Anda di halaman 1dari 83

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

PADA NY. D DENGAN PENYAKIT ASAM URAT


DI RT 14 RW 05 KELURAHAN LENGENSARI
KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG

DISUSUN OLEH :

BEKTI WIJAYANTI
070117B016

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITS NGUDI WALUYO
2019
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

PADA NY. D DENGAN PENYAKIT ASAM URAT

Hari / Tanggal & Jam Pengkajian : Selasa, 08 Januari 2019 (14:00)

A. IDENTITAS UMUM

Identitas Klien
Nama : Ny. D
Umur : 55 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Menikah
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : SMP
Alamat : RT 14 RW 05 Langensari
Pekerjaan : Buruh
Diagnosa medis : Asam Urat
Identitas Penanggung jawab
Nama : Tn. S
Umur : 59 Tahun
Alamat : RT 07 RW 05 Langensari
Hub dg klien : Suami

B. KELUHAN UTAMA

Ny. D mengatakan nyeri pada lutut kanan, telapak kaki kanan dan ruas jari tangan kanan dan

kiri
P: Pasien mengatakan nyeri jika bangun dari duduk
Q: Nyeri seperti dsitusuk-tusuk
R: Nyeri pada lutut kanan, telapak kaki kanan dan ruas jari tangan kanan dan kiri
S: Skala nyeri 4 (0-10)
T: Hilang Timbul
C. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
Ny. D mengatakan mempunyai riwayat asam urat kurang lebih sejak 1 tahun yang lalu,
nyeri dirasakan kadang-kadang, dan hilang timbul baik saat diajak berjalan ataupun
duduk . Pada saat diadakan pemeriksaan asam urat dengan hasil yaitu 7,9 mg/dl. Ny.D
saat pengakajian TD 100/60 mmHg, pasien Ny. D mengatakan kepada perawat,
bagaimana agar asam uratnya turun, dan saat perawat menawarkan akan memberikan
tindakan untuk menurunkan asam uratnya, Ny.D bersedia untuk diajarkan.
D. RIWAYAT KESEHATAN DAHULU
Ny. D mengatakan sudah mengalami atau mempunyai riwayat asam urat atau nyeri sendi
kurang lebih sejak 1 tahun yang lalu, dimana Ny.D sudah memeriksakan diri ke dokter
dan sudah melakukan tindakan alternatif yaitu minum sari mengkudu, pasien merasa
tidak nyeri lagi namun berhenti karena pusing dan tekanan darah semakin turun.
E. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Ny. D mengatakan dikeluarganya tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit asam urat
seperti dirinya dan dikeluarganya tidak ada yang sakit.
F. RIWAYAT LINGKUNGAN HIDUP
Ny. D mengatakan pekerjaannya hanya sebagai buruh cuci. Ny. D tinggal dalam keluarga
dan rumah sederhana. Rumah Ny. D tertata rapi dan pencehayaannya terang. Ny. D
masih mampu melakukan aktivitas seperti biasa.
G. RIWAYAT REKREASI
Ny. D mengatakan jarang pergi liburan dan sekarang hampir tidak pernah. Tapi
menurutnya berkumpul bersama keluarga dirumah sudah membuat Ny. D senang.
H. SUMBER/SISTEM PENDUKUNG YANG DIGUNAKAN

Sumber Pendapatan : Buruh

Sumber Support sosial : Keluarga


I. DESKRIPSI HARI KHUSUS

Pukul 05.00 –13.00 WIB (Pagi)

Pukul 14.00 – 16.00 WIB (Siang)

Pukul 20 . 00 – 04.00 WIB (Malam)

J. TINJAUAN PER SISTEM (jelaskan sistem-sistem di bawah ini yang terdapat pada

klien) HEAD TO TOE

1. Keadaan Umum/tingkat kesadaran : komposmetis

Tekanan darah :100/60mmHg

Nadi : 80 x/menit

RR : 20 x/menit

2. Kulit dan Kuku

Inspeksi

Warna Kulit : Coklat muda

Warna kuku : Normal, putih kemerahan

Lesi kulit : Tidak terdapat lesi pada kulit

Jaringan parut : Tidak terdapat jaringan parut pada kulit

Distribusi rambut : Distribusi rambut merata dan terdapat uban

Kebersihan kuku : Kuku Ny.D tampak bersih

Kelainan pada kuku : Tidak terdapat clubbing fingers


Bulla(lepuh) : Tidak ada bula pada kulit Ny.D

Ulkus : Tidak terdapat ulkus pada tubuh Ny.D

Palpasi

Tekstur kulit : Sedikit kasar

Turgor kulit : Menurun

Pitting edema : Tidak ada pitting edema

Capilarry refill time : kurang 2 detik

3. Kepala

Inspeksi

Bentuk kepala : Mesochepal

Kebersihan : Terlihat bersih

Warna rambut : Beruban

Kulit kepala : Terlihat bersih

Distribusi rambut : Baik

Kerontokan rambut : Tidak rontok

Benjolan dikepala : Tidak terdapat benjolan dikepala

Temuan yang Lain : Tidak ada

Palpasi

Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan pada kepala

Temukan yang lain (keluhan) : Tidak ada

4. Mata

Inspeksi

Kelopak mata mengalami ptosis : Tidak


Konjungtiva : Merah Muda

Sklera : Putih

Iris : Kecoklatan

Kornea : Jernih

Pupil : Isokor

Peradangan : Tidak ada peradangan

Katarak : Tidak

Ketajaman penglihatan : Ketajaman penghilatan klien sudah mulai

berkurang

Gerak bola mata : Pergerakan bola mata sama

Medan penglihatan : Cukup luas, namun tidak bisa melihat yang

cukup jauh

Alat bantu penglihatan : Ny. D tidak menggunakan alat bantu

penglihatan

Buta warna : Ny. D tidak mengalami buta warna

Temuan lainnya : Tidak ada

Palpasi

Kelopak mata : Tidak Nyeri

Temuan yang lainnya : Tidak ada

5. Telinga

Inspeksi

Bentuk telinga : Bentuk telinga simetris kiri dan kanan


Lesi : Tidak ada lesi

Peradangan : Tidak ada peradangan, namun Ny. D mengeluh

telinganya seperti berdengung

Kebersihan lubang telinga : cukup bersih, sedikit ada serumen

Kebersihan telinga luar : Bersih

Membran timpani : tidak terkaji

Test Arloji : Ny. D masih mendengar suara arloji yang

didekatkan ke telinganya meskipun kurang jelas

Tes bisikan bilangan : Tidak terkaji

Tes Weber : Tidak terkaji

Test Rinne : Tidak terkaji

Test Swabach : Tidak terkaji

Palpasi :

Daun telinga : Tidak ada nyeri dan daun telinga elastis kanan dan

kiri

Prosessus mastoideus : Tidak ada nyeri saat ditekan

Temuan yang lain : Tidak ada

6. Hidung dan Sinus

Inspeksi

Bentuk hidung : Bentuk hidung simetris

Warna kulit hidung : Coklat muda

Lubang hidung : cukup bersih

Temuan yang lain : Tidak ada


Peradangan : Tidak ada peradangan

Penciuman : Tidak terganggu

Palpasi :

Mobilitas septum hidung :Tidak ada

Sinusitis : Tidak ditemukan tanda-tanda sinusitis

Temuan lainnya : Tidak ada

7. Mulut dan Tenggorokan

Inspeksi

Warna bibir : Merah muda

Bibir pecah-pecah : Tidak ada

Mukosa : Mukosa bibir Ny. D lembab

Kebersihan gigi : Cukup bersih

Gigi berlubang : Ada di pangkal gigi

Gusi berdarah : Tidak ada gusi berdarah

Kebersihan Lidah : Bersih

Pembesaran tonsil : Tidak terlihat pembesaran tonsil

Temuan yang lain : Tidak ada

8. Leher

Inspeksi

Kesimetrisan leher : Leher Ny.D Simetris

Palpasi

Kelenjar limfe : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe

Pembesaran Kelenjar tyroid : Tidak ada


Kaku kuduk : Ny. D tidak merasakan kaku kuduk

Temuan yang lain : tidak ada

9. Payudara (pada laki-laki dan perempuan)

Inspeksi

Bentuk : Tidak ada keluahan

Kesimetrisan : Tidak ada keluahan

Posisi puting : Tidak ada keluahan

Tampilan payudara : Tidak ada keluahan

Palpasi

Benjolan : Tidak ada keluahan

Temuan yang lain : Tidak ada

10. Dada dan Tulang Belakang

Inspeksi

Bentuk dada : Simetris antara kanan dan kiri

Kelainan bentuk : Tidak ada kelainan bentuk

Kelainan tulang belakang : Tidak ada kelainan pada tulang belakang

Temuan yang lain : Tidak ada

11. Pernafasan ( Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi )

Inspeksi

Pengembangan dada : Simetris antara kanan dan kiri

Pernafasan : Normal, yaitu 20x/menit

Retraksi interkosta : Tidak terlihat retraksi interkosta

Cuping hidung : Tidak ada pernafasan cuping hidung


Palpasi

Taktil fremitus : Getaran sama antara paru kanan dan kiri

Pengembangan dada : Pengembangan dada saat inspirasi dan ekspirasi

sama antara paru kanan dan kiri

Perkusi : Suara sonor

Auskultasi : Terdengar Vesikuler

Suara tambahan : Tidak ada suara tambahan saat perkusi dan

auskultasi

Temuan Lainnya : tidak ada

12. Kardiovaskuler ( Inspeks , Palpasi, Perkusi, Auskultasi )

Inspeksi

Titik implus maksimal : Tampak pada ICS 5 midklavikula

Palpasi

Titik implus maksimal : Terlihat di ICS 5 midklavikula

Katup aorta :-

Katup pulmonal :-

Katup trikuspid :-

Katup bikuspidalis :-

Perkusi

Batas jantung : Redup

Auskultasi

Bunyi jantung : Normal S1 diikuti S2( lup dub)

