Dalam penelitian ini penulis memfokuskan pada Psikologi Positif sebagai suatu bahan literasi untuk meningkatkan
anggota Resimen Mahasiswa sebagai Sumber Daya Manusia Indonesia yang bermutu. Metode penelitian yang
dilakukan adalah metode penelitian kualitatif. E book dengan penampilan yang menarik dan kemudahan memilih
tema secara otomatis, menjadi bahan literasi dalam penelitian ini. Subjek yang diintervensi adalah 3 anggota
Resimen Mahasiswa. Dengan pengembangan literasi psikologi positif diharapkan dapat meningkatkan mutu anggota
Resimen Mahasiswa yang merupakan bagian dari Sumber Daya Manusia Indonesia.
Kata Kunci : intervensi pendidikan, literasi psikologi positif, resimen mahasiswa

Abstract
The students’ literacy interests or their interests in reading and writing are low, so that they can not build on the
knowledge well. As a place to facilitate students in having some activities, Military Training Student Community
also has the same problem. The students are considered to have low interests in reading and writing, excluding in
submitting and fulfilling the asssignments. In this study, the writer focused on psychology positive as the literacy
material to enhance the military training students’ quality as human resources. The method used was qualitative
research. An attractive and an automatic e-book was the literacy material in this study. The students can choose the
themes easily. The subjects were three military training students. By developing this literacy material, the writer
hopes it can enhance the quality of military training students as Indonesian human resources.
Keywords : educational intervention, literacy material using positive psychology, military training student.

Emosi positif itu berarti kebahagiaan, individual yang penuh kekuatan ini maka akan sangat
bersyukur pada Tuhan dan orang lain. Kepribadian besar kemungkinan terwujudnya kekuatan dan
sifat positif yang dirancang ahli psikologi positif meningkatnya mutu sumber daya manusia.
seperti rasa ingin tahu, kreatif, keberanian, pikiran Tujuan psikologi positif adalah untuk
masa depan, optimisme, setia, etika kerja yang baik, mengkatalisasi suatu perubahan dalam psikologi,
akrab, kejujuran, baik hati, semangat, kepedulian, artinya tidak hanya memperbaiki sesuatu yang paling
keadilan, ketekunan dan memiliki kapasitas untuk buruk dalam hidup tetapi juga membangun kualitas
mengalir dan mencerahkan(Seligman,2006). terbaik dalam hidup dan memperbaiki
Aliran psikologi positif yang dimotori oleh ketidakseimbangan di waktu lalu. Aspek-aspek
Martin Seligman mencoba memfokuskan perhatian positif yang tidak tergali atau tidak terperhatikan
pada upaya menggali dan mengembangkan karakter dalam diri seseorang harus mulai dikembangkan.
yang merupakan sisi kekuatan manusia (promotion of
Psikologi Positif
character strength). Dengan menggali dan
Para ahli psikologi positif berpendapat bahwa
mengembangkan sisi individu akan menghantarkan
hidup manusia akan lebih bermakna jika sisi
individu pada kebahagiaan yang murni (authentic
positifnya bisa dikembangkan secara maksimal. Sisi
happiness) dan yang mampu berfungsi secara optimal
positif itu adalah emosi yang positif (positive
(optimal functioning) dalam kehidupannya, baik
emotions), dan sifat kepribadian yang bijaksana
sebagai individual, anggota keluarga, anggota
(positive individual traits), yang selanjutnya kedua
masyarakat dan negara. Dengan adanya sifat-sifat

