Anda di halaman 1dari 54

Tutorial Surpac 6.

4 Geological Database Persiapan


Membuat Database November 12, 2015
Posted by Adrianto Setiadi in Tutorial.
Tags: surpac 6.4, tutorial surpac
trackback

1 Vote

Halo bro dan sis sobat GeoExplorer sekalian…

Agak lama tidak sempat menulis di blog dikarenakan bung AS sedang agak sibuk..

Kali ini bung AS ingin menulis tentang Tutorial Surpac 6.4 modul Geological Database,
karena panjang tulisannya, maka dibuat bersambung he..he

Buat bro dan sis yang sedang belajar mengenai pemodelan geologi maupun tambang
mungkin akan bermanfaat sekali, juga buat yang masih di bangku kuliah untuk menambah
imu dan ketrampilan..

Surpac merupakan salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan antara lain untuk
membuat Pemodelan Geologi, Rencana Pembuatan Pit dan Penambangan.

Modul Geological Database pada Surpac merupakan salah satu tool terpenting untuk
dipelajari. Data lubang bor merupakan titik awal untuk semua project tambang dan
merupakan dasar dari perhitungan atau estimasi cadangan ore dan juga menjadi dasar dalam
perhitungan studi kelayakan tambang.

Geological Database terdiri dari beberapa tabel, dimana tiap tabel memiliki jenis data
tertentu. Dalam tiap tabel terdiri dari beberapa kolom data. Tiap tabel juga memiliki isi
berupa data.

Surpac menggunakan model database relasional dan mendukung beberapa jenis database,
termasuk Oracle, Paradox dan Microsoft Access. Surpac juga mendukung Open Connectivity
Database (ODBC) dan dapat terhubung ke database di seluruh jaringan.

Surpac Database bisa berisi maksimum 50 tabel dan tiap tabel maksimum terdiri dari 60
kolom (field). Surpac membutuhkan 2 tabel wajib dalam database yaitu tabel collar dan tabel
survey. Database awal yang akan digunakan dalam pemuatan database Surpac bisa berformat
.txt atau .csv, adapun format tabel yang diperlukan antara lain :

1. Tabel Collar
Tabel untuk Drillhole Collar minimum terdiri dari kolom (field) :

Hole_id merupakan nama dari lubang bor. Y, X, Z merupakan koordinat dari lubang bor
tersebut, disini Y ditulis lebih dulu karena dalam Surpac yang ditanya field koordinat adalah
Y (Northing) dulu baru X (Easting). Depth merupakan kedalaman akhir dari lubang bor
tersebut.

2. Tabel Survey

Sedangkan untuk tabel Drillhole Survey data yang dibutuhkan adalah :

Dalam tabel Drillhole Survey, terdapat field Dip dan Azimuth, dimana Dip merupakan
kemiringan dari lubang bor, nilai 0 sampai – 90 menunjukkan jika kemiringan lubang bor
horizontal = 0 dan jika vertikal kebawah = -90, bagaimana jika posisi di dalam tambang
underground dan melakukan pengeboran keatas? maka angkanya 0 – 90 dimana 90

merupakan pengeboran vertikal keatas..ada ngga ya ngebor vertikal keatas??

Untuk arah Azimuth sesuai dengan arah mata angin, misal: Utara = 0, Timur = 90, Selatan =
180 dan Barat 270.

3. Tabel Geology

Sedangkan untuk contoh tabel Geology data yang dibutuhkan adalah :

Dalam tabel geologi, selain Hole_id, terdapat field Sample_id, dimana Sample_id ini
merupakan kode dalam setiap pengambilan sample interval dari lubang bor, field Sample_id
sama dengan field Sample_id pada tabel assay. From dan To adalah kedalaman awal dan
kedalaman akhir dari satu interval sampel, Litho merupakan kode litologi yang didapat dari
deskripsi sampel lubang bor serta field Description merupakan kolom hasil dari deskripsi
masing – masing interval sampel.
4. Tabel Assay

