Anda di halaman 1dari 16

MANAJEMEN OPERASIONAL

STRATEGI PROSES
Dosen Pengampuh : PUTRI INGGRID MARIA RISAMASU S.E.,MM

Di Susun Oleh :

1. Dwi Suprihatin 201762201006

2. Syahbaniar 201762201023

3. Deffy V. Fautngiljanan 201762201044

4.Rosnita Tuto Muda 2017622010

5.Nurul Insoinah 201862201152

UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

JURUSAN AKUNTANSI

2019
KATA PENGATAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami telah menyelesaikan makalah Manajemen
Operasional tentang “Strategi Proses”ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana.
Tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Manajemen Operasional tentang Strategi Proses.Tidak lupa kami menyampaikan terima
kasih kepada pihak yang telah membatu kami dalam pembuatan makalah ini .
Meskipun penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan , penulis
menyadari bahwa laposran ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, segala kritik dan
saran yang membangun makalah ini, penulis harapkan guna perbaikan makalah yang
selanjutnya.
Akhir kata penulis berharap semoga makalah sederhana ini dapat bermanfaat
bagi para pembaca dan sebagai bahan pembelajaran matakuliah Manajemen
Operasional pada dunia pendidikan

Merauke, Maret 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGATAR ................................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I .......................................................................................................................1
BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG....................................................................................1
1.2 RUMUSAN MASALAH ……………………………………………… 3

BAB. II. PEMBAHASAN ..................................... Error! Bookmark not defined.


2.1. PENGERTIAN DAN TUJUAN STRATEGI PROSES................................Error!
Bookmark not defined.
2.2. EMPAT STRATEGI PROSES..................................................................... 9
2.3. ANALISIS DAN DESAIN PROSES....................................……..........…13
2.4. DESAIN PROSES PADA SEKTOR JASA................................................13

BAB III. PENUTUP ..............................................................................................19


3.1. KESIMPULAN ……………........……………….……………..………....19

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................20

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dewasa ini banyak sekali perusahaan yang dihadapkan kepada masalah


produksi barang dan jasa yang sesuai dengan keinginan konsumen yang
selalu berubah-ubah.Dimana hal tersebut menimbulkan suatu masalah baru
yang komplek bila suatu perusahaan tidak mampu mengatasinya. Oleh karena
itu diperlukan sebuah system atau strategi proses dalam manajemen
operasional yang disebut juga sebagai Strategi transformasi factor inputs
menjadi outputs. Dimana system ini lebih efisien dan efektif. Manager
operasional bertugas menyusun strategi proses untuk dapat mencapai sasaran
operasional dan organisasi atau perusahaan (Tampubolon,2004).

Setelah berbagai produk dan jasa dirancang, spesifikasi-spesifikasinya harus


diterjemahkan ke berbagai system pemrosesan yang menciptakan produk atau
menyediakan jasa. Desain proses tidak hanya semata-mata masalah tehnik
namun juga menyangkut pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan
lingkungan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa pengertian dan tujuan strategi proses ?
2. Apa saja empat strategi proses ?
3. Bagaimana analisis dan desain proses?
4. Bagaimana Desain proses pada sektor jasa?

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Tujuan Strategi Proses

Strategi proses atau transformasi adalah sebuah pendekatan organisasi untuk


mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa. Tujuan strategi proses adalah
untuk menemukan suatu cara memproduksi barang dan jasa yang memenuhi
persyaratan pelanggan dan spesifikasi produk yang berada dalam batasan biaya
dan manajerial lain. Proses yang dipilih akan mempunyai dampak jangka
panjang pada efisiensi dan produksi, begitu juga pada fleksibilitas biaya dan
kualitas barang yang diproduksi. Oleh karena itu banyak strategi perusahaan
ditentukan pada saat keputusan proses ini.

2.2 Empat Strategi Proses


Semua barang atau jasa dibuat dengan menggunakan beberapa variasi pada
satu dari empat strategi proses
1. Fokus pada proses(Process Focus)
Tujuh puluh lima persen dari semua produksi global berdedikasi untuk
membuat produk yang bervolume rendah, tetapi bervariasi tinggi, pada
tempat yang disebut dengan job shop. Fasilitas seperti itu diatur sesuai
dengan aktifitas atau proses tertentu. Dalam sebuah pabrik, proses yang
ada mungkin berupa departemen yang menangani pengelasan,
penghalusan dan pengecatan. Fasilitas yang ada terfokus pada proses
dalam arti peralatan, tata lelah dan pengawasan. Mereka menyajikan
fleksibilitas produk yang tinggi., karena produk berpindah diantara
proses secara sebentar-bentar. Setiap proses di desain untuk
melaksanakan beragam aktifitas dan menghadapi seringnya perubahan.
Karena itu disebut juga sebagai proses intermittent.

