Anda di halaman 1dari 24

MANAJEMEN FARMASI

Disusun Oleh :

Kelompok 1

- Muhammad Yusri Sahir (201604015)


- Sakinah Sarnia Iriani (201604019)

SEMESTER VI

Program Studi Farmasi

DosenPengampuh : Yulinda M. Bambungan.,S.Farm.,M.si.,Apt

YAYASAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PAPUA (YPMP)


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PAPUA
SORONG
2018
BAB I
LATAR BELAKANG PENDIRIAN APOTEK

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 51 Tahun 2009, maka definisi apotek


adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker dan
menurut Keputusan Menteri Kesehatan No.1332/Menkes/SK/X/2003,makade finisi apotek
adalah tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyalursediaan, dan perbekalan kesehatan
lainnya kepada masyarakat. Dalam peraturan ini seorang apoteker bertanggung jawab atas
pengelolaan apotek, sehingga pelayanan obat kepada masyarakat akan lebih terjamin
keamanannya, baik kualitas maupun kuantitasnya.

Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya mempunyai dua fungsi
yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (patient oriented) dan unit bisnis (profit oriented). Dalam
fungsinya sebagai unit pelayanan kesehatan, fungsi apotik adalah menyediakan obat‐obatan
yang dibutuhkan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Sedangkan
fungsi apotek sebagai institusi bisnis, Apotek bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dan hal
ini dapat dimaklumi mengingat investasi yang ditanam pada apotek dan operasionalnya juga
tidak sedikit. Pada saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada
pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang berfokus pada pasien yang
bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peran apoteker diharapkan
dapat menyeimbangkan antara aspek klinis dan aspek ekonomi demi kepentingan pasien.
BAB II
VISI DAN MISI
2.1.Visi

Apotek Indo Farma dapat menerapkan pelayanan kefarmasian yang bermutu, berkualitas
dan terpercaya serta menguntungkan bagi konsumen dan karyawan.

2.2.Misi

Misi dari Apotek Indo Farma adalah:

a. Menyediakan obat, alat kesehatan serta perbekalan kefarmasian lainnya yang bermutu,
berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat,
b. Melaksanakan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat, ramah, informatif dengan mene
rapkan konsep Pharmaceutical care secara profesional,
c. Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup seluruh karyawan dan pemilik modal.
BAB III
TUJUAN PENDIRIAN APOTEK

Tujuan pendirian Apotek Indo Farma adalah :

1. Sarana penyalur perbekalan farmasi


2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan menjalankan fungsi sebagai tempat
pelayanan informasi kesehatan
3. Menjadi tempat pengabdian profesi apoteker
4. Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat
BAB IV
NAMA DAN LOKASI CALON APOTEK

NAMA : Indo Farma


LOKASI : Jl. Ahmad Yani Klademak I
DENAH LOKASI : Terlampir

APOTEKER PENGELOLA APOTEK


NAMA : Muhammad Yusri Sahir S. Farm., Apt
ALAMAT : Jl. Ahmad Yani Klademak I

PEMILIK SARANA APOTEK


NAMA : Sakinah Sarnia Iriani S. Farm., Apt
ALAMAT : Jl. Ahmad Yani Klademak I
BAB V
GAMBARAN UMUM LOKASI DAERAH

5.1. KEPENDUDUKAN
Apotek Indo Farma berada di daerah dengan kepadatan penduduk yang cukup, dekat
dengan kawasan perumahan, sekolah, dan pertokoan. Berada di kecamatan dengan luas
wilayah kecamatan 12.08 Km2 dengan total penduduknya.
5.2. TINGKAT SOSIAL DAN EKONOMI
Tingkat pendidikan masyarakat relative tinggi mengingat letak Apotek Indo Farma
yang berada dilingkungan perumahan, kantor Pertamina, kantor kelurahan dan sekolah.
Dengan demikian tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan cukup baik.
Keadaan ekonomi secara relative cukup baik.
5.3. PELAYANAN KESEHATAN LAIN
Sarana pelayanan kesehatan di sekitar Apotek Indo Farma antara lain:
1) Praktik beberapa dokter swasta (dokter umum dan dokter gigi)

Jarak dgn lokasi


NO Praktek kesehatan Dokter Alamat
Apotek
1 Dokter Umum dr. Tenri Jl. Meranti II 200m
2 Dokter Gigi drg. Fadli Jl. Kayu Manis 150m
3 Dokter Umum dr. Budi Jl. Akasia 200m

