Anda di halaman 1dari 8

BAB II

INISIASI MENYUSU DINI

2.1 DEFINISI

Inisiasi Menyusu Dini (early initiation) atau permulaan menyusu


dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir.. Cara bayi
melakukan inisiasi menyusu dini ini dinamakan the breast crawl atau
merangkak mencari payudara (Ambarwati & Wulandari, 2009).
Menurut Depkes 2010 dalam Maryunani (2012) menyatakan bahwa
Inisiasi Menyusu Dini merupakan proses dimana bayi mulai menyusu
sendiri segera setelah lahir. Pada satu jam pertama bayi harus
disusukan pada ibunya, bukan untuk pemberian nutrisi saja melainkan
untuk belajar menyusu atau membiasakan menghisap puting susu dan
mempersiapkan ibu agar mulai memproduksi ASI kolostrum.

2.2 TUJUAN

2.2.1 TUJUAN UMUM :


Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi secara
terpadu dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan
Angka Kematian Bayi (AKB).

2.2.2 TUJUAN KHUSUS :

1. Melaksanakan dan mengembangkan standar pelayanan


perlindungan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna
2. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi termasuk
kepedulian terhadap ibu dan bayi
3. Meningkatkan fungsi rumah sakit sebagai model dan pembina
teknis dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

4. Melaksanakan sistem monitoring & Evaluasi pelaksanaan program


RS
2.4 MANFAAT

2.4.1 Manfaat Inisiasi Menyusu Dini Secara Umum


 Mencegah hipotermia karena dada ibu menghangatkan bayi
dengan tepat selama bayi merangkak mencari payudara.
 Bayi dan ibu menjadi lebih tenang, tidak stres, pernapasan
dan detak jantung lebih stabil, dikarenakan oleh kontak antara
kulit ibu dan bayi.
 Imunisiasi Dini. Mengecap dan menjilat permukaan kulit ibu
40 sebelum mulai mengisap puting adalah cara alami bayi
mengumpulkan bakteri-bakteri baik yang ia perlukan untuk
membangun sistem kekebalan tubuhnya.
2.4.2Manfaat Inisiasi Menyusu Dini Secara Khusus
Manfaat untuk Ibu
 Meningkatkan hubungan khusus ibu dan bayi yaitu adanya
ikatan emosi (emotional bonding) sehingga hubungan ibu –
bayi lebih erat dan penuh kasih sayang.
 Merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi resiko
perdarahan sesudah melahirkan
 Memperbesar peluang ibu untuk memantapkan dan
melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi
 Mengurangi stres ibu setelah melahirkan
 Mencegah kehamilan
 Menjaga kesehatan ibu
 Ibu berperilaku lebih peka (affectionately)
Manfaat untuk Bayi
 Mempertahankan suhu bayi tetap hangat. Dada ibu
menghangatkan bayi dengan tepat selama bayi merangkak
mencari payudara. Ini akan menurunkan kematian karena
kedinginan (hypotermia).
 Menenangkan ibu dan bayi serta meregulasi pernafasan dan
detak jantung. Pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil.
Bayi akan lebih jarang menangis sehingga mengurangi
pemakaian energi.
 Kolonisasi bakteri dan usus bayi dengan bakteri badan ibu
yang normal (bakteri yang berbahaya dan menjadikan tempat
yang baik bagi bakteri yang menguntungkan) dan
mempercepat pengeluaran kolostrum sebagai antibody bayi. .
Kolostrum, ASI istimewa yang kaya akan daya tahan tubuh,
penting untuk ketahanan terhadap infeksi, penting untuk
pertumbuhan usus, bahkan kelangsungan hidup bayi.
Kolostrum akan membuat lapisan yang melindungi dinding
usus bayi yang masih belum matang sekaligus mematangkan
dinding usus ini.
 Bayi yang diberi kesempatan menyusu lebih dini lebih berhasil
menyusui ekslusif dan akan lebih lama disusui.
 Bilirubin akan lebih cepat normal dan mengeluarkan
mekonium lebih cepat sehingga menurunkan kejadian ikterus
bayi baru lahir.
 Anak menunjukkan uji kepintaran yang lebih baik di kemudian
hari.

