Anda di halaman 1dari 33

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DUSUN ASENAN

DESA RANUGEDANG KECAMATAN TIRIS


KABUPATEN PROBOLINGGO

1. Tahap Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 12 – 13 Juli 2014. Data yang
dikumpulkan meliputi:
Data Geografi
Wilayah RT 13 – RT 17 terletak dalam Dusun Asenan Desa Ranugedang
Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo dengan batas-batas sebagai berikut :
Batas wilayah sebelah barat : dusun plasaan desa pesawahan
Batas wilayah sebelah timur : desa racek
Batas wilayah sebelah selatan : desa ranugedang
Batas wilayah sebelah utara : dusun krajan desa pesawahan
Di dalam RT 13 – RT 17 terdapat jalan-jalan kampung yang merupakan gang-
gang yang menghubungkan wilayah-wilayah RT dalam RW dan wilayah RW lain
yang berdekatan.
Sebagian besar wilayah RT 13-RT 17 digunakan untuk pemukiman penduduk,
area pertanian dan pekarangan.
Data Demografi
Hasil pendataan selama 3 hari ditemukan penduduk sebanyak 383 jiwa dengan
perincian sebagai berikut:
Distribusi penduduk menurut kelompok umur
Distribusi penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
menurut kelompok umur dapat dilihat dalam gambar 1.
Gambar 1 Distribusi Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 1 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(28,2%) penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang berusia antara 15
– 45 tahun atau usia produktif.

Distribusi penduduk menurut jenis kelamin


Distribusi penduduk RT 13 – RT 17 berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat
pada gambar 2.

Gambar 2 Distribusi Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang.

Berdasarkan gambar 2 diketahui bahwa penduduk RT 13 – RT 17 Dusun


Asenan Desa Ranugedang sebagian besar ( 51,70%) adalah perempuan.

Distribusi penduduk menurut agama


Distribusi penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
berdasarkan agama yang dipeluknya dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3 Distribusi Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 3 di atas diketahui bahwa sebagian besar (100%)


beragama Islam.
Distribusi penduduk menurut tingkat pendidikan
Distribusi penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4 Distribusi Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 4 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(48,1%) penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang berpendidikan
setingkat SD.

Distribusi penduduk menurut jenis pekerjaan


Distribusi penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
berdasarkan jenis pekerjaan dapat dilihat pada gambar 5.

Gambar 5 Distribusi Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 5 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(32,6%) penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang bekerja sebagai
Petani.

Data Perumahan
Data status kepemilikan rumah
Data tentang status kepemilikan rumah penduduk RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 6 Status Kepemilikan Rumah Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan


Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 6 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang (83,6%) memiliki rumah
sendiri.

Data jenis perumahan


Data tentang jenis perumahan yang dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17
Dusun Asenan Desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 7.

Gambar 7 Jenis Perumahan yang Dimiliki oleh Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun


Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 7 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar (84,44%)


rumah yang dimiliki penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa
Ranugedang adalah permanen.

Data jenis lantai rumah


Data tentang jenis lantai rumah yang dimiliki penduduk RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 8.
Gambar 8 Jenis Lantai Rumah yang Dimiliki oleh Penduduk RT 13 – RT 17
Dusun Asenan Desa Ranugedang.

Berdasarkan gambar 8 di atas 58,44% lantai rumah yang dimiliki penduduk


RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang adalah semen.
Data kondisi ventilasi rumah
Kondisi ventilasi rumah yang dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 9.

Gambar 9 Kondisi Ventilasi Rumah yang Dimiliki Penduduk RT 13 – RT 17


Dusun Asenan Desa Ranugedang.

Berdasarkan gambar 9 tersebut di atas sebagian besar (72,7%) kondisi


ventilasi rumah yang dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa
Ranugedang adalah kurang.

Data kondisi penerangan rumah


Gambar 10 dibawah ini menunjukkan kondisi peneragan rumah yang dimiliki
oleh penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang.
Gambar 10 Kondisi Penerangan Rumah yang Dimiliki oleh Penduduk RT 13 – RT
17 Dusun Asenan Desa Ranugedang.

Berdasarkan gambar 10 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(72,7%) penerangan rumah yang dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang dalam kondisi kurang.

Data Pekarangan Rumah


Data status pemanfaatan
Gambar 11 dibawah ini menunjukkan pemanfaatan pekarangan rumah oleh
penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang.

Gambar 11 Status Pemanfaatan Pekarangan Rumah yang Dimiliki oleh penduduk


RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Pada gambar 11 tersebut di atas diketahui bahwa (72,7%) pekarangan rumah


yang dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang adalah
dimanfaatkan.
Data jenis pemanfaatan
Jenis pemanfaatan pekarangan rumah oleh penduduk penduduk RT 13 – RT 17
Dusun Asenan Desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 13.
Gambar 13 Jenis Pemanfaatan Pekarangan Rumah yang Dimiliki oleh Penduduk
penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Sebagian besar (49,3%) pekarangan rumah milik penduduk penduduk RT 13 –


RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang dimanfaatkan untuk buah buahan

Data Air Bersih dan Minum


Data penyediaan air bersih dan minum
Gambar 14 menunjukkan tentang data penyediaan air bersih dan minum oleh
Penduduk penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang.

