Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENYESUAIAN SOSIAL

SISWA PROGRAM OLIMPIADE DI MTSN 1 MALANG

Nur Eva
Program Studi Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang
Email : nur.eva2012@gmail.com
Indah Yasminum, Suhanti
Program Studi Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang
Email : indah.yasminum.fppsi@um.ac.id
Septiani Ayu Nawangsari
Program Studi Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang
Email : ayunawangsari12@gmail.com
Abstrak

Penyesuaian sosial merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk bereaksi secara efektif dalam
kehidupan, situasi dan relasi sosial sehingga kriteria dalam kehidupan sosial dapat terpenuhi. Untuk
mencapai penyesuaian sosial yang baik, siswa membutuhkan dukungan dari lingkungan, baik berupa
dorongan semangat, perhatian, penghargaan, bantuan dan kasih sayang. Dari wawancara yang
dilakukan dengan subjek penelitian, maka ditemukan bahwa siswa program olimpiade memiliki
permasalahan terkait penyesuaian sosial yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)
gambaran dukungan sosial siswa program olimpiade MTSN 1 Malang (2) gambaran penyesuaian
sosial siswa program olimpiade MTSN 1 Malang (3) gambaran pengaruh dukungan sosial terhadap
penyesuaian sosial siswa program olimpiade MTSN 1 Malang. Penelitian ini dilakukan di MTSN 1
Malang dengan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif
dan analisis statistik regresi sederhana. Subjek yang dijadikan sampel penelitian diambil dari siswa
program olimpiade yang berjumlah 30 orang menggunakan teknik purposive dan incidental sampling.
Instrumen dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial dan penyesuaian sosial dengan
menggunakan model penskalaan Likert. Uji validitas skala dukungan sosial dan penyesuaian sosial
menggunakan korelasi pearson product moment yang masing-masing memperoleh 45 aitem valid dan
40 aitem valid. Uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach yang memperoleh tingkat reliabilitas
skala dukungan sosial 0,923 dan skala penyesuaian sosial 0,912. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa (1) sebagian besar siswa program olimpiade MTSN 1 Malang memiliki dukungan sosial yang
rendah, (2) sebagian besar siswa program olimpiade MTSN 1 Malang memiliki penyesuaian sosial
yang rendah, (3) ada pengaruh yang signifikan dukungan sosial terhadap penyesuaian sosial pada
siswa program olimpiade MTSN 1 Malang (F(1,28) = 24,742 , R 2= 0,469, p<0,05).

Kata kunci : dukungan sosial, penyesuaian sosial, siswa program olimpiade MTSN 1 Malang

Abstract

Social adjustment is the ability of individuals to react effectively in life, social situations and relations so that the
criteria in social life can be fulfilled. To achieve good social adjustment, students need support from people in
their environment both encouragement, attention, appreciation, help and affection. From interviews conducted
with research subjects, it was found that student of olympic program had problems related to low social
adjustment. The aim of this research is to know (1) description social support student of olympic program at
MTSN 1 Malang (2) description of social adjustment student of olympic program at MTSN 1 Malang (3)
description there is influence of social support to students of olympic program social adjustment at MTSN 1
Malang.This research was conducted in MTSN 1 Malang with a type of quantitative research. The research
design used was descriptive and simple regression statistical analysis. The subjects used as research samples
were students of the olympic program, amounting to 30 people using purposive and incidental sampling
techniques. The type of instrument in this study is the scale of social support and social adjustment scale using a
likert scaling model. Research instruments using social support scale and social adjustment scale. Validity test
scale using pearson product moment correlation which obtained 45 valid items of social support scale and 40

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Nur Eva


Psikologi Pendidikan 2019 198 Indah Yasminum
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019 Septiani Ayu Nawangsari
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penyesuaian Sosial..
valid items of social adjustment scale. Test of reliability using cronbach alpha shows that reliability level of
social support scale 0.923 and social adjustment 0.912. The results of this study shows that (1) the majority of
olympic students have low social support, (2) the majority of olympic student have low social adjustment, (3)
there is a significant influence social support to student olympic program social adjustment at MTSN 1 Malang
(F(1,28) = 24,742 , R2= 0,469, p<0,05).