2) Apotek kompetitor

Jarak dgn lokasi


NO Nama Apotek Alamat
Apotek
1 Apotek Valencya Jl. Sudirman ±1 km

BAB VI
ALAT DAN PERBEKALAN FARMASl YANG DIPERLUKAN

6.1. BANGUNAN
- Tanah dan bangunan : Kontrak
- Luas bangunan : 10 x15 m2
6.2. PERLENGKAPAN
Alat pembuatan, pengolahan, dan peracikan
- gelas ukur
- labu erlenmeyer
- beker glass
- literan plastik 1 dan 2 liter
- corong
- timbangan dan anak timbangan (g/mg)
- termometer
- mortir dan stamper
- spatel logam/tanduk plastik atau porselen
- batang pengaduk
- penangas air
- kompor atau alat pemanas yang sesuai
- panci
- rak tempat pengeringan alat
6.3. ALAT PERBEKALAN FARMASI
− Botol berbagai ukuran
− Pot plastik berbagai ukuran
− Lemari pendingin
− Lemari dan rak untuk penyimpanan obat
− Lemari untuk penyimpangan racun, narkotika, psikotropika dan bahan obat yang
berbahaya lainnya.

6.4. WADAH PEMBUNGKUS DAN PENGEMAS


- etiket
- kertas puyer
- streples
- wadah pengemas, dan membungkuk untuk penyerahan obat (tas plastik)
6.5. ALAT ADMINISTRASI
- blanko pesanan obat
- blanko kartu stock obat
- blanko salinan resep
- blanko faktur dan blanko nota penjualan
- buku defecta
- buku ED
- buku Farmakope

6.6. PERLENGKAPAN LAINNYA


- alat pemadam kebakaran

6.7. PERBEKALAN FARMASI YANG DIPERLUKAN


- Obat Keras (Obat dengan resep dan OWA)
- Obat Bebas (OTC) dan bebas terbatas
- Alat kesehatan : master, perban, termometer, sarung tangan, perban, alkes steril,
perbekalan rumah sakit.
- Bahan baku
- Perlengakapan bayi
BAB VII
PELUANG DAN PROSPEK PEMASARAN

Berdasarkan data‐data yang diperoleh dari survey pendahuluan terhadap posisi strategis
daerah/peta lokasi dan keberadaan kompetitor, dapat diterangkan beberapa hal yang penting. Hal
ini dapat dilihat dari aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terhadap Apotek Indo
Farma yang akan didirikan (SWOT ANALISIS).
a. Kekuatan/Strength
Kekuatan yang dimiliki yang harus dijaga dan dipertahankan adalah bangunan dan modal
usaha milik pribadi, lokasi yang nyaman, ada tempat parkir.
b. Kelemahan/Weaknesses
Adapun kelemahan yang harus di lakukan perbaikan atau peningkatan adalah kurang adanya
fasilitas penunjang seperti komputerisasi, karena pendanaan yang kurang.
c. Peluang/Opportunities
Sebagai peluang yang bisa dimanfaatkan dengan baik adalah lokasi yang strategis dekat
dengan perumahan, perkantoran, dan pusat perbelanjaan.
d. Ancaman/Threats
Sebagai ancaman yang semestinya patut diwaspadai adalah adanya apotek Sultan Valencia
yang sudah berdiri cukup lama.
Dari hal tersebut di atas maka perlu dilakukan strategi dengan menggunakan kekuatan serta
memanfaatkan peluang yang ada, melengkapi kelemahan dan mewaspadai ancaman.
BAB VIII
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

8.1. POTENSI PASAR


Letak yang strategis dan dekat dengan pelayanan kesehatan negeri serta perkantoran dan
pusat perbelanjaan menjadikan potensi pasar Apotek Indo Farma cukup menjanjikan.
Perkiraan konsumen:
a. Diperkirakan jumlah pasien di Praktek Dokter umum (dr. Budi) 30 orang/hari, Praktek
Dokter Umum (dr. Tenri) 30 orang/hari, Praktek Dokter Gigi 10 orang/hari, Bidan praktek 2
orang/hari, jadi total pasien sekitar 72 orang/hari.
b. konsumen yang membeli OTC dan komoditi lain

8.2. MARKET SHARE


Jumlah pesaing di sekitar Apotek Indo Farma adalah 1apotek, jumlah perkiraan pasien di
sekitar Apotek Indo Farma: 575 pasien setiap hari
Asumsi : konsumen Apotek BERSAMA = 80% x 41 pasien = 33 pasien setiap hari
BAB IX
PENGELOLAAN TENAGA KERJA

