Anda di halaman 1dari 40

7 Materi Dasar Pecinta Alam

7 Materi Dasar Kepencintaalaman

Salam Lestari...

Organisasi pecinta alam adalah organisasi yang bergerak dibidang pecinta alaman, semua
kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu mesti ada kaitannya dengan alam bebas. maka dari itu
ada teknik-teknik khusus yang dimiliki oleh organ pecinta alam. Materi yang umum diajarkan
ada 7

1. Keorganisasian
2. Navigasi Darat
3. Survival
4. SAR (Search and Resque)
5. PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat)
6. ACDC (Ascanding Discanding)
7. Tali Temali

Penjelasan materi.

1. Keorganisasian

Definisi organisasi menurut Para Ahli ;

a. George R. Terry
Pengorganisasian adalah membangun hubungan perilaku yang efektif antara
orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan dapat
menghasilkan kepuasan pribadi dalam melakukan tugas-tugas yang dipilih di
bawah kondisi lingkungan yang diberikan untuk mencapai beberapa tujuan yang
objektif.

b. Louis A. Allen
Kita dapat mendefinisikan Organisasi sebagai proses mengidentifikasi dan
hubungan pengelompokan pekerjaan yang harus dilakukan, mendefinisikan dan
mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang, dan membangun tujuan yang
memungkinkan orang untuk bekerja bersama-sama secara efektif dalam mencapai
tujuan.

c. James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap asosiasi manusia untuk pencapaian tujuan
bersama.

d. Menurut Pemateri (Rahmat Al Kafi)


Organisasi adalah sebuah wadah tempat berhimpun dan berkumpulnya manusia-
manusia yang punya rasa yang sama (nasib, darah, hobby, kegemaran, ideology,
dll.) yang kemudian berproses untuk berjuang mencapai tujuan yang disepakati
secara organisasi atau individu.

2. TUJUAN
Tujuan organisasi akan diatur sesuai dengan bidang gerak organisasi tersebut. Di
lain hal, yang perlu dipahami adalah apa tujuan individu dalam berorganisasi atau
mengikuti sebuah organisasi. Bila kita amati, tujuan umumnya antara lain;

 Ingin mengembangkan diri.


 Karena sesuai dengan hobby atau kegemaran.
 Sama dengan ideologi atau pemahaman yang di bawa.
 Ingin punya banyak teman/jaringan luas.
 Ingin menjadi orang terkenal. (bagus citranya)
 Ingin melanjutkan perjuangan orang – orang sebelumnya (teman, saudara,
orang tua dll.)
 Ingin punya banyak ilmu (menguasai) (sesuai dengan organisasi yang di
ikuti).
 Gengsi diri.
 Ikut ajakan teman.
 Coba – coba.
 Dan banyak lagi (renungkan sendiri).

3. FUNGSI
Dalam mencapai maksud dan tujuan organisasi, ada 4 (empat) fungsi organisasi
yang sangat perlu diperhatikan, berkaitan dengan manajemen organisasi, yakni:
a. Planning (perencanaan)
Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi diantaranya adalah
rencana-rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja
atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan, teknis pelaksanaannya dapat
disepakati melalui rapat-rapat, seperti:
- Rapat Pengurus atau Rapat Anggota yang membicarakan tentang rencana-rencana
kerja pengurus serta kegiatan anggota yang akan dilakukan dengan satu atau lebih
target yang akan dicapai. Serta perlu juga untuk menentukan berapa jumlah
anggaran yang diperlukan untuk mendukung kerja organisasi atau untuk suatu
event/kegiatan wujudnya dalam bentuk proposal kegiatan.

b. Organizing (pengaturan)
Dalam hal pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan & diwujudkan adalah :
- Struktur Organisasi yang mampu menunjukkan bagaimana hubungan
(relationship) kerja antara organisasi/bagian/seksi yang satu dengan yang lain.
- Job Description (Deskripsi Kerja) yang mampu menjelaskan tugas masing-masing
bagian/seksi.
- Bentuk Koordinasi antar bagian dalam organisasi (misal: Rapat Koordinasi antar
bagian, Rapat Pengurus, Rapat Anggota, dll)
- Arsip & Inventaris Organisasi (administrasi organisasi) harus diatur, ditata dengan
baik, seperti: surat masuk, surat keluar, laporan-laporan, proposal keluar, data
anggota, dokumentasi kegiatan, AD/ART, GBHK, Absensi, hasil-hasil rapat,
inventaris yang dimiliki, sirkulasi inventaris, buku sirkulasi keuangan dll.
-
c. Actuating (Menggerakkan)
Menggerakkan (actuating) menurut Terry yang berarti merangsang anggota-anggota
kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan kemauan yang baik.
Menurut Keith Davis, actuating adalah kemampuan membujuk orang-orang
mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat.

Wujud kongkritnya adalah :


- Menggerakkan anggota untuk konsisten dalam menjalankan rencana-rencana
organisasi
- Realisasi program kerja yang telah disepakati bersama

d. Controling (pengawasan)
Tugas organisasi ataupun pimpinan/Pengurus organisasi yang tidak boleh
terlewatkan adalah melakukan pengawasan terhadap aktifitas organisasi ataupun
realisasi kegiatan serta penggunaan anggaran.
Pengawasan disini juga dimaksudkan pengawasan terhadap kondisi personal
anggota. (sikap, perilaku, Konflik dll.)

4. SYARAT
Empat syarat hidup organisasi.

 Eksistensi. (Harus eksis)


 Adaktif. (Mampu beradaptasi dengan lingkungan atau zaman)
 Survive. (Bertahan hidup/menahan intervensi dari luar)
 Dinamik. (Mampu berkembang dan berinovasi).

Sumber : http://www.rahmatalkafi.com/2011/12/keorganisasian-dan-
kepemimpinan.html

2. Navigasi Darat

PENDAHULUAN

Navigasi adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan
perjalanan secara tepat, atau navigasi adalah navigasi adalah suatu kegiatan
mengontrol arah perjalanan baik di peta maupun di medan sebenarnya dengan tepat
hingga sampai ke tujuan. Dalam arti yang lebih sempit, navigasi telah dikenal oleh
bangsa-bangsa Aztec, Babylonia dan Bangsa Eskimo tua sejak 4500 tahun yang lalu.
Pada awalnya, istilah navigasi dipakai dalam pelayaran maupun penerbangan, namun
dewasa ini telah umum dipakai dalam pengembaraan di gunung, rimba, sungai dan
sebagainya. Orang yang bertanggung jawab dalam hal navigasi biasa disebut navigator.
Untuk dapat melakukan perjalanan di alam bebas kita hanya dibantu oleh peta, kompas
dan kemampuan berorientasi yaitu usaha memperkirakan / menentukan tempat
kedudukan setepat mungkin dengan cara mengamati, mempelajari, mengenali keadaan
sekitar selama perjalanan dilakukan.
Menyadari betapa pentingnya ketiga hal diatas, maka timbul pepatah : “peta dan
kompas serta kemampuan untuk menggunakannya merupakan tiket ke tempat
manapun di alam bebas”.
PETA
Peta adalah gambaran sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang diproyeksikan
ke dalam bidang datar dengan metode dan perbandingan tertentu.
Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi
Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS
(American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun
1960. Peta AMS biasanya berskala 1 : 50.000 dengan interval kontur (jarak antar
kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan
Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000 (dengan
interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.

