Anda di halaman 1dari 8

TUGAS AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II

RANGKUMAN PSAK 22
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 2017

Disusun Oleh:

Angga Pratiko 1711070275

S1 AKUNTANSI KARYAWAN
EKONOMI DAN BISNIS
PERBANAS INSTITUTE
BEKASI
2018
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 22 membahas mengenai Kombinasi Bisnis yang
bertujuan untuk meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding dari informasi yang
disampaikan entitas pelapor dalam laporan keuangannya mengenai kombinasi bisnis dan
dampaknya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pernyataan ini mengatur prinsip dan persyaratan
tentang bagaimana pihak pengakuisisi (acquirer) :

a. Mengakui dan mengukur dalam laporan keuangannya aset teridentifikasi yang diperoleh,
liabilitas yang diambil alih dan kepentingan nonpengendali dari pihak diakuisisi (acquiree).

b. Mengakui dan mengukur goodwill yang diperoleh dari kombinasi bisnis atau keuntungan
dari pembelian dengan diskon.

c. Mengatur informasi yang diungkapkan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan


mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis.

Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak
pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. Transaksi yang terkadang
disebut sebagai “penggabungan sesungguhnya (true merger)” atau “penggabungan setara
(merger of equals)” juga merupakan kombinasi bisnis sebagaimana istilah ini digunakan
dalam PSAK ini.

Pihak diakuisisi adalah bisnis atau beberapa bisnis yang pihak pengakuisisi
memperoleh pengendalian atasnya dalam suatu kombinasi bisnis. Sedangkan pihak
pengakuisisi adalah entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak diakuisisi.

2.2. Identifikasi Kombinasi Bisnis

Entitas mengatur apakah suatu transaksi atau peristiwa lain merupakan kombinasi
bisnis dengan menerapkan definisi dalam Pernyataan ini yang mensyaratkan bahwa aset
yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih merupakan suatu bisnis. Jika aset yang
diperoleh bukan suatu bisnis, maka entitas pelapor mencatat transaksi atau peristiwa lain
tersebut sebagai akuisisi aset.
2.3. Metode Akuisisi

Entitas mencatat setiap kombinasi bisnis dengan menerapkan metode akuisisi.


Penerapan metode akuisisi mensyaratkan :

1. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi.

Untuk setiap kombinasi bisnis, salah satu dari entitas yang bergabung diidentifikasikan
sebagai pihak pengakuisisi, yaitu entitas yang memperoleh pengendalian atas entitas lain
(pihak diakuisisi).

2. Penentuan tanggal akuisisi.

Pihak pengakuisisi mengidentifikasi tanggal akuisisi, yaitu tanggal pihak pengakuisisi


memperoleh pengendalian atas pihak diakuisisi, yang secara hukum mengalihkan
imbalan, memperoleh aset, dan mengambil alih liabilitas pihak diakuisisi (tanggal
penutupan). Akan tetapi, pihak pengakuisisi mungkin memperoleh pengendalian pada
tanggal sebelum atau setelah tanggal penutupan.

3. Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil
alih, dan kepentingan nonpengendali pihak akuisisi.

a. Prinsip pengakuan

Pada tanggal akuisisi, pihak pengakuisisi mengakui, terpisah dari goodwill, aset
teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan
nonpengendali pihak diakuisisi.

b. Prinsip pengukuran

Pihak pengakuisisi mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang
diambil alih dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi.

c. Pengecualian dari prinsip pengakuan dan pengukuran

PSAK ini memberikan pengecualian terbatas terhadap prinsip pengakuan dan


pengukuran.

4. Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon.

Pihak pengakuisisi mengakui goodwill pada tanggal akuisisi yang diukur sebagai selisih
lebih (a) atas (b) dibawah ini :

a. Nilai gabungan dari :


1) Imbalan yang dialihkan yang diukur sesuai dengan PSAK ini, yang pada umumnya
mensyaratkan nilai wajar tanggal akuisisi.
Page 3 of 8
2) Jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak diakuisisi yang diukur sesuai
dengan PSAK ini.

3) Untuk kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, nilai wajar pada tanggal
akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi
pada pihak diakuisisi.

b. Jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih
pada tanggal akuisisi, yang diukur sesuai pernyataan ini.

Pembelian dengan Diskon

Sebelum mengakui keuntungan dari pembelian dengan diskon, pihak pengakuisisi menilai
kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih serta mengakui setiap aset atau liabilitas tambahan yang dapat
diidentifikasi dalam penelaahan tersebut.