9.1. ORGANISASI
Untuk dapat mengelola sebuah apotek diperlukan tenaga kerja yang sesuai bidangnya,
oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang efektif dan efisian sehingga tujuan
organisasi tercapai. Apotek Indo Farma merekrut karyawan dengan susunan sebagai berikut :
- Apoteker Pengelola Apotek (APA) : 1 orang
- Apoteker Pendamping (APING) : 1 orang
- Asisten Apoteker (AA) : 1 orang
- Akuntan : 1 orang
Struktur Organisasi :

APA APING

AA AKUNTAN

Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah :


1. Jam kerja : 08.00‐22.00, dibagi menjadi 2 shift yaitu:
pagi : 08.00‐15.00 WIB
sore : 15.00‐22.00 WIB
(hari minggu dan hari libur tutup)
2. Dana yang tersedia (pembahasan pada Aspek modal dan biaya)
3. Sumber daya manusia merupakan aset terbesar dari apotek itu sendiri.
Kerjasama antar karyawan harus dijaga sehingga dapat menciptakan suasana kerja yang
kondusif serta mampu memberikan kenyamanan pada pasien. Karenanya diperlukan adanya
pembagian tugas, wewenang, hak dan kewajiban serta rasa memiliki terhadap apotek dari para
karyawan. Untuk itu kemempuan manajerial dari apoteker sangat diperlukan.
9.2. JOB DESCRIPTION
9.2.1. Apoteker pengelola apotek
Tugas dan kewajiban pengelola Apotek Indo Farma antara lain :
1. Memimpin seluruh kegiatan apotek
2. Berkewajiban serta bertanggung jawab penuh untuk mengelola apotek yang
meliputi beberapa bidang antara lain :
a) Pelayanan Kefarmasian
b) Administrasi dan Keuangan
c) Ketenangan atau Personalia
d) Bidang lainnya yang berkaitan dengan tugas dan fungís apotek
3. Melakukan langkah‐langkah untuk mengembangkan hasil dana kualitas apotek

Tanggung jawab pengelola Apotek Indo Farma yaitu :


APA bertanggung jawab atas kelancaran segala bidang dalam Apotek Indo Farma serta
bertanggung jawab terhadap kelancaran hidup Apotek Indo Farma yang dipimpinnya.
Bertanggung jawab langsung pada pimpinan Apotek Indo Farma dan melaksanakan tugas
sesuai instruksi dan petunjuk pimpinan apotek.

9.2.2. Standar operating procedure (SOP)


A. SOP Pelayanan OTC Apotek Indo Farma
1) Pasien datang,
2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien obat apa yang
dibutuhkan,
3) Tanyakan lebih dahulu keluhan atau penyakit yang diderita pasien, kemudian bantu
Pasien untuk mendapatkan obat yang tepat,
4) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
5) Bila sudah terjadi persetujuan, ambilkan obat yang diminta pasien sesuai dengan
Permintaan meliputi : nama obat dan jumlah obat,
6) Serahkan obat kepada pasien di sertai dengan informasi tentang obat meliputi dosis,
frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat, cara penggunaan dan efek
samping obat yang mungkin timbul setelah penggunaan obat, dan jika diperlukan
pengatasan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan.

B. SOP Pelayanan OWA Apotek Indo Farma


1) Pasien datang,
2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien obat apa yang
dibutuhkan,
3) Tanyakan pada pasien apa keluhan yang dialaminya dan gejala penyakitnya,
4) Tanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah menggunakan obat tertentu
dan bagaimana hasilnya(kondisi membaik atau bertambah parah),
5) Bila pasien telah menggunakan obat sebelumnya dan hasilnya tidak memuaskan maka
pilihkan obat lain yang sesuai dengan kondisi pasien, begitu juga untuk pasien yang
sama sekali belum pernah minum obat,
6) Menghitung harga dan minta persetujuan terhada nominal harga,
7) Setelah pasien setuju dengan harga obat, ambilkan obat diatas,
8) Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi:
dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat, cara penggunaan dan efek
samping obat yang mungkin timbul setelah penggunaan obat dan jika diperlukan
pengatasan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan,
9) Catat nama pasien, alamat, dan no telp pasien.
10) Buat catatan khusus tentang pasien yang nantinya sebagai patien data record.

