Anda di halaman 1dari 23

TUGAS UNTUK SISWA PRAKERIN

Mata diklat : Produktif Administrasi Perkantoran

Kompetensi : Otomatisasi Tata Kelola Keuangan

Kelas : XI AP

Semester : Empat

Tahun pelajaran : 2018/2019

A. Tujuan Kegiatan Belajar


Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta didik memiliki kemampuan untuk :
1. Menyimpulkan prosedur penerimaan dan pengeluaran uang
2. Memahami cara melakukan penerimaan dan pengeluaran uang secara prosedural
3. Mempresentasikan prosedur penerimaan dan pengeluaran uang
4. Mempraktikkan cara penerimaan dan pengeluaran uang sesuai prosedur yang berlaku di
organisasi.

B. Materi
1. kegiatan penerimaan dan pengeluaran uang yang harus sesuai dengan prosedur dan aturan
yang berlaku.
2. Baca buku Modul memproses transaksi keuangan di Perpustakaan Sekolah kita pada bab kas
kecil
3. Konsultasi pada pembimbing tempat prakerinmu.

C. Tugas
1. Jelaskan pengertian kas
2. Apakah kas kecil itu
3. Sebutkan apa saja yang termasuk uang kas itu
4. Foto copy contoh blangko bukti keuangan intern yang ada di kantor tempat prakerin kalian
5. Kumpulkan bukti keuangan minimal 5 yang kalian ketahui
6. Buatlah contoh laporan keuangan bila kalian sebagai bendahara pada acara Pengajian Akbar
penggalangan dana pembangunan Masjid Kampung Kalian.
7. Soal terlampir

D. Pengumpulan tugas.
Tugas dikumpulkan pada 30 Maret 2019 di tempat Bu Endang, terimakasih

Magelang, Januari 2019


Guru bidang studi,

Endang Purwatiningsih

1
TUGAS UNTUK SISWA PRAKERIN

Mata diklat : KEWIRA USAHAAN

Kelas : XI AP

Semester : Empat

Tahun pelajaran : 2018/2019

A. Tujuan Kegiatan Belajar

Setelah mengerjakan tugas ini diharapkan siswa dapat:

1. Pengetahuan umum mengenai biaya produksi


2. Analisis biaya produksi

B. Materi
1. Mendonlout sesuai materi

C. Tugas
1. Buatlah laporan hasil penjualan produk (produk buat sendiri) yang terdiri dari
a. Halaman judul
b. Kata pengantar
c. Pendahuluan
d. Pembahasan
1) Proses produksi
2) Pemasaran
3) Penjualan
4) Lap. Keu
5) Analisis swot
e. Penutup
1) Kesimpulan
2) Saran
2. Kerjakan soal kewira usahaan di buku kreatif dan kewirausahaan SMK KELAS XI buku
di perpustakaan pada uji kopetensi 1,2 dan 3
D. Pengumpulan tugas.
Tugas dikumpulkan pada 20 Maret 2019 di tempat Bu Endang, terimakasih

Magelang, Januari 2019


Guru bidang studi,

Endang Purwatiningsih

2
SISTEM PENERIMAAN & PENGELUARAN KAS

1. Pengertian Sistem dan Prosedur


Definisi Sistem dan Prosedur menurut Richard F. Neuchel dalam bukunya yang berjudul
Manajemen by System, “Sistem adalah suatu jaringan sejumlah prosedur yang saling
berhubungan yang dikembangkan sesuai dengan suatu pola (rencana) guna melaksanakan
aktivitas utama perusahaan” (R.Soemita Adi Kusuma, 1985:2).
Suatu prosedur adalah operasi tulis menulis yang berurutan yang biasanya menyangkut
beberapa orang dalam satu atau beberapa bagian, guna menjamin keseragaman pelaksanaan
suatu transaksi perusahaan yang berulang-ulang. (R. Soemita Adi Kusuma,2)
2. Pengertian Kas
Kas merupakan elemen aktiva yang paling likuid dan hampir semua transaksi pada akhirnya
akan berhubungan dengan kas. Kas didalam pengertian akuntansi didefinisikan sebagai alat
pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan hutang dan dapat diterima sebagai suatu
setoran ke bank dengan jumlah sebesar nilai nominalnya, juga simpanan dalam bank atau
tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu. (Zaki Baridwan,1980:4)
Pernyataan di atas dapat dikemukakan bahwa kas merupakan alat pertukaran yang berupa
uang atau yang dapat dipersamakan dengan uang baik yang ada di perusahaan maupun yang
ada di bank yang dapat diambil sewaktu-waktu tanpa mengurangi nilai nominalnya. Kas
sangat mudah dipindah tangankan dan tidak dapat dibuktikan kepemilikannya, sehingga kas
sangat mudah diselewengkan. Oleh karena itu perlu diadakan pengawasan yang tepat
terhadap kas dengan menerapkan sistem pengendalian intern yang baik.
3. Pengertian Pengendalian Intern
Pengertian pengendalian intern menurut American Institute Of Certified Public Accountan
didefinisikan sebagai pengawasan intern, dimana Pengawasan intern meliputi struktur
organisasi , semua metode dan pengukuran yang terkoordinasi dalam suatu perusahaan,
untuk melindungi aktiva, menjaga ketelitian dan keterpercayaan data akuntansi,
meningkatkan efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen. (Wing
Wahyu Winarno,1994:88)
Tujuan Sistem Pengendalian Intern adalah :
a. Menjaga Kekayaan dan Catatan Akuntansi
b. Memeriksa Ketelitian dan Keandalan Data Akuntansi
c. Mendorong Efisiensi
d. Mendorong Dipatuhinya Kebijakan Manajemen

SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS


Penerimaan kas perusahaan berasal dari dua sumber utama, yaitu penerimaan dari penjualan
tunai/pendapatan jasa dan penerimaan kas dari piutang atau dari penjualan secara kredit.
Dibawah ini akan dibahas mengenai kedua sistem akuntansi penerimaan kas tersebut.
I. Sistem Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai
Sistem Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai (perusahaan dagang) atau pendapatan jasa
(perusahaan jasa). Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan kas
dari penjualan tunai mengharuskan :
a. Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank dalam jumlah penuh
dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir untuk melakukan internal check.
b. Penerimaan kas secara tunai dilakukan melalui transaksi secara kredit, yang melibatkan
bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan transaksi penerimaan kas.
Prosedur penerimaan kas dari pejualan tunai ada tiga macam, yaitu :
a. Prosedur penerimaan kas dari over the counter sales.

3
b. Prosedur penerimaan kas dari cash on delivery sales ( COD sales ).
c. Prosedur penerimaan kas dari credit card sales.
Sistem penerimaan kas dari penjualan tunai melibatkan beberapa fungsi yang terkait, yaitu :
1) Fungsi Penjualan
2) Fungsi Kas
3) Fungsi Gudang
4) Fungsi Pengiriman
5) Fungsi Akuntansi

Informasi yang umumnya diperlukan oleh manajemen dalam penerimaan kas dari penjualan
tunai adalah :
1. Jumlah pendapatan penjualan menurut jenis produk atau kelompok produk selama jangka waktu
tertentu.
2. Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai.
3. Jumlah harga pokok produk yang dijual selama jangka waktu tertentu.
4. Nama dan alamat pembeli. Informasi ini diperlukan dalam penjualan produk tertentu , namun
pada umumnya informasi nama dan alamat pembeli ini tidak diperlukan oleh manajemen dari
kegiatan penjualan tunai.
5. Kuantitas produk yang yang dijual.
6. Otorisasi jabatan yang berwenang.
(Mulyadi, 1993:464-465)
1. Dokumen Penerimaan Kas. Dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas dari
penjualan tunai adalah :
1. Faktur Penjualan Tunai
2. Pita Register Kas
3. Credit Card Sales Slip
4. Bill Of Lading
5. Faktur Penjualan COD
6. Bukti Setor Bank
7. Rekap Harga Pokok Penjualan
2. Pendokumentasian Penerimaan Kas. Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem
penerimaan kas dari penjualan tunai adalah :
1. Jurnal Penjualan
2. Jurnal Penerimaan Kas
3. Jurnal Umum
4. Kartu Persediaan
5. Kartu Gudang
3. Jaringan prosedur yang membentuk sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah :
1. Prosedur Order Penjualan
2. Prosedur Penerimaan Kas
3. Prosedur Penyerahan Barang
4. Prosedur Pencatatan Penjualan Tunai
5. Prosedur Penyetoran Kas ke Bank
6. Prosedur Pencatatan Penerimaan Kas
7. Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan
Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
1. Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan
formulir faktur penjualan tunai.
2. Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi kas dengan membubuhkan cap “lunas” pada faktur
penjualan tunai dan penempelan pita register kas pada faktur tersebut.

4
3. Penjualan dengan kartu kredit bank didahului dengan permintaan otorisasi dari bank
penerbit kartu kredit.
4. Penyerahan barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara membubuhkan cap
“sudah diserahkan” pada faktur penjualan tunai.
5. Pencatatan ke dalam buku jurnal diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara memberikan
tanda pada faktur penjualan tunai.
II. Sistem Penerimaan Kas dari Piutang.

Penerimaan kas dari piutang berasal dari penjualan secara kredit. Berdasarkan sistem
pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan kas dari piutang mengharuskan:
1. Debitur melakukan pembayaran dengan cek atau dengan cara pemindahbukuan melalui
rekening bank (giro bilyet).
2. Kas yang diterima dalam bentuk cek dari debitur harus segera disetor ke bank dalam jumlah
penuh. Prosedur penerimaan kas dari piutang dapat dilakukan melalui tiga cara,yaitu
sebagai berikut :
3. Melalui penagihan perusahaan pos
4. Melalui lock box collection plan

