Anda di halaman 1dari 24

METEOR

JURNAL PENELITIAN ILMIAH


SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN

Optimalisasi Pemuatan Batu Bara pada Kapal Bulk Carrier Menggunakan Floating Crane di Muara Berau, Samarinda.
FARIS ARYA RAMDHANI
Email: farisarya98@gmail.com

Jurusan Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan


Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta
Jalan Marunda Makmur No. 1 Cilincing, Jakarta Utara, Jakarta 14150

Abstrak
Untuk mencapai pelaksanaan memuat batu bara yang optimal dengan menggunakan floating crane. Maka dalam penulisan
skripsi ini, penulis menjabarkan teori tentang pelaksanaan persiapan dan penataan muatan batu bara. Muatan batu bara mempunyai
karakter khusus dalam pemuatannya, sehingga dalam memuat batu bara harus memperhatikan bahaya yang dimiliki oleh muatan
ketika kegiatan memuat dilaksanakan oleh floating crane.

Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif, sedangkan metode pengumpulan data yang
digunakan adalah metode wawancara, observasi dan kepustakaan yang berhubungan dengan penanganan muatan terutama pada saat
bongkar muat.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Penulis selama praktek di kapal MV. Aeolian Breeze mengenai pelaksanaan memuat
batu bara dengan menggunakan floating crane ditemukan kendala-kendala dalam persiapan dan pelaksanaan memuat batu bara di
kapal MV. Andhika Sharmila, yaitu dalam persiapan terdapat kendala seperti kurangnya persiapan pemuatan batu bara menggunakan
floaing crane, kurangnya pemahaman crew kapal tentang tugas serta persiapan dan penangan muatan yang benar. Kendala selama
pemuatan kurangnya koordinasi antara pihak kapal dan floating crane tentang penataan muatan.

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya persiapan pada saat sebelum melaksanakan pemuatan dan kurangnya
pengawasan dari personil di kapal pada saat pelaksanaan memuat mengakibatkan pelaksanaan memuat batu bara tidak optimal, saran
Penulis adalah agar perusahaan dapat lebih memperhatikan terhadap persiapan pemuatan sesuai prosedur, agar dapat meningkatkan
kelancaran pemuatan batu bara di kapal, kemudian mualim I lebih meningkatkan pengawasan terhadap kerja crew dan floating crane
pada saat proses pemuatan berlangsung dan selalu berkoordinasi dengan floating crane selama pemuatan berlangsung.

Kata kunci :optimalisasi, pemuatan, floating crane, bulk carrier

1
dan tenaga kerja atau pada perusahaan
I. PENDAHULUAN. fisik barang dari daerah
buruh bongkar muat pelayaran dan pemilik
yang kurang kegunaanya
Negara Republik yang profesional dan muatan.
ke daerah lain, dimana
Indonesia merupakan peralatan bongkar muat
barang itu dibutuhkan Sering kita lihat bahwa
negara kepulauan yang yang baik pula
atau diperlukan. kegiatan bongkar muat
terdiri dari beribu-ribu kondisinya untuk
pulau. Hal ini yang umumnya terjadi
Dalam bisnis pelayaran kelancaran bongkar muat
merupakan suatu adalah di pelabuhan.
tujuan utamanya adalah tersebut.
kesatuan yang tidak Namun tidak semua
untuk mendapatkan
dapat dipisahkan. Pada saat penulis praktek kegiatan bongkar muat
keuntungan yang
Berhubungan dengan darat di PT. Bahari Eka terjadi di pelabuhan,
sebesar-besarnya,
keadaan demikian, maka Nusantara tahun 2017- tetapi bisa terjadi di luar
sehingga perlu disadari
untuk menghubungkan 2018 sebagai agent on pelabuhan dengan sistem
oleh semua awak kapal
pulau yang satu dengan board dalam pemuatan dari kapal ke kapal,
akan keutuhan muatan
pulau yang lain batubara untuk kapal seperti kegiatan
dari pelabuhan muat
dibutuhkan angkutan jenis bulk carrier selama pemuatan pada kapal
sampai pelabuhan
sebagai sarana kurun waktu 12 bulan, bulk carrier di Muara
bongkar. Untuk itu
transportasi. Dalam hal penulis menemukan Berau, Samarinda yang
penanganan dan
ini sektor transportasi beberapa masalah dalam terjadi adalah memuat
pengaturan muatan yang
laut memegang peranan persiapan pemuatan, batu bara dengan
baik perlu diperhatikan,
yang sangat penting dan proses penanganan dan menggunakan floating
tanpa mengesampingkan
menentukan dalam pengaturan muatan curah crane. Floating crane
keselamatan awak kapal
rangka mendukung batu bara pada saat adalah kapal yang
dan peralatan.
kelancaran transportasi, proses pemuatan memiliki derek khusus
sehingga tujuan Bongkar muat adalah batubara dari barge yang dalam mengangkut
pembangunan nasional sebuah kegiatan dimuat dengan beban berat.
dapat tercapai dengan pemuatan atau menggunakan floating
Agar proses pemuatan
efisien dan efektif. pembongkaran yang crane ke palka kapal.
tersebut berjalan baik,
dilakukan pada saat
Sebagaimana umumnya Pengaturan dan teknik maka harus diikuti
kapal berada di
di setiap negara di dunia, pemuatan di kapal jenis dengan prinsip penataan
pelabuhan atau pada saat
perdagangan dan bulk carrier menyangkut muatan, yaitu menjaga
kapal sedang berlabuh
pengangkutan tidak berbagai aspek tentang agar pemuatan
jangkar di luar
dapat dipisahkan begitu bagaimana cara dilaksanakan secara
pelabuhan. Berdasarkan
saja, sebab faktor melakukan persiapan teratur dan sistematis.
kenyataan diatas saat
pengangkut ini sangat dan pemuatan diatas
kapal melakukan Muatan curah batubara
besar pengaruhnya kapal. Namun dalam
aktivitas bongkar muat merupakan muatan
terhadap perkembangan kenyataan aspek-aspek
barang dari kapal ke berbahaya yang
kegiatan perdagangan. tersebut belum dapat
dermaga dan dari membutuhkan
usaha pengangkutan terlaksana dengan baik,
dermaga ke kapal atau penanganan dan
berpengaruh terhadap sehingga akan
juga dari kapal ke kapal pengaturan khusus
perkembangan penyalur berdampak kerugian
diperlukan tenaga ahli
2
selama pemuatan, ini membuat proses Menurut Gianto dan salah satu bahan bakar
pelayaran maupun bongkar muat dan Martopo (2004: 30) fosil. Pengertian
Kegiatan bongkar umumnya adalah
selama bongkar. Akan penataan muatan tidak
muat lazim disebut batuan sedimen yang
tetapi saat penulis optimal. Semua akan Stevedoring, dapat terbakar,
melaksanakan penelitian berjalan lancar jika ada Stevedoring adalah terbentuk dari endapan
jasa pelayanan organik, utamanya
pada saat praktek, kerja sama yang baik
membongkar dari atau adalah sisa-sisa
penanganan batu bara antara pihak kapal, agen, ke kapal, dermaga, tumbuhan dan
masih banyak pemilik muatan, tongkang, truk dan terbentuk melalui
sebaliknya dengan proses pembatubaraan.
mengalami pengangkut dan buruh.
menggunakan derek Unsur-unsur utamanya
ketidaksiapan baik dari kapal atau yang lain. terdiri dari karbon,
II. KAJIAN PUSTAKA
peralatan muat maupun oksigen dan hidrogen.
1. Optimalisasi 3. Stowage atau Batubara merupakan
dari crew kapal maupun
Menurut Kamus Besar Penang batuan organik yang
buruhnya sendiri. Bahasa Indonesia anan memiliki sifat-sifat
Optimalisasi adalah Muatan fisika dan kimia yang
Pada saat pelaksanaan berasal dari kata dasar Menurut Martopo dan
kompleks yang dapat
optimal yang berarti Soegiyanto (2004: 07)
memuat dari tongkang ditemui dalam
terbaik, tertinggi, stowage atau
berbagai bentuk.
ke kapal yang paling penanganan muatan
menggunakan floating menguntungkan, yaitu suatu 5. Bulk carrier atau
crane masih terdapat menjadikan paling pengetahuan tentang Kapal Cargo Curah
baik, menjadikan memuat dan Mengutip dalam
kendala yang membuat membongkar muatan sebuah situs internet
paling tinggi,
proses pelaksanaan pengoptimalan proses, dari dan ke atas kapal https://id.wikipedia.org
memuat berjalan lamban, cara, perbuatan sedemikan rupa agar . Kapal kargo curah
mengoptimalkan terwujud 5 prinsip atau kapal bulk carrier
lambatnya proses
(menjadikan paling pemuatan yang baik. adalah kapal untuk
bongkar muat di baik, paling tinggi, Menurut Martopo dan dagang yang dirancang
sebabkan kurangnya dan sebagainya) Soegiyanto (2004: 07) untuk mengangkut
sehingga optimalisasi pengaturan dan teknik kargo curah
persiapan pemuatan
adalah suatu tindakan, pemuatan diatas kapal unpackaged, seperti
menggunakan floating proses, atau merupakan salah satu contoh batu bara dan
crane dari pihak kapal metodologi untuk kecakapan pelaut yang semen. Adapun
membuat sesuatu menyangkut berbagai kelebihan dari kapal ini
seperti basahnya palka
(sebagai sebuah macam aspek tentang mempunyai daya
kapal setelah masa bagaimana cara angkut yang besar.
desain, sistem, atau
cleanning, lamanya keputusan) menjadi melakukan pemuatan Kapal Bulk Carrier
lebih/sepenuhnya diatas kapal, merupakan kapal
penyandaran floating
sempurna, fungsional, bagaimana cara barang yang berfungsi
crane maupun untuk mengangkut
atau lebih efektif. melakukan perawatan
koordinasi pihak kapal Mengutip dalam muatan selama dalam barang-barang seperti
dengan floating crane, sebuah situs internet pelayaran, dan batubara, semen, biji-
https://id.wikipedia.or bagaimana cara bijian, bijih logam, dan
dan tidak tersedianya sebagainya di dalam
g/. Optimalisasi adalah melakukan
vehicle loader dan suatu proses mencapai pembongkaran di sel-sel/rongga-rongga
bulldozer untuk hasil yang ideal atau pelabuhan tujuan. kargo yang terpisah.
optimasi (nilai efektif 4. Batu bara Kapal ini mempunyai
trimming muatan di Mengutip dalam spesifikasi mengangkut
yang dapat dicapai).
dalam palka juga akan sebuah situs internet muatan curah.
memperlambat proses 2. Stevedoring atau https://id.wikipedia.or Dikatakan curah
Kegiatan Bongkar Muat g. Batu bara adalah karena cara meletakkan
pemuatan. Tentunya hal
3
muatan dengan cara objektif dan Struktur organisasi 5) Melaksana
mencurahkan/menuang mengguunakan PT. Bahari Eka kan
kan butiran/biji-bijian. analisis, perlu Nusantara Cabang penyiapan
Produk muatan yang dilakukan secara Samarinda dapat dan
berbentuk curah terdiri sistematis, teratur, dilihat sebagai penyusuna
dari dari berbagai tertib dan cermat berikut: n rencana
macam. dengan segala a. Kepala anggaran
keadaan yang terjadi, Cabang, dengan tugas : pendapatan
6. Floating Crane hal ini dilakukan 1) Merencana dan biaya
atau Derek Apung untuk mendapatkan kan serta
Mengutip dalam penyediaan
hasil yang baik serta laporan
sebuah situs internet dan
bertujuan untuk realisasi
http://andriyudiawahid pelaksanaa
memecahkan anggaran.
.blogspot.com n 6) Membuat
masalah-masalah
2014/05/pengertian- pengusahaa laporan
actual yang dihadapi
floating-crane- n jasa kegiatan
untuk
dan.html. Floating labuh dan perusahaan
mengumpulkan data-
Crane atau Derek tambat. PT. Bahari
data atau informansi
Apung merupakan alat 2) Merencana Eka
untuk disusun,
untuk mengangkut kan Nusantara
dijelaskan dan
muatan, yang mana penyediaan cabang
dianalisa.
floating crane tidak dan Samarinda.
mempunyai mesin melaksana 7) Kegiatan
IV.ANALISA DAN
induk dan alat kemudi kan keluar
PEMBAHASAN
melainkan pengusahaa melakukan
1. Struktur
penggerakan diatur n jasa koordinasi
Organisasi di PT.
oleh tugboat. Floating pandu, antar
Bahari Eka
crane juga mampu tunda, dan instansi
Nusantara
mengangkat muatan telakomuni yang ada di
Samarinda
berat sehingga dengan kasi terminal
menggunakan floating pelabuhan (Syahbanda
crane suatu muatan atau yang r, Bea
dapat dengan mudah Kepala cabang termaksud Cukai,
diangkat, atau di dalam jasa Imigrasi,
pindahkan ke mother kepanduan. Karantina
vessel. 3) Melaksana dan
Keuangan
kan Kesehatan)
pengelolaa sedangkan
III. METODOLOGI n keuangan kegiatan ke
Dalam hal ini Ka.operasional dan dalam
digunakan metode perbendaha perusahan
deskriptif kualitatif raan melakukan
karena penyebab karyawan karyawan
cabang
Gambar 4.1 operasional sinkronisas
terjadinya masalah karyawan operasional
perusahaan
Struktur Organisasi i dalam
tidak disebabkan operasional .
Perusahaan lingkungan
oleh satu faktor saja 4) Melaksana
Skema struktur perusahaan
melainkan banyak kan
organisasi PT. , hubungan
faktor sehingga perlu pengumpul
Bahari Eka antar
adanya penjelasan an dan
Nusantara instansi
tentang faktor-faktor pengelolaa
Samarinda yang untuk
tersebut. Penggunaan n data
peneliti dapat kesatuan
metode ini untuk
saksikan saat gerak yang
berdasarkan bukti analisa dan
melakukan praktek sesuai
yang nyata atau evaluasi.
di lapangan. dengan