Dan untuk contoh tabel Assay, data yang dibutuhkan adalah :

Dalam Tabel Assay terdapat field Hole_id, Sample_id, From dan To yang merupakan identik
atau sama dengan yang terdapat dalam Tabel Geology. Tambahan dari tabel ini adalah
adanya beberapa field hasil analisa unsur dari masing – masing sample seperti Ni (Nikel), Fe
(Besi) dan sebagainya…

Semua file tabel – tabel tersebut bung AS simpan dalam file dengan format .csv
Tutorial Surpac 6.4 Block Model Persiapan Block Model
(Pembuatan DTM Topo Surface) February 15, 2016
Posted by Adrianto Setiadi in Tutorial.
Tags: block model, surpac 6.4, tutorial surpac
trackback

Rate This

Hai…apa kabar bro dan sis sobat Geo Explorer sekalian..?

Saya harap bro dan sis semua dalam kondisi sehat wal’afiat dan selalu diberi kesehatan dan
kelimpahan rizqi dari Allah SWT.

Melanjutkan artikel sebelumnya yaitu pendahuluan block model yang artikelnya bisa
diklik disini. Kali ini bung AS akan melanjutkan ketahapan berikutnya yaitu persiapan
pembuatan block model.

Sebelum membuat blok model, sebaiknya kita persiapkan dulu data topografi dari area yang
akan dibuat blok modelnya. Pembuatan data topografi bisa berasal dari data format .csv atau
.txt, data tersebut diimport dengan cara klik File > Import > Data from one file
Kemudian akan muncul window Import From Text File, klik drop down pada Text File
Name, pilih file ex1_topo.csv, kemudian isikan Output to string file Location =
ex1_topo, checklist Deliminted box dan jenis Delimiter ( , ) kemudian klik Apply

Pada Output to String File, ketikkan ex1_topo.str, lalu klik Save


Lalu muncul window Field, isikan Field No. : Y coordinate = 1, X coordinate = 2 dan Z
coordinate = 3, lalu klik Apply.

Kemudian akan muncul file ex1_topo.str hasil dari proses import data topografi, file tersebut
bisa kita lihat di window Navigator. Untuk melihat di window Graphic Surpac, klik file
string tersebut, kemudian klik kanan pilih Open.
Hasil dari file string ex1_topo.str dapat dilihat pada graphic.

Jika ingin mengganti tampilan file string tersebut dari polyline ke point, bisa dengan cara
Display > Hide strings > In a layer.
Kemudian muncul window Erase strings from layers, pilih file ex1_topo.str kemudian klik
Apply

Lalu muncul window Drawing, pilih layer name: ex1_topo.str lalu klik Apply
Tampilan point topo

Kemudian buatlah file DTM dari file string ex1_topo.str dengan cara klik Surface > DTM
File Functions > Create DTM from String File.
Kemudian muncullah window Create a DTM From String File, drop down Define the
String File akan muncul window Open a File lalu pilihlah file ex1_topo.str, klik Open

Setelah selesai, akan muncul window Notepad dari file ex1_topo.log yang terbentuk
bersamaan dengan file ex1_topo.dtm.
Dari window navigator, pilihlah file ex1_topo.dtm kemudian klik kanan – Open

Inilah tampilan DTM dari file string topography ex1_topo.dtm


Demikianlah pengantar tutorial Block Model – Persiapan Block Model (Pembuatan DTM
Topo Surface) dengan menggunakan Surpac 6.4, next time kita lanjut dengan materi
berikutnya…
Tutorial Surpac 6.4 Geological Database Mengatur
Drillhole StyleNovember 23, 2015
Posted by Adrianto Setiadi in Tutorial.
Tags: surpac 6.4, tutorial surpac
add a comment

Rate This

Halo bro dan sis sobat GeoExplorer sekalian…

Masih tetap semangat melanjutkan belajar Surpac 6.4 nya…

Kita lanjutkan tutorialnya, kali ini kita coba mengatur drillhole style..

