Anda di halaman 1dari 13

IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT

LAPORAN PRAKTIKUM
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia
yang diampu oleh Drs. H. Yusuf Hilmi Adisendjaja, M.Sc., Drs. Suhara, M.Pd., Dr. Mimin
Nurjhani K, M.Pd., Dra. Yanti Hamdiyanti, M.Si.

oleh:
Kelas A/2017
Kelompok 1
Hanifah Nur Alfiyyah (1700139)
Mauli Novilda Afifa (1702363)
Nurveni Pujianto (1700355)
Raihana Nurul Isnaeni (1700576)
Salsabila HanifaRusyada (17020980

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018

1
A. Judul
Laporan Praktikum Idetifikasi Karbohidrat
B. Waktu Pelaksanaan
Tabel B.1 Waktu Pelaksanaan Praktikum Identifikasi Karbohidrat

No. Hari/Tanggal Waktu Kegiatan Tempat

Kamis, 11 Oktober 13.00-15.30


1. Uji Benedict Laboratorium Fisiologi
2018 WIB
Kamis, 11 Oktober 13.00-15.30
2. Uji Molish Laboratorium Fisiologi
2018 WIB
Kamis, 18 Oktober 13.00-15.30
3. Uji Bial Laboratorium Fisiologi
2018 WIB
Kamis, 18 Oktober 13.00-15.30
4. Uji Seliwanof Laboratorium Fisiologi
2018 WIB
Kamis, 25 Oktober 13.00-15.30
5. Uji Barfoed Laboratorium Fisiologi
2018 WIB
Kamis, 25 Oktober 13.00-15.30
6. Uji Iodium Laboratorium Fisiologi
2018 WIB
7. Kamis, 25 Oktober 13.00-15.30 Uji Asam
Laboratorium Fisiologi
2018 WIB Mukat

C. Tujuan

D. Dasar Teori
Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hydrogen dan oksigen yang terdapat
dalam alam. Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O. Karbohidrat
sebenarnya adalah polisakarida aldehida dan keton atau turunan mereka. Salah satu
perbedaan utama antara berbagai tipe-tipe karbohidrat ialah ukurannya. Monosakarida
adalah satuan karbohidrat yang tersederhana, mereka tidak dapat dihidrolisis enjadi
molekul karbohidrat yang lebih kecil. Monosakarida dapat diikat bersama-sama
membentuk dimer, trimer dan sebagainya dan akhirnya polimer.. Sedangkan
monosakarida yang mengandung gugus aldehid disebut aldosa. Glukosa, galaktosa,
ribose, dan deoksiribosa semuanya adalah aldosa. Monosakarida seperti fruktosa

2
dengan gugus keton disebut ketosa. Karbohidrat tersusun dari dua atau delapan satuan
monosakarida dirujuk sebagai oligosakarida (Poedjiadi, 2006).
Menurut Poedjiadi (2006), berdasarkan sifat-sifatnya terhadap zat-zat penghidrolisis
karbohidrat dibagi dalam 4 kelompok utama yaitu:
1. Monosakarida yaitu karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisa menjadi senyawa yang
lebih sederhana terdiri dari satu gugus cincin. Contoh dari monosakarida yang
terdapat di dalam tubuh ialah glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
2. Disakarida senyawa yang terbentuk dari gabungan dua molekul atau lebih
monosakarida. Contoh disakarida ialah sukrosa, maltosa dan laktosa.
3. Glikosida yaitu senyawa yang terdiri dari gabungan molekul gula & molekul non
gula.
4. Polisakarida yaitu polimer yang tersusun oleh lebih dari lima belas monomer gula.
Dibedakan menjadi dua yaitu homopolisakarida dan heteropolisakarida.
Polisakarida
Polisakarida adalah gabungan dari banyak molekul monosakarida dengan ikatan
glukosakarida. Polisakarida dalam bahan makanan berfungsi sebagai penguat testur,
contohnya : selulosa, hemiselulosa, pektin, dan lignin, serta sebagai sumber energi,
contohnya : pati, dekstrin, dan glikogenMonosakarida dan sakarida umumnya disebut
“gula-gula” karena memiliki rasa yang manis disebabkan gugus hidroksidanya,
sedangkan polisakarida tidak terasa manis karena ukuran molekulnya besar sehingga
tidak dapat masuk ke dalam sel-sel kunci yang terdapat pada permukaan lidah
(Sudarmadji, dkk, 1996).
UJI BIAL

Uji bial merupakan uji yang disadari oleh konversi pada gula pentose seperti
ribose didalam keadaan asam dan 0,3 % larutan orsinol dan FeCl3 didalam HCl pekat.
HCl yang terdapat pada reagen akan mendehidrasi gula menjadi furfural. Jika dalam
sampel terdapat gula pentose larutan akan berwarna hijau dalam kurun waktu sepuluh
menit. Seperti misalnya pada RNA yang memiliki ribosa yang adalah gula pentose
sehingga akan bereaksi dengan orsinol dalam kondisi mendidih akan berwarna hijau
dan membentuk struktur yang kompleks dengan absorbansi maksimum 665 mm.
sedangkan golongan heksosa ditandai keberadaannya jika hasil uji larutan berwarna
colat sampai keabu abuan. Pada umumnya uji Bial di pakai untuk membedakan
adanya pentose atau heksosa dalam suatu sampel larutan (Maulidah, 2013).

