Anda di halaman 1dari 4

b.

Urin kateter
PRAKTIKUM I - Urin yang diambil bersal dari saluran
kateter bukan dari urin bag.Karena urin
PEMERIKSAN LAB URIN
yang berada didalam bag tersebut sudah
23 / 08 / 2017 lama menumpuk dan dalam keadaan
statis yang memudahkan kuman
cara
pengambilan
berkembang biak.
sampel - Cara pengambilan:
 Tutup aliran kateter ke urin bag
cara pengiriman
sampel
dengan klem atau diikat , diamkan
TUJUAN selama kurang lebih 15 menit /
cara sampai urin tertampung atau
pemeriksaan tergenang ditempat yang diklem.
 Setelah urin yang tertampung
interpretasi hasil cukup,ambil urin tersebut dengan
spet melalu percabangan kecil selang
kateter sekitar 5-10 cc.
Urin yang keluar tidak pernah dalam keadaan steril ,
karena diuretra banyak terdapat kuman. c. Urin Suprapupic (suprapubic puncture/SPP)
Di orificium uretra eksterna, banyak koloni - Urin diambil langsung ke vesika
mikroorganisme atau flora normal. urinaria/buli-buli pasien menggunakan
spet.
Penyebab ISK terbanyak adalah bakteri saluran cerna - Termasuk tindakan invasive
- batang gram negative – family enterobactericeae – - Cara pengambilan :
E.coli  Sebelum pemeriksaan,pasien diminta
E.coli dapat mengakibatkan vertebre kalian yang banyak minum.
pecah tadi.  Saat pasien ingin pipis/miksi,minta
pasien menahannya di buli-buli.
1) PENGAMBILAN SAMPLE URIN  Saat vesika urinaria nya penuh,maka
Ada 3 jenis urin yang dapat dijadikan sample dapat teraba.
pemeriksaan :  Disenfeksi bagian V.U yang akan
a. Midstream urin (urin tengah) ditusuk (2 jari diatas suprapubic)
- Merupakan urin yang paling banyak  Lalu tusuk dengan spet tegak lurus
dijadikan sample pemriksaan dengan permukaan perut,lalu aspirasi
- Cara penangambilan : sebanyak yang diinginkan.
 Bersihkan OUE dengan kapas lesol, - Keuntungan dari prosedur ini adalah urin
atau pada laki-laki dapat digunakan yang diperoleh dalam keadaan
kapas steril. steril.Karena V.U bebas dari flora normal.
 Keluarkan urin sedikit , lalu ditahan, Bila dari hasil pemeriksaan ditemukan
setelah itu ditampung 5-10 cc urin koloni mikroorganisme berarti itu adalah
menggunakan botol steril yang mikroorganisme penyebab infeksinya.
bermulut lebar dan dapat ditutup - Resiko dari tindakan ini adalah saat
erat. pengambilan urinnya dapat mengenai
 Bila sudah cukup,urin sisanya tidak tulang, menimbulkan infeksi dan
perlu ditampung lagi. perlengkatan dibekas penyuntikan antara
visceral dengan daerah luar(ditemukan
Kemungkinan juga ada kontaminasi flora
sat pembedahan,sulit untuk
normal uretra,pada saat pemeriksaan
memisahkannya).Perlengkatan ini
perlu diperiksa jumlah koloni yang
disebabkan karena pada bekas suntikan
tumbuh pada agar , apakah jumlahnya
menyebabkan jaringan destruktif atau
normal atau sangat banyak sehingga
mengalami inflamasi.
dapat menimbulkan infeksi.
2) PENGIRIMAN SAMPLE URIN - Tentukan terinfeksi atau tidak
Urin yang telah diambil sebagi sampel sebaiknya - Identifikasi secara makro (warna dan
diperiksa secepatnya,Harus diperiksa maksimal ukurannya)
sebelum 2 jam setelah urin diambil.Karena urin Misalnya : ditemukan koloni bewarna
pada keadaan biasa,tanpa pengawet dan suhu merah,merata,ukuran 2-3 mm
ruangan merupakan media yang baik untuk
UJI REAKSI BIOKIMIA
tumbuh kembang mikroorganisme,Hal ini dapat
meragukan hasil pemeriksaan. Mikroorganisme sebagai
Bila pengiriman sample ke lab membutuhkan makhlukhidup melakukan metabolisme dan