Peta berdasarkan isinya dibagi menjadi :


1. Peta Umum; yaitu peta yang memuat kenampakan-kenampakan umum, baik
kenampakan fisis maupun kenampakan sosial ekonomi. Peta jenis ini meliputi :
a. Peta Topografi; yaitu peta yang berskala besar dan memuat keterangan yang umum.
b. Peta Chorografi; yaitu peta yang berskala sedang yang menggambarkan daerah yang
luas, negara atau benua.
c. Peta Dunia; peta yang digambarkan dengan skala kecil dan meliputi seluruh dunia.
2. Peta Khusus / Thematik; yaitu peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan
yang khusus. Peta ini meliputi antara lain : peta militer, peta bintang, peta triangulasi,
peta pariwisata, dll.
Peta berdasarkan skalanya digolongkan menjadi :
a. Peta Kadaster
1 : 100 sampai 1 : 5.000
b. Peta berskala besar
1 : 5.000 sampai 1 : 250.000
c. Peta berskala sedang
1 : 250.000 sampai 1 : 500.000
d. Peta berskala kecil
1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000

3. Survival

Survival Dasar
Dalam melakukan perjalanan Alam terbuka, seorang Petualang perlu
membekali diri dengan pengetahuan SURVIVAL. Survival berasal dari kata
survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu
.dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan
kritis. Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari
keadaan yang buruk.

Mengapa Ada Survival ?


Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar
dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :
Keadaan alam (cuaca dan medan), Keadaan mahluk hidup disekitar kita
(binatang dan tumbuhan), Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan
kesehatan), Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-
kesalahan kita sendiri.

Dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau

tidak., antara lain : mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental

kita.

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi.

Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :

• Keadaan alam (cuaca dan medan)

• Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)

• Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)

Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.

Definisi Survival

Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi

pencinta alam

S : Sadar dalam keadaan gawat darurat

U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah

R : Rasa takut dan putus asa hilangkan

V : Vitalitas tingkatkan

I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya

V : Variasi alam bisa dimanfaatkan

A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya

L : Lancar, slaman, slumun, slamet

Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda

keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :

S : Stop & seating / berhenti dan duduklah

T : Thingking / berpikirlah

O : Observe / amati keadaan sekitar

P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan

Kebutuhan survival

Yang harus dipunyai oleh seorang survivor

1. Sikap mental
- Semangat untuk tetap hidup

- Kepercayaan diri

- Akal sehat

- Disiplin dan rencana matang

- Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan

- Cara membuat bivak

- Cara memperoleh air

- Cara mendapatkan makanan

- Cara membuat api

- Pengetahuan orientasi medan

- Cara mengatasi gangguan binatang

- Cara mencari pertolongan

3. Pengalaman dan latihan

- Latihan mengidentifikasikan tanaman

- Latihan membuat trap, dll

4. Peralatan

- Kotak survival

- Pisau jungle , dll

5. Kemauan belajar

Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :

• Mengkoordinasi anggota

• Melakukan pertolongan pertama

• Melihat kemampuan anggota

• Mengadakan orientasi medan

• Mengadakan penjatahan makanan

• Membuat rencana dan pembagian tugas

• Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar

• Membuat jejak dan perhatian

• Mendapatkan pertolongan

Bahaya-bahaya dalam survival

Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :
1. Ketegangan dan panik

Pencegahan :

- Sering berlatih

- Berpikir positif dan optimis

- Persiapan fisik dan mental

2. Matahari / panas

- Kelelahan panas

- Kejang panas

- Sengatan panas

Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :

- Penyakit akut/kronis

- Baru sembuh dari penyakit

- Demam

- Baru memperoleh vaksinasi

- Kurang tidur

- Kelelahan

- Terlalu gemuk

- Penyakit kulit yang merata

- Pernah mengalami sengatan udara panas

- Minum alkohol

- Dehidrasi

Pencegahan keadaan panas :

- Aklimitasi

- Persedian air

- Mengurangi aktivitas

- Garam dapur

- Pakaian :

- Longgar

- Lengan panjang

- Celana pendek

- Kaos oblong
3. Serangan penyakit

- Demam

- Disentri

- Typus

- Malaria

4. Kemerosotan mental

Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris

Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah

Keadaan lingkungan mencekam

Pencegahan : Usahakan tenang

Banyak berlatih

5. Bahaya binatang beracun dan berbisa

Keracunan

Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang

mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.

Penyebab : Makanan dan minuman beracun

Pencegahan : Air garam di minum

Minum air sabun mandi panas

Minum teh pekat

Di tohok anak tekaknya

6. Keletihan amat sangat

Pencegahan : Makan makanan berkalori

Membatasi kegiatan

7. Kelaparan

8. Lecet

9. Kedinginan

Untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian

Membuat Bivak (Shelter)

Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin

Macam :

a. Shelter asli alam


Gua : Bukan tempat persembunyian binatang

Tidak ada gas beracun

Tidak mudah longsor

b. Shelter buatan dari alam

c. Shelter buatan

Syarat bivak :

Hindari daerah aliran air

Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh

Bukan sarang nyamuk/serangga

Bahan kuat

Jangan terlalu merusak alam sekitar

Terlindung langsung dari angin

Mengatasi Gangguan Binatang

a. Nyamuk

• Obat nyamuk, autan, dll

• Bunga kluwih dibakar

• Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk

• Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk

b. Laron

• Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan

c. Lebah

Apabila disengat lebah :

• Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali

• Tempelkan tanah basah/liat di atas luka

• Jangan dipijit-pijit

• Tempelkan pecahan genting panas di atas luka

d. Lintah

Apabila digigit lintah :

• Teteskan air tembakau pada lintahnya

• Taburkan garam di atas lintahnya

• Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya

• Taburkan abu rokok di atas lintahnya


e. Semut

• Gosokkan obat gosok pada luka gigitan

• Letakkan cabe merah pada jalan semut

• Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut

f. Kalajengking dan lipan

• Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar

• Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit

• Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka

• Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka

• Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan

g. Ular

Pembahasan lebih lanjut dalam materi EMC

Membuat Perangkap (Trap)

Macam-macam trap :

• Perangkap model menggantung

• Perangkap tali sederhana

• Perangkap lubang jerat

• Perangkap menimpa

• Apace foot share

Bahan :

• tali/kawat

• Umpan

• Batang kayu

• Cabang pohon

Membaca Jejak

Jenis :

• Jejak buatan : dibuat oleh manusia

• Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan

Jejak alami biasanya menyatakan tentang :

• Jenis binatang yang lewat

• Arah gerak binatang

• Besar kecilnya binatang


• Cepat lambatnya gerak binatang

Membaca jejak alami dapat diketahui dari :

• Kotoran yang tersisa

• Pohon atau ranting yang patah

• Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput

Air

Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi

orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.

