Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN SIROSIS HEPATIS

OLEH :

KELOMPOK 2

Rizki Triharyono
Nita Anggra yani
Syifa Nurhalita
Mahyuni
Santi Br Sinaga
Rika Andriani
Maya Zulfiani
Nisa
Lia Reni Ovida
Muhammad Irvan

FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ABULYATAMA ACEH
2019
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Tn. MS DENGAN DIAGNOSA MEDIS SIROSIS HEPATIS

No. Register : OO7985


Ruang : Ruang Anggrek
Tanggal/Jan MRS : 22 September 2012 (Jam 15.00)
Tanggal Pengkajian : 23 September 2012
Diagnosa Medis : Sirosis hepatis

A. Pengkajian
1. Identitas
a. Biodata Pasien
Nama : Tn. MS
Alamat : Jl.Cidodol No.34-Grogol selatan Kebayoran
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 41 Tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa barat/Indonesia
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Buruh

b. Biodata Penanggung jawab


Nama : Ny. M
Alamat : Jl.Cidodol No.34-Grogol selatan Kebayoran
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 40 Tahun
Suku/Bangsa : Jawa barat/Indonesia
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Hubungan dengan px : Istri pasien

1
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama
Pasien mengatakan mual.
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh perutnya sakit dan begah seperti ditusuk-tusuk dan terasa
penuh di perut bagian kanan atas sehingga pasien sulit untuk bergerak dan
berkurang rasa sakitnya apabila dibuat duduk dalam posisi semifowler. Rasa sakit
itu muncul apabila pasien duduk dan saat melakukan aktifitas terlalu berat
sehingga pasien hanya berada di atas tempat tidur sepanjang hari. Pasien
mengatakan rasa sakitnya sudah dirasakan sejak 2 minggu lalu tanggal 6
september 2012, namun rasa sakitnya tidak dapat ditahan lagi mulai tiga hari
sebelum masuk rumah sakit yakni tanggal 19 September 2012.
Pasien juga mengeluh mual dan tidak nafsu makan serta nyeri di daerah
perut. Nyeri pasien terkaji pada skala nyeri 7 (nyeri berat terkontrol) menurut
skala Smeltzer (0-10). Nyeri muncul saat pasien bergerak dan beraktifitas,
sehingga pasien hanya berbaring di tempat tidur. Nyeri itu muncul saat pasien
mulai kesulitan makan karena mual. Pasien juga mengatakan saat malam sering
sesak napas karena perutnya yang semakin membesar sehingga sulit digunakan
untuk bernafas dan akan berkurang jika pasien duduk dalam posisi semifowler.
Sesak nafas itu selalu terjadi saat malam hari dan sangat mengganggu aktifitas.
Rasa sakitnya sangat dirasakan pasien terutama di daerah dada dan paru-paru.
Gejala di mulai sejak 2 minggu lalu sebelum pasien masuk rumah sakit atau
tepatnya tanggal 6 september 2012.
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengatakan punya riwayat penyakit kuning 6 bulan yang lalu yakni
sekitar bulan Maret 2012 dan dirawat di RS Cilegon. Pasien juga
mengatakan selama ini telah mengkonsumsi obat-obatan seperti : Lactolac 3x CI,
Sucralent 3 x CI, Spironolakton 4x25 mh/hari, dan Furosemid.
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Istri pasien mengatakan bahwa keluarganya tidak ada yang mempunyai
penyakit menurun dan menular.