Sebelum menampilkan drillhole dalam layar graphic, kita bisa mengatur tampilan terutama
dalam hal ini misalnya bar graph dari data assay, warna lithology dan lain sebagainya. Untuk
itu kita bisa melakukan pengaturan dengan cara klik Database > Display > Drillhole display
styles, atau dari Status bar db_ex1 klik Drillhole display styles.
Kemudian akan muncul window Edit Database Display Styles…
Dalam folder database Surpac db_ex1, terdapat folder assay, collar dan geology. Pilihlah
folder yang akan diatur tampilannya dalam drillhole…

Pada contoh ini, pilih folder assay, kemudian pilih folder Ni, kemudian klik kanan, lalu pilih
Get min – max range, maka akan muncul nilai terkecil – terbesar yang terdapat didalam
database. Buatlah beberapa kelas range nilai kadar Ni sesuai kebutuhan.
Dalam hal ini coba kita bagi menjadi 7 kelas yaitu: 0 – 1; 1 – 1.4; 1.4 – 1.6; 1.6 – 1.8; 1.8 –
2.0; 2.0 – 3.0 dan 3.0 – 12.0
Setelah selesai membagi menjadi 7 kelas, kemudian siapkan warna yang akan digunakan
dalam graphic bar disamping drillhole yang nantinya kita akan tampilkan dalam view graphic
ataupun penampang.
Pilihlah kelas Ni 0 – 1, lalu pada sisi kanan window Edit Database Display Style terdapat
Graphic Colour, drop down panah yang ada disisi kanan kolom tersebut, atau bisa ketikan
warna yang kita inginkan, misalnya : grey, kemudian secara otomatis background kolom
tersebut berubah sesuai dengan warna yang kita pilih.
Lanjutkan pemilihan warna sampai pada kelas Ni 3 – 12, misalnya kita pilih magenta.
Lakukanlah hal yang sama untuk menampilkan beberapa kelas range dari nilai kadar Fe,
contoh ini juga membagi range kadar Fe menjadi 7 kelas yaitu: 0 – 10; 10 – 20; 20 – 30; 30 –
40; 40 – 50; 50 – 60; dan 60 – 70.
Setelah pembagian kelas range kadar assay Fe selesai, berilah warna seperti yang dilakukan
pada kadar assay Ni.
Jika diantara bar graph assay Ni dan Fe kita ingin menampilkan warna atau symbol lithology,
maka kita bisa menambahkan tampilan tersebut dengan cara, klik pada folder litho, lalu klik
kanan, pilihlah Get Field Codes
Setelah itu akan muncul semua kode lithology yang berada dalam kolom litho pada database
geology Surpac, kemudian bisa kita beri warna atau symbol sesuai dengan keinginan kita,
dalam contoh ini hanya akan menggunakan warna solid saja misalnya:

Ovbn : light brown ; Lime : cyan ; Limo : yellow ; Bld : red ; Trmt : grey ; Brk : magenta
; Sapr : green ; Serp : magenta ; Rsap dan Sroc : dark greeen
Okay…sementara sampai disini dulu pembahasannya…besok kita lanjut lagi ya bro dan sis…
;-)

Tetap semangat “and Keep Exploring the Earth”


Tutorial Surpac 6.4 Block Model – (3) Pembuatan
Block Model February 16, 2016
Posted by Adrianto Setiadi in Tutorial.
Tags: block model, surpac 6.4, tutorial surpac
trackback

Rate This

Hai…apa kabar bro dan sis sobat Geo Explorer sekalian..?

Saya harap bro dan sis semua dalam kondisi sehat wal’afiat dan selalu diberi kesehatan dan
kelimpahan rizqi dari Allah SWT.

Melanjutkan artikel sebelumnya yaitu persiapan block model (pembuatan DTM topo surface)
yang artikelnya bisa diklik disini. Kali ini bung AS akan melanjutkan ketahapan berikutnya
yaitu pembuatan block model.