Sistem penerimaan dari piutang melibatkan beberapa fungsi yang terkait yaitu :
1. Fungsi Sekretariat. Bertanggung jawab dalam menerima cek dan surat pemberitahuan
melalui pos dari para debitur perusahaan dan bertugas membuat daftar surat pemberitahuan
atas dasar surat pemberitahuan yang diterima bersama cek dari para debitur.
2. Fungsi Penagihan. Bertanggung jawab untuk melakukan penagihan kepada debitur
perusahaan berdasarkan daftar piutang yang dibuat oleh fungsi akuntansi.
3. Fungsi Kas. Bertanggung jawab atas penerimaan cek dari fungsi sekretariat (jika
penerimaan kas dari piutang dilaksanakan melalui pos) atau dari fungsi penagihan (jika
penerimaan kas dari piutang dilaksanakan melalui penagihan perusahaan). Fungsi kas juga
bertanggung jawab untuk menyetorkan kas yang diterima dari berbagai fungsi tersebut
dengan segera ke bank dalam jumlah penuh.
4. Fungsi Akuntansi. Bertanggung jawab dalam pencatatan penerimaan kas dari piutang ke
dalam jurnal penerimaan kas dan berkurangnya piutang ke dalam kartu piutang.
5. Fungsi Pemeriksa Intern. Bertanggung jawab dalam melaksanakan penghitungan kas yang
ada di tangan fungsi kas secara periodik. Selain itu juga bertanggung jawab dalam
melakukan rekonsiliasi bank untuk mengecek ketelitian catatan kas yang diselenggarkan
oleh fungsi akuntansi.
Dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas dari piutang adalah :
1. Surat Pemberitahuan
2. Daftar Surat Pemberitahuan
3. Bukti Setor Bank
4. Kuitansi

Dokumen Penerimaan Kas secara umum


Penerimaan kas dalam perusahaan pada umumnya bersal dari transaksi penjualan tunai dan
penerimaan piutang dari debitor. Penerimaan piutang bisa terjadi dalam bentuk cek yang
dikirimkan debitor melalui pos atau diserhakan langsung, bisa juga melalui transfer dana
dari debitor kepada rekening perusahaan di bank. Oleh karena itu dalam perusahaan yang
aktivitas usahanya dilakukan melalui prosedur operasional yang ditetapkan, dokumen-
dokumen yang terkait dengan penerimaan kas yaitu sebagai berikut :
1. Bukti penerimaan kas yang dibuat sendiri oleh perusahaan, untuk bukti
transaksi penerimaan kas dari manapun sumbernya.

5
2. Faktur (nota) penjualan tunai sebagi bukti pendukung bukti penerimaan kas
yang berasal dari transaksi penjualan tunai.
3. Daftar Surat Pemberitahuan dari debitor sebagai pendukung bukti penerimaan
kas yang berasal dari penerimaan piutang.
4. Surat pemberitahuan dari debitor sebagai pendukung bukti penerimaan kas
yang berasal dari penerimaan piutang.
5. memo (nota) kredit dari bank sebagai pendukung bukti penerimaan kas yang
berasal dari penerimaan piutang melalui transfer dana dari debitor.
6. bukti setoran ke bank sebagai bukti pendukung yang digunakan untuk
mengecekan jumlah dana yang diterima dengan jumlah yang disetorkan ke
bank.
Unsur pengendalian intern dalam sistem penerimaan kas dari piutang disajikan sebagai
berikut:
1. Organisasi
b. Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penagihan dan fungsi penerimaan kas.
c. Fungsi penerimaan kas harus terpisah dari fungsi akuntansi.
2. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
a. Debitur diminta untuk melakukan pembayaran dalam bentuk cek atas nama atau dengan
cara pemindah bukuan (giro bilyet).
b. Fungsi penagihan melakukan penagihan hanya atas dasar daftar piutang yang harus ditagih
yang dibuat oleh fungsi akuntansi.
c. Pengkreditan rekening pembantu piutang oleh fungsi akuntansi (Bagian Piutang) harus
didasarkan atas surat pemberitahuan yang berasal dari debitur.
Pelaksanaan di Perkantoran :
1. Faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan.
2. Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke bank pada
hari yang sama dengan transaksi penjualan tunai atau hari kerja berikutnya.
3. Penghitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodik dan
secara mendadak oleh fungsi pemeriksa intern. ( Mulyadi, 1993 : 472 – 473)

SISTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS


Pembayaran kas dalam perusahaan dilakukan dengan menggunakan cek kecuali untuk
pembayaran dalam kecil, biasanya dilaksanakan melalui dana kas kecil. Dana kas kecil
merupakan uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang
jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek. (Zaki Baridwan, 1980 :
63).
Seperti halnya ongkos transport atau unit keperluan sehari-hari dimana pembayaran dengan
cek untuk hal-hal yang sekecil itu akan mengakibatkan pekerjaan menjadi tertunda,
membosankan, dan beban pencatatannya mahal. Dana kas kecil diserahkan kepada kasir kas
kecil yang bertanggung jawab untuk membayar biaya yang relatif kecil dan meminta
pengisian kembali dari kas besar.
Metode yang digunakan dalam penyelenggaraan kas kecil ada dua, yaitu sebagai berikut :
1. Metode Fluktuasi.
Dalam metode ini pembentukan dana kecil dicatat dengan mendebit rekening dana kas kecil.
Pengeluaran dana kas kecil dicatat dengan mengkredit rekening dana kas kecil, sehingga
saldo rekening kas kecil selalu berubah. Dalam pengisian kembali dana kas kecil dilakukan
sesuai dengan keperluan (tidak berdasarkan jumlah pengeluaran sebelumnya) dan dicatat
dengan mendebit rekening dana kas kecil.
2. Metode Imprest.