C. SOP Pelayanan Resep Apotek Indo Farma


1) Menerima resep pasien,
2) Lakukan skrining resep meliputi adsministrasi, pharmaceutical dan klinik,
3) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
4) Pasien diberi no antrian,
5) Tulis no struk (print out) pada resep dan satukan resep dengan printout
6) Cocokkan nama, jumlah dan kekuatan obat dalam resep denga print out,
7) Siapkan obat sesuai dengan resep,
8) Jika obat racikan maka patuhi SOP meracik,
9) Buat etiket dan cocokkan dengan resep,
10) Teliti kembali resep sebelum diserahkan pada pasien termasuk salinan resep dan
Kuitansi (jikadiminta oleh pasien),
11) Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi dosis,
frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat, cara penggunaan dan efek
samping obat yang mungkin timbul setelah penggunaan obat dan jika diperlukan
pengatasan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan,
12) Catat nama pasien, alamat dan no telp pasien.
13) Buat catatan khusus tentang pasien.

D. SOP Meracik Obat Apotek Indo Farma


1) Siapkan alat yang akan digunakan dan bersihkan meja untuk meracik
2) Buatlah instruksi meracik meliputi: noresep, nama pasian, jumlah dan cara
mencampur.
3) Siapkan etiket dan wadah obat sertakan bersam obat dan instruksinya untuk diracik.
4) Cucilah tangan bila perlu gunakan sarung tangan, masker.
5) Siapkan obat sesuai resep dan cocokkan dengan yang terterapa dastruknya
6) Jika ada bahan yang harus ditimbang maka persiapkan lebih dahulu.
7) Bacalah instruksi meracik dengan seksama dan lakukanlah hati‐hati.
8) Pastikan hasil racikan sesuai dengan instruksinya.
9) Masukkan dalam wadah yang telah disediakan dan beri etiket, kemudian serahkan
pada petugas lain untukdiperiksa dan diserahkan.
10) Bersihkan peralatan dan meja meracik setelah selesai.
11) Cucilah tangan sampai bersih.

E. SOP Menimbang Apotek Indo Farma


1) Bersihkan timbangan,
2) Setarakan timbangan terlebih dahulu sebelum mulai menimbang
3) Ambil bahan‐bahan sesuai dengan permintaan resep,
4) Ambil anak timbangan sesuai berat yang diminta dan letakkan pada ring timbangan
sebelah kiri (timbangan dalam keadaan off),
5) Bahan baku yang dikehendak diletakkan secukupnya pada piring timbangan
sebelahkanan,
6) Buka dan onkan timbangan kemudian dilihat apakah timbangan sudah seimbang atau
belum,
7) Bahan ditambah atau dikurangi sampai diperoleh timbangan yang seimbang yang
ditunjukkan oleh letak jarum pada posisi nol,
8) Ambil bahan yang sudah ditimbang kemudian diberi nama sesuai nama yang tertera
pada botol persediaan bahan,
9)Cekulang anak timbangan apakah berat yang diminta sesuai dengan resep kemudian
dikembalikan ketempatnya,
10) Cekulang apakah bahan yang diambil sudah sesuai dengan resep kemudian
dikembalikan ketempatnya.

F. SOP Konseling OTC Apotek Indo Farma


1) menanyakan keluhan pasien dan mengapa menggunakan obat tersebut dan sudah
berapa lama pasien mengalami keluhan tersebut,
2) menanyakan bagaiman kondisi pasien setelah menggunakan obat tersebut
3) apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan memberikan efek seperti
yang diharapkan maka obat boleh diberikan,
4 apabila obat yang diminta tidaksesuai dengan kondisi
pasien maka pasien dipilihkan obat yang tepat untuk kondisinya,
5) menanyakan
tentang bagaiman pasien menggunakan obat tersebut, bila ada yang kurang atau salah
maka farmasiwa jibmembenarkandan melengkapinya,

G. SOP Konseling OWA Apotek Indo Farma


1) Menanyakan keluhan pasien sehingga pasien menggunakan obat tersebut dan
sudah berapa lama pasien mengalami gejala tersebut,
2) Cocokkan kondisi pasien dengan obat yang diminta,bila obat kurang sesuai untuk
pasein maka rekomendasikan obat yang tepatuntuk pasien,
3) Menanyakan tentang bagaimana pasien menggunakan obat tersebut meliputi
dosis, frekuensi,durasi,dancarapenggunaan; bila ada yang kurang atau salah maka
farmasis wajib membenarkan dan melengkapinya,
4) Menanyakan bagaimana kondisi pasien setelah menggunakanobattersebut,
5) Apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan memberikan efek seperti
yang diharapkan maka obat boleh diberikan,
6) Apabila kondisi pasien tidakmembaikatausemakinmemburukmakansebaiknya
dirujukke dokter,
7) Informasikan kepada pasien bahwa pasien diperbolehkan konsultasi dengan
apoteker untuk berdiskusi tentang terapi yang dijalani pasien.