Keywords: social support, social adjustment, students of olympic program MTSN 1 Malang

Penyesuaian sosial merupakan satu dari beberapa teman menjadi kurang baik, serta berbagai masalah
tugas perkembangan masa remaja. Menurut dan konflik lainnya (Sari, 2005).
Schneiders (dalam Agustiani, 2006) penyesuaian Menurut Demaray dkk (2005) dukungan
sosial adalah kemampuan yang dimiliki oleh sosial merupakan persepsi individu bahwa dirinya
seseorang, untuk secara efektif bereaksi dan dapat dipedulikan, dihormati dan dihargai oleh orang
bermanfaat dalam kehidupan, situasi dan relasi dalam jaringan sosialnya yang meningkatkan
sosial sehingga kriteria dalam kehidupan sosial keaktifan pribadi, membantu mengatasi sumber
dapat terpenuhi. stress, dan dapat menghindarkan dari hasil yang
Menurut Schneiders (dalam Agustiani, 2006) merugikan. Dukungan sosial merupakan faktor
ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi yang secara tidak langsung juga mempengaruhi
penyesuaian sosial, yaitu kondisi sejak lahir dan penyesuaian sosial sebab dukungan yang diberikan
kondisi tubuh, perkembangan dan kematangan baik dari keluarga, lingkungan, dan sekolah dapat
secara intelektual, sosial, moral dan emosi, meningkatkan penyesuaian sosial yang dimiliki
pengalaman yang telah dialami oleh individu, orang yang merasa mendapat dukungan sosial.
kondisi lingkungan di sekitarnya seperti dukungan Individu yang memiliki dukungan sosial yang baik,
dari keluarga, sekolah, teman, dan lingkungan adalah individu yang mendapat dukungan
sekitar, serta faktor budaya dan agama. Sedangkan emosional, instrumental, informasional, dan
menurut Gerungan (2010) faktor-faktor yang dukungan penghargaan. (Malecki & Demaray,
mempengaruhi penyesuaian sosial adalah peran 2002)
keluarga, sekolah dan media massa. Reddy dkk (2003) menjelaskan bahwa
Agustiani (2006) menjelaskan jika remaja sekolah menengah merupakan tahap penting
mampu melakukan penyesuaian sosial dengan baik, dimana guru memainkan peran penting pada
maka remaja tersebut akan memiliki rasa penyesuaian siswa. Siswa yang memiliki hubungan
kepercayaan diri yang terlihat dari sikap tenang dan baik dengan guru, akan menjadikan guru sebagai
juga seimbang dalam menghadapi sebuah situasi. orang kepercayaan, mentor bahkan teman. Pada
Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Joshi keadaan seperti ini, hubungan siswa dengan guru
dan Dutta (2014) dimana penyesuaian sosial yang juga teman sebayanya menunjukkan prediktor yang
baik menandakan bahwa individu mampu untuk signifikan dalam penyesuaian sosial. Pernyataan
menyesuaikan diri dengan mudah kepada orang- senada juga dijelaskan oleh Jou & Fukada (1994)
orang dengan kata lain, itu menunjukkan bahwa dimana siswa yang merasa menerima lebih banyak
seseorang dapat merasa percaya diri dan efektif dukungan dari gurunya, dilaporkan memiliki
dalam hubungan sosialnya. penyesuaian sosial yang lebih baik dibandingkan
Sebaliknya, Andayani (dalam Setianingsih dengan siswa yang merasa kekurangan dukungan
dkk, 2006) menjelaskan saat remaja mengalami dari gurunya dilaporkan memiliki penyesuaian
hambatan dalam penyesuaian sosial pada masa sosial yang lebih buruk.
remaja, maka pada tahap perkembangan berikutnya Menurut Rueger dkk (2008) dukungan
remaja tersebut juga akan mengalami hambatan. orang tua merupakan prediktor kuat pada
Itulah alasan mengapa masa remaja merupakan penyesuaian sosial baik anak laki-laki maupun
masa yang rawan dibandingkan tahap perempuan, setelah guru barulah dukungan teman
perkembangan lainnya. Remaja yang gagal sekelas. Pendapat lain dikemukakan oleh Demaray
menyelesaikan masalah pada masa remaja, dkk (2015) dimana menjelaskan bahwa ada
seringkali menjadi seseorang yang kurang percaya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial
diri, prestasi di sekolah menurun, hubungan dengan dan penyesuaian sosial dimana jaringan yang
mendukung muncul untuk memprediksi