4
tugas dokumen- menyiapka n tugas
pokok. dokumen n laporan bagian
Kepala yang keuangan. keuangan.
cabang dibutuhkan 3) Melaksana
bertanggun oleh sebuah kan 2. Data Kapal
g jawab administras Penulis menunjuk
kapal.
kepada 3) Menyediakan i hutang salah satu kapal
Country data dan piutang dan yang pernah
Manager dokumentasi perbendaha diageni oleh PT.
PT. Bahari yang raan Bahari Eka
Eka dibutuhkan perusahaan Nusantara di Zona
Nusantara dalam . STS Muara
yang penanganan 4) Memimpin, Berau,Samarinda
berkedudu kapal milik membimbi pada bulan
kan di maupun ng dan Februari 2018
Jakarta dan kapal memberika yaitu MV. Aeolian
bertanggun keagenan. n petunjuk Breeze.
4) Merencanaka serta MV. Aeolian
g jawab
n dan menganalis Breeze merupakan
atas
menyediakan a kapal jenis bulk
pelaksanaa
perlengkapan pelaksanaa carrier dengan
n tugas :
a) Bagian dalam n tugas data-data sebagai
operasi kegiatan dinas berikut :
a. Ship’s Name
onal muat barang. dilingkung
atau Kepada an
usaha. kepala cabang keuangan.
b) Bagian bertanggung 5) Melaksana :
keuang jawab atas kan MV.
an. pelaksanaan koordinasi AEOLIAN
tugas dan BREEZE
b. Bagian operasional kegiatan b. Ships owner
operasional atau usaha. pengendali
1) Menyediakan an
perencanaa c. Bagian keuangan :
dan keuangan perusahaan
1) Merencana PT.
melaksanaka .
kan dan Indah Bima
n kegiatan 6) Menyiapka
melaksanak PrimaARKTIS
operasi serta n dan
an BREEZE
menjaga melaksana
anggaran SHIPPING
kelancaran kan
fisik, COMPANY
dan penyusuna
anggaran LTD
keselamatan n laporan
investasi, c. Call Sign
kapal yang keuangan.
diageninya. anggaran Maka
2) Menyiapkan eksploitasi bagian
perencanaan dan keuangan
dan anggaran bertanggun :
melaksanaka kas. g jawab 5BKN2
n 2) Melaksana kepada d. IMO number
pemeliharaan kan cabang dan
tingkat administras bertanggun :
pertama, i g jawab 9233521
penyediaan pelabuhan, atas e. Nationality
perlengkapan kodefikasi pelaksanaa
dan
5
m. LBP dimana kapal ini
memiliki 7 palka yang
digunakan untuk
: : :
mengangkut muatan
218 M 1 set
berjenis curah, selama
LIMASSOL/C n. Breadh
YPRUS Moulded Maker penulis melaksanakan
f. Built / years praktek darat sebagai
: agent on board di kapal
32,20 M
o. Depth ini pada bulan Februari
:
Japan / Moulded : 2018, kapal ini memuat
2001 To Main Deck muatan batu bara,
g. Service Route SASEBO pelaksanaan memuat
S.V.C.
: batu bara dilaksanakan