Gambar 14 Penyediaan Air Bersih dan Minum oleh Penduduk penduduk RT 13 –


RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
Penduduk penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
kebanyakan memanfaat air sumber untuk air bersih (90,9%) dan minum (100%).

Data tempat penampungan air


Jenis tempat penampungan air yang dimiliki oleh penduduk penduduk RT 13 –
RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang terdapat pada gambar 15.
Gambar 15 Jenis Tempat Penampungan Air yang Dimiliki oleh Penduduk
penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 15 diketahui bahwa sebagian besar (80,5%) tempat


penampungan air yang dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang adalah bak

Data kondisi tempat penampungan air


Kondisi tempat penampungan air yang dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17
Dusun Asenan Desa Ranugedang terlihat dalam gambar 16.

Gambar 16 Kondisi Tempat Penampungan Air yang Dimiliki penduduk RT 13 –


RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 16 tempat penampungan air yang dimiliki oleh penduduk


RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang sebagian besar (90,9%) dalam
keadaan tertutup.

Data frekuensi pengurasan tempat penampungan air


Frekuensi pengurasan tempat penampungan air penduduk penduduk RT 13 –
RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 17.
Gambar 17 Frekuensi Pengurasan Tempat Penampungan Air yang Dimiliki oleh
penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 17 tersebut diatas sebagian besar (63,6%) penduduk RT 13 – RT


17 Dusun Asenan Desa Ranugedang menguras tempat penampungan
airnya 2 X/minggu.

Data Tempat Pembuangan Kotoran Manusia


Data status kepemilikan jamban
Status kepemilikan jamban oleh penduduk penduduk RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang terdapat dalam gambar 18.

Gambar 18 Status Kepemilikan Jamban oleh Penduduk penduduk RT 13 – RT 17


Dusun Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 18 diketahui bahwa (90,9%) penduduk RT 13 – RT 17


Dusun Asenan Desa Ranugedang memiliki jamban sendiri di rumahnya.

Data jenis jamban


Gambar 19 berikut ini menunjukkan tentang jenis jamban yang dimiliki oleh
penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
Gambar 19 Jenis Jamban yang Dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 19 tersebut di atas jenis jamban yang dimiliki oleh


sebagian besar (89,6%) penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
adalah WC.

Data Tempat Pembuangan Sampah


Data kepemilikan tempat sampah
Status kepemilikan tempat sampah di rumah penduduk RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 21.

Gambar 21 Status Kepemilikan Tempat Sampah di Rumah penduduk RT 13 – RT


17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
Berdasarkan gambar 21 tersebut di atas diketahui bahwa 93,5% penduduk RT 13 –
RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang memiliki tempat sampah di
rumahnya.

Data kondisi tempat sampah


Kondisi tempat sampah yang dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 22.
Gambar 22 Kondisi Tempat Sampah yang Dimiliki oleh penduduk RT 13 – RT 17
Dusun Asenan Desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 22 tersebut di atas 88,31% tempat sampah yang dimiliki


penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang dalam keadaan terbuka.

Data cara pembuangan sampah


Cara pembuangan penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang

Gambar 23 Cara Pembuangan Sampah penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan


Desa Ranugedang

Sebagian besar (88,3%) penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa


Ranugedang membuang sampah dengan dibakar.

Data Ternak dan Kandangnya


Data status kepemilikan ternak
Data tentang status kepemilikan ternak
Gambar 26 Status Kepemilikan Ternak penduduk Rt 13 – 17 dusun asenan desa
ranugedang
berdasarkan gambar 26 menunjukkan 59,7% sebagian besar penduduk Rt 13-17
dusun asenan desa ranugedang tidak memiliki ternak.

Data lokasi kandang ternak


Data tentang lokasi kandang ternak yang dimiliki oleh penduduk Rt 13-17
dusun asenan desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 27.

Gambar 27 Lokasi Kandang Ternak yang Dimiliki oleh Penduduk Rt 13-17 dusun
asenan desa ranugedang

Berdasarkan gambar 27 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(83,8%) kandang ternak yang dimiliki oleh penduduk Rt 13-17 dusun asenan desa
Ranugedang berada di luar rumah.

Data kondisi kandang ternak


Data tentang kondisi kandang ternak yang dimiliki oleh penduduk Rt 13-17
dusun asenan desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 28.
Gambar 28 Kondisi Kandang Ternak yang Dimiliki oleh Penduduk Rt 13-17 dusun
asenan desa ranugedang

Berdasarkan gambar 28 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(83,87%) kandang ternak yang dimiliki oleh penduduk RT 13-17 dusun asenan desa
ranugedang dalam keadaan terawat.

Data Jenis Penyakit Dalam 1 Tahun Terakhir


Jenis penyakit yang menyerang penduduk Rt 13-17 dusun asenan desa
ranugedang dalam 1 tahun terakhir dapat dilihat pada gambar 29.