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper 199 Nur Eva


Psikologi Pendidikan 2019 Indah Yasminum
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019 Septiani Ayu Nawangsari
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penyesuaian Sosial..
penyesuaian sosial siswa. Hal ini didukung oleh untuk mengikuti ekstrakurikuler. Karena kesibukan
hasil penelitian China (2015) yang menjelaskan dari siswa olimpiade yang berbeda dengan kelas
bahwa prediktor terkuat penyesuaian sosial adalah reguler, dimana mereka ada tambahan materi di
sejauh mana siswa memiliki teman. jam reguler dan di jam ekstrakurikuler membuat
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa mereka enggan untuk mengikuti ekstrakurikuler.
program olimpiade di MTSN 1 Malang. Siswa Permasalahan yang terjadi pada siswa
program olimpiade adalah siswa yang masuk dalam program olimpiade berdampak pada kebijakan
kelas olimpiade yang dipersiapkan untuk mengikuti yang ada di sekolah. Salah satunya adalah
berbagai perlombaan mata pelajaran dalam ajang kewajiban untuk mengikuti ekstrakurikuler. Semua
taraf nasional seperti Olimpiade Siswa Nasional siswa yang ada di MTSN 1 Malang sebenarnya
(OSN) juga taraf internasional. Alasan peneliti harus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler minimal
mengambil subjek penelitian dilatarbelakangi oleh satu kegiatan. Namun fakta di lapangan banyak
belum adanya penelitian Pengaruh Dukungan siswa kelas olimpiade tidak bersedia untuk
Sosial terhadap Penyesuaian Sosial dengan subjek mengikuti ekstrakurikuler tersebut sebab merasa
penelitian siswa program olimpiade. Alasan sudah terlalu lelah dengan aktivitas belajar mereka
selanjutnya adalah dikarenakan sejauh yang di sekolah. Selain itu kebijakan untuk mengikuti
diketahui peneliti MTSN di Malang yang terdapat perlombaan antar kelas diabaikan, sebab siswa
siswa program olimpiade hanya di MTSN 1 olimpiade membatasi diri untuk bertemu dengan
Malang, sehingga permasalahan ini hanya siswa kelas lain terutama kelas reguler. Hal ini
ditemukan pada siswa program olimpiade di MTSN membuat pihak sekolah khawatir karena pihak
1 Malang . sekolah memiliki harapan yang besar terhadap
Wawancara awal dilakukan pada tanggal siswa program olimpiade sebab siswa yang masuk
22 Februari 2018 bertempat di ruang bimbingan ke dalam kelas olimpiade pada dasarnya adalah
konseling MTSN 1 Malang. Pertanyaan dalam siswa pilihan yang mampu dan berminat untuk
wawancara berdasarkan dimensi penyesuaian sosial mengikuti olimpiade. Sehingga harapan pihak
dari Schneiders (1964). Permasalahan pertama sekolah pada siswa olimpiade yaitu mampu
yang ditangkap peneliti berkaitan dengan dimensi mempertahankan prestasi dari tahun sebelumnya
participation, yakni dimensi ini secara umum dan kalau bisa ditingkatkan lagi.
berkaitan dengan keikutsertaan siswa dalam
kegiatan di sekolah dan menjalin hubungan baik METODE
dengan orang di sekolah. Dari dimensi ini Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
ditemukan permasalahan utama yakni hubungan deskriptif dan regresi sederhana. Penelitian ini
siswa program olimpiade dengan teman sekelas, menggunakan dua variabel, yakni satu variabel
teman kelas lain dan guru kelas. Permasalahan dependen dan satu variabel independen. Variabel
kedua yaitu berkaitan dengan dimensi social dependen dalam penelitian ini adalah penyesuaian
approval, yang berkaitan dengan kepekaan sosial dan variabel independen adalah dukungan
terhadap lingkungan dan membantu orang lain. sosial.
Permasalahan yang muncul adalah kurangnya
kepekaan siswa kelas olimpiade pada teman Populasi dan Sampel
sebayanya. Siswa kelas olimpiade bercerita bahwa Populasi dalam penelitian ini adalah
mereka tidak perduli dengan apa yang terjadi atau seluruh siswa program olimpiade yang berjumlah
apa yang dilakukan orang lain. Mereka merasa 88 orang di MTSN Malang. Sampel dari penelitian
bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab ini berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan
sendiri atas dirinya sehingga mereka tidak perlu sampel yang digunakan adalah purposive dan
untuk ikut campur. Permasalahan selanjutnya incidental sampling.Teknik pengumpulan data
adalah membantu orang lain, dimana mereka yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner,
cenderung bersikap masa bodoh dengan lingkungan dengan menggunakan jenis skala likert.
mereka sehingga keinginan untuk membantu orang
lain juga tergolong rendah. Instrumen Penelitian
Permasalahan ketiga yaitu berkaitan Skala yang digunakan dalam penelitian
dengan conformity yaitu mengenai mematuhi dan berjumlah dua yakni skala penyesuaian sosial yang
menghargai peraturan yang berlaku di lingkungan. dibuat oleh peneliti derdasarkan dimensi
Permasalahan yang muncul yaitu ketika sekolah penyesuaian sosial yang dikemukakan Scjhneiders
sebenarnya sudah mewajibkan setiap siswanya (1964) dan adaptasi skala dukungan sosial yang