Untuk membuat blok model, dimulai dari Block Model > New / Open
Lalu akan muncul window Select Model, ketiklah pada kolom Model Name = bm_ex1, lalu
klik Apply

Muncul window Creating New Block Model Definition


Cek list Get Extends from string fie? Pada tab Extents. Hal ini berguna untuk mengetahui
koordinat minimum dan maksimum dari Y, X dan Z berdasarkan data string file.

Drop down Extents string Location.


Kemudian muncul window Open a File, lalu pilihlah file: ex1_topo.str, klik Open.

Kemudian secara otomatis akan muncul angka minimum – maksimum untuk Y, X dan Z

Bulatkan angka minimum dan maksimum dari Y, X dan Z, bulatkan kebawah 50 m dari nilai
minimum, naikkan 50 m keatas dari nilai maksimum. Isikan User Block Size = 25; 25; 1 dan
Sub Blocking = Standar, dan pilihlah minimum block size = 12.5; 12.5; 0.5
Kemudian muncul window Model Confirmation, jika sudah sesuai dengan keinginan lalu
klik Create Model

Setelah selesai proses pembuatan blok model selesai, akan muncul button bm_ex1 pada
status bar bagian bawah.

Drop down bm_ex1 lalu pilih Display


Kemudian muncul window Draw Block Model, lalu pilih Apply

Tampilan blok model 2D

Tampilan blok model 3D


Demikianlah pengantar tutorial Block Model – Pembuatan Block Model dengan
menggunakan Surpac 6.4, next time kita lanjut dengan materi berikutnya…

Tetap semangat “and Keep Exploring the Earth”


Tutorial Surpac 6.4 Block Model Membuat
Block Attribute February 16, 2016
Posted by Adrianto Setiadi in Tutorial.
Tags: block model, surpac 6.4, tutorial surpac
trackback

Rate This

Jumpa lagi dengan saya bung AS…he..he

Kali ini bung AS akan melanjutkan tutorial yang sebelumnya yaitu pembuatan block model,
yang artikelnya bisa dilihat disini. Kali ini dilajutkan dengan materi membuat block attribute.

Attribute merupakan kandungan data atau informasi dalam tiap – tiap block cell, misalnya
data assay Ni dan Fe yang kita masukkan sebagai attribute, karena data tersebut akan
digunakan dalam perhitungan sumberdaya.

Masukkan data attributes dengan cara, Blockmodel > Attributes > New

Lalu muncul window Add Attributes


Kemudian ketikan attribute yang akan kita masukkan kedalam block model Surpac, untuk
contoh ini kita masukkan : Ni, Fe dan SG, lalu klik Apply

Setelah selesai prosesnya, cek attribute yang ada didalam block model yang sudah kita buat
dengan cara Block Model > Display > View Attributes for One Block

Pilihlah salah satu kotak dari blok model yang telah kita buat sebelumnya, setelah kita pilih,
maka akan muncul window Block Attribute dari kotak yang kita pilih, terlihat di window
tersebut bahwa attribute Ni, Fe dan SG telah muncul, namun nilainya masih berupa nilai
awal.
Oke sementara sekian dulu tutorial Block Model – Membuat Block Attribute, next time kita
lanjut dengan materi berikutnya…

Tetap semangat “and Keep Exploring the Earth”


Tutorial Surpac 6.4 Block Model Membuat Constraint
February 16, 2016
Posted by Adrianto Setiadi in Tutorial.
Tags: block model, surpac 6.4, tutorial surpac
trackback

Rate This

Jumpa lagi dengan saya bung AS…he..he

Kali ini bung AS akan melanjutkan tutorial yang sebelumnya yaitu pembuatan block
attribute, yang artikelnya bisa dilihat disini. Kali ini dilajutkan dengan pembahasan membuat
constraint.

Dalam pembuatan blok model suatu endapan mineral, seringkali kita membutuhkan suatu
pembatas. Pembatas ini diperlukan bila dalam 1 lokasi endapan mineral memiliki beberapa
karakteristik, atau untuk memisahkan antar bagian dari 1 blok model.