: 19,20 M s. Cargo di Zona STS Muara


Ocean Capacity Berau,Samarinda
Going p. Summer Load Grain
Draf t Capacity dengan menggunakan
h. Clasification
: floating crane FC.
13,82 M ASIA BELLA.
q. Ships Speed :
:
NKK 87.590 MV. Aeolian Breeze
Service
(NIPPON- M3
dicharter untuk
KAIJI-
t. Type Of Hatch mengantarkan muatan
KYOKAI)
Cover: batu bara yang nantinya
i. GRT
: MAC-
dibongkar di pelabuhan
13,5 GREGOR
knots SIDE tujuan yaitu Pelabuhan
: SLIDING Xiamen, China dan batu
38.841 Maximum TYPE
bara digunakan sebagai
MT Number
j. NRT pembangkit listrik
tenaga uap. Selain data-
: data kapal diatas,
: 14,00 : penulis juga
24.495 knots 7 set
melampirkan daftar
MT
r. Main Engine MV.Aeolian Breeze awak kapal (crew list)
k. DWT
Type merupakan kapal MV. Aeolian Breeze
dengan jenis bulk yang berjumlah 21 (dua
: carrier milik puluh satu) orang. Awak
74.255 perusahaan swasta yaitu kapal tersebut terdiri
:
MT
DIESEL ARKTIS BREEZE dari dari 1 (satu) orang
l. LOA
“B & W 6S SHIPPING COMPANY Nahkoda, 3 (tiga) orang
60MC”
LTD, yang merupakan deck officer, 3 (tiga)

: Number perusahaan yang berada orang enginer, 1 (satu)


225 M di Siprus, Yunani orang electrician, 1
6
(satu) orang bosun, 3  000-13’.0 S / 1. Kurangnya
(tiga) orang able Muara Berau 1170 – 36’.0 E persiapan
seaman, 2 (dua) orang loading point. pemuatan batu bara
kedalaman =
ordinary seaman, 1) MANDATORY 31.0 M LWS menggunakan
1(satu) orang fitter, 3 PILOTAGE (Pilot Boarding floating crane.
 000-14’.0 S / 2. Kurangnya
(tiga) orang oiler, 1 Ground)
1170 – 35’.0 E
pemahaman crew
( satu) orang wiper ,1  00-10’-00” S /
kedalaman = kapal tentang tugas
(satu) chief cook, 1 117-45’-00” E
32.0 M LWS
serta persiapan dan
(satu) mess mate.
 00-28’-00” S /
3) STS Muara penanganan
117-45’-00” E
3. Letak Zona STS Berau 2 muatan yang benar.
 00-28’-00” S / 3. Kurangnya
Muara Berau
 000-15’.0 S /
117-50’-00” E koordinasi antara
1170 – 33’.0 E
STS Muara Berau pihak kapal dengan
 00-10’-00” S /
117-50’-00” E kedalaman = pihak floating
berdasarkan Peraturan
27.0 M LWS
Menteri Perhubungan crane.
Maka dari itu
No. 135 Tahun 2012  000-15’.0 S /
2) STS Muara 1170 – 34’.0 E penulis
tentang Tata Kerja
Berau 1 mengajukan
Kantor kedalaman =
beberapa
Kesyahbandaran dan  000-14’.0 S / 32.0 M LWS
1170 – 30’.0 E pertanyaan kepada
Otoritas Pelabuhan  000-15’.0 S / Mualim I dan
memutuskan bahwa Kedalaman = 1170 – 35’.0 E
narasumber lain
STS Muara Berau 11.5 M LWS
kedalaman = untuk mendapatkan
termasuk wilayah kerja  000-15’.0 S / 35.0 M LWS
jawaban sebagai
dari Kantor 1170 – 30’.0 E
 000-14’.0 S / data seputar
Kesyahbandaran dan
kedalaman = 1170 – 36’.0 E pemuatan batu bara
Otoritas Pelabuhan 12.5 M LWS yang benar agar
Kelas II Samarinda kedalaman =
 000-14’.0 S / 36.0 M LWS pemuatannya
bersama Mahakam
1170 – 33’.0 E optimal.
Hulu dan Sanga-Sanga. Berdasarkan hasil
kedalaman = pengamatan penulis Adapun beberapa
17.0 M LWS dalam kegiatan
pertanyaan serta
pemuatan batu bara
 000-15’.0 S / secara langsung di jawaban sebagai
1170 – 31’.0 E lapangan, penulis berikut :
menemukan adanya 1. Bagaimanakah
kedalaman = masalah dalam persiapan di
20.0 M LWS pemuatan batu bara kapal MV.
sehingga Aeolian Breeze
 000-14’.0 S / pelaksanaan untuk memuat
1170 – 34’.0 E memuat tidak batu bara dengan
optimal. Antara lain menggunakan
kedalaman = : floating crane?
25.0 M LWS
Peta Zona STS Muara
Dari hasil
Berau dengan SBNP wawancara dengan
7
nahkoda, mualim I memuat batu bara mempengaruhi tahap persiapan
dan beberapa dengan dalam perlengkapan.
responden lainnya menggunakan kelancaran Dalam hal ini
yang ada di atas floating crane, memuat batu segala
kapal tentang apa maka penulis bara dengan perlengkapan
yang harus menyajikan data menggunakan yang
dilaksanakan pada berupa urutan atau floating crane, menunjang
saat sebelum prosedur persiapan adapun urutan pelaksaan
memuat batu bara pemuatan yang tersebut cleaning harus
di kapal MV. benar sebagai adalah: disiapkan
Aeolian Breeze, berikut : 1) Stowage plan terlebih dahulu
dikatakan bahwa: a. Persiapan Stowage plan yaitu alat
Kapal dan cargo pembersih
“Ada beberapa hal Ada beberapa control (sapu, ember,
yang harus hal yang harus operation tali, selang,
dilaksanakan dilaksanakan sangat penting nozzle, sekop,
dalam persiapan dalam pada saat karung, drum
pemuatan batu bara persiapan pemuatan dll) dan alat
yaitu persiapan pemuatan batu berlangsung, keselamatan
stowage plan, bara yaitu: data-data yang (masker,
ruang muat yaitu persiapan terdapat dalam sarung tangan,
mempersiapkan stowage plan, dokumen helm, pakaian
ruang muat dengan ruang muat tersebut kerja, safety
cara membersihkan yaitu sebagai control belt, safety
palka, persiapan mempersiapka untuk shoes, dan lain-
peralatan bongkar n ruang muat memudahkan lain).
muat, lalu dengan cara perwira jaga Setelah
penyandaran membersihkan dalam perlengkapan
floating crane di palka, penanganan dan personil
kapal, kemudian persiapan muatan. siap maka
pengorganisasian peralatan 2) Persiapan proses
yaitu dengan bongkar muat, Palka/Hold cleaning
meberikan lalu Dalam
dilaksanakan.
informasi kepada penyandaran mempersiapka Langkah
setiap crew deck floating crane n ruang muat, pertama adalah
yang diberikan di kapal, palka-palka mengumpulkan
oleh mualim I kemudian yang akan semua sisa
tentang tugas pengorganisasi dimuati muatan yang
masing-masing an yaitu terlebih dahulu besar dengan
crew dalam proses dengan dibersihkan menggunakan
pemuatan, namun memberikan atau lebih sapu dan
terkadang masih informasi dikenal dengan sekop,
banyak hal yang kepada setiap nama cleaning. kemudian
tidak sesuai dengan crew deck yang Hal ini seluruh palka
prosedur yang diberikan oleh biasanya di semprot
benar sehingga mualim I dilakukan di menggunakan
pelaksanaan tentang tugas laut, untuk air laut dengan
pemuatan tidak masing-masing menghindari tekanan tinggi,
optimal ” crew dalam pencemaran. sehingga
Pelaksanaan proses Sebelum menjangkau
persiapan di kapal pemuatan. proses seluruh bagian
sangat Pelaksanaan cleaning palka, sambil
mempengaruhi persiapan di dilaksanakan, got dipompa
dalam kelancaran kapal sangat perlu dilakukan keluar. Got-got