2.5 Langkah Langkah Inisiasi Menyusu Dini

Menurut Anik Maryunani (2012) langkah – langkah Inisiasi


Menyusu Dini dapat dilakukan pada persalinan spontan maupun
seksio sesar bahkan dapat juga pada bayi yang lahir kembar dan
prematur. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
2.5.1 Langkah-Langkah Inisiasi Menyusu Dini pada Persalinan
Spontan
 Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu di kamar
bersalin. Bayi lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama
kepala, kecuali tangan, tanpa menghilangkan vernix mulut
dan hidung bayi dibersihkan, tali pusat diikat.
 Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di
dada – perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan
mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti, bayi
dapat diberi topi.
 Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi.
Biarkan bayi mencari puting sendiri.
2.5.2 Langkah-Langkah Inisiasi Menyusu Dini pada Persalinan
melalui Operasi Seksio Caesaria.
 Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu dikamar
operasi atau dikamar pemulihan.
 Begitu bayi lahir diletakkan di meja resusitasi untuk dinilai,
dikeringkan secepatnya terutama kepala tanpa
menghilangkan vernix; kecuali tangannya. Dibersihkan mulut
dan hidung bayi, tali pusat diikat.
 Kalau bayi tak perlu diresusitasi; bayi dibedong, dibawa ke
ibu. Diperlihatkan kelaminnya pada ibu kemudian mencium
ibu.
 Tengkurapkan bayi di dada ibu dengan kulit bayi melekat
pada kulit ibu. Kaki bayi agak sedikit serong/melintang
menghindari sayatan operasi. Bayi dan ibu diselimuti. Bayi
diberi topi.
2.5.3 Langkah-Langkah Inisiasi Menyusu Dini pada Bayi Kembar
(Gemelli)
 Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu dikamar
bersalin.
 Bayi pertama lahir, segera dikeringkan secepatnya terutama
kepala, kecuali tangannya, tanpa menghilangkan vernix,
mulut dan hidung bayi dibersihkan, tali pusat diikat.
 Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di
dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu di
mata bayi setinggi puting susu. Keduanya diselimuti, bayi
dapat diberi topi.
 Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi.
Biarkan bayi mencari puting sendiri.
2.5.4 Langkah-Langkah Inisiasi Menyusu Dini pada Bayi Prematur.
 Segera berikan ASI secepatnya setelah periode postpartum.
 Tetapkan jadwal pemberian ASI, 8-10 kali dalam 24 jam,
dengan interval tidak lebih dari 6 jam.
 Gunakan sumber non-kimiawi untuk mengoptimalkan
produksi ASI, misalnya massage payudara, hand
expression, kontak kulit ke kulit.
 Cadangan ASI yang kurang harus diperhatikan setidaknya
sampai hari ke-10