Gambar 29 Jenis Penyakit yang Menyerang Penduduk Rt 13-17 dusun asenan desa
ranugedang dalam 1 Tahun Terakhir.

Berdasarkan gambar 29 tersebut di atas diketahui bahwa linu-linu merupakan


penyakit tersering (46 kasus) menyerang penduduk Rt 13-17 dusun asenan desa
ranugedang dalam 1 tahun terakhir.

Data Pasangan Usia Subur Dan Keluarga Berencana


Data jumlah pasangan usia subur
Pada tanggal 12 juli 2014 di RT 13-17 dusun asenan desa ranugedang
ditemukan 108 pasangan usia subur.

Data status keikutsertaan pasangan usia subur dalam keluarga berencana


Data tentang keikutsertaan pasangan usia subur sebagai akseptor keluarga
berencana dapat dilihat pada gambar 30.

Gambar 30 Keikutsertaan Pasangan Usia Subur Sebagai Akseptor Keluarga


Berencana di Rt 13-17 dusun asenan desa Ranugedang

Berdasarkan gambar 30 tersebut diatas di ketahui bahwa sebagian besar


(81,5%) pasangan usia subur Rt 13-17 dusun asenan desa ranugedang merupakan
aksepter keluarga berencana.

Data jenis kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan usia subur


Jenis kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan usia subur Rt 13-17 dusun
asenan desa Ranugedangdapat dilihat pada gambar 31.

Gambar 31 Jenis Kontrasepsi yang Digunakan oleh Pasangan Usia Subur Rt 13-17
dusun asenan desa ranugedang

Berdasarkan gambar 31 tersebut di atas diketahui bahwa suntik merupakan


kontrasepsi yang paling banyak dipakai (52 pasangan) 59,1% oleh pasangan usia
subur Rt 13-17 dusun asenan dsa ranugedang dibanding kontrasepsi yang lainnya.
Data Ibu Hamil
Data jumlah ibu hamil
Jumlah ibu hamil di Rt 13-17 di dusun asenan desa ranugedang tanggal 12 juli
2014 adalah 5 orang.

Data usia ibu hamil


Usia ibu hamil di Rt 13-17 dusun asenan desa ranugedang dapat dilihat pada
gambar 32.

Gambar 32 Usia Ibu Hamil di Rt 13-17 dusun asenan desa Ranugedang Tanggal
12 Juli 2014

Berdasarkan gambar 32 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar (90%)


ibu hamil di Rt 13-17 dusun asenan desa ranugedang berusia antara 15 – 25 tahun
atau usia aman hamil.

Data status imunisasi TT


Semua ibu hamil (5 orang) di Rt 13-17 dusun asenan desa ranugedang telah
mendapatkan imunisasi TT.

Data Balita
Data jumlah balita
Jumlah balita di Rt 13-17 dusun asenan desa ranugedang 40 orang dengan
perincian sebagaimana tercantum dalam gambar 38.

Gambar 38 Perbedaan Usia Balita di Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan


Desa Ranugedang Tanggal 12 juli 2014

Berdasarkan gambar 38 tersebut di atas sebagian besar (70%) balita di Rt 13-


17 dusun asenan desa ranugedang berusia antara >2thn.

Data kepemilikan KMS


Kepemilikan KMS oleh balita di Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa
Ranugedang dapat dilihat pada gambar 39.

Gambar 39 Status Kepemilikan KMS oleh Balita di Penduduk RT 13 – RT 17


Dusun Asenan Desa Ranugedang Tanggal 12 juli 2014

Berdasarkan gambar 39 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar (95%) balita
di RW Penduduk RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
memiliki KMS.

Data status kunjungan ke Posyandu


Status kunjungan balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang ke
Posyandu dapat dilihat pada gambar 40.
Gambar 40 Status Kunjungan Balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa
Ranugedang ke Posyandu ke Posyandu Tanggal .

Berdasarkan gambar 40 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(78,75%) balita di RW IV Kelurahan Wiyung Kecamatan Wiyung Kota Surabaya
mengunjungi Posyandu.

Data status imunisasi


Status imunisasi balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
dapat dilihat pada gambar 41.

Gambar 41 Status Imunisasi Balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa


Ranugedang Tanggal 12 Juli 2014.

Berdasarkan gambar 41 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(77,5%) balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang imunisasinya telah
lengkap.

Data status vitamin A


Status vitamin A balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
dapat dilihat pada gambar 42.
Gambar 42 Status Vaitamin A Balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa
Ranugedang Tanggal 12 Juli 2014.

Berdasarkan gambar 42 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(95,00%) balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang telah mendapat
vitamin A.

Data status gizi balita


Status gizi balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang dapat
dilihat pada gambar 43.

Gambar 43 Status Gizi Balita di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang


Tanggal 12 Juli 2014.

Berdasarkan gambar 43 tersebut di atas diketahui bahwa sebagian besar


(67,5%) balita di RW RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang status gizinya
baik.

Data Remaja
Data jumlah remaja
Jumlah remaja di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang adalah 47
orang.