8
dalam palka b. Persiapan berputa e
dibersihkan Alat Bongkar r) agar ho
sampai bersih Muat bisa us
dan kering, Menurut Istopo bergera e
saringan got (1993;17) Alat- k kekiri ata
juga harus alat yang dan u
diperhatikan tersedia kekana ru
agar digunakan n 360°. m
dibersihkan untuk b) B ah
juga agar menyelenggara oo cr
nantinya tidak kan kegiatan m an
mengganggu bongkar muat: ya e
proses 1) Floating itu ad
pembuangan Crane ba ala
Adalah alat ta
got, agar h
bongkar ng
kering bagian te
muat yang pe
got harus dilap m
dirancang m
dengan pa
khusus di ua
manggunakan t
atas t
majun sampai un
tongkang dan ya
kering. tu
Kemudian dapat dapat ng k
biarkan tutup bergerak dil m
palka terbuka dengan en en
sampai palka menggunaka gk go
benar-benar n baling- ap ntr
kering. Setelah baling sendiri i ol
kering baru ataupun de da
palka dan ditarik, dan ng ri
manhole dikombinasik an pa
ditutup an dengan hy da
kembali, hal itu menggunaka dr cr
artinya palka n penggaruk au an
sudah siap (grab bucket) lic e
untuk dimuati. untuk un ter
mengambil tu se
muatan dari k bu
tongkang ke m t
kapal. en di
Floating
ga m
Crane terdiri
ng an
dari beberapa
ka a
bagian antara
t op
lain :
ke er
a) Tiang
ata at
crane
s or
yang
da se
dilengk
Palka n ba
api
Setelah ke ga
dengan
Cleannin ba i
relcran
g wa pe
e (gigi
h. ng
roda
c) Cr op
yang
an er
9
asi h ge gr
ny te ra ab
a. m k ad
d) Ke pa ata ala
re t u h
k un wi ala
m tu nc t
ua k h un
t m ad tu
ata eli ala k
u lit h m
ca ny pe en
rg a ng ga
o wi ge m
bl re. ra bil
oc f) Wi k m
k re ut ua
ad ad a ta
ala ala m n
h h a de
jal ka da ng
ur wa ri an
wi t set m
re se ia en
un ba p gg
tu ga ge ar
k i ra uk
be pe ka da
rg ne n n
er ru ya m
ak s ng en
ya da ad cu
ng ri a, ra
be ge se hk
ra ra pe an
da ka rti ke
di n m da
uj ya en la
un ng ai m
g di k pa
ba ha tur lk
ta sil un a.
ng ka ka i) A
pe n n ko
m ol gr m
ua eh ab od
t. wi . asi
e) Wi nc h) Pe ya
re h. ng itu
dr g) M ga te
u ot ru m
m or k pa
ad pe ata t
ala ng u pa
10
ra e, an ke
aw ak muatan dalam
ak o yang palka
flo m ada di ketika
ati od dalam muatan
ng asi palka sudah
cr da agar siap
an n ruang untuk
e lai muat trimmin
un n- dapat g.
tu lai digunak Trimmin
k n. an g adalah
tin 2) Loader/ secara penyetar
gg Unloade optimal. aan
al. r 3) Sling permuka
j) To Vehicle Baja an
ng Adalah Digunak muatan,
ka kendara an untuk dengan
ng an yang mengan kata lain
ya di pakai gkat bahwa
itu dalam loader/u trimmin
se pemuata nloader g di sini
bu n curah vehicle adalah
ah batu (kendara membua
ba bara an yang t
ng yang di pakai permuka
un berfungs dalam an
an i proses muatan
ya mengum muat batu
ng pulkan curah bara
be muatan batu menjadi
rfu yang bara rata.
ng bersebar yang
si an yang berfungs
se ada di i c. Pengorganisas
ba dalam mengum ian
pulkan Berdasarkan
ga tongkan
muatan hasil
i g
yang pengamatan
te sehingga
bersebar penulis selama
m muatan
an yang mengadakan
pa dapat
ada di penelitian,
t terjangk
dalam sebelum
un au oleh
tongkan pelaksanaan
tu crane
g pemuatan
k untuk di
sehingga harus diadakan
m muat ke
muatan pengorganisasi
ele kapal.
dapat an tentang
ta Dan
terjangk pembagian
kk kendara
au oleh kerja/ division
an an ini
crane of work beserta
ny juga
untuk di job description
a berfungs
muat ke pada setiap
cr i untuk
kapal) crew kapal
an meratak
11
yang baik dan muatan curah menga dan
benar untuk di kapal. wasi selesai
memperlancar Selama keama kerja.
proses pemuatan atau nan 9) Memb
pemuatan. pembongkaran muatan uat
Mualim I tugas masing- dari laporan
membuat masing mualim cuaca kerusa
stowage plan jaga adalah: buruk, kan
dan cargo 1) Mengk hujan, muatan
control oordini kebaka yang
operation r ran dan dimuat
kemudian bawaha pencuri kedala
diletakkan di nnya an. m
ruangan dalam 6) Mengat kapal
mualim I pemba ur dan yang
sebelum gian menjag diluar
pelaksanaan tugas a tanggu
pemuatan jaga, stabilit ng
mualim I pemuat as jawab
mengadakan an atau kapal kapal.
meeting pembo dengan d. Persiapan
dengan ngkara cara Penyandaran
nahkoda, n. mengat Floating
2) Mencat ur
perwira jaga Crane
at sarat kedudu Di pelabuhan
(mualim II dan
muka kan muat, muatan
mualim III),
belaka muatan diangkut
agent on
ng sedemi dengan
board, foreman
sebelu kian menggunakan
dan abk, yang
m dan rupa tongkang yang
dipimpin oleh
sesuda sehing ditarik dengan
mualim I.
h muat ga tug boat.
Dalam meeting
bongka kapal Pemuatan
mualim I
r. aman. batubara di
menjelaskan
3) Mencat 7) Mengu
tentang tugas- stockpile
at sahaka
tugas perwira (tempat
jumlah n agar
jaga, anak buah penambangan)
air kapal
kapal, saat menggunakan
tawar tetap
pemuatan conveyor,
yang dalam
berlangsung, sebelumnya
ada kedudu
kemudian sebuah floating
dikapal kan
mualim I crane sudah
. terikat
menjelaskan disandarkan di
4) Mengat
tentang baik di lambung kapal
ur,
rencana dermag kemudian
menga
pemuatan. a. batubara
wasi 8) Mencat
pengorganisasi tersebut
keama at jam
an yang baik disandarkan di
nan buruh
dan benar lambung
kapal mulai
sangat floating crane
secara naik
berperan dan dimuat
umum. kekapa
penting dalam 5) Menjag kekapal
proses l, mulai menggunakan
a,
pemuatan bekerja grabs floating
12
crane yang benturan antara Untuk memperjelas pengawasan
berkapasitas 25 floating crane hasil penelitian selama proses
ton. dengan yang akan di pemuatan.”
Berdasarkan lambung kapal, bahas, penulis telah Agar penataan
pengamatan seperti fender. melaksanakan muatan dapat
penulis selama wawancara dengan berjalan dengan
mengadakan Dalam setiap mualim I, tentang optimal, maka hal
penelitian proses apa saja yang bisa pertama yang harus
bahwa sebelum penyandaran membuat penataan diperhatikan adalah
melaksanakan floating crane ke muatan batu bara bagaimana
proses kapal, mualim jaga dengan persiapan untuk
pemuatan harus mengawasi menggunakan memuat muatan
batubara dari dengan sungguh- floating crane di kemudian setelah
tongkang, sungguh, karena kapal MV. Aeolian itu melakukan
floating crane dia bertanggung Breeze berjalan draft survey serta
yang ditarik jawab apabila ada optimal. Berikut membuat
oleh tug boat kejadian seperti jawaban kesepakatan antara
atau kapal benturan floating narasumber floating crane dan
tunda, harus crane dengan mengenai kapal tentang
disandarkan lambung kapal atau pertanyaan penulis. stowage plan yang
terlebih dahulu terjadi kecelakaan “Agar penataan sudah dibuat oleh
ke kapal, lainnya, untuk itu muatan dapat Mualim I, lalu
dalam proses mualim jaga berjalan dengan setelah dilakukan
penyandaran menempatkan satu optimal, maka hal kesepakatan
tongkang orang AB (Able pertama yang harus tentang stowage
tersebut selalu Seaman) untuk diperhatikan adalah plan maka palka-
dipandu oleh mengawasi, bagaimana palka dapat dibuka
foreman tetapi sedangkan mualim persiapan untuk dan siap untuk
foreman jaga mengikuti memuat muatan, dimuati sesuai
tersebut tidak foreman dalam kemudian setelah dengan stowage
berada di memandu itu melakukan plan, setelah itu
dalam tug boat. sandarnya floating draft survey serta laksakan
Foreman crane. membuat deballasting,
tersebut kesepakatan antara melaksanakan
merangkap floating trimming,
jabatan sebagai crane dan kapal kemudian lakukan
Port Captain tentang stowage pengawasan
yang memandu plan yang sudah selama proses
tug boat dari dibuat oleh mualim pemuatan.
atas kapal, I, lalu setelah
dengan dilakukan
menggunakan kesepakatan
alat tentang stowage
komunikasi Penyandaran plan maka palka-
handy talky Floating Crane palka dapat dibuka
ataupun radio dan siap untuk
2. Bagaimanakah dimuati sesuai
VHF. Sebelum
mengoptimalkan dengan stowage
floating crane
pemuatan batu plan, setelah itu
disandarkan
bara di kapal MV. laksakan
harus sudah Pelaksanaan
Aeolian Breeze deballasting,
disiapkan alat- pemuatan batu bara
dengan melaksanakan
alat untuk dengan menggunakan
menggunakan trimming,
menghindari floating crane
floating crane? kemudian lakukan
terjadinya
13
Pelaksanaan muat, dan (Hydrostatic dapat dibuka
memuat batu bara memastikan Table, seluruhnya
di kapal MV. bahwa Sounding untuk mulai
Aeolian Breeze seluruh Table dll). dimuati batu
dilaksanakan oleh perlengkapan Kegiatan ini bara oleh
pihak floating yang dilakukan floating
crane dengan dibutuhkan bersama crane sesuai
memindahkan tersedia dan dengan dengan
muatan batu bara bekerja surveyor stowage plan
dari tongkang ke dengan baik. muatan dan yang sudah
dalam palka kapal Semua dilaksanakan di sepakati
sesuai dengan persiapan pada saat bersama agar
stowage plan untuk awal sebelum pemuatan
(rencana muat) memuat memuat dan dapat
yang dibuat oleh harus sesudah berjalan
mualim I. dilakukan selesai sesuai
pemuatan dengan baik memuat. dengan
dilaksanakan oleh agar pentaan 3. Melakukan perhitungan.
pihak floating muatan dapat kesepakatan
crane sehingga optimal. dengan 5. Pengawasan
2. Draft survey floating Saat
pihak kapal harus
Draft survey crane tentang pemuatan
selalu
merupakan stowage dimulai
memperhatikan
kegiatan plan. pengawasan
proses penataan
yang Setelah harus
muatan agar dapat
dilakukan floating dilakukan
berjalan dengan
untuk crane dengan baik
lancar dan optimal.
melakukan disandarkan oleh perwira
pengukuran di lambung jaga, adapun
Adapun penjelasan
atau kapal, maka tanggung
dari hasil observasi
penghitungan nahkoda atau jawab
yang penulis
berat atau foreman dari sebagai
lakukan adalah
tonnage floating perwira yaitu
sebagai berikut :
barang atau crane datang memantau
muatan di ke kapal proses
1. Persiapan untuk pemuatan
atas kapal
sebelum menyepakati agar seuai
berdasarkan
memuatan stowage plan dengan
Hukum
Persiapan
Archimedes yang sudah stowage
yang
atau dibuat oleh plan,
dilakukan
berdasarkan mualim I. melaporkan
oleh mualim 4. Membuka
volume air apabila
I sebelum palka-palka
yang mendapat
memuat yaitu Setelah
terdesak oleh kerusakan,
seperti stowage plan
kapal dengan tetap
menyiapkan yang ada
membaca mengawasi
stowage telah
draught mark kondisi kapal
plane, disepakati
yang ada di selama
menyiapkan bersama
lambung memuat agar
perlatan antara pihak
kapal dan sesuai
bongkar floating
data data dengan yang
muat dan crane dan
pendukung diinginkan,
mempersiapk kapal, maka
yang ada di komunikasi
an ruang palka-palka
kapal. yang baik

