Anda di halaman 1dari 63

LAPORAN AKTUALISASI (HABITUASI)

LATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN II

PENINGKATAN SARANA PENGUNJUNG DI LEMBAGA


PEMASYARAKATAN NARKOTIKA
KELAS III PALEMBANG

Oleh:
Duwi Wilianto Nasution
NIP. 199302172017121003

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II


Angkatan V NDH: 12

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN V
BEKERJASAMA DENGAN KANWIL KEMENTERIAN HUKUM DAN
HAK ASASI MANUSIA SUMATERA SELATAN DI PALEMBANG
TAHUN 2018
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI (HABITUASI)


PENINGKATAN SARANA PENGUNJUNG DI LEMBAGA
PEMASYARAKATAN NARKOTIKA
KELAS III PALEMBANG

Oleh:
Duwi Wilianto Nasution
NDH: 12

Telah diseminarkan dan disetujui pada:


Hari/Tanggal : Jum’at / 07 September 2018
Tempat : Hotel Majestic Palembang

COACH, MENTOR,

Yudi Sudihartono, S.P., M.S.E. Suparman, A.Md.I.P., S.H.,M.H.


Widyaiswara Ahli Muda Penata Muda Tingkat I
NIP 19760703 200003 1 004 NIP 19810801 200212 1 002

Disetujui Oleh :
a.n. KAKANWIL KEMENKUMHAM SUMATERA SELATAN
KEPALA DIVISI ADMINISTRASI,

Edilauder LBN Gaol, S.H., M.H.


Pembina Utama Muda
NIP 19580928 198103 1 001

ii
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI (HABITUASI)


PENINGKATAN SARANA PENGUNJUNG DI LEMBAGA
PEMASYARAKATAN NARKOTIKA
KELAS III PALEMBANG

Oleh:
Duwi Wilianto Nasution
NDH: 12

Telah diseminarkan dan disahkan pada:


Hari/Tanggal : Jum’at / 07 September 2018
Tempat : Hotel Majestic Palembang

COACH, MENTOR,

Yudi Sudihartono, S.P., M.S.E. Suparman, A.Md.I.P., S.H.,M.H.


Widyaiswara Ahli Muda Penata Muda Tingkat I
NIP 19760703 200003 1 004 NIP 19810801 200212 1 002

Disahkan Oleh :
a.n. KEPALA BPSDMD PROVINSI SUMATERA SELATAN
KEPALA BIDANG PENGEMBANGAN KOMPETENSI MANAJERIAL,

Hj. Holijah, S.H., M.H.


Pembina Tingkat 1
NIP 19690907 199603 2 004

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang telah memberikan


kesehatan serta kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Pelatihan
Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II
Angkatan V Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan tujuan
memahami nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) serta mengetahui dan memahami peran
dan kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selama penyelesaian Laporan Aktualisasi (Habituasi) penulis banyak
menerima dan mendapat bantuan baik moril maupun material dari
berbagai pihak, maka pada kesempatan yang berharga ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. H. Sudirman D. Hury, S.H., M.M., M.Sc., selaku Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan.
2. Ibu Hj. Holijah, S.H., M.H., selaku Kepala Bidang Pengembangan
Kompetensi Manajerial BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan.
3. Bapak Edilauder LBN Gaol, S.H., M.H., selaku Kepala Divisi
Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera
Selatan.
4. Bapak Giri Purbadi, Bc.I.P., S.H., selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan.
5. Ibu Sri Utami, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Bagian Umum Kantor
Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan.
6. Ibu Assetia Chodijah Tusholiha, S.P., M.H., selaku Kepala Sub Bagian
Kepegawaian dan Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan
HAM Sumatera Selatan.
7. Bapak Hudi Ismono, A.Md.I.P., S.H., M.H., selaku Kepala Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang.
8. Bapak Yudi Sudihartono, S.P., M.S.E., selaku Coach di BPSDMD
Provinsi Sumatera Selatan

iv
9. Bapak Suparman, A.Md.I.P., S.H.,M.H., selaku Mentor di Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang.
10. Bapak Widodo Arseno, S.K.M., S.H., M.H., selaku Wali Kelas V.
11. Segenap Widyaiswara, Penyelenggara Diklat, Keluarga, dan rekan-
rekan sesama peserta Diklat Prajabatan Golongan II yang
memberikan bantuan dan dukungan dalam penyelesaian Laporan
Aktualisasi (Habituasi) ini.

Akhir kata, penulis berharap semoga Laporan Aktualisasi (Habituasi)


ini dapat memberikan manfaat di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang.

Palembang, 07 September 2018


Penulis,

Duwi Wilianto Nasution


NIP 19930217 201712 1 003

v
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ................................................................................ i
LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................... iii
KATA PENGANTAR ............................................................................. iv
DAFTAR ISI ..............…………………………………………………. ....... vi
DAFTAR GAMBAR…...............…………………………..…………….. ... vii
DAFTAR TABEL......……………………………………………….. ........... viii
DAFTAR LAMPIRAN......……………………………………………….. .... ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................. 1
B. Tujuan dan Manfaat …………………….…………….......... 3
C. Ruang Lingkup ……………….…………………………........ 4
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)
A. Deskripsi Organisasi Lembaga Pemasyarakatan
Narkotika Kelas III Palembang ........................................... 5
1. Profil Organisasi ........................................................... 5
2. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi .............................. 7
B. Deskripsi Isu/ Situasi Problematik di Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang ............... 9
C. Analisis Isu......................................................................... 13
D. Argumentasi Terhadap Core Isu Terpilih ........................... 15
E. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS ............................................. 17
F. Matrik Rancangan .............................................................. 21
G. Jadwal Kegiatan ................................................................ 31
H. Kendala dan Antisipasi ...................................................... 32
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI
A. Pendalaman Core Isu Terpilih .......................................... 33
B. Capaian Kegiatan Habituasi ............................................. 48
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ....................................................................... 51
B. Saran ................................................................................ 51
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 52
BIODATA DIRI ...................................................................................... 54
LAMPIRAN

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

Gambar 1. Lapas Narkotika Kelas III Palembang .................................. 5


Gambar 2. Struktur Organisasi .............................................................. 6
Gambar 3. Lambang Nilai-Nilai Organisasi “PASTI” .............................. 8
Gambar 4. Alur Penyelesaian Isu Terpilih di Lapas Narkotika Kelas III
Palembang ............................................................................ 22

vii
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 1. Penjelasan Isu di Lapas Narkotika Kelas III Palembang .......... 11


Tabel 2. Bobot Penetapan Nilai Analisis Isu dengan AKPK dan USG ... 13
Tabel 3. Analisis Isu Menggunakan AKPK ............................................. 14
Tabel 4. Analisis Isu Menggunakan USG .............................................. 15
Tabel 5. Matrik Rancangan Aktualisasi .................................................. 23
Tabel 6. Jadwal Kegiatan ....................................................................... 31
Tabel 7. Capaian Kegiatan Aktualisasi (Habituasi) ................................ 49

viii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.Kegiatan Membuat Informasi Tata Tertib Kunjungan dan


Pemeriksaan Pengunjung
Lampiran 2. Menyediakan Wadah Pemeriksaan Barang Pengunjung
Lampiran 3. Menyediakan Alat-Alat Kebersihan
Lampiran 4. Membuat Tanda Pengenal Pengunjung
Lampiran 5. Memperbaiki Kotak Saran
Lampiran 6. Membuat Rak Sepatu
Lampiran 7. Menyediakan Jam Dinding
Lampiran 8. Membuat Kotak dan Pin Kepuasan
Lampiran 9. Bimbingan Coach
Lampiran 10. Bimbingan Mentor
Lampiran 11. Testimoni Aktualisasi (Habituasi)

ix
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pandangan masyarakat selama ini kurang baik terhadap sosok


Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan adanya Undang-undang Nomor
5 tahun 2014 tentang “Aparatur Sipil Negara”, diharapkan menjadi
agen perubahan terhadap kinerja ASN dan menjadi ujung tombak
dalam penyelenggaraan pembangunan Negara. Untuk membentuk
pribadi seorang ASN yang profesional dan bermartabat, maka
diperlukan pembentukan karakter yang didasarkan pada nilai-nilai
dasar profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlandaskan pada
nilai-nilai Pancasila, sehingga mampu melaksanakan tugas
jabatannya secara efektif dan efisien serta dapat bertanggung jawab
terhadap masyarakat.
Peraturan Kepala LAN Nomor 22 Tahun 2016 tentang
penyelenggaraan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan I dan II serta Pasal 63 ayat 3 dan 4 UU No.5 Tahun 2014,
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib menjalani masa percobaan
yang dilaksanakan melalui proses Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat
dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian
yang unggul, bertanggung jawab dan memperkuat profesionalisme
serta kompetensi bidang sesuai jabatannya. Melalui pelatihan dasar,
peserta CPNS diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi (ANEKA) pada saat habituasi di Unit Pelaksana Teknis (UPT)
masing-masing.
Dengan lahirnya Undang-undang No. 12 tahun 1995
tentang “Pemasyarakatan” menjadi landasan hukum dari

1
sistem Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Pada
pasal 14 ayat 1 point h, UU No.12 tahun 1995 membahas hak
narapidana, yaitu: narapidana berhak menerima kunjungan,
penasehat hukum, atau orang tertentu lainnya.
Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang
memiliki kapasitas 484 orang, dihitung sesuai dengan Surat Direktur
Jenderal Nomor : E-PS.01.06-16 tanggal 23 Oktober 1996 tentang
“Penentuan Daya Muat Kapasitas Lapas”. Pada tanggal 13 Januari
2015, Lapas Narkotika kelas III Palembang untuk pertama kalinya
menerima Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Rutan Kelas I
Palembang sebanyak 20 orang dengan jumlah pegawai sebanyak 20
orang dengan rincian 3 orang Petugas Admisi Orientasi (AO), 2 orang
Petugas Pembinaan, 2 orang Petugas Tata Usaha (TU), dan 11 orang
Petugas Keamanan dan Ketertiban (Kamtib). Pelayanan 20 orang
WBP tersebut dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur
(SOP) layanan pemasyarakatan, termasuk juga dalam hal pelayanan
kunjungan semua berjalan dengan baik dan pengunjung yang datang
dapat diawasi dengan baik. Selain itu, untuk sarana keamanan dan
ketertiban sudah dilengkapi mulai dari lemari penitipan barang
pengunjung, tanda pengenal pengunjung, wadah pemeriksaan
pengunjung, dan prosedur tata tertib kunjungan.
Dengan kondisi sekarang, pada tanggal 24 Juni 2018 jumlah
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berjumlah 917 orang, hampir
dua kali lipat dari kapasitas yang telah ditentukan sebanyak 484
orang. Dengan jumlah WBP tersebut, perlu peningkatan keamanan
dan ketertiban dari semua hal termasuk keamanan dan ketertiban
ruangan pengunjung. Sarana keamanan dan ketertiban yang
diperlukan adalah penambahan tata tertib pengunjung agar tindakan
yang dianggap berbahaya dapat ditanggulangi. Selain itu, untuk
mengawasi waktu kunjungan yang sesuai prosedur perlu penambahan
jam dinding di ruang kunjungan. Kemudian, perlunya penambahan

2
alat-alat kebersihan, perbaikan kotak saran, dan pembuatan kotak
kepuasan agar pelayanan publik lebih baik lagi.
Sarana pengunjung merupakan komponen penting untuk
menciptakan kenyamanan, keamanan dan ketertiban baik bagi para
pengunjung maupun petugas pengamanan. Dari hal tersebut, Lapas
akan mendapatkan penilaian publik apakah layanan di Lapas sudah
berjalan dengan baik atau belum sesuai dengan harapan masyarakat.
Dari uraian diatas, maka penulis mengambil judul “Peningkatan
Sarana Pengunjung di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas
III Palembang”.

B. Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan Aktualisasi
1. Mengetahui kedudukan dan peran ASN dalam NKRI di Lapas
Narkotika Kelas III Palembang;
2. Untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) di
Lapas Narkotika Kelas III Palembang;
3. Mampu menganalisis dampak terhadap setiap kegiatan yang
dilaksanakan guna menyelesaikan isu yang disertai penerapan
nilai-nilai ANEKA.
2. Manfaat Aktualisasi
a. Bagi Peserta Diklat
1. Mampu menganalisis nilai-nilai dasar ASN kepada diri sendiri
maupun dalam pekerjaan yang dilakukan;
2. Mampu meningkatkan kompetensi dan keahlian bagi diri
sendiri maupun ingkungan kerja.
b. Bagi Unit Kerja
1. Terciptanya pelayanan publik yang lebih baik di Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang;

3
2. Terwujudnya keamanan dan ketertiban di Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang.
c. Bagi Organisasi
1. Sebagai bahan evaluasi kebijakan dan kegiatan pelayanan
publik di Unit Pelaksana Teknis (UPT);
2. Penguat penyelenggaraan pelayanan publik kedepan.
d. Bagi Stakeholder
1. Terwujudnya pelayanan publik yang maksimal dan terpercaya
bagi masyarakat;
2. Terciptanya integrasi dalam melaksanakan pelayanan publik
yang maksimal, efektif, dan efisien.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penulisan aktualisasi ini dibatasi pada :
1. Kegiatan yang mengandung nilai-nilai ANEKA dan Penerapan
Kedudukan serta Peran ASN terhadap NKRI yang dilaksanakan
pada tanggal 24 Mei 2018 sampai 1 September 2018 di Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang; dan
2. Sarana pengunjung dari Ruangan Penjaga Pintu Utama (P2U)
sampai Ruangan Kunjungan.

4
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)

A. Deskripsi Organisasi Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas


III Palembang

1. Profil Organisasi

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Palembang


berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor M.HH-04.OT.01.02 tahun 2014 tanggal 17
Oktober 2014. Pada Tanggal 7 Januari 2015, selanjutnya dilantik dan
diambil sumpah 4 (empat) orang pejabat Struktural di Lingkungan
Lapas Narkotika kelas III Palembang. Pada tanggal 13 Januari 2015,
Lapas Narkotika Kelas III Palembang untuk pertama kalinya menerima
WBP dari Rutan Kelas I Palembang sebanyak 20 (Dua Puluh Orang).

Gambar 1. Lapas Narkotika Kelas III Palembang

Pada tanggal 13 April 2015 telah dilantik dan diambil sumpah


jabatan, Kalapas Narkotika Kelas III Palembang yang pertama, yaitu
Bapak Reza Yudhistira Kurniawan, A.Md.I.P., SH., M.Si. Pada tanggal

5
11 September 2015, Lapas Narkotika Kelas III Palembang secara resmi
di operasionalkan oleh Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan
Kementerian Hukum dan HAM RI, Bapak I Wayan K. Dusak. Pada
tanggal 13 November 2017, diadakan serah terima Jabatan Kepala
Lapas Narkotika Kelas III Palembang dari Reza Yudhistira Kurniawan,
A.Md.I.P.,S.H.,M.Si. kepada Hudi Ismono, A.Md.I.P.,S.H.,M.H.
Kapasitas Lapas Narkotika Kelas III Palembang 484 (Empat Ratus
Delapan Puluh Empat) orang, dihitung sesuai dengan Surat Direktur
Jenderal Nomor : E-PS.01.06-16, tanggal 23 Oktober 1996 tentang
“Penentuan Daya Muat Kapasitas Lapas”. Isi WBP pada tanggal 24
Juni 2018 adalah 917 Orang. Dengan jumlah pegawai 76 orang dengan
rincian sebagai berikut: pejabat struktural berjumlah 5 orang, petugas
pengamanan berjumlah 46 orang, 11 orang staff pembinaan, 3 orang
staff AO, 5 orang staff Administrasi dan 6 orang staff kamtib.

Gambar 2. Stuktur Organisasi

Sebagai Lembaga Pemasyarakatan dengan status kelas III dan


baru berdiri selama 3 tahun, kondisi bangunan Lapas Narkotika Kelas
III Palembang cukup memadai dalam upaya melaksanakan peran dan

6
fungsinya sebagai lembaga pembinaaan Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP). Terakomodasinya sarana pembinaan baik
berupa pembinaan mental spritual (mushola, gereja, perpustakaan) dan
pembinaan kemandirian seperti bengkel kerja dan lahan untuk
pertanian. Alamat : Jl. Tanjung Sari, RT. 029, RW. 006, LK. III, Kel.
Sukamoro, Kec. Talang Kelapa, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan.

2. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi

Visi dari Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III


Palembang adalah “Sebagai Lembaga yang Berkualitas dalam
Memberikan Pembinaan, Pelayanan dan Perlindungan terhadap Warga
Binaan Pemasyarakatan (WBP)”. Untuk mencapai Visi tersebut, Lapas
Narkotika Kelas III Palembang menetapkan Misi yang menggambarkan
hal yang harus dilaksanakan, yaitu:
1. Menciptakan Rasa Aman, Nyaman, dan Mengedepankan Hak Asasi
Manusia dalam Membina,Melayani, serta Melindungi WBP,
2. Membangun Karakter dan Budaya Bersih, Jujur serta Sopan Santun
dalam Lingkungan Lapas, dan
3. Aktif Menciptakan Profesionalitas, Akuntabilitas, dan Produktifitas
Kerja.

Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang


memiliki tugas dan fungsi untuk menjalankan suatu pembinaan yang
mencakup dalam suatu sistem pemasyarakatan, dimana yang
dijelaskan dalam pasal 1, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995
tentang Pemasyarakatan bahwa “Sistem Pemasyarakatan adalah suatu
tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan Warga Binaan
Pemasyarakatan berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan secara
terpadu antara pembina, yang dibina, dan masyarakat untuk
meningkatkan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan agar menyadari
kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana

7
sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat
aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar
sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab”.

Gambar 3. Lambang Nilai-Nilai Organisasi “PASTI”

Nilai-nilai organisasi di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika


Kelas III Palembang mengacu dari nilai-nilai organisasi Kementrian
Hukum dan HAM sebagai instansi yang menaungi Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang. Kementrian Hukum
dan HAM memiliki slogan “ PASTI”, dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Profesional adalah Aparatur Kementerian Hukum dan HAM adalah
aparat yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui
penguasaan bidang tugasnya, menjunjung tinggi etika dan integirtas
profesi.
2. Akuntabel adalah setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan
pemerintah dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat
sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.
3. Sinergi adalah komitmen untuk membangun dan memastikan
hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis
dengan para pemangku kepentingan untuk menemukan dan
melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat, dan berkualitas.
4. Transparan adalah Kementerian Hukum dan HAM memberi
kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang

8
penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan,
proses pembuatan dan pelaksanaannya serta hasil-hasil yang
dicapai.
5. Inovatif adalah Kementerian Hukum dan HAM mendukung
kreatifitas dan mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan
pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya.

B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik di Lembaga Pemasyarakatan


Narkotika Kelas III Palembang
Dengan lahirnya UU No. 12 tahun 1995 tentang
“Pemasyarakatan”, maka kita dapat mengetahui tatanan mengenai
arah dan batas serta cara pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan
(WBP). Pada pasal 14 ayat 1, UU No. 12 tahun 1995, menjelaskan hak
yang diperoleh narapidana, yaitu :
a. Melakukan ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya;
b. Mendapatkan perawatan, baik perawatan rohani maupun jasmani;
c. Mendapatkan pendidikan dan pengajaran;
d. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang layak;
e. Menyampaikan keluhan;
f. Mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa
lainnya yang tidak dilarang;
g. Mendapatkan upah atau premi atas pekerjaan yang dilakukan;
h. Menerima kunjungan keluarga, penasihat hukum, atau orang
tertentu lainnya;
i. Mendapatkan pengurangan masa pidana (remisi);
j. Mendapatkan kesempatan berasimilasi termasuk cuti mengunjungi
keluarga;
k. Mendapatkan pembebasan bersyarat;
l. Mendapatkan cuti menjelang bebas; dan
m. Mendapatkan hak-hak lain sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

9
Selain itu, menurut Peraturan Menteri Hukum dan Ham Republik
Indonesia Nomor M.HH-05.OT.01.01 Tahun 2011 tentang “Perubahan
Atas Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M.01-PR.07.03 Tahun 1985
tentang “Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan””, pada
pasal 22 menjelaskan bahwa : “Kesatuan Pengaman LAPAS
mempunyai tugas menjaga keamanan dan ketertiban LAPAS”.
Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang
memiliki Visi : “Sebagai Lembaga yang Berkualitas dalam Memberikan
Pembinaan, Pelayanan dan Perlindungan terhadap Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP)”. Adapun Misi yang yang harus dilaksanakan,
yaitu:
1. Menciptakan Rasa Aman, Nyaman, dan Mengedepankan Hak Asasi
Manusia dalam Membina,Melayani, serta Melindungi WBP,
2. Membangun Karakter dan Budaya Bersih, Jujur serta Sopan Santun
dalam Lingkungan Lapas, dan
3. Aktif Menciptakan Profesionalitas, Akuntabilitas, dan Produktifitas
Kerja.

Dari penjelasan tersebut, adapun isu yang diangkat di Lapas


Narkotika Kelas III Palembang adalah sebagai berikut :
1. Belum Optimalnya Sistem Drainase di Blok Hunian;
2. Kurangnya Sarana Pengunjung;
3. Belum Optimalnya Penggunaan Terpal Kolam Ikan di Ruangan
Bimbingan Kerja ;
4. Terbatasnya Tempat Penyimpanan Arsip Surat Bon di Pos
Lingkungan (Posling);
5. Kurangnya Lampu Penerangan Luar Lembaga Pemasyarakatan;
6. Kurangnya Pembinaan Kerohanian WBP; dan
7. Belum Optimalnya Penataan Taman.