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper 188 Dian Yudhawati


Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Intervensi Pendidikan Melalui Pengembangan Literasi Psikologi Positif

aspek ini akan membantu dalam pengembangan langgeng, serta memiliki kebahagiaan diri sampai 30
kepribadian. tahun kemudian
Pendekatan dalam mengatasi problem Aspek emosi positif yang lain adalah sifat
kemanusiaan harus diarahkan pada pengembangan bersyukur dan berterimakasih yang disampaikan pada
karakter positif yang ada pada individu melalui orang lain. Emmons & Crumpers (dalam Ancok,
penataan : (1) keluarga dan sekolah yang 2007) menemukan bahwa orang yang sering
memungkinkan potensi anak berkembang. (2) tempat menyampaikan rasa berterima kasih pada orang lain
kerja yang mendukung kepuasan kerja dan secara ikhlas memiliki kesehatan yang lebih baik,
produktivitas. (3) masyarakat yang akan berpegang optimis dalam hidup, lebih merasakan kebahagiaan
teguh pada tata kehidupan bermasyarakat yang (well-being) dan banyak menolong orang lain.
beradab (civil society). Penataan itu dilakukan dengan Penelitian lain dilakukan oleh Haidt (2000)
cara membangun kekuatan individu dan masyarakat menemukan bahwa orang yang merasa bahagia
agar mampu menumbuhkan keadilan, tanggung- karena melihat seseorang berbuat kebaikan pada
jawab, kepedulian pada sesama, toleransi, saling orang lain. Danner dkk. (2001) dalam penelitian
percaya dan saling bersinergi. mereka melaporkan bahwa orang yang memiliki
Upaya untuk membangun individu dan emosi positif di masa mudanya ternyata hidup lebih
masyarakat yang mampu berbuat demikian harus sehat dan berusia panjang. Dokter yang memiliki
dilakukan dengan membangun karakter manusia yang emosi yang positif lebih akurat dalam diagnosis
didasari antara lain oleh etika, saling mencintai, terhadap pasiennya (Isen, 1993)
keberanian mempertahankan kebenaran, pengasih dan
Sifat Diri yang Positif
penyayang, integritas dan arif, melalui pendidikan
Para peneliti berpendapat bahwa sifat diri
karakter yang dilakukan sejak dini sampai ke dewasa.
menjadi penyangga kesehatan fisik dan mental dan
Pendekatan psikologi positif dengan konvergensi
pencegah penyakit fisik dan penyakit jiwa. Sifat diri
teknologi dan budaya dalam pengembangan
seperti keberanian (courage), berorientasi ke masa
kepribadian ini harus mulai dikembangkan secara
depan (future mindedness), rasa optimis (optimism),
sistematik mulai dari keluarga, tempat pendidikan
rasa percaya pada kekuatan Tuhan (faith), etos kerja
dan berbagai komunitas. Komunitas yang dimaksud
yang baik (work ethic), pengharapan yang positif