14
dengan muatan, masih basahnya oleh kurangnya
floating dengan kata palka kapal kompetensi serta
crane, lain bahwa yang pengetahuan crew
mengawasi trimming di mengakibatkan kapal selain itu peran
waktu kerja sini adalah penundaan mualim I dan perwira
floating membuat inspeksi palka lainnya dalam
crane agar permukaan oleh surveyor memberikan arahan
sesuai muatan batu dan chief officer serta pembagian
dengan yang bara menjadi sebagai tanda tugas dalam kegiatan
diharapkan. rata yaitu kesiapan kapal pemuatan kapal
6. Deballasting dengan untuk kegiatan masih kurang.
saat menggunaka pemuatan, Sehingga penulis
pemuatan n selain itu tekankan pada
batu bara buldozer/loa persiapan kompetensi serta
Deballasting der vehicle penyandaran pemahaman crew
adalah (kendaraan dan proses kapal tentang tugas
kegiatan yang pemuatan yang masing-masing dan
membuang digunakan memerlukan penanganan muatan
air ballast dalam koordinasi yang benar yang
yang ada di bongkar antara pihak didapatkan dari hasil
kapal. muat untuk kapal dan pihak meeting bersama
Deballasting mengumpulk floating crane mualim I sebelum
dilakukan an muatan masih kurang kegiatan pemuatan
pada waktu dan yang dilaksanakan.
pemuatan meratakan mengakibatkan 3. Kurangnya
dan muatan proses pemuatan koordinasi antara
urutannya dalam palka). batu bara pihak kapal dengan
disusun terhambat. pihak floating
untuk A. ANALISIS DATA Namun pada crane.
menjaga 1. Kurangnya Kurangnya
skripsi ini
kapal dalam persiapan koordinasi antara
penulis
batas draft, pemuatan batu pihak kapal dengan
tekankan pada
trim, bara pihak floating crane
prosedur
tegangan dan menggunakan dapat dilihat selama
persiapan kapal
stabilitas floating crane. persiapan
untuk memuat
yang diminta. Berdasarkan penyandaran floating
batu bara
Deballasting pengamatan crane dan proses
menggunakan
harus penulis di pemuatan batu bara
floating crane.
dilakukan lapangan pada ke kapal, kurangnya
2. Kurangnya
sesuai saat bertugas koordinasi ini
pemahaman crew
dengan sebagai agent ditandai dengan
kapal tentang tugas
rencana yang on board untuk berbagai hal seperti
serta persiapan dan
telah dibuat pemuatan batu pada saat
penanganan
untuk bara masih penyandaran floating
muatan yang benar.
mendapatkan banyak Kurangnya crane ke kapal
hasil yang ditemukan pemahaman crew sebelum kegiatan
sesuai ketidaksiapan kapal tentang tugas pemuatan dimulai,
kapal untuk
dengan serta persiapan dan yaitu lamanya proses
memuat batu
perhitungan. penanganan muatan penyandaran floating
7. Trimming bara
yang benar tentang crane karena
Trimming menggunakan
penyandaran dan kurangnya
adalah floating crane
proses pemuatan koordinasi anatara
penyetaraan dalam berbagai
maupun penanganan crew kapal dengan
permukaan hal seperti
muatan disebabkan crew floating crane

