Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

AKUNTANSI TINGKAT HARGA UMUM

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teori Akuntansi


Dosen Pengampu : Eni Srihastuti, SE.,MM

Disusun Oleh
Kelompok 7 :
1. Elly susanti (16130310117)
2. Indah Sri Lestari (16130310121)
3. Dwi Setyowati (16130310132)
Kelas 6A2 – Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI PRODI AKUNTANSI


UNIVERSITAS ISLAM KADIRI
Tahun Pelajaran 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah
“Akuntansi Tingkat Harga Umum” ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang
dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu selaku Dosen mata kuliah Teori
Akuntansi yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Akuntansi Tingkat Harga Umum. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-
kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak
ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Kediri, 23 April 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
1.1. Latar Belakang .................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah ............................................................... 1
1.3. Tujuan ................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................... 3
2.1. Penyajian Kembali Tingkat Harga Umum dari Laporan
Keuangan Biaya Historis..................................................... 3
2.2. Menyesuaikan Pos-Pos Khusus Akibat Perubahan Tingkat
Harga Umum ....................................................................... 5
2.3. Pembeda Moneter - Nonmoneter ....................................... 7
2.4. Indeks-Indeks Tingkat Harga .............................................. 8
2.5. Evaluasi Sederhana Tingkat Harga Umum ......................... 10
BAB III PENUTUP ................................................................................... 12
3.1. Kesimpulan ......................................................................... 12
3.2. Saran .................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam bab lalu diperkenalkan kelompok pemikiran radikal yang
berhubungan dengan penerapan akuntansi nilai saat ini. Dan ditetapkan adanya
suatu kelompok neoklasik sebagai penghubung antara kelompok klasik dari
akuntansi biaya historis dan kelompok radikal dari akuntansi nilai saat ini. Opsi
lain antara lain terdiri atas penyajian kembali laporan keuangan biaya historis
yang dibuat sesuai dengan tingkat daya beli umum. Dikenal sebagai akuntansi
tingkat harga umum, kelompok ini berbeda dengan akuntansi nilai saat ini dan
akuntansi biaya historis dengan penolakan penuh yang dinyatakan pada
postulat satuan moneter yang stabil.
Akuntansi tingkat harga umum mencerminkan perubahan-perubahan yang
terjadi pada tingkat harga umum, dalam akuntansi harga umum perubahan
dalam satuan juga diukur. Dalam bab ini akan menganalisis fitur-fitur
konseptual dan operasional dari informasi akuntansi tingkat harga umum dan
cara memberikan informasi tersebut.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana penyajian kembali tingkat harga umum dari laporan keuangan
biaya historis ?
2. Bagaimana menyesuaikan pos-pos khusus akibat perubahan tingkat harga
umum ?
3. Apa saja pembeda moneter - nonmoneter ?
4. Apa saja indeks-indeks tingkat harga ?
5. Bagaimana evaluasi sederhana tingkat harga umum ?

1.3. Tujuan
1. Mengetahui penyajian kembali tingkat harga umum dari laporan keuangan
biaya historis

1
2. Mengetahui penyesuaikan pos-pos khusus akibat perubahan tingkat harga
umum
3. Mengetahui pembeda moneter - nonmoneter
4. Mengetahui indeks-indeks tingkat harga
5. Mengetahui evaluasi sederhana tingkat harga umum