10
Berikut penjelasan dari berbagai isu yang didapatkan di Lapas
Narkotika Kelas III Palembang dapat dilihat pada (Tabel 1) dibawah ini:

Tabel 1. Penjelasan Isu di Lapas Narkotika Kelas III Palembang

Keterkaitan
Kondisi yang Identifikasi
No. Isu dengan
Diharapkan Permasalahan
Materi
1. Parit-parit mulai ada
yang retak dan pecah.
2. Terdapatnya endapan
lumpur dan sampah
Sistem yang menyebabkan
Belum pembuangan kedalaman parit
Optimalnya air berjalan Pelayanan berkurang dan
Sistem dengan lancar Publik dan menyempit.
1.
3. Rumput semakin cepat
Drainase di dan tidak WoG tumbuh diatas parit
Blok Hunian; menimbulkan (Drainase).
genangan. 4. Belum optimalnya
kerjasama dengan
instansi terkait
misalnya: Dinas
Pekerjaan Umum.
1. Kurangnya
penambahan tata tertib
Penambahan kunjungan dan
pemeriksaan badan
sarana tata
pengunjung.
tertib dan 2. Barang bawaan
Kurangnya
keamanan Pelayanan pengunjung yang
2. Sarana
serta Publik mencurigakan.
Pengunjung; 3. Masih kurangnya alat-
kebersihan
ruang alat kebersihan di
ruangan kunjungan.
pengunjung.
4. Belum adanya rak
sepatu dan kotak
kepuasan pengunjung.
Kolam terpal 1. Keterbatasan air bersih
Belum untuk mengganti air
dapat
Optimalnya kolam ikan jika sudah
digunakan kotor.
Penggunaan
kembali untuk Manajemen 2. Belum terjalinnya
Terpal Kolam
3. pelatihan dan ASN dan hubungan dengan
Ikan di
pembelajaran WoG lembaga terkait,
Ruangan misalnya : Dinas
WBP
Bimbingan Perikanan.
bagaimana
Kerja; 3. Belum adanya jadwal
memelihara
piket petugas untuk

11
ikan dengan pengawasan,
baik dan pembimbingan dan
benar. pelatihan khusus.
4. Kurangnya alat-alat
pendukung untuk
pembelajaran,
misalnya: filter air, alat
pengukur pH air, jaring
sortir pemisah ikan,
dan lain-lain.
1. Sering lupa meletakkan
surat bon WBP di buku
Terbatasnya
Adanya lemari jaga Posling.
Tempat 2. Belum adanya lemari
atau tempat Manajemen
Penyimpanan atau tempat untuk
untuk ASN dan
4. Arsip Surat menyimpan arsip bon
menyimpan Pelayanan
Bon di Pos WBP.
arsip bon WBP Publik 3. Belum dibuatnya
Lingkungan
di Posling. papan informasi
(Posling);
penyimpanan arsip
surat bon.
Tersedianya
lampu 1. Banyaknya lampu
penerangan di menara yang rusak.
Kurangnya 2. Perbaikan stop kontak
luar Lapas,
Lampu Pelayanan lampu.
5. sehingga
Penerangan Publik 3. Masih kurangnya
kondisi luar perbaikan berupa
Luar Lapas;
lapas dapat pengecetan untuk tiang
terpantau besi penyangga lampu.
dengan baik.
WBP 1. Masih kurangnya
mendapatkan tenaga pengajar dan
pendidik agama.
pengajaran
2. Jadwal kegiatan
dan keagamaan yang
Kurangnya
pendidikan Pelayanan belum maksimal.
Pembinaan
6. langsung dari Publik dan 3. Terbatasnya buku
Kerohanian
tokoh agama WoG panduan belajar
WBP; dan keagamaan WBP.
untuk
perbaikan 4. Kurangnya sarana
pendukung belajar,
kerohanian
misal: papan tulis,
WBP tersebut. spidol dan penghapus.
Taman di 1. Belum adanya
Belum kerjasama dengan
Lapas Pelayanan
Optimalnya instansi terkait untuk
7. Narkotika Publik dan
Penataan penataan taman, misal:
Kelas III WoG Dinas Pertamanan.
Taman.
Palembang 2. Kurangnya alat-alat

12
Rapi dan pendukung, misalnya:
Indah serta cangkul, mesin
dapat pemotong rumput dan
gunting pemangkas
memberikan
tanaman.
rasa nyaman 3. Kurangnya tanaman
baik kepada serta bahan-bahan
WBP maupun pendukung
Pegawai. pembesaran dan
kerapian tanaman.
Misalnya : tanaman
bunga ataupun buah,
pupuk dan pestisida.

C. Analisis Isu

Setelah di deskripsikan pada bagian sebelumnya, diperlukan


analisis lanjutan dari 7 (tujuh) isu tersebut. Analisis isu dilakukan untuk
menetapkan kriteria isu dan kualitas isu. Analisis ini dilakukan untuk
mendapatkan kualitas isu tertinggi. Alat analisis kriteria isu dengan
menggunakan analisis AKPK. Berikut ini penjelasan dari AKPK, yaitu:
1. Aktual adalah isu benar-benar terjadi di lapangan dan sedang hangat
dibicarakan di masyarakat.
2. Kekhalayakan adalah isu menyangkut hajat hidup orang banyak.
3. Problematik adalah isu memiliki dimensi masalah yang kompleks
sehingga perlu dicarikan solusi secepat mungkin.
4. Kelayakan adalah su yang diangkat masuk akal, realisitis dan
relevan untuk dicari inisiatif pemecahan masalahnya.

Tabel 2. Bobot Penetapan Nilai Analisis Isu dengan AKPK dan USG

Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya

13
Tabel 3. Analisis Isu Menggunakan AKPK

A K P K
No. ISU Jml Rank
(1-5) (1-5) (1-5) (1-5)
Belum Optimalnya Sistem
1. 4 3 2 3 12 4
Drainase di Blok Hunian;
2. Kurangnya Sarana Pengunjung; 5 5 4 4 18 1
Belum Optimalnya Penggunaan
3. Terpal Kolam Ikan di Ruangan 3 4 2 2 11 6
Bimbingan Kerja;
Terbatasnya Tempat
4. Penyimpanan Arsip Surat Bon di 4 5 3 3 15 2
Pos Lingkungan (Posling);
Kurangnya Lampu Penerangan
5. 4 4 2 3 13 3
Luar Lapas;
Kurangnya Pembinaan
6. 4 3 2 3 12 5
Kerohanian WBP; dan
Belum Optimalnya Penataan
7. 3 3 2 2 10 7
Taman.

Dari analisis AKPK tersebut, kemudian diambil 3 (tiga) isu yang


memiliki nilai tertinggi, yaitu:
1. Kurangnya sarana pengunjung;
2. Terbatasnya tempat penyimpanan arsip surat bon di Pos Lingkungan
(Posling); dan
3. Kurangnya lampu penerangan luar Lapas.

Dari 3 (tiga) kriteria isu yang mendapatkan nilai tertinggi, kemudian


dilakukan analisis dengan menggunakan USG. Berikut ini penjelasan dari
analisis USG, yaitu:
1. Urgency adalah seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dianalisis
dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness adalah seberapa serius isu itu harus dibahas dan dikaitkan
dengan akibat yang akan ditimbulkan.
3. Growth adalah seberapa besar kemungkinan memburuknya isu
tersebut jika tidak ditangani sebagaimana mestinya.

14
Penilaian secara USG dilakukan dengan menggunakan nilai 1
sampai dengan 5. Semakin tinggi nilai, menunjukkan bahwa isu tersebut
sangat mendesak, serius dan semakin memburuk jika tidak segera
ditangani.

Tabel 4. Analisis Isu Menggunakan USG

Penilaian Kriteria
No. Masalah U S G Jml Rank
(1-5) (1-5) (1-5)
Kurangnya Sarana
1. 5 4 5 14 1
Pengunjung;
Terbatasnya Tempat
Penyimpanan Arsip Surat Bon
2. 3 4 4 11 3
di Pos Lingkungan (Posling);
dan
Kurangnya Lampu Penerangan
3. 5 4 3 12 2
Luar Lapas.

Berdasarkan penentuan kualitas Isu dengan analisis USG, maka


ranking tertinggi merupakan isu yang diangkat dan perlu dicari
pemecahan masalahnya, yaitu “Kurangnya Sarana Pengunjung di
Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang”.

D. Argumentasi Terhadap Core Isu Terpilih

Dengan adanya UU No. 12 tahun 1995 tentang “Pemasyarakatan”


pada pasal 14 ayat 1 point h, menjelaskan bahwa “Narapidana berhak
menerima kunjungan, penasehat hukum, atau orang tertentu lainnya”,
UU No. 25 tahun 2009 tentang “Pelayanan Publik”, PP No. 32 tahun
1999 sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan PP No. 99 tahun
2012 tentang “Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan
Pemasyarakatan”, dan PP No. 58 tahun 1999 tentang “Syarat-Syarat
dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas dan Tanggung Jawab
Perawatan Tahanan”. Selain itu, menurut Peraturan Menteri Hukum
dan Ham Republik Indonesia Nomor M.HH-05.OT.01.01 tahun 2011

15
tentang “Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M.01-
PR.07.03 tahun 1985 tentang “Organisasi dan Tata Kerja Lembaga
Pemasyarakatan””, pada pasal 22 menjelaskan bahwa : “Kesatuan
Pengaman LAPAS mempunyai tugas menjaga keamanan dan
ketertiban LAPAS”.
Dari landasan hukum tersebut, Core issue dipilihnya judul
“Kurangnya Sarana Pengunjung di Lembaga Pemasyarakatan
Narkotika Kelas III Palembang” adalah karena tidak tertibnya
pengunjung terhadap aturan yang ada di Lapas, biasanya pengunjung
berkunjung lebih dari waktu yang diberikan sehingga perlu dibuatnya
tata tertib pengunjung dan penambahan jam dinding. Terkadang pada
saat pemeriksaan pengunjung, petugas pemeriksa pengunjung
melakukan pemeriksaan tidak sesuai dengan aturan sehingga perlu
dibuatnya tata tertib pemeriksaan pengunjung. Selain itu, kondisi kartu
tanda pengunjung yang rusak, maka penulis membuat kartu tanda
pengunjung yang baru agar pengawasan lebih mudah.
Pada saat kunjungan biasanya sepatu dan sandal diletakkan
sembarangan sehingga ruangan kunjungan terlihat kurang rapi dan
kotor, maka penulis menyiapkan rak sepatu dan alat-alat kebersihan.
Penulis juga menyiapkan sandal untuk pengunjung agar pada saat
pemeriksaan lebih mudah dan mencegah masuknya barang-barang
terlarang dari dalam sepatu. Terkadang pada saat pemeriksaan banyak
sekali pengunjung yang membawa bahan makanan yang sulit di
deteksi, seperti : gula dan produk kemasan lainnya yang
memungkinkan masuknya barang-barang terlarang kedalam Lapas,
sehingga penulis menyediakan wadah pemeriksaan. Untuk
meningkatkan kemajuan bersama, penulis juga memperbaiki kotak
saran dan menyediakan kotak kepuasan publik sebagai masukan dan
tolak ukur untuk pelayanan publik yang lebih baik.
Kami sebagai petugas pengamanan berkewajiban menjaga
keamanan dan ketertiban sesuai aturan serta memberikan pelayanan

16
terbaik pada masyarakat. Jadi dari penjelasan diatas, penulis
menganggap isu ini sangat penting untuk diangkat, sehingga dapat
meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik di Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang.

E. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS

a. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban untuk memenuhi tanggung
jawab yang menjadi amanahnya. Nilai-nilai dasar akuntabilitas, yaitu:
1. Kepemimpinan
Pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan
lingkungan yang baik.
2. Transparansi
Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan.
3. Integritas
Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam
menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
4. Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan perwujudan kesadaran akan hak dan
kewajiban seseorang terhadap suatu pekerjaan.
5. Keadilan
Kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik
menyangkut benda atau orang.
6. Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas.
7. Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka
diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan
serta harapan dan kapasitas.

17
8. Kejelasan
Pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab harus memiliki
gambaran yang jelas sesuai tujuan dan hasil yang diharapkan.
9. Konsistensi
Sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai
pada tercapai tujuan akhir.

b. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri. Secara politis nasionalisme berarti
pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa
dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Nilai-nilai dasar Nasionalisme meliputi: etos kerja, amanah, tidak
diskriminatif, saling menghormati, mengutamakan kepentingan publik,
menghargai pendapat, humanis, bijaksana, tolong menolong, bersikap
adil, tanggung jawab, cinta tanah air, dan kerja keras.

c. Etika Publik

Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta


keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin
adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup cara-cara
pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal yang
baik dan buruk.
Berdasarkan undang-undang ASN, kode etik dan kode perilaku
ASN yakni sebagai berikut:
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi;
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku;

18
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat
yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;
6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif, dan efisien;
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya;
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan dan jabatannya untuk mendapat atau mencari
keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN;
12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan
mengenai disiplin pegawai ASN.

d. Komitmen Mutu
Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang
harus diperhatikan, yaitu :
1. Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan
target.
2. Efisien
Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan
mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan.
3. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang
konstruktif, sehingga akan membangun karakter dalam bentuk
profesionalisme layanan publik yang baik.

19
4. Mutu
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk atau jasa yang
diberikan kepada pelanggan.

e. Anti Korupsi
Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, karena
menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga,
masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Ada 9 (sembilan) indikator
dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama
bagi penegakan integritas diri seseorang.
2. Peduli
Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan
lingkungan sekelilingnya.
3. Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang
menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain.
4. Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan
konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri.
5. Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari
bahwa keberadaan dirinya untuk melakukan perbuatan baik.
6. Kerja Keras
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas
hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik.
7. Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari
kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan
semestinya tanpa berlebih-lebihan.

20
8. Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian
untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan.
9. Adil
Menyadari apa yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya.

F. Matrik Rancangan

Unit Kerja : Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang.

Identifikasi Isu :
1. Belum Optimalnya Sistem Drainase di Blok Hunian;
2. Kurangnya Sarana Pengunjung;
3. Belum Optimalnya Penggunaan Terpal Kolam Ikan di Ruangan
Bimbingan Kerja;
4. Terbatasnya Tempat Penyimpanan Arsip Surat Bon di Pos Lingkungan
(Posling);
5. Kurangnya Lampu Penerangan Luar Lapas;
6. Kurangnya Pembinaan Kerohanian WBP; dan
7. Belum Optimalnya Penataan Taman.

Isu yang diangkat :


Kurangnya Sarana Pengunjung

Gagasan pemecahan Isu :


1. Membuat informasi tata tertib kunjungan dan pemeriksaan pengunjung;
2. Menyediakan wadah pemeriksaan barang pengunjung;
3. Menyediakan alat-alat kebersihan;
4. Membuat tanda pengenal pengunjung;
5. Memperbaiki kotak saran di ruang kunjungan;
6. Menyediakan rak sepatu dan sandal;
7. Menyediakan jam dinding; dan
8. Membuat kotak dan pin kepuasan pengguna layanan kunjungan.

21
Untuk matrik rancangan aktualisasi dapat dilihat pada (Tabel 5).
Pada Tabel 5, menjelaskan kegiatan apa yang dibuat dan yang akan
dilakukan, tahapan kegiatan, hasil kegiatan (output), hubungan kegiatan
dengan nilai-nilai ANEKA, nilai-nilai visi dan misi serta nilai-nilai organisasi
di Lapas Narkotika Kelas III Palembang,
Untuk alur penyelesaian isu di Lapas Narkotika Kelas III Palembang
dapat dilihat pada (Gambar 4) dibawah ini:

Gambar 4. Alur Penyelesaian Isu Terpilih di Lapas Narkotika Kelas III Palembang

22
Tabel 5. Matrik Rancangan Aktualisasi

Kontribusi
Keterkaitan Kontribusi Kegiatan
Output/ Pencapaian
No. Kegiatan Tahapan substansi Mata Pencapaian Visi dan
Hasil Penguatan Nilai-Nilai
Pelatihan Misi Organisasi
Organisasi
1. Membuat 1. Melakukan koordinasi 1. Surat keterangan Akuntabilitas Dengan membuat Dengan membuat
informasi tata dengan Pimpinan, melaksanakan Tanggung Jawab, informasi tata tertib informasi tata tertib
tertib kunjungan Mentor, Subsi AO, kegiatan aktualisasi Kepercayaan, kunjungan dan kunjungan dan
dan pemeriksaan Subsi Pembinaan, dari Pimpinan Kejelasan, dan pemeriksaan pemeriksaan
pengunjung ; Subsi Kamtib dan (1 lembar); Konsistensi. pengunjung, maka pengunjung dapat
Tata Usaha; 2. Kertas informasi tata mendukung Visi meningkatkan nilai-nilai
2. Mempelajari tata tertib kunjungan Nasionalisme menciptakan lembaga organisasi, yaitu :
tertib kunjungan dan ukuran A4 yang telah Etos Kerja, yang berkualitas dalam professional dan
pemeriksaan di laminating Mengutamakan memberikan pelayanan inovatif.
pengunjung sesuai sebanyak 2 lembar Kepentingan dan perlindungan
aturan; dan 1 buah banner Publik, Tanggung terhadap WBP. Selain
3. Mendesain dan ukuran (1,5x1) m; Jawab, dan Kerja itu, menunjang Misi
mencetak (print) tata 3. Kertas informasi tata Keras. menciptakan rasa
tertib kunjungan serta tertib pemeriksaan aman, nyaman, dan
pemeriksaan pengunjung ukuran Etika Publik mengedepankan HAM
pengunjung; A4 yang telah di Jujur, Bertanggung dalam melayani dan
4. Mencetak (print) Buku laminating sebanyak Jawab, Disiplin, melindungi WBP serta
Pedoman 2 lembar; dan Sopan. aktif menciptakan
Pemeriksaan Badan 4. Buku Pedoman profesionalitas dan
Berbusana; dan Pemeriksaan Badan Komitmen Mutu produktifitas kerja.
5. Melakukan Berbusana 1 buah Efektif,
pengamatan lokasi yang sudah dijilid; Efisien dan
dan pemasangan tata dan Inovasi.
tertib kunjungan serta 5. Dokumentasi gambar.
pemeriksaan Anti Korupsi
pengunjung. Jujur, Peduli,
Disiplin,

23
Tanggung Jawab,
dan Kerja Keras.

2. Menyediakan 1. Membuat daftar 1. 2 (dua) wadah toples Akuntabilitas Dengan menyediakan Dengan menyediakan
wadah barang yang akan pemeriksaan, 1 untuk Tanggung Jawab, wadah pemeriksaan wadah pemeriksaan
pemeriksaan dibeli; bahan kering dan 1 Kepercayaan, barang pengunjung, barang pengunjung
barang 2. Mencari wadah untuk bahan basah. Kejelasan, dan maka mendukung Visi dapat meningkatkan
pengunjung; pemeriksaan barang 2. 1 (satu) buah sendok Konsistensi. menciptakan lembaga nilai-nilai organisasi,
pengunjung yang dan 1 (satu) buah yang berkualitas dalam yaitu : profesional dan
sesuai untuk dibeli; garpu untuk Nasionalisme memberikan pelayanan inovatif.
3. Memberi keterangan pemeriksaan Etos Kerja, dan perlindungan
pada wadah makanan. Mengutamakan terhadap WBP. Selain
pemeriksaan 3. Dokumentasi gambar. Kepentingan itu, menunjang Misi
pengunjung; dan Publik, Tanggung menciptakan rasa
4. Melakukan Jawab, dan Kerja aman, nyaman, dan
penempatan wadah Keras. mengedepankan HAM
pemeriksaan dalam melayani dan
pengunjung. Etika Publik melindungi WBP serta
Jujur, Bertanggung aktif menciptakan
Jawab, Disiplin, profesionalitas dan
dan Sopan. produktifitas kerja.

Komitmen Mutu
Efektif,
Efisien dan
Inovasi.

Anti Korupsi
Jujur, Peduli,
Disiplin,
Tanggung Jawab,
dan Kerja Keras.

24
3. Menyediakan 1. Membuat daftar alat- 1. Alat-alat kebersihan : Akuntabilitas Dengan menyediakan Dengan menyediakan
alat- alat alat kebersihan yang - 1 buah kotak Tanggung Jawab, alat-alat kebersihan, alat-alat kebersihan
kebersihan; dibutuhkan di sampah, Kepercayaan, maka mendukung Visi dapat meningkatkan
ruangan pengunjung - 1 buah pel, Kejelasan, dan menciptakan lembaga nilai-nilai organisasi,
untuk dibeli; - 1 buah sekop Konsistensi. yang berkualitas dalam yaitu : profesional dan
2. Mencari dan membeli sampah, memberikan pelayanan inovatif.
alat-alat kebersihan; - 1 buah sapu, dan Nasionalisme terhadap WBP. Selain
dan - 1 buah keset kaki. Etos Kerja, itu, menunjang Misi
3. Penempatan alat-alat 2. Dokumentasi gambar. Mengutamakan menciptakan rasa
kebersihan dan Kepentingan nyaman dan
tempat sampah. Publik, Tanggung mengedepankan HAM
Jawab, dan Kerja dalam melayani WBP
Keras. serta aktif menciptakan
profesionalitas dan
Etika Publik produktifitas kerja.
Jujur, Bertanggung
Jawab, Disiplin,
dan Sopan.

Komitmen Mutu
Efektif,
Efisien dan
Inovasi.

Anti Korupsi
Jujur, Peduli,
Disiplin,
Tanggung Jawab,
dan Kerja Keras.