Temuan yang lain : Tidak ada


13. Gastrointestinal ( Inspeksi, Auskultasi, Perkusi, Palpasi )

Inspeksi

Bentuk abdomen : Cembung

Auskultasi

Peristaltik usus : 12 x/ menit

Perkusi

Ginjal : Redup

Hati : Pekak

Limfa : Pekak

Abdomen : Tympani

Usus : Tympani

Palpasi : Tidak ada nyeri tekan

Temuan yang lain : Tidak ada

14. Perkemihan : Tidak ada nyeri tekan di vesika urinaria

Warna urin : Kuning jernih

Jumlah urin : Ny. D lancar dalam BAK yaitu 4-5 kali sehari. Jumlah

urin kurang lebih 800 cc.

Nyeri saat BAK : Ny. D tidak merasakan nyeri saat BAK.

Hematuria : Tidak terdapat kencing darah

Rasa terbakar saat BAK : Tidak ada

Perasaan tidak lampias : Tidak mengalami anyang-anyangan

Mengompol : Ny. D tidak mengompol

Tidak bisa BAK : BAK lancer, tidak ada keluhan susah BAK
Temuan lainnya : Tidak ada

15. Muskuloskeletal

Nyeri pada persendian

Inspeksi

Lesi kulit : Tidak ada lesi/luka pada kulit

Adanya tremor : Sedikit tremor

Palpasi

Tonus otot ekstrimitas atas : normal

Tonus otot ekstrimitas bawah : normal

Kekuatan ekstrimitas atas : (skala 4)

Kekuatan ekstrimitas bawah : (skala 4)

1. = Lumpuh

2. = Melawan gravitasi dengan sokongan

3. = Melawan gravitasi tapi tidak ada tahan

4. = Melawan gravitasi dengan tahanan sedikit

5. = Melawan gravitasi dengan kekuatan penuh

Rentang gerak : Maksimal

Edema kaki : Tidak teraba odema pada kaki

Refleks Bisep : Kanan = + Kiri = +

Refleks Patella : Kanan = + Kiri = +

Refleks Achilles : Kanan = + Kiri = +

Keterangan : Refleks positif = Normal


Deformitas sendi : Tidak terdapat deformitas sendi

Nyeri ekstremitas :

Temuan yang lain : Tidak ada

16. SSP (N I – XII)

a. Olfaktori : Ny. D mampu membedakan aroma

b. Optikus : penglihatan masih jelas dan lapang pandang luas

a. Okulomotorius : Ny. D mampu menggerakkan kelopak mata

c. Throklear : Ny. D mampu menggerakkan mata dan bola mata

d. Trigeminus : Ny. D mampu mengunyah dan mengerangkan

rahang, mampu membedakan sensasi halus, tajam diwajah

e. Abdusen : Ny. D mampu menaik turunkan mata dan

menggerakkan bola mata

f. Facialis : Ny. D mampu menggerakkan alis ketas dan

kebawah, tersenyum, dan mampu membedakan rasa asin, asam, pahit, manis

diujung lidah

g. Auditori : Ny. D masih mampu mendengar dengan baik,

namun untuk keseimbangan tubuh sudah menurun

h. Glosofaringeal : reflek menelan Ny. D baik, mampu membedakan

rasa asin, asam, pahit, manis dipangkal lidah

i. Vagus : reflek menelan Ny. D baik

j. Aksesoris : Ny. D mampu melawan tahanan pada kepala dan

bahu, mampu menggerakkan leher


k. Hipoglosus :Ny. D mampu menjulurkan lidah dan

menggerakkannya kesamping kanan, kiri dan keatas, kebawah

17. Sistem Endokrin

Pembesaran tiroid : Tidak terlihat pembesaran kelenjar tiroid

Riwayat penyakit metabolic : Ny. D mempunyai riwayat asam urat sejak 5 tahun

lalu. Ny. D tidak mempunyai riwayat penyakit

metabolik seperti DM dan lainnya.

Temuan lainnya : tidak ada

18. Sistem Integumen : Kulit lembab, dan keriput, turgor kulit menurun

19. Genetalia

Kebersihan : Tidak terkaji

Haemoroid : Tidak terkaji

Hernia : Tidak terkaji

Kesan : Tidak terkaji

Temuan lainnya : Tidak terkaji

K. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL, EKONOMI DAN SPIRITUAL

1. Psikososial

Kemampuan sosialisasi klien baik, Ny. D nyambung saat diajak berkomunikasi.

Sikap klien terhadap perawat maupun orang lain baik, hubungannya dengan orang

lain juga baik dan harapan Ny. D yaitu agar penyakit yang dideritanya bisa berkurang

atau bahkan hilang.

a. Hubungan dengan orang lain dalam masyarakat :

- Mampu berinteraksi
- Mampu kejasama

b. Kebiasaan lansia berinteraksi dengan teman sebayanya :

Ny. D sering berinteraksi dengan teman sebayanya

c. Stabilitas emosi

Emosi Ny. D masih stabil, jika marah atau kesal masih mampu mengontrol

emosinya

d. Frekuensi kunjungan keluarga ( jika lansia tinggal sendiri )

Ny. D mengatakan keluarga yang jauh berkunjung saat lebaran.

e. Pertengkaran dengan teman

Ny. D tidak pernah bertengkar dengan temannya yang ada disekitar rumahnya.

Ny. D saling berhubungan baik dengan teman sebayanya

f. Curiga terhadap teman

Ny. D tidak pernah memiliki rasa curiga pada temannya

g. Harapan klien

Ny. D mengatakan ingin selalu diperhatikan oleh keluarganya, dan ingin agar

penyakit asam uratnya turun, dan saat melakukan pengkajian dan memeriksa

kadar asam urat Ny. D, asam urat Ny. D masih tinggi serta Ny. D menanyakan

bagaimana menurunkan asam uratnya dan bagaimana menurunkan nyeri sendi

jika tiba-tiba timbul.

Temuan lainnya : Lansia tinggal dengan keluarganya

2. Sosial Ekonomi
a. Pekerjaan : Saat ini Ny. D tidak bekerja dan hanya diam dirumah saja karena

kondisinya sudah tua

b. Penghasilan : Ny. D mempunyai penghasilan sendiri, anaknya kadang

memberikan Ny. D uang

c. Asuransi kesehatan : Asuransi kesehatan/jaminan pelayanan kesehatan dari BPJS,

sumber pembiayaan pengobatan dari BPJS, jumlah keluarga klien yaitu 3 orang

dan sumber bantuan Ny. D adalah dari keluarganya.

3. Identifikasi masalah emosional ( Gunakan pertanyaan di bawah ini )

Pertanyaan tahap 1

a. Apakah Ny. D mengalami kesulitan tidur ? : tidak

b. Apakah klien merasa gelisah ? : tidak

c. Apakah klien sering murung dan menangis sendiri ? : tidak

d. Apakah klien sering was-was atau khawatir ? : iya

Lanjutkan ke pertanyaan tahap 2 jika lebih dari atau sama dengan 1 jawaban “ya”

Pertanyaan tahap 2

a. Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 kali dalam 1 bulan ? : iya

b. Ada atau banyak pikiran ? : tidak

c. Ada gannguan atau masalah dengan keluarga lain ? : tidak

d. Menggunakan obat tidur/penenang atas anjuran dokter ? : tidak

e. Cenderung mengurung diri ? : tidak

Bila lebih dari atau sama dengan jawaban “ya” maka masalah emosional (+).

Interprestasi : Emosional Ny. D stabil

I. PENGKAJIAN FUNGSIONAL KLIEN


Indeks KATZ

Temasuk/kategori manakah klien ?

a. Mandiri dalam makan, kontinensia (BAK dan BAB), menggunakan pakaian, pergi

ke toilet, berpindah dan mandi.

Keterangan : Mandiri berarti tanpa pengawasan, pengarahan atau bantuan efektif

dari orang lain, seseorang yang menolak untuk melakukan suatu fungsi dianggap

tidak melakukan fungsi, meskipun ia dianggap mampu.