3
UJI IODIUM

Karbohidrat adalah senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen,
dan oksigen. Terdiri dari unsur C, H, O, dengan perbandingan 1: 2 : 1. Karbohidrat
banyak terdapat pada tumbuhan dan binatang yang berperan struktural dan metabolik,
sedangkan pada tumbuhan untuk sintesis CO2 + H2O yang akan menghasilkan
amilum dan selulosa, melalui proses fotosintesis, sedangkan binatang tidak dapat
menghasilkan karbohidrat sehingga tergantung pada tumbuhan (Suhara, 2008).
Karbohidrat terdiri dari dua golongan yaitu aldosa merupakan karbohidrat
yang memiliki gugus aldehid, dan ketosa yaitu karbohidrat yang memiliki gugus
keton. Ketosa didehidrasi lebih cepat daripada aldosa memberikan turunan (furfural),
yang selanjutnya berkondensasi dengan recorcinol (1,3-dihidroksi benzena)
memberikan warna merah kompleks (Adisendjaja, 2014).
Karbohidrat diklasifikasikan menjadi :
1. Monosakarida
Terdiri dari 3-6 atom C dan zat ini tidak dapat lagi dihidrolisis oleh larutan asam
dalam air menjadi karbohidrat yang sederhana.
2. Disakarida
Senyawa yang terdiri dari 2 molekul monosakarida yang sejenis atau tidak.
3. Oligosakarida
Senyawa yang terdiri dari gabungan beberapa monosakarida
4. Polisakarida
Senyawa yang terdiri dari gabungan molekul monosakarida yang sangat banyak
jumlahnya.
Iodium memberikan warna kompleks dengan polisakarida. Tepung memberikan
warna biru pada iodium, glikogen dan tepung yang sudah dihidrolisis sebagian
(eritrodekstrin) memberikan warna merah sampai coklat pada iodium (Adisendjaja,
2014).

4
E. Alat dan Bahan
1. Uji Bial
Tabel E.1. Alat dan Bahan Uji Iodium
No Alat Jumlah
1 Plat Tetes 1 Buah
2 Pipet Tetes 1 Buah
3 Tabung Reaksi 10 Buah
3 Gelas Ukur 1 Buah
4 Rak Tabung 1 Buah
5 Penangas Air 1 Buah
No Bahan Jumlah
1 Karbohidrat 10 jenis
2 Larutan Reagen Bial 1 Botol
3 Larutan Amil Alkohol 1 Botol

2. Uji Iodium
Tabel E.2. Alat dan Bahan Uji Iodium
No Alat Jumlah
1 Plat Tetes 1 Buah
2 Pipet Tetes 1 Buah
3 Tabung Reaksi 10 Buah
3 Gelas Ukur 1 Buah
4 Rak Tabung 1 Buah
No Bahan Jumlah
1 Karbohidrat 10 jenis
2 Larutan Iodium 1 Botol
3 Aquades 1 Botol

3. Uji Asam Mukat


Tabel E.3. Alat dan Bahan Uji Asam Mukat
No Alat Jumlah
1 Plat Tetes 1 Buah

5
2 Pipet Tetes 1 Buah
3 Tabung Reaksi 1 Buah
3 Gelas Ukur 1 Buah
No Bahan Jumlah
1 Karbohidrat (Glukosa) 1 jenis
2 Larutan HNO3 Pekat 1 Botol
3 Aquades 1 Botol

F. Langkah Kerja

Larutan karbohidrat
Larutan reagen bial
yang akan diuji Setiap larutan yang
sebanyak 2 ml
dimasukkan ke dalam sudah dicampurkan
dimasukan ke
masing-masing tabung kemudian di panaskan
dalam 10 tabung
reaksi yang telah berisi dalam penangas air
reaksi yang
larutan bialsebanyak 1 selama 5 menit
berbeda
ml

Setelah di dinginkan Setelah dipanaskan


kemudian masing-masing kemudian tabung
Kemudian diamati
tabung reaksi diberi 1 ml reaksi berisi larutan
perubahannya
larutan amil alkohol dan tersebut
dikocok didinginkan.