dalam penelitian ini adalah Komunitas Resimen
bahwa sesuatu hal yang buruk akan berubah menjadi
Mahasiswa.
baik (hope), sifat jujur dalam hidup (honesty),
Emosi yang Positif ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan
Emosi yang positif terkait dengan kehidupan, (perseverance) dan kemampuan untuk tetap berjalan
emosi di masa lalu, masa sekarang dan ekspektasi di dalam mencari pemahaman (capacity for flow and
masa depan. Salah satu aspek dari emosi positif insight) adalah hal-hal yang akan membuat diri kuat
adalah rasa gembira (happiness) yang manifestasi dalam menghadapi stress kehidupan (Seligman,
fisiologisnya adalah senyum. Sebuah penelitian 2006)
dilakukan oleh Keltner dan Harker (dalam Ancok,
Institusi yang Positif
2007) tentang pengaruh senyum terhadap
Kehidupan manusia ibarat tanaman hias dia
kebahagiaan hidup menemukan adanya hubungan
harus berada di sebuah pot bunga yang berisi bahan
antara senyum (ekspresi senyum positif) dengan
makanan yang menyuburkan kehidupan tanaman itu
kebahagiaan hidup. Ada dua jenis senyum yang
dan berada dalam ruangan yang memiliki sinar dan
mereka teliti, pertama adalah senyuman sejati yang
kelembaban yang memadai. Demikian pula dengan
satunya adalah senyuman palsu. Dalam penelitian ini
kehidupan manusia. Kehidupan yang positif
sejumlah 141 foto siswa senior dari buku tahunan
(bermakna, puas dan bahagia serta produktif), hanya
College Mills tahun 1960 digunakan untuk menilai
akan muncul secara maksimal bila kondisi
apakah senyuman yang ditampilkan dalam foto itu
lingkungan tempat manusia itu berada memiliki sifat-
adalah senyuman sejati atau senyuman palsu. Dari
sifat positif.
141 orang yang ada dalam buku itu terdapat
Para pakar umumnya sependapat bahwa hidup
separuhnya memiliki senyuman sejati dan separuhnya
manusia sebagai individu sangat dipengaruhi institusi
lagi senyuman yang palsu. Selanjutnya peneliti
yang ada dalam kehidupannya (lihat gambar).
menghubungi semua wanita tersebut pada usia 27, 43
Institusi adalah keluarga (family), sekolah, organisasi
dan 52 tahun untuk menanyakan tentang pernikahan
kemasyarakatan dan budaya, institusi kenegaraan
dan kepuasan hidup mereka. Hasil dari penelitian
(society) dan institusi yang menentukan tatanan
menunjukkan orang yang memiliki senyum sejati
ekonomi politik global (global). Untuk mengurangi
ternyata secara signifikan lebih besar porsinya terikat
stres kehidupan individu dalam masyarakat tentunya
dalam perkawinan dan memiliki pernikahan yang
semua lingkungan ini harus memiliki sifat-sifat
positif untuk menghalau stress. Sifat-sifat positif

