Anda di halaman 1dari 8

Nama : Ulpianti Pageno

Stambuk : A 111 18 104

PENGERTIAN TOPIK

Pengertian topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat,
dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi
landasan penulisan suatu artikel.

Cara Membatasi Topik


Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara
sebagai berikut:
1. Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
2. Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan
sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah
rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
3. Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
4. Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut
atautidak.

SYARAT TOPIK YANG BAIK

1) Menarik untuk ditulis dan dibaca.


Topik yang menarik bagi penulis akan meningkatkan kegairahan dalam
mengembangkan penulisannya, dan bagi pembaca akan mengundang
minat untuk membacanya.
2) Dikuasai dengan baik oleh penulis minimal prinsip-prinsip ilmiah.
Untuk menghasilkan tulisan yang baik, penulis harus menguasai teori-teori
(data sekunder), data di lapangan (data primer). Selain itu, penulis juga
harus menguasai waktu, biaya, metode pembahasan, bahasa yang
digunakan, dan bidang ilmu.

Pembatasan sebuah topik


Topik harus terbatas. Pembatasan sebuah topik mencangkup: konsep, variabel,
data, lokasi(lembaga) pengumpulan data, dan waktu pengumpulan data.

Topik yang terlalu luas menghasilkan tulisan yang dangkal, tidak mendalam,
dan tidak tuntas. Selain itu, pembahasan menjadi tidak fokus pada masalah utama
yang ditulis atau dibaca. Akibatnya, pembahasan menjadi panjang, namun tidak
berisi. Sebaliknya, topik yang terlalu sempit menghasilkan tulisan yang tidak
(kurang) bermanfaat bagi pembacanya. Selain itu, karangan menjadi sulit
dikembangkan, hubungan variabel kurang jelas, tidak menarik untuk dibahas atau
dibaca. Oleh Karena itu, pembahasan topik harus dilakukan secara cermat, sesuai
dengan kemampuan dana, tenaga, waktu, tempat, dan kelayakan yang dapat
siterima oleh pembacanya..

Sumber-sumber mendapatkan topic yang baik

Sumber-sumber untuk menulis sebuah topik datangnya bisa lewat mana saja ,
antara lain yaitu sebagai berikut:

- Sumber pengalaman kita ataupun orang lain.


- Sumber-sumber pengamatan.
- Sumber-sumber imajinasi.
- Dan hasil dari penalaran kita.

PENGERTIAN TEMA

Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah
diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama
yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang,
tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam
tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan.
Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu.
Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis
atau diuraikan oleh penulis.

Tema merupakan persoalan utama yang diungkapkan oleh pengarang dalam


sesebuah karya kesusteraan seperti cerpen atau novel. Biasanya tema diolah
berdasarkan sesuatu motif tertentu yang terdiri dari pada objek, peristiwa kejadian
dan sebagainya.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahawa tema sebagai satu gagasan,
pikiran atau persoalan utama yang mendasari sesebuah karya sastra dan terungkap
secara langsung (eksplisit) atau tidak langsung (implisit). Tema dalam sesebuah
cerita tidak dapat dilihat sepenuhnya sehingga cerita itu selesai dibaca. Selain itu,
tema dapat dikesan melalui: perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita,
peristiwa, kisah, suasana dan unsur lain seperti nilai-nilai kemanusian dan
kemasyarakatan yang terdapat dalam cerita. Persoalan-persoalan yang
disungguhkan dan kemudian mendapatkan pokok persoalannya secara
keseluruhan. cerita diselesaikan, semuanya menentukan rupa tema yang
dikemukakan oleh pengarang.
SYARAT-SYARAT TEMA YANG BAIK

1. Tema menarik perhatian penulis.

Dapat membuat seorang penulis berusaha terus-menerus untuk membuat


tulisan atau karangan yang berkaitan dengan tema tersebut.

2. Tema dikenal/diketahui dengan baik.

Maksudnya pengetahuan umum yang berhubungan dengan tema tersebut


sudah dimilki oleh penulis supaya lebih mudah dalam penulisan tulisan/karangan.

3. Bahan-bahannya dapat diperoleh.

Sebuh tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia
di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk
dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.