4. Membuat tanda 1. Mencari dan membeli 1. Tanda pengenal Akuntabilitas Dengan membuat Dengan membuat
pengenal gantungan kartu pengunjung sebanyak Tanggung Jawab, tanda pengenal tanda pengenal
pengunjung; tanda pengenal; 10 buah; Kepercayaan, pengunjung, maka pengunjung dapat

25
2. Mendesain dan 2. Tanda pengenal tamu Kejelasan, dan mendukung Visi meningkatkan nilai-nilai
mencetak tanda dinas sebanyak 10 Konsistensi. menciptakan lembaga organisasi, yaitu :
pengenal buah; dan yang berkualitas dalam profesional dan
pengunjung; dan 3. Dokumentasi gambar. Nasionalisme memberikan pelayanan inovatif.
3. Melakukan Etos Kerja, dan perlindungan
penempatan tanda Mengutamakan terhadap WBP. Selain
pengenal pengunjung Kepentingan itu, menunjang Misi
di dalam wadah. Publik, Tanggung menciptakan rasa
Jawab, dan Kerja aman dan
Keras. mengedepankan HAM
dalam melayani dan
Etika Publik melindungi WBP serta
Jujur, Bertanggung aktif menciptakan
Jawab, Disiplin, profesionalitas dan
dan Sopan. produktifitas kerja.

Komitmen Mutu
Efektif,
Efisien dan
Inovasi.

Anti Korupsi
Jujur, Peduli,
Disiplin,
Tanggung Jawab,
dan Kerja Keras.

5. Memperbaiki 1. Mendesain perbaikan 1. 1 (satu) buah kotak Akuntabilitas Dengan memperbaiki Dengan memperbaiki
kotak saran di kotak saran; saran yang sudah Tanggung Jawab, kotak saran, maka kotak saran dapat
ruang kunjungan; 2. Menyediakan bahan- diperbaiki; dan Kepercayaan, mendukung Visi meningkatkan nilai-nilai
bahan yang 2. Dokumentasi gambar. Kejelasan, dan menciptakan lembaga organisasi, yaitu :
dibutuhkan untuk Konsistensi. yang berkualitas dalam profesional dan
memperbaiki kotak memberikan pelayanan inovatif.

26
saran; Nasionalisme terhadap WBP. Selain
3. Melakukan perbaikan Etos Kerja, itu, menunjang Misi
kotak saran; dan Mengutamakan menciptakan rasa
4. Melakukan Kepentingan nyaman dan
penempatan dan Publik, Tanggung mengedepankan HAM
pemasangan kotak Jawab, dan Kerja dalam melayani WBP
saran di ruangan Keras. serta aktif menciptakan
pengunjung. profesionalitas dan
Etika Publik produktifitas kerja.
Jujur, Bertanggung
Jawab, Disiplin,
dan Sopan.

Komitmen Mutu
Efektif,
Efisien dan
Inovasi.

Anti Korupsi
Jujur, Peduli,
Disiplin,
Tanggung Jawab,
dan Kerja Keras.

6. Menyediakan rak 1. Mendesain rak 1. 2 (dua) buah rak Akuntabilitas Dengan menyediakan Dengan menyediakan
sepatu dan sepatu; sepatu; Tanggung Jawab, rak sepatu dan sandal, rak sepatu dan sandal
sandal; 2. Menyiapkan bahan- 2. 20 (dua puluh) buah Kepercayaan, maka mendukung Visi dapat meningkatkan
bahan pembuat rak sandal; dan Kejelasan, dan menciptakan lembaga nilai organisasi
sepatu; 3. Dokumentasi gambar. Konsistensi. yang berkualitas dalam profesional dan
3. Melakukan Nasionalisme memberikan pelayanan inovatif.
pembuatan rak Etos Kerja, terhadap WBP. Selain
sepatu; dan Mengutamakan itu, menunjang Misi
4. Melakukan Kepentingan menciptakan rasa

27
penempatan dan Publik, Tanggung nyaman dan
pemasangan rak Jawab, dan Kerja mengedepankan HAM
sepatu di ruangan Keras. dalam melayani WBP
P2U. serta aktif menciptakan
Etika Publik profesionalitas dan
Jujur, Bertanggung produktifitas kerja.
Jawab, Disiplin,
dan Sopan.

Komitmen Mutu
Efektif,
Efisien dan
Inovasi.

Anti Korupsi
Jujur, Peduli,
Disiplin,
Tanggung Jawab,
dan Kerja Keras.

7. Menyediakan jam 1. Mencari jam dinding 1. 1 (satu) buah jam Akuntabilitas Dengan penyediaan Dengan penyediaan
dinding; dan yang sesuai untuk dinding; Tanggung Jawab, jam dinding, maka jam dinding dapat
dibeli; 2. 1 (satu) buah paku Kepercayaan, mendukung Visi meningkatkan nilai-nilai
2. Pemilihan dinding; Kejelasan, dan menciptakan lembaga organisasi, yaitu :
penempatan jam 3. Dokumentasi gambar. Konsistensi. yang berkualitas dalam profesional dan
dinding di ruangan memberikan pelayanan inovatif.
kunjungan; dan Nasionalisme terhadap WBP. Selain
3. Pemasangan jam Etos Kerja, itu, menunjang Misi
dinding pengunjung. Mengutamakan menciptakan rasa
Kepentingan nyaman dan
Publik, Tanggung mengedepankan HAM
Jawab, dan Kerja dalam melayani WBP
Keras. serta aktif menciptakan

28
Etika Publik profesionalitas dan
Jujur, Bertanggung produktifitas kerja.
Jawab, Disiplin,
dan Sopan.

Komitmen Mutu
Efektif,
Efisien dan
Inovasi.

Anti Korupsi
Jujur, Peduli,
Disiplin,
Tanggung Jawab,
dan Kerja Keras.

8. Membuat kotak 1. Mendesain kotak 1. 1 (satu) buah Kotak Akuntabilitas Dengan membuat kotak Dengan membuat
kepuasan dan pin kepuasan dan pin kepuasan. Tanggung Jawab, kepuasan dan pin kotak kepuasan dan
kepuasan kepuasan pengguna 2. 60 (empat puluh) Kepercayaan, kepuasan pengguna pin kepuasan
pengguna layanan kunjungan; buah pin kepuasan, Kejelasan, dan layanan kunjungan, pengguna layanan
layanan 2. Menyiapkan bahan- dengan rincian 20 Konsistensi. maka mendukung Visi kunjungan dapat
kunjungan. bahan untuk buah pin menciptakan lembaga meningkatkan nilai-nilai
pembuatan kotak dan memuaskan, 20 pin Nasionalisme yang berkualitas dalam organisasi, yaitu :
pin kepuasan cukup memuaskan Etos Kerja, memberikan pelayanan professional dan
pengguna layanan dan 20 pin kurang Mengutamakan terhadap WBP. Selain inovatif.
kunjungan; tidak memuaskan; Kepentingan itu, menunjang Misi
3. Melakukan 3. Surat berita acara Publik, Tanggung menciptakan rasa
pembuatan kotak dan penyerahan barang Jawab, dan Kerja nyaman dan
pin kepuasan (1 lembar); dan Keras. mengedepankan HAM
pengguna layanan 4. Dokumentasi gambar. dalam melayani WBP
kunjungan; Etika Publik serta aktif menciptakan
4. Pemilihan tempat dan Jujur, Bertanggung profesionalitas dan
pemasangan kotak Jawab, Disiplin, produktifitas kerja.

29
kepuasan pengguna dan Sopan.
layanan kunjungan;
dan Komitmen Mutu
5. Evaluasi. Efektif,
Efisien dan
Inovasi.

Anti Korupsi
Jujur, Peduli,
Disiplin,
Tanggung Jawab,
dan Kerja Keras.

30
G. Jadwal Kegiatan

Jadwal aktualisasi yang akan dilaksanakan saat habituasi di Lapas


Narkotika Kelas III Palembang adalah sebagai berikut:

Tabel 6. Jadwal Kegiatan

Minggu Pelaksanaan
No. Kegiatan Mei Juni Juli Agustus
4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Membuat informasi tata
tertib kunjungan dan
1. pemeriksaan pengunjung
(24 Mei 2018 hingga 25
Juni 2018);
Menyediakan wadah
2. pemeriksaan barang
pengunjung (13 Juni 2018
hingga 30 Juni 2018);
Menyediakan alat-alat
3.
kebersihan (17 Juni 2018
hingga 05 Juli 2018);
Membuat tanda pengenal
4. pengunjung (28 Juni 2018
hingga 12 Juli 2018);
Memperbaiki kotak saran
5. di ruang kunjungan (01
Juli 2018 hingga 15 Juli
2018);
Menyediakan rak sepatu
6. dan sandal (10 Juli 2018
hingga 25 Juli 2018);
Menyediakan jam dinding
7. (25 Juli 2018 hingga 10
Agustus 2018); dan
Membuat kotak kepuasan
dan pin kepuasan
pengguna layanan
8.
kunjungan (02 Agustus
2018 hingga 20 Agustus
2018).

31
H. Kendala dan Antisipasi

Kendala-kendala yang mungkin terjadi dalam kegiatan


aktualisasi (habituasi) di Lapas Narkotika Kelas III Palembang, yaitu:
1. Jadwal kegiatan yang padat karena disamping peserta harus
melakukan aktualisasi, peserta juga harus mengikuti segala
kegiatan di satuan kerja masing-masing.
2. Keterbatasan biaya aktualisasi di Unit Pelaksana Teknis (UPT).
3. Peserta harus melakukan koordinasi dengan semua bagian terkait
dan mencocokkan jadwal kegiatan agar tidak berbenturan dengan
kegiatan rutin di satuan kerja.

Antisipasi yang peserta coba lakukan atas kendala-kendala yang


terjadi pada saat aktualisasi (habituasi) di Lapas Narkotika Kelas III
Palembang adalah sebagai berikut:
1. Peserta akan selalu disiplin akan jadwal yang telah dirancang dan
berusaha menghemat waktu sebaik mungkin.
2. Mengusahakan semua kegiatan menggunakan biaya yang seminim
mungkin, demi mengurangi beban biaya yang ditimbulkan akibat
pelaksanaan kegiatan aktualisasi serta melakukan survei pasar
untuk mencari peralatan yang harganya relatif terjangkau.
3. Berkoordinasi dengan bagian-bagian terkait agar kegiatan yang
direncanakan dapat berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

32
BAB III
PELAKSANAAN AKTUALISASI (HABITUASI)

A. Pendalaman Core Isu

Berdasarkan isu yang telah diangkat, diperoleh bahwa kegiatan


yang telah dilaksanakan selama proses aktualisasi (habituasi) sejalan
dengan core isu terpilih. Core isu yang diangkat adalah Optimalisasi
Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Kelekar.
Terdapat 7 (tujuh) kegiatan untuk menyelesaikan core isu yang
terpilih, yaitu :

A.1. Pendalaman Core Isu pada Kegiatan 1


Mengumpulkan data sasaran Ibu Hamil.
a. Uraian Kegiatan Pelaksanaan
1. Melakukan koordinasi dengan Pimpinan dan Mentor;
2. Melakukan koordinasi dengan Bidan Desa ;
3. Menentukan Desa Sasaran untuk pelaksanaan kegiatan,
dan;
4. Mengidentifikasi data Ibu Hamil yang akan dijadikan sasaran
pelaksanaan senam hamil.
b. Perbandingan Sebelum dan Setelah Kegiatan
Sebelum kegiatan ini dilakukan, pelaksanaan kelas Ibu Hamil
masih sedikit sekali diikuti oleh Ibu Hamil, misalnya: Hanya
diikuti oleh ibu hamil trimester ke III saja atau hanya diikuti oleh
Ibu Hamil yang aktif ke posyandu saja. Dengan setelah
dilakukannya kegiatan mengumpulkan data sasaran Ibu Hamil,
maka peserta Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil meningkat sesuai
dengan Data Sasaran Ibu Hamil yang ada di Desa tersebut.
c. Output

