Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN PADA TUMBUHAN


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Makalah
Guru : Kharitsatul Muawanah,S.Pd.

Oleh:
- Farhatul Aliyah
- Isma Wati

JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


MA NU PATROL
2019

1
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan izin-

Nya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah dengan judul struktur

dan fungsi tubuh tumbuhan tepat pada waktunya. Shalawat dan salam atas junjungan Nabi

Muhammad SAW sebagai rahmatan lilalamin yang telah mengantarkan umatnya dari jalan

kegelapan kejalan yang terang benderang.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan lapang dada penulis sangat mengharapakan kritikan

dan saran yang membangun demi menyempurnakan makalah ini.

Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan dan bantuan yang

diberikan semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.

Wassalam

Patrol – indramayu , juli 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL................................................................................................1

KATA PENGANTAR..............................................................................................2

DAFTAR ISI..........................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

A. LatarBelakang.................................................................................4

B. RumusanMasalah...........................................................................4

C. Tujuan.............................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN MATERI

A. Jaringan Maristem...........................................................................5

B. Jaringan Dewasa............................................................................ 7

C. Organ Pada Tumbuhan............................................................... 15

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...................................................................................23

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri.

Akan tetapi, pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, pembelahan sel

menjadi terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. Pada proses pembelahan,

sel-sel meristem akan tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai

macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan membelah diri. Jaringan

inilah jaringan dewasa.

B. Rumusan masalah

a. Apakah yang penyusun berbagai jaringan tumbuhan?

b. Bagaimana struktur pada berbagai jaringan tumbuhan?

c. Bagaimanakah fungsi jaringan tumbuhan ?

d. Bagaimanakah hubungan antara struktur atau ciri sel penyusun jaringan

dengan fungsinya pada tumbuhan ?

e. Bagaimanakah perbedaan jaringan pada batang dan daun?

C. Tujuan

a. Mengetahui berbagai macam jaringan tumbuhan

b. Mengidentifikasi stuktur berbagai jaringan pada tumbuhan

c. Mengetahui fungsi berbagai jaringan tumbuhan

d. Mengetahui struktur umum jaringan tumbuhan

e. Mengetahui perbedaan jaringan pada bagian batang dan daun


BAB I

PEMBAHASAN MATERI

Struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya terdiri atas organ

pokok yaitu akar, batang dan daun. Organ tersusun oleh beberapa jaringan, dan

jaringan disusun oleh beberapa sel yang mempunyai bentuk, struktur, serta fungsi

yang sama. Berdasarkan kemampuan sel membelah jaringan pada tumbuhan

dibedakan menjadi dua yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Setiap

jaringan memiliki struktur dan fungsi yang berbeda.

Apakahjaringan itu? Jaringan yaitu sekumpulan sel yang mempunyai bentuk,

fungsi, dan sifat-sifat yang sama.Jaringan-jaringan tersebut akan menyusun organ

tumbuhan yaitu organ akar, organ batang maupun daun.

A. JARINGAN MERISTEM

Jaringan meristem adalah jaringan pada tumbuhan yang selalu menhgalami

pembelahan diri secara terus menerus. Berdasarkan posisinya dalam tubuh

tumbuhann, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu:

 Meristem apikal, terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung

akar.

 Meristem interkalar, terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya meristem

pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku atau family rumput-rumputan.

 Meristem llateral,, terletak sejajar dengan permukaan organ tempat

ditemukannya. Contohnya adalah cambium dan cambium gabus (felogen)

Berdasarkan asal-usulnya, meristem dikelompokkan menjadi dua, yaitu:


a. Meristem primer, sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik

(contoh: meristem apikal). Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan

batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer

disebut pertumbuhan primer.

b. Meristem sekunder, sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa yang sudah

mengalami diferensiasi. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus.

Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.

Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga

batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan

Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Pertumbuhan kambium kearah luar akan

membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu. Pada masa

pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan

pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis

dibandingkan kayu.