Modifikasi dari Bartel Indeks

No KRITERIA Dengan Mandiri Keterangan

Bantuan

1 Makan 5 10 Frekuensi 3 x

 sehari

Jumlah 1/2 porsi

habis

Jenis nasi, sayur

dan lauk

2 Minum 5 10 Frekuensi jarang

 Jumlah 4 gelas

Jenis air putih

3 Berpindah dari kursi 10 15 Ny. D tidak

roda ketempat tidur/  menggunakan


sebaliknya kursi roda

4 Personal toilet (cuci 0 5 Mandiri

muka, menyisir rambut, 

gosok gigi)

5 Keluar masuk toilet 5 10 Mandiri

(mencuci pakaian,

menyukai tubuh dan

menyiram)

6 Mandi 5 15 Mandiri

7 Jalan dipermukaan datar 0 5 Mampu

8 Naik turun tangga 5 10 Mandiri

9 Menggunakan pakaian 5 10 Mampu

10 Kontrol Bowel (BAB) 5 `10 Frekuensi 1x

 sehari

Konsistensi

lembek

11 Kontrol Bladder (BAK) 5 10 Frekuensi 4-5 x

 sehari

Warna kuning
jernih

12 Olahraga/ latihan 5 10 Frekuensi jarang

 Jenis jalan-jalan

13 Rekreasi/ pemanfaatan 5 10 Frekuensi

waktu luang  jarang

Keterangan:

130 : Mandiri

65-125 : Ketergantungan sebagian

60 : Ketergantungan total

Interpretasi/ kesimpulan: Ny. D Ttermasuk dalam kategori mandiri dengan nilai 130

SKOR NORTON

ASPEK YANG DI KAJI SKOR KONDISI Ny. D

Kondisi fisik umum

a. Baik 4 4

b. Lumayan 3

c. Buruk 2

d. Sangat buruk 1

Kesadaran

a. Komposmentis 4 4

b. Apatis 3

c. Sopor 2

d. Koma 1

Aktivitas
a. ambulasi 4 4

b. ambulasi dengan bantuan 3

c. hanya bisa duduk 2

d. tiduran 1

Mobilitas

a. bergerak bebas 4

b. sedikit terbatas 3 3

c. sangat terbatas 2

d. tidak bisa gerak 1

Inkontinensia

a. tidak ada 4 4

b. kadang – kadang 3

c. sering inkontinensia urin 2

d. tidak bisa gerak 1

SKOR 19

Kategori skor :

16-20 : kecil sekali kemungkinan terjadi dikubitus / tak terjadi

12-15 : kemungkinana terjadi kecil

<12 : kemungkinan besar terjadi

Interprestasi / kesimpulan : Ny. D termasuk dalam kecil sekali kemungkinan

terjadi dikubitus/ tidak terjadi

M. PENGKAJIAN STATUS MENTAL KLIEN


1. Identifikasi Tingkat Intelektual Dengan SPMSQ (Short Portable Mental Status

Quesioner), Pfeiffer E, 1975 :

Instruksi :

Ajukan pertanyaan 1-10 pada daftar ini dan catat semua jawaban.

Catat jumlah kesalahan total.

N0 PERTANYAAN BENAR/SALAH

1 Tanggal berapa hari ini ? 8 januari 2019

2 Hari apa sekarang ? Selasa

3 Apa nama tempat ini ? Lapangan

4 Dimana tempat anda ? Langensari

5 Berapa umur anda ? 55 tahun

6 Kapan anda lahir (minimal tahun lahir) ? Benar

7 Siapa presiden Indonesia sekarang ? Joko Widodo

8 Siapa presiden Indonesia sebelumnya ? Susilo Bambang Yudhoyono

9 Siapa nama ibu anda ? Ny. I

10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 17,15,12,9,6,3

dari setiap angka baru, semua secara

menurun.

JUMLAH SALAH 0

Interpretasi Hasil :

Salah 0-2 : fungsi intelektual utuh

Salah 3-4 : kerusakan intelektual ringan


Salah 5-7 : kerusakan intelektual sedang

Salah 8-10 : kerusakan intelektual berat

Interpretasi / kesimpulan : Fungi intelektual Ny. D utuh

Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental dengan MMSE (Mini Mental Status Exam);

Fostein MF, 1975 :

No Aspek Kognitif Nilai Maks Nilai klien Kriteria

1 Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar

o Tahun √

o Musim √

o Tanggal √

o Hari √

o Bulan √

Orientasi 5 5 Dimana kita sekarang

o Negara Indonesia

o Provinsi……………√

o Kota………………..√

o Panti wredha…… X

o Wisma…………….X

2 Registrasi 3 3 Sebutkan 3 objek (oleh pemeriksa) 1

detik untuk mengatakan masing-

masing objek. Kemudian tanyakan

kepada klien ketiga objek tadi

(untuk disebutkan)
o Objek jam √

o Objek buku √

o Objek bolpoin √

3 Perhatian dan 5 3 Minta klien untuk memulai dari

kalkulasi angka 100 kemudian dikurangi 7

sampai 5 kali.

o 93 √

o 86 √

o 79 √

o 72 √

o 65 √

4 Mengingat 3 3 Minta klien untuk mengulangi ketiga

objek pada nomor 2 (registrasi) tadi

bila benar 1 point untuk masing-

masing objek.

Ny. D bisa mengulangnya.

5 Bahasa 9 7 Tunjukan pada klien suatu benda

dan tanyakan namanya pada klien

(missal jam tangan atau pensil). √

Minta pada klien untuk mengulangi

kata berikut “tak ada jika, dan, atau,

tetapi”. Bila benar, nilai 1 point.


Pernyataan benar 2 buah : tidak ada

jika, tetapi,

Minta klien untuk mengikuti

perintah berikut yang terdiri dari 3

langkah : “ambil kertas ditangan

anda. Lipat dua dan taruh dilantai”

o Ambil kertas √

o Lipat dua √

o Taruh dilantai √

Perintahkan pada klien untuk hal

berikut (bila aktivitas sesuai perintah

nilai 1 point)

o Tutup mata anda √

Perintahkan pada klien untuk

menulis 1 kalimat dan menyalin

gambar

o Tulis satu kalimat √

o Menyalin gambar √

Total Nilai 24

>23 : aspek kognitif dari fungsi mental baik


18-22 : kerusakan aspek fungsi mental ringan

≤17 : terdapat kerusakan aspek fungsi mental berat

Interpretasi hasil : >23 aspek kognitif dan fungsi mental Ny. D baik

3. Skala depresi

Sesuaikan jawaban klien dengan jawaban yang sesuai pada instrument.

NO Pertanyaan Jawaban yang sesuai

1 Apakah anda sebenarnya puas dengan kehidupan anda Ya

2 Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan Tidak

minat/kesenangan anda?

3 Apakah anda merasa kehidupan anda kosong ? Tidak

4 Apakah anda merasa sering bosan? Tidak

5 Apakah anda mempunyai semangat yang baik setiaap saat? Tidak

6 Apakah anda merasa takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada Ya

anda?

7 Apakah anda merasa bahagia untuk sebagian besar hidup anda? Ya

8 Apakah anda sering tidak berdaya? Tidak

9 Apakah anda lebih sering dirumah daripada pergi keluar dan Tidak

mengerjakan sesuatu hal yang baru?

10 Apakah anda mempunyai banyak masalah dengan aya ingat anda Tidak

di bandingkan kebanyakan orang?

11 Apakah anda pikir hidup anda sekarang menyenangkan? Ya

12 Apakah anda merasa tidak berharga seperti perasaan anda saat Tidak
ini?

13 Apakah anda merasa penuh semangat? Ya

14 Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada harapan? Tidak

15 Apakah anda pikir bahwa orng lain lebih baik keadaanya dari Tidak

pada anda?

Skor <5 : tidak depresi

Skor 5-9 : kemungkinan depresi

Skor 10 atau lebih : depresi

Interpretasi/kesimpulan : skor <5, Ny. D tidak mengalami depresi

N. PENGKAJIAN PERILAKU TERHADAP KESEHATAN

Kebiasaan merokok : Ny. D tidak merokok

Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari :

1. Kebutuhan nutrisi

Frekuensi makan : Ny. D makan 3x sehari

Jumlah makanan yang dihabiskan : 1 porsi habis

Makanan tambahan : Tidak dihabiskan

2. Pemenuhan cairan

Frekuensi minum : Ny. D mengatakan sudah minum banyak yaitu > 3

gelas sehari yaitu sebanyak 6 gelas.