6
Pembentukan dana kas kecil dengan metode ini dilakukan dengan cek dan dicetak dengan
mendebit rekening dana kas kecil. Saldo kas kecil tidak berubah sesuai yang ditetapkan,
kecuali jika saldo yang ditetapkan itu dinaikkan atau dikurangi. Pengeluaran dana kas kecil
tidak dicatat dalam jurnal tetapi hanya dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti
transaksi sebagai arsip sementara oleh pemegang kas kecil. Pengisian kembali dana kas
kecil dilakukan sejumlah rupiah yang tercantum dalam kumpulan bukti pengeluaran kas
kecil. Bukti penggeluaran ini dicap “telah dibayar” agar tidak digunakan lagi. Pengisian ini
dilakukan dengan cek dan dicatat dengan mendebit rekening biaya dan mengkredit rekening
kas.
Pengeluaran kas dengan menggunakan cek memiliki kebaikan ditinjau dari pengendalian
intern, yaitu:
1. Dengan digunakan cek atas nama, pengeluaran cek akan dapat diterima oleh pihak yang
namanya sesuai dengan yang ditulis pada formulir cek.
2. Dilibatkannya pihak luar dalam hal ini bank, dalam pencatatan transaksi pengeluaran kas.
3. Bagi perusahaan yang mengeluarkan cek, pengembalian cancelled check digunakan sebagai
tanda terima dari pihak yang menerima pembayaran. Check Issuer secara otomatis
menerima tanda penerimaan kas di pihak yang menerima pembayaran.
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek adalah :
1. Bukti Kas Keluar
2. Cek
3. Permintaan cek
Dokumen Pengeluaran Kas
Secara umum, perusahaan mengeluarkan kas untuk pembayaran utang dan pembayaran
biaya operasional. Pembayaran dalam dalam jumlah besar dilakukan dengan kas, sedangkan
bila dalam jumlah kecil, dilakukan dengan dana kas kecil. Dokumen yang terkait dengan
pengeluaran kas adalah sebagai berikut :
1. Bukti pengeluaran kas yang dibuat sendiri oleh perusahaan, untuk bukti segala jenis tran-saksi
pengeluaran kas.
2. Faktur (nota) pembelian tunai, sebagai bukti pendukung pengeluaran kas pada pembelian tunai.
3. Faktur pembelian kredit sebagai bukti pendukung pengeluaran kas untuk pembayaran utang.
4. Bukti penerimaan barang sebagai bukti pendukung pengeluaran kas untuk pembayaran utang.
5. Permintaan pengisian kembali kas kecil sebagai bukti pendukung pengeluaran kas untuk
pengisian dana kas kecil.
6. Bukti pengeluaran kas kecil sebagai pendukung permintaan pengisian kembali kas kecil.
7. Surat permintaan pengeluaran kas kecil sebagai pendukung pengeluaran kas keci
Catatan yang digunakan dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek adalah :
1. Jurnal Pengeluaran Kas
2. Register Check
Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek adalah :
1. Fungsi yang Memerlukan Pengeluaran Kas. Apabila suatu fungsi memerlukan pengeluaran kas,
maka fungsi tersebut mengajukan permintaan cek kepada fungsi pencatat utang.
2. Fungsi Pencatat Utang. Bertanggung jawab atas pembuatan bukti kas keluar yang memberikan
otorisasi kepada fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam
dokumen terebut. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi kelengkapan
dan validitas dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar.
Selain itu fungsi ini juga bertanggung jawab untuk menyelenggarakan arsip bukti kas keluar
yang belum dibayar yang berfungsi sebagai bukupembantu.
3. Fungsi Keuangan. Fungsi ini bertanggung jawab untuk mengisi cek, memintakan otorisasi atas
cek dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur.

7
4. Fungsi Akuntansi Biaya. Fungsi ini bertanggung jawab atas pencatatan pengeluaran kas
yangmenyangkutbiayadanpersediaan.
5. Fungsi Akuntansi Umum. Bertanggung jawab atas pencatatan transaksi pengeluaran kas
dalamjurnalpengeluarankasatauregister.
6. Fungsi Audit Intern. Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan perhitungan kas secara
periodik dan mencocokkan hasil penghitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi.
Selain itu juga bertanggung jawab melakukan pemeriksaan secara mendadak terhadap saldo kas
yang ada di tangan dan membuat rekonsiliasi bank secara periodik.
Unsur pengendalian intern dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek dirancang
dengan merinci unsur organisasi, sistem otorisasi, dan prosedur pencatatan, serta unsur
praktek yang sehat yang disebutkan dibawah ini:
1. Organisasi.
a. Fungsi penyimpanan kas harus terpisah dari fungsi akuntansi.
b. Transasksi penerimaan dan pengeluaran kas tidak boleh dilaksanakan sendiri oleh Bagian
Kasa sejak awal sampai akhir, tanpa campur tangan dari fungsi yang lain.
2. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan.
a. Pengeluaran kas harus mendapat otorisasi dari pejabat yang berwewenang.
b. Pembukaan dan penutupan rekening bank harus mendapatkan persetujuan dari pejabat yang
berwewenang.
c. Pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas (atau dalam metode pencatatan tertentu dalam
register cek) harus didasarkan bukti kas keluar yang telah mendapat otorisasi dari pejabat
yang berwewenang dan yang dilampiri dengan dokumen mendukung yang lengkap.
Pelaksanaan di Kantor :
1. Saldo kas yang ada di tangan harus dilindungi dari kemungkinan pencurian atau penggunaan
yang tidak semestinya.
2. Dokumen dasar dan dokumen pendukung transaksi pengeluaran kas harus dibubuhi cap
“lunas” oleh Bagian Kasa setelah transaksi pengeluaran kas dilakukan.
3. Penggunaan rekening koran bank (bank statement), yang merupakan informasi dari pihak
ketiga, untuk mengecek ketelitian catatan kas oleh fungsi pemeriksa intern (internal audit
function) yang merupakan fungsi yang tidak terlibat dalam pencatatan dan penyimpanan
kas.
4. Semua pengeluaran kas harus dilakukan dengan cek atas nama perusahaan penerima
pembayaran atau dengan pemindah bukuan.
5. Jika pengeluaran kas hanya menyangkut jumlah yang kecil, pengeluaran ini dilakukan
sistem akuntansi pengeluaran kas melalui dana kas kecil, yang akuntansinya
diselenggarakan dengan imprest system.
6. Secara periodik diadakan pencocokan jumlah fisik kas yang ada di tangan dengan jumlah
kas menurut catatan akuntansi.
7. Kas yang ada di tangan (cash insafe) dan kas yang ada di perjalanan (cash in transit) di
asuransikan dari kerugian.
8. Kasir diasuransikan (fidelity bond insurance).
9. Kasir dilengkapi dengan alat-alat yang mencegah terjadinya pencurian terhadap kas yang
ada di tangan (misalnya mesin register kas, almari besi, dan strong room).
10. Semua nomor cek harus dipertanggungjawabkan oleh Bagian Kasa.
(Mulyadi, 1993 : 519-520)