Meristem
B. JARINGAN DEWASA

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. Sifat-

sifat jaringan dewasa antara lain:

a. Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri,

b. Mempunyai ukuran sel yang relatif besar dibandingkan sel-sel meristem,

c. Mempunyai vakuola besar, sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput

yang

d. menempel pada dinding sel,

e. Kadang-kadang selnya telah mati,

e. Selnya telah mencapai penebalan dinding sesuai dengan fungsinya,

f. Di antara sel-selnya dijumpai ruang antarsel.

Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain jaringan

pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan penyokong (penguat),

jaringan pengangkut (vaskuler), dan jaringan sekretoris.

a. Jaringan pelindung (epidermis)

Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ

tumbuhan, seperti: daun, bagian bunga, buah, biji, batang, dan akar. Fungsi

utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian

sebelah dalam. bentuk, ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbeda-

beda pada berbagai jenis organ tumbuhan.Sel-sel epidermis dapat berkembang

menjadi alat tambahan atau derivate epidermis, misalnya stoma, trikoma, sel

kipas, sistolit, sel silica, dan sel gabus.

1. Stoma
Stoma (stomata) adalah lubang atau celah yang terdapat pada epidermis

organ tumbuhan yang dibatasi oleh sel khusus yang disebut sel penutup.

Epidermis daun

2. Trikoma

Trikoma (trikomata) berasal dari sel-sel epidermis, biasanya berbentuk

rambut. Ada juga trikomata yang berbentuk sisik atau duri. Fungsi trikoma

bagi tumbuhan adalah sebagai berikut:

 Mengurangi penguapan

 Meneruskan rangsang

 Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan

 Membantu penyebaran biji

 Membantu penyerbukan bunga

 Menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah

3. Sel kipas

Sel kipas dapat dijumpai pada epidermis atas daun tumbuhan suku atau

family Gramineae atau Cyperaceae. Sel kipas tersusun dari beberapa sel

berdinding tipis dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan sel-sel


epidermis di sekitarnya. Sel kipas berfungsi mengurangi penguapan dengan

menggulung daun.

b. Jaringan Parenkim

Parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk, ukuran,

maupun fungsinya berbeda-beda. Sel-sel parenkim mampu mempertahankan

kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan

penting dalam proses regenerasi.

Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis, serta

lentur. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan, seperti pada parenkim

xilem. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola

sentral yang besar. Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak

memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya

membulat

Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan

terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. Sel

parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan, oleh karena itu

disebut jaringan dasar.Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi bebrapa

jenis jaringan, yaitu:

1. Parenkim Asimilasi

Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ, misalnya pada daun, batang

yang berwarna hijau, dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang

berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.

2. Parenkim Penimbun
Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur batang,

umbi akar, umbi lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-selnya

terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak atau protein.

3. Parenkim Air

Terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk

menghadapi masa kering, misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya.

4. Parenkim Udara

Ruang antar selnya besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung

di air, misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok

Jaringan parenkim

c. Jaringan Penyokong (Penguat)

Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan.

Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi

jaringan kolenkim dan sklerenkim.

1. Kolenkim

Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan

penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis, artinya mampu

membentang, tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya

tumbuh. Kolenkim terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga, buah,

dan akar. Sel kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai sel-sel

10
parenkim. Sel – sel kolenkim dindingnya mengalami penebalan dari

kolenkim bervariasi, ada yang pendek membulat dan ada yang memanjang

seperti serabut dengan ujung tumpul.

kolenkim

Berdasarkan bagian sel yang mengalami penebalan, sel kolenkim dibedakan

atas:

1. Kolenkim angular (kolenkim sudut), merupakan jaringan kolenkim

dengan penebalan dinding sel pada bagian sudut sel;

2. Kolenkim lamelal, merupakan jaringan kolenkim yang penebalan dinding

selnya membujur;

3. Kolenkim anular, merupakan kolenkim yang penebalan dinding selnya

merata pada bagian dinding sel sehinggi berbentuk pipa.

2. Sklerenkim

Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel - selnya

mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis.

Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel, yaitu sklereid dan serabut.

Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel - sel pendek, sedangkan

serabut sel – selnya panjang. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim,

sedangkan serabut berasal dari sel - sel meristem. Sklereid terdapat di


berbagai bagian tubuh. Sel – selnya membentuk jaringan yang keras,

misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji dan mesofil daun. Serabut

berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut sklerenkim

banyak menyusun jaringan pengangkut.