Air yang tidak perlu dimurnikan :

1. Hujan

Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan

2. Dari tanaman rambat/rotan

Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung

ditampung atau diteteskan ke dalam mulut

3. Dari tanaman

Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut

Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :

1. Air sungai besar

2. Air sungai tergenang

3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)

4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan

5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya

lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan

Makanan

Patokan memilih makanan :

• Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia

• Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok

• Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo

• Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat.

Apabila aman bisa dimakan

• Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan

• Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit


• Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan

• Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak

Tumbuhan yang dapat dimakan

Dari batangnya :

• Batang pohon pisang (putihnya)

• Bambu yang masih muda (rebung)

• Pakis dalamnya berwarna putih

• Sagu dalamnya berwarna putih

• Tebu

Dari daunnya :

• Selada air

• Rasamala (yang masih muda)

• Daun mlinjo

• Singkong

Akar dan umbinya :

• Ubi jalar, talas, singkong

Buahnya :

• Arbei, asam jawa, juwet

Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :

• Jamur merang, jamur kayu

Ciri-ciri jamur beracun :

• Mempunyai warna mencolok

• Baunya tidak sedap

• Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning

• Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan

• Bila diraba mudah hancur

• Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya

• Tumbuh dari kotoran hewan

• Mengeluarkan getah putih

Binatang yang bisa dimakan

• Belalang

• Jangkrik
• Tempayak putih (gendon)

• Cacing

• Jenis burung

• Laron

• Lebah , larva, madu

• Siput

• Kadal : bagian belakang dan ekor

• Katak hijau

• Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya

• Binatang besar lainnya

Binatang yang tidak bisa dimakan

• Mengandung bisa : lipan dan kalajengking

• Mengandung racun : penyu laut

• Mengandung bau yang khas : sigung

Api

Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu

besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.

1. Dengan lensa / Kaca pembesar

Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.

2. Gesekan kayu dengan kayu.

Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu

sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar

3. Busur dan gurdi

Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada

kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.

Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren

Survival kit

Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :

• Perlengkapan memancing

• Pisau

• Tali kecil

• Senter
• Cermin suryakanta, cermin kecil

• Peluit

• Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air

• Tablet garam, norit

• Obat-obatan pribadi

• Jarum + benang + peniti

• dll

4. SAR (Search and Resque)

SAR, akronim dari Search and Rescue, adalah kegiatan dan usaha mencari, menolong, dan
menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya
dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana. Istilah SAR telah
digunakan secara internasional tak heran jika sudah sangat mendunia sehingga menjadi tidak
asing bagi orang di belahan dunia manapun tidak terkecuali di Indonesia.
Operasi SAR dilaksanakan tidak hanya pada daerah dengan medan berat seperti di laut,
hutan, gurun pasir, tapi juga dilaksanakan di daerah perkotaan. Operasi SAR seharusnya
dilakuan oleh personal yang memiliki ketrampilan dan teknik untuk tidak membahayakan tim
penolongnya sendiri maupun korbannya. Operasi SAR dilaksanakan terhadap musibah
penerbangan seperti pesawat jatuh, mendarat darurat dan lain-lain, sementara pada musibah
pelayaran bila terjadi kapal tenggelam, terbakar, tabrakan, kandas dan lain-lain. Demikian
juga terhadal adanya musibah lainnya seperti kebakaran, gedung runtuh, kecelakaan kereta
api dan lain-lain.
Terhadap musibah bencana alam, operasi SAR merupakan salah satu rangkaian dari siklus
penanganan kedaruratan penanggulan bencana alam. Siklus tersebut terdiri dari pencegahan
(mitigasi) , kesiagaan (preparedness), tanggap darurat (response) dan pemulihan (recovery),
dimana operasi SAR merupakan bagian dari tindakan dalam tanggap darurat.
Di bidang pelayaran dan penerbangan, segala aspek yang melingkupinya termasuk masalah
keselamatan dan keadaan bahaya, telah diatur oleh badan internasional IMO dan ICAO
melalui konvensi internasional. Sebagai pedoman pelaksanaan operasi SAR, diterbitkan
IAMSAR Manual yang merupakan pedoman bagi negara anggotanya dalam pelaksaan
operasi SAR untuk pelayaran dan penerbangan. Untuk menyeragamkan tindakan agar dicapai
suatu hasil yang maksimal maka digunakan suatu Sistem SAR (SAR Sistem) yang perlu
dipahami bagi semua pihak terlibat. Dalam pelaksanaan operasi SAR melibatkan banyak
pihak baik dari militer, kepolisian, aparat pemerintah, organisasi masyrakat dan lain-lainnya.
Demikian juga sesuai dengan ketentuan IMO dan ICAO setiap negara wajib melaksanakan
operasi SAR. Instansi yang bertanggung jawab di bidang SAR berbeda-beda untuk setiap
negara sesuai dengan ketentuan berlaku di masing-masing negara, di Indonesia tugas tersebut
diemban oleh Badan SAR Nasional (BASARNAS).
Rescue mengacu pada operasi yang biasanya melibatkan menyelamatkan hidup , atau
pencegahan cedera .
Tools used might include search dogs , search and rescue horses , helicopters , the " Jaws of
Life ", and other hydraulic cutting and spreading tools used to extricate individuals from
wrecked vehicles . Peralatan yang digunakan mungkin termasuk anjing pencarian , dan
penyelamatan kuda pencarian , helikopter , yang " Jaws of Life ", dan lainnya hidrolik potong
dan menyebarkan alat yang digunakan untuk melepaskan individu dari rusak kendaraan .
Rescue operations are sometimes supported by special vehicles such as fire department 's or
EMS Heavy rescue vehicle. Rescue operasi kadang-kadang didukung oleh kendaraan khusus
seperti pemadam kebakaran s 'atau EMS Berat penyelamatan kendaraan.
Ropes and special devices can reach and remove individuals and animals from difficult
locations including: Tali dan perangkat khusus dapat mencapai dan menghapus individu dan
hewan dari lokasi sulit termasuk:

 Cave rescue Gua penyelamatan


 Confined space rescue Terbatas ruang penyelamatan
 Fast water rescue Cepat penyelamatan air
 Ice rescue Es penyelamatan
 Mines rescue Pertambangan penyelamatan
 Rope rescue Rope penyelamatan
 Sea rescue Laut penyelamatan
 Search and rescue Pencarian dan penyelamatan
 Ski patrol Ski patroli
 Urban search and rescue Urban pencarian dan penyelamatan
 Vehicle Rescue Kendaraan Rescue
 Wilderness rescue Wilderness penyelamatan

Rescue operations require a high degree of training and are performed by Rescue Squads ,
either independent or part of larger organizations like a fire , police , military , first aid squad,
or ambulance services. Rescue operasi membutuhkan tingkat tinggi pelatihan dan dilakukan
oleh Skuad Rescue , baik independen atau bagian dari organisasi yang lebih besar seperti
kebakaran , polisi , militer , pertolongan pertama skuad, atau ambulans jasa. In The US, they
are usually staffed by medically trained personnel as NFPA regulations require it. [ citation needed
]
Di AS, mereka biasanya dikelola oleh tenaga medis terlatih sebagai NFPA peraturan
memerlukannya.

5. PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat)

Pertolongan Pertama Gawat Darurat PPGD


PPPK/PPGD
Pertolongan pertama, penanganan darurat pada seseorang atau lebih korban yang mengalami
sakit atau cedera sebelum mendapatkan perawatan medis orang yang terlatih
(dokter/paramedis). Pertolongan pertama dapat menyelamatkan jiwa manusia atau
meningkatkan fungsi tanda-tanda vital seperti denyut jantung, suhu tubuh dan jalan
pernafasan. Dalam tujuan khususnya, PPPK dapat mencegah si korban menjadi lebih buruk
keadaannya dan meringankannya dari rasa sakit dan penderitaan. Dalam keadaan kritis,
waktu beberapa menit saja dapat membuat perbedaan besar antara sembuh dan kematian.
Perlengkapan PPPK sangat tergantung pada kebutuhan penanganan korban dan tingkat
pengetahuan dan keterampilan dari si penolong. “Mengetahui apayang harus dikerjakan saat
melakukan prosedur PPPK” adalah sangat penting. Sebagai contoh, memindahkan dengan
ceroboh seorang yang cedera leher dapat menyebab si korban akan mengalami cedara syaraf
tulang belakang yang sangat serius dan menyababkan kelumpuhan.
Yang pertama-tama harus dilakukan adalah melakukan evaluasi (pengamatan) terhadap
kondisi awal si korban. Salah satu metode dalam mengevaluasi kondisi korban adalah metode
ABC, yang berasal dari:
A. Airway – apakah jalan udara (pernapasan) terbuka atau terhalang? (oleh debu, air, atau
darah kering).
B. Breating – Apakah korban bernapas? Lihat, dengar dan rasakan hembusan nafas si korban.
C. Circulation – Apakah ada denyut nadi? Apakah ada pendarahan luar? Periksa perubahan
warna kulit si korban dan suhu tubuh sebagai indikasi adanya masalah peredaran darah.
Pertolongan Pertama GawatDarurat (PPGD) ialah suatu istilah yang sudah tidak asing lagi
bagi kita. Dengan semakin kompleksnya kehidupan kita dan lingkungannya, maka PPGD
sudah menjadi satu kebutuhan yang sangat penting.
Tujuan PPPK : 3M
1. Meringankan penderitaan si Korban
2. Mencegah pendarahan dan infeksi
3. Mencegah bahaya cacad dan infeksi
Bisa dikatakan tujuan utama PPGD adalah : penyelenggaraan PPGD bukan berarti mengobati
korban, tetapi menyelenggarakan pertolongan pertama sementara sementara menunggu
pertolongan dari ahlinya ( dokter/paramedic)
PROSEDUR PPPK ( langkah-langkah)
1. Perhatikan keadaan si korban ( sadar, pingsan dsb)
2. Jika mungkin, bawa korban, lakukan apa saja yang bisa dikerjakan serta segeralah member
berita ke Dokter/ Puskesman, Rumah Sakit terdekat.
3. Tertibkan masyarakat diskitarnya (kalau ada yang melakukan hal buruk) juga untuk
memberikan ruang an udara yang cukup bagi korban
4. Jika keadaan memaksa dan ahli medis belum ada. Lakukan prosedur gawat darurat
Memanggil Ambulance
Cara memanggil Ambulance atau menggunakan telephone untuk meminta bantuan yaitu :
1. Hapalkan nomor telepon gawat darurat di tempat kamu tinggal seperti contoh nomor untuk
Kota Bandung adalah 50505.
2. Sebutkan :

 Identitasmu

 Lokasi tempat kejadian, dimana korban berada dengan jelas

 Jenis penderitaan/ kecelakaan yang dialami korban ( Kecelakaan lalu lintas,


kecelakaan kerja atau8 korban kriminalitas)

 Keadaan penderita/korban ( sadar/pingsan)