Jenis minuman : Air putih

3. Pola kebiasaan tidur


Jumlah waktu tidur : 6-7 jam

Gangguan tidur : Ny. D tidak mengalami gangguan tidur

Penggunaan waktu luang : Santai

4. Pola Eliminasi BAB

Frekuensin BAB : 1 kali sehari

Konsistensi : Lembek

Gangguan BAB : tidak ada

5. Pola eliminasi BAK

Frekuensi : 4-5 kali sehari

warna urin : Kuning jernih

gangguan BAK : tidak ada

6. Pola aktivitas

Kegiatan produktif lansia yang sering dilakukan : Pekerjaan rumah tangga, membantu

memasak, bekerja mencuci

7. Pola Pemenuhan Personal Hygiene

Mandi : Ny. D mandi 2x sehari yaitu pagi dan sore hari

Memakai sabun : Ya

Sikat gigi : 1x sehari

Menggunakan pasta gigi : Ya

Kebiasaan berganti pakaian bersih : 1x sehari

O. PEMERIKSAAN PENUNJANG (jika ada)

1. Pemeriksaan Hasil Laboratorium


GDS 80 mg/dl

Urid Acid 7,9 mg/dl

2. Pemeriksaan yang lain... TIDAK TERKAJI....................................

P. TERAPI

Tidak ada
FORMAT ANALISA DATA

No Data Interpretasi/ Etiologi Masalah (problem)

1 DS : Alkohol, makanan, penyakit, obat- Nyeri Kronik

Ny. D mengatakan nyeri dilutut kiri dan hilang timbul. obatan (NANDA 2015-2017, Kode

DO: 00133, Domain 12.

a. Pengakajian PQRST : Kadar protein meningkat Kenyamanan, Kelas 1.

Ny. D mengatakan nyeri pada lutut kanan, Kenyamanan Fisik, Hal 471)

telapak kaki kanan dan ruas jari tangan kanan Gngguan metabolisme purin

dan kiri

P: Pasien mengatakan nyeri jika bangun Pelepasarn kristal monosodium urat

dari duduk

Q: Nyeri seperti dsitusuk-tusuk Penimbunan dan pengendapan kristal

R: Nyeri pada lutut kanan, telapak kaki

kanan dan ruas jari tangan kanan dan kiri Perangsangan respon fagositosis

S: Skala nyeri 4 (0-10)

T: Hilang Timbul Leukosit memakan kristal urat

DO:

b. Tanda-Tanda Vital: Mekanisme peradangan

TD: 100/60 mmH

HR: 80x/ mnt Peningkatan sirkulasi darah


RR: 20x/mnt

Ny. D posisi menghindari nyeri Vasodilatasi dari kapiler

Eritema, panas

Nyeri

2 DS:

a. Ny. D mengatakan hasil pemeriksaan asam urat Genetik, makanan, jenis kelamin, Kesiapan Meningkatan

terakhir tinggi yaitu 7 mg/dl. ganguan primer/ sekunder, obesitas Manajemen Kesehatan.

b. Ny. D mengatakan sudah tahu sedikit tentang (NANDA 2015-2017, Kode

makanan yang tidak boleh beliau konsumsi Gangguan metabolisme purin 00162, Domain 1. Promosi

seperti bayam, daun pepaya, daun singkong, Kesehatan, Kelas 2. Manajement

bunga kol dan harus banyak minum air putih dan Gout Kesehatan, Hal 163)

Ny. D mengatakan sudah mengatur pola Kurang memperhatikan masalah

makannya dan berusaha menghindari makanan kesehatan kesehatan

tersebut.

c. Ny. D mengatakan nyeri yang dirasakan sering Kurangnya informasi

kambuh pada lutut sampai telapak kaki dan jari

tangan, namun nyeri yang dirasakan hilang timbul Kesiapan meningkatkan manajemen
d. Saat mengetahui asam uratnya masih tinggi (7,9 kesehatan

mg/dl), Ny. D mengatakan ingin tahu bagaimana

menurunkan kadar asam uratnya.

e. Ny. D mengatakan ingin melakukan semua yang

dijelaskan mahasiswa dan membolehkan

mahasiswa untuk besok pagi kerumahnya lagi

untuk memberikan tindakan.

DO :

a. Hasil Pemeriksaan asam urat untuk nilai pre

implementasi masih tinggi yaitu 7,9 mg/dl

b. Ny. D terlihat ingin bisa cara menurunkan asam

urat dan mengatasi nyeri sendi yang tiba-tiba

kambuh

c. Ny. D terlihat sedikit khawatir, asam uratnya

masih tinggi

d. Ny. D terlihat sudah paham sedikit tentang

penyakitnya dengan menyebutkan makanan

pantang.

e. Ny. D terlihat senang saat mahasiswa akan

melakukan tindakan untuk menurunkan asam


urat dan nyeri sendi dan terlihat semangat untuk

melakukannya.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri Kronik berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal kronis

(NANDA 2015-2017, Kode 00133, Domain 12. Kenyamanan, Kelas 1. Kenyamanan Fisik, Hal 471)

2. Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan

(NANDA 2015-2017, Kode 00162, Domain 1. Promosi Kesehatan, Kelas 2. Manajement Kesehatan, Hal 163)
FORMAT RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN INDIVIDU

No Dx Hari / Tgl / Jam Tujuan & Kriteria Hasil (NOC) Intervensi (NIC) Ttd

1 Selasa 8 januari Setelah dilakukan tindakan keperawatan (1400) Manajemen Nyeri (NIC, 2016 hal.198)

2019 selama 1x 7 jam diharapkan Ny. D 1. Lakukan pengkajian nyeri secara

mampu mengontrol nyeri dan mengurangi komprehensif meliputi

nyeri secara mandiri dengan kriteria hasil: lokasi,karakteristik,onset/durasi,frekuensi,

(1605) Kontrol Nyeri (NOC, 2016, hal. kwalitas intensitas/beratnya nyeri dan

247) faktor pencetus

Kriteria hasil yang diharapkan atau skala 2. Ajarkan prinsip penanganan nyeri Bekti

target outcome 3. Dorong Ny. D untuk memonitor nyeri dan

di pertahankan pada 4 ditingkatkan ke 2 menangani nyeri dengan tepat

Slaka 1-5 ( Tidak, jarang, kadang2, sering, 4. Dorong Ny. D untuk menggunakan obat

konsisten ) penurunan nyeri:

 (160502) Mengenali kapan nyeri terjadi a. Kompres kayu manis

 (160501) Menggambarkan faktor (Sri Margowati, Sigit Priyanto.


penyebab Pengaruh Penggunaan Kompres

 (160503) Menggunakan tindakan Kayu Manis (Cinnamomum

pencegahan. Burmani) Terhadap Penurunan

 (160504) Menggunakan pengurangan Nyeri Penderita Arthitis Gout.

nyeri tanpa analgesik Fakultas Kesehatan Universitas

(2102) Tingkat Nyeri (NOC, 2016, hal. Muhammadiyah Magelang. ISBN

577) 978-979-3812-42-7. 18 Februari 2017)

Kriteria hasil yang diharapkan atau skala b. Rebusan sirsak

target outcome (Mufeed Jalil Ewadh1, et al. Using

di pertahankan pada 2 ditingkatkan ke 4 Soursop Extracts for Natural Gout

Skala 1-5 ( berat, cukup berat, sedang, Treatment. American Journal of

ringan, tidak ada ) Bioscience and Bioengineering. ISSN:

 (210201) Nyeri yang di laporkan 2328-5885. September 16, 2015

 (210204) Panjangnya episode nyeri c. Ekstrak Daun Salam

 (210217) Mengerang dan menangis (Intan Fajar Ningtiyas, M. Ricky

 (210206) Expresi nyeri wajah Ramadhian. Efektivitas Ekstrak

 (210215) Kehilangan nafsu makan Daun Salam untuk Menurunkan

Kadar Asam Urat pada Penderita


 (210209) Ketegangan otot
Artritis Gout. Fakultas Kedokteran
Universitas Lampung. Majority.

Volume 5. Nomor 3. September 2016.

105)

d. Konsumsi Kopi

(Rosi Indah Pratama, Putu

Ristyaning Ayu. Pengaruh Konsumsi

Kopi terhadap Penurunan Kadar

Asam Urat Darah. Fakultas

Kedokteran Universitas Lampung.

Majority. Volume 5. Nomor 1.