4. Tema dibatasi ruang lingkupnya.

Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup
kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang
lingkupnya.

tema dapat dikesan melalui:

a) Perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita.


b) Peristiwa,kisah,suasana dan unsur lain seperti nilai-nilai kemanusian dan
kemasyarakatan yang terdapat dalam cerita.
c) Persoalan-persoalan yang disungguhkan dan kemudian mendapatkan
pokok persoalannya secarakeseluruhan.
d) Plot cerita.
e) Tema harus Bermanfaat.
f) Tema yang dipilih harus berada disekitar kita.
g) Tema yang dipilih harus yang menarik.
h) Tema yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.
i) Tema yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.
j) Tema yang dipilih harus memiliki sumber acuan.
SUMBER-SUMBER MENDAPATKAN TEMA

Sumber-sumber untuk menulis sebuah tema datangnya bisa lewat mana saja ,
kapan saja, dan dimana saja antara lain yaitu sebagai berikut:

- Sumber pengalaman kita ataupun orang lain.


- Sumber-sumber pengamatan.
- Sumber-sumber imajinasi.
- Dan hasil dari penalaran kita.

PENGERTIAN JUDUL

Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan
sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul
juga merupakan nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita,
dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat
menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah
(lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.

Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau
disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat
dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup
menggambarkan isi bahasan. Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik
sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang
lingkupnya sangat luas. Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, shingga bisa
terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya. Sebuah judul yang baik akan
merangsang perhatian pembaca dan akan cocok dengan temanya.

Judul hanya menyebut ciri-ciri yang utama atau yang terpenting dari karya itu,
sehingga pembaca sudah dapat membayangkan apa yang akan diuraikan dalam
karya itu. Ada judul yang mengungkapkan maksud pengarang, misalnya dalam
sebuah laporan eksposisi, contohnya : “Suatu Penelitian tentang Korelasi antara
Kejahatan Anak-anak dan Tempat Kediaman yang Tidak Memadai.

FUNGSI JUDUL :

 Merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan.


 Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang
untuk membaca isinya.
 Gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
 Relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya.
SYARAT- SYARAT PEMBUATAN JUDUL

 Harus relevan = Mempunyai keterkaitan dengan temanya atau bagian-


bagian penting dari tema.
 Harus provokatif = Menarik sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa
ingin tahu tiap pembaca terhadap isi tulisan.
 Harus singkat = Tidak boleh mengambil kalimat atau frasa yang panjang,
tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. Jika penulis
tidak dapat menghindari judul yang panjang, maka dapat menggunakan
solusi dengan membuat judul utama yang singkat, tetapi dengan judul
tambahan yang panjang.
 Harus asli = Jangan menggunakan judul yang sudah pernah dipakai.

SYARAT-SYARAT JUDUL YANG BAIK :

 Harus berbentuk frasa.


 Tanpa ada singkatan atau akronim.
 Awal kata harus huruf kapital, kecuali preposisi dan konjungsi.
 Tanpa tanda baca di akhir judul.
 Menarik.
 Logis.
 Sesuai dengan isi.

METODE PEMBELAJARAN MENULIS

Dalam pembelajaran menulis, dipergunakan beberapa metode, yaitu:

1. Metode langsung

Metode pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan


belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang
terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Dalam
metode langsung, terdapat lima fase yang penting: fase persiapan dan motivasi,
fase demonstrasi, fase pembimbingan, fase pengecekan, dan fase pelatihan
lanjutan. Sebagai contoh: guru menunjukkan gambar banjir yang melanda suatu
sebuah desa atau melihat langsung peristiwa banjir di sebuah desa. Dari gambar
tersebut, siswa dapat membuat tulisan secara runtut dan logis berdasarkan gambar.

2. Metode Komunikatif

Desain yang bermuatan metode komunkatif harus mencakup semua


keterampilan berbahasa. Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran.
Setiap pembelajaran dispesifikasikan ke dalam tujuan kongkret yang merupakan
produk akhir. Sebagai contoh: metode komunikatif dapat dilakukan dengan
teknik menulis dialog. Siswa menulis dialog tentang yang mereka lakukan dalam
sebuah aktivitas. Kegiatan ini dapat dilaksanakan perseorangan ataupun
kelompok.