H. SOP Konseling resep Apotek Indo Farma


1) Obat diserahkan pada pasien sekaligus dicocokkan dengan data pasien,
2) Mencocokkan obat dengan kondisi pasien dengan cara menanyakan pada
pasiententang keluhan yang dialaminya,
3) Memberitahukan pada pasien tentang obat yang diberikan dan tujuan penggunaan
obat tersebut,
4) Memberikan informasi pada pasien tentang aturan penggunaan obat (dosis, frekuensi,
durasi, cara penggunaan),
5) Menanyakan kembali tentang semua informasi yang telah disampaikan untuk
memastikan bahwa pasien telah paham dan mengerti tentang aturan penggunaan obat,
6) Memberitahukan pada pasien tentang ESO obat yang mungkin terjadi dan cara
penanganan yang mungkin bisadilakukan oleh pasien terhadap efek samping yang
terjadi,
7) Menyarankan pasien untuk pergi ke dokter bila dirasa ESO cukup berat dan
mengganggu,
8) Informasikan pada pasien tentang halapa saja yang perlu dihindari atau yang perlu
dilakukan untuk menunjang keberhasilan riset,
9) Catat nama pasien dan no telp pasein,
10) Buat catatan khusus tentang pasien sebagai.

I. SOP Penerimaan dan Penyimpanan Barang Apotek Indo Farma


1) Saat barang datang dari PBF,
2) Cek kesesuaian antara SP dengan faktur dan barangnya (kecocokan tentang nama
barang, bentuk, jumlah sediaan, obat dan tangga lED),
3) Cek kondisi barang (rusak, pecah, tersegel atau tidak),
4) Faktur ditandatangani oleh apoteker atau asisten apoteker dilengkapi dengan no
SIK/SIA/NIP sertadibubuhi stempel apotek,
5) Faktur diambi1 lambar untuk arsip apotek,
6) Serahkan faktur kepada bagian administrasi untuk diedit dikomputer,
7) Cocokkan harga yang sudah ada di computer dengan harga yang tertera pada faktur
baru, apakah ada kenaikan atau tidak,
8) Tanda tangani faktur yang telah diedit di komputer,
9) Hargai barang‐barang/obat bebas dan letakkan sesuai dengan spesifikasinya.
Untuk obat keras langsung disimpan dalam almari sesuai dengan efek
farmakologinya atau berasarkan abjad,
10) Arsip faktur sesuai dengan nama PBF masing‐masing.

BAB X
ASPEK MODAL DAN BIAYA
10.1. MODAL
Modal Tetap
1) Perlengkapan (mebeller, etalase, dll) Rp. 30.000.000,00
2) Perlengkapan apotek Rp. 8.000.000,00
3) Biaya tempat Rp. 120.000.000,00
Modal Operasional Rp. 125.000.000,00
Cadangan Modal Rp. 5.000.000,00 +
Total Modal Rp.288.000.000,00

10.2. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun I


10.2.1. Biaya rutin bulanan
1. Biaya Operasional
Gaji Apoteker Pendamping : Rp. 2.800.000,00
Asisten Apoteker : Rp. 1.900.000,00
Tenaga administrasi (1 orang) : Rp. 1.300.000,00 +
Total : Rp. 6.000.000,00
2. Biaya pemeliharaan dan penyusutan bangunan
dan peralatan / perlengkapan Rp. 1.500.000,00
3. Biaya perijinan Rp. 2.500.000,00
4. Biaya lain-lain
a. Administrasi kantor Rp. 500.000,00
b. Listrik, telpon dan PDAM Rp. 1.500.000,00
c. Kesejahteraan karyawan Rp. 800.000,00
d. Lain-lain Rp. 500.000,00 +
Total: Rp 3.300.000,00

Total biaya rutin bulanan : Rp. 13.300.000,00

10.2.2. BIAYA RUTIN TAHUN I


1. Biaya rutin bulanan 12 X Rp.13.300.000,00 Rp. 159.600.000,00
2. Tunjangan Hari Raya (THR) = 1 bulan gaji Rp. 6.000.000,00 +
Total biaya Rutin tahun I : Rp. 165.600.000,00