Kolenkim dan Sklerenkim

d. Jaringan Pengangkut (Vaskuler)

Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas sel-sel xilem dan

floem, yang membentuk berkas pengangkut (berkas vaskuler). Xilem berperan

mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun, sedangkan floem

berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

1. Xilem

Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari

beberapa tipe sel yang berbeda. Penyusun utamanya adalah trakeid dan

trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding sel yang

cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga tersusun

atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan

dalam berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai

pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang.


Trakeid dan trakea merupakan dua kelompok sel yang

membangun pembuluh xilem. Kedua tipe sel berbentuk bulat panjang,

berdinding sekunder dari lignin dan tidak mengandung kloroplas sehingga

berupa sel mati. Perbedaan pokok antara keduanya, adalah pada trakeid

tidak terdapat perforasi (lubang-lubang), hanya ada celah (noktah), berupa

plasmodesmata yang menghubungkan satu sel dengan sel lainnya.

Xilem

2. Floem

Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim.Tersusun atas

beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim,

serabut, dan sklerenkim.Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis, yang

membentuk kulit kayu pada batang. Unsur penyusun pembuluh floem terdiri

atas dua bentuk, yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan

bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa.
Dengan bentuk seperti ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam

amino serta hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

Floem

Tipe-tipe berkas pengankut berdasarkan posisi xylem dan floem dibedakan atas :

a. Tipe kolateral

 Kolateral terbuka, jika diantara xylem dan floem terdapat cambium

 Kolateral tertutup, jikaq antara xylem dan floem tidak dijumpai kambium

b. Tipe konsentris

 Konsentris amfikibral, apabila xylem berada ditengah dan floem

mengelilingi xylem

 Konsentris amfivasal, apabila floem ada ditengah dan xylem

mengelilingi floem

c. Tipe radial, xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran

e. Jaringan sekretori

Disebut juga kelenjar internal karena senywa yang dihasilkan tidak keluar dari

tubuh. Penyusun jaringan sekretori adalah :

a. Sel kelenjar, sel minyak dalam endosperma biji jarak


b. Saluran kelenjar, saluran kelenjar pada daun jeruk, senyawa yang dihasilkan

ditimbun dalam ruangan penyimpan, misalnya minyak atsiri, lender, dan

damar

c. Saluran getah, sel-sel yang mengalami fusi membentuk suatu system

jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain dalam tubuh. Sel tersebut

berisi getah.

C. ORGAN PADA TUMBUHAN

Tumbuhan memiliki bermacam-macam organ yang tersusun atas beberapa

jaringan tumbuhan. Berdasarkan fungsinya, organ pada tumbuhan dibedakan

menjadi organ sebagai alat hara (organa nutritiaum), dan organ reproduksi (organa

reproductikum). Alat hara meliputi akar, batang, dan daun, sedangkan organ

reproduksi berupa putik dan benang sari yang terdapat pada bunga.

Organ dan Jaringan Tumbuhan


1. Akar

Akar merupakan organ tumbuhan yang penting karena berperan sebagai alat

pencengkeram pada tanah/penguat dan sebagai alat penyerap air. Akar memiliki

bagian pelindung berupa tudung akar yang tidak dimiliki oleh organ lain.

Berdasarkan asal terbentuknya, akar dapat dibedakan atas akar primer dan akar

adventitif. Akar primer terbentuk dari bagian ujung embrio dan dari perisikel,

sedangkan akar adventitif berkembang dari akar yang telah dewasa selain dari

perisikel atau keluar dari organ lain seperti dari daun dan batang.Pada kebanyakan

tumbuhan dikotil dan gimnospermae, sistem perakaran berupa akar tunggang yang

memiliki satu akar pokok yang besar, sedangkan pada tumbuhan monokotil berupa

akar serabut, yang berupa rambut dan berukuran relatif sama.

Pada irisan membujur akar akan terlihat bagian-bagian akar, mulai dari yang

paling ujung disebut ujung akar. Ujung akar ditutupi oleh tudung akar (kaliptra).

