Anda di halaman 1dari 6

REVIEW JURNAL PENDIDIKAN KARAKTER

Review Jurnal ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah


(..............)

Dosen Pengampu :
(..................)

Disusun Oleh :
NORI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
TAHUN 1440 H/2019 M
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................. i


A. PENDAHULUAN .................................................................................. 1
B. PEMBAHASAN .................................................................................. 2
C. PENUTUP .................................................................................. 9
A. Pendahuluan
Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu
yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk
memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang
sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di
setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis
guna mencapai tujuan tersebut.
Berdasarkan pengertian di atas mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan
karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. Melihat masyarakat
Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft skill. Untuk itu
saya tertarik untuk mereview jurnal tentang “Internalisasi Nilai-Nilai Budaya
Di Sekolah Awal Langkah-Langkah Dalam Karakter Building Bangsa”.
B. Pembahasan Review

Judul Internalisasi Nilai-Nilai Budaya Di Sekolah Awal Langkah-Langkah


Dalam Karakter Building Bangsa
Jurnal Internalisasi, Budaya Sekolah, Karakter Nilai.
Volume dan Vol , 9 halaman
Halaman
Tahun 2018
Penulis Suriadi, Mursidin
Reviewer Nori
Tanggal 25 Juli 2019

Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mencoba : a)untuk


Penelitian menggambarkan internalisasi nilai-nilai budaya sekolah dalam)
kurikulum dan pembelajaran manajemen, b) manajemen siswa,
c) manajemen pendidik dan tenaga kependidikan dalam
mewujudkan pendidikan karakter
Permasalahan Pendidikan karakter di indonesia
Teori dan Arismantoro, yang menyatakan bahwa gaya berbeda dari
Penelitian kepribadian karena pengertian kepribadian dibebaskan dari
Sebelumnya nilai. Meskipun demikian, baik kepribadian (alam) dan,
karakteristik perilaku fisik ditujukan pada lingkungan sosial,
keduanya relatif permanen dan panduan, memobilisasi dan
mengorganisasi kegiatan individu. Seseorang bisa disebut
orang karakter (jika seseorang memiliki gaya) jika perilakunya
adalah dengan aturan-aturan moral.
Menurut Adeyemi, dalam penelitian berjudul Teaching
Pendidikan Karakter di Kurikulum dan Peran Tingkat SMP di
Botswana, itu menyatakan bahwa dalam meningkatkan
pendidikan karakter di sekolah, semua stake-holder yang lain
juga memiliki peran dalam mempromosikan pendidikan
karakter di sekolah dan masyarakat luas. Selain itu, komponen
pengetahuan, yaitu isi kurikulum untuk proses pembelajaran,
relawan, manajemen sekolah, pelaksanaan kegiatan dan etika,
dan seluruh lingkungan sekolah dapat tumbuh karakter yang
baik.
Subjek kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa
Penelitian Sambas IC.
Metode Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian
Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini
menggunakan data kualitatif dalam bentuk kata-kata, perilaku
atau kebijakan dari masing-masing aktor budaya sekolah, data
yang terdapat dalam dokumen, naskah, catatan, dan lain-lain,
yang menyangkal nilai-nilai budaya sekolah.
Hasil penelitian Hasil analisis menunjukkan bahwa pembiasaan nilai-nilai
seperti nilai-nilai agama, kejujuran, kebersamaan,
kesederhanaan, dan disiplin yang sistematis dan berkelanjutan
terintegrasi dalam manajemen kurikulum, manajemen siswa
dan administrasi pendidik dan tenaga kependidikan, akan
menciptakan pendidikan karakter yang melahirkan generasi
yang unggul dan cerdas emosi, sosial cerdas dan cerdas
spiritual. Produksi yang sangat baik dengan kecerdasan ganda
adalah penyediaan penting dalam mempersiapkan anak-anak
untuk masa depan karena seseorang yang memiliki banyak
kecerdasan akan lebih nyaman dan lebih sukses dalam
menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk
dalam membangun bangsa dengan karakter.

Pembahasan Berdasarkan penelitian Arismantoro dan Adeyemi dengan


Penelitian jurnal ini memaparkan konsep pendidikan karakter yang di
dorong oleh lingkungan (Eksternal). Hanya saja arismatoro
lebih memisahkan antara kepriadian seseorang dengan karakter
perilaku yang disebut dengan gaya seseorang.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pendidikan karakter adalah seluruh
proses pembelajaran yang dialami siswa sebagai pengalaman
pembentukan kepribadian melalui pemahaman dan mengalami
nilai-nilai seseorang, kebajikan moral, nilai-nilai khas agama,
dan nilai-nilai moral. Untuk membentuk manusia ditandai, itu
harus selalu dicari, untuk dapat mengidentifikasi karakter yang
sangat baik dan bentuk sifat cinta, dan pembiasaan dalam
menjalankan akhlak yang baik sehingga tidak hanya perilaku
tapi memang menjadi karakter yang melekat.

Keterbatasan Penelitian ini hanya memfokuskan kepada konsep pendidikan


karekter yang terdapat dalam sistem pendidikan, yaitu peraturan
pemerintah, kurikulum, sekolah dan guru, sebaliknya
bedasarkan tujuan pendidikan karekater yang menjadi subjek
penting ialah bagaimana pendidikan karekter tersebut bisa
melekat pada siswa.
Saran Sebaiknya hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian
karakter pendidikan bisa memaparkan latar belakang pendidik
baik secara individual ataupun secara merata, serta bisa
mendeskripsikan contoh karakter yang bisa dijadikan teladan
sebagai dasar pendidikan karakter yang baik untuk dicontoh.