15
untuk pengambilan oleh buruh maupun 1. Kurangnya Yaitu dengan
mooring line crew kapal yang di persiapan memberikan
menggunakan awasi langsung oleh pemuatan batu informasi
passenger line untuk foreman dan mualim bara kepada setiap
menarik wire inti I. Selain itu selama menggunakan crew deck yang
yang nantinya proses penyandaran, floating crane. diberikan oleh
diikatkan pada pemuatan dan Kurangnya mualim I
boulder kapal. trimming terkadang persiapan tentang tugas
Sedangkan dalam masih terjadi miss pemuatan di atas masing-masing
proses pemuatan komunikasi yang kapal merupakan crew dalam
ditandai dengan disebabkan oleh salah satu persiapan dan
adanya kemiringan kurangnya perangkat penyebab selama
kapal karena komunikasi VHF terjadinya kegiatan
pemuatan yang tidak atau HT yang pemuatan yang pemuatan
sesuai dengan seharusnya selalu ada tidak optimal. berlangsung.
loading sequence pada crew kapal Alternatif yang 2. Kurangnya
dan arahan foreman ataupun dari pihak dilakukan untuk pemahaman crew
maupun chief officer. floating crane, mengatasi kapal tentang
Selain itu saat keterbatasan alat permasalahan ini tugas serta
pemuatan sudah komunikasi ataupun adalah : persiapan dan
selesai dilaksanakan habisnya baterai HT a. Dengan penanganan
maka tibalah waktu menjadi penyebab melakukan muatan yang
trimming untuk hilangnya persiapan benar.
pemerataan muatan komunikasi yang pemuatan Kurangnya
di dalam palka agar dibutuhkan untuk sesuai prosedur pemahanman crew
stabilitas kapal tidak koordinasi dalam dan standar kapal tentang tugas
terganggu pada saat setiap tahap yang telah serta persiapan dan
perjalanan menuju pemuatan batu bara ditetapkan. penanganan
port of discharge Persiapan muatan yang benar
menggunakan
yang disebabkan pemuatan merupakan salah
floating crane.
oleh runtuhnya dipimpin oleh satu penyebab
muatan akibat B. ALTERNATIF mualim I dari terjadinya
goyangnya kapal PEMECAHAN persiapan pemuatan yang
yang diterjang MASALAH stowage plan, tidak optimal.
ombak selama Dari permasalahn– ruang muat Alternatif yang
perjalanan karena permasalahan yang yaitu dilakukan untuk
adanya broken terjadi pada pemuatan mempersiapka menangani
stowage yang ada di batu bara menggunakan n ruang muat permasalahan ini
dalam palka akibat floating crane maka dengan cara adalah dengan
trimming yang tidak perlu dipecahkan membersihkan peran mualaim I
maksimal. Hal ini bagaimana cara palka, sebagai pemimpin
juga merupakam penanggulangan agar memastikan yang bertanggung
suatu bentuk masalah tersebut tidak palka dalam jawab terhadap
kurangnya terjadi sehingga keadaan pemuatan di atas
koordinasi antara pemuatan batu bara kering, kapal yaitu dengan
pihak kapal dengan menjadi optimal. Oleh persiapan memberikan
pihak floating crane karena itu diperlukan peralatan pelatihan untuk
karena munculnya suatu alternatif bongkar muat, penyandaran
broken stowage yang pemecahan masalah lalu persiapan floating crane,
disebabkan oleh yang berhubungan penyandaran memberikan
trimming batu bara dengan permasalahan floating crane arahan dan
yang tidak merata yang terjadi, di kapal. penjelasan tentang
diantaranya : b. Pengorganisasi division of work
pada palka kapal,
an dan job description
trimming dilakukan
16
masing–masing dan selama itu permasalahan mengarahkan
crew deck tentang kegiatan pemuatan yang muncul buruh atau crew
pemuatan serta berlangsung. akibat kurangnya kapal yang
penanganan Koordinasi koordinasi adalah mengoperasikan
muatan. Selain itu sebelum lamanya waktu vehicle
mualim I harus dilaksanakannya penyandaran loader/buldozer di
selalu melakukan kegiatan pemuatan floating crane dan dalam palka
controlling dengan yaitu meeting yang trimming muatan sedangkan mualim
memonitor dipimpin mualim I di dalam palka I memonitor
terhadap kegiatan bersama crew tidak maksimal stabilitas kapal di
pemuatan di atas kapal, agent, dan ditandai dengan ship office melalui
kapal. Dengan foreman sebagai miringnya kapal. alat pemantau
alternatif tersebut perwakilan dari Untuk stabilitas kapal.
crew deck akan floating crane dan menanggulangi
lebih mengerti pihak PBM. lamanya C. EVALUASI
mengenai tugas Sedangkan penyandaran TERHADAP
dan tanggung koordinasi yang floating crane yang ALTERNATIF
jawab masing- dilakukan selama dapat menghambat PEMECAHAN
masing pada saat kegiatan pemuatan kegiatan pemuatan MASLAH
Dari beberapa alternatif
persiapan maupun yaitu komunikasi batu bara adalah
pemecahan maslah yang
selama pemuatan secara langsung dengan melakukan
telah dikemukakan,
batu bara atau tidak langsung koordinasi tentang
maka penulis
berlangsung di atas dengan peralatan yang
mengadakan evaluasi
kapal ditunjang manggunakan dibutuhkan untuk
pemecahan masalah
dengan radio VHF atau HT penyandaran
yang ada sehingga
pengetahuan antara mualim I floating crane serta
mendapatkan solusi
tentang dan foreman serta kesepakatan disisi
yang terbaik sebagai
penanganan agent on board mana floating
jalan keluar untuk
mautan yang benar. untuk pemantauan crane akan
3. Kurangnya mengatasi permasalahan
dan controlling disandarakan.
koordinasi antara yang ada. Adapun
agar pemuatan Sedangkan
pihak kapal evaluasi sebagai berikut
berlangsung alternatif untuk
dengan pihak :
dengan lancar. mencegah tidak
1. Kurangnya
floating crane. Miss komunikasi meratanya
Kurangnya persiapan
yang kadang trimming atau
koordinasi antara pemuatan batu
terjadi disebabkan penataan mauatan
pihak kapal dengan bara
oleh tidak stanby- di dalam palka
pihak floating menggunakan
nya radio VHF ketika kegiatan
crane merupakan floating crane.
atau HT yang pemuatan maupun Evaluasi untuk
salah satu harusnya dipegang setelah kegiatan mengatasi
penyebab masing-masing pemuatan selesai kurangnya
terjadinya pihak yang sedang adalah dengan persiapan
pemuatan yang bekerja di atas memastikan pemuatan batu bara
tidak optimal. kapal karena adanya vehicle menggunakan
Alternatif yang habisnya baterai. loader/buldozer floating crane ada
dilakukan untuk Untuk untuk 2 cara yaitu :
menangani permasalahan ini memindahkan dan a. Dengan
permasalahan ini alternatifnya meratakan muatan melakukan
yaitu dengan adalah dari satu sisi ke sisi persiapan
melakukan menyediakan lain di dalam palka pemuatan
koordinasi yang baterai cadangan guna menciptakan sesuai prosedur
baik sebelum agar HT selalu stabilitas kapal, dan standar
dilaksanakannya standby untuk alat disini foreman
kegiatan pemuatan komunikasi. Selain berperan untuk
17
yang telah kerja/divis layar stabilitas
ditetapkan. ion of selama di kapal.
1) Kelebihan work oleh laut. 3. Kurangnya
: mualim I. b. Controlling koordinasi antara
Crew 2. Kurangnya mualim I pihak kapal
kapal pemahaman crew terhadap crew dengan pihak
akan kapal tentang kapal floating crane.
memaham tugas serta 1) Kelebihan Evaluasi untuk
i prosedur persiapan dan : mengatasi
persiapan penanganan Kerja kurangnya
yang muatan yang awak koordinasi antara
benar. benar. kapal pihak kapal dengan
2) Kekurang Evaluasi untuk pada saat pihak floating
an : mengatasi kegiatan crane
Pelaksana kurangnya pemuatan menggunakan 3
an di pemahaman crew lebih cara yaitu :
lapangan kapal tentang tugas terkontrol a. Koordinasi
harus serta persiapan dan sehingga sebelum
selalu penanganan menunjan dilaksanakanny
dipantau muatan yang benar g kinerja a kegiatan
oleh menggunakan 2 yang baik pemuatan
mualim I. cara yaitu : dalam melalui
b. Pengorganisasi a. Memberikan pengoptim meeting.
an pelatihan untuk alan 1) Kelebihan
1) Kelebihan :
penyandaran pematan
: Terjadi
floating crane batu bara.
Setiap kesepatak
1) Kelebihan
crew an awal
:
kapal Crew 2) Kekuaran sehingga
dapat kapal gan : tidak ada
memaham memaham Mualim I miss
i tugas i prosedur tidak bisa komunika
masing- penyandar standby si tentang
masing an untuk kegiatan
selama floating mengontr pemuatan.
persiapan crane ol awak 2) Kekurang
dan ketika yang kapal an :
kegiatan benar. yang Tidak
pemuatan 2) Kekurang bekerja di semua
batu bara an : atas kapal pihak
berlangsu Terbatasn karena dapat
ng. ya waktu mualim I hadir pada
2) Kekurang untuk juga harus saat
an : memberik melakuka meeting
Tidak an n sebelum
setiap pelatihan pekerjaan kegiatan
crew penyandar lain di pemuatan
kapal an ship office batubara
menerapk dikarenak dalam dimulai,
an apa an pemantau seperti
yang telah kegiatan an yang di foreman
dijelaskan pemuatan muat ke sebagai
dalam yang kapal juru muat
pembagia padat dan serta dan
n masa koordinat
18
or PBM foreman dengan observasi dan telah dianalisis untuk
yang kepada buruh hasil wawancara dari menyelesaikan
masih atau crew kapal Mualim I dan permaslahan tersebut.
berada di yang narasumber lain yang
luar kapal melaksanakan penulis dapatkan selama a) Persiapan
besar pada trimming di kapal. kapal sebelum
saat menggunakan kegiatan
meeting vehicle Permasalahan tersebut pemuatan batu
dilaksanak loader/buldoze diantaranya adalah : bara
an. r di dalam Sebelum kapal
b. Koordinasi palka 1. Kurangnya melakukan
yang dilakukan 1) Kelebihan persiapan pemuatan batu
selama : pemuatan batu bara dengan
kegiatan Trimming bara menggunakan
pemuatan muatan menggunakan floating crane
menggunakan dilaksanak floating crane. maka persiapan
HT an dengan 2. Kurangnya
sebelum
1) Kelebihan baik yang pemahaman
memuat sangat
: berdampa crew kapal
penting agar
Terjadi k pada tentang tugas
penataan
komunika stabilnya serta persiapan
muatan dapat
si yang stabilitas dan penanganan
berjalan
baik kapal. muatan yang
optimal dan
dalam benar.
3. Kurangnya sesuai dengan
rangka 2) Kekurang
koordinasi pokok-pokok
koordinasi an :
Vehicle antara pihak penataan
selama
loader/bul kapal dengan muatan. Oleh
kegiatan
dozer pihak floating karena itu
pemuatan
terkadang crane. setiap kegiatan
berlangsu
rusak atau persiapan
ng melalui
mengalam memuat harus
adanya Akibat yang
i dilaksanakan
HT ditimbulkan dari
gangguan dengan baik,
sebagai beberapa masalah di
teknis. seperti halnya
sarana atas adalah pemuatan
dalam
komunika batu bara yang
D. PEMECAHAN mempersiapka
si. terhambat dan tidak
MASALAH n ruang muat,
2) Kekurang optimal. Penulis telah
stowage plane,
an : melakukan
Untuk memperjelas pengorganisasi
Tidak pengambilan data
hasil penelitian yang an, alat-alat
semua HT melalui observasi dan
akan dibahas, penulis bongkar muat
memiliki wawancara seacara
akan menguraikan serta persiapan
cadangan langsung selama
tentang bagaimana penyandaran
baterai kegiatan pemuatan
persiapan sebelum floating crane.
untuk dilaksanakan lalu data
memuat dan Persiapan di
selalu yang diperoleh telah
pelaksanaan pemuatan atas kapal
standby direduksi atau
batu bara dengan merupakan
selama disederhanakan dengan
menggunakan floating faktor yang
proses rangkuman inti dari
crane yang benar di sangat
pemuatan data yang didapatkan
kapal serta menjelaskan menunjang
berlangsu penulis. Berikut uraian
bagaimana menangani kelancaran dan
ng. penulis tentang hasil
c. Pemantauan masalah disaat optimalnya
persiapan sebelum penelitian dan
dan arahan kegiatan
memuat berdasarkan pengolahan data yang
pemuatan batu
19
bara dengan 2.) Persiapan namun kapal.
menggunakan ruang muat apabila Masalah ini
floating crane. Adapun terdapat sangat tidak
Maka penulis masalah genangan sesuai
sajikan yang di dasar dengan
prosedur penulis palka maka pokok-
persiapan temukan di tindakan pokok
pemuatan atas kapal yang harus pemuatan
batau bara dari pada saat diambil yaitu
pihak kapal mempersia adalah melindungi
untuk pan ruang dengan kapal.
pemuatan batu muat untuk membuka Untuk
bara dengan pemuatan saluran got mengatasi
floating crane batu bara palka agar hal tersebut
sebagai berikut yaitu palka- air dapat maka
: palka yang mengalir ke diperlukan
1.) Membuat basah. Ini saluran trim pada
Stowage disebabkan pembuanga palka yang
Plan oleh sisa n. diindikasik
Sebelum pembersiha 3.) Persiapan an terjadi
melaksanak n palka alat broken
an sebelum bongkar stowage
pemuatan melakukan muat dengan
stowage kegiatan Masalah menempatk
plan pemuatan. yang an buldozer
merupakan Berdasarka penulis lalu
persiapan n observasi dapatkan dioperasika
yang sangat dilapangan pada tahap n untuk
penting. penulis persiapan pemerataan
Stowage mengalami alat muatan
plan adalah sendiri bongkar oleh buruh
sebuah keadaan muat atau crew
gambaran ini, adapun adalah kapal yang
informasi cara untuk terbatasnya di kontrol
mengenai menyelesai alat untuk oleh
rencana kan trimming foreman
pengaturan masalah muatan di secara
atau tersebut kapal yang langsung
penataan yaitu seharusnya dan chief
muatan dengan disiapkan officer di
diatas kapal membuka oleh pihak ship office
yang mana tutup palka floating lewat alat
gambar agar sisa crane. pemantau
tersebut keringat Sehingga stabiltas
menunjukk palka pada saat kapal
an dari berupa uap pemuatan hingga
letak-letak air yang terkadang jarum
muatan, menempel terjadi menunjuk
jumlah pada kemiringan pada titik
muatan dan dinding sebesar 1- nol yang
berat palka dapat 2° pada berarti
muatan menguap lambung kapal
yang ada. oleh sinar kanan dalam
matahari, ataupun kiri

