Anda di halaman 1dari 18

BAB II

IDENTIFIKASI LAPANGAN

A. ASPEK EKOLOGI/LINGLUNGAN
1.TEORI
Sistem keberlanjutan secara lingkungan harus mampu memelihara sumber daya
yang stabil, menghindari eksploitasi sumber daya alam dan fungsi penyerapan
lingkungan. Konsep ini juga menyangkut pemeliharaan keanekaraman hayati,
stabilitas ruang udara, dan fungsi ekosistem lainnya yang tidak termasuk kategori
sumbersumber ekonomi. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas
ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Termasuk dalam hal
ini ialah terpeliharanya keragaman hayati dan daya tekstur bilogis, sumber daya tanah, air dan
agroklimat, serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Penekanan dilakukan pada preservasi
daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada

konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan (Enviromentally
Sustainable Development Triangle-World Bank, Serageldin and Steer, 1994 dalam
Dahuri, 1998).
Ilmu lingkungan adalah penggabungan ekologi yang dilandasi dengan tatanan alam merupakan
ilmu pengetahuan murni yang mengatur sikap serta perilaku manusia dapat bersifat lintas disiplin
sesuai dengan persoalan yang dihadapi. Ilmu lingkungan mempelajari tempat dan peranan
manusia di antara makhluk hidup dan komponen kehidupan lainnya. Dalam hal ini ilmu
lingkungan dapat dikatakan sebagai ekologi terapan, yaitu bagaimana menerapkan berbagai
prinsip dan ketentuan ekologi itu dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain ilmu lingkungan
adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia harus menempatkan dirinya dalam ekosistem
atau lingkungan hidupnya. Ilmu lingkungan mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari
hubungan antara jasad hidup dengan lingkungannya (Ismail, 2016).

4
5

Sihotang, (2010) secara khusus menekankan tentang aspek pencemaran dan


kerusakan di lingkungan pertanian dapat disebabkan karena penggunaan
agrokimia (pupuk dan pestisida) yang tidak proporsional. Dampak negatif dari
penggunaan agrokimia antara lain berupa pencemaran air, tanah, dan hasil
pertanian, gangguan kesehatan petani, menurunnya keanekaragaman hayati.
Penggunaan pestisida yang berlebih dalam kurun yang panjang, akan berdampak
pada kehidupan dan keberadaan musuh alami hama dan penyakit, dan juga
berdampak pada kehidupan biota tanah. Hal ini menyebabkan terjadinya ledakan
hama penyakit dan degradasi biota tanah. Penggunaan pupuk kimia yang
berkonsentrasi tinggi dan dengan dosis yang tinggi dalam kurun waktu yang
panjang menyebabkan terjadinya kemerosotan kesuburan tanah karena terjadi
ketimpangan hara atau kekurangan hara lain, dan semakin merosotnya kandungan
bahan organik tanah. Penanaman varietas padi unggul secara mono kultur tanpa
adanya pergiliran tanaman, akan mempercepat terjadinya pengurasan hara sejenis
dalam jumlah tinggi dalam kurun waktu yang pendek. Hal ini kalau dibiarkan
terus menerus tidak menutup kemungkinan terjadinya defisiensi atau kekurangan
unsur hara tertentu dalam tanah.
Ekologi pertanian sangat dibutuhkan karena untuk meningkatakan pemahaman kita dalam
melakukan budidaya pertanian. Dengan kita memahami ekosistem yang ada di lingkungan
pertanian maka kita dapat mencegah terjadinya kerusakan alam. Berikut ini adalah dari kegunaan
ekologi pertanian itu sendiri :
a. Tanaman dapat tumbuh dengan kebutuhan yang baik karena ekosistem pada lingkungannya
telah berjalan dengan baik
b. Pengurangan kerusakan pada lingkungan yakni setelah tahu kebutuhan ekosistem yang di
perlukan dapat mengurangi penggunaan pestisida
c. Rantai makanan berjalan dengan baik karena ekosistem pada lingkungan tersebut sudah
diperhatikan
d. Menigkatkan hasil pertanian yang memuaskan dengan syarat baik dan tidak merugikan
lingkungan di sekitarnya (Husna,dkk, 2011).