Februari 2016.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan

2 Selasa 9 januari selama 1x 7 jam diharapkan Ny. D ( 5510) Pendidikan kesehatan (NIC 2016, hal

2019 mampu mengerti tentang asam urat dan 281)

mampu mengaplikasikan tindakan 1. Tentukan pengetahuan kesehatan dan gaya

menurunkan asam urat dengan kriteria hidup prilaku saat ini pada individu

hasil 2. Rumuskan tujuan dan manfaat dalam

(1831) Pengetahuan: Manajemen Artritis program pendidikan kesehatan


(NOC 2016, hal 368) 3. Identifikasi sumber daya (misalnya tenaga,

Kriteria hasil yang diharapkan atau skala ruang, peralatan, uang, dll) yang

target outcome diperlukan untuk melaksanakan tindakan

di pertahankan pada 2 ditingkatkan ke 5 4. Berikan ceramah untuk memberikan

Skala 1-5 (tidak ada, terbatas, sedang, informasi

banyak, sangat banyak) 5. Lakukan demonstrasi ketika mengajarkan

 ( 183106) Manfaat manajemen penyakit ketrampilan pada klien

 (183107) Strategi untuk 6. Libatkan individu dan keluarga dalam

menyeimbangkan aktivitas dan latihan perencanaan implementasi gaya hidup atau

 (183112) Latihan rutin yang efektif modifikasi perilaku kesehatan

 ( 183113) Strategi untuk melindungi 7. Rencanakan tindak lanjut jangka panjang

sendi untuk memperkuat perilaku kesehatan

 ( 183114) Strategi mengelola nyeri tentang diet dan latihan

(1622) Perilaku patuh : Diet yang Pengajaran individu (NIC 2016, hal 286)

disarankan (NOC 2016, hal 475) 1. Tentukan motivasi Ny. M untuk

Kriteria hasil yang diharapkan atau skala mempelajari informasi tertentu

target outcome 2. Berikan famplet instruksional secara

di pertahankan pada 2 ditingkatkan ke 5 singkat

Skala 1-5 (tidak pernah, jarang, kadang2, Fasilitasi pembelajaran (NIC 2016, hal 106)
sering, secara konsisten) 1. Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk

 (162202) Memilih makanan dan belajar

minuman sesuai dengan diet yang 2. Berikan informasi yang merangsang

ditentukan perilaku klien

 (162205) Memakan makanan sesuai 3. Gunakan demonstrasi yang sesuai

dengan diet yang ditentukan Meninum 4. Berikan kesempatan Ny. D untuk

minuman sesuai dengan diet yang mengulang kembali apa yang dijelaskan

ditentukan dan didemonstrasikan oleh perawat

 (162207) Menghindari makanan dan Pengajaran : prosedur/perawatan (NIC 2016,

minuman yang tidak diperbolehkan hal 299)

dalam diet 1. Informasikan pada Ny. D mengenai

(1601) Perilaku patuh (bersifat pasif) tindakan yang akan dilakukan, waktu dan

(NOC 2016, hal 473) dimana tindakan akan dilakukan dan

Kriteria hasil yang diharapkan atau skala berapa lama akan berlangsung

target outcome 2. Kaji tingkat pengetahuan Ny. D terkait

di pertahankan pada 2 ditingkatkan ke 5 tindakan yang akan dilakukan

Skala 1-5 (tidak pernah, jarang, kadang2, 3. Jelaskan tujuan dari tindakan yang akan

sering, secara konsisten) dilakukan

 (160103) Melakukan rejimen 4. Libatkan Ny. D untuk berpartisipasi dalam


pengobatan seperti yang diresepkan kegiatan proses penyembuhannya

 (160111) Melaporkan perubahan gejala 5. Berikan kesempatan klien untuk bertanya

pada professional kesehatan 6. Kaji harapan Ny. D mengenai tindakan

 ( 160108) Melakukan aktivitas sehari- yang sudah dilakukan

hari seperti yang ditentukan


FORMAT CATATAN KEPERAWATAN / PERKEMBANGAN

No Hari/ Tanggal/ Implementasi Respon TTD

Jam

1 Selasa 8 januari a. Melakukan pengkajian nyeri secara Ds : Ny. D mengatakan nyeri karena asam

2019 komprehensif meliputi lokasi, uratnya tinggi

karakteristik, onset/durasi, frekuensi, Do:

kwalitas intensitas/beratnya nyeri dan P: Nyeri karena proses penyakit

faktor pencetus Q: Seperti tertusuk-tusuk

R: Pada lutut kaki kanan, telapak kaki dan jari

tangan

S: Skala nyeri 3 Bekti

T: Hilang timbul, bertambah saat digunakan

untuk ativitas dan berkurang saat istirahat.

b. Mengajarkan prinsip penanganan Ds : Ny. D mengatakan bersedia untuk

nyeri diajarkan cara agar dapat mengontrol nyeri

Do : Ny. D tampak lebih rileks

c. Tentukan pengetahuan kesehatan dan Ds : Ny. D mengatakan sudah mengetahui

gaya hidup perilaku saat ini pada sedikit tentang penyakitnya dan makanan
individu yang harus dihindari.

Do : Ny. D kooperatif

d. Dorong klien untuk memonitor dan Ds : Ny. D mengatakan nyeri hilang timbul,

menangani nyeri dengan tepat nyeri seperti tertusuk-tusuk

Do : Ny. D tampak meringis kesakitan

e. Merumuskan tujuan dan manfaat Ds : Ny. D mengatakan bersedia diberikan

dalam program pendidikan penkes oleh perawat

kesehatan Do : Ny. D kooperatif

f. Menetukan motivasi Ny. D untuk Ds : Ny. D mengatakan sebelumnya dia sudah

mempelajari informasi tertentu pernah minum ekstrak mengkudu,

namun sampai sekarang asam uratnya

masih tinggi. Dia ingin mencoba hal

baru

g. Mengidentifikasi sumber daya Do : Ny. D tampak bersemangat

(misalnya tenaga, ruang, peralatan, Ds : Ny. D mengatakan bahwa jika perlu

uang, dll) yang diperlukan untuk sesuatu, beliau bisa membantunya

melaksanakan tindakan Do : peralatan dirumah klien cukup lengkap


2 Rabu 9 januari a. Menginformasikan pada Ny. M Ds : Ny. D mengatakan bahwa dia mengerti

2019 mengenai tindakan yang akan dan bersedia diberikan penyuluhan

dilakukan, waktu dan dimana kompres jahe dan cara membuat rebusan

tindakan akan dilakukan dan daun salam

berapa lama akan berlangsung Do : Ny. D tampak mengangggukan kepala

b. Mengkaji tingkat pengetahuan Ds : Ny. D mengatakan mengetahui sedikit

Ny. D terkait tindakan yang akan tentang asam urat, namun belum tau dan

dilakukan belum pernah mendengar tentang kompres


Bekti
jahe untuk menurunkan nyeri sendinya

dan manfaat daun salam.

Do : Ny. D tampak sedikit bingung

c. Menjelaskan tujuan dari tindakan Ds : -

yang akan dilakukan Do : Ny. D tampak menganggukkan kepala dan

mendengarkan

d. Menciptakan lingkungan yang Ds : -

kondusif untuk belajar Do : Lingkungan sangat mendukung, dan


keluarga Ny. D juga ada disana

e. Libatkan Ny. D untuk Ds : Ny. D mengatakan akan berpartisipasi

berpartisipasi dalam kegiatan dengan baik, karena Ny. D juga ingin sehat

proses penyembuhannya Do : Motivasi klien sangat baik

f. Memberikan informasi dengan Ds : Ny. D mengatakan sudah mulai mengerti

ceramah, yang merangsang tentang asam urat begitupun juga

perilaku klien untuk berubah. makanan yang tidak boleh dimakan oleh

Penkes asam urat dan penderita asam urat serta Ny. D sudah

penanganan nyeri dengan paham mengenai jahe yang bisa dijadikan

kompres jahe kompres untuk nyeri dan rebusan daun

salam

Do : Ny. D tampak mulai mengerti dengan apa

yang dijelaskan, dimana Ny. D bisa

menyebutkan makanan yang boleh dan

tidak boleh untuk dimakan serta manfaat

jahe untuk meurunkan nyeri

g. Melakukan demonstrasi cara Ds : Ny. D mengatakan mengerti serta mudah

pembuatan kompres jahe serta untuk membuatnya dan penggunaannya

cara penggunaannya pada sendi gampang dimana jahe juga ada disamping
yang nyeri rumahnya

Do : Ny. D bisa mempraktekan kembali saat

diminta mengulangnya dan menyebutkan

langkahnya.

h. Memberikan kesempatan klien Ds : Ny. D dan keluarga bertanya apakah

untuk bertanya pembuatan kompres ini boleh sekali

dipakai 2 kali atau setiap mau dipakai

harus membuatnya

Do : -

i. Mengevaluasi Ny. D dengan Ds : Ny. D bersedia dievaluasi

menanyakan kembali apa yang Do : Ny. D mampu menjawab apa yang

dijelaskan dan didemonstrasikan ditanyakan meskipun belum sempurna,

oleh perawat dan mampu mendemonstrasikan

pembuatan kompres jahe.

j. Memberikan pamflet Ds : Ny. D mengucapkan terimakasih

instruksional secara singkat Do : Ny. D tampak cukup puas

k. Mengkaji harapan Ny. D Ds : Ny. D mengatakan semoga dengan

mengenai tindakan yang sudah tindakan ini bisa membantu mengurangi

dilakukan yaitu penkes asam urat nyerinya jika kambuh,


dan kompres jahe Do : -

l. Merencanakan tindak lanjut Ds : Keluarga mengatakan Ny. D sering lupa

jangka panjang untuk tentang makanan yang tidak boleh

memperkuat perilaku kesehatan dimakan dan sesekali pernah

tentang diet dan latihan klien. melanggarnya. Dari pihak pembimbing

Memberitahu Ny. D bahwa akan menyarankan agar dibuatkan daftar

dibuatkan daftar makanan yang makanan beserta gambar, agar Ny. D

boleh dan tidak boleh dikonsumsi mudah mengingatnya.