2
2. Fokus berulang(repetitive focus)
Proses berulang adalah proses produksi yang berorientasi pada produk
yang menggunakan modul. Modul adalah bagian atau kompenen yang
telah dipersiapkan, yang sering berada dalam proses yang kontinu.
3. Fokus pada produk(product-focused)
Focus pada produk yaitu proses yang memiliki volume tinggi dan
variasi yang rendah. Proses ini disebut juga proses kontinu, sebab
mempunyai lintasan produksi yang panjang, dan kontinu. Contoh
produk seperti kaca , kertas , dan baut dibuat melalui suatu proses yang
kontinu. Proses lain yang terfokus pada produk adalah jasa, seperti yang
terjadi pada proses penyembuhan penyakit hernia pada rumah sakit
Shouldice.
4. Fokus kustomisasi massal (Mass Customization)
Merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi
keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cepat dan murah.Mass
Customization memberikan variasi produk yang biasanya disediakan
oleh manufaktur yang bervolume tinggi dan terstandarisasi (terfokus
pada produk).

2.3 Analisis dan Desain Proses


Desain adalah langkah pertama dalam suatu fase pengembangan bagi setiap
produk atau system yang direkayasa. Desain juga didefinisikan sebagai proses
aplikasi berbagai tehnik dan prinsip bagi tujuan pendefinisian suatu
perangkat, suatu proses atau system dalam detail yang memadai untuk
memungkinkan realisasi.
Desain proses adalah suatu kegiatan dengan melibatkan tenaga manusia,
bahan serta peralatan untuk menghasilkan produk yang berguna baik barang
dan jasa.
Analisis bagan-bagan proses digunakan untuk menggambarkan dan
memperbaiki proses tranformasi dalam system-sistem produktif. Dalam
peningkatan efektifitas atau efisiensi proses-proses produksi, beberapa atau
seluruh elemen proses berikut mungkin perlu diubah :

3
1. Bahan mentah
2. Desain produk
3. Desaian pekerjaan
4. Tahap-tahap pemrosesan yang digunakan
5. System pengawasan manajemen
6. Peralatan atau perkakas
Saat menganalisis dan merancang proses untuk mengubah bahan baku menjadi
barang dan jasa, terdapat pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Apakah prosesnya dirancang untuk mencapai keunggulan bersaing dari segi
diferensiasi, respons cepat, atau biaya rendah?
b. Apakah prosesnya menghilangkan langkah-langkah yang tidak menambah
nilai?
c. Apakah prosesnya memaksimalkan nilai pelanggan sebagaimana dilihat
oleh pelanggan?
d. Apakah prosesnya akan mendatangkan banyak pesanan?
Sejumlah perangkat dapat membantu memahami kompleksitas dari desain
proses dan perancangan ulang proses. Perangkat tersebut merupakan cara
sederhana untuk memahami apa yang terjadi atau apa yang harus terjadi dalam
proses. Kelima perangkat tersebut adalah :
1. Diagram alir
Perangkat yang pertama adalah diagram alir (flow diagrant) yang
merupakan suatu skema atau gambaran dari perpindahan bahan, produk
atau orang.
2. Pemetaan fungsi waktu
Perangkat yang kedua untuk analisis dan desain proses adalah diagram
alir, tetapi dengan ditambahkan waktu pada sumbu horizontalnya. Diagram
ini kadang disebut sebagai pemetaan fungsi waktu (time-function
mapping) atau pemetaan proses (process mapping). Dengan pemetaan
fungsi waktu, titik-titik mengindikasikan aktivitas dan panah-panah
mengindikasikan arah aliran dengan waktu pada sumbu
horizontalnya.Jenis analisis ini memungkinkan pengguna untuk