2.HASIL PENGAMATAN
Tabel 2.1 hasil pengamatan aspek ekologi/lingkungan responden 1
6

Hasil Pengamatan Responden 1 (Bapak Subandi)


7

Aspek Pengamatan Hasil Keterangan Nilai


Tanah dan Air
1. Penguasaan lahan 100% milik sendiri Sangat baik 5
2. Ketinggian tempat <500 mm Sangat baik 5
3. kemiringan lahan 0-3% Sangat baik 5
4. Kedalaman solum <15 cm Tidak baik 1
5. Tekstur bahan mineral Pasir Tidak baik 1
6. Drainase Agak cepat Cukup baik 3
7. pH tanah 5,5 - 7,5 Sangat baik 5
8. pH air <2,5 atau >7,5 Tidak baik 1
9. Bahan organik BO < 1,5% Tidak baik 1
10. Bau irigasi Agak berbau Baik 4
11. Kekeruhan air irigasi Jernih Sangat baik 5
12. Pengelolaan tanah OTS Tidak baik 1
Tanaman
1. Jenis tanaman 4-5 Jenis Baik 4
100% membuat
2. Benih lahan sawah Sangat baik 5
sendiri
3. Benih lahan tegalan Kadang membuat Cukup baik 3
4. Pupuk yang digunakan 75% organik Baik 4
5. Penggunaan pestisida 50% hayati Cukup baik 3
6. Pengelolaan limbah 100% dikelola Sangat baik 5
Iklim
1. Curah hujan <500 mm Tidak baik 1
2. Suhu udara 35-40◦c Kurang baik 2
3. kelembaban udara <11% Tidak baik 1
4. Jumlah bulan basah 1-3 bulan/tahun Kurang baik 2
5. Jumlah bulan kering 9-10 bulan/tahun Kurang Baik 2
Total 77
Total hasil pengamatan dari responden 1 Bapak Subandi adalah sebesar 77
artinya kegiatan pertanian yang dilakukan termasuk dalam kategori ramah
lingkungan.

Tabel 2.2 Hasil pengamatan aspek ekologi/lingkungan responden 2


Hasil Pengamatan Responden 1 (Bapak Murdiana)
Aspek Pengamatan Hasil Keterangan Nilai
Tanah dan Air
1. Penguasaan lahan 100% milik sendiri Sangat baik 5
8

2. Ketinggian tempat <500 mm Sangat baik 5


3. kemiringan lahan 0-3% Sangat baik 5
4. Kedalaman solum >50 cm Sangat baik 5
5. Tekstur bahan mineral Pasir Tidak baik 1
6. Drainase Agak butuk Kurang baik 2
7. pH tanah 5,5-7,5 Sangat baik 5
8. pH air 5,5-7,5 Sangat baik 5
9. Bahan organik B0<1,5% Tidak baik 1
10. Bau irigasi Agak berbau Baik 4
11. Kekeruhan air irigasi Jernih Sangat baik 5
12. Pengelolaan tanah OTS Tidak baik 1
Tanaman
1. Jenis tanaman >5 jenis tanaman Sangat baik 5
2. Benih lahan sawah Selalu membeli Tidak baik 1
3. Benih lahan tegalan Selalu membeli Tidak baik 1
4. Pupuk yang digunakan 25% organik Kurang baik 2
5. Penggunaan pestisida 25% hayati Kurang baik 2
6. Pengelolaan limbah 50% dikelola Cukup baik 3
Iklim
1. Curah hujan <500 mm Tidak baik 1
2. Suhu udara 29-32◦c Baik 4
3. kelembaban udara <11% Tidak baik 1
4. Jumlah bulan basah 4-6 bulan/tahun Cukup baik 3
5. Jumlah bulan kering 3-6 bulan/tahun Baik 4
Total 71
Total hasil pengamatan dari responden 2 Bapak Murdiana adalah sebesar 71
artinya kegiatan pertanian yang dilakukan termasuk dalam kategori ramah
lingkungan.