33
Output dari kegiatan ini adalah Melakukan Dokumentasi foto
dengan Pimpinan dan Mentor keterangan melaksanakan
kegiatan aktualisasi (habituasi) serta dokumentasi gambar.
d. Evidence Pendukung
Evidence pendukung dari kegiatan ini adalah foto konsultasi
dengan Pimpinan, Mentor, Subsi AO, Subsi Pembinaan, Subsi
Kamtib dan Tata Usaha, foto pada saat pembuatan tata tertib
kunjungan dan pemeriksaan pengunjung, serta foto sebelum
dan sesudah pemasangan tata tertib tersebut. Evidence foto
berkaitan secara langsung terhadap kegiatan.
e. Tanggal Berlangsungnya Kegiatan
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal hingga.
f. Keterkaitan terhadap Nilai-Nilai ANEKA PNS
Nilai-nilai ANEKA PNS dari kegiatan membuat informasi tata
tertib kunjungan dan pemeriksaan pengunjung, yaitu :
1. Nilai Akuntabilitas, berupa: Tanggung Jawab, Kepercayaan,
Kejelasan, dan Transparansi.
2. Nilai Nasionalisme, berupa: Etos Kerja, Mengutamakan
Kepentingan Publik, dan Tanggung Jawab.
3. Nilai Etika Publik, berupa: Jujur, Bertanggung Jawab,
Disiplin, dan Sopan.
4. Nilai Komitmen Mutu, berupa: Efektif, Efisien dan Inovasi.
5. Nilai Anti Korupsi, berupa: Kejujuran, Kepedulian, Disiplin,
Tanggung Jawab, dan Kerja Keras.
g. Keterkaitan pada Visi dan Misi UPTD Puskesmas Kelekar
Keterkaitan kegiatan Mengumpulkan data sasaran Ibu Hamil
adalah :
1. Mendukung Visi dari Masyarakat Sehat yang berwawasan
dan mandiri.

34
2. Menunjang Misi dari Memberikan pelayanan secara primia
dan Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkompeten
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
h. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap kegiatan
Mengumpulkan data sasaran Ibu Hamil adalah mengacu pada
nilai Kerjasama dan Efektif.

A.2. Pendalaman Core Isu pada Kegiatan 2


Menyediakan wadah pemeriksaan barang pengunjung.
a. Uraian Kegiatan Pelaksanaan
1. Membuat daftar barang yang akan dibeli;
2. Mencari wadah pemeriksaan barang pengunjung yang
sesuai untuk dibeli;
3. Memberi keterangan pada wadah pemeriksaan pengunjung;
4. Melakukan penempatan wadah pemeriksaan pengunjung.
b. Y7Perbandingan Sebelum dan Setelah Kegiatan
Sebelum kegiatan ini dilakukan terkadang mengalami kendala
pada saat pemeriksaan makanan basah, seperti: sayur masak,
bubur dan makanan basah lainnya. Terkadang juga mengalami
kendala untuk bahan makanan kering, misalnya: gula, kopi dan
bahan kering lainnya. Selain itu, alat pemeriksaan seperti
sendok dan garpu terkadang tidak ada, jadi pemeriksaan
makanan kurang maksimal untuk mencegah barang-barang
yang terlarang masuk kedalam Lapas. Setelah dilakukannya
kegiatan menyediakan wadah pemeriksaan barang
pengunjung, maka pemeriksaan barang bawaan pengunjung di
ruangan Penjaga Pintu Utama (P2U) lebih maksimal untuk
mencegah barang-barang terlarang masuk kedalam Lapas.
c. Output

35
Output dari kegiatan ini adalah 2 (dua) buah wadah toples
pemeriksaan kunjungan, 1 untuk bahan kering dan 1 untuk
bahan basah. Selain itu, 1 (satu) buah sendok dan 1 (satu)
buah garpu serta dokumentasi gambar.
d. Evidence Pendukung
Evidence pendukung dari kegiatan ini adalah foto pada saat
pembelian wadah pemeriksaan dan foto sebelum dan sesudah
kegiatan tersebut dilakukan.
e. Tanggal Berlangsungnya Kegiatan
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 13 Juni 2018 hingga 30
Juni 2018.
f. Keterkaitan terhadap Nilai-Nilai ANEKA PNS
Nilai-nilai ANEKA PNS dari kegiatan menyediakan wadah
pemeriksaan barang pengunjung, yaitu :
1. Nilai Akuntabilitas, berupa: Tanggung Jawab, Kepercayaan,
Kejelasan, dan Konsistensi.
2. Nilai Nasionalisme, berupa: Etos Kerja, Mengutamakan
Kepentingan Publik, Tanggung Jawab, dan Kerja Keras.
3. Nilai Etika Publik, berupa: Jujur, Bertanggung Jawab,
Disiplin, dan Sopan.
4. Nilai Komitmen Mutu, berupa: Efektif, Efisien dan Inovasi.
5. Nilai Anti Korupsi, berupa: Jujur, Peduli, Disiplin, Tanggung
Jawab, dan Kerja Keras.
g. Keterkaitan pada Visi dan Misi Lembaga Pemasyarakatan
Narkotika Kelas III Palembang
Keterkaitan kegiatan menyediakan wadah pemeriksaan barang
pengunjung adalah :
1. Mendukung Visi menciptakan lembaga yang berkualitas
dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

36
2. Menunjang Misi menciptakan rasa aman, nyaman, dan
mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam melayani
dan melindungi WBP serta aktif menciptakan profesionalitas
dan produktifitas kerja.
h. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap kegiatan
menyediakan wadah pemeriksaan barang pengunjung adalah
mengacu pada nilai profesional dan inovatif.

A.3. Pendalaman Core Isu pada Kegiatan 3


Menyediakan alat-alat kebersihan.
a. Uraian Kegiatan Pelaksanaan
1. Membuat daftar alat-alat kebersihan yang dibutuhkan di
ruangan pengunjung untuk dibeli;
2. Mencari dan membeli alat-alat kebersihan; dan
3. Penempatan alat-alat kebersihan dan tempat sampah.

b. Perbandingan Sebelum dan Setelah Kegiatan


Sebelum kegiatan ini dilakukan terkadang wadah sampah
sering penuh sehingga banyak sampah yang tercecer dilantai.
Selain itu, alat-alat kebersihan untuk mendukung kebersihan
ruangan juga masih kurang sehingga waktu yang dibutuhkan
untuk membersihkan ruangan kunjungan agak lama. Setelah
dilakukannya kegiatan menyediakan alat-alat kebersihan, maka
ruangan kunjungan terlihat lebih rapi dan bersih serta pada saat
pembersihan ruangan kunjungan yang dilakukan oleh WBP
lebih cepat dirapikan dan dibersihkan.
c. Output
Output dari kegiatan ini adalah alat-alat kebersihan, berupa: 1
(satu) buah kotak sampah, 1 (satu) buah pel, 1 (satu) buah

37
sekop sampah, 1 (satu) buah sapu, dan 1 (satu) buah keset
kaki serta dokumentasi gambar.
d. Evidence Pendukung
Evidence pendukung dari kegiatan ini adalah foto pada saat
pembelian alat-alat kebersihan, foto sebelum dan sesudah
kegiatan tersebut dilakukan. Evidence foto berkaitan secara
langsung terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
e. Tanggal Berlangsungnya Kegiatan
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 17 Juni 2018 hingga 05
Juli 2018.
f. Keterkaitan terhadap Nilai-Nilai ANEKA PNS
Nilai-nilai ANEKA PNS dari kegiatan menyediakan alat-alat
kebersihan, yaitu :
1. Nilai Akuntabilitas, berupa: Tanggung Jawab, Kepercayaan,
Kejelasan, dan Konsistensi.
2. Nilai Nasionalisme, berupa: Etos Kerja, Mengutamakan
Kepentingan Publik, Tanggung Jawab, dan Kerja Keras.
3. Nilai Etika Publik, berupa: Jujur, Bertanggung Jawab,
Disiplin, dan Sopan.
4. Nilai Komitmen Mutu, berupa: Efektif, Efisien dan Inovasi.
5. Nilai Anti Korupsi, berupa: Jujur, Peduli, Disiplin, Tanggung
Jawab, dan Kerja Keras.
g. Keterkaitan pada Visi dan Misi Lembaga Pemasyarakatan
Narkotika Kelas III Palembang
Keterkaitan kegiatan menyediakan alat-alat kebersihan adalah :
1. Mendukung Visi menciptakan lembaga yang berkualitas
dalam memberikan pelayanan terhadap Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP).
2. Menunjang Misi menciptakan rasa nyaman dan
mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam melayani

38
WBP serta aktif menciptakan profesionalitas dan
produktifitas kerja.
h. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap kegiatan adalah
mengacu pada nilai profesional dan inovatif.

A.4. Pendalaman Core Isu pada Kegiatan 4


Membuat tanda pengenal pengunjung.
a. Uraian Kegiatan Pelaksanaan
1. Mencari dan membeli gantungan kartu tanda pengenal;
2. Mendesain dan mencetak tanda pengenal pengunjung; dan
3. Melakukan penempatan tanda pengenal pengunjung di
dalam wadah.
b. Perbandingan Sebelum dan Setelah Kegiatan
Sebelum kegiatan ini dilakukan ada beberapa tanda pengenal
pengunjung yang sudah tidak layak dipakai. Selain itu, dengan
jumlah WBP yang semakin banyak perlu penambahan tanda
pengenal pengunjung yang baru dan terkadang kekurangan
tanda pengenal pengunjung untuk Tamu Dinas. Setelah
dilakukannya kegiatan membuat tanda pengenal pengunjung,
maka pengunjung lebih mudah diawasi dan tanda pengenal
pengunjung lebih bagus dari sebelumnya serta untuk tanda
pengenal Tamu Dinas sudah tercukupi.
c. Output
Output dari kegiatan ini adalah 10 buah tanda pengenal
pengunjung, 10 buah tanda pengenal tamu dinas dan
dokumentasi gambar.
d. Evidence Pendukung
Evidence pendukung dari kegiatan ini adalah foto pada saat
membuat tanda pengenal pengunjung serta foto sebelum dan

39
sesudah kegiatan tersebut dilakukan. Evidence foto berkaitan
secara langsung terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
e. Tanggal Berlangsungnya Kegiatan
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 28 Juni 2018 hingga 12
Juli 2018.
f. Keterkaitan terhadap Nilai-Nilai ANEKA PNS
Nilai-nilai ANEKA PNS dari kegiatan membuat tanda pengenal
pengunjung, yaitu :
1. Nilai Akuntabilitas, berupa: Tanggung Jawab, Kepercayaan,
Kejelasan, dan Konsistensi.
2. Nilai Nasionalisme, berupa: Etos Kerja, Mengutamakan
Kepentingan Publik, Tanggung Jawab, dan Kerja Keras.
3. Nilai Etika Publik, berupa: Jujur, Bertanggung Jawab,
Disiplin, dan Sopan.
4. Nilai Komitmen Mutu, berupa: Efektif, Efisien dan Inovasi.
5. Nilai Anti Korupsi, berupa: Jujur, Peduli, Disiplin, Tanggung
Jawab, dan Kerja Keras.

g. Keterkaitan pada Visi dan Misi Lembaga Pemasyarakatan


Narkotika Kelas III Palembang
Keterkaitan kegiatan membuat tanda pengenal pengunjung
adalah :
1. Mendukung Visi menciptakan lembaga yang berkualitas
dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
2. Menunjang Misi menciptakan rasa aman, nyaman, dan
mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam melayani
dan melindungi WBP serta aktif menciptakan profesionalitas
dan produktifitas kerja.
h. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

40
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap kegiatan membuat
tanda pengenal pengunjung adalah mengacu pada nilai
profesional dan inovatif.