Data kegiatan remaja


Jenis kegiatan remaja di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang
dapat dilihat pada gambar 44.

Gambar 44 Kegiatan Remaja di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang


Tanggal 12 Juli 2014.

Berdasarkan gambar 44 tersebut di atas kegiatan remaja di RT 13 – RT 17


Dusun Asenan Desa Ranugedang sebagian besar (53,2%) tidak terarah (lain-lain)

Data kebiasaan remaja


Kebiasaan remaja di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa Ranugedang sebagian
besar (60%) masih suka merokok.

Data Usia Lanjut


Data jumlah usia lanjut
Jumlah usia lanjut (> 60 tahun) di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa
Ranugedang sebanyak 96 orang.

Data penyakit yang dikeluhkan


Penyakit yang banyak dialami oleh usia lanjut di RT 13 – RT 17 Dusun
Asenan Desa Ranugedang dapat dilihat pada gambar 45.

Gambar 45 Penyakit yang Dikeluhkan oleh Usia Lanjut di RW IV Kelurahan


Wiyung Kecamatan Wiyung Kota Surabaya Tanggal 19 Januari 2003.
Berdasarkan gambar 45 tersebut di atas diketahii bahwa penyakit linu- linu
dan Hipertensi banyak diderita oleh usia lanjut di RT 13 – RT 17 Dusun Asenan Desa
Ranugedang.
2. Analisa Data
No Masalah Kesehatan Data Penunjang Etiologi Masalah
1. Resiko terjadi peningkatan kasus a. Tidak punya jendela 19,46 % Kurangnya kemampuan masyarakat
penyakit akibat lingkungan yang b. Jendela tidak dibuka 12,45 % dalam memelihara lingkungan yang
kurang sehat (penyakit saluran c. Pencahayaan ruangan remang-remang 21,40 %, gelap 7,0 % memenuhi syarat kesehatan.
cerna, demam berdarah, ISPA, dll) d. Jarak sumber air dengan wc (<10m) 15,93 %
e. Penampungan air yang terbuka 26,85 %
f. Kondisi air berbau 3,50 %, berasa 1,17 %, berwarna 3,11 %.
g. Tempat penampungan sampah yang kondisinya terbuka 44,85 %
h. Tidak ada tempat penampungan sampah 35,41 %
i. Sistem pembuangan air limbah dalam kondisi tergenang 14,79 % dan keadaan lingkungan
sering banjir 26,46 %.
j. Sumber air minum sumur gali 1,17 %.
k. Nyamuk 35,02 %, lalat 32,02 %, kecoa 1,56 %, tikus 27,63 %.
l. Diare 9,09 %, ispa 40,91 %, DHF 1,83 %, tifoid 2,73%, tbc 1,82 %, hepatitis 0,91 %.
2. Gangguan tumbuh kembang balita a. Tidak punya KMS 12,50 %, tidak mengerti isi KMS 12,86 % Kurangnya kemampuan masyarakat
di RW IV Kelurahan Wiyung b. Berat badan balita turun 2,86 %, tetap 8,57 % dalam mengenal deteksi tumbuh
c. Balita yang tidak mengunjungi posyandu 21,25 % kembang pada balita.
d. Status gizi buruk 1,25 %, sedang 20,0 %
e. Balita yang tidak mendapat vitamin A 5,0 %
f. Balita yang tidak diimunisasi 1,25 %., tidak lengkap 16,25 %
g. Ibu dengan balita yang tidak meneteki 14,81 %.
3. Resiko terjadinya peningkatan a. Jumlah lansia 86 Orang. Usia 60-69 tahun 53 orang, 70-79 tahun 22 orang dan > 80 tahun Kurangnya kemampuan masyarakat
masalah kesehatan pada usila 11 orang dalam merawat warga usila
b. Jumlah lansia yang sakit 54 orang
- DM 29 orang
- Hipertensi 23 orang
- Gangguan fungsi ginjal 9 orang
- Lain-lain 22 orang
c. Upaya lansia mengatasi, dibiarkan 3,13 %
d. Tidak ada posyandu lansia, tidak ada kader poksila
4. Resiko kenakalan remaja. a. Merokok 87,50 % Kurangnya kemampuan masyarakat
b. Miras 12,50 % dalam mengenal akibat dari perilaku
c. Karang Taruna yang tidak Aktif remaja yang kurang sehat.
3. Prioritas Masalah
Kriteria Penapisan