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Nur Eva


Psikologi Pendidikan 2019 200 Indah Yasminum
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019 Septiani Ayu Nawangsari
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penyesuaian Sosial..
ditulis oleh Malecki dkk (2000). Jumlah aitem skor yang diperoleh subjek penelitian adalah
dalam skala penyesuaian sosial adalah 40 aitem 139,73 dan standar deviasi 11,231.
yang terdiri dari 23 pernyataan favourable dan 17
pernyataan unfavourable dengan tingkat reliabilitas Hasil Analisis Deskriptif
0,912. Jumlah aitem dalam skala dukungan sosial Untuk mengetahui gambaran pada subjek
berjumlah 45 aitem dengan tingkat reliabilitas penelitian, peneliti melakukan kategorisasi
0,923. terhadap skor subjek. Kategori ini berdasarkan
Skala penyesuaian sosial menggunakan pada skor rendah dan tinggi. Berikut hasil
empat kategori jawaban yaitu Sangat Sesuai (SS), klasifikasi skor penyesuaian sosial siswa program
Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS) dan Sangat Tidak olimpiade di MTSN 1 Malang terdapat pada tabel
Sesuai (STS). Sedangkan skala dukungan sosial 2.
menggunakan empat kategori jawaban yang
menunjukkan frekuensi yaitu Selalu (S), Hampir Tabel 2. Klasifikasi Tingkat Penyesuaian Sosial
Selalu (HS), Hampir Tidak Pernah (HTP), Tidak Interval Klasifikasi Jumlah Prosentase
Pernah(TP). T ≤50 Rendah 16 53%
T>50 Tinggi 14 47%
Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini Berdasarkan tabel 2 diatas, maka diketahui
mengunakan analisis deskriptif dan analisis statistik bahwa subjek penelitian yang memiliki tingkat
regresi sederhana.Analisis deskriptif digunakan penyesuaian yang rendah sebanyak 16 siswa atau
untuk mendeskripsikan dukungan sosial dan setara dengan 53%, sedangkan subjek penelitian
penyesuaian sosial pada siswa program olimpiade yang memiliki tingkat penyesuaian sosial tinggi
di MTSN 1 Malang. Sedangkan analisis statistik sebanyak 14 siswa atau setara dengan 47%. Dari
regresi sederhana untuk mengetahui adanya hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa
pengaruh dukungan sosial terhadap penyesuaian secara umum, siswa program olimpade di MTSN 1
sosial siswa program olimpiade di MTSN 1 Malang memiliki tingkat penyesuaian sosial yang
Malang. rendah.
Berikut tabel 3 yang berisi klasifikasi skor
HASIL DAN PEMBAHASAN dukungan sosial siswa program olimpiade di
Deskripsi data MTSN 1 Malang.
Deskripsi data mengenai penyesuaian sosial
dan dukungan sosial pada 30 siswa program Tabel 3. Klasifikasi Tingkat Dukungan Sosial
olimpiade di MTSN 1 Malang yang menjadi subjek Interval Klasifikasi Jumlah Prosentase
penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1 berikut. T ≤50 Rendah 16 53%
T>50 Tinggi 14 47%
Tabel 1. Deskripsi Data Penyesuaian Sosial dan
Dukungan Sosial Berdasarkan tabel 3 diatas, maka dapat
N Min Max Mean SD diketahui bahwa subjek penelitian yang memiliki
PS 30 97 135 117,07 9,067 tingkat dukungan sosial yang rendah sebanyak 16
DS 30 117 165 139,73 11,231 siswa atau setara dengan 53%, sedangkan subjek
penelitian yang memiliki tingkat dukungan sosial
Pada tabel 1 yang berisi deskripsi data yang tinggi sebanyak 14 siswa atau setara dengan
penyesuaian sosial siswa program olimpiade maka 47%. Dari hasil penelitian tersebut dapat
dapat diketahui bahwa skor minimum atau skor disimpulkan bahwa secara umum, siswa program
terendah subjek penelitian adalah 97, sedangkan olimpade di MTSN 1 Malang memiliki tingkat
skor maksimum atau skor tertinggi yang diperoleh dukungan sosial yang rendah.
subjek penelitian adalah 135. Selanjutnya, rata-rata
skor yang diperoleh subjek penelitian penelitian Uji Prasyarat
adalah 117,07 dengan standar deviasi 9,067. Berdasarkan hasil uji normalitas yang
Sedangkan pada skala dukungan sosial, skor dilakukan, variabel penyesuaian sosial memiliki
minimum atau skor terendah subjek penelitian 117, nilai signifikansi sebesar 0,543 > 0,05 dan pada
sedangkan skor maksimum atau skor tertinggi yang variabel dukungan sosial memiliki signifikansi
diperoleh subjek penelitian adalah 165. Rata-rata sebesar 0,667 > 0,05. Pada kedua variabel
penelitian ini juga dapat dikatakan memiliki data