Kemudian dari ujung akar ke arah atas, terdapat zona pembelahan sel, pada daerah

ini terdapat meristem apikal dan turunannya yang disebut meristem primer. Menuju

ke atas, zona pembelahan menyatu dengan zona pemanjangan. Pada zona

pemanjangan, sel-sel memanjang sampai sepuluh kali panjang semula, pemanjangan

sel ini berguna untuk mendorong ujung akar (termasuk meristem) ke depan. Semakin

keatas , zona pemanjangan akan bergabung dengan zona pematangan. Pada zona

pematangan, sel – sel jaringan akar menyelesaikan dan menyempurnakan

diferensiasinya.
Struktur Akar

Apabila kita membuat irisan melintang akar muda, maka akan terlihat

struktur sel dan jaringan penyusun akar, berturut – turut, yaitu epidermis, korteks,

endodermis dan stele (silinder pusat).

Lapisan terluar dari akar adalah epidermis yang tersusun atas sel –sel yang

tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel, berdinding tipis, dan memanjang,

sejajar sumbu akar. Dinding sel epidermis tersusun dari bahan selulosa dan pectin

yang menyerap air. Epidermis akar biasanya satu lapis. Permukaan sel epidermis

sebelah luar membentuk tonjolan yaitu berupa rambut atau bulu akar.

Korteks akar terutama terdiri atas jaringan parenkim yang relatif renggang

dan sedikit jaringan penyokongnya. Di sebelah dalam lapisan epidermis sering

terdapat selapis atau beberapa lapis sel membentuk jaringan padat yang disebut

hipodermis atau eksodermis yang dinding selnya mengandung suberin dan lignin.

Di sebelah dalam korteks terdapat selapis sel yang bersambung membentuk

silinder dan memisahkan korteks dari slinder berkas pengangkut di sebelah


dalamnya. Lapisan ini disebut endodermis. Sel-sel endodermis membentuk pita

kaspari, yaitu penebalan dari suberin dan lignin pada sisi radial. Akibat adanya

penebalan ini, larutan tidak bisa menembusnya.

2. Batang

Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran

sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam

lingkaran. Pada tumbuhan dikotil ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di

antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder

pada tumbuhan dikotil.

Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam

pertumbuhan sekunder. Dua macam kambium yang menghasilkan jaringan sekunder

tumbuhan dikotil, yaitu:

a) kambium pembuluh (vascular cambium) yairg menghasilkan xylem sekunder

(kayu) ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar,

b) kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup keras dan

tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar.

Empulur batang tersusun atas jaringan parenkim yang mungkin mengandung

kloroplas. Empulur mempunyai ruang antarsel yang nyata dan tersusun atas

perikambium yang disebut perisikel. Perikambium dibatasi oleh floem primer di

sebelah dalam dan endodermis di sebelah luarnya. Jari-jari empulur berupa pita

radier yang terdiri atas sederet sel, mulai dari empulur sampai dengan floem. Fungsi
utamanya adalah melangsungkan pengangkutan makanan ke arahradial. Pada

tumbuhan dikotil, jari-jari empulur tampak berupa garis-garis halus membentuk

lingkaran tahun.

Perbedaan Batang Dikotil dan Monokotil

Struktur Batang dikotil

3. Daun

Struktur morfologi daun pada setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Oleh

karena itu, struktur morfologi daun dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis-

jenis tumbuhan. Struktur daun dapat dilihat dari: bentuk tulang daun (menvirip,

menjari, melengkung, dan sejajar); bangun daun atau bentuk helaian daun (bulat,
lanset, jorong, memanjang, perisai,

jantung, dan bulat telur); tepi daun (bergerigi, beringgit, berombak, bergiri, dan rata);

bentuk ujung daun (runcing,meruncing, tumpul, membulat, rompang/ terbelah, dan

berduri); bentuk pangkal daun (runcing, meruncing, tumpul, membulat, rata, dan

berlekuk); dan prmukaan (licin, kasap, berkerut, berbulu, dan bersisik).