Sesuai dengan peran perawat komunitas

Potensi untuk pendidikan kesehatan

Relevan dengan program

Tersedia sumber fasilitas


Tersedia sumber tempat

Tersedia sumber waktu

Tersedia sumber SDM


Tersedia sumber dana
Kemungkinan diatasi
Interes komunitas
Resiko terjadi

Resiko parah
Masalah
No. Jumlah
Kesehatan

1. Resiko terjadi
peningkatan kasus
penyakit akibat
lingkungan yang
kurang sehat 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 4 55
(penyakit saluran
cerna, demam
berdarah, ISPA, dll)
2. Gangguan tumbuh
kembang balita di
RW IV Kelurahan 5 4 4 5 3 3 5 5 5 2 2 3 46
Wiyung
3. Resiko terjadinya
peningkatan
masalah kesehatan 5 5 5 3 3 5 5 2 3 2 2
pada usila
4. Resiko kenakalan
remaja. 5 3 5 5 2 2 2 1 1 1 1 3 34
4. Perumusan diagnosa Keperawatan komunitas
Berdasarkan penapisan tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah
keperawatan dan prioritas sebagai berikut:
 Resiko terjadi peningkatan kasus penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat
(penyakit saluran cerna, demam berdarah, ISPA, dll) berhubungan dengan
kurangnya kemampuan masyarakat dalam memelihara lingkungan yang
memenuhi syarat kesehatan ditandai dengan:
 KK yang punya tempat tinggal tidak ada jendela 19,46 %
 Jendela tidak dibuka 12,45 %
 Pencahayaan ruangan remang-remang 21,40 %, gelap 7,0 %
 Jarak sumber air dengan wc (<10m) 15,93 %
 Penampungan air yang terbuka 26,85 %
 Kondisi air berbau 3,50 %, berasa 1,17 %, berwarna 3,11 %.
 Tempat penampungan sampah yang kondisinya terbuka 44,85 %
 Tidak ada tempat penampungan sampah 35,41 %
 Sistem pembuangan air limbah dalam kondisi tergenang 14,79 % dan keadaan
lingkungan sering banjir 26,46 %.
 Sumber air minum sumur gali 1,17 %.
 Binatang yang ditemukan di lingkungan keluarga : Nyamuk 35,02 %, lalat
32,02 %, kecoa 1,56 %, tikus 27,63 %.
 Penyakit yang diderita anggota keluarga : Diare 9,09 %, ISPA 40,91 %, DHF
1,83 %, Tifoid 2,73%, TBC 1,82 %, hepatitis 0,91 %.