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Penyajian kembali tingkat harga umum dari laporan keuangan biaya
historis
Akuntansi biaya historis memiliki asumsi bahwa satuan moneter adalaah
stabil atau perubahan yang terjadi pada nilai dari satuan moneter adalah tidak
material. Akan tetapi telah kita ketahui bersama bahwa tingkat daya beli secara
umum dari dolar telah terus menerus mengalami penurunan. Tingkat daya beli
umum, yang mengacu pada kemampuan dari satuan moneter untuk membeli
barang atau jasa memilikin hubungan terbaik dengan harga dari barang-barang
atau jasa yang menjadi pertukarannya.
Perubahan-perubahan dalam daya beli dari dolar dengan menggunakan
angka-angka indeks. Indeks harga adalah rasio dari harga rata-rata sekelompok
barang atau jasa pada tanggal tertentu.Dengan harga rata-rata dari kelompok
barang atau jasa yang serupa di tanggal tertentu yang lain, yang disebut sebagai
tahun dasar, ketika indeks harga adalah sama dengan 100. Indeks-indeks harga
yang mengukur perubahan-perubahan yang terjadi pada harga dalam basis
umum mencderminkan tingkat daya beli dari dolar. Indek-indeks seperti itu
dipergunakan untuk menyajikan kembali jumlah yang didasarkan pada biayua
historis dalam laporan keuangan jika dilihat dari satuan daya beli pada tahun
dasar atau pada akhir dari periode berjalan.
Untuk memperkenalkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam
pembuatan laporan tingkat harga umum, kita akan menggunakan model
sederhana yang diperoleh dari diskusi yang dipererkenalkan oleh Chambers.
Pada tingkat ini pos-pos moneter dapat didefinisikan sebagai pos-pos yang
jumlahnya adalah tetap jika dilihat dari jumlah dollar menurut kontrak atau
sebaliknya, tanpa melihat perubahan-perubahan yang terjadi dalam tingkat
harga. Untuk periode 0. Persamaan neraca, yang dinyatakan dalam dolar pada
waktu 0, adalah :
MO+NO = RO
Dimana Mo =Pos-pos moneter

3
No= Pos-pos moneter bersih
Ro= ekuitas residu.

Kita asumsikan pula bahwa terjadi perubahan dalam tingkat harga umum p.
Menurut defnisisnya, P = (P1/P0)-1, dimana PO adalah indeks harga pada
waktu o dan p1 adalah harga indeks pada waktu persamaan neraca pada t2 yang
disajikan kembali untuk perubahan dalam tingkat harga umum adalah :
MO(1+P) + NO (1+P)= RO (1+P)
Yang sama dengan MO+MOP+NO+NOP=RO+ROP

Karena berdasarkan definisinya, aktiva moneter bersih dinyatakan dalam


jumlah dolar yang tetap, maka kita dapat memindahkan Mop dari setiap sisi
persamaan dan mengganti MO dengan M1:
M1+(N0+N0P) = (R0+R0P)-M0P

Persamaan terakhir diatas daoat diinterpretasikan sebagai berikut :


1. M1 mewakili aktiva moneter bersih pada saat t1
2. N0 +N0P mewakili aktiva moneter dengan tingkat harga umum yang
disajikan kembali saat t1.
3.R0 + R0p mewakili ekuitas residu dengan tingkat harga umum yang
disajikan kembali saat t1.
4.M0p mewakili keuntungan atau kerugian dari pos-pos moneter. Menurut
definisinya M0 adalah sama dengan aktiva moneter bersih C0 dikurangi
kewajiban moneter Lo.

Persamaan neraca saat t2 dapat disajikan kembali menjadi :


C1 + (No+N0p)- L1 = (R0+R0p)- (C0p-Lop)
Atau C1 + (N0 + N0p) – L1 =(R0+R0p)- C0p+ L0p

Konsekuensinya L0p mewakili keuntungan dari kewajiban yang masih timbul


selama produk berjalan dan C0p mewakili kerugian yang diakibatkan oleh
kepemilikan atas aktiva moneter dari t0 sampai t1.

Dari model sederhana ini,kita dapat mengembangkan metodologi yang


dibutuhkan untuk menyajikan kembali jumlah biaya historis yang terdapat
dalam laporan keuangantradisional ke dalam satu-satuan tingkat daya beli
umum. Untuk melakukannya dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:

4
1. Dapatkan satu kumpulan lengkap laporan keuangan biaya historis.
2. Tentukan dan dapatkan satu indeks tingkat harga umum yang dapat
diterima dimana data dari angka-angka yang ad maupun mencakup umur
dari pos tertua yang terdapat dalam neraca.
3. Klasifikasikan setiap pos di neraca sebagai pos moneter atau non moneter.
4. Lakukan penyesuaian terhadap pos-pos non moneter dengan
menggunakan satu faktor konversi untuk mencerminkan tingkat daya beli
umum saat ini.
5. Hitunglah keuntungan dan kerugian tingkat daya beli umum (tingkat harga
umum) yang muncul dari kepemilikan atas pos-pos moneter

