Anda di halaman 1dari 58

Ikatan Obat - Protein

Ni Made Oka Dwicandra, S.Farm., M.Farm., Apt.


Outline OUTLINE
Protein pengikat obat di plasma

Hubungan ikatan protein dengan distribusi dan eliminasi

Pengaruh ikatan protein dan VD

Kinetik ikatan protein

Penentuan tetapan ikatan dan tempat ikatan obat protein

Kemaknaan klinik ikatan obat protein


INTRODUCTION
Introduction
• Obat  diabsorbsi  distribusi
• Obat berdifusi menembus membran sel
• Obat dg ukuran lebih kecil  lebih mudah
menembus memberan sel
• Obat terikat protein (co: albumin) kompleks
obat-protein  ukuran terlalu besar u/difusi
lewat membran sel/kapiler
PROTEIN
PENGIKAT OBAT
DI PLASMA

• Obat berinteraksi dengan protein


plasma/jaringan/makromolekul lain (melanin,
DNA)  kompleks obat – makromolekul 
ikatan obat – protein
• Ikatan obat – protein dapat bersifat
– Reversible
– irreversible
PROTEIN
PENGIKAT OBAT
DI PLASMA
PROTEIN
PENGIKAT OBAT
Protein pengikat obat di plasma DI PLASMA

• Ikatan obat – protein yang irreversible


– Hasil aktivasi dilanjutkan dg ikatan yang kuat
antara obat dg makromolekul/protein melalui
IKATAN KOVALEN
– Ikatan irreversible dapat terjadi pada periode yang
pendek (co: obat yg membentuk produk antara
reaktif pad toksisitas hati akibat PCT) dan panjang
(co: karsinigenik kimia)
PROTEIN
PENGIKAT OBAT
Protein pengikat obat di plasma DI PLASMA

• Ikatan obat – protein yang reversible


– obat - protein lemah berasal dr ikatan kimia yg
lemah (co: ikatan hidrogen dan van der waals)
– Ikatan pada gugus2 protein (gugus karboksil,
hidroksil,dll)
– Ikatan obat yg reversible
• tidak mudah melewati membran
• Tidak aktif secara farmakologi
PROTEIN
PENGIKAT OBAT
Protein pengikat obat di plasma
DI PLASMA

• Makromolekul dalam darah yg dapat


berikatan dg obat:
– albumin
– α1 asam glikoprotein
– lipoprotein
– immunoglobulin (Ig G)
– dan eritrosit
PROTEIN PENGIKAT
Protein pengikat obat di plasma OBAT DI PLASMA -
ALBUMIN
(ALBUMIN)
• Disintesis di hati
• Komponen utama protein plasma yg berikatan dg obat
secara reversible
• Fungsi albumin
– Mempertahankan tekanan osmotik darah
– Transport bahan endogen dan eksogen
• Sbg protein transpor albumin dapat berikatan dg
– FFA, bilirubin, hormon (kortison, aldosteron, tiroksin, triptofan
– obat-obat asam lemah (anionik) berikatan dengan albumin dg
ikatan elektrostatik dan hidrofobik
– Obat asam lemah yg terikat kuat dg albumin: asam salisilat,
fenilbutazon, penisilina
PROTEIN PENGIKAT OBAT DI
PLASMA - α1 asam
glikoprotein/orosomukoid

• Terutama mengikat obat basa (kationik)