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper 189 Dian Yudhawati


Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Intervensi Pendidikan Melalui Pengembangan Literasi Psikologi Positif

yang harus ada dalam institusi kehidupan manusia dan menuliskan topik serta kesan dari bacaan dalam e
(institusi rumah tangga, sekolah, tempat kerja, book tersebut yang berkaitan dengan motivasi mereka
masyarakat dan negara) yang mendukung untuk masuk Resimen Mahasiswa
pemunculan kekuatan karakter yang maksimal adalah
sifat adil, peduli (caring), bertanggungjawab, HASIL DAN PEMBAHASAN
beradab, toleransi, non-diskrminatif, saling Subjek 1
mendukung dan saling menghargai. Jawaban : Saya memilih Bagian 4 “Dapatkah Anda
Membuat Diri Anda Selalu Lebih Bahagia?”
Pengembangan Literasi Psikologi Positif di
 “Orang-orang yang sangat berbahagia paling
Komunitas Resimen Mahasiswa
sedikit menghabiskan waktu sendirian dan
Suatu bangsa membutuhkan individu-individu
kebanyakan dari mereka bersosialisasi.”
yang memiliki kualitas kerja yang baik. Dari emosi
(Authentic Happiness, 164)
positif yang dimiliki seperti gembira, tersenyum,
selalu bersyukur pada Tuhan dan mau peduli dan  “Meskipun banyak dilanda penderitaan, bukan
berterima kasih pada orang lain akan membentuk berarti tidak dapat memiliki keriangan.”
pribadi yang sehat dan produktif (Authentic Happiness, 165)
Demikian pula tentang sifat diri yang positif.  “Ternyata kegembiraan tertinggi terkadang
Penelitian tentang sifat diri positif menunjukkan datang setelah kita terbebas dari ketakutan
kaitan antara rasa optimis dengan kesehatan fisik dan terburuk kita.” (Authentic Happiness, 166)
kesehatan jiwa. Taylor dkk. (2000) menemukan Saya suka bercengkrama secara langsung daripada
bahwa orang yang optimis lebih jarang terkena sakit lewat media sosial dan itulah mengapa saya suka
fisik dan sakit jiwa dibandingkan dengan orang yang bersosialisasi dan untuk merealisasikannya saya
pesimis. Selain itu ditemukan juga orang yang mengikuti sebuah organisasi yang dimana organisasi
optimis dan gembira berkinerja lebih baik di tempat itu terkenal dengan kerasnya, disiplinnya dan
kerja. Selain itu mereka juga lebih rileks, memiliki lainnya. Tetapi dibalik semua penderitaan itu
tingkat stressnya rendah dan tingkat kesehatan yang terkadang saya berpikir bahwa apa yang diperbuat
baik, serta memiliki hubungan sosial yang baik kepada saya itu ada benarnya juga dan terkadang
dengan orang lain. mengingat semua penderitaan yang telah terlewati
Dengan kualitas pribadi yang memiliki itu membuat kita senang dan membentuk kenangan
kesehatan secara fisik dan psikis yang selalu terjaga tersendiri karena rasa perjuangan yang dari awal
dengan baik maka diharapkan kualitas bangsa juga kita di gempur dengan latihan fisik maupun mental
akan meningkat. Analoginya tempat pendidikan yang terkadang membuat kita lelah dan berpikir
ibarat pot bunga dan mahasiswa bagaikan tanaman untuk berhenti berjuang. Tapi itu tidak berlaku bagi
hias. Pot bunga akan senantiasa menjadi tempat saya, meskipun saya pernah berpikiran begitu saya
unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dan akan tetap berjuang bersama yang lainnya karena
menjadikannya tumbuh berkembang dengan baik dan ketakutan terbesar saya adalah menyerah di tengah
bermanfaat bagi lingkungannya. Sedangkan tanaman jalan, tetapi saya yakin bila kita bisa mengatasi
hias sendiri akan memberi nilai lebih pada pot bunga ketakutan tersebut kita bisa mencapai kegembiraan
tersebut jika tumbuh dengan subur dan indah. tertinggi atau apa yang kita inginkan saat kita
Kondisi ini memang tidak dapat tercipta begitu memutuskan untuk bergabung dengan Menwa.
saja. Artinya dibutuhkan kemauan yang
berkesinambungan dari berbagai pihak untuk Subjek 2
memberikan intervensi tentang psikologi positif di Jawaban: Saya memilih bacaan nomor 3 dalam buku
berbagai tempat. Intervensi yang dilakukan dalam Authentic Happiness yaitu “Buat Apa Harus Repot-
penelitian ini adalah menggunakan literasi Psikologi repot Bahagia”
Positif berupa E-book yang menarik minat membaca  “Evolusi dan Perasaan Positif” halaman 113
dan menulis. Authentic Happiness
 “Membangun Sumber daya Fisik” halaman 132
METODE Authentic Happiness
Penelitian ini menggunakan metode penelitian  “Ketika Hal Buruk Terjadi pada Orang yang
kualitatif. 3 anggota Resimen Mahasiswa menjadi Berbahagia”
subjek dalam penelitian. Mereka diberi E-book Menurut saya perasaan positif saya dan rekan-rekan
Authentic Happiness. Menciptakan kebahagiaan saya tentang Menwa membuat kita tetap bertahan di
dengan Psikologi Positif (Seligman, 2005) . Menwa, saat orang lain menganggap Menwa negatif.
Kemudahan dalam memilih topik dan membukanya Saya memilih ikut organisasi ini karena menarik dan
menjadi factor yang menarik anggota Menwa yang menantang, butuh proses dan perjuangan yang
membaca. Subjek penelitian diminta untuk memillih panjang untuk sampai ke titik menjadi anggota.

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper 190 Dian Yudhawati


Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Intervensi Pendidikan Melalui Pengembangan Literasi Psikologi Positif