4
mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan dalam hal langkah
tambahan, pengulangan dan keterlambatan yang tidak perlu.
3. Pemetaan aliran nilai
Satu variasi dari pemetaan fungsi waktu adalah pemetaan aliran nilai
(value stream mapping, VSM). Namun, pemetaan aliran nilai mengambil
bentuk yang lebih lebar di mana nilai ditambahkan (dan tidak
ditambahkan) pada keseluruhan proses produksi, termasuk rantai pasokan.
Namun, pemetaan aliran nilai mengembangkan analisis ini kembali ke
pemasok. Pemetaan aliran nilai tidak hanya memperhitungkan proses,
tetapi juga keputusan manajemen dan sistem informasi yang mendukung
proses tersebut.
4. Diagram proses
Diagram proses (process charts) menggunakan simbol, waktu, dan jarak
untuk mendapatkan cara yang objektif dan terstruktur untuk menganalisis
dan mencatat berbagai aktivitas yang membentuk sebuah proses. Diagram
ini memusatkan perhatian pada aktivitas penambahan nilai.
5. Perencanaan pelayanan
Produk dengan tingkat pelayanan tinggi mungkin membutuhkan
penggunaan teknik pemrosesan kelima. Perencanaan pelayanan (service
blueprinting) merupakan teknik analisis proses yang memusatkan
perhatian kepada pelanggan dan interaksi penyedia layanan dengan
pelanggannya
Kelima perangkat analisis proses ini masing-masing memiliki kekuatan dan
keragamannya tersendiri. Diagram alir merupakan cara yang tepat untuk
menggambarkan keseluruhan proses dan mencoba untuk memahami sistem
secara keseluruhan. Pemetaan fungsi waktu menambahkan ketepatan dan
faktor waktu untuk analisis secara makro.Pemetaan aliran nilai melingkup di
luar organisasi langsung hingga pelanggan dan pemasok. Diagram proses
dirancang untuk menyediakan pandangan proses secara lebih terperinci dengan
menambahkan beberapa hal, seperti waktu untuk penambahan nilai ( value-
added time), penundaan, jarak, penyimpanan, dan lainnya. Di lain pihak,
perencanaan pelayanan dirancang untuk membantu memusatkan perhatian

5
pada bagian interaksi pelanggan dalam proses. Karena interaksi pelanggan
sering merupakan variabel penting dalam desain proses sekarang, kita akan
telaah beberapa aspek tambahan dari desain proses.
Analisis proses dapat mempunyai pengaruh yang luas pada bagian semua
operasi.Perencanaan proses memerlukan pemahaman tentang operasi-operasi
sebagai suatu system produktif, langkah-langkah yang perlu di ambil dalam
perencanaan proses sebagai berikut:
1. Memutuskan tujuan-tujuan perencanaan
2. Memilih proses atau system produktif yang relevan
3. Menggambarkan proses transformasi dan pengukuran efisiensi.
4. Mengembangkan desain proses yang diperbaiki melalui perbaikan aliran-
aliran proses atau masukan-masukan yang digunakan.
5. Mendapatkan persetujuan manajemen untuk desain proses yang telah
direvisi.
6. Mengimplementasikan desain proses baru.

Pada umumnya perencanaan dan pengelolaan berbagai proses transformasi


dilakuan dengan alat bantu yang berupa bagan-bagan.
Bagan aliran proses adalah peralatan poko perbaikan aliran bahan-bahan.
Dimana setelah penyusunan bagan proses, manager mungkin dapat
mengkombinasikan operasi-operasi tertentu, menghilangkan atau
menyederhanakan operasi-operasi yang lain untuk meningkatkan efisiensi
keseluruhan. Bagan-bagan yang digunakan dalam perencanaan dan
pengelolaan proses diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Bagan-bagan perakitan (assembly charts)
Bagan ini menunjukkan kebutuhan-kebutuha bahan dan urutan perakitan
komponen-komponen yang merupakan suatu perakitan mekanikal. Dimana
bagan ini biasanya untuk membantu menggambarkan aliran bahan dan
hubungan masing-masing komponen.
b. Bagan-bagan aliran proses (flow-process charts)