RANGKUMAN
1. Sistem Penerimaan dan pengeluaran kas adalah suatu prosedur pencatatan keuangan yang
diterima atau dikeluarkan melalui kas dan kegiatan tersebut saling berkaitan satu dengan

8
yang lainnya guna menjamin keseragaman pelaksanaan suatu transaksi perusahaan dalam
mencapai tujuan.
2. Sistem akuntansi penerimaan kas. Yaitu prosedur pencatatan penerimaan melalui kas.
Sistem penerimaan kas terdiri dari 2 kegiatan utama atau sumber utama, yaitu :
a. Sistem penerimaan dari penjualan tunai/pendapatan jasa
b. Sistem penerimaan dari piutang
3. Sistem akuntansi pengeluaran kas. Yaitu prosedur pencatatan pengeluaran melalui kas. Sistem
pengeluaran kas terdiri dari :
a. Penggunaan metode dengan sistem dana kas kecil (Imprest dan fluktuasi)
b. Pembayaran utang
c. Pembiayaan kegiatan operasional baik langsung atau tidak langsung
4. Dokumen penerimaan kas, terdiri dari :
a. Faktur penjualan tunai
b. Pita register kas
c. Credit card sales slip
d. Bill Of Lading
e. Faktur Penjualan COD
f. Bukti Setor Bank
g. Rekap Harga Pokok Penjualan
5. Dokumen Pengeluaran kas, terdiri dari :
a. Bukti pengeluaran kas yang dibuat sendiri oleh perusahaan, untuk bukti segala jenis
transaksi pengeluaran kas.
b. Faktur (nota) pembelian tunai, sebagai bukti pendukung pengeluaran kas pada pembelian
tunai.
c. Faktur pembelian kredit sebagai bukti pendukung pengeluaran kas untuk pembayaran
utang.
d. Bukti penerimaan barang sebagai bukti pendukung pengeluaran kas untuk pembayaran
utang.
e. Permintaan pengisian kembali kas kecil sebagai bukti pendukung pengeluaran kas untuk
pengisian dana kas kecil.
f. Bukti pengeluaran kas kecil sebagai pendukung permintaan pengisian kembali kas kecil.
g. Surat permintaan pengeluaran kas kecil sebagai pendukung pengeluaran kas kecil
6. Pendokumentasian kegiatan penerimaan dan pengeluaran kas.
a. Pencatatan transaksi penerimaan kas melalui kegiatan penjurnalan, yang terdiri dari :
 Jurnal penjualan
 Jurnal penerimaan kas
 Jurnal umum
 Kartu persediaan
 Kartu gudang
b. Pencatatan transaksi pengeluaran kas melalui kegiatan penjurnalan, yang terdiri dari
 Jurnal pembelian
 Jurnal pengeluaran kas
 Jurnal umum