 Jumlah penderita ( penting juga) dan keterangan lain yang dianggap perlu

Menghentikan pendarahan :
1. Menggunakan jari tanganyaitu menekan pembuluh darah antara luka dengan jantung
2. Menggunakan kain bersih/pembalut, sapu tangan pada luka
3. Menggunakan pembalut tekan ( pressure bandage)
4. Menggunakan tournikuet ( Bebat puter) hanya pada pendarahan tertentu yang bersar yang
membahayakan jiwa korban
Catatan orang dewasa mempunyai darah kurang lebih 6,25 liter kehilangan darah sebanyak
1,5 liter saja dapat mengakibatkan Collapse, kehilangan darah hingga 2,25 liter dapat
menyebabkan kematian.
PEMBALUT
Tujuan : mencegah atau menghindari terjadinya cemar/infeksi akibat kuman/racun pada luka
Macam-macam pembalut :
1. Pembalut segi tiga ( Mitela)
2. Perban/pembalut gulung
3. Pembalut cepat (band-aid)
Contoh penggunaan pembalut pada luka seperti, dibawah ini :
Cara menutup luka pada tangan atau kaki.
Cara menutup luka di dada dengan menggunakan dua buah mitella
Cara menutup luka pada daerah telinga dan dagu.
Cara menutup luka pada bagian mata
Cara menutup luka pada bagian daerah hidung dan dagu
Cara menutup luka pada bagian daerah kepala dan kening
Cara menutup luka pada bagian lutut dan siku
Cara menutup luka pada bagian tukai bawah atau betis
Cara menggantung tangan apabila ada luka dan pembalutan di lengan
BIDAI
( Spalk – Belanda, Splint – Inggris )
Bidai adalah alat yang dapat dipergunakan untuk mempertahankan kedudukan tulang yang
patah ( Fractuura ) atau retak ( fisura).
Pembidaian disebut juga Fiksasi.
Tujuan dari pembidaian adalah : untuk mencegah pergerakan tulang yang patah, agar tidak
menjadi bertambah parah, juga untuk mengurangi rasa sakit.
Syarat-syarat bidai
1. Bidai harus kuat
2. Pemasangan bidai bidai tidak boleh terlalu ketat
Banyak benda yang dapat dipergunakan untuk bidai ( darurat) apabila bidai yang sudah jadi
tidak tersedia antara lain :
1. Anggota badan sendiri ( sangat darurat)
2. Papan bilah bamboo, dahan kayu
3. Karton atau majalah yang agak tebal
4. Bantal, guling atau selimut ( mengurangi rasa sakit)
5. “air splint’ ( bantalan udara )
6. “ Vacuum matras”
PATAH TULANG DAN RETAK TULANG
Patah tulang (fractuura) menurut keadaan patahnya, dibagi menjadi :
1. Patah tulang terbuka;
Apabila patah tulangnya sampai menembus kulit sehingga terjadi pendarahan.
2. Patah tulang tertutup;
Apabila patah tulangnya tidak sampai menembus kulit, tetapi terjadi pembengkakan\memar.
a) Retak tulang (Fisura) disebut juga Greenstick.
b) Patah tulang tertutup (simple), dan
c) Patah tulang terbuka (compound).
Pertolongan pertama bagi orang yang mengalami patah tulang adalah untuk mengusahakan si
korban tidak mengalami kecacatan baik jasmani maupun rohani. Serta mengurangi
kemungkinan terjadinya gangguan umum.
GEJALA PATAH TULANG
1. Anggota badan yang patah tidak dapat digerakkan
2. Bentuk tubuh\anggota yang patah mengalami perubahan (timbul pembengkakan).
3. Membengkak dan warna kulit kebiru-biruan.
4. Berderak-derik
5. Demam dan rasa nyeri yang hebat.
Pertolongan pertama yang dapat dikerjakan:
1. Hentikan pendarahan dengan pembalut\penasat.
2. Tutuplah luka dengan pembalut steril.
3. Kerjakanlah pembidaian yang memenuhi syarat. Lalu anggota badan yang patah
ditinggikan. Segeralah bawa Kerumah Sakit atau ahli penanganan\perawatan tulang patah.
LUKA
Jenis-jenis luka berdasarkan sebabnya,terdiri dari :
1. Luka iris,
2. Luka gigitan binatang,
3. Luka gores\parut,
4. Luka bakar,
5. Luka tusuk,
6. Luka akibat zat kimia, atau penyakit, dsb.
Jenis-jenis luka berdasarkan tempat luka itu, adalah :
1. Luka dalam (jika luka terjadi di dalam tubuh), terdapat darah yang menetes atau mengalir
keluar.
2. Luka luar (pendarahan di dalam tubuh, memar)
Luka adalah peristiwa dimana jaringan tubuh ada yang terputus, tersobek, rusak oleh sesuatu
sebab, missal karena kecelakaan, tertusuk, tertembak, terpukul, jatuh, dsb. Sebagai akibatnya
menimbulkan pendarahan, patah tulang, inpeksi, dan lainnya.
Penanganan Luka
Cara-cara umum pertolongan terhadap luka, yaitu :
1. Hentikan terjadinya pendarahan.
2. Siram\usap dengan obat merah (mercurochrome) atau yodium tinctuur (antiseptic lain).
3. Berilah Sulfatilamide powder (jangan terkena air).
4. Tutuplah dengan kain kasa steril\kain yang bersih.
5. Jangan sekali-kali melekatkan kapas tanpa obat\salep.
Keterangan (catatan tambahan) :
1. Obat merah (yodium) dapat digunakan untuk mematikan hama\kuman.
2. Yodium harus disimpan dalam keadaan tertutup (berbahaya kalau menguap maka yang
tertinggal adalah yodium kental atau yang konsentrasinya besar.
LUKA BAKAR
Yang disebut luka bakar, adalah kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan oleh panas yang
suhunya di atas 60 derajat celcius.
Luka bakar, dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan atau disebut juga stadium :
1. Luka bakar tingkat I ;
Kulit kemerahan, terbakar hanya kulit luar oleh panas sekitar 60 derajat celcius.
2. Luka bakar tingkat II ;
Kulit melepuh, bengkak, merah dan perih, luka pada kulit ari/jaringan, panas sekitar 100
derajat celcius.
3. Luka bakar tingkat III;
Kulit hangus, pembakaran sampai ke bagian dalam tubuh, terjadi banyak kerusakan.
Penyebab luka bakar, antara lain :
1. Api (bara yang menyala)
2. Cairan gas (benda yang menyala).
3. Bahan kimia.
4. Sinar matahari.
5. Listrik, dsb.
Cara-cara pertolongan :
1. Hilangkan penyebabnya terlebih dahulu. Misalkan, memadamkan api dengan cara
menggulingkan badan si korban, dengan kain basah/pasir.
2. Cegahlah gugat dari kemungkinan infeksi.
3. Tutuplah luka dengan kain steril.
4. Pembalut agak longgar (pada luka bakar tingkat III, tidak perlu dibalut).
5. Berilah minum sebanyak-banyaknya dengan air gula hangat (mengembalikan cairan yang
hilang).
6. Tutuplah si korban dengan selimut, agar tidak kedinginan dan mencegah gangguan
serangga.
7. Cepat bawa ke ahlinya/dokter.
LUKA GIGITAN
Gejala-gejala luka gigitan (biasanya gigitan), yaitu :
1. Pada tempat terjadinya gigitan, timbul bengkak dan kulit membiru.
2. Terasa sakit,panas dan terasa kaku.
3. Penderita gelisah dan berkeringat.
4. Timbul pendarahan.
5. Pada luka gigitan ular, ada bekas berupa titik-titik (bekas taring) harus diperhatikan letak
gigitannya.
Pertolongan :
1. Antara luka gigitan dengan jantung harus dipasang bebat putar (penasat/tornikuet).
2. Pada luka hewan biasa (bukan ular/binatang berbisa) luka dibersihkan yodium/air yang
mengalir.
3. Pada luka gigitan binatang berbisa, jangan banyak diganggu, dan jangan dihisap
sembarangan, korban juga jangan banyak bergerak karena dapat mempercepat nadi, sehingga
bisa (racun) dapat semakin cepat menyebar, dan segeralah bawa ke dokter atau ahlinya
4. Pada gigitan anjing, cepat berangkat ke dokter, rumah sakit untuk di vaksin/suntik, dan
anjing yang menggigit harus ditangkap (dikarantina) untuk mengetahui apakah anjing itu
mengidap rabies atau tidak.
PERALATAN PPGD DAN OBAT-OBATAN
Peralatan PPGD yang harus kita siapkan, antara lain :
1. Kapas
2. Pembalut Perekat (plester)
3. Kain segi tiga/mitela (bahasa belandanya Driedhoek verband)
4. Pembalut gulung/kasa
5. Pembalut kasa/gaas verband
6. Gunting
7. Pipet/pentetes mata
8. Pinset/alat pencepit
9. Karet penasat/bebat putar/tornikuet ( untuk menahan pendarahan)
10. Bidai ( Spalk-bld, Split-ing)
11. Kotak/tas PPGD yang selalu tertutup rapat.
Peralatan/obat harus diberi etiket ( tanda) yaitu warna biru : untuk obat luar ( tak boleh
diminum) warna putih untuk obat dalam, warna merah/hitam untuk obat-obat yang
beracun/bahaya
Tuliskan tanggal penerimaan obat/pembelian dan batas kadaluarsanya
Simpan ditempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak kecil
12. Obat-obatan yang harus disediakan, antara lain :
Obat merah ( Mercurochome/betadine) : untuk luka yang baru yang ringan
Yodium ( Yodiumtinctur) obat luka yang berat atau sudah lama
Perbalsem?salep : Obat luka lama
Amonia Liquida ( cairan amoniak : perangsang bagi yang pingsan)
Larutan burowi : Pembersih luka/pencuci luka
Boorwater : Pembersih/pencuci luka, bisa juga untuk mata
Zulfazincie : Pengobat mata yang sakit
Minyak kayu putih : penggosok, penghangat tubuh
Bubuk sulfanilamide : pengering/obat luka, tablet norit, obat sakit perut, mulas, keracunan
Tablet bikarbonat : obat sakit perut, mulas, keracunan
Tablet kina : untuk penyakit malaria
Tablet-tablet untuk sakit kepala, demam, dsb ( banyak dijual dipasaran)
Obat-obatan yang dianggap perlu.