Tidak hanya sebagai tempat fotosintesis, daun juga berfungsi untuk

transpirasi (penguapan air) dan respirasi (pernapasan). Bila kita mengamati preparat

irisan melintang daun, maka akan kita jumpai bagian-bagian penyusun struktur

anatomi daun yang sesuai dengan fungsi daun tersebut. Daun tersusun atas jaringan

epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut.

Epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan ini memiliki struktur khusus

sebagai adaptasi untuk berkangsungnya proses fotosintesis, yaitu adanya stoma yang

dalam jumlah banyak disebut stomata. Stomata tersusun atas sel penutup dan sel

tetangga yang banyak mengandung kloroplas. Adanya stomata memungkinkan

terjadinya pertukaran gas antara sel – sel fotosintetik dibagian dalam daun dengan

udara disekitarnya. Stomata juga merupakan jalan keluarnya uap air.Bagian tengah

dari struktur anatomi daun juga dapat kita jumpai jaringan parenkim yang menyusun

mesofil daun dan terdiri atas parenkim palisade (parenkim pagar / jaringan tiang) dan

parenkim spons (parenkim bunga karang. Parenkim palisade terdiri atas sel – sel

yang memanjang di sel –sel bulat dan pada bagian ini banyak terdapat ruang antar sel

sebagai tempat pertukaran gas selama fotosintesis berlangsung.

20
Struktur Daun

4. Bunga

Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan, organ ini bukanlah organ

pokok dan rnerupakan modifikasi (perubahan bentuk) dari organ utama yaitu batang

dan daun yang bentuk, susunan, dan warnanya telah disesuaikan dengan fungsinya

sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan. |ika kita memperhatikan bagian

dasar bunga dan tangkai bunga, bagian ini merupakan modifikasi dari batang,

sedangkan kelopak dan mahkota bunga merupakan modifikasi dari daun yang bentuk

dan warnanya berubah. Sebagian masih tetap bersifat seperti daun, sedangkan

sebagian lagi akan mengalami metamorfosis membentuk bagian yang berperan

dalam proses reproduksi.

Kelopak bunga merupakan bagian bunga yang masih mempertahankan sifat

daun. Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi kuncup bunga sebelum bunga

mekar. Mahkota bunga biasanya memiliki warna dan bentuk yang menarik jika

dibandingkan dengan kelopak bunga. Mahkota bunga ini berperan dalam menarik
serangga dan agen penyerbukan yang lain. Benang sari merupakan bagian yang

berperan sebagai alat reproduksi jantan pada bunga, benang sari terdiri atas kepala

sari yang merupakan tempat berkembangnya serbuk sari (gametofit jantan) dan suatu

tangkai yang disebut filamen (tangkai sari).

Putik merupakan alat reproduksi betina pada bunga. Pada putik terdapat

kepala putik yang biasanya memiliki permukaan yang lengket sebagai tempat

menempelnya serbuk sari. Selain itu, putik memiliki saluran yang disebut tangkai

putik. Saluran ini menuju ke ovarium pada dasar bunga yang mengandung bakal

buah tempat sel telur (gametofit betina).

Struktur Bunga
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Struktur utama pada tumbuhan adalah akar, batang, daun, dan bunga. Yang

mana organ-organ tersebut tersusun atas jaringan-jaringan, yaitu jaringan meristem

dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu mengalami

pembelahan sel membentuk jaringan lain pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa

adalah jaringan yang sudah tidak mengalami pembelahan sel, dan sudah mengalami

diferensiasi dan fungsi tertentu pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa terbagi

menjadi tiga, yaitu jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim),

jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut (vaskuler).


DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N.A., J.B. Reece, & L. G. Mitchell. 2005. Biologi. Edisi ke-5. Terj. Dari:
Biology. 5th ed. oleh Manulu, W. Jakarta: Erlangga.

Mader, S.S. 2004. Biology. Boston: McGraw-Hill.

Pratiwi, D.A., dkk. 2006, Biologi. Jakarta: Erlangga.

http://www.cartage.org.lb

http://www.flmnh.ufl.edu/flowerpower/
LAMPIRAN

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan

air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka Kami keluarkan dari tumbuh-

tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang

menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai

yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun

dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu

pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada

yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang

beriman.”

(QS. Al An’am: 99)