TUGAS MANDIRI DAN KELOMPOK


I. TUGAS MANDIRI (INDIVIDU)
Soal Pilihan Ganda.....!
1. Suatu jaringan sejumlah prosedur yang saling berhubungan yang dikembangkan sesuai
dengan suatu pola dinamakan.........
a. Sistem
9
b. Pola
c. Prosedur
d. Karakteristik
e. Tata Cara
2. Operasi tulis menulis yang berurutan yang biasanya menyangkut beberapa orang dalam satu
atau beberapa bagian, guna menjamin keseragaman pelaksanaan suatu transaksi adalah........
a. Sistem
b. Pola
c. Prosedur
d. Karakteristik
e. Tata cara
3. Alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan hutang dan dapat diterima sebagai suatu
setoran ke bank dengan jumlah sebesar nilai nominalnya, juga simpanan dalam bank atau
tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu, dinamakan............
a. Kas
b. Hutang
c. Uang Tunai
d. Uang kertas
e. Uang kartal
4. Metode dan pengukuran yang terkoordinasi dalam suatu perusahaan, untuk melindungi aktiva,
menjaga ketelitian dan keterpercayaan data akuntansi, meningkatkan efisiensi dan mendorong
dipatuhinya kebijaksanaan manajemen. Pernyataan tersebut dinamakan......
a. Pengawasan eksternal
b. Pengawasan luar internal
c. Pengendalian Intern
d. Pengendalian ekstern
e. Pengawasan mandiri
5. Berikut dibawah ini adalah tujuan dari pelaksanaan pengendalian intern, kecuali.........
a. Mengawasi dan menjaga harta, utang dan modal
b. Menjaga Kekayaan dan Catatan Akuntansi
c. Memeriksa Ketelitian dan Keandalan Data Akuntansi
d. Mendorong Efisiensi
e. Mendorong Dipatuhinya Kebijakan Manajemen
6. Berikut dibawah ini adalah dokumen-dokumen penerimaan kas yang digunakan mencatat
penerimaan kas, kecuali............
a. Faktur penjualan tunai
b. Bukti setor bank
c. Bill of Lading
d. Nota Cash
e. Faktur Pembelian
7. Laporan pencatatan penerimaan kas dilakukan dengan pedokumentasian, berupa...........
a. Jurnal penerimaan kas
b. Jurnal penjualan
c. Jurnal umum
d. Kartu persediaan
e. Semua benar
8. Metode yang digunakan untuk mengendalikan dan mengawasi pengeluaran kas adalah salah
satunya dengan ............
a. Pengelolaan pengeluaran kas
b. Melakukan pencatatan kas kecil

10
c. Melakukan pencatatan melalui jurnal pembelian dan jurnal umum
d. Menggunakan cek untuk pembayaran
e. Semua benar
9. Metode yang digunakan untuk melakukan pencatatan pengeluaran kas kecil adalah dengan
menggunakan metode.............
a. Fluktuasi dan sesuai situasi pengeluaran
b. Imprest dan dana tetap
c. Fluktuatif dan imprest
d. Dana tidak tetap dan fluktuatif
e. Dana tetap dan sesuai jumlah pengeluaran dalam periode tertentu.
10. Berikut dibawah bukan dokumen yang digunakan untuk melakukan pencatatan pengeluaran
kas, kecuali.......
a. Faktur penjualan tunai
b. Bukti penerimaan kas
c. Kwitansi penerimaan pelunasan piutang
d. Bukti kas keluar
e. Bukti setor bank
TUGAS KELOMPOK

KEGIATAN BELAJAR 3

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta didik memiliki kemampuan untuk :
1. Menyimpulkan prosedur penyusunan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi yang
berlaku
2. Memahami cara penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang
berlaku
3. Mempresentasikan penyusunan laporan keuangan
4. Mempraktikkan cara penyusunan laporan keuangan perusahaan sesuai standar akuntansi
yang berlaku.

MATERI AJAR
Sesuai dengan definisi akuntansi sebagai kegiatan yang meliputi proses pencatatan sampai
dengan penganalisaan data-data keuangan perusahaan, produk (output) yang dihasilkan dari
kegiatan tersebut berupa pelaporan keuangan. Laporan keuangan terdiri dari pelaporan
keuangan yang khusus digunakan untuk kepentingan internal perusahaan saja dan juga
ditujukan untuk kepentingan pihak eksternal perusahaan.
Kalau kita lebih memahami bahwa tujuan dari penyelenggaraan administrasi keuangan yang
baik adalah penyajian informasi keuangan yang tentunya akuntable dan realistis. informasi
keuangan ini adalah salah satunya berupa Laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut
dari suatu perusahaan berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan yang memerlukan
(user) sebagai dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi. Dengan informasi (Laporan