B. ASPEK EKONOMI
1.TEORI
Keberlajutan ekonomi diartikan sebagai pembangunan yang mampu
menghasilkan barang dan jasa secara kontinu untuk memelihara keberlanjutan
pemerintahan dan menghindari terjadinya ketidakseimbangan sektoral yang dapat
merusak produksi pertanian dan industri. Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep
maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset
9

produktif yang menjadi basis dalam memperoleh pendapatan tersebut. Indicator utama dimensi
ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan
stabilitas ekonomi. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi

manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang (Enviromentally Sustainable


Development Triangle-World Bank, Serageldin and Steer, 1994 dalam Dahuri,
1998).
Pertanian berkelanjutan secara ekonomi erat kaitannya dengan kegiatan usaha
tani. Usahatani yang berarti himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat di
tempat itu yang diperlukan untuk produksi pertanian seperti tubuh tanah dan air,
perbaikan - perbaikan yang telah dilakukan atas tanah itu, sinar
matahari,bangunan-bangunan yang didirikan di atas tanah dan sebagainya.
Usahatani ini bisa berupa usaha bercocok tanam atau memelihara serta merawat
ternak. Usahatani ini tidak dapat diartikan sebagai perusahaan, namun usahatani
ini sendiri adalah cara hidup (way of life).

2.HASIL PENGAMATAN
Tabel 2.3 Hasil pengamatan aspek ekonomi pada responden 1
Hasil Pengamatan Responden 1 (Bapak Subandi)
Aspek Pengamatan Hasil Keterangan Nilai
Sumber Pendapatan
1. Jenis pekerjaan Petani pemilik Sangat baik 5
2. Jenis pendapatan petani On+Off+Non farm Sangat baik 5
Sistem Hasil
1. Distribusi hasil Mingguan Baik 4
Input Saprodi
100% Membuat
1. Benih yang digunakan Sangat baik 5
sendiri
100% Membuat
2. Pupuk yang digunakan Sangat Baik 5
sendiri
3. Pestisida yang digunakan Selalu membeli Tidak baik 1
4. Tenaga kerja yang terlibat Semua TK upah Tidak baik 1
10

5. Kepemilikan lahan Milik sendiri Cukup baik 3


6. Alsintan yang digunakan Milik sendiri Sangat baik 5
7. Air pengairan Tidak membayar Sangat baik 5
Tingkat Pendapatan
Selalu bisa
1. Tingkat pendapatan Sangat baik 5
menabung
Total 44
Total hasil pengamatan dari responden 1 Bapak Subandi adalah sebesar 44
artinya kegiatan budidaya yang dilakukan termasuk dapat dikatakan
menguntungkan.

Tabel 2.4 Hasil pengamatan aspek ekonomi pada responden 2


Hasil Pengamatan Responden 2 (Bapak Murdiana)
Aspek Pengamatan Hasil Keterangan Nilai
Sumber Pendapatan
Petani
1. Jenis pekerjaan penggarap+Buruh Cukup Baik 3
Tani
2. Jenis pendapatan petani On+off farm Baik 4
Sistem Hasil
1. Distribusi hasil Harian Sangat baik 5
Input Saprodi
Kadang membuat
1. Benih yang digunakan Kurang baik 2
sendiri
2. Pupuk yang digunakan Selalu membeli Tidak baik 1
3. Pestisida yang digunakan Selalu membeli Tidak baik 1
4. Tenaga kerja yang terlibat 50% TK keluarga Cukup Baik 3
5. Kepemilikan lahan Milik sendiri Cukup baik 3
6. Alsintan yang digunakan Sewa Kurang baik 2
Milik
7. Air pengairan baik 4
sendiri+sewa/beli
Tingkat Pendapatan
Tidak membayar
1. Tingkat pendapatan Sangat aik 5
iuran
Total 33
Total hasil pengamatan dari responden 1 Bapak Murdiana adalah sebesar 33
artinya kegiatan budidaya yang dilakukan termasuk dapat dikatakan cukup
menguntungkan.

C. ASPEK SOSIAL BUDAYA


11

1.TEORI
Keberlanjutan secara sosial diartikan sebagai sistem yang mampu mencapai
kesetaraan, penyediaan layanan sosial termasuk kesehatan, pendidikan, gender,
dan akuntabilitas politik. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan, berkaitan dengan
kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis
(termasuk tercegahnya konflik sosial), preservasi keragaman budaya dan modal sosio-
kebudayaan, termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Untuk itu, pengentasan
kemiskinan, pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipasi sosial politik dan
stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam

pelaksanaan pembangunan (Enviromentally Sustainable Development Triangle-World


Bank, Serageldin and Steer, 1994 dalam Dahuri, 1998).
Perubahan budaya dalam bidang pertanian itu dapat berupa peralatan
pertanian, perubahan rotasi tanaman, dan perubahan sistem pengairan. Usaha ini
ada yang cepat dan lambat. Usaha yang cepat inilah disebut revolusi, yaitu
perubahan secara cepat menyangkut masalah pembaruan teknologi pertanian dan
peningkatan produksi pertanian, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Modernisasi di bidang pertanian di Indonesia di tandai dengan perubahan yang
mendasar pada pola-pola pertanian, dari cara-cara tradisional menjadi cara-cara
yang lebih maju. Perubahan –perubahan budaya yang terjadi dalam bidang
pertanian antara lain pengelolahan tanah, penggunaan bibit unggul, penggunaan
pupuk, pengunaan sarana-sarana produksi pertanian, dan pengaturan waktu
panen. Dulu, petani hanya menggunakan cangkul, serta memanfaatkan tenaga
hewan seperti kerbau untuk mengelola sawah dan ladang mereka.Tetapi sekarang,
pekerjaan para petani menjadi terbantu dengan adanya alat-alat pertanian yang
canggih (Fakhri, 2017).

2.HASIL PENGAMATAN
Tabel 2.5 Hasil pengamatan aspek sosial dan budaya pada responden 1
Hasil Pengamatan Responden 1 (Bapak Subandi)
Aspek Pengamatan Hasil Keterangan Nilai
Umur Petani
12

1. Usia petani 62 tahun Tidak baik 1


Pendidikan Petani
1. Pendidikan formal PT Sangat baik 5
4 kali
2. Pendidikan nonformal Sangat baik 5
/musim
Luas Lahan Usahatani
1. Luas lahan >1,0 ha Sangat baik 5
Tingkat Keterbukaan
Sangat
1. Terbuka terhadap inovasi Sangat baik 5
terbuka
2. Kemampuan pendanaan inovasi >80% Sangat baik 5
Total 27
Hasil pengamatan mengenai aspek sosial dan budaya pada responden 1
menunjukkan total sebesar 27 yang artinya responden tersebut termasuk petani
yang mampu bertindak dan mengambil keputusan.

Tabel 2.6 Hasil pengamatan aspek sosial dan budaya pada responden 2
Hasil Pengamatan Responden 2 (Bapak Murdiana)

Aspek Pengamatan Hasil Keterangan Nilai


Umur Petani
1. Usia petani 50 tahun Kurang baik 2
Pendidikan Petani
1. Pendidikan formal SMP Cukup baik 3
Tidak
pernah
2. Pendidikan nonformal Tidak baik 1
mengikuti
pelatihan
Luas Lahan Usahatani
1. Luas lahan <0,25 ha Tidak baik 1
Tingkat Keterbukaan
1. Terbuka terhadap inovasi Hati-hati Cukup baik 3
2. Kemampuan pendanaan inovasi 21-40% Kurang baik 2
Total 12
Hasil pengamatan mengenai aspek sosial dan budaya pada responden 2
menunjukkan total sebesar 12 yang artinya responden tersebut termasuk petani
yang kurang hati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.

D. KONSEP PERTANIAN
13

Tabel 2.7 Hasil penilaian konsep pertanian pada responden 1


Pertanian Berkelanjutan PB PK Pertanian Konvensional
Umum
1 Berorientasi pada berkelanjutan Berorientasi pada keuntungan
v
jangka panjang jangka pendek
2 Dalam menyelesaikan masalah Dalam menyelesaikan masalah
internal, masyarakat internal, masyarakat
v
mengutamakan penggunaan mengutamakan penggunaan
solusi internal solusi eksternal
3 Dalam pemecahan masalah, Dalam pemecahan masalah,
masyarakat menggunakan v masyarakat menggunakan
pendekatan solusi manajemen pendekatan solusi teknologi
4 Masyarkat responsive pada Perilaku masyarakat tani reaktif
v
umpan balik dan partisipasif dengan sifat sementara
Teknis
1 Penggunaan input eksternal oleh Penggunaan input eksternal oleh
v
petani RENDAH petani TINGGI
2 Untuk mempertahankan Untuk mempertahankan
kesuburan tanah dan kesuburan tanah dan
produktivitas mengandalkan produktivitas mengandalkan,
rotasi tanaman, daur ulang v mengandalkan pupuk senyawa
jaringan tanaman, kotran sintetis
hewan, limbah organik off-
farm, serta batuan mineral
3 Untuk mengelola serangga,
Untuk mengelola serangga, gulma dan hama lainnya
gulma dan hama lainnya masyarakat menggunakn
v
masyarakat menggukan budaya pestisida, herbisida, regulator
alam dan control biologis pertumbuhan, obat-obatan dan
pakan ternak aditif
4 Dalam pelaksanaan riset dan Dalam pelaksanaan riset dan
pengembangan (R&D) pengembangan (R&D)
menekankan pada sistem v menekankan pada tanaman
pertanian dan pendekatan monokultur
sistem
5 Mengembangkan diversifikasi Mengembangkan erosi genetik
antara lahan pertanain, pada intensif monocropping
tanaman dan kultivar yang v
berbasis keanekaragaman
hayati
6 Menggunakan kultivar bersari Menggunakan varietas modern
bebas, mempertahankan dan F1 hibrida
v
kultivar tradisional dan kualitas
unggul
7 Menekankan bekerja dengan Menekankan bekerja dengan
v
proses alamiah proses alamia
8 Mengakui spesifik lokasi, Percaya mutlak terhadap
teknologi menggunakan teknologi umum mislanya
v
teknologi tepat guna dan pestisida, pupuk, teknologi
indigenous impor dan teknologi kemasan
9 Menggunakan teknologi yang v Menggunakan teknologi yang
14