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Nur Eva


Psikologi Pendidikan 2019 201 Indah Yasminum
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019 Septiani Ayu Nawangsari
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penyesuaian Sosial..
yang linear karena nilai signifikansinnya diperoleh saat melakukan penelitian terdapat kendala yaitu
sebesar 0,02 < 0,05. Selain itu, pada kedua variabel terbatasnya jumlah siswa kelas sembilan dan waktu
juga tidak terjadi heteroskedastisitas karena penelitian di akhir semester.
diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,769 > 0,05. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
Sehingga dari hasil analisis statistik tersebut, maka ini menggunakan kuesioner berskala likert.
dapat dikatakan data pada kedua variabel tersebut Instrumen penelitian terdiri dari skala penyesuaian
telah memenuhi asumsi kelayakan untuk sosial dan skala dukungan sosial. Skala
melakukan uji hipotesis penyesuaian sosial dibuat sendiri oleh peneliti
menggunakan dimensi dari Schneiders (1964)
Uji Hipotesis sedangkan skala dukungan sosial menggunakan
Nilai korelasi atau hubungan yang skala adaptasi berdasarkan dimensi Malecki dkk
ditunjukkan oleh r sebesar 0,685. Nilai ini berarti (2000).
ada hubungan antara dukungan sosial dan Dari hasil analisis deskriptif didapatkan
penyesuaian sosial sebesar 0,685. Nilai korelasinya hasil bahwa sebagian besar siswa program
positif, sehingga diartikan ketika dukungan sosial olimpiade termasuk dalam kategori penyesuaian
tinggi, maka penyesuaian sosial siswa program sosial yang rendah dan dukungan sosial yang
olimpiade tinggi juga. Begitu pula sebaliknya, rendah. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian
apabila dukungan sosial rendah, maka penyesuaian sebelumnya yang dikemukakan oleh Cohorn &
sosial siswa program olimpiade juga rendah. Giuliano (dalam China, 2015) pada studi tentang
Selanjutnya, diketahui nilai koefisien prediktor penyesuaian dan keterikatan kelembagaan
determinasi (R2=0,465) yang berarti ada pengaruh di antara 110 mahasiswa tahun pertama, dilaporkan
dukungan sosial terhadap penyesuaian sosial bahwa penyesuaian sosial berhubungan positif
sebesar 46,5% sedangkan sisanya 53,5% dengan ketersediaan jaringan pendukung.
dipengaruhi oleh variabel lain. Pernyataan tersebut juga didukung oleh Demaray
Berdasarkan analisis data selanjutnya, dapat dkk (2005) yang menemukan bahwa ada hubungan
diketahui bahwa nilai Fhitung=24,742 > Ftabel =4,20 yang signifikan antara dukungan sosial dan
dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga model penyesuaian sosial, menunjukkan bahwa jaringan
regresi dapat digunakan untuk memprediksi yang mendukung muncul untuk memprediksi
variabel penyesuaian sosial. penyesuaian sosial siswa. Dimana ketika dukungan
Selain itu, untuk memprediksi pengaruh sosial rendah, maka penyesuaian sosial akan rendah
variabel X (dukungan sosial) dan terhadap variabel juga, begitupula apabila dukungan sosial tinggi
Y (penyesuaian sosial) dapat dilihat dari hasil uji maka penyesuaian sosial juga akan rendah juga.
koefisien regresi menunjukkan (1) konstanta Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana
sebesar 39,804 ; artinya jika tidak terdapat didapatkan hasil bahwa ada pengaruh yang
dukungan sosial maka nilai konsistensi signifikan dukungan sosial terhadap penyesuaian
penyesuaian sosialnya positif sebesar 39,804 (2) sosial siswa program olimpiade. Dukungan sosial
koefisien regresi variabel dukungan sosial (X) yang didapatkan dari orang tua, guru, teman
sebesar 0,553 artinya ketika dukungan sosial sebaya, teman dekat dan orang yang ada di sekolah
meningkat satu satuan, maka penyesuaian sosial berpengaruh sebesar 46,5% terhadap penyesuaian
dapat diprediksikan meningkat sebesar 0,553. sosial, sedangkan sisanya yakni 53,5% dipengaruhi
oleh variabel lain.
Pembahasan Faktor lain yang termasuk dalam 53,5%
Penelitian pengaruh dukungan sosial yang dapat mempengaruhi penyesuaian sosial
terhadap penyesuaian sosial program olimpiade di menurut Schneiders (1964) adalah faktor kondisi
MTSN 1 Malang menggunakan analisis data fisik, kematangan,psikologis dan budaya. Faktor
regresi sederhana, sebab penelitian ini bertujuan kondisi fisik, kematangan, dan psikologis tidak
untuk mengetahui adanya pengaruh satu variabel dapat dijelaskan peneliti secara detil sebab peneliti
independen terhadap satu variabel dependen. tidak memiliki data untuk menjelaskannya.
Penelitian ini dilakukan pada 25 Mei-30 Mei 2018. Sedangkan untuk faktor budaya dapat
Populasi dalam penelitian berjumlah 88 orang dijelaskan oleh peneliti. Dari data yang didapatkan,
siswa program olimpiade yang terdiri dari kelas maka diketahui bahwa 93% siswa program
tujuh, delapan dan sembilan. Subjek penelitian olimpiade adalah siswa yang asli berasal dari
terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan Malang, dan 7% berasal dari luar kota Malang
teknik purposive dan incidental sampling sebab namun masih berada dalam Provinsi Jawa Timur.