propanolol, imipramin, lidokain
• Kapasitas rendah, afinitas tinggi
PROTEIN PENGIKAT
Protein pengikat obat di plasma
OBAT DI PLASMA -
LIPOPROTEIN
(lipoprotein)
• Kompleks molekul dari lemak dan protein
(VLDL, LDL, HDL)
• Bertanggungjawab untuk transport lipid ke
liver dan untuk ikatan obat jika site ikatan
albumin sudah jenuh
PROTEIN PENGIKAT
Protein pengikat obat di plasma
OBAT DI PLASMA -
ERITROSIT
(eritrosit)
• RBC dapat mengikat senyawa endogen dan
eksogen
• RBC  45% volume darah
• Penembusan ke dalam RBC tergantung
konsentrasi obat bebas
• Ikatan obat dengan albumin  menurunkan
ikatan obat dg RBC
PROTEIN PENGIKAT
Protein pengikat obat di plasma
OBAT DI PLASMA -
ERITROSIT
(eritrosit)
• Namun pada sebagian besar obat, RBC tdk
memberi pengaruh bermakna pada VD  karena
cenderung obat terikat dg albumin
• Meski fenitoin afinitasnya besar thd RBC -
hanya 25% obat dalam sel darah, 75% di plasma,
karena obat jg terikat dg albumin
• Obat dg ikatan RBC yg kuat  hematokrit
mempengaruhi jumah obat dlm darah  total
konsentrasi obat dlm darah lengkap hendaknya
diukur
Outline OUTLINE
Protein pengikat obat di plasma

Hubungan ikatan protein dengan distribusi dan eliminasi

Pengaruh ikatan protein dan VD

Kinetik ikatan protein

Penentuan tetapan ikatan dan tempat ikatan obat protein

Kemaknaan klinik ikatan obat protein


HUBUNGAN IKATAN PROTEIN
DENGAN DISTRIBUSI DAN
ELIMINASI

• Obat yg terikat kuat protein plasma  klirens


keseluruhan menurun
• Obat yg metabolisme utamanya oleh liver 
ikatan protein mencegah obat masuk ke
hepatosit  penurunan metabolisme oleh
liver
Hubungan ikatan protein
DENGAN dengan
HUBUNGAN IKATAN PROTEIN
DISTRIBUSI DAN
ELIMINASI
distribusi dan eliminasi
Hubungan ikatan protein
DENGAN dengan
HUBUNGAN IKATAN PROTEIN
DISTRIBUSI DAN
ELIMINASI
distribusi dan eliminasi
• Obat terikat protein  molekul besar  tidak
bisa difiltrasi o/ glomerulus
• Sefalosporin  eliminasi utama lewat ginjal
 t ½ meningkat
Hubungan ikatan protein
DENGAN dengan
HUBUNGAN IKATAN PROTEIN
DISTRIBUSI DAN
ELIMINASI
distribusi dan eliminasi

Penisilin   ikatan rotein besar  t1/2 pendek  SEKRESI AKTIF oleh ginjal
Hubungan ikatan protein
DENGAN dengan
HUBUNGAN IKATAN PROTEIN
DISTRIBUSI DAN
ELIMINASI
distribusi dan eliminasi
Hubungan antara VD dan t ½ eliminasi

• Eliminasi  terutama o/ginjal dan proses


metabolik lain
• Distribusi besar  pengenceran dlm vol besar
ginjal sulit memfiltrasi lewat glomerulus
• Dg klirens yg tetap  VD meningkat  t ½ ??
HUBUNGAN IKATAN PROTEIN
DENGAN DISTRIBUSI DAN
ELIMINASI

Hubungan antara VD dan t ½ eliminasi

• Konsentrasi obat dlm plasma yg rendah disebabkan


oleh:
– Distribusi luas ke dalam jaringan (lipofilisitas)
– Distribusi yg luas ke jaringan ok ikatan protein d jaringan
perifer
– Kurangnya ikatan protein plasma
Outline OUTLINE
Protein pengikat obat di plasma

Hubungan ikatan protein dengan distribusi dan eliminasi

Pengaruh ikatan protein dan VD

Kinetik ikatan protein

Penentuan tetapan ikatan dan tempat ikatan obat protein

Kemaknaan klinik ikatan obat protein


PENGARUH
IKATAN PROTEIN
DAN VD

• Obat yg terikat kuat pada protein plasma  fraksi


obat bebasnya (fu) rendah dlm cairan plasma 
tidak mudah berdifusi  kurang terdistribusi ke
jaringan  VD kecil
• Obat-obat seperti warfarin, furosemid,
tolbutamid terikat protein plasma > 90%  VD
antara 7,7-11,2 per 70kg BB.
• Obat2 basa terikat secara luas baik ke jaringan
maupun protein plasma (imipamin, nortriptilin,
propanolol)  VD besar
PENGARUH
IKATAN PROTEIN
Pengaruh ikatan protein dan VD DAN VD