Do : Ny. D dan keluarga setuju dengan saran

dari pembimbing
3 Kamis 10 januari a. Lakukan pengkajian nyeri secara Ds : Ny. D mengatakan nyeri di lutut sebelah

2019 komprehensif meliputi lokasi, kanan, telapak kaki dan jari tangan

karakteristik, onset/durasi, Do :

frekuensi, kwalitas P: Nyeri karena proses penyakit

intensitas/beratnya nyeri dan Q: Seperti tertusuk-tusuk

faktor pencetus R: Nyeri pada lutut sebelah kiri

S: Skala nyeri 3

T: Hilang timbul Bekti

b. Menginformasikan pada Ny. D Ds : Ny. D mengatakan siap untuk diberikan

mengenai tindakan yang akan penkes yang ketiga tentang kompres

dilakukan, waktu dan dimana kayu manis

tindakan akan dilakukan dan Do : Ny. D tampak senang dan welcome

berapa lama akan berlangsung dengan kedatangan mahasiswa

serta tujuan dari tindakan yang

akan dilakukan
c. Mengkaji tingkat pengetahuan Ds : Ny. D mengatakan belum tahu tentang

Ny. D terkait tindakan yang akan kompres kayu manis untuk menurunkan

dilakukan nyeri sendi.

Do : -

d. Memberikan informasi dengan Ds : Ny. D mengatakan sudah mulai mengerti

ceramah, yang merangsang setelah dijelaskan tentang kayu manis

perilaku klien untuk berubah. beserta manfaat dan kandungannya.

Penkes tentang kompres kayu Do : Ny. D memperhatikan selama diberikan

manis untuk menurunkan nyeri penkes

sendi klien Bekti

e. Melakukan demonstrasi cara Ds :Ny. D mengatakan cara membuatnya

pembuatan kompres dengan sederhana sehingga mudah dipahami dan

bubuk kayu manis serta cara bau kayu manis juga enak

penggunaannya pada saat nyeri Do :Ny. D selama dipraktekan juga

timbul memperhatikan

f. Memberikan kesempatan klien Ds : Ny. D bertanya yang mana lebih bagus

untuk bertanya antara kompres kayu manis kompres jahe

Do : Ny. D tampak paham setelah dijelaskan


g. Mengevaluasi Ny. D dengan Ds : Ny. D siap untuk menjawab

memberikan pertanyaan tentang Do : Ny. D mampu menjawab meskipun belum

materi yang dijelaskan semuanya.


h. Memberikan leaflet instruksional Ds : Ny. D mengucapkan terimakasih pada

kompres kayu manis secara mahasiswa

singkat Do : Ny. D terlihat senang dan puas

i. Melibatkan keluarga dalam Ds :keluarga bersedia mengikuti anjuran

rencana implementasi untuk mahasiswa/perawat Bekti

memantau Ny. D Do : keluarga Ny. D kooperatif


Jumat , 11 Januari a. Lakukan pengkajian nyeri secara Ds : Ny. D mengatakan nyeri di lutut sebelah

2019 komprehensif meliputi lokasi, kiri

09.00-10.00 karakteristik, onset/durasi, Do :

frekuensi, kwalitas P: Nyeri karena proses penyakit

intensitas/beratnya nyeri dan Q: Seperti tertusuk-tusuk

faktor pencetus R: Nyeri pada lutut sebelah kiri

S: Skala nyeri 2

T: Hilang timbul

b. Memberikan pasien daftar nama Ds : Ny. D mengatakan sekarang sudah paham

makanan beserta gambar yang tentang makanan yang boleh dan tidak Bekti

boleh dan tidak boleh dimakan boleh dimakan

penderita asam urat sekaligus Do : Ny. D tampak senang dan terus melihat

menjelaskannya secara singkat gambar yang ditempel

c. Edukasi dan mengingatkan Ds : Pasien mengatakan sudah paham dan akan

pasien tentang menjaga pola mengkuti anjuran yang diberikan

makan, menghindari makanan Do : -

pantangan untuk asam urat,

melakukan terapi yang diberikan

secara rutin, minum air putih


yang banyak dan memeriksakan

asam uratnya.

d. Melakukan pemeriksaan kadar DS : klien mengatakan bersedia dilakukan

asam urat tindakan pemeriksaan kadar asam urat

DO : hasil dari pengukuran asam urat 5,1 mg/dl


FORMAT EVALUASI KEPERAWATAN

No Hari/ Tanggal/ Jam Evaluasi TTD

1 Selasa 8 januari 2019 S : Ny. D mengatakan nyeri pada lutut kanan, telapak kaki kanan dan jari tangan

kanan dan kiri

P: nyeri karena proses penyakit

Q: nyeri seperti tertusuk-tusuk

R: nyeri pada lutut kanan, telapak kaki kanan dan jari tangan kanan dan kiri

S: skala nyeri 4

T: hilang timbul, bertambah saat aktivitas dan berkuran saat istirahat Bekti

O; Pasien tenang

A : Masalah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi

- Libatkan keluarga pasien dalam pendidikan kesehatan

- Kontrak waktu dengan pasien untuk tindakan selanjutnya

2 Rabu, 9 januari 2018 S : Ny. D mengatakan

- akan mencoba melakukan kompres jahe sesuai yang dianjurkan dan akan
Bekti
mencoba rebusan daun salam

- pasien suka bau jahe yang harum dan pasien akan mencoba dulu kompres
jahe dan rebusan daun salam

- sudah mampu memahami tentang asam urat, namun belum semuanya

termasuk ada beberapa makanan pantangan yang kadang masih lupa dan

keliru antara boleh dimakan dan tidak boleh.

O : - Ny. D tampak semangat dalam mempelajari penyakitnya dan penanganan

yang dilakukan secara alami

- Ny. D sempat bertanya apakah boleh makan daun pepaya

- Sejauh ini pasien sangat kooperatif

A : Masalah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi

- Modifikasi intervensi dengan memberikan klien daftar nama makanan

yang boleh dan tidak boleh untuk dimakan supaya bisa ditempel dan

diingat oleh klien

- Libatkan keluarga pasien dalam pendidikan kesehatan

- Kontrak waktu dengan pasien untuk tindakan selanjutnya

3 kamis , 10 januari 2019 S : Ny. D mengatakan

- sudah mencoba memakai kayu manis yang diberikan mahasiswa untuk


Bekti
kompres/dibalurkan di bagian lutut telapak kaki dan jari tangan.

- bagian yang terasa pegal dikaki dan tangan sudah mulai agak berkurang
dari sebelumnya dan pasien juga merasakan efek hangat dari kayu manis

O : - Ny. D terlihat lebih suka dengan kompres kayu manis

- Pasien nampak senang kayu manis sudah tersedia dalam serbuk dan

terjangkau

A : Masalah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi

- Memberikan pasien bubuk kayumanis untuk implementasi selanjutnya

4 Jumat , 11 januari 2019 S : Ny. D mengatakan

- Senang mengetahui nilai asam urat nya dalam rentang normal yaitu 5,1

mg/dl

- sudah mencoba memakai kayu manis yang diberikan mahasiswa untuk

kompres/dibalurkan di bagian lutut telapak kaki dan jari tangan.


Bekti
- bagian yang terasa pegal dikaki dan tangan sudah mulai agak berkurang

dari sebelumnya dan pasien juga merasakan efek hangat dari kayu manis

O : - hasil pemeriksaan asam urat 5,1 mg/dl

A : Masalah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi
- memotivasi pasien untuk tetap menjaga asupan diitnya

- memotivasi pasien untuk melakukan cara yang sudah diajarkan untuk

mengatasi nyeri akibat asam urat


LAMPIRAN
WOC ARTHRITIS GOUT

1. PENGERTIAN
Penyakit asam urat atau dalam dunia medis disebut penyakit pirai/penyakit gout (arthritis gout) adalah
2. Penyebab Asamyang
penyakit sendi Uratdisebabkan oleh tingginya asam urat didalam darah.
a. Konsumsi makanan yang berkadar purin tinggi. Misalnya: daging, jeroan, kepiting, kerang, kacang
tanah, bayam, buncis, kembang kol.
b. Minuman dengan tinggi fruktosa.
c. Penyakit pada darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia, anemia hemolitik).
d. Mengkonsumsi
3. Tanda Dan Gejala alkohol, obat-obat kanker, vitamin B12, dan obat obatan lain
e. Obesitas (kegemukan).
a. Nyeri hebat pada malam hari
b. Sendi tampak bengkak, merah, mengkilat dan terasa panas dan sulit dogerakkan
4. Makanan yangpembentukan
c. Disertai perlu dihindari
kristal natrium urat yang dinamakan thopi.
\ a. Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati,
d. Terjadi deformitas (kerusakan) sendi secara kronis.
ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon,
dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
b. Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang
tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam,
asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
c. Golongan
DIAGNOSA C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju,
KEPERAWATAN
susu, telur, sayuran lain, buah-buahan
1. Nyeri Kronik berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal kronis
(NANDA 2015-2017, Kode 00133, Domain 12. Kenyamanan, Kelas 1. Kenyamanan Fisik, Hal 471)
2. Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan
(NANDA 2015-2017, Kode 00162, Domain 1. Promosi Kesehatan, Kelas 2. Manajement Kesehatan,
Hal 163)