10.2.3. PROYEKSI PENDAPATAN TAHUN 2018.

Tahun 2018 diperkirakan jumlah resep yang masuk rata – rata 15 lembar perhari dengan
harga rata-rata Rp. 50.000. Pendapatan Tahun 2018:

1. Penjualan resep
25 X 12 X 15 X Rp. 50.000 Rp. 225.000.000,00
2. Penjualan obat bebas (HV)
25 X 12 X Rp. 200.000 Rp. 60.000.000,00
3. Penjualan OWA
25 X 12 X Rp.250.000,00 Rp. 75.000.000,00
4. Pendapatan lain
25 X 12 X Rp. 200.000,00 Rp. 60.000.000,00 +
Total pendapatan : Rp. 420.000.000,00

10.2.4. PENGELUARAN TAHUN I

1. Pembelian Obat Rp. 100.000.000,00


2. Pembelian HV (Obat bebas) Rp. 40.000.000,00
3. Pembelian OWA Rp. 25.000.000,00
4. Biaya rutin tahun I Rp. 165.600.000,00 +
Total Pengeluaran Rp. 330.600.000,00

10.2.5. PERKIRAAN LABA RUGI TAHUN I


1. Pemasukan Rp. 420.000.000,00

2. Pengeluaran Rp. 330.600.000,00 -

Laba Bruto Rp. 89.400.000,00

PPh (10%) Rp. 8.940.000,00 -

Laba bersih Rp. 77.460.000,00

10.2.4. PERHITUNGAN BATAS LABA RUGI/BREAK EVEN POINT TAHUN I


1. Pay Back Periode
Total investasi Rp. 288.000.000,00
  3.7 tahun
Laba bersih Rp. 77.460.000,00

2. Return of invesment (ROI)


Laba bersih Rp. 77.460.000,00
 x 100 %  26.89 %
Total investasi Rp. 288.000.000,00

3. Break Even Point (BEP)


1
× biaya tetap
1- biaya variabel⁄pendapatan

1
× Rp. 165.600.000,00
1- Rp. 200.000.000,00⁄ Rp. 420.000.000,00

= Rp. 186.373.606,00 /tahun

= Rp. 15.531.134,00/bulan

4. Persentase BEP
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
× 100%
𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 − 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙

𝑅𝑝. 85.700.000,00
× 100%
𝑅𝑝. 292.500.000,00 − 𝑅𝑝. 158.000.000,00

= 63,72 %

5. Kapasitas BEP

= Persentase BEP x jumlah lembar resep/tahun

= 63,72% x6.000 lembar resep/tahun

= 3.823 lembar resep/tahun

= 13 lembar resep/hari

BAB XI
PENUTUP
Berdasarkan analisa situasi dan dengan memperhatikan studi kelayakannya, maka
pendirian Apotek Indo Farma di Jalan Ahmad Yani, Klademak 1 – Sorong, Papua Barat
mempunyai prospek baik, baik ditinjau dari segi pelayanan maupun usaha.

Surakarta, 19 Februari 2013

Pemilik Sarana dan Apoteker Pengelola Apotek


Apotek Talenta Farma

Muhammad Yusri Sahir S. Farm., Apt


Keterangan LAY OUT Apotek Indo Farma:
1) Ruang Tunggu
2) Televisi
3) Etalase saleb, obat herbal, alat kesehatan, kondom dan madu
4) Kasir
5) Etalase Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas
6) Etalase Susu dan alat kesehatan
7) Etalase Sirup dan obat bebas terbatas
8) Meja racik
9) Lemari obat narkotik
10) Lemari Pendingin
11) Rak obat psikotropik dan arsp Faktur
12) Rak obat generik dan obat paten keras
13) Rak obat paten keras dan obat paten bebas
14) Gudang Obat
15) Ruang Konseling
16) Kamar mandi dan Toilet
17) Halaman parkir
18) Papan nama Apotek

Lampiran 3. ETIKET dan COPY RESEP Apotek Indo Farma

Apotek INDO FARMA Apotek INDO FARMA


Jl. A. Yani No.
Telp. () Jl. A. Yani No.
Apoteker :Muh.Yusri S. S.Farm.,Apt Telp. ()
No. Tgl. Apoteker : Muh.Yusri S. S.Farm.,Apt