2
3. Pola Aktivitas Sehari-Hari
Aktivitas Di rumah Di rumah sakit
1. Pemenuhan Nutrisi– Makan 3 x sehari, Makanan cair hangat sebanyak
Cairan Porsi ½ - 1 piring/ makan 3 kali sehari.
dengan menu nasi, Lauk pauk
dan sayur.
Minum: 6-10 gelas perhari
Jenis minuman: air putih,
teh,kopi, ramuan jamu
2. Pemenuhan Eliminasi BAK: volume tidak BAK :Volume 1000 cc/24 jam
teridentifikasi Warnanya seperti teh pekat
Warnanya seperti teh pekat dan kesulitan tidak ada
berlangsung 2 minggu. BAB: Frekuensi 1 hari, warna
Frekwensi 15-17 kali/24 jam pucat, konsistensi lunak dan
Kesulitan tidak ada kesulitan tidak ada.
BAB :frekwensi 1hari
Warna : kuning
Konsistensi lunak
Kesulitan tidak ada
3. tidur-istirahat Siang tidak pernah tidur Siang 2-3 jam mulai pukul
Malam 6-7 jam mulai pukul 12.00 – 15.00 WIB
22.00 - 05.00 WIB malam : 6 – 7 jam mulai pukul
21.00-05.00 WIB
tapi pasien sering
bangun karena perut
terasa tidak enak (begah) dan
terbaring lemas ditempat tidur
4.Aktifitas Pasien bekerja sebagai buruh di Pasien saat di rumah sakit
sebuah pabrik kayu di desanya. hanya duduk-duduk dan
berbaring.
5. Personal Hygiene Pasien mandi 2x/hari, keramas Pasien mandi dengan diseka
2 hari 1x, gosok gigi 2x/hari, 2x/hari, belum ketramas dan

3
ganti baju 2x/hari belum gosok gigi.
6. Ketergantungan Pasien memiliki kebiasaan Pasien tidak melakukan
merokok dan sering minum kebiasaan merokok dan minum
jamu/obat tradisional. jamu, dan pasien dapat
mengikuti asuhan
keperawatan dengan baik

4. Data Psikososial
a. Status Emosi
Emosi klien stabil
b. Konsep Diri
1) Body Image :Klien tampak cemas dan tidak nyaman dengan keadaannya
namun tetap kooperatif
2) Self Ideal :Klien ingin cepat sembuh dan ingin dapat beraktifitas dengan
normal.
3) Self Esteam :Klien merasa diperlakukan baik oleh dokter dan perawat
4) Role :Klien merupakan seorang buruh
5) Self Identity :Klien seorang laki-laki berumur 41 tahun dan bekerja sebagai
seorang buruh.
c. Interaksi Sosial
Hubungan klien dengan keluarga, klien dengan perawat, dan klien dengan pasien
lainnya terjalin cukup baik.
d. Spiritual
Di rumah sakit klien hanya berdoa dan memohon kesembuhan sambil berbaring
ditempat tidur.
5. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum : Cukup
b. Kesadaran : Compos Mentis
c. Tanda-Tanda Vital
1) Tekanan darah = 100/60 mmHg
2) Suhu tubuh 375oC,
3) RR = 24X/menit
4) Nadi=96X/menit (regular)

4
5) BB sebelum sakit : 69 kg dan BB saat sakit : 58 kg, TB: 167cm, LILA :27 cm
d. Kepala
Simetris, pusing, benjolan tidak ada. Rambut tumbuh merata dan tidak botak,
rambut berminyak dan tidak rontok
e. Wajah
Simetris, odema , otot muka dan rahang kekuatan normal, sianosis tidak ada,
Wajah menyeringai dan meringgis karena kesakitan
f. Mata
Alis mata, kelopak mata normal, konjuktiva anemia, pupil isokor dan sklera
ikterus (berwarna kuning), reflek cahaya positif serta tajam penglihatan menurun.
g. Telinga
Tidak ada serumen, membran timpani dalam batas normal
h. Hidung
Deformitas (kelainan bentuk), mukosa, secret, bau, obstruksi, polip tidak ada,
pernafasan cuping hidung tidak ada.
i. Mulut
Tidak ada stomatitis dan mukosa bibir tampak kering.
j. Leher
Fungsi menelan normal, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
pembesaran vena jugularis, dan tidak ada kaku kuduk.
k. Dada dan Thoraks
Inspeksi : Bentuk dada simetris, dan napas dangkal
Palpasi : tidak ada benjolan dan tidak ada nyeri tekan
Perkusi : suara paru : sonor
Auskultasi : Terdapat ronchi
l. Abdomen
Inspeksi : Terdapat asites dan terlihat spider nevi
Auskultasi :bising usus 17x/menit
Palpasi :Nyeri tekan di daerah epigastrium dan didaerah sekitar organ hati
saat di palpasi terasa kenyal dan terdapat asites
Perkusi : Tympani
m. Ekstrimitas
1) Atas : Akral hangat, terpasang infus di tangan kanan, tidak ada luka ,dan tidak
ada kelumpuhan.
5
2) Bawah : tidak terjadi kelumpuhan, tidak ada luka, dan tidak terpasang infus
di kaki kanan maupun kiri.
n. Genetalia
Fungsi genetalia baik dan terpasang kateter.
o. Integumen
Seluruh bagian tubuh terlihat kekuningan, kulit tampak kusam dan kering serta
turgor kulit menurun.