11
Keuangan) yang diperoleh, mereka akan menganalisisnya dan kemudian menentukan
keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka.
I. Pengertian Laporan Keuangan
Seperti yang telah dikemukakan diatas, bahwa laporan keuangan adalah statement
perusahaan berupa keadaan keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu yang
digunakan untuk pengambilan keputusan baik secara internal atau eksternal perusahaan.
II. Syarat-syarat penyusunan Laporan Keuangan
Mengingat bahwa informasi yang termuat di dalam laporan keuangan suatu perusahaan
sangat penting bagi para pemakainya, maka penyusunannya harus memenuhi syarat kualitas
sebagai berikut :
1. Kualitas Primer. Yaitu kualitas utama yang membuat informasi keuangan berguna sebagai dasar
untuk pengambilan keputusan. Kualitas primer meliputi :
a. Relevan. Berarti bahwa laporan keuangan (informasi akuntansi) yang disusun oleh suatu
perusahaan memiliki hubungan langsung dengan pengambilan keputusan. Informasi
keuangan dikatakan relevan jika dapat membuat perbedaan dalam pengambilan keputusan
ekonomi oleh pemakainya (user). Informasi yang relevan adalah informasi yang memiliki
nilai prediktif, umpan balik dan tepat waktu.
b. Handal (reliable). Berarti bahwa informasi tersebut dapat dipercaya, karena cukup terbebas
dari kesalahan dan penyimpangan didalam penyajiannya. Informasi yang handal adalah
informasi yang memenuhi syarat antara lain : dapat diperiksa, penyajiannya jujur dan netral.
2. Kualitas Sekunder. Merupakan kualitas tambahan yang seharusnya dipenuhi dalam penyusunan
laporan keuangan. Meskipun bukan kualitas utama, namun jika dipenuhi akan membawa
dampak positif bagi pengguna/user. Kualitas sekunder meliputi :
a. Keterbandingan yang berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan
lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang
serupa dari perusahaan-perusahaan lain. Suatu informasi dianggap dapat diperbandingkan
jika sudah dievaluasi dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan-perusahaan
yang berbeda. Hal ini memberikan kemungkinan bagi para pemakainya untuk mengenali
dan menganalisis persamaan atau perbedaan kondisi keuangan berbagai perusahaan karena
metode akuntansi yang digunakan dapat diperbandingkan.
b. Konsistensi berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih
bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa
dari perusahaan yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam menyajikan informasi,
perusahaan harus memberikan perlakuan akuntansi yang sama terhadap transaksi yang sama
pada waktu-waktu yang berbeda. Seiring dengan perjalanan waktu, perusahaan bisa
mengubah metode (perlakuan) akuntansinya. Namun jika hal itu dilakukan, maka pada
periode dilaksanakannya perubahan itu perusahaan harus mengungkap (dalam laporan
keuangannya) tentang berbagai hal yang terkait dengan perubahan itu, seperti keunggulan
metode baru yang digunakan dibandingkan yang lama, alasan mengubah metode tersebut,
sifat dan dampak atas perubahan tersebut terhadap kondisi finansialnya.

DAFTAR PUSTAKA

1. (Dr, Sondang P. Sagian, M,P.A. Ph. D : Administrasi Pembangunan, Gunung Agung,


Jakarta, 1983, hal 156).
2. http://blognyaorangndeso.blogspo9t.co.id/2014/10/pengertian-dan-fungsi-administrasi.html
3. http://blogging.co.id/definisi-dan-fungsi-administrasi-keuangan-perusahaan
4. https://dwiermayanti.wordpress.com/2009/10/16/sistem-penerimaan-dan-pengeluaran-kas

12
13
TUGAS : MEMBUKUKAN MUTASI DAN SELISIH DANA KAS KECIL
A. Alur Kegiatan
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Catatlah transaksi tersebut menggunakan bukti penerimaan kas dan bukti pengeluaran kas
3. Buatlah catatan pembukuan kas kecil dengan Sistem Imprest
4. Cetak hasil ketikan di kertas HVS F4
5. Simpan bukti transaksi penerimaan kas dan bukti pengeluaran kas pada ordner yang tersedia
sesuai sistem yang digunakan
B. Hasil yang Diharapkan
Laporan pengelolaan kas kecil beserta bukti–bukti transaksi pada Januari 2019 bukti-bukti tersebut
diisi dengan benar dan disusun secara kronologis simpan dalam map snelhechter yang tersedia
C. Soal
1. Pimpinan anda melakukan beragam kegiatan yang perlu di danai dengan anggaran Kas Kecil
yang anda kelola.
2. Pengelolaan dana kas kecil menggunakan sistem imprest.
3. Pada tanggal 31 Desember 2018 saldo kas kecil Rp. 1.400.000,00
Jenis akun pengeluaran kas kecil:
111 = Konsumsi
112 = Transportasi
113 = ATK
114 = Promosi
115 = Surat kabar
116 = Lain-lain

Berikut ini transaksi yang dilakukan selama bulan Februari 2017


1. Tanggal 1 Januari menerima pengisian kas kecil dari bendahara untuk bulan Februari sebesar
Rp. 8.600.000,00.
2. Tanggal 3 Januari membayar langganan koran dan majalah Rp. 350.000,00
3. Tanggal 5 Januari membeli tiket kereta api Eksekutif untuk pimpinan tujuan Surabaya PP di
Jaya Travel untuk pertemuan dengan CV. Bumi Persada Rp. 800.000,00
4. Tanggal 6 Januari membayar biaya pengiriman surat melalui Kantor Pos Rp. 50.000,00
5. Tanggal 7 Januari membeli makanan untuk rapat insidental di Aya Mart Rp.100.000,00
6. Tanggal 10 Januari membayar karangan bunga ucapan selamat untuk karyawan yang menikah
kepada Toko Bunga Mawar Rp. 400.000,00
7. Tanggal 12 Januari membeli BBM Pertamax di SPBU Pertamina Sarijadi untuk kendaraan
kantor 30 Liter @ Rp. 7.350,00
8. Tanggal 15 Januari pembayaran paket makan siang untuk rapat rutin kepada Restoran Bebek
Tepi Sawah Rp. 500.000,00
9. Tanggal 18 Januari membeli air mineral dan minuman ringan di Ceria Mart Rp. 300.000,00
10. Tanggal 19 Januari membayar biaya cetak profil perusahaan di Budi Offset Rp. 1.000.000,00
11. Tanggal 20 Januari membayar biaya pameran desain konstruksi bangunan kepada Cahaya
Exhibition Rp. 1.000.000,00
12. Tanggal 21 Januari membeli 20 buah perangko di kantor pos @ Rp. 4.000,00
13. Tanggal 22 Januari membeli kebutuhan perlengkapan kantor di Toko Merah Putih: 5 rim
kertas HVS F4 70 gram @ Rp. 40.000,00; 6 rim kertas HVS A4 80 gram @ Rp. 45.000,00; 10
kotak pulpen @ Rp. 40.000; 1 kotak spidol boardmarker @ Rp. 90.000,00
14. Tanggal 24 Januari membayar service AC di Karya AC Rp. 200.000,00
15. Tanggal 25 Januari i membeli tiket kereta api Jakarta PP Eksekutif Rp. 400.000,00
16. Tanggal 27 Januari memberikan donasi kemanusian melalui Yayasan Kemanusiaan Rp.
1.000.000,00
17. Tanggal 28 Januari membayar pembuatan souvenir kantor Rp. 2.000.000,00 di Saung Craft