melestarikan dan memperkaya melestarikan dan memperkaya


sumberdaya alam sumberdaya alam
Ekonomi
1 Prioritas pada ketahanan Prioritas & Orientasi Ekspor dan

pangan pasar
2 Bergantung pada sumberdaya Padat modal (modal intensif),

alam yang tersedia lokal biasanya membutuhkan kredit
3 Menempatkan nilai tinggi pada Menempatkan nilai tinggi pada
pemenuhan kebutuhan manusia  bursa komoditas di pasar
dan lingkungan
Sosio-Politik
1 Percaya pada akuntabilitas dan Sosio-politik terpisah dan

nilai sarat mengabaikan konsekuensi
Total 15 2
Hasil pengamatan konsep pertanian berkelanjutan di Samas, Bantul pada
responden 1 yaitu Bapak Subandi menghasilkan kesimpulan bahwa kegiatan
pertanian yang dilakukan merupakan pertanian berkelanjutan dengan total penilaian
sebesar 88,23%.

Tabel 2.8 Hasil penilaian konsep pertanian pada responden 2


Pertanian Berkelanjutan PB PK Pertanian Konvensional
Umum
1 Berorientasi pada berkelanjutan Berorientasi pada keuntungan
v
jangka panjang jangka pendek
2 Dalam menyelesaikan masalah Dalam menyelesaikan masalah
internal, masyarakat internal, masyarakat
v
mengutamakan penggunaan mengutamakan penggunaan
solusi internal solusi eksternal
3 Dalam pemecahan masalah, Dalam pemecahan masalah,
masyarakat menggunakan v masyarakat menggunakan
pendekatan solusi manajemen pendekatan solusi teknologi
4 Masyarkat responsive pada Perilaku masyarakat tani reaktif
v
umpan balik dan partisipasif dengan sifat sementara
Teknis
1 Penggunaan input eksternal oleh Penggunaan input eksternal oleh
v
petani RENDAH petani TINGGI
2 Untuk mempertahankan Untuk mempertahankan
kesuburan tanah dan kesuburan tanah dan
produktivitas mengandalkan produktivitas mengandalkan,
rotasi tanaman, daur ulang v mengandalkan pupuk senyawa
jaringan tanaman, kotran sintetis
hewan, limbah organik off-
farm, serta batuan mineral
3 Untuk mengelola serangga, v Untuk mengelola serangga,
gulma dan hama lainnya gulma dan hama lainnya
masyarakat menggukan budaya masyarakat menggunakn
alam dan control biologis pestisida, herbisida, regulator
pertumbuhan, obat-obatan dan
15