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Nur Eva


Psikologi Pendidikan 2019 202 Indah Yasminum
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019 Septiani Ayu Nawangsari
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penyesuaian Sosial..
Menurut Mertin & Nakayama (dalam Simatupang dengan bagaimana pola asuh orang tua dan
dkk,2015) budaya berpengaruh secara signifikan bagaimana dampaknya terhadap penyesuaian anak.
terhadap penyesuaian sosial ketika individu harus Dalam hal ini peneliti tidak mendapatkan data
hidup di lingkungan baru yang mengharuskannya mengenai hal tersebut karena tujuan penelitian ini
melakukan proses adaptasi. Dari data yang hanya berfokus pada bentuk dukungan sosial yang
dipaparkan sebelumnya, maka diketahui bahwa berpengaruh terhadap penyesuaian sosial.
hampir keseluruhan dari siswa program olimpiade Selanjutnya yaitu faktor status anak, maksut
merupakan orang asli dari Kota Malang sehingga dari faktor ini adalah seorang anak berada dalam
seharusnya siswa tersebut dapat melakukan urutan kelahiran berapa, memiliki saudara atau
penyesuaian sosial dengan baik dibandingkan menjadi anak tunggal. Menurut Gerungan (2010)
dengan teman lainnya. anak tunggal jika dibandingkan dengan anak yang
Menurut Gerungan (2010) faktor lain yang memiliki saudara biasanya sangat egois, suka
dapat mempengaruhi penyesuaian sosial yaitu memiliki keinginan yang berlebihan untuk dihargai
peran keluarga, sekolah, dan media massa. Peran juga memiliki keinginan berjuang yang berlebihan.
keluarga disini termasuk didalamnya adalah status Hambatan sosialnya adalah dirinya tidak bisa setiap
sosioekonomi, keutuhan keluarga, sikap dan hari bergaul dengan anak anak sebaya dalam
kebiasaan keluarga dan status anak. Dari data yang interaksi kelompok kekeluargaan yang sebenarnya
didapatkan peneliti maka dapat diketahui bahwa diperlukan. Sedangkan anak sulung akan kurang
sebanyak 50% orang tua siswa program olimpiade aktif dan kurang berusaha dibandingkan anak
lulusan sarjana, 27% lulusan magister, 18% lulusan kedua yang sangat giat dan berambisi.
SMA, 3% lulusan doktor dan 3% lulusan diploma. Dari data yang didapatkan mengenai status
Pekerjaan dari orang tua subjek penelitian adalah anak maka didapatkan hasil sebanyak 43% siswa
27% bekerja sebagai pegawai karyawan swasta, program olimpiade adalah anak pertama, 40% anak
23% sebagai PNS, 17% menjadi guru dan dosen, kedua, 13% anak ketiga dan 3% anak keempat.
17% menjadi pengusaha, 7% sebagai dokter, 7 % Sedangkan untuk jumlah anak tunggal adalah
sebagai TNI atau polisi, 2% lainnya. Dari data yang hanya sebesar 7%. Berkenaan dengan hal tersebut
didapatkan peneliti tersebut, maka dapat diketahui maka pengaruh status anak terhadap penyesuaian
bahwa sebagian besar orang tua dari subjek sosial adalah walaupun anak tunggal yang termasuk
penelitian memiliki pendidikan dan pekerjaan yang dalam siswa program olimpiade ini kecil, namun
memadai. Sehingga jika dikaitkan dengan pengaruh memiliki dampak terhadap penyesuaian sosial juga.
sosioekonomi terhadap penyesuaian sosial, maka Sebab siswa yang termasuk anak tunggal, menurut
ini sesuai dengan pernyataan Gerungan (2010) Gerungan (2010) akan memiliki hambatan dalam
bahwa anak yang berasal dari orang tua dengan penyesuaian sosialnya. Sedangkan jika dilihat dari
sosial ekonomi yang mencukupi sudah biasa hidup status anak sulung yang memiliki prosentase cukup
mewah dan cenderung dimanjakan oleh orang besar yakni 43% juga akan mempengaruhi
tuanya sehingga mereka kurang mampu untuk penyesuaian sosialnya sebab anak pertama akan
melakukan penyesuaian sosial. kurang aktif dan berusaha dibandingkan anak anak
Faktor selanjutnya yakni keutuhan keluarga. selanjutnya.
Menurut Gerungan (2010) keluarga yang utuh Setelah faktor keluarga, selanjutnya adalah
berarti utuh dalam struktur keluarga, yaitu keluarga faktor peran sekolah.Menurut Jackson (dalam
terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Pola interaksi Gerungan,2010)guru memegang peranan penting
keluarga juga dibutuhkan dengan cara melakukan dalam arti bahwa perhatian guru pribadi terhadap
interaksi sosial yang wajar. Apabila orang tuanya siswanya lebih memajukan perkembangan anak
sering berselisih dan menyatakan sikap saling daripada organisasi sekolah dimana seorang guru
bermusuhan dengan disertai tindakan yang agresif lebih sering menghadapi anak dikelasnya. Guru
maka keluarga disebut tidak utuh. Subjek dalam memiliki peranan penting terhadap siswanya. Hal
penelitian ini masih dalam keluarga yang utuh, ini didukung oleh pernyataan Jou & Fukada (1994)
namun tidak diketahui secara pasti apakah pola dimana siswa yang merasa menerima lebih banyak
hubungan diantara siswa dan orang tuanya ini dukungan dari gurunya, dilaporkan memiliki
benar berjalan baik atau tidak, karena untuk penyesuaian sosial yang lebih baik sedangkan
mengetahui hal tersebut diperlukan wawancara dan siswa yang merasa kekurangan dukungan dari
pengamatan dalam jangka waktu tertentu. gurunya dilaporkan memiliki penyesuaian sosial
Faktor keluarga selanjutnya adalah sikap yang lebih buruk.
dan kebiasaan keluarga. Faktor ini berkaitan