Sumber : https://mifdadruju.wordpress.com/galeri/pramuka/materi-ppgd/

6. ACDC

Peralatan RC (Rock Climbing)


CARMANTEL

Para pecinta alam atau pendaki mungkin selalu bermain dengan hal yang extrim. Dan
mungkin tidak jauh juga dengan sebuah benda atau barang yang berbentuk tali. Maka
dari itu para pendaki tidaklah menggunakan sembarang tali. Carmantel adalah
solusinya. Carmanteladalah sebuah tali yang lentur dan cukup kuat untuk membawa
barang atau benda seberat 75 kg atau lebih cukup untuk membawa tubuh kita yang
umumnya berukuran 10.5mm 50m. Bisa digunakan untuk banyak hal seperti wall
climbing, repling, prusiking, penyebrangan kering, flying fox, dsb.
HARNES

Harnes adalah sebuah peralatan yang digunakan panjat tebing dalam jenis tertentu.
Kegiatan lain yang membutuhkan penggunaan tali untuk menyediakan akses
keselamatan (misalnya akses tali industri, bekerja di ketinggian, dsb). Kegunaan harnes
adalah untuk mengamankan seseorang dari ketinggian yang telah terikat oleh seutas tali
atau titik ancor. Harnes ada yang bertype full body harnes dan seat harnes. Full body
harnes adalah bentuk harnes yang dihubungkan pada seluruh badan. Seat harnes
adalah bentuk harnes seperti celana guna untuk duduk saat ditarik ke atas. Umumnya
untuk menolong korban atau di waktu memasang point wall. Sehingga lebih mudah dan
nyaman seperti gambar berikut

Seat harnes

Full body harnes


kegunaan Seat harness

CARABINER SCREW

Carabiner
atau
Karabiner
adalah
loop
logam
dengan
gerbang.
Bagian
loop
sebaliknya gerbang disebut sebagai tulang belakang. Hal ini dapat dengan cepat dan
revesibel terhubung komponen dalam sistem keselamatan-kritis. Carabiner banyak
bentuknya. Dan dapat digunakan dalam pendakian atau kegiatan lain yang
membutuhkan keselamatan.

Salah satu kegunaan carabiner


Salah satu kegunaan carabiner

FIGURE 8

Alat ini dikatakan "eight" (delapan) dikarenakan bentuk umunya. Biasanya, Figure 8
umumnya digunakan saat repling dan membiley. Figure 8 terbuat dari partikel baja
shingga sangatnlah kuat untuk menahan beban berat. Tapi sebagai catatan bahwa alat
ini tidak bisa kita ketahuai secara langsung retak atau tidaknya. Jadi jangan sampai alat
ini jatuh sampai berbunyi "klethik","krek","krik". Bisa dikatakan jika alat-alat ini adalah
sebagian dari nyawa kita. Berikut contoh penggunaanya.

ASCENDER
Bentuk lain dari Ascender

Ascender adalah sebuah alat mekanis yang digunakan untuk naik pada tali. Satu alat
terbut adalah Jumar, nama terbaik setelah pabrik SWISS yang mengambangkan alat
pertama untuk dijual pada tahun 1958. Nama perangkat ini juga mengarah pada
jumaring istilah untuk proses menggunakan alat tersebut. Istilah lain untuk proses ini
meliputi naik, prusiking dan jugging. Sebelum alat ini muncul, umumnya menggunakan
tali prusik. Hanya saja alat ini lebih sulit penggunaanya dibanding Ascender. Berikut
penggunaan Ascender....
Penggunaan Ascender

Penggunaan Ascender

SEPATU PANJAT

Keutamaan sepatu panjat tebing adalah pada keampuhan karet solnya untuk
mencengkram tebing. Kelenturan sol mengikuti bentuk permukaan tebing yang tidak
beraruran sehingga menghasilkan friksi dan membuat rute-rute panjat yang sulit menjadi
biasa-biasa saja.
WEBBING

Webbing adalah kain tenun yang kuat seperti strip atau tabung dari berbagai lebar dan
serat sering digunakan sebagai pengganti tali. Nama webbing berasal dari bahan
anyaman kedap sering digunakan dalam konstruksi yang seperti jaring. Webbing ini
adalah komponen serbaguna yang digunakan dalam pendakian, slacklining, manufaktur
furnitur, keselamatan mobil, balap mobil, terjun payung, pakaian militer dan banyak
bidang lain. Webbing dapat dijadikan sebagai harnes, anchor, pengaman, dlsb.