A.5. Pendalaman Core Isu pada Kegiatan 5


Memperbaiki kotak saran di ruang kunjungan.
a. Uraian Kegiatan Pelaksanaan
1. Mendesain perbaikan kotak saran;
2. Menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk
memperbaiki kotak saran;
3. Melakukan perbaikan kotak saran; dan
4. Melakukan penempatan dan pemasangan kotak saran.
b. Perbandingan Sebelum dan Setelah Kegiatan
Sebelum kegiatan ini dilakukan, kotak saran diruangan
kunjungan sudah mulai kotor oleh debu sehingga terlihat
kurang menarik. Selain itu, kotak saran juga memiliki warna
yang hampir sama dengan tiang gedung sehingga hampir tidak
kelihatan oleh pengunjung. Setelah dilakukannya kegiatan
memperbaiki kotak saran, maka tampilan kotak saran lebih
menarik dan penempatannya sesuai dengan jalur yang sering
dilewati pengunjung sehingga kotak saran ini dapat dilihat
dengan baik oleh pengunjung.
c. Output
Output dari kegiatan ini adalah 1 (satu) buah kotak saran yang
sudah diperbaiki serta dokumentasi gambar.
d. Evidence Pendukung
Evidence pendukung dari kegiatan ini adalah foto pada saat
memperbaiki kotak saran serta foto sebelum dan sesudah
kegiatan tersebut dilakukan. Evidence foto berkaitan secara
langsung terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
e. Tanggal Berlangsungnya Kegiatan

41
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 01 Juli 2018 hingga 15
Juli 2018.
f. Keterkaitan terhadap Nilai-Nilai ANEKA PNS
Nilai-nilai ANEKA PNS dari kegiatan memperbaiki kotak saran,
yaitu :
1. Nilai Akuntabilitas, berupa: Tanggung Jawab, Kepercayaan,
Kejelasan, dan Konsistensi.
2. Nilai Nasionalisme, berupa: Etos Kerja, Mengutamakan
Kepentingan Publik, Tanggung Jawab, dan Kerja Keras.
3. Nilai Etika Publik, berupa: Jujur, Bertanggung Jawab,
Disiplin, dan Sopan.
4. Nilai Komitmen Mutu, berupa: Efektif, Efisien dan Inovasi.
5. Nilai Anti Korupsi, berupa: Jujur, Peduli, Disiplin, Tanggung
Jawab, dan Kerja Keras.
g. Keterkaitan pada Visi dan Misi Lembaga Pemasyarakatan
Narkotika Kelas III Palembang
Keterkaitan kegiatan memperbaiki kotak saran adalah :
1. Mendukung Visi menciptakan lembaga yang berkualitas
dalam memberikan pelayanan terhadap WBP.
2. Menunjang Misi menciptakan rasa nyaman dan
mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam melayani
WBP serta aktif menciptakan profesionalitas dan
produktifitas kerja.
h. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap kegiatan memperbaiki
kotak saran adalah mengacu pada nilai profesional dan inovatif.

A.6. Pendalaman Core Isu pada Kegiatan 6


Menyediakan rak sepatu dan sandal.
a. Uraian Kegiatan Pelaksanaan
1. Mendesain rak sepatu;

42
2. Menyiapkan bahan-bahan pembuat rak sepatu;
3. Melakukan pembuatan rak sepatu; dan
4. Melakukan penempatan dan pemasangan rak sepatu di
ruangan P2U.
b. Perbandingan Sebelum dan Setelah Kegiatan
Sebelum kegiatan ini dilakukan, sandal dan sepatu pengunjung
diletakkan disembarang tempat sehingga lantai kelihatan tidak
rapi. Setelah dilakukannya kegiatan membuat rak sepatu, maka
sandal dan sepatu pengunjung lebih tertata rapi sehingga
membuat nyaman bagi para pengunjung dan WBP. Selain itu,
sandal yang telah dipersiapkan di rak sepatu untuk mencegah
masuknya barang-barang yang terlarang dari dalam sepatu.
c. Output
Output dari kegiatan ini adalah 2 (dua) buah rak sepatu, 20
(dua puluh) buah sandal dan dokumentasi gambar.
d. Evidence Pendukung
Evidence pendukung dari kegiatan menyediakan rak sepatu
dan sandal adalah foto pada saat membuat rak sepatu serta
foto sebelum dan sesudah kegiatan tersebut dilakukan.
e. Tanggal Berlangsungnya Kegiatan
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 10 Juli 2018 hingga 25
Juli 2018.
f. Keterkaitan terhadap Nilai-Nilai ANEKA PNS
Nilai-nilai ANEKA PNS dari kegiatan menyediakan rak sepatu
dan sandal adalah sebagai berikut :
1. Nilai Akuntabilitas, berupa: Tanggung Jawab, Kepercayaan,
Kejelasan, dan Konsistensi.
2. Nilai Nasionalisme, berupa: Etos Kerja, Mengutamakan
Kepentingan Publik, Tanggung Jawab, dan Kerja Keras.
3. Nilai Etika Publik, berupa: Jujur, Bertanggung Jawab,
Disiplin, dan Sopan.

43
4. Nilai Komitmen Mutu, berupa: Efektif, Efisien dan Inovasi.
5. Nilai Anti Korupsi, berupa: Jujur, Peduli, Disiplin, Tanggung
Jawab, dan Kerja Keras.
g. Keterkaitan pada Visi dan Misi Lembaga Pemasyarakatan
Narkotika Kelas III Palembang
Keterkaitan kegiatan menyediakan rak sepatu dan sandal
adalah :
1. Mendukung Visi menciptakan lembaga yang berkualitas
dalam memberikan pelayanan terhadap Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP).
2. Menunjang Misi menciptakan rasa nyaman dan
mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam melayani
WBP serta aktif menciptakan profesionalitas dan
produktifitas kerja.
h. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap kegiatan
menyediakan rak sepatu dan sandal adalah mengacu pada nilai
profesional dan inovatif.

A.7. Pendalaman Core Isu pada Kegiatan 7


Menyediakan jam dinding.
a. Uraian Kegiatan Pelaksanaan
1. Mencari jam dinding yang sesuai untuk dibeli;
2. Pemilihan penempatan jam dinding di ruangan kunjungan;
3. Pemasangan jam dinding pengunjung.
b. Perbandingan Sebelum dan Setelah Kegiatan
Sebelum kegiatan ini dilakukan, jam dinding hanya 1 (buah) di
ruangan pengunjung sehingga petugas merasa belum optimal,
sebab terkadang petugas dan pengunjung kesulitan untuk
melihat jam. Setelah dilakukannya kegiatan menyediakan jam
dinding, maka petugas dan pengunjung lebih mudah melihat

44
jam, sehingga memudahkan saat memberitahukan apabila
waktu kunjungan telah habis.
c. Output
Output dari kegiatan menyediakan jam dinding adalah 1 (satu)
buah jam dinding, 1 (satu) buah paku dinding dan dokumentasi
gambar.
d. Evidence Pendukung
Evidence pendukung dari kegiatan ini adalah foto pada saat
pembelian jam dinding serta foto sebelum dan sesudah
kegiatan tersebut dilakukan. Evidence foto berkaitan secara
langsung terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
e. Tanggal Berlangsungnya Kegiatan
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 Juli 2018 hingga 10
Agustus 2018.
f. Keterkaitan terhadap Nilai-Nilai ANEKA PNS
Nilai-nilai ANEKA PNS dari kegiatan menyediakan jam dinding,
yaitu :
1. Nilai Akuntabilitas, berupa: Tanggung Jawab, Kepercayaan,
Kejelasan, dan Konsistensi.
2. Nilai Nasionalisme, berupa: Etos Kerja, Mengutamakan
Kepentingan Publik, Tanggung Jawab, dan Kerja Keras.
3. Nilai Etika Publik, berupa: Jujur, Bertanggung Jawab,
Disiplin, dan Sopan.
4. Nilai Komitmen Mutu, berupa: Efektif, Efisien dan Inovasi.
5. Nilai Anti Korupsi, berupa: Jujur, Peduli, Disiplin, Tanggung
Jawab, dan Kerja Keras.
g. Keterkaitan pada Visi dan Misi Lembaga Pemasyarakatan
Narkotika Kelas III Palembang
Keterkaitan kegiatan menyediakan jam dinding adalah :
1. Mendukung Visi menciptakan lembaga yang berkualitas

45
dalam memberikan pelayanan terhadap Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP).
2. Menunjang Misi menciptakan rasa nyaman dan
mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam melayani
WBP serta aktif menciptakan profesionalitas dan
produktifitas kerja.
h. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap kegiatan
menyediakan jam dinding adalah mengacu pada nilai
profesional dan inovatif.