NIC

(1400) Manajemen Nyeri (NIC, 2016 hal.198) ( 5510) Pendidikan kesehatan (NIC 2016, hal 281)

Pengajaran individu (NIC 2016, hal 286) Fasilitasi pembelajaran (NIC 2016, hal 106)

Pengajaran : prosedur/perawatan (NIC 2016, hal 299)


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ASAM URAT DAN KOMPRES KAYU MANIS

Oleh:
BEKTI WIJAYANTI
070117B016

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
UNGARAN
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ASAM URAT DAN KOMPRES KAYU MANIS

Pokok Bahasan : Penanganan Nyeri Sendi Asam Urat


Sub Pokok Bahasan : Kompres Kayu Manis
Hari dan Tanggal pelaksanaan : kamis, 10 januari 2019
Waktu : 30 menit
Sasaran : Ny. D
Tempat : Rumah Ny.D di RT 14 RW 05 Langensari
Penyaji : Bekti Wijayanti

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah dilakuakan pendidikan kesehata selama 1x30 menit, diharapkan Ny.D dapat memahami tentang
penyakit asam urat dan tentang cara penurunan nyeri sendi asam urat dengan kompres kayu manis
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit,maka diharapkan Ny,D dan keluarga
Ny.D dapat:
1. Menjelaskan pengetian asam urat
2. Menjelaskan penyebab asam urat
3. Menjelaskan tanda dan gejala asam urat
4. Menjelaskan makanan yang perlu dianjurkan dan dihindari
5. Menjelaskan tentang kayu manis
6. Menyebutkan manfaat kayu manis
7. Menjelaskan kandungan yang terdapat dalam kayu manis
8. Menyebutkan alat dan bahan membuat kompres kayu manis
9. Menyebutkan waktu untuk dilakukan kompres kayu manis
10. Menjelaskan cara pembuatan pasta untuk kompres kayu manis
C. SASARAN DAN TARGET
Sasaran ditujukan pada keluarga Ny.D
Target ditujukan pada Ny.D

D. STRATEGI PELAKSANAAN
Hari dan tanggal pelaksanaan : Kamis, 10 Januari 2019
Waktu : 30 menit
Tempat : Rumah Ny.D
E. PEMBAHASAN MATERI
1. Menjelaskan pengetian asam urat
2. Menjelaskan penyebab asam urat
3. Menjelaskan tanda dan gejala asam urat
4. Menjelaskan makanan yang perlu dianjurkan dan dihindari
5. Pengertian kayu manis
6. Manfaat kompres kayu manis
7. Kandungan yang terdapat dalam kayu manis
8. Alat dan bahan membuat kompres kayu manis
9. Waktu untuk dilakukan kompres kayu manis
10. Langkah membuat pasta kompres kayu manis
F. METODE
Metode yang digunakan adalah:
1. Ceramah
2. Diskusi / Tanya jawab

G. MEDIA
Media yang digunakan adalah:
1. Lembar Balik dan Leaflet
2. Materi SAP
3. SOP
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
NO WAKTU KEGIATAN KEGIATAN MEDIA METODE
PENYULUHAN PESERTA
1 Mempersiapkan -
media,materi,tempat
kontrak dan waktu

2 5 menit Pembukaan:  Menjawab salam - Ceramah


 Membuka kegiatan  Menyetujui
dengan mengucapkan  Mendengarkan
salam  Menjawab sesuai
 Kontrak waktu pengetahuan audien
 Menjelaskan tujuan dari tentang kompres
penyuluhan kayu manis.
 Appersepsi
3 15 menit Pelaksanaan:  Menyimak dan  Leaflet Ceramah
Menjelaskan tentang: mendengarkan  Lembar
 Pengertian asam urat balik
 Penyebab asam urat
 Tanda dan gejala asam
urat
 Makanan yang perlu
dihindari
 Pengertian kayu manis
 Manfaat kompres kayu
manis
 Kandungan yang
terdapat dalam kayu
manis
 Alat dan bahan membuat
kompres kayu manis
 Waktu untuk dilakukan
kompres kayu manis
 Langkah membuat pasta
kompres kayu manis
4 5 menit Evaluasi: Bertanya dan Leaflet  Cerama
 Memberi kesempatan menjawab pertanyaan  Tanya
kepada Ny.S atau jawab
keluarga untuk bertanya.
 Memberi kesempatan
kepada klien untuk
menjawab pertanyaan
yang di lontarkan.
5 5 menit Penutup:  Ceramah
 Menyimpulkan materi  Mendengarkan  Membag
yang telah disampaikan ikan
 Rencana tindak lanjut  Mendengarkan leaflet
untuk pertemuan
selanjutnya
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
penutup

I. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
- Kesepakatan dengan Ny.D ( waktu dan tempat)
- Kesiapan materi penyaji
- Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung
2. Evaluasi Proses
- Ny.D bersedia mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan sesuai dengan kontrak waktu yang
telah ditentukan.
- Ny.D antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang belum diketahuinya dan mampu
menjelaskan dan memahami materi yang diberikan.
- Ny.D menjawab semua pertanyaan yang diberikan.
3. Mahasiswa
- Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan pendidikan kesehatan
- Dapat menjalankan peranannya sesuai dengan tugas
4. Evaluasi akhir
- Kegiatan penyuluhan dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
- Adanya kesepakatan antara Ny.D dan keluarga dengan perawat dalam melaksanakan
implementasi keperawatan selanjutnya.
J. MATERI
Terlampir

K. LAMPIRAN MATERI

ASAM URAT DAN KOMPRES KAYU MANIS


1. Pengertian Asam Urat
Penyakit asam urat atau dalam dunia medis disebut penyakit pirai/penyakit gout (arthritis gout) adalah
penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya asam urat didalam darah.
2. Penyebab Asam Urat
a. Konsumsi makanan yang berkadar purin tinggi. Misalnya: daging, jeroan, kepiting, kerang, kacang
tanah, bayam, buncis, kembang kol.
b. Minuman dengan tinggi fruktosa.
c. Penyakit pada darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia, anemia hemolitik).
d. Mengkonsumsi alkohol, obat-obat kanker, vitamin B12, dan obat obatan lain
e. Obesitas (kegemukan).
3. Tanda Dan Gejala
a. Nyeri hebat pada malam hari
b. Sendi tampak bengkak, merah, mengkilat dan terasa panas dan sulit dogerakkan
c. Disertai pembentukan kristal natrium urat yang dinamakan thopi.
d. Terjadi deformitas (kerusakan) sendi secara kronis.
4. Makanan yang perlu dihindari
a. Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati,
ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging
(abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
b. Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan
yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang
kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
c. Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah
keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.
5. Pengertian Kayu Manis
Kayu manis (Cinnamomum Burmani) merupakan rempah-rempah dalam bentuk kulit kayu yang
biasa dimanfaatkan masyarakat sebagai penambah rasa dalam masakan. Dalam kesehatan kayu manis
merupakan salah satu obat pereda sakit pada penyakit rematik yang sering dialami oleh lansia. Kayu
manis mempunyai kandungan kimia yang sangat berperan sebagai anti rematik dan antiiflamasi.
6. Manfaat
Kayu manis mempunyai kandungan kimia yang sangat berperan sebagai anti rematik dan
antiiflamasi. Selain itu kayu manis yang mengandung anti rematik, stomakik, sariawan, sakit pinggang,
batuk, hipertensi dan analgetik, serta nyeri lambung.
Manfaat kayu manis yaitu sebagai antibakteri, anti inflamasi, anti oksidan, anti diabetik,. Kayu
manis memiliki bermanfaat untuk obat asam urat, tekanan darah tinggi, maag, vertigo, masuk angin,
diare, perut kembung, muntah - muntah, hernia, susah buang air besar, asma, sariawan, sakit kencing,
antirematik, dan meningkatkan nafsu makan. Kayu manis telah di gunakan sebagai alternatif
pengobatan non farmakologi dan komplementer terhadap penyakit asam urat pada lansia. Manfaat kayu
manis yang lain diantaranya adalah Menghangatkan tubuh, Sumber serat dan mineral, Sebagai obat anti
bakteri, Mengurangi sakit rematik, Mengontrol gula darah, dan Mencegah penggumpalan pada darah.
Metode nonfarmakologi untuk mengendalikan nyeri salah satunya dengan terapi modalitas fisik.
Kompres hangat merupakan terapi modalitas fisik dalam bentuk stimulasi kutaneus. Stimulasi ini dapat
meredakan nyeri sementara secara efektif. Teknik stimulasi ini mendistraksi penderita dan
memfokuskan perhatian pada stimulus taktil, jauh dari sensasi yang menyakitkan sehingga mengurangi
persepsi nyeri yang dirasakan oleh penderita.