3. Metode Integratif

Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Integrtif


terbagi menjadi dua bagian: interbidang studi dan antarbidang studi. Interbidang
studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Sebagai
contoh: menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. Adapun
antarbidang studi artinya pengintegrasian bahan dari beberapa bidang
studi. Sebagai contoh: antara bahasa Indonesia dengan matematika atau dengan
bidang studi lain.

4. Metode Tematik

Dalam metode tematik, semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke


dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. Tema yang telah ditentukan
harus diolah sesuai dengan perkembangan dan lingkungan siswa. Siswa
berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan,
penggunaan, dan pemahaman.

5. Metode Konstruktivistik

Asumsi sentral metode konstruktivistik adalah belajar itu menemukan. Artinya,


meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa, mereka melakukan proses
mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam
pemahaman mereka. Konstruktivistik dimulai dari masalah yang sering muncul
dari siswa sendiri dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan
menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut.

6. Metode Kontekstual

Pembelajaran dengan menggunakan metode ini akan mempermudah dalam


pembelajaran menulis, yakni konsepsi pembelajaran yang membantu guru
menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dengan kehidupan
pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan
penerapannya dengan kehidupan sehari-hari. Metode ini dapat diterapkan dalam
salah satu pembelajaran menulis deskripsi. Siswa dapat belajar dalam situasi
dunia nyata, tidak dalam dunia awang-awang.
(http://mgmpbindobogor.wordpress.com/2009/10/16/metode-pembelajaran-
menulis/

Budinuryanta dkk. Mengemukakan bahwa selain dari metode-metode tersebut di


atas, pada dekade akhir ini, ramai dibicarakan metode-metode mutakhir dalam
pembelajaran bahasa, salah satunya adalah pembelajaran menulis, antara lain:

a) Community Language Learning (CLL)

Metode humanistik yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis dengan


ciri bahwa fisik dan psikis siswa menjadi perhatian utama metode ini. Guru dan
siswa bertindak sebagai konselor dan klien sebagaimana dalam teori ilmu jiwa
pendidikan. Ada enam konsep yang dapat menumbuhkan semangat belajar,
yaitu: security, attention, agression, retention, reflection, dan discriminition.

b) Metode Suggestopedy

Metode ini lebih mengarahkan pada pemberian sugesti kepada para siswa bahwa
semua siswa dapat membuat suatu tulisan. Dalam penciptaan sugesti ini, harus
diciptakan suasana yang menjadikan siswa merasa tenang, santai, menikmati
suasana sehingga mental mereka benar-benar siap menerima materi pelajaran
(menulis) tanpa paksaan.

c) Metode Total Physical Response

Metode ini lebih menitikberatkan pada pemberian kebebasan kepada siswa


terutama dalam membekali dirinya dengan keterampilan komprehensif hingga
mereka betul-betul merasa siap untuk menulis meski diakui bahwa para siswa
tetap kesulitan untuk mengungkapkan pikirannya ke dalam bentuk tulisan. Untuk
membantu pembekalan ini, guru disarankan memanfaatkan gerakan tubuh karena
sebenarnya otak dan sistem saraf manusia untuk menguasai bahasa itu sudah ada.

d) Metode The Silent Way

Metode ini lebih menitikberatkan pada pemberian kebebasan untuk berekspresi


sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. Untuk mencapai hal ini, dapat
dilakukan antara lain dengan membiasakan siswa berlatih menulis buku harian,
puisi, jadwal/agenda kegiatan, dan sebagainya. Selama pembelajaran
berlangsung, guru tidak dibenarkan berbicara kecuali pada saat memberikan
bahan/materi baru. Jadi, penanganan kelas dilakukan dengan gerkan tangan,
senyum, gelengan kepala, dan sebagainya. Cara yang mudah dilakukan adalah
dengan mengajak siswa menonton televisi atau drama. Setelah itu, mereka
disuruh menuliskan isi cerita dari tontonan yang baru mereka lihat. (2008: 12.11-
12.12