Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN PASIEN DENGAN HEMATURIA

DISUSUN OLEH

Iqbal Abdi Firdaus 1611011034

Intan Faratiti Dewi W 1611011011

Devi Islamiah

Igan Meotia

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN
Mei, 2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Perawatan Pasien Hematuria

Sasaran : Pasien yang mengalami Hematuria

Waktu : 30 Menit

Tempat : Di RS A. Dadi Cokrodipo

A. TIU ( Tujuan Instruksional Umum)


Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan klien dan keluarga dapat
mengetahui tentang perawatan pasien Hematuria.
B. TIK (Tujuan Instruksional Khusus)
Setelah mengikuti penyuluhan selama 15 menit, klien dan keluarga dapat :
1. Menjelaskan tentang definisi
2. Hematuria Menjelaskan tentang perawatan pasien Hematuria
C. SASARAN
Adapun sasaran dari penyuluhan ini ditujukan khususnya untuk pasien Hematuria
dan keluarga penderita hematuria Di RSD. BALUNG
D. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
E. ALAT DAN BAHAN
Kursi
F. MEDIA
Leaflet
G. MATERI
Terlampir
H. KEGIATAN
1. Persiapan
a. Berpakaian rapi dan sopan.
b. Mempersiapkan alat-alat dan bahan untuk penyuluhan, yaitu: kursi.
c. Mempersiapkan media untuk penyuluhan, yaitu : leaflet.
2. Evaluasi
a. Struktur
Persiapan alat, bahan, media dan tempat sudah dipersiapkan sebelum acara
dimulai.
b. Sasaran atau peserta penyuluhan hadir ditempat penyuluhan
Penyuluhan dilakukan di Ruang Mawar (Bedah). Penyuluhan dilaksanakan
sesuai kontrak
3. Proses
a. Penyuluh mampu memberikan informasi dengan jelas sesuai dengan tujuan
yang telah ditetapkan.
b. Penyuluh melakukan tugas sesuai dengan tugasnya yang sudah ditentukan
dengan baik.
c. Selama proses berlangsung, sasaran atau klien mengikuti proses dengan penuh
perhatian, tetap fokus, dan mengajukan pertanyaanpertanyaan terhadap materi
yang disampaikan yang dirasakan kurang jelas.
4. Hasil ( Output)
Setelah penyuluhan selesai dilaksanakan, sasaran atau klien dapat mengerti dan
dapat menyebutkan kembali tentang :
a. Definisi Hematuria
b. Perawatan pasien Hematuria Dengan kriteria hasil : 100 % peserta penyuluhan
tidak meninggalkan tempat penyuluhan tanpa izin. 80% peserta
memperhatikan selama materi disampaikan.70% peserta penyuluhan mampu
menyebutkan kembali definisi Hematuria.70% peserta penyuluhan mampu
menyebutkan kembali perawatan pasien Hematuria
Lampiran

MATERI

A. Pengertian
1. Hematuria hematuria adalah kehadiran sel-sel darah merah (eritrosit) dalam urin.
2. Tumor Buli Tumor buli-buli adalah tumor yang didapatkan dalam buli-buli
(Kandung Kencing). (Basuki B. Purnomo, 2000).
B. Penyebab
Beberapa penyebab terjadinya darah dalam urin (hematuria) adalah:
1. Batu ginjal (atau kencing batu).
2. Kanker kandung kemih
3. Karsinoma sel ginjal, kadang-kadang disertai perdarahan
4. Infeksi saluran kemih dengan beberapa spesies termasuk bakteri strain EPEC dan
Staphylococcus saprophyticus
5. Sifat sel sabit dapat memicu kerusakan sejumlah besar sel darah merah, tetapi
hanya sejumlah kecil individu menanggung masalah ini
6. Varises kandung kemih, yang mungkin jarang mengembangkan obstruksi
sekunder dari vena kava inferior.
7. Alergi mungkin jarang menyebabkan hematuria gross episodik pada anak-anak.
8. Hipertensi vena ginjal kiri, juga disebut "pemecah kacang fenomena" atau
"sindrom alat pemecah buah keras," adalah kelainan vaskular yang jarang terjadi,
yang bertanggung jawab atas gross hematuria.
C. Tipe Hematuria
Ada 3 tipe hematuria, yaitu:
1. Initial hematuria, jika darah yang keluar saat awal kencing.
2. Terminal hematuria, jika darah yang keluar saat akhir kencing. Hal ini
kemungkinan disebabkan oleh adanya tekanan pada akhir kencing yang membuat
pembuluh darah kecil melebar.
3. Total hematuria, jika darah keluar dari awal hingga akhir kencing. Hal ini
kemungkinan akibat darah sudah berkumpul dari salah satu organ seperti ureter
atau ginjal.
D. Pengobatan
Tidak ada pengobatan spesifik untuk hematuria. Pengobatannya tergantung pada
penyebabnya:
1. Infeksi saluran kemih, biasanya diatasi dengan antibiotik.
2. Batu ginjal, dengan banyak minum. Jika batu tetap tidak keluar, dapat dilakukan
ESWL atau pembedahan.
3. Pembesaran prostat, diatasi dengan obat-obatan atau pembedahan.
4. Kanker, dilakukan pembedahan, untuk mengangkat jaringan kanker atau
kemoterapi.
Gambar