Diagram F.1 Langkah Kerja Uji Bial

6
Pada plat tetes diteteskan karbohidrat
yang akan diuji masing-masing dua tetes.

kemudian tambahkan dua tetes larutan


iodium kedalam plat tetes yang berisi
larutan karbohidrat

Aduk larutan karbohidrat dan


larutan iodium menggunakan
tusuk jari

lalu bandingkan warna yang


diperoleh dengan larutan
iodiumnya sendiri yang telah
ditambahkan aquades

Mencatat hasil pengamatan dan


meyusun Laporan Praktikum

Laporan praktikum disuusun

Diagram F.2 Langkah Kerja Uji Iodium

7
50 mg larutan 1 ml aquades dan 1 ml
karbohidrat HNO3 pekat Kemudian dipanaskan
dimasukan kedalam ditambahkan ke dalam dalam air mendidih
masing-masing masing-masing tabung selama 1-1,5 jam
tabung reaksi. reaksi

5 ml aquades
ditambahkan kemudian
Kemudian diamati dibiarkan 1 malam.
Kemudian dengan mikroskop
Pembentukan endapan
gambarkanlah apakah ada Kristal
atau tidak. kristal asam mukat
menunjukan adanya
galaktosa

Diagram F.3 Langkah Kerja Uji Asam Mukat

G. Hasil Pengamatan
Tabel G.1 Hasil Pengamtan Uji Bial
Larutan Larutan sesudah
Larutan Indikator
NO Reaksi sesudah diteteskan amil
Karbohidrat Warna
dipanaskan alkohol

8
Tabel G.2 Tabel Hasil Pengamatan Uji Iodium

NO Karbohidrat Indikator warna Reaksi Gambar Pengamatan

1 Larutan A -

(Dok. Kelompok 1
2018)

2 Larutan B -

3 Larutan C -

(Dok. Kelompok 1
2018)

4 Larutan D -

Dok. Kelompok 1 2018

9
5 Larutan E -

Dok. Kelompok 1 2018

6 Larutan F -

Dok. Kelompok 1 2018

7 LarutanG -

Dok. Kelompok 1 2018

8 Larutan H -

Dok. Kelompok 1 2018

9 Larutan I -

Dok. Kelompok 1 2018

10 Larutan J Biru-hijau +

Dok. Kelompok 1 2018

Tabel G.2 Hasil Pengamatan Uji Asam Mukat

10
Gambar
No Karbohidrat Hasil Pengamatan Gambar Larutan
Mikroskop
1 Galaktosa Terdapat endapan
Kristal asam
mukat

(Dok. Kelompok
1, 2018)
(Dok. Kelompok 1,
2018)

Pembahasan

Kesimpulan
Dari hasil praktikum diatas dapat disimpulkan bahwa xylosa termasuk dalam
karbohidrat golongan pentosa. Karena pada saat dipanaskan dengan campuran
bial, terbentuk furfural yang berkondensasi dengan orcinol dan ion ferri
menghasilkan indikator warna biru-hijau.

DAFTAR PUSTAKA

Adisendjaja, Y dkk. (2014). Penuntun Kegiatan Laboratorium Biokimia. Bandung. Universitas


Pendidikan Indonesia

Glory. (2013). Uji Benedict. [Online]. Tersedia di:


http://glorimerkristivita.blogspot.com/2013/07/laporan-praktikum-percobaan-benedict.html [29
Oktober 2014]

Ana, Eka Fitri. (2014). Uji Barfoed. [Online]. Tersedia di:


http://phiephie3nurse.blogspot.com/2014/03/laporan-karbohidrat-uji-barfoed.html [30 Oktober
2014]

Suhara. (2008). Dasar – Dasar Biokimia. Cetakan Pertama. Bandung. Prisma Press

11
Maulidah. (2013). Uji Bial. [Online]. Tersedia : http://c-31120068.blogspot.com/2013/06/laporan-
praktikum-biokimia-pengaruh.html [30 Oktober 2014]

(Nyoman Kertiasa, 2006, Laboratorium Sekolah dan Pengelolaannya, Bandung:


Pudak Scientific)

(Saleh H. Emha, dkk, 2002, Pedoman Penggunaan Laboratorium Sekolah,


Bandung: PT Remaja Rosdakarya)

(Assidiq Abdul Kahfi, 2008, Kamus Biologi, Yogyakarta: Panji Pustaka)

(Nuryani, R, 2005, Strategi Belajar Mengajar Biologi,Malang: Universitas Negeri


Malang)

(Koesmaji, W, dkk. 2004, Teknik Laboratorium, Bandung: Jurusan Pendidikan


Biologi FMIPA UPI)

Riandi, Pengelolaan Laboratorium. [online] diakses dari


http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196305011988031-
RIANDI/Bahan_Kuliah/Pengelolaan_Laboratorium.pdf
Pengertian laboratorium dan fungsi laboratorium. [online] diakses dari
http://eprints.uny.ac.id/8343/3/bab%202-%2006302244023.pdf

12
Fessenden, Ralp J. Kimia Organik Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga, 1990.

Poedjiadi, Anna. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI-Press, 1994.

Winarno, F. O. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia


Pustaka Utama, 2004.

13

Anda mungkin juga menyukai