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Nur Eva


Psikologi Pendidikan 2019 203 Indah Yasminum
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019 Septiani Ayu Nawangsari
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penyesuaian Sosial..
Dari hasil wawancara yang yang dilakukan bertemu dengan siswa dari kelas lain dan akan
pada siswa program olimpiade maka didapatkan terjalin hubungan yang baik diantara keduanya.
hasil bahwa siswa program olimpiade merasa guru 2. Sekolah
kelas terlalu menekan mereka. Terkadang mereka Kepada pihak sekolah diharapkan dengan
merasa lelah sebab banyak tugas yang diberikan adanya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
oleh guru dan lagi mereka harus mengikuti evaluasi. Sehingga pada tahun berikutnya
tambahan jam diluar jam belajar untuk persiapan dipertimbangkan untuk mengadakan program
olimpiade, siswa olimpiade merasa tidak nyaman pelatihan atau character building siswa program
dengan sikap guru kelas yang demikian. Mereka olimpiade bersama dengan siswa reguler. Ini
merasa bahwa guru yang selalu mendukung mereka dilakukan agar siswa program olimpiade terbiasa
adalah guru bimbingan dan konsleing. Dari hasil bertemu dengan siswa program reguler sehingga
wawancara tersebut maka dapat diketahui bahwa mereka dapat mengenal satu sama lain sehingga
hubungan siswa orogram olimpiade dengan guru permasalahan penyesuaian sosial bisa
kelasnya kurang baik sehingga mengakibatkan diminimalisir.
penyesuaian sosial yang rendah pada siswa 3.Guru
program olimpiade. Kepada guru kelas diharapkan membantu
Faktor setelah peran sekolah yakni media sekolah untuk melaksanakan pelatihan atau
massa. Menurut (Gerungan, 2010) dari beberapa semacamnya dan memberikan dukungan sosial
penelitian mengenai pengaruh media massa dan pada siswa program olimpiade. Kepada guru
komunikasi terhadap penyesuaian sosal, maka bimbingan konseling diharapkan dapat
didapatkan hasil bahwa sebenarnya bukan menggunakan layanan bimbingan kelompok yang
frekuensi yang memiliki pengaruh tertentu terhadap bertujuan untuk agar siswa program olimpiade
anak, namun isi dari film, buku, ceramah, atau isi lebih mengenal dirinya dan lingkungannya.
dari sosial media yang memiliki pengaruh dalam 4. Orang Tua
penyesuaian sosial. Penelitian mengenai pengaruh Kepada orang tua diharapkan mampu
media massa terhadap penyesuaian sosial ini masih membantu pihak sekolah untuk meningkatkan
sangat minim dan juga peneliti tidak melakukan penyesuaian sosial yang dimiliki oleh anaknya
observasi dan wawancara secara mendalam dengan memberikan dukungan dalam bentuk
mengenai peranan media massa ini terhadap perhatian, memberikan informasi ketika anaknya
penyesuaian sosial mereka sehingga peneliti tidak membutuhkan, mengapresiasi apa yang dilakukan
memiliki data yang dapat menjelaskan hal tersebut. anaknya apabila yang dilakukan positif, dan turun
tangan langsung untuk membantu anak ketika
PENUTUP dalam kesulitan.
Simpulan 5. Peneliti Selanjutnya
1. Secara umum gambaran dukungan sosial pada Kepada peneliti selanjutnya diharapkan
siswa program olimpiade di MTSN 1 Malang dapat membuat alat ukur mengenai penyesuaian
termasuk dalam kategori rendah.. sosial yang lebih baik dengan cara
2. Secara umum gambaran penyesuaian sosial menyeimbangkan antara jumlah pernyataan
pada siswa program olimpiade di MTSN 1 favourable dan unfavourable agar hasil yang
Malang termasuk dalam kategori rendah. didapat lebih baik. Lalu melakukan penelitian pada
3. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, siswa program olimpiade dengan jumlah yang lebih
maka didapatkan hasil bahwa ada pengaruh banyak sehingga hasilnya lebih terpercaya. Serta
signifikan dukungan sosial terhadap dengan banyaknya faktor yang dapat
penyesuaian siswa program olimpiade di mempengaruhi penyesuaian sosial, maka
MTSN 1 Malang. hendaknya peneliti selanjutnya meneliti faktor
lainnya juga. Selain itu, untuk peneliti selanjutnya
Saran diharapkan apabila menggunakan alat ukur yang
diadaptasi diharapkan menggunakan ahli bahasa
1. Siswa dalam proses translasinya agar pernyataan dalam
Kepada siswa program olimpiade sebaiknya kuesioner yang dibuat tidak ambigu.
meningkatkan kemampuan penyesuaian sosialnya
yaitu dengan cara mengikuti salah satu DAFTAR PUSTAKA
ekstrakurikuler yang anggotanya banyak dari kelas
lain, nantinya siswa program olimpiade terbiasa Agustiani, H. 2006. Psikologi
Perkembangan.Bandung: Refika Aditama