6
Bagan ini merinci proses ke dalam unsur-unsur dan symbol-simbol.
Dengan symbol-simbol tersebut disusun bagan yang mencakup spesifikasi
bagian-bagian proses, waktu atau jarak yang harus ditempuh karyawan,s
erta spesifikasi kegiatan-kegiatan penundaan dan penyimpanan. Jadi bagan
aliran proses memberikan petunjuk-petunjuk yang lengkap tentang cara
pelaksanaan suatu proses.
Bagan aliran proses dalan penyusunan dan penganalisaanya perlu
memepertimbangkan berbagai tipe pertanyaan yaitu : apa, siapa, dimana,
kapan dan bagaimana.
c. Bagan proses operasi-operasi (Routing sheet)
Bagan ini mirip operational process chart bagan perakitan, dengan
perbedaan bahwa bagan proses operasi mencakup spesifikasi-spesifikasi
untuk bagian dan waktu pengoperasioan dan pemeriksaan. Routing Sheet
lebih terperinci daripada bagan perakitan karena menunjukkan operasi-
operasi dan routing yang diperlukan untuk suatu bagain pose individual.
Routing sheet menetapkan secara tepat cara memproduksi suatu barang
dengan mengidentifikasikan peralatan dan perkakas yang digunakan,
operasi-operasi urutan yang harus diikuti, serta estmimasi waktu penyiapan
dan waktu beroperasinya mesin.
d. Bagan operasi (operation charts)
Bagan ini menunjukkan spesifikasi bagian-bagian pengoperasioan dan
pemeriksaan secara lebih terperinci. Dimana setiap bagan operasi
menunjukkan gerakan-gerakan tangan seorang karyawan secara terperinci.
Sebaiknya penyusunan bagan operasi sebaiknya dilakukan dengan
berpedoman pada prinsip-prinsip ekonomi gerakan, dimana prinsip ini ada
3 aspek yaitu penggunaan anggota badan, pengaturan tempat kerja , dan
perancangan peralatan dan perkakas. Yang dapat menyederhanakan banyak
pekerjaan.
e. Bagan manusia-mesin (man-machine chart atau activity chart)

7
Bagan ini menunjukkan hubungan antara operator dan mesin. Yaitu
menunjukkan apa yang dikerjakan mesin dan yang dikerjakan karyawan
pada setiap periode waktu. Dari bagan ini kita dapat menentukan waktu
istirahat operator dan mesin serta mengidentifikasikan elemen-elemen
setiap kegiatan karyawan dan mesin secara simultan.Selain itu juga berguna
untuk membantu penetuan penggunaan dua sumber daya penting
perusahaan yang terbaik.
f. Bagan simo atau bagan gerak simultan (simo chart or simultanesus motion
chart)
Bagan ini mirip dengan bagan operasi.Dimana menunjukkan gerakan-
gerakan tangan kiri dan kanan, tetap mencakup waktu setiap gerakan.
Dengan tehnik analisis waktu untuk setiap gerakan, yang biasanya
ditentukan melalui perhitungan suatu kerangka gerakan kerja, kita dapat
,mengkombinasikan, menghilangkan atau mengubah gerakan-gerakan dasar
untuk mengembangkan metode yang lebih baik.

2.3 Desain Proses Pada Sektor Jasa

Desain produk dapat didefinisikan sebagai generasi ide, pengembangan


konsep, pengujian dan pelaksanaan manufaktur objek fisik dan jasa. Desainer
produk konsep dan mengevaluasi ide-ide, membuat mereka nyata melalui
produk dalam pendekatan yang lebih sistematis. Peran seorang desainer produk
meliputi berbagai karakteristik manajer pemasaran, manajer produk, industri
dan desaian insinyur perancang.Istilah ini kadang-kadang membingungkan
dengan desain industri, yang mendefinisikan bidang spectrum yang elbih luas
kegiatan desain, layanan seperti desain, desain system, desain interaksi serta
peran desain. Produk perancang menggabungkan seni, ilmu pengetahuan dan
teknologi untuk menciptakan barang-barang tiga dimensi. Peran yang berubah
ini telah difasilitasi oleh perangkat digital yang memungkinkan para desainer
untuk berkomunikasi, memvisualisasikan dan menganalisa ide-ide dalam suatu

8
cara yang akan diambil tenaga kerja lebih besar di masa lalu. Desainer produk
dilengkapi dengan ketrampilan yang dibutuhkan untuk membawa produk dari
konsepsi ke pasar. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengelola
proyek desain dan subkontrak daerah untuk sector lain dalam industry desain.
Setiap barang dan jasa yang masuk dalam fase perkenalan, dapat didefinisikan
yaitu berdasarkan fungisnya, untuk apa produk atau jasa itu digunakan.
Perusahaan mendesaian suatu produk dnegan tujuan bagaimana meningkatkan
fungsi-fungsinya.Selanjutnya definisi suatu produk dilihat dari aspek desain
seperti warna bentuk dan ukurannya yang dapat diterima oleh pasar.
Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk barang atau jasa untuk dapat
disajikan pada pelanggan atau klien. Sebagai contoh, asuransi melakukan
spesialisasi yaitu, ada asuransi yang berada pada bidang khusus mobil atau
asuransi dengan jenis umum seperti.