B. Analisa Data
Nama : Tn. Ms Ruang : Anggrek
Umur : 41 tahun No.Registrasi : 007985
NO. Data Masalah
1. DS : Ketidakefektifan Pola Nafas.
1. Pasien mengatakan sulit
untuk bernapas
2. Pasien mengatakan sesak
napas
DO:
1. Pola pernafasan pasien tidak
teratur dan bernafas dengan
frekuensi cepat (takipnea).
2. Pasien tampak mengalami
pernapasan dangkal.
3. Pasien tampak menggunakan
otot bantu pernapasan
4. Pasien menggunakan
pernapasan cuping hidung
5. RR : 24 X/menit.
6. TD:100/70 mmHg
7. N: 96 X/menit
8. S: 375 oC

6
DS:
1. Pasien mengatakan perutnya
semakin membesar dan
terasa begah.
2. Pasien mengatakan badan
terasa lelah/ lemas.
3. Pasien mengatakan sulit
untuk bergerak.
4. Pasien juga mengeluh
perutnya sakit.
DO:
1. Pasien mengalami asites di
daerah abdomen.
2. Pasien terlihat cemas dan
tidak nyaman dengan
keadannya.
3. Pasien terbaring lemas
ditempat tidur.
4. Pasien dengan turgor kulit
menurun
2. 5. RR : 24 X/menit. Hambatan Rasa Nyaman
6. TD:100/70 mmHg
7. N: 96 X/menit
8. S: 375 oC
9. Pasien merasa kurang senang
dengan situasi
10. Pasien tidak mampu untuk
rileks
11. Pasien berkeluh kesah
3. DS: Nyeri akut
1. Pasien mengatakan sakit
pada perutnya jika ditekan.
DO:

7
1. Pasien terlihat kesakitan
2. Abdomen terasa nyeri jika
ditekan.
3. Pasien merasa tidak nyaman
4. Sikap pasien melindungi area
nyeri
5. Terjadi perubahan pada
parameter fisiologis pasien
6. Mata pasien mengalami
dilatasi pupil
7. RR : 24 X/menit.
8. TD:100/70 mmHg
9. N: 96 X/menit
10. S: 375 oC
4. DS: Risiko Gangguan Fungsi Hati
1. Pasien mengatakan air
kencingnya berwarna seperti
teh pekat.
2. Pasien mengatakan bahwa
air kencingnya selalu
berwarna seperti teh dan
feses pucat
DO:
1. Kulit dan daerah mata
(khusus Sklera) pasien
tampak berwarna kekuningan
(ikterus).
2. Hasil laboratorium cek darah
 Protein total : 4,6 g/dl
( N : 6,1-8,2 )
 Albumin : 3.2 g/dl
( N : 3,8-5,0 )
 Globulin : 1.4 g/dl

8
( N : 2,3-3,2 )
 Bilirubin total : 2.7mg/dl
( N : 0,2-1,0 )
 Bilirubin direk : 0.6 mg/dl
( N : 0-0,2 )
 Bilirubin indirek : 2.1
mg/dl ( N : 0,2-0,8 )
 SGOT : 57 u/l ( N : 5-40 )
 SGPT : 57 u/l
( N : 5-41 )
3. Kulit pasien tampak kusam
dan kering.
4. Turgor kulit pasien menurun
5. Didaerah sekitar organ hati
saat di palpasi terasa kenyal
6. RR : 24 X/menit.
7. TD:100/70 mmHg
8. N: 96 X/menit

9
C. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakefektifan Pola Nafas ; Keletihan Otot Pernapasan
2. Hambatan Rasa Nyaman ; Kurang Kontrol Situasi
3. Nyeri Akut ; Agens Cedera Biologis
4. Risiko Gangguan Fungsi Hati ; Infeksi Virus