Didalam Surpac, pembatas ini disebut Constraint, constraint ini bisa berupa Surface, DTM,
Solid, Closed String dan Block Attribute Value.

Contoh Un-constraint block model


Contoh hasil constraint block model

Untuk contoh ini, kita bisa gunakan constraint beberapa file DTM, seperti Topografi, Base
Overburden dan Top Bedrock.

Untuk meng-extract suatu posisi top atau bottom suatu interval atau zona bisa dengan cara,
klik Blockmodel > Extract > Zone thickness and Depth.

Muncul window Zone Thickness and Depth, isikan nama file yang akan dibuat, misalkan:
ext_bottom_ovbn, file ini akan digunakan sebagai batas atas dari blok model.
Lalu akan muncul window Select Zone From And To Zones, pilihlah

Table Name = Geology dan Field Name = Litho

Zone code = Ovbn ; Start at = Bottom of zone ; For missing zone use = Start of Hole

Zone code = Ovbn ; Finish at = Bottom of zone ; For missing zone use = Top Zone

Untuk batas bawah dari blok model kita akan gunakan zona Brk, isikan nama file yang akan
dibuat : ext_top_brk.
Lalu akan muncul window Select Zone From And To Zones, pilihlah

Table Name = Geology dan Field Name = Litho

Zone code = Brk ; Start at = Top of zone ; For missing zone use = Bottom of zone

Zone code = Brk ; Finish at = Top of zone ; For missing zone use = End of Hole

Hasil dari Extract – Zone Thickness and Depth tidak sepenuhnya berhasil.
Pada DH178, DH180, DH182 berhasil meng-extract depth karena terdapat zona Ovbn dan
Brk pada drillhole tersebut.

Pada DH181 masih bisa digunakan karena bila zona Ovbn tidak muncul pada DH tersebut,
maka string hasil extract akan mengambil titik kedalaman 0 m DH.

Sedangkan untuk DH176 dan DH177 tidak dapat digunakan, karena pada DH tersebut ada
zona Ovbn namun tidak ada zona Brk, sehingga string extract depth dari DH sekitarnya akan
naik keposisi titik 0 m DH, sehingga banyak zona yang tidak akan terhitung dalam proses
perhitungan sumberdaya seperti contoh DH176 dan DH177 dibawah ini.

Untuk mengganti file extract depth zona Brk yang rencananya akan digunakan sebagai file
constraints bagian base / bottom dari blok model, maka bisa kita gunakan data dari bottom
drillhole, namun kita harus membuat 1 file database yang akan dijadikan file string.

Hasil dari pembuatan string bottom drillhole (polyline biru) dan file extract depth zona Ovbn
(polyline coklat). Setelah file yang akan dijadikan constraints sudah siap, maka kita akan
meng-constraints blok model awal yang sebelumnya sudah kita buat.

Blok model awal sebelum di constraints


Untuk melakukan constraints, klik Blockmodel > Constraints > New graphical constraint

Kemudian akan muncul window Enter Constraints

Pilih constraint type = DTM ; DTM file = ex1_bottom_ovbn.dtm, lalu klik Add

Untuk constraint ke 2, pilih Constraint type = DTM ; DTM file = ex1_base.dtm, lalu klik
Add
Check list kolom Above, karena blok model yang akan digunakan adalah yang posisinya
diatas dari DTM ex1_base.

Setelah selesai pemilihan file constraint, klik Apply

Block model setelah dilakukan constraints


Simpanlah blok model yang telah dilakukan constraint tersebut, dengan cara Blokmodel >
Constraints > Save current view as graphical constraint.

Muncul window Save Current View as Graphical Constraint, ketiklah nama filenya dalam
hal ini : cons_ex1_ovbn_base lalu Apply

Oke sementara sekian dulu tutorial Block Model – Membuat Constraint, next time kita lanjut
dengan materi berikutnya…

Tetap semangat “and Keep Exploring the Earth”


Tutorial Surpac 6.4 Block Model Estimation February 17,
2016
Posted by Adrianto Setiadi in Tutorial.
Tags: block model, surpac 6.4, tutorial surpac
trackback

Rate This

Halo bro dan sis, sobat GeoExplorer sekalian.. Jumpa lagi dengan saya bung AS..

