Anda di halaman 1dari 8

EVALUASI ANGKA KEPATUHAN PELAPORAN HASIL KRITIS

INSTALASI PATOLOGI KLINIK RSUD DR. MOEWARDI


BULAN JANUARI 2019

1. Hasil kritis adalah hasil atau nilai yang menggambarkan keadaan patofisiologi seperti
variasi nilai yang mengancam jiwa dan memerlukan tindakan segera sehingga hasil kritis
harus dilaporkan ke klinisi.
2. Hasil kritis tidak selalu harus dihubungkan dengan nilai rujukan normal, toxic range atau
therapeutic range, namun hasil kritis harus segera dilaporkan ke petugas ruangan dan
klinisi yang meminta pemeriksaan laboratorium.
3. Angka kepatuhan pelaporan hasil kritis adalah jumlah angka kepatuhan untuk menilai
atau memonitor pelaporan hasil kritis
4. Evaluasiangka kepatuhan pelaporan hasil kritis sebagai berikut
Grafik Pelaporan Hasil Kritis

Jan-19

Jumlahhasilkritis yang
241
dicentang
Total hasilkritis 237
Persen (%) 98.34

Angka Kepatuhan Pelaporan Hasil Kritis


Instalasi PK RSUD Dr. Moewardi
100
90
80
70
Jumlah (%)

60
50
40
30
20
10
0
Jan-19
Dari data diatas, didapatkan hasil angka kepatuhan pelaporan nilai kritis bulanJanuari 2019
yaitu 98.34%, hasil ini mengalami penurunan dibandingkan hasil sebelumnya bulan
Desember 2018 yaitu sebesar98.46%.
Capaian diatas masih rendah, disebabkan target yang diharapkan 100% dan hasil kritis
menggambarkan keadaan patofisiologi yang mengancam jiwa sehingga memerlukan tindakan
segera.

5. Tindak Lanjut
a. Sosialisasi rutin tentang pelaporan angka kepatuhan hasil kritis (SPO pelaporan hasil
kritis) kepada staf laboratorium dan PPDS PK, pentingnya pelaporan hasil kritis
terhadap keselamatan pasien (patient safety), baik pada saat rapat rutin Instalasi
Patologi Klinik maupun pada saat morning report PPDS PK FK UNS
b. Pelaporan rutin dilakukan minimal setiap bulan sekali, sehingga PPDS PK FK atau
pegawai dapat mengetahui performa kegiatan yang selama ini rutin dilaksanakan.

Surakarta, 12 Februari 2019


Kepala Instalasi Patologi Klinik

B. Rina A. Sidharta, dr, SpPK-K


NIP 19630422 198812 2 001
EVALUASI ANGKA KEPATUHAN PELAPORAN HASIL KRITIS
INSTALASI PATOLOGI KLINIK RSUD DR. MOEWARDI
BULAN FEBRUARI 2019

1. Hasil kritis adalah hasil atau nilai yang menggambarkan keadaan patofisiologi seperti
variasi nilai yang mengancam jiwa dan memerlukan tindakan segera sehingga hasil kritis
harus dilaporkan ke klinisi.
2. Hasil kritis tidak selalu harus dihubungkan dengan nilai rujukan normal, toxic range atau
therapeutic range, namun hasil kritis harus segera dilaporkan ke petugas ruangan dan
klinisi yang meminta pemeriksaan laboratorium.
3. Angka kepatuhan pelaporan hasil kritis adalah jumlah angka kepatuhan untuk menilai
atau memonitor pelaporan hasil kritis
4. Evaluasi angka kepatuhan pelaporan hasil kritis sebagai berikut
Grafik Pelaporan Hasil Kritis

Jan-19 Feb-19

Jumlah hasil kritis yang


241 216
dicentang
Total hasil kritis 237 192
Persen (%) 98.34 88.88

Angka Kepatuhan Pelaporan Hasil Kritis


Instalasi PK RSUD Dr. Moewardi
100
90
80
70
Jumlah (%)

60
50
40
30
20
10
0
Jan-19 Feb-19
Dari data diatas, didapatkan hasil angka kepatuhan pelaporan nilai kritis bulanFebruri 2019
yaitu 88.88 %, hasil ini mengalami penurunan dibandingkan hasil sebelumnya bulan Januari
2019 yaitu sebesar98.34%.
Capaian diatas masih rendah, disebabkan target yang diharapkan 100% dan hasil kritis
menggambarkan keadaan patofisiologi yang mengancam jiwa sehingga memerlukan tindakan
segera.

5. Tindak Lanjut
a. Sosialisasi rutin tentang pelaporan angka kepatuhan hasil kritis (SPO pelaporan hasil
kritis) kepada staf laboratorium dan PPDS PK, pentingnya pelaporan hasil kritis
terhadap keselamatan pasien (patient safety), baik pada saat rapat rutin Instalasi
Patologi Klinik maupun pada saat morning report PPDS PK FK UNS
b. Pelaporan rutin dilakukan minimal setiap bulan sekali, sehingga PPDS PK FK atau
pegawai dapat mengetahui performa kegiatan yang selama ini rutin dilaksanakan.