 Gangguan tumbuh kembang balita di RW IV Kelurahan Wiyung berhubungan


dengan Kurangnya kemampuan masyarakat dalam mengenal deteksi tumbuh
kembang pada balita.
 Balita tidak punya KMS 12,50 %, tidak mengerti isi KMS 12,86 %
 Berat badan balita turun 2,86 %, tetap 8,57 %
 Balita yang tidak mengunjungi posyandu 21,25 %
 Status gizi buruk 1,25 %, sedang 20,0 %
 Balita yang tidak mendapat vitamin A 5,0 %
 Balita yang tidak diimunisasi 1,25 %., tidak lengkap 16,25 %
 Ibu dengan balita yang tidak meneteki 14,81 %.
 Resiko terjadinya peningkatan masalah kesehatan pada usila di RW IV b/d
Kurangnya kemampuan masyarakat dalam merawat warga usila ditandai dengan:
 Jumlah lansia 86 Orang. Usia 60-69 tahun 53 orang, 70-79 tahun 22 orang
dan > 80 tahun 11 orang
 Jumlah lansia yang sakit 54 orang
 DM 29 orang
 Hipertensi 23 orang
 Gangguan fungsi ginjal 9 orang
 Lain-lain 22 orang
 Upaya lansia mengatasi, dibiarkan 3,13 %
 Tidak ada posyandu lansia, tidak ada kader poksila
 Resiko kenakalan remaja di RW IV Kelurahan Wiyung berhubungan dengan
Kurangnya kemampuan masyarakat dalam mengenal akibat dari perilaku remaja
yang kurang sehat ditandai dengan:
 Remaja Merokok 87,50 %
 Remaja Miras 12,50 %
 Karang Taruna yang tidak Aktif
5. Perencanaan
Diagnosa Evaluasi
Hari/
No Keperawatan Tujuan Sasaran Strategi Rencana Kegiatan Tempat Evaluator
tgl Kriteria Standar
komunitas
1. Resiko terjadi Setelah dilakukan - Tokoh-tokoh - KIE 1.Beri HE pada masyarakat - Balai Verbal - Kader Pokjakes - Ketua RW
peningkatan kasus intervensi kepe- masyarakat - Gerak- RW IV tentang arti RW mampu menye- IV Kelu-
penyakit akibat rawatan masyarakat RW IV an lingkungan yang sehat dan - Wila- butkan, menjelas- rahan
lingkungan yang mampu mencegah Kelurahan penyuluhan tentang yah RT kan tentang arti Wiyung
kurang sehat penyakit akibat Wiyung beberapa penyakit yang se RW lingkungan yang - Ketua RT
(penyakit saluran lingkungan yang - Pokjakes RW disebabkan oleh IV sehat. di wilayah
cerna, demam kurang sehat IV Kelurahan lingkungan yang tidak - Masyarakat mam- RW IV
berdarah, ISPA, dengan membersih- Wiyung sehat (macam penyakit, pu mengiden- Kelurahan
dll) kan lingkungan - Seluruh war- penyebab, gejala tifikasi ciri-ciri Wiyung
secara gotong ga RW IV penyebaran dan lingkungan sehat. - Pokjakes
royong dalam Kelurahan pengobatan. - Masyarakat mam- RW IV
waktu 4 minggu. Wiyung 2.Motivasi masyarakat pu menentukan Kelurahan
melalui kader atau tokoh jadwal kerja Wiyung
Jangka Pendek: masyarakat untuk aktif bakti. - Petugas
Masyarakat tahu memelihara lingkungan Psikomo- - Pelaksanaan kerja Puskesmas
lebih banyak yang sehat. tor bakti sesuai jad- Wiyung
tentang 3.Koordinasi dengan tokoh wal yang direnca- - Mahasis-
- Penyakit yang masyarakat untuk nakan. wa PSIK-
timbul karena menyelenggarakan kerja - Pemeriksaan FK Unair
lingkungan yang bakti. jentik nyamuk
tidak sehat. 4.Berikan penjelasan cara dan
- Cara mencegah mencegah terjadinya penampungan air
terhadap penyakit yang disebabkan minum tertutup.
penyakit. oleh lingkungan yang - Genangan air
- Cara penyebaran tidak sehat (Diare Typus, tidak ada.
penyakit. Demam Berdarah). - Perilaku hidup
- Cara 5.Ajarkan tentang cara sehat meningkat
menanggulangi hidup sehat seperti cuci
penyakit yang - Mencuci tangan sebelum tangan sebelum
berhubungan makan. makan, Nyamuk,
dengan akibat - Memberantas nyamuk, lalat, tikus tidak
lingkungan yang tikus, dsb. ada.
tidak sehat. - 3M - Rumah yang
6.Rujuk segera apabila ada pengap dan gelap
anggota masyarakat yang tidak ada.
menunjukkan gejala dari
penyakit
2. Gangguan tumbuh Setelah dilakukan - Tokoh-tokoh - KIE 1.Pendekatan kepada tokoh - Balai Verbal - Masyarakat tahu -
kembang balita di tindakan masyarakat - Gerak- masyarakat (formal dan RW tentang deteksi
RW IV Kelurahan keperawat-an RW IV an informal) untuk - Posyan dini tumbuh
Wiyung masyarakat, Kelurahan menggalang dukungan du kembang balita.
berhubungan gangguan tumbuh Wiyung pelaksanaan. - Masyarakat tahu
dengan kembang balita - Pokjakes RW 2.pemberikan penyuluhan tentang cara
Kurangnya tidak terjadi. IV Kelurahan kepada masyarakat dengan pemenuhan gizi
kemampuan Wiyung topik:. seimbang pada
masyarakat dalam Jangka Pendek (3 - Ibu balita di - Deteksi dini tumbuh balita
mengenal deteksi Minggu): wilayah RW kembang. - Balita mengalami
tumbuh kembang - Masyarakat tahu IV Kelurahan - Upaya pemenuhan pertumbuhan dan
pada balita. tentang deteksi Wiyung kebutuhan gizi seimbang perkembangan
dini tumbuh pada balita. sesuai standard
kembang balita. 3.Kolaborasi dengan pihak Psikomo- - Balita ditimbang
- Masyarakat tahu Puskesmas dalam tor setiap bulan di
tentang cara pemberian Vitamin A. Posyandu
pemenuhan gizi 4.Tetapkan waktu - Balita mendapat
seimbang pada pelaksanaan pemberian vitamin A 2 kali
balita. Vitamin A. bersama tukoh setahun
Jangka Panjang (6 masyarakat dan - Balita mendapat-
bulan): Puskesmas. kan imunisasi
Tidak ada balita 5.Melalui tokoh masyarakat secara lengkap
yang mengalami untuk menghimbau dan - Ibu balita dapat
gangguan tumbuh mengajak masyarakat menyiapkan
kembang untuk berpartisipasi dalam makanan sesuai
- Balita terjadi pemberian Vitamin A. kebutuhan
peningkatan berat 6.Pembinaan kasus keluarga anaknya.
badan. dengan anggota keluarga
- Balita mengalami (balita) mengalami gizi
perkembangan buruk.
sesuai usia. - Demo makanan murah
bergizi.
- Cara pengelolaan
makanan.
- Memberikan makanan
tambahan.
- Penimbangan rutin.