20
keadaan muatan mengontrol yang
stabil. yang di kegiatan nantinya
4.) Pegorganis muat oleh penyandara diikatkan
asian floating n floating pada
Pengorgani crane pada crane untuk boulder
sasian satu sisi mencegah kapal. Pada
dalam palka yang terjadi saat
persiapan mengakibat kerusakan penyandara
pemuatan kan pada n FC. Asia
diatas kapal stabilitas lambung Bella ke
dibuat oleh kapal kapal MV.Aeolia
mualim I terganggu akibat n Breeze
dengan yang benturan ini
mengadaka mengakibat dari memakan
n meeting kan kapal floating waktu
sebelumnya menjadi crane. selama
dan miring Permasalah lebih dari 2
diberikan sekian an yang jam yang
penjelasan derajad ke terjadi pada idealnya
tentang arah sisi saat hanya 1
tanggung kanan atau penyandara jam saja
jawab dari kiri akibat n floating dikarenaka
masing- koordinasi crane ke n
masing yang kapal kurangnya
crew yang kurang sebelum koordinasi,
bertugas di antara kegiatan keterampila
deck pada pihak kapal pemuatan n crew
saat dan dimulai, kapal
sebelum floating yaitu dalam
proses crane. lamanya penyandara
pemuatan 5.) Persiapan proses n floating
berlangsun penyandara crane dan
penyandara
g. n floating pengawasa
n floating
Permasalah crane n yang
crane
an yang Sebelum karena kurang dari
penulis floating kurangnya Mualim I.
temukan crane koordinasi Untuk
adalah sandar anatara mengatasi
terkadang dikapal crew kapal maslah ini
terjadi miss yang harus dengan dalam
komunikasi dipersiapka crew proses
antara n adalah floating penyandara
pihak kapal menghidup crane untuk n seorang
dengan kan mesin pengambila Mualim I
pihak windlass, n mooring atau Chief
floating lalu line sebagai Officer
crane yang mempersia tali harus selalu
ditandai pkan tali buangan mengontrol
dengan buangan, menggunak semua
kemiringan dan fender an proses
kapal yang kemudian passenger mulai dari
disebabkan mualim line untuk persiapan,
oleh jaga harus menarik kegiatan
banyaknya selalu wire inti pemuatan
21
hingga dan ruangan bawahanny
selesainya penanganan mualim I a dalam
pemuatan muatan yang sebelum pembagian
batu bara di benar tentang pelaksanaan tugas jaga,
ats kapal penyandaran pemuatan pemuatan
sebagai dan proses mualim I atau
controller pemuatan mengadakan pembongka
yang lebih maupun meeting ran.
berpengala penanganan dengan 2) Mencatat
man dalam muatan nahkoda, sarat muka
penanganan disebabkan perwira jaga belakang
masalah oleh kurangnya (mualim II dan sebelum
pemuatan kompetensi mualim III), dan
batu bara di serta agent on sesudah
atas kapal. pengetahuan board, foreman muat
Selain itu crew kapal. sebagai bongkar.
dengan Peran mualim I perwakilan 3) Mencatat
memberika dan perwira PBM dan crew jumlah air
n arahan lainnya dalam kapal, yang tawar yang
kepada memberikan dipimpin oleh ada
crew kapal arahan dan mualim I. dikapal.
4) Mengatur,
secara teori controlling Dalam meeting
mengawasi
dan praktik dalam kegiatan mualim I
keamanan
dapat pemuatan menjelaskan
kapal
meningkatk sangatlah tentang tugas-
secara
an penting dalam tugas perwira
umum.
kompetensi menunjang jaga, anak buah
5) Menjaga,
crew kapal kinerja awak kapal, saat
mengawasi
khususnya kapal. pemuatan
keamanan
dalam Sebelum berlangsung,
muatan
persiapan pelaksanaan kemudian
dari cuaca
pemuatan pemuatan mualim I
buruk,
perihal harus diadakan menjelaskan
hujan,
penyandara pengorganisasi tentang
kebakaran
n floating an tentang rencana
dan
crane. pembagian pemuatan.
pencurian.
b) Pemahaman kerja/ division Pengorganisasi
6) Mengatur
crew tentang of work beserta an yang baik
dan
tugas serta job description dan benar
menjaga
tugas dan pada setiap sangat
stabilitas
penanganan crew kapal berperan
kapal
muatan yang yang baik dan penting dalam
dengan
benar. benar untuk proses
cara
Berdasarkan memperlancar pemuatan
mengatur
hasil proses muatan curah
kedudukan
pengamatan pemuatan. di kapal.
muatan
penulis selama Mualim I Selama
sedemikian
mengadakan membuat pemuatan atau
rupa
penelitian, stowage plan pembongkaran
kurangnya sehingga
dan cargo tugas masing-
pemahaman kapal
control masing mualim
crew kapal aman.
operation jaga adalah:
7) Mengusaha
tentang tugas kemudian 1) Mengkoord
kan agar
serta persiapan diletakkan di inir