pakan ternak aditif


4 Dalam pelaksanaan riset dan Dalam pelaksanaan riset dan
pengembangan (R&D) pengembangan (R&D)
menekankan pada sistem v menekankan pada tanaman
pertanian dan pendekatan monokultur
sistem
5 Mengembangkan diversifikasi Mengembangkan erosi genetik
antara lahan pertanain, pada intensif monocropping
tanaman dan kultivar yang v
berbasis keanekaragaman
hayati
6 Menggunakan kultivar bersari Menggunakan varietas modern
bebas, mempertahankan dan F1 hibrida
v
kultivar tradisional dan kualitas
unggul
7 Menekankan bekerja dengan Menekankan bekerja dengan
v
proses alamiah proses alamia
8 Mengakui spesifik lokasi, Percaya mutlak terhadap
teknologi menggunakan teknologi umum mislanya
v
teknologi tepat guna dan pestisida, pupuk, teknologi
indigenous impor dan teknologi kemasan
9 Menggunakan teknologi yang Menggunakan teknologi yang
melestarikan dan memperkaya v melestarikan dan memperkaya
sumberdaya alam sumberdaya alam
Ekonomi
1 Prioritas pada ketahanan Prioritas & Orientasi Ekspor dan
v
pangan pasar
2 Bergantung pada sumberdaya Padat modal (modal intensif),
v
alam yang tersedia lokal biasanya membutuhkan kredit
3 Menempatkan nilai tinggi pada Menempatkan nilai tinggi pada
pemenuhan kebutuhan manusia v bursa komoditas di pasar
dan lingkungan
Sosio-Politik
1 Percaya pada akuntabilitas dan Sosio-politik terpisah dan
v
nilai sarat mengabaikan konsekuensi
Total 6 11
Hasil pengamatan konsep pertanian berkelanjutan di Samas, Bantul pada
responden 2 yaitu Bapak Murdiana menghasilkan kesimpulan bahwa kegiatan
pertanian yang dilakukan merupakan pertanian konvesional dengan total penilaian
sebesar 35%.

E. PEMBAHASAN
1.ASPEK EKOLOGI
a. Responden 1 (Bapak Subandi)
16

Pertanian di lahan pasir pantai Samas, Bantul menurut responden 1


Bapak Subandi yaitu diperoleh hasil pengamatan ekologi/lingkungan pada
bagian tanah dan air didapat hasil pengamatan sebagian besar dapat dikatakan
sangat baik. Didukung dengan 100% kepemilikan tanah merupakan milik
sendiri, ketinggian lahan pasir pantai yang <500 mm dengan kemiringan lahan
hanya sebesar 0-3%. Kondisi drainase yang agak cepat, pH tanah sebesar 5,5-
7,5, irigasi yang agak berbau dan jernih. Kandungan bahan organik di lahan
Bapak Subandi sedikit yaitu <1,5% sehingga untuk menanggulangi hal tersebut
maka dilakukan olah tanah sempurna (OTS).
Pengamatan aspek ekologi/lingkungan dengan fokus pengamatan
mengenai tanaman diperoleh data bahwa jenis tanaman yang dibudidayakan
responden 1 Bapak Subandi adalah sebanyak 4-5 jenis tanaman, benih untuk
lahan sawah 100% dibuat sendiri dan benih untuk lahan tegalan terkadang
membuat sendiri dan ada juga yang membeli. Bapak Subandi menggunakan
bahan-bahan alami untuk kegiatan pertanian sehingga beliau 75%
menggunakan pupuk organik dan 50% menggunakan pestisida hayati/nabati
dengan semua limbah pertanian dikelola kembali.
Samas, Bantul khususnya pada lahan pasir pantai milik Bapak Subandi
memiliki kondisi iklim yang mendukung untuk kegiatan pertanian seperti curah
hujan <500 mm, suhu udara sebesar 29-32oC, serta kelembaban udara <11%,
jumlah bulan basah 1-3 bulan/tahun dan jumlah bulan kering 9-10 bulan/tahun.
Berdasarkan hasil pengamatan mengenai aspek ekologi/lingkungan pada
responden 1 Bapak Subandi diperoleh total nilai sebesar 77 yang dikategorikan
sebagai pertanian yang ramah lingkungan. Dapat dikatakan bahwa Bapak
Subandi telah menjalankan kegiatan pertanian yang berorientasi pada
keberlanjutan lingkungan.

b. Responden 2 (Bapak Murdiana)