3. Resiko terjadinya Setelah dilakukan - Tokoh-tokoh - KIE 1. Berikan HE pada - Balai Verbal - Masyarakat dan
peningkatan tindakan masyarakat - Gerak- masyarakat RW IV RW lansia mampu
masalah keperawat-an RW IV an tentang pentingnya - Posyan mengenal
kesehatan pada selama 2 minggu Kelurahan memperhatikan dan du masalah
usila berhubungan diharapkan masya- Wiyung mengenal masalah kesehatan pada
dengan kurangnya rakat mampu mela- - Pokjakes RW kesehatan lansia. lansia.
kemampuan kukan perawatan IV Kelurahan 2. Koordinasikan dengan - Masyarakat dan
masyarakat dalam pada warga lansia Wiyung tokoh masyarakat lansia mampu
merawat warga di wilayah RW IV. - Seluruh usia tentang pembentukan menyebutkan
usila. lanjut di RW Kelompok Lansia. masalah
Jangka Pendek: IV Kelurah- 3. Beri HE pada lansia kesehatan pada
Setelah dilakukan an Wiyung tentang: lansia.
tindakan keperawa- - Perubahan – perubahan Psikomo- - Masyarakat dan
tan: yang terjadi pada lansia. tor lansia mampu
- Masyarakat RW - Pentingnya kelompok membentuk
IV mampu lansia.. kelompok lansia.
mengidentifikasi 4. Kolaborasi dengan - Masyarakat dan
masalah pihak puskesmas untuk lansia mampu
kesehatan pada kegiatan pemeriksaan merencanakan
lansia. kesehatan dan kegiatan bagi
- Masyarakat pengobatan pada lansia. lansia.
mampu - Masyarakat dan
mengidentifikasi lansia mampu
rencana tindakan mengelola
keperawatan pada kelompok lansia
lansia. yang telah
- Masyarakat terbentuk.
mampu Verbal - Lansia mampu
melaksanakan menyebutkan
perawatan pada perubahan –
lansia. perubahan yang
- Terbentuk terjadi pada
kelompok lansia lansia.
di RW IV sebagai - Lansia mampu
wadah kegiatan menjelaskan
bagi lansia. pentingnya
pembentukan
kelompok lansia.
Psikomo- - Masyarakat dan
tor lansia mau
mengikuti
kegiatan
pemeriksaan
kesehatan dan
pengobatan yang
diadakan.
4. Resiko kenakalan Setelah dilakukan - Tokoh-tokoh - KIE 1. Berikan HE pada - Balai Verbal - Masyarakat
remajadi RW IV tindakan masyarakat - Gerak- masyarakat RW IV RW mampu mengenal
berhubungan keperawat-an RW IV an tentang masalah akibat dari
dengan selama 2 minggu Kelurahan kenakalan remaja kenakalan remaja.
Kurangnya diharapkan masya- Wiyung seperti merokok Miras Psikomo- - Remaja yang
kemampuan rakat mampu me- - Pokjakes RW maupun Narkoba. tor berperilaku
masyarakat dalam ngenal akibat dari IV Kelurahan 2. Koordinasikan dengan kurang sehat
mengenal akibat perilaku remaja Wiyung tokoh masyarakat seperti Miras
dari perilaku yang kurang sehat - Seluruh tentang pembentukan maupun Narkoba
remaja yang di wilayah RW IV. remaja di RW Kelompok Karang mengubah
kurang sehat.. IV Kelurahan taruna. perilaku menjadi
Jangka Pendek: Wiyung 3. Beri HE pada remaja sehat.
Setelah dilakukan tentang: Psikomo- - Masyarakat dan
tindakan - Akibat buruk dari tor remaja mampu
keperawat-an: kebiasaan merokok. membentuk
- Masyarakat RW - Pentingnya kelompok remaja/
IV mampu pembentukan kelompok Karang taruna.
mengenal remaja/Karang taruna. - Masyarakat dan
masalah 4. Kolaborasi dengan remaja mampu
kenakalan remaja pihak puskesmas untuk merencanakan
seperti merokok kegiatan pemeriksaan kegiatan bagi
Miras maupun kesehatan dan remaja.
Narkoba pengobatan bagi remaja - Masyarakat dan
- Masyarakat RW yang berperilaku kurang remaja mampu
IV mampu sehat. mengelola
mengubah kelompok remaja/
perilaku remaja Karang taruna
yang kurang seht. yang telah
- Terbentuk Karang terbentuk.
taruna/kelompok Verbal - Remaja mampu
remaja di RW IV mengubah
sebagai wadah perilaku kurang
kegiatan bagi sehat seperti
remaja. Miras maupun
Narkoba menjadi
perilaku sehat.
- Remaja mampu
mengenal akibat
buruk dari
merokok, Miras
maupun Narkoba.
- Remaja mampu
menjelaskan
pentingnya
pembentukan
kelompok
remaja/Karang
Taruna.
6. Tahap Pelaksanaan
Dari hasil pengkajian, perumusan masalah dan prioritas masalah, serta pada