2.2. Menyesuaikan Pos-Pos Khusus Akibat Perubahan Tingkat Harga Umum


2.2.1. Perlakuan Pos-Pos Moneter
Perhitungan keuntungan atau kerugian akibat tingkat harga umum
Jumlah pos-pos moneter adalah tetap jika dilihat dari nilai dolarnya,
dengan melihat kontrak ataupun sebaliknya, tanpa melihat perubahan yang
terjadi didalam tingkat haraga umum atau khusus. Meskipun jumlah-jumlah
ini tetap, nilai dari pos-pos moneter dilihat dari segi daya beli mengalami
perubahan. Pemilik pos-pos moneter, karenanya, mengalami keuntungan atau
kerugian daya beli karena terjadi perubahan pada tingkat harga umum.
Keuntungan dan kerugian seperti ini disebut keuntungan atau kerugian
tingkat daya beli umum, atau keuntungan tingkat harga umum atau kerugian
akibat pos-pos moneter. Lebih khusus lagi selama periode harga-harga
mengalami kenaikan:
 Aktiva moneter kehilangan daya beli, yang diakui sebagai suatu
kerugiantingkat harga umum dan
 Kewajiban moneter mendapatkan daya beli, yang diakui sebagai suatu
keuntungan tingkat umum.
Selama periode dimana harga-harga mengalami penurunan:
 Aktiva moneter mendapatkan daya beli, yang diakui sebagai suatu
keuntungan tingkat harga umum dan

5
 Kewajiban moneter kehilangan daya beli, yang diakui sebagai suatu
kerugian tingkat harga umum.
Perlakuan atas keuntungan dan kerugian tingkat harga umum
1. Accounting Resarch Study No. 6, APB NO.3, dan Draf Eksprosur dari
FASB dan CICA tentang akuntansi tingkat harga umum mengambil posisi
dengan menyatakan bahwa keuntungan atau kerugian tingkat harga umum
seharusnya dimasukkan ke dalam pendapatan berbelanja.
2. Hanya kerugian tingkat harga umum yang seharusnya dimasukkan
kedalam pendapatan berjalan,keuntungungan tingkat harga umum
seharusnya diperlakukan sebagai pos modal.
3. Baik keuntungan maupun kerugian tingkat harga umum seharusnya
diperlakukan sebagai pos modal.
4. Baik keuntungan maupun kerugian ingkat harga seharusnya dimasukkan
kedalam pendapatan berjalan, dengan pengecualian bagi keuntungan dan
kerugian yang berhubungan dengan keajiban jangka panjang, yang
seharusnya tidak muncul sampai mereka direalisasikan melalui penebusan
kembali obligasi.

2.2.2. Perlakuan Pos-Pos Nonmoneter Dan Ekuitas Pemegang Saham


Pos-pos nonmoneter disajikan kembali menurut tingkat daya beli umum
saat ini dengan mengalikan biaya dari pos yang dilaporkan dalam laporan
keuangan biaya historis dengan faktor konversi berikut ini:

Indeks tahun berjalan


Indeks ketika pos nonmoneter diperoleh

Sebagai contoh diasumsikan suatu perlengkapan dibeli harga $100.000 pada


tanggal 31 Desember 19X0, dimana saat itu indeks tingkat harga umumadalah
120. Estimasi mas manfaat aktiva tersebut adalah empat tahun. Selanjutnya
diasumsikan bahwa laoran keuangan pada akhir tahun 19X2 disajikan
kembali menurut satuana ngka daya beli umum. Jika indeks harga berjlan
pada tanggal 31 Desember 19X3 adalah 180, maka penyajian perlengkapan
akan menjadi:

6
Jumlah Faktor Konversi Jumlah setelah
Sebelum Penyesuaian
Penyesuaian
$ $ $
Perlengkapan 100.000 180/120 150.000
Akumulasi penyusutan 50.000 180/120 75.000
Perlengkapan bersih 50.000 180/120 75.000

Penyajian kembali ekuitas pemegang saham, dengan pengecualian untuk saldo


laba ditahan, adalah sama dengan penyajian nkembali pos-pos nonmoneter.
Modal awal yang diinvestasikanm akan dikalikan dengan faktor konversi
berikut:
Indeks tahun berjalan
Indeks ketika modal diinvestasikan

Saldo laba ditahan, yang tidak dapat disesuaikan oleh hanya satu fakor konversi
saja, mencerminkan pendapatan bersih setelah deviden yang diakumulasi
semenjak kelangsungan usaha dibentuk. Saldo laba ditahan dapat disajikan
kembali dengan cara sebagai berikut :
1. Pada saat laporan keuangan biaya historis untuk yang pertama kalinya
disajikan kembali menurut satuan tingkat daya beli umum saat ini, saldo
laba ditahan dapat dengan mudah ditentukan sebagi nilai sisa setelah
seuruh pos lainnya yang terdapat di dalam neraca telah disajikan kembali.
2. Pada periode berikutnya, saldo laba di tahan pada akhir periode dalam
satuan tingkat daya beli umum saat ini dapat dinyatakan dengan :
a. Pendapatan bersih dalam satuan tingkat daya beli umum saat ini yang
dilaporkan dalam laporan tingkat harga umum
b. Penyesuaian- penyesuaian yang berasal dari keuntungan dan kerugian
tingkat harga umum pada pos-pos ekuitas pemegang saham moneter.