• Pendesakan obat dari protein plasma dapat mempengaruhi


farmakokinetika obat dg beberapa cara
1. Secara langsung meningkatkan konsentrasi obat bebas sbg akibat
penurunan ikatan protein dalam darah
2. Meningkatkan konsentrasi obat bebas yg mencapai site reseptor
langsung, menyebabkan respon farmakodinamik yg lebih kuat (efek
toksik)
3. Meningkatkan konsentrasi obat bebas, menyebabkan peningkatan
sementara VD dan mengurangi sebagian peningkatan konsentrasi
obat bebas dalam plasma
4. Meningkatkan konsentrasi obat bebas, menyebabkan semakin
banyak obat terdistribusi ke jaringan dan organ pengeliminasi (Liver
dan ginjal) menyebabkan peningkatan sementara eliminasi obat
– Konsentrasi obat yg mencapai target  tergantung dari 1 atau lebih dari
faktor di atas yg mendominasi keadaan klinik
PENGARUH
IKATAN PROTEIN
Pengaruh ikatan protein dan VD DAN VD

Penurunan ikatan protein  meningkatkan konsentrasi obat


bebas yg berdifusi ke cairan ekstrasel  VD besar
PENGARUH
IKATAN PROTEIN
Pengaruh ikatan protein dan VD
DAN VD
PENGARUH
IKATAN PROTEIN
Pengaruh ikatan protein dan VD DAN VD

• Beberapa obat bergerak ke interstisial tetapi tdk mampu


berdifusi melintasi membran sel ke dalam cairan intrasel 
Vd menurun

• Beberapa obat tdk menaati aturan umum ikatan  VD


tidak berkaitan dg ikatan obat dlm plasma
Outline OUTLINE
Protein pengikat obat di plasma

Hubungan ikatan protein dengan distribusi dan eliminasi

Pengaruh ikatan protein dan VD

Kinetik ikatan protein

Penentuan tetapan ikatan dan tempat ikatan obat protein

Kemaknaan klinik ikatan obat protein


KINETIK IKATAN
Kinetik ikatan protein PROTEIN

• Ikatan obat protein yg reversible  hukum AKSI-


MASA
• Protein [P] +obat [D]  kompleks obat-protein
[PD]
• Ka  rasio konsentrasi molar produk dan reaktan
• Ka = [PD]/[P][D]
• Semakin tinggi Ka  semakin kuat derajat ikatan
obat dan protein  butuh dosis yg lbh tinggi utk
mencapai efek terpetik
KINETIK IKATAN
Kinetik ikatan protein PROTEIN

• Untuk mempelajari perilaku ikatan obat,


ditetapkan rasio r
• r=mol obat terikat/mol protein total

• Substitusi rumus Ka
KINETIK IKATAN
Kinetik ikatan protein PROTEIN

Jika terdapat n ikatan yg identik

• Kd=1/Ka
n=jumlah site ikatan/molekul albumin
K=tetapan ikatan

• Molekul protein lebih besar dibanding molekul obat dan dapat


mengandung lbh dari 1 jenis site ikatan obat
• Jika terdapat >1 jenis site ikatan obat dan obat mengikat setiap site
secara bebas dengan tetapan asosiasi masing-masing, maka
KINETIK IKATAN
Kinetik ikatan protein PROTEIN

• Persamaan di atas  tiap molekul obat


mengikat protein pada satu site ikatan bebas
dan afinitas suatu obat pada suatu site tdk
mempengaruhi ikatan pada site yg lain
• Kenyataan  fenomen KOOPEARTIVITAS 
ikatan pertama mempengaruhi ikatan
berikutnya
Outline OUTLINE
Protein pengikat obat di plasma