A.8. Pendalaman Core Isu pada Kegiatan 8


Membuat kotak kepuasan dan pin kepuasan pengguna layanan
kunjungan.
a. Uraian Kegiatan Pelaksanaan
1. Mendesain kotak kepuasan dan pin kepuasan pengguna
layanan kunjungan;
2. Menyiapkan bahan-bahan untuk pembuatan kotak dan pin
kepuasan pengguna layanan kunjungan;
3. Melakukan pembuatan kotak dan pin kepuasan pengguna
layanan kunjungan;
4. Pemilihan tempat dan pemasangan kotak kepuasan
pengguna layanan kunjungan; dan
5. Evaluasi.
b. Perbandingan Sebelum dan Setelah Kegiatan
Sebelum kegiatan ini dilakukan, kita belum mengetahui
seberapa puasnya pengunjung terhadap pelayanan publik yang
telah diberikan Lapas Narkotika Kelas III Palembang. Setelah
dilakukannya kegiatan membuat kotak kepuasan dan pin
kepuasan pengguna layanan kunjungan, maka kita
mendapatkan tolak ukur apakah pelayanan publik yang telah

46
diberikan Lapas Narkotika Kelas III Palembang sesuai dengan
harapan masyarakat atau belum demi kemajuan bersama.
c. Output
Output dari kegiatan membuat kotak kepuasan dan pin
Kepuasan pengguna layanan kunjungan adalah 1 (satu) buah
kotak kepuasan, 60 (empat puluh) buah pin kepuasan dengan
rincian : 20 buah pin memuaskan, 20 pin cukup memuaskan
dan 20 pin tidak memuaskan serta 1 (satu) lembar surat berita
acara penyerahan barang dan dokumentasi gambar.
d. Evidence Pendukung
Evidence pendukung dari kegiatan ini adalah foto pada saat
membuat kotak kepuasan dan pin kepuasan pengguna layanan
kunjungan serta foto sebelum dan sesudah kegiatan tersebut
dilakukan. Evidence foto berkaitan secara langsung terhadap
kegiatan yang dilaksanakan.
e. Tanggal Berlangsungnya Kegiatan
Kegiatan membuat kotak kepuasan dan pin kepuasan
pengguna layanan kunjungan berlangsung dari tanggal 02
Agustus 2018 hingga 20 Agustus 2018.
f. Keterkaitan terhadap Nilai-Nilai ANEKA PNS
Nilai-nilai ANEKA PNS dari kegiatan membuat kotak kepuasan
dan pin kepuasan pengguna layanan kunjungan, yaitu :
1. Nilai Akuntabilitas, berupa: Tanggung Jawab, Kepercayaan,
Kejelasan, dan Konsistensi.
2. Nilai Nasionalisme, berupa: Etos Kerja, Mengutamakan
Kepentingan Publik, Tanggung Jawab, dan Kerja Keras.
3. Nilai Etika Publik, berupa: Jujur, Bertanggung Jawab,
Disiplin, dan Sopan.
4. Nilai Komitmen Mutu, berupa: Efektif, Efisien dan Inovasi.
5. Nilai Anti Korupsi, berupa: Jujur, Peduli, Disiplin, Tanggung
Jawab, dan Kerja Keras.

47
g. Keterkaitan pada Visi dan Misi Lembaga Pemasyarakatan
Narkotika Kelas III Palembang
Keterkaitan kegiatan membuat kotak kepuasan dan pin
kepuasan pengguna layanan kunjungan adalah :
1. Mendukung Visi menciptakan lembaga yang berkualitas
dalam memberikan pelayanan terhadap WBP.
2. Menunjang Misi menciptakan rasa nyaman dan
mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam melayani
WBP serta aktif menciptakan profesionalitas dan
produktifitas kerja.
h. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi
Penguatan nilai-nilai organisasi terhadap kegiatan membuat
kotak kepuasan dan pin kepuasan pengguna layanan
kunjungan adalah mengacu pada nilai profesional dan inovatif.

B. Capaian Kegiatan Aktualisasi (Habituasi)


Kegiatan aktualisasi (habituasi) terhadap nilai-nilai dasar ANEKA
telah dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III
Palembang. Kegiatan habituasi ini dilaksanakan mulai dari tanggal
24 Mei 2018 sampai 01 September 2018. Dari 8 (delapan) kegiatan
yang direncanakan, semua kegiatan tersebut berhasil dicapai dalam
persentase 100 %.
Melalui kegiatan ini, telah terjadi peningkatan sarana pengunjung
di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang baik
berupa sarana keamanan maupun ketertiban untuk menjadi Lembaga
Pemasyarakatan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Capaian
kegiatan aktualisasi (habituasi) dapat dilihat pada (tabel 7) berikut ini :

Tabel 7. Capaian Kegiatan Aktualisasi (Habituasi)

Waktu Keterangan
No. Kegiatan Capaian Output
Pelaksanaan (Ruang Lingkup)
Membuat informasi 24 Mei 2018 1. Surat keterangan Ruangan P2U
1. 100 %
tata tertib kunjungan hingga 25 Juni melaksanakan dan Kunjungan

48
dan pemeriksaan 2018. kegiatan aktualisasi
pengunjung ; (1 lembar);
2. Kertas informasi tata
tertib kunjungan
ukuran A4 yang telah
di laminating
sebanyak 2 lembar
dan 1 buah banner
ukuran (1,5x1) m;
3. Kertas informasi tata
tertib pemeriksaan
pengunjung ukuran
A4 yang telah di
laminating sebanyak
2 lembar;
4. 1 (satu) buah buku
pemeriksaan badan
berbusana yang telah
dijilid; dan
5. Dokumentasi
gambar.
1. 2 (dua) wadah toples
pemeriksaan, 1 untuk
bahan kering dan 1
Menyediakan wadah 13 Juni 2018 untuk bahan basah.
2. pemeriksaan barang hingga 30 Juni 100 % 2. 1 (satu) buah sendok Ruangan P2U
pengunjung; 2018. dan 1 (satu) buah
garpu.
3. Dokumentasi
gambar.
1. Alat-alat kebersihan
yang dibutuhkan:
- 1 buah kotak
sampah,
17 Juni 2018 - 1 buah pel,
Menyediakan alat- Ruangan
3. hingga 05 Juli 100 % - 1 buah sekop
alat kebersihan; Kunjungan
2018. sampah,
- 1 buah sapu, dan
- 1 buah keset kaki.
2. Dokumentasi
gambar.
1. Tanda pengenal
pengunjung
sebanyak 10 buah;
Membuat tanda 28 Juni 2018
2. Tanda pengenal
4. pengenal hingga 12 Juli 100 % Ruangan P2U
tamu dinas sebanyak
pengunjung; 2018.
10 buah; dan
3. Dokumentasi
gambar.
1. 1 (satu) buah Kotak
Memperbaiki kotak 01 Juli 2018 saran yang sudah
Ruangan
5. saran di ruang hingga 15 Juli 100 % diperbaiki; dan
Kunjungan
kunjungan; 2018. 2. Dokumentasi
gambar.
6. Menyediakan rak 10 Juli 2018 100 % 1. 2 (dua) buah rak Ruangan P2U

49
sepatu dan sandal; hingga 25 Juli sepatu;
2018. 2. 20 (dua puluh) buah
sandal; dan
3. Dokumentasi
gambar.
1. 1 (satu) buah jam
dinding;
25 Juli 2018
Menyediakan jam 2. 1 (satu) buah paku Ruangan
7. hingga 10 100 %
dinding; dan dinding; Kunjungan
Agustus 2018.
3. Dokumentasi
gambar.
1. 1 (satu) buah Kotak
kepuasan.
2. 60 (empat puluh)
buah pin kepuasan,
dengan rincian 20
buah pin
Membuat kotak 02 Agustus
memuaskan, 20 pin
kepuasan dan pin 2018 hingga Ruangan
8. 100 % cukup memuaskan
kepuasan pengguna 20 Agustus Kunjungan
dan 20 pin kurang
layanan kunjungan. 2018.
tidak memuaskan;
3. Surat berita acara
penyerahan barang
(1 lembar); dan
4. Dokumentasi
gambar.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari uraian pada laporan hasil aktualisasi
(habituasi) di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III
Palembang, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Dari kegiatan aktualisasi (habituasi) apabila nilai-nilai dasar ANEKA
tidak diterapkan pada pribadi ASN, maka output yang dihasilkan dari
suatu kegiatan akan kurang optimal. Dampaknya bukan hanya pada
individu itu sendiri, melainkan pada instansi ASN tersebut bekerja.

50
2. Kegiatan aktualisasi (habituasi) merupakan cerminan dari
pembentukan karakter dan mental ASN sehingga diharapkan
membentuk pola pikir ASN sebagai abdi masyarakat yang
sesungguhnya.
3. Kegiatan aktualisasi (habituasi) mampu membentuk pribadi ASN
yang memegang teguh nilai-nilai dasar ANEKA sebagai pedoman
dalam bersikap baik di lingkungan kerja, keluarga dan masyarakat.

B. Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan dari kegiatan aktualisasi
(habituasi) ini sangat penting untuk pembentukan karakter dan sikap
ASN dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai
dasar ANEKA. Untuk itu, sebaiknya perlu dilakukan sosialisasi dan
implementasi nilai-nilai dasar ANEKA kepada semua ASN untuk
menghasilkan ASN yang profesional dan bermartabat.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jendral Pemasyarakatan. 1975. Buku Peraturan Penjagaan


Lembaga Pemasyarakatan (PPLP). Jakarta : Direktur Jenderal Bina
Tuna Warga (Departemen Kehakiman).

Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia. 2015. Standar


Penggeledahan Badan Berbusana. Direktur Jenderal
Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan III “Akuntabilitas”. Lembaga
Administrasi Negara.

51
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan III “Anti Korupsi”. Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan III “Komitmen Mutu”. Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai
Negeri Sipil Prajabatan Golongan III “Nasionalisme”. Lembaga
Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Modul


Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan Golongan II
“Etika Publik”. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2016. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kader
PNS “Aktualisasi”. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2016. Modul


Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kader
PNS “Habituasi”. Lembaga Administrasi Negara.

Peraturan Kepala LAN No. 22 Tahun 2016 tentang “Pedoman


Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan I dan Golongan II”.
Peraturan Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia Nomor M.HH-
05.OT.01.01 tahun 2011 tentang “Perubahan Atas Keputusan
Menteri Kehakiman Nomor M.01-PR.07.03 tahun 1985 tentang
“Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan””.

PP No. 32 tahun 1999 sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan PP


No. 99 tahun 2012 tentang “Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak
Warga Binaan Pemasyarakatan”.

PP No. 58 tahun 1999 tentang “Syarat-Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan


Wewenang, Tugas dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan”.

Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang “Pemasyarakatan”.

Undang-Undang No. 25 tahun 2009 tentang “Pelayanan Publik”.

52
Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang “Aparatur Sipil Negara”.

Website: http://itjen.kemenkumham.go.id/profil/tata-nilai, diakses pada


tanggal 22 Mei 2018.

BIODATA DIRI

Duwi Wilianto Nasution adalah nama penulis laporan aktualisasi ini.


Penulis dilahirkan di Prabumulih pada tanggal 17 Februari 1993 sebagai
anak kedua dari dua bersaudara. Pendidikan Sekolah Dasar penulis
selesaikan di SD Negeri 38 Kota Prabumulih pada tahun 2004, Sekolah
Menengah Pertama di SMP Negeri 02 Kota Prabumulih pada tahun 2007
dan Sekolah Menengah Atas di SMA Taruna Indonesia Palembang pada
tahun 2010. Penulis juga telah menyelesaikan Pendidikan Sarjana di

53
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
pada tahun 2015.

Saat ini penulis bekerja di Kementerian Hukum dan HAM Republik


Indonesia sebagai Penjaga Tahanan di Lembaga Pemasyarakatan
Narkotika Kelas III Palembang. Penulis mendapatkan kesempatan untuk
mengikuti Latihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan V Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan pada Bulan April 2018.
Pelatihan Dasar CPNS ini menambah pengetahuan dan pengalaman
penulis tentang nilai-nilai dasar ANEKA pada masa off campus selama
tiga bulan. Harapan kedepan penulis adalah dapat terus menerapkan
nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam setiap pelaksanaan
tugas pokok dan fungsi penulis sebagai Penjaga Tahanan di Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Palembang.

54

Anda mungkin juga menyukai