Surakarta, 9 Maret 2019


Kepala Instalasi Patologi Klinik

B. Rina A. Sidharta, dr, SpPK-K


NIP 19630422 198812 2 001

EVALUASI ANGKA KEPATUHAN PELAPORAN HASIL KRITIS


INSTALASI PATOLOGI KLINIK RSUD DR. MOEWARDI
BULAN MARET 2019
1. Hasil kritis adalah hasil atau nilai yang menggambarkan keadaan patofisiologi seperti
variasi nilai yang mengancam jiwa dan memerlukan tindakan segera sehingga hasil kritis
harus dilaporkan ke klinisi.
2. Hasil kritis tidak selalu harus dihubungkan dengan nilai rujukan normal, toxic range atau
therapeutic range, namun hasil kritis harus segera dilaporkan ke petugas ruangan dan
klinisi yang meminta pemeriksaan laboratorium.
3. Angka kepatuhan pelaporan hasil kritis adalah jumlah angka kepatuhan untuk menilai
atau memonitor pelaporan hasil kritis
4. Evaluasi angka kepatuhan pelaporan hasil kritis sebagai berikut
Grafik Pelaporan Hasil Kritis

Jan-19 Feb-19 Mar-19

Jumlah hasil kritis yang


241 216 307
dicentang
Total hasil kritis 237 192 291
Persen (%) 98.34 88.89 94.79

Angka Kepatuhan Pelaporan Hasil Kritis


Instalasi PK RSUD Dr. Moewardi
100

90

80

70

60
Jumlah (%)

50

40

30

20

10

0
Jan-19 Feb-19 Mar-19

Dari data diatas, didapatkan hasil angka kepatuhan pelaporan nilai kritis bulan Maret 2019
yaitu 94,79%, hasil ini mengalami peningkatan dibandingkan hasil sebelumnya bulan
Februari 2019 yaitu sebesar 88,89 %.
Capaian diatas masih rendah, disebabkan target yang diharapkan 100% dan hasil kritis
menggambarkan keadaan patofisiologi yang mengancam jiwa sehingga memerlukan tindakan
segera.

5. Tindak Lanjut
a. Sosialisasi rutin tentang pelaporan angka kepatuhan hasil kritis (SPO pelaporan hasil
kritis) kepada staf laboratorium dan PPDS PK, pentingnya pelaporan hasil kritis
terhadap keselamatan pasien (patient safety), baik pada saat rapat rutin Instalasi
Patologi Klinik maupun pada saat morning report PPDS PK FK UNS
b. Pelaporan rutin dilakukan minimal setiap bulan sekali, sehingga PPDS PK FK atau
pegawai dapat mengetahui performa kegiatan yang selama ini rutin dilaksanakan.

Surakarta, 12 April 2019


Kepala Instalasi Patologi Klinik

B. Rina A. Sidharta, dr, SpPK-K


NIP 19630422 198812 2 001

EVALUASI ANGKA KEPATUHAN PELAPORAN HASIL KRITIS


INSTALASI PATOLOGI KLINIK RSUD DR. MOEWARDI
BULAN APRIL 2019
1. Hasil kritis adalah hasil atau nilai yang menggambarkan keadaan patofisiologi seperti
variasi nilai yang mengancam jiwa dan memerlukan tindakan segera sehingga hasil kritis
harus dilaporkan ke klinisi.
2. Hasil kritis tidak selalu harus dihubungkan dengan nilai rujukan normal, toxic range atau
therapeutic range, namun hasil kritis harus segera dilaporkan ke petugas ruangan dan
klinisi yang meminta pemeriksaan laboratorium.
3. Angka kepatuhan pelaporan hasil kritis adalah jumlah angka kepatuhan untuk menilai
atau memonitor pelaporan hasil kritis
4. Evaluasi angka kepatuhan pelaporan hasil kritis sebagai berikut
Grafik Pelaporan Hasil Kritis

Jan-19 Feb-19 Mar-19 Apr-19

Jumlahhasilkritis yang
241 216 307 241
dicentang
Total hasilkritis 237 192 291 237
Persen (%) 98.34 88.89 94.79 98.34

Angka Kepatuhan Pelaporan Hasil Kritis


Instalasi PK RSUD Dr. Moewardi
100

90

80

70

60
Jumlah (%)

50

40

30

20

10

0
Jan-19 Feb-19 Mar-19 Apr-19

Dari data diatas, didapatkan hasil angka kepatuhan pelaporan nilai kritis bulan April 2019
yaitu 98.34%, hasil ini mengalami peningkatan dibandingkan hasil sebelumnya bulan Maret
2019 yaitu sebesar 94,79%.
Capaian diatas masih rendah, disebabkan target yang diharapkan 100% dan hasil kritis
menggambarkan keadaan patofisiologi yang mengancam jiwa sehingga memerlukan tindakan
segera.

5. Tindak Lanjut
a. Sosialisasi rutin tentang pelaporan angka kepatuhan hasil kritis (SPO pelaporan hasil
kritis) kepada staf laboratorium dan PPDS PK, pentingnya pelaporan hasil kritis
terhadap keselamatan pasien (patient safety), baik pada saat rapat rutin Instalasi
Patologi Klinik maupun pada saat morning report PPDS PK FK UNS
b. Pelaporan rutin dilakukan minimal setiap bulan sekali, sehingga PPDS PK FK atau
pegawai dapat mengetahui performa kegiatan yang selama ini rutin dilaksanakan.

Surakarta, 11 Mei 2019


Kepala Instalasi Patologi Klinik

B. Rina A. Sidharta, dr, SpPK-K


NIP 19630422 198812 2 001