waktu lebih dari 2 jam , Sample urin dapat menghasilkan enzim sebagai produk
disimpan di tempat yang memiliki suhu 2-5°C ekstraseluler.Suatu bakteri sebagai makhluk
(dalam kulkas,bukan freezer).Hal ini dapat hidup memerlukan nutrient dengan
menjaga sample 24 jam.Atau dapat mengubah zat komplek menjadi zat
menggunakan pengawet.Tetapi pengawer sederhana yang digunakan untuk
tersebut dapat mengganggu kemampuan kuma kelangsungan hidupnya.
untuk tumbuh secara invitro.
Hasil dari proses metabolisme ini
3) PEMERIKSAAN SAMPLE URIN menghasilkan produk ekstraseluler yang
Saat urin sampai di lab, sebaiknya langsung dapat mengubah/bereaksi dengan zat
diperiksa. organic seperti glukosa
Hasil pemeriksaan tergantung pada kualitas Cara Uji Reaksi Biokimia
sample urin (baik/buruk).
- Urin dihomogenkan dengan cara di - Masukan beberapa jenis larutan glukosa
forteks masing-masing ke tabung reaksi.
- Lalu ambil urin dengan ose yang sudah
terstandarisasi.Celupkan ose kedalam suk
urin nanti akan terbentuk gelembung gluk lakt
ros
pada ose . osa osa
a
Standardized  1 ose = 1 mikroliter.
- Letakan urin yang ada pada ose ke kaca - Ambil kuman dari hasil koloni di agar? ,
objek masukan tabung reaksi , lalu
Perhatikan : homogenkan
 Bila tampak banyak epitel - Masukan satu tetes urin sama banyak ke
menandakan cara pengambilan masingmasing tabung
sampelnya salah. - Inkubasi selama 24 jam
- Lalu tanam kedalam agar. - Masukan zat indicator , (bila perlu beri
Tempat pembiakan bakteri invitro dapat normal saline, membentuk suspensi
digunakan media agar khusus. sehingga kuman menyebar)
Contoh : agar endo , agar McConcey , Kalo bisa mengkatabolisme glukosa
agar darah membuat larutan trsebut menjadi asam
- Cara penanamnya, ambil urin dengan ose - Untuk menentukan jenis bakterinya, bisa
standardized lalu tempelkan keagar cek di table
secara vertical. Untuk menentukan jenis spesies kuman ,
kalo kuman mengandung enzim yang
dapat mengubah laktosa,masukan zat
- Setelah itu ambil urin lagi dengan ose lalu indicator.KAlo larutan berubah menjadi
ratakan secara zigzag asam maka larutan menjadi bewarna
kuning.
Pada awalnya larutan normal,ph normal
- Inkubasi pada suhu 35-37°C selama 24 bewarna ungu.
jam
- Hitung jumlah koloni , lalu dikali 1000 ml
Setelah tau jenis bakterinya lakukan uji - Minta pasien berkemih
sensitifitas dengan meneteskan beberapa - Ambil swab vagina
antibiotic ke kuman.Lihat sensitifitas kerja Pada wanita yang sudah menikah dapat
antibiotic tersebut. dilakukan pemeriksaan inspekulo dan di swab
di forniks posterior
4) INTERPRETASI
- Bila sekretnya sangat banyak , bersihkan dulu
Cara perhitungan : jumlah kuman yang
menggunakan swab.
ditemukan/tumbuh x 1000
- Bila dicurigai gonore,swab di
Hasil perhitungan koloni
endoservik/portio
- Bila ditemukan koloni > 100000/cc urin
 terinfeksi Bila pemeriksaan dilakukan pada anak-
- Bila ditemukan koloni 10.000-100.000/cc anak/belum menikah :
urin  dicurigai
- Bersihkan dulu daerah genitalia menggunakan
- Bila ditemukan koloni <10.000/cc urin 
aquades steril untuk mencegah transportasi
bakteri non-patogen/tidak terinfeksi
flora normal.
Penyebab ISK terbanyak adalah bakteri gram - Lalu swab di introitus vagina eksternal.
negative yang berasal dari saluran cerna yaitu
Cara Pengambilan sekret uretra :
family Enterobactericeae , salah satunya
adalah E.coli. Menggunakan swab