7. Tali Temali

Macam-macam Simpul

Pramuka memang sudah tidak asing dengan kata Simpul namun


masih banyak anggota pramuka khususnya penggalang masih belum tau
bagaimanakah cara membuat simpul simpul tersebut.
Dalam tali temali, kita sering mencampur adukan antar tali, simpul dan ikatan. Hal ini
sebenarnya berbeda sekali. Berikut perbedaannya :

 TALI = bendanya
 SIMPUL = antara tali dengan tali
 IKATAN = tali dengan benda lain (umpamanya dengan kayu dan sebagainya)

PEMELIHARAAN TALI

Pada jaman sekarang memang banyak tali tahan lapuk, umpamanya; tali plastic. Akan
tetapi tidak jarang pula, kita akan menemukan tali yang mudah sekali lapuk. Untuk hal ini,
kita perlu merawatnya dengan teliti.

Beberapa jenis tali yang digunakan umumnya pada kepramukaan


adalah tali yang terbuat dari bahan nylon, yang mempunyai kelemahan
dan kekurangan. Kelebihannya antara lain:
a. Ringan dan mudah diatur
b. Mudah dibuat simpul dengan kekuatan tarik yang merata
c. Mempunyai elastisitas yang tinggi dan meredan sentakan
d. Menyerap sedikit air
Serta kekurangan dari nylon yaitu:
a. Tidak tahan terhadap panas
b. Mudah meleleh pada temperature yang tinggi
Agar tali tahan lama dan dapt dipergunakan untuk jangka waktu yang
panjang tali harus dan perlu diberi perlakuan khusus setelah dipakai
kegiatan. Lakukan beberapa langkah berikut untuk pemeliharaan tali:
1. Kotoran/kerikil yang melekat pada tali dicuci dengan air dingin (tidak
tahan terhadap panas) dan dikeringkan di tempat yang tidak terkena
matahari langsung (diangin-anginkan).
2. Tali harus dijauhkan dari bahan-bahan yang merusak tali, misalnya; air
accu, oil, minyak, bahan-bahan kimia,dll.
3. Penyimpanan tali pada tempat/ruangan tertentu yang terhindar dari
cahaya matahari secara langsung, dan diusahakan sirkulasi udara lancar
dengan kelembaban rendah.
4. Tali disimpan dalam keadaan kering dan digantung dalam bentuk
lingkaran atau gulungan yang secara sederhana dan mudah diurai
kembali
Hasil bentukan dari tali, yaitu terdiri dari: simpul, ikat dan
jerat. Simpul, ikatan, maupun jerat yang baik dan benar adalah simpul,
ikatan, dan jerat yang dapat digunakan dengan kuat, tidak mudah lepas
dan mudah untuk dilepas kembali. Dan kita akan membahasnya satu
persatu.
A. SIMPUL
Simpul merupakan hasil bentukan dari tali atau dua utas tali. Macam-
macam dari simpul yaitu:
1. Simpul hidup/ topi
Simpul hidup
Simpul hidup berfungsi untuk mengikat suatu benda akan tetapi untuk
melepasnya tidak susah biasanya di gunakan untuk mengikat hewan cara
membuat

Fungsi : Gunanya Untuk mengikat tiang.


2. Simpul mati
 Simpul mati biasanya digunakan untuk mengakhiri suatu simpul.
meskipun simpul ini terlihat mudah di buat namun banyak juga
yang masih salah membuat simpul mati

cara membuat:

Fungsi : Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar


dan tidak licin.
3. Simpul pangkal
Simpul pangkal merupakan simpul yang sering digunakan untuk mengawali
atau mengakhiri suatu simpul lain nya. contoh jika kita ingin membuat
simpul palang maka langkah pertama kita harus pangkal terlebih dahulu
pada salah satu tongkat.
Cara membuat simpul pangkal ada dua yaitu dengan cara memebuat
lingkaran dan dililitkan

Dengan cara dililitkan


Dengan cara membuat lingaktan

Fungsi : Gunanya untuk permulaan ikatan untuk mengikat tali


pada tiang/kayu.
4. Simpul jangkar
Untuk membuat simpul jangkar atau cow hitch sangat mudah. Ada beberapa cara
dalam membuat simpul jangkar. Cara yang paling umum dan dianjurkan adalah
sebagai berikut:

1. Lingkarkan ujung tali pada benda yang hendak ditali dari sebelah bawah
benda(gambar 1)
2. Lintaskan ujung tali di belakang badan tali (gambar 2)
3. Lingkarkan ujung tali sekali lagi pada benda yang hendak ditali dari sebelah
atas benda (gambar 3)
4. Selipkan ujung tali sehingga sama dan sejajar dengan badan tali (gambar 4)
5. Tarik kedua ujung tali sehingga simpul mengencang.

Di samping cara tersebut di atas, bisa juga dengan langkah lain seperti gambar
berikut:
1. Bagi dua tali dan lingkarkan pada benda yang hendak ditali
2. Tarik kedua badan tali (lihat tanda panah), sehingga seluruh tali masuk ke
dalam sosok

Cara kedua ini tampak lebih mudah dan cepat namun memiliki keterbatasan
terutama jika badan tali terlalu panjang akan sehingga memakan waktu ketika
menarik badan tali hingga masuk ke dalam sosok. Karena itu cara kedua hanya
direkomendasikan jika tali tidak terlalu panjang.
Fungsi : Gunanya Untuk membuat tanduk darurat atau
mengikat ember/timba.
5. Simpul Tarik
Simpul tiang (bowline knot) menhasilkan loop tali yang tidak bisa membesar/ mengecil
lagi. Kegunaannya antara lain:

 Menambatkan tali pada tiang/ benda.


 Mengikat leher binatang agar tidak tercekik.
 Jika 2 simpul tiang dihubungkan bisa juga digunakan untuk menyambung tali.
Cara membuat simpul tiang:
Fungsi : Gunanya Untuk turun kejurang atau dari atas pohon.
6. Simpul Laso

Cara membuat:

Fungsi :gunanya untuk mengikat leher binatang


7. Simpul Anyam
Untuk membuat simpul anyam atau sheet bend tidaklah sulit. Caranya adalah:
1. Buatlah sosok pada ujung utas tali yang berukuran lebih besar (dalam
gambar, tali berwarna biru)
2. Masukkan ujung tali yang lebih kecil (merah) ke dalam sosok tali besar (biru)
dari arah bawah
3. Belitkan ujung tali kecil (merah) di bawah tali biru
4. Sisipkan ujung tali merah ke bawah badan tali itu sendiri (gambar 3)

Fungsi : Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak


sama besarnya dan dalam keadaan kering.
8. Simpul Anyam Berganda
Cara membuat:

Cara membuat simpul anyam berganda

1. Tekuk ujung tali yang besar


2. Masukkan ujung tali kecil (dari atas ke bawah), kemudian lingkarkan di bawah
kedua utas tali besar yang ditekuk tadi (gambar 1)
3. Selipkan ujung tali kecil di sela-sela antara tali besar dan kecil (gambar 2)
4. Lingkarkan ujung tali kecil pada kedua utas tali besar seperti langkah kedua.
5. Selipkan ujung tali kecil di sela-sela antara tali besar dan kecil lagi seperti
langkah ketiga (gambar 3).
6. Tarik dan eratkan kedua utas tali hingga simpul menjadi erat.