22
kapal tetap jawab masing- dalam proses crane karena
dalam masing. pemuatan munculnya
kedudukan c) Koordinasi ditandai broken
terikat baik antara pihak dengan adanya stowage yang
di kapal dengan kemiringan disebabkan
dermaga. pihak floating kapal karena oleh trimming
8) Mencatat pemuatan yang batu bara yang
crane.
jam buruh Kurangnya tidak sesuai tidak merata
mulai naik koordinasi dengan loading pada palka
ke kapal, antara pihak sequence dan kapal,
mulai kapal dengan arahan trimming
bekerja dan pihak floating foreman dilakukan oleh
selesai crane dapat maupun chief buruh maupun
kerja. dilihat selama officer. crew kapal
9) Membuat Selain itu saat yang di awasi
persiapan
laporan pemuatan langsung oleh
penyandaran
kerusakan sudah selesai foreman dan
floating crane
muatan dilaksanakan mualim I.
dan proses
yang maka tibalah Selain itu
pemuatan batu
dimuat waktu selama proses
bara ke kapal,
kedalam trimming untuk penyandaran,
kurangnya
kapal yang pemerataan pemuatan dan
koordinasi ini
diluar muatan di trimming
ditandai
tanggung dalam palka terkadang
dengan
jawab agar stabilitas masih terjadi
berbagai hal
kapal. kapal tidak miss
seperti pada
Dengan adanya terganggu pada komunikasi
saat
pengorganisasi saat perjalanan yang
penyandaran
an yang di menuju port of disebabkan
floating crane
dalamnya discharge yang oleh kurangnya
ke kapal
terdapat disebabkan perangkat
sebelum
pembagian oleh runtuhnya komunikasi
kegiatan
kerja atau muatan akibat VHF atau HT
pemuatan
division of goyangnya yang
dimulai, yaitu
work dan job kapal yang seharusnya
lamanya proses
description diterjang selalu ada pada
penyandaran
masing-masing ombak selama crew kapal
floating crane
disertai dengan perjalanan ataupun dari
karena
arahan mualim karena adanya pihak floating
kurangnya
I penulis yakin broken crane,
koordinasi
bahwa kegiatan stowage yang keterbatasan
anatara crew
pemuatan akan ada di dalam alat
kapal dengan
berjalan palka akibat komunikasi
crew floating
dengan baik trimming yang ataupun
crane untuk
karena setiap tidak habisnya
pengambilan
orang yang maksimal. Hal baterai HT
mooring line
bekerja di atas ini juga menjadi
menggunakan
kapal pada saat merupakam penyebab
passenger line
kegiatan suatu bentuk hilangnya
untuk menarik
pemuatan kurangnya komunikasi
wire inti yang
paham akan koordinasi yang
nantinya
tugas dan antara pihak dibutuhkan
diikatkan pada
tanggung kapal dengan untuk
boulder kapal.
Sedangkan pihak floating koordinasi
23
dalam setiap PBM / floating IMO, 2001, BC CODE
tahap crane yang Consolidated 2001.
pemuatan batu akan
bara menunjang
Istopo, 1999, Kapal Dan
menggunakan koordinasi
Muatannya, Politeknik Ilmu
floating crane. yang baik
Pelayaran Semarang,
Untuk dalam kegiatan
Semarang.
mengatasi pemuatan batu
masalah bara. Istopo, 1997, Stabilitas
tersebut
Kapal Untuk Perwira
koordinasi Jadi secara keseluruhan
Pelayaran Kapal Niaga,
diperlukan atas berbagai
Yayasan Corps Alumni Ilmu
dimulai dari permasalah di atas cara
Pelayaran, Jakarta.
awal persiapan mengoptimalkan
penyandaran pemuatan batu bara Margono, S, 2003,
floating crane dengan menggunakan Metodologi Penelitian
hingga tiba floating crane di kapal Pendidikan, Rineke Cipta,
waktu MV. Aeolian Breeze Jakarta.
trimming palka adalah :
kapal setelah Martopo, Arso Dan
complete 1. Melakukan Soegianto, 2001,
loading. persiapan Penanganan Dan
Koordinasi ini permuatan sesuai Pengaturan Muatan,
berupa dengan prosedur. Politeknik Ilmu Pelayaran
komunikasi 2. Melakukan
Semarang, Semarang.
dan pengorganisasian
penyampaian sebelum dilakukan Moleong, Lexy J, 2004,
informasi kegiatan pemuatan. Metodelogi Penelitian
diantaranya 3. Melakukan
Kualitatif Edisi Revisi, PT
rencana muat, koordinasi antara
Remaja Rosdakarya,
loading pihak kapal dengan
Bandung.
sequence pihak floating
(rangkaian crane. Nasir, 1998, Metode
ururtan Penelitian, PT Raja Grafindo
pemuatan pada UGM, Yogayakarta.
palka kapal dan
pengaturan Riduan, 2003, Metodelogi
trimmming Pengumpulan Data
pada tiap Wawancaraan Dan
palka) dan Observasi, Alfabeta,
komunikasi DAFTAR PUSTAKA Bandung.
secara continue Fatoni, Abdurahmat, 1996, Singarimbun, Masri, 2002,
pada setiap Metodelogi Penelitian, PT Mendefinisikan Metodelogi
kegiatan Rineke Cipta, Jakarta Kualitatif, LP3ES, Jakarta.
pemuatan di
kapal dengan IACS, 1997, Bulk Carrier, Suryabrata, Sumadi, 2003,
didukung London. Metodelogi Penelitian, Raja
perangkat
Grafindo UGM, Yogyakarta.
komunikasi
Immer, Jhon R, 1984, Cargo
VHF atau HT Soegiyanto, 2004,
yang wajib Handling, Marine Education
Penanganan dan
dibawa setiap Textbook, Lousiana. Pengaturan Muatan,
crew kapal Politeknik Ilmu Pelayaran
ataupun pihak Semarang
24