Pertanian di lahan pasir pantai Samas, Bantul menurut responden 2
Bapak Murdiana yaitu diperoleh hasil pengamatan ekologi/lingkungan pada
bagian tanah dan air didapat hasil pengamatan sebagian besar dapat dikatakan
17

sangat baik. Didukung dengan 100% kepemilikan tanah merupakan milik


sendiri, ketinggian lahan pasir pantai yang <500 mm dengan kemiringan lahan
hanya sebesar 0-3%. Kedalaman solum >50 cm dengan tekstur bahan mineral
merupakan pasir. Kondisi drainase agak buruk, pH tanah sebesar 5,5-7,5, irigasi
yang agak berbau dan jernih. Kandungan bahan organik di lahan Bapak
Subandi sedikit yaitu <1,5% sehingga untuk menanggulangi hal tersebut maka
dilakukan olah tanah sempurna (OTS).
Pengamatan aspek ekologi/lingkungan dengan fokus pengamatan
mengenai tanaman diperoleh data bahwa jenis tanaman yang dibudidayakan
responden 1 Bapak Murdiana adalah sebanyak >5 jenis tanaman, benih untuk
lahan sawah tidak pernah membuat atau selalu membeli. Bapak Murdiana
petani yang menggunakan banyak bahan-bahan kimia serta sedikit bahan
nabati/hayati dalam kegiatan budidayanya, berupa 75% pupuk kimia dan 75%
menggunakan pestisida kimia dengan hanya sebagian limbah pertanian yang
dikelola.
Samas, Bantul khususnya pada lahan pasir pantai memiliki kondisi iklim
yang mendukung untuk kegiatan pertanian seperti curah hujan <500 mm, suhu
udara sebesar 29-32oC, serta kelembaban udara <11%, jumlah bulan basah 4-
6bulan/tahun dan jumlah bulan kering 9-10 bulan/tahun.
Berdasarkan hasil pengamatan mengenai aspek ekologi/lingkungan pada
responden 2 Bapak Murdiana diperoleh total nilai sebesar 71 yang
dikategorikan sebagai pertanian yang ramah lingkungan. Dapat dikatakan
bahwa Bapak Murdiana telah menjalankan kegiatan pertanian yang berorientasi
pada keberlanjutan lingkungan. Meskipun belum sepenuhnya dapat
menggunakan bahan-bahan hayati/nabati.

2.ASPEK EKONOMI
a. Responden 1 (Bapak Subandi)
Menurut responden 1 Bapak Subandi yaitu diperoleh hasil pengamatan
aspek ekonomi beliau merupakan petani pemilik lahan dengan kegiatan
pertanian yang meliputi on farm, off farm, dan non farm. Melalui kegiatan
18

budidaya di lahan pasir pantai Bapak Subandi memperoleh penghasilan pada


setiap minggu. Untuk menunjang kegiatan pertanian selalu membuat sendiri
benih yang digunakan dan 75% semua pupuk yang digunakan juga dibuat
sendiri oleh Bapak Subandi dengan mengoptimalkan potensi yang ada yaitu
kotoran ternak. Selain pupuk, Bapak Subandi miliki alat dan mesin pertanian
sendiri sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk beberapa hal
tersebut. Namun untuk pestisida dan tenaga kerja yang terlibat selalu membeli
dan menyewa hal ini dikarenakan untuk melakukan budidaya di lahan pasir
Bapak Subandi membutuhkan bantuan tenaga kerja sehingga membayar tenaga
kerja upah.
Berdasarkan hasil pengamatan mengenai aspek ekonomi pada responden 1
Bapak Subandi diperoleh total nilai sebesar 44. Artinya kegiatan budidaya yang
dilakukan dapat dikatakan menguntungkan. Di dukung dengan tingkat
pendapatan Bapak Subandi yang tergolong sangat tinggi yaitu sebesar 40-50
juta/bulan dan dapat menabung setiap bulannya. Dapat dikatakan budidaya
dilahan pasir merupakan kegiatan pertanian yang layak untuk dikembangkan
karena mendatangkan keuntungan bagi petani.

b. Responden 2 (Bapak Murdiana)


Menurut responden 2 Bapak Murdiana yaitu diperoleh hasil pengamatan
aspek ekonomi beliau petani penggarap lahan dan merupakan seorang buruh
tani dengan kegiatan pertanian berupa on farm dan off farm. Pak Murdiana
memperoleh penghasilan dengan distribusi hasil dilakukan secara harian. Untuk
menunjang kegiatan pertanian, bibit yang digunakan kadang membuat sendiri
selebihnya selalu membeli benih dan selalu membeli pestisida yang digunakan.
Untuk pupuk yang digunakan selalu membeli. Dalam melakukan kegiatan
budidaya 50% tenaga yang terlibat merupakan tenaga kerja keluarga. Hasil
pengamatan juga menunjukkan bahwa Bapak Murdiana tidak membayar iuran
pengairan dan memiliki alat serta mesin pertanian yang digunakan, terkadang
juga menyewa.
19