Banyak pengalaman, ilmu, dan kenangan selama Alasan saya memilih bacaan ini
proses perjalanan menjadi anggota yang tidak karena dulu saya pernah gagal untuk
dirasakan orang lain dirasakan oleh orang lain. menjadi seorang PASKIBRAKA baik
Dalam buku tersebut dikatakan bahwa emosi positif Kabupaten maupun Provinsi. Saya tidak
berenergi tinggi, contohnya keceriaan , membuat ingin terulang kembali kegagalan ini, saya
orang suka bermain. Bermain berkaitan dengan ingin menjadi seorang Resimen Mahasiswa
pembangunan sumber daya fisik. Dan dalam karena saya bercita-cita ingin menjadi
organisasi resimen mahasiswa yang saya ikuti itu seorang KOWAD (Korps Wanita Angkatan
membentuk sumber daya fisik yaitu seperti binjas, Darat). Saya belajar dari kegagalan
push up, sit up, sikap lilin dan lainnya yang juga sebelumnya, meskipun saya tidak lolos
sebagai latihan kecepatan. Dalam buku itu bermain menjadi PASKIBRAKA saya tidak mau
bukan dianggap tindakan bersenang senang saja terpuruk untuk kegagalan ini. Saya harus
namun secara umum sebagai pembentukan otot dan bangkit dari keterpurukan ini, saya berfikir
aliran darah, juga sebagai latihan kemahiran mungkin saya tidak ditakdirkan menjadi
menghindari predator, berkelahi, berburu, dan PASKIBRAKA. Sebelum saya menjadi
kawin. Pada saat diksar kemarin juga diberikan seorang KOWAD saya ingin berlatih dulu
materi dan praktek langsung seperti bela diri dasar-dasar kemiliteran, karena MENWA
Yoongmodo, Survival atau bertahan hidup, dll. Yang itu termasuk organisasi semi militer.
juga diajarkan di satuan Agni Yudha Universitas Dari penjelasan di atas bisa
Teknologi Yogyakarta oleh pelatih dan senior. dikaitkan dengan orang yang membuat
Ketika hal buruk terjadi pada orang yang penjelasan universal atas kegagalan
berbahagia, seberapa baik mereka dalam menyerah di segala aspek ketika suatu
menghadapi kejadian-kejadian yang tidak kegagalan menimpa satu area. Orang yang
menguntungkan. Dalam organisasi Menwa secara membuat penjelasan spesifik memang tak
tidak sadar kita melakukan uji emosi positif. Saat berdaya pada satu bagian kehidupan, tetapi
saya latihan pasti ada muncul rasa dongkol, kesal, ia melangkah dengan mantap di bagian lain.
marah, dan pernah saya merasa “Kenapa saya tetap 2. Meningkatkan Optimisme dan Harapan
bertahan?” “Kenapa saya tetap ikut?” “Apa tujuan (halaman 237-239)
saya?” “Apa yang saya dapat?” perasaan itu Ketika kita berbicara ingin menjadi
muncul dan sempat ada rasa jenuh ingin berhenti seseorang yang sukses dan pada saat itu
dan menyerah. Disaat teman-teman saya bisa pergi juga ada orang yang mematahkan semangat
main, hangout dengan teman-teman lain, dan hal-hal bahwa kita tidak pantas untuk menjadi itu,
lain yang biasa dilakukan oleh anak-anak milenial. karena menurut mereka kita adalah orang
Teman saya juga bertanya apakah saya tidak capek yang lemah, tidak punya apa-apa. Tetapi
latihan tiap hari Minggu yang harusnya digunakan ada satu cara untuk membuatnya
untuk istirahat perawatan dll. Malah capek-capek tercengang akan kesuksesan kita yaitu
panas-panasan, jungkir-jungkir. Pertanyaan- lawan atau tentang perkataan dari orang
pertanyaan dari teman saya dan keinginan teman- tersebut buktikan kepada mereka bahwa apa
teman untuk saya keluar dari menwa karena mereka yang dikatakannya itu salah besar. Kita
kasihan melihat saya. Itu merupakan emosi negatif, harus bangkit dari keterpurukan karena
namun fikiran itu hanya sesaat saat sedang emosi, kata-kata tidak menyenangkan itu meskipun
marah, dan dongkol. Tapi saya lebih memilih untuk kadang sulit untuk bangkit. Saya sendiri pun
bertahan karena ini merupakan panggilan hati saya pernah merasakannya, pada saat itu saya
tetap bertahan dan bertanggung jawab dengan apa benar-benar terpuruk tetapi saya selalu
yang saya pilih. Karena emosi positif itu menetralkan ingat perkataan orang tua saya bahwa
emosi negatif, emosi positif memiliki tujuan lebih “Jangan pernah perkataan tersebut
mendalam, jauh lebih sekadar membuat memiliki dimasukkan ke dalam hati, jika perkataan
perasaan-perasaan yang menyenangkan. Tetap ikuti tersebut benar-benar dimasukkan maka kita
alur, dan tetap semangat. Semangat menolak tidak akan pernah sukses”.
menyerah. Jadi saya masuk MENWA adalah
salah satu cara untuk menggapai cita-cita
saya. Dan membuktikan kepada orang-
Subjek 3 orang yang telah membuat saya terpuruk
Jawaban : Saya memilih bagian 6 : OPTIMIS AKAN (memberikan kata-kata yang tidak pantas
MASA DEPAN untuk dibicarakan) bahwa saya adalah
1. Pervasif : Spesifik versus Universal orang yang tidak seperti apa yang mereka
(halaman 231-233)