2.3. Pembedaan Moneter -Nonmoneter


Kemampuan untuk membedakan pos-pos nonmoneter adalah merupakan
suatu hal yang penting. Karena terdapat perbedaan perlakuan yang
ditererapkan bagi kedua jenis pos tersebut. Terdapat perbedaan yang jelas

7
terlihat diantara pos-pos moneter dan nonmoneter. Pos moneter mendapatkan
atau kehilangan daya beli. Sedangkan pos nonmoneter tidak.
No Moneter Nonmoneter
1 Saham preferen yang dicatat Saham preferen yang dicatat dalam
dalam jumlah sama dengan jumlah yang kecil daripada nilai
nilai likuidasinya dalam likuidasinya dalam jumlah tetap
jumlah tetap atau harga menjadi nonmoneter
kembali menjadi moneter
2 Tidak diklasifikasi pajak Pengklasifikasian pajak penghasilan
penghasilan tangguhan tangguhan
3 Mata uang asing dianggap Mata uang asing yang dianggap
serupa dengan pos-pos mata sebagai komoditas, maka merupakan
uang domestik, maka mereka pos nonmoneter.
adalah pos-pos moneter.
4 Utang jangka panjang dalam Utang jangka panjang dalam mata
mata uang asing dinyatakan uang asing dinyatakan dengan
dengan menggunakan kurs menggunakan kurs historis.
penutupan.
5 Utang yang dapat dikonversi Utang yang dapat dikonversi ketika
ketika harga pasar dari saham harga pasar dari saham berada pada
berada di bawah harga atau diatas harga konversi.
konversi.

2.4. Indeks-Indeks Tingkat Harga


Suatu indeks tingkat harga membandingkan perubhan-perubahan yang
umum atau khusus yang terjadi dalam harga dari satu periode ke periode
lainnya. Indeks tingkat harga umum dapat mendefinisikan sebagai serangkaia
pengukuran yang dinyatakan dalam bentuk presentase , mengenai hubungan
antara harga rata-raata dari sekelompok barang dan jasa dalam saru rangkaian
tanggal-tanggal ddengan harga rata-rata dari sekelompok barang dan jasa
dalam suatu rangkaian tanggal-tanggal dengan rata-rata dari sekelompok
barang dan jasa yang serupa dalam satu tunggal yang digunakan bersama.

8
2.4.1. Rumus-Rumus Indeks
p = harga komoditas atau jasa
q = kuantitas komoditas atau jasa
p0q0 = harga dan kuantitas komoditas pada periode dasar
pnqn = harga dan kuantitas komoditas pada periode berjalan
paqa = harga dan kuantitas komoditas pada beberapa rata-rata periode

Rumus Laspeyres : mengasumsikan bahwa indeks harga adalah suatu jumlah


tertimbang dari harga-harga periode berjalan dibagi dengan jumlah
tertimbang dari harga-harga periode dasar, di mana pembobotnya adalah
jumlah komuditas pada periode dasar.
Σpn q n
I=
Σp0 q 0

Rumus Paasche : mengasumsikan bahwa indeks harga adalah suatu jumlah


tertimbang dari harga-harga periode berjalan dibagi dengan jumlah
tertimbang dari harga-harga periode dasar, di mana pembobotnya adalah
jumlah komuditas dari periode berjalan.
Σpn q 0
I=
Σp0 q n

Rumus terbobot tetap : mengasumsikan bahwa indeks harga adalah suatu


jumlah tertimbang dari harga-harga periode berjalan dibagi dengan jumlah
tertimbang dari harga-harga periode dasar, di mana pembobotnya adalah
jumlah komuditas rata-rata periode.
Σpn q a
I=
Σp0 q a

Rumus Fisher : mengasumsikan bahwa indeks harga adalah suatu rata-rata


geometrik dari rumus Laspeyres dan Paasche.