Simpul anyam berganda telah selesai dibuat. Jika dicermati, mulai langkah pertama
hingga ketiga di atas sama persis seperti membuat simpul anyam. Dan jika diakhir
dilangkah tersebut (langkah ketiga; gambar 2), telah tercipta simpul anyam. Dan jika
ingin membuat simpul anyam berganda tinggal dilanjutkan dengan langkah keempat
dan kelima saja.
Fungsi :gunnanya untuk menyambung dua utas tali yang ukurannya tidak
sama besar yang basah dan atau tidak licin
9. Anyaman rantai
Cara membuatnya:

Fungsi :gunanya untuk memendekkan tali


NB : 9 nomer di atas yang termasuk 10 simpul dasar
10. Simpul Ujung Tali

Fungsi : Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas.
11. Simpul Tiang
Untuk membuat simpul tiang caranya tidak sulit. Perhatikan terlebih dahulu gambar
berikut:
1. Pertama buatlah sosok di bagian tengah tali.
2. Ujung tali dimasukkan ke dalam sosok dari arah bawah, kemudian ke atas tali
di sisi lain sosok, dan terakhir lewatkan ke belakang (bawah) utas tali yang
ada di sebelah atas sosok.
3. Lingkarkan tali pada utas tali tersebut, kemudian masukkan ujung tali ke
dalam sosok.
4. Tarik kedua badan tali beserta ujung tali sehingga simpul menjadi erat.

Fungsi : Gunanya Untuk mengikat benda hidup/leher binatang agar yang


diikat tidak terjerat, dan untuk menambatkan tali pengikat binatang pada
pohon agar binatang itu dapat bergerak bebas.
12. Simpul Kembar/Nelayan

Simpul nelayan, simpul kembar, simpul inggris, simpul portugis (fisherman's knot)
sebenarnya merupakan gabungan dari dua buah simpul hidup pada masing-masing
ujung dari dua utas tali. Sehingga cara membuat simpul ini sebenarnya sangat
mudah dan tidak sulit.

Cara membuat simpul ini adalah sebagai berikut:


Gambar simpul kembar

1. Sejajarkan dua buah utas tali


2. Buatlah simpul hidup pada utas tali pertama dengan badan tali kedua berada
di tengah sosoknya.
3. Buatlah simpul hidup pada utas tali kedua dengan badan tali pertama berada
di tengah sosoknya.
4. Tarik kedua utas tali sehingga kedua simpul hidup menjadi erat dan rapat.

Fungsi : Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya


dan dalam keadaan licin dan basah
13. Simpul Erat

Fungsi : Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan.


14. Simpul Tambat
Simpul tambat juga berfungsi sebagai awalan pada simpul simpul yang
lainnya
seperti simpul palang dan simpul silang
cara membuat
Fungsi : Gunanya Untuk memulai ikatan dan digunakan untuk menyeret
balok.
15. Simpul Penarik

Fungsi : Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar.


16. Simpul Gulung
Fungsi : Gunanya Untuk diikatkan pada tali penarik agar orang lain dapat
membantu menarik.
Gambar (step)
17. Simpul Kursi
si : Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan .
18. Simpul Pengunci
Fungsi : simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor
tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut.
19. Simpul Prusik
Fungsi :gunanya untuk naik tali
20. Simpul Tiang Berganda
Fungsi :Gunanya Untuk mengangkat atau menurunkan benda/manusia.
21. Simpul Tangga Tali
Fungsi : Gunanya Untuk membuat tangga tali.

Tambahan:
Simpul silang fungsinya hampir sama dengan simpul palang namun
simpul silang lebih cepat dan lebih kuat
cara membuat
untuk awalan menggunakan simpul tambat dan akhiran menggunakan simpul pangkal
B. IKATAN
Ikatan merupakan bentukan tali yang digunakan untuk mengikat dua
benda. Macam-macam dari ikatan yaitu:
1. Ikatan Kaki Tiga
Untuk kaki tiga saya akan tunjukan yang menggunakan awalan simpul
Pangkal
cara membuat

Fungsi : Untuk mengikat tiga tiang dalam pembuatan kaki tiga, jemuran.
2. Ikatan Palang

 Ikatan palang

Ikatan palang berguna untuk mengencangkan kedua tongkat vertikal dan


horizontal sehingga kedua tongkat tersebut menjadi rapat dan sulit
dilepaskan.
cara membuat
yang pertama kita membuat simpul pangkal terlebih dahulu dan setelah itu kita
lilitkan tali tersebut seperti gambar dan jika sudah buat simpul mati pada salah satu
tongkat
Fungsi : Untuk mengikat dua tiang yang bersilangan denga sudut
90⁰ (siku-siku)
3. Ikatan Silang

Fungsi : Untuk mengikat dua buah tiang yang bersilangan tidak


berbentuk siku.
4. Ikatan Sambung Tongkat
Fungsi : Untuk menyambung dua tiang agar lebih panjang.
5. Ikatan Canggah

 Ikatan canggah ( sambung tongkat )


Fungsi ikatan tersebut menyambung tongkat dengan tali secara vertical (
sejajar ) ikatan canggah biasa dikenal dengan nama sambung tongkat
Cara membuat

Tips : agar tongkat tersambung dengan kuat setiap dua kali lilitan tarik
tali sekuat kuat nya

Fungsi : Digunakan untuk mengikat dua tiang dalam pembuatan kuda-


kuda.
C. JERAT
Jerat merupakan bentukan tali dari benda dengan tali. Macam-macam
dari jerat yaitu:
1. Jerat Tiang Dua Mata
2. Jerat Bermata Tiga
3. Jerat Laso
4. Jerat Delapan
5. Jerat Tangga
6. Jerat Tambat
7. Jerat Kupu-Kupu
8. Jerat Kembar

Diposting oleh Muh. Fariz di 21.03 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Mengenai Saya
Muh. Fariz
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
 ▼ 2015 (1)
o ▼ Oktober (1)
 7 Materi Dasar Kepencintaalaman

Tema Perjalanan. Diberdayakan oleh Blogger.