Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendasar bagi setiap
orang. Namun kesehatan seringkali menjadi hilir (dampak) dari berbagai permasalahan
yang dialami individu dan lingkungan sekitarnya. Padahal kesehatan merupakan modal
awal bagi perkembangan potensi individu dalam kehidupan. Terdapat 4 faktor yang
mempengaruhi derajat kesehatan manusia: 1) gaya hidup (life style), 2) lingkungan
sosial, ekonomi, politik dan budaya, 3) pelayanan kesehatan dan 4) faktor genetik
(keturunan). Keempat determinan tersebut saling berinteraksi dan mempengaruhi status
kesehatan pribadi, keluarga dan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat sangat ditentukan oleh


kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-
upaya yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya. Karena pembangunnan
kesehatan memerlukan waktu yang sangat panjang agar dapat dinilai keberhasilannya.

Untuk mendorong pembangunan manusia secara menyeluruh, perlu perhatian


pada kesehatan sejak masa balita. Salah satu ancaman serius terhadap pembangunan
kesehatan, khususnya pada kualitas generasi mendatang, adalah stunting. Dimana rata-
rata stunting si Indonesia sebesar 37,2%. Menurut WHO, persentase ini termasuk
kategori berat.

Kematian ibu juga menjadi tantangan dari waktu ke waktu. Ada berbagai
penyebab kematian ini baik penyebab langsung maupun tak langsung, maupun faktor
penyebab yang sebenarnya berada di luar kesehatan itu sendiri, seperti infrasturktur,
ketersediaan air bersih, transportasi, dan nilai-nilai budaya. Faktor-faktor non kesehatan
inilah yang justru memberikan pengaruh besar karena dapat menentukan berhasil atau
tidaknya upaya penurunan angka kematian ibu.

Guna mengurangi dampak masalah kesehatan seperti diatas, Kemenkes


menyelenggarakan Program Indonesia Sehat sebagai upaya mewujudkan masyarakat
Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, serta mampu
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu untuk mencapai derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya.
Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang 2017 1
Program Indonesia Sehat terdiri atas 1) Paradigma Sehat; 2) Penguatan
Pelayanan Kesehatan Primer; dan 3) Jaminan Kesehatan Nasional. Ketiganya akan
dilakukan dengan menerapkan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis
risiko (health risk).

Pelaksanaan Program Indonesia sehat dengan Pendekatan keluarga (PIS-PK) di


Puskesmas dilakukan dengan:

1. Melakukan pendataan kesehatan keluarga menggunakan prokesga (profil


kesehatan keluarga)
2. Mengelola hasil pendataan keluarga
3. Menganalisis, merumuskan dan mengintervensi masalah kesehatan dan
menyusun rencana puskesmas.
4. Melaksanakan penyuluhan kesehatan melalui kunjungan rumah.
5. Melaksanakan pelayanan profesional didalam gedung dan luar gedung
puskesmas.
6. Melaksanakan Sistem Informasi dan Pelaporan Puskesmas. Kegiatan tersebit
harus terintegrasi kedalam manajemen puskesmas yang mencakup
P1(Perencanaan), P2(Penggerakan Pelaksanaan), dan P3 (Pengawasan
Pengendalian Penilaian)

1.2 VISI dan MISI


Puskesmas mempunyai peranan penting dalam menyelenggarakan pelayanan
kesehatan masyarakat, terutama bagi masyarakat kurang mampu dari segi ekonomi.
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setingi-tingginya di wilayah kerjanya. Puskesmas juga merupakan unit
pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas
berperan dalam menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai unit pelaksana tingkat pertama pembangunan
kesehatan di Indonesia.

Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang 2017 2


Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah :
“Tercapainya Kecamatan Sehat Menuju Terwujudnya Indonesia Sehat”

Kecamatan yang sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan


yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup di
dalam lingkungan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang setinggi-tingginya.
Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk
mewujudkan masyarakat yang :
a. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup
sehat;
b. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu;
c. Hidup dalam lingkungan sehat; dan
d. Memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat. (Permenkes RI No. 75 Tahun 2014)

Di dalam menjalankan pembangunan kesehatan, Puskesmas Sei Jang memiliki Visi :


“Menjadi Puskesmas Berbasis Teknologi dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat
dan Mandiri”

Adapun Misi yang dijalankan antara lain :


a. Memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan professional;
b. Memiliki sumber informasi, sarana dan prasarana berbasis teknologi;
c. Meningkatkan kerjasama lintas sektor yang kuat dan berkesinambungan;
d. Mengupayakan hidup sehat dan berkualitas;
e. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat melalui upaya
promotif, preventif dan rehabilitative;
f. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara paripurna;
g. Meningkatkan jangkauan akses pelayanan kesehatan yang dekat bagi masyarakat.

Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk


mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung
terwujudnya kecamatan sehat.

Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang 2017 3


Dalam melaksanakan tugas tersebut puskesmas menyelenggarakan fungsi :
a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
b. penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.

Didalam menyelenggarakan fungsi penyelenggaraan UKM tersebut, Puskesmas


berwenang untuk :
a. Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan
analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
b. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
c. Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat di
bidang kesehatan;
d. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah
kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan
sektor lain terkait;
e. Melaksanakan pembinaan terknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan
berbasis masyarakat;
f. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia puskesmas;
g. Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
h. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan
cakupan pelayanan kesehatan;
i. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk
dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.
Di dalam menyelenggarakan fungsi penyelenggaraan UKP, Puskesmas
berwenang untuk:
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu;
b. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan
preventif;
c. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat;
d. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan dan
keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
e. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerjasama
inter dan antar profesi;

Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang 2017 4


f. Melaksanakan rekam medis;
g. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses
pelayanan kesehatan;
h. Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan;
i. Mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat pertama di wilayah kerjanya;
j. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem rujukan.