37
tahap perencanaan yang dilakukan oleh mahasiswa, Pokjakes dan warga RW IV
Wiyung, selanjutnya rencana kegiatan dilaksanakan bersama sesuai dengan
perencanaan dan waktu yang telah disepakati bersama warga.
Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan rencana tindakan, yaitu
pendekatan komunitas, pendekatan keluarga binaan, pendekatan kelompok khusus
dan pendekatan kepada instansi terkait. Berikut ini tabel pelaksanaan asuhan
keperawatan komunitas:
Tabel 1. Pelaksanaan Rencana Tindakan dan Evaluasi Formatif
EVALUASI
DP TGL IMPLEMENTASI
FORMATIF
Resiko terjadi 18 Pbruari  Memfasilitasi kader  Terlaksana
peningkatan 2002 kesling dengan penyuluhan penyuluhsn kader
kasus penyakit tentang : kesling pada
akibat  - Lingkungan sehat tanggal 21 Pebruari
lingkungan yang - Penyakit yang 2003
kurang sehat diakibatjkan lingkungan
(penyakit tidak sehat ( ISPA, GE,
saluran cerna, Hepatitis, DHF)  Terlaksananya
demam  Melaksanakan koor-dinasi intensif
berdarah, ISPA, koordinasi intensif dengan dengan Pokjakes
dll) pokjakes seksi kesling untuk  Terlaksana kerja
kegiatan peningkatan bakti masal dengan
kesehatan lingkungan masyarakat pada
 Melaksanakan kerja hari mingu tanggal
bakti masal dengan 16 maert 2003
dikordinasi oleh pokjakes
subseksi kesling
Gangguan 18  Mengaktifkan  Terlaksana pada
tumbuh Pebruari kembali kader Balita untuk saat Pengukuhan
kembang balita 2002 tergabung dalam satu Pokjakes 18
di RW IV koordinasi dalam Pokjekes Pebruari 2003
Kelurahan
Wiyung  Memberikan  Terlaksana pada
berhubungan penyegaran materi kesehatan tanggal 2 Maret
dengan Balita pada kader Balita : 2003 dengan
Kurangnya - Deteksi dini tumbuh dihadiri semu
kemampuan kembang kader Balita
masyarakat - Pemenuhan gizi Balita  Poysndu Balita,
dalam mengenal - ISPA penyuluhan ISPA
deteksi tumbuh dan pemberian
kembang pada  Melaksanakan Makanan
balita. Posyandu Balita Tambahan
 Memberikan terlaksana pada
penyuluhan kepada Ibu-ibu saat Posyandu
yang mempunyai Balita pada Balita Tanggal 5
saat Posyandu Balita Maret 2002 dengan
- ISPA dihadiri 50–ibu
 Meberikan yang punya balita.
makanan Tambahan kepada
balita
Resiko 18  Membentuk kader  .Kader lansia
terjadinya Pebruari lansia (kader yang terbentuk pada
peningkatan 2003 menangani masalah lansia di tanggal 18 Pebruari
masalah masyarakat) 2003
kesehatan pada  Memberi  Terlaksana
usila Pembekalan kader lansia skrening dan
berhubungan tentang pelaksanaan
dengan - Definisi lansia Posyandu Lansia 8
kurangnya - Proses Menua Maret 2003
kemampuan - Perawatan lansia  Pembakalan
masyarakat  Membentuk selanjutnya pada
dalam merawat kegiatan Posyandu Lansia tanggal 18 Maret
warga usila.  Melaksanakan 2003 dihadiri
skrening lansia seluruh kader
pokjakes

Resiko 18  Mengaktifkan  Karangtaruna


kenakalan Pebruari kembali karangtaruna diaktifkan kembali
remajadi RW IV 2003  Memberikan dengan melibatkan
berhubungan Pembekalan Kader Remaja dalam organisasi
dengan yang sudah terbentuk pada Pokjakes
Kurangnya saat pembentukan Pokjakes  Pembekalan
kemampuan ( 18 Pebruari 2003) tentang terlaksana pada
masyarakat - AIDs saat pembentukan
dalam mengenal - Narkoba Pokjakes dan
akibat dari 28Pebruari  Memberikan dolanjutkan
perilaku remaja 2003 penyuluhan AIDs dan tanggal 21 Pebruari
yang kurang Narkoba pada semua kader 2003
sehat.. pokjakes dan masyarakat  Penyuluhan AIDs
 Pelatihan BLS dan dilaksanakan
Kesehatan Reproduksi bersamaan dengan
pembentukan
Pokjakes pada
tanggal 18 Pebruari
2003
 Pelatihan BLS
dilaksanakan pada
tanggal 7 Maret
2003 dengan
dihadiri seluruh
anggota pokjakes
remaja
7. Tahap Evaluasi
Evaluasi dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu:
1) Formative Evaluation (Evaluasi Formatif/Proses)
Evaluasi ini dilakukan pada saat dilaksanakannya suatu kegiatan sampai
selesai. Evaluasi ini dapat dilihat pada tabel 3.1.

1. Sumative Evaluation (Evaluasi Sumatif/Akhir)


Tahap ini dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat yaitu pada
tanggal 25 Maret 2003 pukul 20.00-22.00 WIB di Balai RW IV Kelurahan
Wiyung pada saat terminasi praktik klinik keperawatan komunitas, yaitu:
a. Terbentuknya Kelompok Kerja Kesehatan “CERIA” dengan pengurus,
struktur dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Ditemukannya masalah kesehatan serta rumusan prioritas masalah, yang
selanjutnya dilaksanakan bersama dan diteruskan oleh Pokjakes.
c. Partisipasi aktif dan interes masyarakat dalam penatalaksanaan kesehatan
masyarakat sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan terhadap
kesehatan sangat tinggi mencapai 85%.
d. Untuk diagnosa keperawatan nomor 1, 2 dan 3 selanjutnya akan
ditindaklanjuti, dilaksanakan dan dievaluasi diteruskan oleh Pokjakes.
e. Terbentuknya Posyandu Lansia yang akan menjembatani dalam peningkatan
status kesehatan lansia.
f. Pelaksanaan kegiatan dapat berjalan 90%.