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Nur Eva


Psikologi Pendidikan 2019 204 Indah Yasminum
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019 Septiani Ayu Nawangsari
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Penyesuaian Sosial..
China, F. 2015.The Relationship Between Social Reddy, R., Rhodes, J., Mulhall, P. 2003. The
Support, Social Adjustment, Academic Influence of Teacher Support on Student
Adjustment, And Academic Performance Adjustment in the Middle School Years: A
Among College Students In Tanzania. Latent Growth Curve Study. Journal of
Disertasi tidak diterbitkan. Tanzania Development and Psychopathology. 15(1)
:University of Tanzania : 119-138
Demaray, M. K., Malecki, C.K., Davidson, L.M., Rueger, S. Y., Malecki, C. K., & Demaray. M. K.
Hodgson, K., & Rebus, P. 2005. The 2008. Relationship Between Multiple
Relationship Between Social Support and Sources of Perceived Social Support and
Student Adjustment: A Longitudinal Psychological and Academic Adjustment
Analysis. Journal Psychology in the in Early Adolescence: Comparisons
Schools. 42(7),691-706 Across Gender. Journal Youth
Adolescence. 39(1): 47-61
Gerungan. 2010. Psikologi Sosial. Bandung :
Refika Aditama Sari, M. Y. 2005. Kecerdasan Emosional dan
Kecenderungan Psikopat Pada Remaja
Joshi, D. & Dutta, I. 2014. Development and
Delinkuen Di Lembaga Pemasyarakatan.
Effectiveness of Social Adjustment Scale
Jurnal Anima. 20(2) : 139-148.
for Urban Adolescence. Journal of
Innovation and Scientific Research. 1 (1): Schneiders, A. 1964. Personal Adjustment and
26-35 Mental Health. New York : Holt, Rinehart
and Winston
Jou, Y. H. & Fukada, J. 1994. Effect of Social
Support from Various Sources on the Setyaningsih, E., Uyun, Z., & Yuwono,S. 2006.
Adjustment of Chinese Students in Japan. Hubungan antara Penyesuaian Sosial dan
Journal of Social Psychology. 133(3) : Kemampuan Menyelesaikan Masalah
305-311 Dengan Kecenderungan Delinkuen pada
Remaja. Jurnal Psikologi Universitas
Malecki, C. K. & Demaray, M. K. 2002. Measuring
Diponegoro. 3 (1) : 29-35
Perceived Social Support: Development of
The Child and Adolescent Social Support Simatupang, O., Lubis, L., Wijaya, H. 2015. Gaya
Scale (CASSS). Psychology in the School. Berkomunikasi dan Adaptasi Budaya
39(1),1-18 Mahasiswa Batak di Yogyakarta. Jurnal
Komunikasi Aspikom. Vol 2(5): 314-329

Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Nur Eva


Psikologi Pendidikan 2019 205 Indah Yasminum
Fakultas Pendidikan Psikologi, Aula C1, 13 April 2019 Septiani Ayu Nawangsari

Anda mungkin juga menyukai