Imbalan yang Dialihkan

Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung
sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan
oleh pihak pengakuisisi, liabilitas yang diakui oleh pihak pengakuisisi kepada pemilik
sebelumnya dari pihak diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh pihak
pengakuisisi.

Imbalan Kontinjensi

Imbalan yang dialihkan oleh pihak pengakuisisi dalam pertukaran untuk pihak diakuisisi
termasuk setiap aset atau liabilitas yang dihasilkan dari suatu kesepakatan imbalan
kontinjensi. Pihak pengakuisisi mengakui nilai wajar tanggal akuisisi atas imbalan
kontinjensi sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam pertukaran untuk pihak
diakuisisi.

Pedoman tambahan untuk menerapkan metode akuisisi untuk jenis kombinasi bisnis
tertentu

a. Kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap

Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi
mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi
pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan
jika ada dalam laba rugi.

Page 4 of 8
b. Kombinasi bisnis yang dilakukan tanpa pengalihan imbalan

Pihak pengakuisisi kadang memperoleh pengendalian atas pihak diakuisisi tanpa adanya
pengalihan imbalan. Metode akuisisi untuk untuk kombinasi bisnis diterapkan pada
kombinasi tersebut. Keadaan tersebut mencakup :
1) Pihak diakuisisi membeli kembali sahamnya sendiri dengan jumlah yang memadai
sehingga investor yang ada saat ini memperoleh pengendalian.

2) Hilangnya hak veto minoritas, yang sebelumnya menghalangi pihak pengakuisisi


untuk mengendalikan pihak diakuisisi, dimana pihak pengakuisisi memiliki hak suara
mayoritas.

3) Pihak pengakuisisi dan pihak diakuisisi sepakat untuk mengkombinasikan bisnisnya


dengan kontrak semata.

Periode pengukuran

Periode pengukuran adalah periode setelah tanggal akuisisi selama pihak pengakuisisi
dapat menyesuaikan jumlah sementara yang diakui atas suatu kombinasi bisnis. Periode
pengukuran memberikan waktu yang cukup pada pihak pengakuisisi untuk memperoleh
informasi yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan mengukur hal-hal sebagai berikut
pada tanggal akuisisi sesuai dengan persyaratan dalam PSAK :

a. Aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak diakuisisi.

b. Imbalan yang dialihkan untuk pihak diakuisisi.

c. Dalam kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, kepentingan ekuitas pada pihak
diakuisisi yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi.

d. Goodwill yang dihasilkan atau keuntungan dari pembelian dengan diskon.

Penentuan bagian dari transaksi kombinasi bisnis

Pihak pengakuisisi mengidentifikasi setiap jumlah yang bukan merupakan bagian


yang dipertukarkan oleh pihak pengakuisisi dan pihak diakuisisi dalam kombinasi bisnis,
yaitu jumlah yang bukan merupakan bagian yang dipertukarkan untuk pihak diakuisisi.
Pihak pengakuisisi mengakui hanya atas imbalan yang dialihkan untuk pihak diakuisisi serta
aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih yang dipertukarkan untuk pihak
diakuisisi sebagai bagian dari penerapan metode akuisisi.

Page 5 of 8
Biaya terkait Akuisisi

Biaya terkait akuisisi adalah biaya yang dikeluarkan pihak pengakuisisi dalam rangka
kombinasi bisnis. Biaya tersebut mecakup fee makelar (finder’s fees); advis, hukum,
akuntansi, penilaian dan fee profesional atau konsultasi lainnya; biaya administrasi umum,
termasuk biaya pemeliharaan departemen akuisisi internal; dan biaya pendaftaran serta
penerbitan efek utang dan efek ekuitas.