Hubungan ikatan protein dengan distribusi dan eliminasi

Pengaruh ikatan protein dan VD

Kinetik ikatan protein

Penentuan tetapan ikatan dan tempat ikatan obat protein

Kemaknaan klinik ikatan obat protein


PENENTUAN TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN

• Metode in vitro (konsentrasi protein


diketahui)
• Metode in vivo (konsentrasi protein tidak
diketahui)
• Hubungan antara konsentrasi protein dan
konsentrasi obat dalam ikatan obat protein
Penentuan tetapan ikatanPENENTUAN
dan tempat
TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN
ikatan obat protein
Metode in vitro (konsentrasi protein
diketahui)
Penentuan tetapan ikatanPENENTUAN
dan tempat
TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN
ikatan obat protein
Metode in vitro (konsentrasi protein
diketahui)

• Double reciprocal plot


– Jumlah site ikatan  intersep
– Ka  dari slop
• Jika grafik d samping tdk
menghasilkan garis lurus
proses ikatan obat > kompleks
• Pers tsb  untuk ikatan dg 1 site
dan tdk ada interaksi antar site
Penentuan tetapan ikatanPENENTUAN
dan tempat
TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN
ikatan obat protein
Metode in vitro (konsentrasi protein
diketahui)

Scatchard plot
Penentuan tetapan ikatanPENENTUAN
dan tempat
TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN
ikatan obat protein
Metode in vitro (konsentrasi protein
Scatchardplot diketahui)

Hypothetical binding of drug to


protein. The k's represent
independent binding constants and
the n's represent the number of
binding sites per molecule of
protein.
Penentuan tetapan ikatanPENENTUAN
dan tempat
TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN
ikatan obat protein
Metode in vitro (konsentrasi protein
Scatchardplot diketahui)

Binding curves for salicylic acid to


crystalline bovine serum albumin. Curve
I, plot for one class, n 1 = 0.72, k 1 =
25,000. Curve II, plot for second class, n 2
= 5.3, k 2 = 150. Curve I + II, plot for both
binding sites, sum of the above.
Penentuan tetapan ikatanPENENTUAN
dan tempat
TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN
ikatan obat protein
Metode in vivo (konsentrasi protein tidak
diketahui)

• Metode “reciprocal” dan “Scatchard” tidak dapat


digunakan jika SIFAT dan JUMLAH protein yg pasti dlm
sist percobaan TIDAK diketahui  parameter yg
digunakan PERSEN OBAT TERIKAT  FRAKSI OBAT
TERIKAT (β)

[Dβ] = konsentrasi obat terikat [PT] = konsentrasi protein total


[DT] = konsentrasi obat total [D] = konsentrasi obat bebas
Penentuan tetapan ikatanPENENTUAN
dan tempat
TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN
ikatan obat protein
Metode in vivo (konsentrasi protein tidak
diketahui)

Pengukuran ikatan obat protein hendaknya diperoleh dari n[PT]


rentang konsentrasi yang lebar
 Konsentrasi obat rendah + afinitas tinggi  kapasitas
rendah site ikatan dapat hilang
Konsnetrasi obat tinggi + afinitas tinggi  kejenuhan
site ikatan
Penentuan tetapan ikatanPENENTUAN
dan tempat
TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN
ikatan obat protein
Hubungan antara konsentrasi protein dan
konsentrasi obat dalam ikatan obat protein

• Konsentrasi obat, konsentrasi


protein, tetapan asosiasi afinitas)
/ Ka  mempengaruhi fraksi obat
terikat
• Konsentrasi obat rendah 
sebagian besar obat dpt terikat
protein
• Konsentrasi obat tinggi  jenuh
 konsentrasi obat bebas
meningkat Fraction of drug bound versus drug
concentration at constant protein
concentration
Penentuan tetapan ikatanPENENTUAN
dan tempat
TETAPAN
IKATAN DAN TEMPAT
IKATAN OBAT PROTEIN
ikatan obat protein
Hubungan antara konsentrasi protein dan
konsentrasi obat dalam ikatan obat protein
Outline OUTLINE
Protein pengikat obat di plasma