10
D. Intervensi Asuhan Keperawatan
Nama : Tn. MS Ruang : Anggrek
Umur : 41 th No.Registrasi : 007985

RENCANA INTERVENSI

NOC
Hari/ DIAGNOSA NIC
No. (Nursing Outcome
Tgl/ Jam KEPERAWATAN (Nursing Intervention Classification)
Classification)
1. Rabu/14- Ketidakefektifan Pola Setelah dilakukan tindakan Monitor tanda-tanda vital :
11-2012/ Nafas ; Keletihan Otot keperawatan selama 3x24  Monitor tekanan darah, nadi, suhu, dan status pernapasan
20.40 Pernapasan jam, diharapkan pola nafas dengan tepat.
WIB efektif. Manajemen Jalan Napas
Kriteria Hasil:  Monitor pola napas pasien (frekuensi, kedalaman, usaha
1. TTV kembali normal. napas)
2. Pernapasan menjadi  Posisikan pasien semi-fowler atau fowler
normal dan lancar  Berikan pasien minum hangat
3. Pasien dapat  Lakukan fisioterapi dada
menghitung respirasi  Berikan oksigen untuk mengurangi sesak
secara mandiri  Ajarakan teknik batuk efektif
Edukasi pengukuran respirasi
 Ajarkan cara menghitung respirasi selama 30 detik dan
dikalikan dengan 2 atau hitung selama 60 detik jika
respirasi tidak teratur

11
2. Kamis/ Hambatan Rasa Nyaman Setelah dilakukan tindakan Manajemen lingkungan : kenyamanan
15-11- ; Kurang Kontrol Situasi keperawatan 3x24 jam,  Ciptakan lingkungan yang tenang dan mendukung
2012/ diharapkan pasien merasa  Pertimbangkan sumber-sumber ketidaknyamanan, seperti
10.00 nyaman. balutan yang lembab, posisi selang, seprei yang kusut.
WIB Kriteia Hasil :  Hindari gangguan yang tidak perlu dan berikan waktu
1. Hambatan rasa untuk istirahat
nyaman pasien Pengurangan kecemasan
berkurang  Berada disisi pasien untuk meningkatkan rasa aman dan
2. Kecemasan pasien mengurangi ketakutan
teratasi  Dorong keluarga untuk mendampingi pasien dengan cara
3. Pasien dapat yang tepat
melakukan teknik  Dukung penggunaan mekanisme koping yang sesuai
bernapas dalam secara Teknik menenangkan
mandiri  Tawarkan pasien mandi air hangat
 Intruksikan pasien untuk menggunakan metode
mengurangi kecemasan misalnya teknik bernapas dalam

3. Kamis/ Nyeri Akut ; Agens Setelah dilakukan tindakan Manajeman nyeri


15-11- Cedera Biologis keperawatan 3x24 jam,  Lakukan pengkajian nyeri komprehensif yang meliputi
2012/ diharapkan nyeri dapat lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi,
14.00 berkurang.  Dorong pasien untuk menggunakan obat-obat penurun
WIB Kriteria Hasil: nyeri yang adekuat
1. Nyeri pada pasien Pengurangan perut kembung
teratasi  Monitor rasa kembung, distensi abdomen, kram perut dan
2. Kembung pada perut terbentuknya gas berlebih disaluran cerna mulai dari
pasien berkurang mulut sampai anus
3. Pemberian analgesic  Monitor bising usus
berhasil  Ajarkan pasien untuk menghindari situasi yang
menyebabkan masuknya udara berlebihan ke saluran
cerna seperti makan dengan cepat, menyedot air dengan
sedotan, mengunyah dengan mulut terbuka dan berbicara
ketika mulut sedang penuh

12
 Ajarkan pasien untuk menghindari makanan yang
menyebabkan perut kembung seperti buncis, kol, lobak,
timun.
 Anjurkan pasien untuk melakukan olahraga yang adekuat
misalnya bergerak atau berpindah
Kolaborasi : Pemberian analgesic
 Cek perintah pengobatan meliputi obat, dosis, dan
frekuensi obat analgestik yang diresepkan
 Cek adanya riwayat alergi
 Berikan analgesic sesuai dengan waktu paruhnya,
terutama pada nyeri yang berat
 Evaluasi keefektifan analgesic dengan interval yang
teratur pada setiap setelah pemberian khususnya setelah
pemberian pertama kali, juga observasi adanya tanda dan
gejala efek samping misalnya mual, muntah
 Ajarkan tentang penggunaan analgesic, strategi untuk
menurunkan efek samping dan harapan terkait dengan
keterlibatan dalam keputusan pengurangan nyeri

