Anda di halaman 1dari 2

PARTUS PREMATUR IMINENS

NO. DOKUMEN NO .REVISI HALAMAN

RSUD
PROVINSI
SUMATERA
SELATAN
STANDAR TANGGAL TERBIT DI TETAPKAN OLEH
PROSEDUR DIREKTUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN Persalinan prematur adalah persalinan neonatus pada usia kehamilan antara
22- 37 minggu lengkap atau antara 140-259 hari di hitung dari haid pertama
haid terakhir.

TUJUAN 1. Memberikan fasilitas pelayanan medik yang baik dan benar kepada
pasien
2. Menyelengarakan pertolongan persalinan prematur yang aman sehingga
tidak membahayakan ibu dan anak saat persalinan dan tidak
menghasilkan dampak yang buruk pada ibu dan anak setelah dilahirkan.

KEBIJAKAN

PROSEDUR 1. Melakukan anamnesa lengkap pada pasien seperti keluhan apa yang
terjadi,berapa usia kehamilan ,riwayat persalinan dan sebagainya
2. Melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah harus dilakukan
persalina preterm atau tidak.
Menentukan persalinan preterm
- Usia kehamilan antara 22-37 minggu atau antara 140-259 hari
dihitung hari pertama hari terakhir (HPHT)
- Kontraksi uterus atau his teratur ,sedikitnya 7 -8 menit sekali
- Pembukaan serviks berkala menunjukan bahwa serviks telah
mendatar 50- 80 %atau terbukanya sedikitnya 2 cm
- Selaput ketuban terkadang sudah pecah
- Merasakan gejalah seperti rasa kaku di perut menyerupai kaku
mensruasi :rasa tekana intra pelvis,nyeri bagian belakang
- Mengeluarkan lendir pervaginan terkadang juga bercampur darah
3. Melaporkan temuan pada dokter kebidanan dan kandungan
4. Memberikan penjelasan pada pasien dan keluarga bahwa akan
dilakukan partus preterm
5. Inform consent pada pasien
6. Melakukan pemeriksaan penunjang Melakukan pemeriksaan penunjang
seperti:)
- USG : memastikan usia kehamilan,aktifitas biofisik,cacat
bawaaan,letak dan maturasi plasenta,volume cairan amniaon,dan
kelainan uterus
- CTG (kardiotokografi) : kesejahteraan janin,frekuensi dan kekuatan
kontraksi
- Pemeriksaan berkala dilatasi /pemendekan serviks
- Pemeriksaan surfaktan (amniosentesis
- Pemeriksaan doiagnosis bacterial vaginosis (PH vagina.pewarna
Gram. KOH)
- Pemeriksaan kultur urine
- Pemeriksaan Gas dan Ph darah janin.

Penatalaksanaan terapi
a. Istirahan baring
b. Deteksi dan penanganan terhadap factor resiko persalina preterm
seperti pemberian obat Tokolitik.
c. Kontraindikasi penundaan persalinan
- MUTLAK
jika mengalami gawat janin,korioamnionitis,perdarahan,antepartu
yang banyak
- RELATIF
Jika mengalami gestosis,diabetes melitus, pertumbuhan janin
terhambat, pembukaan serviks > 4 cm
Cara persalinan yaitu : jika janin presentasi kepala dan partus pervaginam
dengan episiotomi lebar dan perlindungan forseps terutama pada bayi < 35
minggu.

Indikasi seksio sesaria


- Janin sungsang
- Taksiran berat badan janin kurang 1500 gram
- Gawat janin,bila syarat pervaginam tidak terpenuhi
- Infeksi intrapartum, bila syarat pervaginam tidak terpenuhi
Kontra indikasi partus pervaginam lainnya (letak lintang, plasenta previa dll).
Lindungi bayi dengan handuk hangat,usahakan suhu 36-37 derajat celsius

UNIT TERKAIT Poli KIA


R. kamar bersalin (VK)
IGD kebidanan (PONEK)
R.IBS
Instalasi laboratorium
R. NICU