7. Kandungan kayu manis

Kulit kayu manis mengandung bermacam - macam bahan yaitu minyak atsiri (1-4%) yang berisi
sinamaldehid (60-80%), eugenol (sampai 10%) dan trans asam sinnamat (5-10%, senyawa fenol (4-
10%), tannin, katechin, proanthocyanidin, monoterpen, dan sesquiterpen (pinene), kalsium monoterpen
oksalat, gum getah, resin, pati, gula, dan coumarin (Prasetyaningrum, 2012). Efek farmakologis yang
dimiliki kayu manis diantaranya sebagai peluruh kentuk, peluruh keringat, antirematik, penambah nafsu
makan, dan penghilang rasa sakit atau analgesic
Minyak atsiri pada kulit kayu manis mengandung eugenol, dimana eugenol mempunyai rasa yang
sangat pedas dan panas sehingga mampu membuka pori - pori kulit. Kandungan kayu manis
(Cinnamomum Burmannii) yang berperan dalam mengatasi nyeri berasal dari sinamaldehid. Kandungan
sinamaldehid mampu masuk ke dalam sistemik tubuh dengan adanya pelebaran pori - pori tersebut.
Kompres dengan menggunakan air hangat mengakibatkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah
sehingga akan meningkatkan relaksasi otot sehingga mengurangi nyeri akibat spasme atau kekakuan,
dan juga memberikan rasa yang nyaman (Amilia, 2013). Penambahan kayu manis dalam air hangat lebih
mendorong terjadinya penurunan nyeri sebab kayu manis mengandung antiinflamasi dan anti remmatik
yang berperan dalam proses penyembuhan peradangan sendi. Hal ini didukung disebabkan bahwa bubuk
kayu manis mengandung sinamaldehid dapat mengambat kerja peradangan dapat mengatasi nyeri
berjenis arthritis. Minyak atsiri pada kulit kayu manis mengandung eugenol, dimana eugenol
mempunyai rasa yang sangat pedas dan panas sehingga mampu membuka pori- pori kulit. Kandungan
kayu manis (Cinnamomum Burmannii) yang berperan dalam inflamasi berasal dari sinamaldehid.
Kandungan sinamaldehid mampu masuk kedalam sistemik tubuh dengan adanya pelebaran pori -pori
tersebut. Sinamaldehid diduga mampu menghambat lipoxygenase. lipoxygenase ini merupakan mediator
didalam tubuh yang mengubah asam free arachidonic Acid menjadi leukotrienes. Jika leukotrinnya
menurun maka proses inflamasi berkurang. Salah satu dari tanda-tanda inflamasi merupakan nyeri.
Sehingga nyeri dapat berkurang dengan adanya pengkompresan kayu manis dengan menggunakan air
hangat. Kompres hangat berpengaruh terhadap tingkat nyeri asam urat karena dapat melancarkan aliran
darah serta menurunkan ketegangan otot sehingga nyeri asam urat dapat berkurang
8. Alat dan bahan
a. 1 sendok makan bubuk kayu manis
b. Air hangat secukupnya
c. Mangkok
d. Sendok
9. Waktu mengompresan kayu manis
Kompres ini dilakukan jika merasa nyeri pada sendi, dan dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan
malam sebelum tidur
10. Langkah-langkah membuat kompres kayu manis
a. Tuangkan 1 sendok makan bubuk kayu manis kedalam mangkok
b. Tambahkan air hangat secukupnya
c. Kemudian aduk sampai seperti pasta
d. Setelah itu ambil pasta kayu manis dan kompres/ balurkan pada bagian tangan atau kaki yang
terasa nyeri
e. Kompres hangat kayu manis dilakukan selama 15-20 menit
f. Kompres ini dilakukan jika merasa nyeri pada sendi, dan dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan
malam sebelum tidur

DAFTAR PUSTAKA
Margowati, S & Priyanto, S. 2017. Pengaruh Penggunaan Kompres Kayu Manis (Cinnamomum Burmani)
Terhadap Penurunan Nyeri Penderita Arthitis Gout. http://lpp.uad.ac.id/wp-
content/uploads/2017/05/75.-sri-margowati-598-607.pdf. diunduh tgl 03 Juni 2018/
Nugroho, Wahyudi. 2018. Keperawatan Gerontik & Geriatrik Edisi 3. Jakarta: EGC.

Sutanto, Teguh. 2013 hal 11. Asam Urat Deteksi, Pencegahan, Pengobatan. Yogyakarta: Bukupintar..
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

PEMBERIAN HANGAT KAYU MANIS MENGURANGI NYERI SENDI


STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
PENGERTIAN : Upaya-upaya yang dilakukan oleh petugas kesehatan/ klien untuk mengurangi dan mengatasi
nyeri sendi akibat kristal asam urat .dengan memanfaatkan tanaman herbal kulit kayu
manis bubuk
TUJUAN :
1. Membantu mengatasi masalah asam urat pasien yaitu meringankan atau bahkan mengatasi nyeri
sendi karena asam urat dan kekakuan sendi sehingga tidak mambatasi aktivitas pasien
2. Membuat pasien menjadi hangat dan rileks
3. Meningkatkan kualitas hidup.
KEBIJAKAN : Dilakukan pada pasien yang menderita asam urat dengan nyeri sendi

PETUGAS : BEKTI WIJAYANTI


ALAT DAN BAHAN :
1. 1 sendok makan bubuk kayu manis
2. Air hangat secukupnya
3. Mangkok
4. Sendok
PROSEDUR
PELAKSANAAN
a. Tahap Pra Interaksi
1. Melakukan verifikasi tindakan demonstrasi pemberian kompres kayu manis
2. Menyiapkan alat dan bahan
b. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam kepada klien dengan menyapa nama pasien dan perawat memperkenalkan
diri
2. Menjelasakan prosedur dan tujuan tindakan kepada klien/ pasien
3. Melakukan kontrak waktu dan tempat kepada klien
4. Menanyakan persetujuan dan persiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
c. Tahap Kerja
Langkah –langkah membuat pasta kayu manis :
1. Tuangkan 1 sendok makan bubuk kayu manis kedalam mangkok
2. Tambahkan air hangat secukupnya
3. Kemudian aduk sampai seperti pasta
4. Setelah itu ambil pasta kayu manis dan kompres/ balurkan pada bagian tangan atau kaki yang
terasa nyeri
5. Kompres hangat kayu manis dilakukan selama 15-20 menit
6. Kompres ini dilakukan jika merasa nyeri pada sendi, dan dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi
dan malam sebelum tidur
d. Tahap Terminasi
1. Merapikan alat dan bahan
2. Evaluasi setelah pemberian air rebusan seledri
3. Kontrak tindak lanjut
4. Salam
5. Dokumentasi hasil tindakan
Asam Urat Dan ASAM URAT DAN
Makanan yang dianjurkan
KOMPRES KAYU MANIS
Kompres Kayu MANIS
Manis Pengertian

Penyakit asam urat atau dalam dunia medis


disebut penyakit pirai/penyakit gout
(arthritis gout) adalah penyakit sendi yang
disebabkan oleh tingginya asam urat
didalam darah.

Penyebab

f. Konsumsi makanan yang berkadar purin


tinggi. Misalnya: daging, jeroan,
Oleh kepiting, kerang, kacang tanah, bayam,
buncis, kembang kol.
g. Minuman dengan tinggi fruktosa. Makanan yang harus dihindarai
BEKTI WIJAYANTI h. Penyakit pada darah (penyakit sumsum
070117B016 tulang, polisitemia, anemia hemolitik).
i. Mengkonsumsi alkohol, obat-obat
kanker, dan obat obatan lain
j. Obesitas (kegemukan)
Program Pendidikan Profesi Ners
Universitas Ngudi Waluyo Tanda dan Gejala

Ungaran Rasa nyeri di persendian, linu, ngilu,


kesemutan, bengkak, dan terjadi
2019 peradangan atau kemerahan.

Makanan yang harus dihindari


Kayu Manis
Prosedur Membuat Pasta Langkah membuat :
Kayu Manis Untuk Kompres
1. Tuangkan 1 sendok makan
Alat dan bahan : bubuk kayu manis kedalam Semoga bermanfaat
1. 1 sendok makan bubuk kayu mangkok
manis 2. Tambahkan air hangat
2. Air hangat secukupnya secukupnya
3. Mangkok 3. Kemudian aduk sampai
seperti pasta
4. Sendok
4. Setelah itu ambil pasta
Kompres kayu manis kayu manis dan kompres/
balurkan pada bagian
dilakukan jika tangan atau kaki yang
merasa nyeri pada terasa nyeri
sendi 5. Kompres hangat kayu
manis dilakukan selama
15-20 menit
DOKUMENTASI