Selesai dari belajar membuat constraint blok model yang artikelnya bisa dibaca disini, artikel
selanjutnya yang akan dibahas adalah melakukan estimasi.

Estimasi merupakan melakukan perhitungan sumberdaya berdasarkan data – data drillhole


yang telah dibatasi oleh blok model yang telah di constraint.

Klik Blockmodel > Estimation > Nearest Neighbour

Muncul window Data Source Specification, pilih

Data source type = String File, String File Location = ext_sample_ni

Attribute to Fill = Ni, Description Field = 2


Masukkan Constraint file = cons_ex1_ovbn_base.con, lalu klik Apply

Kemudian muncul window Nearest Neighbour Search Parameter, gunakan Maximum


search radius = 100, Maximum vertical search distance = 5
Blok model yang tadinya belum memiliki nilai di masing – masing cell nya, sekarang telah
memiliki informasi dari nilai assay ni hasil perhitungan estimasi nearest neigbour.

Cek nilai disalah satu cell blok model, dengan cara klik Blockmodel > Display > View
Attribute for One Block
Untuk membedakan kadar assay dengan warna tertentu, bisa dilakukan dengan cara
Blockmodel > Display > Colour Model by Attribute
Attribute to colour by = Ni , Range for Colour selection = 0;1.4;1.6;1.8;2;2.5;3;12

Tampilan blok model setelah diberi warna


Untuk melihat kadar Ni > 1.6 %, bisa kita lakukan dengan cara Blockmodel > Constraints >
New Graphical Constraint

Pilihlah Constraint file: cons_ex1_ovbn_base, serta constraint Block Ni >= 1.6, lalu
Apply

Hasil dari blok model Ni dengan kadar Ni >= 1.6 %


Oke sementara sekian dulu tutorial Block Model – Estimation, next time kita lanjut dengan
materi berikutnya…

Tetap semangat “and Keep Exploring the Earth”


Tutorial Surpac 6.4 Block Model Block Model Report
February 24, 2016
Posted by Adrianto Setiadi in Tutorial.
Tags: block model, surpac 6.4, tutorial surpac
trackback

1 Vote

Halo bro dan sis, sobat GeoExplorer sekalian.. Apa kabar semua.. jumpa lagi dengan saya

bung AS..

Setelah selesai melakukan estimasi dengan menggunakan metode nearest neigbour seperti
pada artkel sebelumnya yang bisa dibaca disini. Kali ini kita akan membahas bagaimana
membuat block model reportnya.

Blok model report ini merupakan laporan hasil perhitungan sumberdaya berdasarkan hasil
pembuatan blok model dan penerapan beberapa constraints sesuai dengan kebutuhan kita.

Klik Block model > Report

Kemudian muncul window Block Model Report Format File, dalam contoh isikan pada
kolom Format File Name = rep_esti2_ni dan pada Output Report File Name =
rep_esti2_ni_nn. Report Type = Standard Report lalu klik Apply.
Kemudian akan muncul window Block Model Report, isikan beberapa hal seperti contoh
dibawah ini :

Report Attributes = Ni

Weight by = Volume

Density adjustment = Attribute = SG

Grouping Attributes = Ni = 0;1;1.4;1.6;1.8;2;3;12


Untuk constraint kita gunakan :

Constraint type: Constraint; Constraint file: Cons_Ex1_Ovbn_Base.con; Checklist


Inside

Constraint type: Block; Ni >= 1.6

Setelah selesai klik Apply


Hasil reportnya…

Demikianlah artikel block model report ini saya buat, semoga bermanfaat untuk bro dan sis
sobat GeoExplorer sekalian…

Next time, Insya Allah bung AS akan lanjutkan dengan materi tutorial Surpac lainnya..

Tetap semangat “and Keep Exploring the Earth”