Berdasarkan transaksi di atas, buatlah laporan kas kecil untuk bulan Januari 2019 !

14
No:

Bukti Penerimaan Kas Kecil

Diterima Dari : ..........................................................................................................

Uang Sejumlah : ..........................................................................................................

Untuk Keperluan : ..........................................................................................................

..........................................................................................................

Rp.

Bandung........................

Disetujui Oleh Dibayar Oleh Diterima Oleh

____________ ____________ ____________

No:

Bukti Penerimaan Kas Kecil

Diterima Dari : ..........................................................................................................

Uang Sejumlah : ..........................................................................................................

Untuk Keperluan : ..........................................................................................................

..........................................................................................................

15
Rp.

Bandung,..................

Disetujui Oleh Dibayar Oleh Diterima Oleh

____________ ____________ ____________

No:

Bukti Pengeluaran Kas Kecil

Diserahkan Kepada : ..........................................................................................................

Uang Sejumlah : ..........................................................................................................

Untuk Keperluan : ..........................................................................................................

..........................................................................................................

Rp.

Bandung,…..................

Disetujui Oleh Dibayar Oleh Diterima Oleh

____________ ____________ ____________

No:

Bukti Pengeluaran Kas Kecil

Diserahkan Kepada : ..........................................................................................................

Uang Sejumlah : ..........................................................................................................

16
Untuk Keperluan : ..........................................................................................................

..........................................................................................................

Rp.

Bandung,…............................

Disetujui Oleh Dibayar Oleh Diterima Oleh

____________ ____________ ____________

No:

Bukti Pengeluaran Kas Kecil

Diserahkan Kepada : ..........................................................................................................

Uang Sejumlah : ..........................................................................................................

Untuk Keperluan : ..........................................................................................................

..........................................................................................................

Rp.

Bandung,…..................

Disetujui Oleh Dibayar Oleh Diterima Oleh

____________ ____________ ____________

No:

Bukti Pengeluaran Kas Kecil

Diserahkan Kepada : ..........................................................................................................

Uang Sejumlah : ..........................................................................................................

17
Untuk Keperluan : ..........................................................................................................

..........................................................................................................

Rp.

Bandung,…..................

Disetujui Oleh Dibayar Oleh Diterima Oleh

____________ ____________ ____________

Form Pengajuan Dana Kas Kecil

Dana untuk Bagian : ........................................................................................................

Periode Kas Kecil : ........................................................................................................

Dana Awal Kas Kecil : ........................................................................................................

Saldo : ........................................................................................................

Keterangan Jumlah

Total

Disetujui oleh : ............................... Dibuat oleh : ..........................................

Tanggal : ............................... Tanggal : .........................................

18
19
FORMAT LAPORAN KAS KECIL

No. Akun
Tanggal Keterangan Penerimaan Pengeluaran
Bukti

20
21
TUGAS UNTUK SISWA PRAKERIN XI AP

Mata diklat : Produktif Administrasi Perkantoran

Kompetensi : Menangani Surat

Kelas : XI AP

Semester : Tiga

Tahun pelajaran : 2015/2016

A. Tujuan Kegiatan Belajar

Setelah mengerjakan tugas ini diharapkan siswa dapat memproses surat keluar dan surat
masuk dengan system buku agenda tunggal, agenda kembar dan agenda berpasangan

B. Materi
Untuk mengerjakan modul ini silahkan siswa
1. mendonlut di internet penanganan surat keluar dan surat masuk dengan system buku
Agenda dan Kartu kendali
2. baca buku di Perpus Sekolah
3. Mengamati dan bertanya di tempat prakerin mengenai penanganan surat yang
dilaksanakan di tempat Prakerin.

C. Tugas
1. Hasil mendonlut di internet penanganan surat keluar dan surat masuk dengan system
buku Agenda dan Kartu kendali dikumpulkan dijilid diberi halaman judu
l(FC)
2. Buat soal dan kuncinya Essy sebanyak 50 butir
3. mengumpulkan Foto copy contoh surat masuk (5) dan surat keluar (5) di tempat
prakerin kalian.
4. mengumpulkan Foto copy contoh blangko-blangko/buku yang di pakai untuk
menangani surat masuk dan surat keluar di tempat prakerin kalian

E. Pengumpulan tugas.
Tugas dikumpulkan pada 1 OKTOBER 2016 di tempat Bu Endang, terimakasih

Magelang, 20 Agustus 2016


Guru bidang studi,

Endang Purwatiningsih,S.Pd

22
23