Karena Interaksi konsumen seringkali merupakan variable penting dalam


desain proses terutama pada sektor jasa maka hal ini akan dikaji lebih lanjut
dalam sub topik ini. Walaupun interaksi dengan konsumen seringkali
memberikan pengaruh buruk pada kinerja proses, tetapi sektor jasa menjadikan
interaksi dan cusomization menjadi kebutuhan penting. Mengenali keinginan
konsumen yang unik menjadikan manajer opersaional mendisain proses untuk
memenuhi persyaratan khusus ini agar proses menjadi efektif dan efisien.

Interaksi Pelanggan dan Desain Proses

Berbagai Teknik untuk Meningkatkan Produktivitas Jasa

Strategi Teknik Contoh


Pemisahan Membuat struktur Pelanggan bank datang ke
pelayanan sehingga manajer untuk membuka
pelanggan harus pergi ke tabungan baru, ke petugas
tempat layanan ditawarkan kredit untuk meminta

9
pinjaman, dan ke kasir
untuk menyetorkan uang.

Swalayan Swalayan sehingga Supermarket dan


pelanggan melihat, departement store
membandingkan, dan
menilai sendiri

Penudaan Kustomisasi saat Kustomisasi mobil van


pengantaran saat pengantaran, bukan
saat produksi
Fokus Membatasi hal-hal yang Menu yang terbatas pada
ditawarkan restoran
Modul Pilihan jasa yang moduler Pilihan investasi dan
Produksi moduler asuransi. Modul paket
makanan di restoran
Otomatisasi Menmindahkan jasa yang ATM
dapat diotomatisasi
Penjadwalan Penjadwalan karyawan Penjadwalan karyawan
yang tepat penjualan tiket dengan
selang waktu 15 menit di
maskapi penerbangan
Pelatihan Menjelaskan pilihan Konsultasi investasi,
layananMenjelaskan direktur
bagaimana menghindari pemakamanPetugas
masalah pemeliharaan purnajual

10
Peluang untuk Meningkatkan Proses Jasa

Tata Letak Desain tata letak merupakan satu kesatuan dalam banyak proses jasa,
terutama pada toko eceran, restoran, dan perbankan. Pada toko retail, tata letak
tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga mendidik pelanggan dan
meningkatkan nilai produk.Di restoran, tata letak dapat meningkatkan pengalaman
makan malam sekaligus membrikan aliran yang efektif antara area bar, dapur, dan
tempat makan. Pada bank, tata letak menyajikan keamanan sekaligus aliran kerja
dan kenyamanan pribadi. Karena tata letak merupakan satu kesatuan dari banyak
jasa, penyajian tata letak yang baik menghasilkan peluang yang kontinu untuk
mendatangkan pesanan.

Sumber Daya Mnausia Karena ada begitu banyak jasa yang mencakup interaksi
langsung dengan pelanggan, permasalahan sumber daya manusia dari segi
perekrutan dan pelatihan merupakan hal penting dalam proses jasa. Sebagai
tambahan, tenaga kerja yang berkomitmen yang mempunyai fleksibelitas ketika
jadwal dibuat dan dilatih-silang untuk mengisi kekosongan ketika suatu proses
membutuhkan karyawan bukan penuh waktu, dapat berpengaruh sangat besar
terhadap kinerja keseluruhan proses.

11
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Strategi proses atau transformasi adalah sebuah pendekatan organisasi untuk
mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa. Tujuan strategi proses
adalah untuk menemukan suatu cara memproduksi barang dan jasa yang
memenuhi persyaratan pelanggan dan spesifikasi produk yang berada dalam
batasan biaya dan manajerial lain.

Empat Strategi Proses


Semua barang atau jasa dibuat dengan menggunakan beberapa variasi pada
satu dari empat strategi proses
1. Fokus pada proses(Process Focus)
Tujuh puluh lima persen dari semua produksi global berdedikasi untuk
membuat produk yang bervolume rendah, tetapi bervariasi tinggi, pada
tempat yang disebut dengan job shop.
2. Fokus berulang(repetitive focus)
Proses berulang adalah proses produksi yang berorientasi pada produk
yang menggunakan modul. Modul adalah bagian atau kompenen yang
telah dipersiapkan, yang sering berada dalam proses yang kontinu.
3. Fokus pada produk(product-focused)
Focus pada produk yaitu proses yang memiliki volume tinggi dan
variasi yang rendah.
4. Fokus kustomisasi massal (Mass Customization)
Merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi
keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cepat dan murah.

12
DAFTAR PUSTAKA
http://ekayanahidayat.blogspot.com/2013/11/strategi-proses.html

13