Hubungan ikatan protein dengan distribusi dan eliminasi

Pengaruh ikatan protein dan VD

Kinetik ikatan protein

Penentuan tetapan ikatan dan tempat ikatan obat protein

Kemaknaan klinik ikatan obat protein


KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein
OBAT PROTEIN

• Sebagian besar obat terikat protein plasma


secara reversible sampai tingkat tertentu

• Fraksi obat terikat dapat berubah dengan


adanya perubahan konsentrasi obat dalam
plasma dan dosis yg diberikan, disamping
konsentrasi protein plasma pasien
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
OBAT PROTEIN

Effect of protein concentration on the percentage of drug bound. A, B, and C represent


hypothetical drugs with respectively decreasing binding affinity
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
OBAT PROTEIN

• Bila konsentrasi protein plasma rendah  u/ setiap


pemberian dosis obat, konsentrasi obat bebas
kemungkinan lebih tinggi dari yg diharapkan
• Faktor yg mempengaruhi konsentrasi protein plasma

• Sindrom nefrotik  akumulasi sisa metabolik (urea, urat)


dan akumulasi metabolik obat dapat mengubah ikatan obat
protein
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein
OBAT PROTEIN

• Pada penyakit genetik  perubahan urutan as


amino protein  perubahan kualitas protein
• Liver, ginjal  Perubahan kualitas protein yg
disintesis
• Perubahan tsb dapat mengubah tetapan
asosiasi maupun afinitas obat thd protein
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein OBAT PROTEIN

• Bila obat dg ikatan protein tinggi didesak dari ikatannya


oleh obat kedua  terjadi peningkatan konsentrasi
obat bebas yg tajam  toksisitas
• Co: warfarin dg fenilbutazonakan berkompetisi utk site
ikatan yg sama  warfarin bebas meningkat 
perdarahan
• Albumin memiliki 2site ikatan
– Site I fenilbutazon, sulfonamid, fenitoin, as valproat
– Site II penisilin semi sintetik, probenesid., as lemak rantai
medium, benzodiasepin
– Beberapa obat mengikat kedua site tsb  kompetisi 
pendesakan
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein
OBAT PROTEIN

• Sifat alosterik ikatan protein  ikatan obat


mengubah konformasi protein 
mempengaruhi sifat ikatan utk molekul
selanjutnya
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein
OBAT PROTEIN

Pengaruh Pendesakan

• Pendesakan  peningkatan vol distribusi dan


peningkatan t ½
• Pendesakan  kadar obat bebas tunak
meningkat  efek terapetik meningkat
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein OBAT PROTEIN

Distribusi dan Farmakodinamika Obat

Effect of reversible drug–protein binding on drug distribution and


elimination
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein OBAT PROTEIN

Distribusi dan Farmakodinamika Obat

Calculated time course of total and free diazoxide concentrations in arterioles


KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein OBAT PROTEIN

Distribusi dan Farmakodinamika Obat

JENUH

Simulation showing changes in fraction of free (unbound) drug over various molar drug
concentrations for three drugs with protein binding
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein
OBAT PROTEIN

Distribusi dan Farmakodinamika Obat


KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
Kemaknaan klinik ikatan obat protein OBAT PROTEIN

Distribusi dan Farmakodinamika Obat

• Selain karena pendesakan, perubahan struktur


akibat ikatan protein dengan suatu obat, dapat
mengganggu ikatan protein dengan obat lainnya
• Contoh: aspirin  mengasetilasi residu lisin dari
albumin  mengubah kapasitas ikatan albumin
dg fenilbutazon
• Pendesakan zat endogen dg protein plasma
akibat obat  biasanya konsekuensi kecil 
mekanisme umpan balik
KEMAKNAAN
KLINIK IKATAN
OBAT PROTEIN

Distribusi dan Farmakodinamika Obat

• Pada bayi  penggunaan obat-obatan yg


dapat mendesak ikatan protein dg bilirubin 
retardasi mental  krn kesulitasn eliminasi
bilirubin pada bayi yg br lahir
• Ikatan obat protein  lama aksi (durasi) yg
panjang  pengaruh depo dari kompleks
protein-obat