Pencapain keberhasilan program kesehatan di Puskesmas diukur melalui 2


indikator yaitu SPM Bidang Kesehatan dan Bidang Keluarga Berencana Dinas Kesehatan,
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang yang tertuang
dalam SK Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota
Tanjungpinang no 32.2 tahun 2017 yang mengacu dari SPM Kementerian Kesehatan RI.
Indikator kedua adalah Indikator Mutu dan Kinerja Puskesmas tahun 2016-2019 yang
tertuang dalam SK Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang no 98 tahun 2016.
Tidak dipungkiri selama di dalam pelaksanaan setiap kegiatan pelayanan kesehatan
selalu ditemui kendala yang menghambat tercapainya tujuan ataupun misi dari
Puskesmas itu sendiri.
Pelaporan data dan informasi merupakan salah satu hal penting dalam proses
pengambilan keputusan maupun kebijakan terhadap munculnya berbagai permasalahan,
baik menyangkut dunia medis maupun di lingkup kemasyarakatan. Data dan informasi
dianggap perlu untuk menggambarkan pencapaian dari setiap kegiatan yang telah
dilaksanakan selama tahun berjalan, sehingga dari tahun ke tahun Puskesmas
mempunyai sebuah gambaran terhadap perbandingan pencapaian target yang akan
dicapai di tahun yang akan datang. Data dan informasi kesehatan ini akan dirangkum
menjadi sebuah Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang yang disajikan dalam bentuk tabel
dan grafik yang dijelaskan dengan analisa deskriptif. Keterbatasan dalam menganalisa
ini sebagian besar karena kesulitan dalam mendapatkan data dan informasi yang akurat
dan konsisten.
Sistematika penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang ini mengacu pada
Pedoman Penyusunan Profil Kesehatan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI
Tahun 2015 yang meliputi aspek (1) Demografi dan Geografi; (2) Derajat Kesehatan
meliputi angka kematian, kesakitan dan nutrisional gizi masyarakat; (3)

Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang 2017 5


Penyelenggaraan sistem kesehatan, meliputi upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan,
sumber daya manusia kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, pemberdayaan
masyarakat dan manajemen kesehatan.

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan umum penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang Tahun
2018 adalah diperolehnya gambaran derajat kesehatan masyarakat di lingkungan
wilayah kerja Puskesmas Sei Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang
yang merupakan keluaran dari pelaksanaan pembangunan kesehatan di
Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang Tahun 2018.

1.3.2 Tujuan Khusus


1. Untuk mengetahui gambaran umum keadaan geografis, kependudukan,
tingkat pendidikan, dan lingkungan wilayah kerja Puskesmas Sei Jang di
Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang tahun 2018.
2. Untuk mengetahui visi, misi, kebijakan serta program-program pembangunan
kesehatan di Puskesmas Sei Jang tahun 2018.
3. Untuk mengetahui pencapaian pembangunan kesehatan di wilayah kerja
Puskesmas Sei Jang tahun 2018.
4. Untuk mengetahui situasi sumber daya kesehatan di Puskesmas Sei Jang
tahun 2018.
5. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan di Puskesmas Sei Jang tahun 2018.
6. Terdokumentasinya data dan informasi derajat kesehatan masyarakat di
wilayah kerja Puskesmas Sei Jang tahun 2018.

1.4 Sistematika Penulisan


Sistematikan penulisan Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang Tahun 2018 ini
mengacu kepada Petunjuk Teknis Penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota yang
diterbitkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Adapun susunan penulisannya adalah sebagai berikut :

Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang 2017 6


BAB I PENDAHULUAN
Bab ini mencakup penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil
Kesehatan Puskesmas Sei Jang Tahun 2018 dan sistematika dari
penyajiannya.

BAB II GAMBARAN UMUM


Bab ini mencakup gambaran umum Puskesmas Sei Jang yang terletak di
Kecamatan Bukit Bestari. Selain uraian terkait letak geografis,
administratif dan informasi umum lainnya, bab ini juga mengulas faktor-
faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya,
misalnya kependudukan, pendidikan, sosial ekonomi dan lingkungan.

BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN


Bab ini memuat tentang indikator mengenai angka kematian, angka
kesakitan, dan angka status gizi masyarakat.

BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN


Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan
kesehatan rujukan dan penunjang, pemberantasan penyakit menular,
pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi
masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan, pelayanan
kesehatan dalam situasi bencana. Upaya pelayanan kesehatan yang
diuraikan dalam bab ini juga mengakomodir indikator kinerja Standar
Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan serta upaya pelayanan
kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Puskesmas Sei Jang
Tahun 2018.

BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN


Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan,
pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.

Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang 2017 7


BAB VI KESIMPULAN
Bab ini berisikan sajian tentang hal-hal yang penting yang perlu disimak
dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang
Tahun 2018. Selain keberhasilan-keberhasilan yang dikemukakan, pada
bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang yang
menjadi kendala dalam rangka penyelenggaraan pembangunan
kesehatan.

LAMPIRAN
Lampiran berisikan resume/angka pencapaian Puskesmas Sei Jang Tahun 2018 dan 81
Tabel Data yang merupakan gabungan tabel indikator Kecamatan Sehat, Kota
Tanjungpinang Sehat dan Indikator Pencapaian Kinerja Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan.

Profil Kesehatan Puskesmas Sei Jang 2017 8