Σpn q n Σpn qa
I= √ +
Σp0 q n Σp0 q a

9
2.4.2. Pilihan Indeks Tingkat Harga Umum
Akuntansi tingkat harga umum menggunakan suatu faktor konversi
yang didasarkan pada perubahan indeks tingkat harga umum untuk mengubah
dolar pada suatu tanggal menjadi jumlah dolar yang mempunyai daya beli
sama pada tanggal yang lain. Hendriksen menunjukkan konsep yang berbeda
mengenai daya beli yang disebut daya beli umum dolar, daya beli pemegang
saham, daya beli investasi bagi perusahaan dan daya beli penggantian
(replacement) khusus. Sebagai contoh, APB Statement No. 3 menyatakan :
Tujuan prosedur pernyataan kembali tingkat harga umum adalah untuk
menyatakan kembali laporan keuangan dolar, dan tujuan ini hanya dapat
dicapai dengan penggunaan indeks tingkat harga umum.
Di Amerika Serikat, Departemen Perdagangan dan Departemen Tenaga
Kerja secara teratur memelihara dan mempublikasi indeks-indeks harga
umum. Indeks yang penting adalah :
1. Indeks Harga Konsumen, yang diterbitkan oleh Biro Statistik Tenaga
Kerja dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.
2. Indeks Harga Pedagang Pesar (wholesale), yang diterbitkan oleh Biro
Statistik Tenaga Kerja dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.
3. Indeks Kos-Konstruksi Gabungan (composite construction-cost), yang
diterbitkan oleh Adminidtrasi Bisnis dan Jasa Pertahanan pada Divisi
Industri Konstruksi dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat.
4. Deflator Harga Implisit PNB (Produk Nasional Bruto) (GNP Implicit
Price Deflator), yang diterbitkan oleh Kantor Ekonomi Bisnis dari
Departemen Perdagangan Amerika Serikat.

2.5. Evaluasi Akuntansi Tingkat Harga Umum


2.5.1. Argumentasi yang mendukung akuntansi tingkat harga umum
 Laporan keuangan yang tidak disesuaikan dengan perubahan
tingkat harga umum, meliputi beragam jenis aktiva dan klaim
yang disajikan dalam nilai dolar dengan daya beli yang berbeda.

10
 Akuntansi biaya historis kenvensional tidak mengukur
pendapatan secara benar akibat pencocokan dolar dari “ukuran”
yang berbeda pada laporan laba rugi.
 Akuntansi tingkat harga umum relatif mudah untuk diterapkan.
 Akuntansi tingkat harga umum memberikan informasi yang
relevan bagi manajemen dan penggunanya.
2.5.2. Argumentasi yang menentang akuntansi tingkat harga umum
 kebanyakan studi-studi empiris menunjukkan bahwa kaitan
informasi tingkat harga umum itu lemah atau tak berterima
umum.
 Perubahan tingkat harga umum hanya meperhitungkan
perubahan pada tingkat harga umum dan tidak
memperhitungkan perubahan yang terjadi pada tingkat harga
yang khusus.
 Dampak inflasi akan berbeda-beda antar perusahaan.
 Biaya pengimplementasian akuntansi tingkat harga umum dapat
melebihi keuntungannya.

11
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Akuntansi tingkat harga umum mengandalkan pada penyajian kembali
tingkat harga umum dari aktiva dan kewajiban yanyg memiliki dasar historis,
adalah sesuai dengan konsep pemeliharaan uang, tingkat daya beli umum.
Akuntansi tingkat harga umum ditandai dengan ditinggalkannya postulat
satuan uang yang masing metode ini tampaknya hanya mencoba untuk
memperbaiki beberapa kelemahan yang dimiliki oleh akuntansi biaya historis
konvesional namun bukan semua masalahnya.
3.2. Saran
Kami sebagai penulis sangat menyadari akan kekurangan dalam makalah
yang telah kami sajikan. Kami berharap kami lebih banyak lagi membaca buku
refrensi tentang Akuntansi Tingkat Harga Umum, supaya kami lebih
memahaminya. Dan kami juga mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca dalam menyempurnakan tulisan kami ini.

12
DAFTAR PUSTAKA

Ahmed Riahi - Belkaoui. 2007. Accounting Theory Teori Akuntansi Edisi 5-Buku
2. Jakarta: Salemba Empat

13