4. Kamis/ Risiko Gangguan Fungsi Setelah dilakukan tindakan Kontrol infeksi


15-11- Hati ; Infeksi Virus keperawatan selama 3x24  Bersihkan lingkungan dengan baik setelah digunakan
2012/ jam, diharapkan pasien untuk setiap pasien
16.00 membaik.  Ganti peralatan perawatan per pasien sesuai protocol
WIB Kriteria Hasil: institusi
1. Infeksi terkontrol  Tempatkan isolasi sesuai tindakan pencegahan yang
2. Resiko penularan sesuai
infeksi berkurang  Batasi jumlah pengunjung
 Tingkatkan intake nutrisi yang tepat
 Berikan terapi antibiotic yang sesuai

13
14
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/ No
Par
Tgl/ . Jam Implementasi
af
Shift Dx
Jumat/1 1. 8.30  Melakukan pemeriksaan TTV meliputi tekanan
6-11- WIB darah, nadi, pernapasan, suhu tubuh pasien
2012/1  Melakukan monitor pola napas pasien meliputi
frekwensi, kedalaman, dan usaha napas pasien
 Memposisikan pasien semi fowler
 Memberikan pasien minuman hangat
 Melakukan fisioterapi dada pasien
 Memberikan oksigen 3 liter
 Mengajarkan pasien teknik batuk efektif
 mengajarkan pasien cara menghitung respirasi
selama 30 detik dan dikalikan dengan 2 jika
respirasi tidak teratur

Jumat/1 2. 9.00  Menciptakan lingkungan yang bisa membuat dan


6-11- WIB mendukung pasien menjadi tenang
2012/1  Mengidentifikasi sumber-sumber ketidaknyamanan
pasien
 Menganjurkan pasien untuk beristirahat secara
optimal
 Mendampingi pasien untuk meningkatkan rasa
aman dan mengurangi ketakutannya
 Mendukung keluarga untuk mampu mendampingi
pasien diwaktu yang tepat
 Menganjurkan pasien untuk menggunakan koping
yang tepat untuk menghilangkan kecemasan
misalnya dengan bercakap-cakap dengan keluarga
 Menawarkan pasien untuk mandi air hangat
 menginstruksikan pasien untuk menggunakan
metode mengurangi kecemasan misalnya teknik
bernapas dalam

Jumat/1 3. 9.30  Melakukan pengkajian nyeri komprehensif yang


6-11- WIB meliputi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi pada
2012/1 pasien
 Menganjurkan pasien untuk menggunakan obat-
obat penurun nyeri yang telah diberikan
 Memonitor rasa kembung, distensi abdomen, kram
perut pasien yang terbentuk dari gas berlebih
disaluran cerna pasien
 Memonitor bising usus pasien
 Mengajarkan pasien untuk menghindari situasi yang
menyebabkan masuknya udara berlebihan ke
saluran cernanya seperti makan dengan cepat,

15
menyedot air dengan sedotan, mengunyah dengan
mulut terbuka dan berbicara ketika mulut sedang
penuh
 Mengajarkan pasien untuk menghindari makanan
yang menyebabkan perut kembung seperti buncis,
kol, lobak, timun.
 Menganjurkan pasien bergerak atau berpindah
untuk mengurangi kembung
 Memberikan obat analgesic serta menyampaikan
dosis, nama obat serta efek samping yang dirasakan
setelah diberikan obat kepada pasien
 Menyampaikan kepada keluarga efek samping dari
obat yang diberikan kepada pasien

Jumat/1 4. 14.00  Membersihkan lingkungan pasien dengan baik


6-11- WIB sesudah dilakukan tindakan
2012/2  Mengganti peralatan pasien, seperti seprai, baju jika
perlu
 Menempatkan pasien sesuai tempat yang telah
ditentukan untuk mecegah penularan infeksi
 Mengajurkan kepada keluarga untuk membatasi
jumlah pengunjung
.  Meningkatkan intake yang tepat untuk memperkuat
daya tahan tubuh pasien
 Memberiakan antibiotik

16
DAFTAR PUSTAKA

Brunner&Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah vol 3. Jakarta: EGC.


Corwin, Elizabeth J. 2002. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC

17

Anda mungkin juga menyukai