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper 191 Dian Yudhawati


Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019
Intervensi Pendidikan Melalui Pengembangan Literasi Psikologi Positif

pikirkan. Saya bisa sukses tanpa bantuan Ancok. 2007. Pendekatan psikologi positif dalam
dari mereka. membangun masyarakat berkualitas
3. Yang mengesankan dari bacaan tersebut Danner, D., Snowdown, D, & Friesen, W. 2001.
dan bisa memotivasi menjadi seorang Positive emotion in early life and longevity.
Resimen Mahasiswa yaitu bagian “setiap Journal of Personality and Social Psychology,
orang sudah memiliki kemmpuan untuk 80,804-813
menentang dan kita menggunakannya ketika Haidt, J. 2000. The Positive emotion of elevation,
orang lain-saingan kita dalam pekerjaan Prevention & Treatment. New York: Free
atau pasangan kita-tanpa alasan menuduh Press
kita”. Dan “suatu energi yang mucul ketika Isen, A.M. 1993. Hand Book of Emotions. New York:
Anda melawannya dengan sukses. Dengan Guilford Press
cara melawan secara efektif persangkaan Riyono, B. 2001. Isu-isu kontemporer dalam
yang mengikuti suatu kesusahan, Anda bisa Psikologi Industri dan Organisasi.
mengubah reaksi Anda yang tadinya Yogyakarta: Unit Publikasi Fakultas Psikologi
menyerah dan bersedih menjadi beraktivitas UGM
dan bergembira”. Seligman, M. 2005. Authentic Happiness. Meraih
Kebahagiaan dengan Psikologi Positif.
PENUTUP Bandung : Mizan
Simpulan Seligman, M. 2006. Hand Book of Positive
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Psychology. London: Oxford University Press
anggota Resimen Mahasiswa tertarik untuk Taylor, S.E. 2000. Psychological resources, positive
membaca dan menuliskan perasaan illusions and health. American Psychologist,
positifnya secara runtut. Mereka dapat 55, 99-109
mendeskripsikan perasaannya setelah
membaca e book psikologi positif yang
inspiratif. Tulisan yang mereka susun
menggambarkan adanya inspirasi untuk
memaknai berbagai latihan yang berat di
Resimen Mahasiswa sebagai suatu hal yang
membahagiakan dan mendidik mereka untuk
menjadi pribadi yang lebih kuat. Hal inilah
yang ingin dicapai dan dikembangkan dalam
intervensi pendidikan melalui literasi
Psikologi Positif. Pada akhirnya segala
intervensi yang dilakukan dapat memperkuat
emosi positif yang dirasakan anggota
Resimen Mahasiswa, membentuk pribadi
yang ceria dan pantang menyerah sehingga
dapat menjadi bagian dari sumber daya
manusia Indonesia yang bermutu.

Saran
Bagi para pendidik, disarankan untuk
dapat turut serta mengembangkan kegiatan
literasi Psikologi Positif. Pengembangannya
dapat dilakukan dengan berbagai sosialisasi
buku Psikologi Positif yang menarik dan
merangsang minat membaca dan menulis
peserta didiknya. Intervensi dapat dilakukan
di berbagai komunitas dengan topik yang
berbeda-beda sesuai dengan budaya dan
identitas social komunitas yang ingin
dikembangkan.

DAFTAR PUSTAKA

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper 192 Dian Yudhawati


Psikologi Pendidikan 2019
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019

Anda mungkin juga menyukai