- Bersihkan glan penis dengan NaCl atau


aquades steril
- Lakukan pemijitan pada glan penis/diurut
PRAKTIKUM II mulai dari dari pangkal ke ujung
- Ambil sekret dengan Swab,Masukan swab ke
DIAGNOSTIK MIKROBIOLOGI INFEKSI
dalam uretra kira-kira 1-2 cm, lalu di putar-
GENITALIA putar.
30 / 08 / 2017 - Lalu tanam di media atau di media transport

Untuk mengambil kuman pada luka , swab di


cara pengambilan
sampel dasar luka.

2) CARA PENGIRIMAN SAMPEL


cara pengiriman
sampel
Swab yang sudah diambil langsung di bawa ke
TUJUAN
lab.
cara pemeriksaan/
Bila jarak yang ditempuh ke laboratorium
Membuat sediaan jauh,kirim menggunakan media transport atau
langsung ditanam di media transport.
interpretasi hasil Maksimal dalam waktu 24 jam.

3) CARA PEMERIKSAAN
1) PENGAMBILAN SAMPEL Pemeriksaan yang dapat dilakukan:
Sampel yang digunakan untuk pemeriksaan a. Pewarnaan gram
adalah duh genital (yaitu cairan selain urin/darah Gambaran :
yang keluar dari saluran genital) - Kuman coccus gram positif  ungu ,
- Wanita : sekret vagina bulat
diambil dengan swab vagina - Kuman coccus gram negative merah
- Pria : sekret uretra muda/pink
- Abses (rongga yang memiliki kapsul) - Batang gram negative
Dapat dilakukan aspirasi pus,biasanya - Batang gram positive  ukuran lebih
ditemukan kuman anaerob besar,biasanya flora normal (Lacobacillus)
Cara Pengambilan swab vagina: Cara pemeriksaan:
- Ambil 2 swab (untuk kultur dan
pewarnaan gram
- Letakan specimen dikaca objek
- Fiksasi
- Inkubasi

4) INTERPRETASI
a. Jenis pathogen
- Bakteri Dapat diamati dengan
- Jamur pewarnaan gram
- Parasite

BAKTERI

Misalnya dicurigai Neisseria gonorhae

Hasil pemeriksaan yang dilaporkan adalah


kuman diplococcus gram negative bewarna
merah muda . Berada di intraseluler atau
ekstraseluler.

Bila berada di intraseluler, kuman sedang


aktif didalam leukosit.

JAMUR

Bentuk:

- tampak yeast (bulat,agak


lancip,bewarna ungu)
- Budding (yeast berkembang biak
dengan bertunas)
- Psudohifa (tunas semakin panjang,
seperti hifa tapi masih tersambung)
- Dapat ditemukan juga sel epitel
(besar dan berinti)

Dapat juga ditemukan “Clue Cell” yaitu


bakteri menutupi permukaan epitel.

b. Kultur Bakteri
Dapat menggunakan agar coklat dan puyau
martin
Diinkubasi dengan suhu 37°C selama 18-24
jam