Berdasarkan hasil pengamatan mengenai aspek ekonomi pada responden


2 Bapak Murdiana diperoleh total nilai sebesar 33. Artinya kegiatan budidaya
yang dilakukan dapat dikatakan cukup menguntungkan. Dimana tingkat
pendapatan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat menabung
setiap bulannya. Dapat dikatakan budidaya dilahan pasir merupakan kegiatan
pertanian yang layak untuk dikembangkan karena mendatangkan keuntungan
bagi petani.

3.ASPEK SOSIAL BUDAYA


a. Responden 1 (Bapak Subandi)
Hasil pengamatan mengenai aspek sosial dan budaya pada responden 1
Bapak Subandi yang berusia 62 tahun dengan pendidikan terakhir Sarjana S1
pertanian lulusan Universitas Gadjah Mada angakatan 74 yaitu beliau selalu
mengikuti kegiatan pelatihan budidaya sebanyak 4 kali/musim. Dalam
melakukan kegiatan pertanian dilahan miliknya seluas >1,0 ha Bapak Subandi
sangat terbuka terhadap inovasi baru,dapat menerima dan menyebarkan inovasi
baru yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian di pasir pantai dan kemampuan
pendanaan Bapak Subandi terhadap inovasi tersebut tergolong sangat tinggi
yaitu >80%.
Berdasarkan hasil pengamatan mengenai aspek sosial budaya pada
responden 2 Bapak Murdiana diperoleh total nilai sebesar 27 yang artinya
responden tersebut termasuk petani yang mampu bertindak dan mengambil
keputusan.
b. Responden 2 (Bapak Murdiana)
Hasil pengamatan mengenai aspek sosial dan budaya pada responden 2
Bapak Murdiana yang berusia 50 tahun dengan pendidikan terakhir SMP yaitu
beliau tidak pernah mengikuti kegiatan pelatihan budidaya karena tidak pernah
ada penyuluhan dan pelatihan di tempat terdekat beliau tinggal. Dalam
melakukan kegiatan pertanian dilahan miliknya seluas <0,25 ha Bapak
Murdiana hati-hati menerima inovasi baru yang bermanfaat bagi kegiatan
20

pertanian di pasir pantai dan kemampuan pendanaan terhadap inovasi tersebut


tergolong sangat rendah yaitu <21%.
Berdasarkan hasil pengamatan mengenai aspek sosial budaya pada
responden 2 Bapak Murdiana diperoleh total nilai sebesar 12. Menunjukkan
petani yang kurang hati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.

4.KONSEP PERTANIAN
a. Responden 1 (Bapak Subandi)
Hasil pengamatan yang dilakukan kepada responden 1 Bapak Subandi
menunjukkan bahwa merupakan petani yang berorientasi pada keberlanjutan
jangka panjang dengan responsif terhadap adanya umpan balik dan partisipatif.
Dalam menyelesaikan suatu permasalahan di bidang pertanian Bapak Subandi
cenderung menggunakan solusi eksternal dan pendekatan teknologi.
Hasil pengamatan konsep pertanian berkelanjutan di Samas, Bantul pada
responden 1 yaitu Bapak Subandi menghasilkan kesimpulan bahwa kegiatan
pertanian yang dilakukan merupakan pertanian berkelanjutan dengan total
penilaian sebesar 88,23%.
b. Responden 2 (Bapak Murdiana)
Hasil pengamatan yang dilakukan kepada responden 2 Bapak Murdiana
menunjukkan bahwa merupakan petani yang berorientasi pada keuntungan
jangka pendek dengan menyelesaikan permasalahan internal menggunakan
solusi eksternal yang dalam pelaksanaan pemecahan masalah tersebut
menggunakan pendekatan solusi teknologi dalam hal ini juga diketahui bahwa
perilaku rekatif dengan sifat sementara.
Hasil pengamatan konsep pertanian berkelanjutan di Samas, Bantul pada
responden 2 yaitu Bapak Murdiana menghasilkan kesimpulan bahwa kegiatan
pertanian yang dilakukan merupakan pertanian konvesional dengan total
penilaian sebesar 35%.
21