2.6 Tahapan Perilaku (Preefeding Behavior) Sebelum Bayi


Menyusu

Menurut Maryunani (2012), bayi baru lahir yang


mendapatkan kontak kulit ke kulit segera setelah lahir, akan melalui
5 (lima) tahapan perilaku sebelum ia berhasil menyusu. Lima
tahapan tersebut yaitu:
2.6.1 Dalam 30-45 menit Pertama:
 Bayi akan diam dalam keadaan siaga
 Sesekali matanya membuka lebar dan melihat ke arah
ibunya
 Masa ini merupakan masa peralihan dari keadaan dalam
kandungan dan merupakan dasar pertumbuhan rasa
aman bayi terhadap lingkungannya
2.6.2 Antara 45-60 menit Pertama:
 Bayi akan mengerakkan mulutnya seperti mau minum,
mencium, kadang mengeluarkan suara, dan menjilat
tangannya
 Bayi akan mencium dan merasakan cairan ketuban yang
ada ditangannya
 Bau ini sama dengan cairan yang dikeluarkan payudara
ibu dan bau serta rasa ini yang akan membimbing bayi
untuk menemukan payudara dan puting susu ibu.
 Mengeluarkan Liur:
 Saat bayi siap dan menyadari ada makan disekitarnya,
bayi mulai mengeluarkan liur.
2.6.3 Bayi Mulai Bergerak Ke Arah Payudara:
 Areola payudara akan menjadi sasarannya dengan kaki
bergerak menekan perut ibu
 Bayi akan menjilat kulit ibu, menghentakkan kepala ke
dada ibu, menoleh ke kanan dan kiri, serta menyentuh
dan meremas daerah puting susu dan sekitanya dengan
tangannya.
2.6.4 Menyusu:
Akhirnya bayi menemukan,menjilat, mengulum puting,
membuka mulut lebar-lebar, dan melekat dengan baik
serta mulai menyusu.

2.7 Peran bidan dalam Inisiasi Menyusu Dini.

Menurut Inayati (2009) peran bidan dalam IMD meliputi :


2.7.1 Sebelum persalinan (Tahap persiapan dan informasi).
 Memberikan informasi kepada klien dan keluarga tentang
penatalaksanaan inisiasi menyusu dini.
 Mengkaji kebersihan diri klien.
 Mempersiapkan alat tambahan untuk pelaksanaan
inisiasi menyusu dini yaitu kain untuk handuk bayi dan
bedong bayi yang lembut dan kering serta sebuah topi
bayi. Menganjurkan agar klien mendapat dukungan dan
pendamping selama proses persalinan dari suami atau
keluarga.
 Membantu meningkatkan rasa percaya diri klien.
 Memberikan suasana yang layak dan nyaman
untuk persalinan.
 Memfasilitasi klien mengurangi rasa
nyeri persalinan dengan mobilisasi dan relaksasi.
 Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman untuk
melahirkan.
2.7.2 Proses persalinan (Tahap pelaksanaan)
 Membuka baju klien di bagian perut dan dada.
 Meletakkan kain yang lembut dan kering diatas perut
ibu.
 Setelah bayi lahir, letakkan bayi di atas perut ibu.
 Bayi dikeringkan dari kepala hinga kaki dengan kain
lembut dan kering (kecuali kedua lengannya, karena bau
ketuban yang menempel pada lengan bayi akan
memandu bayi untuk menemukan payudara ibu) sambil
melakukan penilaian awal Bayi Baru Lahir (BBL).
 Melakukan penjepitan, pemotongan dan pengikatan tali
pusat.
 Melakukan kontak kulit dengan menengkurapkan bayi di
dada ibu tanpa dibatasi alas.
 Selimuti ibu dan bayi, kalau perlu pakaikan topi di kepala
bayi.
 Menganjurkan ibu untuk memberikan sentuhan lembut
pada punggung bayi.
 Menganjurkan pada suami atau keluarga untuk
mendampingi ibu dan bayi.
 Memberikan dukungan secara sabar dan tidak tergesa-
gesa.
 Membantu menunjukkan pada ibu perilaku pre-
feeding (Pre-feeding behavior) yang positif : istirahat
dalam keadaan siaga, memasukan tangan ke mulut,
menghisap dan mengeluarkan air liur, bergerak kearah
payudara dengan kaki menekan perut ibu, menjilat-jilat
kulit ibu, menghentakkan kepala, menoleh ke kanan dan
ke kiri, menyentuh puting susu dengan tangannya,
menemukan puting susu, menghisap dan mulai minum
ASI
 Membiarkan bayi menyusu awal sampai si bayi selesai
menyusu pada ibunya dan selama ibu
menginginkannya.