2.4. Akuntansi dan Pengukuran Setelah Pengakuan Awal

Pihak pengakuisisi mengukur dan mencatat aset yang diperoleh, liabilitas yang
diambil alih atau terjadi, dan instrumen ekuitas yang diterbitkan dalam kombinasi bisnis
sesuai dengan SAK yang dapat diterapkan untuk pos-pos tersebut bergantung pada sifatnya.
Akan tetapi, PSAK ini memberikan pedoman atas akuntansi dan pengukuran setelah
pengakuan awal untuk aset yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih atau terjadi, dan
instrumen ekuitas yang diterbitkan dalam kombinasi bisnis sebagai berikut :

a. Hak yang diperoleh kembali

Hak yang diperoleh kembali yang diakui sebagai aset tak berwujud diamortisasi selama
sisa periode kontraktual dari kontrak yang mendasari pemberian hak tersebut.

b. Liabilitas kontinjensi yang diakui pada tanggal akuisisi

Setelah pengakuan awal dan sampai liabilitas diselesaikan, dibatalkan atau kadaluarsa,
pihak pengakuisisi mengukur liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis
pada nilai yang lebih tinggi antara :

1) Jumlah yang diakui sesuai dengan PSAK 57 : Provisi, Liabilitas Kintinjensi, dan Aset
Kontinjensi.

2) Jumlah yang pada awalnya diakui setelah dikurangi, jika dapat diterapkan, akumulasi
amortisasi yang diakui sesuai dengan PSAK 23 : Pendapatan.

c. Aset Indemnifikasi

Pada setiap akhir periode pelaporan sebelumnya, pihak pengakuisisi mengukur aset
indemnifikasi yang diakui pada tanggal akuisisi dengan dasar yang sama dengan liabilitas
atau aset yang dijamin, tunduk kepada setiap pembatasan kontraktual atas jumlahnya, dan
untuk aset indemnifikasi yang setelah pengakuan awalnya tidak diukur pada nilai
wajarnya, maka penilaian manajemen tentang kolektibilitas aset indemnifikasi tersebut.
Pihak pengakuisisi menghentikan pengakuan aset indemnifikasi hanya ketika pihak
pengakuisisi mengambil aset, menjualnya, atau kehilangan haknya.

Page 6 of 8
d. Imbalan kontinjensi

Beberapa perubahan nilai wajar imbalan kontinjensi yang diakui pihak pengakuisisi
setelah tanggal akuisisi mungkin dihasilkan dari adanya informasi tambahan yang
didapatkan pihak pengakuisisi setelah tanggal tersebut tentang fakta dan keadaan yang
ada pada tanggal akuisisi.

2.5. Pengungkapan

Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan


keuangan dapat mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis yang
terjadi:

1. Selama periode pelaporan terjadi.

2. Setelah akhir periode pelaporan tetapi sebelum tanggal laporan keuangan diotorisasi
untuk terbit.

Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan


keuangan dapat mengevaluasi dampak keuangan dari penyesuaian yang diakui pada periode
pelaporan berjalan yang berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada periode
tersebut atau periode pelaporan sebelumnya.

2.6. Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi

a. Tanggal Efektif

Pernyataan ini diterapkan secara prospektif untuk kombinasi bisnis yang tanggal
akuisisinya pada atau setelah awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah.

b. Ketentuan Transisi

Aset dan liabilitas yang berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum
tanggal 1 Januari 2011 tidak disesuaikan dengan berlakunya Pernyataan ini.

c. Goodwill yang diakui sebelumnya

Entitas menerapkan Pernyataan ini secara prospektif untuk goodwill yang diperoleh dari
kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelumnya tanggal 1 Januari 2011. Oleh karena
itu, entitas :

1) Mengehentikan amortisasi goodwill sejak awal periode tahun buku yang dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2011

Page 7 of 8
2) Mengeliminasi jumlah tercatat yang terkait dengan akumulasi amortisasi sehubungan
penurunan goodwill pada awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal
1 Januari 2011, dan

3) Melakukan uji penurunan nilai atas goodwill sesuai dengan PSAK 48 : Penurunan Nilai
Aset sejak awal perode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011

d. Pajak Penghasilan

Untuk kombinasi bisnis yang tangga; akuisisinya sebelum tanggal efektif pernyataan ini,
pihak pengakuisisi menerapkan PSAK 46 : Pajak Penghasilan paragraph 68 secara
prospektif. Dengan kata lain, pihak pengakuisisi tidak menyesikan akuntansi kombinasi
bisnis untuk perubahan sebelumnya dalam asset pajak tangguhan. Akan tetapi, sejak tanggal
efektif. Pernyataan ini pihak pengakuisisi mengakui perubahan dalam asset pajak tangguhan
tersebut. Sebagai penyesuaian atas laba atau rugi ( atau bukan atas laba atau rugi, jika
disyaratkan dalam PSAK 46).

Page 8 of 8

Anda mungkin juga menyukai